Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
i Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Kata Pengantar Kepala Perpustakaan Alhamdulillah, dengan Rahmat Allah Swt., kami, tim perpustakaan SMP Negeri 6 Cimahi, dapat memfasilitasi sebuah buku kumpulan cerpen dari siswa kelas bahasa yang berbakat. Kumpulan cerpen ini merupakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Cinta Tanah Air. Setiap siswa diharuskan untuk mengunjungi objek cagar budaya yang nantinya dapat dijadikan bahan imajinasi untuk cerpen yang dibuatnya. Seperti yang kita ketahui, menulis erat kaitannya dengan membaca. Sebelum menulis, anak-anak tentu saja memerlukan ide-ide karyanya melalui sebuah bacaan. Referensi bacaan tersebut banyak tersedia di Perpustaan SMP N 6 Cimahi. Oleh karena itu, kami berharap semakin hari, semakin banyak siswa yang berkunjung ke Perpustakaan SMPN 6 Cimahi.
ii Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Menulis bukanlah hal yang sulit. Diksi yang dipilih merekapun beraneka ragam, ada yang memang puitis atau diksi dengan kata-kata sederhana seperti kata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, alur cerita yang mereka ciptakan sangatlah unik dan menarik untuk dibaca. Alur yang diciptakan dalam tulisan mereka sangatlah sulit untuk ditebak. Ini menjadi suatu hal yang menarik bagi para pembaca. Kemudian, genre yang mereka pilih pun dalam ceritanya sangat beragam. Salah satunya yang paling menarik adalah genre fantasi. Genre fantasi mungkin sangat populer di kalangan anak-anak karena fantasi merupakan genre cerita yang membawa anak-anak untuk melakukan suatu inovasi yang mungkin pada saat ini tidak masuk akal, tetapi di masa depan menjadi suatu hal yang paling masuk akal.
iii Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Menulis dapat membuat kita panjang umur sampai beribu tahun lamanya. Sebuah tulisan akan terus hidup apabila tulisan tersebut dicintai oleh pembacanya dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, jadilah generasi yang senang menulis. Cimahi, Maret 2023 Kepala Perpustakaan SMPN 6 Cimahi Aep Haerudin, S.Pd. NIP 196398161985011004 Kepala SMPN 6 Cimahi Edi Mulyadi, S.Pd., M.Pd. NIP 196907151995121004
iv Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Kata Pengantar Alhamdulillah berkat rahmat Allah Swt., penulis dapat menyelesaikan kisah dalam cerita pendek ini. Menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan. Dengan menulis, penulis dapat menuangkan ide atau perasaan dalam bentuk sebuah cerita. Cerpen merupakan salah satu genre sastra yang sangat menarik untuk diapresiasi. Selain itu, ketika menulis cerpen, kita dapat menuangkan cerita baik khayalan maupun yang diilhami dari kisah nyata dengan alur-alur kreatif. Penulis menyadari bahwa gaya menulis setiap orang berbeda-beda, begitu pula dengan selera baca setiap orang. Oleh karena itu, penulis berharap cerpen ini dapat diapresiasi oleh banyak pembaca. Cerpen ini merupakan hasil dari P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema Cinta Tanah Air. Penulis berasal dari kelas minat bahasa. Selain itu, penulis berharap banyak bakatbakat menulis yang akan berkembang di kemudian
v Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) hari, bukan hanya untuk setiap siswa yang berminat di kelas bahasa. Akan tetapi, banyak pembaca juga yang nantinya akan tertarik untuk menulis karena menulis bukanlah hal yang sulit. Namun, perlu adanya keinginan dan keyakinan yang kuat. Cimahi, Maret 2023 Penulis
vi Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Daftar Isi Kata Pengantar Kepala Perpustakaan ....... i Kata Pengantar ............................... iii Daftar Isi..................................... vi Museum Zoologi yang Sedang dalam Bahaya (Ali Sya’ban F VII-G) ................................. 1 Ingin Menghidupkan Ikan Paus Raksaksa (Riki Maulana VII-J) .................................. 7 Seorang Profesor yang Melawan Orang Utan (Pasya Ramdan VII-J)................................. 10 Pergi ke Museum Zoologi Bogor (Devin Raissa Pratama VII-G) ........................ 15 Piknik Ajaib (Naurah Nariswari VII-C)............................. 19 Perjuangan Tenaga Medis (Alfryda Maheswaar Mercurius VII-E)............... 28 Zoologi, Tempat Sang Mutiara Sihir (Nissa Auliya VII-G)................................... 35 Tiga Anak Nakal (Dinarda Fatharani Ferdinal VII-E) .................. 47 Museum Zoologi (Hauzan Alghifari VII-G).............................. 55 Zahira Sang Pemberani dan Cerdas (Fajrin Mega Putri Arsandi VII-D) ................... 58
