42 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) untuk melawan Maxymilianus, mereka bertiga pun pergi ke Zoologi sesampainya disana mereka mulai melaksanakan rencana mereka, mulai dari Alwen yang memancing Maxymilianus keluar dan dilanjutkan dengan aksi Lily mengambil mutiara sihir tersebut di tempat galeri burung Cendrawasih saat Maxymilianus sibuk berurusan dengan Alwen dan Reyshin (Galeri burung Cenderawasih, tempat dimana tersimpan mutiara sihir) Singkat cerita, Maxymilianus pun terkalahkan. “Yeyy, kita berhasil” ucap Reyshin senang, “Rey” ucap Lily, “Ya?” tanya Reyshin, “Aku benar-benar berterima kasih padamu atas mutiara sihir ini, berkatmu aku bisa menguasai dunia” ucap Lily, “H-hah, apa maksud mu?” ucap Reyshin bingung, “Hem... Biarku jelaskan aku ini sebenarnya seorang ilmuwan yang jenius namun mereka! Orang-orang di luar sana tak pernah mengakui kejeniusan ku, tapi.. Dengan mutiara sihir ini aku bisa membuat mereka tunduk dan mengakui kejeniusan ku kan? “ ucap Lily sembari
43 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) tertawa kecil, “Jadi, ini semua rencanamu? “ tanya Reyshin, “Tentu saja, memangnya menurutmu kenapa semua hal itu terjadi dari Anoa yang ganas dan portal, dan tentu saja Alwen dia adalah boneka buatan ku juga” ucap Lily, “A-apa? Alwen kau juga? “ ucap Reyshin tak percaya, “ Dan dengan mutiara ini aku bisa mewujudkan impianku, haaa... Aku bisa merasakan kekuatannya mengalir di tubuhku... Eh, apa ini kemana mutiara ku” ucap Lily, “Kau mencari ini? “ tanya Alwen sembari menunjukkan mutiara sihir tersebut, “Kau KEM- argghhh “ ucap Lily sembari merintih kesakitan, “Eh, dia kenapa? “ tanya Reyshin kebingungan, “Sepertinya efek sihirnya sudah mau habis” ucap Alwen yang sepertinya sangat paham tentang mutiara tersebut, ku kira semuanya sudah berakhir namun secara tiba-tiba Lily berlari hendak menusukku dengan pedangnya, aku menutup mata ku dan aku kebingungan mengapa aku tak merasakan rasa sakit dan saat aku membuka mata ku ada Alwen yang sudah melindungi dari tusukan pedang Lily.
44 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Lily pingsan setelah menusukkan pedangnya tepat di dada Alwen, “Sepertinya efek sihirnya sudah habis” tepat setelah mengatakan itu tubuh Alwen yang lemas jatuh ke tanah, melihat itu aku langsung menghampiri Alwen, “Alwen, kau tak apa? “ tanya Reyshin khawatir, “Kau tak perlu menghawatirkan ku, aku hanya sebuah boneka yang dihidupkan dengan sebuah ramuan” ucap Alwen, “Apa maksudmu, meski kau cuman boneka, kau tetap temanku” ucap Reyshin “Lagipula aku yakin kalau sifat atau pun perasaan yang selama ini kau tunjukkan itu tulus” tambah Reyshin, “Teman? Kalau begitu, maafkan aku ya.. Karena tak mengatakan yang sesungguhnya sejak awal, kalau aku mengatakan semuanya dari awal kau pasti tak usah berlatih terlalu giat, dan melakukan semua hal ini” ucap Alwen, “Tak apa, aku tak masalah soal ini” ucap Reyshin “Lagipula kau pasti punya alasan kan” tambah Reyshin, “Terima kasih ya.. Untuk perjalanan yang berharganya, kau teman yang paling berharga yang pernah ku punya” ucap Alwen, “Iya.. Sama-sama, kau juga teman terbaik yang pernah ku kenal” ucap Reyshin sembari melihat
45 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) tubuh Alwen berubah menjadi abu. Setelah itu Reyshin pun menelepon polisi dan polisi pun menangkap Lily atas tindak pidana penelitian ilegal. Setelah semua perjalanan tersebut Reyshin pun pulang ke rumah nenek nya yang berada tak jauh dari museum Zoologi, sesampainya disana Reyshin langsung bergegas membersihkan rumah neneknya karena sudah tak terurus sejak neneknya meninggal dia membersihkan rumah itu, dan tak terasa jam di handphone Reyshin sudah menunjukkan pukul 4 sore dan Reyshin pun tinggal membersihkan kamar milik neneknya, saat masuk Reyshin membersihkannya dengan teliti, dia membuka laci milik neneknya dan menemukan sebuah senar kalung dan sebuah surat yang bertuliskan surat untuk Reyshin, setelah membaca surat tersebut Reyshin pun segera bergegas pergi ke museum Zoologi dia menunggu di depan hingga Zoologi kosong dan hendak tutup, lalu dia pun masuk saat museum Zoologi sudah benar-benar kosong dan membuka kaca yang ada di galeri
46 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) burung Cendrawasih dan mengembalikan mutiara sihir tersebut ke tempat nya beserta senar kalung yang ada di laci neneknya, Reyshin membuka pintu Zoologi dengan kunci cadangan milik Lily dulu dan pulang ke rumah ne inineknya. “Jadi... Begitu cerita pengalamanku, dan soal surat dari nenekku itu isinya tentang mutiara sihir dan tempat seharusnya dia berada, makanya aku mengembalikan mutiara sihir tersebut dan soal insiden yang ku ceritakan itu adalah insiden yang cukup membuatku menjadi trauma terhadap museum, tapi... Aku bangga karena bisa mengalami insiden tersebut bukan hanya karena namaku Bisa terkenal di seluruh mancanegara saja, tetapi juga karena aku bisa mewujudkan mimpi terbesarku yaitu bisa mengenalkan cagar budaya Indonesia ke dunia luar, pesanku untuk kalian agar tetap menjaga dan melestarikan cagar budaya Indonesia. Karena banyak sekali kenangan di dalamnya” ucap Reyshin.
