KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Dengan
mengucap syukur kehadirat Allah Swt. hanya dengan limpahan
rahmatnya kami dapat menyelesaikan penyusunan kumpulan makalah
“Sirah Nabawiyah” kelas IAT 3D ini yang tepat pada waktunya.
Pembuatan makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas
akhir mata kuliah Ilmu Sirah Nabawiyah.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada
junjungan kita nabi agung Muhammad Saw. sebagaimana beliau telah
menuntun kita menuju jalan yang di ridhoi Allah Swt. yaitu agama
Islam atas limpahan kasih sayang beliau kepada ummatnya hingga
akhir hayat semoga kita semua mendapat syafa’at beliau kelak di hari
kiamat amin.
Ucapan terimakasih tidak lupa kami haturkan kepada
pembimbing kami dalam matkul Sirah Nabawiyah Dr. Lukman
Hakim, MA. atas segala ilmu dan bimbingannya hingga kita bisa
menyelesaikan penyusunan kumpulan makalah ini. Dalam penulisan
kumpulan makalah ini masih banyak kekurangan dalam penulisannya,
terlepas dari itu semua kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kami juga membutuhkan kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun untuk menyempurnakan tugas kami selanjutnya.
Kami sangat berharap keberkahan dan kebermanfaatan dari penulisan
makalah ini, semoga Allah Swt. Selalu limpahkan ridho untuk kita
semua Amin.
Jakarta, 16 Desember 2022
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………………………………………… i
KATA PENGANTAR ………………………………………. ii
DAFTAR ISI ………………………………………………… iii
MAKALAH ………………………………………………….. iv
A. Bangsa Arab Pra Islam, Makkah dan Madinah Abad ke VI
dan VI …………………………………………………..1
B. Genealogi, Kelahiran dan Kehidupan Muhammad Saw
Sebelum Menjadi Nabi ……………………………….. 18
C. Peristiwa Seputar Diangkatnya Muhammad Saw. Sebagai
Nabi …………………………………………………...28
D. Dakwah Secara Tertutup, Wahyun Pertama dan
Assabiqunal Awwalun ………………………………...39
E. Dakwah Secara Terbuka dan Musuh-musuh Awal Nabi
Saw ……………………………………………………53
F. Diplomasi Quraisy dan Pencarian Suaka Politik ke Habsyi
…………………………………………………………65
G. Tahun Duka Cita (Amul Azmi) dan Peristiwa Isra’ Mi’raj.
H. Hijrah ke Yatsrib (Madinah), karakteristik Muhajirin dan
Anshar ………………………………………………...77
I. Pembentukan Masyarakat Islam dan Piagam Madinah.96
J. Peperangan Penting Semasa Rasulullah Saw ………..111
K. Perjanjian Damai (Hudaibiyah), Pengiriman Surat
Dakwah Oleh Nani Saw ……………………………..123
L. Fathu Makkah dan Haji Wada’, Wafatnya Rasulullah Saw
dan Kehidupan Sahabat Pasca Rasulullah Saw Wafat ..141
PENUTUP ………………………………………………… 156
iii
Bangsa Arab Pra Islam, Makkah dan Madinah Abad ke VI dan VII
Oleh :
(1) Hasna Hauna Nazihah
(2) Siti Hajrah Akib.
(3) Rina Putriana
A. Pendahuluan
Pemahaman konteks masyarakat sebelum kedatangan islam
memiliki peran penting setidaknya sebagai wawasan kita memahami
bahwa hadirnya islam memberikan kontribusi signifikan dalam
kehidupan. Meskipun dalam beberapa hal ajaran ajaran islam
memiliki kesinambungan dengan ajaran yang diturunkan kepada nabi
sebelumnya, namun bisa dipastikan bahwa ajaran islam memiliki
kontribusi yang penting dalam membangun peradaban manusia.
Pendeknya,diantara poin penting mempelajari kondisi Arab pra
Islam, kita memiliki wawasan yang luas sehingga mampu
mendeskripsikan secara mudah tatkala muncul pertanyaan apa
bedanya yang terjadi di Arab sebelum dan setelah kedatangan Islam.
B. Pembahasan
B.1. Kondisi Agama dan Moral Bangsa Arab Pra Islam, Makkah
dan Madinah abad ke VI dan VII
Masyarakat Arab lama sebelum datangnya Islam memiliki
keyakinan animisme, ialah sebuah paham yang beranggapan bahwa
setiap benda mempunyai roh dan roh tersebut memiliki kekuatan
ghaib yang dikenal sebagai “Kaum Watsani” yaitu kaum yang
mengganggap Tuhan mereka dalam bentuk patung-patung
sesembahan yang mereka anggap sebagai perantara dengan Tuhan.
Mereka percaya akan Tuhan Yang Esa Namun mereka juga meyakini
adanya roh-roh penguasa yang dianggap dan diperlakukan sebagai
Tuhan.
Sebelum islam datang masyarakat arab menganut agama yang
bermacam-macam. Di antara beberapa agama/ kepercayaan tersebut
yang paling terkenal adalah penyembahan terhadap berhala yang
jumlahnya mencapai lebih dari 360 buah, sehingga menyesaki
lingkungan Ka’bah dan setiap kabilah di Arab memiliki berhala
sebagai sesembahan mereka sendiri-sendiri. Diantara berhala yang
1
paling populer di kalangan mereka ialah: wadd, suwaa’, yaghuts,
ya’uq, nasr, manaah, laata, al-‘uzza, hubal, dzul khalasah. Agama
berhala pertama kali dibawa oleh ‘Amru bin Luhay dari Syam dan
diterima sebagai agama baru oleh Bani Khuza’ah yang saat itu
pemegang kendali ka’bah.1 Kemudian agama ini berkembang pesat
sehingga menjadi agama mayoritas di penduduk kota makkah.
Dengan demikian, ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi
Isma’il menjadi berubah fungsi, yang dulunya sebagai tempat
beribadah agama hanif, kini menjadi tempat untuk menyembah
berhala yang mereka tempatkan di sekitar ka’bah. Sedangkan
minoritas agama di antara mereka ada orang Yahudi di Yastrib, orang
Kristen Najran di Arabia Selatan, sedikit yang beragama Hanif di
Makkah, dan ada juga yang beragama Majusi.
Adapun kondisi moral bangsa Arab saat itu sangat buruk.
Sebelum Islam datang masyarakat arab mengalami kemorosotan
moral. Mereka senang berbuat dosa seperti gemar berperang, minum
khamr, berjudi, berzina, dan merampok.2 Peperangan antar suku tidak
pernah berhenti. Saling berebut kekuasaan dan pengaruh merupakan
kepahlawanan yang dibanggakan. Mereka juga belum memiliki
tatanan kehidupan sosial yang benar. Terdapat kesenjangan antara
kaum bangsawan dan masyarakat biasa, dan juga menganggap rendah
kaum perempuan, mereka membunuh bayi perempuan yang baru
lahir karena dianggap aib bagi mereka. Masa inilah yang disebut
masa jahiliyah, yaitu masa kegelapan dan kebodohan dalam hal
agama, bukan dalam hal lain seperti ekonomi dan sastra karena dalam
dua tersebut bangsa Arab mengalami perkembangan yang sangat
cepat.3
B.2. Geopolitik Sekitar Arab Abad VI (Persia dan Bizantium)
Sebelum Islam lahir, Jazirah Arab secara langsung maupun
tidak telah dipengaruhi oleh dua kekuasaan besar dunia, yaitu
kerajaan Romawi dan Persia. Secara ideologis Romawi menginduk
pada peribadatan Yesus, sementara Persia menginduk pada
1 Siti Zubaidah, Sejarah Peradaban Islam, (Medan: Perdana Publishing: 2016), hal.
12.
2 Achiriah, Laila Rohani, Sejarah Peradaban Islam, (Medan: Perdana Publishing:
2018), hal. 23.
3 Siti Zubaidah, Sejarah Peradaban Islam, hal. 10.
2
peribadatan Majusi. Dari segi moral dan etika sosial, kedua kerajaan
ini memiliki kehidupan sosial yang buruk dan jauh dari nilai-nilai
kemanusian. Namun dari segi politik kedua kerajaan ini memiliki
kekuasaan yang besar dan luas. Kekuasaan Romawi terbelah menjadi
dua kekuasaan yaitu Romawi Barat yang terpusat di Roma, dan
Romawi Timur yang terpusat di Konstantinopel. Sementara itu Persia
berdiri pada satu kepemimpinan.
Tidak banyak yang diketahui tentang sejarah Kerajaan
Romawi karena tidak ada sumber tertulis yang berasal dari zaman
tersebut dan kebanyakan sumber tertulis berasal dari legenda.
Berdasarkan sisa benda yang ditemukan pada situs Romawi di sungai
Tiber di daratan Latium, diperkirakan benda tersebut sudah ada di
sana sekitar 1400 SM. Sedangkan sarjana kuno mengandalkan mitos
yang ada untuk menentukan berdirinya Romawi, yaitu pada tahun
753 SM.
Peradaban Romawi yang tidak kalah pentingnya adalah
peradaban dalam bidang ilmu pengetahuan. Sejarah mencatat bahwa
bangsa Romawi sudah mengenal ilmu pengetahuan dari filsafat
Yunani. Tokoh seperti Galen, yang ahli dalam bidang kedokteran,
anatomi, dan fisiologi adalah satu di antara ilmuwan yang lahir dari
peradaban Romawi. Militer merupakan peradaban dalam bangsa
Romawi dibandingkan bidang lain. Kerajaan Romawi dikenal
sebagai penguasa Eropa dan Dunia. Tidak ada yang bisa menandingi
kekuasaan Romawi saat itu, selain Persia. Romawi mampu
mengambil alih peradaban dunia Barat dari Yunani hingga 500 tahun
lamanya, serta mampu menjadi kekuatan yang dominan di Eropa
hingga 200 tahun lamanya.
Pada masa awal Islam, Kaisar Heraklius melakukan sebuah
penyerangan besar besaran terhadap kerajaan Persia untuk membalas
kekalahan perang sebelumnya, dan untuk mengembalikan
kehormatan bangsa dan negaranya. Ia berhasil menguasai beberapa
kota penting dan pusat-pusat kerajaan Persia. Kerajaan Persia yang
sebelumnya jaya dan tak terkalahkan, akhirnya harus mengalami
kekalahan yang sangat besar dan hampir lenyap dari peradaban.
Kejadian ini sudah disebutkan dalam Al-Qur‘an surat Ar-Rum ayat
1-6 yang menjelaskan tentang keberhasilan kerajaan Romawi dalam
peperangan melawan Persia. Atas kemenangan tersebut, kekuasaan
Romawi dibawah komando Heraklius hampir meliputi separuh dari
3
bumi. Kekuasaannya mencapai tiga benua, yaitu Eropa, Asia dan
Afrika.4
Pada 674-678 M terjadi sebuah pengepungan Konstantinopel
oleh bangsa Arab untuk pertama kalinya. Sebagaimana diriwayatkan
oleh Teofanis Sang Pengaku Iman, bangsa Arab melakukan sebuah
penyerangan secara besar-besaran dengan seksama dan terencana.
Armada Arab mendirikan pangkalan-pangkalan disepanjang pesisir
Asia Kecil. Bangsa Arab menjadikan Semenanjung Kizikos sebagai
pangkalan selama musim dingin dan kembali menyerang benteng
Konstantinopel pada musim semi. Namun begitu hebatnya kerajaan
Romawi di bawah komando Kaisar Konstantinus IV, ia mampu
menghancurkan armada Arab dengan temuan senjata baru berupa zat
pembakar cair yang dikenal dengan sebutan Api Yunani. Kekaisaran
Romawi juga berhasil mengalahkan pasukan darat Arab di Asia
Kecil, sehingga bangsa Arab terpaksa menghentikan pengepungan.
Berbeda dengan Romawi, Persia merupakan salah satu
elemen peradaban Timur yang berlokasi di Iran sekarang.5 Iran
terletak di daerah lembah Mesopotamia, sebuah kawasan dengan
peradaban yang maju pada saat itu. Oleh kebanyakan ahli daerah
tersebut dikenal dengan “The Cradle of Civilization” atau lahirnya
peradaban. Kerajaan Persia merupakan kerajaan yang memegang
prinsip kebebasan, individualisme terhadap wilayah kekuasaannya.
Ia membiarkan negara jajahannya untuk mengembangkan karakter,
sifat dan budayanya sendiri. Secara politik Persia memiliki kekuasaan
sentral atau terpusat. Untuk mengatur wilayahnya, Persia membagi
ke dalam beberapa provinsi dengan dipimpin oleh seorang Satraps.
Satraps memiliki peran penting dalam mengawasi wilayah dan
mobilitas penduduk. Ia bertanggung jawab atas pengumpulan pajak,
peperangan dan sebagainya. Satraps diberikan kekuasaan penuh oleh
pusat, ia berkenan untuk melakukan kebijakannya sendiri. Namun hal
tersebut menyebabkan Satraps bertindak kejam dalam menangani
permasalahan di wilayahnya. Ia bertindak semaunya tanpa
memerhatikan kondisi yang terjadi. Raja Persia yang terkenal dengan
kekejaman dan kedzalimannya yaitu Kaisar Abrueiz. Menurut ath-
4 Achiriah, Laila Rohani, Sejarah Peradaban Islam, hal. 54.
5 Achiriah, Laila Rohani, Sejarah Peradaban Islam, hal. 56.
4
Thabari dalam kitabnya Tarikh ar-Rasul wa al-Mulk atau yang lebih
terkenal dengan ―Tarikh at-Thabari‖ disebutkan bahwa Kaisar
Abrueiz merupakan seorang Kaisar yang zalim dan bejat.
Kekuasaannya membentang dari Konstantinopel sampai Afrika.
Kaisar Abrueiz berkuasa selama 32 tahun, kemudian ia dibunuh oleh
rakyatnya sendiri.
