The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi IPA untuk Kelas 4 Semester 1, sesuai dengan KD pada tematik; Tema-1, Tema-2, Tema-3, Tema-4 dan Tema-5

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yaniheryani001, 2021-07-28 04:23:38

IPA KELAS 4 SEMESTER 1

Materi IPA untuk Kelas 4 Semester 1, sesuai dengan KD pada tematik; Tema-1, Tema-2, Tema-3, Tema-4 dan Tema-5

Keywords: IPA KELAS 4

9. Pemanfaatan Sampah Sebagai Upaya Pelestarian Sumber Daya Alam
Pada dasarnya sampah adalah sisa-sisa benda atau barang yang tidak dibutuhkan lagi setelah
proses pemakaian. Sampah merupakan material yang memilki kandungan zat kimia berbahaya dan
memiliki potensi untuk merusak segala hal yang ada di sekitarnya termasuk pada lapisan
atmosfer bumi.
a. Jenis-jenis Sampah :
1. Berdasarkan Sumbernya
Sampah terbagi dalam 6 kategori, antara lain :
1) Sampah alam, sampah yang berasal dari alam dan mengalami proses daur ulang
secara alamiah. seperti daun kering, ranting pohon, dan lain sebagainya.
2) Sampah manusia, sisa-sisa pencernaan manusia seperti feses dan urin.
3) Sampah konsumsi, sampah yang berasal dari pemanfaatan atau konsumsi yang
dilakukan manusia, seperti bungkus makanan, botol minuman dan lain sebagainya.
4) Sampah nuklir, limbah dari pemrosesan atau pembuatan nuklir, limbah ini memiliki
kandungan zat yang berbahaya bagi kehidupan, yaitu uranium dan thorium.
5) Sampah industri, limbah cair dan padat dari hasil produksi.
6) Sampah rumah tangga, sisa-sisa hasil aktivitas rumah tangga, seperti kertas, plastik,
air cucian, dan lain sebagainya.
7) Sampah perkantoran, sampah yang berasal dari kawasan perkantoran dan pusat
perbelanjaan, seperti plastik, kertas, tekstil dan lainnya.
2. Berdasarkan Sifatnya
Sampah terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1) Sampah organik atau sampah yang dapat diuraikan kembali melalui proses alamiah
(degradable). Contohnya, daun-daunan, ranting, sayur-sayuran dan lainnya.
2) Sampah anorganik atau sampah yang tidak dapat diuraikan lagi oleh alam
(undegradable). Contohnya, plastik, botol, kaleng dan lainnya.
Dampak langsung yang ditimbulkan dari tumpukan sampah adalah munculnya penyakit
menular maupun penyakit kulit serta gangguan pernafasan. Sedangkan dampak tidak
langsungnya adalah penyebab banjir yang disebabkan oleh tumpukan sampah yang ada
di aliran sungai. Selain itu tumpukan sampah yang tidak diolah akan berdampak buruk
bagi perubahan iklim, gas-gas yang terkandung dalam sampah akan menguap ke angkasa.

b. Pengelolahan Sampah
Sementara ini pengolahan sampah yang ada adalah dengan teknik pembakaran, karena
dianggap cepat dan tidak merepotkan. Namun jangan salah dengan dibakar maka kandungan
gas berbahaya dari hasil pembakaran itu akan menguap ke angkasa dan meningkatkan
temperature bumi dan akan mempercepat penyebab pemanasan global. Selain itu pembakaran
sampah juga akan menghasilkan dioksin, salah satu zat yang berbahaya bagi tubuh, bisa
mengakibatkan gangguan pada daya tahan tubuh, menyebabkan kanker, pertumbuhan
abnormal dan perubahan hormon.
Sebenarnya pengolahan sampah itu harus tersusun secara sistematis, tidak hanya memikirkan
aspek kemudahan dan waktu yang singkat agar tercipta hasil yang maksimal.
Secara umum penanganan yang baik untuk sampah memiliki 4 prinsip, yang sering dikenal
dengan 4R yaitu :
1. Reduce (Mengurangi), sebisa mungkin kita mengurangi penggunaan material atau
konsumsi terhadap barang jadi, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan relatif sedikit.
2. Reuse (Memakai Kembali), hindari barang-barang sekali pakai, usahakan memilih
barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hal ini setidaknya bisa memperpanjang jangka
waktu sebuah barang atau benda menjadi sampah.
3. Recycle (Mendaur Ulang), usahakan untuk memilih dan memilah sampah yang masih
dapat digunakan atau tidak, jika terdapat sampah yang bisa di daur ulang usahakan
jadikan sampah itu menjadi sebuah produk yang berguna.
4. Replace (Mengganti), usahakan lebih teliti dalam pemilihan barang atau kebutuhan, ganti
barang sekali pakai dengan barang yang lebih tahan lama serta usahakan memakai barang
yang ramah lingkungan untuk mengganti barang-barang yang sulit didaur ulang.

