The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e book ini adalah kumpulan makalah sirah nabawiyah secara online dan gratis

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arinijauharoh21, 2022-12-23 17:13:04

Sirah Nabawiyah

e book ini adalah kumpulan makalah sirah nabawiyah secara online dan gratis

Keywords: #ebook #sirahnabawiyah #kisahnabi

Muhammad mengumumkan bahwa dirinya akan melaksanakan
ibadah haji pada tahun itu. Beliau menyerukan agar umat muslim ikut
serta dalam rombongannya. Seluruh umat muslim tentu sangat
antusias menyambut seruan Nabi Muhammad tersebut, puluhan
bahkan ratusan ribu umat muslim datang dari seluruh penjuru wilayah
dan bergabung dengan Nabi untuk melaksanakan haji ke Makkah,
mereka sangat senang memenuhi panggilan Allah SWT. Usai
pembekalan Nabi Muhammad dan rombonga berangkat ke Makkah
pada Sabtu 25 Dzulqa’dah 10 Hijriyah. Pada 5 Dzulhijjah Nabi
memasuki wilayah Makkah dengan menggunakan unta
kesayangannnya, setelah memasuki wilayah Masjidil Haram beliau
kemudian langsung thawaf mengelilingi ka’bah 7 kali dan sholat 2
rakaat di Makam Ibrahim, kemudian Nabi menuju bukit shafa dan
marwah untuk melaksanakan saih (lari-lari kecil). Menurut buku Sirah
Nabawiyah karangan Quraish Shihab, Nabi Muhammad berada di
Makkah selama 4 hari dari 4-7 Dzulhijjah. Pada Kamis 8 Dzulhijjah
Nabi Muhammad menuju ke Mina untuk menginap dan sholat lima
waktu. Pada pagi harinya beliau menetap sebentar sampai matahari
terbit kemudian 9 Dzulhijjah melanjutkan perjalanan hingga sampai
di Arafah. Ketika matahari tergelincir Nabi bergerak ke Bathan al-
Wadhi atau Urnah untuk menyampaikan Khutbah yang syarat dengan
prinsip-prinsip islam, yaitu Hak asasi manusia, kewajiban membela
kaum lemah khususnya perempuan, adat kebiasaan jahiliyah, dan lain
sebagainya.134

Adapun isi Khutbah nya yaitu “Wahai Manusia, dengarkanlah aku,
aku akan berikan pada kalian wasiat sebab aku tidak tau boleh jadi
tidak dapat lagi bertemu kalian setelah tahun ini di tempat seperti ini.
Wahai manusia sesungguhnya orang beriman itu bersaudara dan tidak
halal harta seseorang mukmin kecuali dengan kerelaannya-ketahuilah
sesungguhnya aku telah sampaikan maka saksikanlah ya Allah. Wahai
manusia Ketahuilah, sesungguhnya istri-istri kalian memilik hak atas
kalian dan kalian memiliki hak atas mereka. Wahai manusia
sesngguhnya Allah telah membagi setiap ahli waris bagiannya dan
tidak boleh berwasiat untuk ahli waris, dan tidak pula dibolehkan
wasiat lebih dari sepertiga, anak zina itu akan dinasabkan pada ibunya
adapun penzina laki-laki tidak memiliki apapun Mencermati wasiat
Rasulullah di atas,dapat ditarik banyak pelajaran penting yang dapat

134 Dosen,Sejarah. “Haji Wada’: Haji Pertama dan Terakhir Nabi Muhammad
SAW.” Youtube,diunggah 5 Juni.2021.

148

dijadikan pegangan bagi kita sebagai umatnya di zaman yang penuh
dengan tantangan keimanan ini, yaitu sebagai berikut :135
1. Anjuran berwasiat untuk orang yang ditinggalkan.

Nabi mengisyaratkan bahwa ajalnya tidak lama lagi. Risalahnya
hampir sempurna, karena masa tugasnya pun semakin dekat
dengan akhir. Hal ini tidak lepas dari turunnya firman Allah yang
menyatakan bahwan agama ini telah sempurna di surah al-Maidah.
2. Haramnya Riba dan Bahayanya