47 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
48 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Tiga Anak Nakal Dinarda Fatharani Ferdinal VII-E Di siang hari yang cerah,tepatnya di belakang halaman sekolah terdapat 3 anak smp yang sedang berusaha memanjat pagar sekolah yang di belakang, mereka bernama Atlas, Canva dan Gracellin. Beberapa saat kemudian mereka berhasil keluar dari sekolah, akan tetapi ayah Atlas yang bernama Fredy diam diam mengawasi mereka dengan mengunakan alat pengawas yang di selipkan di dalam handpone nya Atlas. Ayah Atlas adalah seorang Profesor yang sangat cerdik dia juga bisa membuat teknologi canggih. Saat mereka sedang berjalan-jalan di siang hari Atlas mengajak mereka ke tempat kerja ayah nya," eh gabut nih, ke tempat kerja ayah aku yu," lalu Canva menjawab, "gas gas aja sih, tapi di tempat kerja ayah kamu ada yang menarik ga?"
49 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Gracel pun berbicara, "ya adalah, kan ayah nya Atlas seorang profesor," Atlas, "boleh". Singkat cerita mereka sudah sampai di tempat kerja ayah nya atlas. Di sana ada ayah Atlas yang sedang bereksperimen tabung yang bisa di buat ke masa lalu, mereka pun masuk ke ruangan tabung tersebut secara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan ayah Atlas, saat mereka sedang bersembunyi untuk menunggu ayah Atlas keluar, dan ayah atlas pun setelah beberapa saat pun keluar lab. eksperimen tersebut karena ada barang yg harus yang harus diambil di kamar. Atlas," kesempatan emas nih" Canva, "itu tabung apa tlas?" (sambil menunjuk tabung tersebut) lalu Atlas menjawab, "gatau" Gracel pun mengajak merekat masuk ke tabung tersebut, Canva dan Atlas mengangguk setuju. Mereka pun berjalan menuju ke tabung tersebut, saat telah masuk tidak sengaja akibat kecerobohan nya Atlas ia tidak sengaja menumpah kan cairan berwarna, dan Gracel pun kaget dan tidak sengajak menekan tombol merah yg ada di dekat tabung tersebut.
50 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Beberapa saat kemudian mereka pun tersetrum dan pintu tabung tertutup, lalu ayah Atlas masuk ke ruangan lab. tersebut dan melihat mereka yang sedang tersetrum dan ayah Atlas pun mencoba menghentikan listrik tersebut, tetapi sayang nya sudah terlambat Atlas dan ke tiga teman nya telah menghilang dari tabung tersebut. Setelah kejadian itu Atlas, Gracel, dan Canva tersadar tetapi bukan di rumah Atlas, melain kan di Rumah Sakit Dustira tepat nya di di taman dustira. Canva,"ini dimana?" lalu Gracel menjawab,"ini di Dustira ga sih, tapi kek beda hm". Tidak lama kemudian ada segerombolan tentara belanda datang menemui mereka bertiga, dan tanpa banyak basa basi mereka langsung menarik paksa sambil menyodor kan pistol ke kepala mereka, mau ga mau mereka pun menuruti perintah tentara tersebut. Saat telah sampai, mereka bertiga di masukkan ke ruangan mayat lalu di introgasi sambil di ikat menggunakan rantai. Tentara, "dari mana asal kalian, dan ngapain kalian
51 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) di sini, apakah kalian ingin mati?" lalu Canva menjawab dengan suara yang bergetar, "ki - kita ga tau pak," lalu salah satu tentara menyodor kan pistol ke arah mata nya Canva. Tiba-tiba ada ledakan besar yang terdengar di luar ruangan, lalu tentara belanda itu dan kawan-kawannya berjalan keluar untuk melihat ada kejadian apa di luar sana, saat mereka keluar ada seorang dokter yang masuk keruang mayat tersebut, dan menyelamatkan mereka bertiga dengan menggunakan jepitan rambut milik Gracel kunci rantai tersebut pun bisa terbuka, lalu mereka berempat berjalan pelan-pelan ke arah pintu keluar dan saat sudah di luar mereka pun berlari untuk menghindari kejaran tentara tersebut. Tidak lama kemudian mereka berhasil lolos dari kejaran terntara itu dan bersembunyi di ruangan dokter tersebut. Dokter, "kalian itu dari mana, masa sudah malam masih pakek baju sekolah," lalu Gracel menjawab, "kita tadi lagi main di tempat kerja ayah Atlas dok, terus kita tersetrum dan tiba tiba saat kita sadar kita sudah ada di sini dok," Canva, "kek nya kita ke
