The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini berisi materi, soal, dan pembahasan Uji Pengetahuan PGSD materi Pedagogik dan Kepribadian

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ILMI, 2023-05-08 03:03:46

Sukses UP PGSD Pedagogik

Buku ini berisi materi, soal, dan pembahasan Uji Pengetahuan PGSD materi Pedagogik dan Kepribadian

Keywords: #UP #PGSD #Pedagogik

Ilmi, S.Pd., M.Pd Dewi Permanisuci, S.Pd Susilawati, S.Pd.SD Sukses UP PGSD Pedagogik dan Kepribadian


i Sukses UP PGSD (Pedagogik dan Kepribadian) LKP RUMAH GURU SEJAHTERA Ilmi, S.Pd.,M.Pd Dewi Permanisuci, S.Pd Susilawati, S.Pd.SD


ii ISBN : Editor : Artiwi, S.Pd Penerbit: CV. Rumah Guru Sejahtera Diterbitkan: CV. Rumah Guru Sejahtera Perum Alam Singgasana Blok R/11 RT 008 RW 005 Desa Betiting Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur Telp : +62 857-8566-4209 E-mail : [email protected] Cetakan Pertama, 24 April 2022 Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit. Sukses UP PGSD (Pedagogik dan Kepribadian) Penulis : Ilmi, S.Pd.,M.Pd Dewi Permanisuci, S.Pd Susilawati, S.Pd.SD Copy right@2022 all rights reserved Ukuran : 14,8 X 21 cm hal 148


iii Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan buku yang berjudul “Sukses UP PGSD (Pedagogik dan Kepribadian)”. Sholawat serta salam semoga tercurah pada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Uji Pengetahuan pada akhir kegiatan PPG adalah hal yang menakutkan bagi para guru. Banyak diantara mereka harus menghadapi kegagalan dan keputus-asaan karena tidak dapat mencapai passing grade yang ditentukan. Kita tahu bahwa UP PPG merupakan ujian yang wajib diikuti dan harus lulus sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat pendidik. Minimnya pengetahuan dari peserta dan buku-buku yang membahas soal UP PPG merupakan salah satu penyebab gagalnya para guru dalam ujian ini. Maka dari itu, hadirnya buku ini diharapkan dapat membantu para guru yang belum lulus UP PPG untuk memperoleh pengetahuan sebagai modal utama mengerjakan soal UP. Soal dan pembahasan yang lengkap pada buku ini dapat dijadikan acuan untuk menanamkan pemahaman terkait soal UP. Pembahasan soal pada buku ini dibuat sesederhana


iv mungkin untuk memudahkan pembaca menggunakan pemecahan masalah yang dipahaminya. Semoga buku ini bermanfaat untuk keberhasilan peserta UP PPG khususnya dan pembaca pada umumnya. Tersusunnya buku ini tentu bukan dari usaha penulis seorang. Dukungan moral dan material dari berbagai pihak sangatlah membantu tersusunnya buku ini. Akhirnya, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan buku ini. Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada kedua orang tua kami yang telah melahirkan, mengasuh, dan mendidik penulis sehingga menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama semoga jasa-jasa dan pengorbanan beliau dibalas dengan syurgaNya. Ucapan terima kasih juga tidak lupa penulis sampaikan pada seluruh guruguru yang sudah rela mendidik dan mengajari penulis akan arti dan makna kehidupan. Semoga guru-guru penulis dimanapun berada diberikan Allah kesehatan, kelapangan rizki, dan kemudahan-kemudahan. Kepada keluarga tercinta, penulis sangat berterima kasih atas semua support dan inspirasi yang diberikan. Ucapan terima kasih juga kami haturkan kepada keluarga besar CV. Rumah Guru Sejahtera yang memotivasi


v penulis untuk menulis buku ini; peserta bimbel; rekan guru PGSD dan seluruh yang terlibat dalam penulisan buku ini. Buku ini tentu masih jauh dari kata sempurna. Tiada gading yang tak retak. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan agar buku ini bisa lebih baik nantinya. Gresik, 24 April 2022 Penulis


vi Daftar Isi Kata Pengantar ................................................................ iii Daftar Isi ........................................................................... iv Bagian 1 Materi Pembahasan Pedagogik dan Kepribadian................1 Bagian 2 Kumpulan Soal dan Pembahasan ......................................29 Daftar Pustaka.................................................................149 Tentang Penulis...............................................................150


1 Kompetensi Guru Guru harus memiliki kompetensi yang akan menunjang tugas profesionalnya. Berdasarkan UndangUndang Nomor 14 Tahun 2005, ada 4 kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru, yaitu: 1. Kompetensi Pedagogik Kompetensi Pedagogik Guru adalah kemampuan atau keterampilan guru yang bisa mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik. Kompetensi pedogogik berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 16 tahun 2007 setidaknya ada 7 aspek yang harus dikuasai, yaitu: 1) Karakteristik para peserta didik. 2) Teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik. 3) Pengembangan kurikulum. 4) Pembelajaran yang mendidik. 5) Pengembangan potensi para peserta didik. 6) Cara berkomunikasi. 7) Penilaian dan evaluasi belajar.


2 2. Kompetensi Kepribadian Kompetensi Kepribadian berkaitan dengan karakter personal. Ada indikator yang mencerminkan kepribadian positif seorang guru yaitu: supel, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, berwibawa, santun, empati, ikhlas, berakhlak mulia, bertindak sesuai norma sosial, dan hukum. Kepribadian positif wajib dimiliki seorang guru karena para guru harus bisa jadi teladan bagi para peserta didiknya. Selain itu, guru juga harus mampu mendidik para peserta didiknya supaya memiliki attitude yang baik. 3. Kompetensi Profesional Kompetensi Profesional Guru adalah kemampuan atau keterampilan yang wajib dimiliki supaya tugas-tugas keguruan bisa diselesaikan dengan baik. Keterampilannya berkaitan dengan hal-hal yang cukup teknis, dan akan berkaitan langsung dengan kinerja guru. Adapun indikator Kompetensi Profesional Guru diantaranya adalah: 1) Menguasai materi pelajaran yang diampu, berikut struktur, konsep, dan pola pikir keilmuannya.


