The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Elektronik Akuntansi Keuangan 1 yang disusun dan sudah di revisi oleh Kelompok 2 Mahasiswa UNIMED Prodi Akuntansi 2021 Kelas C

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nasri Suharisma, 2022-05-26 08:30:02

E-Book Akuntansi Keuangan 1 Kelompok 2 Revisi

Buku Elektronik Akuntansi Keuangan 1 yang disusun dan sudah di revisi oleh Kelompok 2 Mahasiswa UNIMED Prodi Akuntansi 2021 Kelas C

 100 unit @ Rp 675.000 = 67.500.000

 200 unit @ Rp 640.000 = 128.000.000

 Total Rp 195.500.000

Karena hasil stock opname menunjukkan nilai persediaan pada akhir bulan Januari 2012

sebesar 300 unit bernilai Rp195.500.000, maka beban pokok penjualan (BPP) bulan Januari

adalah Rp413.500.000 yang dihitung sebagai berikut:

 Persediaan, awal (1 Januari 2012) 137.500.000

 Pembelian 417.500.000

 Persediaan total 609.000.000

 Persediaan, akhir (31 Januari 2012) (195.500.00)

 Beban pokok penjualan 413.500.000

Nilai beli sebesar Rp471.500.000 adalah nilai beli pada bulan Januari 2012 untuk 3 kali

transaksi pembelian, yaitu pada tanggal 12, 21, 31 Januari 2012.

6.6 LIFO (Last In Firs Out)

Dalam metode ini, barang yang masuk (dibeli/diproduksi paling akhir akan dikeluarkan/dijual

paling awal). Jadi, barang yang tersisa pada akhir periode adalah barang yang berasal dari

pembelian atau diproduksi awal periode.

Dalam kasus PT. Niaga Jaya, jika perusahaan menggunakan metode LIFO, maka akan

menghasilkan nilai persediaan akhir yang berbeda dimana hasil perhitungan fisik (stock

opnamme) menunjukkan jumlah persediaan pada akhir bulan Januari sebanyak 300 unit

microwave. Karena perusahaan menggunakan metode LIFO, maka dari 300 unit persediann

pada akhir bulan Januari harga beli microwave yang digunakan adalah harga awal, yaitu

sebanyak 250 unit menggunakan harga Rp550.000 per unit dan sebanyak 50 unit menggunakan

harga Rp600.000 per unit. Jadi nilainya adalah:

- 250 unit @ Rp550.000 = 137.500.000

- 50 unit @ Rp600.000 = 30.000.000

- Total RP 167.500.000

Karena hasil stock opname menunjukkan nilai persediaan pada akhir bulan Januari 2012

sebanyak 300 unitt bernilai Rp167.500.000, maka beban pokok penjualan (BPP) bulan Januari

2012 adalah Rp441.500.000 yang dihitung sebagai berikut:

- Persediaan, awal (1 Januari 2012) 137.500.000

- Persedian 471.500.000

43

- persediaan total 609.000.000

- persediaan, akhir (31 Januari 2012) (167.500.000)

- beban pokok penjualan 441.500.000

IFRS tidak mengizinkan penggunaan metode LIFO dalam mencatat persediaan.

6.7 RATA-RATA AVERAGE

Dalam metode ini barang yang di keluarkan/dijual maupun barang yang tersisa dinilai

berdasarkan harga rata-rata, sehingga barang yang tersisa pada akhir periode adalah barang

yang dimiliki nilai rata-rata.

Dalam kasus PT.Niaga Jaya, jika perusahaan menggunakan metode Rata-rata, maka

akan menghasilkan nilai persediaan akhir yang berbeda di mana hasil perhitunganfisik (stock

opname) menunjukkan jumlah persediaan pada akhir bulan januari sebanyak 300 unit

persediaan pada akhir bulan Januari harga beli Microwave yang digunakan adalah harga rata-

rata.

Selama bulan januari 2012, PT. Niaga Jaya memilika 1.00 unit microwave dengan nilai

sebesar Rp. 609.000.000. karena dari 1.000 unit persediaan tersebut memiliki harga beli yang

berbeda, maka harga beli rata-rata persediaan adalah Rp. 609.000.000 : 1.000 unit = Rp.

609.000 per unit. Jadi, nilai persediaan perusahaan pada akhir bulan januari 2012 adalah

Rp.609.000 x 300 unit = Rp. 182.700.000

Karena hasil stock opnamemenunjukkan nilai persediaan pada akhir bulan januari 2012

sebanyak 300 unit bernilai Rp. 182.700.000, maka beban pokok penjualan (BPP) bulanjanuari

2012 adalah Rp. 426.300.000 yang dihitung sebagai berikut :

 Persediaan, awal ( 1 januari 2012) 137.500.000

 Pembelian 471.500.000

 Persediaan Total 609.000.000

 Persediaan, akhir (31 Januari 2012) (182.700.000)

 Beban Pokok Penjualan 426.300.000

6.8 BIAYA PEROLEHAN

Historical cost atau biaya perolehan menurut PSAK 16 par. 30 (2011) adalah salah satu
prinsip pengukuran aset, “dimana setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar biaya
perolehan kemudian dikurangi akumulasi rugi penurunan aset”. Jika dasar pengukuran biaya

44

perolehan (historical cost) digunakan, maka aset akan dicatat sebesar kas atau setara kas yang
dibayarkan atau sebesar nilai wajar dari imbalan untuk memperoleh aset tersebut pada saat
perolehan; sementara kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari
kewajiban (Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI, 2016). Dasar pengukuran biaya perolehan
(historical cost) mudah untuk diterapkan karena dapat diverifikasi/teruji dan bersifat objektif
berdasarkan saat perolehannya. Pengukuran dengan metode ini juga memberikan informasi
yang bemanfaat untuk memprediksi masa depan bagi para pengambil keputusan seperti para
manajer dan investor (Harahap, 2011). Oleh karena itu, pengukuran dengan biaya perolehan
(historical cost) masih diperkenankan oleh standar akuntansi keuangan yang berlaku saat ini.

Perbedaan Historical Cost dan Fair Value :

Dengan menggunakan historical costing dipandang akan mengurangi aspek kualitas relevansi.
Sehingga laporan keuangan tidak dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Oleh sebab
itu fair value muncul untuk mengatasi kekurangan historical cost. Namun fair value tidak dapat
sepenuhnya berguna untuk pengambilan keputusan karena tidak memiliki reliabilitas. Baik
historical cost maupun fair value mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Karena perdebatan ini maka historical cost sampai sekarang masih digunakan.

Kelebihan Historical Cost :

1. Historical cost relevan dalam membuat keputusan ekonomi.
2. Historical cost yang berdasarkan nilai objektif dapat dipercaya, dapat diaudit, dan

sulit untuk memanipulasi.
3. Seberapa bergunanya laporan keuangan tergantung dari current cost atau exit price.
4. Perubahan dalam harga pasar dapat diungkapkan sebagai data tambahan.

Kelemahan Historical Cost :

1. Adanya pembebanan biaya yang terlalu kecil karena pendapatan pada saat tertentu akan
dibebani biaya yang didasarkan pada suatu nilai uang yang telah ditetapkan beberapa
periode yang lalu pada saat pencatatan terjadinya biaya tersebut.

2. Terjadi perubahan-perubahan kurs yang cepat atas aktiva dan pasiva dalam valuta asing
yang dikuasai persahaan sehingga mengalami kesulitan dalam perhitungan selisih kurs
yang tepat.

3. Alokasi biaya untuk depresiasi akan dibebankan terlalu kecil dan mengakibatkan laba
yang dihitung terlalu besar.

45

4. Akan timbul kesulitan-kesulitan bagi manajemen perusahaan apabila harus
mendasarkan pada laporan akuntansi yang disusun atas dasar asumsi adanya stable
monetary unit.

6.9 NILAI TERENDAH DARI BIAYA PEROLEHAN ATAU NILAI REALISASI
NETO (LCNRV)
Persediaan dicatat sebesar biaya perolehan. Namun, jika persediaan turun nilainya

sampai ke tingkatnya di bawah biaya aslinya, maka harus beralih dari prinsip biaya historis.
Perusahaan meninggalkan prinsip biaya historis ketika utilitas masa depan (kemampuan
menghasilkan pendapatan) dari aset turun di bawah biaya aslinya.
Nilai Realisasi Neto

Ingat bahwa biaya adalah harga perolehan persediaan yang dihitung dengan
menggunakan salah satu metode berbasis biaya historis. Nilai realisasi neto (net realizable
value/NRV) mengacu pada jumlah neto yang diharapkan oleh perusahaan untuk direalisasi
dari penjualan persediaan. Secara khusus, nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan
dalam kegiatan bisnis biasa dikurangi estimasi biaya untuk menyelesaikan dan estimasi biaya
untuk melakukan penjualan.

Untuk mengilustrasikan, asumsikan bahwa Mander Corp. memiliki persediaan yang
belum selesai dengan biaya perolehan sebesar $950, nilai penjualan sebesar $1.000, estimasi
biaya penyelesaian sebesar $50, dan estimasi biaya penjualan sebesar $200. Nilai realisasi
neto Mander dihitung sebagai berikut.

Mander melaporkan persediaan dalam laporan posisi keuangannya sebesar $750.
Dalam laporan laba rugi, Mander melaporkan Kerugian atas Penurunan Nilai Persediaan
sebesar $200 ($950-$750). Bermula dari biaya dalam hal ini dibenarkan karena persediaan
tidak boleh dilaporkan pada jumlah yang lebih tinggi dari realisasi yang diharapkan dari
penjualan atau penggunaan. Selain itu, perusahaan seperti Mander harus membebankan

46

kerugian utilitas terhadap pendapatan pada periode di mana kerugian terjadi, bukan dalam
periode penjualan. Oleh karena itu, perusahaan melaporkan persediaan sebesar nilai terendah
dari biaya perolehan atau nilai realisasi neto (LCNRV) pada setiap tanggal pelaporan.

Ilustrasi LCNRV

Sebagaimana ditunjukkan, perusahaan menilai persediaan sebesar LCNRV. Perusahaan
mengestimasi nilai realisasi neto berdasarkan bukti yang paling dapat diandalkan dari jumlah
yang dapat direalisasi pada persediaan (harga penjualan yang diharapkan, biaya penyelesaian
yang diharapkan, dan biaya penjualan yang diharapkan). Untuk mengilustrasikan Regner
Foods menghitung persediaan pada LCNRV, seperti yang ditunjukkan dalam Ilustrasi berikut
ini.

Makanan Biaya Perolehan NRV Nilai Persediaan Akhir
Bayam $80.000 $120.000 $80.000
Wortel 100.000 110.000 100.000
Kacang Potong 50.000 40.000 40.000
Kacang-kacangan 90.000 72.000 72.000
Campuran Sayuran 95.000 92.000 92.000
Total $384.000

Metode Penerapan LCNRV

Dalam ilustrasi Regner Foods, kita mengasumsikan bahwa perusahaan menerapkan
aturan LCNRV untuk setiap jenis individu makanan. Namun, perusahaan dapat menerapkan
aturan LCNRV kepada sekelompok item serupa atau terkait, atau pada keseluruhan
persediaan. Misalnya, dalam industri tekstil, tidak mungkin menentukan harga jual untuk
setiap tekstil secara individual, sehingga perlu dilakukan penilaian nilai realisasi neto pada
semua tekstil yang akan digunakan untuk memproduksi pakaian pada musim tertentu.

Jika perusahaan mengikuti pendekatan kelompok item serupa atau terkait, atau
pendekatan total persediaan dalam menentukan LCNRV, kenaikan harga pasar cenderung
akan menyaling hapus (offset) penurunan harga pasar. Untuk mengilustrasikan, asumsikan
bahwa Regner Foods memisahkan produk makanan ke dalam dua kelompok utama, beku dan
kaleng, seperti yang ditunjukkan dalam ilustrasi berikut ini.

47

Produk Biaya LCNRV LCNRV berdasarkan :

Perolehan Item individu Kelompok Total

utama Persediaan

Beku

Bayam $80.000 $120.000 $80.000

Wortel 100.000 110.000 100.000

Kacang Potong 50.000 40.000 40.000

Jumlah Beku 230.000 270.000 $230.000

Kalengan

Kacang-kacangan 90.000 72.000 72.000

Sayuran campur 95.000 92.000 92.000

Jumlah Kalengan 185.000 164.000 164.000

Total $415.000 $434.000 $384.000 $394.000 $415.000

Dalam kebanyakan situasi, harga persediaan perusahaan berdasarkan item per item.

