The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Elektronik Akuntansi Keuangan 1 yang disusun dan sudah di revisi oleh Kelompok 2 Mahasiswa UNIMED Prodi Akuntansi 2021 Kelas C

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nasri Suharisma, 2022-05-26 08:30:02

E-Book Akuntansi Keuangan 1 Kelompok 2 Revisi

Buku Elektronik Akuntansi Keuangan 1 yang disusun dan sudah di revisi oleh Kelompok 2 Mahasiswa UNIMED Prodi Akuntansi 2021 Kelas C

Kas 636.600.000

Transaksi:

01 Apr. 2000 menerima bunga obligasi sebesar Rp. 36.000.000,00

01 Okt. 2000 menerima bunga obligasi sebesar Rp. 36.000.000,00

31 Des. 2000 amortisasi Premium Obligasi 10 bulan (Maret-Des. 2000) Sebesar Rp.
10.000.000,-

31 Des. 2000 penyesuaian pendapatan bunga yang masih harus diterima 3 Bulan (Okt – Des)
Rp. 18.000.000.

02 Januari 2001 Jurnal Pembalikan untuk penyesuaian bunga.

Tanggal No Keterangan Reff Debit Kredit

Bukti

2000 Rp Rp

April 1 Kas 36.000.000

Pendapatan Bunga 36.000.000

Okt 1 Kas 36.000.000
Pendapatan Bunga
36.000.000

Des 31 Pendapatan Bunga 10.000.000

Investasi Jangka Panjang 10.000.000
- Obligasi

93

Des 31 Piutang Pendapatan bunga 18.000.000
Pendapatan Bunga
2001 18.000.000
Jan 2
Pendapatan Bunga 18.000.000
Piutang Pendapatan bunga
18.000.000

(3) Penjualan Obligasi Sebelum Tanggal Jatuh Tempo

Penjualan obligasi sebelum jatuh tempo dapat menimbulkan laba atau rugi penjualan
obligasi. Laba atau rugi penjualan obligasi dihitung dengan membandingkan jumlah uang yang
diterima dari penjualan obligasi dengan nilai buku Investasi Jangka Panjang –Obligasi pada
saat terjadinya penjualan.

Contoh:

Lihat contoh sebelumnya, pada tanggal 31 Des. 2000 PT Nusaraya menjual seluruh obligasi
PT. Samudra dengan harga Rp. 650.000.000.-

Perhitungan laba/rugi:

Keterangan nilai uang (Rp )

Harga perolehan Obligasi 606.600.000

Amortisasi premium

obligasi s.d. 31 Des.2000 10.000.000

Nilai buku obligasi 596.600.000
Harga jual obligasi 650.000.000
Laba penjualan obligasi 53.400.000

94

Hasil Penjualan Obligasi Rp. 650.000.000,-

Bunga berjalan 3 bulan: 3/12 x600.000.000x 12%. Rp. 18.000.000,-

Jumlah penerimaan Rp. 668.000.000,-

Pencatatan oleh PT. Nusaraya, atas penjualan obligasi :

Tgl No Keterangan Reff Debit Kredit

Bukti Rp
596.600.000
2000 Rp 18.000.000

Des 31 Kas 668.000.000 53.400.000

Investasi jangka panjang -
Obligasi

Pendapatan Bunga

Laba Penjualan Obligasi

(4) Pertukaran Obligasi
Jika obligasi ditukarkan dengan surat berharga lain, maka akun Investasi Jangka Panjang

– Obligasi ditutup dan diganti dengan surat berharga yang baru diterima. Harga perolehan surat
berharga yang baru didasarkan pada harga pasarnya.
Contoh:
Pada tanggal 31 Des. 2000 PT Nusaraya, menukarkan 500 lembar obligasi PT. Samudra yang
dimilikinya (nilai bukunya Rp. 596.600.000,- dan pembayaran deviden tiap 1 April da 1 Okt.)
dengan 1000 obligasi PT. Nusantara nominal @ Rp. 1000.000,00. Harga pasar seluruh Obligasi
yang diterima Rp. 615.000.000,- sedang bunga berjalan akan diterima per kas.
Perhitungan harga perolehan:

95

Keterangan Nilai Uang (Rp.)
Harga jual obligasi 615.000.000
Nilai buku obligasi 596.600.000
Laba penjualan obligasi 18.400.000

Bunga berjalan 3 bulan ( dari 1 Okt. 1999 s.d 1 Des. 2000)
Bunga diterima per kas Rp. 18.000.000,-

Pencatatan oleh PT. Nusaraya atas pertukaran obligasi:

Tanggal No bukti Keterangan Reff Debit Kredit
Rp
2001 Rp
Des 1 Investasi jangka panjang – 615.000.000
Saham PT. Nusantara

Kas 18.000.000
Investasi jangka panjang –
PT Samudra 596.600.000
Pendapatan Bunga
Laba pertukaran Obligasi 18.000.000
18.400.000

96

BAB X
AKTIVA TETAP BERWUJUD

10.1 Pengertian Aktiva

Aktiva ialah kekayaan perusahaan yang berwujud dan tidak berwujud, serta
pengeluaran yang belum dialokasikan atau biaya yang masih harus dialokasikan pada
penghasilan yang akan datang. Pengertian aktiva menurut beberapa orang ahli sebagai berikut :

1. Menurut Dra. Lanita Winata, Akuntan (1994, hal 55) menjelaskan :“Aktiva ialah
Sejumlah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh suatau perusahaan
berupa uang, barang dan hak yang timbul dari transaksi-transaksi yang terjadi di masa
lampau dan dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang”.

2. Menurut Standar Akuntansi Keuangan, dalam kerangka dasar penyusunan dan
penyajian laporan keuangan (2002, hal 13, paragraf 49) menjelaskan : “Aktiva ialah
Sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan
dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh perusahaan”.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, Aktiva ialah Kekayaan atau sumber-

sumber daya yang dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari transaksi-transaksi
yang terjadi di masa lampau dan diharapkan akan memberi manfaat di masa depan.
Aktiva Lancar ialah aktiva yang berupa kas dan mempunyai jangka waktu yang pendek.

Yang termasuk dalam aktiva lancar ialah
1. Kas, uang tunai untuk membiayai operasional perusahaan.
2. Investasi jangka pendek, investasi yang sifatnya sementara hanya untuk memanfaatkan
uang yang belum dibutuhkan dalam operasi.
3. Piutang wesel, tagihan perusahaan kepada pihak lain yang dinyatakan dalam perjanjian
yang diatur dalam undang-undang.
4. Piutang dagang, tagihan kepada pihak lain sebagai akibat penjualan barang dagangan
secara kredit.
5. Persediaan, baik persediaan barang mentah, barang dalam proses maupun barang jadi.
6. Piutang penghasilan, penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum
diterima pembayarannya.
7. Persekot/uang muka/biaya dibayar di muka, pengeluaran untuk memperoleh jasa atau
prestasi dari pihak lain. Pengeluaran itu belum menjadi biaya periode sekarang
melainkan pada periode berikutnya.

97

Aktiva tidak lancar ialah aktiva yang tidak berupa kas dan mempunyai jangka waktu yang
panjang.