vii Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Kisah Cintaku Berawal dari Study Tour (Raina Letitia Furrel VII-A) .......................... 62 Keluarga Straykids (Allegra Kania Elf Swhen VII-G) ..................... 67 Mengunjungi Rumah Sakit Dustira (Rhevany, A.P.S VII-D)............................... 76 Ilmuan yang Menghidupkan Makhluk Purba (Willy Ahmad Januar VII-J).......................... 79 Dua Anak yang Menyelamatkan Desa (Rifky Okta VII-J) .................................... 84 Remaja yang Menghidupkan Hewan Purba (Fikri Pratama Gunawan VII-J) ....................... 90 Kura-Kura yang Ingin Menjadi Cepat (Ameer Luthfi Akbar VII-J).......................... 95 Penelitian Tertutup (Nabila Rizqi Ramadhani VII-G) ..................... 99 Pengalaman Naik Kereta Bandung Raya Ekonomi dari Cimahi—Cimekar (Nurul Arifah VII-J) .................................. 123 Amoraelgio (Fahira Andhita VII-D)................................ 128 Hewan yang Hidup Kembali (Davina Assya VII-D).................................. 134 Kehidupan Kedua (Dimas Faturrohman VII-G) ........................... 139
viii Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Menghidupkan T-Rex yang Sudah Punah (Aaron Ariyadi VII-C) ................................. 145 Menghidupkan Hewan yang Sudah Punah di Museum (Kevin Sebastian VII-C) ............................... 150
1 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
2 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Museum Zoologi yang Sedang dalam Bahaya Ali Sya’ban Fathurahman VII - G Pada suatu hari, terdapat seseorang bernama Kevin yang sedang berkunjung ke Museum Zoologi. Kevin adalah orang yang berasal dari Jawa Barat, lebih tepatnya di Cimahi. Dia orangnya baik, ramah, dan rendah hati. Dia melihat hewan–hewan purba yang sudah punah pada ratusan juta silam, diantaranya adalah Harimau, Badak Sumatera, Monyet, Ular dan lain-lain. Tetapi, dia merasa ada yang janggal. Dia melihat ada Harimau yang bergerak. Lantas Kevin pun berlari ke luar ruangan. Dia berteriak sekencang mungkin untuk meminta pertolongan namun tidak ada yang menjawab. Kevin melihat ada pedang dan dia pun langsung mengambilnya untuk berjaga-jaga. Lalu, dia bersembunyi di kamar mandi.
3 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) “Sepertinya aku harus membuat ramuan penghidup kembali, “ujarnya. Kevin merasa di luar sudah aman. Dia melarikan diri ke sebuah laboratorium dan mencoba membuat ram uan itu. Tetapi , dia kekurangan bahan. Kevin pun mencari bahan di sekitarnya tetapi tidak menemukannya. Mau tidak mau dia harus mencari keluar. Kevin pun mencari bahan yang dibutuhkan, pada akhirnya, dia menemukannya. Kevin pun bergegas masuk kembali ke laboratorium dan langsung membuat ramuan yang dimaksud itu. “Aku harus membuat ramuan ini secepatnya, kalau tidak bisa membahayakan semua orang,“ kata Kevin Akhirnya Kevin pun menggunakan ramuan tersebut untuk menghidupkan kan hewan–hewan tersebut. Kevin menggunakan hewan–hewan tersebut untuk menyerang Harimau itu. Kevin pun langsung bergegas keluar untuk mencari keberadaan Harimau itu sambil membawa hewan– hewan yang sudah Kevin hidupkan dan jinakan. Kevin pun kewalahan melawan Harimau itu karena hewan jinaknya mati. Akhirnya, Kevin pun melawan
4 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan sisa–sisa tenaganya. Dan alhasil Harimau itu pun mati di bunuh Kevin. Mengetahui hewan–hewan jinaknya sudah mati, Kevin pun mengembalikan hewan–hewan itu ke tempat asalnya. Kevin pun terheran-heran. “Ko bisa ya Harimau itu hidup kembali.” Dan ada satu orang yang menghampiri Kevin, yaitu Zahid. Zahid pun menjawab “itu karena dulu orang–orang pada membunuh hewan–hewan langka yang ada di Indonesia, maka dari itu di kita harus menjaga dan merawat cagar budaya yang ada di Indonesia,“ ujar Zahid. Kevin dan Zahid pun saling berkenalan satu sama lain. “Zahid, kamu berasal dari mana dan untuk apa kamu kemari,“ kata Kevin. “Saya berasal dari Jakarta, saya datang kemari untuk meneliti Museum Zoologi yang katanya sedang dalam bahaya kata orang–orang,“ jawab Zahid. Ternyata Zahid seseorang peneliti yang sedang berkunjung ke Museum Zoologi. Setelah saling berkenalan, mereka pun mengobrol sambil mengelilingi tempat itu. Mereka melihat tempat itu hancur akibat Harimau tadi.