52 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) masa lalu deh, liat tahun nya aja beda" "tahun 1939" Atlas, “oh iya, tapi apa iyah" dokter," tunggu, dari pakaian kalian, bahasa kalian, muka kalian, apakah kalian dari masa depan?" Gracel menjawab, "ga tau dok" dokter pun bertanya ke Atlas," nak Atlas apakah kamu adalah anak nya pak Fredy?, kalo iya berarti kalian harus membantu saya di rumah sakit ini, karena ayah kamu mengirim pesan untuk saya" Atlas, "HAH, GA GA, NGAPAIN AKU HARUS BANTU DOKTER" Canva pun ikut berbicara, "APA SALAH KITA, KENAPA KITA HARUS BANTUIN DOKTER" kata Gracel, "HEH KALIAN BERDUA, KALIAN EMANG MAU DI SINI LAMA LAMA, GUE SIH OGAH, jadi kita ikutin aja kata dokter itu" kata Atlas, "iya deh." mereka pun mengiyakan dengan terpaksa. Dokter tersebut bernama Raden. Sejak saat itu mereka membantu dokter raden untuk mengobati dan merawat pasien pasien yang sakit dan terluka. Atlas, Canva, dan Gracel pun mereka menyamar menjadi seorang
53 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) perawat. Awal nya mereka melakukan itu dengan terpaksa dan malas, tetapi seiring berjalan nya waktu mereka pun mulai nyaman dan terbiasa. Tidak terasa 6 bulan berlalu. Mereka sudah terjebak di masa lalu selama 6 bulan lama nya. saat itu dokter mengajak mereka ke suatu ruangan dan mereka di suruh masuk ke ruang tersebut, dokter Raden, "misi kalian untuk membantu saya sudah selesai, kalian sudah tau caranya menghargai orang, berbuat baik suka menolong tidak gampang menyerah dan menjadi disiplin, semoga saat kalian telah kembali kemasa depan kalian hurus menjadi anak yang baik, dan cinta tanah air kalian, Atlas dan temanya pun menangis, "kami janji tidak akan jadi anak nakal lagi dan mereka pun kembali ke masa depan karena masuk ke tabung tersebut, dan kembali ke kehidupan seperti biasa. Dari cerita terdebut dapat kita pelajaran jangan jadi anak yang nakal, harus dengar nasehat orang tua, harus saling membantu, jangan sekali sekali bolos sekolah karena itu tidak boleh, kita harus rajin
54 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) sekolah agar menjadi penerus bangsa yang di siplin dan berkarakter positif, dan mencintai tanah air kita.
55 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
56 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Museum Zoologi Hauzan Al Ghifari VII-G Pada suatu hari terdapat seseorang bernama Dimas yang sedang berkunjung ke museum Zoologi. Dimas adalah orang Cimahi. Ia memakai baju berwarna hitam ke unguan dan menggunakan celana jeans berwarna hitam dan menggunakan sepatu air max 97 berwarna putih. Dimas memiliki rambut sedikit panjang dengan warna kulit sawo matang. Sifat nya baik, dermawan, dan pintar. 5 hari kemudian ada seseorang bernama Dimas ia mengunjungi museum Zoologi untuk mencipta kan penemuan untuk menghidupkan kembali hewan hewan yang sudah punah, tetapi ramuan untuk menghidupkan kembali hewan hewan tersebut malah gagal dan mengakibatkan hewan hewan tersebut menjadi liar dan ganas.
57 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Dimas terus mancoba untuk mambuat ramuan yang bisa mambuat hewan hewan tersebut manjadi baik dan tidak liar, 10 tahun kemudian ramuan yg di ciptakan Dimas berhasil. Dimas pun berhasil membuat para hewan hewan tersebut menjadi jinak. Jangan mengerah dalam hal yang kita gagal dan terus mencoba untuk berhasil.