Bukan sekedar mengharamkan, Nabi justru memberikan
keteladanan dengan mengharaan riba yang diambil pamannya al-
Abbas sebagai riba pertama yang dihramkan. Di masa kini,
tantangan umat untuk lepas dari riba begitu dasyat, bahkan pada
Zaman sekarang pun itu masih ada.
3. Islam datang untuk membatalkan segala sesuatu perkara

jahiliyyah yang bertentangan dengan Islam.
Untuk hal ini jangan sampai Islam justru ditarik ke kanan dan ke

kiri, diberi label a dan b, yang justri semakin mengaburkan identitas
islam, yang terkadang justru untuk mengembalikan nilai-nilai
jahiliyah dan memasukkannya kembali ke dalam Islam. Paham-
paham seperti Islam liberal, Islam nusantara, dan lain sebaginya.
Hal ini perlu diwaspadai, jangan menjadi jalan kita menghianati
wasiat Nabi SAW.
4. Menghindari tipu daya syetan, yang menggelincirkan manusia

dari hal-hal yang sepele
Syaithan sangat ahli dalam membuat manusia tergelincir atau

tergoda. Walaupun syaithan frustasi untuk memurtadkan kaum
muslim, namun itu tidak menjadi penghalang baginya, ia selalu
membuat kita terbuai oleh godaannya dan menjerumuskan kita ke
lubang kemaksiatan. Tipu daya syaithan yang paling berbahaya
adalah mengadu domba sesame mukmin, hingga persatuan dan
kesatuan sulit digapai.
5.Orang Jahiliyah beraga dengan hawa nafsu bukan dalil

Hawa nafsu adalah penghalang untuk sampai kepada Allah.
Beberapa orang justru menuhankan hawa nafsunya, beragama
bukanlah dengan hawa nafsu, justru tidak sempurna iman
seseorang hingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang
disampaikan Allah dan Rasul-Nya.

135 Zamakhsyari Hasballah. ”Wasiat terakhir rasulullah SAW saat Haji
Wada'.” Medan: Buletin Dakwah Fakultas Agama Islam, (2018), hal.1-4.

149

6.Seruan untuk memuliakan wanita dan memberikan hak-hak
nya.
Wanita adalah pilar masyarakat. Ibu adaah madrasah pertama.
Jika wanita bermartabat, maka akan bermartbat juga umat ini.
Karenanya musuh Islam selalu ingin memperdaya wanita dan
mengembalika mereka ke kenistaan jahiliyah.
Pada saat wuquf di Arafah Nabi melafalkan banyak doa,

terutama doa untuk umat islam. Pada saat ini juga turun wahyu Allah
yaitu wahyu al-Qur’an surat al-Maidah ayat 3 yang berbunyi : “Pada
hari ini telah aku sempurnakan agamu untukmu, dan telah Aku
cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai
agamau.” Abu bakar ketika mendengar ayat ini beliau menangis, ia
merasa bahwa risalah Nabi telah selesai dan sudah dekat pula saatnya
Nabi menghadap Tuhan, dari sini kita mengetahui keagungan kota
Makkah, disanalah syariat suci dimulai dan disana pula syariat
disempurnakan. Inilah momen terbesar berkumpulnya Rasulullah
bersama umat Islam untuk terakhir kalinya, beliau mengulang-ulang
ucapan “Bukankah Aku telah menyampaikan.” Perkataan itu bisa
diartikan bahwa beliau telah menyampaikan risalah yang telah Allah
amanahkan kepada beliau.Sekaligus pertanda bahwa ajal Nabi sudah
dekat. Kurang lebih 3 bulan setelah haji wada’ Rasulullah wafat.136

B.5. Wafat Rasulullah SAW
Dua bulan setelah kepulangannya dari ibadah Haji Wadha, nabi

mengeluhkan rasa sakit kepalanya. Pada tanggal 28 atau 29 bulan
Safar tahun 11 Hijriyah (hari senin) Raulullah menghadiri
penguburan jenazah seorang sahabat di Baqi’. Ketika kembali, di
tengah perjalanan beliau merasakan pusing di kepalanya dan panas
mulai merambat pada pada sekujur tubuhnya. Penyakit Rasulullah
SAW semakin berat, sehingga beliau bertanya-tanya kepada istri-
istrinya. “Dimana giliranku besok?. Kemudian beliau pergi ke
tempat Aisyah dan izin kepada istri-istrinya untuk memasuki bilik
Aisyah.Pada masa-masa awal sakit, nabi memaksakan diri untuk
tetap mengimami sholat. Empat hari sebelum wafat sakitnya nabi
menyuruh Abu Bakar menggantikan posisinya menjadi imam sholat,
karena sakitnya semakin parah dan tidak bisa ke Masjid.

136 Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, Al Rahiqul Makhtuq , Bahtsun Fis-Sirah An-
Nabawiyah terj Sirah Nabawiyah, (Depok:Gema Insani), hal. 351-352.

