BAHAN AJAR
MUATAN IPA
Untuk Kelas 4 SD
Semester I
Berdasar Kurikulum 2013
Revisi 2018
Disusun Oleh
Yani Heryani, S.Pd
PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG
DINAS PENDIDIKAN
KORWILBID PENDIDIKAN TK, SD & NF KECAMATAN CILEUNYI
SEKOLAH DASAR NEGERI PERCOBAAN
Jl. SMU No. 42 Desa Cibiru Wetan Kec. Cileunyi Kab. Bandung Tlp. (022)7830379
BAHAN AJAR
Kelas : IV
Muatan Pelajaran : IPA
Semester :I
TEMA : 1_ INDAHNYA KEBERSAMAAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Sub Tema: 1_ Keberagaman Budaya Bangsaku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)
3.6. Menerapkan sifat-sifat bunyi dan Menjelaskan cara menghasilkan bunyi. 1
keterkaitannya dengan indera
pendengaran Menjelaskan sifat-sifat bunyi merambat 3
1
4.6. Menyajikan laporan hasil Menyajikan laporan pengamatan tentang cara 3
percobaan tentang sifat-sifat bunyi menghasilkan bunyi.
Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifat-
sifat bunyi merambat.
Sub Tema: 2_ Kebersamaan dalam Keberagaman
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)
Mengidentifikasi sumber bunyi.
3.6. Menerapkan sifat-sifat bunyi dan 1
keterkaitannya dengan indera Menjelaskan fungsi sifat bunyi terkait telinga 3
pendengaran sebagai alat pendengaran
1
4.6. Menyajikan laporan hasil Menyajikan laporan percobaan tentang sumber
percobaan tentang sifat-sifat bunyi bunyi. 3
Menyajikan laporan tentang sifat bunyi terkait
telinga sebagai alat pendengaran
Sub Tema: 3_ Bersyukur atas Keberagaman
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)
Mengidentifikasi sifat-sifat bunyi memantul dan
3.6. Menerapkan sifat-sifat bunyi dan menyerap. 1
keterkaitannya dengan indera
pendengaran Menjelaskan sifat-sifat bunyi memantul dan 3
menyerap.
4.6. Menyajikan laporan hasil 1
percobaan tentang sifat-sifat bunyi Menyajikan laporan sifat-sifat bunyi memantul
dan menyerap 3
Menyajikan laporan sifat-sifat bunyi memantul
dan menyerap.
1
B. MATERI
1. Bunyi
Seperti kita ketahui bersama, bahwa bunyi suara kereta api yang sedang melintas, suara kicauan
burung, dan suara orang mendengkur sangat jelas berbeda. Bunyi sangat berkaitan erat dengan
kehidupan kita sehari-hari. Saat kita tidak bersuara pun, akan menghasilkan bunyi.
a. Definisi Bunyi
Bunyi merupakan hasil dari getaran suatu benda yang merambat dalam
bentuk gelombang. Oleh karena itu, bunyi sering disebut sebagai
gelombang bunyi. Bunyi dihasilkan oleh benda-benda yang bergetar.
b. Sifat-Sifat Bunyi
Sifat-sifat bunyi ada tiga, yaitu sebagai berikut.
1. Termasuk gelombang longitudinal (gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah
getarnya).
2. Perambatannya membutuhkan medium.
3. Dapat dipantulkan.
c. Sumber-Sumber Bunyi
Setiap benda yang bergetar pasti akan menghasilkan bunyi. Benda-benda itu dinamakan
sumber bunyi. Sumber bunyi adalah benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi. Contoh
sumber bunyi adalah garpu tala, alat-alat musik seperti gamelan, suling, dan trompet, serta
benda-benda lain seperti drum dan bedug yang dipukul.
d. Jenis-Jenis Bunyi
Bunyi mempunyai jenis yang berbeda-beda. Hal ini bergantung dari frekuensinya. Frekuensi
adalah banyaknya getaran yang terjadi setiap satu detik. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz).
Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Bunyi Infrasonik; adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat
rendah, yaitu kurang dari 20 Hz. Bunyi infrasonik ini dapat didengar
oleh kelelawar, anjing, jangkrik, dan kuda.
2. Bunyi Audiosonik; adalah bunyi yang mempunyai frekuensi di antara 20-20.000 Hz.
Bunyi audiosonik ini dapat didengar oleh manusia.
3. Bunyi Ultrasonik; adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi, yaitu lebih dari
20.000 Hz. Bunyi ultrasonik ini dapat didengar oleh lumba-lumba.
e. Medium Perambatan Bunyi
Pada umumnya, bunyi dapat merambat melalui medium padat, cair, dan udara.
Udara merupakan medium yang sering dilalui oleh gelombang bunyi. Bunyi tidak
merambat di ruang hampa udara karena bunyi memerlukan medium untuk merambat.
Ketika ada terompet ditiup dan gitar dipetik, kita akan mendengar kedua bunyi tersebut
secara bersamaan. Bunyi trompet dan gitar tersebut merambat melalui medium udara.
Benda padat dan cair merupakan penghantar bunyi yang baik daripada udara. Hal ini
disebabkan susunan partikel zat padat dan cair lebih rapat daripada susunan partikel
udara.
Cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu jenis dan suhu medium.
Selain jenis medium, faktor yang memengaruhi cepat rambat bunyi adalah suhu medium.
Semakin besar (meningkat) suhu medium, maka cepat rambat bunyi akan semakin besar.
Hal ini dikarenakan pada saat suhu medium meningkat, molekul-molekul medium akan
bergerak lebih cepat. Gerakan tersebut akan menimbulkan tumbukan antarpartikel
medium yang frekuensinya semakin besar. Dengan meningkatnya frekuensi tumbukan
ini, energi akan berpindah dalam waktu singkat, sehingga cepat rambat bunyi akan
semakin cepat.
2
f. Pemantulan Bunyi
Bunyi merupakan suatu gelombang sehingga bunyi mengalami pemantulan. Berikut ini adalah
jenis-jenis bunyi pantul.
1. Bunyi yang Memperkuat Bunyi Asli
Bunyi ini terjadi apabila sumber bunyi mempunyai jarak yang sangat dekat dengan
dinding pemantulnya. Dengan demikian, bunyi pantulnya akan terdengar jelas dan
bersamaan dengan bunyi aslinya. Contohnya adalah suara seseorang yang berada di
dalam ruangan kecil akan terdengar jelas.
2. Gaung
Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli sehingga
bunyi terpantul berulang-ulang. Gaung terjadi jika bunyi dipantulkan pada permukaan
yang keras. Contohnya adalah pemantulan bunyi yang terjadi di dalam bioskop. Untuk
menghindari terjadinya gaung, maka dinding di dalam bioskop atau gedung konser
dilapisi oleh bahan-bahan yang lunak, seperti karpet, busa karet, dan gabus.
3. Gema
Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Gema terjadi karena jarak
antara sumber bunyi dengan dinding pemantulnya. Contohnya adalah bunyi pantul yang
dihasilkan oleh dinding antarbangunan dan dasar suatu ruangan.
g. Jenis Bunyi yang Lain
Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi yang lain
1. Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi yang teratur.
2. Desah adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang tidak teratur.
3. Dentum adalah bunyi yang mempunyai amplitudo yang sangat besar dan terdengar
mendadak.
4. Warna bunyi atau timbre adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang sama, tetapi
terdengarnya berbeda.
h. Resonansi Bunyi
Peristiwa resonansi banyak terjadi di dalam kehidupan sehari-hari.
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar.
Frekuensi benda yang bergetar bernilai sama dengan frekuensi benda yang dipengaruhinya.
Berikut ini adalah contoh peristiwa resonansi yang menguntungkan dan merugikan.
1. Resonansi yang menguntungkan, yaitu resonansi yang terjadi pada alat musik, seperti gitar,
gamelan, dan genderang.
2. Resonansi yang merugikan, yaitu resonansi yang terjadi pada suara deru pesawat terbang
yang dapat membuat kaca pecah.
3
2. Indera Pendengar – Telinga
a. Pengertian Telinga
Telinga adalah Organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indra pendengaran dan organ
yang menjaga keseimbangan. Telinga merupakan organ yang berperan terhadap pendengaran
kita akan suara atau bunyi, hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang
berfungsi untuk mengenali getaran suara. Namun Telinga memiliki batasan frekuensi suara
yang dapat didengar, yaitu yang frekuensinya 20 Hz – 20.000 Hz.
b. Fungsi Telinga
1. Telinga Sebagai Pengatur Keseimbangan,
Terdapat struktur khusus pada organ telinga yang berfungsi mengatur dan menjaga
keseimbangan tubuh. Organ ini berhubungan dengan saraf otak ke VIII yang berfungsi
dalam menjaga keseimbangan dan untuk mendengar.
2. Telinga Sebagai Indera Pendengaran,
Telinga dapat berfungsi sebagai indera pendengaran apabila terdapat gelombang suara
yang masuk melalui telinga luar yang akan diterima oleh otak melalui proses terjadinya
pendengaran yang akan kami jelaskan dibawah.
c. Bagian – Bagian Telinga Dan Fungsinya
Secara luas telinga di bagi menjadi 3 bagian besar, yaitu Telinga Luar, Telinga Tengah,
dan Telinga dalam. Masing – masing bagian tersebut memiliki fungsi spesifik terhadap
tugasnya masing – masing. Berikut penjelasan untuk bagian – bagian telinga tersebut :
1. Telinga Luar
Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga (aurikula), saluran
telinga luar (analis auditoris eksternal), dan gendang telinga
(Membran Timpani) yang membatasinya dengan telinga dalam.
Daun Telinga terbentuk oleh susunan tulang rawan yang
memiliki bentuk khas untuk mendukung fungsinya, yaitu
untuk memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran
telinga.
Saluran Telinga Luar, dalam bagian ini terdapat kelenjar
sudorifera yaitu kelenjar yang dapat menghasilkan serumen
(bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen ini
menjaga telinga agar tidak banyak kotoran dari luar yang
masuk ke dalam, juga dapat menghindari masuknya
serangga karena memiliki bau tidak sedap.
Membran Timpani adalah bagian yang berfungsi untuk
menangkap gelombang suara.
4
2. Telinga Tengah
Telinga tengah merupakan rongga yang berisi udara dan
menjaga tekanan udara tetap seimbang. Dinding dari
bagian ini dilapisi oleh sel epite.
Fungsi Utamanya adalah untuk meneruskan Suara yang
diterima dari Telinga Luar ke Telinga Bagian Dalam.
Pada telinga bagian tengah terdapat Tuba Eustachius,
yaitu bagian yang menghubungkan telinga dengan
rongga mulut (faring). Tuba Eustachius Ini berfungsi
untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga
bagian luar dengan telinga bagian tengah.
Telinga bagian tengah terdiri atas 3 tulang pendengaran utama yaitu:
Maleus (Martil),
Incus (Landasan), dan
Stapes (sanggurdi),
Tulang – Tulang ini saling berhubungan satu sama lain (dihubungkan oleh sendi) karena
adanya sendi maka tulang – tulang ini dapat bergerak.
Rangkaian 3 Tulang yang sedemikian rupa ini berfungsi untuk mengirimkan getaran yang
diterima dari membran timpani pada telinga luar menuju ke Jendela Oval Telinga Dalam.
Tuba Eustachius ini selalu menutup kecual saat menelan dan menganga. Oleh karena itu
saat kita dalam ketinggian tertentu, apabila telinga berdengung, kita dianjurkan untuk
menelan, karena menelan dapat membuka tuba eustachius yang akan menyeimbangkan
kembali tekanan udara.
3. Telinga Dalam
Telinga Dalam terdiri atas bagian tulang dan bagian membran. Telinga dalam disebut juga
sebagai labirin karena bentuknya. Labirin tulang (Labirin Osea) merupakan rongga yang
terbentuk pada tonjolan tulang pelipis yang berisikan cairan perilimfe.
Labirin Membran terletak pada bagian yang sama dengan bagian labirin tulang, namun
tempatnya lebih dalam dan dilapisi oleh sel epitel serta berisi cairan endolimfe.
Labirin Tulang telinga dalam terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
Koklea (Fungsinya lebih ke pendengaran)
Vestibuli (Fungsinya lebih ke menjaga keseimbangan)
Kanalis Semisirkularis (Fungsinya lebih ke menjaga keseimbangan)
5
1. Koklea (Rumah Siput)
Koklea berbentuk seperti tabung bengkok ke belakang lalu berlilit mengelilingi
tulang dan membentuk seperti kerucut di ujungnya.
Koklea berfungsi sebagai reseptor karena memiliki sel – sel saraf di dalamnya.
Dalam Tabung Koklea terdapat bagian yang dibentuk oleh tulang dan membran
koklea, bagian ini disebut Membran Basilaris.
Membran Basilaris berfungsi memisahkan koklea menjadi 2 bagian, yaitu pada
bagian atas disebut Skala Vestibuli, dan pada bagian bawah disebut skala timpani.
Diantara skala vestibuli dan skala timpani terdapat skala media. Bagian atas Skala
media dibatasi oleh membran vestibularis (reissner) dan bagian bawahnya oleh
membran basilaris.
Dalam skala vestibuli dan Skala Timpani terdapat cairan yang disebut dengan cairan
perilimfe. Cairan ini berasal dari cairan serebrospinal yang masuk melalui sebuah
saluran kecil, kemudian bermuara di vestibuli. Sedangkan dalam skala media
terdapat cairan yang disebut dengan endolimfe yang belum diketahui darimana
asalnya.
Pada Bagian atas membran basilaris terdapat suatu struktur khusus yang dikenal
dengan nama organ korti. Organ Korti berfungsi mengubah getaran suara menjadi
impuls. Organ Korti adalah struktur yang disusun oleh sel-sel rambut dan sel
penyokong, sel rambut pada organ korti ini dihubungkan dengan bagian auditori
(pendengaran) dari saraf otak.
2. Vestibuli
Vestibuli adalah bagian yang terdiri dari sakula dan utrikula. Sakula dan Utrikula ini
disusun oleh sel rambut yang memiliki struktur khusus, sel rambut ini disebut
macula acustika.
Sel rambut pada sakula tersusun secara vertikal, sedangkan pada utrikula tersusun
secara horizontal. Pada sel rambut macula austica ini tersebar partikel serbuk protein
kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolith.
Secara sederhana cara kerja vestibuli dapat dijelaskan :
Saat berubahnya posisi kepala, Otolith yangs sensitif terhadap gravitasi lepas dari
sel rambut pada macula asutica, hal ini merangsang timbulnya “respon
pendengaran” yang akan direspon oleh otot untuk menjaga keseimbangan.
3. Kanalis Semisirkularis (Saluran Setengah Lingkaran)
Kanalis Semisirkularis adalah saluran setengah lingkarang yang terdiri dari 3 saluran
semisirkularis yang tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi yang berbeda. 3
Saluran tersebut adalah :
Kanalis Semisirkularis Horizontal
Kanalis Semisirkularis Vertikal Superior (Vertikal Atas)
Kanalis Semirikularis Vertikal Posterior (Vertikal Belakang)
3. Proses Terjadinya Pendengaran
Gelombang Suara masuk melalui telinga luar Masuk ke membran timpani Membran
Timpani mengubah gelombang suara menjadi getaran Getaran Diteruskan ke Koklea (Rumah
Siput Getaran membuat cairan di rumah siput bergerak Pergerakan cairan merangsang
berbagai reseptor rambut di koklea (rumah siput) Sel rambut akan bergetar Getaran akan
dikirim melalui saraf sensoris menuju otak dalam bentuk impuls Otak menerima impuls dan
menerjemahkannya sebagai suara
6
4. Percobaan Bunyi
a. Percobaan 1:
Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini!
Nama Benda Cara Menghasilkan Bunyi
Peluit
Peluit ditiup sehingga terjadi getaran udara dalam peluit, getaran
tersebut menghasilkan bunyi.
1. Bagaimana cara menghasilkan bunyi yang lebih keras atau lebih pelan?
2. Secara berkelompok, bunyikanlah berbagai jenis barang seperti botol, sendok, ember, dan
tutup panci. Usahakanlah agar bunyi yang dihasilkan enak didengar.
3. Apakah bunyi yang dihasilkan dari benda-benda itu sudah enak didengar? Mengapa?
4. Apa yang dapat kalian lakukan dalam sebuah kelompok sehingga alat-alat yang kalian
mainkan menghasilkan bunyi?