58 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
59 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Zahira Sang Pemberani dan Cerdas Fajrin Mega Putri Arsandi VII-D Pada hari Senin SMPN 6 mengadakan outing class ke kebun raya, saya berangkat pagi agar ketika sampai disana belum terlalu banyak orang. Waktu yang di tempuh kurang lebih 4 jam setengah, jadi saya menghabiskan waktu di jalan sambil mendengarkan musik favoritku. Setelah 4 jam setengah perjalanan, saya pun sampai di kebun raya, disana saya melihat banyak yang bisa di jadikan pelajaran. Saya menyusuri kebun raya sampai lelah. Sahabat saya memiliki misi ingin menambah dan memperbesar Museum Zoologi dengan memanfaatkan kekuatan mereka. Saat mereka mencoba membuat suatu ramuan yang dapat membesarkan museum yang dapat memenuhi syarat-syarat sarana, prasarana, dan fasilitas
60 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) museum yang dapat memenuhi keinginan pengunjung, tapi saat itu perusahaan yang mereka rangkai sendiri mengalami kerugian yang sangat besar karena ada penyusup yang mengambil dokumen dokumen penting. Mereka membuat ide-ide baru untuk mengambil dokumen-dokumen tersebut dengan memanfaatkan kekuatan mereka. Zahirah si sang pemberani menggigit pencuri tersebut. Penyusup tersebut dibawa ke penjara bawah tanah oleh sahabat dan diberi hukuman, setelah selesai mereka pun masuk ke sebuah tempat yang membuat mereka teleport/berpindah ke museum zoologi lagi dan mereka menyele. Sahabat pun hidup bahagia dan senang atas misi mereka yang sekarang sudah selesai dilakukan, dan mereka bangga dengan diri mereka sendiri, tak lupa mereka tetap memperhatikan keadaan pengunjung PESAN MORAL: "utamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi dan kita
61 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) bisa melakukan suatu misi ini dengan bekerja keras satu sama lain".
62 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
63 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Kisah Cintaku Berawal dari Study Tour Raina Letitia Furrer VII-A Pada suatu hari ada yang bernama Anna, ia pergi ke study tour dari SMK 3 dan semua siswa pergi study tour yaitu ke Bogor dan Anna bersama temen temen nya menikmati perjalanan dan Anna pun lelah dan tidur di bus, dan beberapa lama Anna bermimpi buruk dia ke meseum zoologi, dan semua itu hewan itu hidup dan mengajar Anna dan Anna teriak dan terbangun, dan semua teman dan guru pun kaget ngedengar Anna yang teriak yang sangat kencang dan Anna bercerita ke temennya kalo dia mimpi di kejar gajah yang matanya yang sangat tajam dan gajah itu badan nya gede Banget lebih dari gede dari gajah yang lain dan beberapa lalu nyampe juga di meseum zoologi dan semua anak SMK 3 mengunjungi meseum zoologi itu, dan Anna pun membuat vlog untuk tugasnya bersama teman temanya, dan Anna pun bertemu dengan temen lama nya ia itu bernama Davina, dan Anna pun
64 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) terharu ketemu temen lama nya dan temen Anna pun menyapa Anna dengan suara yang sangat kencang itu "HAII ANNA" dan Anna pun terkejut yang manggil Anna itu temen Anna yang lama, dan Anna pun lari dan memeluk nya yang sangat erat, karena Anna sahabatan sama temen SD-nya, dan mereka mengobrol sangat lama dan setelah itu temen Anna pulang ke rumahnya, dan Anna pun melanjutkan ngevlog nya bersama temen temennya, lalu Anna melukis hewan hewan yang ada di meseum zoologi, karena Anna suka sekali melukis, dan ada yang ganggu Anna yang sedang melukis ya itu Ahmad, karena Ahmad orangnya suka jail, dan cat itu pun tumpah ke baju sekolah dan Anna pun sangat marah ke padanya yaitu ke Ahmad dan Ahmad pun meminta maaf "Anna sorry aku jail ke kamu" dan Anna pun memaafkan ke Ahmad nya iyaa aku maafin lain kali jangan Gitu lagi." Dan setelah itu Anna pun makan di luar karena ia sangat lapar dan dia memesan makanan dan itu ia memesan makanan itu dan tidak sengaja makanan itu tumpah ke baju orang, yang bernama
65 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Gervas dan Anna pun tidak sengaja dan Anna meminta maaf ke pada orang yang bernama Gervas dan Anna pun bilang "OMG SORRY YAA," dan Gervas pun menjawab nya "iya gapapa." dan beberapa kemudian mereka bertemu lagi di dalam Museum Zoologi, dan mereka pun saling mengenal dan mengobrol-ngobrol sampai lama dan mereka pun melukis bareng mereka, melukis hewan hewan yang ada di Museum Zoologi, dan mereka menulis tentang Museum Zoologi. Dan beberapa saat itu anak SMK 3 pulang dan lanjut ke jungle untuk bermain-main dan ternyata mereka bertemu lagi di jungle, dan ada temen Anna yang bernama Putri, dan putri kenal Gervas ternyata Gervas adalah ketos SMK 3 dan Gervas orang pinter di sekolah itu, dan Anna suka sama Gervas dan Gervas pun suka sama Anna dan mereka pun berpasangan yang sangat lucu, dan beberapa hari Gervas melihat Anna bersama Ahmad yang sedang duduk berdua di taman, Gervas berkata "ha itu Anna ngapain mereka berduaan di taman" dan akhirnya Gervas kembali ke kelas, dan saat itu Anna nyamperin ke kelas nya
66 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) untuk istirahat bareng sama Gervas, dan Anna bilang "hai Gervas mari kita istirahat bareng" dan Gervas pun tidak menjawab Anna, dan Anna pun bingung sama Gervas, dan akhirnya Gervas menjelaskan Anna bersama Ahmad di taman, "tadi aku liat kamu di taman sama Ahmad", "ouh tadi, tadi aku cuman ngerjain tugas tentang meseum zoologi Gervas," dan Gervas pun menjawab "ouhh ya udah." dan beberapa bulan lalu mereka lulus sekolah dan, mereka berkerja menjadi penjaga meseum zoologi dan mereka pun sukses. sekilas dari cerita ini makasih lanjut season 2 ya gusyyyy byee.
