The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bismillahirrohamanirrahim,
Syukur pada Allah Swt atas segala rahmat dan karunia yang tidak terhingga, terlebih atas ni’mat iman, yang selalu tertanam kokoh dalam jiwa, sehingga menjadi pondasi dan kekuatan yang menguatkan dari segala macam virus yang dapat melemahkan keyakinan dalam hati, menghadiahkan hidup dan mati serta semua aktifitas ibadah hanya untuk Allah Swt Jalla Jalaaluhu.
Sholawat dan salam senantiasa diperuntukkan kepada panutan ummat, uswah yang penuh dengan rahmat untuk semesta Alam, pelipur lara dikala duka, pembuka sesuatu yang terkunci, penutup para nabi-nabi, penunjuk kepada yang hak dengan hak, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga dan sahabat sahabatnya, semoga kelak selalu dalam naungan syafa’atnya aminn.
Hadir di tengah para pembaca sekalian, sebuah buku edisi bahasa Indonesia dari judul aslinya “durus al iman” karya Guru Kami Dr. Abdul Muhaimin At Thahhan (semoga Allah senantiasa menlimpahkan rahmat kepadanya) sebuah buku sederhana tapi sarat dengan pengajaran dan pendidikan dan menjadi dasar standar pengamalan ibadah sehari-hari, khususnya pada bulan Ramadlan. Buku ini hadir dalam beberapa kajian unik disajikan sesuai dengan jumlah hari dalam pelaksanaan puasa ramadlan. Dapat juga dijadikan sebagai bahan materi kultum bagi para da’i dan muballigh.
Tak lupa kami memohon ma’af atas segala kekurangannya, saran dan perbaikan sangat kami harapkan.Semoga penuh manfaat dan barokah.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by attaqwa press, 2023-08-13 23:54:31

SAJIAN CINTA MERAIH TAQWA

Bismillahirrohamanirrahim,
Syukur pada Allah Swt atas segala rahmat dan karunia yang tidak terhingga, terlebih atas ni’mat iman, yang selalu tertanam kokoh dalam jiwa, sehingga menjadi pondasi dan kekuatan yang menguatkan dari segala macam virus yang dapat melemahkan keyakinan dalam hati, menghadiahkan hidup dan mati serta semua aktifitas ibadah hanya untuk Allah Swt Jalla Jalaaluhu.
Sholawat dan salam senantiasa diperuntukkan kepada panutan ummat, uswah yang penuh dengan rahmat untuk semesta Alam, pelipur lara dikala duka, pembuka sesuatu yang terkunci, penutup para nabi-nabi, penunjuk kepada yang hak dengan hak, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga dan sahabat sahabatnya, semoga kelak selalu dalam naungan syafa’atnya aminn.
Hadir di tengah para pembaca sekalian, sebuah buku edisi bahasa Indonesia dari judul aslinya “durus al iman” karya Guru Kami Dr. Abdul Muhaimin At Thahhan (semoga Allah senantiasa menlimpahkan rahmat kepadanya) sebuah buku sederhana tapi sarat dengan pengajaran dan pendidikan dan menjadi dasar standar pengamalan ibadah sehari-hari, khususnya pada bulan Ramadlan. Buku ini hadir dalam beberapa kajian unik disajikan sesuai dengan jumlah hari dalam pelaksanaan puasa ramadlan. Dapat juga dijadikan sebagai bahan materi kultum bagi para da’i dan muballigh.
Tak lupa kami memohon ma’af atas segala kekurangannya, saran dan perbaikan sangat kami harapkan.Semoga penuh manfaat dan barokah.

Keywords: sajian cinta meraih taqwa

SAJIAN CINTA MERAIH TAQWA Penterjemah: KH. A. Sjinqithy Djamaluddin KH. Rusydi, M.Pd.I


ii Sangsi Pelanggaran Pasal 27 Undang-undang No 19 tahun 2002 tentang hak cipta Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Ciptaatau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidanadengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).


iii Sajian Cinta Meraih Taqwa Penulis: Dr. Abdul Muhaimin At Thahhan Penterjemah: KH. A. Sjinqithy Djamaluddin KH. Rusydi, M.Pd.I Editor: Yeni Tri Nur Rahmawati, S.Pd.I, M.Pd.I Desain Cover: Abduh Tata Letak: Abduh Proofreader: Ansori Ukuran: Uk: 14x20 cm; ISBN: 978-623-09-2533-7 Cetakan Pertama: Maret 2023 Hak Cipta 2023, Pada Penulis Isi diluar tanggung jawab percetakan Copyright © 2023 by At Taqwa Press All Right Reserved Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit. At-Taqwa Press Jl. Hoscokroaminoto No. 45 Kademangan Bondowoso Email: [email protected] Website: www.staiattaqwa.ac.


iv KATA PENGANTAR Bismillahirrohamanirrahim, Syukur pada Allah Swt atas segala rahmat dan karunia yang tidak terhingga, terlebih atas ni’mat iman, yang selalu tertanam kokoh dalam jiwa, sehingga menjadi pondasi dan kekuatan yang menguatkan dari segala macam virus yang dapat melemahkan keyakinan dalam hati, menghadiahkan hidup dan mati serta semua aktifitas ibadah hanya untuk Allah Swt Jalla Jalaaluhu. Sholawat dan salam senantiasa diperuntukkan kepada panutan ummat, uswah yang penuh dengan rahmat untuk semesta Alam, pelipur lara dikala duka, pembuka sesuatu yang terkunci, penutup para nabi-nabi, penunjuk kepada yang hak dengan hak, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga dan sahabat sahabatnya, semoga kelak selalu dalam naungan syafa’atnya aminn. Hadir di tengah para pembaca sekalian, sebuah buku edisi bahasa Indonesia dari judul aslinya “durus al iman” karya Guru Kami Dr. Abdul Muhaimin At Thahhan (semoga Allah senantiasa menlimpahkan rahmat kepadanya) sebuah buku sederhana tapi sarat dengan pengajaran dan pendidikan dan menjadi dasar standar pengamalan ibadah sehari-hari, khususnya pada bulan Ramadlan. Buku ini hadir dalam beberapa kajian unik disajikan sesuai dengan jumlah hari dalam pelaksanaan puasa ramadlan. Dapat juga dijadikan sebagai bahan materi kultum bagi para da’i dan muballigh. Tak lupa kami memohon ma’af atas segala kekurangannya, saran dan perbaikan sangat kami harapkan.Semoga penuh manfaat dan barokah. Bondowoso, 1 Maret 2023 Penterjemah


v DAFTAR ISI Madrasah Ramadhan 01................................................................1 Madrasah Ramadhan 02...............................................................9 Syahadatu An Laa ilaaha illallaah...............................................17 Istighfar. ...........................................................................................25 Surga Dan Neraka. .........................................................................34 Membaca dan Mempelajari Al Qur’an. .....................................44 Bulan Sabar......................................................................................53 Sabar Dibalas Surga. ......................................................................61 Bulan Peduli Umat.........................................................................70 Memberi Buka Puasa.....................................................................77 Memperlakukan Pelayan dan Buruh Dengan Baik.................86 Shilaturahim....................................................................................93 Zakat 01............................................................................................103 Zakat 02 ...........................................................................................112 Menjauhi Bohong ...........................................................................119 Dilarang Israf...................................................................................127 Perang Badar Kubro 01..................................................................134 Perang Badar kubro 02..................................................................141 Do’a....................................................................................................150 Sepuluh Malam Akhir Ramadhan..............................................159 Fathu Makkah.................................................................................167 Puasa dari Perkataan Keji.............................................................175 Jangan Marah. .................................................................................183 Mengingat Mati dan Hisab..........................................................191 Umroh Ramadhan..........................................................................200 Laylatul Qadar. ...............................................................................207 Zakat Fithrah..................................................................................214 Waspada Dari Sombong...............................................................221 Meraih Taqwa.................................................................................229 Istiqomah. ........................................................................................238


1 MADRASAH RAMADLAN 1 م بس م م. ا حي ن ال حم ال م للا ل م ْ د ملل ر ب ال م ع الم م مي م . و ال ص م لمة س لم وال م م علم ى ال م م ب ع ث و م ر م ل ل م ح ة ع الم مي م ْ. م س ي مد م ن م م د م مو علم ى آل ه م ومْ أص م ه حاب أمْ جم مي ع ْ. Kullu ‘aamin wa antum bi khair. Selamat menyongsong bulan Suci Ramadhan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan ibadah di dalam bulan suci ini, utama sekali ibadah puasa dan Qiyamul Layl, serta diterima di sisi-Nya, sehingga kita, orang tua, isteri dan anak cucu kita dilepaskan dari api neraka. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Mengabulkan do’a hamba-Nya. Saudara-saudara kekasih Allah! Di antara karunia Allah kepada hamba-Nya, ialah diatur-Nya hukum alam bermusim. Bahkan untuk ibadahpun demikian. Maka para hamba Allah dalam suatu musim tertentu, lebih semangat menyingsingkan lengan baju, meningkatkan kwalitas iman dan taqwa, melalui kwalitas dan kwantitas ibadahnya. Mereka gigih


2 meningkatkan semangat juang dalam menyingkirkan jauh-jauh sifat malas dan jenuh. Di antara ibadah musiman, ibadah di bulan suci Ramadhan yang saat ini kita masuki hari pertamanya. Semoga Allah berkenan memberi kita kesempatan menyempurnakan segala macam bentuk ibadah sampai hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan ini, bahkan memberi kita usia panjang sehingga kita mendapat kesempatan besar, melaksanakan ibadah yang lebih sempurna di tahun-tahun mendatang, bersama taufiq Allah dalam ridha-Nya. Baik ibadah qawliyah, amaliyah atau qalbiyah. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Kuasa. Saudara-saudara yang berbahagia! Bulan suci Ramadhan adalah bulan musim penuh pahala ibadah. Bulan Ramadhan adalah bulan training menempa kita menjadi hamba Allah yang berkwalitas dan berbobot besar, membuat gaji umat Islam naik berlipat ganda kelak, serta menambah nilai disiplin akhlak dan perilaku yang semakin tinggi melalui jalur Islam. Allah menjamin kita dengan bimbingan, sebagaimana dalam firman-Nya: م يأمْي م ها ال ذ ي م ن م آم ن ك وا ت م ك لمي م ب ع م الص م ي مك امْْ م ك ما ت م ذي لمى ال م م بْع ن م م ن ق ب ل ك م لم م ك عل مم ت ت ْ ق ومن. )البق ة: 183) “Hai orang-orang yang beriman! Telah diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas umat sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”. (QS. Al Baqarah, 2:183) Allah menjelaskan dalam ayat tersebut, bahwa


3 tujuan puasa adalah taqwa. Logikanya, puasa yang dapat menghantarkan kepada taqwa itulah puasa yang memberi sukses dalam menjalankan training pendidikan keimanan Ramadhan. Demikian pula sebaliknya, puasa yang belum dapat menghantarkan kepada taqwa, adalah puasa yang belum berarti dalam melaksanakan training pendidikan keimanan Ramadhan. Akibatnya, orang itu tidak berhak untuk mendapatkan Ijazah Tanda Lulus , yaitu Al ‘Itqu minan Naar – selamat dari api neraka. Ijazah semacam inilah harapan semua hamba Allah yang tak ada taranya. Maka kegagalan ini, merupakan sebuah kegagalan besar yang tak ada bandingnya pula. Amat besarlah kerugian orang-orang yang tidak lulus dalam Training Pendidikan Keimanan Ramadhan, sehingga terpaksa harus menerima do’a laknat Jibril as sebagaimana diterangkan Rasulullah saw: م ع نْ م ال م س نْ ب نْ م م ك ال ْ ب نْ ال م و ث ي ْ م ع نْأمْب ي هْ م ع نْ م ج د قامل م هْ م : ص مع دْ م ر س و لْ من ْال مم للا لم م م ب. ف م ا ر ق م م يْ مع ت م ب م ةْ قاملْ مي آم . ث ْ م ر ق م يْأ ْ خ م مقامل م ى ف مي آم . ث ْ م ر ق م م يْ مع ت م ب مث ةْ ل م ث م ةْ ف م قاملْ مي آم م . ث ْ قامل:ْ أمْ م ت ْ ن ج ب ب لْعليهْ م السلم ف م قاملْْ م د ي م م م ْْ م ! م نْْأمْ د م رمكْْ م ر م مض م م انْْ ف لمم مْْ ي مغ ف ْْلم م هْْ فأمْ ب م مع د هْ املْ م ميْ. ق م ت: آ قل م م للا. ف : و م م نْأمْ د م رمكْ م و ال م د ي هْأمْ وْأمْ م م ح مد ه م ا ف م مد خ م لْ الن ْ م ارْْ م فأمْ ب م مع د هْْ املْْ م ميْْ. ق م تْْآ قل م م للا. ف : و م م نْْذ ك مت ْْ معن د ف لمم هْْ مْ ي م ص م لْ علم مك ي مْ فأمْ ب م مع د ه ميْ.ْ)رواهْابنْحبانْيفْصحيحهْ م تْآ قل م للا. ف ورواهْالاكمْمنْحديثْكعبْبنْعج ةْ( “Dari Hasan bin Malik bin Al Huwayrits, dari ayahnya, dari kakeknya berkata: Pernah Rasulullah saw naik mimbar.