Yang termasuk aktiva tidak lancar ialah:
1. Investasi jangka panjang, investasi ini dilakukan jika perusahaan mempunyai kekayaan
lebih dari yang dibutuhkan.
2. Aktiva tetap, kekayaan yang dimiliki perusahaan yang secara fisik tampak dan berperan
dalam operasi perusahaan secara permanen, selain itu juga mempunyai umur ekonomis
lebih dari satu periode dalam kegiatan perusahaan.
3. Aktiva tetap tidak berwujud, kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak tampak tetapi
merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan untuk
digunakan dalam kegiatan perusahaan.
4. Beban yang ditangguhkan, transaksi yang menunjukkan adanya pengeluaran atau biaya
yang mempunyai manfaat jangka panjang.
5. Aktiva lain-lain, item ini menunjukkan kekayaan atau aktiva perusahaan yang tidak
dapat atau belum dapat dimasukkan dalam klasifikas-klasifikasi yang telah diuraikan
sebelumnya.

10.2 Pengertian Aktiva Tetap

Aktiva tetap ialah aktiva tetap berwujud yang mempunyai nilai guna ekonomis jangka
panjang, dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasi guna menunjang perusahaan dalam
mencapai tujuan dan dimiliki perusahaan tidak untuk dijual kembali agar diperoleh laba atas
penjualan tersebut. Pengertian aktiva tetap berwujud dikemukakan oleh beberapa orang ahli
sebagai berikut :

1. Menurut Zaki Baridwan (1992, hal 271) menjelaskan : “Aktiva tetap berwujud yang
sifatnya relatif permanen (menunjukkan sifat bahwa aktiva yang bersangkutan dapat
digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama) yang digunakan dalam
kegiatan perusahaan”.

2. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002, Nomor 16.2 Paragraf 05) “Aktiva tetap
adalah aktiva tetap berwujud yang digunakan dalam bentuk siap pakai atau dengan
dibangun terlebih dahulu yang digunakan dalam operasi perusahaan. Tidak
dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai
masa manfaat lebih dari satu tahun”.

98

Dari definisi diatas dapat disimpulkan sifat-sifat tetap berwujud digunakan dalam
operasional perusahaan, tidak untuk diperdagangkan, umur ekonomi lebih dari satu tahun yang
sifatnya relatif tetap atau permanen dan berwujud fisik artinya dapat dilihat dan dirasakan
dengan panca indera.

10.3 SIFAT AKTIVA TETAP

Meskipun semua aktiva memiliki beberapa ciri dasar yang umum, aktiva tetap memiliki
ciri-ciri tambahan sebagai berikut :

1. Aktiva tetap merupakan barang-barang fisik yang dimiliki untuk
memperlancar/mempermudah produksi barang-barang lain atau untuk menyediakan
jasa-jasa bagi perusahaan atau para pelanggannya dalam kegiatan normal perusahaan.

2. Semua aktiva tetap memiliki usia terbatas, pada akhir usianya harus dibuang atau
diganti.

3. Nilai aktiva tetap berasal dari kemampuannya untuk mengesampingkan pihak lain
dalam mendapatkan hak - hak yang sah atas penggunanya dan bukan dari pemaksaan
dari suatu kontrak.

4. Aktiva tetap seluruhnya nonmoneter : manfaatnya diterima dari penggunaan atau
penjualan jasa-jasa dan bukan dari pengubahannya menjadi sejumlah uang tertentu.

5. Pada umumnya jasa yang diterima dari ativa tetap meliputi suatu periode yang lebih
panjang dari satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan. Akan tetapi terdapat
terkecualian. Misalnya suatu bangunan atau peralatan tidak klasifikasikan kembali
sebagai aktiva lancar bilamana sisa manfaatnya kurang dari satu tahun. Dalam beberapa
kasus seperti halnya,beberapa unsur memiliki usia asli yang lebih pendek dari pada satu
siklus operasi perusahaan.
Unsur-unsur aktiva tetap mempunyai ciri umum dan memiliki beberapa tujuan

pelaporan keuangan yang sama. Salah satu tujuan ini di dasarkan kepada keseragaman mereka
dalam proses akuntansi. Aktiva tetap dimiliki untuk mendapatkan jasa-jasanya di masa
mendatang : karena itu aktiva tetap dibebankan sebagai biaya usia manfaatnya dengan cara
yang sama seperti biaya di bayar dimuka (prepaid expense). Perbedaan pokok antara biaya
dibayar dimuka dan aktiva tetap terletak pada usia aktiva tersebut. Biaya dibayar dimuka
biasanya di bebankan sebagai ongkos selama siklus kegiatan berjalan atau satu
tahun,tergantung mana yang lebih lama,sedangkan aktiva tetap di bebankan sebagai biaya
selama satu periode yang lebih panjang. Tetapi jika keseragaman dalam proses akuntansi itu di

99

anggap sebagai tujuan utama klasifikasi maka pos-pos tidak berwujud yang usianya terbatas
mungkin harus di sertakan pula di dalamnya tetapi klasifikasi menurut proses akuntansi
bukanlah tujuan yang relevan.

Tujuan kedua dalam penguraian dan pengukuran pos-pos aktiva tetap adalah
memberikan indikasi jumlah fisik atau kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan dan juga
beberapa petunjuk mengenai usia relatifnya serta taksiran masa pakainya yang akan datang.
Semua informasi itu tidak mungkin terpenuhi dengan sejumlah angkadalam rupiah. Namun
demikian untuk aktiva atau aktiva tertentu mungkin lebih relevan jika digunakan basis
penilaian input daripada nilai likuidasinya : dan suatu penilaian yang di dasarkan pada tafsiran
nilai barang atau jasa atau arus kas di masa mendatang tidak mungkin di pergunakan sebagai
pengukur baik secara teoritis maupun praktis. Suatu jumlah akumulasi penyusutan yang di
kurangkan dari suatu nilai input tidak dapat menghasilkan gambaran yang cukup tentang
kondisi atau usia relatif aktiva tetap tersebut.

Tujuan ketiga adalah tujuan yang penting dari klasifikasi dan penilaian aktiva tetap
untuk menyajikan suatu gambaran mengenai kegiatan suatu perusahaan sebagaimana
pengelompokkan moneter dan aktiva lancar menunjukkan informasi mengenai kegiatan
perusahaan, demikian pula halnya dengan pengelompokkan investasi dalam pos-pos modal.
Jumlah relatif modal yang di tanamkan dalam aktiva tetap merupakan informasi yang relevan
bagi penanam modal dan para kreditur, karena hal itu mungkin dapat menambah informasi
untuk membantu meramal arus kas di masa depan dan memberikan petunjuk mengenai periode
sebelum perusahaan berkesempatan menanamkan kembali sumber dayanya untuk penggunaan
yang sama atau penggunaan lainnya tanpa adanya keharusan likuidasi (forced liquidation).
Dalam perusaan Public Utility (pelayanan umum seperti PLN, TELKOM, GAS, dll) dan dalam
berbagai perusahaan jasa lainnya, jumlah yang ditanamkan sebagai pos-pos modal jangka
panjang merupakan kelompok terpenting sebagai sumber daya penghasilan di masa mendatang.
Karena alasan inilah maka sebagian besar public utility menyajikan pos-pos aktiva tetap pada
bagian pertama dalam neraca, mendahului aktiva lancar.

Pos-pos aktiva tetap nonoperasional biasanya disajikan di neraca dalam kelompok yang
terpisah, meskipun masalah penilaian dan penyusutanya sama dengan aktiva tetap operasi.
Karena itu sebagian besar uraian berikut akan dikaitkan baik dengan unsur-unsur aktiva tetap
operasional maupun non operasional.
10.4 PENGGOLONGAN AKTIVA TETAP

1. AKTIVA TETAP BERWUJUD

100

Adalah aktiva-aktiva yang berwujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan
dalam kegiatan perusahaan yang normal. Istilah relatif permanen menunjukan sifat dimana
aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama.