5. Bagaimana caramu dan anggota kelompokmu bekerja sama agar alat yang beragam itu
menghasilkan bunyi yang enak didengar?
b. Percobaan 2:
7
8
Isilah table berikut berdasarkan hasil percobaan:
Percobaan Media atau perantara perambatan Bunyi yang dihasilkan (√)
ke- bunyi Terdengar Tidak terdengar
1
2
3
1. Melalui media apa saja bunyi dapat merambat dan sampai ke telinga kita?
2. Media atau benda apakah yang digunakan untuk merambatkan bunyi?
3. Apakah bunyi yang dihasilkan dari setiap media sama? Mengapa?
4. Apa yang dapat kamu simpulkan tentang perambatan bunyi?
5. Buatlah laporan dari salah satu percobaan yang kamu lakukan!
Laporan Kegiatan Percobaan:
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan:
Alat dan Bahan:
Langkah Kerja:
Hasil Percobaan:
Kesimpulan:
c. Percobaan 3:
Di Manakah Bunyi?
Tujuan : Mengidentifikasi sumber dan tempat bunyi berasal.
Alat dan Bahan : Alat musik tradisional setempat (misalnya angklung)
Langkah Kerja :
1. Duduklah di kursi dan tutup matamu dengan kain. Mintalah
temanmu untuk memainkan alat musik tradisional (misalnya
angklung) di sekitarmu.
2. Tunjuklah tempat yang kamu anggap sebagai asal bunyi.
Berapa kalikah kamu menebak dengan tepat?
3. Buatlah laporan dari salah satu percobaan yang kamu lakukan!
d. Percobaan 4:
Percobaan tentang sumber bunyi
1. Ambillah berbagai macam benda.
2. Kamu dan beberapa temanmu bersembunyi di tempat berbeda sambil memegang benda.
3. Bunyikan benda secara bergantian. Minta temanmu menebak siapa pemegang benda.
4. Tebak sumber bunyi benda dengan temanmu secara bergantian.
1. Berapa kali kamu bisa menebak sumber bunyi?
2. Sumber bunyi mana yang mudah kamu tebak?
3. Sumber bunyi mana yang sulit kamu tebak?
4. Tulislah laporanmu pada tempat yang tersedia.
9
e. Percobaan 5:
Percobaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi
Tujuan : Membuktikan macam-macam bunyi pantul melalui percobaan terhadap
bunyi benda-benda sederhana dalam ruangan.
Alat dan Bahan : Piring kaca, piring plastik, piring kaleng, gabus, dua tabung kertas,
beberapa buku, dan arloji yang berdetak.
Langkah Kerja :
1. Susunlah dua baris buku dengan ketinggian yang sama.
2. Letakkan tabung-tabung di atas buku dengan hati-hati.
3. Pegang arloji di telingamu. Dengar baik-baik untuk
meyakinkan bahwa kamu mendengar bunyi detak arloji.
4. Letakkan arloji ke dalam salah satu tabung. Dengarkan
dari ujung tabung yang lain. Apakah kamu dapat
mendengar bunyi detakan jarum arloji?
5. Minta temanmu untuk memegang piring atau benda lain di ujung tabung yang lain.
Apakah sekarang kamu dapat mendengar bunyi detakan jarum.
Jawab pertanyaan berikut berdasarkan percobaan.
1. Apa yang terjadi dengan gelombang bunyi pada tabung kedua jika kamu meletakkan piring
kaca?
2. Ketika piring kaca diganti dengan gabus yang empuk, apa yang terjadi? Jelaskan!
3. Apa yang terjadi pada gelombang bunyi pada tabung pertama?
Benda lain untuk dicoba:
1. Cobalah sepotong kayu, logam, atau kapas, dan letakkan pada posisi yang sama seperti
piring kaca dan gabus. Dengarkan bunyi yang terjadi!
2. Apa saja yang dapat kamu simpulkan dari percobaan tentang bunyi tadi? Diskusikan
dengan kelompokmu!
f. Percobaan 6:
1. Ambil beberapa botol atau alat lainnya yang menghasilkan bunyi seperti ember, gelas atau
kaleng.
2. Bunyikan peralatan tersebut di dalam ruangan.
3. Bunyikan peralatan tersebut di luar ruangan
4. Catat hasilnya dan bandingkan.
Laporan Kegiatan Percobaan:
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan:
Alat dan Bahan:
Langkah Kerja:
Hasil Percobaan:
Kesimpulan:
10
BAHAN AJAR
Kelas : IV
Muatan Pelajaran : IPA
Semester :I
TEMA : 2_ SELALU HEMAT ENERGI
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Sub Tema: 1_ Sumber Energi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)
Menjelaskan manfaat energi matahari dalam
3.5. Memahami berbagai sumber energi, kehidupan sehari-hari 1
perubahan bentuk energi, dan sumber
energi alternatif (angin, air, matahari, Mengidentifikasi perubahan bentuk energi 3
panas bumi, bahan bakar organik, dan angin dalam kehidupan sehari-hari. 1
nuklir) dalam kehidupan sehari-hari. 3
Menyajikan laporan hasil pengamatan
4.5. Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang perubahan bentuk energi matahari.
dan penelusuran informasi tentang
berbagai perubahan bentuk energi Menyajikan laporan hasil pengamatan
tentang perubahan bentuk energi.
Sub Tema: 2_ Manfaat Energi Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(RPP)
Kompetensi Dasar Mengidentifikasi manfaat perubahan bentuk
(KI 3 dan KI 4) energi dalam kehidupan sehari-hari 1
3.5. Memahami berbagai sumber energi, Mengidentifikasi manfaat perubahan 3
perubahan bentuk energi, dan sumber berbagai bentuk energi dalam kehidupan
energi alternatif (angin, air, matahari, sehari-hari. 1
panas bumi, bahan bakar organik, dan
nuklir) dalam kehidupan sehari-hari. Menyajikan laporan hasil .pengamatan 3
tentang berbagai perubahan bentuk energi
4.5. Menyajikan laporan hasil pengamatan dalam kehidupan sehari-hari.
dan penelusuran informasi tentang
berbagai perubahan bentuk energi Menyajikan laporan hasil pengamatan
tentang perubahan bentuk energi.
Sub Tema: 3_ Energi Alternatif Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(RPP)
Kompetensi Dasar Mengidentifikasi manfaat sumber energi
(KI 3 dan KI 4) alternative dalam kehidupan sehari-hari. 1
3.5. Memahami berbagai sumber energi, Mengidentifikasi manfaat kentangsebagai 3
perubahan bentuk energi, dan sumber sumber energi alternative dalam kehidupan
energi alternatif (angin, air, matahari, sehari-hari. 1
panas bumi, bahan bakar organik, dan
nuklir) dalam kehidupan sehari-hari. Menyajikan laporan hasil pengamatan 3
tentang perubahan bentuk energi alternative
4.5. Menyajikan laporan hasil pengamatan dalam kehidupan sehrai-hari.
dan penelusuran informasi tentang
berbagai perubahan bentuk energi Menyajikan laporan hasil pengamatan
tentang perubahan bentuk energy pada
kentang.
11
B. MATERI
1. Energi
a. Pengertian Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu tindakan atau pekerjaan (usaha).
Kata “Energi” berasal dari bahasa yunani yaitu “ergon” yang berarti kerja. Dalam melakukan
sesuatu kita selalu memanfaatkan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar, Contohnya
ketika kita berjalan kita memerlukan energi.
Namun setiap kegiatan memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang berbeda-beda.
Energi tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan.
Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contohnya pada setrika
terjadi perubahan bentuk dari energi listrik menjadi energi panas.
b. Hukum Kekekalan Energi
Energi Tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat dirubah bentuknya
dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Oleh karena Itu Jumlah total energi dalam suatu sistem
hanya akan berubah ketika masuk atau keluarnya suatu energi. |Energi Tidak dapat Diciptakan
dan Dimusnahkan|
c. Macam-Macam Energi
1) Energi Mekanik
Energi mekanik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena sifat geraknya. Energi
Mekanik dibagi lagi menjadi dua, yaitu :
a) Energi Potensial, yaitu energi yang dimiliki suatu benda karena posisi atau
kedudukannya, artinya saat benda tersebut diam pada posisi tertentu. Berbagai jenis
energi dapat dikategorikan sebagai energi potensial, karena semua bentuk energi
potensial dihubungkan dengan suatu jenis gaya yang bekerja terhadap keadaan fisik
suatu materi. Contohnya adalah ketika kita meregangkan karet, terjadi perubahan sifat
fisik karena adanya gaya elastik, nah inilah yang disebut energi potensial elastik.
b) Energi Kinetik adalah Energi yang dimiliki suatu benda karena pergerakan atau
kelajuannya. Energi kinetik secara jelas dapat diartikan sebagai suatu kemampuan
untuk melakukan usaha agar bisa menggerakkan benda dengan massa tertentu hingga
mencapai suatu kecepatan tertentu. Semakin tinggi kecepatan suatu benda maka
semakin besar pula energi kinetiknya. Contohnya adalah ketika sebuah mobil melaju,
semakin kencang kecepatan mobil tersebut, maka semakin pula energi kinetiknya.
2) Energi Bunyi
Energi Bunyi adalah energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel udara di sekitar
sumber bunyi. Sebenarnya setiap terjadinya getaran pada suatu benda pasti terdapat energi
bunyi, namun tidak semua bunyi tersebut akan terdengar. Semakin kuat getarannya,
semakin besar pula energi bunyi yang dihasilkan. Contohnya adalah ketika bermain
gendang, semakin kuat gendang dipukul, otomatis semakin besar getarannya, dan semakin
besar bunyi yang dihasilkan.
3) Energi Panas (Kalor)
Energi Panas adalah energi yang terjadi karena pergerakan internal partikel penyusun
dalam suatu benda. Energi panas merupakan energi yang berpindah dari suatu partikel yang
bersuhu tinggi ke partikel bersuhu lebih rendah. Contohnya ketika memanaskan air dengan
api, suhu dari api akan berpindah ke air sehingga membuat air dapat mendidih.
4) Energi Cahaya
Energi Cahaya adalah Energi yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Contohnya
adalah ketika cahaya dari lampu, semakin jauh kita dari sumber cahaya maka semakin
sedikit pengaruh cahaya tersebut terhadap penglihatan.
12
5) Energi Kimia
Energi Kimia adalah Energi yang dihasilkan karena adanya interaksi secara kimia dari
reaksi kimia yang terjadi. Contoh Sederhananya adalah Makanan yang masuk ke dalam
tubuh memiliki unsur kimia dan akan mengalami reaksi kimia agar dapat dimanfaatkan
oleh tubuh, nah saat proses reaksi kimia juga terjadi energi kimia.
6) Energi Nuklir
Energi Nuklir adalah Energi yang dihasilkan dari reaksi inti oleh bahan radioaktif. Energi
ini dihasilkan oleh inti atom yang membelah atau dua inti atom yang menyatu. Pembelahan
atau penyatuan inti atom akan menghasilkan energi yang sangat besar karena terjadi
perubahan pada inti atom. Contohnya adalah penggunaan bom nuklir
2. Penggunaan Dan Pemannfaatan Energi Dalam Kehidupan
1) Berbagai energi dimanfaatkan dalam kehidupan kita sehari-hari, nah berikut saya berikan
contoh penggunaan energi dengan merubahnya dari satu bentuk ke bentuk lain.
2) Energi Kimia Menjadi Energi Gerak (Mekanik) Makanan yang kita makan diolah melalui
reaksi kimia menjadi sumber energi untuk beraktivitas
3) Energi Listrik Menjadi Energi Panas Penggunaan Setrika untuk menggosok pakaian.
4) Energi Listrik Menjadi Energi Bunyi Penggunaan Bel untuk menghasilkan bunyi.
5) Energi Listrik Menjadi Energi Gerak (Mekanik Penggunaan kipas angin.
6) Energi Gerak (Mekanik) Menjadi Energi Panas Gesekkan dua benda secara terus menerus
menghasilkan panas.
7) Energi Cahaya Menjadi Energi Kimia Pemanfaatan cahaya matahari sebagai bahan dasar
dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan.
3. Energi Alternatif
a. Pengertian
Energi alternatif adalah energi yang digunakan dengan bertujuan untuk menggantikan bahan
bakar yang ada saat ini tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Minyak bumi dan
batu bara sering disebut sebagai bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil ini terbentuk dari hewan
dan tumbuhan yang mati ratusan juta tahun lalu. Pembentukan bahan bakar ini membutuhkan
waktu sangat lama. Apabila kita tidak berhemat, bahan bakar tersebut akan habis. Penggunaan
energi alternatif merupakan salah satu cara menghemat persediaan bahan bakar fosil.
b. Ciri-ciri energi alternatif :
1. Dapat digunakan berulang-ulang.
2. Jumlahnya berlimpah.
3. Pengolahannya tidak merusak alam.
4. Tidak berbahaya, aman, serata tidak menimbulkan berbagai penyakit akibat pengolahan/
penggunaanya.
5. Ramah lingkungan.
c. Sumber Energi Alternatif
1) Matahari
Matahari merupakan sumber energi terbesar bagi manusia dengannya semua kehidupan
di bumi menjadi terang. Matahari tidak hanya memancarkan cahaya matahari ke bumi
tetapi juga memancarkan energi panas. Ini menjadikan matahari sebagai sumber energi
tidak habis sekali pakai. Matahari tidak menghasilkan polutan atau hal yang merusak
atmosfir bumi.
13
Energi matahari dapat dimanfaatkan dalam berbagai jenis bidang.
a) Penerangan cahaya secara alami;
Ketika siang hari usahakan tidak menghidupkan lampu karena akan menimbulkan
pemborosan energi listrik. Semestinya kita desain ruangan atau rumah kita mudah
dijangkau oleh cahaya matahari dengan begitu kita tidak membutuhkan penerangan
lampu. Jadi bisa hemat energi dan hemat membayar tagihan listrik.
b) Pengering pakaian alami;
Dengan bantuan energi cahaya matahari kita dapat mengeringkan pakaian tanpa
dibebankan biaya alias gratis. Bandingkan jika kita menggunakan mesin cuci untuk
mengeringkan pakaian walaupun mesin cuci itu hemat energi tetapi masih berbeda
jauh ketika memanfaatkan energi matahari.
c) Pengering hasil pertanian dan perkebunan;
Padi yang telah dipanen oleh petani biasanya dijemur di bawah terik matahari terlebih
dahulu untuk mengeringakan padi tersebut agar memudahkan proses penggilingan.
Selain itu, banyak hasil perkebunan yang memanfaatkan cahaya matahari sumber
pengering seperti kopi, teh, dan lain sebagainya.
d) Pembangkit energi listrik;
Pancaran cahaya matahari yang panas dapat
digunakan sebagai pembangkit listrik dengan
menggunakan solar cells yang mampu menunjang
kegiatan manusia yang membutuhkan energi
listrik.
Untuk menghasilkan energi listrik dari sinar
matahari memerlukan alat yang disebut panel
surya (solar cell, photovoltaic, atau fotovoltaik).
Sel surya dapat digunakan tanpa polusi, baik polusi udara maupun suara, dan di segala
cuaca. Panel surya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menghasilkan
energi listrik dengan mengubah tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (di dalam
solar cells atau sel surya) yang ada di panel surya (solar panel) disinari matahari/ surya,
membuat proton bergerak menuju electron dan menghasilkan arus dan tegangan listrik.
Sebuah solar cells/ sel surya menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah
panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel surya (untuk menghasilkan 17 Volt
tegangan maksimun).
Listrik tenaga surya sangat bermanfaat untuk masyarakat pedesaan atau tempat-tempat
terpencil. Listrik ini dapat digunakan untuk menyalakan lampu, televisi, bahkan lemari
es. Energi cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik menggunakan sel surya.
Kegunaan sel surya di antaranya untuk menjalankan jam, kalkulator, dan penerangan
luar ruangan. Bahkan, sel surya dengan susunan yang rumit dapat memberikan tenaga
listrik ke satelit.
e) Membantu proses fotosintesis pada tumbuhan;
Proses secara kimia yang terjadi pada tumbuhan memerlukan cahaya matahari sebagai
komponen terpenting. Pada proses ini tumbuhan menghasilkan gas oksigen yang
berguna bagi kehidupan manusia. Marilah kita cintai dan rawat tumbuhan.
f) Membuat hangat suhu di bumi;
Dengan bantuan cahaya matahari suhu di bumi menjadi hangat, bayangkan saja jika
tidak ada matahari bisa-bisa bumi ini menjadi dingin dan beku.