3 2) Menguasai Standar Kompetensi (SK) pelajaran, Kompetensi Dasar (KD) pelajaran, dan tujuan pembelajaran dari suatu pelajaran yang diampu. 3) Mampu mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif sehingga bisa memberi pengetahuan dengan lebih luas dan mendalam bagi peserta didik. 4) Mampu bertindak reflektif demi mengembangkan keprofesionalan secara kontinyu. 5) Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran dan juga pengembangan diri. 4. Kompetensi Sosial Kompetensi Sosial berkaitan dengan keterampilan komunikasi, bersikap, dan berinteraksi secara umum, baik itu dengan peserta didik, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua peserta didik, hingga masyarakat secara luas. Indikator dari Kompetensi Sosial Guru diantaranya: 1) Mampu bersikap inklusif, objektif, dan tidak melakukan diskriminasi terkait latar belakang seseorang, baik itu berkaitan dengan kondisi fisik,


4 status sosial, jenis kelamin, ras, latar belakang keluarga, dll. 2) Mampu berkomunikasi dengan efektif, menggunakan bahasa yang santun dan empatik. 3) Mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. 4) Mampu beradaptasi dan menjalankan tugas sebagai guru di berbagai lingkungan dengan bermacam-macam ciri sosial budaya masingmasing.


5 TEORI BELAJAR A. BEHAVIORISTIK Gagne dan Berliner adalah dua orang yang membuat teori belajar behavioristik. Teori ini berisi tentang perubahan tingkah laku yang terjadi karena pengalaman belajar. Belajar itu sendiri merupakan interaksi antara stimulus dan respon. Menurut teori behavioristik, dalam proses belajar mengajar yang terpenting adalah seseorang akan dianggap telah belajar ketika sudah menunjukkan perubahan perilaku. Dari teori ini juga, belajar dapat diartikan sebagai stimulus dan respon. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menerapkan teori behavioristik dalam proses belajar mengajar. 1. Mengutamakan pembentukan tingkah laku dengan cara latihan dan pengulangan. 2. Proses belajar mengajar harus dengan stimulus dan respon. Kelebihan Teori Belajar Behavioristik 1. Guru akan terbiasa untuk bersikap teliti dan peka saat kondisi belajar mengajar. 2. Dapat mengganti cara mengajar (stimulus) yang satu dengan stimulus lainnya hingga mendapatkan apa yang diterima oleh murid (respon). Kekurangan 1. Siswa Pasif Syarat terjadinya proses belajar : 1. dorongan (drive) 2. rangsangan (stimulus)


6 3. tanggapan (respons) 4. penguatan (reinforcement). Reinforcement positif Misalnya memberikan pujian Reinforcement negative Misalnya menyindir anak yang malas mengerjakan tugas Berikut teori belajar yang termasuk behavioristik: 1. Teori koneksionisme (teori asosiasi) oleh Thorndike. Hukum belajar : Hukum Kesiapan (law of readiness), Hukum Latihan (Law of Exercise), Hukum Akibat (Law of Effect). 2. Teori Classical Conditing (Pembiasaan Klasik) oleh Pavlov 3. Teori Operant Conditing (Penguatan Langsung) oleh Skinner B. KOGNITIF Seorang psikolog asal Swiss yaitu Jean Piaget mengembangkan teori kognitif. Teori kognitif berbicara tentang manusia membangun kemampuan kognitifnya dengan motivasi yang dilakukan oleh diri sendiri terhadap lingkungannya.Hal yang ditekankan pada teori belajar kognitif adalah proses dari belajar bukan hasil belajar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menerapkan teori kognitif dalam proses belajar mengajar. 1. Pembuatan materi pembelajaran harus disusun dengan pola atau logika sederhana dan kompleks. 2. Siswa bukanlah orang dewasa yang sudah mengerti dan mudah dalam berpikir. Oleh karena itu, guru harus memberikan pengarahan sesuai dengan usia murid atau peserta didik. 3. Proses belajar mengajar harus memiliki makna.


7 4. Agar keberhasilan murid tercapai maka guru perlu mengamati perbedaan yang ada pada setiap murid. Kelebihan Teori Belajar Kognitif 1. Memudahkan siswa untuk memahami materi belajar. 2. Siswa menjadi mandiri dan lebih kreatif. Kekurangan Teori Belajar Kognitif 1. Teori yang belum bisa digunakan pada semua tingkat pendidikan. 2. Pada pendidikan tingkat lanjut, teori ini susah untuk diterapkan. A. Teori Perkembangan Kognitif Pieget Adaptasi lingkungan dilakukan melalui 2 proses : Assimilasi dan Akomodasi. Tingkat Kognitif: 1. Sensori Motor 2. Pra Operasional 3. Operasional Konkrit 4. Operasional Formal B. Teori Sosial Kultural Vygotsky C. Metode Pengajaran John Dewey D. Teori Bermakna Ausubel E. Teori Penemuan Bruner F. Teori Pemodelan Bandura C. KONSTRUKTIVISME


8 Menurut teori konstruktivisme, pembentukan pengetahuan yang terjadi pada manusia berasal dari pengalamanpengalaman yang telah dilewatinya. Konstruksi berarti membangun. Jadi teori belajar konstruktivisme suatu usaha yang dilakukan untuk membangun tata hidup yang berbudaya modern. Teori belajar ini berlandaskan pembelajaran kontekstual. Dengan kata lain, manusia membangun pengetahuan sedikit demi sedikit yang hasilnya disebarkan melalui konteks yang terbatas dan dalam waktu yang direncanakan. Teori ini menekankan seseorang yang belajar memiliki tujuan untuk menemukan bakatnya, menambah pengetahuan atau teknologi, dan lain-lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menerapkan teori konstruktivisme dalam proses belajar mengajar. 1. Saat mengajar sebaiknya memberikan kesempatan kepada murid agar dapat mengeluarkan pendapatnya dengan bahasa sendiri. 2. Murid diberikan waktu atau kesempatan untuk menceritakan pengalamannya agar menjadi murid yang lebih kreatif dan imajinatif. 3. Lingkungan belajar mengajar harus kondusif agar murid bisa belajar dengan maksimal. 4. Murid diberi kesempatan untuk membuat gagasan atau ide yang baru. Kelebihan Teori Belajar Konstruktivisme 1. Dalam proses belajar mengajar guru dapat mengajarkan para murid untuk mengeluarkan ide-idenya atau gagasannya dan melatihnya agar bisa mengambil keputusan.