50

c. Beberapa cara pemanfaatan atau pengolahan sampah:
1. Pembuatan Kertas Daur Ulang
Kertas yang sudah tidak dipakai bisa di daur ulang kembali untuk dijadikan kertas yang
memilki tampilan lebih bagus, caranya sangat mudah dan semua orang pasti bisa
melakukannya. Tinggal merendam kertas bekas di dalam air dan kemudian dicampur
dengan pewarna alami seperti kunyit, sirih, pandan wangi dan lain sebagainya. Campuran
ini akan menghasilkan kertas berbagi warna dan siap untuk digunakan, baik untuk
kesenian atau hanya sekedar media menulis.
2. Pembuatan Kerajinan dari Koran Bekas
Koran adalah salah satu limbah terbanyak dalam kehidupan manusia, karena setiap hari
informasi dan berita selalu berubah-ubah, otomatis koran juga harus mengikuti hal
tersebut, sehingga koran menjadi salah satu bahan yang bersifat sekali pakai. Untuk
mengurangi jumlah koran bekas kita bisa memanfaatkannya untuk sebuah kerajinan.
Contohnya vas bunga. Kita bisa memanfaatkan koran dengan cara membuat lilitan koran
dalam jumlah bnayak kemudian disusun menyerupai vas bunga. Setelah itu untuk
mempercantik tampilan bisa diberikan warna pada koran tersebut.
3. Kerajinan dari Kaleng Bekas atau Gelas
Kaleng bekas atau gelas merupakan salah satu sampah yang sering kita temui tapi minim
sekali pemanfaatan yang dilakukan. ada bebrapa cara yang bisa dilakukan untuk barang
ini, misalkan membuat gift box dari kotak permen, pembuatan kotak pensil dari botol
kaca, pembuatan guci dari pecahan gelas dan lain sebagainya.
4. Pembuatan Makan Ternak
Sebuah penelitian berhasil membuat pakan ayam dari limbah organik rumah tangga
dengan mancampur sisa sayuran, ikan, ataupun ayam yang ada dengan dedak. Campuran
ini menghasilkan makanan ternak yang bergizi tinggi dan baik untuk kesehatan hewan
ternak.
5. Pembuatan Kompos
Beberapa sampah organik mengandung karbon dan nitrogen sangat tinggi, seperti sampah
hijau, daun kering, kotoran hewan ternak, lumpur cair dan sebagainya. Sampah-sampah
ini bisa diproses untuk dijadikan kompos.
6. Pembuatan Gas Methan
Mungkin hal ini masih jarang diketahui oleh masyarakat umum, ternyata dibalik samapah
terdapat suatu kandungan yang mampu dimanfaatkan.
Penelitian telah membuktikan bahwa dalam sampah terkandung gas yang sangat potensial
bagi kehidupan, yaitu gas methan. Informasi terbaru menyebutkan bahwa pemerintah
kota Bau-Bau memilki suatu program yang memanfaatkan sampah sebagai penghasil gas
methan. Cara yang dilakukan oleh pemerintah kota Bau-Bau adalah dengan menimbun
sampah di dalam lapisan tanah, kemudian diberi saluran pipa instalasi gas methan. Dan
hasil gas tersebut disalurkan ke pemukiman warga untuk listrik dan bahan bakar kompor.
Ini merupakan terobosan baru yang sangat menginspirasi kita. Bayangkan bila di semua
daerah melakukan ini, maka sampah akan menjadi sahabat kita dan daerah kita akan
menjadi bersih dan sehat.

51

BAHAN AJAR

Kelas : IV
Muatan Pelajaran : IPA
Semester :I
TEMA : 5_ PAHLAWANKU

A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Sub Tema: 1_ Perjuangan Para Pahlawan

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)
 Mengidentifikasi sifat-sifat cahaya dan keterkaitannya
3.7 Menerapkan sifat-sifat cahaya dan dengan indera penglihatan dalam kehidupan sehari-hari. 1
keterkaitannya dengan indera
penglihatan  Mengidentifikasi sifat-sifat cahaya dan keterkaitannya 3
dengan indera penglihatan dalam kehidupan sehari-hari.