2) Angin
Angin merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting.
Pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi alternatif antara lain:
a) Angin biasa dimanfaatkan untuk pelayaran; Sejak zaman dahulu, angin telah banyak
digunakan untuk menggerakkan perahu layar.
b) Untuk menggerakkan roda-roda penggilingan padi, sagu, dan gandum. Saat ini, angin
banyak digunakan sebagai sumber energi alternatif.
14
c) Angin dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin angin (aero generator) pada
pembangkit listrik;
Angin digunakan untuk memutar turbin yang memiliki
bilah-bilah. Bilah-bilah ini dihubungkan dengan sebuah
generator. Saat bilah bergerak, generator akan
membangkitkan listrik. Selain ditentukan oleh kecepatan
angin, energi listrik yang dihasilkan juga ditentukan oleh
panjang bilah turbin. Semakin panjang bilah yang
dimiliki suatu turbin, semakin besar pula listrik yang
dihasilkan. Sebagai contoh, sebuah turbin angin setinggi
40 m dapat menghasilkan listrik yang dapat digunakan
sekitar 100–150 rumah. Pembangkit Listrik Tenaga
Angin mengubah energi angin menjadi energi listrik
dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin.
Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan
untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan
menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai
sebelum dapat dimanfaatkan.
d) Angin dapat dimanfaatkan untuk olahraga
Paralayang;
Paralayang (paragliding) adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan
sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau
kompetisi. Paralayang merupakan olahraga dirgantara yang paling murah dan
mudah untuk dipelajari. Untuk pemula bisa melakukan terbang tandem.
Paralayang ini biasa dilakukan di lereng gunung atau bukit dengan memanfaatkan
angin semata. Tidak ada bantuan dari mesin untuk dapat terbang di angkasa.
Sky Diving;
Sky diving atau yang dalam bahasa Indonesia-nya berarti terjun payung adalah
kegiatan melompat dari pesawat dengan ketinggian tertentu dimana orang tersebut
membawa parasut dipunggungnya kemudian dikembangkan. Sky diving ini
biasanya dilakukan secara beregu, atau tidak sendiri-sendiri. Sebelum membuka
parasut biasanya mereka melakukan gerakan-gerakan akrobatik di udara yang
bertujuan untuk menciptakan suatu keindahan di atas langit. Dulunya olahraga ini
hanya dilakukan oleh anggota militer saja, tetapi sekarang sudah menjadi olahraga
rekreasi yang dapat dilakukan siapa saja.
Base Jumping;
Base jumping adalah kegiatan dimana melompat pada benda diam dan
menggunakan parasut untuk mendarat. Base jumping juga sering dibilang B.A.S.E
yang merupakan akronim dari 4 kategori tempat diam sebagai objek untuk
melompat. Kepanjangannya adalah building (bangunan), aerial (antena), span
(jembatan), dan earth (tebing).
Menerbangkan layang-layang
e) Angin membantu proses penyerbukan (contoh: padi, jagung dan mangga)
f) Angin membantu proses penyebaran biji pada tumbuhan (contohnya kapuk, ilalang
dan randa tapak). Ciri-ciri biji yang menyebar dengan bantuan angin adalah ringan,
kecil, mempunyai sayap dan berambut
3) Air
Air merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sangat bermanfaat. Air dapat
menghasilkan energi dalam bentuk arus air, gelombang, dan air panas. Arus air biasa
dihasilkan oleh air terjun atau sungai. Tenaga yang dihasilkan air ini biasa digunakan untuk
memutar turbin dari suatu generator listrik.
Air menyimpan energi yang besar. Air yang jatuh tersebut dapat diarahkan untuk memutar
turbin. Akibatnya, turbin& akan berputar sehingga generator listrik bekerja.
15
Generator tersebut dapat menghasilkan listrik yang
digunakan untuk keperluan sehari-hari. Oleh karena
itu, di sekitar bendungan biasanya dibangun
pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA) adalah salah satu pembangkit yang
memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi energi
listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa
disebut sebagai hidroelektrik.
Pembangkit listrik ini bekerja dengan cara merubah
energi air yang mengalir (dari bendungan atau air
terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan turbin air) dan dari energi mekanik
menjadi energi listrik (dengan bantuan generator). Kemudian energi listrik tersebut
dialirkan melalui jaringan-jaringan yang telah dibuat, hingga akhirnya energi listrik
tersebut sampai ke rumahmu.
4) Gelombang Air Laut
Turbin juga dapat digerakkan menggunakan tenaga pasang. Saat laut pasang, air yang
mengalir ke sungai atau muara sungai arusnya dapat memutar turbin raksasa. Pada turbin
ini dilengkapi penahan arus. Penahan arus bekerja seperti bendungan yaitu memerangkap
air, kemudian mengalirkannya untuk menghasilkan listrik.
Salah satu tenaga alternatif adalah tenaga air laut. Air laut
memiliki banyak manfaat. Salah satunya, menghasilkan
energi listrik dari pusat pembangkit listrik tenaga ombak.
Sifat ketersediannya terus setiap waktu menjadikan
ombak baik untuk dijadikan sebagai pembangkit tenaga
listrik Melalui pembangkit listrik ini, energi besar yang
dimiliki ombak dapat diubah menjadi tenaga listrik.
Cara kerja pembangkit listrik baru ini sangat sederhana.
Sebuah tabung beton dipasang pada suatu ketinggian tertentu di pantai dan ujungnya
dipasang dibawah permukaan air laut. Tiap kali ada ombak yang datang ke pantai, air di
dalam tabung beton itu akan mendorong udara yang terdapat di bagian tabung yang terletak
di darat. Pada saat ombak surut, terjadi gerakan udara yang sebaliknya dalam tabung tadi.
Gerakan udara yang bolak-balik inilah yang dimanfaatkan untuk memutar turbin yang
dihubungkan dengan sebuah pembangkit listrik.
Sebuah alat khusus dipasang pada turbin itu supaya turbin hanya berputar satu arah,
walaupun arah arus udara dalam tabung beton itu silih berganti.
5) Panas Bumi ( Geothermal )
Selain arus air dan gelombang, air panas dalam bumi
juga dapat menghasilkan listrik. Air panas ini
menghasilkan uap. Uap ini kemudian digunakan
untuk menggerakkan turbin yang dihubungkan
dengan generator. Dari proses ini dihasilkan listrik.
Energi alternatif lain yang dapat digunakan adalah
panas bumi.
Panas bumi adalah panas yang berasal dari panas
yang ada pada inti bumi.
Apabila ada daerah yang pusat buminya dekat dengan permukaan maka panas bumi ini
dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Energi panas bumi cukup ekonomis dan ramah lingkungan, tetapi terbatas hanya pada
dekat area perbatasan lapisan tektonik. Dikatakan ramah lingkungan karena unsur-unsur
yang berhubungan dengan energi panas tidak membawa dampak lingkungan atau berada
dalam batas yang berlaku.
Pembangkit listrik tenaga panas bumi hanya dapat dibangun di sekitar lempeng tektonik
yang bertemperatur tinggi dari sumber panas bumi tersedia di dekat permukaan. Untuk
16
membangkitkan listrik dengan panas bumi dilakukan dengan mengebor tanah di daerah
yang berpotensi panas bumi untuk membuat lubang gas panas yang akan dimanfaatkan
untuk memanaskan ketel uap (boiler) sehingga uapnya bisa menggerakkan turbin uap yang
tersambung ke Generator. Untuk panas bumi yang mempunyai tekanan tinggi, dapat
langsung memutar turbin generator, setelah uap yang keluar dibersihkan terlebih dahulu.
6) Bahan Bakar Bio (biodisel)
Bahan bakar bio merupakan bahan bakar yang berasal dari makhluk hidup, baik dari
tumbuhan maupun hewan. Bahan bakar bio dari tumbuhan di antaranya tumbuhan berbiji
yang mengandung minyak. Seperti bunga matahari, zaitun, jarak, kacang tanah, dan
kedelai. Minyak yang dihasilkan biasa digunakan sebagai campuran solar untuk
menjalankan mesin diesel dan bus.
Bahan bakar bio dari hewan biasanya berasal dari lemak sapi, biri-biri, dan paus. Lemak
ini dapat dibuat lilin sebagai penerangan. Bahan bakar bio juga berasal dari kotoran hewan.
Kotoran hewan ini dimasukkan ke ruangan bawah tanah (lubang) yang disebut pencerna
biogas. Kotoran tersebut kemudian melepaskan gas metana. Gas ini bersifat mudah
terbakar sehingga dapat digunakan untuk memasak dan memanaskan air.
7) Biogas
Biogas merupakan gas dihasilkan dari proses
fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-
bakteri anaerob yang berasal dari limbah rumah
tangga, misalnya kotoran hewan (sapi, babi, ayam)
dan sampah organik. Biogas cocok dikembangkan
di daerah-daerah yang memiliki biomassa
berlimpah, terutama di sentra-sentra produksi padi
dan ternak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi
Selatan, Bali, dan lain-lain
Untuk membuat biogas dibutuhkan digester yang berfungsi untuk menampung gas metan
hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri. Besar kecilnya digester tergantung
pada kotoran ternak yamg dihasilkan dan banyaknya biogas yang diinginkan.
Proses pembuatan biogas dengan langkah langkah sebagai berikut:
a. Mencampur kotoran sapi dengan air sampai terbentuk lumpur pada bak penampung
sementara. Bentuk lumpur akan mempermudah pemasukan kedalam digester
b. Mengalirkan lumpur kedalam digester melalui lubang pemasukan. Pada
pengisianpertama kran gas yang ada diatas digester dibuka agar pemasukan lebih
mudah dan udara yang ada didalam digester terdesak keluar. Pada pengisian pertama
ini dibutuhkan lumpur kotoran sapi dalam jumlah yang banyak sampai digester penuh.
c. Melakukan penambahan bakteri (banyak dijual dipasaran). Setelah digester penuh,
kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi.
d. Membuang gas yang pertama dihasilkan pada hari ke-1 sampai ke-8 karena yang
terbentuk adalah gas CO2. Sedangkan pada hari ke-10 sampai hari ke-14 baru
terbentuk gas metan. Pada hari ke-14 gas yang terbentuk dapat digunakan untuk
menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya. Mulai hari ke-14 sudah bisa
menghasilkan energi biogas yang selalu terbarukan. Biogas ini tidak berbau seperti
bau kotoran sapi. Selanjutnya, digester terus diisi lumpur kotoran sapi secara kontinyu
sehingga dihasilkan biogas yang optimal.
Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan
dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak
(bensin, solar). Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi
listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang
dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman / budidaya pertanian.
17
4. Keuntungan Dan Kerugian Energi Alternative
a. Keuntungan
1. Sumber energi alternatif dapat digunakan terus karena tidak akan habis
2. Energi yang dihasilkan sangat besar
3. Energi alternatif tidak mencemari lingkungan
b. Kerugian
1. Dibutuhkan biaya yang besar untuk memanfaatkan energi alternatif.
2. Dibutuhkan teknologi tinggi dan pemikiran yang rumit untuk memanfaatkan energi alternatif
3. Tersedianya juga dipengaruhi musim. Contoh air akan banyak ketika musim penghujan
tetapi akan berkurang ketika musim kemarau
5. Percobaan-Percobaan
a. Percobaan 1
Membuktikan matahari sebagai sumber energi:
Format Laporan Percobaan:
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan
Alat-Alat
Langkah Kerja
Kesimpulan
18
b. Percobaan 2
Membandingkan kincir angin (kincir yang dibuat dari kertas), dengan kincir air (kincir yang
dibuat dari botol plastic):
Format Laporan Percobaan:
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan
Alat-Alat
Langkah Kerja
Kesimpulan
c. Percobaan 3
Membuktikan perubahan energi panas menjadi energi gerak:
Format Laporan Percobaan:
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan
Alat-Alat
Langkah Kerja
Kesimpulan
19
d. Percobaan 4
Membuat energi alternatif (energi listrik) dari jeruk, apel dan kentang:
Format Laporan Percobaan:
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan
Alat-Alat
Langkah Kerja
Kesimpulan
20
BAHAN AJAR
Kelas : IV
Muatan Pelajaran : IPA
Semester :I
TEMA : 3_ PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Sub Tema: 1_ Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (IPK) (RPP)
3.8 Memahami pentingnya upaya keseimbangan dan Mengidentifikasi masalah-masalah 1
pelestarian sumber daya alam di lingkungannya keseimbangan lingkungan
4.8 Melakukan kegiatan upaya pelestarian sumber Melakukan identifikasi masalah
daya alam bersama orang-orang di keseimbangan lingkungan 1
3
lingkungannya 3
3.1 Menganalisis hubungan antara bentuk dan fungsi Menjelaskan bagian tumbuhan yang
bagian tubuh pada hewan dan tumbuhan berfungsi untuk keseimbangan dan
kelestariannya
4.1 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang Melakukan identifikasi pada bagian
bentuk dan fungsi bagian tubuh hewan dan tumbuhan yang berfungsi untuk
tumbuhan keseimbangan dan kelestariannya
Sub Tema: 2_ Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (IPK) (RPP)
3.8 Memahami pentingnya upaya keseimbangan dan Mengidentifikasi pentingnya peran
pelestarian sumber daya alam di lingkungannya hewan sebagai sumber daya alam
dalam menjaga keseimbangan alam 1
4.8 Melakukan kegiatan upaya pelestarian sumber Membuat poster tentang upaya
daya alam bersama orang-orang di pelestarian hewan sebagai sumber daya 1
lingkungannya alam
3.1 Menganalisis hubungan antara bentuk dan fungsi Menjelaskan bagian hewan yang
bagian tubuh pada hewan dan tumbuhan berfungsi untuk keseimbangan dan
kelestariannya 3
4.1 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang Melakukan identifikasi pada bagian
bentuk dan fungsi bagian tubuh hewan dan hewan yang berfungsi untuk 3
tumbuhan keseimbangan dan kelestariannya
Sub Tema: 3_ Ayo, Cintai Lingkungan
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)
3.8 Memahami pentingnya upaya Menjelaskan manfaat dari peduli dan 1
keseimbangan dan pelestarian sumber melestarikan sumber daya alam dan lingkungan 3
daya alam di lingkungannya
Menjelaskan penting penghijauan sebagai salah 1
satu upaya pelestarian sumber daya alam 3
Melakukan refleksi kebiasaan peduli dan
4.8 Melakukan kegiatan upaya pelestarian melestarikan sumber daya alam dan lingkungan
sumber daya alam bersama orang- dalam bentuk table
orang di lingkungannya Melakukan kegiatan menanam tanaman sebagai
upaya pelestarian sumber daya alam dan
lingkungan
21
B. MATERI
1. Keseimbangan Lingkungan
a. Pengertian Keseimbangan Lingkungan
Keseimbangan lingkungan adalah kemampuan yang dimiliki lingkungan dalam mengatasi
berbagai macam gangguan dari alam dan aktivitas makhluk hidup, serta kemampuannya dalam
menjaga kestabilan kehidupan yang ada didalamnya. Keseimbangan Lingkungan dapat terwujud
jika interaksi antara organisme hidup dan komponen didalamnya berjalan secara seimbang.
Lingkungan memiliki sifat dinamis, dimana sifat tersebut bermanfaat untuk mendukung segala
kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Perlu diketahui juga bahwa lingkungan
memiliki kemampuan untuk memulihkan kondisinya kembali saat terjadi keruskan sampai batas
tertentu. Dalam memulihkan kondisinya tentu memerlukan waktu yang tergantung seberapa
besar kerusakan yang terjadi, hal seperti ini disebut dengan Daya Lenting Lingkungan.