Bahkan, peraturan pajak di beberapa negara mengharuskan perusahaan menggunakan basis

item individu jika tidak ada kesulitan dalam praktiknya. Selain itu, pendekatan item individu

memberikan penilaian terendah untuk tujuan laporan posisi keuangan. Dalam beberapa kasus,

perusahaan menilai persediaannya secara keseluruhan ketika perusahaan menawarkan hanya

satu produk akhir (yang terdiri dari berbagai bahan baku yang berbeda). Jika perusahaan

menghasilkan beberapa produk akhir, maka perusahaan dapat menggunakan pendekatan serupa

atau terkait sebagai gantinya. Metode mana pun yang dipilih, perusahaan harus menerapkan

metode tersebut secara konsisten dari satu periode ke periode lain.

Mencatat Nilai Realisasi Neto, Bukan Biaya Perolehan

Salah satu dari dua metode dapat digunakan untuk mencatat dampak pendapatan dari
penilaian persediaan pada nilai realisasi neto. Salah satu metode, disebut sebagai metode
beban pokok penjualan (costs-of-goods-sold method), mendebit beban pokok penjualan
untuk menurunkan nilai persediaan ke nilai realisasi neto. Akibatnya, perusahaan tidak
melaporkan kerugian dalam laporan laba rugi karena beban pokok penjualan sudah termasuk
jumlah kerugian. Metode kedua, disebut sebagai metode kerugian (loss method), mendebit
akun kerugian untuk menurunkan nilai persediaan ke nilai realisasi neto. Kita menggunakan
data persediaan Ricardo Company berikut untuk mengilustrasikan jurnal berdasarkan kedua
metode tersebut.

48

Beban pokok penjualan (sebelum penyesuaian ke nilai realisasi neto) $108.000

Persediaan akhir (biaya perolehan) 82.000

Persediaan akhir (pada nilai realisasi neto) 70.000

Ilustrasi berikut menunjukkan jurnal untuk metode beban pokok penjualan dan metode

kerugian, dengan mengasumsikan penggunaan sistem persediaan perpetual.

Untuk mengurangi persediaan dari biaya perolehan ke nilai realisasi neto

Metode Beban Pokok Penjualan Metode Kerugian

Harga Pokok Penjualan xxx Rugi Penurunan Nilai Persediaan xxx

Persediaan Barang Dagang xxx Persediaan Barang Dagang xxx

Metode beban pokok penjualan menghapus kerugian pada akun Beban Pokok

Penjualan. Sementara itu, metode kerugian menunjukkan kerugian tersebut secara terpisah dari

Beban Pokok Penjualan dalam laporan laba rugi dengan mengidentifikasi kerugian akibat

penurunan nilai.

Penggunaan Penyisihan/Cadangan

Daripada mengkredit akun Persediaan untuk penyesuaian nilai realisasi neto,
perusahaan umumnya menggunakan akun cadangan, yang sering disebut sebagai "Cadangan
Kerugian Penurunan Nilai Persediaan". Misalnya dengan menggunakan akun cadangan dengan
metode kerugian, Ricardo Company membuat jurnal untuk mencatat penurunan persediaan
menjadi nilai realisasi neto sebagai berikut.

Rugi Penurunan Nilai Persediaan 12.000

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai 12.000

Penggunaan akun cadangan menyebabkan perusahaan melaporkan biaya perolehan dan
nilai realisasi neto persediaan. Ricardo melaporkan persediaan dalam laporan posisi keuangan
sebagai berikut.

Persediaan (pada biaya perolehan) $82.000
Penyisihan untuk mengurangi persediaan ke nilai realisasi neto (12.000)
Persediaan pada nilai realisasi neto $70.000

Pemulihan Kerugian Persediaan

49

Dalam periode setelah penurunan nilai, kondisi ekonomi dapat berubah sehingga nilai
realisasi neto persediaan yang sebelumnya diturunkan nilainya mungkin menjadi lebih besar
dari biaya perolehan, atau ada bukti yang jelas akan peningkatan nilai realisasi neto. Dalam
situasi ini, jumlah penurunan nilai akan dibalik, dengan pembalikan yang dibatasi dengan
jumlah penurunan nilai sebelumnya.

Melanjutkan contoh Ricardo, asumsikan bahwa pada berikutnya, kondisi pasar akan
berubah, sehingga terjadi kenaikan nilai realisasi neto menjadi $74.000 (kenaikan sebesar
$4.000). Akibatnya, hanya $8.000 yang dibutuhkan dalam akun penyisihan. Ricardo membuat
jurnal dengan menggunakan metode kerugian sebagai berikut.

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai 4.000

Pemulihan Rugi Penurunan Nilai ($74.000-$70.000) 4.000

Akun penyisihan kemudian disesuaikan pada periode berikutnya, sehingga persediaan
dilaporkan pada LCNRV.

Evaluasi Aturan LCNRV

1. Perusahaan mengakui penurunan nilai aset dan membebankannya pada periode di mana
kerugian tersebut terjadi, bukan dalam periode di mana aset tersebut dijual. Di sisi lain,
perusahaan mengakui kenaikan nilai aset (yang melebihi biaya asli) hanya pada saat
penjualan. Perlakuan yang tidak konsisten ini dapat mendistorsi data laba.

2. Penerapan aturan LCNRV menghasilkan inkonsistensi, karena perusahaan dapat
menilai persediaan pada biaya perolehan dalam satu tahun dan pada nilai realisasi neto
tahun berikutnya.

3. LCNRV menilai persediaan dalam laporan posisi keuangan secara konservatif, tetapi
dampaknya terhadap laporan laba rugi mungkin atau tidak mungkin menjadi
konservatif. Laba neto untuk tahun dimana perusahaan menelan kerugian pastinya lebih
rendah. Namun demikian, laba neto periode berikutnya mungkin lebih tinggi dari
periode normal jika pengurangan harga penjualan yang diharapkan tidak material.

6.10 METODE LABA BRUTO/KOTOR

50

Perusahaan menghitung persediaan fisik untuk memverifikasi keakuratan catatan
persediaan perpetual, atau, jika catatan tidak ada, untuk mengetahui jumlah persediaan yang
ada. Namun demikian, terkadang menghitung persediaan fisik tidaklah praktis. Dalam kasus
tersebut, perusahaan menggunakan pengukuran pengganti untuk memperkirakan persediaan
yang ada.

Salah satu metode pengganti untuk memverifikasi atau menentukan jumlah persediaan
adalah metode laba bruto (gross profit method) atau juga disebut metode margin bruto.
Auditor banyak yang menggunakan metode ini dalam situasi di mana mereka hanya perlu
estimasi jumlah persediaan perusahaan (misalnya, laporan interim). Perusahaan juga
menggunakan metode ini ketika kebakaran atau bencana lainnya menghancurkan persediaan
atau catatan persediaan. Metode laba bruto bergantung pada tiga asumsi:

1. Persediaan awal ditambah pembelian yang sama dengan total barang yang akan
diperhitungkan.

2. Barang tidak terjual yang harus tersedia.
3. Penjualan, dikurangi dengan biaya perolehan, dikurangi dari jumlah persediaan awal

ditambah pembelian, sama dengan persediaan akhir.

Metode laba bruto, pada dasarnya menggunakan konsep yang sama dengan metode
eceran, yaitu konsep hubungan antara harga pokok dan harga jual. Perbedaan adalah kalau
metode eceran menggunakan persentase harga pokok terhadap harga jual, maka metode laba
bruto menggunakan persentase laba bruto terhadap penjualan. Perbedaan ini sebetulnya kurang
relevan untuk dibicarakan karena pada hakikatnya kedua persentase tersebut tidaklah berbeda.

Perhitungan Persentase Laba Bruto

Markup = $5 = 25% dari Markup = $5 = 3313% dari biaya
ritel perolehan

Ritel 520 Biaya Perolehan $15

Meskipun perusahaan biasanya menghitung laba bruto atas dasar harga penjualan, kita
harus memahami hubungan dasar antara markup pada biaya perolehan dan markup pada harga
penjualan.

Mengestimasi Persediaan dengan Metode Laba Kotor

51

1. Persentase laba kotor diestimasi berdasarkan pengalaman sebelumnya yang disesuaikan
dengan perubahan yang diketahui.

2. Laba kotor dihitung dengan mengalikan tingkat laba kotor estimasi dengan penjualan
bersih aktual.

3. Harga Pokok Penjualan estimasi dihitung dengan mengurangi laba kotor dari penjualan
aktual.

4. Harga Pokok Penjualan estimasi dikurangi dari barang tersedia untuk dijual aktual
untuk menentukan persediaan barang estimasi.

Metode Laba Kotor

Persediaan 1 Januari $ 57,000

Persediaan 1 Januari $ 57,000

Pembelian di Januari (bersih) $180,000

Barang tersedia untuk dijual Penjualan di Januari (bersih) $250,000

Dikurangi: Laba Kotor Estimasi ($250,000 x 30%)

Harga Pokok Penjualan Estimasi 175,000

Persediaan Estimasi 31 Januari $ 62,000

Metode laba kotor berguna untuk mengestimasi persediaan pada laporan keuangan bulanan
atau kuartalan dalam sistem persediaan periodik.

6.11 METODE RITEL

Metode persediaan ritel adalah teknik akuntansi yang memperkirakan berapa nilai stok
toko selama periode pelaporan yang dipilih. Perhitungan ini menggunakan harga pokok barang
dagangan, harga eceran dan penjualan untuk menentukan saldo persediaan akhir toko.

Persediaan akhir menunjukkan nilai persediaan yang masih tersedia untuk dijual pada
akhir periode. Karena beberapa barang dagangan mungkin hilang, rusak, atau dicuri, metode
ini hanya dapat memberikan perkiraan nilai inventaris. Oleh karena itu, mungkin masih perlu
melakukan penghitungan inventaris fisik agar lebih akurat.

Manfaat dari metode persediaan retail

52

Metode persediaan eceran adalah salah satu dari beberapa teknik yang berbeda untuk
menentukan persediaan akhir bisnis. Teknik lain ini termasuk metode first in, first out (FIFO);
last in, first out (LIFO) dan metode biaya rata-rata tertimbang (WAC). Namun, berikut adalah
beberapa keuntungan yang diberikan oleh metode persediaan eceran:

1. Metode ini tidak memerlukan inventaris fisik. Bisnis dengan beberapa lokasi dapat
memperkirakan nilai inventaris mereka tanpa harus memeriksa inventaris yang tersedia
secara fisik.

2. Metode ini menawarkan proses yang disederhanakan. Melakukan pemeriksaan
inventaris fisik dapat memakan waktu dan biaya, karena Anda mungkin perlu
menutup bisnis, sehingga metode inventaris eceran dapat memungkinkan Anda untuk
melakukannya lebih jarang karena Anda memiliki gambaran perkiraan tentang
inventaris Anda dan nilainya.

3. Metode ini membantu Anda membuat laporan nilai inventaris. Metode inventaris
eceran diperbolehkan berdasarkan Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum, sehingga
dapat digunakan untuk tujuan pelaporan pajak, dan laporan nilai dapat membantu
menentukan nilai bisnis Anda.

Cara menggunakan metode persediaan retail

1. Hitung rasio cost-to-retail

Rumus berikut untuk menghitung rasio cost-to-retail:

Persentase cost-to-retail = (harga pokok barang dagangan / harga eceran barang
dagangan) x 100

2. Hitung harga pokok barang dagangan yang tersedia untuk dijual

Dengan menggunakan rumus berikut, kita dapat menentukan harga pokok barang dagangan
yang tersedia untuk dijual:

Harga pokok barang yang tersedia untuk dijual = biaya persediaan awal Anda + biaya
pembelian

3. Hitung harga pokok penjualan selama periode tersebut

Untuk memperkirakan biaya penjualan selama periode pelaporan, gunakan rumus berikut:

Biaya penjualan = penjualan selama periode x persentase cost-to-retail
53

4. Hitung persediaan akhir

Untuk memperkirakan nilai persediaan akhir menggunakan metode persediaan eceran,
gunakan rumus berikut:

Persediaan akhir = harga pokok barang yang tersedia untuk dijual – harga pokok
penjualan selama periode tersebut

6.12 ANALISIS

Jumlah persediaan yang dicatat perusahaan dapat memiliki konsekuensi ekonomi yang
signifikan. Sebagai akibatnya,perusahaan harus mengelola persediaan tersebut. Namun,
manajemen persediaan adalah pedang bermata dua. Hal ini membutuhkan perhatian secara
terus-menerus. Di satu sisi, manajemen ingin menyimpan item dalam berbagai jenis dan jumlah.
Di sisi lain, tingkat persediaan yang rendah akan menyebabkan habisnya stok, hilangnya
penjualan, dan pelanggan yang tidak puas.