AkitIva tetap berwujud yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat mempunyai macam-
macam bentuk seperti tanah, bangunan, mesin-mesin dapat alat-alat, kendaraan, mebel dan
lain-lain. Dari macam-macam aktiva tetap berwujud di atas untuk tujuan akutansi dilakukan
pengelompokan sebagai berikut :

a) Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas seperti tanah untuk letak perusahaan,
pertanian dan peternakan.

b) Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa
penggunaannya bias diganti dengan aktiva yang sejenis.

c) Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya
tidak dapat diganti dengan aktiva yang sejenis.

 Klasifikasi Aktiva Tetap Berdasarkan Jenis
Aktiva tetap biasanya digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu:

1) Tanah, seperti tanah yang digunakan sebagai tempat berdirinya gedung-gedung
perusahaan.

2) Perbaikan tanah, seperti jalan-jalan diseputar lokasi perusahaan yang dibangun oleh
perusahaan, tempat parkir, dan pagar.

3) Gedung, seperti kantor, toko, pabrik, dan gudang.
4) Peralatan, seperti peralatan kantor, peralatan pabrik, mesin-mesin, kendaraan, dan

mebel.

 Sudut Substansi
Aktiva tetap dapat dibagi:

1) Tangible Assets atau Aktiva berwujud seperti Lahan, Mesin, Gedung dan Peralatan.
2) Intangible Assets atau Aktiva yang tidak berwujud seperti HGU, HGB, Goodwill,

Patents, Copyright, Hak Cipta, Franchise, dan lain-lain.

 Sudut Disusutkan Atau Tidak

101

1) Depreciated Plant asset yaitu aktiva tetap yang disusutkan seperti
Building (Bangunan), Equipment (Peralatan), Machinary (Mesin), Inventaris dan
lain-lain.

2) Undepreciated Plant Asset yaitu aktiva yang tidak dapat disusutkan seperti Land
(Lahan).

2. AKTIVA TETAP TIDAK BERWUJUD
Aktiva tidak berwujud adalah aktiva tetap perusahaan yang secarafisik tidak dapat

dinyatakan. Contoh Aktiva tidak berwujud adalah hak paten, hak cipta hak merek, biaya riset
dan pengembangan biaya ditangguhkan serta hak pengusahaan sumber alam. Aktiva tidak
berwujud dapat diperoleh melalui pembelian atau dikembangkan sendiri oleh perusahaan.

Apabila suatu aktiva tidak berwujud diperoleh dengan membeli dari pihak luar, maka
disamping harga beli yang termasuk sebagai harga perolehan (cost) adalah biaya – biaya
tambahan untuk mendapatkannya seperti biaya yang dibayarkan kepada pemerintah dan
notaries serta biaya administrasi yang berhubungan. Apabila suatu aktiva tidak berwujud
diperoleh dengan jalan mengembangkan sendiri ,maka termasuk dalam harga perolehan adalah
biaya-biaya bahan, peralatan, dan fasilitas, biaya gaji dan upah dan biaya tidak langsung
misalnya alokasi biaya administrasi dan umum.

Aktiva tidak berwujud mungkin timbul dari:
1. Pemerintah-seperti hak paten, hak cipta, frenchis, merek dagang, dan nama dagang.
2. Perusahaan lain, misalnya pembelian yang mencakup pembayaran untuk goodwill.
3. Perjanjian tertentu-seperti frenchise dan lease.

Ciri- ciri aktiva tetap tidak berwujud

1. Dapat dipisahkan, yaitu kemampuannya untuk menjadi terpisah atau terbagi dari BPR
dan dapat dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan atau ditukarkan melalui
suatu kontrak terkait aset atau kewajiban secara individual atau secara bersama.

2. Muncul dari hak kontraktual atau hak hukum lainnya, terlepas apakah hak tersebut
dapat dialihkan atau dapat dipisahkan dari BPR atau dari hak dan kewajiban lainnya.

3. Aset Tidak Berwujud dapat diperoleh secara eksternal melalui perolehan secara
terpisah dan pertukaran aset, atau dihasilkan secara internal.

4. Aset Tidak Berwujud hanya dapat diakui apabila berasal dari eksternal.
Sedangkan biaya penelitian dan pengembangan yang terkait dengan upaya

102

menghasilkan aset tidak berwujud secara internal tidak dapat diakui sebagai Aset Tidak
Berwujud, kecuali merupakan bagian dari perolehan aset lain.

10.5 Aktiva Tetap Berwujud

1. AKTIVA TETAP BERWUJUD (PEROLEHAN, PENYUSUTAN DAN
PELAPORAN)

Kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan disebut aktiva atau harta (assets). Aktiva
menunjukan bentuk kekayaan yang dimiliki perusahaan yang merupalan sumber daya
(resources) bagi perusahaan untuk melakukan usaha. Setiap perusahaan memiliki laporan
keuangan .Laporan keuangan adalah laporan yang dirancang untuk para pembuat
keputusan,terutama pihak diluar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha
perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi dan laporan arus
kas. Neraca adalah laporan keuangan yang dapat memberi informasi tentang sumber-sumber
daya yang dimiliki perusahaan dan sumber pembelanjaan untuk memperolehnya. Laporan ini
menyajikan posisi keuangan perusahaan yang didalamnya terdiri dari tiga komponen penting
yaitu aktiva, kewajiban dan modal. Aktiva dapat dibedakan menjadi dua, yaitu aktiva lancar
dan aktiva tetap.

Aktiva Tetap
Aktiva tetap adalah aktiva yang jangka waktu pemakaiannya lama digunakan dalam

kegiatan perusahaan, dimiliki tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan
serta nilainya cukup besar. Aktiva ini digolongkan menjadi aktiva tetap berwujud (tangible
fixed assets ) dan aktiva tidak berwujud ( intangible assets ). Tidak ada criteria standar
mengenai jangka waktu pemakaian minimal untuk membedakan aktiva tetap dengan aktiva
lainnya. Walaupun demikian, pemakaian lebih dari satu tahun, pada umumnya digunakan
sebagai pedoman. Kriteria lain adalah aktiva tersebut harus dipakai dalam kegiatan perusahaan
dan tidak untuk dijual kembali. Hanya aktiva yang nilainya tinggi saja yang biasanya
dikelompokan sebagai aktiva tetap.

Harga Perolehan
Semua biaya yang terjadi untuk memperoleh suatu aktiva tetap sampai tiba ditempat

dan siap dipakai harus dimasukkan sebagai bagian dari harga perolehan (cost) aktiva yang
bersangkutan. Contoh : apabila perusahaan membeli sebuah tanah dengan harga Rp.20.000.000

103

dan untuk biaya notarisnya Rp.400.000, biaya balik nama sebesar Rp.300.000 dan komisi
kepada makelar Rp.200.000 maka harga perolehan dari tanah tersebut adalah Rp.20.900.000.