Contohnya saat terjadi bencana alam seperti gunung berapi meletus dimana peristiwa tersebut
dapat mengakibatkan kerusakan di sekitarnya termasuk hutan di sekitar gunung. Tapi seiring
berjalannya waktu lingkungan dan hutan yang rusak tersebut akan pulih kembali menjadi seperti
sedia kala, tapi komunitas organisme hidup akan mengalami perubahan struktur hal seperti ini
disebut “Suksesi”.
b. Pengertian Suksesi
Suksesi adalah perubahan yang terjadi terhadap komunitas spesies organisme akibat gangguan
yang terjadi. Secara umum suksesi dibagi kedalam dua bagian, antara lain:
a) Suksesi Primer
Merupakan suksesi yang terjadi jika komunitas organisme asal
mengalami gangguan atau kerusakan, komunitas asal akan
hilang atau punah secara total dan seiring berjalannya waktu
lambat-laun komunitas organisme baru akan terbentuk.
Gangguan yang terjadi bisa secara alami misalnya akibat gempa
bumi, gunung berapi meletus, longsor, dsb. atau gangguan dapat
terjadi karena ulah manusia seperti akibat aktivitas
pertambangan.
Contohnya peristiwa seperti ini terjadi saat gunung Karakatau yang terletak di selat sunda
meletus pada tahun 1883. Pasca letusan terjadi seiring berjalannya waktu akan tumbuh
dengan subur tumbuhan baru, lalu bersamaan dengan itu tumbuhan baru-pun menggantikan
tanaman lama yang sudah rusak akibat bencana letusan gunung yang terjadi.
Selain itu tanaman lain seperti rumput dengan akar yang kuat terus membuat pelapukan
terhadap lahan disana. Bagian tumbuhan asal yang telah mati terus di uraikan oleh
mikroorganisme seperti jamur dan bakteri, sehingga tanah menjadi lebih tebal dan subur dari
sebelumnya. Lama kelamaan tumbuhlah semak-semak yang tumbuh semakin dominan,
kemudian tumbuhlah pohon baru dan kembali terbentuk hutan baru. Selanjutnya ekosistem-
pun mencapai titik keseimbangan.
b) Suksesi Sekunder
Pengertian suksesi sekunder adalah gangguan atau kerusakan yang terjadi pada komunitas
organisme tapi tidak mengalami kerusakan secara total, sehingga pada keosistem tersebut
masih terdapat sisa komunitas organisme asal. Kerusakan yang timbul dapat terjadi secara
alami atau karena ulah manusia. Kerusakan alami seperti akibat bencana alam erosi, banjir,
kebakaran, pohon tumbang, aktivitas vulkanik gunung berapi, dsb. Sedangkan kerusakan
yang ditimbulkan manusia seperti pembukaan area di daerah hutan. Setelah kerusakan terjadi
lambat-laun lingkungan akan memulihkan dirinya sendiri seperti dengan tumbuh kembali
tumbuhan baru dan tumbuhan spesies asal.
22
c. Upaya Menjaga Keseimbangan Lingkungan
Berikut ini upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, antara
lain:
1) Mengurangi Penggunaan Bahan Kimia
Misalnya seperti mengurangi penggunaan sabun cuci pakaian secara berlebihan, tentunya
sabun cuci detergen mengandung bahan kimia berbahaya bagi lingkungan, dimana jika
digunakan secara berlebihan akan menyebabkan pencemaran air dan tanah.
2) Kurangi Penggunaan Benda Plastik
Benda berbahan plastik jika sudah tidak digunakan lagi dan dibuang secara sembarangan
maka dapat mencemari lingkungan, karena bahan plastik sangat sulit terurai. Jadi kita harus
mengurangi penggunaan beda plastik, seperti saat berbelanja usahakan membawa kantong
atau tas belanja sendiri sehingga penggunaan kantong pelastik sekali pakai dapat dihindari.
3) Menghemat Pengguanaan Air
Menghemat penggunaan air tanah dapat menjaga kesimbangan lingkungan, jika penggunaan
air tanah terlalu berlebihan maka berpotensi turunnya permukaan tanah, terjadinya intrusi air
laut dimana air tawar tergantikan oleh air laut, dsb.
4) Jangan Membuang Sampah Sembarangan
Jangan membuang sampah atau limbah sembarangan, banyak sekali keruagian yang
ditimbulkan akibat membuang sampah sembarangan terutama sampah yang sulit terurai
seperti sampah plastik dan sampah yang berbahaya bagi makhluk hidup yaitu limbah kimia.
Sampah yang di buang secara sembarangan selain dapat mengotori lingkungan tapi dapat
merugikan makhluk hidup lain seperti hewan. Banyak sekali kasus yang sering kita lihat dan
temukan dimana hewan-hewan laut dan sungai yang menderita hingga mati akibat sampah
yang dibuang oleh manusia secara sembarangan.
5) Memilah Sampah
Memilah sampah yaitu kegiatan yang memisahkan sampah menjadi kedalam tiga bagian yaitu
Sampah Organik, Anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya & Beracun). Sampah Organik
merupakan sampah yang mudah hancur, umunya merupakan bagian organisme hidup seperti
dedaunan, sisa-sisa sayuran, hewan yang sudah mati, dsb. yang bisa dimanfaatkan menjadi
pupuk kompos. Sedangkan Sampah Anorganik yaitu sampah yang sulit hancur atau sulit
terurai misalnya berbahan dasar plasik, kaca, dan logam tentu sampah jenis ini bisa di daur
ulang sehingga menghasilkan produk atau benda baru yang bermanfaat. Dan sampah B3
merupakan jenis sampah yang mengandung bahan berbahaya misalnya seperti Oli, Sisa
Deterjen, Sisa pengharum ruangan, dan zat kimia lainnya.
6) Menghemat Bahan Bakar Fosil
Menghemat bahan bakar fosil seperti solar, bensin, batu bara dapat menjaga keseimbangan
lingkungan. Bahan bakar fosil jika digunakan secara berlebihan dapat mencemari lingkungan
terutama udara. Oleh karena itu selalu gunakan transportasi masala tau umum saat bepergian.
7) Mengurangi Penggunaan Pestisida
Dalam bercocok tanam umumnya selalu menggunakan pestisida untuk membasmi hama yang
dapat menrugikan hasil pertanian. Tentu dalam menggunakan pestisida haruslah secara bijak
dan jangan terlalu berlebihan sebab dapat mencemari lingkungan dan air di area pesawahan.
8) Melakukan reboisasi
Menanam kembali pohon-pohon di hutan yang gundul atau daerah yang gersang dengan
tujuan supaya cadangan air tanah semakin meningkat, udara menjadi lebih segar, terhindar
dari benaca alam sepeti longsor, banjir, dan erosi akan menjaga keseimbangan ekosistem.
9) Melakukan Analisis Mengenai Dampak Pembangunan Terhadap Lingkungan
Misalnya saat melakukan pembangunan jalan tentunya harus melakukan analisis secara tepat
mengenai kemungkinan terjadinya kerusakan lingkungan, dan menemukan berbagai cara
supaya lingkungan tersebut kembali menjadi seimbang setelah jalan tersebut dibangun.
23
2. Pencemaran
1) Pencemaran Air
a. Pengertian
Yang dimaksud dengan pencemaran air adalah berubahnya suatu tempat penampungan air
seperti sungai, danau, laut, dan lain-lain sehingga air tersebut menjadi tidak layak
digunakan. Penyemabnya yaitu masuknya berbagai macam zat atau komponen yang
berbahaya ke tempat penampungan air tersebut, zat tersebut umumnya berasal dari aktivitas
yang dilakukan manusia.
b. Sumber Pencemaran Air
Beberapa sumber yang menjadi penyebab pencemaran air dapat kita temukan di kehidupan
sehari-hari, misalnya:
a) Kegiatan rumah tangga
Kegiatan rumah tangga bisa bermacam macam misalnya seperti mencuci, memasak dan
tentunya dari kegiatan tersebut selalu menghasilkan limbah. Seperti mencuci dimana air
bekasnya jika dibuang secra sembarangan dapat menyebabkan pencemaran air, atau
membuang sampah sembarangan ke sungai akan menyebabkan pencemaran juga.
b) Kegiatan Industri
Baik itu industri kecil atau besar selalu menghasilkan limbah dalam berbgai macam
bentuk, misalnya seperti limbah asap, cairan, dan padat jika dibuang secara
sembarangan ke perairan maka akan mengakibatkan pencemaran air.
c) Kegiatan Pertanian dan Peternakan
Misalnya seperti penggunaan pestisida, penggunaan pupuk kimia, dan pupuk kotoran
hewan secara sembarangan dan berlebihan maka akan menakibatkan pencemaran air.
d) Kegiatan Dari Fasilitas Umum
Seperti kegiatan di rumah sakit yang tentunya akan menghasilkan limbah seperti cairan
lab, air bekas pencucian peralatan operasi, hal seperti itu tentunya jika di buang
sembarangan dan tidak di tangani secara tepat dapat mencemari air.
e) Kegiatan Perdagangan
Seperti pada bengkel yang menghasilkan limbah berupa oli bekas, atau di pasar-pasar
yang menghasilkan berbagai limbah seperti berupa libah sayuran, buah-buhan yang
busuk jika tidak di tangani secara tepat dan di buang sembarangan dapat mencemari air.
f) Kegiatan Pertambangan
Kegiatan pertambangan dapat menghasilkan limbah berupa limbah cair dari proses
produksi yang dilakukan seperti lumpur bor, dan emulsi minyak maupun logam atau di
kenal dengan merkuri.
c. Komponen Pencemaran Air
Setelah mengatauhi pengertian pencemaran air dan sumbernya, maka berikut ini beberapa
komponen pencemaran air:
a) Limbah Padat
Misalnya seperti sampah plastik yang di buang sembarangan ke perairan akan
menyebabkan pencemaran air. Limbah padat yang di buang tentunya akan mengendap
di dalam air, dan akan mengganggu organisme perairan. Endapan limbah padat juga
akan menyebabkan air menjadi keruh.
b) Limbah Organik dan Limbah Olahan Makanan
Bahan yang mudah membusuk seperti olahan makanan, sayuran, buah-buahan, bangkai
hewan yang di buang ke perairan akan meningkatkan jumlah mikroorganisme di per
airan tersebut, hal tersebut tentunya akan menimbulkan bau tidak sedap yang
menyengat, dan perairan akan tercemar serta mengganggu organisme air.
c) Zat kimia
Berikut ini beberapa zat kimia yang dapat mencemari perairan misalnya:
Air sabun detrgen, dan bahan pembersih lainnya yang habis digunakan lalu di buang
sembarangan.
24
Pembasmi hama/ Insektisida yang digunakan secara sembarangan atau berlebihan,
bekas pengguaannya akan mengalir melalui air sawah, air di kebun yang menuju ke
sungai sehingga sungai menjadi tercemar.
Zat pewarna kimia misalnya seperti zat pewarna tekstil, tentunya zat pewarna kimia
ini sangat berbahaya bagi semua makhluk hidup jika sampai terkonsumsi. Limbah
zat pewarna yang digunakan untuk industri tekstil sangat berbahaya jika dibuang ke
perairan, dan takan mengakibatkan pencemaran air serta banyak organisme air yang
mati.
d. Dampak Pencemaran Air
Banyak sekali dampak pencemaran air, misalnya seperti dapat meracuni air minum,
meracuni sumber makanan makhluk hidup, menyebabkan ekosistem menjadi tidak
seimbang, rusaknya hutan dan lingkungan. Adapun beberapa dampak lainnya:
a) Dapak pada kehidupan biota air
Akibat dari pencemaran air kadar oksigen yang terlarut dalam air akan menurun
sehingga perkembangan biota air akan terganggu dan bisa saja mati. Karena perairan
yang menjadi tempat tinggal bota air maka jika tercemar maka banyak biota air yang
akan teracuni dan mati.
b) Dampak terhadap kualitas air tanah
Dampak pencemaran air juga akan berakibat pada kualitas air dalam tanah, misalnya
yang di sebabkan oleh pencemaran air tinja, sehingga kualitas air tanah menurun dan
tidak layak untuk di konsumsi.
c) Dampak bagi kesehatan
Air yang tercemar tentunya tidak baik untuk kesehatan. Air yang tercemar dapat menjadi
sarang penyakit, misalnya akibat air bersih yang tersedia kurang cukup manusia menjadi
sulit untuk membersihkan diri, tentunya akan mengakibatkan timbulnya berbagai
macam penyakit misalnya penyakit yang timbul pada kulit.
d) Dampak terhadap estetika lingkungan
Seperti semakin banyak zat organik yang di buang ke lingkungan perairan makan
perairan tersebut akan tercemar, biasanya di tandai dengan banyaknya tumpukan
sampah dan bau tidak sedap yang menyengat, lalu libah bekas industri yang di buang ke
perairan, sehingga warna air akan brubah dan baunya menyangat, tentunya hal seperti
itu akan mengurangi estetika lingkungan.
e. Cara menanggulangi pencemaran air
Berikut ini beberapa cara menanggulangi pencemaran air, diantaranya:
Tidak membuang limbah ke sumber air, seperti sungai, danau, dan laut.
Tanam pohon di daerah yang menjadi sumber air.
Bijaksana-lah dalam menggunakan air.
Kelola sampah atau limbah dengan baik.
Kurangi penggunaan barang yang sulit terurai.
Kurangi penggunaan bahan yang mengandung zat kimia, yang dapat mencemari air.
Melakukan filtrasi terhadap air yang tercemar.
2) Polusi Udara
a. Pengertian
Polusi udara adalah dimana udara mengandung substansi fisik, kimia, partikel maupun
biologis di atmosfer dalam jumlah yang banyak dan dapat membahayakan kesehatan
makhluk hidup khususnya manusia, polusi udara menyebabkan kerugian atau
ketidaknyamanan pada manusia atau organisme hidup lainnya, ataupun menyebabkan
kerusakan pada lingkungan alam. Pencemaran udara dapat ditimbulkan dari sumber-
sumber alami maupun dari kegiatan manusia.
25
b. Faktor Pencemaran Udara
1. Faktor Internal
Faktor internal dapat juga disebut dengan faktor alam, yaitu bersumber dari aktivitas
alam, seperti misalnya:
Gas vulkanik.
Abu yang keluarkan dari letusan gunung berapi.
Bau yang tidak sedap akibat dari proses pembusukan sampah organik.
sumber: pixabay.com
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal dapat juga disebut dengan foktor manusia, yang bersumber dari
aktivitas manusia, diantaranya seperti:
Hasil pembakaran dari bahan bakar fosil (miyak bumi, batu bara).
Limbah buangan dari kegiatan pabrik industri yang tentunya memakai zat kimia
organik serta anorganik.
Pemakaian dari zat kimia yang disemprotkan ke udara.
Dari Pembakaran sampah rumah tangga.
Pembakaran pohon atau hutan.
c. Jenis Polutan Pencemar Udara
1. CO2
Pencemaran udara yang paling jelas ialah semakin meningkatnya kadar gas CO2 di
udara. Karbon dioksida ini kebanyakannya berasal dari pabrik, dari mesin yang
menggunakan bahan bakar fosil seperti: batubara dan minyak bumi. Dan juga berasal
dari asap kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil dan pembakaran
kayu.
2. CO
Disebabkan oleh proses pembakaran di mesin tidak sempurna, maka proses
pembakaran tersebut menghasilkan gas CO (Karbon monoksida) yang keluar.
3. CFC
Polutan pencemar udara yang lainnya yaitu gas chloro fluoro carbon atau disingkat
dengan CFC. Gas jenis ini digunakan sebagai gas pengembang, sebab tidak beraksi,
tidak berbau, tidak berasa, dan juga tidak berbahaya. Gas ini dapat dipakai misalnya
untuk mengembangkan busa kursi, untuk AC (freon), pendingin pada almari es, serta
penyemprot rambut lebih tepatnya hair spray. Gas jenis ini yang membumbung tinggi
dapat mencapai lapisan stratosfer terdapat lapisan gas ozon (O3). Lapisan ozon adalah
merupakan pelindung bumi dari pengaruh cahaya UV (Ultraviolet). Kalau tidak
adanya lapisan ozon, radiasi dari cahaya ultraviolet yang mencapai permukaan bumi
dapat menyebabkan kematian organisme, tumbuhan yangmenjadi kerdil,
menimbulkan mutasi genetik, menyebabkan kanker kulit ataupun dapat menyebabkan
kanker retina mata.
26
4. SO, SO2
Gas yang lainnya yaitu gas belerang oksida yang terdapat di udara juga dihasilkan oleh
pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Gas ini dapat beraksi
dengan gas nitrogen oksida serta air hujan yang sering di kenal sebagai hujan asam.