Penggunaan rasio keuangan akan membantu perusahaan untuk memetakan jalan tengah
antara kedua resiko berbahaya ini. Rasio yang umum digunakan dalam pengelolaan dan
evaluasi tingkat persediaan adalah rasio perputaran persediaan dan pengukuran yang terkait,
yaitu rata-rata jumlah hari untuk menjual persediaan.

Rasio Perputaran Persediaan

Rasio perputaran persediaan (inventory turnover ratio) mengukur berapa kali rata-rata
perusahaan menjual persediaan selama periode bersangkutan. Rasio ini mengukur likuiditas
dari persediaan. Untuk menghitung rasio perputaran persediaan, kita membagi beban pokok
yang dijual dengan rata-rata persediaan yang ada selama periode berjalan. Ilustrasi berikut
menunjukkan rumus rasio perputaran persediaan dan perhitungan rasio Tate & Lyle pada tahun
2009.

Beban Pokok Penjualan £2.019

Perputaran Persediaan = = = 3,67 kali

Rata-rata Persediaan (£562 + £538)/2

Rata-rata Jumlah Hari untuk Menjual Persediaan

Varian dari rasio perputaran persediaan adalah rata-rata jumlah hari untuk menjual
persediaan (average days to sell inventory). Pengukuran ini merupakan rata-rata jumlah hari

54

penjualan di mana perusahaan memiliki persediaan yang ada. Misalnya, 365 dibagi dengan
rasio perputaran persediaan untuk Tate & Lyle sebesar 3,67 kali adalah sekitar 99 hari.

Terdapat tingkat persediaan yang khas di setiap industri. Namun demikian, perusahaan
yang menjaga persediaan mereka pada tingkat yang lebih rendah dengan perputaran yang lebih
tinggi dari pesaing mereka, dan masih dapat memenuhi kebutuhan pelanggannya, umumnya
adalah perusahaan yang paling sukses.

55

BAB VII
PIUTANG DAN WESEL TAGIH

7.1 Pengertian Piutang

Menurut Soemarso piutang usaha adalah atau penyerahan aktiva atau jasa lain kepada
pihak dengansiapa ia berpiutang : "Perusahaan mempunyai hak klaim terhadap
seseorang atau perusahaan laindengan adanya hak klaim ini perusahaan dapat menuntut
pembayaran dalam bentuk uang".

K.R. Subramanyan dan Jhon J.Wild mengemukakan pengertian piutang adalah : Piutang
(receivables) merupakan nilai jatuh tempo yang berasal dari penjualan barang atau jasa,
atau dari pemberian pinjaman uang. Piutang mencakup nilai jatuh tempo yang berasal
dari aktivitas seperti sewa dan bunga.

Piutang (receivables) merupakan aset keuangan dan juga merupakan instrumen
keuangan. Piutang (sering disebut sebagai pinjaman dan piutang) adalah klaim yang diajukan
terhadap pelanggan dan lain-lain atas uang, barang, atau jasa. Untuk tujuan laporan keuangan,
perusahaan mengklasifikasikan piutang sebagai lancar (jangka pendek) dan tidak lancar
(jangka panjang). Perusahaan berharap untuk menagih piutang lancar dalam waktu satu tahun
atau selama siklus operasi saat ini, mana yang lebih lama. Perusahaan mengklasifikasikan
semua piutang lain lain sebagai tidak lancar. Piutang diklasifikasikan lebih lanjut dalam
laporan posisi keuangan sebagai piutang dagang atau nondagang.

Pelanggan sering berutang kepada perusahaan atas barang yang dibeli atau jasa yang
diberikan. Perusahaan mungkin melakukan subklasifikasi piutang dagang (trade receivables),
biasanya item paling signifikan yang dimilikinya, ke dalam piutang usaha dan wesel tagih.
Piutang usaha (accounts receivable) adalah janji lisan pembeli untuk membayar barang dan
jasa yang dijual. Piutang tersebut mencerminkan "akun terbuka" yang dihasilkan dari
perpanjangan kredit jangka pendek. Perusahaan biasanya menagih dalam waktu 30 sampai 60
hari.

Piutang nondagang (non-trade receivables) timbul dari berbagai transaksi. Beberapa
contoh piutang nondagang adalah sebagai berikut.

1. Uang muka kepada direksi dan karyawan.
2. Uang muka kepada entitas anak.

56

3. Simpanan yang dibayarkan untuk menutupi potensi kerusakan atau kerugian.
4. Simpanan yang dibayarkan sebagai jaminan kinerja atau pembayaran.
5. Piutang dividen dan bunga.
6. Klaim terhadap:

a) Perusahaan asuransi untuk korban yang terkena.
b) Tergugat dalam sebuah kasus persidangan.
c) Badan pemerintahan untuk restitusi pajak.
d) Perusahaan logistik umum untuk barang yang rusak atau hilang.
e) Kreditor untuk barang retur, rusak, atau hilang.
f) Pelanggan untuk barang yang dapat dikembalikan (peti, kontainer, dan lain-

lain).

Oleh karena sifat unik piutang nondagang, perusahaan biasanya melaporkannya sebagai pos
yang terpisah dalam laporan posisi keuangan.

7.2 Ciri-ciri Piutang

1. Adanya nilai jatuh tempo

Nilai jatuh tempo adalah istilah yang menjelaskan penjumlahan darinilai transaksi
utama, lalu ditambahkan dengan nilai bunga yangdibebankan. Yang harus dibayarkan pada
tanggal jatuh tempo. Misalnya,Anda membeli suatu barang dan melakukan transaksi
menggunakan carakredit. Disitu Anda bukan hanya membayar sejumlah nilai barang yang
Andabeli, tetapi Anda juga harus membayar bunganya. Ini karena dia memintawaktu untuk
membayar barang tersebut dengan tempo.

2. Adanya tanggal jatuh tempo

Untuk ciri piutang yang kedua yakni adanya tanggal jatuh tempo.Tanggal jatuh tempo
ini bisa Anda ketahui dari lamanya piutang. Dan padaumumnya penjual menggunakan 2 jenis
pengukuran umur, yaitumenggunakan bulan dan hari. Jika dilakukan dengan umur bulanan,
maka tanggal jatuh temponya sama dengan tanggal Anda melakukan transaksikredit tersebut,
hanya saja beda bulan. Sedangkan jika menggunakan umur harian, maka Anda wajib
menentukan perhitungan untuk kapan tanggal jatuhtemponya secara pasti.

3. Adanya bunga yang berlaku

57

berlakuPiutang bisa terjadi karena seorang pembeli memutuskan pembelianmenggunakan
transaksi kredit, dan hal ini akan menimbulkan bunga. Bungadidalam hal ini dibayarkan
sebagai bentuk konsekuensi pembeli yangmeminta waktu pembayaran tertentu. Tentu saja ini
sebagai keuntunganbagi penjual, karena sudah bersabar dalam menunggu
pelunasanpembayaran kredit tersebut. Lalu untuk besarnya bunga ini sesuai dengankebijakan
dari penjual dalam menentukan tingkat bunga yang digunakan.

7.3 Jenis-Jenis Piutang

Secara umum piutang terdiri dari 3 jenis, yaitu : piutang usaha, piutang wesel dan
piutang lain-lain yang dilaporkan secara terpisah dalam neraca. Pengertian dari jenis piutang
tersebut adalah sebagai berikut :

1. Piutang Usaha/ Piutang Dagang

Piutang usaha timbul dari penjualan secara kredit agar dapat menjual lebih banyak
produk ataujasa kepada pelanggan. Transaksi paling umum yang menciptakan piutang usaha
adalah penjualan barangdan jasa secara kredit. Piutang tersebut dicatat dengan mendebit akun
piutang usaha. Piutang usahasemacam ini normalnya diperkirakan akan tertagih dalam periode
waktu yang relatif pendek, seperti 30atau 60 hari. Piutang usaha diklasifikasikan di neraca
sebagai aktiva lancar.

CONTOH

PT. Komputer Kia, yaitu distributor komputer yang berlokasi di Jakarta, menjual produknya
senilai Rp.175.000.000 kepada Toko Duta Niaga, Bandung. Pihak pembeli baru membayar
sebesar Rp.50.000.000 pada saat terjadinya transaksi tersebut dan sisanya akan dilunasi pada
bulan berikutnya. Atas transaksi ini jurnal yang perlu dibuat adalah sebagai berikut.

Tgl Kas 50.000.000

Piutang usaha 125.000.000

Penjualan 175.000.000

Piutang dagang diakui/dicatat pada saat :

a. Perusahaan memperoleh piutang dagang tersebut melalui adanya penjualan kredit.
b. Terjadinya retur dan potongan penjualan.

58

c. Adanya pelunasan.

2. Piutang Wesel

Tagihan perusahaan kepada pembuat wesel. Pembuat wesel dalam hal ini adalah pihak
yang berhutang kepada perusahaan., baik melalui pembelian barang atau jasa secara kredit
maupun melalui peminjaman sejumlah uang. Piutang wesel diklasifikasikan dalam neraca
sebagai aset lancar atau aset tidak lancar. Piutang wesel yang bersifat lancar, yang timbul akibat
dari penjualan secara kredit, merupakan pengganti piutang usaha yang belum juga diterima
pembayarannya hingga batas waktu kredit berakhir.

3. Piutang lain-lain

Piutang lain-lain biasanya disajikan secara terpisah dalam neraca. Jika piutang ini
diharapkanakan tertagih dalam satu tahun, maka piutang tersebut diklasifikasikan sebagai
aktiva lancar. Jikapenagihannya lebih dari satu tahun maka piutang ini diklasifikasikan sebagai
aktiva tidak lancar dandilaporkan dibawah judul investasi. Piutang lain-lain meliputi piutang
bunga, piutang pajak, dan piutangdari pejabat atau karyawan perusahaan.

CONTOH

Perusahaan tersebut selama bulan April 2012 memberikan pinaman kepada beberapa karyawan
sebesar Rp. 12.000.000 dan membayar sebesar Rp. 15.000.000 kepada PT. Transportindom,
sebuah perusahaan angkutan barang, yaitu uang pesanan jasa angkutan barang ke Bali untuk
bulan Juli 2012. Analisis transaksi :

Tgl Piutang karyawan 12.000.000

Piutang Jasa Angkutan 15.000.000

Kas 27.000.000

 Perbedaan masing-masing jenis piutang

Piutang dagang/usaha Piutang wesel Piutang lain-lain

Jangka waktu kurang dari 1 Jangka waktu bermacam - Jangka waktu lebih dari satu

tahun 2/10, n/30 macam tetapi pada umumnya
tahun atau termasuk dalam

paling sedikit 60 hari

59

piutang jangka panjang.

Dimasukkan dalam Bagian yang jatuh temponya Pada umumnya termasuk

aktiva lancar dalam waktu 1 tahun dalam piutang jangka
diperlakukan sebagai aktiva panjang

lancar, sedangkan yang lebih

dari satu tahun piutang
jangka

panjang

Berkaitan dengan operasi Mensyaratkan adanya Tidak berkaitan dengan

utama perusahaan sehingga jaminan sehingga jika saat operasi sehari-hari dan

harus dapat ditagih jatuh tempo tidak dapat

melunasi maka jaminan biasanya dilaporkan dineraca

tersebut dapat dijual sebagai kelompok aktiva

tidak lancar.

7.4 Pengakuan Piutang

Di sebagian besar transaksi piutang, jumlah yang diakui adalah harga pertukaran antara kedua
belah pihak. Harga pertukaran adalah jumlah yang harus dibayar dari debitur (pelanggan atau
peminjam). Beberapa jenis dokumen bisnis, biasanya faktur, berfungsi sebagai bukti harga
pertukaran tersebut. Terdapat dua faktor yang dapat mempersulit pengukuran harga pertukaran:
(1) ketersediaan diskon (diskon dagang dan tunai), dan (2) lamanya waktu antara penjualan
dan tanggal jatuh tempo pembayaran (unsur bunga).

1. Diskon barang

Harga barang dapat dikenakan diskon dagang atau kuantitas. Perusahaan menggunakan diskon
dagang (trade discounts) tersebut untuk menghindari perubahan katalog yang sering terjadi,
untuk mengubah harga dalam jumlah pembelian yang berbeda, atau untuk menyembunyikan
harga faktur yang sebenarnya dari pesaing.

60

2. Diskon Tunai (Diskon Penjualan)

Perusahaan menawarkan diskon tunai (cash discounts) atau diskon penjualan (sales discounts)
untuk mendorong pembayaran yang cepat. Diskon tunai umumnya disajikan dalam termin
seperti 2/10, n/30 (diskon 2 persen jika dibayar dalam waktu 10 hari, jumlah bruto jatuh tempo
dalam 30 hari), atau 2/10, E.O.M., net 30, E.O.M. (diskon 2 persen jika dibayar setiap saat
sebelum hari ke-10 bulan berikutnya, dengan pembayaran penuh diterima sebelum tanggal 30
bulan berikutnya).