Perolehan Dengan Angsuran

Ada kalanya aktiva tetap dibeli secara angsuran. Dalam hal demikian kontrak

pembelian dapat menyebutkan bahwa pembayaran akan dilakukan dalam sekian kali angsuran

dan terhadap saldo yang belum dibayar dikenakan bunga. Sebagai contoh perusahaan membeli

tanah dengan harga Rp .50.000.000 dengan 25 kali angsuran bulanan terhadap saldo yang

belum dibayar, dan dikenakan bunga 12% setahun. Ayat jurnal yang perlu dibuat yaitu :

(D) Tanah 50.000.000

(K) Hutang angsuran 50.000.000

Pada waktu membayar angsuran pertama, jumlah yang harus dibayar dihitung sebagai

berikut:

Angsuran bulanan Rp50.000.000 : 25 = Rp.2.000.000

Bunga selama sebulan yang belum dibayar

1/12 x 12% x Rp.50.000.000 = 500.000

Jumlah yang harus dibayar Rp.2.500.000

Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk pembayaran ini :

(D) Hutang angsuran 2.000.000

(D) Biaya bunga 500.000

(K) Bank 2.500.000

Angsuran kedua terdiri dari hutang pokok bulanan sebesar Rp 2.000.000 dan sisa hutang Rp

48.000.000. Bunga yang dibebankan 1/12 x 12% x Rp.48.000.000 = Rp.480.000. Ayat jurnal

yang perlu dibuat yaitu :

(D) Hutang angsuran 2.000.000

(D) Biaya bunga 480.000

(K) Bank 2.480.000

proses perhitungan, pembayaran dan pencatatan angsuran seperti tersebut akan berulang setiap
bulan sekali samapai semua hutang angsuran telah dibayar.

104

Penyusutan
Semua jenis aktiva tetap kecuali tanah, akan semakin berkurang kemampuannya untuk

memberikan jasa bersamaan dengan berlalunya waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi
menurunnya kemampuan ini adalah pemakaian, keausan, ketidakseimbangan kapasitas yang
tersedia dengan yang diminta dan keterbelakangan teknologi. Berkurangnya kapasitas berarti
berkurangnya nilai aktiva tetap yang bersangkutan dan hal ini perlu dicatat dan
dilaporkan. Pengakuan adanya penurunan nilai aktiva tetap berwujud ini disebut penyusutan
( depreciation) . Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat penyusutan dalah debit biaya
penyusutan dan kredit akumulasi penyusutan. Perkiraan akumulasi penyusutan digunakan
untuk mencatat secara akumulatif jumlah penyusutan yang telah dilakukan .Selisih antara harga
perolehan dengan akumulasi penyusutan merupakan bagian dari harga perolehan yang belum
disusutkan. Selisih ini disebut nilai buku

( book value) aktiva tetap.

Metode Penyusutan
Ada dua faktor yang mempengaruhi besarnya penyusutan yaitu nilai aktiva tetap yang

digunakan dalam penghitungan penyusutan (dasar penyusutan) dan taksiran manfaat. Dasar
penyusutan dapat berupa : harga perolehan dan nilai buku. Untuk menghitung
penyusutan, taksiran manfaat dinyatakan dalam tarif penyusutan dan dapat dihitung dengan
rumus :
a. Metode garis lurus ( Straight line ), biaya penyusutan dialokasikan berdasarkan berlalunya

waktu ,dalam jumlah yang sama,sepanjang masa manfaat aktiva tetap.
Biaya penyusutan = Tarif penyusutan x Dasar penyusutan

Dasar penyusutan = Harga perolehan – nilai sisa
Contoh :
tarif penyusutan dengan taksiran manfaat 5 tahun , maka tarifnya 100% : 5 = 20 %
harga kendaraan Rp 12.500.000 ,nilai sisa diperkirakan Rp 1.550.000 ,maka biaya
penyusutannya = 20% (Rp.12.500.000 – Rp.1550.000) = Rp.2.190.000

Th Harga Biaya Ak. Nilai buku
Perolehan Penyusutan penyusutan Rp.10.310.000
Rp.2.190.000 Rp.2.190.000
1 Rp.12.500.000

105

2 Rp.12.500.000 Rp.2.190.000 Rp.4.380.000 Rp. 8.120.000
3 Rp.12.500.000 Rp.2.190.000 Rp.6.570.000 Rp. 5.930.000
4 Rp.12.500.000 Rp.2.190.000 Rp.8.760.000 Rp. 3.740.000
5 Rp.12.500.000 Rp.2.190.000 Rp.10.950.000 Rp. 1.550.000

b. Metode saldo menurun ( Declining balance ), biaya penyusutan akan merata sepanjang

umur aktiva tetap dan biaya penyusutan makin menurun dari tahun ke tahun selama taksiran

masa manfaat dikarenakan semakin tua, kapasitas aktiva dalam memberikan jasanya juga

akan semakin menurun.

Biaya penyusutan = Tarif penyusutan x Dasar penyusutan

Dasar penyusutan = Nilai buku awal periode

(Contoh dan penyelesaian sama dengan metode jumlah angka tahun)

c. Metode jumlah angka tahun akan menghasilkan jadwal penyusutan yang sama dengan

metode saldo menurun. Jumlah penyusutan akan makin menurun dari tahun ke tahun.

Biaya penyusutan = Tarif penyusutan x Dasar penyusutan
Dasar penyusutan = Harga perolehan – nilai sisa

Contoh :

Dibeli sebuah mesin Rp. 41.250.000,-, biaya pengangkutan dan bongkar muat Rp.

750.000,-, biaya percobaan Rp. 250.000,-, umur ekonomis 10 tahun, nilai sisa Rp. 1000.000,-

mesin ditaksirkan dapat bekerja selama 25.000 jam dengan kapasitas 40 unit setiap jam dengan

mesin tersebut dipakai 3500 jam.

Penyelesaian ;

Sebuah mesin dibeli dg Rp. 41.250.000

B. Pengangkutan & bongkar muat Rp. 750.000

B. Percobaan Rp. 250.000+

Harga Perolehan Rp. 42.250.000,-

Jumlah angka tahun = n (n+1)/2
= 10 (10+1)/2
= 55

Tarif = angka tahun/jumlah angka tahun = 10/55

Penyusutan = tarif ( HP-NS )

106

= 10/55 ( Rp. 42.250.000- Rp. 1.000.000 )
= 2/11 ( Rp. 41.250.000 )
= Rp. 7.500.000,-
d. Metode unit produksi,dalam metode unit produksi taksiran manfaat dinyatakan dalam
kapasitas produksi yang dapat dihasilkan.Kapasitas produksi itu sendiri dapat dinyatakan
dalam bentuk unit produksi, jam pemakaian, kilometer pemakaian atau unit unit kegiatan
yang lain. Harga perolehan dikurangi nilai sisa merupakan dasar penyusutan.
Contoh : Soal sama dengan point c,
Penyelesaian :
Tarif = HP-NS/taksiran jam
= Rp. 42.250.000-Rp. 1.000.000/25.000
= Rp. 41.250.000/25.000
= Rp. 1.650.-
Penyusutan = tarif x jam sebenarnya
= Rp. 1.650 x 3500
= Rp. 5.775.000,-

Penilaian dan pelaporan
Aktiva tetap dinilai sebesar nilai bukunya, yaitu harga perolehan dikurangi dengan

akumulasi penyusutan. Tetapi apabila manfaat ekonomi dari suatu aktiva tetap tidak lagi
sebesar nilai bukunya, maka aktiva tersebut dinyatakan sebesar jumlah yang sepadan dengan
nilai manfaat ekonomi yang tersisa. Penurunan nilai kegunaan aktiva tersebut dicata sebagai
kerugian. Dalam laporan keuangan, aktiva tetap dirinci menurut jenisnya, seperti
tanah, gedung, mesin-mesin, peralatan dan lain-lain.
Contoh penyajian kelompok aktiva tetap di neraca apabila akumulasi penyusutan dikurangkan
secara keseluruhan adalah sebagai berikut :

Aktiva tetap : Rp. 30.000.000
Peralatan kantor 50.000.000
Peralatan toko 25.000.000
Kendaraan 105.000.000
Gedung 20.000.000 +
Tanah
Rp. 230.000.000

107

Akumulasi penyusutan ( 52.500.000 )
Total aktiva tetap,neto Rp. 177.500.000

Buku Aktiva Tetap
Perkiraan aktiva tetap dibuku besar perlu dibuatkan rinciannya dalam buku aktiva tetap

(fixed assets subsidiary ledger). Buku tambahan ini merinci aktiva tetap dibuku besar menurut
jenisnya.