9 2. Semua murid bisa mengingat pelajaran yang sudah diajarkan karena mengikuti proses belajar mengajar secara langsung dan aktif. 3. Ketika proses belajar mengajar, murid akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan mendapatkan pengetahuan baru. Misalnya berinteraksi dengan temantemannya dan guru. 4. Pengetahuan yang diterima oleh murid akan mudah diterapkan dalam kehidupannya. Kekurangan Teori Belajar Konstruktivisme 1. Teori belajar ini lebih susah untuk dimengerti karena ruang lingkupnya lebih luas. 2. Tugas guru menjadi tidak maksimal karena murid diberi kebebasan lebih banyak. D. HUMANISTIK Teori belajar ini lebih cenderung melihat perkembangan pengetahuan dari sisi kepribadian manusia. Hal ini dikarenakan humanistik itu sendiri merupakan ilmu yang melihat segala sesuatu dari sisi kepribadian manusia. Teori belajar humanistik juga bertujuan untuk membangun kepribadian murid dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Teori belajar humanistik lebih menekankan pada pembentukan kepribadian, perubahan sikap, menganalisis fenomena sosial, dan hati nurani yang diterapkan melalui materi-materi pelajaran. Dalam teori ini guru atau pendidik sangat berperan sebagai fasilitator. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menerapkan teori humanistik dalam proses belajar mengajar.


10 1. Guru berusaha untuk menyusun dan mempersiapkan materi-materi pembelajaran lebih banyak agar tujuan belajar mengajar tercapai. 2. Guru sangat berperan sebagai fasilitator. Maksudnya guru diharuskan memberikan perhatian kepada murid dan menciptakan suasana kelas kondusif. 3. Ketika guru berperan sebagai fasilitator, guru harus bisa mengenali dan menerima kelemahan-kelemahan pada dirinya. Dengan mengenali diri dan mengetahui kelemahan-kelemahannya maka saat mengajar akan lebih tenang. 4. Guru ditugaskan untuk mengetahui keinginan dari setiap murid karena keinginan-keinginan yang ada pada setiap murid dapat menambah kekuatan dan mendorong semangat belajar. Kelebihan Teori Belajar Humanistik 1. Tingkat keberhasilan atau indikator penilaian dari teori belajar ini adalah murid merasa senang dalam belajar dan terjadi perubahan terhadap tingkah laku dan pola pikir bukan karena paksaan atau keinginan sendiri. 2. Jika proses belajar mengajar mengutamakan pembentukan kepribadian, perubahan tingkah laku, dan hati nurani maka teori belajar humanistik sangat sesuai. 3. Dengan teori ini, murid diharapkan menjadi manusia yang bisa mengatur dirinya sendiri dan menjadi pribadi yang tidak terikat oleh pendapat orang lain tanpa harus merugikan atau mengambil hak-hak orang lain. E. SIBERNETIK Teori belajar sibernetik merupakan teori belajar yang relatif baru dibandingkan dengan teori-teori belajar yang sudah


11 dibahas sebelumnya. Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu informasi. Menurut teori sibernetik, belajar adalah pengolahan informasi. Seolah-olah teori ini mempunyai kesamaan dengan teori kognitif yaitu mementingkan proses belajar daripada hasil belajar. Proses belajar memang penting dalam teori sibernetik, namun yang lebih penting lagi adalah sistem informasi yang diproses yang akan dipelajari siswa . Teori ini memandang manusia sebagai pengolah informasi, pemikir, dan pencipta. Berdasarkan itu, maka diasumsikan bahwa manusia merupakan makhluk yang mampu mengolah, menyimpan, dan mengorganisasikan informasi. Menurut David A Kolb, fase pengalaman konkrit ada 4 tahapan : 1. Pengalaman konkrit : pernah mengalami kejadian secara langsung ( belum memecahkan ) 2. Pengamatan aktif dan reflektif : mampu memahami permasalahan dan tahu akar masalahnya tetapi belum tahu untuk solusinya ) 3. Konseptualisasi : peserta didik sudah mampu menganalisa dan mampu memecahkan masalahnya 4. Experimentasi aktif : bisa untuk menerapkan atau mengaplikasikan dalam kehidupan sehari - hari Menurut Bruner Tingkat kognitif , ada 3 yaitu : 1. enaktif : peserta didik memahami lingkungan melalui motoric ( sentuhan ) 2. ikonik : peserta didik memahami dengan gambar / symbol / objek lain 3. simbolik : peserta didik sudah bisa mengetahui pengetahuan kognitif, sudah punya ide / gagasan


12 dituangkan dalam bentuk symbol Bahasa, logika, atau matematika. Ausubel ( belajar bermakna ) Piaget ( kecerdasan berubah seiring dengan pertumbuhan anak ) Bruner ( teori belajar matematika : enaktif, simbolik, ikonik ) Skinner (metode ini dinamakan dengan operant conditioning


13 PENILAIAN DAN ANALISIS HASIL PEMBELAJARAN A. Jenis-Jenis Evaluasi Jenis evaluasi berdasarkan tujuan : 1. Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan- kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya. 2. Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siswa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu. 3. Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. 4. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar. 5. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa. B. Prinsip-Prinsip Evaluasi Pembelajaran : 1. Objektif: penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilaian. 2. Terpadu: penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan. 3. Holistik: penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi & dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik. 4. Ekonomis: penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.