7.5 Penilaian Piutang

Pelaporan piutang pada laporan posisi keuangan melibatkan (1) klasifikasi dan (2)
penilaian. Klasifikasi termasuk menentukan lamanya waktu setiap piutang yang akan beredar.
Perusahaan mengklasifikasikan piutang yang dimaksudkan untuk ditagih dalam satu tahun atau
siklus operasi, mana yang lebih lama, sebagai aset lancar. Semua piutang lainnya
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

Perusahaan menilai dan melaporkan piutang jangka pendek pada nilai realisasi kas
(cash realizable value)-jumlah neto yang diharapkan akan diterima dalam bentuk kas.³
Menentukan nilai realisasi kas membutuhkan estimasi piutang tidak tertagihnya dan retur atau
potongan yang akan diberikan.

1. Piutang Tak Tertagih

Pelanggan mungkin tidak mampu membayar karena penurunan pendapatan penjualan
yang dialaminya. Demikian pula, seorang individu mungkin pula diberhentikan dari pekerjaan
atau menghadapi tagihan rumah sakit yang tidak terduga. Perusahaan mencatat kerugian kredit
sebagai debit pada Beban Piutang Tidak Tertagih. Kerugian tersebut adalah risiko yang normal
dan diperlukan dalam melakukan bisnis secara kredit.

Dua metode yang digunakan dalam akuntansi untuk piutang tidak tertagih: (1) metode
penghapusan langsung dan (2) metode penyisihan. Bagian berikutnya menjelaskan kedua
metode ini.

a) Metode Penghapusan Langsung untuk Piutang Tidak Tertagih

Menurut metode penghapusan langsung (direct write-off method), ketika perusahaan
menentukan akun tertentu untuk piutang tidak dapat tertagih, perusahaan membebankan

61

kerugian tersebut kepada Beban Piutang Tidak Tertagih. Asumsikan, misalnya, bahwa pada 10
Desember Cruz Co. menghapus piutang dari saldo piutang Yusado sebesar $8.000. Jurnalnya
adalah sebagai berikut.

10 Desember

Beban piutang tak 8.000
tertagih

Piutang - 8.000
Yusado

(untuk mencatat penghapusan piutang Yusado)

Dengan metode ini, beban piutang tak tertagih hanya akan menunjukkan kerugian
aktual dari piutang tidak tertagih. Perusahaan akan melaporkan piutang sebesar jumlah
brutonya.

CONTOH

Pada Juli 2011 PT. Hokindo melakukan penjualan kredit kepada PT. Agung sebesar Rp.
10.000.000. Hingga akhir tahun 2011 terdapat piutang sebesar Rp. 500.000 yang belum dapat
ditagih. Manajemen memperkirakan Rp. 100.000 tidak akan dapat ditagih. Pada bulan Juli
2012 bagian penagihan menyatakan bahwa piutang sebesar Rp. 50.000 dihapus dari
pembukuan karena tidak mungkin dapat diterima pelunasannya dari PT. Agung. Secara tidak
terduga pada bulan Oktober 2012 PT. Agung melakukan pelunasan utangnya yang belum
terbayar.

Diminta :

Buatlah jurnal penyesuaian dan jurnal yang dibutuhkan untuk mencatat transaksi diatas baik
dengan metode cadangan maupun dengan metode penghapusan langsung

Metode Cadangan Metode Penghapusan Langsung

Pencatatan Taksiran Kerugian Piutang : Dalam metode ini tidak dilakukan taksiran
Kerugian Piutang 100.000 atas kerugian piutang

62

Cad. Kerugian Piutang 100.000

Pencatatan Penghapusan Langsung : Pencatatan Penghapusan Langsung :

Cad. Kerugian Piutang 50.000 Kerugian Piutang 50.000

Piutang dagang 50.000 Piutang dagang 50.000

Penerimaan kembali piutang yang sudah Penerimaan kembali piutang yang sudah

dihapus : dihapus ;

Piutang dagang 50.000 Piutang dagang 50.000

Cad. Kerugian Piutang 50.000 Kerugian Piutang 50.000

(Untuk mencatat kembali piutang yang (Untuk mencatat kembali piutang yang sudah

sudah dihapus) dihapus)

Kas 50.000 Kas 50.000

Piutang dagang 50.000 Piutang dagang 50.000

(Untuk mencatat penerimaan kas) (Untuk mencatat penerimaan kas)

b) Metode Penyisihan untuk Piutang Tidak Tertagih

Metode penyisihan (allowance method) akuntansi untuk piutang tidak tertagih
melibatkan estimasi piutang tidak tertagih pada akhir setiap periode. Metode ini menawarkan
kondisi pengaitan (matching) yang lebih baik pada laporan laba rugi. Metode ini juga menjamin
bahwa piutang perusahaan dicatat pada laporan posisi keuangan sebesar nilai realisasi kasnya.
Nilai realisasi kas adalah jumlah neto yang diharapkan akan diterima perusahaan dalam bentuk
tunai. Nilai ini tidak termasuk jumlah yang diperkirakan oleh perusahaan tidak akan tertagih.
Dengan demikian, metode ini mengurangi piutang dalam laporan posisi keuangan sebesar
jumlah yang diperkirakan tidak tertagih.

IFRS mensyaratkan metode penyisihan ini untuk tujuan pelaporan keuangan saat nilai
piutang tidak tertagih cukup material. Metode ini memiliki tiga fitur penting:

63

1. Perusahaan mengestimasi piutang tidak tertagih. Perusahaan mengaitkan estimasi
beban ini dengan pendapatan dalam periode akuntansi yang sama di mana pendapatan
tersebut dicatat.

2. Perusahaan mendebit estimasi piutang tidak tertagih pada akun Beban Piutang Tidak
Tertagih dan mengkredit pada akun Penyisihan Piutang Tidak Tertagih (akun kontra
aset) melalui jurnal penyesuaian pada akhir setiap periode.

3. Ketika perusahaan menghapus piutang tertentu, mereka mendebit piutang yang benar-
benar tidak tertagih pada akun Penyisihan Piutang Tidak Tertagih dan mengkredit pada
akun Piutang.

7.6 Pengertian Wesel Tagih

Wesel tagih dilengkapi dengan surat promes (promissory note) secara formal, yaitu
janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa mendatang.
Wesel tersebut adalah instrumen yang dapat dinegosiasikan yang ditulis dan ditandatangani
oleh pembuat wesel untuk penerima pembayaran yang ditunjuk yang dapat secara sah menjual
atau mengalihkan wesel tersebut ke orang lain. Meskipun semua wesel mengandung unsur
bunga karena ada nilai waktu dari uang, perusahaan mengklasifikasikannya sebagai wesel
berbunga atau wesel yang tidak berbunga. Wesel berbunga memiliki suku bunga yang
dinyatakan. Wesel berbunga nol (zero-interest bearing notes) atau wesel tanpa bunga
memasukkan unsur bunga sebagai bagian dari nilai nominalnya. Wesel tagih dianggap cukup
likuid, bahkan jika berjangka panjang, karena perusahaan dapat dengan mudah
mengonversikannya ke kas (meskipun perusahaan mungkin harus membayar sejumlah biaya
untuk melakukannya).

Perusahaan sering menerima wesel tagih dari pelanggan yang memperpanjang masa
pembayaran piutang yang beredar. Perusahaan membutuhkan wesel semacam itu dari
pelanggan baru atau yang berisiko tinggi. Selain itu, perusahaan juga sering menggunakan
wesel dalam memberikan pinjaman kepada karyawan dan entitas anak, dan dalam penjualan
aset tetap. Dalam beberapa industri (misalnya industri rekreasi dan perahu olahraga) wesel
mendukung semua penjualan kredit. Namun demikian, sebagian besar wesel berasal dari
transaksi pinjaman. Isu-isu dasar dalam akuntansi untuk wesel tagih adalah sama dengan untuk
piutang: pengakuan dan penilaian.

7.7 Pengakuan Wesel Tagih

64

Perusahaan umumnya mencatat wesel jangka pendek sebesar nilai nominal (dikurangi
penyisihan), dan mengabaikan bunga implisit dalam nilai jatuh tempo. Aturan umum yang
berlaku adalah bahwa wesel yang diperlakukan sebagai setara kas (jangka waktu tiga bulan
atau kurang dan mudah dikonversi ke kas) tidak dikenakan amortisasi premi atau diskonto
karena pertimbangan materialitas.

Namun, perusahaan harus mencatat dan melaporkan wesel tagih jangka panjang atas
dasar diskonto. Ketika bunga yang dinyatakan dalam wesel berbunga adalah sama dengan suku
bunga efektif (pasar), wesel dijual pada nilai nominal. Namun, ketika suku bunga yang
dinyatakan berbeda dari suku bunga pasar, kas yang dipertukarkan (nilai sekarang) berbeda
dengan nilai nominal wesel. Perusahaan kemudian mencatat wesel pada nilai sekarang dan
mengamortisasi diskonto atau premi selama masa wesel untuk memperkirakan suku bunga
efektif (pasar). Hal ini menggambarkan salah satu dari banyak situasi di mana konsep nilai
waktu dari uang diterapkan untuk pengukuran akuntansi.

a. Wesel yang Diterbitkan pada Nilai Nominal

Untuk menggambarkan pendiskontoan wesel yang diterbitkan pada nilai nominal,
asumsikan bahwa Bigelow Corp. meminjamkan dana kepada Skandinavia Imports sebesar
$10.000 dengan imbalan $10.000, wesel berbunga selama tiga tahun dengan suku bunga 10
persen per tahunnya. Suku bunga pasar untuk wesel dengan risiko serupa adalah 10 persen per
tahun.

CONTOH LAIN:

Jumlah uang yang diterima pada tanggal 26
Maret 1991 adalah :

Nilai jatuh tempo wesel Rp. 5.000.000,00

Diskonto : Rp. 5.000.000,00x10%x36/360 50.000,00-

Uang yang diterima Rp. 4.950.000,00

Jurnal yang dibuat pihak yang mendiskontokan wesel untuk mencatat pendiskontoan wesel
di atas adalah :

Kas Rp. 4.500.000,00

65

Biaya Bunga 50.000,00
Piutang Wesel Rp. 5.000.000,00

(Piutang wesel didiskontokan)

b. Wesel yang Tidak Diterbitkan pada Nilai Nominal

Wesel Tanpa Bunga. Jika perusahaan menerima wesel tanpa bunga, nilai sekarang dari
wesel tersebut adalah jumlah kas yang dibayarkan kepada penerbit wesel. Oleh karena
perusahaan mengetahui jumlah masa depan dan nilai sekarang wesel tersebut, maka perusahaan
dapat menghitung suku bunga. Tingkat ini sering disebut sebagai suku bunga implisit.
Perusahaan mencatat wesel pada nilai sekarang (kas yang dibayarkan) dan mengamortisasi
diskonto ke pendapatan bunga selama jangka waktu wesel.

Untuk mengilustrasikan, Jeremiah Corporation menerima wesel tanpa bunga berjangka
tiga tahun senilai $10.000, nilai sekarang adalah $7.721,80. Suku bunga implisit yang
menyamakan total kas yang akan diterima ($10.000 pada saat jatuh tempo) dengan nilai
sekarang dari arus kas masa depan ($7.721,80) adalah 9 persen (nilai sekarang dari 1 untuk tiga
periode pada 9 persen adalah 0,77218).

Perusahaan mengamortisasi diskonto, dan mengakui pendapatan bunga setiap tahun,
dengan menggunakan metode bunga efektif. Wesel berbunga. Sering kali suku bunga yang
dinyatakan dan suku bunga efektif berbeda. Wesel tanpa bunga adalah salah satu contohnya.

Jika nilai sekarang melebihi nilai nominal, maka wesel akan dipertukarkan dengan
premi. Premi tersebut akan meningkatkan akun Wesel Tagih. Kenaikan tersebut kemudian
diamortisasi selama jangka waktu wesel dengan menggunakan metode bunga efektif.
Amortisasi akan mengurangi wesel tagih dan pendapatan bunga.

Wesel yang Diterima untuk Properti, Barang, atau Jasa. Jika wesel diterima dalam
pertukaran untuk properti, barang, atau jasa dalam suatu transaksi tawar-menawar yang
dilakukan dengan wajar (arm's length), maka suku bunga yang dinyatakan dianggap wajar,
kecuali:

1. Tidak ada suku bunga yang dinyatakan, atau
2. Suku bunga yang dinyatakan tidak masuk akal, atau

66

3. Nilai nominal wesel secara material berbeda dengan harga penjualan tunai saat ini
untuk item yang sama atau serupa atau dari nilai pasar saat ini dari instrumen utang

Dalam keadaan seperti ini, perusahaan mengukur nilai sekarang dari wesel tersebut
berdasarkan nilai wajar properti, barang, atau jasa atau dengan jumlah yang cukup mendekati
nilai wajar dari wesel tersebut.