Hujan asam dapat mengakibatkan tumbuhan dan hewan tanah mati. Menimbulkan
produksi pertanian menurun tajam, besi dan logam dapat dengan mudah mudah
berkarat dan dapat merusak bangunan atau sarana lainnya.
5. Asap Rokok
Kenapa asap rokok? sebab asap rokok mengandung berbagai bahan pencemar udara
serta dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
d. Jenis-Jenis Polutan Polusi Udara
1. Polutan Primer
Polutan primer adalah substansi pencemar yang secara langsung ditimbulkan dari
sumber polusi. Polutan ini bentuk dan juga komposisinya sama dengan saat
dipancarakan. Contohnya seperti Polutan Primer, diantaranya: CO2, CO, hidrokarbon,
SO, nitrogen oksida, dan berbagai partikel lainnya.
2. Polutan Sekunder
Polutan Sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi polutan primer
di atmosfer. Reaksi ini dapat terjadi secara otomatis atau dengan cara bantuan
katalisator, seperti misalnya sinar matahari.
e. Dampak Polusi Udara
Dampak dari polusi udara yang lebih jelas berdampak pada kesehatan mahluk hidup
khususnya manusia, berdampak hujan asam, efek rumah kaca, kerusakan lapisan ozon, dll.
Dampak polusi udara yang paling umum yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),
termasuk di antaranya asama dan bronkitis. Beberapa zat polutan dapat bersifat toksik dan
juga karsinogenik. Intinya berdampak buruk pada makhulik hidup dan lingkungan.
3) Hujan Asam
a. Pengertian
Hujan asam adalah hujan yang mempunyai kadar keasaman (pH) yang rendah pada setiap
tetes airnya. Keadaan keasaman hujan yang normal pada umumnya mempunyai pH 5,6
sehingga dapat diartikan bahwa jika hujan yang memiliki pH kurang dari 5,6 berarti adalah
hujan asam. Penelitian baru-baru ini menunjukan pH hujan sudah berubah yang asalnya dari
6 menjadi ke 4 ini disebabkan banyaknya gas buangan yang menimbulkan hujan asam.
Gas yang menyebabkan hujan asam ini biasanya dihasilkan oleh bencana alam seperti
letusan gunung berapi, kalau letusan gunung berapi itu penyebabnya mungkin wajar-wajar
saja karena reaksi dari alam, tapi penyebab yang paling parah adalah ulah manusia misalnya
seperti asap kendaraan bermotor, asap pabrik atau industri dan lain-lain.
Terjadinya hujan asam tentunya ada penyebabnya, seperti penjelasan tadi bahwa penyebab
hujan asam diantaranya seperti bencana alam salah satunya letusan gunung berapi dan paling
besar ulah manusia misalnya seperti asap industri dan asap kendaraan bermotor. Untuk itu
dibutuhkan kesadaran semua orang untuk dapat mencegah dan menanggulangi hujan asam
ini, jadi gunakanlah peralatan atau mesin yang ramah lingkungan, gunakanlah kendaraan
bermotor seperlunya dan lain-lain, jadi intinya cintailah lingkungan kita.
b. Dampak Yang Ditimbulkan Hujan Asam
Adapun dampak yang di timbulkan hujan asam, diantaranya seperti di bagian bawah ini:
Hujan asam adalah racun bagi makhluk hidup khususnya umat manusia, karena akan
berdampak bagi kesehatan. Air hujan asam akan menyebar ke perairan seperti sungai,
danau dan tempat penyimpanan air lainnya, karena pH yang terlalu rendah sangat tidak
baik untuk kesehatan manusia.
27
Hujan asam dapat menghambat pertumbuhan makhluk hidup yang ada di perairan
misalnya seperti ikan atau binatang yang hidup di air akan mati, karena pH yang semakin
kecil dapat menghambat pertumbuhan benih-benih ikan, dan membuat ikan sulit untuk
berkembang biak.
Hujan asam dapat memusnahkan makhluk hidup yang ada di air, penelitian menunjukan
bahwa plankton tidak bisa bertahan hidup jika pH air dibawah 5. Plankton adalah salah
satu makanan bagi ikan, jika plankton musnah rantai makanan di perairanpun akan
terputus.
Hujan asam dapat merusak lingkungan dan akan menyebabkan banyak tumbuhan yang
mati. Hujan asam dapat menghancurkan zat lilin yang ada pada tumbuhan. Sehingga
nutrisi yang terkandung pada tumbuhan tersebut akan hilang, dan tumbuhan akan mudah
terserang penyakit.
Hujan asam juga dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi logam dalam air. Dan juga
dapat menyebabkan bangunan rusak karena berkarat.
c. Proses Terjadinya Hujan Asam
Proses terjadinya hujan asam diawali dengan asap-asap yang salah satunya yang dikeluarkan
industri atau pabrik karena asap tersebut mengandung gas So (sulfur oksida) dan N
(nitrogen), dan gas yang dihasilkan kendaraan bermotor. Gas-gas tersebut akan bereaksi
dengan uap air yang ada di udara, hasil dari reaksi tersebut menghasilkan asam sulfat, asam
nitrin dan juga nitrat lalu secara bersamaan akan berkondensasi membentuk awan. Lalu saat
terjadi hujan maka air yang turun akan terasa asam dan sangat berbahaya bagi makhluk hidup
yang ada di bumi.
Proses terjadinya hujan asam
d. Beberapa Cara Mencegah dan Menanggulangi Hujan Asam
Gunakanlah energi secara bijak jangan terlalu berlebihan, jangan terlalu sering
menggunakan bahan bakar fosil.
Pakailah kendaraan bermotor seperlunya, kalau bisa usahakan pakai kendaraan umum
saat berpergian.
Jangan menebang pohon atau hutan sembarangan, dan tanamlah pohon atau reboisasi.
Usahakan untuk memakai peralatan yang ramah lingkungan.
28
3. Bagian-Bagian Tumbuhan Dan Fungsinya
Pada umumnya semua tumbuhan memiliki bagian-bagian
utama, yaitu daun, batang, akar, dan buah. Dibawah ini
dijelaskan fungsi dan bagian dari tumbuhan yang dapat dilihat
sebagai berikut:
1. Akar
Akar berfungsi untuk menyerap air dan mineral serta
mengukuhkan tumbuhan.Beberapa tumbuhan tertentu,
akar tidak hanya berfungsi menyerap air dan mineral,
tetapi juga berfungsi sebagai penyimpanan cadangan
makanan (tumbuhan umbi-umbian). Dan ada juga yang
berfungsi membantu penyerapan oksigen di udara
(tumbuhan bakau).
Berdasarkan bentuknya, terdapat dua jenis akar, yaitu:
1. Akar serabut biasanya dimiliki oleh tumbuhan jenis
monokotil (biji berkeping tunggal).
Misalnya, padi, jagung, dan kelapa.
2. Akar tunggang biasanya dimiliki oleh tumbuhan jenis
dikotil (biji berkeping dua).
Misalnya, mangga, jambu, jeruk, dan kacang-kacangan.
2. Batang
a. Fungsi Batang
Batang memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.
Tempat lintasan makanan dan air
Penyokong tumbuhan
Penyimpan sebagian hasil fotosintesis
Pembentuk tubuh tumbuhan seperti daun, tunas dan bunga
Alat reproduksi vegetatif
Memberikan bantuk tubuh tumbuhan
b. Jenis Batang tumbuhan:
29
c. Struktur Batang:
Pada batang tumbuhan dikotil, diantara floem dan xilem terdapat jaringan kambium.
Adapun perbedaan antara batang tumbuhan dikotil dan batang tumbuhan monokotil:
Batang tumbuhan dikotil Batang tumbuhan monokotil
letak berkas pengangkut teratur letak berkas pengangkut tersebar
kambium ada kambium tidak ada
Pertumbuhan batang memanjang dan Pertumbuhan batang memanjang dan
membesar membesarnya terbatas
3. Daun
a. Fungsi Daun
Fungsi utama daun adalah sebagai tempat terjadinya proses fotosintesis, yaitu tumbuhan
melakukan pembentukan zat makanan atau karbohidrat dari bahan anorganik seperti air
dan karbondioksida dengan bantuan cahaya matahari.
Menjadi Alat Respirasi
Didalam daun diperoleh stomata yang berfungsi untuk bernyawa ataupun menjadi
sebuah alat pernapasan.
Menjadi Alat Reproduksi Vegetatif
Daun menjadi alat reproduksi vegetatif tersebut seperti berbentuk pada tanaman cocor
bebek yang menciptakan tunas daun. Daunnya berfungsi untuk melipatgandakan
tanaman.
Mengelola Proses Transpirasi
Untuk proses evaporasi air pada daun yang melewati stomata dan kutikula yang dapat
di permukaan daun dan sangat banyak di komponen bawah daun.
Proses Gutasi
Menjadi proses gutasi artinya daun berupa tempat keluar masuknya cairan atau pun air
yang menjadi titik-titik air.
b. Struktur Daun
1) Struktur Daun Bagian Luar
Struktur daun bagian luar memiliki tiga bagian, yaitu helai daun (lamina), tangkai daun
(petiolus), dan pelepah daun (folius). Sebuah daun dapat dikatakan sebagai daun
sempurna jika daun tersebut memiliki 3 bagian yang telah disebutkan di atas secara
lengkap. Berikut penjelasan tentang tiga bagian tersebut.
30
a) Helai Daun (Lamina)
Helai daun sangat penting karena menjadi
tempat terjadinya proses fotosintesis. Helai
daun ada yang berbentuk tipis dan ada yang
berbentuk tebal.
b) Tangkai Daun (Petiolus)
Tangkai daun berperan sebagai penopang
helai daun (lamina). Tangkai daun merupakan
struktur daun bagian luar yang menempel
pada batang. Namun, tidak semua tumbuhan
memiliki tangkai daun, misalnya rumput.
c) Pelepah Daun (Folius)
Pelepah daun memiliki tugas untuk
mendudukkan daun pada batang atau pijakan
daun terhadap batang tumbuhan.
Di samping bagian-bagian tersebut, ada beberapa jenis tumbuhan yang mempunyai
pelepah pada daunnya.
2) Struktur Bagian Dalam Daun
Berikut ini terdapat 5 struktur bagian dalam daun, antara lain:
Epidermis, ialah susunan organ hidup terluar daun.
Jaringan Mesofil
Berkas Pembuluh Angkut
Stomata, berfungsi sebagai sel respirasi.
Jaringan tambahan pada daun, melingkupi organ-organ khusus yang biasanya
diperoleh pada mesofil daun, seperti organ-organ kristal dan kelenjar.
c. Tulang Daun
Berdasarkan susunannya, daun mempunyai susunan tulang daun, yaitu;
a. Tulang Daun Menyirip; tersusun rapi mulai dari tangkai daun hingga ujung helai
daun contoh; daun mangga dan daun jambu.
b. Melengkung. Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung.
Tulang daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan
sekitar kita. Misalnya, tulang daun sirih, gadung, dan genjer.
31
c. Tulang Daun Menjari; pada daun singkong (satu tulang daun besar dan bentuk
daunnya pun berbentuk seperti jari). Daun pepaya dan daun jarak memiliki bentuk
tulang daun menjari seperti singkong.
d. Tulang Daun Sejajar; berbentuk seperti garis-garis sejajar mulai dari pangkal daun
hingga ujung daun. Biasanya bentuk daunnya panjang-panjang. Contohnya, jagung,
tebu, padi, dan alang-alang.
4. Bunga
Bunga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, bagian-bagian yang ada di dalam bunga,
yaitu;
1. Tangkai Bunga; bagian bawah bunga. Tangkai ini berperan sebagai penopang bunga dan
sebagai penyambung antara bunga dan batang atau ranting.
2. Kelopak Bunga; bagian yang melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup. Biasanya,
bentuk dan warnanya menyerupai daun.
3. Mahkota Bunga; memiliki warna bermacam-macam sehingga disebut perhiasan bunga.
Warna yang menarik itu berguna untuk memikat kupu-kupu atau serangga lainnya
(membantu dalam proses penyerbukan) agar hinggap pada bunga.
4. Putik (alat kelamin betina); di bagian tengah-tengah bunga dan biasanya dikelilingi oleh
benang sari. Putik terdiri atas kepala putik(tempat terjadi proses Penyerbukan) dan tangkai
putik(di bagian yang akan menjadi buah dan Biji).
5. Benang Sari (alat kelamin jantan);pada bagian tengah bunga yang berdekatan dengan
mahkota bunga, bersifat ringan dan mudah terbang tertiup angin. Terdiri atas tangkai sari
dan kepala sari (dihasilkannya serbuk sari). Dapat menempel pada kaki, kepala, dan tubuh
kupu-kupu atau serangga
32
5. Buah
Buah (melindungi biji) dan Biji (calon tumbuhan baru)
Buah merupakan hasil dari penyerbukan dan pembuahan antara serbuk sari dan putik.
Buah terdiri atas daging buah dan biji. Biji berkeping satu (monokotil) biji berkeping dua
disebut (dikotil).
contoh buah berkeping satu contoh buah berkeping dua
4. Jenis Tanaman Berdasar Ketinggian Tempat Tumbuh
Jenis tanaman berdasar ketinggian tempat tumbuh yang dipengaruhi oleh topografi tanah tempat
tumbuh. Contohnya jenis tanaman dataran tinggi tentu berbeda dengan jenis tanaman di dataran
rendah. Faktor cuaca, panjang sinar matahari dan kelembaban udara yang berpengaruh pada
pertumbuhan tanaman dan maksimalnya produksi.
1) Jenis tanaman dataran tinggi
Sayuran ditanam di wilayah lereng pegunungan seperti; kol, kubis, sawi, wortel, adas, sawi putih,
brokoli. Hampir 80% suplai sayuran berasar dari daerah puncak.
Jenis buah yang ditanam di dataran tinggi contohnya adalah; strawberry, labu siam, apel,
pepaya, dan salak
Untuk tanaman perkebunan di dataran tinggi adalah; teh, kopi dan kakao.
Umbi contohnya kentang
Beberapa tanaman diatas bisa ditanam di dataran rendah namun produksinya kurang maksimal
2) Jenis tanaman dataran rendah
Macam-macam contohnya; bayam, kangkung, mentimun, tomat, kacang Panjang.
Buah-buahan sangat banyak contohnya; rambutan, mangga, kelapa, jeruk.
Tanaman serealia di Indonesia rata-rata di dataran rendah adalah padi, jagung dan sorgum
3) Jenis tanaman kawasan pantai
Kawasan lahan pantai sudah mulai digunakan sebagai lahan budidaya tanaman beberapa contoh
tanamannya adalah; kelapa, ketela pohon, kedelai, dan cabe
33
5. Bagian-Bagian Tubuh Hewan Dan Fungsinya
1) Kupu-kupu
a. Struktur Morfologi Kupu-Kupu
Struktur Morfologi kupu-kupu terdiri dari beberapa bagian. Kupu-kupu mempunyai badan
yang dilengkapi dengan dua pasang sayap. Badan itu terdiri dari tiga bagian yaitu kepala,
toraks (bagian tengah) dan abdomen. Tubuhnya dilapisi bulu-bulu kecil sebagai sensor, dan
sayapnya memiliki sisik, yang dapat berperan sebagai hormon selama proses perkawinan.
Kepala:
1. Memiliki sepasang antena yang panjang dan di ujung ada benjolan yang berfungsi
sebagai peraba dan perasa.
2. Sepasang mata memberikan pengelihatan yang luas dan bagus untuk mendeteksi
gerakan-gerakan, namun tidak mendetail. Setiap mata terbuat dari ribuan modul mata
yang kecil, dengan lensa yang kecil yang terhubung ke syaraf optik.
3. Bagian lain dari kepala adalah lidah bergulung (proboscis), yang berfungsi sebagai
pengisap cairan.
Toraks merupakan kotak urat dengan tiga segmen.
1. Tiga pasang kaki terdapat pada bagian bawah toraks. Kupu kupu memiliki kaki yang
begitu halus, sehingga tumbuhan yang ia hinggapi takan mungkin rusak, seperti bunga.
2. Otot terbang ada pada akar kedua pasang sayap yang menempel pada segmen kedua
dan ketiga. Sayap tetap merupakan bagian paling penting sehubungan dengan
identifikasi, karena ukuran, bentuk dan warna. Sayap yang lebar melebihi dari
tubuhnya, terdiri dari sayap bagian atas serta bawah. Dengan adanya dua sayap
tersebut, kupu kupu akan mudah melakukan terbang.