14 5. Transparan: prosedur penilaian, kriteria penilaian, & dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak. 6. Valid: penilaian harus mampu mengukur kompetensi hasil belajar sesuai dgn indikator yang sudah ditetapkan sehingga penilaian tersebut tepat sasaran. 7. Beracuan Kriteria: penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. 8. Akuntabel: penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya. 9. Edukatif: mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru. C. Penilaian Autentik Penilaian Autentik adalah pengukuran atas proses dan hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap (afektif), keterampilan (psikomotor), dan pengetahuan (kognitif). Penilaian autentik adalah istilah yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. Sekaligus, mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah. Ketika menerapkan


15 penilaian Autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah. 1. Penilaian Sikap Pendidik melakukan penilaian sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat (peer evaluation) oleh peserta didik. a. Observasi (Pengamatan) Merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi. b. Penilaian Diri Merupakan teknik menilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri dalam konteks


16 pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri. c. Penilaian Antar Peserta Didik Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antar peserta didik. 2. Penilaian Pengetahuan a. Tes Tertulis Berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran. (instrumen tes tertulis) b. Tes Lisan Berupa daftar pertanyaan yang diberikan oleh guru secara ucap atau lisan, sehingga peserta didik merespon pertanyaan tersebut, sehingga menimbulkan keberanian dari siswa. Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat atau paragraf yang di ucapkan. (instrumen tes lisan) 3. Penilaian Keterampilan


17 Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portopolio. Instrumen yang digunakan merupakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik. a. Penilaian Praktek atau Kinerja Penilaian praktek adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas sesuai dengan tuntutan kompetensi. Dengan demikian, aspek yang dinilai dalam penilaian praktek adalah kualitas proses mengerjakan/melakukan suatu tugas. Penilaian praktek bertujuan untuk menilai kemampuan peserta didik mendemonstrasikan keterampilannya dalam melakukan suatu kegiatan. Penilaian praktek lebih otentik dari pada penilaian paper and pencil karena bentuk-bentuk tugasnya lebih mencerminkan kemampuan yang diperlukan dalam praktek kehidupan sehari-hari. b. Penilaian Produk Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan


18 yang dimiliki ke dalam wujud produk dalam waktu tertentu sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan baik dari segi proses maupun hasil akhir. Penilaian produk dilakukan terhadap kualitas suatu produk yang dihasilkan. c. Penilaian Proyek Penilaian proyek adalah suatu kegiatan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mempraktekkan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu proyek dalam periode / waktu tertentu. Penilaian proyek dapat dilakukan untuk menilai satu atau beberapa KD dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Instrumen tersebut berupa rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian data, pengolahan dan penyajian data, serta pelaporan. d. Penilaian Portopolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan kreatifitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata


19 yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya. 4. Karakteristik Penilaian Autentik Suatu penilaian dikatakan autentik apabila sangat mendekati hasil pendidikan sains yang diinginkan, melibatkan siswa pada tugas-tugas yang bermanfaat, penting dan bermakna, mampu menantang siswa menerapkan informasi atau ketrampilan akademik baru pada situasi reel untuk maksud yang jelas, serta mampu mengukur perbuatan atau menampilkan yang sebenarnya pada suatu mata pelajaran, pengukuran penguasaan siswa terhadap suatu mata pelajaran dengan cara yang dibanding regulasi sederhana dari pengetahuan. Karakteristik penilaian nyata (authentic assessment) sebagai berikut: a. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. b. Bisa digunakan untuk formatif atau sumatif. c. Yang diukur keterampilan dan performance bukan mengingat fakta. d. Berkesinambungan. e. Terintegrasi dan dapat digunakan sebagai feedback.


20 Unsur-unsur dalam merumuskan tujuan pembelajaran hendaknya memenuhi kaidah ABCD yaitu; A : Audience adalah peserta didik yang akan belajar B : Behavior adalah perilaku yang spesifik yang akan dimunculkan oleh peserta didik setelah selesai memperoleh pengalaman belajar dalam pelajaran tersebut C : Condition adalah kondisi, yang berarti batasan yang dikenakan kepada peserta didik atau alat/peralatan yang digunakan peserta didik pada saat dilakukan penilaian D : Degree adalah tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai perilaku Setelah melaksanakan proses pembelajaran dan menggali informasi melalui diskusi (C) , siswa (A) dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras (B) secara benar (D) Fakta : Apabila siswa diminta untuk menyebutkan nama, kapan, dimana suatu peristiwa terjadi Konsep : Apabila siswa diminta untuk mengemukakan defi nisi, membedakan dua hal, mengklasifi kasikan Prosedur : Apabila siswa diminta untuk menjelaskan langkah-langkah pemecahan suatu persoalan menurut prosedur tertentu Prinsip : Apabila siswa diminta untuk menjelaskan hubungan antar berbagai konsep, sebab akibat Keterampilan : Apabila siswa diminta untuk membuat sesuatu Aspek afektif : Apabila siswa diminta memilih dan melakukan sikap tertentu terhadap suatu kejadian Aspek motorik : Apabila siswa diminta untuk melakukan kegiatan menggunakan anggota badan Model-model pembelajaran dan karateristiknya, seperti;


21 Kooperatif adalah suatu strategi pembelajaran yang terstruktur secara sistematis di mana siswa-siswa bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil dengan anggota antara empat sampai lima orang secara heterogen untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Problem solving merupakan kerangka konseptual tentang proses pembelajaran yang menggunakan masalahmasalah riil dalam kehidupan nyata (otentik), bersifat tidak tentu, terbuka dan mendua untuk merangsang dan menantang siswa berpikir kritis untuk memecahkannya. Project based learning atau PjBL merupakan strategi pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan penerapan proyek dengan melibatkan siswa menyelidiki masalah dunia nyata Inkuiri adalah proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi atau eksperimen guna mencari jawaban maupun memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan berpikir kritis dan logis. Discovery learning adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif untuk mencari dan menyelidiki suatu permasalahan sehingga siswa dapat menyimpulkan konsep dari pembelajaran yang telah dipelajari. Kontektual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pengertian, jenis, keunggulan, dan kelemahan masing-masing media pembelajaran: 1. Media foto