4.7 Menyajikan laporan hasil  Melaporkan hasil percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat

pengamatan dan/atau percobaan yang cahaya dalam bentuk tulisan. 1
3
memanfaatkan sifat-sifat cahaya  Melaporkan hasil percobaan cakram warna yang

memanfaatkan sifat-sifat cahaya dalam bentuk tulisan.

Sub Tema: 2_ Pahlawanku Kebanggaanku

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)

3.7 Menerapkan sifat-sifat cahaya dan  Mengidentifikasi sifat-sifat cahaya dan keterkaitannya 1
keterkaitannya dengan indera dengan indera penglihatan dalam kehidupan sehari-
penglihatan hari.

 Mengidentifikasi sifat- sifat cahaya dan

keterkaitannya dengan indera penglihatan dalam 3

kehidupan sehari-hari

4.7 Menyajikan laporan hasil  Melaporkan hasil percobaan cahaya dan cermin yang 1
3
pengamatan dan/atau percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat cahaya dalam bentuk tulisan.
memanfaatkan sifat-sifat cahaya
 Melaporkan hasil percobaan lup yang memanfaatkan

sifat- sifat cahaya dalam bentuk tulisan.

Sub Tema: 3_ Sikap Kepahlawanan

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pemb.
(KI 3 dan KI 4) (RPP)

3.7 Menerapkan sifat-sifat cahaya dan  Mengidentifikasi sifat- sifat cahaya melalui percobaan 1
keterkaitannya dengan indera dengan jenis-jenis cermin
penglihatan
 Mengidentifikasi sifat- sifat cahaya melalui percobaan
dengan periskop yang dibuat sendiri 3

4.7 Menyajikan laporan hasil  Melaporkan hasil percobaan sifat cahaya melalui
pengamatan dan/atau percobaan yang percobaan dengan berbagai jenis cermin.
memanfaatkan sifat-sifat cahaya 1

 Melaporkan hasil percobaan sifat cahaya melalui 3
percobaan dengan periskop yang dibuat sendiri.

52

B. MATERI

1. Cahaya dan Sifat-sifatnya

a. Pengertian cahaya
Cahaya adalah pancaran elektromagnetik yang dapat terlihat oleh mata manusia. Atau definisi
cahaya yang lainnya yaitu merupakan radiasi elektromagnetik, baik itu dengan panjang
gelombang kasat mata maupun yang tidak. Sedangkan benda yang memancarkan cahaya
disebut dengan sumber cahaya.

b. Sifat-sifat cahaya
Cahaya memiliki beberapa sifat, diantaranya seperti di bawah ini:
1) Cahaya merambat lurus
Untuk dapat membuktikan bahwa cahaya itu merambat lurus, itu dapat dilihat dari cahaya
matahari yang masuk lewat celah-celah atau melalui jendela yang terdapat di rumah
kamu. Dan jika kamu amati lampu kendaraan bermotor saat malam hari,cahaya lampu
kendaraan bermotor tersebut merambat lurus. Banyak sekali kejadian-kejadian yang
terjadi dalam kehidupan yang dapat membuktikan bahwa cahaya memiliki sifat yang
dapat merambat lurus.
Contoh penerapan sifat cahaya yang dapat merambat lurus ini dimanfaatkan dalam
kehidupan sehari-hari:
 Pada pembuatan lampu senter
 Lampu kendaraan bermotor.
 Cahaya mercusuar dipinggir pantai.

2) Cahaya dapat menembus benda bening
Sifat cahaya selanjutnya, cahaya dapat masuk ke dalam sebuah rumah melalui jendela
yang memiliki kaca. Kaca jendela yang bening dapat ditembus oleh cahaya matahari, jika
kaca jendela itu di tutup dengan menggunakan kain warna hitam maka cahaya tidak dapat
menembus kaca jendela tersebut, peristiwa tersebut dapat membuktikan sifat dari cahaya
yang dapat menembus benda bening.
Contoh penerapan sifat cahaya yang dapat menembus benda bening ini dimanfaatkan
dalam kehidupan sehari-hari:
Cahaya menembus kaca atau gelas bening.
 Rumah atau bangunan menggunakan kaca.
 Mobil dan kendaraan lainnya banyak menggunakan kaca.
 Dan lainnya.