67 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
68 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Keluarga Straykids Allegra Kania Elf Swhen VII-G Suatu hari, Felix yang berada di dalam rumah bermain bersama binatangnya, tapi lama kelamaan Felix merasa bosan karena di rumahnya tidak ada orang. Felix pun mempunyai ide untuk berlibur ke Bandung dan membuat brownies coklat untuk bekal berliburnya ke Bandung. Setelah brownies coklatnya sudah selesai, Felix memasukannya ke dalam tas, Felix segera memesan gojek dan pergi mengunjungi Gedung Merdeka. Di sana, dia melihat-lihat sekeliling gedung dan memotret isian gedung. Di sana Felix bertemu dengan Bangchan, Leeknow, dan Hyunjin. Mereka adalah keluarga Felix. Felix pun menyapa mereka. Bangchan yang melihat itu pun melambai balik ke Felix begitu pun yang lainnya. Mereka pun berbincang-bincang dan jalan ke tempat
69 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) konferensi yang menjadi icon Gedung Merdeka. Di sana mereka berfoto-foto. Di saat ingin pulang, mereka tersedot ke dimensi lain. Di sana, mereka bertemu dengan tanaman dan bunga bunga aneh. Mereka ketakutan hingga pingsan. Tidak lama kemudian, mereka terbangun di tempat yang sangat asing dan melihat ada sesosok manusia yang mempunyai tubuh hewan. Felix yang terkejut pun berbisik-bisik dengan Bangchan, “Kita sedang di mana? Bukan kah tadi kita semua sedang di museum?” tanya Felix. Bangchan yang terlihat terheran-heran pun berbisik kembali kepada Felix, “Aku pun tidak tau apa yang terjadi kepada kita, seingat ku kita tersedot ke dimensi lain lalu pingsan.” Manusia aneh itu pun mengetahui jika mereka berdua sudah sadar dan mendekati mereka. Mereka yang melihat itu pun ketakutan dan berusaha menghindar. Manusia aneh itu pun menenangkan mereka, “Tenang aku bukan mahkluk jahat malahan aku disini untuk membantu kalian,” Bangchan pun sedikit percaya kepada makhluk itu.
70 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Lalu, ia memperkenalkan diri dengan sopan melihat itu Felix pun memperkenalkan dirinya. Manusia tersebut ternyata hybrid yang menolong mereka di saat mereka pingsan karena jatuh di rumput beracun. Bangchan pun berterimakasih. Lalu, membangun kan Leeknow dan Hyunjin. Mereka pun terkejut dan ditenangkan oleh Bangchan. Setelah mengetahui cerita itu, Hyunjin dan Leeknow berterima kasih. Lalu, berbisik-bisik dengan Bangchan, “Aku ingin pulang! Di sini terlihat aneh!” ujar Leeknow. Bangchan pun meminta tolong kepada manusia hybrid tentang bagaimana caranya mereka kembali ke dimensinya. Manusia hybrid pun berkata, “Aku mempunyai saudara yang bisa memulangkan kalian!” Mendengar itu, mereka pun tersenyum bahagia dan menemui saudara sang manusia hybrid. Setelah sampai di rumah saudaranya, mereka pun langsung menemui saudara sang manusia hybrid yang sedang bersantai-santai.