5 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Mereka mencoba membenarkan tempat–tempat yang hancur itu dengan barang seadanya. Karena waktu telah menunjukkan angka 16.00 Kevin pun memutuskan untuk pulang. Sebelum meninggalkan tempat itu, Kevin berpamitan kepada Zahid. “Zahid, sepertinya aku harus segera pulang ke rumah,“ kata Kevin. “Yasudah, kalau begitu hati– hati ya Kevin.”Za Ujar Zahid. Kevin pun segera masuk ke motor nya. “Aku khawatir jika Harimau itu hidup kembali, karena bisa membahayakan semua orang yang ada di sana.“ Pada di perjalanan pulang dia merasa tidak tenang karena kejadian tadi. Saat sampai di rumah, Kevin langsung tidur karena kelelahan saat melawan Harimau tadi. Dan pada keesokan hari, Kevin pun melaksanakan aktivitas seperti semula.
6 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Pesan moral / Amanat : Kita harus menjaga cagar budaya, yakni Museum Zoologi agar kedepannya semakin banyak orang yang mengunjungi Museum Zoologi.
7 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
8 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Ingin Menghidupkan Ikan Paus Raksasa Riki Maulana VII – G Pada tahun 2025, Alfaridzi berkunjung ke museum zoologi dengan temannya yang bernama Farel. Alfaridzi dan Farel sedang melihat hewan purba. Alfaridzi dan Farel adalah ilmuwan yang jenius. Alfaridzi punya ide menghidupkan paus mengungkapkan pada Farel setelah mengelilingi museum zoologi. “Rel aku punya ide nih.” kata Alfaridzi. “ide apa emang Alfaridzi?“ kata Farel. “Gini Rel aku mau menghidupkan paus raksasa apakah kamu setuju?“ Kata Alfaridzi,“ saya sih setuju, karena paus adalah hewan yang baik yang bisa melindungi hewan hewan kecil dari hewan hewan buas.” Kata Farel. “Tapi gimana Rel caranya menghidupkan paus raksasa.” Kata Alfaridzi. “Kita membuat ramuan saja,“ kata Farel. “Tapi kan kita harus mempunyai uang yang banyak untuk membeli bahan bahannya,“ Kata Alfaridzi. “Aku mempunyai
9 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) tabungan tapi kayanya engga cukup untuk membeli bahan bahannya, apakah kamu mempunyai tabungan?“ kata Farel. “Aku mempunyai.“ kata Alfaridzi. “Oke kita gabung ya tabungan kita untuk membeli bahan bahan untuk ramuan,“ kata Farel. Dan setelah Farel dan Alfaridzi membeli bahan bahan untuk membuat ramuan Alfaridzi dan Farel langsung bergegas ke ruangan khusus, nah di ruangan khusus itu Alfaridzi dan Farel langsung bergegas membuat ramuan yang bisa menghidupkan kembali paus raksasa. Setelah berhasil membuat ramuan Alfaridzi dan Farel langsung bergegas menuju museumzoologi. Setelah sampai di Museum Zoologi Alfaridzi dan Farel langsung membawa kerangka ikan paus dengan mobil truk yang banyak kerangka ikan paus raksasa di pisahkan. Setelah kerangka ikan paus di gabungkan kembali di laut yang sangat luas, Alfaridzi dan Farel langsung menyuntik kancairan ramuan yang telah dibuat yang bisa menghidupkan ikan paus raksasa, setelah di suntikkan ramuan itu berhasil dan Paus raksasa itu hidup di laut yang sangat luas.
10 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
11 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Seorang Profesor yang Melawan Orang Utan Pasya Ramdan VII -J Seorang profesor datang ke museum zoologi, profesor tersebut bernama Thomas, ia bermaksud datang ke museum zoologi untuk menghidupkan orang utan.Thomas memang sengaja menghidupkan orang utan itu untuk menjadikannya kelinci percobaan, Thomas meracik ramuan untuk orang utan agar menjadi lebih pintar, tetapi Thomas salah meracik ramuan itu hingga orang utan menjadi jahat, ganas dan menjadi lebih besar dari ukuran aslinya. Orang utan itu sangat marah di laboratorium milik Thomas orang utan itu menghancurkan laboratorium hingga terbakar dan semua ramuan Thomas lenyap. Orang utan itu kabur dari laboratorium yang sudah hancur oleh orang utan itu dan dia berlari ke luar untuk menghancurkan kota, Saat
12 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) orang utan itu sedang Kabur Thomas berlari mengejarnya hingga dia sudah sangat cape untuk mengejarnya,lalu Thomas menyuntikkan ramuan yang sudah di suntikan kepada orang utan itu,Thomas menjadi sangat kuat dan dia berusaha untuk menghentikan orang utan itu,saat Thomas sedang bertarung bersama orang utan itu Thomas tidak sanggup untuk melawannya hingga dia pingsan tidak berdaya. 1 jam berlalu Thomas pun kembali bangkit untuk melawan orang utan itu tetapi dia gagal lagi dan dia sudah tidak punya tenaga untuk melawan orang utan itu untuk bertarung, dia sangat kewalahan menghadapinya. Dan Thomas akan balas dendam pada lain waktu. Pada tahun 2023 Thomas kembali dan meracik ramuan yang sangat kuat untuk melawan orang utan itu,Thomas menyuntikan ramuan itu hingga dia lebih kuat dari sebelumnya. Lalu, Thomas bertemu lagi dengan orang utan itu untuk melawannya,tetapi Thomas dan orang utan itu bertarung dengan sangat sengit hingga menghancurkan semua benda-benda yang ada di