2. AKTIVA TETAP BERWUJUD ( PENARIKAN)

Penjualan
Aktiva tetap yang sudah tidak terpakai lagi dapat ditarik dari pemakaian. Penarikan

(retirements) dapat dilakukan dengan dijual,ditukarkan dengan aktiva lain atau dibuang begitu
saja (dihapuskan). Ayat jurnal yang harus dibuat untuk ketiga macam transaksi tersebut sedikit
berbeda, namun yang pasti, nilai buku aktiva yang bersangkutan harus dikeluarkan dari
pembukuan. Hal ini dilakukan dengan mengkredit hargaperolehan dan mendebit akumulasi
penyusutannya. Suatu aktiva tetap tidak boleh dikeluarkan dari pembukuan hanya karena telah
habis disusutkan.Harga perolehan maupun akumulasi penyusutan aktiva tetap yang telah habis
disusutkan tetap disajikan, walaupun kalau dinettokan, nilai bukunya sama dengan nol.

Apabila suatu aktiva tetap dijual, niai bukunya dihitung sampai dengan tanggal
penjualan. Nilai buku ini kemudian dibandingkan dengan hasil penjualan yang diterima. Selisih
yang diperoleh merupakan keuntungan atau kerugian karena penjualan aktiva tetap.

Penukaran
Suatu aktiva tetap yang sudah berkurang manfaatnya, dapat ditukarkan dengan yang

lain. Penukaran aktiva teatp dapat dilakukan dengan aktiva sejenis ( misalnya mobil dengan
mobil ) atau dapat juga dengan tidak sejenis ( misalnya mobil dengan mesin ).
Dalam penukaran (trade in) aktiva tetap, terlebih dahulu harus ditentukan nilai tukarnya ( trade
in allowance). Selisih antara nilai tukar aktiva lama dengan harga aktiva baru merupakan
keuntungan atau kerugian dari penukaran. Apabila nilai tukar lebih besar dari nilai buku, maka
memperoleh keuntungan dan sebaliknya jika nilai tukar lebih kecil dari nilai buku maka
merupakan kerugian. Ada dua cara pencatatan untuk transaksi penukaran aktiva tetap yaitu :

a. Untuk penukaran aktiva tidak sejenis ,keuntungan dan kerugian dibebankan dalam
tahun berjalan.

108

b. Untuk penukaran aktiva sejenis,keuntungan dikurangkan pada harga aktiva
baru, sedangkan kerugian dibebankan dalam tahun berjalan.

Penghapusan

Kemungkinan lain bagi aktiva yang sudah tidak bermanfaat adalah dihapuskan. Ini
terjadi kalau aktiva tetap tidak dapat dijual atau ditukarkan. Apabila aktiva belum disusutkan
penuh, maka akibat penghapusan ini adalah terjadinya kerugian sebesar nilai buku. Seperti
halnya kerugian dari penjualan aktiva tetap kerugian karena penghapusan aktiva juga
dilaporkan sebagai biaya lain-lain. Adakalanya penghapusan aktiva tetap dilakukan karena
kejadian – kejadian yang tidak diharapkan seperti kebakaran.

Untuk menggambarkan kejadian ini, anggaplah bahwa mobil yang dibeli pada tanggal 2
januari 199 AA dengan harga Rp. 10.000.000, pada tanggal 1 Juli 199 B mengalami tabrakan
berat dan tidak dapat dipakai lagi. Ganti rugi yang diterima dari perusahaan asuransi adalah Rp.
8.000.000. Ayat jurnal yang sesuai yaitu :

1. D)Biaya penyusutan 1.000.000
(K) Akumulasi penyusutan 1.000.000

2. (D)Akumulasi penyusutan 7.000.000
(D)Kerugaian karena penghapusan a.t 3.000.000
(K) Kendaraan
10.000.000

3. D) Piutang klaim asuransi 8.000.000

(K) Pendapatan klaim asuransi 8.000.000

Ayat jurnal (1) adalah ayat jurnal untuk mencatat penyusutan dari tanggal 1 Januari 199

A sampai dengan 1 Juli 199 B yang belum dicatat. Ayat jurnal (2) mencatat penghapusan aktiva

tetap, sedang ayat jurnal (3) mencatat klaim asuransi yang akan diterima.

Aktiva Tetap Bernilai Kecil
Salah satu kriteria untuk dapat dikategorikan sebagai aktiva tetap adalah nilainya yang

besar. Aktiva tetap yang nilai per unitnya kecil, dapat langsung dibebankan sebagai biaya pada
saat perolehan. Manajemen perusahaan perlu menetapkan atau untuk pengeluaran yang harus
dikapitalisir sebagai aktiva tetap dan pengeluaran yang harus dibebankan sebagai biaya.

109

Apabila pengeluaran untuk aktiva – aktiva tetap yang nilainya kecil misalnya suku
cadang, dikapitalisir, maka pencatatannya dapat dikelompokan menjadi satu. Penyusutan
secara regular tidak dihitung. Pembebanan ke biaya dilakukan dengan menghitung secara
phisik aktiva tetap yang masih tersisa. Harga perolehan aktiva yang masih ada ditaksir
kemudian selisih antara saldo menurut perkiraan dengan nilai taksiran dibebankan ke perkiraan
biaya.

Pengeluaran modal
Pengeluaran-pengeluaran aktiva tetap seperti biaya pemeliharaan

(maintenance), penambahan (additions), penggantian (replacement) atau perbaikan (repairs)
dapat dikategorikanmenjadi pengeluaran modal (capital expenditures) and pengeluaran
pendapatan ( renevue expenditures). Pengeluaran modal adalah pengeluaran-pengeluaran yang
harus dicatat sebagai aktiva (dikapitalisir ).

Pengeluaran-pengeluaran yang akan mendatangkan manfaat lebih dari satu periode
akutansi termasuk dalam kategori ini. Misalnya,penambahan satu unit AC dalam sebuah mobil
merupakan pengeluaran modal. Demikian juga halnya dengan pengeluaran – pengeluaran yang
menambah efisiensi memperpanjang umur aktiva atau meningkatkan kapasitas atau mutu
produksi. Pengeluaran modal dicatat sebagai debit pada perkiraan : aktiva ataupun akumulasi
penyusutan. Pengeluaran –pengeluaran untuk penambahan dan penggantian, pada umumnya
dicatat dalam perkiraan aktiva sedangkan untuk perbaikan besar-besaran yang akan
memperpanjang umur aktiva dicatat sebagai debit pada perkiraan akumulasi penyusutan.

Pengeluaran pendapatan
Pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran-pengeluaran yang hanya mendatangkan

manfaat untuk tahun dimana pengeluaran tersebut dilakukan. Oleh karena itu pengeluaran-
pengeluaran akan dibebankan sebagai biaya. Biaya pemeliharaan dan perbaikan rutin
merupakan contoh dari jenis pengeluaran ini. Biaya pemeliharaan adalah biaya-biaya yang
terjadi agar aktiva tetap selalu berada dalam keadaan baik. Biaya perbaikan adalah biaya-biaya
untuk mengembalikan aktiva tetap dalam keadaan baik.