Pergantian kekuasaan terus berlanjut sampai pada akhirnya
kekuasaan Persia mengalami kemunduran pasca bangsa Arab
menyerang. Kondisi kerajaan Persia semakin memburuk setelah
banyak terjadi peperangan yang dilakukan oleh para Kaisar, baik
dengan kerajaan Romawi maupun dengan yang lain, seperti bangsa
Arab. Perang tersebut memakan biaya yang besar, sehingga kondisi
ekonomi kerajaan semakin memburuk, para petani dan pekerja
kehilangan penghasilannya, harga bahan pokok naik secara drastis,
sehingga tidak dapat dijangkau oleh masyarakat kecil atau menengah
sekali pun. Rakyat kelaparan dan pada akhirnya hal tersebut
mendorong kebencian rakyat kepada para penguasa dan terjadilah
pemberontakan di mana-mana. Kondisi seperti itu, ternyata
dimanfaatkan betul oleh orang-orang Arab untuk merebut kekuasaan
kerajaan Persia. Orang-orang Arab mengalahkan Persia dengan cara
yang gemilang. Mereka menguasai orang non-Arab dan
memanfaatkan mereka untuk dijadikan sebagai tawanan perang atau
sebagai budak. Kekalahan kerajaan Persia atas orang Arab menjadi
awal bangkitnya bangsa Arab dan dimulainya kekuasaan bangsa Arab
atas dunia.6
B.3. Quraisy Sebagai Warga Elit Makkah
Suku Quraisy adalah suku bangsa Arab keturunan Nabi
Ibrahim, mereka tinggal dan hidup di Makkah dan daerah sekitarnya.
Suku ini diperkirakan menetap di makkah sejak pertengahan abad ke-
5. Quraisy adalah keturunan bani kinanah yang merupakan kakek
Rosulullah yang ke-13, namun Quraisy bukanlah nama asli
melainkan gelar. Kakek nabi tersebut bernama Fihr hanya saja
6 Achiriah, Laila Rohani, Sejarah Peradaban Islam, hal. 57.
5
sebagian orang mengenalnya sebagai Quraisy. Gelar tersebut
diberikan karena keturunannya suka mengalahkan kabilah lain.7
Quraisy menjadi suku terkemuka di Makkah dan menguasai
kota sejak sebelum lahirnya Nabi Muhammad Saw. Suku Quraisy
adalah suku yang mengambil alih ka’bah dari tangan suku khuza’ah
yang bertahun-tahun menjadi penjaga “rumah suci” dan dianggap
gagal menjalankan amanat leluhur. Orang-orang Quraisy berhasil
mengusir suku khuza’ah dengan kekuatan mereka. Suku ini dibagi
menjadi beberapa kabilah, masing-masing memiliki tanggung jawab
yang berbeda atas kota Makkah dan ka’bah. Meskipun pembagian
tanggung jawab sudah dilakukan, hal itu tidak serta merta mematikan
potensi perselisihan di generasi selanjutnya. Ketika Abdul Muthalib
kian disepuhkan, konflik antar suku masih selalu mengancam.
Terlebih di saat bersentuhan dengan urusan dagang. Guru besar
sejarah di ‘Ain shams University, kairo, Mesir, Ali husni Al
kharbuthli, dalam Tarikh ka’bah menuliskan, Dar annadwah
merupakan wujud dari gagasan Abdul Muthalib yang lebih gemar
memilih jalur musyawarah dan damai ketimbang kekerasan. Nilai-
nilai yang ditanamkan Abdul muthalib inilah yang mengubah sistem
politik kaum quraisy cenderung demokratis. Hal ini tercermin dari
adanya dar annadwah yang fungsinya mirip gedung parlemen modern
saat ini.
Sejak saat itu mereka semakin kuat. Pada saat bersamaan arus
perdagangan di makkah juga kian meningkat. Kota ini memang tidak
ideal untuk produksi pertanian karena tanahnya yang gersang, tetapi
sangat strategis sebagai kawasan niaga, daya tarik ka’bah sebagai
pusat ziarah spiritual turut berandil memajukan perekonomian kota
makkah. Suku Quraisy juga berhasil menjaga kota makkah tetap
stabil. Para elite Quraisy menjalin kerjasama dan membangun
persekutuan dengan beberapa suku di sekitar Makkah. Dengan aliansi
itu para peziarah dan saudagar terjamin keamanannya. Karena itu
reputasi Quraisy semakin melejit di antara suku-suku besar lain di
jazirah arab. Hampir tidak ada suku yang berani mengganggu
Makkah dan mereka biasanya segan untuk berperang melawan
Quraisy. Dengan faktor-faktor tersebut Makkah di bawah kendali
7 Samruddin Nasution, Sejarah Peradaban Islam, ( Riau: Yayasan Pustaka Riau:
2013) hal. 17.
6
orang-orang Quraisy menjadi entitas politik terkuat di semenanjung
Arab.
B..4.Makkah dan Madinah Sebagai Tempat Strategis
Perkembangan Islam
Makkah pada zaman pra Islam terletak di garis lalu lintas
hubungan perdagangan antara negeri Yaman di selatan dan negeri
Syam di utara. Kedua negeri ini ada waktu itu sudah memiliki
peradaban yang cukup tinggi, karena hubungannya yang erat dengan
kerajaan Romawi di utara dan Abesinia di Selatan.
Karena letak kota Makkah hampir berada di tengah-tengah
jazirah Arab, maka tidaklah terlalu sulit bagi kabilah-kabilah Arab
dari segala penjuru untuk mencapainya apalagi di kota ini terdapat
Ka’bah atau Baitullah, yang sejak dahulu kala memang sangat
dimuliakan oleh seluruh bangsa Arab. Setiap tahun banyaklah
kabilah-kabilah Arab yang datang berziarah ke kota Makkah, baik
karena ingin beribadah di Baitullah, atau pun sebagai tempat
persinggahan kafilah dagang mereka. Maka tidak mengherankan jika
kota Makkah menjadi kota yang amat penting di Jazirah Arab.8
Makkah menjadi tempat lahirnya manusia Agung, Nabi
Muhammad saw. Beliau diutus sebagai pemberi kabar gembira serta
peringatan bagi masyarakat kala itu. Makkah menjadi salah satu
tempat yang paling penting dalam perkembangan agama Islam.
Disanalah wahyu Allah pertama kali turun kepada Nabi Muhammad
Saw. Berawal dari kota itu, nilai-nilai ajaran Islam mulai dikenalkan.
Sedangkan Madinah menjadi tempat berkembangnya Islam
dengan pesat dan cepat. Madinah adalah tempat kedua terpenting
dalam sejarah perkembangan Islam berikutnya. Dalam jangka waktu
yang relatif singkat, Islam dapat berjaya sebagai agama samawi di
atas kota Madinah. Di tempat itu Rosulullah Saw dan kaum muslimin
menyebarkan agama islam dengan lebih rapi lagi. Menariknya tidak
ada jejak bangunan fisik megah yang dibangun oleh Nabi. Rosulullah
Saw justru meletakkan pondasi yang lebih kuat dari sekedar
bangunan fisik, yaitu keimanan.
8 Siti Zubaidah, Sejarah Peradaban Islam, hal. 18.
7
Pada saat periode Makkah Rosulullah Muhammad Saw
menyebarkan agama Islam dengan dua cara yaitu secara sembunyi-
sembunyi dan terang-terangan. Pada masa awal kenabian dakwah
dilakukan secara sembunyi selama dua tahun dan hanya ditujukan
kepada keluarga dan sahabat terdekat. Kemudian setelah turun
perintah Allah untuk berdakwah secara terang-terangan, Rosulullah
Saw menyampaikan dakwah kepada masyarakat makkah secara
langsung. Tatkala Rosulullah Saw berdakwah di Makkah peradaban
Islam tidak mengalami perkembangan. Hal ini karena banyaknya
tentangan dari orang-orang Quraisy. Bentuk tentangan tersebut antara
lain berupa penyiksaan, pemboikotan, hingga pembunuhan orang-
orang muslim. Oleh karena itu setelah 13 tahun Rosulullah Saw
berdakwah di Makkah, Rosulullah dan para sahabat melakukan hijrah
dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M.9
Pada saat periode Madinah, pertumbuhan masyarakat Islam
di Madinah sebagai pancaran langsung dari Islam sekaligus hasil
langsung dari pendidikan Islam yang turun dari sisi Allah SWT.
Dalam bentuk syari’at, aturan, dan pengarahan yang sejalan dengan
tuntunan dan masalah masyarakat yang selalu muncul, serta yang
bersumber dari Nabi Muhammad saw. Dalam bentuk perintah,
larangan, pengarahan, nasihat, dan pendidikan secara tidak langsung
lewat berbagai kejadian dan peristiwa.
Inilah yang membuat ajaran Nabi Muhammad saw. Mudah
diterima di kota tersebut. Apalagi, masyarakat arab yahudi di kota itu
sering kali mendengar hal-hal yang berhubungan dengan Tuhan,
wahyu, hari kiamat, syaitan, surga dan neraka. Dengan ungkapan lain
istilah-istilah yang di sampaikan dalam agama para nabi sebelumnya
bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Madinah saat itu.
Islam periode Madinah merupakan Islam yang telah
mengalami pelembagaan dan pemantapan sebagai suatu komunitas
beriman. Suara protes telah reda, dan ancaman dari kiri kanan
dianggap relatif hilang, sehingga masyarakat dapat merasa aman.
Dalam periode itu pula, pengembangan Islam lebih ditekankan pada
dasar-dasar pendidikan masyarakat Islam dan pendidikan sosial
9 Siti Zubaidah, Sejarah Peradaban Islam, hal. 20.
8
kemasyarakatan. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw. Meletakan
dasar-dasar masyarakat Islam di Madinah.10
Pertama, Nabi Muhammad saw. mendirikan masjid dengan
tujuan bahwasanya Rasulullah saw. Mendirikan Masjid untuk
mempersatukan umat Islam dalam satu majlis, sehingga di majlis ini
umat Islam bisa bersama-sama melaksanakan sholat jam’ah secara
teratur, mengadili perkara-perkara dan bermusyawarah. Masjid ini
memegang peran penting untuk mempersatukan kaum muslimin dan
mempererat tali ukhuwah islamiah.
Kedua Nabi Muhammad saw mempersatukan dan
mempersaudarakan antara kaum anshar dan muhajirin. Rasulullah
saw. Mempersatukan keluarga-keluarga Islam yang terdiri dari
muhajirin dan anshar.11 Dengan cara mempersaudarakan antara
kedua golongan ini, Rasulullah saw. Telah menciptakan suatu
pertalian yang berdasarkan agama pengganti persaudaraan yang
berdasar kesukuan seperti sebelumnya.
Ketiga Nabi Muhammad saw membuat perjanjian untuk
saling membantu antara sesama kaum muslim dan non muslim.
Dalam hal ini, Nabi Muhammad saw hendak menciptakan toleransi
antar golongan yang ada di Madinah. Oleh karena itu, ia membuat
perjanjian antara kaum muslimin dan non muslim.
Keempat Nabi Muhammad saw. meletakan dasar-dasar
politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat baru. Ketika
masyarakat islam terbentuk maka diperlukan dasar-dasar yang kuat
bagi masyarakat yang baru terbentuk tersebut. Oleh karena itu, ayat-
ayat alquran yang di turunkan dalam periode ini terutama ditunjukan
kepada pembinaan hukum. Ayat-ayat ini kemudian diberi penjelasan
oleh rasulullah, baik dengan lisan maupun dengan perbuatan beliau
sehingga terdapat dua sumber hukum dalam Islam, yaitu Alquran dan
hadis. Dari kedua sumber Islam tersebut didapat suatu sistem untuk
bidang politik, yaitu sistem musyawarah. Dan untuk bidang ekonomi
dititikberatkan pada jaminan keadilan sosial, serta dalam bidang
kemasyarakatan, diletakan pula dasar-dasar persamaan derajat antara
10 Siti Zubaidah, Sejarah Peradaban Islam, hal. 22.
11 Siti Zubaidah, Sejarah Peradaban Islam, hal. 22.
9
masyarakat atau manusia, dengan penekanan bahwa yang
menentukan derajat manusia adalah ketakwaan.
Dari sinilah terbentuknya peradaban Islam dan terjadi
perubahan besar dalam sejarah umat manusia yang diawali dari
madinah sebagai pusat peradaban.12
C. Penutup
1. Bangsa Arab Pra Islam menganut agama yang bermacam-macam.
Di antaranya yang paling banyak yaitu menganut agama
paganisme atau penyembah berhala. Agama yang lain yaitu
Kristen, Yahudi, Majusi dan sedikit yang beragama Hanif.
2. Moral bangsa Arab sebelum datangnya Islam sangat buruk
sehingga disebut masa jahiliah, karena mereka suka berbuat dosa
contohnya gemar berperang, berjudi, berzina dll.
3. Bangsa Arab secara langsung maupun tidak telah dipengaruhi
oleh dua kekuasaan besar dunia, yaitu kerajaan Romawi dan
Persia.
4. Suku Quraisy adalah suku yang terkemuka di Makkah karena
tugas mereka menjaga dan merawat ka’bah.
5. Makkah menjadi tempat lahirnya manusia Agung, Nabi
Muhammad saw. Beliau diutus sebagai pemberi kabar gembira
serta peringatan bagi masyarakat kala itu. Sedangkan Madinah
menjadi tempat berkembangnya Islam dengan pesat dan cepat.
Dalam jangka waktu yang relatif singkat, Islam dapat berjaya
sebagai agama samawi di atas kota Madinah.
bibliografi
Zubaidah, Siti. 2016. Sejarah Peradaban Islam. Medan: Perdana
Publishing.
Achiriah. Rohani, Laila. 2018. Sejarah Peradaban Islam. Medan
: Perdana Publishing.
Musyarif. 2019. Sejarah Peradaban Islam (Pra Islam Sampai
Bani Umayyah). Parepare: CV. Kaaffah Learning Center.