13 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dekatnya,Thomas dan orang utan itu sama-sama tidak ingin kalah dari pertarungan itu,hingga mereka berdua sama-sama sudah tidak sanggup lagi untuk bertarung. Orang utan pun menjawab "mengapa kau berusaha untuk menghentikan ku Thomas?" "Alasan aku ingin menghentikan mu agar tidak menguasai wilayah ini, karena agar wargawarga tidak ketakutan karena kamu kenapa menjadi sangat buas?" profesor Thomas dengan jengkel. Aku kan menghidupkan mu supaya menjadi lebih pintar, tetapi kau malah menjadi lebih buas Orang utan pun menjawab "hahaha kau tidak akan bisa menghentikan ku Thomas karena aku sudah punya tenaga untuk membunuh mu agar kau tidak ngengalangiku untuk menguasai dunia ini. Thomas pun menjawab "tentu saja aku tidak akan semudah itu untuk dibunuh oleh mu, karena aku sudah membuat ramuan yang lebih kuat dari ini.
14 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Lalu mereka pun bertarung lagi hingga tenaga mereka berdua habis dan tidak mempunyai tenaga lagi dan Thomas pun menyuntikan ramuan agar orang utan itu mati dan akhirnya Thomas ada seorang pahlawan.
15 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
16 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Pergi ke Museum Zoologi Bogor Devin Raissa Pratama VII - G Berlibur ke museum pada hari Senin kemarin, aku dan teman–teman sekelasku mengunjungi museum yang letaknya tidak jauh dari sekolah kami. Kunjungan ini merupakan salah satu bagian dari Pembelajaran mata pelajaran sejarah. Dengan didampingi oleh guru sejarah kami yang bernama Bapak Rukmana, kami berangkat dari sekolah pukul 06.00 WIB mengendarai mobil sewaan. Tidak lama setelahnya, kami pun sampai di museum. Pak Rukmana segera menuju loket tempat pembelian tiket. Sementara itu, kami mempersiapkan buku catatan dan alat–alat tulis. Setelah Pak Rukmana mendapatkan tiket, kami semua dipanggil olehnya. Namun, sebelum kami memasuki museum, Pak Rukmana mengenalkan kami seorang pemandu museum yang akan menemani kami selama berada di dalam. Pemandu tersebut adalah seorang wanita
17 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) muda berkulit putih dan cukup tinggi. Kami pun diminta berbaris olehnya di depan pintu masuk museum dan mendengarkan sedikit peraturan yang ada di dalam. Kemudian kami diajak masuk ke dalam museum. Pada bagian pertama di dalam museum, Kami memasuki tempat-tempat flora dan fauna. Di sini banyak terdapat berbagai macam binatang yang dilindungi maupun yang telah punah yang telah diawetkan. Setelah itu kami memasuki ruangan tempat peningggalan manusia prasejarah. Di bagian ini kami melihat fosil–fosil manusia purba dan berbagai macam peninggalannya, seperti Sarkofagus, dan lain sebagainya. Di ruangan berikutnya, kami memasuki tempat Kebudayaan Bogor. Kami melihat banyak sekali kebudayaan Bogor, seperti pakaian, alat rumah tangga dan masih banyak lagi. Di sepanjang perjalanan, kami menulis tentang hewan-hewan di sana, kami mencatatnya
18 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan menulis nya di buku berwarna hijau. Setelah itu, kami berfoto foto, di sana kami merasa senang ke Kebun Raya Bogor. Setelah kurang lebih sejam, kunjungan kami pun berakhir. Kunjungan kami ke museum kali Ini sungguh menyenangkan. Selain mempelajari benda–benda bersejarah, kami pun bisa berekreasi di dalam museum.
19 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
20 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Piknik Ajaib Naurah Nariswari VII-C Di sore yang indah, Rara sedang berpiknik bersama sahabatnya yang bernama Jerry di Kebun Raya Kota Bogor, mereka berpiknik menggunakan kain bermotif persegi berwarna merah dan putih. Mereka menikmati pemandangan sunset sore dan ditemani dengan salad buah dan juga soda dingin. "Aku sangat tidak menyangka kita dapat menikmati pemandangan seindah ini," ucap Jerry. "Yap aku juga sangat senang bisa menikmati sore yang indah ini bersamamu Jerr," balas Rara. Lalu, Jerry bertanya kepada Rara, "Raa kamu ngerasa ada guncangan ga?" tanya Jerry kepada Rara, segera Rara mengajak Jerry pergi meninggalkan tempat itu. Akan tetapi, di tengah perjalanan mereka tiba-tiba tak sadarkan diri.