22 Kelebihan • Sifatnya konkret, menunjukkan pokok masalah dibanding media verbal. • Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. • Mengatasi keterbatasan pengamatan • Dapat memperjelas suatu masalah • Murah harganya dan gampang didapat serta digunakan. Kelemahan: • Hanya menekankan persepsi indera mata • Gambar /foto yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran • Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar. Syarat pembuatan media foto yang baik: • Autentik • Sederhana • Ukuran relatif (menyesuaikan ruang) • Mengandung gerak atau perbuatan • Gambar hendaklah bagus dari sudut seni 2. Sketsa Sketsa adalah gambar yang sederhana, draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Sketsa, selain dapat memeperjelas penyampaian pesan, menghindari verbalisme, menarik perhatian siswa, harganyapun tak perlu dipersoalkan sebab media ini dibuat langsung oleh guru. Sketsa, yang dibuat secara cepat sementara guru menerangkan dapat pula dipakai untuk tujuan tersebut. 3. Diagram Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan garisgaris dan simbol, diagram, atau skema menggambarkan struktur dari obeyeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang terjadi. Ciri-ciri diagram yang perlu diketahui:


23 • bersifat simbolis dan abstrak sehingga kadang sulit dimengerti • untuk dapat membaca diagram seoarang harus punya latar belakang tentang apa yang didiagramkan • walaupun sulit dimengerti, karena sifatnya yang padat, diagram dapat memperjelas arti Diagram yang baik sebagai media pendidikan: • Benar, digambar rapi, diberi titel, label dan penjelasanpenjelasan yang perlu. • Cukup besar dan ditempatkan secara strategis • Penyusunanya disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan, dan dari atas ke bawah. 4. Bagan/chart Seperti halnya media grafis yang lain, fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep yang sulit disampaikan secara tertulis atau secara. Syarat bagan yang baik, adalah: • Dapat dimengerti anak • Sederhana dan lugas, tidak rumit dan berbelit-belit • Diganti pada waktu-waktu tertentu agar tetap termasa juga tidak kehilangan daya tarik. Contoh: bagan organisasi, bagan alur siklus air 5. Grafik Sebagai suatu media visual, grafi k adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Grafi k disusun berdasarkan prinsip-prinsip matematik dan menggunakan data-data komparatif. Kelebihan grafi k sebagai media adalah: • Bermanfaat untuk mempelajari dan mengingat data-data kuantitatif dan hubungan - hubungannya. • Memungkinkan secara cepat kita mengadakan analisis, interpretasi, dan perbandingan antara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, pertumbuhan dan arah.


24 • Penyajian data grafi k: jelas, cepat, menarik, ringkas, dan logis. Media grafis dikatakan baik, jika memenuhi ketentuan sebagai berikut: • Jelas untuk dilihat seluruh kelas • Hanya menyajikan satu ide setiap grafik • Ada jarak/ruang kosong antara kolom-kolom bagiannya • Warna yang digunakan kontras dan harmonis • Berjudul dan ringkas • Sederhana • Mudah dibaca • Praktis, mudah diatur • Menggambarkan kenyataan/realisme • Menarik • Jelas dan tak memerlukan informasi tambahan • Teliti 6. APE Alat permainan edukatif (APE) adalah alat yang digunakan oleh anak untuk bermain sambil belajar artinya alat dan bermain itu sendiri merupakan sarana belajar yang menyenangkan. Anak tidak akan bosan-bosan bermain, di samping itu dengan bermain akan membawa anak kepada pengalaman yang positif dalam segala aspek, seperti aspek pengembangan keimanan dan ketakwaan, daya pikir, daya cipta, kemampuan olah tubuh (jasmani)”. Jenis evaluasi berdasarkan tujuan Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktorfaktor penyebabnya. Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siswa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.


25 Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa. Langkah-langkah dalam memilih materi pelajaran • Mengidentifi kasi aspek-aspek yang terdapat dalam kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator • Mengidentifi kasi jenis-jenis materi pelajaran • Memilih materi pembelajaran yang sesuai atau relevan dengan KD dan indicator pencapaian • Memilih sumber materi pelajaran Prinsip dalam memilih materi • Potensi peserta didik, relevansi dengan karakteristik daerah, dan struktur keilmuan • Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik • Kebermanfaatan bagi peserta didik, aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran • Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, alat dan sumber bahan, dan alokasi waktu Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).


26 RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan satu kali pertemuan atau lebih. Dalam Permendikbud No 22 tahun 2016, secara tegas menjelaskan komponen minimal RPP terdiri atas: 1. Identitas Sekolah 2. Identitas Mata Pelajaran Atau Tema/Subtema 3. Kompetensi Dasar 4. Indikator Pencapaian Kompetensi 5. Tujuan Pembelajaran 6. Materi Pembelajaran 7. Model/Metode Pembelajaran 8. Media Pembelajaran 9. Sumber Belajar 10. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran. 11. Penilaian 12. Menetapkan Tujuan Penilaian 13. Menyusun Kisi-Kisi Penilaian


27 Macam-Macam Kecerdasan Pembelajaran logis matematis di sekolah dapat dikembangkan melalui beberapa strategi seperti berikut ini: 1. Menceritakan masalah yang dihadapi sehari-hari, kemudian dipecahkan dengan bantuan pemikiran matematis dengan mengatur waktu penyelesaian dengan tepat dan efektif. 2. Merencanakan suatu eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah yang diawali dengan mengungkapkan masalah, membuat hipotesis, melakukan percobaan, menafsirkan data, dan menarik kesimpulan. 3. Membuat diagram venn 4. Membuat analogi Pembelajaran yang dirancang untuk mengaktifkan kecerdasan visual spasial adalah 1. Visualisasi 2. Penggunaan warna 3. Metafora gambar 4. Sketsa gagasan 5. Simbol grafis Pembelajaran yang dapat membangkitkan kecerdasan linguistik dalam diri peserta didik dengan strategi berikut; 1. Bercerita 2. Diskusi 3. Merekam dengan tape recorder 4. Menulis jurnal 5. Publikasi Pembelajaran dikelas yang dapat mengaktifkan kecerdasan kinestetik adalah; 1. Respon tubuh 2. Teater kelas 3. Konsep kinestetis 4. Hands on thinking 5. Peta tubuh