3) Cahaya dapat dipantulkan
Sifat cahaya yang lainnya yaitu dapat di pantulkan, terdapat 2 jenis pemantulan cahaya
diantaranya pemantulan baur dan pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi jika cahaya
mengenai permukaan yang tidak rata, biasanya pemantulan ini sinar hasil pemantulannya
tak beraturan. Dan pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang rata,
mengkilap atau licin seperti misalnya cahaya yang menganai cermin yang datar dan sinar
hasil yang dipantulkannya memiliki arah yang teratur.
Contoh penerapan sifat cahaya yang dapat di pantulkan ini dimanfaatkan dalam
kehidupan sehari-hari:
 Bayangan saat bercermin
 Bayangan pada air jernih
 Alat periskop

53

Berdasarkan bentuk dari permukaan cermin dapat dibedakan menjadi 3 macam
diantaranya: cermin datar, cembung dan cekung, berikut di bawah ini penjelasannya:
1) Cermin datar

Cermin datar merupakan cermin yang permukaannya tidak melengkung, seperti
cermin yang digunakan oleh kita sehari-hari. Adapun sifat dari cermin datar yaitu:
 Ukuran bayangannya sama dengan ukuran bendanya.
 Lalu jarak antara bayangan sama dengan jarak dari benda ker cermin tersebut.
 Penampakan bayangan berlawanan dengan benda, seperti contohnya jika kamu

bercermin tangan kiri kamu pada bayangan di cermin akan menjadi tangan
kanan.
 Bayangan pada cermin datar bersifat semu atau maya, maksudnya bayangan
dapat kamu lihat tetapi tidak dapat ditangkap layar.
 Dan bayangan pada cermin datar tegak.
2) Cermin cembung
Cermin cembung yaitu cermin yang permukaannya melengkung kearah luar. Cermin
ini biasanya digunakan pada kaca spion kendaraan. Bayangan dari cermin cembung
bersifat maya, tegak, diperkecil dari ukuran benda sesungguhnya.
3) Cermin cekung
Cermin cekung yaitu cermin yang permukaannya melengkung kea rah bagian dalam.
Biasanya cermin ini digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil, lampu senter,
dan pada sendok. Adapun sifat dari cermin cekung:
 Bayangan benda pada cermin bersifat tegak, diperbesar dan juga maya.
 Dan jika benda jauh dari cermin cekung, maka bayangannya bersifat nyata dan
juga terbalik.

4) Cahaya dapat dibiaskan
Pembiasan adalah peristiwa pembelokan arah rambat dari cahaya saat melewati medium
rambatan yang berbeda. Kalau cahaya yang datang berasal dari zat yang kurang
kerapatannya, ke zat lebih kerapatannya maka cahaya tersebut akan dibiaskan mendekati
garis normal. Seperti contohnya cahaya dari udara ke air. Sebaliknya kalau cahaya yang
datang dari zat yang lebih kerapatannya ke zat yang kurang kerapatannya, maka cahaya
tersebut akan dibiaskan menjauhi garis normal. Seperti contohnya cahaya dari air ke
udara.
Contoh penerapan sifat cahaya yang dapat dibiaskan ini dimanfaatkan dalam kehidupan
sehari-hari:
 Pensil, paku, bolpoin tampak patah ketika dimasukkan dalam gelas berisi air jernih.
 Ikan dalam akuarium akan terlihat lebih besar dan dekat.
 Kolam atau sungai yang berair jernih akan terkesan dangkal.
 Melihat bintang dengan teleskop
 Melihat benda kecil dengan menggunakan lup atau mikroskop.

5) Cahaya dapat diuraikan
Penguraian cahaya (dispersi) yaitu merupakan penguraian cahaya putih menjadi cahaya
yang mempunyai bermacam-macam warna. Misanya seperti pelangi, pelangi terjadi
akibat dari cahaya matahari yang diuraikan oleh titik-titik air hujan, peristiwa tersebut
dapat menunjukan bahwa cahaya dapat diuraikan.
Contohnya:
 Terjadinya pelangi
 Gelembung sabun yang terkena cahaya akan nampak memiliki banyak warna.
 Cakram warna yang diputar akan membentuk warna putih.