3. Penapasan kupu kupu memanfaatkan trakea yang terdapat pada bagian dada. Trakea
merupakan sejenis rongga tempat masuk oksigen, kupu juga membutuhkan oksigen
dalam kadar banyak
Abdomen mengandung bagian terbesar dari sistem pencernaan dan sistem pengeluaran.
Di ujung dari abdomen, ditemukan genitalia (alat seksual). Karakteristik internal dari
genitalia, angat berguna membantu identifikasi kupu-kupu.
b. Peran Kupu Kupu Bagi Bunga
Kupu-kupu memiliki peran penting bagi bunga. Berikut ini 4 Fungsi Kupu-Kupu Bagi
Bunga yang perlu kita ketahui:
1. Pada umumnya kupu-kupu membantu dalam proses penyerbukan pada bunga dan
tanaman yang mempunyai hasil akhir terjadinya suatu pembijian yang kemudian dapat
meneruskan keberadaaan dan melestarikan suatu jenis spesies dari tanaman tersebut.
2. Secara langsung kupu-kupu membantu bunga dalam menyebarkan serbuk sari
sehingga dapat menemui putik dan kemudian terjadilah suatu proses penyerbukan
dengan maksimal dan sempurna.
3. Mencegah kemungkinan layunya bunga yang mengakibatkan bunga tersebut dengan
kandungan putik dan juga benang sari mati tanpa dapat menghasilkan biji buah.
Sehingga tidak dapat meneruskan keberlangsungan hidup spesies tanaman tersebut.
34
4. Sebagai contoh yang sempurna dari terjalinnya hubungan simbiosis mutualisme antara
hewan dan tanamanya itu bunga dan kupu-kupu. Hal ini karena kupu-kupu
membutuhkan nektar yang manis dari bunga begitu pun sebaliknya bahwa kupu-kupu
dapat membantu dalam penyerbukan tanaman. Proses inilah yang dapat membantu
menghasilkan kembali generasi biji baru sehingga dapat melestarikan spesies tanaman
tersebut.
c. Manfaat Kupu-Kupu Yang Perlu Diketahui.
1. Kupu-kupu memiliki manfaat menyerbuki bunga, seperti yang kita ketahui, seekor
kupu-kupu sangat erat sekali kaitannya dengan bunga.
2. Kupu-kupu berperan penting dalam menjaga kelangsungan ekosistem, sebab mereka
memerankan peranan ganda dalam sebuah rantai makanan. Baik sebagai mangsa
ataupun sebagai predator.
3. Kupu-kupu menjadi objek penelitian para ilmuan, dimana dimanfaatkan untuk
memantau perubahan iiklim yang terjadi.
4. Kupu-kupu dapat menyediakan anti biotik. Meskipun tentu tidaklah setiap jenis kupu-
kupu menyedikan hal ini. Sementara ini kupu-kupu yang memiliki antibiotik ialah
kupu-kupu besar asal Inggris dengan ciri-ciri memiliki warna coklat.
5. Membantu menyingkirkan serangga atau hama pengganggu.
6. Kupu-kupu dapat membantu membersihkan lingkungan dari limbah.
7. Kupu-kupu memiliki manfaat, salah satunya menjadi inspirasi bagi para seniman.
2) Kumbang
a. Bagian Tubuh Kumbang dan Fungsinya
Ada 8 bagian pada anatomi kumbang koksi (Ladybug
Anatomy), atau yang orang awam menyebutnya
sebagai kumbang kepik walaupun sebenarnya kumbang ini
sama sekali bukan dari bangsa kepik (ordo Hemiptera) tetapi
dari ordo Coleoptera (famili Coccinellidae) yang di negara-
negara barat dikenal dengan nama ladybird atau ladybug.
Ukuran panjang semua jenis kumbang koksi ini kurang dari
¼ inci (0.635 cm), dengan bentuk oval atau bulat, dan
mempunyai 6 buah kaki yang pendek.
Kumbang koksi biasanya berwarna sangat cerah, seperti merah atau oranye, dan kadang
mempunyai pola disayapnya, seperti misalnya bintik-bintik hitam. Warna dan polanya
diperkirakan untuk memperingatkan pemangsa akan rasa yang tidak enak dan racun yang
dimilikinya. Kadang kumbang koksi ada juga yang tidak mempunyai pola sama sekali
dengan warna sayap kuning, coklat atau hitam.
8 bagian tubuh kumbang koksi adalah kepala (head), antena (antenna), mata (eyes),
pronotum, dada (thorax), sayap depan atau elitra (elytra), sayap belakang (wings), dan kaki
(legs).
1. Kepala (Head)
Kepala kumbang koksi bulat dan tipis dimana terdapat mulut, mata dan antena.
2. Antena (Antenna)
Antena adalah alat bantu kumbang koksi untuk mencium dan merasakan keadaan di
sekitarnya. Kumbang koksi tidak bisa melihat sebaik mereka mencium dan merasakan.
Dengan mencium dan merasakan itulah mereka dapat menemukan serangga kecil
makanannya.
3. Mata (Eyes)
Kumbang koksi memiliki sepasang mata tetapi tidak dapat dipakai untuk melihat dengan
baik. Kumbang koksi hanya dapat melihat perbedaan antara gelap dan terang saja,
seperti halnya pada foto hitam putih, tetapi mereka tidak dapat melihat warna sama
sekali.
35
4. Pronotum
Pronotum adalah bagian yang berada tepat dibelakang kepala datar kumbang koksi yang
membuat kepalanya terlihat bulat. Pronotum sebenarnya melindungi kepala kumbang
koksi dan membantu untuk menyembunyikannya. Kadang terdapat bintik juga pada
pronotum.
5. Dada dan Perut (Thorax and Abdomen)
Dada dan perut merupakan bagian tubuh tempat dimana kaki dan sayap melekat, dan
tempat dimana sistem pencernaan, organ reproduksi, dan jelly yang lengket dan beracun
berada.
6. Sayap depan atau elitra (Elytra)
Sayap kumbang koksi tersembuyi dibawah sayap elitra-nya. Sayap elitra ini adalah
penutup keras yang melindungi sayap dan juga dirinya dari pemangsa. Sayap ini juga
merupakan tempat dimana kumbang koksi menampilkan warna dan polanya untuk
memberi peringatan kepada pemangsanya.
7. Sayap belakang (Wings)
Sayap ini merupakan alat yang membantu kumbang koksi untuk terbang. Sayap
belakang ini berwarna transparan dan biasanya dilipat di bawah sayap depan (elitra) jika
sedang tidak dipakai. Saat terbang, ia mengepakkan sayap belakangnya secara cepat,
sementara sayap depannya yang kaku tidak bisa mengepak dan direntangkan untuk
menambah daya angkat. Saat terbang, kumbang koksi terlihat seperti tidak memiliki
arah terbang yang baik. Mereka terbang dengan kikuk.
8. Kaki (Legs)
Kumbang koksi memiliki kaki yang pendek. Di kakinya terdapat rambut-rambut halus
berukuran mikroskopis (hanya bisa dilihat dengan mikroskop) yang ujungnya seperti
sendok. Rambut ini menghasilkan bahan berminyak yang lengket sehingga kumbang
koksi dapat berjalan dan menempel di tempat-tempat sulit seperti di kaca atau di langit-
langit. Kaki pendek kumbang koksi selain membantunya untuk berjalan, juga
membantunya untuk mencium. Dan ketika ada pemangsa yang menangkapnya, jelly
yang berasa tidak enak dan beracun akan mengalir keluar dari kaki-kakinya yang kadang
dapat menyelamatkan hidupnya.
b. Peran Kumbang dalam Kelestarian Lingkungan
1. Salah satu jenis serangga yang bermanfaat untuk lingkungan lainnya adalah kepik
ladybug. Kepik jenis ini akan menjadi predator dan memakan berbagai jenis serangga
berbeda yang mengganggu tanaman di rumah. Kepik ini juga memiliki darah dengan
aroma yang sangat kuat dan mempunyai fungsi untuk mengusir berbagai hewan predator
berbahaya di halaman rumah.
2. Kepik pembajak adalah salah satu serangga yang paling umum ditemui ketika sudah
memasuki musim kemarau. Serangga ini akan mengonsumsi berbagai jenis telur dari
hama pengganggu yang menempel pada daun di tanaman. Tidak hanya itu saja, serangga
ini juga akan berperan sebagai predator bagi serangga berbahaya lainnya yang bisa
mengganggu tanaman-tanaman.
3. Kumbang tanah. Keberadaan dari kumbang tanah sangatlah membantu untuk menjaga
kesehatan tanah, karena kumbang jenis ini akan menyerang ulat-ulat hama yang sering
memakan batang dan daun dari tanaman. Tanpa adanya ulat yang mengganggu maka
otomatis tanaman akan bisa tumbuh dengan lebih baik.
4. Kumbang kotoran memiliki peran penting menjaga keseimbangan ekosistem di bumi
dengan bertindak sebagai pendaur ulang nutrisi alam.
36
3) Burung
a. Bagian-bagian Tubuh Burung Serta Fungsinya
Berikut fungsi bagian tubuh burung :
1. Paruh; berfungsi untuk mengambil makanan. Paruh burung sesuai dengan jenis
makanannya.
2. Sayap; berfungsi untuk bergerak (terbang). Burung terbang dengan cara mengepakkan
sayapnya.
3. Ekor; berfungsi menjaga keseimbangan burung saat terbang.
4. Kaki; berfungsi untuk berjalan dan hinggap
5. Telapak burung; berfungsi untuk cakar burung berfungsi untuk mencengkeram
mangsanya (burung elang)
6. Mata; berfungsi untuk melihat benda-benda di sekitarnya. Beberapa burung memiliki
penglihatan yang sangat tajam seperti elang.
7. Bulu; berfungsi melindungi dan menutupi tubuh burung.
Ada beberapa jenis antara lain:
Bulu halus yang berfungsi memberi bentuk tubuh.
Bulu kontur atau bulu penutup disebut juga.
Bulu halus terletak di bawah bulu kontur ini, yang memiliki fungsi sebagai penjaga
tubuh burung tetap hangat, sedangkan filoplum lebih berfungsi sebagai sensor atau
indera yang tumbuh di tempat tersendiri saja.
b. Peran Burung Bagi Keseimbangan Lingkungan
Secara umum burung berperan penting dalam siklus ekologi, khususnya rantai makanan.
Berikut merupakan peran burung bagi keseimbangan lingkungan atau ekosistem:
1. Burung juga merupakan agen biologi penting sebagai pengontrol berbagai hama, seperti
misalnya tikus dan ulat.
2. Membantu penyebaran berbagai jenis tumbuhan. Mereka mencari pakan dengan
memakan berbagai jenis buah buahan dan secara tidak langsung biji buah buahan
tersebut akan tersebar dimana burung itu berada. Bersama dengan kotoran burung
tersebut, biji buah buahan seperti mendapat pupuk alami yang berperan dalam
perkecambahan biji diawal pertumbuhan.
3. Untuk jenis burung pemakan madu juga berperan dalam membantu proses penyerbukan
tanaman, contohnya burung kolibri.
37
4) Laba-laba
a. Ciri Khusus Laba Laba
Laba-laba adalah jenis bintang invertebrata yang berbuku-buku (arthropoda). Ciri yang
paling dikenal dari laba-laba adalah memiliki kaki yang berjumlah delapan, dan memiliki
kemampuan untuk membuat jaring. Laba-laba adalah hewan karnivora (pemakan daging),
tetapi tidak bisa melompat atau terbang. Jadi dia mempunyai kemampuan khusus untuk
menangkap mangsanya. Berikut adalah karakteristik laba-laba.
1. Memiliki Bisa
Dari puluhan ribu spesies, hanya 150 spesies laba-laba yang tidak mempunyai bisa. Bisa
tersebut berada di taringnya. Itu dapat ditemukan di taring laba-laba. Meski begitu, hanya
200 spesies laba-laba yang mempunyai bisa yang dapat digunakan untuk membunuh
mangsanya dan juga berbahaya bagi manusia.
Ini dapat disuntikkan dengan laba-laba melalui taring biasanya sambil mencerna dan
menghancurkan bagian dalam tubuh mangsa. Kemudian, perlahan-lahan, cairan tubuh
bersama dengan penghancuran organ-organ internal diserap oleh predator.
Berjam-jam laba-laba menghisap cairan sampai mayat mangsanya mengering. Laba-laba
yang memiliki rahang kuat (chelicera), dapat menghabiskan makanannya dengan lebih
cepat merusak dan menghancurkan tubuh mangsa dengan rahang dan taringnya. Sisanya
berupa bola-bola kecil yang merupakan tubuh mangsa yang telah mengisut.
2. Membuat Jaring
Laba-laba dapat membuat jaring dari air
liurnya yang sangat lengket. Fungsinya
memudahkannya untuk menjebak
mangsanya yang berukuran serangga
kecil yang berjalan melewati jaringnya.
Dengan demikian, laba-laba dapat
dengan mudah menangkap mangsanya.
Beberapa laba-laba penenun juga
memiliki kemampuan untuk membungkus tubuh mangsanya dengan memelintir benang
sutera. Kemampuan ini sangat berguna jika mangsa memiliki alat pertahanan diri yang
berbahaya, seperti lebah yang memiliki sengatan; atau jika laba-laba ingin menyimpan
mangsanya untuk beberapa saat sambil menunggu waktu yang diinginkan untuk
menikmatinya nanti.
3. “Mulut” Berbentuk Seperti Alat Penghisap
Laba-laba tidak memiliki mulut atau gigi. Laba-laba memiliki “mulut” yang berfungsi
sebagai perangkat penghisap. Laba-laba hanya dapat mengonsumsi cairan, karena mulut
tidak dirancang untuk mengunyah. Karena itu, di dalam tubuhnya, serangga yang diburu
dihancurkan oleh cairan yang dihasilkan oleh laba-laba dalam bentuk cair, hanya dengan
demikian ia dapat dicerna oleh saluran pencernaan laba-laba.
Ia memakan mangsanya dengan cara mengisap cairan tubuh mangsanya.
4. Indera Peraba pada Kakinya yang Sensitif
Kebanyakan laba-laba memiliki penglihatan yang
buruk. Kemudian, untuk mencari tahu apakah ada
mangsa yang terperangkap dalam jaringnnya, ia
mengunakan indera peraba di kaki mereka,
fungsinya untuk mendeteksi getaran di jaring
mereka.
Mata pada laba-laba umumnya merupakan mata
tunggal (mata berlensa tunggal), dan bukan mata majemuk seperti pada mata serangga
pada umumnya. Kebanyakan laba-laba mempunyai pandangan yang sangat tidak baik,
tidak dapat membedakan warna, atau hanya sensitif pada gelap dan terang.
38
Laba-laba yang hidup di goa bahkan terkadang ada yang buta. Pengecualian ditemui
dalam spesies laba-laba pemburu yang mempunyai penglihatan tajam dan bagus,
termasuk dapat mengenali warna.
Untuk menandakan kehadiran mangsa pada umumnya, laba-laba itu mengandalkan
getaran, baik pada jaring-jaring suteranya maupun pada tanah, air, atau tempat yang
dihinggapinya. Terdapat juga labah-laba yang dapat merasakan perbedaan tekanan udara.
Indra peraba laba-laba terletak pada bulu-bulu di kakinya.
5. Memiliki dua Segmen Tubuh
Laba-laba hanya memiliki dua segmen tubuh,, yaitu
kepala (cephalothorax) dan abdomen (perut). Kedua
bagian tubuh dipisahkan oleh pinggang yang terlihat
kurus, yang juga disebut pedicel.
Cephalothorax adalah bagian dari tubuh yang merupakan
kepala dan dada menjadi satu, yang berarti bahwa tidak
ada batasan yang jelas untuk bagian mana dari kepala dan
bagian mana dari dada. Sedangkan perut adalah bagian
tubuh paling belakang (posterior) yang ada di belakang
cephalothorax, jika pada mamalia dan vertebrata abdomen
dapat disebut perut.
6. Hewan Karnivora
Hal pertama yang harus diingat adalah laba-laba bukanlah serangga atau insekta, tetapi
Arachnida. Laba-laba memakan serangga.