150

Pada saat hari terakhir Rasulullah SAW mengagetkan
pada saat umat Islam mengerjakan shalat subuh dengan diimami Abu
Bakar, nabi membuka tabir atau kelambu kamar Aisyah. Nabi
melihat mereka tengah berbaris shalat, lalu tersenyum bahagia.
Menyadari adanya nabi, Abu Bakar segera mundur ke belakang
mengira nabi akan keluar kamar untuk sholat. Annas menceritakan,
“Umat Islam sangat senang saat melihat nabi, akan tetapi, nabi
memberi isyarat agar mereka melanjutkan sholat. Nabi masuk
kembali ke kamar dan menutup kembali tabir.137 Setelah itu, nabi
tidak keluar lagi pada waktu-waktu sholat berikutnya.” Nabi
memebri nasihat kepada Hasan dan Husain untuk selalu berbuat baik
dan tidak lupa untuk menasihati istri-istrinya juga. Beliau pun
memberikan wasiat kepada manusia “Jagalah sholat, jagalah sholat!
Dan budak-budak kalian (jangan sekali-kali kalian abaikan).”138

Abdurrahman Ibn Abu Bakar masuk dengan membawa
sebatang siwak. Aisyah mengisahkan, ”Kepala nabi sedang
dipangku waliku. Aku melihanya menatap siwak itu dan aku tahu
nabi menginginkannya. Aku pun melunakkan siwak dengan
mengunyahnya sedikit.” Di dekat Nabi ada bejana berisi air,
kemudian nabi mencelupkan kedua tangannya, lalu mengusap
wajahnya sembari berkata, ‘Laa ilaaha illa Allah, sesunggunya mati
memiliki sekarat atau rasa sakit.’ Sambil bersiwak, nabi mengangkat
tangan atau jarinya, memusatkan pandangannya ke atap, dan
bibirnya bergerak-gerak mengatakan, ‘Bersama orang-orang yang
telah engkau beri kenikmatan, yaitu golongan para nabi, kaum
syuhada, dan orang-orang shaleh. Ya Allah, karuniakanlah ampunan
dan rahmatmu kepadaku, dan pertemukanlah aku dengan Rafiq al-
a’la. Ya Allah, pertemukanlah aku dengan Rafiq al-a’la.’ Nabi
mengulangi perkataan itu sebanyak tiga kali. Tangannya mulai
lemas. Kemudian akhirya nabi benar-benar menjumpai al-Raiq al-
A’la. Innalilahi WaInnailaihi Rajiun (segala sesuatu hanya milik
Allah dan hanya kepadanya akan kembali). Kejadian ini
berlangsung pada waktu dhuha sedang panas-panas nya , yaitu pada
hari Senin, 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah, umur beliau saat itu
telah mencapai 63 tahun lebih 4 hari. Rasulullah SAW dimandikan
oleh Ali bin Abi Thalib, pamannya Abbas, al-Fadhl bin Abbas,

137 Qasim A. Ibrahim dan Muhammad A. Saleh, Buku Pintar Sejarah Islam, (
Jakarta: Zaman, 2014), hal. 94-95.

138 Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, Al Rahiqul Makhtum , Bahtsun Fis-Sirah
An-Nabawiyah terj Sirah Nabawiyah, (Depok:Gema Insani), hal. 351-352.

151

Qutsam bin Abbas, Usamah bin Zaid dan Syuqran serta dihadiri pula
oleh Aus bin Khaula al-Anshari. Beliau dikafani dengan tiga lapis
kain putih yang dibuat di Sahul yairu sebuah negeri di Yaman tanpa
gamis dan sorban. Kemudian kaum muslimin menshalatinya sendiri-
sendiri tanpa jamaah. Jasad Rasulullah SAW diletakkan di atas
sehelai kain merah yang dipakainya untuk selimut lalu dimasukkan
ke dalam kubur oleh Abbas, Ali, al-Fadhl, Qutsam dan Syuqran
kemudian ditutup dengan sembilan batu.Rasulullah SAW
dimakamkan di tempat Beliau wafat yaitu sekitar tempat tidurnya di
kamar Aisyah ra. Kabar meninggalnya Rasul ini membuat seluruh
penduduk Mekkah sangat bersedih. Mereka merasa kehilangan
sosok yang begitu bijak dan mulia.