54

2. Cara Kerja Mata dan Bagian-bagiannya
Jika kita sudah belajar tentang beberapa larutan elektrolit dengan berbagai manfaat dalam
kehidupan kita, saat ini kita lanjutkan belajar cara kerja mata serta bagian-bagiannya. Kenapa bab
ini perlu kita pelajari? Ya karena memang dari pandangan matalah kita bisa melihat begitu
besarnya kenikmatan Alloh SWT. Dari mata pula kita bisa terjerumus akan hiruk pikuknya dunia
ini.

a. Bagian-bagian Penting Penyusun Organ Mata
Mata kita terdiri dari beberapa bagian penting yang menjadi fungsi pokok dalam membentuk
sebuah "pola" yang seringkali kita ucapkan sebagai sebuah bentuk atau nama benda apapun.
Bisa juga kita mengatakan suatu warna, bentuk, atau sifat benda secara dhohir.

Perhatikan gambar bagan mata manusia di bawah ini:

Susuan mata manusia dibagi menjadi beberapa bagian, di antaranya:
1. Kornea
2. Iris
3. Pupil
4. Lensa mata
5. Vitreous
6. Konjungtiva
7. Sklera
8. Koroid
9. Makula
10. Retina
11. Syaraf optik

b. Bagian Mata Di Atas Beserta Fungsinya:
1) Kornea
Kornea adalah kubah berbentuk jendela transparan yang menutupi bagian depan mata.
Kornea merupakan permukaan bias yang kuat, memberikan 2/3 dari kekuatan fokus mata.
Kornea menyajikan jendela sebagai sarana untuk kita melihat.
2) Iris
Bagian berwarna dari mata disebut iris atau selaput pelangi. Bagian ini mengontrol tingkat
cahaya di dalam mata, mirip dengan lubang lensa pada kamera. Pembukaan berbentuk
bulat di tengah selaput pelangi disebut pupil. Selaput pelangi tertanam dengan otot-otot
kecil yang membesar (melebar) dan mengecilkan (sempit) ukuran pupil.
3) Pupil
Pupil adalah bukaan melingkar berwarna hitam di tengah selaput pelangi. Pupil membuka
dan menutup untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam bola mata.

55

4) Lensa Kristal
Fungsi dari lensa adalah untuk memfokuskan cahaya ke bagian belakang mata. Inti,
bagian terdalam dari lensa dikelilingi oleh bahan yang lebih lembut yang disebut korteks.
Lensa ini terbungkus dalam kapsuler yang menyerupai kantong dan menggantung di
dalam mata dengan membrane kecil yang disebut zonules.

5) Vitreous
Vitreous adalah substansi tebal yang transparan yang mengisi bagian tengah mata.
Sebagian besar terdiri dari air dan meliputi sekitar 2/3 dari volume mata, yang
menjadikannya berbentuk.

6) Konjungtiva
Konjungtiva adalah jaringan tipis dan transparan yang menutupi permukaan luar mata.
Dimulai pada tepi luar kornea, meliputi bagian yang terlihat dari mata, dan garis bagian
dalam kelopak mata. Jaringan ini dipelihara oleh pembuluh darah kecil yang hampir tak
terlihat dengan mata telanjang.

7) Sklera
Sklera, yang pada umumnya dikenal sebagai “bagian putih mata”, adalah sebuah jaringan
yang keras dan buram yang berfungsi sebagai lapisan pelindung terluar mata.

8) Koroid
Koroid terletak di antara retina dan sklera. Koroid terdiri dari lapisan pembuluh darah
yang memelihara bagian belakang mata.

9) Makula
Makula terletak kira-kira di tengah retina, temporal untuk saraf optik. Makula merupakan
bagian kecil dan sangat sensitif dari retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan
utama yang rinci. Fovea adalah bagian tengah dari makula. Makula memungkinkan kita
untuk memahami detail dan melakukan tugas-tugas yang memerlukan penglihatan yang
terpusat seperti membaca.

10) Retina
Retina adalah jaringan dengan lapisan sangat tipis yang melapisi bagian dalam mata.
Retina bertugas untuk menangkap sinar cahaya yang masuk ke mata. Impuls cahaya
tersebut kemudian dikirim ke otak untuk diproses, melalui saraf optik.

11) Saraf Optik
Saraf optik mentransmisikan impuls listrik dari retina ke otak. Saraf optik
menghubungkan ke bagian belakang mata dekat makula. Bagian yang terlihat dari saraf
optik disebut disk optik.