28 Pembelajaran di kelas yang mengembangkan kecerdasan naturalis adalah; 1. Jalan–jalan di alam terbuka 2. Melihat keluar jendela 3. Ekostudi : Strategi ini mengintegrasikan kepedulian peserta didik pada kelangsungan bumi untuk semua mata pelajaran, misal; tidak menginjak rumput, tidak membuang sampah sembarangan.


29 Soal 1. Dalam proses belajar seorang siswa belajar melalui rangsangan sederhana dan bersifat mekanis. Siswa juga belajar melalui tanda, sinyal, dan kode. Pembelajaran ini dilandasi oleh teori …. A. Behavioristik dari I. Pavlov B. Psikonanalisis dari S.Freud C. Gestalt dari M. Wertheimer D. Konstruktivistik A. Bandura E. Kognitif dari J. Piaget Kata Kunci Behavioristik a. Stimulus (rangsangan) →respon b. Reinfortmen →pujian / reward /penghargaan , sindiran dll Kata Kunci Konstruktivistik a. membangun sendiri pengetahuannya b. fasilitator Kata Kunci Kognitif a. proses dan pemahaman b. peruabahan persepsi Teori Classical Conditing (Pembiasaan/Pengkondisian Klasik) oleh Pavlov Menurut teori ini dengan menggunakan rangsanganrangsangan tertentu, perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang diinginkan. Pavlov menjelaskan teori pengkondisian klasik menjadi 4 proses yaitu : a) fase akuisisi (pengkondisian rangsangan) b) fase eliminasi (penghilangan perlahan rangsangan) c) fase generalisasi ( kemampuan individu untuk bereaksi terhadap stimulus baru yang mirip dengan stimulus yang telah dikenalinya)


30 d) fase deskriminasi ( kecenderungan untuk merespon dengan cara yang berbeda pada dua atau lebih stimulus yang serupa) Teori psikoanalisis merupakan teori yang berusaha untuk menjelaskan tentang hakikat dan perkembangan kepribadian manusia. Unsur-unsur yang diutamakan dalam teori ini adalah motivasi, emosi dan aspek-aspek internal lainnya. Menurut aliran teori belajar gestalt ini bahwa seseorang dikatakan belajar jika mendapatkan insight. Hal tersebut diperoleh kalau seseorang melihat hubungan tertentu antara berbagai unsur dalam situasi tertentu. 2. Peserta didik SD saat ini menghendaki kebebasan belajar, menyukai hal baru yang praktis serta rentang perhatian pendek. Untuk membantu peserta didik supaya dapat belajar sesuai dengan karakteristik tersebut, maka hal yang tepat dilakukan guru adalah …. A. proses pembelajaran guru dilakukan dengan mengemas materi pembelajaran ke dalam topik-topik kecil B. guru berupaya mengganti buku cetak dengan buku elektronik C. menambah materi pembelajaran berupa bacaan agar peserta didik dapat membaca materi D. guru mengurangi jam pelajaran dan tatap muka, agar peserta didik dapat belajar di rumah E. model pembelajaran yang satu-satunya dilakukan oleh guru ketika peserta didik belajar adalah belajar penemuan Manfaat Discovery Learning.


31 o Mengembangkan kepekaan serta rasa ingin tahu anak; o Melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis serta kreatif; o Mendukung dan mengembangkan kemandirian anak dalam belajar; o Proses belajar dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar anak; o Kegiatan belajar menjadi lebih bermakna bagi anak. Pengetahuan itu bertahan lama atau lebih mudah diingat, hasil belajar mempunyai efek transfer yang lebih baik, dan meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berpikir (Purnandita, Efendi, & Siswanto, 2018). 3. Pendekatan konstruktivis adalah pendekatan belajar dimana peserta didik menyusun atau menemukan sendiri pengetahuaannya melalui pengalaman selama pembelajaran dan dengan memanfaatkan pengetahuan yang telah mereka punyai sebelumnya. Jika seorang guru ingin menerapkan pendekatan tersebut dalam mengajarkan luas trapesium sikusiku dan peserta didik telah memahami luas segitiga dan segiempat yang lain, maka kegiatan pembelajaran yang tepat dilakukan oleh guru adalah …. A. memberikan bimbingan melalui langkah-langkah yang tertuang di LKPD kepada peserta didik untuk memotong trapesium menjadi dua, persegi dan 1 segitiga siku-siku kemudian menentukan rumus luasnya B. memfasilitasi peserta didik dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan di LKPD sehingga mereka dapat memotong trapesium yang disediakan dan membuat persegi panjang dari potongan trapesium itu sehingga panjang sisi persegi panjang yang terbentuk sama dengan


32 setengah dari hasil penjumlahan dari sisi-sisi sejajar trapesium C. meminta peserta didik untuk berdiskusi tentang bagaimana memotong trapesium yang disediakan dan membuat jajar genjang dari potongan trapesium itu sehingga tinggi jajar genjang setengah dari trapezium D. memberikan bimbingan langkah-langkah yang tertuang di LKPD, sehingga peserta didik dapat memotong trapesium yang disediakan dan membuat layang-layang dari trapesium itu dan menghitung luas layang-layang yang terbentuk E. memfasilitasi peserta didik untuk berdiskusi tentang bagaimana memotong trapesium yang disediakan dan membuat persegi panjang dari potongan trapesium itu sehingga lebar persegi panjang yang terbentuk adalah setengah dari tinggi trapesium 4. Nethalia adalah anak kelas 1 di sekolah dasar. Ia di kelas selalu ditunggu oleh ibunya. Setiap ibunya meninggalkan ruang kelas, Nethalia langsung menangis lari dan menarik tangan ibunya, minta duduk di sebelahnya selama kegiatan belajar. Daripada Nethalia tidak ikut pelajaran maka guru mengijinkan ibunya berada di ruang kelas sampai selesai pelajaran. Tindakan guru tersebut merupakan penerapan teori …. A. Kognitif →pemahaman