21 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Setelah beberapa menit, Rara baru tersadar dan kaget melihat suasana yang tak seperti Taman Raya Bogor. "Aku di mana?" tanya Rara pada dirinnya sendiri. Padahal, beberapa saat yang lalu, Rara dan Jerry sedang menikmati pemandangan sore. Tapi ternyata, sekarang Rara berada di tengah hutan. Rara berjalan tanpa arah mencari Jerry dengan mengikuti jalan setapak yang ada di depannya, entah di mana Jerry berada tetapi yang jelas Rara ketakutan. Rara melihat seseorang sedang memangsa burung dengan kapak di depan mata nya, seorang anak yang mengayunkan kapaknya ke arah burung hantu. “KRAAK KRAKK” suara kapak yang membuat Rara ketakutan. "TIDAK!!!!" dia melakukannya berulang kali. Lalu, Rara mengedipkan matanya beberapa kali untuk melihat jelas wajah anak itu dan sepertinya Rara mengenalinya.
22 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) "D-dia adalah sahabatku J-jerry", Rara memanggilnya dengan suara lantang dan dia pun menoleh. Lalu, Rara berlari menghampiri Jerry. Perasaan Rara sangat senang karena setidaknya ada orang yang ia kenal. "Siapa kau?" ucap anak itu, Rara kebingungan mendengar Jerry mengatakan itu. "Ini aku Rara, aku teman sekelas mu" balas Rara. "Maaf aku tak mengenalmu" jawabnya Rara terkejut saat mendengar jawaban tersebut, entah Jerry terkena amnesia atau bagaimana. Rara berpikir untuk menanyakan sekali lagi, tetapi saat Rara mau bertanya Rara mendengar suara teriakan. “AaAaAaaAAaAAaAaa,” suara teriakan dari ujung hutan.
23 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Rara melihat kobaran api yang menyala nyala dan menimbulkan asap pekat yang membuat Rara sesak untuk bernafas. “Uhuk uhuk,” Rara batuk. "Ayo ikut aku," tiba-tiba Jerry menggenggam pergelangan tangan Rara dan mengajaknya berlari. "KITA KEMANA???" tanya Rara "Kita akan ke tempat tinggalku," sahut Jerry. Rara hanya terdiam mendengar jawabanya, mereka terus berlari di atas rumput hutan tersebut. Dan kami sampai di tempat tujuan. Rara sedikit bingung saat melihat keadaan rumah yang terlihat seperti museum yang telah hancur, kepingan bangunan dimana- mana, tulang tulang hewan purba yang rapuh, mayat-mayat yang bertebaran seperti daun saat musim gugur. “Apa yang telah terjadi di tempat ini Jerry?” tanya Rara Ternyata, itu adalah ulah raksasa besar yang ada di hadapan kami berdua. Raksasa
24 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) tersebut layaknya kerangka tanpa daging dan kulit yang sangat menyeramkan. Raksasa tersebut menatap Jerry dan Rara dengan mata merah seramnya. Lalu, Jerry menyuruh Rara bersembunyi. “Rara cepat sembunyi disana!!!” ucap Jerry. Karena ketakutan, Rara menuruti apa yang dikatakan Jerry. Dengan beran, Jerry berlari ke arah makhluk besar kerangka itu. Suara langkah kaki yang cepat dan seketika baju Jerry berubah menjadi baju seorang pangeran yang perkasa dengan jas hitam dan kuda coklat yang gagah. Jerry mengarahkan kapaknya ke arah monster raksasa itu. Saat sedang berperang monster tersebut berhasil menangkis Jerry dan dia menembakan laser merah dari matanya yang besar dan menyeramkan tersebut. Laser itu mengenai Jerry. “ARGH” Jerry menjerit kesakitan Karena tangkisan tersebut, dia terluka dan jatuh ke tanah, monster tersebut akan menginjak
25 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Jerry dengan kaki raksasanya. Rara bingung dan panik saat melihat sahabatnya hampir terbunuh. Rara ketakutan dan memejamkan matanya karena tidak ingin melihat kejadian tersebut. Tiba tiba terdengar bisikan di telinga Rara yang menyuruhnya untuk menyelamatkan Jerry. “Apakah kamu tega membiarkan sahabatmu terbunuh oleh kaki monster kerangka itu? Kamu harus menolongnya, dia sudah berkorban dan berusaha untuk menyelamatkanmu,” ucap suara misterius itu. “Aku harus membantu Jerry dan menyelamatkanya dari raksasa jelek itu,” ucap Rara. Rara kembali membuka matanya dan keluar dari tempat persembunyianya. Secara ajaib, telihat tubuhnya mengeluarkan cahaya biru yang membuat outfit mahalnya berubah menjadi dress biru yang indah dan mengeluarkan sayap putih dari punggungnya. Sesungguhnya Rara ragu untuk menyerang raksasa itu, tetapi dia harus tetap