PENGELUARAN – PENGELUARAN MODAL DAN PENDAPATAN

Perlakuan akuntansi terhadap pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan
perolehan dan penggunaan aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

110

a) Pengeluran modal adalah pengeluran-pengeluran untuk memperoleh suatu manfaat yang
akan dirasakan lebih dari satu periode akutansi pengeluaran-pengeluaran.

b) Pengeluran pendapatan adalah pengeluran-pengeluran untuk memperoleh suatu manfaat
yang hanya dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan. Oleh karena itu
pengeluaran-pengeluran seperti ini dicatat dalam rekening biaya.

PRINSIP PENILAIAN AKTIVA TETAP BERWUJUD
Adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang

diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan
aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk digunakan.

HARGA PEROLEHAN AKTIVA TETAP BERWUJUD
Untuk menentukan besarnya harga perolehan suatu aktiva, berlaku prinsip yang

menyatakan bahwa semua pengeluaran yang terjadi sejak pembelian sampai aktiva itu siap
dipakai harus dikapitalisasi. Karena jenis aktiva itu macam-macam maka masing-masing jenis
mempunyai masalah-masalah khusus yang akan dibicarakan berikut ini :
1. Tanah

Tanah yang dimiliki dan digunakan sebagai tempat berdirinya perusahaan dicatat dalam
rekening tanah. Apabila tanah itu tidak digunakan dalam usaha perusahaan maka dicatat dalam
rekening investasi jangka panjang. Harga perolehan tanah terdiri dari berbagai elemen seperti :

a. Harga beli
b. Komisi pembelian
c. Bea balik nama
d. Biaya penelitian tanah
e. Iuran-iuran (pajak-pajak) selama tanah belum dipakai
f. Biaya merobohkan bangunan lama
g. Biaya perataan tanah pembersihan dan pembagian
h. Pajak-Pajak yang jadi beban pembelian pada waktu pembelian
2. Bangunan

Gedung yang diperoleh dari pembelian, harga perolehannya harus dialokasikan pada
tanah dan gedung. Biaya yang dikapitalisasi sebagai harga perolehan gedung adalah :

a. Harga beli
b. Biaya Perbaikan sebelum gedung itu dipakai
c. Komisi pembelian

111

d. Bea balik nama
e. Pajak-Pajak yang menjadi tanggungan pembeli pada waktu pembelian Mesin dan alat-

alat
Yang merupakan harga perolehan meisn dan alat-alat adalah

a. Harga beli
b. Pajak-pajak yang menjadi beban pembeli
c. Biaya angkut
d. Asuransi selama dalam perjalanan
e. Biaya pemasangan
f. Biaya-biaya yang dikeluarkan selama masa percobaan mesin

3. Alat-Alat Kerja
Alat-alat kerja yang dimiliki bias berupa alat-alat untuk mesin atau alat-alat tangan.

4. Pattern dan dies atau Cetakan-Cetakan
Cetakan-cetakan yang dipakai untuk peroduksi dalam beberapa periode dicatat dalam

rekening aktiva tetap dan didepresiasi selam umur ekonomisnya.
5. Perabotan dan Alat-Alat Kantor

Pembelian atau pembuatan alat-alat harus dipisahkan-pisahkan untuk fungsi-fungsi
produksi, penjulaan dan administrasi, sehingga depresiasinya dapat dibebankan pada maisng-
masing fungsi tersebut.
6. Kendaraan

Seperti halnya perabot, maka kendaraan yang dimiliki juga harus dipisahkan untuk
setiap fungsi yang berbeda.
7. Tempat Barang yang Dapat Dikembalikan

Adalah barang-barang yang dipakai sebagai tempat dari produk yang dijual.

CARA – CARA PEROLEHAN AKTIVA TETAP
Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara, dimana masing-masing cara

perolehan akan mempengaruhi penentuan harga perolehan berikut ini akan dibahas tetang
harga perolehan.

1. Pembelian Tunai
Aktiva tetap berwujud yang diperoleh dari pembelian tunai dicatat dalam buku-buku

dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan.
2. Pembelian secara gabungan
112

Harga perolehan dari setiap aktiva yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan
mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar setiap aktiva
yang bersangkutan.

3. Perolehan Melalui Pertukaran
a. Ditukar dengan Surat-surat Berharga
Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau Obligasi perusahaan,
dicatat dalam buku sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar
b. Ditukar dengan aktiva tetap yang lain
Banyak pembelian aktiva tetap dilakukan dengan cara tukar-menukar atau sering disebut “tukar
tambah”. Dimana aktiva lama digunakan untuk membayar harga aktiva baru ada dua jenis
pertukaran yaitu :

a) Pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis
b) Pertukaran aktiva tetap yang sejenis

4. Pembelian angsuran
Apabila aktiva tetap diperoleh dari pembelian angsuran, maka dalam harga perolehan

aktiva tetap tidak boleh termasuk bunga.
5. Diperoleh dari Hadiah atau Donasi
Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah atau donasi, pencatatannya bisa dilakukan

menyimpang dari prinsip harga perolehan.
6. Aktiva yang Dibuat sendiri
Perusahaan mungkin membuat sendiri aktiva tetap yang diperlukan seperti gedung, alat-

alat dan perabotan. Pembuatan aktiva ini biasanya dengan tujuan untuk mengisi kapasitas atau
pegawai yang masih diam.

BIAYA – BIAYA SELAMA MASA PENGGUNAAN AKTIVA
Aktiva tetap yang dimiliki dan digunakan dalam usaha perusahaan akan memerlukan

pengeluaran-pengeluaran yang tujuannya adalah agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.
Pengeluaran-pengeluaran tersebut dapat dikelompokan menjadi :

1. Reparasi dan Pemeliharaan
Biaya reparasi dapat merupakan biaya yang jumlahnya kecil jika reparasinya bisa dan

jumlahnya cukup besar jika reparasinya besar. Reparasi besar biasanya terjadi setelah beberapa
tahan, sehingga dapat dikatakan bahwa manfaat reparasi seperti ini akan dirasakan dalam

113

beberapa periode. Oleh karena itu biaya reparasi besar dikapitalisasi dan pembebanannya
sebagai biaya dilakukan dalam periode-periode yang menerima manfaat.

2. Penggantian
Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan

unit yang baru yang tipenya sama.
3. Perbaikan
Adalah penggantian suatu aktiva dengan aktiva baru untuk memperoleh kegunaan yang

lebih besar.
4. Penambahan
Adalah memperbesar atau memperluas fasilitas suatu aktiva seperti penambahan ruang

dalam bangunan ruang parker dan lain-lain.
5. Penyusunan Kembali aktiva tetap
Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penyusunan kembali aktiva atau perubahan route

produksi atau untuk mengurangi biaya produksi, jika jumlahnya cukup berarti dan manfaat
penyusunan kembali itu akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi maka harus di
kapitalisasi.

MEMBERHENTIAN AKTIVA
Aktiva tetap bisa dihentikan pemakaiannya dengan cara dijual, ditukarkan, maupun

karena rusak. Pada waktu aktiva tetap dihentikan dari pemakian maka semua rekening yang
berhubungan dengan aktiva tersebut dihapuskan.

ASURANSI KEBAKARAN
Perusaahan biasanya mengasuransikan harta benda terhadap kemungkinan timbulnya

kerugian karena kebakaran. Perjanjian asuransi ini dinyatakan dalam polis. Perusahan asuransi
akan mengganti kerugian dalam hal adanya kebakaran, maksimum sebesar jumlah
pertanggungan yang dinyatakan dalam polis.

