The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

RKJM ini adalah panduan program jangka menengah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Slamet Mulyono, 2024-05-21 02:56:06

RKJM Blimbing 2

RKJM ini adalah panduan program jangka menengah

Keywords: RKJM

i KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) untuk SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang. Dengan rendah hati, kami menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah turut serta dalam proses penyusunan RKJM ini. Terima kasih kepada Kepala Sekolah, para guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan, masukan, dan kerjasama yang luar biasa. RKJM ini merupakan hasil kolaborasi dan dedikasi semua pihak untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang. Semoga RKJM ini dapat menjadi pedoman yang kokoh dan memberikan arah yang jelas bagi upaya pembangunan pendidikan di sekolah kita. Kami menyadari bahwa RKJM ini bukanlah akhir dari perjalanan, namun merupakan awal dari serangkaian langkah konkrit yang akan kita lakukan bersama untuk mencapai visi dan misi pendidikan kita. Mari kita bersatu padu, bekerja keras, dan berkolaborasi demi masa depan yang lebih baik bagi siswa-siswa kita dan bangsa ini. Akhir kata, kami berharap RKJM ini dapat menjadi landasan yang kokoh dalam menjalankan roda pendidikan di SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang. Semoga segala upaya yang kita lakukan mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT serta memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan pendidikan di sekolah kita. Terima kasih atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan. Malang, Februari 2024 Kepala SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang Slamet Mulyono, S.Pd Penata / IIIc NIP. 198203172010011028


ii DAFTAR ISI HALAMAN DEPAN ............................................Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan. KATA PENGANTAR...........................................Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan. DAFTAR ISI .........................................................Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan. REKOMENDASI RKJM ......................................Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan. LEMBAR PENGESAHAN................................................................................................... iiii BAB I PENDAHULUAN .....................................................................................................1 A. Latar Belakang..............................................................................................................1 B. Landasan Hukum ..........................................................................................................2 C. Tujuan ...........................................................................................................................3 D. Manfaat.........................................................................................................................3 E. Ruang Lingkup .............................................................................................................4 BAB II PROFIL SEKOLAH (KONDISI UMUM)................................................................7 A. Visi, Misi, Dan Tujuan Sekolah ....................................................................................7 B. Kondisi Sekolah.............................................................................................................9 BAB III PROSES PENYUSUNAN RKJM...........................................................................13 A. Pembentukan Tim Penyusun RKJM ...............................................................................13 B. Analisis SWOT............................................................................................................13 C. Analisis Rapor Pendidikan..........................Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan. D. Analisis Kondisi Pendidikan 4 Tahun Ke Depan ........................................................16 E. Identifikasi Tantangan Nyata ......................Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan. BAB IV STRATEGI PENCAPAIAN RKJM ........................................................................20 A. Menyusun Program Peningkatan Mutu .......................................................................20 B. Jadwal Kegiatan...........................................................................................................43 BAB IV PENUTUP..............................................................................................................47


iii REKOMENDASI DOKUMEN RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RKJM) SD NEGERI BLIMBING 2 KOTA MALANG DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MALANG Setelah memeriksa dokumen Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) Tahun 2024 s.d Tahun 2027 yang ditetapkan / disahkan oleh, Satuan Pendidikan : SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang Alamat : Jl. Laksda Adi Sucipto Gg. SD 12 Malang Dengan menggunakan instrumen validasi / telah Kurikulum Merdeka, bersama ini : Nama : Mahmudatin R. M.Pd NIP : 19641127 198703 2 013 Jabatan : Pengawas Sekolah Madya Memberikan Pertimbangan / Rekomendasi Dokumen Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) Tahun 2024 s.d Tahun 2028 Satuan Pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang tersebut : Dapat direkomendasikan tanpa syarat Dapat direkomendasikan dengan syarat untuk perbaikan / penyempurnaan Belum dapat direkomendasikan Dengan alasan : Semua unsur Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) terpenuhi dengan lengkap Unsur Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) terpenuhi tetapi kurang lengkap Unsur Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) tidak lengkap Demikian pernyataan kami buat sebagai bahan pertimbangan/rekomendasi ditetapkannya kurikulum SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang Malang, Februari 2024 Pengawas Pembina Mahmudatin. R. M.Pd NIP: 19641127 198703 2 013


iv LEMBAR PENGESAHAN Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) Satuan Pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang Tahun 2024 - 2027 telah disusun dan disahkan oleh kami yang bertanda tangan di bawah ini: Malang, Februari 2024 KETUA KOMITE KEPALA SEKOLAH SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang LILIK WAHYUNI SLAMET MULYONO, S.Pd NIP.19820317 201001 1 028 MENGESAHKAN Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Suwarjana, SE, MM Pembina Utama Muda NIP.19670302 199602 1 003 Dengan ini, kami menyatakan bahwa Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) ini telah disusun dengan penuh tanggung jawab dan berdasarkan kesepakatan bersama. Kami juga berkomitmen untuk melaksanakan setiap kegiatan sesuai dengan yang telah direncanakan guna mencapai tujuan dan visi pendidikan yang telah ditetapkan. Demikianlah pengesahan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang Tahun 2024 ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan dapat dipertanggung jawabkan