4 Ketika beliau menaiki tangga pertama tiba-tiba mengucap Amien. Setelah menaiki tangga berikutnya, beliau mengucap lagi Amien. Dan ketika menaiki tangga ketiga beliau pun mengucap Amien. Tak lama beliau bersabda: Jibril datang kepadaku berkata: “Hai Muhammad! Barangsiapa mendapatkan Ramadhan, lalu tidak diampuni dosanya, maka Allah mengutukinya”. Kataku: “ Amien”. Jibril berkata: “Barangsiapa mendapatkan kedua orang tuanya, atau salah seorang di antara keduanya, lalu masuk neraka, maka Allah mengutukinya”. Kataku “Amien”. Jibril berkata: “Barangsiapa, kamu disebut-sebut di sisinya, lalu tidak bershalawat kepadamu, maka Allah mengutukinya”. Aku pun berkata: “Amin”. (HR Ibnu Hibban di dalam Shahihnya, dan Al Hakim dari hadis Ka’b bin Ujrah ra). Dari sisi lain, Ramadhan memberi motivasi yang amat tinggi terhadap orang-orang berpuasa, dengan pahala yang berlipat ganda diraih selama Ramadhan. Salman ra menyatakan dalam khutbah Nabi saw tentang fadhilah Ramadhan, bersabda: م م مق م مب نْْت ْْ ف ي ْ ه صبم لم ةْْ م م الم نْْ من مك ي مكا م م م نْْأمْ دى ف ي مض ةْْ ف ي م ماْ س م و اه م . و م م م نْأمْ دى ف ي مض ةْ ف ي مك من هْْ مك ا ْْ م م نْأمْ د م ى س ب مي ع مْ ف ي مض ةْ ف ي م ماْ س م و اه.(رواهْابنْخزميةْيفْصحيحه) “Barangsiapa mendekatkan diri (kepada Allah) dengan suatu kebajikan di bulan Ramadhan, maka nilainya seperti menunaikan suatu perbuatan fardhu di lain Ramadhan. Dan siapa menunaikan suatu perbuatan fardhu di bulan Ramadhan, maka nilainya seperti menunaikan tujuh puluh kali fardhu di lain Ramadhan”. (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya)


5 Abu Hurayrah ra meriwayatkan hadis Qudsi dari Rasulullah saw, Allah swt berfirman: ام م ي الص م , و ه ب زى أمج م أمن م و ِل ن ه إ م ف م ام م ي ال الص إ لمه م م م ن آد ل اب م مم ك ل ع ٌ ن ة ج –ْْ ر الن ا م ن ٌ م ة م اي م أى وق –ْْ ملم ف كم د م أمح م و م ص م و م من ي مكا ذما إ م ف ل ق م ل ي م ف لمه م ات م ق م ٌد أمو أمح ه اب م ن س إ م م ب, ف م صخ الم ي م ث و ف م ي ْ . ٌ م ائ م ّن ص إ ن م م للا د ن ع مب م أمط ي ئ م ال صا م ف ف ل و مل ه د م ي ب م مد م س مف ى ن ال ذ م و ه , ط ف ب م ح م ف م طم ذما أمف ا: إ م م ه ح م ف م ي ان م ت م ح م م ف ل صائ س ك, ل م ح ال ري ه م و م ص ب م ح م ف ه ب م ر م ى ذما لمق إ م و )ْْرواهْ البخارىْْومسلم,ْْوهذاْ لفظْ البخارى( “Setiap amal perbuatan anak Adam untuk dia (sendiri) kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Puasa itu benteng, yaitu pelindung dari api neraka. Maka ketika seseorang di antara kamu berpuasa, jangan berkata cabul dan jangan pula bertengkar. Jika ada seorang memaki atau menengkari, katakanlah (kepadanya): “Aku berpuasa! .Aku berpuasa!”. Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan kekuasaan-Nya, sesungguhnya bau mulut seorang berpauasa, lebih harum di sisi Allah dari pada minyak kesturi. Orang berpuasa mempunyai dua kali kebahagiaan. Yaitu: Berbahagia ketika berbuka, dan berbahagia ketika bertemu Tuhannya dengan membawa puasanya”. (HR Bukhari dan Muslimو dengan lapal Bukhari) Dalam riwayat Muslim juga dikatakan: ك ل ْْ م ع م م لْْ اب نْْآ م د م مْْ ي مض م اع ف م . ا م ل م ْْب ة م م سن ش ع أمْ م م ث م ال اإ مِل م س ب ع مم ائ ةْ


6 ض ف ع . قامل م ال ْال ص للا : إ و م م م ف إن ه ل م م و أمْ نْأمْ ج ز ه.ْالديث. ي ب “Setiap amal perbuatan seseorang dilipatgandakan. Satu kebajikan dilipatgandakan dengan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipatnya”. Allah berfirman: “Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya”. م ع ن أمْ ب ه م ي م م م قامل م ة قامل الن ْ ب: م م م ن مص ام م ر م مض م م ان م ن إ مي ا م و اح ت م س اب غ ف م لم ه م م م ا ت م قد ْ م مْ م ب ن ذمن ه. )رواهْالبخاريْوْمسلمْوْأبوْداودْ وْالنسائي) “Dari Abu Hurayrah ra Nabi saw bersabda: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu”. (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasaai). م ع نْأمْ بْ ه م ي م مْْ م ة مك من قامل:ْْ ا ْ م ر س ْْ و لْ للا ي م غ بْ ْ يف ق م ي امْ م ر م مض م م انْ م نْْغم نْْ م يْْأمْ ي م م ه مْْ ب م م ع ز مي ةْْ ث ْْ م ي ق و ل م : م م م نْْق امْْ م ر م مض م م انْْ م ن إ مي ا م و اح ت م س غ اب ف م لم ه م م م ا ت م قد ْ م مْ م ب ن ذمن ه. )رواهْالبخاريْوْمسلم( “Dari Abu Hurayrah ra berkata: Rasulullah saw biasa menganjurkan QiyamulْْLayl di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ikhlas, bukan dengan perintah ketat. Kemudian bersabda: “Barangsiapa melakukan Qiyamul Layl di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lalu”. (HR Bukhari dan Muslim) Di bulan Ramadhan itulah jalan ibadah dan ketaatan melimpah ruah, sementara itu hambatanhambatannya ditumpas. Utamanya, setan-setan dibelenggu, sehingga orang Islam di bulan Ramadhan


7 lebih selamat dari kejahatan ketimbang di luar Ramadhan. Abu Hurairah ra meriwayatkan hadis, Rasulullah saw bersabda: إذم م ا ج م اء م ر م م م ت ن ف م ض ا ت أمْ ح ب م ب و ا ا م لن ْ ة م و غ ل م ت ق أمْ ب م ب و ا ر ا الن ْ م و مد ت الش ْ ف م ص ي ي اط ) رواهْالبخاريْوْمسلم(ْْ “Apabila Ramadhan datang dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah setansetan”. (HR. Bukhari dan Muslim) Kalau di bulan Ramadhan telah dibuka segala pintu kebahagiaan dan keberuntungan sebanyak itu, antara lain diselamatkan-Nya dari api neraka, sementara orang berpuasa masih ada saja yang bersembalewa dan tidak bersemangat untuk meraihnya di musim merebahnya buah-buah iman ini, sudah tidak ayal lagi kalau dia mendapatkan do’a kutukan Jibril as dalam hadis di atas. Lalu, kapan seseorang akan diampuni dosanya kalau sudah tidak diampuni di bulan Ramadhan?! Dan kapan dia diselamatkan dari api neraka kalau tidak diselamat-kan di bulan Ramadhan?! Kalau ditanya: Bagaimana cara kita mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan di bulan puasa bulan Ramadhan ini? Jawabnya: Caranya, harus melaksanakan ibadah puasa sesuai ketentuan Islam. Harus berperilaku sebagaimana akhlak yang terkandung dalam hikmah puasa Ramadhan. Harus menjiwai dan mengimplementasikan etika yang terkandung dalam


8 hikmah puasa Ramadhan. Di samping itu harus menjauhi segala bentuk apa saja yang merusak puasa Ramadhan, baik ucapan, perilaku dan akhlak. Dengan kata lain, bahwa sasaran puasa adalah taqwa. Kalau ditanya: Apa taqwa? Jawaban singkatnya: Taqwa adalah berpegang teguh melakukan perintah Allah dan menjauhi apa saja yang dilarang-Nya. Kita menyadari, bahwa jawaban singkat ini memerlukan penjelasan detail, bagaimana puasa yang sesuai tuntunan Syara’; bagaimana mengimplementasikan akhlak yang terkandung di dalam hikmah puasa; bagaimana berpegang teguh kepada etika puasa dan bagaimana menjauhi segala bentuk yang dapat merusak puasa. Baik perilaku, ucapan atau perbuatan? Semua itu In Syaa Allah kami jelaskan pada kultumkultum berikutnya. م و م م صل ىْ للا ْ و م سل م مْ م وْ م ب م رمكْ م علم م ب تْأمْن م م ى خا ي ائ هْ م و ر س ل هْ م س ي مد م م ن م د م مو علم ى آل ه م و أمْ م ص ع جم ه أمْ م مي حاب و م ا ل م ْ د ملل ر ب م العالم مي م .


9 MADRASAH RAMADLAN 2 م بس م م. ا حي ن ال حم ال م للا ل م ْ د ملل ر ب ال م ع الم م مي م . و ال ص م لمة س لم وال م م علم ى ال م م ب ع ث و م ر م ل ل م ح ة ع الم م م مي . س ي مد م ن م م د م مو علم ى آل ه م ومْ أص م ه حاب أمْ جم مي ع ْ. Kultum Kedua Ramadhan ini kami mengambil tema Keimanan. Ramadhan adalah sebuah musim melimpahnya buah iman dan taqwa. Pintu-pintu kebajikan di hari-hari Ramadhan, sepanjang tahun selalu terbuka bagi semua orang melalui jalur puasa, tanpa mengenal jenis kebangsaan dan warna kulit, atau negara dan bahasa, atau di petak tanah yang manapun dari bumi Allah swt ini. Semua itu terbuka bebas untuk mereka, pintupintunya tak pernah tertutup sekejappun untuk mereka yang senang menyambutnya. Di dalam Lembaga Pendidikan Keimanan inilah setiap individu muslim menjalankan penempaan jasmaniyah dan rohaniyah melalui praktek puasa sebulan penuh, sepanjang hari dan sebagian dari malam hari.