CONTOH LAIN :

Misalnya wesel di atas berbunga sebesar 12% setahun dan diskontokan dengan diskonto
sebesar 10% setahun. Jumlah yang diterima pada tanggal 26 Maret 1991 adalah:

Nilai nominal wesel Rp. 5.000.000,00

Bunga : 12% x 2/12 x Rp. 5.000.000,00 Rp. 100.000,00+

Nilai Jatuh tempo wesel Rp. 5.100.000,00

Diskonto :

Rp. 5.100.000,00x10%x36/360 51.000,00-

Uang yang diterima Rp. 5.049.000,00

Jurnal yang dibuat pihak yang mendiskontokan wesel untuk mencatat pendiskontoan wesel di
atas adalah :

Kas Rp. 5.049.000,00

Piutang Wesel Rp. 5.000.000,00

(Piutang wesel didiskontokan)

Pendapatan Bunga 49.000,00

c. Pilihan Suku Bunga

Dalam transaksi wesel, faktor lain yang terlibat dalam transaksi, misalnya nilai wajar
properti, barang, atau jasa turut menentukan suku bunga efektif atau riil. Namun, jika
perusahaan tidak dapat menentukan nilai wajar tersebut, dan jika wesel tidak memiliki pasar
yang siap, menentukan nilai sekarang dari wesel lebih sulit dilakukan. Untuk memperkirakan
nilai sekarang dari wesel dalam keadaan seperti itu, perusahaan harus mengestimasi suku bunga

67

yang berlaku yang mungkin berbeda dari suku bunga yang dinyatakan. Proses pendekatan suku
bunga disebut dengan imputation. Suku bunga yang dihasilkan disebut suku bunga yang
diperhitungkan (imputed interest rate).

Suku bunga yang berlaku untuk instrumen serupa, dari emiten dengan peringkat kredit
yang setingkat, turut memengaruhi pilihan suku bunga. Pembatasan perjanjian, jaminan, jadwal
pembayaran, dan suku bunga utama yang ada juga berdampak pada pilihan. Perusahaan
menentukan suku bunga yang diperhitungkan pada saat menerima wesel tersebut. Perhitungan
tersebut mengabaikan perubahan yang terjadi berikutnya pada suku bunga yang berlaku.

7.8 Penilaian Wesel Tagih

Perhitungan dan estimasi yang terlibat dalam penilaian wesel tagih jangka pendek dan
dalam pencatatan beban piutang tidak tertagih serta penyisihan yang terkait adalah persis sama
dengan pencatatan untuk piutang. Akibatnya, perusahaan sering menggunakan salah satu
metode penilaian kolektif (persentase penjualan atau persentase piutang) untuk mengukur
kemungkinan penurunan nilai.

Namun demikian, piutang jangka panjang sering kali melibatkan masalah tambahan
dalam estimasi. Misalnya, nilai wesel tagih dapat berubah dari waktu ke waktu seiring dengan
diskonto atau premi yang diamortisasi. Selain itu, karena piutang tersebut beredar untuk
beberapa periode, perbedaan yang signifikan antara nilai wajar dan biaya perolehan yang
diamortisasi sering terjadi. Dalam kasus wesel tagih jangka panjang, uji penurunan nilai sering
dilakukan dengan cara penilaian individu dan bukan berdasarkan penilaian kolektif. Dalam
situasi ini, rugi penurunan nilai diukur sebagai selisih antara nilai tercatat wesel dan nilai
sekarang dari estimasi arus kas mana depas yang didiskontokan dengan suku bunga efektif
awal.

Misalnya, asumsikan bahwa Tesco Inc. memiliki wesel tagih dengan nilai terca sebesar
$200.000. Morganese Company, debitur yang telah mengindikasikan bahwa mereka
mengalami kesulitan keuangan. Tesco memutuskan bahwa wesel tagh Morganese mengalami
penurunan nilai. Tesco menghitung nilai sekarang arus ka masa depan yang didiskontokan
dengan suku bunga efektif awalnya menjadi $175.00 Perhitungan kerugian atas penurunan nilai
adalah sebagai berikut.

Jumlah tercatat wesel tagih $200,000

68

Nilal sekarang wesel tagih (175.000)

Rugi penurunan nilal $25.000

Jurnal untuk mencatat rugi penurunan nilai adalah sebagai berikut

Beban Plutang Tidak Tertagih 25.000

Penyisihan Plutang Tidak Tertagih 25.000

Nilai sekarang dari wesel yang didiskontokan pada suku bunga efektif awal umumnya
tidak akan sama dengan nilai wajar wesel. Artinya, suku bunga pasar yang digunakan untuk
diskonto umumnya berbeda dengan suku bunga efektif awalnya IASB menunjukkan bahwa
pendekatan ini akan menghasilkan piutang yang dilaporkan sebesar biaya perolehan yang
diamortisasi.

7.9 Penghitungan Bunga Wesel Tagih

Wesel ada yang tidak berbunga ( non-interest bearing note) dan berbunga (interest bearing
notes). Apabila sebuah perusahaan menerima wesel tidak berbunga, maka pada saat
pembayaran ia hanya akan menerima uang sejumlah nilai nominal yang dicantumkan. Untuk
wesel yang berbunga, suku bunga wesel biasanya dinyatakan atas dasar tahunan.

Rumus:

Bunga = NN (nilai nominaml) x Tk bunga x Jangka waktu wesel

Jumlah hari dalam setahun

Contoh :

Nilai nominal wesel $ 2.000, bunga 12 % dan jangka waktu wesel 3 bulan. Jumlah bunga yang
harus dibayar pada saat jatuh tempo adalah :

Bunga = 2.000 x 12 % x 90 = 60

Nilai jatuh tempo adalah $ 20.60

Contoh lain : Tingkat bunga piutang wesel biasanya dinyatakan dalam tahunan. Contoh:
piutang wesel $1.000 dengan bunga 9% untuk satu tahun.

69

Jumlah bunga = Pokok Pinjaman X Tingkat Bunga X Waktu

$90 $1.000 0,09 1 th

Nilai jatuh tempo wesel adalah $ 1.090

7.10 Pelunasan Piutang Wesel

Suatu wesel mungkin akan disimpan perusahaan sambil menunggu hari jatuh
temponya,dan pada saat tersebut nanti perusahaaan akan menerima pembayaraan dari pihak
tertarik sebesar nilai nominal wesel ditambah bunga dan selanjutnya perusahaan akan
mengakhiri piutang wesel yang bersangkutan. Penerimaan penyelesaian wesel, Suatu wesel
dikatakan dilunasi apabila wesel tersebut dibayar secara penuh pada tanggal jatuh temponya.
Untuk wesel berbunga ,jumlah yang dilunasi meliputi nilai nominal wesel ditambah dengan
bunga selama jangka waktu wesel tertentu. Piutang wesel tak tertagih, Suatu wesel tidak dapat
ditagih apabila wesel tersebut tidak dibayar dalam jumlah penuh pada tanggal jatuhnya,wesel
yang tak dapat ditagih tidak dapat dialihkan dan oleh karenanya harus diubah menjadi piutang
dagang.

Dilunasi (Piutang wesel tidak didiskontokan)

Kas XXX

Piutang Wesel XXX

Atau:

Kas XXX

Piutang wesel XXX

Pendapatan bunga XXX

Dilunasi, tetapi wesel pernah didiskontokan ke bank

Debitur membayar

Piutang Wesel.didiskontokan XXX

70

Piutang wesel XXX

Debitur tidak membayar

Piutang Wesel.didiskontokan XXX

Piutang wesel XXX

Piutang dagang XXX

Kas XXX

7.11 Pendiskontoan Piutang Wesel

Mendiskontokan wesel adalah meminjam uang ke bank dengan menggunakan wesel
sebagai jaminan. Bank akan memberikan pinjaman tetapi dikurangi dengan bunga yang
diperhitungkan dengan selama jangka waktu diskonto, bunga yang diperhitungkan ini disebut
juga diskonto.

Syarat pendiskontoan wesel : jika pembuat wesel tidak melunasi weselnya pada tanggal
jatuh tempo maka pihak yang mendiskontokan bertanggung jawab untuk melunasi wesel
tersebut. Bunga (diskonto) wesel dihitung dengan cara sebagai berikut :

Bunga (diskonto) = nilai jatuh tempo x tarif diskonto x periode diskonto

Contoh : Wesel dengan nominal Rp. 5.000.000,00, jangka waktu 2 bulan, tertanggal 1 Maret
1991 didiskontokan pada tanggal 26 Maret dengan diskonto 10%.

Periode diskonto dihitung sebagai berikut : 5 hari
26 –31 Maret

April 30 hari

Mei (tanggal jatuh tempo) 1 hari+

Periode diskonto 36 hari

71

BAB VIII
INVESTASI JANGKA PENDEK

8.1 Pengertian Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek adalah investasi yang dapat segera dicairkan ataudidanai dari
kelebihan dana yang bersifat sementara yang dimiliki oleh perusahaan yang dimaksudkan
untuk dimiliki selama dua belas bulan atau kurang. Kelebihan uang kas dalam suatu perusahaan
tidak akan menimbulkan pendapatan karena itu kelebihan kas sebaiknya diinvestasikan selam
masa tidak terpakainya kas tersebut. Karena jangka watu tidak dipakainya kas itu relatif pendek,
maka investasinya juga dilakukan dalam bentuk atau dalam jangka pendek. Investasi jangka
pendek bisa dilakukan dalam bentuk deposito, sertifikat bank atau surat-surat berharga yaitu
saham (efek ekuitas) dan obligasi (efek Utang). Efek yang dibeli dan dimiliki untuk dijual
kembali dalam waktu dekat harus diklasifikasikan dalam kelompok “diperdagangkan”. Efek
dalam kelompok “diperdagangkan” biasanya menunjukkan frekuensi pembelian dan penjualan
yang sangat sering dilakukan. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk menghasilkan laba dari
perbedaan harga jangka pendek.

1. Efek bersifat hutang

Efek bersifat hutang ini dapat disebut sebagai surat hutang, obligasi atau surat berharga
komersial tergantung dari tenggang waktu jatuh tempo pembayarannya ataupun ciri-ciri lain.
Pemegang efek bersifat hutang ini secara khusus berhak atas pembayaran pokok hutang beserta
bunganya beserta hak-hak lainnya sesuai dengan yang diperjanjikan dalam persyaratan
penerbitan surat hutang seperti misalnya hak untuk memperoleh informasi tertentu.

Efek bersifat hutang ini biasanya diterbitkan dengan jangka waktu jatuh tempo yang
tetap dan hanya dapat diuangkan pada saat tanggal jatuh tempo efek. Efek ini dapat disertai
jaminan ataupun tanpa disertai jaminan,dan apabila tanpa disertai jaminan maka dapat
diperjanjikan dalam penerbitan efek bahwa pemegang efek adalah memiliki peringkat syang
tertinggi dibandingkan peringkat pemberi hutang tanpa jaminan lainnya dalam hal terjadinya
kepailitan.

2. Efek bersifat ekuitas

Efek bersifat ekuitas merupakan saham dari suatu perusahaan (yang biasanya
merupakan saham biasa namun termasuk juga saham preferen). Pemegang efek bersifat ekuitas

72

ini adalah merupakan pemegang saham. Tidak seperti pada surat hutang yang mensyaratkan
adanya pembayaran bunga secara teratur kepada si pemegang efek, pada efek bersifat ekuitasini
si pemegang efek tidak berhak atas pembayaran apapun. Apabila terjadi kepailitan maka nilai
sahamnya hanya berupa sisa harta perseroan setelah dikurangi pembayaran hutang (apabila ada)
terhadap seluruh kreditur perseroan. Pemegang saham juga berhak atas keuntungan perusahaan
dankenaikan harga saham dimana pemegang.