Nasution, Syamruddin. 2007. Sejarah Peradaban Islam. Riau:
Yayasan Pusaka Ria
12 Siti Zubaidah, Sejarah Peradaban Islam, hal. 24.
10
Genealogi, Kelahiran dan Kehidupan Muhammad Saw. Sebelum
Menjadi Nabi
Oleh :
(1) Sintya Wahyuningsih
(2) Putri Sabila N F
(3) Ainun Salsabila
A. Pendahuluan
Rasulullah SAW sebagai suri tauladan, perlu untuk diketahui
secara lebih mendalam sejarah kehidupannya. Karena dengan
mengetahui sejarah, kita dapat mengambil ibrah (pelajaran) yang
terkandung didalamnya. Imam Ali Karamallahu Wajhah pernah
bernasehat tentang arti penting sebuah kisah sejarah, “meski rentang
hidupku tak sepanjang masa hidup manusia lain, terutama generasi
sebelumku, tapi aku berusaha keras untuk selalu mengkaji hidup
mereka. Dengan tekun aku mengikuti kegiatan mereka, merenungkan
segala usaha dan perjuangan mereka, mengkaji penginggalan dan
reruntuhan hasil karya mereka. Lantas aku merenungkan kehidupan
mereka sedemikian mendalam, sehingga seolah-olah aku hidup dan
bekerja dengan mereka sejak zaman dini sejarah hingga ke masa
kini. Dan akhirnya aku tahu apa yang membuat mereka menjadi baik
dan apa yang membuat mereka merugi”. Itulah hebatnya manfaat
sejarah yang dapat menuntun manusia untuk memahami kehidupan
lengkap dengan tantangannya.
Kehidupan Rasulullah SAW memberikan kepada kita contoh-contoh
mulia, baik sebagai pemuda islam yang lurus perilakunya dan
terpercaya diantara kaum dan juga kerabatnya, ataupun sebagai da’i
kepada Allah dengan hikmah dan nasehat yang baik, yang
mengarahkan segala kemampuan untuk menyampaikan risalahnya.
B. Pembahasan
B.1. Kelahiran dan genealogi Rasulullah SAW
1. Kelahiran Rasulullah SAW
Dikatakan bahwa Aminah ibunda Nabi tidak
mendapatkan kesulitan yang berarti dalam kehamilannya. Segala
sesuatunya baik-baik saja baginya. Dia banyak mendengar
tentang wanita-wanita lain yang mengalami berbagai kesulitan
11
ketika mereka hamil. Namun dia menjalani kehamilan dengan
sangat mudah, terkait dengan harapannya bahwa anak yang akan
lahir kelak menyinari kehidupannya setelah kematian suaminya
yang benar-benar tidak diharapkan.13
Tidak ada sesuatu yang tidak biasa dalam kelahiran
Muhammad. Satu-satunya hal yang baik untuk disebutkan bahwa
ibunya dikemudian hari menceritakan bahwa dirinya melahirkan
dengan mudah. Muhammad lahir pada Senin, 12 Rabi’ul Awal
571 M, tahun 53 sebelum hijrah. Ketika Aminah melahirkan
bayinya, ia mengundang sang kakek Abdul Muthalib untuk
datang melihatnya. Dia sangat bahagia saat melihatnya. Dia
sangat sedih kehilangan putranya Abdullah, namun kelahiran
Muhammad mengurangi kesedihannya ketika dia menatap ke
masa depan yang gemilang karena kelahiran anak baru. Dia
mengambil bayi itu dan membawanya ke Ka’bah.
Lalu dia memberinya nama Muhammad. Muhammad
berarti “yang terpuji” atau “yang layak mendapatkan pujian”. Ia
merupakan nama yang benar-benar asing di arab, sekalipun tanpa
ragu-ragu Abdul Muthalib tetap memberinya nama tersebut.
Muhammad di serahkan kepada Tsuwaibah, hamba sahaya
pamannya, Abu Lahab, untuk menyusuinya selama beberapa hari
hingga pengaturan jangka panjang untuk perawatannya
ditentukan. Merupakan tradisi di kalangan bangsawan Makkah
mengirim anak-anak mereka untuk disusui oleh wanita-wanita
Badui yang subur. Setelah itu Muhammad disusui leh Halimah
binti Abu Dzu’aib. Muhammad tinggal bersama Halimah di suatu
gurun selama hampir empat tahun.14
2. Genealogi Rasulullah SAW
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
geneologi adalah garis keturunan manusia hubungan keluarga
sedarah. Garis keturunan Rasulullah adalah berasal dari orang-
orang termulia.
13 Muhammad Ridha, Lahirnya Muhammad (20 Agustus 570 M), Hikam Pustaka,
(Perpustakaan Nasional RI: 2021), hal. 4.
14 M. A. Salahi, Muhammad Sebagai Manusia dan Nabi, Mitra Pustaka,
(Yogjakarta; 2006), hal 26-40.
12
Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam an-Nahwi
berkata: “Silsilah Rasulullah SAW yaitu Muhammad bin
Abdullah bin Abdul Mutholib, nama dari Abdul Mutholib adalah
Syaibah bin Hasyim dan nama dari Hasyim adalah Amr’ bin Abdi
Manaf, sedangkan nama dari Abdi Manaf adalah Al-Mughiroh
bin Qushoyi bin Kilab bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ayi bin
Ghalib bin Fahr bin Malik bin An-Nadlr bin Kinanah bin
Khuzaimah bin Mudrikah, nama dari Mudrikah adalah Ilyas bin
Mudlor bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Adda atau Adad bin
Muqowim bin Nahur bin Tairoh bin Ya’rub bin Yasyjub bin Nabit
bin Isma’il bin Ibrahim “Kholilur rahman” bin Tarih yaitu Azar
bin Nahur bin Sarugh bin Ra’u bin Falikh bin ‘Aibar bin Syalikh
bin Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh bin Lamik Matawusyalakh bin
Akhnuh yaitu nabi Idris AS. bin Yard bin Mahlil bin Qoinan bin
Yanisy bin Syits bin ‘Adam.”
Silsilah Rasulullah SAW. sampai Adnan tidak terdapat
perbedaan pendapat dikalangan Ulama’. Sedangkan silsilah
setelah Adnan sampai Nabi Adam AS. terdapat perbedaan
pendapat mengenai namanya. Ibnu Hisyam berkata:
“menceritakan kepadaku Kholad bin Qurroh bin Kholid As-
Sadusi dari Syaiban bin Zuhair bin Syaqiq bin Tsaur dari Qotadah
bin Di’amah. Dia berkata: Ismail bin Ibrohim - Kholilurrahman –
bin Tarih yaitu Azar bin Nahur bin Asrogh bin Ar’au bin Falikh
bin ‘Abir Syalikh bin Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh bin Lamik
bin Mattuwassalakh bin Akhnukh bin Yard bin Mahla’il bin
Qoyin bin Anusy bin Syits bin Adam.”15
B.2. Peristiwa irhasy dan peristiwa-peristiwa penting sebelum
diangkat menjadi Rasul
Irhas adalah kejadian istimewa yang terjadi pada seorang calon
nabi dan rasul saat masih kecil. Beberapa peristiwa irhasy yang
terjadi pada diri Rasulullah dan peristiwa-peristiwa penting
sebelum diangkat menjadi Rasul yaitu sebagau berikut:
1. Bercahaya
15 Ibnu Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyah, Daar at-Tauqifiyah Lilturots, (Al
Qohiroh; 2013), hal.7.
13
2. Keluarga Halimah Sa'diyah menjadi lebih bahagia ketika beliau
menyusui Nabi Muhammad saw kecil.
3. Diikuti oleh awan, sehingga Nabi Muhammad saw tidak
kepanasan akibat terik matahari.
4. Dada Nabi Muhammad saw dibelah Malaikat Jibril (untuk
dibersihkan)16
B.3. Pernikahan Rasulullah Saw dengan Siti Khadijah
Istri pertama Rasulullah SAW adalah Khadijah. Khadijah,
seorang janda kaya, menerima banyak pinangan. Namun, dia sadar
bahwa mereka meminang bukan karena uang. Karenanya dia
menolak semua pinangan. Tapi, kerja sama bisnisnya dengan
Muhammad menjadikannya sadar bahwa ada seorang pria yang
baginya uang bukan yang utama. Dia mulai memikirkannya dari
sudut yang berbeda. Dia memilki karakter yang kuat dan hanya akan
bertindak dalam segala persoalan setelah melihatnya secara seksama
dari berbagai segi. Rupanya dia telah meminta pendapat satu atau dua
orang kerabatnya yang terpercaya, yang sangat memuji Muhammad.
Salah seorang dari mereka adalah Waraqah Ibn Naufal pamannya,
yang menyatakan bahwa Muhammad ditakdirkan memiliki masa
depan yang sangat penting. Khadijah membutuhkan waktu lama
untuk memutuskan memilih suaminya, setelah dia yakin betul akan
karakternya. Melihat hubungannya dengan Muhammad, dia merasa
kini saatnya bagi dia untuk mengambil langkah selanjutnya.
Khadijah mengutus sahabat dekatnya, Nufaissah binti
Munyah, untuk melakukan pendekatan secara tidak langsung dengan
Muhammad. ketika Khadijah yakin akan tanggapan Muhammad, Ia
mengirim pesan dan memintanya untuk datang dan melihatnya.
Kemudian, Khadijah mengajukan lamarannya, mereka akan
menikah. Muhammad sangat senang dan memberitahukan hal ini
kepada paman-pamannya, yang juga sangat senang dengan
pernikahan ini. Amr ibn Asad tidak ragu-ragu menerima lamarannya.
Pernikahan pun dilaksanakan dengan mahar 20 ekor Onta.17
16 Martin Lings, Muhammad. Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber klasik,
(Jakarta: 2007), hal. 53.
17 M. A. Salahi, Muhammad Sebagai Manusia dan Nabi, hal. 47-48.
14
B.4. Akhlak Rasulullah dan gelar al-Amin
Sejak usia kanak-kanak hingga dewasa beliau sungguh-
sungguh manusia ideal. Proses pertumbungan beliau selalu
memperoleh perlindungan Allah, serta diselamatkan dari perbuatan
salah, agar kelak dapat melaksanakan tugas yang telah diberikannya
kepada beliau.
Beliau tumbuh dan dibesarkan di lingkungan masyarakat
jahiliyah, yang semua masyarakatnya menyembah berhala dan
patung serta membanggakan nenek moyang. Namun beliau sama
sekali tidak terpengaruh oleh lingkungannya, dan tidak juga
menirunya. Itu disebabkan karena adanya pertolongan dari Allah
SWT, sehingga beliau tumbuh dengan akhlak yang mulia. Allah
mengaruniai beliau akal cerdas agar dapat menyelamatkan diri dari
kemungkinan terperosok kedalam perbuatan salah seperti yang
dialami oleh orang-orang disekitarnya.
Beliau tumbuh sebagai contoh keutaamaan akhlak yang
sempurna. Kemudian Allah mengangkat beliau menjadi nabi dan
rasul yang bertugas menegakkan kebenaran di kalangan hamba-
hamba-Nya, untuk dijadikan teladan bagi semua manusia agar
berakhlak seperti beliau, mencontoh beliau dalam ucapan maupun
perbuatannya. Sebab hanya dengan itu sajalah manusia dapat
meningkatkan martabatnya sitinggi mungkin dan akan terselamatkan
dari sifat-sifat yang rendah.
Rasulullah SAW adalah orang yang paling berusaha keras
menghindari marah, dan paling cepat merasa lega.
Kedermawanannya juga tidak ada bandingnya. Kemudian juga
kegemarannya menolong orang, kesetiaan akan dirinya, kesukaannya
memberi maaf, keramahan dalam pergaulan dan kasih sayangnya
kepada semua makhluk. Beliau sukar dicari bandingannya dalam
menjaga hubungan silaturahmi, kesetiannya pada janji, keadilan dan
kehati-hatiannya dalam menjaga amanat, kesucian dan zuhudnya
dalam kehidupan sehari-hari, kesungguhan berbicara, kerendahan
hatinya walau beliau berkedudukan tinggi, kegemarannya berdiam
diri dan tidak tergesa-gesa, dan ketaatan dan ketakutannya kepada
Allah SWT. Akhlak rasulullah yang sedemikian tinggi dan mulia itu
sudah dihayati sejak sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul.
Masyakat Arab sendiri sebelum Islam menyaksikan bahwa beliau
orang yang jujur dan tidak pernah berdusta.
15
Selain terkenal dengan keagungan budi pekertinya, beliau
juga terkenal dengan kesederhaan hidupnya dan tidak mementingkan
diri sendiri. Beliau terkenal juga sebagai orang yang amat periang dan
selalu cerah. Sifat-sifat yang serba baik dan sempurna itu sangat
memudahkan beliau dalam menjalankan tugas berdakwah. Beliau
telah berbuat banyak dan menderita banyak kesukaran dalam
perjuangan melawan kedzaliman serta mengikis habis adat istiadat
buruk yang merajalela sebelum kerasulan. Dengan gigih beliau
membela kaum fakir miskin dan berusaha memperbaiki keadaan
hidup mereka. Beliau menolong kaum janda dan anak-anak yatim.
Beliau selalu berada dipihak kaum tertindas serta berusaha
menyelamatkan mereka. Beliau telah berbuat banyak untuk
memperbaiki keadaan masyarakat, membangkitkan manusia,
menuntut kehidupan yang lebih baik serta membela kemanusiaan.
Semuanya itu dilakukan dengan menerapkan peraturan-peraturan
yang diterimanya dari Allah SWT.
Walau beliau seorang buta huruf dan tidak pernah berguru
kepada orang lain, tetapi kecerdasan akalnya, dengan ketepatan
pandangannya, dengan kebenaran analisanya, dengan ketajaman
mata hatinya, dengan kejernihan sanubarinya, dengan ketinggian
kebijaksanaanya, dan dengan pengetahuannya yang luas.
Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia ikut bersama kaum
Quraisy dalam perbaikan Ka'bah. Pada saat pemimpin-pemimpin
suku Quraisy berdebat tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar
Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut dan
memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan suku-
suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat
mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang
artinya "orang yang dapat dipercaya".
Diriwayatkan pula bahwa Muhammad adalah orang yang
percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara
amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan
sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu. Ia dikenal
menyayangi orang-orang miskin, janda-janda tak mampu dan anak-
anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong
mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah
membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi,
16
meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga
ia dikenal sebagai As-Saadiq yang berarti "yang benar".18
C. Penutup
Nabi Muhammad saw merupakan nabi dan rasul yang diutus
kepada manusia untuk memberikan bimbingan kepada jalan yang
lurus dengan perjuangan yang gigih. Beliau berhasil merubah
kebiasaan umat manusia dari keburukan kepada jalan kebenaran
untuk menyembah Allah swt. Dari sejarah kehidupan beliau kita
sebagai umat islam untuk menjadikan beliau sebagai contoh dan suri
tauladan bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam
lingkungan keluarga, agama, masyarakat, dan bernegara.
Bibliograf
Ahmad, Fazl. 2019. Biografi Singkat Muhammad. Jakarta: Desa
Pustaka Indonesia.
Hisyam, Ibnu. 2013. as-Sirah an-Nabawiyah. Al Qohiroh: Daar at-
Tauqifiyah Lilturots.
Lings, Martin. 2007. Muhammad. Kisah Hidup Nabi Berdasarkan
Sumber Klasik. Jakarta: PT. Ikrar Mandiriabadi.
Ridha, Muhammad. 2021. Lahirnya Muhammad (20 Agustus 570
M). Jakarta: Hikam Pustaka.
Salahi, M.A. 2006. Muhammad Sebagai Manusia dan Nabi.
Yogjakarta: Mitra Pustaka.
18 Prof. Fazl Ahmad, Biografi Singkat Muhammad, Desa Pustaka Indonesia,
(Perpustakaan Nasional RI: 2019), hal. 29.
17
Peristiwa Seputar Diangkatnya Muhammad Saw. Sebagai Nabi
Oleh :
(1) Nafisah Alhayataini
(2) Faizah Hanan
(3) Nurul Amni.
A. Pendahuluan
Nabi Muhammad saw adalah manusia sempurna lewat
keindahan akhlaknya, lurus prilakunya, kebersihan fitraahnya,
keluasan pengalaman hidupnya, mulai berdagang ketika masih
kecil, berangkat ke Syam untuk berdagang dalam perjalanan
musim dingin, yang dengan safar dan dagang itu memberinya
pengalaman tentang manusia, berperan serta bersama mereka
dalam kehidupan nyata, memperluas wawasan. Semua
pekerjaannya, perniagaannya, keluarganya tidak merubahnya dari
perenungan dan berfikir tentang kekuasaan langit dan bumi.
Tidak merubahnya dari tabiatnya yang lama terdiam, suka
berkhalwah (menyendiri) dari kaumnya, sehingga ia lepas dari
kesibukannya. Apa yang dilakukan kaumnya yang menyembah
berhala yang mereka buat sendiri, tidak nyaman di matanya, dan
tidak dapat diterima akalnya.
Hal ini terjadi tidak karena kekerdilan jiwa atau menghindari
kehidupan sosial. Demikian juga statusnya sebagai pedagang
tidak mungkin menyendiri dari kamunitas kaumnya. Akan tetapi
khalwah itu disebabkan oleh ketinggian jiwa, kemuliaan diri dari
kehinaan kaumnya yang terbiasa dengan tradisi nenek
moyangnya, seperti menyembah berhala, minum khamr, berjudi,
berlebihan dalam kelalaian dan kenikmatan, makan harta orang
lain dengan batil. Dan setelah menikahi Khadijah beliau
mendapat tugas untuk menjadi Nabi dan Rasul bagi seluruh umat
di dunia.
B. Pembahasan
B.1. Kebiasaan Nabi Muhammad Bertahannus
Kegiatan bertahannus yang di lakukan Rasulullah saw,
tidak datang secara serta merta begitu saja ia datang sebagai
18
kebiasaan yang Allah berikan kepada beliau sejak usia muda.
Dengan membawa roti, gandum dan air beliau pergi ke gua Hira
di Jabal Nur, yang jaraknya kira-kira 2 mil dari Makkah tanpa
seorangpun pendamping. Suatu gua Hira yang tidak terlalu besar
dan panjangnya 4 hasta dan lebarnya antara ¾ hingga 1 hasta.19
Disebutkan bahwa Allah memberikan anugerah kepada
Rasulullah dengan menumbuhkan sifat pada diri Rasulullah
berupa senang menyendiri. Dan kebiasaan ini meningkat ketika
Rasulullah menapaki usia dewasa, di usia ketika kepribadian
beliau makin bijaksana. Beliau melakukannya secara rutin dalam
durasi dan jangka waktu tertentu. Ada satu pendapat yang
menyebutkan Rasulullah bertahannus selama sepuluh hari dalam
satu tahun. Sebagian pendapat lain menyebutkan beliau
melakukan tahannus paling lama selama satu bulan
setiap tahunnya. Dalam rutinitas tahannus ini, Sayyidah Khadijah
memainkan peran yang tidak main-main. Terbukti, ia berperan
sebagai pendukung Rasulullah lahir maupun batin. Rasulullah
disebut selalu membawa bekal dari rumah tiap berangkat tahannus,
sesuai kebutuhan beliau. Ketika bekal sudah habis, entah karena
untuk beliau sendiri atau dibagikan kepada orang miskin, beliau
kembali lagi ke rumah dan akan membawa bekal lagi di tahannus
selanjutnya. Begitu habis, beliau kembali lagi ke rumah. Begitu
seterusnya berulang-ulang.
Adapun yang dilakukan Rasulullah selama bertahannus di
dalam Gua Hira ini kemungkinan besar memiliki kesinambungan
dengan ajaran dan tradisi nenek moyang beliau, Nabi Ibrahim.
Tahannus bukan tradisi aneh bagi para Hunafa’ (penganut ajaran
Hanif, ajaran Nabi Ibrahim) di masa jahiliyyah. Kakek beliau,
Sayyid Abdul Muthalib diketahui juga melakukannya. Jadi ini
merupakan tradisi yang sudah turun temurun. Dari keterangan di
atas, bahwa dalam peristiwa turunnya wahyu sendiri sangat kental
diwarnai oleh tradisi Ibrahimiyyah. Yang menunjukkan pula
bahwa agama Islam tidak serta merta berdiri sendiri, turun dari
langit di ruang hampa. Melainkan ia datang sebagai penyempurna
19 Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, “Sirah Nabawiyah” (Jakarta : Pustaka Al-
Kautsar, 2008), hal 61.
19
sekaligus penyambung pancaran cahaya dari ajaran nabi-
nabi yang terdahulu.
B.2. Dipilinya Muhammad SAW Menjadi Rasul
Ketika umur Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
hampir mencapai 40 tahun, sesuatu yang paling disukai adalah
mengasingkan diri. Beliau menghabiskan waktunya untuk
beribadah, memikirkan keagungan alam di sekitarnya dan
kekuatan yang tak terhingga di balik alam. Sementara itu, di
hadapan beliau juga tidak ada jalan yang jelas dan mempunyai
batasan-batasan tertentu, yang biasa menghantarkan kepada
keridhaan dan kepuasan hati beliau. Pilihan beliau untuk
mengasingkan diri ini termasuk satu sisi dari ketentuan Allah atas
diri beliau, sebagai langkah persiapan untuk menerima urusan
besar yang sedang ditunggunya.
Begitulah Allah mengatur dan mempersiapkan kehidupan
Rasulullah untuk mengemban amanat yang besar, merubah wajah
dunia dan meluruskan garis sejarah. Allah telah mengatur
pengasingan ini selama tiga tahun. bagi Shallallahu Alaihi wa
Sallam sebelum membebaninya dengan risalah. Rasulullah
dipersiapkan oleh Allah SWT secara penuh untuk menerima misi
kerasulan melalui wahyu. Baik secara fisik maupun mental,
Rasulullah tumbuh dengan penuh kesiapan melalui berbagai
perjalanan hidupnya. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya
Allah menciptakan segala makhluk, maka dari sekian makhluk itu
Dia memilih anak cucu Adam. Lalu Dia memilih dari anak cucu
Adam itu bangsa Arab. Lalu Dia memilih dari bangsa Arab itu sku
Mudlar. Lalu Dia memilih dari suku Mudlar itu suku Quraisy. Lalu
dia memilih dari suku Quraisy itu bani Hasyim. Lalu dia memilih
aku dari bani Hasyim. Maka aku adalah pilihan terbaik di antara
manusia pilihan. Oleh karena itu, siapa saja yang mencintai bangsa
Arab kantaran cinta kepadaku, maka aku mencintainya. Dan siapa
saja yang membenci bangsa Arab lantaran benci kepadaku, maka
aku membencinya," (HR. Al-Baihaqi dalam Dalailun-Nubuwah
dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak dari Ibnu Umar).20
20 Fi Zhilail-Qur’an, 26/166
20
Oleh karena itu, Allah menakdirkannya sebagai manusia
yang ummi, artinya orang yang suci sebagaimana saat ia baru lahir
dari rahim ibunya yang tidak pernah mendapat ilmu dari sesama
manusia. Dengan demikian, Allah-lah yang mengajar Muhammad
secara langsung. Sejak kecil, Muhammad juga terpelihara dari
dosa. Mukjizat juga datang silih berganti. Pada saat di bawah
asuhan wanita yang menyusuinya, Halimah al-Sa'diyah,
Muhammad kecil pernah mengalami peristiwa yang
mencengangkan. Suatu ketika saat Nabi Muhammad tengah
bermain di pelosok desa bersama Abdullah ibn Harits, saudara
sesusu Nabi SAW, Nabi tiba-tiba dihampiri dua lelaki berpakaian
putih. Lelaki tersebut merupakan malaikat yang kemudian
membawanya dan membelah perut dan dadanya untuk
mengeluarkan dari hatinya sesuatu yang mirip dengan segumpal
daging berwarna hitam. Kemudian mereka mencucinya dengan
cairan mirip salju.
Dengan demikian, Allah sudah membersihkan hati
Muhammad sejak kecil. Ketika masih kanak-kanak, sikapnya yang
bijak sudah terpancar dan membuat teman-temannya senang
terhadapnya. Di antara kaumnya, Muhammad adalah orang yang
paling ksatria, paling santun, dan paling jujur ucapan dan
perbuatannya. Muhammad juga menggembala kambing, yang
membuatnya memiliki kepribadian yang sabar, santun, dan peduli.
Allah juga meghendaki Muhammad menikah dengan Siti
Khadijah yang dapat memberikan kasih sayang dan meringankan
bebannya. Khadijah merupakan wanita terkaya di zamannya dan
paling tinggi kedudukannya. 21
B.3. Peristiwa turunnya QS. Al-alaq 1-5
Tepat di bulan Ramadhan pada tahun ke tiga Muhammad
menyendiri dalam masa pengasingan di goa hiro, Allah hendak
melimpahkan rahmatnya kepada penghuninya, memuliakan
beliau sambil membawa ayat-ayat al-qur’an.
Tatkala beliau sedang dalam keadaan tidur di gua Hiro,
ketika itulah datang Malaikat membawa sehelai lembaran seraya
21 Muh. Mutawalli Al-Sya’rawi, “Kedudukan Muhammad SAW. Sebagai
Rahmatan lil ‘Alamin pilihan Allah SWT” (Jakarta : Republika penerbit, 2011), hal 89.
21
berkata kepadanya; (اقراءbacalah) dengan terkejut Muhammad
menjawab (ما اقرءsaya tidak dapat membaca) Jawab Muhammad.
Tubuhnya bergetar hebat. Jibril terus bergerak mendekati
Muhammad, Melihat muhammad yang tidak berdaya, jibril segera
memeluknya. Tubuh muhammad yang menggigil ditutupi dengan
selimut oleh jibril. pelukan itu tidak dilepaskan jibril hingga
akhirnya Muhammad pulih. Jibril kembali berucap, “bacalah”.
“Aku tidak bisa membaca’’ Jawab Muhammad. Jibril pun
memeluk dan menyelimuti Muhammad untuk ketiga kalinya.
Setelah Muhammad pulih , jibril melepas pelukannya sambil
berkata : ْاِقَْرأ ,ِم ْن عَلَ َۚق عََلََّخملَاَقِْلانِْْلَسنْا ََنسا َمَنا,َق,َۚ ْسِامَلّ َِذربِ ْيَكعَاََللَّّمِذ ِْيبلَْقلََخ ُِۙلَم,ااِقْْلََرأْْكَِرُۙبم
َلْ يَ ْعلَ ْم
َوَرُبّ َك
Artinya: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah
menciptakan. Dia telah menciptakan manusiadari segumpal
darah. Bacalah, dan Tuhanmu itu maha mulia. Dia telah mengajar
dengan Qalam. Dia telah mengajar manusia apa yang tidak
mereka ketahui. Dengan wahyu pertama itu, berarti Muhammad
telah dipilih Tuhan sebagai nabi. Dalam wahyu pertama ini, dia
belum diperintahkan untuk menyeru manusia kepada suatu
agama”. (QS al-Alaq 96: 1-5)
Muhammad terdiam dan patuh sera tubuhnya bergetar. Beliau
menyimak kalimat itu dengan susah payah. Usia beliau saat itu 40
tahun, 6 bulan dan 12 hari berdasarkan penanggalan Hijriyah
hari menurut kalender Masehi. Malam itu adalah awal dari masa
kenabian Muhammad.22
Kemudian beliau terbangun ketakutan, sambil bertanya-
tanya kepada dirinya: gerangan apakah yang dilihatnya? beliau
menoleh ke kanan dan ke kiri tapi tak melihat apa-apa. Beliau diam
sebentar gemetaran ketakutan dan Kuatir akan apa yang terjadi
dalam gua itu. Ia lari dari tempat itu semuanya serba
22 Ahmad Hatta, “The Great Of Muhammad SAW”, (Jakarta, Maghfirah Pustaka,
2014), hal 107.