10 Mereka mengasah taqwa dengan taubat dan istighfar. Mengikuti jalur-jalur steril maksiat dan bentuk kejahatan lainnya. Menempa qalbu menjadi ikhlas dan jernih. Penuh dzikir menerpa do’a. Dari kehalusan batin selalu cemas akan adzab Allah, tapi senantiasa penuh harap akan rahmat-Nya. Segala hal dan kebutuhan semata digantungkan kepada-Nya. Dari penempaan jiwa inilah muncul kendali, meluruskan nafsu dan syahwat, membangkitkan semangat dan introspeksi, menatap masa depan dan meraih nilai-nilai luhur. Maka dari Ramadhan itulah nilai-nilai kesabaran bermunculan dengan segala aspek dan prospeknya, sabar menanggung beban, sabar akan penderitaan, sabar menahan musibah dan cobaan, sabar melakukan ibadah dan Qiyamul Layl dan sabar menahan diri dari kemaksiatan dan dosa yang pada lahirnya amat mengasyikkan. Dengan puasa, di dalam hati seseorang tertanam rasa senang berbuat baik kepada orang lain, solidaritas, shilaturrahim, mencintai kaum dhuafa’, anak yatim, fakir miskin, bergotong royong untuk berbuat kebaikan dan taqwa. Bukan itu saja, bahkan dengan puasa pula di dalam hati seseorang dapat tumbuh rasa dermawan, membuat dia tidak suka mengabdi kepada harta karena bakhil. Sebab itu, dia berhati bersih, berperilaku dan bertutur kata baik. Bukankah kelak seseorang ditelungkupkan ke dalam api neraka karena buah lidah dan dosa-dosanya?! Maka dengan puasa itulah seseorang dapat mengekang lidah agar tidak mendapat murka dan azab Allah. Akhirnya setelah bulan Ramadhan,


11 dipermukaan dunia ini tak ada seseorang yang suka memaki dan mencela serta mencerca. Tak ada ucapan cabul dan keji. Tak ada gosip dan adu domba. Tak ada umpatan dan celaan, baik dengan perbuatan, sikap ataupun ucapan. Tak ada penipuan dan persaksian palsu, karena lidah setiap umat manusia hanya suka berbuat kebajikan. Bahkan lebih baik memilih diam dari pada terperosok ke dalam jurang kejelekan. Inilah penempaan puasa Ramadhan terhadap umat, membuat hubungan semakin kuat dan erat antara hamba dan Pencipta. Ramadhan juga disebut bulan Al Qur’an, mengingat Al Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan. Allah swt berfirman: مش ه ْْ م ر م مض م م انْْ ال ذ زملْْ ي أ ن ف ي هْْال ق ن آ ْْ ه د م ى للن ْا سْْ و م ب ي م ت ن ا ْْ م م نْ ا مل د م ف ل ى وا م ق انْ م . ف م م مدْ مش ه نْ ن ك م مْالش ْ ه م م ْ ف ل م ي ص م هْ م . و م م منْ مكا نْْ م م ض ي اْ أمْ م وْ علم م م ى سمف ْف عد ْةٌْ م مْأ ْ م نْأمْ ي خ م ْ . ي ي دْ ك للاْب مْا لي مس ْ م وْْالمْْ ي ي ك دْْب مْْا لع مس م . وْْ ل ت ك مل وا ال مْْ عد ْة م و ل ت مك ب م م وا للاْْ مْ علمى ما م ك مه دا م م ولم م ك عل مم ك ش ت ومنْ )البق ة:185ْ) “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) AlQur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa


12 sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”. (QS. Al Baqarah 2:185) Al Qur’an adalah Kitab Suci agama Islam yang penuh petunjuk, dan pemisah antara yang halal dan yang haram. Di dalamnya terkandung obat penyejuk hati dan jiwa. Membacanya penyegar iman dan pelita hati, melepas segala duka dan lara. Rasulullah saw mensinyalirnya, di dalam hadis beliau: أ د م ا م ل و م ب اق م ف للا ة م ب أ د م من م آ مذا ال ق م ن ه إ م ب مذا م ن ه , إ م ت مطمع ت ااس م م ه م ت ن م م ٌ ل ة م صم , ع ع الن اف اء م ف ش ال م ي, و ب ال م ر و الن م , و للا ل ب م من ح آ ال ق م ت ع م ت س ي م ف غ زي م , الم ي ه م ع م ن ات ب م م اةٌ ل م مَن م , و ه مَتم س مك ب مج و ع م الم ي م , و م ب ه ل و . أ ت د ال ة م مكث ن م لق المم ي خْ م , و ه ب ائ م مج ضى ع م ق ن م الم ت م , و م م وم ق ي م ف ّن ا إ م ت، أمم ا م ن م مس ح م ش ف ع م ، ك ل ح ه ت م لمو لمى ت م ع كم ج م ي م ن للا إ م ف الم م ٌف, و م ٌف ح أمل ن لمك م ٌف و م ل امل ح و الم ٌف أمق م ٌ ح م ي م م ٌف, و م ٌ ح م )ْرواهْالاكمْوصححه(ْ “Al Qur’an ini hidangan Allah. Sambutlah hidangan-Nya menurut kemampuanmu. Al Qur’an ini tali Allah, cahaya yang jelas, dan obat manjur. Al Qur’an pelindung bagi yang berpegang kepadanya. Penyelamat bagi yang mengikutinya. Tak perlu diklarifikasikan karena tak ada yang meragukan.


13 Tak perlu diluruskan karena tak ada yang bengkok. Digali sedalam bagaimanapun, keindahannya tak akan habishabis. Diulang sebanyak berapapun tidak pernah membosankan. Bacalah! Allah senantiasa melimpahkan pahala. Setiap huruf sepuluh kebajikan. Aku tidak berkata Alif Laam Miim itu satu huruf. Melainkan Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf. (HR. Hakim dan dinyatakannya Shahih). Rasulullah saw mensinyalir para shahabat, betapa besarnya keutamaan yang terkandung di dalam bulan Ramadhan. Berbahagialah seseorang yang lulus menempuh penempaan-penempaan Ramadhan. Amatlah besar perhatian Rasulullah saw terhadap para shahabat, agar tidak seorangpun di antara mereka ketinggalan mempergunakan kesempatannya di dalam bulan Ramadhan yang datang sekali dalam satu tahun. Tak seorangpun yang tahu, apakah ia akan hidup sampai Ramadhan mendatang, atau berakhir pada tahun ini saja sehingga tidak dapat memasuki lagi Ramadhan mendatang yang penuh keimanan dan taqwa?! Salman ra pernah meriwayatkan khutbah Rasulullah saw di akhir Sya’ban antara lain bersabda: م يأمْي م هاْالن ْ اس! م ك دق ْأمْظمل مْ مش ه ٌ ْ م ع ظ ي ٌ مْ م م ب م مش ارٌك ، ه ٌ ْ ف ي هْلم ٌ ي لم ةْ م ٌخ يْ م مش فْْ نْْأمْل مش ه ، ه ٌ ْْ م مج ع م لْْ ص م للاْْ ي م ام م هْْ ف ي مض ةْْ م ، و ق م ي م امْْلم ي ل ه م تطم وع م ا . م مق م مب نْت ْ ف ي هْ م صب لم ةْ م م ا لم نْ مك منْْ يمكا م م م نْأمْ دى ف ي مض ةْ ف ي م م ا س م و اهْ م . و م م م نْأمْ دى ف ي مض ةْ ف ي مك من هْْ مك ا ْْ م م نْأمْ د م ى س ب مي ع مْ ف ي مض ةْ ف ي م م ا س م و اهْْ م ، و ه م وْْ مش ه ْْال ص بْْ م وْْال ص بْْث م م و اب هْْ م الن ْ ةْْ م ، و مش ه


14 املو م ا م س اةْ م ، وْ مش ه ٌ ْ ي م ز ر ادْ ز قْ امل ؤ م نْ ف ي هْ م ، م مط نْف م ْ م صائ منْ مكا ما م م غ ف م ْْ ة ل ذ ن وب هْْ م وْْ ع ت م قْْ م م رق م ب ت هْ م م نْْالن ْا رْْ م ا ْْلم من ، ومك هْْ م ث لْْأمْ ْ ج ه م نْ غم نْْ م يأمْ ي ن مص ق ْْ م نْْأمْ مش ْْ ج ه ي ٌ ال م ئ. ق و م ا: ي م ر س وملْْ ! لمي م للا اْْ م ن كل سْ مي د ْ م م ا ي ف ط ْال ص ائ م م م مْ!ف قاملْ م ر س ْصلىْ للاْ عليهْ وسلمْ :ْ و لْ للا ي ع ط م ي للاْ همذاْ الث م مب و ا ْ م م مط نْف م ْ م صائ م م ا علمى مَت م ْأمْ ة م وْ ى ش علم م ب ةْ م م اءْأمْ وْ م م م ذ ق مب ةْلم ْْ. م و ه م وْ مش ه ٌ ول ْأمْ هْ م ر حٌم ةْ م وْأمْ و م سط هْ م م غ ف م ةٌْ م و آخ هْ ع ت ٌ قْ م م نْالن ْا رْ م . م م نْ م خ ف فْ ع مم ل نْ و ك هْ ف ي م هْغم ف م ْ ْ م للاْلمه وْأمْ مع ت م ق هْ م م نْالن ْا رْ م . و اس ت ك م ث و ا ف ي هْ م نْأمْ ر م ب عْ مخ يْت م صلمت مخ لْ: صا ض ومنْ م ب م ب ك ا ر مْْ م وْْ م صخ لم م ت ي ْْ م المْْغمن م اءْْ ب ك مْْ م عن ه م مأمْ م ص ا الم ما . ف لم م ت انْ الل م ت ان ت ض ومن ب م م م ب ك ا ر م م ف م مش مه ن اد لم ة أمْ م الم إ ه إال مللا مو ت غ م ست ف مو ن هْ م . وْأمْ م ص ا الم لم م ت انْ الل م ت انْ م المْغمن م اءْ ب ك مْ م عن ه م م م ماْف ت سأمْل ومنْ م م للاْ الن ْ م ةْ م م وْْ ت ع وذ ومنْْب هْْ م م نْْالن ْا رْْ م ، و م م نْْ م م سمق ى ص ائ م م ا س م ق اهْْ م للاْْ نْ م ح ض و ش يْْ م ب ةْْالمْْ م يظ م مأ ْْْ م م ح ّت د ي خ م لْْ م الن ْ م ةْْ.)رواهْ ابنْ خزميةْ يفْ صحيحهْ ثْ قال:ْ إنْ صحْ البْ(ْ ْللشيخْ أبْ عبدْ ال حنْ ابنْ عقيلْ الظاه يْ رسالةْ بعنوانْ البهانْ علىْ حتسيْ حديثْ سلمانْ.ْانتهىْفيهاْإِلْأنْالديثْحسنْ. “Saudara-saudara!ْْSebentar lagi bulan Suci yang penuh berkah telah berada di hadapan kita. Pada bulan itulah terdapat semalam yang nilainya lebih baik dari pada seribu bulan. Allah telah mewajibkan kita berpuasa sebulan penuh pada bulan itu. Kita dianjurkan-Nya untuk QiyamulْْLayl sebagai ibadahْْtambahan. Barangsiapa melakukan suatu