56

c. Cara Kerja Mata Manusia
Secara sederhana dan terperinci, berikut cara kerja mata manusia:
1. Sumber cahaya diterima oleh kornea.
2. Dari kornea, cahaya diteruskan ke pupil. Pupil menentukan jumlah cahaya yang masuk
ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil melebar jika kondisi ruangan gelap, dan akan
menyempit jika kondisi ruang terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya.
3. Iris berfungsi sebagaimana diafragma. Diafragma ini difungsikan untuk sebagai pengatur
masuknya cahaya. Iris akan terlihat sebagai bagian berwarna pada mata.
4. Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya ke retina. Fungsi lensa mata
adalah untuk mengatur fokus cahaya sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning
retina. Untuk melihat benda yang jauh, lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk
melihat benda yang dekat, lensa mata akan menebal.
5. Setelah dari retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.
6. Saraf otak adalah saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju
ke otak.

3. Sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan.
1) Pemantulan Cahaya
Kita dapat melihat sebuah benda jika ada cahaya. Prosesnya yaitu sinar/cahaya mengenai
benda dan benda yang terkena cahaya memantlkannya ke mata kita.

a) Pemantulan teratur yaitu jika sinar datarng jatuh
pada benda yang permukaannya rata. Pada penantulan
teratur sudut datang sama dengan sudut pantul.

b) Penantulan tidak teratur
Pemantulan tidak teratur terjadi jika sinsr atau cahaya
jatuh pada benda yang permukaannya tidak rata. Pada
pemantulan tidak teratur sudut dating tidak sama dengan
sudut pantul.

2) Pemantulan Cahaya Pada Cermin
Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya. Berdasarkan
bentuk permukaannya ada dua macam cermin, yaitu :
a) Cermin datar
Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar
dan tidak melengkung. Cermin datar bisa kamu gunakan untuk
bercermin. Pada saat bercermin, kamu akan melihat bayanganmu
di dalam cermin. Bagaimana bayangan dirimu dalam cermin,
samakah ?Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang
pantulnya datar dan tidak melengkung. Cermin datar biasa kamu
gunakan untuk bercermin. Pada saat bercermin, kamu akan melihat
bayanganmu di dalam cermin. Bagaimana bayangan dirimu pada
cermin itu? Samakah ?
Sifat-sifat bayangan pada cermin datar :
1) Ukuran (besar dan tinggi) bayangan sama dengan ukuran benda
2) Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin
3) Kenampakan bayangan berlawanan dengan benda. Pada cermin datar tangan kirimu
akan menjadi tangan kanan bayanganmu.
4) Bayangan tegak seperti bendanya
5) Bayangan bersifat semu atau maya, artinya bayangan dapat dilihat dalam cermin
tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar.

57

b) Cermin cembung
Cermin cembung yang permukaan bidang pantulnya melengkung
kearah luar. Cermin cembung biasanya digunakan untuk spion
pada kendaraan bermotor.
Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak, dan lebih
kecil daripada benda yang sesungguhnya.

c) Cermin cekung

Cermin cekung yaitu cermin yang bidang pantulnya melengkung kearah dalam.
Cermin cekung biasanya digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil dan lampu senter.
Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung sangat bergantung pada letak benda
terhadap cermin.
1) Jika benda dekat dengan cermin cekung, bayangan benda bersifat tegak, lebih besar

dan semu.
2) Jika benda jauh dari cermin cekung, bayangan benda bersifat nyata dan terbalik.
3) Percobaan dan menulis laporan tentang sifat Pemantulan Cahaya.

Percobaan:
Berkomunikasi Menggunakan Cahaya dan Cerimin
Langkah-langkah Percoban
1. Duduk bersama kelompokmu.
2. Perlihatkan cerminmu kepada kelompokmu.
3. Gunakan cermin untuk memantulkan cahaya matahari.
4. Diskusikan kode yang disepakati untuk berkomunikasi beserta artinya

(misalnya ketika cahaya dipantulkan menggunakan cermin dan digerakkan melingkar
sebanyak tiga kali, itu berarti seluruh anggota kelompok berkumpul di tengah halaman
sekolah).
5. Setelah berdiskusi, anggota kelompok menyebar ke tempat yang berbeda di sekitar
sekolah.
6. Setiap anggota kelompok berdiri di tempat yang terdapat cahaya matahari.
7. Pantulkan cahaya kepada tempat yang disepakati.
8. Buat laporan tentang sifat cahaya di akhir kegiatan. Buatlah laporan dari percobaanmu.