26 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) menyelamatkan sahabatnya yang kesusahan menyerang monster tulang itu. Lalu, Rara terbang dengan sayapnya dan memanah dengan busur yang secara ajaib muncul di tangannya. “HIYYAA…” Rara berteriak. Rara membidik tepat di mata monster raksasa tersebut dan seketika monster itupun lenyap dan hancur berkeping-keping. “Wow aku berhasil membunuh monster itu dengan tanganku sendiri,” Rara kaget sekaligus takjub karena berhasil membunuh monster raksasa itu. Rara berhasil melawan rasa takutnya dan menyelamatkan sahabatnya. Rara kembali ke wujud semulanya dan segera ia menghampiri Jerry yang tiba-tiba saja tubuhnya menghilang. Lalu, tiba-tiba turun hujan deras disertai petir yang membuat Rara tersadar bahwa itu hanyalah mimpinya. Rara terbangun dan melihat celananya yang basah, bukan karena hujan yang ada di mimpi tersebut tetapi karena Rara
27 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) mengompol di kasurnya. Mungkin inilah akibatnya tidak buang air dan tidak membaca doa sebelum tidur. Amanat Kita harus melestarikan cagar budaya dengan cara memelihara peninggalan bersejarah sebaik -baiknya, tidak merusak dan mencoret coret barang bersejarah, tetap menjaga kebersihan, dan lain-lain agar generasi penerus dapat mengenal dan tidak punah/hilang.
28 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
29 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Perjuangan Tenaga Medis Alfryda Maheswaar Mercurius VII-E Cimahi adalah kota tercinta di mana aku di lahirkan di Cimahi tepatnya di RS Dustira, sehingga rumah sakit ini cukup menjadi sejarah untuk saya pribadi. Rumah Sakit Dustira menjadi kebanggaan prajurit di wilayah kodam III/ Siliwangi. Rumah Sakit Dustira di bangun pada tahun 1887 di masa penjajah Hindia–Belanda dan di kenal sebagai rumah sakit Militer (Militare Hospital). Sore ini, diiringi hujan rintik-rintik, saya memasuki ruangan IGD Rumah Sakit Dustira, tapi kali ini bukan untuk berobat melainkan untuk mengantarkan pesanan makanan untuk perawat yamg sedang bertugas di ruangan IGD. Suasana ruangan IGD pada saat itu nampak sepi dan tenang, hanya terdapat satu orang dokter yang sedang menangani pasien yang sedang sesak nafas.
30 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Seketika, saya terhentak ketika datang sebuah mobil ambulance yang ternyata membawa pasien kecelakaan lalu lintas. Terdengar Ezra nama si pasien korban tabrak lari tersebut, dia mengalami patah tulang di bagian paha karena benturan yang sangat keras. Dokter Ryan dengan sigapnya menangani Ezra dan selalu berusaha menenangkan Ezra karna dia selalu meraung-raung kesakitan. Dokter Ryan segera mengambil tindakan sigap dengan cara membersihkan terlebih dahulu luka luka dan darah yang ada di tubuh Ezra. Dokter segera mengambil tindakan operasi untuk menyambungkan kembali tulang Ezra yang patah. Pada saat dokter sedang menangani Ezra itu, dibantu juga oleh suster Alena perawat yang cukup baik dan terlihat profesional. Mereka bekerja dengan kompak dan terlihat maksimal dalam menangani Ezra. Tak lama kemudian, datang pula keluarga Ezra, yaitu Axel kakak kandung Ezra yang terlihat mencoba untuk bersikap tenang dengan melihat kondisi Ezra yang nampak tidak berdaya. Axel pun terus terlihat berdoa karena
31 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) tak henti-hentinya mulutnya bergumam kecil melantunkan ayat-ayat. Akan tetap, pandangan yang sangat berbeda ketika melihat reaksi dari tantenya Ezra, yaitu tante Syaiza, dia tampak panik melihat kondisi Ezra dan sesekali tante Syaiza menangis sesegukan serta saking paniknya tante Ezra pun memarahi 1 suster karena menurut tante Syaiza suster itu sangat lambat dalam menangani Ezra. Terlihat sekali kepanikannya karena dia terkadang berteriak untuk menanyakan kondisi Ezra..., “ Susterrrr, susteerrrr..... Tolong buka pintunyaaa, saya ingin melihat keponakan saya, tolong susteeerrrrrr buka pintunya...,“ teriak Tante Syaiza kepada suster perawat. “ Ibuuuu, mohon ibu tenang dulu ya. Keponakan ibu sedang ditangani langsung oleh dokter spesialis. Jadi, mohon maaf agar ibu lebih tenang agar Dokter bisa konsentrasi menangani Ezra, begitulah yang dikatakan oleh suster perawat. Setelah 2 jam setengah menunggu, akhirnya dokter memberi kabar baik mengenai kondisi Ezra