33 B. ekologi →lingkungan C. psikoanalitis →kepribadian D. etologi →biologis E. behavioristik →stimulus dan respon 5. Bu Nina seorang guru kelas III SD menghadapi permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk aspek keterampilan menyimak. Hasil analisis masalah menunjukkan bahwa siswa tidak bisa konsentrasi menyimak ketika guru bercerita. Ketika diminta menceritakan kembali cerita yang sudah disimak, siswa mengalami kesulitan dan kata-kata yang digunakan terbatas. Selain itu, siswa tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan guru berkaitan dengan isi cerita dan kesulitan menyimpulkan isi cerita yang sudah disimak. Rumusan masalah di bawah ini yang tidak berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi Bu Nina adalah …. A. Strategi apa sebaiknya yang digunakan guru agar siswa mampu menjawab pertanyaan berkaitan dengan cerita yang disimak? B. Apakah topik cerita mempengaruhi kemampuan menyimak siswa? C. Metode apa sebaiknya yang digunakn guru agar siswa bisa konsentarasi menyimak? D. Bagaimana cara memotivasi siswa agar mau bertanya dan bercerita di depan kelas? E. Media apa sebaiknya yang digunakan guru agar siswa memahami cerita yang disimak? 6. Guru mengembangkan instrumen evaluasi untuk menilai apakah siswa dapat mencapai kompetensi yang ditetapkan. Pencapaian


34 kompetensi yang ditetapkan menjadi indikator ketercapaian penguasaan kemampuan siswa. Berdasar ketercapaian kompetensi, maka perlakuan guru terhadap siswa yang belum mencapai nilai standar dapat memberi kesempatan pada siswa melalui ujian ulang dengan ketentuan …. A. menggunakan soal yang sama untuk mengukur konsistensi B. menyiapkan sola yang berbeda dengan soal sebelumnya C. memberikan tugas sebagai pengganti ujian ulang D. menggunakan soal yang berbeda untuk item soal yang dijawab salah E. merancang dan memberikan pengajaran remedial 7. Salah satu indikator pembelajaran di kelas II adalah menunjukkan sikap patuh aturan agama yang dianut dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Motivasi yang dapat disampaikan di awal pembelajaran adalah …. A. guru memberikan kesempatan peserta didik untuk menceritakan pengalaman mematuhi aturan agama di sekolah B. guru meminta siswa untuk mematuhi agama yang dianutnya di sekolah →penutup C. guru menunjukkan agama di Indonesia beserta aturanaturannya →inti D. guru mendiskusikan apa yang terjadi jika kita patuh pada aturan agama ketika di sekolah →inti E. guru memberikan contoh sikap patuh pada aturan agama di sekolah → apersepsi Motivasi berupa penayangan video, gambar, atau cerita


35 8. Siswa dapat mengalami kesulitan belajar, sedangkan guru menjadi sumber belajar bagi siswa. Perilaku yang ditampilkan guru agar siswa senang dan tertarik untuk berkonsultasi tentang kesulitan belajar yang dihadapi adalah …. A. bersedia dihubungi kapanpun B. ramah baik di kelas maupun di luar kelas C. sebagai teman dalam berkomunikasi D. terbuka dalam menjawab pertanyaan E. bersedia membantu menjelaskan kembali 9. Berdasarkan Undang-Undang yang berlaku tentang guru bahwa selama melaksanakan tugas pokok dan fungsinya harus menyesuaikan tuntutan perkembangan IPTEKS, masyarakat, dan kebutuhan perserta didik. Berikut ini adalah contoh penyesuaian tugas pokok guru dalam melaksanakan pembelajaran dalam menghadapi pembelajaran abad 21, yaitu …. A. Menggunakan program aplikasi untuk mengelola nilai peserta didik B. Menerapkan model pembelajar yang berorientasi pengembangan HOTS C. Menjadi tenaga ahli di bidang TIK untuk kepentingan pembelajaran D. Menganalisis kekuatan dan kelemahan suatu model pembelajaran E. Menerapkan aplikasi untuk menyusun program semester 10. Perhatikan kondisi peserta didik berikut ini! 1. Tidak ada yang bertanya “mengapa?” selama pembelajaran IPS


36 2. Hanya dua dari tiga puluh peserta didik selalu menjawab pertanyaan guru 3. tidak bisa mengurai suatu masalah dari berbagi perspektif ilmu sosial Berdasarkan kondisi peserta didik tersebut maka masalah yang dihadapi oleh guru yakni …. A. kurang motivasi belajar IPS B. aktivitas pembelajaran tidak menarik C. rendahnya minat baca D. tidak efektifnya pembelajaran IPS E. belum mampu berpikir kritis 11. Bu Taat guru kelas III SD akan merancang pembelajaran dengan indikator “ mengidentifikasi kosa kata tentang pertumbuhan dan perkembangan manusia”. Langkah kegiatan inti pembelajaran yang dapat dirumuskan Bu Taat adalah sebagai berikut : 1) Siswa menandai kosa kata tentang pertumbuhan dan perkembangan dalam teks bacaan dan mencari maknanya dalam kamus →kreatif 2) Siswa membaca teks secara individu dan secara kelompok siswa menandai kosa katra yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan dalam teks →kolabrasi 3) Siswa menyimak penjelasan guru tentang kosakata yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan 4) Siswa menyebutkan kosakata yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan 5) Siswa memahami kosa kata yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan


37 6) Siswa membuat kalimat dengan menggunakan kosa kata yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan Langkah pembelajan di atas yang menerapkan 4C dan HOTS adalah …. A. 1, 2, dan 6 B. 4, 5, dan 6 C. 1, 2, dan 3 D. 2, 5, dan 6 E. 3, 4, dan 5 4 C : creativity, critical thinking, communication, kolaboration 12. Seorang guru merencanakan studi lapangan ke sungai guna memperdalam materi yang bertemakan lingkungan. Namun, di pagi harinya hujan amat deras dan sungai tersebut kemungkinan besar banjir. Berdasarkan situasi tersebut, tindakan yang akan dilakukan guru tersebut adalah …. A. memindahkan studi lapangan ke lingkungan alam di tempat lain B. melakukan revisi rencana pembelajaran pada pembelajaran berikutnya C. pemodelan yang disiapkan sebagai pendamping kegiatan lapangan D. tetap mealakukan kegiatan sebab sudah direncanakan E. melaksanakan kegiatan dengan menambah protokol kesehatan 13. Penilaian merupakan hal penting dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penilaian harus menggunakan proses dan


38 instrumen yang benar. Salah satu KD pada muatan Bahasa Indonesia kelas IV SD adalah “Melaporkan hasil wawancara memakai kosa kata baku dan efektif dalam bentuk teks tulis”. Instrumen penilaian yang tepat untuk mengukur ketercapaian KD tersebut adalah …. A. observasi →sikap B. produk C. soal lisan →pengetahuan D. afektif E. soal tertulis →pengetahuan 14. Pak Yahya sedang merencanakan pembelajaran Matematika di kelas III dengan KD menentukan luas dalam satuan tidak baku dengan menggunakan benda konkrit, maka aktivitas penggunaan media berikut yang sesuai untuk KD ini adalah …. A. buku tulis diletakkan di atas meja untuk menutupi permukaan meja B. penggaris untuk alat bantu menggambar suatu bangun datar C. biji-bijian dijajar di sekeliling buku tulis D. stik es krim yang dibuat ditempelkan di bermacam bangun datar E. tali rafia untuk menentukan panjang dan lebar meja 15. Hasil yang diperoleh dari hasil penelitian tindakan kelas pada tahap observasi adalah aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran membaca pada kondisi awal dapat dideskripsikan bahwa masih banyak siswa yang melakukan kebiasaankebiasaan membaca yang salah sehingga sangat menghambat pemahaman mereka terhadap isi bacaan. Mereka tampak


39 kurang memanfaatkan waktu dengan baik, terbukti masih banyak siswa yang tidak segera melakukan kegiatan membaca. Mereka tampak kurang antusias dan seakan-akan tidak mengetahui apa yang seharusnya dikerjakan. Berdasarkan hasil observasi, selanjutnya dilakukan refleksi. Pernyataan berikut yang tidak menggambarkan hasil refleksi adalah …. A. siswa terlihat melakukan aktivitas lain ketika ditugaskan membaca B. guru tidak menyediakan bahan bacan yang menarik bagi siswa C. guru kurang memberikan pengarahan kepada siswa untuk segera melakukan kegiatan membaca dan memberikan tugas membaca D. siswa kurang diberi kesempatan untuk menanyakan segala hal yang berkaitan dengan pembelajaran membaca E. guru tidak menjelaskan bagaimana teknik membaca yang efektif 16. Seorang guru merancang evaluasi dengan mendasarkan pada indikator dan tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan di RPP. Evaluasi tersebut dimaksudkan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa, maka jenis evalausi yang tepat dipilih oleh guru adalah…. A. evaluasi formatif B. evaluasi sumatif C. evaluasi selektif


40 D. evaluasi diagnostik E. evaluasi penempatan Jenis evaluasi berdasarkan tujuan Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktorfaktor penyebabnya. Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siswa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu. Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa. 17. Seorang guru mencari materi dan media dari internet saat menyusun rencana pembelajaran (RPP), materi dan media tersebut akan disampaikan pada proses pembelajaran


41 dengan maksud agar siswa tidak mengalami kesulitan memahami pelajaran. Langkah apa yang harus dilakukan oleh seorang guru saat memilih materi pelajaran …. a. mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator b. menganalisis potensi peserta didik; relevansi dengan karakteristik daerah; dan struktur keilmuan c. menyesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik d. melihat kebermanfaatan bagi peserta didik; aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran e. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, alat dan sumber bahan, dan alokasi waktu Langkah-langkah dalam memilih materi pelajaran • Mengidentifi kasi aspek-aspek yang terdapat dalam kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator • Mengidentifi kasi jenis-jenis materi pelajaran • Memilih materi pembelajaran yang sesuai atau relevan dengan KD dan indicator pencapaian


42 • Memilih sumber materi pelajaran Sementara • Potensi peserta didik, relevansi dengan karakteristik daerah, dan struktur keilmuan • Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik • Kebermanfaatan bagi peserta didik, aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran • Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, alat dan sumber bahan, dan alokasi waktu Bukan termasuk langkah-langkah memilih materi tetapi prinsip dalam memilih materi 18. Dengan mencermati silabus, seorang guru akan merancang pelaksanaan pembelajaran (RPP). Sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud RI No 22 tahun 2016 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mencakup sekurang-kurangnya .... a. kompetesi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran,


43 metode pembelajaran, strategi pembelajaran, dan penilaian hasil belajar b. identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi ajar, model pembelajaran, metode pengajaran, sumber belajar, penilaian hasil belajar, dan bobot penilaian hasil belajar c. standar kompetensi, kompetensi dasar, metode pengajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah pembelajaran, tes hasil belajar, dan kunci jawaban tes d. identitas mata pelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, media, sumber belajar, langkah pembelajaran, dan penilaian hasil belajar e. identitas sekolah, identitas mata pelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, media, sumber belajar, langkah pembelajaran, dan penilaian hasil belajar Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan


Click to View FlipBook Version