Laba-laba adalah hewan predator (karnivora), kadang-kadang bahkan kanibal. Mangsa
utamanya adalah serangga. Hampir semua jenis laba-laba, kecuali sekitar 150 spesies
suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan subordo Mesothelae, dapat menghisap musuh
atau mangsa melalui taring mereka. Namun, dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya
sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia.
7. Mempunyai Sampai Delapan Mata
Secara umum, laba-laba memiliki delapan mata. Namun, ada juga yang kurang dari 8 atau
bahkan tanpa mata. Dalam proses identifikasi laba-laba, jumlah dan susunan mata mereka
adalah parameter penting yang harus diperhitungkan.
39
8. Dapat Membuat Benang Sutra
Semua jenis laba-laba dapat membuat benang
sutera. Pemintal dalam tubuh Laba-laba berada di
ujung perut.
Tidak semua laba-laba membuat sarang seperti
yang sering kita lihat, jaring. Bahkan, mereka
dapat menghasilkan benang, namun bukan
berarti mereka juga membuat sarang yang
berjaring.
Beberapa spesies laba-laba bahkan hidup di bawah tanah, dan tentu saja mereka tidak
membuat sarang berjaring.
9. Memiliki Delapan Kaki
Laba-laba memiliki delapan kaki, masing-masing
dibagi menjadi 7 bagian, yaitu coxa (yang melekat
pada cephalothorax), trochanter, femur, patela, tibia,
metatarsal, dan tarsus.
Dan di setiap ujung kaki ada cakar, bisa 2 atau 3 cakar.
Untuk laba-laba yang membangun sarang, mereka
biasanya memiliki 3 cakar di setiap ujung kakinya.
10. Habitat Asli Laba Laba
Habitat laba-laba yang hidup atau ekologi laba-laba
memiliki karakteristik tertentu. Laba-laba dapat
beradaptasi dengan habitat yang berbeda, tetapi
sangat sensitif terhadap gangguan yang terjadi di
lingkungan mereka. Dalam hal gangguan
lingkungan yang berdampak negatif pada
kelimpahan laba-laba, antara lain: pengelolaan
tanah, pemangkasan tanaman dan penggunaan
pestisida sintetis.
Bagi laba-laba yang hidup di serasah, daun yang gugur di hutan adalah habitat yang
cocok untuknya. Jumlahnya meningkat lebih banyak ketika lapisan serasah semakin
tebal karena lebih banyak tempat tersedia untuk bersembunyi dan terhindar dari suhu
yang ekstrim.
b. Peran Laba-laba bagi keseimbangan lingkungan
Sebelum membahas peran laba-laba bagi keseimbangan alam, berikut uraian tentang
manfaat laba-laba yang berada di lingkungan kita.
1. Dengan jaring-jaringnya laba-laba dapat menjebak nyamuk, lalat, laron, dan serangga
lainnya.
2. Sebagai predator laba-laba dapat memangsa atau membunuh semut, siput kecil,
cacing, kecoak dan lipan.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, maka peran laba-laba bagi keseimbangan ekosistem
adalah:
1. Sebagai pembasmi hama tanaman berupa serangga dan ulat.
2. Sebagai hewan kanibal, laba-laba memusnahkan spesiesnya sendiri saat terjadi
kelebihan populasi, untuk menciptakan keseimbangan (jumlah) alamiah.
40
BAHAN AJAR
Kelas : IV
Muatan Pelajaran : IPA
Semester :I
TEMA : 4_ BERBAGAI PEKERJAAN
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Sub Tema: 1_ Jenis-jenis Pekerjaan
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)
3.8 Memahami pentingnya upaya Mengidentifikasi pentingnya keseimbangan alam dan 1
keseimbangan dan pelestarian sumber kelestarian sumber daya alam. 3
daya alam di lingkungannya Mengidentifikasi pentingnya menjaga keseimbangan
dan sumber daya alam di lingkungan sekitar.
4.8 Melakukan kegiatan upaya pelestarian Memberikan contoh kegiatan menjaga kelestarian 1
3
sumber daya alam bersama orang- sumber daya alam.
orang di lingkungannya Mempraktikkan pelestarian sumber daya alam di
lingkungan sekitar.
Sub Tema: 2_ Pekerjaan Di Sekitarku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)
3.8 Memahami pentingnya upaya Mengidentifikasi dampak pemanfaatan teknologi bagi
keseimbangan dan pelestarian sumber keseimbangan alam dan kelestarian sumber daya 1
daya alam di lingkungannya alam.
Mengidentifikasi pentingnya pembatasan penggunaan
sumber daya alam sebagai langkah pelestarian sumber 3
daya alam.
4.8 Melakukan kegiatan upaya pelestarian Memberikan contoh pemanfaatan teknologi yang 1
sumber daya alam bersama orang- ramah lingkungan bagi kelestarian sumber daya alam.
orang di lingkungannya Mempraktikkan pembatasan penggunaan sumber daya 3
alam dalam kehidupan sehari-hari.
Sub Tema: 3_ Pekerjaan Orangtuaku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)
3.8 Memahami pentingnya upaya Mengidentifikasi dampak pemanfaatan sumber daya 1
keseimbangan dan pelestarian sumber alam yang tidak terkontrol. 3
daya alam di lingkungannya Mengidentifikasi pentingnya pemanfaatan barang
bekas sebagai usaha pelestarian sumber daya alam
4.8 Melakukan kegiatan upaya pelestarian Memberikan tulisan kegiatan pencegahan
sumber daya alam bersama orang- berkurangnya sumber daya alam dalam kehidupan 1
orang di lingkungannya sehari-hari.
Mengomunikasikan contoh kegiatan pemanfaatan 3
sampah sebagai upaya pelestarian sumber daya alam
41
B. MATERI
1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara garis besar dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor ini memiliki peran
masing-masing dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berikut adalah uraian
kedua faktor ini dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
a. Faktor Internal
1) Gen
Gen merupakan substansi pembawa sifat yang diturunkan dari induk ke generasi
selanjutnya. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup dimana pada tanaman
mempengaruhi bentuk tubuh, warna bunga, dan rasa buah. Gen juga menentukan
kemampuan metabolisme sehingga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
tanaman tersebut. Tanaman yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan
berkembang cepat sesuai dengan periodenya.
Meskipun faktor dari gen sangat penting, namun faktor ini bukan satu-satunya yang
menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Di samping itu ada faktor
lingkungan yang ikut berpengaruh. Misalnya pada tanaman yang memiliki sifat unggul,
hanya dapat tumbuh dengan cepat, berbuah lebat, dan rasanya manis di lahan yang subur
dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisinya tidak sesuai,
pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini tidak akan optimal.
2) Hormon
Hormon merupakan zat yang berperan dalam mengendalikan berbagai fungsi di dalam
tubuh. Meskipun jumlahnya sedikit, hormon memberikan pengaruh nyata dalam
pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan pada tanaman ada beragam jenisnya.
1. Auksin, berperan untuk memacu proses pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi
sel.
2. Giberlin, berperan untuk pembentukan biji serta perkembangan dan perkecambahan
embrio.
3. Etilen, berperan untuk pematangan buah dan perontokan daun.
4. Sitokinin, berperan untuk pembelahan sel atau sitokenesis, seperti merangsang
pembentukan akar dan cabang tanaman.
5. Asam absisat, berperan untuk proses penuaan dan gugurnya daun.
6. Kaolin, berperan untuk proses organogenesis tanaman.
7. Asam traumalin, berperan untuk regenerasi sel apabila mengalami kerusakan jaringan.
b. Faktor Eksternal
1) Nutrisi
Nutrisi merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh.
Kualitas dan kuantitas nutrisi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Tanaman membutuhkan nutrisi berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air.
Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida diubah menjadi zat makanan. Zat hara
tidak berperan langsung dalam proses fotosintesis, namun sangat diperlukan agar tanaman
dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
2) Cahaya Matahari
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tanaman
sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya
ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon
auksin yang terdapat pada ujung batang.
3) Air dan Kelembaban
Air dan kelembaban merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air
sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan
hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh.
42
Kelembaban mempengaruhi keberadaan air yang dapat diserap oleh tanaman mengurangi
penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel.
Kelembaban juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.
4) Suhu
Suhu memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Contohnya pada padi yang ditanam pada awal musim kemarau dimana suhu rata-rata tinggi
akan lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan dimana suhu
rata-rata lebih rendah. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan
perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada
tanaman dipengaruhi oleh suhu.
5) Tanah
Tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman akan
tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan
kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain,
misalnya suhu, kandungan mineral, air, dan derajat keasaman atau pH.
2. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman
Suhu memiliki pengaruh penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama
dalam beberapa proses fisiologis di bawah ini:
1. Buka dan menututupnya stomata
2. Kinerha enzim
3. Transpirasi
4. Penyerapan air dan nutrisi (unsur hara)
5. Pembentukan primordia bunga
6. Respirasi
7. Fotosintesis
8. Cita rasa tanaman
Pada tanaman hortikultura suhu merupakan faktor penting dalam pembentukan primordia bunga,
dimana dalam pembentukan bunga tanaman dibutuhkan suhu optimal yaitu suhu yang dibutuhkan
tanaman dalam pembentukan primordia bunga.
Dalam pembentukan bunga, tanaman memerlukan suhu optimal untuk pembentukan primordia
bunga. Suhu tinggi pada tanaman dapat merusakkan enzim sehingga metabolisme tidak
berjalan baik. Sedangkan, suhu rendah pun menyebabkan enzim tidak aktif dan
metabolisme terhenti.
Suhu yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman dikenal sebagai suhu
kerdinal yaitu meliputi suhu optimum, suhu minimum dan suhu maksimum.
Suhu kardinal berbeda-beda tergantung pada jenis tanamannya. Suhu di bawah batas maksimum
atau di atas optimum tidak baik untuk tanaman, keadaan ini disebut suhu ekstrim.
Pengaruh faktor suhu pada tanaman menimbulkan gangguan-gangguan pada tanaman baik secara
morfologi maupun fisiologinya.
Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat dibedakan sebagai
berikut:
a. Suhu Optimum
Batas suhu yang membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman diketahui sebagai suhu
optimum. Pada batas ini semua proses dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman akan
berjalan baik dari segi morfologi muapun fisiologinya.
Proses fisiologi tersebut antara lain yaitu :
Fotosintesis
Respirasi
Penyerapan air
Transpirasi
Pembelahan sel
Pemanjangan sel dan
Perubahan fungsi sel
43
Tanaman yang menghendaki batas suhu optimum yang rendah (tanaman musim dingin), yaitu
tanaman yang tumbuh baik pada suhu 45-600F. Sedangkan, tanaman yang menghendaki batas
suhu optimum yang tinggi (musim panas), yaitu tanaman yang tumbuh baik pada suhu antara
600F sampai 750F
Berikut tipe-tipe tanaman dan suhunya:
Tanaman Musim Dingin (suhu Optimum = 45-600F)
Tanaman buah-buahan Tanaman sayuran Tanaman hias
Apel, pear dan strawbery Kubis, wortel, kentang dll Gramenium, petunia
Tanaman Musim Dingin (suhu Optimum = 60-750F)
Apricot, grape, citrus Tomat, waluh, ketimun Rose, orchid
b. Batas suhu yang merugikan
Batas suhu yang tidak merugikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat
dibedakan baik secara morfoligi dan fisiologinya.
Suhu di atas Maksimum berpengaruh terhadap :
1. Respirasi yaitu terjadinya proses respirasi dan absobsi air yang tinggi sehingga terjadi
proses-proses perombakan protein dan terhambatnya kinerja enzim (denaturasi).
2. Terganggunya pembentukan sel generatif yang terjadi karena rusaknya pembelahan sel
secara mitosis sehingga biji akan mandul atau kosong.
3. Terjadinya translokasi yaitu terganggunya proses pengangkutan dan penyebarann
assimilat (hasil fotosintesis) dari sumber fotosintesis ke bagian-bagian tanaman yang
menggunakan atau menyimpan cadangan makanan seperti : buah, batang dan umbi.
4. Terjadinya mutasi gen akibat adanaya suhu yang terlalu tinggi yang menyebabkan
berubahnya susunan genetik tanaman atau adanya sinar gamma.
5. Tanaman kekurangan unsur hara, karena suhu tinggi dapat mengganggu perombakan-
perombakan senyawa-senyawa penting bagi tanaman.
6. Tanaman menjadi layu akibat suhu yang tinggi sehingga absorbsi air yang rendah dan
tingginya evapotranspirasi.
Sedangkan suhu di bawah minimum berpengaruh terhadap :
1. Perlambatan pertumbuhan dan perkembangan serta menghambat pembungaan tanaman.
2. Absorbsi unsur hara dan air terganggu karena air akan membekupada suhu dibawah
minimum dan akar tanaman akan membeku yang menyebabkan fikositas menjadi naik.
Penyerapan unsur hara juga terganggu karena bakteri-bakteri pengurai akan mengalami
dormansi atau istrihat.
3. Respirasi menurun karena kebutuhan air dan udara dalam tubuh tanaman menjadi rendah
seiring rendahnya aktivitas-aktivitas dalam tubuh tumbuhan.
4. Perkecambahan benih akan teganggu dimana embrio akan rusak yang disebabkan
rusaknya membran sel dalam biji.
5. Sufokasi (suffocationI)lambatnya pertumbuhan tanaman karena suhu udara yang rendah
pada tanah dan kekurangan oksigen.
6. Dedikasi yaitu terjadinya kekeringan fisiologis karena absorbso air terhambat karena
kurangnya permeabilitas selaput akar atau karena naiknya visikositas air dalam air bahkan
membeku.
3. Jenis Tanaman yang dapat dibudidayakan Sesuai dengan Ketinggian Daerahnya
Daerah dengan ketinggian 0-700 mdpl, suhu udara berkisar antara 22ºC-26,3ºC.
Tanaman pertanian yang cocok dibudidayakan adalah padi, tebu, kelapa, cokelat, dan jagung.
Derah dengan ketinggian 700-1500 mdpl, suhu udaranya berkisar antara 17,1 ºC-22 ºC
Tanaman yang cocok untuk dibudidayakan adalah teh, kina, kopi, karet, cokelat, dan sayuran.
Daerah dengan ketinggian 1500-2500 mdpl, suhu udara berkisar 11,1ºC-17,1 ºC
44
Tanaman yang dapat tumbuh adalah pohon pinus, cemara, dan beberapa jenis sayuran seperti
kentang.
Derah Dingin dengan ketinggian >2500 mdpl, suhu udaranya berkisar antara 6,2ºC-11,1ºC
Jenis tanaman yang dapat tumbuh bukan dari golongan tanaman budidaya.
Tanaman yang bisa tumbuh di ketinggian ini adalah lumut (bryophyta).
a. Tanaman daerah dataran rendah
Tanaman pertanian yang dapat tumbuh di ketinggian tertentu. Pada zona iklim panas, yaitu di
wilayah dataran rendah umumnya dapat ditemukan tanaman pangan yang dibudidayakan.
Salah satunya adalah padi. Tanaman padi hanya bisa tumbuh di wilayah yang berdataran
rendah dengan kondisi suhu udara cenderung hangat, dan pengairan yang cukup.
Pertumbuhan tanaman padi akan baik apabila curah hujan tahunannya mencapai 2000 mm
atau tidak kurang dari 200 mm/bulan. Tanaman padi tidak akan tumbuh dengan optimal
apabila tidak menerima hujan selama 20 hari.
Oleh karena itu dibutuhkan antisipasi berupa irigasi yang dapat mengalirkan air terus menerus.
Apabila curah hujan hariannya mencapai 200 mm akan mengakibatkan tanaman padi menjadi
stress dan meningkatkan potensi terjadinya penyakit yang disebabkan oleh tingginya
kelembaban, seperti busuk batang (stem rot).
b. Tanaman daerah dataran tinggi
Tanaman yang dapat tumbuh dengan baik di ketinggian 1500-2000 mdpl diantaranya:
Tanaman teh yang memiliki nama ilmiah Camellia sinensis banyak digemari oleh
masyarakat. Umumnya jenis teh yang dikonsumsi di Indonesia adalah teh hitam,
sedangkan jenis teh putih dan teh berkualitas tinggi lainnya dipilih untuk diekspor ke
negara lain. Menurut data dari Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI pada tahun
2014 tercatat produksi teh Indonesia mencapai 143.751 ton dengan luas perkebunan teh
sebesar 121.034 ha.