B.6. Kehidupan Sahabat Pasca Rasulullah SAW
Tersebarlah berita yang menyedihkan itu, langit dan penjuru

kota Madinah pun menjadi kelabu. Anas berkata. “Aku tidak
mendapatkan hari yang lebih indah dan lebih bercahaya dari pada
hari di kala Rasulullah memasuki kota Madinah, dan aku tidak
pernah menemukan hari yang lebih gelap dari pada hari ketika
Rasulullah SAW wafat.” Sikap Umar sangat tidak terima bahwa
beliau sudah wafat, dan berkata : “Sesungguhnya beberapa orang
dari kaum munafik beranggapan bahwa Rasulullah telah wafat !
Sesungguhnya Rasulullah itu tidak wafat,akan tetapi pergi
menemui Tuhannya sebagaimana Nabi Musa bin Imran pergi
kepada Nya, ia pergi meninggalkan kaumnya selama 40 hari,
kemudian dia kembali lagi kepada merekasetelah sebelumnya
dikabarkan telah wafat. Demi Alah, Rasulullah benar-benar akan
kembali, sungguh dia akan memotong tangan dangan kaki mereka
yang menganggap bahwa beliau telah wafat.” Kemudian Abu bakar
datang lantas menyingkap kain nya, lalu mencium nya dan
menangis. Setelah itu Abu bakar keluar dan berkata “Barang siapa
menyembah Muhammad,sesungguhnya beliau sudah wafat, tetapi
barang siapa yang menyembah Allah, Allah selalu hidup tak akan
meninggal.”

Tidak lama setelah beliau wafat dan jenazahnya belum
dimakamkan, sejumlah tokoh muhajirin dan anshar berkumpul di
balai kota di Bani Sa’idah, Madinah. Mereka memusyawarahkan
siapa yang akan dipilih menjadi pemimpin.menggantikan posisi
Nabi sebagai Khalifah. Musyawarah cukup tegang karena masing-
masing pihak, baik muhajirin maupun anshar, sama-sama merasa

152

berhak menjadi pemimpin umat islam. Namun dengan semangat
ukhuywah islamiah yang tinggi, akhirnya Abu Bakar terpilih.
Rupanya semangat keagamaan Abu Bakar yang tinggi mendapat
penghargaan yang tinggi dari umat islam, sehingga masingmasing
pihak menerima dan membaiatnya.139 Dalam kepemimpinannya,
Abu memulai misi dengan menyerukan agama Allah kepada
generasi pertama islam yakni As-Sabiqul Awwalun. Dalam
dakwahnya ia sangat sabar dan sungguh-sungguh. Orang yang
berhasil diajaknya masuk islam adalah Zubair bin Awwam,
Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqash
dan Abdurrahman bin Auf. Abu menuntun mereka menemui Rasul
untuk belajar Islam hingga mereka beriman. Abu bakar pun wafat
dan digantikan posisinya oleh Umar bin Khattab. Pada masa umar
bin Khattab, kondisi politik dalam keadaan stabil, usaha perluasan
wilayah islam memperoleh hasil yang gemilang dan Khalifah Umar
bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi
rakyatnya karena perhatian dan tanggungjawabnya yang luar biasa
pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan
pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi
kehidupan rakyatnya.Dalam banyak hal Umar bin Khatthab dikenal
sebagai tokoh yang sangat bijaksana dan kreatif, bahkan genius.
Selanjutnya Khalifah ketiga yaitu Usman bin Affan. Pada masa
pemerintahan nya beliau meninggalkan jejak peradaban yang
berjasa yaitu membangun bendungan untuk menjaga arus banjir
yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota. Prestasi yang
terpenting bagi Khalifah Ustman adalah menulis kembali al-Quran
yang telah ditulis pada zaman Abu Baka. Khalifah ketiga yaitu Ali
bin Abi Thalib. Peristiwa yang terkenal dalam masa Ali adalah
terjadinya perang antara kubu Ali dan kubu Muawiyah. Perang
tersebut terjadi di daerah bernama Siffin, sehingga perang ini
disebut sebagai perang Siffin.140

139 Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, Jakarta: Raja
Grafindo Persada, Cetakan keenambelas 2004. hal. 35.