Pengaturan akutansi dan pelaporan investasi obligasi (efek Utang) dan saham (efek
Ekuitas) diatur dalam PSAK No. 50. Menurut PSAK tersebut perusahaan harus
mengklasifikasikan investasi saham ke dalam salah satu dari tiga kelompok berikut ini :

a. Dimiliki hingga jatuh tempo (Held to Maturity)

Efek ekuitas yang dibeli dan dimiliki sampai jatuh tempo harus diklasifikasikan dalam
kelompok “dimiliki hingga jatuh tempo”.

b. Diperdagangkan ( Trading)

Efek yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali dalam waktu dekat harus diklasifikasikan
ke dalam kelompok “diperdagangkan”. Investasi inidilakukan dengan tujuan untuk mecari laba
dari perbedaan harga jangka pendek.

c. Tersedia untuk dijual (available for sale)

Efek yang tidak diklasifikasikan ke dalam dua kelompok tersebut harus dilasifikasikan
ke dalam kelompok “tersedia untuk dijual”. Selanjutnya dalam PSAK No. 50 Paraf 19
dinyatakan bahwa investasi dalam surat bergarga yang masuk kelompok “diperdagangkan”
harus dicantumkan sebagai aktiba lancer dalam neraca, sedangkan investasi yang masuk dalam
kelompok “dimiliki hingga jatuh tempo” dan “tersedia untuk dijual” dapat disajikan dalam
kelompok aktiva lancar atau tidak lancer berdasarkan keputusan manajemen. Khusus untuk
obligasi yang akan segera jatuh tempo, harusdiklompokan dalam aktiva lancar.

Tujuan investasi jangka pendek adalah :

a. Memanfaatkan kelebihan cash flow untuk sementara waktu.
b. Memperoleh tambahan dana.

Karakteristik investasi jangka pendek adalah :

73

a. Dapat segera diperjualbelikan/dicairkan.
b. Investasi tersebut ditujukan dalam rangka manajemen kas, artinya pemerintah dapat

menjual investasi tersebut apabila timbul kebutuhan kas.
c. Berisiko rendah (pembelian surat-surat berharga yang berisiko tinggi bagi pemerintah

karena dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar surat berhargatidak termasuk dalam
investasi jangka pendek).

Jenis investasi yang tidak termasuk dalam kelompok investasi jangka pendek antara lain
adalah :

a. Surat berharga yang dibeli pemerintah dalam rangka mengendalikan suatu badan usaha,
misalnya pembelian surat berharga untuk menambah kepemilikan modal saham pada
suatu badan usaha.

b. Surat berharga yang dibeli pemerintah untuk tujuan menjaga hubungan kelembagaan
yang baik dengan pihak lain, misalnya pembelian surat berharga yang dikeluarkan oleh
suatu lembaga baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menunjukkan partisipasi
pemerintah; atau

c. Surat berharga yang tidak dimaksudkan untuk dicairkan dalam memenuhi kebutuhan
kas jangka pendek.

Bentuk investasi jangka pendek :

a. Investasi jangka pendek dalam saham.
Saham : surat bukti ikut menanamkan modal dalam suatu perusahaan yang berbentuk
PT (Perseroan Terbatas).
Investasi  Pendapatan  Deviden

b. Investasi jangka pendek dalam obligasi.
Obligasi : surat bukti telah memberikan pinjaman kepada pihak yang menerbitkan
obligasi dan harus dilunasi pada tanggal jatuh temponya.
Pembelian Obligasi  Pendapatan  Bunga Obligasi

Ketentuan-ketentuan dalam perhitungan bunga :

a. Umur bulan ditetapkan 30 hari, bila obligasi ditransaksikan pada tanggal 31 ,maka
dianggap ditransaksikan pada tanggal 1 bulan berikutnya. 1 tahun ditetapkan 360 hari.

b. Banyaknya hari bunga berjalan, dihitung mulai tanggal kupon bunga terakhir
dibayarkan sampai dengan tanggal transaksi jual beli obligasi.

74

c. Besarnya bunga obligasi dihitung berdasarkan persen tertentu dari nilai nominalnya.

Sarana investasi jangka pendek :

a. Jasa Giro
Jasa giro merupakan produk perbankan yang memberikan bunga terendah, berkisar
sekitar 3-4%. Biasanya dipakai perusahaan untuk mempermudahtransaksi pembayaran.

b. Tabungan
Tabungan layanan perbankan yang memberikan bunga diatas jasa giro, dan bisa diambil
setiap saat.

c. Deposito
Deposito bunganya lebih tinggi tabungan, akan tetapi mesti disimpanuntuk jangka
waktu tertentu. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo biasanyadikenakan pinalti.

d. Reksadana Pasar Uang
Reksadana Pasar Uang yaitu reksadana yang berinvestasi pada pasar uangseperti
Deposito, SBI dan obligasi jangka pendek. Biasanya tingkat pengembalian reksadana
pasar uang lebih tinggi dari jasa giro tapi lebih rendah dari Deposito, akan tetapi bisa
dicairkan setiap saat.

e. Forex Trading
Forex trading adalah bentuk investasi dengan konsep perdagangan mata uang asing.
Jenis investasi ini dikenal memiliki resiko paling besar dari jenis investasi lainnya.
Namun meskipun berisiko besar, beberapa orang tetap saja tertarik menjalankannya.
Hal ini dikarenakan mereka memegang prinsip bahwa semakin berisiko tinggi sebuah
investasi maka nilai return-nya/imbah hasilya pun juga biasanya cukup tinggi.

f. Saham
Saham adalah jenis investasi jangka pendek yang cukup populer. Saham adalah bukti
penyertaan atau kepemilikan seseorang di dalam suatu perusahaan atau perseroan
terbatas. Jika Anda memiliki saham, maka sudah bisa disebut sebagai owner atau
pemilik perusahaan, tergantung seberapa besar porsi kepemilikannya.

8.2 Pengakuan, Penilaian, penyajian, dan pengungkapan Investasi dalam Sekuritas
Utang dan Sekuritas Ekuitas dengan Tujuan Perdagangan

1. Pengakuan, Penilaian, penyajian, dan pengungkapan Investasi dalam Sekuritas Utang
dengan Tujuan Perdagangan

75

Sekuritas perdagangan (trading securities) dimiliki dengan maksud akan dijual dalam
periode waktu yang singkat. Perdagangan dalam konteks ini berarti pembelian dan penjualan
sering dilakukan, dan sekuritas perdagangan digunakan untuk menghasilkan laba dari selisih
harga jangka pendek. Periode kepemilikan atas sekuritas ini biasanya kurang dari 3 bulan dan
mungkin lebih sering diukur dalam hitungan hari atau jam. Sekuritas ini dilaporkan pada nilai
wajar, dengan keuntungan dan kerugian kepemilikan belum direalisasi dilaporkan sebagai
bagian dari laba bersih. Setiap diskonto atau premi tidak diamortisasi. Keuntungan atau
kerugian kepemilikan adalah perubahan bersih dalam nilai wajar sekuritas dari satu periode ke
periode lainnya, tidak termasuk pendapatan dividen atau bunga yang telah diakui tetapi belum
diterima. Singkatnya, FASB memutuskan untuk menyesuaikan sekuritas perdagangan ke nilai
wajar, pada setiap tanggal pelaporan. Selain itu perubahan nilai juga dilaporkan sebagai bagian
dari laba bersih, bukan laba komprehensif lainya.

2. Pengakuan, Penilaian, penyajian, dan pengungkapan Investasi dalam Sekuritas Ekuitas
dengan Tujuan Perdagangan

Ayat jurnal akuntansi untuk mencatat sekuritas ekuitas perdagangan samaseperti dalam
sekuritas ekuitasatas yang tersedia untuk dijual, kecuali atas pencatatan keuntungan atau
kerugian kepemilikan yang belum direalisasi. Untuksekuritas ekuitas perdagangan, keuntungan
atau kerugian kepemilikan yang belum direalisasi dilaporkan sebagai bagian dari laba bersih.

8.3 Investasi pada instrument hutang dan instrument ekuitas yang terklasifikasi sebagai
avaible for sale

1. Investasi pada instrument hutang yang terklasifikasi sebagai available for sale

Dalam melaporkan sekuritas yang tersedia untuk di jual sebesar nilai wajar.
Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi yang berkaitan dengan perubahan nilai wajar
sekuritas hutang. Yang tersedia untuk dijual dicatat dalam akun keuntungan atau kerugian
kepemilikan yang belumdirealisasi. Akun ini dilaporkan sebagai laba komprehensif lainnya
dan sebagai komponen terpisah dari ekuitas pemegang saham sampai direalisasi. Jadi,
perubahan nilai wajar tidak dilaporkan sebagai bagian dari laba bersih sampai sekuritas itu
dijual.

2. Investasi pada instrumen ekuitas yang terklasifikasi sebagai available for sale

76

Sekuritas yang terdia untuk dijual pada saat diperoleh dicatat pada biaya atau harga
pokoknya. Untuk menggambarkannya asumsikan bahwa padatanggal 3 November 2010,
Perusahaan Maju Jaya membeli saham biasa 3 perusahaan, dan setiap investasi menunjukkan
hak kurang dari 20%.

Biaya

Maju Jaya $259.700

Lancar Terus $ 317.500

Jaya Selamanya $ 141.350

Total Portofolio $ 718.350

Investasi ini dicatat sebagai berikut :

3 November 2010

Sekuritas yang tersedia untuk dijual $718.550

Kas $718.550

Pada tanggal 6 Desember 2010 Maju Jaya menerima deviden tunai sebesar $4200 atas
investasinya dalam saham biasa Lancar Terus. Deviden tunai ini dicatat sebagai berikut :

6 Desember 2010

Kas $4200

Pendapatan Deviden $4200

Ketiga perusahaan investasi melaporkan laba bersih untuk tahun berjalan, tetapi hanya
Lancar Terus yang mengumumkan dan membayar dividen kepada Maju Jaya. Akibatnya, laba
bersih yang dihasilkan investasi tidak dianggap sebagai dasar yang tepat untuk mengakui laba
dari investasi oleh investor. Jika harga pasar tidak tersedia, maka investasi dinilai dan
dilaporkan sebesar biaya atau harga pokok dalam periode sesudah akuisisi. Pendekatan ini
sering disebut sebagai metode biaya. Dividen diakui sebagai pendapatan dividen pada saat
diterima, dan portofolio dinilai serta dilaporkan pada biaya akuisisi. Tidak ada keuntungan atau
kerugian yang diakui sampai sekuritas itu dijual.

77

8.4 Pengakuan, Penilaian, penyajian, dan pengungkapan Investasi dalamSekuritas
Utang dan Sekuritas Ekuitas available for sale

Pengakuan sebuah keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi merupakan suatu
bentuk penerapan konsep laba komprehensif. Laba komprehensif lainnya kemudian
ditambahkan/dikurangkan dari akumulasi laba komprehensif lainnya yang ditunjukkan sebagai
komponen terpisahdari ekuitas pemegang saham sampai direalisasi. Jadi, perusahaanme
laporkan dalam neraca, sekuritas yang tersedia untuk dijual pada nilai wajar sebagai bagian
dari laba bersih sampai sekuritas itu dijual.

Contoh : satu sekuritas

Diasumsikan bahwa Graff Corporation membeli obligasi 10%, 5 tahun, senilai $100.000 pada
1 Januari 2006, dengan dibayar setiap tanggal 1 Juli dan 1 Januari.

Obligasi itu dijual dengan harga $108.111 dengan suku bunga efektif 8%

1 Januari 2006

Sekuritas yang tersedia untuk dijual 108.111

Kas 108.111

Kemudian pencatatan dengan menggunakan metode buang efektif, ayat jurnal pencatatannya
sebagai berikut:

1 Juli 2006

Kas 5000

Sekuritas yang tersedia untuk dijual 676

Pendapatan bunga 4324

Pada tanggal 31 Desember 2006, Graff akan membuat ayat jurnal berikut untuk mengakui
pendapatan bunga.

31 Desember 2006

Piutang Bunga 5000

Sekuritas yang tersedia untuk dijual 703

78

Pendapatan bunga 4297

Akibatnya, Graff akan melaporkan pendapatan bunga untuk tahun 2006 sebesar $8.621 ($4.324
+ $4.297). Penjualan Sekuritas yang tersedia untuk dijual.

Jika obligasi yang tercatat sebagai investasi dalam sekuritas yang tersediauntuk dijual
kemudian dijual sebelum tanggal jatuh tempo, maka harus dibuat ayat jurnal untuk
mengamortisasi diskonto atau premi pada tanggal penjualan danmenghapus biaya yang
diamortisasi atas obligasi yang dijual dari akun sekuritasyang tersedia untuk dijual.

79

BAB IX
INVESTASI JANGKA PANJANG

9.1 Pengertian Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang merupakan suatu langkah yang dilakukan untuk menanamkan
asset dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu tertentu berlaku lebih dari lima tahun.Untuk
mencapai waktu yang maksimal maka membutuhkan waktu yang cukup lama. Artinya,
investasi jangka panjang menaruh modal maupun asset untuk bekerja guna memperoleh
penghasilan pasif.

Contoh dari investasi jangka panjang yaitu seperti dana pendidikan, biaya membeli hunian dan
lain sebagainya.