1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Latar belakang penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) untuk SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang selama empat tahun ke depan dengan mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dapat didasarkan pada beberapa faktor berikut: 1. Kebutuhan Peningkatan Kualitas Pendidikan : Adanya kesadaran akan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mencapai target pendidikan yang berkualitas sesuai dengan standar nasional. 2. Tuntutan Perubahan Kurikulum : Perubahan dalam paradigma pendidikan yang menekankan pada pembelajaran berbasis kompetensi dan pengembangan potensi siswa mengharuskan adanya integrasi kurikulum yang relevan seperti Kurikulum Merdeka untuk memastikan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan zaman. 3. Mengikuti Kebijakan Pemerintah : Sebagai bagian dari implementasi kebijakan nasional dalam bidang pendidikan, SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang perlu mengikuti arahan dan program pemerintah terkait penggunaan Kurikulum Merdeka untuk memperkuat sistem pendidikan nasional. 4. Tantangan Globalisasi : Menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, pendidikan perlu terus beradaptasi dan berkembang agar siswa dapat memiliki kompetensi yang relevan dan mampu bersaing di tingkat global. 5. Pemenuhan Kebutuhan Siswa : Dengan mengintegrasikan Kurikulum Merdeka, RKJM diharapkan dapat memenuhi kebutuhan siswa secara lebih holistik, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. 6. Dukungan Stakeholder : Melibatkan stakeholder seperti guru, orang tua, dan masyarakat dalam penyusunan RKJM dengan mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan penerimaan dan dukungan terhadap program pendidikan yang akan dilaksanakan.


2 Dengan memperhitungkan faktor-faktor di atas, penyusunan RKJM dengan mengintegrasikan Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menjadi landasan yang kokoh dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan. B. LANDASAN HUKUM Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) satuan pendidikan memiliki dasar hukum yang mengatur di Indonesia. Beberapa landasan hukum yang menjadi dasar penyusunan RKJM satuan pendidikan antara lain: 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional : Undang-undang ini menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Salah satu poin pentingnya adalah mewajibkan setiap satuan pendidikan untuk menyusun RKJM sebagai salah satu instrumen perencanaan strategis. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standart Nasional Pendidikan: Peraturan Pemerintah ini mengatur mengenai lingkup standar nasional pendidikan; pengembangan, pemantauan, dan pelaporan standar nasional pendidikan; kurikulum; evaluasi hasil belajar peserta didik dan evaluasi sistem pendidikan; akreditasi; dan sertifikasi. 3. Permendikbudristek Nomor 9 Tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan : Permendikbudristek ini mengatur tentang evaluasi sistem Pendidikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan Pendidikan menengah. 4. Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023 tentang standart pengelolaan : Permendikbudristek ini mengatur tentang pedoman satuan Pendidikan dalam mengelola potensi dan sumberdaya pendidikan secara efektif dan efisien untuk mengembangkan potensi, prakarsa, kemampuan, dan kemandirian peserta didik secara optimal Dengan memperhatikan landasan hukum tersebut, SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat menyusun RKJM sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memastikan bahwa rencana kerja tersebut sesuai dengan visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta kebutuhan lokal sekolah.


3 C. TUJUAN Tujuan penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk periode empat tahun ke depan, dengan mengintegrasikan Kurikulum Merdeka, adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran : Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga setiap siswa dapat mencapai potensi akademik dan non-akademiknya secara optimal. 2. Mengembangkan Kompetensi Siswa : Memastikan bahwa setiap siswa memiliki kompetensi yang relevan dengan tuntutan zaman, termasuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. 3. Mengoptimalkan Pengembangan Karakter : Mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian dalam setiap aspek pembelajaran untuk membentuk karakter siswa yang berkualitas. 4. Meningkatkan Keterlibatan Stakeholder : Mendorong partisipasi aktif dan keterlibatan seluruh stakeholder, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat, dalam mendukung dan melaksanakan program pendidikan yang telah dirancang. 5. Menyediakan Lingkungan Pembelajaran yang Merangsang : Memastikan tersedianya sarana, prasarana, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif. 6. Mengukur dan Memantau Capaian : Menetapkan indikator kinerja yang jelas dan mengimplementasikan sistem pemantauan dan evaluasi yang terintegrasi untuk memastikan capaian tujuan secara berkelanjutan. Melalui pencapaian tujuan-tujuan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat menjadi lembaga pendidikan yang unggul, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. D. MANFAAT Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) memiliki berbagai manfaat bagi sekolah, antara lain: 1. Rencana yang Terarah :