ASURANSI BERSAMA
Syarat asuransi bersama adalah syarat menyatakan bahwa apabila harta benda

diasuransikan (dipertanggung jawabkan) dengan jumlah yang lebih rendah dari pada suatu
persentase tertentu dari pasar benda tersebut pada saat terjadinya kebakaran, maka perusahan
yang mempertanggungkan akan memikul kerugian karena kebakaran sebanding dengan selisih
jumlah pertanggungan dengan persentase tertentu dari harga pasar harta tersebut

114

Jumlah kerugian yang akan diganti oleh perusahaan asuransi adalah yang paling rendah
dari jumlah berikut :

a. jumlah yang dibebankan kepada perusahaan asuransi yang dihitung dengan cara
asuransi bersama

b. jumlah pertanggungan dalam polis
c. jumlah kerugian yang sebenarnya

POLIS GABUNGAN
Apabila perusahaan mengasuransikan beberapa aktiva dalam satu polis, maka polis itu
akan menunjukkan syarat alokasi yang dasarnya adalah harga pasar aktiva-aktiva tersebut pada
saat terjadinya kebakaran.

PENCATATAN ASURANSI KEBAKARAN
Apabila terjadi kebakaran atas harta yang diasuransikan maka langkah-langkah yang

dilakukan untuk mengadakan pencatatan akuntansinya adalah sebagai berikut :
1. Menyusun kembali catatan-catatan yang terbakar
2. Menyesuaikan buku-buku agar dapat menunjukkan keadaan yang sebenarnya pada saat
kejadiannya kebakaran
3. Menentukan nilai buku aktiva yang terbakar
4. Membebankan nilai buku aktiva yang terbakar dan biaya-biaya yangtimbul pada saat
kebakaran, ke rekening kerugian kebakaran
5. Menetukan jumlah yang diterima dari perusahaan asuransi
6. Rekening kerugian kebakaran dikredit dengan jumlah ini dan jumlah yang diterima dari
penjualan aktiva yang terbakar.

Menutup saldo rekening kerugian ke rekening laba rugi. Saldo ini menunjukkan rugi atau
laba dari kebakaran.

115

BAB XI
AKTIVA TETAP TIDAK BERWUJUD

11.1 Pengertian Aktiva Tetap Tidak Berwujud

Aktiva tetap tidak berwujud adalah aktiva yang sulit diubah bentuk dan wujudnya
non-fisik. Aktiva tetap tidak berwujud umumnya disimpan dalam bentuk dokumen dan
wajib diperbarui beberapa tahun sekali, tapi sulit diubah menjadi kas. yang membedakan
Intangible Assets dengan Aset Tetap? Jawabannya adalah jangka waktu. Biasanya, Aset
Tetap bisa dapat terlihat kegunaannya sejak awal. Contoh, uang bisa digunakan untuk
modal, alat produksi bisa digunakan untuk memulai pembuatan produk. ada sebagian Aset
Tetap Tidak Berwujud yang tidak dapat ditukar dengan uang berapapun, sebut saja
branding atau merk.

1. Ciri-ciri Aktiva Tetap Tidak Berwujud

Ciri- ciri aset tetap tidak berwujud antara lain:
1. Dapat dipisahkan, yaitu kemampuannya untuk menjadi terpisah atau terbagi dari
BPR dan dapat dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan, atau ditukarkan melalui
suatu kontrak terkaitaset atau kewajiban secara individual maupun secara bersama.

2. Muncul dari hak kontraktual atau hak hukum lainnya, terlepas dari hak
tersebut dapat dialihkan atau dapat dipisahkan dari BPR atau dari hak dan
kewajiban lainnya.

3. Hanya dapat diakui apabila berasal dari eksternal.

3.Contoh Aktiva Tetap Tidak Tertutup

1. Franchise dan Licences

Franchise adalah hak guna dalam melakukan suatu jenis usaha dimana perjanjian
bisnis telahdisepakati oleh franchisor dengan franchisee. Franchisor adalah orang
yang memberikan hak kepada franchisee untuk memasarkan atau menjual produk
yang dimiliki franchisor. Sedangkan licences adalah hak agar dapat memakai suatu
jasa atau produk.

2. Goodwill

Goodwil adalah suatu keadaan dimana terjadi lebih bayar untuk aktiva dibandingkan

116

dengan nilai pasar. Biasanya goodwill akan timbul jika suatu perusahaan membeli
perusahaan lain. Ketika melakukan pembelian, perusahaan mendapatkan keuntungan.
Keuntungan inilah yang dinamakan goodwill. Dasar yang digunakan untuk mengetahui
nilai goodwill adalah nilai pasaratau nilai yang dapat direalisasikan untuk goodwill
tersebut.

3. Trademark (Hak Merek Dagang)
Saat seseorang membangun suatu bisnis dan melakukan pemasaran dengan
menciptakan logoataupun merek, maka bisnis tersebut telah menciptakan hak merek
dagang. Agar dapat menggunakan hak dagang, dapat dimulai dari menciptakan
produk, logo dan desain hingga mengurus penerbitan sertifikat hak dagang.

4. Copyright (Hak Cipta)
Salah satu aktiva tidak berwujud lainnya yang sering digunakan adalah hak cipta
atau copyright. Hak cipta adalah hak eksklusif perusahaan agar dapat menjual karya cipta,
sepertimusik dan karya seni lainnya, atas perjanjian yang telah disepakati. Nilai dari hak
cipta dapat ditentukan dari semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak cipta
tersebut.

5. Patent (Hak Paten)
Jenis aktiva berikutnya adalah hak paten. Hak paten adalah hak yang diberikan atas suatu
temuanyang didapatkan dari sebuah penelitian untuk diberikan perlindungan bahkan dapat
dijual untuk temuan tersebut. Nilai dari hak paten adalah seluruh biaya yang dikeluarkan
untuk mendapatkan hak paten.

4. Pengakuan Aktiva Tak Berwujud

Aset tak berwujud diakui pada saat diperoleh, dengan ketentuan:
 Individu/Perusahaan berpotensi akan mendapatkan manfaat ekonomi di masa

yang akandatang dari aset tersebut.
 Biaya-biaya dalam perolehannya bisa diukur dengan handal.

117

5.Penilaian/Pengukuran Aktiva Tak Berwujud

Aset tak berwujud dinilai/diukur sesuai dengan harga perolehannya. Biaya perolehan aset
tidakberwujud terdiri dari:
1. harga beli termasuk bea masuk (import), dan pajak pembelian yang tidak dapat

dikembalikan, setelah dikurangkan diskon dan rabat;
2. segala biaya yang dapat dikaitkan secara langsung dalam mempersiapkan aset

tersebutsehingga siap untuk digunakan.

6.Pencatatan Aktiva Tetap Tak Berwujud

Pencatatan akuntansi untuk pembelian dan amortisasi aset tak berwujud secara sederhana
adalahsebagai berikut:

PEMBELIAN AMORTISASI

(D) ASET TAKBERWUJUD (D) Biaya amortisasi

(K) KAS (K) Aset tak berwujud

7. Pelaporan Aktiva Tak Berwujud

Aset tak berwujud disajikan dalam neraca pada kolom aktiva, dan dicatat sesuai
dengan nilai bersih setelah dikurangi oleh akumulasi amortisasi. Jadi dapat dikatakan
akuntansi aset takberwujud adalah proses pencatatan, pengakuan, pengukuran
dan pelaporan atas harta tak berwujud/tak terterlihat yang memberikan manfaat.