71 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Melihat ada tamu sang saudara pun langsung berdiri dan memberikan salam. Manusia hybrid pun menceritakan kepada saudaranya tentang kejadian yang terjadi kepada Felix, Bangchan, Leeknow, dan Hyunjin. Sang saudara pun ingin membantu mereka untuk pulang ke dimensi asalnya. Saudara itu pun membuka sebuah pintu dimensi ke dimensi manusia. Bangchan dan yang lainnya berterimakasih dan pulang dengan melewati pintu tersebut. Bangchan, Felix, Leeknow, dan Hyunjin pun kembali ke dimensi manusia dan pulang ke rumah masing-masing. Mereka tidak akan melupakan kebaikan sang manusia hybrid. Setelah mereka sampai di rumah, mereka menceritakan semua yang terjadi kepada keluarga yang berlibur di beda tempat. Hanjisung yang mendengar itu kaget, begitupun I.n, Seungmin, dan Changbin, mereka sangat kaget dan lega karena Felix, Bangchan, Leeknow, dan Hyunjin baik-baik saja. Setelah itu, Changbin memiliki ide untuk pergi ke Gedung Merdeka besok dan pergi sendirian. Karena dia sangat penasaran
72 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) apa yang terjadi setelahnya. Keesokan siangnya pun terdengar ada berita bahwa semua wisatawan Gedung Merdeka sedang diancam. Changbin pun lega karena belum pergi ke Gedung Merdeka, Bangchan yang melihat Changbin pun menghampiri Changbin dan berkata, “Syukurlah kau belum pergi dari rumah.” Changbin terkejut dan berkata “BAGAIMANA KAU MENGETAHUI AKU AKAN PERGI?” Bangchan hanya tersenyum dan sedikit tertawa Changbin yang melihat itu pun terheran heran. Bangchan menceritakan bahwa Changbin kemarin malam bermimpi sambil berbicara tentang rencana nya yang ingin pergi ke Gedung Merdeka. Bangchan yang tidur di sebelah nya pun tertawa Karena Changbin bermimpi sambil berbicara. Setelah diceritakan, Changbin merasa malu dengan kejadian itu. Hanjisung menghampiri Bangchan yang sedang mengobrol dengan Changbin dan berkata, “Aku memiliki ide bagus untuk menyelamatkan wisatawan yang sedang diancam itu!” Bangchan terkejut, “Kita kan hanya idol.. kita bisa melakukan apa?” Hanjisung lalu menjawab “kita bisa menyelamatkan wisatawan dengan cara
73 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) meminta bantuan ayahmu!” Bangchan terkejut “Ayahku? Bagaimana bisa? Dia sudah tua,” Hanjisung pun berkata, “Sebenarnya ayahmu adalah seorang mafia yang terkejam. Maaf, aku belum memberi tahumu. ” Bangchan dan Changbin terkejut, “APA? AYAHKU ADALAH SEORANG MAFIA?” kata Bangchan dengan terkejut. ”Iya ayahmu adalah mafia, makanya ayo kita temui ayah mu!” kata Hanjisung. Bangchan pun mengiyakan perkataan Hanjisung dan pergi. Felix, Hyunjin ,Leeknow, dan Seungmin bingung dengan apa yang terjadi begitupun Changbin yang masih terkejut dan bengong tentang apa yang terjadi tadi. Setelah Bangchan dan Hanjisung sampai di rumah ayahnya, Hanjisung pun langsung masuk kedalam dan mencari ayah Bangchan. Setelah di cari-cari, akhirnya ketemu. Hanjisung pun menyeritakan semua yang terjadi dari awal Bangchan, felix, dan lain-lain masuk ke dalam dimensi aneh sampai bagaimana Bangchan mengetahui bahwa ayahnya adalah mafia. Ayah
74 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Bangchan pun ingin berterimakasih kepada manusia hybrid, tapi tidak tau bagaimana. Hanjisung langsung meminta bantuan kepada ayah Bangchan untuk menyelamatkan wisatawan yang sedang diancam. Ayahnya Bangchan pun menjawab, “Baiklah ayo kita pergi! Bangchan kau tetap di sini ya anakku!” Bangchan mengiyakan itu. Setelah mereka sampai di gedung merdeka, ayah Bangchan langsung menyuruh para anak buahnya untuk menyerang para penjahat. Di sana terjadi tembak-menembak dan kaca-kaca yang menyimpan barang-barang penting hancur, tapi pelurunya tidak kena benda-benda penting tersebut karena mereka ingin merampok nya. Gedung merdeka pun menjadi kacau karena kejadian tersebut dan para penjahat pun akhirnya ditaklukan. Semua wisatawan berterimakasih kepada Hanjisung dan ayahnya Bangchan karena telah membantu mereka. Ayah Bangchan dan Hanjisung membereskan kaca-kaca dan barangbarang penting di dalam Gedung Merdeka dan para karyawan dan manager pun berterimakasih kepada
75 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) mereka dan memberikan tiket masuk Gedung Merdeka gratis setiap hari. Mereka pun berterimakasih dan segera pulang ke rumah ayah nya Bangchan. Bangchan pun menyambut mereka dan bersedih karena Bangchan, kita ayahnya takkan selamat. Bangchan dan Hanjisung pun pulang ke rumah mereka dan menceritakan apa yang terjadi ke Felix, Leeknow, Changbin, Hyunjin, Seungmin, dan I.n.