22
membingungkan. Tak dapat ia menafsirkan apa yang telah
dilihatnya itu.
Cepat-cepat ia menyusuri celah-celah gunung, sambil
bertanya-tanya dalam hatinya siapa gerangan yang menyuruh
membaca itu? Kemudian ia memasuki pegunungan itu masih
dalam rasa ketakutan dan masih bertanya-tanya. Tiba-tiba ia
mendengar suara yang dahsyat memanggilnya. Ia melihat ke
permukaan langit. Tiba-tiba yang terlihat adalah malaikat dalam
bentuk manusia. Dalam keadaan demikian khadijah telah
mengutus orang untuk mencari Muhammad namun tidak
menemukannya.23
Rasulullah SAW lalu pulang menemui Khadijah bin
khuailid, seraya bersabda” selimutilah aku, selimuti aku! “maka
beliau di selimuti hingga badan beliau tidak lagi mengigil layakya
terkena demam. “Apa yang terjadi padaku beliau bertanya pada
khadijah. Maka dia memberitahukan apa yang baru saja terjadi.
Beliau bersabda, “aku kawatir terhadap keadaan diriku sendiri.”
Khadijah berkata, “tidak. Demi Allah, Allah tidak akan
menghinakanmu selamanya, karena engkau suka menyambung
tali persaudaraan, ikut membawakan beban orang lain, memberi
makan orang miskin, menjamu tamu, dan menolong orang yang
menegakkan kebenaran.24
B.4. Peristiwa penting seputar diangkatnya menjadi rasul
Di antara peristiwa manakjubkan menjelang kenabian,
yaitu adanya sebuah batu yang mengucapkan salam kepada
beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Peristiwa ini diceritakan
sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
sebagaimana dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim
(4/1782) :
23 Muhammad husain haikal,,”Sejarah Hidup Muhammad”,(Jakarta,Litera Antar
Nusa,2001) hal 80.
24 Shafiurrohman Al-Mubarok furi, “siroh namawiyah”, (alkautsar buku islam
utama, 2006), hal 92.
23
يقَاَسَللِمَرسعَلَْوَيل اقَلْبلهَِل اََصْلن َاىبْاعَللهَثَعاِلَِيْْنِه ََْولََسْعلَِرفَمهاِاَِْْْنل ََْنلَ ْعِرف َح َجًرا لَِم َكةَ َكا َن
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Sungguh aku
mengetahui, ada sebuah batu di daerah Mekkah, yang dia itu
mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diangkat menjadi
Rasul. Aku sungguh mengetahuinya sekarang”.
Adapun kejadian penting sebelum diangkatnya menjadi rasul dan
menadaptkan wahyu pertama ialah:
1. Mimpi kebenaran
Enam bulan sebelum wahyu pertama turun, Nabi
Muhammad selalu mendapat mimpi-mimpi. Aisyah
memberi keterangan, “Yang pertama sekali mendahului
kedatangan wahyu kepada Rasulullah adalah mimpi-
mimpi yang benar. Setiap mimpi beliau selalu terbukti
(kebenarannya) secara nyata, seterang cahaya di pagi
hari.
Setelah itu beliau terdorong untuk menyendiri
(bersemedi), bertempat di Gua Hira untuk beribadah
beberapa malam. Dan kembali lagi kepada keluarganya
untuk mengambil bekal bersemedi berikutnya. Hingga
suatu ketika datang kepada beliau al-Haq, kebenaran
mutlak, yaitu dengan datangnya malaikat yang
menyampaikan “Igra’ dan seterusnya.” (HR Imam
Bukhari)
Beberapa waktu menjelang turunnya wahyu pertama,
Nabi Muhammad SAW sering kali mendengar suara yang
berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya engkau
adalah pesuruh Allah (Rasulullah) yang benar.25
2. Tafsir mimpi
Dan ketika Nabi mengarahkan pandangan mencari
sumber suara itu, beliau mendapati seluruh penjuru telah
dipenuhi oleh cahaya yang gemerlap dan hal ini
mencemaskan beliau sehingga dengan tergesa-gesa
beliau menemui istri tercinta, Khadijah.
25 Zadul-Ma’ad, 1/18.
24
Khadijah menyarankan Nabi menemui Waraqah
bin Naufal, seorang tua yang mempunyai pengetahuan
tentang agama-agama terdahulu. Dalam pertemuan
tersebut terjadilah dialog. “Dari mana engkau mendengar
suara tersebut?” tanya Waraqah, “Dari atas,” jawab Nabi.
Waraqah berkata lagi, “Yakinlah bahwa suara itu
bukan suara setan, karena setan tidak akan mampu datang
dari arah atas, tidak pula dari arah bawah. Suara itu adalah
suara dari malaikat” (M. Quraish Shihab, Tafsir Al-
Qur’an Al-Karim Tafsir atas Surat-Surat Pendek
Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu, Pustaka Hidayah.
Jakarta: 1997).
Dalam al-Quran surat al-Araf ayat 17 disebutkan
sumpah iblis untuk mengoda manusia dari empat penjuru:
muka, belakang, kanan, dan kiri. Tanpa menyebutkan
arah atas atau bawah, Arah atas diartikan oleh sebagian
ulama sebagai arah ketinggian dan keagungan Tuhan
serta rahmat-Nya. Arah bawah sebagai lambang
kerendahan dan ketaatan manusia dalam
memperhambakan diri kepada-Nya.
Seseorang tidak akan terkecoh dan dipengaruhi
oleh rayuan setan selama ia menengadah ke atas
mengakui Kemahaagungan Allah SWT atau sujud di
tanah mengakui kelemahan dan kebutuhan kepada Zat
Yang Mahatinggi itu.
3. Menyendiri di Gua Hira
Sejarah mencatat, sebelum menerima wahyu pertama
Nabi Muhammad SAW punya kebiasaan melakukan
tahannuf atau tahannuth (berasal dari kata hanif yang
berarti cenderung kepada kebenaran). Yaitu kebiasaan
mengasingkan diri dari keramaain orang.
Dalam ber-tahannuth itu Nabi ber-khalwat dan
mendekatkan diri kepada Tuhan dengan bertapa dan
berdoa. Dengan tahannuth beliau melakukan perenungan
tentang alam dan kekuatan besar yang ada di baliknya.
25
4. Kematangan usia
Sejarah mencatat, saat menerima wahyu usia beliau
mencapai empat puluh tahun. Usia empat puluh tahun
adalah puncak kematangan seseorang. Oleh karena itu,
konon, para rasul diutus pada usia tersebut.
Kematangan usia ini didukung pula oleh kematangan
pribadi yang telah diuji oleh terbentuknya keluarga yang
telah dijalani beliau sejak usia dua puluh lima tahun,
Pertama, seorang bisa dikatakan matang (untuk
memimpin), jika ia sudah teruji dalam kepemimpinan di
keluarga. Bagaimana ia akan memimpin umat, memimpin
dunia, jika ia belum teruji dalam kepemimpinan keluarga.
Kedua, keluarga adalah miniatur masyarakat. Seorang
pemimpin akan menjadi contoh masyarakat tentang
kehidupan yang baik.26
C. Penutup
Nabi muhammad diangkat menjadi nabi dan rasul pada usia
40 tahun. Dan pertama kali menerima wahyu saat nabi sedang
bertahannus di gua hira. Nabi menerima surah al alaq ayat 1-5 yang
disampaikan malaiat jibril pada malam ke 17 Ramadhan. Peristiwa
ini menjadi tanda muhammad diangkat menjadi nabi dan rasul
allah swt. Malaikat jibril datang dan menuruh nabi muhammad
untuk membaca. Nabi muhammad kemudian menjawab bahwa
beliau tidak bisa membaca. Malaikat jibril kemudian menyuruh
nabi untuk membaca dan nabi kembali menjawab dengan jawaban
yang sama. Malaiakat jibril kembali berkata Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan
Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Setelah itu nabi menerima
wahyu secara bertahap dan beliau menjadi rasul selama kurang
lebih 23 tahun. Ada yang menyatakan bahwa nabi muhammad
menjadi rasul selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.
26 Mohammad Nurfathoni, “Peristiwa Penting Sebelum Turunnya Wahyu”, (Sabtu,
05 September 2020).
26
Bibliografi
Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, “Sirah Nabawiyah”
(Jakarta : Pustaka Al-Kautsar, 2008).
Muh. Mutawalli Al-Sya’rawi, “Kedudukan Muhammad
SAW. Sebagai Rahmatan lil ‘Alamin pilihan Allah SWT” (Jakarta
: Republika penerbit, 2011).
Ahmad Hatta, “The Great Of Muhammad SAW”, (Jakarta,
Maghfirah Pustaka, 2014).
Muhammad husain haikal,,”Sejarah Hidup
Muhammad”,(Jakarta,Litera Antar Nusa,2001).
Shafiurrohman Al-Mubarok furi, “siroh namawiyah”,
(alkautsar buku islam utama, 2006).
Mohammad Nurfathoni, “Peristiwa Penting Sebelum
Turunnya Wahyu”, (Sabtu, 05 September 2020).
27
Dakwah Secara Tertutup, Wahyu Pertama dan Assabiqun al-Awwalun
Oleh :
(1) Fatkhiyah
(2) Nia Kurniawati
(3) Fida Musta’inah
A. Pendahuluan
Rasulullah adalah utusan Allah yang termulia sebagai
pembawa rahmat bagi seluruh alam semesta.Nabi Muhammad
merupakan nabi terahir dan penutup para nabi yang membawa
cahaya kebenaran untuk seluruh umat manusia dan penyempurna
ajaran-ajaran nabi terdahulu.
Dalam melakukan penyebaran agama islam Nabi Muhammad
awalnya menggunakan cara sembunyi-sembunyi,hal ini ndi
karnakan dengan cara ini akan sangat menguntungkan
terlebihuntuk memperkuat kemanan dan akidah kaum muslim
pemula.
Pada usia 40 tahun Nabi Muhammad di angkat sebagai Nabi
dan Rasul dengan di tandai turunnya QS. Al-Alaq : 1-5 di Gua Hira’
. Syaikh Shafiyaurrahman dalam kitab beliau Rahiqul makhtum
menelaah waktu tutunnya wahyu pertama ini, dan beliau
menyimpulkan peristiwa ini terjadi pada hari senin 21 Ramadhan di
malam hari.
Rasulullah mengenalkan islam kepada keluarga dan
sahabat-sahabat terdekat beliau,adapun orang-oran yang pertama
masuk islam ( Assabiqunal awwalun ) yaitu istri Rasulullah
Khadijah binti Khuwalidin, pelayan beliau Zaid bin Haritsah bin
Syurahbil Al-Kalabi, anak paman beliau Ali bin Abi Tholib, dan
Abu Bakar As-shiddiq, mereka masukislam pada hari pertama di
mulainya dakwah.
B. Pembahasan
B.1. Dakwah Secara Tertutup
Sebagai mana yang sudah di ketahui, Makkah merupakan
sentral agama bangsa arab.Disana ada peribadatan terhadap ka’bah
dan penyembahan terhadap berhala dan patung patung yang
disucikan seluruh bangsa arab.Cita-cita yntuk memperbaiki
28
keadaan mereka tentubertambah sulit dan berat jika orang yang
berhak mengadakan perbaikan jauh dari lingkunganmereka.Hal ini
nmembutuhkan kemauan keras yang tidak bisa di guncang
musibah dan kesulitan.Maka dalam menghadapi kondisi seperti ini
tindakan yang paling bijaksana adalah tidak kaget karna tiba-tiba
menghadapi sesuatu yang menggusarkan mereka.
Pada awal dakwahnya, nabi Muhammad menggunakan
dakwah sirriyah (sembunyi- sembunyi/tertutup) dalam
menyebarkan Islam. Nabi Muhammad melakukan dakwah sirri
bukan karena takut melainkan strategi dakwah. Dimana Nabi
mengantisipasi pengikut Nabi yang masih sedikit dan belum kuat.
Sedangkan ancaman dan siksaan masyarakat kafir Quraisymasih
kuat dan status kota Mekkah sebagai pusat agama bangsa Arab.
Disana terdapat para pengabdi ka’bah dan tiang sandaran bagi
berhala dan patung-patung yang dianggap suci oleh seluruh bangsa
Arab Nabi Muhammad Saw melakukan dakwah sirri dengan
pendekatan personal. Hal ini disebabkan pendekatan personal
memiliki keterkaitan batin serta interaksi emosional antara
pengajak dan yang diajak. pendekatan personal ini Nabi Saw telah
menggabungkan antara ikhtiar dan tawakal. Artinya nabi dalam
berdakwah memperhatikan situasi dan kondisi yang ada.
Nabi Muhammad Saw melaksanakan dakwah sirriyah
selama 3 tahun. Pertama-tama, Nabi memperkenalkan Islam
kepada orang-orang terdekat, keluarga besar serta sahabat- sahabat
karib beliau. Mereka diajak untuk memeluk Islam. Dalam sejarah
Islam dikenal sebagai as-Saabiquun al-Awwalluun (orang-orang
yang paling dahulu dan pertama masuk Islam). Adapun yang
menjadi landasan Rasulullah Saw :
1. Wahai orang-orang yang berkumpul (berselimut).
2. Bangunlah, lalu berilah peringatan.
3. Dan agungkanlah Tuhanmu.
4. Dan bersihkanlah pakaianmu.
5. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji.
6. Dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud)
memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
7. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.
Setelah turunnya ayat-ayat surah al-Muddatsir, Rasulullah
29
memulai menjalankan misi dakwah di jalan Allah.Kalaitu,
kaumnya masih kering.tidak punya keyakinan selain paganisme.