Aset tidak berwujud dicatat dalam neraca pada kolom aktiva sesuai dengan nilai
bersih setelah dikurangi akumulasi amortisasi. Akuntansi aset tidak berwujud adalah
proses pencatatan,pengakuan, pengukuran, dan pelaporan harta tak berwujud atau tak
terlihat yang memberi manfaat ekonomi bagi perusahaan.

Pengakuan pendapatan dan penilaian aset tidak berwujud sangat penting karena
pelaporan kepada pemerintah ini sebagai bentuk pelaksanaan hukum negara dan
pertumbuhan keuntungan (profit) sebagai tolok ukur berkembangnya sebuah perusahaan.

118

8. Contoh Aktiva Tetap Tidak Berwujud
PT. ABC meluncurkan E-Commerce ABC berupa situs web (aset takberwujud) yang
dibangunnya mengahabiskan dana senilai Rp 200 juta dan selesai 1 Jan 2017. Manajemen
tidak mengestimasi umur manfaat situs web karena berpendapat bisa digunakanselama
mempunyai manfaat untuk Perusahaan. Pertanyaan:

a. Hitunglah beda temporer yang terjadi antara komersil dan fiskal.

b. Hitunglah aset atau liabilitas pajak tangguhan yang muncul beserta

jurnalnya.Jawab

1. Beda Temporer

- Penyusutan komersil 0

- Penyusutan fiskal (4 tahun Kel 1) 50.000.000

- Beda temporer (50.000.000)

 Karena Nilai Buku Akuntansi > Nilai Buku Fiskal maka akan muncul

liabilitas pajaktangguhan sebesar Rp 50.000.000 x 25% = Rp 12.500.000

Tanggal Keterangan Debit Kredit

31-des -17 Bebab pajak tanguhan 12.500.000

Liabilitas pajak tangguhan 12.500.000

Mencatat adanya aset pajak tangguhan kendaraan tahun berjalan

2. PT. Inkosindo berdiri tahun 2012 dan telah mengeluarkan biaya pra-operasi
sebesar Rp 40 juta untuk pengurusan ijin pendirian perusahaan. Pengeluaran atas
biaya pra operasi ini dikapitalisasi dan dicatat sebagai aset lainnya dengan estimasi
masa manfaat 10 tahun. Metode yang digunakanadalah metode garis lurus.

119

Perkiraan Debit Kredit
aset lainnya 40.000.000 40.000.000
4.000.000
kas 4.000.000
Bebab amortisasi

Aset lainnya

120

DAFTAR PUSTAKA
Arin, F. (t.thn.). Makalah Standar Akuntansi Keuangan. Diambil kembali dari Academia:
https://www.academia.edu/11882813/Makalah_Standar_Akuntansi_Keuangan
KAMPA, R. R. (2021). LAPORAN KEUANGAN.
Tokopedia. (t.thn.). Laporan Keuangan. Diambil kembali dari tokopedia Kamus Keuangan:
https://kamus.tokopedia.com/l/laporan-keuangan/
Suwardjono.2014. Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Edisi Ketiga.
Yogyakarta: BPFE.
Shevalina. 2013. Teori Akuntansi Rerangka Konseptual-Suatu Model.
Khoyunita. 2012. Teori Akuntansi Rerangka Konseptual-Suatu Model
https://khoyunitapublish.wordpress.com/2012/11/19/rerangka-konseptual-suatu-model-teori-
akuntansi/
Weygandt, J. J., Kieso, D. E., & Warfield, T. D. (2017). Akuntansi Keuangan Menengah
Intermediate Accounting Vol. 1. Jakarta: Salemba Empat.
Ramadhan, F. (2022, Maret 2). Contoh Soal Rekonsiliasi Bank 2, 4 dan 8 Kolom. Diambil
kembali dari Nraleaders.com: https://nraleaders.com/contoh-rekonsiliasi-bank/
Akuntansi Persediaan. (2009, September 14). Retrieved from http://dasar-
akuntansi.blogspot.com: http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/akuntansi-
persediaan.html
Biaya Perolehan (Accountingpedia). (2021, Oktober 20). Retrieved from
accountingunsoed.org: http://accountingunsoed.org/biaya-perolehan-accountingpedia/
Gie. (2021, November 29). Metode Persediaan Ritel: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung dan
Contohnya. Retrieved from accurate.id: https://accurate.id/akuntansi/metode-persediaan-ritel/
Luvito, A. (2016, Agustus 23). WESEL TAGIH. Diambil kembali dari andiluvito.blogspot.
com : http://andiluvito.blogspot.com/2016/08/vbehaviorurldefaultvmlo.html?m=1

121

Alifsyar, M. (2011, Maret 25). Alasan US. GAAP Masih Mengadopsi LIFO dan Argumen
IAI. Retrieved from http://alifsyarmizaro.blogspot.com:
http://alifsyarmizaro.blogspot.com/2011/03/alasan-us-gaap-masih-mengadopsi-lifo.html
Setyo, E. (2015, Februari 25). Makalah Akuntansi Persediaan. Retrieved from
erisetyo21.blogspot.co.id: http://erisetyo21.blogspot.co.id/2015/02/makalah-akuntansi-
persediaan.html
Kusmiati M. Pangaribuan. (n.d.). Analisis Faktor-faktor Penyebab Piutang Tak Tertagih Pada
PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan. 28.
Investasi Jangka Pendek: Pengertian, Jenis dan Tipsnya. (t.thn.). Diambil kembali dari
rangkulteman: https://rangkulteman.id/berita/investasi-jangka-pendek-pengertian-jenis-dan-
tipsnya
http://ftp.unpad.ac.id/orari/pendidikan/materi-
kejuruan/bisnismanajemen/akuntansi/investasi_jangka_panjang.pdf
Jusup, Al. Haryono.1993. Dasar-Dasar Akuntansi 2. Edisi 4. Yogyakarta: Bagian Penerbitan
STIE YKPN.
Hendriksen, S. Eldon.,dan Nugroho W. Teori Akuntansi. Edisi 4. Jakarta: Erlangga.
Tuanakotta, M. Theodorus. Teori Akuntansi 2. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
http://emperordeva.wordpress.com/
http://unhicommunity.blogspot.com/
http://putra-finance-accounting-taxation.blogspot.com/
http://carceres-carceres.bogspot.com/
http://kliping-mediabpr.com/
http://unerahma.blogspot.com/
http://kurnia-kudo.blogspot.com/
PSAK No. 19 Aktiva Tak Berwujud.pdf
ED-PSAK No. 19 Revisi 2009 Aset Tidak Berwujud.pdf

122

AKUNTANSI.pdf
Jusup, Al. Haryono.1993. Dasar-Dasar Akuntansi 2. Edisi 4. Yogyakarta: Bagian Penerbitan
STIE YKPN.
Hendriksen, S. Eldon.,dan Nugroho W. Teori Akuntansi. Edisi 4. Jakarta: Erlangga.
Tuanakotta, M. Theodorus. Teori Akuntansi 2. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
https://cpssoft.com/blog/akuntansi/pelaporan-aset-tak-berwujud-perusahaan/
https://accurate.id/akuntansi/apa-itu-aktiva-tidak-berwujud/
https://www.harmony.co.id/blog/5-perbedaan-aset-tetap-berwujud-dan-tidak-berwujud
https://stie-igi.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Akuntansi-Perpajakan-Aset-Tidak-
Berwujud.pdf

123


Click to View FlipBook Version