Sentra produksi dan pengembangan teh Indonesia dipegang oleh provinsi Jawa Barat
dengan luas lahan perkebunan mencapai 70% dari total luas lahan perkebunan teh nasional.
Selanjutnya adalah provinsi Jawa Tengah dan Sumatera Utara. Daerah penghasil daun teh
terbaik ini berada di kawasan Puncak, Jawa Barat. Tanaman teh hanya bisa tumbuh di
dataran tinggi atau berbukit dengan curah hujan yang tinggi dan dapat dipanen pertama
kali saat mencapai umur empat tahun.
Kentang; termasuk ke dalam genus Solanaceae (berkerabat dengan tomat dan cabai).
Tanaman kentang akan tumbuh dengan optimal apabila suhu udaranya berkisar 15ºC-22ºC.
Stroberi; pada suhu 20ºC
Wortel; pada suhu 15-21,1 ºC
kubis, dan apel; pada suhu 20ºC
Dataran tinggi sudah pasti akan menerima curah hujan yang tinggi pula. Tanaman hortikultura
tersebut dapat tumbuh dengan baik apabila mendapat curah hujan sebesar 1000-1500
mm/tahun.
45
4. Sumber Daya Alam dan Upaya pelestarian
Berikut ini adalah beberapa upaya untuk melestarikan sumber daya alam.
a. Penghematan
Pemanfaatan sumber daya alam perlu dibarengi dengan penghematan. Terlebih lagi untuk
sumber daya alam yang tidak terbarukan. Penghematan dilakukan agar ketersediaannya
sumber daya alam terjaga dalam waktu lama. Jika sumber daya alam habis, masyarakat
Indonesia akan mengalami kesulitan.
b. Perlindungan
Meskipun bersifat terbarukan, sumber daya alam berupa hewan dan tumbuhan dapat
mengalami kepunahan. Salah satu langkah untuk mencegah hal tersebut perlu dibuat area
khusus untuk perlindungan. Contoh perlindungan terhadap hewan dan tumbuhan dapat berupa
Taman Nasional, Cagar Alam, dan Suaka Margasatwa.
c. Pemeliharaan
Pemeliharaan akan aset yang tak ternilai harganya sangat penting dilakukan untuk
kelangsungan hidup generasi berikutnya. Hutan produksi yang ada harus dijaga dari
penebangan liar dan kebakaran hutan. Penebangan harus dilakukan dengan cara tebang pilih
agar pohon yang berusia muda tidak rusak. Pemeliharaan hewan-hewan yang hamper punah
dilakukan dengan usaha penangkaran.
5. Usaha Pelestarian SDA (Sumber Daya Alam)
Pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal akan memberikan manfaat bagi
manusia, misalnya untuk kesejahteraan. Akan tetapi, pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti
dengan tanggung jawab untuk tetap menjaga kelestariannya. Eksploitasi sumber daya alam yang
berlebihan tanpa disertai tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam akan berdampak buruk
terhadap kehidupan manusia.
Beberapa dampak buruk dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan sebagai berikut.
1. Terjadinya disfungsi hutan sebagai paru-paru dunia dan sumber resapan air akibat
penggundulan hutan. Penggundulan hutan juga dapat mengakibatkan bencana kekeringan,
banjir, dan tanah longsor.
2. Terjadinya pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan bakar yang berlebihan.
Penggunaan bahan bakar seperti minyak bumi dan batu bara menimbulkan polusi udara yang
cukup tinggi yang dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup dan keseimbangan alam.
Pencemaran udara dapat mengganggu kesehatan dan juga menimbulkan peningkatan suhu
bumi secara global.
3. Terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan air akibat penggunaan bahan peledak
dalam mengeksploitasi ikan dan terumbu karang di lautan. Selain membunuh ikan-ikan besar
untuk kebutuhan konsumsi, penggunaan bahan peledak juga turut memusnahkan ikan-ikan
kecil yang ada di wilayah perairan. Kondisi ini akan menimbulkan krisis terhadap sumber
daya ikan dan menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem lautan. Selain itu, peledak yang
dibuat dari bahan-bahan kimia akan mencemari lingkungan perairan yang dapat mengganggu
makhluk hidup yang ada di dalamnya.
4. Kerusakan tanah terjadi akibat eksploitasi tanah tanpa diikuti dengan peremajaan atau
perawatan. Kerusakan tanah dapat juga diakibatkan oleh sistem pertanian dengan metode
ladang berpindah. Dalam metode ladang berpindah, setelah digunakan sebagai lahan
pertanian, tanah yang sudah tidak subur dibiarkan begitu saja tanpa perawatan sehingga tanah
menjadi gersang dan tidak berfungsi.
Kerusakan alam tidak akan terjadi seandainya manusia dapat memanfaatkan sumber daya alam
secara bijaksana. Kita boleh memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal, tetapi harus
diikuti dengan tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya. Tanggung jawab menjaga
kelestarian alam adalah tanggung jawab seluruh masyarakat. Semua orang wajib ikut serta dalam
usaha pelestarian lingkungan sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya masing-masing.
Beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh manusia dalam melestarikan sumber daya alam adalah
sebagai berikut.
46
1. Melakukan reboisasi atau penghijauan terhadap daerah atau hutan yang gundul. Penebangan
hutan harus melalui prosedur yang benar, misalnya dengan memilih pohon yang sudah tua
dan membiarkan pohon yang masih muda. Penebangan pohon juga harus disertai dengan
penanaman kembali supaya di kemudian hari fungsi pohon yang ditebang dapat diganti oleh
pohon baru.
2. Tidak meninggalkan titik-titik api saat meninggalkan hutan, misalnya titik api setelah
mengadakan kegiatan kemah di kawasan hutan. Titik api tersebut dapat menyebabkan
kebakaran hutan, sehingga hutan gundul dan polusi udara.
3. Selain di wilayah hutan, penghijauan juga perlu dilakukan di daerah aliran sungai agar tidak
terjadi erosi yang menyebabkan pendangkalan sungai. Pendangkalan di sepanjang aliran
sungai dapat menimbulkan banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.
4. Untuk mengurangi pencemaran udara, penghijauan juga dapat dilakukan di daerah perkotaan.
Penghijauan dilakukan dengan menanam pohon di lahan-lahan kosong dan memperbanyak
jalur hijau.
5. Selain penanaman pohon, penggunaan bahan bakar minyak sebagai sumber polusi udara juga
harus dikurangi semaksimal mungkin. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan
membatasi jumlah kendaraan pengguna bahan bakar minyak, menggunakan kendaran secara
efektif dan efisien, atau mencari sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Industri-industri yang umumnya menggunakan bahan bakar minyak sebaiknya juga berlokasi
di wilayah yang jauh dari pemukiman masyarakat, untuk mencegah dampak yang buruk
terhadap kesehatan masyarakat.
6. Mencegah terjadinya pencemaran air dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah atau
limbah industri ke sungai. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari terjadinya
kebocoran minyak di daerah pertambangan lepas pantai.
7. Kerusakan tanah dapat dicegah dengan tidak melakukan kegiatan ladang berpindah. Setelah
ditanami suatu jenis tanaman, lahan pertanian sebaiknya ditanami dengan tanaman lain. Hal
tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan tanah akibat ketidakseimbangan nutrisi di
dalamnya. Sementara itu, untuk mencegah erosi dapat dilakukan dengan membuat sengkedan
atau terasering pada lahan pertanian miring.
Usaha melestarikan sumber daya alam dapat dilakukan sejak dini mulai dari hal-hal kecil. Usaha
tersebut dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menghemat penggunaan
barang-barang dari plastik dan logam, menggunakan kembali barang yang sudah digunakan, dan
melakukan daur ulang terhadap barang-barang yang sudah tidak terpakai. Ingatlah bahwa langkah
kecil kita dapat memberikan perubahan besar terhadap pelestarian lingkungan jika dilakukan
secara konsisten.
6. Dampak Pemanfaatan Teknologi Bagi Keseimbangan Alam Dan Kelestarian Sumber Daya
Alam
a. Dampak Positif Pemanfaatan Teknologi
1) Sumber daya alam tanah
Tanah merupakan tempat manusia hidup, tanah selain digunakan oleh manusia untuk
tempat mendirikan bangunan juga digunakan untuk lahan pekerjaan misalnya para petani
yang memanfaatkan lahan tanah yang luas untuk bercocok tanam. Dengan IPTEK kini
pertanian telah menggunakan teknologi modern, contoh yang ada di Indonesia antara lain
penggunaan traktor sebagai alat pembajak sawah yang di zaman dahulu belum ada dan
masih menggunakan kerbau yang membajak sawah atau lahan mereka.
2) Air
Air merupakan sumber daya alam penting bagi kehidupan manusia. Secara alami,
manusia dapat memperoleh air dari mata air, sungai, dan danau yang merupakan air
permukaan umum. Rakyat yang di lapisan bawah pada umumnya mengkonsumsi air
permukaan umum, karena tersedia di alam sehingga diperoleh secara gratis.
Dengan pengalaman dan kecerdasannya, manusia membuat sumur dekat dengan tempat
tinggalnya, mula-mula dengan membuat lubang di mana air bawah tanah tertampung,
kemudian membuat sumur yang mempergunakan pompa tangan yang kerjanya mekanis,
47
sekarang dengan pompa listrik yang memanfaatkan energi listrik, sehingga tenaga
manusia tidak dipakai.
Air bawah tanah merupakan air tanah preatik yang terdapat di atas lapisan kedap air
dengan permukaan bumi. Konsumennya pada umumnya golongan menengah. Perebutan
memperoleh air bersih di kota-kota besar makin terasa. Pompa tangan atau pompa listrik
dengan kekuatan kecil makin dikalahkan oleh jet pump, pompa listrik dengan kekuatan
tinggi, sehingga daya serapnya kecil. Yang menjadi konsumennya golongan atas atau
perusahaan seperti pabrik, hotel yang sangat memerlukan air.
Air bawah tanah demikian diperoleh dari air tanah artesis, yaitu air tanah yang terdapat
pada lapisan lolos air, terletak antara dua batuan kedap air. Kekayaan alam demikian
untuk pengambilannya sudah dikenakan pajak. Air artesis dapat muncul dekat pantai atau
di pulau.
3) Udara
Udara merupakan kebutuhan lain untuk makhluk hidup terdapat di atmosfer. Komposisi
gas dalam udara terutama terdiri dari oksigen sekitar 20%, karbon dioksida 0,03%, air
yang bergantung pada daerahnya. Komponen-komponen tersebut merupakan bahan baku
bagi kehidupan organisme. Dalam dunia kedokeran pun udara sangat penting untuk
mengisi tabung oksigen yang digunakan untuk membantu pernapasan pasien.
4) Bahan Tambang
Bahan tambang merupakan salah satu komoditi kekayaan suatu Negara dan pemanfaatan
yang dilakukan secara maksimal tentu akan menghasilkan hasil yang maksimal.
Dalam rangka pemanfaatan Sumber Daya Alam banyak Negara – Negara di dunia yang
telah menciptakan alat – alat canggih. Di Indonesia telah banyak bahan tambang antara
lain minyak bumi, batu bara, timah, emas, dll.
Dengan adanya bahan tambang yang dimiliki oleh suatu Negara, akan banyak juga
perindustrian yang mengelolanya.
5) Tumbuhan
Tumbuh-tumbuhan maupun binatang yang ada di bumi ini jika dimanfaatkan sebaik-
baiknya, ditingkatkan nilainya akan menghasilkan manfaat yang lebih besar dan hal itu
dapat dicapai dengan menggunakan teknologi mutakhir.
b. Dampak Negatif Pemanfaatan Teknologi
1) Adanya eksploitasi Sumber Daya Alam secara tidak bertanggungjawab sehingga banyak
Sumber Daya Alam yang pemanfaatannya kurang dapat dikendalikan.
2) Perusakan ekosistem. IPTEK akan berpengaruh pada kehidupan makhluk hidup terutama
ekosistem hewan dan tumbuhan. Contohnya SDA yang diperoleh di hutan, akan
menganggu ekosistem hewan – hewan yang ada didalamnya
3) Ditemukannya bahan-bahan tambahan pada makanan akan menimbulkan penyakit-
penyakit berbahaya, misalnya penggunaan zat warna tidak pada tempatnya aka
menimbulkan penyakit kanker.
4) Ditemukannya zat-zat pembasmi jasad pengganggu tanaman (pestisida).
Pestisida berdasarkan sasarannya dapat digolongkan menjadi
Insektisida : berguna untuk membasmi serangga
Rodentisida : untuk membunuh binatang pengerat
Larvasida : racun untuk membasmi larva
Herbisida : untuk memusnahkan rumput yang tidak diinginkan
Fungisida : untuk membunuh lumut, jamur
Obat-obatan tersebut memang bermanfaat dan menguntungkan namun juga merugikan,
baik petani maupun konsumen. Karena kecerobohan dalam pemakaian zat pembasmi
tersebut akan menyebabkan tercemarnya tanaman-tanaman, karena kurangnya
pengetahuan dari petani tersebut.
48
7. Contoh Akibat Dari Penerapan Iptek Terhadap Lingkungan
1. Kegiatan industri menyebabkan limbah berbahaya (logam-logam berat, zat radioaktif, air
buangan panas (thermal water waste), kepulan asap, kebisingan).
2. Pertambangan, berupa terjadinya kerusakan instalasi, kebocoran, pencemaran buangan
penambangan, rusaknya lahan-lahan bekas pertambahan dan pencemaran udara.
3. Transportasi, berupa pencemaran udara, suara dan naiknya suhu udara kota.
4. Pertanian, akibat dari naiknya pemakaian zat-zat kimia seperti pestisida, insektisida, herbisida,
fungisida sehingga terjadi pencemaran air dan tanah.
5. Perikanan, karena pendangkalan sungai, erosi, pembuangan limbah industry sehingga
meracuni ikan, polusi air.
6. Kehutanan akibat penebangan hutan tidak tebang pilih, pembukaan hutan untuk pertanian
sehingga berakibat turunnya kesuburan tanah, kelestarian air, produksi kayu, dan penurunan
kekayaan flora dan fauna.
7. Lautan akibat pencemaran air limbah pabrik, minyak dari tambang-tambang minyak dan
pencemaran dari kapal-kapal tanker.
8. Pemanfaatan Teknologi Yang Ramah Lingkungan Bagi Kelestarian Sumber Daya Alam
a. Pengertian
Teknologi berasal dari bahasa inggris yaitu Technology yang artinya Alat. Menurut J.J.
Honingmann "Teknologi adalah tindakan baku dengan apa manusia mengubah alam,termasuk
badannya sendiri,atau badan orang lain."
Adapun secara Istilah Teknologi merupakan Alat bantu yang dibuat atau diciptakan bagi umat
manusia dalam mengelola alam guna memenuhi kebutuhan hidupnya di dunia. dengan
demikian dapat diartikan Teknologi ramah lingkungan adalah sebuah alat bantu yang sengaja
dibuat oleh manusia untuk mengelola Alam guna memenuhi kebutuhan hidupnya juga
memberikan kebaikan bagi lingkungan fisik,lingkungan biologis,dan lingkungan sosial.
b. Kriteria Teknologi Ramah Lingkungan
Teknologi yang dalam penggunaannya dapat berhubungan baik dengan lingkungan fisik
manusia
Dalam penggunaannya sehari-hari bersahabat dengan lingkungan biologis yang ada di
permukaan bumi
Teknologi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sosial budaya umat
manusia
c. Teknologi yang dipakai masyarakat tradisional
Teknologi yang dipakai manusia yang hidup dalam masyarakat terutama masyarakat
tradisional meliputi:
Teknologi Alat produksi yang ramah lingkungan Contohnya adalah pada proses
pembuatan tahu,tempe,dan membuat bahan pakaian dari alat tenun tanpa mesin
Teknologi Wadah yang ramah lingkungan contohnya peralatan rumah tangga yang
terbuat dari alumunium,keramik,dan teflon. Dengan teknologi ini cita rasa makanan akan
tetap terjaga.
Teknologi Makanan dan minuman yang ramah lingkungan yang tidak menggunakan
pengawet dan pewarna sintetis
Teknologi Rerumahan yang ramah lingkungan
Teknologi Alat Transportasi yang ramah lingkungan
49