Mereka melakukannya tanpa dasar yang kuat, semata-mata
mengikuti tradisi nenek moyang.Mereka tidak punya etika
selainkebanggaan dan harga diri. Mereka tidak punya solusi
masalah selain pedang.Sekalipun demikian mereka tetaplah
pemimpin agama di Jazirah arab. Semua ini menjadi alasan
mengapa dakwah awal mulanya dilakukandengan sembunyi-
sembunyi, yakni agar penduduk Mekkahtidak kaget dengansuatu
ajaran yang tiba-tiba menggusarkan mereka27.
Muhammad Al-Ghazali menuturkan kabar tentang dakwah
islam ini sudah mulai menyebar di kalangan orang-
orangQuraisy,namun mereka tidak ambil peduli.Sebab mereka
mengira bahwa Muhammad hanya salah seorang di antara mereka
yang peduli terhadap urusanagama,yang suka berbicara masalah
ketuhanandam hak-haknya,seperti yang biasa di lakukan Umayyah
bin Ass-Shallat,Qus bin saidah,Amr bin nufail dan orang-orang
yang lain.Tapinlama kelamaan ada pula perasaan hawatir yang
mulai menghantui mereka karna pengaruh tindakan beliau.
Selama tiga tahun dakwah masih di lakukan secara
sembunyi-sembunyi danperorangan.selama jangka waaktu ini telah
terbentuk sekelompok orang-oramg mukmin yang senantiasa
menguatakan hubungan persaudaraan dan saling bahu-
membahu.Penyaimpaian dakwah terus di lakukan hingga turun
wahyu yang mengharuskan Rasulullah menampakkan dakwah
kepada kaumnya,menjelaskan kebatilan nmereka dan menyerang
berhala-berhalasesembahan mereka.28
B.2. Wahyu Pertama Kali Turun
Ketika usia beliau mendekati 40 tahun, beliau telah banyak
merenungi keadaan kaumnya dan menyadari banyak keadaan
kaumnya tidak sejalan dengan kebenaran. Beliau pun mulai sering
uzlah (mengasingkan diri) dari klaumnya.Beliau biasa bertahannuts
27Shafiyurahman al-Mubarakfuri, Ar-Rahiq Al-Makhtum: Sirah
Nabawiyah,(Jakarta: Qitshi Press, 2014)
28 Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri,Sirah Nabawiyah (Jakarta: Pustaka Al-
Kautsar, 1970), hal 76.
30
di gua Hira yang terletak di Jabal Nur, dengan membawa bekal aiir
dan roti gandum. Gua Hira merupakan gua kecil yang berukuran
lebar 1,7 hasta daan panjang 4 hasta dengan ukuran dzira` hadid
(ukuranhasta dari besi).
Beliau tinggal di dalam gua tersebut selama Ramadhan. Beliau
menghabiskan waktu untuk beribadah disana dan banyak merenungi
kekuasaan Allah di alam semesta yang begitu sempurna. Selama
perenungan itu juga beliau menyadari keterpurukan kaumnya yang
masih terbelenggu oleh keyakinan syirik. namun ketika itu beliau
belum memiliki jalan yang terang dan manhaj yang jelas mengenai
bagaimana jalan yang harus di tempuh.29
Ketika usia beliau genap 40 tahun, tanda-tanda kenabian semakin
nampak dan bersinar. Diantaranya ada sebuah batu di Mekkah yang
mengucapkan salam kepada beliau. Beliau Shallallahu`alaihi
Wasallam bersabda:
“Sungguh aku mengetahui sebuah batu di mekkah yang
mengucapkan salam kepadakusebelum aku diutus (menjadi Nabi).
Dan aku masih mengenalkan sampai sekarang “(HR.Muslim
no.2277).
Kemudian diantara tanda lainnya adalah mimpi-mimpi beliau
semakin jelas, yang disebut dengan ru`ya ash shadiqah. Dan ini
merupakan salah satu tanتdِaَّوkبeّلُنnاaْنbiِمaءًاnْز.جRaَيsْْuِعlَربuَْاlَوlةaِّتhَِسSمْنaِءwجْزbeلَةrِsِاaّصbَ dلaاَا:اَلرْؤي
“mimpi yang benar adalah salah satu dari 46 tanda kenabian”
(HR.Muslim no 2263).30
Syaikh Shafiyaurrahman Al- Mubarakfuri, dalam kitab beliau
Rahiqul Makhtum menelaah waktu turunnya wahyu pertama ini, dan
beliau menyimpulkan bahwa peristiwa ini terjadi pada hari senin
tanggal 21 Ramadhan di malam hari,bertepatan dengan 10 Agustus
610 M. Dan Nabi saat itu berusia 40 tahun, 6 bulan, 12 hari menurut
kalender hijriyah. Atau seketir 39 tahun, 3 bulan dan 20 hari menurut
kalender masehi.
Ada 3 pendapat yang disebutkan para ulama menegenai ayat
mana yang pertama kali turun. Pendapat pertama yang pertama kali
29 Yasirmuhammad,Ade Jamaruddin, Studi Al Qur’an,(Riau 2012,hal.51)
30 Yasirmuhammad,Ade jamaruddin; studi al - Qur’an, (Riau 2012, hal.51)
31
turun adalah surah Al-Alaq ayat 1-5 sebagaimana keterangan dari
Aisyah rashiyallahu`anha, beliau menyebutkan:
“Awal turunnya kepada Rasulullah Saw dimulai dengan aru`ya
ash-shadiqah (mimpi yangbenar dalam tidur). Dan tidaklah Beliau
di anugrahi rasa ingin umtuk menyendiri. Nabi pun memliuh gua
Hira dan ber- tahannuts. Yaitu beribada di malam hari dalam
beberapa waktu. Kemudian beliau kembali kepada keluarganya
untuk mempersiapkan bekal untuk ber- tahannuts kembali.31
Pendapat kedua yaitu: yang pertama kali turun adalah surah Al-
mudatsir 1-3 berdasarkan keterangan dari jabir bin Abdillah
radhiyallahu `anhu. Dari Abu Salamah bin Abdirrahman ia
mengatakan: “Aku bertanya kepada jabir bin Abdillah: ayat Al-
Quran mana yang pertama kali turun?Jabir menjawab: yaa ayyuhal
muddatsir. Abu salamah menukas: bukanlah iqra`bismirabbika?
Jabir mengatakan: tidak akan aku kabarkan kecuali apa yang
disabdakan Rasulullah Saw, beliau bersabda: Aku berdiam diri di
gua Hira, ketika selesai berdiam, akupun beranjak turun keluar.
Ladan kesebelu ada yang menyeruku, akupun melihat kesebelah
depan dan belakangkudan kesebelah kanan dan diriku. Ternyata,
(yang memanggilku) ia dudik diatas arsy antara langit dan bumi, lalu
aku bergegas mendatangi Khadijah lalu berkata: Selimutlah aku.
Dan tuangkanlah air dingin pada tubuhku. Lalu turunlah ayat (yaa
ayyuhal muddatsir), Qum fa- anzhir warabbaka fakabbir (wahai
orang yang berselimut,bangunlah dan berilah peringatan Dan
Tuhanmulah Agungkanlah (H.R Bukhori no 4924)
Pendapat ke tiga yaitu: pertama kali turun adalah surah Al-
Fatihah: dalam sebuah riwayatDari Abu Ishaq dari Abu Maysarah ia
berkata, ketika Rasulullah Saw mendengar suara gaib beliaupun
pergi dalam keadaan takut. Kemudian beliau menyebutkan tentang
malaikat dan menyampaikan: Alhamdulillahi rabbil `alamin sampai
akhir surah (di nukil dari Ali Burhan fiUlumil Qur`an,207).
Setelah menerima wahyu di gua Hira, Beliau Nabi Saw kembali
kerumah khadijah, sebagaimana disebutkan dalam hadist Aisyah
radhiyallu `anha: “Beliau pulang dalam kondisi gemetaran dan
bergegasan hingga masuk kerumah Khadijah. Kemudian Nabi
berkata kepadanya: Selimuti aku,selimuti aku .Maka khadijah pun
31 Yasirmuhammad,Ade jamaruddin; studi al - Qur’an, (Riau 2012, hal.51)
32
menyelimutinya hingga hilang rasa takutnya. Kemudian Nabi
bertanya: Wahai Khadijah, apa yang terjadi denganku ini? Lalu Nabi
bercerita kejadian yang beliau alami kemudian mengatakan, “akun
amat khawatir terhadap diriku.’maka Khadijah mengatakan,’sekali-
kali janganlah takut!Demi Allah, Dia dilaturrahmi, pemikul beban
orang lain yang susah, pemberiorang yang miskin, penjamu tamu
dan penolong orang yang menegakkan kebenaran .Setelah itu
Khadijah pergi bersama Nabi menemui Waraqah bin Naufal tidak
akan menghinakanmu selama-lamanya. Sungguh engkau adalah
orang yang menyambung tali, ia adalah sodara dari ayahnya
Khadijah. Waraqah telah memeluk agama Nasrani sejak zaman
jahiliyyah. ia pandai menulis Al-kitab dalam bahasa arab seberapa
yang di kehendaki Allah untuk dapat ditulis. Namun usianya ketika
itu telah lanjut dan matanya telah buta.32
Khadijah berkata kepada waraqah, “wahai paman.Dengarkan
kabar dari anak saudaramu ini”. Waraqah berkata, ’(Jibril) ini adalah
Nama yang telah di utus Allah kepada Nabi Musa . Duhai, semoga
saya masih hidup ketika kamu diusir oleh kaummu”. Nabi bertanya
“Apakah mereka akan mengusir aku?” Waraqah menjawab,” ya,
betul. tidak ada seorangpun yang diberi wahyu seperti engkau kecuali
pasti di musuhi orang. Jika aku masih mendapati hariitu niscaya aku
akan menolongmu sekuat-kuatnya.” Tidk berapa lama kemudian
waraqah meninngal dunia.” (HR.Al- Bukhari no.6982)
B.3. As-Sabiqunal Awwalun
Hal yang lumrah ketika Rasullah menunjukkan Islam
terhadap orang-orang terdekatnya, seperti keluarga dan sahabat-
sahabat karibnya. Mereka adalah istri beliau. Khadijah binti
Khuwalidin, pelayan beliau Zaid bin Haritsah bin Syurahbil Al-
Kalabi, anak paman beliau Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar As-
shidiq, mereka masuk Islam pada hari pertama dimulainya da’wah.
Empat orang ini, memeluk Islam dalam hari yang sama. Pada hari
Rasulullah صلى الله عليه وسلمdiperintahkan untuk mengemban dakwah
Islam dan memperingatkan manusia. Beliau menyeru mereka
kepada Islam, maka mereka yang diseru ini langsung memenuhi
32 Yasirmuhammad,Ade jamaruddin; studi al - Qur’an, (Riau 2012, hal.51)
33
seruan beliau. Dalam sejarah Islam mereka dikenal dengan sebutan
as-sabiqunal awwalun. Istilah as-sabiqunal awwalun.
Dari kata ( ال َّسابِقُو نas-sabiqun) artinya orang yang terdahulu dan
( الأ َّو ُلو نal-awwalun) bermakna orang-orang yang pertama. Maka
jika digabungkan dua kata tersebut, memiliki makna yang terdahulu
yang pertama-tama masuk Islam.
Allah ع ّزوج ّلberfirman:
َاتَْتّتَبََهعاْواهْْلمَْْٰنِّبِر ْحّٰخَلسِاِدُۙيْن َن
َواََلتِّْرِذيْْيَن َََلواْْملَنَْجّٰنَصا ِرت اْلََّولْوَن ِم َن الْم ّٰه ِجِريْ َن َفَِّروايْلَِضهّٰآسَيبِاَقبَاًّْٰوّدلالَن
ّٰذعَلِنْهَكْمالَْوَفَرْوزضْاوالْعَعَْنِظيْهمَواَ َع َّد
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk
Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-
orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada
mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan
bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya
kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.
(QS. At-Taubah/9:100)
Golongan Assabiqunal Awwalun :
1. Khadijah binti Khuwailid.
Beliau adalah istri dari Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dan golongan Wanita pertama yang masuk Islam.
2. Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah
Ketika usia 10 tahun dalam asuhan Rasullah Ali masuk Islam
dan dia berasal dari golongan anak-anak yg pertama masuk
Islam.
3. Zaid bin Haritsah
Dia adalah seorang pelayan yang mengenal sosok Nabi yang
tulus, penuh keikhlasan, jujur dan kesempurnaan perilakunya.
Dia adalah orang pertama dari golongan budak yang memeluk
Islam.
4. Abu Bakar bin Abi Quhafah
Dia adalah orang yang pertama masuk Islam dari golongan
sahabat karib Nabi Muhammad SAW. Ia sangat bersemangat
dalam berdakwah kepada Islam. Dia adalah seorang laki-laki
34
yang lemah lembut, pengasih dan ramah, memiliki akhlak yang
mulia dan terkenal. Kaumnya suka mendatangi Abu Bakar dan
menyenanginya, karena dia dikenal sebagai orang yang memiliki
pengetahuan dan sukses dalam berdagang serta baik
pergaulannya dengan orang lain.
Setelah Abu Bakar masuk Islam, menyusul seluruh anggota
keluarganya pun masuk Islam. Berkat seruannya, ada beberapa
orang yang masuk Islam, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam,
Abdur-Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin
Ubaidillah. Kemudian kawanan lain yang juga lebih dahulu
masuk Islam adalah Bilal bin Rabbah Al-Habsyi, lalu disusul
Abu Hubaidah Amir bin Al-Jarrah dari Bani Al-Harits bin Fihr,
Abu Salamah bin Abdul Asad, Al-Arqam bin Abil-Arqam al-
Makhzumi, Utsman bin Mazh’un kedua saudaranya, Qudamah
dan Abdullah, Ubaidah bin Al-harits bin Al-Muthtalib bin Abdi
Manaf, Sa’id bin Zaid Al- Adawi dan istrinya, Al-Khathab,
Khabbab bin Al-Aratt, Abdullah bin Mas’ud Al- Hudzali dan
masih banyak lagi. Mereka ini disebut juga as-sabiqunal
awwalun, yang semuanya berasalah dari Kabilah Quraisy.