32 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang operasinya berjalan dengan lancar. Dokter berhasil melakukan operasi dengan baik dan lancar, tetapi kondisi Ezra belum sepenuhnya sadar karena masih dalam pengaruh obat bius, masih memerlukan beberapa waktu untuk menunggu Ezra tersadar pasca operasi. Tante Syaiza dan Axel sangat senang mendengar kabar baik dari dokter yang menangani operasi Ezra dan menyatakan bahwa oprasi nya berjalan lancar dan berhasil. “ Alhamdulillah ya Allah.... Oprasi Ezra sudah selesai dan lancar,,, terimakasih banyak Dokter Ryan, trimakasiihh...” “Baik ibuuu, sama-sama, semoga Ezra bisa cepat sadar dan cepat pulih kembali yaaa...” (begitulah Tante Syaiza yang mengucapkan rasa terima kasih nya kepada Dokter Ryan). Setelah 1 jam pasca operasi, akhirnya Ezra terbangun dan sadar. Kami semua sangat senang dan bahagia melihat kondisi Ezra yg berangsurangsur pulih dan membaik. Ezra dipindahkan ke ruang perawatan/ ruang pemulihan sehingga keluarga dan teman-teman Ezra bisa menzenguk
33 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Ezra di ruangan. Kami pun pihak keluarga tak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada pihakpihak terkait yang sudah membantu menangani Ezra, seperti Dokter Ryan, Duster Alena dan perawat-perawat lain yang ikut merawat Ezra. Begitu besar jasa baik seorang Dokter dan suster, perawat. Mereka sangat berkompeten dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. Dokter tidak hanya menyembuhkan pasienpasien yang berada di rumah sakit, Dokter pun melakukan Edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan ke daerah daerah yang masih awam dan belum memahami secara dalam mengenai kesehatan, kebersihan dan yang lainnya. Amanat dari cerita ini, “Sesama manusia sudah menjadi kewajiban untuk saling tolong menolong, terlebih lagi sebagai seorang Dokter yang tugas nya membantu orang yang saki. Itu sangat patut untuk dibanggakan karena dokter pun sangat berjasa untuk menyembuhkan pasienpasien yang sakit, dari mulai penyakit ringan
34 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) sampai penyakit berat. Terimakasih banyak untuk para petugas medis.
35 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
36 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Zoologi, Tempat Sang Mutiara Sihir Nissa Auliya VII-G “Hai! Namaku Reyshin Randara umurku 32 tahun, aku punya suatu pengalaman yang tidak mungkin aku lupakan sampai akhir hayatku. Jadi begini, ceritaku saat itu umurku masih 19 tahun, saat itu tubuhku masih cukup kekar dengan tinggiku saat itu 187 cm, rambutku saat itu masih berwarna hitam yang pekat dan dipadukan dengan mataku yang berwarna biru. Ya, benar aku blasteran. Ibuku orang Indonesia, sedangkan ayahku, dia berasal dari Australia. Saat itu, aku memiliki penelitian di Museum Zoologi dan kisahku dimulai karena penelitian tersebut.” (Museum Zoologi tempat Reyshin meneliti) “Hah” hela Reyshin, “Di mana ya dompetku? “ tanya Reyshin kebingungan, “Eum.. Permisi saya tidak sengaja mendengar bahwa Anda kehilangan
37 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dompet dan saya tak sengaja menemukan sebuah dompet, apakah benar ini dompet milik Anda?“ tanya seorang wanita cantik berambut Lilac sembari menunjukkan sebuah dompet, “Heum.. Dia cantik sekali lihatlah rambut panjangnya yang berwarna Lilac dan matanya yang berwarna hijau,” ucap Reyshin dalam hati. “Hey? “ ucap wanita tersebut membuyarkan lamunan Reyshin, “Hah...oh iya benar itu dompet saya. Terima kasih ya,” ucap Reyshin senang. “Iya, sama-sama,” ucap seorang wanita tersebut, “Omong-omong, siapa namamu?“ tanya Reyshin. “Namaku Lilyana Vylanda kau bisa panggil aku Lily,” ucap Lily. “Baiklah salam kenal, namaku Reyshin panggil saja Rey,” ucap Reyshin. Semenjak saat itu, Reyshin dan Lily semakin dekat. “E-eh, apa? Kamu mau kita bertemu nanti sore di sini?“ tanya Reyshin bingung, Lily pun mengangguk, “Baiklah, nanti sore aku akan datang ke sini,” ucap Reyshin. Dan pada sore harinya, Reyshin pun datang dan menunggu Lily di depan Zoologi tepatnya di depan fosil paus biru, “Rey! “ teriak Lily. Reyshin pun menghampiri