Tujuan mempunyai investasi agar para investor yang sudah menaruh asetnya dalam jangka
panjang, bisa mempunyai penghasilan tetap tanpa harus bekerja atau disebut passive income.

9.2 Jenis-Jenis Investasi Jangka Panjang

Jenis-jenis investasi jangka panjang sebagai berikut:

1. Saham
Saham adalah surat berharga sebagai bukti pemilik modal menjadi bagian dari
kepemilikan asset ataupun perusahaan yang mengeluarkan saham.
Investasi saham dijalankan hanya dengan modal besar. Seiring berkembangnya
teknologi, investasi saham ini mudah diaplikasikan oleh kalangan muda sekalipun
karena cenderung memberikan profit yang lebih besar dibandingkan instrumen
investasi yang lain.
Saham adalah suatu surat berharga yang merupakan bukti kepemilikan baik Perseroan
maupun investor korporat. Laba dari saham yaitu deviden, tetapi investor ekuitas juga
dapat menjual serta membeli saham untuk mendapatkan keuntungan.

2. Reksadana
Reksadana adalah surat berharga yang mewakili suatu aset atau klaim aset. Keuntungan
menggunakan reksadana ada beberapa pilihan antara lain saham, obligasi dan pasar
mata uang yang dapat disesuaikan dengan dana dan risiko.Investasi reksadana cocok
bagi mereka yang terjun di dunia bisnis. Reksadana juga cocok untuk pemula, karena
investasinya dilakukan oleh manajer investasi. Kita hanya menerima untungnya saja.

80

Reksadana dengan jangka waktu lama dapat dijumpai pada produk reksadana saham
dengan jangka waktu lima tahun, reksa dana campuran selama 3-5 tahun dan reksadana
pendapatan tetap dengan masa 1-3 tahun.
3. Dana Pensiun
Investasi dana pensiun untuk sekarang belum sepopuler yang lain, tetapi sudah banyak
investor yang mulai tertarik mencobanya karena jaminan hari tua yang ditawarkan.
Return akan diberikan ketika usia sudah tidak produktif lagi, meskipun return tergolong
kecil namun sepadan dengan risiko yang juga kecil. Besar kecilnya keuntungan
tergantung total profit yang dihasilkan oleh perusahaan asuransi tersebut.
4. Obligasi
Obligasi adalah surat berharga utang dari peminjam kepada pemberi pinjaman.
Investasi ini cocok untuk para pebisnis maupun pengusaha, karena mereka dapat
memperoleh dana untuk meningkatkan usahanya.
Jangka waktu yang ditawarkan pada investasi jenis ini adalah 2 sampai 3 tahun.
Nantinya akan mendapatkan surat utang yang berperan sebagai bukti transaksi antara
investor dengan pihak penerbit obligasi. Keuntungan yang didapatkan dapat
membandingkan bunga tahunan yang didapatkan.
Karena dijamin oleh negara, investasi jangka panjang ini sangat rendah. Bahkan sampai
sekarang belum ada kasus pembayaran komisi yang telat ataupun gagal. Sehingga
investasi obligasi cocok untuk investor pemula.
Obligasi juga menguntungkan kedua belah pihak. Perusahaan yang mengeluarkan
obligasi mempunyai kesempatan memperoleh modal dari piutang untuk meningkatkan
bisnis.Sedangkan pihak piutang sebagai bentuk investasi yang akan mendatangkan
profit di masa mendatang.
5. Emas atau Logam Mulia
Investasi emas atau logam mulia merupakan salah satu investasi yang menguntungkan
setiap tahunnya. Karena dapat dimulai kapan saja untuk membeli emas.“Safe haven”
adalah julukan investasi emas. Hal ini dikarenakan emas dapat dijual kapan saja ke toko
emas. Investasi ini memberikan keuntungan hingga 12% dalam jangka
panjang.Investasi emas atau logam mulia termasuk jenis investasi jangka panjang
dengan risiko rendah.
Karena harga emas cenderung stabil tetapi adanya inflasi harga selalu meningkat setiap
tahun. Apabila inflasi mengalami penurunan, harga enas tidak akan turun secara drastis.
Selain itu, emas mempunyai tingkat likuiditas yang sangat tinggi.Grameds akan

81

memperoleh keuntungan berlipat – lipat apabila menjual emas saat harga jualnya
melambung tinggi.
6. Properti/Tanah atau Bangunan
Investasi ini dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang menguntungkan.
Salah satunya karena harga tanah setiap tahunnya mengalami kenaikan. Misalnya,
membeli tanah ataupun sebuah rumah kemudian dirawat. Lima sampai sepuluh tahun
mendatang baru di jual asset properti dan harganya akan mengalami kenaikan.
Akan tetapi, investasi properti membutuhkan modal yang besar. Tentu dengan potensi
pengembalian juga yang besar.
7. Asuransi
Asuransi merupakan jenis investasi yang mempunyai risiko kecil akan kerugian,
kerusakan dan lain-lain. Fungsinya adanya perlindungan atau proteksi baik asset
maupun jiwa tergantung dengan asuransi yang akan dipilih.
8. Tabungan Berjangka
Tabungan berjangka merupakan salah satu invetasi yang dapat diambil keuntungannya
ketika sudah mencapai waktu yang ditentukan. Ketentuan waktu sudah disepakati
antara kedua belah pihak yaitu investor dengan perusahaan investasi.Contoh tabungan
berjangka seperti auto debet. Manfaat dari investasi ini untuk biaya masa depan apabila
jiwa sudah mulai lemah tinggal duduk di rumah saja.
9. Ilmu Pengetahuan
Investasi terakhir sering sekali dilupakan oleh semua orang. Investasi ilmu pengetahuan
yang bermanfaat bagi dunia maupun di akhirat. Sebagai orang tua seharusnya
membantu anaknya untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya agar ketika dewasa ilmu
tersebut akan bermanfaat.

1. Tujuan Investasi Jangka Panjang

Ternyata ada loh beberapa tujuan yang dimiliki dalam melakukan investasi jangka
Panjang seperti :

 Memperoleh pendapatan tetap dalam setiap periode tertentu. Pendapatan tetap dari
memiliki investasi jangka panjang bisa dalam bentuk bunga, royalti, deviden, uang
sewa, dan bentuk lain dari keuntungan kepemilikan saham

82

 Investasi jangka panjang bagi pengusaha dapat digunakan untuk tujuan membentuk
dana tujuan khusus, misalnya untuk kepentingan ekspansi, perluasan produk dan
lainnya

 Bagi personal, bertujuan mewujudkan tujuan keuangan pribadi atau keluarga yang
butuh biaya sangat besar seperti dana pendidikan, biaya ibadah umrah atau haji, biaya
pernikahan, biaya beli rumah, biaya pensiun, dan lain sebagainya

 Mengarahkan dana khusus, misalnya seperti dana untuk kepentingan sosial maupun
dana untuk kepentingan ekspansi suatu perusahaan

 Pengendali perusahan atau orang tertentu dengan kepemilikan sebuah usaha ataupun
asset

2. Karakteristik Investasi Jangka Panjang:
 Jangka waktu investasi biasanya bisa di atas 5 tahun.
 Keuntungan yang didapat umumnya lebih konsisten dan lebih besar
 Keuntungan bisa saja tidak maksimal jika waktu investasinya tidak pas dengan kondisi

pasar atau perekonomian yang sedang lesu
 Tidak memperdulikan fluktuatif (naik dan turunnya harga) dalam jangka pendek
 Ideal untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang dan kebutuhan dana yang

cukup besar
 Investasi jangka panjang bisa mengalahkan

9.3 Investasi jangka panjang dalam bentuk Saham

PENGERTIAN DAN JENIS SAHAM

Saham (Stock) merupakan salah satu jenis surat berharga (efek) yang diperdagangkan di
bursa efek. Saham diartikan sebagai bukti penyertaan modal di suatu perusahaan, atau
merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Siapa saja yang memiliki saham berarti
ia ikut menyertakan modal atau memiliki perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut.

Umumnya ada dua tipe dasar saham yang dikeluarkan perusahaan,saham biasa dan saham
istimewa. Kesamaan dari kedua jenis saham tersebut adalah sama-sama merupakan saham
kepemilikan yang diterbitkan oleh perusahaan dan diperdagangkan oleh para investor. Di

83

samping itu para pemegang saham biasa maupun saham istimewa tidak bertanggung jawab atas
hutang-hutang perusahaan.

CARA MEMBELI SAHAM

Membeli saham tidak sulit, tetapi harus mengikuti prosedur tersendiri dan melalui broker.
Hanya broker yang berhak membeli dan menjual saham di lantai bursa dengan bahasa dan
isyarat khusus.

Jika perusahaan ingin membeli saham maka yang harus dihubungi adalah broker atau
perusahaan pialang. Para broker ini adalah anggota anggota Bursa (Bursa Efek Jakarta/BEJ
atau Bursa Efek Surabaya/BES).Di bursa domestik, saham-saham umumnya dijual dalam
kelipatan 500 saham yang disebut lot. Tetapi ada juga saham yang dijual secara satuan yang
disebut dengan odd lot.Order yang diterima langsung diteruskan ke broker di lantai bursa, dan
mereka akan memantau pergerakan harga pada papan harga (atau pada monitor komputer).
Bila sudah menemukan harga yang dikehendaki maka transaksi dilakukan. Broker akan
memberitahu bahwa transaksi pembelian saham sesuai dengan harga yang diinginkan telah
terjadi. Dalam beberapa hari (paling lambat 4 hari) setelah hari terjadinya transaksi pembayaran

AKUNTANSI JANGKA PANJANG DALAM SAHAM

Investasi jangka panjang dalam saham dicatat sebesar harga perolehannya. Namun,
akuntansi untuk investasi jangka panjang dalam saham setelah dibeli, akan sangat tergantung
pada sampai seberapa jauh perusahaan investor akan dapat mempengaruhi kebijakan operasi
dan keuangan perusahaan penerbit saham. Salah satu faktor yang menentukan apakah investor
mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi adalah persentase pemilikan saham dalam
perusahaan.

Metode akuntansi yang dipergunakan untuk investasi jangka panjang ada 3 yaitu
Metode Harga,Perolehan,Metode Equity

Metode Harga Perolehan

Metode harga perolehan untuk akuntansi investasi jangka panjang dalam saham digunakan
apabila investor tidak mempunyai pengaruh yang besar dalam perusahaan penerbit saham.
Dalam metode harga perolehan ini,saham yang dibeli sebagai investasi jangka panjang dicatat

84

sebesar harga perolehannya, dan dividen diakui sebagai pendapatanpada saat diumumkan oleh
dewan komisaris perusahaan penerbit saham. Setelah pembelian dicatat, maka investasi jangka
panjang dalam saham yang dicatat dengan metode harga perolehan, harus menilai investasinya
dengn metode harga terendah diantara harga perolehan dan harga pasar. Denan demikian, pada
setiap akhir periode harus ditentukan harga pasar keseluruhan saham yang dimiliki untuk
dibandingkan dengan keseluruhan harga perolehannya. Apabila keseluruhan harga pasar lebih
rendah daripada keseluruhan harga perolehannya, maka selisihnya didebetkan ke rekening
yang disebut Rugi investasi Jangka Panjang Belum Direalisasi dan dikredit ke rekening
cadangan Penurunan Nilai Investasi Jangka Panjang

Untuk memberikan gambaran mengenai akuntansi untuk investasi jangka panjang dalam
saham dengan menggunakan metode harga perolehan, dimisalkan pada tanggal 5 Maret 2001,
PT Merapi membeli 5.000 lembar saham PT Muria dengan harga Rp 14,00 per lembar sebagai
investasi jangka panjang. Biaya komisi perantara dalam transaksi tersebut adalah Rp 400,00.
Saham PT Muria sebanyak 5.000 lembar yang dibeli oleh PT merapi tersebut, mencerminkan
2% dari keseluruhan saham PT Muria yang beredar.

Pembelian Investasi Saham

Jurnal untuk mencatat pembelian saham adalah sebagai berikut:

2001Maret 5.