76 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
77 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Mengunjungi Rumah Sakit Dustira Rhevany A.P.S VII-D Hari ini, saya menggunjungi Rumah Sakit Dustira. Sebelum saya memasuki Rumah Sakit Dustira, untuk mengamati dan mencatat, sebelumnya saya meminta izin kepada salah satu satpam yang ada di sana. "Permisi pak, saya mau meminta izin untuk melihat Lihat dan juga saya mau mencatat yang ada di sini pak, soalnya ini ada tugas sekolah," ujarku. Lalu, penjaga itu memperbolehkanku untuk melihat dan menulis yang terdapat di sana. Di sana banyak sekali pasien. Selain pasien di sana, terdapat satpam, dokter, perawat, penjaga, dan lain-lain. Di sana terdapat banyak sekali ruangan, di dalam ruangan terdapat dokter, pasien, dan juga suster yang ada di sana.
78 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Sejarahnya rumah sakit ini adalah rumah sakit tua di Indonesia, Rumah Sakit Dustira adalah rumah sakit peninggalan belanda pada masa penjajahan saat itu. Selain melihat-lihat dan belajar sejarah tentang Rumah Sakit Dustira. Di sana juga saya memotret beberapa bangunan. “Saya senang sekali berkunjung kesana,” kataku.
79 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
80 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) ILMUAN YANG MENGHIDUPKAN MAHKLUK PURBA Willy Ahmad Januar VII-J Pada suatu hari, ada seorang ilmuan yang sedang eksperimen membuat ramuan yang bisa menghidupkan makhluk hidup. Saat berhasil membuatnya ilmuan tersebut mencobakanya ke salah satu hewan, ternyata gagal. Hewan tersebut tidak hidup saat ditelesuri, ternyata bahan ramuan tersebut ada yang kurang, yaitu bunga exrintmont. Bunga tersebut bisa dicari di pengunungan. Ilmuan tersebut mencari bahannya dengan susah payah. Ternyata, ilmuan tersebut menemukan bahan tersebut berupa bunga exrintmon saat menemukanya. Ilmuan tersebut pulang ke tempat eksperimennya untuk menambah bahan tersebut. Lalu, ilmuan itu membuatnya. Sesaat kemudian, ilmuan tersebut berhasil membuat
81 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) ramuan tersebut. Selanjutnya, dia mencobannya ke makhluk purba tersebut. Ternyata, mahkluk purba itu bisa kembali hidup. Namun, mahkluk itu sangat ganas dan agresif. Mahkluk tersebut membuat kekacauan dan kerugian yang sangat besar serta banyak memakan korban. Di saat kekacauan merajalela, ilmuan itu mencoba mencegah para mahkluk purba tersebut. Ternyata, ilmuan tersebut kewalahan menghadapi mahkluk purba tersebut. Ilmuan itu meminta bantuan ke polisi dan kepada pahlawan di kota tersebut. Mereka bertiga berdiskusi di markas ilmuan dan berunding. Polisi itu berkata, “Kita harus bagaimana untuk mengalahkan makhluk purba tersebut.” Pahlawan berkata, “Ayo kita buat taktik untuk melawan mahkluk purba tersebut,” ucap sang ilmuan. “Aku ada caranya untuk melawan mahkluk purba itu,” ucap pahlawan dan polisi tersebut. “Apa itu?” “Yaitu kita bikin senjata yang bisa membasmi para mahkluk purba,” ucap sang pahlawan dan polisi. “Apa senjatanya,” ucap sang
82 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) ilmuan. “Yaitu senjata yang berisi ramuan namun belum dibikin ramuannya tapi kalo senjatanya ada.” Setelah beberapa lama berdiskusi, mereka bertiga pun mencari bahan-bahan untuk membuat ramuan mematikan. Mereka mencarinya di Daerah Bogor, dekat Museum Zoologi. Mereka berusaha untuk mencari bahan-bahan yang dibutuhkan. Namun, susah mencari bahanbahannya. Beberapa hari kemudian mereka berhasil mendapatkan ramuannya. Lalu, mereka kembali ke markas ilmuan tersebut dan manyatukanya dengan senjata yang sudah ilmuan tersebut buat. Selanjutnya, mereka mempersiapkan untuk melawan para makhluk purba di kota dan mereka membagi tugas. Saat ada waktu yang tepat, mereka langsung menyerbu mahkluk purba tersebut. Namun sayang, salah satu rekan mereka ada yang tumbang, yaitu polisi, tapi mereka berhasil melawan mahkluk purba tersebut dan mengembalikan para mahkluk itu ke Museum Zoologi.
83 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Setelah kejadian itu, ilmuan tersebut merasa menyesal dan meminta maaf kepada warga dan ilmuan tersebut memperbaiki diri. Kemudian, dia berubah menjadi lebih baik lagi dan tidak mengulanginya. AMANAT Jangan terlalu nafsu akan keinginan.