38 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Lily, “Ayo masuk!“ ajak Lily kepada Reyshin. Reyshin dan Lily pun masuk ke dalam Zoologi secara bersamaan dan Lily pun berhenti tepat di depan pintu masuk Zoologi, yaitu di depan fosil anoa, “Sampai..,“ ucap Lily, “ Ini, tempat fosil anoa? Kenapa kita kesini?” tanya Reyshin kebingungan lalu secara tiba-tiba muncul portal di depan fosil anoa dan Reyshin pun pingsan karena ada seseorang yang memukulnya dari belakang. Reyshin pun terbangun di suatu ruangan yang sempit dan pengap. Lalu, tiba-tiba datang Lily, “Lily, ini di mana? Dan kenapa aku diikat?“ tanya Reyshin. Lily hanya diam tak menjawab sepatah katapun, dan tiba-tiba datang monster berbentuk seperti Anoa. “Si-siapa kau?“ tanya Reyshin ketakutan. “Tuan, ini orang yang Anda minta,” ucap Lily.“ “A-apa? Apa maksudmu Lily!” ucap Reyshin marah, “Diam kau!!,” “Aku tak mau ada keributan di tempatku ini” ucap sang monster tersebut, “Baik, tuan Maxymilianus” ucap Lily, setelah keluar Maxymilianus, “Maafkan aku Rey, aku terpaksa karena kalau tidak ku turuti
39 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) permintaannya, monster itu akan membunuh adikku” ucap Lily sembari menangis, “Be-begitu, iya tak apa” ucap Reyshin iba, “Kalau begitu ku lepaskan ikatannya dulu ya” ucap Lily, “Iya, dan.. Soal adikmu biar ku bantu menyelamatkannya” ucap Reyshin, “Kau serius, terima kasih Rey” ucap Lily sembari tersenyum, “Iya, Sama-sama” ucap Reyshin. “Jadi begini monster itu butuh darahmu agar bisa keluar dari portal Dunia Lain ini, dia mengincar mutiara sihir yang ada di salah satu tempat di zoologi yaitu galeri burung cendrawasih, kita harus mengamankan mutiara sihir tersebut, tapi sebelum itu kita harus kabur dulu dari dunia ini dengan cara masuk kembali ke dalam portal tersebut, dan aku tahu di mana portal itu berada, ayo ikut aku” ucap Lily, sesampainya kami di depan portal, kami bergegas untuk hendak masuk, tibatiba muncul Maxymilianus, “ Apa-apaan kau Lily , Kau menghianati aku dan Hendak membawa manusia itu pergi dari sini, beraninya kau!" Ucap Maxymilianus marah Dan di saat itu aku dan Lily
40 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) mencoba melawan monster tersebut namun gagal dan saat itu tak sengaja aku terluka dan mengeluarkan darah yang cukup banyak, secara cepat monster itu langsung menjilati tetesan darahku yang jatuh ke lantai setelah puas Maxymilianus pun langsung berlari masuk ke dalam portal menuju dunia manusia. Setelah mengobati lukaku, aku dan Lily pun menyusul Maxymilianus ke dunia manusia, sesampainya di dunia manusia aku dan Lily keluar tepat di depan Zoologi, lalu aku dan Lily pun langsung berlari menuju pintu masuk Zoologi namun sebelum kamu menyentuh pintu tersebut, kita di hadang oleh Charemon salah satu prajurit Anoa yang pernah aku lihat saat aku berada di dunia lain tersebut dan pertempuran antara aku, Lily dan Charemon tak bisa terhindarkan lagi. Kami cukup kewalahan saat menghadapinya, lalu tibatiba muncul seorang laki-laki berambut pirang yang dalam sekejap bisa membunuh Charemon , “Alwen! “ teriak Lily yang sepertinya mengenal lelaki tersebut, “He? Dia siapa? “ tanya Reyshin,
41 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) “Hai.. Namaku Alwen Davindra, aku teman Lily sekaligus prajurit Maxymilianus saat berada di dunia lain” ucap Alwen, “Huh... Suaranya yang berat dan tubuhnya yang berotot, dia sepertinya cukup kuat untuk melawan Maxymilianus tapi kenapa dia memilih bekerja untuk Maxymilianus? “ tanya Reyshin bingung dalam hati, “Kau pasti bingung, jadi begini, Alwen dia dipaksa untuk jadi bawahan Maxymilianus karena kalau tidak mau nyawa dari orang tuanya akan melayang “ ucap Lily menjawab kebingungan ku , “Kalian kenapa ada disini? “ tanya Alwen, “Kami ingin mengambil mutiara sihir yang disembunyikan di galeri burung Cendrawasih “ ucap Reyshin, “Aku sarankan kalian pulang, kalian melawan Charemon saja kewalahan apalagi kalian melawan Maxymilianus” ucap Alwen, “Tapi.. Kami tidak mau Maxymilianus mempunyai mutiara itu” ucap Lily, “Aku bisa bantu kalian, khususnya kamu Reyshin aku akan melatih kekuatan yang ada di tubuh mu” ucap Alwen. Singkat cerita Reyshin sekarang sudah kuat dan kekuatannya yang sekarang tentu sudah cukup