4 RKJM memberikan panduan yang jelas tentang tujuan jangka menengah sekolah, serta langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk mencapainya. Hal ini membantu mengarahkan semua stakeholder, termasuk guru, staf, siswa, dan orang tua, dalam mencapai visi dan misi sekolah. 2. Perencanaan Sumber Daya : Dengan menetapkan prioritas dan program-program yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 4 tahun, RKJM membantu sekolah dalam perencanaan sumber daya yang lebih efisien, termasuk anggaran, tenaga kerja, dan fasilitas fisik. 3. Keterlibatan Stakeholder : Proses penyusunan RKJM melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, staf, siswa, orang tua, dan masyarakat setempat. Melalui keterlibatan ini, semua pihak dapat merasa memiliki tanggung jawab dalam pencapaian tujuan sekolah, sehingga meningkatkan rasa memiliki dan dukungan terhadap kegiatan sekolah. 4. Peningkatan Kualitas Pendidikan : Dengan merumuskan program-program yang terencana dengan baik, RKJM dapat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang ditawarkan. Programprogram yang terfokus dan terarah dapat membantu meningkatkan pencapaian akademik siswa serta menyediakan pengalaman pembelajaran yang lebih berarti. 5. Pemantauan dan Evaluasi : RKJM menyediakan kerangka kerja untuk pemantauan dan evaluasi yang sistematis terhadap kemajuan sekolah dalam mencapai tujuan jangka menengahnya. Hal ini memungkinkan sekolah untuk mengidentifikasi pencapaian dan tantangan yang dihadapi, serta melakukan perbaikan atau penyesuaian jika diperlukan. 6. Kesinambungan dan Konsistensi : Dengan memiliki RKJM, sekolah dapat menciptakan kesinambungan dan konsistensi dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan pendidikan. Hal ini membantu sekolah untuk tetap fokus pada visi dan misi mereka, meskipun terjadi perubahan kepemimpinan atau kondisi lingkungan yang dinamis. Dengan demikian, penyusunan RKJM bukan hanya sekadar dokumen perencanaan, tetapi juga merupakan alat yang sangat penting dalam pengelolaan sekolah yang efektif dan berkelanjutan. E. RUANG LINGKUP Ruang lingkup penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang mencakup berbagai aspek yang penting untuk pengelolaan dan


5 pengembangan sekolah dalam jangka waktu 4 tahun ke depan. Berikut adalah beberapa ruang lingkup yang umumnya termasuk dalam penyusunan RKJM: 1. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah : Merumuskan kembali atau memperbarui visi, misi, dan tujuan sekolah untuk periode jangka menengah yang akan datang. 2. Analisis SWOT : Menganalisis kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) yang mempengaruhi kinerja dan pengembangan sekolah. 3. Prioritas dan Program Kerja : Menetapkan prioritas utama dan program-program kerja yang akan dijalankan dalam jangka waktu 4 tahun, termasuk pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pengajaran, pengembangan keterlibatan orang tua, pembinaan karakter siswa, dan lainlain. 4. Perencanaan Sumber Daya : Merencanakan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mendukung program-program kerja yang telah ditetapkan, seperti anggaran, tenaga kerja, fasilitas fisik, dan sarana prasarana. 5. Pengukuran Kinerja : Menetapkan indikator kinerja yang spesifik dan target pencapaian yang dapat diukur untuk setiap program kerja yang ditetapkan dalam RKJM. 6. Keterlibatan Stakeholder : Melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, staf, siswa, orang tua, dan masyarakat setempat, dalam proses penyusunan RKJM. 7. Pemantauan dan Evaluasi : Menetapkan mekanisme pemantauan dan evaluasi berkala untuk mengukur kemajuan dan efektivitas implementasi program-program kerja dalam RKJM. 8. Komitmen dan Kesepakatan : Memastikan komitmen dan kesepakatan dari semua stakeholder terkait dalam menerima dan mendukung RKJM sebagai pedoman pengembangan sekolah dalam jangka waktu 4 tahun ke depan. 9. Kesinambungan dan Kontinuitas : Mempertimbangkan langkah-langkah untuk menjaga kesinambungan dan kontinuitas dalam pelaksanaan program-program kerja meskipun terjadi perubahan kepemimpinan atau kondisi lingkungan yang dinamis.