Ibnu Ishaq berkata, “Setelah itu banyak orang yang masuk
Islam baik laki-laki maupun perempuan, sehingga nama Islam
menyebar di seluruh Mekkah dan banyak yang
membicarakannya”
C. Penutup
1. Dakwah secara tertutup
Dakwah Secara Tertutup dimana Nabi mengantisipasi
pengikut Nabi yang masih sedikit dan belum kuat. Hal ini
disebabkan pendekatan personal memiliki keterkaitan batin serta
interaksi emosional antara pengajak dan yang diajak. Nabi
Muhammad Saw melaksanakan dakwah sirriyah selama 3 tahun.
Pertama-tama, Nabi memperkenalkan Islam kepada orang-orang
terdekat, keluarga besar serta sahabat-sahabat karib beliau. Dan
janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud)
memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Setelah turunnya ayat-
ayat surah al-Muddatsir, Rasulullah memulai menjalankan misi
dakwah di jalan Allah. Dakwah kepada kaumnya,menjelaskan
35
kebatilan nmereka dan menyerang berhala-berhala sesembahan
mereka.
2. Wahyu pertama kali turun
Wahyu Pertama Kali Turun. Ketika usia beliau mendekati 40
tahun, beliau telah banyak merenungi keadaan kaumnya dan
menyadari banyak keadaan kaumnya tidak sejalan dengan
kebenaran. Beliau menghabiskan waktu untuk beribadah disana
dan banyak merenungi kekuasaan Allah di alam semesta yang
begitu sempurna. Selama perenungan itu juga beliau menyadari
keterpurukan kaumnya yang masih terbelenggu oleh keyakinan
syirik. Ketika usia beliau genap 40 tahun, tanda-tanda kenabian
semakin nampak dan bersinar. “Sungguh aku mengetahui sebuah
batu di mekkah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku
diutus (menjadi Nabi). Kemudian diantara tanda lainnya adalah
mimpi-mimpi beliau semakin jelas, yang disebut dengan ru`ya ash
shadiqah. Dan Nabi Saw saat itu berusia 40 tahun, 6 bulan, 12 hari
menurut kelendern hijriyah. Atau sekitar 39 tahun, 3 bulan dan 20
hari menurut kalender masehi. Ada 3 pendapat yang disebutkan
para ulama menegenai ayat mana yang pertama kali turun. “Awal
turunnya kepada Rasulullah Saw dimulai dengan aru`ya ash-
shadiqah (mimpi yang benar dalam tidur). Kemudian beliau
kembali kepada keluarganya untuk mempersiapkan bekal untuk
ber-tahannuts kembali. Pendapat kedua yaitu: yang pertama kali
turun adalah surah Al-mudatsir 1-3 berdasarkan keterangan dari
jabir bin Abdillah radhiyallahu `anhu. “Aku bertanya kepada jabir
bin Abdillah: ayat Al-Quran mana yang pertama kali turun? Jabir
menjawab: yaa ayyuhal muddatsir. Abu salamah menukas:
bukanlah iqra`bismirabbika? Jabir mengatakan: tidak akan aku
kabarkan kecuali apa yang disabdakan Rasulullah Saw, beliau
bersabda: Aku berdiam diri di gua Hira, ketika selesai berdiam,
akupun beranjak turun keluar. Ladan kesebelu ada yang
menyeruku, akupun melihat kesebelah depan dan belakangku dan
kesebelah kanan dan diriku. Pendapat ke tiga yaitu: pertama kali
turun adalah surah Al- Fatihah: dalam sebuah riwayat Dari Abu
Ishaq dari Abu Maysarah ia berkata, ketika Rasulullah Saw
mendengar suara gaib beliaupun pergi dalam keadaan takut.
Kemudian beliau menyebutkan tentang malaikat dan
menyampaikan: Alhamdulillahi rabbil `alamin sampai akhir surah
36
(di nukil dari Ali Burhan fi Ulumil Qur`an,207). “Beliau pulang
dalam kondisi gemetaran dan bergegasan hingga masuk kerumah
Khadijah. Waraqah berkata,’(Jibril) ini adalah Nama yang telah di
utus Allah kepada Nabi Musa. tidak ada seorangpun yang diberi
wahyu seperti engkau kecuali pasti di musuhi orang.
3. Assabiqunnal -Awwalun
As-sabiqunal Awwalun. Pada hari Rasulullah صلى الله عليه وسلم
diperintahkan untuk mengemban dakwah Islam dan
memperingatkan manusia. Beliau menyeru mereka kepada Islam,
maka mereka yang diseru ini langsung memenuhi seruan beliau.
Dari kata ( ال َّسابِقُو نas-sabiqun) artinya orang yang terdahulu dan
( الأ َّو ُلو نal-awwalun) bermakna orang-orang yang pertama. Maka
jika digabungkan dua kata tersebut, memiliki makna orang_orang
yang terdahulu yang pertama-tama masuk Islam. Orang-orang
yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara
orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan
mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi
mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya
kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang
besar. Golongan Assabiqunal Awwalun. 1. Khadijah binti
Khuwailid. Beliau adalah istri dari Rasullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan golongan Wanita pertama yang masuk Islam.Ali bin
abi thalib berasal dari golongan anak anak yang pertama masuk
islam.Zaid bin haritsah dia adalah orang yang pertama masuk
Islam dari golongan sahabat karib Nabi Muhammad SAW. Setelah
Abu Bakar masuk Islam, menyusul seluruh anggota keluarganya
pun masuk Islam. mah dan Abdullah, Ubaidah bin Al-harits bin
Al-Muthtalib bin Abdi Manaf, Sa’id bin Zaid Al- Adawi dan
istrinya, Al-Khathab, Khabbab bin Al-Aratt, Abdullah bin Mas’ud
Al- Hudzali dan masih banyak lagi. Mereka ini disebut juga as-
sabiqunal awwalun, yang semuanya berasa dari Kabilah Quraisy.
37
Bibliografi
Dhiya’ Al Umuri,Akram. 2005.As Sirah An Nabawiyah Ash Shahihah.
Jakarta: Darul Falah
Rahman, Syaikh Shafiyyur. 2007. Sirah Nabawiyah. Jakarta:
Pustaka Al Kautsar
Sa’id Ramadhan Al Buthy,Muhammad. 2010.Analisis Ilmiah
Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah saw. Jakarta:
Robbani Press
Syaikh Shafiyyurahman Al-Mubarakfuri, 19970 Sirah Nabawiyah
.Jakarta: Pustaka Al-Kautsar
38
Dakwah Secara Terbuka dan Musuh-musuh Awal Nabi Saw
Oleh :
(1) Annisa Rahma F
(2) Nabilah Muna U
(3) Annisa Rahayu
A. Pendahuluan
Seiring perkembangan zaman, sejarah mulai dilupakan dan
bukan lagi dianggap sebagai hal yang penting, terutama bagi anak muda
milenial yang lebih fokus dan lebih mengutamakan kesenangan masa
muda yang bersifat sementara dan fana seperti gadget. Padahal sejarah
merupakan hal yang penting dalam sebuah pendidikan terutama sejarah
kenabian. Sebagai umat Nabi Muahmmad SAW, kita perlu
menumbuhkan rasa ingin tahu dan rasa peduli terhadap sejarah kenabian
ini agar tidak tenggelam tertelan oleh zaman. Selain untuk pengetahuan
dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah,
dengan mempelajari sejarah beliau juga bertujuan agar kita dapat
mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
Dengan demikian, kita sebagai kaum cendekiawan perlu
mempelajari dan mengetahui bagaimana dakwah Nabi SAW secara
terbuka dan mengetahui musuh-musuh awal Nabi SAW. Menjadikan
Nabi sebagai teladan karena kegigihannya dan perjuangannya dalam
menedakwahkan Islam, baik secara sembunyi - sembunyi maupun secara
terbuka.
B. Pembahasan
B.1. Latar Belakang Dakwah Nabi Secara Terbuka
Pada pentas sejarah, dakwah Nabi dibagi ke dalam dua
periodisasi yakni periode Mekah dan Madinah. Kedua periode ini
memiliki karakter dan strategi masing-masing, hal ini dapat dilihat
dari sejauh mana hasil yang telah dicapai oleh Nabi pada periode
Mekah dan Madinah. Para sejarawan memberikan kategorisasi
bahwa dakwah Nabi di Mekah bercirikan dengan misi penanaman
aqidah terhadap umat, sementara di Madinah lebih cenderung
terhadap pembangunan sosial kemasyarakatan dan hukum.33
1. Memulai Dakwah terang-Terangan
Allah menurunkan perintah untuk berdakwah secara terang-
terangan, dimulai dengan firman-Nya:
33 St. Nasriah, “Dakwah Pada Masa Nabi Muhammad SAW.” dalam Jurnal
Tabligh (Makassar: UIN Alauddin Makassar) vol.17.No.2, hal.15.
39
ُۙ َواَنْ ِذْر عَ ِشْْيَتَ َك اْلَقَْربَِْْي
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu
yang terdekat.” (QS. Asy-Syu’araa’: 214).
Setelah menerima perintah tersebut, Rasulullah SAW
mengundang keluarga terdekatnya, Bani Hasyim. Rasulullah
SAW menjamu mereka. Ketika Rasulullah ingin berbicara di
forum yang dihadiri 45 orang laki-laki itu, tiba-tiba Abu Lahab
memotongnya. Rasululllah tak putus asa meskipun pertemuan
pertama gagal.
Beliau pun mengundang mereka lagi. Kali ini, beliau
mendapat dukungan dari Abu Thalib, meskipun Abu Lahab
masih sama menampakkan permusuhannya. Setelah mendapat
dukungan dari Abu Thalib, Rasulullah SAW mulai memperluas
seruan dakwahnya. Beliau naik ke bukit Shafa dan memanggil
orang-orang Quraisy secara terbuka “Wahai Bani Fihr, Wahai
Bani ‘Adi!”. Rasulullah menyeru suku-suku Quraisy hingga
mereka berdatangan. Nabi SAW. berkata, “Bagaimana
pendapat kalian apabila aku kuberitahukan bahwa di balik
bukit ini ada segerombolan pasukan berkuda yang akan
menyerang kalian? apakah kalian akan mempercayaiku?”
mereka menjawab: “Ya, kami belum pernah melihat engkau
berdusta.”
Demikianlah kecerdasan Rasulullah SAW. Beliau memulai
dengan menguji tingkat kepercayaan mereka atas integritas
beliau. Selama ini tak ada satupun cacat yang mereka dapati.
Bahkan mereka memberikan julukan al-amin kepada beliau
karena tak pernah berdusta, senantiasa jujur dan paling
dipercaya. “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan
kepada kalian terhadap azab yang amat pedih,” lanjut
Rasulullah. Mendengar seruan Rasulullah, Abu Lahab
menimpali, “Celakalah engkau Muhammad. Apakah hanya
untuk ini engkau mengumpulkan kami?” maka Allah
menurunkan Surah Al-Lahab yang menegaskan kecelakaan
baginya.
40
ِمَسْنيَ َّمْصّٰلَسىد ٢ٌَوَِمجاْي ِدَكَهاَس ََحبْبل مالِهْف٤َ ََحّاَملَآةَاَاْغِّْٰٰلَنطَ َعَِْۚنبه١َ َّوتَ َّب ب٣َاَََلَِْب ُۙبََل ٓتََبّ ْت يََدا
َّوا ْمَراَته ََنًرا ذَا َت
٥ࣖ
“Binasalah kedua tangan Abu lahab dan sesungguhnya dia
akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta benda dan
apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api
yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu
bakar. Yang dilehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al Lahab: 1-
5).
2. Dakwah Menggema ke Seluruh Makkah
Seruan dakwah Rasulullah SAW mulai menggema ke
seluruh Makkah. Beliau berdakwah secara terbuka, menyeru
dengan terang-terangan. Lalu turunlah ayat yang
memerintahkan Rasulullah berpaling dari orang-orang
musyrik. فَا ْص َد ْع ِِبَا ت ْؤَمر َواَ ْعِر ْض عَ ِن الْم ْشِركَِْْي
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala
apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari
orang-orang yang musyrik” (QS. Al Hijr: 94).
Setelah turunnya ayat ini, Rasulullah bangkit menyerang
berbagai khurafat dan kebohongan syirik. Juga menyebutkan
bahwa kedudukan berhala dan hakikatnya sama sekali tak
bernilai, tak bisa memberikan manfaat dan mudharat.
Orang-orang kafir Quraisy marah saat mengetahui dakwah
Rasulullah adalah menafikan seluruh penyembahan kepada
selain Allah. Mereka juga khawatir kehilangan kekuasaan
seiring semakin banyaknya orang yang masuk Islam. Yang
membuat mereka bingung, Rasulullah tidak ada celanya.
Mereka sendiri yang memberikan gelar Al-Amiin karena beliau
adalah orang terpercaya yang tidak pernah berdusta. Mereka
juga tahu silsilahnya yang berasal dari keturunan mulia.
Mereka tahu integritas dan keagungan akhlaknya.
41
B.2. Musim Haji dan Pasar Ukaz
1. Musim Haji
Mekkah sebagai tempat peribadatan bagi banyak kalangan,
termasuk mereka yang masih menganut agam tauhid warisan
Nabi Ibrahim. Namun, berbeda dengan nabi dan rasul lainnya
yang diatas kepada kaumnya masing-masing, Nabi Muhammad
SAW diutus kepada seluruh manusia. Seperti yang tertera
dalam firman Allah SWT : َوَما أَْر َسْلنَا َك إَِّْل َرَْحَةً لِلْعَالَِمَْي
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan
untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” (Al-Anbiya : 107)
Atas dasar itulah, Nabi Muhammad SAW juga harus
mengajak orang-orang diluar Mekkah untuk beriman
kepadaNya. Salah satu momentum yang strategis untuk
menyeru manusia darai berbagai bangsa itu adalah pada musim
haji. Pada bulan-bulan haji, mereka tinggal di Mekkah selama
beberapa hari untuk beribadah dan berdagang. Rasulullah SAW
memanfaatkan kesempatan berharga itu berdakwah.