58

4) Sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan.
Cahaya Dapat Dibiaskan
Pembiasan adalah pembelokan arah rambat cahaya saat melewati dua
medium yang berbeda kerapatannya.
Pembiasan cahaya dimanfaatkan manusia dalam pembuatan berbagai
alat optik.
Pembiasan cahaya menyebabkan terjadinya beberapa peristiwa dalam
kehidupn sehari-hari yang diuraikan sebagai berikut.
a. Dasar air yang jernih kelihatan lebih dangkal dari yang sebenarnya.
b. Pensil atau benda lurus lainnya yang diletakkan pada gelas yang berisi air akan terlihat
patah atau bengkok.
c. Peristiwa fatamorgana yang terjadi karena berkas cahaya yang berjalan dari udara dingin
ke udara panas terbiaskan ke arah horizontal, sehingga suatu benda tampak muncul di
atas posisi yang sebenarnya.
d. Uang logam di dalam air jernih kelihatan lebih dekat ke permukaan.
e. Ikan di akuarium kelihatan lebih besar.

Seperti pada pemantulan cahaya, pada pembiasan cahaya juga berlaku hukum pembiasan
cahaya yang diuraikan sebagai berikut.
a. Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat, cahaya akan

dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya merambat dari udara ke air.
b. Apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan

dibiaskan menjauhi garis normal. Misalnya cahaya merambat dari air ke udara.

4. Cara Membuat Lup (Kaca Pembesar) Sederhana
Alat dan bahan:
1. Kantong plastik bening atau botol bening dengan permukaan rata
2. Air
3. Kertas dengan tulisan-tulisan yang kecil

Langkah kerja:
1. Isi kantong plastik dengan air.
2. Ikat kantong plastik.
3. Letakkan kertas di bawah kantong plastik.
4. Bandingkan tulisan asli dengan tulisan yang terlihat dari plastik.
5. Ulangi dengan kantong plastik berukuran seperlima kali lebih besar atau lebih kecil.
6. Bandingkan hasilnya.

No. Nama Bayangan Yang Dihasilkan
cermin

1. Bayangan yang terjadi sama besar dengan benda.

2. Bayangan yang terjadi sama tegak.

1 Cermin 3. Jarak benda sama dengan jarak bayangan
Datar 4. Bayangan cermin tertukar sisinya, artinya bagian kanan benda menjadi

bagian kirinya.

5. Bayangan cermin merupakan bayangan semu, artinya bayangan tidak

dapat ditangkap oleh layar.

2 Cermin Sifat bayangan pada cermin cembung selalu maya, tegak, dan diperkecil.
Cembung

3 Cermin 1. Jika benda berada di ruang I, maka bayangan berada di ruang IV. Sifat
Cekung bayangannnya adalah maya, tegak, dan diperbesar.

2. Jika benda berada di ruang II, maka bayangan berada di ruang III. Sifat
bayangannnya adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.

3. Jika benda benda berada di ruang III, maka bayangan berada di ruang II.
Sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, dan diperkecil

59

5. Percobaan-Percobaan Sifat-sifat Cahaya
Percobaan 1:

Format Laporan Hasil Percobaan 1-2-3-4
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan
Alat dan bahan
Langkah kerja

Hasil Pengamatan

Kesimpulan
Beradasar hasil
percobaan 1-2-3-4

60

Percobaan 2:

Format Laporan Hasil Percobaan
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan
Alat dan bahan
Langkah kerja
Hasil Pengamatan
Kesimpulan
Percobaan 3:

61

Format Laporan Hasil Percobaan
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan
Alat dan bahan
Langkah kerja

Hasil Pengamatan
Kesimpulan

Percobaan 4:

Format Laporan Hasil Percobaan
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan
Alat dan bahan

Langkah kerja

Hasil Pengamatan

Kesimpulan

62

Percobaan 5:

Format Laporan Hasil Percobaan
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan
Alat dan bahan

Langkah kerja

Hasil Pengamatan

Kesimpulan

63

Percobaan 6:

Format Laporan Hasil Percobaan
Nama Percobaan
Tujuan Percobaan
Alat dan bahan

Langkah kerja

Hasil Pengamatan
Kesimpulan

64


Click to View FlipBook Version