84 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
85 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) DUA ANAK YANG MENYELAMATKAN DESA RIFKY OKTA F VII-J Pada suatu hari, ada seorang anak yang bernama Fikri. Ia sudah mempunyai kekuatan dari sejak lahir. Ia lahir di desa yang sudah diatur oleh raja yang jahat dan raja itu mempunyai banyak monster monyet dan prajurit yang banyak. Fikri pun bermain dengan teman-temanya ke lapangan untuk bermain bola. Fikri pun sesudah bermain bola, ia dan teman-temanya mandi di air sungai. Namun, ia tertangkap oleh sang raja dan dibawa ke istana raja tersebut. Fikri pun ditawarkan untuk menghancurkan desa tersebut dan Fikri pun menolak tawaran tersebut meskipun ditawarkan oleh raja uang dan emas yang sangat banyak. Fikri pun diancam oleh sang raja karena menolak tawaran tersebut. Kalau
86 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Fikri menolaknya, Fikri pun akan diberikan kepada para monster monyet. Fikri pun dikurung di ruangan kosong dan sunyi selama beberapa hari. Setelah itu, Fikri mencoba untuk keluar dan Fikri pun berhasil untuk keluar. Fikri pulang ke rumahnya untuk menengok keluarganya yang sedang khawatir memikirkan Fikri karena ia pulang beberapa hari. Ketika keluarganya bertemu dengan Fikri, ibunya langsung memeluk Fikri. Keesokan harinya, ibunya Fikri bercerita tentang sang raja karena ingin menghancurkan rumahnya dan Fikri pun sangat kesal karena perbuatan sang raja itu. Ibunya Fikri memberi tau kepada Fikri, “Nak jangan melawan sang raja karena sang raja mempunyai banyak prajurit dan monster monyet.” Fikri pun berlatih dengan sang ayah untuk mempunyai kekuatan yang sangat kuat karena kekuatan itu diturunkan oleh sang ayah untuk anak-anaknya agar bisa jaga diri dengan baik. Beberapa hari itu , Fikri pun menyerang sang raja karena Fikri telah kesal oleh perbuatan sang
87 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) raja dan Fikri pun dibantu oleh adiknya, yaitu Rifky. Ketika sang raja sudah mengetaui istananya akan diserang. Pertarungan segera dimulai ucap sang dan setelah itu, sang raja melihat di atas istana, ada dua anak yang sedang menuju istana sang raja dan para prajurit. Monster monyet menungu Rifky dan Fikri. Fikri pun pintar, ia menungu sepi dan ingin menyerang raja tersebut tetapi sang monster monyet mengetaui keberadaan Fikri dan Rifky. Para monster monyet yang banyak menyerang Fikri dan Rifky, tetapi mereka berdua sama-sama kuat. Setelah itu, bertarunglah dengan para monster monyet dan prajurit. Mereka berdua terus bertarung sampai beberapa jam dan Rifky pun dikepung oleh monster monyet tersebut. Semetara Fikri sedang bertarung dengan prajurit. Dalam beberapa hari kemudian, mereka berdua harus mundur karena amat banyaknya dan mereka sampai kecapean
88 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) melawan. Mereka istirahat di dalam hutan untuk beberapa hari sampai Kembali pulih. Ketika mereka sudah Kembali pulih, ternyata sang monyet masih menungu di depan istana sang raja tersebut dan mereka melawannya kembali walau harus bertarung dalam beberapa hari. Mereka berdua sudah mengalahkan para monster monyet tersebut. Kemudian, prajurit sang raja yang sama banyaknya. Mereka berdua kaget karena ada yang menyerang dari belakang yang amat banyak. Setelah itu, mereka mengalahkan para prajurit dan berakhir dengan bahagia karena sang raja sudah dikalahkan oleh Fikri dan Rifky. Sejak itu, mereka hidup aman, damai, dan Bahagia Semenjak itu, mereka disebut pahlawan desa. Kemudian ayah dan ibu mereka bangga karena telah mengalahkan sang raja dan prajurit tersebut. Kemudian, seratus tahun berlalu, desa itu diubah menjadi museum. Museum itu adalah Museum Zoologi dan para monster monyet
89 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) tersebut dipajang serta banyak pengunjung untuk melihat hewan-hewan purba dan monster monyet. AMANAT JANGAN BERSIFAT SEPERTI LANGIT! KITA HANYALAH TANAH YANG DIBERI NYAWA.
90 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
91 Kelas Bahasa 1 | P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Remaja yang Menghidupkan Hewan Purba Fikri Pratama Gunawan VII-J Suatu hari, ada tiga teman yang bernama Rifky, Farel, dan Wily dan mereka pergi ke sekolah bersama-sama. Saat sampai di sekolah, mereka mempelajari tentang hewan purba. Saat pulang sekolah, mereka bertiga berencana untuk pergi ke Museum Zoologi di tanggal 28 Febuari. Saat tiba hari itu, mereka bersiap-siap untuk pergi kesana. Pada saat di perjalanan, mereka melewati Taman Nasional. Sesaat, mereka sampai di sana. Mereka melewati taman dan kolam yang ada di sana. Saat mereka tiba di sana, mereka mempelajari dan mengamati kerangka di Museum Zoologi dan mereka berkeliling Museum itu untuk mempelajari salah satu kerangka yaitu kerangka monyet purba.