15 kebajikan pada bulan itu, nilainya seperti melakukan ibadah fardhu di lainnya. Dan siapa melakukan suatu perbuatan fardhu di bulan itu, maka nilainya seperti melakukan tujuh puluh kali perbuatan fardhu di lainnya. Bulan Ramadhan disebut bulan sabar. Sabar, pahalanya surga. Disebut pula bulan peduli sosial. Bulan membuat orang mu’min semakin bertambah rizkinya. Barangsiapa memberi buka puasa seorangْ ْberpuasa, maka diampuni dosa-dosanya, dibebaskan dari api neraka dan baginya pahala seperti pahala yang berpuasa tanpa berkurang sedikitpun”. Shahabat bertanya: Wahai Rasulullah! Tidak semuanya dari kami yang mampu memberi buka puasa kepada seseorang?!”. Rasulullah saw menjawab: ”Allah memberikan pahala ini kepada siapapun yang memberi buka puasa, sebiji tamar, seteguk air atau seceguk susu. Bulan Ramadhan, awalnya penuh rahmat, pertengahannya penuh ampunan dan akhirnya penuh pembebasan dari api neraka. Barangsiapa mem-peringan beban sahayanya, Allah mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah di bulan Ramadhan melakukan empat perkara, yaitu: Dua perkara membuat Tuhanmu senang dan dua perkra lainnya membuat kamu puas tidak pernah kurang. Dua perkara yang membuat Tuhanmu senang, adalah Syahadat dan Istighfar. Sedang dua perkara lainnya yang membuat kamu serba puas tidak pernah kurang adalah memohon surga kepada Allah dan dilindungi-Nya dari api neraka. Barangsiapa memberi minum kepada seorang berpuasa, Allah memberinya minum dari tamanku, yang membuatnya tidak pernah kehausan sampai masuk surga”. (HR. Ibnu Khuzaymah dalam Shahihnya) Apabila Ramadhan merupakan bulan panen segala


16 kebajikan karena melimpahnya pahala segala bentuk kebajikan dan pengampunan dosa-dosa serta pembebasan dari api neraka yang memang hal itu menjadi tumpuan harapan setiap muslim penuh iman, maka merupakan suatu keharusan bagi kita untuk bergabung bersama para aktifis di dalamnya mengikuti segala macam kegiatan keimanan dengan penuh antusias, sehingga pada akhir Ramadhan dapat meraih ijazah berperingkat istimewa (Mumtaz), dengan diampuni-Nya dosa-dosa dan dibebaskan-Nya dari api neraka. Dari Jabir as, Rasulullah saw bersabda: م ال مص يا م ٌْ م جن ْة ي م ست ن م ج با ال م ع ب د م م ن الن ْا ر )رواهْاإلمامْأحدْإبسنادْ حسن(ْ “Puasa itu sebuah perlindungan, tempat hamba Allah berlindung dari api neraka”. (HR Imam Ahmad dengan sanad Hasan). Imam Ahmad meriwayatkan pula dari Abu Hurayrah ra dengan sanad Marfu’. م ا لص م ي ام ٌ م جن ْة و ٌ ح ص ن م ٌي صح م م ن الن ْا ر “Puasa adalah sebuah perlindungan dan benteng kokoh dari api neraka”. م ا لل ك ه مْا ب ت ْلم م ن ا ْ يف م همذاْ الش ْ يْ ه ال مك ع ت ق ا م م نْالن ْا رْب م حم مك ت ْ م يْ م ع ز ي زْ م ف ي غم ارْ م يْ أمْ ر م ح م مْ ال مي اح ْ م , و م صل ى للاْ م و م سل م مْ م و م ب م رمكْ م علمىْ م ب تْْأمْن م م خا ي ائ هْْ م و ر س ل هْْ م س ي م م م دن م دْْ م مو علم ى آل هْْ م وأمْ م ص ع جم هْْأمْ مي حاب ْ م و م ا ل م ْ د ملل ر ب ال م عالم مي م ْ


17 SYAHADATU AN LA ILAAHA ILLALLAH م ْْ م بس م. ا حي نْْال حم ْْال م للا ل م ْ د م للْْ ر ب ْْال م عالم م مي م ْْ . وْْال ص م لمة سلم وال مْْ م علمىْ ال م م ب ع ث و م ر ح م ة لل م عالم م م مي . س ي مد م م ن م د م مو علم ى آل ه م ص ومْ أ م ع جم ه أمْ مي حاب ْ. Malam ini kita telah sampai kepada Kultum Ramadhan Ketiga, sekaligus pada malam ketiga pula. Semoga Allah senantiasa mengabulkan puasa dan amal ibadah lain kita semua. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. Saudara-saudara! Telah kita singgung hadis yang lalu pada Kultum Kedua, yaitu hadis Salman ra yang diriwayatkan Ibnu Khuzaymah dalam Shahihnya, antara lain beliau bersabda: م و اس ت ك م ث و ا ف ي يف ه -أي ْ م ر م ان – مض م م م ن أمْ ر م ب ع مخ ي ت م صلمت مخ ل: صا ض ومن ب م ماْ م ك رب م م ، و م صخ لم م ت م ي الم غمن م اءْ ب ك م م عن ه م مأمْ م ص ا الم ما. ف لم م ت ان الل م ت ان ت ض ومن ب م ماْ م ك رب م م ف م مش مه ن اد لم ة أمْ م المإ ه إال للا ْ م مو ت غ م ست ف مو ن ه. م ص ا ا لم وأمْ م لم م ت ان الل م ت ان م الم غمن م اءْ ب ك م م عن ه م م م ما ف ت سأمْل ومن م م للا ا م لن ْ ة م مو ت ع وذ ومن ب هْ م م ن الن ْ ارْ.ْالديث “Perbanyaklah di bulan Ramadhan melakukan empat perkara, yaitu: Dua perkara membuat Tuhanmu senang, dan dua perkra lainnya


18 membuat kamu puas tidak pernah kurang. Dua perkara yang membuat Tuhanmu senang, adalah Syahadat dan Istighfar. Sedang dua perkara lainnya yang membuat kamu serba puas tidak pernah kurang adalah memohon surga kepada Allah dan dilindungi-Nya dari api neraka”. Empat perkara inilah dianjurkan Rasulullah saw, agar kita perbanyak di dalam bulan suci Ramadhan yang penuh barokah ini. Syahadat Tauhid adalah pintu utama setiap muslim untuk memasuki Islam. Tidak shah Islam seseorang tanpa melalui pintu itu. Pintu Syahadat Tauhid menafikan segala bentuk ketuhanan selain Allah, diesakan hanya untuk Allah semata. Itulah Kalimat Tauhid dan Kalimatul Ikhlash, yaitu paling utamanya segala macam bentuk dzikir kepada Allah. Pernah Jabir bin Abdullah ra mendengar Rasulullah saw bersabda: أمْ مض ف ل ك ال ذ لم م المإ ه إال للا ْ )رواهْابنْماجةْوالرتمذيْوقالْحديثْحسنْ( “ Paling utamanya dzikir adalah – Laa ilaaha illallaah- Tiada tuhan selain Allah.” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi, dan dinyatakannya Hadis Hasan). Semakin banyak seseorang membaca Kalimat Syahadat, ia semakin pula disenangi Allah swt. Karena itu Rasulullah saw menganjurkan kita memperbanyak mengucapkannya, utama sekali di dalam bulan suci Ramadhan. Apabila kita telah disenangi Allah swt, maka dengan sendirinya kita telah meraih segala kebajikan dan puncak harapan. Membaca Kalimat Tauhid pada waktu-waktu di setiap bulan itu memang merupakan kebajikan yang besar pahalanya. Tapi, lebih besar lagi di bulan suci Ramadhan. Dari Abu Ayyub ra dari Nabi saw bersabda: م م لم املْالمإ م م نْق هْ إال ْللا ْ م و ح مد مش هْ المْ مك ي ْلم ه, لم هْ ك املل ْ م ولم هْ م ال م دْ م , و ه م م وْ علمىْ


19 ك مش لْْ ي ئْْ م ق د ي ٌ ْْ–ْْ م ش ع م ْْ م م ت مك من ا ْ مك ا ْ م م نْْأمْ مع ت م قْْأمْ ر م ب م مع ةْْأمْ ن ف سْْ م نْْ م ولم دْ إ سم اع ي م ل )رواهْالبخاريْوْمسلم(ْ “Barangsiapa mengucap -Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syay-in qadiir – tiada tuhan selain Allah satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi Dia kerajaan dan bagi Dia pula puja puji. Dialah Maha Kuasa atas segala sesuatu-, sebanyak sepuluh kali, maka orang itu mendapat pahala seperti pahala memerdekakan empat orang sahaya anak Ismail”. (HR. Bukhari dan Muslim ) م ع نْأمْ بْ ه م ي م مْْأمْ نْ ة م ر س امل وملْ م ْْق م للا : م املْالم م نْق إل م هْ إال ْ مللاْ و ح مد مش هْ المْ مك ي ْ لم ه, لم ه م ك املل ولم ه م ال م د م و ه م م و علمى ك ل مش ي ئ م ق د ي ٌ ْ ميف ي و م مم ائ م ة م مك م ْْ م ة ت ان لم هْ م م ع دملْْ ش ع ْْ ر م ا ْْ ب ق م و ك ت م ت ب ْْلم هْْ مم ائ ةْْ م ح م م سن ةْْ م و م م ت ي ْْلم هْْ مم ائ ةْْ م س ي م ئ ةْْ م م ومك ت ان ْْلم هْ ح ز ا م م نْالش ْ يطم انْ م ي و م م هْذم ّت مك ل م ح مي س م يْ م و م ملْ م ت ي ْأمْ م مض حٌدْ بمف م لْ م م ا ج م اءْ ب هْ إال م ر ج ٌ م ل ع م م م ل أمْ ك ث م م ن ه )رواه البخاريْومسلمْ( “Dari Abu Hurayrah ra bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: ”Barangsiapa mengucap sehari seratus kali: Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syay-in qadiir- Tiada tuhan selain Allah satu-satu-Nya. Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi Dia kerajaan. Dan bagi Dia pula puja puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu; maka ucapan itu sebanding dengan pahala memerdekakan sepuluh orang sahaya, dicatat baginya seratus kebajikan, dihapus baginya seratus kejelekan dan baginya menjadi pelindung dari setan pada hari itu sampai sore. Tak seorangpun yang lebih baik dari pada dia, kecuali seseorang yang melakukanya lebih banyak dari pada dia”. (HR. Bukhari dan Muslim) Perlu diingat pula, bahwa di dalam pengulangan kalimat


20 Tauhid amatlah diperlukan renungan dan penghayatan, sehingga doktrin tauhid benar-benar terpateri di dalam hati setiap muslim yang membaca, dan diimplementasikan di dalam pola hidup keseharian. Karena itu, dengan penuh ta’zhim dia senantiasa berpola hidup yang disenangi dan diperintah Allah Yang Maha Esa. Dalam situasi dan kondisi seperti inilah kita melihat seorang muslim penuh taqwa kepada Allah dan percaya diri, karena dia hanya bergantung kepada Allah mengharapkan pahala dari Dia dan takut kepada siksa-Nya. Segala kebutuhan, dia hanya meminta kepada Allah, tidak meminta kepada sesama hambaNya. Segala ibadah dan pengorbanannya dihadapkan hanya kepada Allah semata, terlepas dari kepentingan-kepentingan peribadi, seperti popularitas atau sebagainya. Karena itu dia yakin, bahwa madarat dan manfaat, kebaikan dan kejelekan, dukungan dan hambatan, kaya dan miskin, sehat dan sakit, semuanya hanya di tangan kekuasaan Allah semata, bukan di tangan sesama hamba-Nya. Sekali hamba tetap hamba. Begitulah ditegaskan Rasulullah saw kepada Ibnu Abbas ra: م ع نْ اب ن م امل: كن م ا س ْق ت عب ْ م مف خل الن ْ ب ْ م ي و م م ا ف قامل م م لم : ي غ م ! إ ن ْأ ْ م ع ل مك م ْ مك ل م ت م ا ْْ : ا ظ حمف ْْ م مكْْ مفظ مي للاْْ , ا ظ حمف ْْ م ذم مكْْ, إ ه م ا م ْْ ت ت ده م للاْْم مت ا سأمْل ْ م ف ل اسأمْ ْْ م م للاْْ , و ذم إ ا اس م ت م ع مت ن مْْ ف اس م ت ع نْْ ب م للْْ,ْْْ و اعلم م مْْأمْ نْْال ْ م وْْ ةْْلم اج م ت م م م ت ع ْ م نْْ علمىْ أمْ م ي ن م ف ع مش ومكْْب ي ءْْ مملْْ م ي ن م ف ع ال ْْب مش ومكْْإ ء م مكت م دْ م ي ْْق ب هْْ مكْْ م للا لم , و إ نْ اج م ت م م ع م و ن ا علمىْأمْ ْ م ي ض مش ومكْب ي ءْ مملْ م ي ض ال ْب مش ومكْإ ي ق دم ءْ مكم ت م ب هْ مكْ,ْ لمي م للاْع ر ف م ت ع ْْ المْ لم ق مْْ م و م ص ت ج ف ْْال ح ف )رواهْ الرتمذيْ وقالْ حديثْ حسنْ صحيحْ( “Dari Ibnu Abbas ra berkata: Pernah aku dibonceng Rasulullah saw, lalu bersabda: Nak! Kuajari kamu beberapa kalimat. Yaitu:


21 Peliharalah (ketentuan) Allah, maka Allah pasti memeliharamu. Peliharalah (ketentuan) Allah, pasti kamu dapatkan Dia menyertaimu. Apabila mau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah. Apabila meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, sekalipun semua makhluk bersepakat untuk memberimu suatu manfaat, niscaya mereka tidak akan dapat memberi suatu manfaatpun kecuali yang telah Allah takdirkan untukmu. Demikian pula, kalau mereka sepakat untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu, niscaya mereka sama sekali tidak akan dapat menimpakan suatu bahayapun, kecuali yang telah Allah takdirkan kepadamu. Catatan takdir telah berlalu. Maka selesailah semua urusan”. (HR. Tirmidz. Kata dia: Hadis Hasan Shahih) Apabila akidah tauhid terpateri di dalam hati seorang muslim, kemudian dipertebal dengan memperbanyak mengucapkan kalimat -Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah- Tiada tuhan selain Allah satu-satu-Nya; tiada sekutu bagiNya’ maka terlepaslah dia dari penyakit-penyakit hati, antara lain: 1. Penyakit senang popularitas dan bohong. Orang ini yakin. Untuk apa mencari popularitas di kalangan sesama, hanya bermaksud agar mendapat kepentingan. Untuk apa berbohong kepada sese-orang, hanya karena ditakuti dapat mendatangkan bahaya. Untuk apa semua itu dilakukan, pada hal semua ini hanya berada di tangan kekuasaan Allah?! 2. Penyakit suka kikir dan lokek. Untuk apa kikir! Orang ini yakin dan tidak takut miskin. Untuk apa takut miskin, karena rizki semua makhluk ada di tangan kekuasaan Allah semata. 3. Penyakit pengecut, lemah hati dan patah semangat (wahn). Orang ini yakin dan tidak takut. Untuk apa menjadi


22 pengecut, lemah hati dan patah semangat, sementara hidup atau mati seseorang hanya di tangan kekuasaan Allah ?! Tak satu makhluk pun berhak memajumundurkan kematian seseorang. 4. Penyakit zhalim dan permusuhan. Untuk apa berbuat zhalim dan permusuhan, kalau sadar bahwa dia selalu dalam pengawasan Allah. Siapakah yang dapat menyelamatkan dia setelah azab Allah datang akibat perbuatan zhalim dan permusuhan?! Amatlah banyak pengaruh memperbanyak membaca Kalimat Tauhid terhadap pembentukan jiwa dan perilaku seseorang. Tidak heran kalau Rasulullah saw senantiasa menganjurkan kita memperbanyak mengucap Kalimat Tauhid di dalam bulan suci Ramadhan khususnya, karena ia akan semakin disenangi Allah. Menauhidkan Allah dan ikhlas kepada-Nya mempunyai kedudukan yang amat tinggi di dalam Islam. Ikhlas adalah buah tauhid. Puasa merupakan motivator untuk berperilaku ikhlas dan berbuat banyak kebajikan, yang tujuananya semata untuk Allah swt dan mengharapkan pahala dan ridha-Nya semata. Sebab puasa merupakan suatu ibadah yang tak dapat dideteksi oleh siapapun kecuali oleh Allah satu-satu-Nya. Puasa itulah satusatunya ibadah yang berkaitan langsung antara sang hamba dan Tuhannya. Sebab itu, pahala puasa amatlah besar, tak ada batas dan hitungannya. Begitulah ditegaskan Rasulullah saw di dalam As-Shahih, hadis Qudsi: ك ل ْْ م ع م م لْْ اب نْْ م آد م مْْ مض م ف ي اع ْْ ة م ن م مس م ل ، ا م ش بع ْْأمْ م م ث م ال ا إ مِل م س ب ع مم ائ ض ةْْ ف ع ْ هْ ي ب ج ز منْأمْ وأمْ م ل ن ه إ م م ف م و ......إال ال ص “Semua amal ibadah umat manusia dilipatgandakan pahalaanya. Satu


23 kebaikan dibalas sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipatnya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu milik-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya”. Begitu pentingnya usaha keras untuk meningkatkan amal ibadah kita dan membersihkannya dari tujuan kepentingan peribadi, penyebab terhapusnya pahala amal ibadah seperti popularitas dan pamir atau riya’ dalam bahasa agamanya,. Begitulah ditegaskan Raslullah saw agar kita memurnikan niat hanya untuk Allah saw, di dalam sabdanya: م ع نْأمْ بْ ه م ي م مْْأمْ نْ ة م ر س املْللا ْ م امل: ق م م وملْللاْْق ع زْ م و م منْ أمْ غ م ج ل:ْ أمْ نْ الش ْ م مك اء م ع ن ش ال مك. م م ن ع م م م ل ع م ش أمْ مل م مك ف ي هْ م م عي غم م يي ت م ك ت ه م و ش مك ه )رْواهْمسلم( “Dari Abu Hurayrah ra bahwa Rasulullah saw brsabda: Allah awj berfirman: “Akulah yang paling tidak memerlukan sekutu dari persekutuan. Barangsiapa mengerjakan suatu amal yang di dalamnya ada unsur menyekutukan Aku terhadap selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya” . (HR. Muslim ) Untuk mengobati penyakit hati seperti senang mencari popularitas dan pamer ini, Rasulullah saw memberi obat manjur yang amat berguna dengan izin Allah jika tekun dilakukan. Abu Musa Al Asy’ari ra berkata: Pernah pada suatu hari Rasulullah saw berkhutbah kepada kami, di dalam khutbah itu antara lain bersabda: م يْ أمْي م هاْ الن ْ اس ! ات ق و م ا همذ ش ا ال م مكْْ ف إن هْْأمْ خمف ى م م نْْ د ب ْْالن ْ ب ي مقاملْ م م ل. ف م م نْ مش م ن اءْْأمْ ْْ م ي ق ومل م : ومك مف ي ْْ م ن ت ْ ق ي هْْ م و ه م وْْأمْ خمف ى م م نْْ د ب ْْالن ْ ب ي م لْْ م ي م ر س للا ؟ْ وملْْ قامل م : ق ول لل م وا :ا ن م ه مْإ ن ع مك وذ ْب ْ م ش مكْب ن ن نْأمْ مك مش ي ئ م ا ن علم م هْ م موْ ن غ م ست ف مكْ ل م م ما الم ن علم م ه .)رواهْأحدْوْالطبانْورواتهْثقاتْ(ْ


24 “Saudara-saudara! Takutilah (jenis) kemusyrikan ini (riya’-pamer). Sesungguhnya kemusyrikan ini lebih samar dari bunyi rayapan semut. Lalu seseorang bertanya: Mampukah kami menjauhi jenis kemusyrikan ini, sedang jenis kemusyrikan ini lebih samar dari pada rayapan semut wahai Rasulullah?! Beliau bersabda: Ucapkanlah kalimat-kalimat ini: Allaahumma innaa na’uudzu bi-Ka min an nusyrika bi-Ka syaian na’lamuhuu wa nastaghfiru-Ka limaa laa na’lamuhuu-Wahai Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu akan suatu yang kami ketahui. Dan kami mohon ampun kepada-Mu, akan sesuatu dosa yang tidak kami ketahui”. (HR. Ahmad dan Thabrani. Semua perawinya Tsiqat). م و م صل ى للاْْ م و م سل م مْْ م و م ب م رمكْْ م علمى م ب تْْأمْن م م خا ي ائ هْْ م و ر س ل هْْ م س ي م م م دن م دْْ م مو علم ى آل هْ م وأمْ م ص ع جم ه أمْ م مي حاب و م ا ل م ْ د ملل ر ب ْال م عالم مي م


25 ISTIGHFAR م ْْ م بس م. ا حي نْْال حم ْْال م للا ل م ْ د مللْْ ر ب ْْال م عالم م مي م ْْ . وْْال ص م لمة سلم وال مْْ م علمىْ ال م م ب ع ث و م ر ح م ة لل م عالم م م مي . س ي مد م م ن م د م مو علم ى آل ه م ص ومْ أ م ع جم ه أمْ مي حاب ْ. Malam ini kita telah sampai kepada Kultum Ramadhan Keempat, sekaligus pada malam keempat pula. Semoga Allah senantiasa mengabulkan puasa dan amal ibadah lain kita semua. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. Saudara-saudara! Rasulullah saw berpesan kepada kita agar memperbanyak melakukan dua hal yang membuat ِ Allah menyenangi kita, utama sekali di dalam bulam suci Ramahan, yaitu: 1.Memperbanyak Syahadat Tauhid sebagaimana kami terangkan pada Kultum Ketiga tadi malam, dan 2. Memperbanyak istighfar Pada Kultum Malam Keempat ini In syaa Allah bi ‘awnillah kami mengupas item kedua, yaitu anjuran memperbanyak istighfar. Allah menciptakan umat manusia dengan dua unsur pokok, rohani dan jasmani. Stabilitas jasmaniah banyak dipengaruhi oleh stabilitas rohaniah.