140 S.Dian Andriyanto. Kisah Para Sahabat Nabi, perjuangan 4 khalifah setelah
Rasulullah SAW wafat. Tempo.com 2021.

153

C. Penutup
Penyebab langsung fathul Makkah adalah pelanggaran yang

dilakukan kaum Quraisy Makkah atas perjanjian Hudaibiyah. Mereka
melanggar salah satu poin perjanjian tersebut yaitu gencatan senjata
selama sepuluh tahun. Kabilah Bani Bakr merupakan sekutu Quraisy
Makkah melakukan penyerangan ke Kabilah Khuza’ah yang merupakan
sekutu kaum muslimin dan Kaum Quraisy Makkah terlibat dalam
penyerangan tersebut. Atas dasar pelanggaran tersebut Nabi Muhammad
saw. menghimpun pasukan yang berjumlah sepuluh ribu menuju Makkah
untuk membebaskannya. Nabi Muhammad saw. memasuki kota Makkah
dengan kemenangan yang gemilang. Ia tidak mendapatkan perlawanan
berarti, kecuali perlawanan kecil dari pasukan yang dihimpun Ikrimah
bin Abu Jahal.

Wasiat Rasulullah di atas,dapat ditarik banyak pelajaran yang
dapat dijadikan pegangan bagi kita sebagai umatnya di zaman yang
penuh dengan tantangan keimanan ini, yaitu sebagai berikut: Anjuran
berwasiat, haramnya riba, menghargai wanita Kejadian wafat Rasulullah
SAW berlangsung pada waktu dhuha,yaitu pada hari Senin, 12 Rabiul
Awwal tahun 11 Hijriyah, umur beliau saat itu telah mencapai 63 tahun
lebih 4 hari. Tersebarlah berita yang menyedihkan itu dan pada saat itu
masyarat muslim sangat tidak terima, terutama Umar bin Khattab dan
Abu bakar.

Bibliografi
Abdul Malik.A.B. (2016) As-Sirah An-Nabawiyah Li Ibni Hisyam,

terj. Fadhli Bahri; Shirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. (Bekasi: PT Darul
Falah).

Al-Mubarakfuri Shafiyurrahman (1997) Al Rahiqul Makhtuq ,
Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah. Terj Kathur Suhardi. (Jakarta Timur :
Pustaka al-Kautsar).

Al-Mubarakfuri Shafiyurrahman (2018), Al Rahiqul Makhtum ,
Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah terj Sirah Nabawiyah, (Depok:Gema
Insani).

Intan, S. (2019). Fathul Makkah (Keteguhan Nabi Muhammad
saw. Menjalankan Perjanjian). Jurnal al-Hikmah, 21(2).

Ibrahim A.Qasim dan Muhammad A. Saleh.(2014). Buku Pintar
Sejarah Islam. (Jakarta: Zaman).

Jumala, N. F. N. (2019). Gambaran sistem pendidikan Islam pada
masa sahabat. Jurnal Serambi Ilmu, 20(1),

154

Mastanning, M. (2017). Perbandingan Tingkat Validitas Metode
Penelitian Sejarah dan Sanad Hadis (Studi Kasus Haji Wada’) (Doctoral
dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Sejarah.Dosen. (2021). “Haji Wada’: Haji Pertama dan Terakhir
Nabi Muhammad SAW.” Youtube.

Andriyanto. S.Dian (2021) Kisah Para Sahabat Nabi, perjuangan
4 khalifah setelah Rasulullah SAW wafat. Tempo.com.

Yatim Badri. (2004). Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah
II, (Jakarta: Raja Grafindo Persada) Cetakan keenambelas.

155

PENUTUP
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Puji syukur kami haturkan
kepada Allah Swt. Berkat limpahan rahmat -Nya lah sehingga kami
dapat menyelesaikan penulisan kumpulan makalah ini dengan baik.
Selesainya penulisan kumpulan makalah ini bukan hanya karena
kami, melainkan lantaran jerih payah guru-guru kami dalam
membimbing serta sebagai washilah sampainya ilmu Allah kepada
kami. Berkat lantunan do’a yang tak henti di panjatkan semua
orang tua kami merupakan jembatan kesuksesan kami dalam segala
hal. Tidak lupa pula semua orang yang disekitar kita yang tak
pernah berhenti mengaminkan segala apa yang kita panjatkan
sehingga membawa kita semua menjadi seperti ini.
Semoga atas penulisan kumpulan makalah ini membawa
keberkahan kepada semua orang yang andil dalam penulisan
makalah ini. Namun, dengan selesainya penulisan kumpulan
makalah ini bukan serta merta kami puas akan hasil nya. Dalam
penulisan kumpulan makalah ini masih banyak kekurangan
didalamnya. Oleh karena itu, kami memohon untuk kritik dan saran
yang sifatnya membangun agar kami bisa belajar lebih baik lagi
dalam penulisan karya ilmiah kami yang lain.

Jakarta, 18 Desember 2022

Penulis

156

157


Click to View FlipBook Version