Investasi dalam saham……………………. 70.400,00

Kas…………………………………………………………….. 70.400,00

(untuk mencatat pembelian 5.000 lembar saham PT Muria @ Rp 14,00 ditambah komisi
perantara Rp 400,00)

Penerimaan Dividen

Pada tanggal 18 November 2001, Dewan Komisaris PT Muria mengumumkan pembagian
dividen sebesar Rp 1,20 per saham kepada para pemegang saham yang terdaftar pada tanggal
1 Desember. Dividen tersebut akan dibayar pada tanggal 1 Januari 2002. Dalam metode harga
perolehan,pengumunan pembagian dividen oleh perusahaan penerbit saham akan diakui
sebagai pendapatan oleh investor. Jurnal untuk mencatat pengumuman pembagian dividen
adalah sebagai berikut:

85

2001 Nov. 18.
Piutang Dividen………………………6.000,00

Pendapatan Dividen ……………………………...6.000,00

(Untuk mencatat pengumuman pembagian dividen atas saham PT Muria)

Pendapatan dividen dicatat pada tanggal 18 November, yaitu tanggal pengumuman oleh
perusahaan penerbit saham. Pada tanggal 1 Januari 2002,yaitu tanggal penerimaan dividen, PT
Merapi akan mencatat penerimaan dividen tersebut dengan mendebet rekening kas dan
mengkredt rekening Piutang dividen.

Penilaian dengan Metode Terendah di antara Harga Perolehan dan Harga Pasar

Apabila perusahaan menggunakan metode harga perolehan dalam akuntansi untuk
investasi jangka panjang, maka pada akhir tahun perusahaan harus menerapkan metode
terendah antara harga perolehan dan harga pasar dengan cara yang sama seperti halnya untuk
investasi sementara. Total harga perolehan harus dibandingkan dengan total harga pasar
seluruh saham yang dimiliki perusahaan. Apabila total harga pasar lebih rendah daripada total
harga perolehan, maka investasi harus dilaporkan dalam neraca dengan harga yang lebih rendah
(harga pasar).

Dalam contoh diatas, PT Merapi hanya memiliki satu jenis saham yaitu saham PT Muria
sebanyak 5.000 lembar dengan harga perolehan Rp 70.400,00. seandainya pada tanggal 31
Desember 2001 harga pasar saham PT Muria adalah Rp 13,50 per lembar, maka total harga
pasarya adalah Rp 67.500,00 (5.000 lembar x Rp 13,50) atau Rp 2.900,00 lebih rendah daripada
harga perolehan.

Jurnal penyesuaian untuk mencatat penurunan dalam harga pasar saham

adalah sebagai berikut:

2001Des. 31.
Rugi Investasi Jangka Panjang Belum direalisasikan ……………………. 2.900,00

Cadangan Penurunan Nilai Investasi jangka panjang……………………..2.900,00

(Untuk mencatat pengurangan investasi jangka panjang menjadi sebesar harga pasarnya)

86

Investasi jangka panjang harus dilaporkan dalam neraca PT Merapi dengan cara sebagai berikut:
Investasi Jangka Panjang :
Investasi dalam Saham ……………….Rp 70.400,00
Kurangi :
Cadangan Penurunan Nilai
Investasi Jangka Panjang ………………………… Rp 2.900,00

Rp 67.500,00
Kerugian yang belum direalisasi merupakan rekening kontra modal yang harus dilaporkan
dalam neraca PT Merapi pada bagia modal seperti nampak dibawah ini.
Modal :
Saham Biasa………………………….. Rp 600.000,00
Laba Ditahan…………………………. 320.000,00
Jumlah ………………………………... Rp 920.000,00
Kurangi :
Rugi Investasi Jangka Panjang-
Belum Direalisasikan…………………………………..…..……..2.900,00
Jumlah Modal ……………………………………………… Rp 917.100,00
Penjualan Investasi Saham (Metode Harga Perolehan)

Apabila investasi jangka panjang dalam saham yang pencatatannya diselenggarakan
dengan metode harga perolehan dijual, maka selisih antara jumlah hasil penjualan dengan harga
perolehan saham yang dijual harus dicatat sebagai laba atau rugi. Laba atau rugi penjualan
saham tersebut dilaporkan dalam laporan rugi-laba. Sebagai contoh, misalkan pada tanggal 1
Februari 2002, PT Merapi menjual 2.500 lembar saham PT Muria yang dimilikinya dengan
harga seluruhnya Rp 34.000,00 (setelah dikurangi komisi dan biaya lainnya). Jurnal untuk
mencatat transaksi di atas adalah sebagai berikut :

87

2002 Feb. 1.
Kas …………………………………………. Rp 34.000,00
Rugi Penjualan Investasi ……………………..1.200,00

Investasi dalam Saham……………………………….35.200,00

(Untuk mencatat penjualan 2.500 lembar saham PT Muria)

Rekening Investasi dalam Saham dikredit sebesar Rp 35.200,00 karena yang dijual hanya
2.500 lembar dari 5.000 lembar saham PT Muria yang dimilikinya. Dengan demikian harga
perolehan 2.500 lembar saham yang dijual adalah Rp 70.400,00 x 2500/5000 = Rp 35.200,00.

Metode Equity

Metode equity dalam akuntansi investasi jangka panjang harus digunakan apabila investor
mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perusahaan penerbit saham. Seperti telah
dikemukakan di atas, investor disebut mempunyai pengaruh cukup besar apabila memiliki
saham 20% atau lebih dari keseluruhan saham yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit saham.

Sebagai gambaran mengenai akuntansi investasi jangka panjang dalam saham dengan
menggunakan metode equity, misalkan pada tanggal I Januari tahun ini, PT Merapi membeli
30.000 lembar saham PT Sindoro dengan harga Rp 453.000,00, termasuk biaya komisi
perantara. Jumlah saham PT Sindoro yang beredar adalah 100.000 lembar. Dengan pembelian
saham ini, maka PT Merapi memiliki 30% saham PT Sindoro, yang berarti bahwa PT Merapi
dipandang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kebijakan operasi dan keuangan
PT Sindoro. Pada tanggal 30 Desember tahun ini, PT Sindoro melaporkan laba bersih tahun ini
sebesar Rp 210.000,00 dan membayar dividen tunai sebesar Rp 100.000,00 (tiap lembar saham
mendapat pembagian laba sebesar Rp 1,00). Jurnal–jurnal yang harus dibuat oleh PT Merapi
adalah sebagai berikut :

Pembelian Saham

Jurnal untuk mencatat pembelian 30% saham PT Sindoro adalah:
Jan. 1 Investasi dalam saham ……………453.000,00

Kas …………………………….. ……………….453.000,00

88

(Untuk mencatat pembelian 30.000 lembar saham biasa PT Sindoro)

Pengakuan Laba

Dalam metode equity, PT Merapi selaku investor, mengakui laba bersih yang diperoleh PT
Sindoro sebagai pendapatan dari investasi dalam saham PT Sindoro dan dengan demikian
menambah investasinya. Bagian laba bersih PT Sindoro yang dipandang sebagai haknya oleh
PT Merapi adalah sebesar persentase pemilikan sahamnya yaitu 30%. Dengan demikian bagian
laba bersih yang dipandang sebagai hak PT Merapi adalah 30% x Rp 210.000,00= Rp
63.000,00.

jurnal yang dibuat oleh PT Merapi untuk mencatat laba bersih PT Sindoro adalah sebagai
berikut:
Des. 31 Investasi dalam Saham ……………….. 453.000,00

Pendapatan Investasi ………………………………453.000,00

(Untuk mencatat 30% dari laba bersih PT Sindoro sebagai pendapatan)

Penerimaan Dividen

Dalam metode equity, dividen tunai (atau dividen dalam bentuk kekayaan lain) yang
diterima, dicatat sebagai pengurangan atas rekening investasinya. Dalam contoh diatas, PT
Merapi menerima pembagian dividen tunai sebesar Rp 30.000,00 (30.000 lembar x Rp 1,00).

Jurnal untuk mencatat penerimaan pembagian dividen tersebut adalah sebagai berikut:
Des. 31. Kas ………………………………. 63.000,00

Investasi dalam Saham ……... 63.000,00

(Untuk mencatat penerimaan dividen)

Metode equity menetapkan jumlah yang dilaporkan sebagai investasi jangka panjang
dengan penekanan pada perubahan dalam aktiva bersih perusahaan penerbit saham, bukan pada
harga pasar saham perusahaan penerbit saham. Oleh karena itu, laba yang diperoleh perusahaan
penerbit saham tidak saja akan menaikkan aktiva bersih dalam perusahaan yang bersangkutan,
tetapi juga akan menaikkan hak investor terhadap aktiva tersebut. Sebaliknya bila perusahaan

89

penerbit saham membagikan laba dalam bentuk dividen, maka pembagian dividen tersebut
dipandang sebagai pengurangan hak investor atas aktiva bersih perusahaan penerbit saham.

Dengan demikian perubahan dalam kekayaan bersih perusahaan penerbit obligasi akan
dicatat sebagai penambahan atau pengurangan dalam rekening investasi pihak investor. Berikut
adalah rekening Investasi dalam Saham yang terdapat dalam buku besar PT Merapi:

INVESTASI DALAM SAHAM

1/1 Pembelian Rp 453.000,00 31/12 Penerimaan Dividen Rp30.000,00

31/12 Laba Bersih. 63.000,00 31/12 Penutupan Buku. 486.000,00

Rp 516.000,00 Rp 516.000,00

1/1 Saldo Awal Rp 486.000,00

9.4 Investasi Jangka Panjang Dalam Bentuk Obligasi
AKUNTANSI UNTUK INVESTASI JANGKA PANJANG DALAM OBLIGASI

(1) Pembelian Obligasi

Pembelian obligasi dicatat sebesar harga perolehannya, yaitu harga beli ditambah biaya
komisi dan PPN. Apabila obligasi diperoleh dengan cara pertukaran dengan aktiva selain kas,
maka harga perolehan sebesar harga pasar aktiva yang diserahkan.Obligasi yang dibeli tidak
bertepatan pada hari pembayaran bunga, maka pembeli harus membayar bunga sejak
pembayaran bunga terakhir sampai dengan terjadinya pembelian. Bunga obligasi ini tidak
termasuk harga perolehan atau harga pokok obligasi, maka pencatatannya harus dipisahkan
dari harga perolehan.

Contoh 1.

Pada 1 Desember 2001, PT Nusa Raya, Depok membeli obligasi PT.Samudra sebanyak 500
lembar, nominal @ Rp. 1000.000,00. Bunga obligasi 12% dibayar setiap tanggal 1 Mei dan 1

90

November .Kurs beli 100, biaya komisi 1% dari nilai transaksi dan PPN 1% dari nilai komisi.
Perhitungan harga perolehan:

Keterangan. Nilai uang (Rp)

Transaksi beli. 50 x 1.000.000 x 100%

Komisi 1% x nilai trans 5.000.000

PPN 10% dari komisi 500.000

Total biaya transaksi beli 5. 500.000

Total pembelian 505.500.000

Bunga berjalan 1/11-1/12 1/12 x 500.000 x 12% 5.000.000

Total pembayaran. Rp 510.500.000

(2) Premium dan Discount

Dalam pembelian obligasi, apabila ternyata harga perolehan tidak sama dengan nilai
nominal obligasi maka akan terjadi premium dan discount. Premium obligasi disebut pula Agio
obligasi terjadi bila harga perolehan lebih besar daripada nilai nominal obligasi. Discount
obligasi atau Disagio obligasi terjadi bila nilai nominal obligasi lebih besar daripada harga
perolehan obligasi.

Premium maupun discount diamortisasi sepanjang umur obligasi,sehingga pada tanggal
jatuh tempo obligasi nilai buku Investasi Jangka Panjang – Obligasi akan menunjukkan jumlah
yang sama dengan nilai nominal obligasi.

Contoh:

Pada tanggal 1 Maret 2000 PT Nusaraya, membeli obligasi PT. Samudra sebanyak 500 lembar,
nomimal @ Rp. 1000.000,00, bunga 12% dibayar tiap tanggal 1 April dan 1 Oktober. Kurs beli
120, biaya komisi 1% dari nilai transaksi dan PPN 1% dari nilai komisi. Umur obligasi 50
bulan.

91

Perhitungan harga perolehan:

Keterangan Nilai uang (Rp)
600.000.000
Transaksi Beli 500x1000.000x120%
6.600.000
Komisi 1% x nilai trans. 6.000.000

PPN 10 % dari komisi 600.000

Total biaya transaksi beli

Total pembelian 606.600.000

Bunga berjalan 5/12 x 600.000.000 x12% 30.000.000
Total Pembayaran. 636.600.000

Catatan: Bunga berjalan 5 bulan (dari 1 Okt. 1999 s.d 1 Maret 2000)
Premium Obligasi= Rp. 600.000.000 - Rp. 500.000.000 = Rp. 100.000.000
Amortisasi premium obligasi per bulan = Rp.100.000.000/50 = Rp. 2.000.000

Pencatatan oleh PT. Nusaraya, bunga berjalan sebagai pendapatan bunga yang didebet:

Tanggal No bukti Keterangan Reff Debit Kredit

2000 Rp Rp

Des 1 .... Investasi jangka panjang 606.600.000
–Saham PT. Samudra

Pendapatan bunga 30.000.000

92


Click to View FlipBook Version