26 Allah menciptakan dua gejolak yang berlawanan di dalam jiwa setiap insan, yaitu motivator kebajikan, dan di satu pihak motivator kejelekan. Karena motivator yang kedua inilah manusia dapat terjerumus melakukan dosa-dosa, walaupun telah berusaha keras untuk menjauhinya. Allah swt Maha Tahu, bahwa para hamba-Nya akan melakukan banyak dosa, karena itulah pintu taubat dan istighfar dibuka, dengan penuh rahmat dan karunia dari pada-Nya. Allah Maha Sayang kepada para hamba-Nya, sebagaimana ditegaskan Rasulullah saw dalam hadis Qudsi, bahwa Allah swt berfirman: م ي ع م ب اد ن ك يْْ! إ ت مْْ ط ئ ومنْْ بلل ي لْْ م وْْالن ْ م ها رْْ م وأمْنمْْأمْ غ ف ذ ْْال ن مب و ْْ مج ي عاْ م ف اس م ت غ ف و غ أمْ ن ف لم ك م )رواهْمسلمْيفْصحيحهْ(ْ “Wahai para hamba-Ku! Sesungguhnya kalian berbuat salah di malam dan siang hari. Dan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya. Maka mintalah ampun kepada-Ku, Aku akan mengampinimu”. (HR. Muslim dalam Shahihnya). Istighfar artinya permohonan ampunan. Maghfirah artinya pengampunan, yaitu dihapuskan-Nya dosa dan dirahasiakan-Nya. Begitulah kata Al Hafizh Ibnu Rajab Al Hanbali rahimahullah. Maka seseorang yang mengucapkan Astaghfirullah - aku memohon peng-ampunan kepada Allah, dia seperti yang mengucapkan kalimat Allahummaghfir lii- Wahai Allah! Ampunilah aku. Walaupun Rasulullah saw seorang makhluk yang telah diampuni dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang, beliau masih memperbanyak Istighfar. Mengapa beliau demikian? Karena Istighfar salah satu dari antara ibadah-ibadah utama. Sebab dengan banyak membaca Istighfar Allah semakin senang kepada hamba-Nya. Sebagaimana kami terangkan pada hadis


27 Salman dalam Kultum Malam Ketiga. Demikian pula di dalam riwayat-riwayat lain tentang keutamaan memperbanyak Istighfar, seperti dalam hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurayrah ra, pernah dia mendengar Rasulullah saw bersabda: م و ْإ للا ن مْلمْ غ م ست ف ْللامْ م وْأمْ ت ب و ْ إلم ي هْ يف ْال م ي و مْأمْ ك م ث م ْ م نْ م س ب مي ع ْ م م )رواهْ ة البخاري( “Demi Allah, sesungguhnya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”. (HR Bukhari) Ibnu Umar ra juga pernah berkata: Kami biasa menghitung bacaan Rasulullah saw dalam sekali pertemuan, beliau membaca seratus kali: م ر ب غ ْْا ف ْْ لْْ م و ب ت ْْ م علم مكْْأمْن ن مت يْْإ ب و ْْالت ْ ا ْْ ال ح ي مْْ)رواهْ أبوْ داودْ والرتمذيْوقالْحديثْحسنْصحيحْ(ْ “Wahai Tuhanku! Ampunilah aku. Dan terimalah taubat untukku. Sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi. Kata dia: Hadis Hasan Shahih). Karena pentingnya Istighfar, di dalam Al Qur’an, terdapat di dalam berbagai tempat dan sikon. Antara lain: 1. Dalam bentuk perintah. Seperti: م و اس م ت غ ف و م ا للا إ ن م للا غم ف و ٌ ر م ر ح ي ٌ م )ْالبق ة:ْ199ْ) “Dan mohon ampunlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “. (QS. Al Baqarah, 2: 199 ) م وأمْ ن اس م ت غ ف و م ب ك ا ر م ث ْ ت و ب لم وا إ ي ه )هود: 3ْ) “Dan hendaklah kamu mohon ampun kepada Tuhanmu,


28 kemudian bertaubatlah kepada-Nya”.(QS. Hud,11: 3) Dalam bentuk pujian kepada ahli Istighfar, seperti: م وال م غ م ست ف ي م ن ب لمْ مس حا ر )الْعم ان:ْ 15ْ) “Dan orang-orang yang membaca Istighfar di waktu-waktu sahur”. (QS. Ali Imran,3:15) م وْْال ذ ي م م ذما ف م نْْإ عل م وا ف اح مش ةْْأمْ وْْظملم م واْْ ه م س ف أمن م ذممك و م ا للاْْ م ف اس م ت مغ ف واْ ل ذ ن و ب مْْ م و م م نْْ م ي غ ف ذ ْْال ن مب و ْْ إال ْْ مللاْْ و مملْْ ص ي م و ا علم م م م ى ما ف عل و م ا و ه م م ي علم م ومن )ال عم ان: 135ْ) “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka; dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?! Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (QS. Ali Imran,3:135) 2. Dalam bentuk ungkapan, bahwa Allah meng-ampuni siapapun yang beristighfar. م و م م ن م ي ع م م ل س و ءاْأمْ و م يظ ل م م ن ف م س ه ث م ي غ م ست ف ْ م دْ ي م للا م للا غم ف و ر م ا ر ح ي ماْْ )ْالنساء : 110ْ) “Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya kemudian dia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An Nisaa’,4:110) 3. Dalam bentuk ungkapan stimulasi kepada orang yang suka berbuat maksiat agar mendapatkan ampunan dari Allah. ق ل م ي ع م ب اد م ي ال ذ ي م ن أمْ س م ف م و ا علمىْأمْ ن ف س ه م مْْالم ت مق نط و ا م ن م ر حم نْ ة . إ للا م مللا ي غ ف ذ ال ن مب و مج ي ع ا .إن ه ه م م و الغ ف و ر ال ح ي م )ْالزم : 53)


29 “Katakanlah! Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Az Zumar,39:53). Allah mencintai hamba yang suka memohon ampun dan mengharap rahmat-Nya. Sebab Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Abu Hurayrah ra meriwayatkan hadis Shahih, Rasulullah saw bersabda: م وال ذ س م ف يْن م يْب ي د هْلم وْ ذ مملْت ن ب وا لممذ م ه م مْ ك ْب م بْللا و م مل م اءْ ب م ق و مْ ي ذ ن ب ومنْ م ف م ي غ م ست ف ومن م م امِل ف م ع م م للا ت ي غ ف )رواهْمسلمْ( “Demi Dzat yang jiwaku di tangan kekuasaan-Nya, andaikan kalian belum pernah bebuat dosa, pasti Allah membiarkan kalian, lalu mendatang-kan suatu kaum berbuat dosa, kemudian mereka beristighfar lalu Dia mengampuni mereka”. (HR. Muslim ) Hadis ini, sama sekali bukan berarti mendorong kita untuk berbuat dosa, melainkan stimulasi agar senang beristighfar, dan menjelaskan bahwa Allah senang dimintai ampun dan mencintai hamba yang memohon ampun kepadaNya. Abu Hurayrah ra meriwayatkan hadis Shahih dari Nabi saw bersabda: إ نْْ م ع ب م داْ أمْ ذن م مقامل م ا ف ب م بْْذمن : ر ب ْْأمْ ذ م ن ت ب ْْ ذمن ب ا فا غ م ف ْْ لْْ م . قاملْْ للاْ م ت م عامِل م : ع ل م مْْ م ع ب د يْْأمْ نْْلم هْْ م ًب ر م ي غ ف ْْال ذن م مبْْ وْْ م ي خ ذْْب م هْْ. غم ف ت ْ ل م ع ب د م يْ. ث ْ مث م مك ْ م مش م ا م اءْ م م للاْ ث ْأمْ ذن مخ اْآ ب م بْذمن مك ف مذم ْ م ْ م ث م و لْ لْالمْ م م م ت ي م ْ)رواهْ البخاريْ وْ مسلم( ويف رواية ملسلم قاملْ ْالث ْ يف ال م ث م ةْ د : ق ْ


30 مغم ف ت ْْ ل م ع ب د ل م م يْْف ي ع م م لْْ م مش م ا م اءْْ.ْ أمْ ميْ م م ا د م امْْ م علم م م ى همذ ل ا ال ك ا ْْ ل م ماْ أمْ م ذ ن م مف غ م ست م ب ا ْ. “Pernah seorang hamba melakukan suatu dosa, lalu berkata: Hai Tuhanku! Aku telah berbuat dosa, maka ampunilah aku”. Allah ta’ala menanggapinya: Hamba-Ku tahu, bahwa dia mempunyai Tuhan yang meng-ampuni dosa dan menghukumnya. Aku telah meng-ampuni hamba-Ku itu. Tidak lama dia melakukan dosa lain. Maka Allah menanggapi yang kedua kalinya lagi seperti semula”. (HR. Bukhari dan Muslim) Di dalam riwayat Muslim, pada yang ketiga kalinya Allah menaggapinya: “Aku telah mengampuni hamba-Ku. Maka lakukanlah semaunya”. Artinya: Selagi hamba itu bersikap seperti semula, setiap melakukan dosa dia beristighfar. Beberapa faedah banyak membaca istighfar antara lain: a. Diampuni dosa-dosa b. Membuat hati bersih bening Istighfar membersihkan bekas-bekas kemaksiatan dalam jiwa dan hati. Hati tak ubahnya cermin. Setiap cermin kotor, dihapus mengkilat lagi. Demikian pula hati. Kemaksiatan meninggalkan noda hitam dan kotoran di dalam hati setiap orang yang melakukannya. Setelah beristighfar, noda dan kotoran itu hilang, lalu hati menjadi bening kembali seperti cermin mengkilat. Bagi yang berulang kali melakukan kemaksiatan, maka noda hati bertambah, sebanyak maksiat yang dilakukan. Bahkan sampai penuh menutupi hati berwarna hitam. Begitulah Abu Hurayrah ra meriwayatkan sabda Nabi saw: إ نْْ م الع ب م ذماْ أمْ دْْإ م خطمأمْْْ خ ط ي م ئ ةْْ ن م ت كت ْْ م ْْ يف ق ل ب ن ك هْْ م ٌت م ةْْ. ف ن إ ْْ ه م م وْْ ن م ز م عْ


31 م و اس م ت مغ ف م ْ دْ ز م ا م نْع إ م تْ. ف قلم ص ي م دْ ف ي م ه م ا ح ّت م ت عل م ل م وْق م ب , ف مذم هْ مك ل ْ ن ال ا ْ ال ذ م ي ذممك امِل : مكل م ع م م للا ت ب ل م منْ را م ع م لى ق ل و ب م م مك ما ان وا م ي ك س ب ومنْ )رواهْ الرتمذيْ وْقالْ حديثْ حسنْ صحيحْ وْ النسائيْ وابنْ ماجةْ وابنْحبانْوْالاكم(ْ “Apabila seorang hamba melakukan suatu kesalahan, maka ternodalah hatinya dengan setitik noda hitam. Setelah lepas dan beristighfar, baru hatinya bersih dan bening kembali. Jika mengulang, bertambahlah noda-noda itu sampai menutup hatinya. Itulah yang disebutkan “Ar Raan” oleh Allah di dalam Al Qur’an: “Sekali-kali tidak demikian. Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka”. (HR. Tirmidzi, Nasaai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim. Kata Tirmidzi: Hadis Hasan Shahih.). c. Menyuburkan harta d. Mempermurah rizki e. Mempermurah anak cucu. Allah swt menyatakannya melalui Nuh as: م ف ت قل ْْ اس م ت غ ف و م ب ك ا ر ن مْْإ مك من هْ ف ا ْْ غم ار ا . ي س س لْْال م م م اء لمي م ع ك مْْ دم م ر اراْ م .و مي د د ك م بم م م ل و ا م و م ب م مي ن و مي م ع ل لم ك نم م أمْ اراْ. )نوح: 10) “Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu yang lebat. Dan memperbanyak harta-harta dan anak-anak kamu, dan menjadikan untukmu kebun-kebun dan menjadikan pula untukmu di dalamnya sungai-sungai”. (QS. Nuh,7:10) م وْْ م م يْْق و مْْ اس م ت غ ف و م ب ك ا ر مْ ْْ ث ْْ ت و ب لم وا إ ي هْْ ي س س لْْال م م م اءْْ م علم ي ك مْْ دم م ر اراْ م و م د ك زي و مِل ق إ وة م ق ت ك م م م والم ت م ت م ول م و ا مي م ْ )ْهود: 52ْ)