Kepada merekalah Nabi menyampaikan ajarannya. Tetapi,
sekian musim haji dilewati, tanggapan yang diterima tidak
begitu menggembirakan. Kebanyakan, mereka menolak apa
yang disampaikan Rasulullah dan tetap berpegang pada ajaran
leluhur mereka.34
Penolakan tersebut terjadi antara lain karena mereka sudah
terhasut oleh propaganda yang gencar dilakukan para pemuka
musyrikin Quraisy dan pendukungnya. Mereka menghasut
pengunjung kota Mekkah untuk berhati-hati saat didatangi
Muhammad Saw dan para pengikutnya.
Para penghasut itu berusaha meyakinkan bahwa Rasulullah
SAW adalah tukang sihir, orang jahat, dan penghina ajaran
leluhur. Mereka juga menegaskan bahwa ajaran ajaran
Muhammad SAW bisa merusak, bahkan memutuskan
hubungan tali kekeluargaan mereka yang mengikutinya.
Meskipun begitu, Rasulullah SAW terus berdakwah.
34Muhammad Syafi’i Antonio, Ensiklopedia Leadership dan Manajemen
Muhammad SAW “The Super Leader Manager”, (Jakarta: Tazkia Publishing, 2010), hal.
108-111.
42
2. Pasar Ukaz
Mekkah merupakan wilayah strategis yang menjadi pusat
perdagangan dari seluruh wilayah sekitar. Selain karena letak
geografisnya yang strategis, Mekkah menjadi destinasi
masyarakat untuk melaksanakan ibadah di Ka’bah. Wilayah
Ukaz, Mijanah dan Dzul Majas adalah tiga pasar yang menjadi
tempat utama para pedagang dari seluruh kawasan pada ketika
itu. Selain komoditas barang dagangan, setiap kafilah
membawa pemikir dan penyairnya untuk dipertandingkan di
pasar-pasar tersebut.35
a. Sejarah Pasar Ukaz
Sudah menjadi tradisi penduduk Arab, jika memasuki
bulan-bulan haram maka akan digelarlah pesta rakyat di
tiga pasar terkenal, Ukaz, Majinnah dan Dzilmajaz. Begitu
akhir bulan Syawal datang, maka prajurit dari berbagai
suku mulai mempersiapkan diri untuk berjaga-jaga di tiga
pasar itu. Pelaku-pelaku kriminal ditangkap dan tingkah
pola mereka dicela. Secara serentak larangan perang pun
diberlakukan dengan ketat.
Ukaz adalah pasar ternama kali yang dibuka untuk
merayakan pekan raya tahunan. Di bulan Dzulqa’dah
penduduk jazirah Arabia berduyun-duyun menuju pasar
yang terletak diantara Mekkah dan Thaif. Pasar ini
diadakan pada bulan Dzulqa’dah, berlangsung sekitar 15
sampai 20 hari. Di pasar ini diperdagangkan barang-barang
yang didatangkan dari berbagai daerah, mulai dari Afrika
Timur, India maupun Persia. Kain katun, sutra, wol, domba,
pedang, perisai, kuda sampai budak akan begitu mudah
dijumpai disini.36
Disebutkan, di Ukaz juga terdapat sebuah monumen
yang dibuat oleh orang-orang Jahiliyah yang berfungsi
sebagai tempat tawaf mereka. Letaknya di sebuah tanah
lapang yang terdapat aliran air irigasi untuk perkebunan
kurma. Dalam Perang Fijar, orang-orang Quraisy minum di
daerah Ukaz.
35 Muhammad Choirin, “Pendekatan Dakwah Rasulullah SAW di Era Mekkah
dan Relevansinya di Era Modern” dalam Jurnal Misykat Al-Anwar (Jakarta: Universitas
Muhammadiyah Jakarta) vol.4.No.2,hal. 105.
36 Quraish Shihab, Membaca sirah Nabi Muhammad SAW dalam sorotan Al-
Qur’an dan Hadits-Hadits Shahih, (Jakarta: Lentera Hati, 2011), hal. 66.
43
Ukaz adalah pekan raya kebanggaan bangsa Arab
jahiliyah. Kebanggan yang memuat segala hiburan duniawi
yang mereka senangi, sama seperti pekan raya yang terjadi
pada hari ini dengan berbagai hiburan yang disenangi
orang-orang masa kini. Dahulu, orang-orang Arab sangat
kagum dengan kepandaian bahasa dan keindahan syair,
maka di Ukaz dipamerkanlah tujuh syair terbaik di masa
jahiliyah yang mereka gantungkan di dinding Ka’bah
(sab’u mu’allaqat). Tampillah penyair-penyair handal dari
berbagai kabilah menasyidkan syair-syair dan karya sastra
mereka. Karya yang baru dan orisinil, akan mendapat
pujian. Dan karya tiruan akan diremehkan.
Selain barang-barang kebutuhan dari jenis benda
mati, di Ukaz juga diperjual-belikan budak dan hewan-
hewan. Sebagaimana halnya Ummul mukminin Khadijah
binti Khuwailid radhiallahu ‘anha membeli Zaid bin
Haritsah radhiallahu ‘anhu di Pasar Ukaz. Budak-budak
yang diperjua-belikan di Ukaz kebanyakan hasil dari
peperangan.
Ketenaran dan kebesaran nama Ukaz di kalangan
bangsa Arab terus berlangsung hingga datangnya Islam.
Pasar ini mulai turun pamornya dan hilang pada tahun 129
H. Hal itu lantaran munculnya gerakan Khawarij
Haruriyah, mulailah terjadi penjarahan di pasar ini dan
orang-orang pun khawatir akan keselamatan mereka.
Akhirnya momen besar ini mulai ditinggalkan dan tidak
disemarakkan lagi.
Pasar Ukaz dikatakan sebagai pesan sasta dan budaya
yang resmi. Hal itu dikuatkan oleh pendapat Bahruddin
Dallau, yang mengatakan pasar Ukaz tidak saja merupakan
pesan diskusi sastra arab secara umum, di mana para
penyair dan khutoba berkumpul dan berlomba-lomba
dalam berpuisi dan berkhotbah.37 Pasar-pasar tersebut telah
berperan dalam memunculkan pesan sastra dalam
mempercepat proses ilmiah (obyektif) untuk menatap
keadaan sosial, ekonomi dan budaya demi mencapai
persatuan.
37 Qomi Akit Jauhari, “Perkembangan Sastra Arab Pada Masa Jahiliyyah” dalam
Jurnal Lingua Scientia, (Malang: UIN Maliki Malang) vol.3 No.1,hal.66.
44
b. Ukaz di Masa Islam
Salah satu cara rasulullah SAW. dakwah yaitu dengan
menghapus monopoli dagang kaum Quraisy di pasar Ukaz
dan Dzul-Majaz setelah penaklukan Mekkah. Penghapusan
monopoli ini meningkatkan efisiensi dan distribusi
pendapatan yang lebih baik. Permintaan efektif dan
permintaan transaksi terhadap uang meningkat sehingga
mempercepat peredaran uang.38
Setelah Islam datang, Ukaz tidak lagi semeriah masa-
masa sebelumnya. Di antara penyebabnya adalah:
Pertama: Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma
mengatakan, “Ukaz adalah tempat yang istimewa dan
tempat berniaga di masa Jahiliyah. Ketika Islam datang,
orang-orang mulai meninggalkannya hingga Allah
menurunkan ayat ‘Tidak ada dosa bagimu untuk mencari
karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu di musim
haji’. Mereka sibuk dengan menunaikan ibadah haji dan
tidak melakukan aktivitas perdagangan. Allah turunkan
ayat: لَيْ َس عَلَْيك ْم جنَا ٌح أَ ْن تَْبتَغوا فَ ْضلاً ِم ْن َربِك ْم
“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki
hasil perniagaan) dari Tuhanmu.” (QS. Al-Baqarah:
198). Diriwayatkan oleh Al-Qurthubi dalam tafsirnya.
Dan demikianlah memang keadaan orang-orang Arab
Jahiliyah, mereka menganggap berdosa melakukan
perniagaan di musim haji. Mereka tidak berhaji dan juga
tidak berdagang. Oleh karena itu, pasar-pasar mereka tidak
diadakan di musim haji. Hingga Allah menurunkan firma-
Nya: لَيْ َس عَلَيْك ْم جنَا ٌح أَ ْن تَْبتَغوا فَ ْضلًا ِم ْن َربِك ْم
“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki
hasil perniagaan) dari Tuhanmu.” (QS. Al-Baqarah: 198).
Mereka pun mendapat keringanan untuk berniaga dan
membawa barang-barang dagangannya. Allah halalkan
berniaga di musim haji Dijelaskan dari Tafsir al-Qurthubi.
38 Rahmat Fauzi, “Prospek Hukum Islam Di Bidang Penguatan Moneter Dengan
Pemberlakuan Mata Uang Dinar dan Dirham” dalam Jurnal Jurnal Cendikia Hukum,
(Payakumbuh: STIH Putri Payakumbuh) vol. 3 No.2,hal.216.
45
Kedua: Hijrahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam ke Madinah. Hijrahnya Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam ke Madinah berpengaruh besar pada
perekonomian masyarakat Mekah. Termasuk di antaranya
berimbas ke Pasar Ukaz. Sebagian tokoh-tokoh Quraisy
turut serta bersama Nabi menuju Madinah. Mereka pun
meramaikan pasar-pasar Madinah. Para sahabat sangat
senang untuk selalu dekat dan senantiasa mendapingi
Rasulullah. Kebersamaan itu lebih mereka cintai daripada
melakukan aktivitas berdagang yang mengharuskan
mereka bersafar keluar Madinah.
Kemudian ada juga yang beralih profesi dari pedagang
menjadi petani. Aktivitas politik dilakukan dengan
mengutus duta, tanpa harus bertatap muka antar pemimpin.
Dan kegiatan jihad juga membuat orang-orang tidak lagi
mementingkan Ukaz.
B.3. Intimidasi Kafir Quraisy Kepada Nabi dan Sahabat
1. Penentangan Kaum Kafir Quraisy terhadap Kenabian Nabi
Muhammad SAW
Tatkala orang-orang Quraisy tahu bahwa Muhammad sama
sekali tidak menghentikan dakwahnya, mereka memeras
pikirannya sekali lagi.39 Untuk itu mereka memilih beberapa
cara untuk memupus dakwahnya ini, yang bisa disimpulkan
dalam beberapa hal berikut ini :
a. Ejekan, penghinaan, olok-olok dan penertawaan. Hal ini
mereka maksudkan untuk melecehkan orang-orang muslim
dam mengembosi kekuatan mental mereka. Untuk itu mereka
melemparkan berbagai tuduhan yang mengada-ngada dan
ejekan sekenanya terhadap nabi. mereka menyebut beliau
sebagai orang gilaٌن.وSجنeْpَمeَلrtكiَdَّنaِإlaرmِذْكFالirِهmْلَيaَعnلAَِزlنlaيh:َوقَالوا يَا أَُيّ َها اَلّ ِذ
“Dan mereka berkata,”wahai orang yang kepadanya
diturunkan Al-Qur’an, sesungguhnya engkau (Muhammad)
benar-benar orang gila. (Al-Hijr : 6)
Mereka juga menyebut beliau sebagai tukang sihir dan
pendusta, firman Allah :
39 Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, Sirah Nabawiyah, (Jakarta: ummul Qura’
,2013) hal. 163.
46
َوعَ ِجبوا أَ ْن َجاءَه ْم مْن ِذٌر ِمنْه ْم َوقَا َل الْ َكافِروَن َه َذا َسا ِحٌر َك َّذا ٌب
“Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang
pemberi peringatan (Rasul) dari kalangan mereka; dan orang-
orang kafir berkata,“Orang ini adalah pesihir yang banyak
berdusta.” (Shad : 4)
Jika ada sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang duduk di
sekitar beliau, mereka mengolok-ngolok dan berkata, “inilah
rekan-rekannya,” sebagaimana yang dijelaskan allah dalam
firاmَيْنِنaَبnnْنyِمaْم:أََلوََيْك َذلَِس اَكَّلّلفَتََِنّبَاْعبلَََْمع َِضبله َّْمشابِبكَِِرْعي َنض لِيَقولوا أََهؤَْلِء َم َّن اَّلّل عَلَيْ ِه
“Demikianlah Kami telah menguji sebagian mereka (orang
yang kaya) dengan sebagian yang lain orang yang miskin), agar
mereka (orang yang kaya itu) berkata, “Orang-orang semacam
inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?” (Allah
berfirman), “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka
yang bersyukur (kepada-Nya)?” (Al-An’am : 53)
b. Menjelek-jelekkan ajaran beliau, menghembuskan keragu-
raguan, menyebarkan anggapan-anggapan yang menyangsikan
ajaran-ajaran beliau dan diri beliau mereka tiada henti
melakukannya dan tidak memberi kesempatan kepada manusia
untuk menelaah dakwah beliau, di dalam Al-Qur’an terdapat
banyak contoh penentangan mereka terhadap beliau.40 mereka
berkata tentang Al-Qur’an :
إِ)َّْلَوقإَِافْلواٌكأَافَْسََاَتاِطهْيَوأَاعَْالَنََّوهلََِْعيلَْياِهْكتَقَتَْبَوٌمَهاآ فََخِهروَيَنُتْلَى4فََوَعقََلقَاْيْدَِهل باََلجّْاكِذَءريةًواَنَوأََظكلَِْفصًيمرالًوااَإوِزْنوًراَه(َذا
“Dan orang-orang kafir berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain
hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia
(Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain,” Sungguh,
mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar. Dan mereka
40 Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, Sirah Nabawiyah, hal.164
47