32 “Dan (Hud berkata): Hai kaumku! Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang lebat kepadamu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. (QS. Hud,11:52) Ibnu Rajab Al Hanbali rahimahullah berkata: Istighfar sempurna yang membuahi pengampunan Allah adalah istighfar yang disertai dengan ketekadan untuk tidak mengulang kembali perbuatan dosa, seperti yang dijanjikan Allah dan dipuji di dalam firman-Nya: أ ْولم مك ئ ْ م مج ز اؤ ه مْ م م غ ف م ةٌْ م نْ م ر ب مْ م و م ٌتْمت جن ْا م يْ نْمحت ت م لمْ نم ها ا ارْ م خ ال د ي م نْ ف ي م ه م ا و ن ع م م أمْ ج ال م ع ام مي ل )ألْعم ان: 136) “Mereka itu balasannya, yaitu ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan inilah sebaik-baik pahala orang yang beramal”. (QS. Ali Imran,2:136) Menurut Ibnu Rajab, yang paling utama membaca Istighfar, hendaklah dimulai dengan pujian kepada Allah, lalu mengakui dosa yang telah dia lakukan. Setelah itu baru memohon ampun kepada Allah. Demikian itu, diterangkan dalam hadis Syaddad bin Aws ra dari Nabi saw bersabda: م س ي دْ اال س ت مغ نْ فا رأمْ م ي ق وملْال م ع ب لل م دْ: ا مت ه مْأمْن ْ م ر لم م بْالمإ هْ إال ْأمْ مت ن ْ م م خلم قت نْ م م وْأمْ م ن ع ب دمكْ م م وْأمْ م ن م علم ى ع ه دمكْ م و م و ع دمكْ م م ااس م تطم ت ع ْأمْ ع مك وذ ْب ْ م مش نْ ْ م م م ا ص م ن ت ع ْأمْ ب و مك ءْلم ْ ب ن ع م م مك ت ْ م علم يْ م وْأمْ ب و ءْ ب مذ ن بْ فا غ م ف لْ م ف إن هْالم م ي غ ف ْ ذ ال ن مب و إال أمْ مت ن )أخ جهْالبخاري(ْ “Penghulu Istighfar yaitu hamba Allah hendaknya mengucapkan: Allaahumma Anta Robbii laa ilaaha illaa Anta khalaq-


33 Ta-nii wa ana ‘abdu-Ka wa ana ‘alaa ‘ahdi-Ka wa wa’di-Ka mastatha’tu, a’uudzu bi-Ka min syarri maa shana’tu abuu-u la-Ka bi ni’mati-Ka ‘alayya wa abuuu bi dzanbii faghfir lii fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa Anta - Wahai Allah, Engkaulah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan akulah hamba-Mu. Aku penuhi janjiku terhadap Engkau dan janjiMu terhadapku sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari jahatnya perbuatanku. Aku mengaku kepada-Mu akan ni’mat yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan aku mengakui dosaku. Karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau”. (HR. Bukhari) Hai para hamba Allah, perbanyaklah membaca Istighfar dalam bulan suci penuh berkah ini. Sebab Istighfar membuat Tuhan senang. Dosa-dosa diampuni. Rizki ditambah. Anak cucu diberkati dan hati bersih dari kotoran. Abdullah bin Busr ra pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: ط و م بْْ ل م م نْْ و ج مدْْ ْْ يف م ص ح ي م ف ت هْْا س ت مغ ف ٌ مك ارْ ث ٌ ي)رواهْ ابنْ ماجةْ إبسنادْ صحيح( “Berbahagialah orang yang di lembaran amalnya terdapat banyak Istighfar”. (HR. Ibnu Majah dengan Isnad Shahih) م و م صل ى للاْ م و م سل م مْ م و م ب م رمكْ م علمى م ب تْأمْن م م خا ي ائ هْ م و ر س ل هْ م س ي م م م دن م دْ م مو علم ى آل ه م وأمْ م ص ع جم ه أمْ م مي حاب و م ا ل م ْ د ملل ر ب ْال م عالم مي م


34 SURGA DAN NERAKA م ْْ م بس م. ا حي نْْال حم ْْال م للا ل م ْ د م للْْ ر ب ْْال م عالم م مي م ْْ . وْْال ص م لمة سلم وال مْْ م علمىْ ال م م ب ع ث و م ر ح م ة لل م عالم م م مي . س ي مد م م ن م د م مو علم ى آل ه م ص ومْ أ م ع جم ه أمْ مي حاب ْ. Malam ini kita telah sampai kepada Kultum Ramadhan Kelima, sekaligus pada malam kelima pula. Semoga Allah senantiasa mengabulkan puasa dan amal ibadah lain kita semua. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. Saudara-saudara! Telah kita singgung hadis yang lalu pada Kultum Kedua, yaitu hadis Salman ra yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaymah dalam Shahihnya, antara lain beliau berpesan agar di dalam bulan suci Ramadhan kita memperbanyak memohon dua hal ini yang kita tidak akan pernah kenyang untuk mendapatkannya, yaitu: • Kita memohon surga kepada Allah ta’ala • Kita mohon lindung kepada-Nya dari api neraka Jelasnya, di dunia kita hidup sementara. Hidup kekal hanya di akhirat kelak, setelah kembali kepada Allah untuk dihisab. Di sanalah terminal akhir kehidupan umat manusia kelak, sehingga mereka hanya menjadi dua kelompok. Sekelompok menuju surga


35 dan sekelompok lainnya menuju neraka. Lain dari itu tidak ada. Amatlah berbahagia kelompok yang menuju surga dengan kebahagiaan yang tak dapat dibayangkan atau diukur oleh indera dan hayal siapapun. Dan amatlah celaka kelompok yang menuju api neraka dengan kecelakaan yang tak dapat dibayangkan atau diukur oleh indera atau hayal siapapun. Pada waktu itulah terasa manisnya anugerah Allah kepada seseorang, karena telah mendapatkan keberuntungan hidup selamat dari api neraka dan masuk surga. Itulah yang disebutkan Allah di dalam firman-Nya: ك ل ْْ م ن ف سْْذما ئ م ق ةْْاْ م مل ت و ْْ م ّنم وإ ا ت م وف ومنْْأ ْ ج و م ر ك مْْ م ي و م مْْ الق م ي م ام م ةْْ ف م م نْْ ز محز ْ نْ م حْْع ا ْ ر الن ْ م وأ ْ د خ م لْا م م لن ْ م ةْ ف م دق مْ ف م از.ْْ م و م م م ا ا ل م ي اةْالد ْ ن م ي ا إال ْ م م م ت اعْال غ و رْ)ألْ عم ان:ْ ْ) 185 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.(QS. Ali Imran,2:185) Allah telah mempersiapkan kenikmatan yang tak terbayangkan di dalam surga untuk kaum yang shalih. Begitulah Abu Hurayrah ra meriwayatkan dari Rasulullah saw dalam hadis Qudsi, bahwa Allah swt berfirman: أمْ مع د ت د ْ ل ع م ب اد م يْال ص مي ال ْ م ما المْ م ٌي ع ْ م ت رأمْ ْ م والمْأ ْذ ٌنْ م مس ت ع ْ م والمْ م ٌ خطم ْ م علمىْ م ْ ب ق ل م مش ب م . واق م أ ْ نْ وا إ ت شئ ملم م مْ: ف ت علم م مْ ن ف ٌ ف خ ماْ أ ْ م م سْ يْ مل مْ م ْأمْ ة نْق ي ع ْ .)رواهْالبخاريْومسلمْوْالرتمذيْوْالنسائيْوابنْماجة ( “Telah Aku persiapkan untuk para hamba-Ku yang shalih-shalih kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terdetik di dalam hati.


36 Bacalah jika kau mau: “Maka tak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu macam-macam kenikmatan yang menyedapkan mata”. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi,Nasaai dan Ibnu Majah) Walau Allah menjelaskan sifat-sifat kenikmatan itu di dalam Al Qur’an, bukan berarti sifat itu sifat yang sebenarnya, tapi sekedar untuk lebih mudah dijangkau oleh pengertian kita. Sifat-sifat itu antara lain seperti dalam ayat: م و م مج ز اه م مْْ ب م ا ص م ب و م ا جن ْ ةْْ م و م ح ي ا . مت ْ ك مي ئ ْ ف ي م م ه ا علمىْ المْ م ر ك ائ مالم ْْ ي م ومنْْ ف ي م هاْ مش م س مالم ا و ز م م ه ي م ا. و م د ان م ي ةْْ م علم هي م ا م لم ل ظ ْْ م وذ ت ل لم قط ْْ وف م ا ت ذم ه ل م ل ْْ ي . و ف يطم ا ْ م علم هي مْْ ب ن م ي ةْْ م نْْ ف ض ةْْ م وأمْ ك م مك بْ م وا ت ان مْْ ق م وا ر ي م م ا . ق م وا ر ي م ا م نْْ ف ض م ةْْ قد ْ ر و م هاْ م ت ق د ي اْْ م . و ي سمق ومنْْ ف ي م مكأ ها منْْ مكا سا م م ز اج م م ه ا ز م َن ب ي ل . ع ي ن ا ف ي م ه ا ت م س مىْ م سل م سب ي م ل . و م يط م و فْ علم هي م مْ ول ٌنْ مم دا ل د ذم ومنْإ م ا رأمْ ي م ت ه مْ م ح س ب م ت ه مْل ؤل ؤ م ا م ن ث و راْ م . و ذم إ م ا رأمْ مت ي ْْمث ْْ م رأمْ مت ي ْْ م ن ع ي م م ا و مك مل كا ب م ي ا . عا ل م ي ه مْْ ث م ب ي ا ْْ د سْْ ٌ خ ض سن ْ م وإ م ست م بٌقْْ م . و حل واْ أمْ م سا و م رْْ م نْْ ف ض ةْْ م و م سمق اه مْْ م ر ب مش مْْ م اب طم ه و نْْ را . إ م همذاْ ا لم ك مك من م م مج ز اء م من ومكا م س ع ي ك م م ك ش م و راْ.)اإلنسان: 12– 22ْ) “Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutera. Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya terik matahari dan tidak pula dingin yang bersengatan. Dan naungan pohon-pohon surga itu dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan dipetik dengan semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca. Yaitu kaca-kaca yang terbuat dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum


37 segelas minuman bercampur jahe. Yang didatangkan dari sebuah mata air surga bernama Salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayanpelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu mengira mereka mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutera halus tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)”. (QS. Al Insan, 76: 12 – 22) م ساب وال ق ساب ومنْال ق ومنْ.ْأ ْولم مك ئ ْ امل م ق ب يف ومنْ. ْ م ت جن ْ ا ْالن ْ ع ٌ ْ. ث ل مي ةْ م م و نْالمْ مي ل م م . و ق ل ي ٌ لْْ م م نْْ اآلخ ي م م نْْ . علم ى س رْْ م م ض و مو ن ةْْ . مت ْ ك مي ئ ْْ م علم ي م ه ا م م ت م ق اب مي ل ْ.ْْ م يط م و فْْ علم هي م مْْ ول ٌنْْ مم دا ل د ك ومنْْ. بم م بْْ وا م وأمْ م ب ر ي م قْْ م ومكأ سْْ م نْْ م م ي ع ْ.ْْ الم ي م صد ْع م ومنْْ عن م ه م المْْ ا و ي زن ف ومنْْ م م . و ف اك م ه ةْْ م م ا ي م ت م خ ي ومنْْ م . و م مل ْْطم يْْ ماْ م ي شم ت ه ومنْ م . و ح و ٌ رْ ٌي ع . مكأمْ ْ م م ل ث ا ْ الل ؤْال ؤل م م ك ن و نْ م . ج م ز اءْ م مك با ان و م ا ي ع م مل ومنْ . الم م ي مس م ع ومنْ ف ي م ها لمغ و م مت ا و المْ ث ي ال ْ ما . إ ق م ل ْ ي سلم م م ا س لم ماْ)الواقعة:ْ10–ْ ) 26 “Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dahulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam surga keni’matan. Segolongan besar dari orangorang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian Mereka berada di atas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari


38 apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadaribidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam”. (QS. Al Waaqi’ah, 56: 10 – 26 ) Untuk lebih mudah difahami dan ditangkap oleh indera kita, Rasulullah saw menjelaskan kenikmatan bagi penduduk surga yang paling miskin dan paling rendah derajatnya, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Mughirah bin Syu’bah ra, dari Nabi saw bersabda: ا نْ م و م م سىْ سأمْملْ م رب هْ م :ماْأمْ مّن د ْأمْ ه ل م الن ْ ةْ م م زن لم م ةْ م ؟ ف قاملْ م : ر ج ٌ ي م لْ ي ء م ب مع دْ م م م ا د م خ م لْأمْ ه لْ م الن ْ ةْ م الن ْ م م ةْ , ف ي م قا لْلم ه : ا د م خ لْ الن ْ م م ةْ ! ف م ي ق و لْ م :ر ب مك ْْ مف ي م م دْْ م وق ن م زملْْالن ْ اسْْ م مم ا ز ن مل مْْ م وأمْ م خ ذ واْ أمْ م خ مذ ات مْْ–ْْأمْ د م م يْْ ر م ج ات م مْْ–ْْف ي م قا لْْلم ه:ْ أمْ م ت مض نْ م ىْ أمْ ي ك مك ومنْلم ْ م ث لْ م م ك ل ْ م نْ مل و م مْ؟ ف يا م كْالد ْن ي ق و لْ م ض : ر ت ي ْ م ر ب ْ م . ف م ي ق و لْلم مك هْ: لم ذمْ مك ل ْ م و ث ل م هْ م و ث ل م هْ م و ث ل م م هْ م . ف قاملْ ْا يف لم ام م س ةْ م ض : ر ت ي ْ م ر ب م ْ . ف م ي ق و لْ م : همذ م مك ا ولم ْ م مش ع م ْأمْ ة م م ث ال هْ م مك ولم ْ م ش م ا ا م ت م ت ه ْ م ن ف م س مكْ ْ ذ ت ولم م ع ي مك ن م ْْ . ف م ي ق و لْْ م ض : ر ت ي ْْ م ر ب م ْْ م . قاملْْ : فأمْ علم ه مْْ م م زن لم ؟ قاملْْ:أ ْوْلم م ةْْ مك ئ ال ذ ي م نْْأمْ م ر ت د . غم ْْ م ت س مك ْ م م ام م ت ه مْْ ب م ي د ميْْ و مم خت ت م ْْ م علم ي م لم م ها ف م مْْ ت م ْْ م ٌي ع ْْ م و مملْ م ت مس م ع أ ْذ ٌن م و مي ط ممل ب م ل م علمى ق م مش ب ْْ)رواهْمسلمْ(ْ “Pernah Musa as bertanya kepada Tuhannya: Apa kedudukan penduduk surga yang paling rendah? Tuhan menjawab: Seseorang akan datang terakhir sekali setelah penduduk surga yang lain memasuki surga. Lalu dikatakan kepadanya: Masuklah ke surga. Maka orang itu berkata: Hai Tuhanku! Bagaimana (saya akan masuk) sedang orang-


39 orang telah menduduki kedudukan mereka dan memangku derajat mereka?! Dikatakan kepadanya: Puaskah kamu mempunyai kedudukan seperti seorang raja dari antara raja-raja dunia? Orang itu menjawab: Ya, puas sekali Tuhanku! Tegur Tuhan kepadanya: Itulah hakmu, ditambah lagi semisal itu, ditambah lagi semisal itu dan semisal itu pula. Lalu pada yang kelima kalinya Dia menegaskan: Inilah hakmu dan sepuluh kali lipatnya lagi. Dan hakmu pula sesuai keinginanmu dan apa yang senang dilihatmu. Berkata orang itu: Saya puas Tuhanku. Lalu tanya Musa: Kemudian, kedudukan apakah bagi penduduk surga yang paling tinggi? Tuhan menjawab: Mereka itulah yang Ku-inginkan. Kemuliaan mereka Ku-tanam dengan tangan-Ku. Dan telah Ku-resmikan. Maka tak terlihat oleh matapun, tak terdengar oleh telingapun dan tak terdetik di dalam hati siapapun”. (HR. Muslim) Apabila pangkat penduduk surga yang paling rendah seperti kedudukan enam puluh enam kali lipat pangkat raja dunia, maka sungguh amatlah tidak berarti sama sekali beratnya usaha dan jerih payah seseorang di dunia untuk memasuki surga kelak, ketimbang nilai nikmatnya surga yang begitu besar akan dia diterima. Bayangkan saja, kebahagiaan sesaat di dalam surga sudah melenyapkan segala jerih payah dan keletihan yang dirasakan. Anas bin Malik ra meriwayatkan hadis dari Nabi saw bersabda: ي ؤ م ب تىْ م ن م ع مْأمْ مْ يا ه لْالد ْن م نْأمْ ه لْالن ْا رْ م ي و م مْال ق م ي م ام م ةْ ف ي م ص ب غْ ص ا ْ ر ْالن ْ يف ب م غ ة . ث ي قا ل م م : ي اب م م ن آ د م م م ! ه ل م رأمْ ي مت م خ ط م م يا ق ؟ ه لْ م م ب مك م ن ع ي ٌ م ط؟ ف م م ق م ي ق و ل : المْْ م ْْ وْْ مللا ي م ر ب ْْ م . و ي مؤ مش ت م ى ب د ْْالن ْا سْْ ب ؤ س ا ْْالد ْ يف ن م ي ام نْْأمْ ه لْْ م الن ْ ةْ م ف ي م ص ب ص غْ ب م غ ةْ ْ يف م ا لن ْ م ةْ ف ي م قا لْلم هْ م : ي اب م م نْ آد م م م ! ه لْ م رأمْ مت ي ْ ب ؤ طْ م م سا ق ؟ ه ل


40 م م ْ مك ب ْ م ط؟ ف م م شد ْةٌْق ي ق و لْ: المْ م ْ و مللا م م ا م ْ بْ ب ؤ ٌ طْ م م سْق والمْ م رأمْ ت ي ْ ْ شد ْة م ط .ْ)رواهْمسلمْ( ق “Akan didatangkan di hari kiamat kelak seorang yang paling mewah penuh nikmat sewaktu di dunia. Setelah dicelupkan sekali ke neraka ia akan ditanya: Hai anak Adam! Pernahkah kamu mendapatkan sedikit kebaikan? Pernahkah kamu mengalami sedikit kenikmatan? Jawabnya: Demi Allah, sedikitpun saya tidak pernah wahai Tuhanku! Kemudian didatangkan pula seorang penduduk surga yang paling menderita sewaktu di dunia. Setelah dicelupkan sekali ke dalam surga ditanya: Hai anak Adam! Pernahkah kamu mendapat-kan sedikit penderitaan? Pernahkah kamu mengalami sedikit kesulitan? Maka jawabnya: Demi Allah, sedikit-pun saya tidak pernah mengalami dan tidak pernah mendapatkan penderitaan hai Tuhanku!”. (HR Muslim) Maka, sekali celup ke dalam surga membuat seseorang lupa akan segala penderitaan dunia, walau di sana dia seorang yang paling menderita. Sebagaimana pula satu kali celup ke dalam api neraka, membuat seseorang lupa akan segala kemewahan dan kenikmatan dunia, walau di sana dia orang yang paling mewah dan paling senang. Semoga Allah melindungi kita dari panas dan sengatan racun api neraka, minuman dan makanan api neraka. Sebab, azab api neraka membuat siapapun lupa akan segala kenikmatan dan keindahan. Perempuan yang sedang menyusui anak lupa akan anaknya. Bahkan mereka pertaruhkan keselamatan diri dengan anak, isteri, saudara, kaum kerabat dan semua isi bumi. Allah kemukakan sifat makanan dan minuman neraka dalam firmannya: م و س ق و م ا م اء مح ي مقط م ما ف م ع أمْ م م ع م اء ه م )ْالقتالْ: ممدْ15ْ) “Dan mereka diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya.”. (Al Qital/Muhammad, 47: 15)


41 م مش إ نْ مج مْال زق ة و م. طم م ع امْ المْ ث مي . مكال م ه لْ م ي غ ل يْ يف ْال بط و ل يْ م ن. مكغ م ا ل م .ْ مي خ ذ و م هْ ف اع تل و هْ إ مِل م س م و اءْ م ح ا ل . ث ْ مي صب م وا ف ومقْ م رأ س هْ م م نْ بْ عمذا م ا ل م .ْ مي ذ ق مك إن أمْ مت ن ال م ع ز ي زْال مك ي ْ) 49 – 43 :الدخان. ) “Sesunggunya pohon Zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa. Ia sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas. Peganglah dia, kemudian seretlah ia ke tengah-tengah neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan dari api yang sangat panas. Rasakanlah! Sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia”. (QS. Ad Dukhkhan, 44: 43 – 49 ) Untuk lebih mudah difahami dan ditangkap oleh indera kita, Rasulullah saw menjelaskan azab penduduk neraka dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir, dari Nabi saw bersabda: إ نْْأمْ ه م ومنْْأمْ م ه لْْالن ْا رْْ عمذ اب م ر ج ٌ لْْ ْْأمْ يف خم صْْ م ق م د م م ي هْْ مج م م ت نْْ م ي غ ل يْْ م ن ه م ماْ د م ماغ مك هْْ م م م ا ي غ ل ي امل م ج ق ل بل م ق م )رواهْالبخاريْ( “Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan azabnya, ialah seorang yang kedua telapak kakinya ber-sandal bara api, sedang otaknya mendidih karenanya, seperti mendidihnya air di dalam ketel”. (HR. Bukhari ) إ نْْأمْ ه م ومنْْأمْ م ه لْْالن ْا رْْ عمذ اب م م نْْلم م هْْ ن نْْ ع م لم و ش م مك ا انْْ م من رْْ نْْ م ي غ ل يْْ م ن ه م ماْ د م ماغ مك هْْ م م م ا ي غ ل يْال م م ج لْ م م ا ي م ىْ أمْ نْأمْ م مشد ْْ ح داْ أمْ م ن هْ م عمذ اب م ن وْإ همْلمْ ه م ن و مْ م عمذ اب )رواهْمسلمْ( “Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan azabnya, adalah orang memakai sandal api bertali, sedang otaknya mendidih


42 karenanya, sebagaimana men-didihnya ketel air. Dia merasa, tak seorangpun yang lebih menderita menanggung siksa dari padanya. Pada hal dia adalah orang yang paling ringan azabnya dari antara mereka. (HR. Muslim) Sebagai kaca perbandingan, maka Rasulullah saw menegaskan, bahwa panas api Jahannam adalah tujuh puluh kali lipat panas api dunia. Hadis Abu Hurayrah ra dari Nabi saw bersabda: م ن ر ك مْْ م ه ذ هْْ م م اي و ق دْْ م ب ن م وْْ آد م مْْ ج ز ٌ ءْْ م و ٌد اح م نْْ م س ب مي ع ْْ جزْ ء ا م من رْْ نْْ م مج هن ْ م مْْ.ْ قال م و م ا : و م تْْلم مكاف مكان نْْ ْْإ م للا ي م ةْْ ؟ قاملْْ نم : إ ا ف ض ت لم ْْ م علم ي م ها ب ت مس ع ةْْ م و س مي ت ْ ج ز كل ءا ه ن م ث لْ م ح م هاْ)رواهْالبخاري ومسلمْ(ْ “Api kamu di dunia ini, yang dinyalakan oleh umat manusia adalah seper tujuh puluh panas api Jahannam. Shahabat bertanya: Demi Allah, api dunia saja sudah sangat panas. Beliau bersabda: Panas api Jahannam ditambah enam puluh sembilan kali lagi dari panas api dunia itu, yang derajat panas masing-masing itu sama”. (HR Bukhari dan Muslim ) Akhirnya, seorang muslim seharusnya pada bulan suci Ramadhan ini gigih memohon kepada Allah untuk mendapatkan ridha-Nya, sehingga dimasukkan ke dalam surga dan diselamatkan dari api neraka, sebagaimana pesan Rasulullah saw. Amatlah beruntung seseorang yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Karena itu, do’a yang paling sering dibaca Nabi saw: م مرب ن ا آت م ن ا ْْالد ْ يف ن م ي م ا ح م ْْ ة م م سن و ْْ يف اآلخ م ْْ ة م ح م ْْ ة م م سن و ق م ن م مب ا عمذ ا ْْ)رواهْ ر ا ْْالن ْ البخاريْ(


Click to View FlipBook Version