6 Dengan memperhatikan ruang lingkup tersebut, penyusunan RKJM dapat menjadi alat yang efektif untuk mengarahkan pengelolaan dan pengembangan sekolah sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan, serta untuk menghadapi tantangan dan peluang yang muncul di lingkungan pendidikan.


7 BAB II PROFIL SEKOLAH A. VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH Visi adalah gambaran satuan pendidikan yang dicita-citakan, sebagai imajinasi moral untuk menumbuhkan inspirasi, semangat, dan komitmen warganya dalam koridor pembangunan nasional, serta realistis sesuai harapan masyarakat. Kurikulum SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang berupaya melakukan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang. SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang sebagai unit penyelenggara pendidikan dituntut memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu antara lain: (1) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) globalisasi yang memungkinkan cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat, (3) era informasi, (4) pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, (5) berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, (6) dan era perdagangan bebas. Tantangan sekaligus peluang tersebut telah direspon oleh SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang, sehingga visi SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan citra moral yang menggambarkan profil SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang yang diinginkan di masa datang. Namun demikian, visi SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang harus tetap dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. Visi juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan potensi yang dimiliki SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dan harapan masyarakat yang dilayani SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang. Dalam merumuskan visi, pihak-pihak yang terkait (stakeholders) bermusyawarah. Visi sekolah mewakili aspirasi berbagai kelompok yang terkait sehingga seluruh kelompok yang terkait (guru, tenaga administrasi sekolah, siswa, orang tua, masyarakat, dan pemerintah) bersama-sama berperan aktif untuk mewujudkan visi SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang. Visi SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang disusun dengan mengacu pada rambu-rambu perumusan visi sebagai berikut: 1) mengacu kepada landasan filosofis bangsa, UUD, dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia; 2) mengacu visi umum pendidikan yaitu dengan rumusan: “Terwujudnya Insan Kamil”; 3) memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik; 4) dilandasi kepribadian, nasionalisme, budaya-nasional/Indonesia; 5) memperhatikan perkembangan global; 6) memperhatikan perkembangan IPTEK; 7) dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan; 8) sesuai konteks daerah,


8 sekolah; dan menggambarkan harapan masa datang. Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat: (1) filosofis, (2) khas, (3) mudah diingat. Visi Sekolah “MEWUJUDKAN PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT, SADAR LITERASI, BERIMAN DAN BERKARAKTER PANCASILA, SERTA MELAKSANAKAN PELESTARIAN LINGKUNGAN” Misi Sekolah 1. Peserta Menanamkan jiwa senang dan semangat belajar dalam setiap pembelajaran 2. Menyelenggarakan proses pembelajaran abad 21 dan strategi berdiferensiasi 3. Menggali dan mengembangkan potensi individu sisswa dibidang akademik maupun non-akademik 4. Meneyelenggarakan pembiasaan literasi disetiap proses pembelajaran dan program sekolah 5. Mengembangkan kepribadian siswa yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya 6. Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Toleran dan Ramah bagi Peserta Didik 7. Melaksanakan kegiatan Pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan 8. Meningkatkan Kesadaran Siswa, Warga Sekolah Dan Masyarakat Yang “BISA LIHAT (Bersihkan Sampah Agar Lingkungan Sehat) Misi-misi ini diharapkan mampu mewujudkan peserta didik yang cakap,senang, dan semangat belajar serta mampu bersikap yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. indikator Visi Misi indikator visi misi yang dilaksanakan : 1. Meningkatkan keimanan peserta didik: Kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan rohani peserta didik. Kami akan mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kurikulum, menyelenggarakan kegiatan keagamaan, dan memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Membangun profil pelajar pancasila yang kuat: Kami percaya bahwa para pendiri bangsa Indonesia telah memikirkan dengan matang filosofi pancasila sebagai pondasi masyarakat dan generasi penerus dalam berbangsa dan bernegara akan membawa kearah yang baik. Kami akan membantu peserta didik untuk mengembangkan karater pelajar pancasila melalui aturan yang jelas dan konsisten, mengajarkan dengan tanggung jawab, dan memberikan dorongan positif. Kami juga akan melibatkan orang tua dan masyarakat secara


9 konsisten di rumah/masyarakat dan sekolah. 3. Mengembangkan jiwa senang dan semangat belajar peserta didik: Kami akan memberikan pendidikan yang berkualitas dan mendukung peserta didik untuk mencapai potensi terbaik mereka. Kami akan menyediakan kurikulum yang komprehensif dan relevan, melibatkan peserta didik secara aktif menemukan tujuan dan manfaat/makna di setiap pembelajaran , dan memberikan bimbingan yang personal untuk membantu mereka meraih prestasi akademik dan non-akademik Tujuan Sekolah TUJUAN dari MISI-MISI yang disebutkan di atas adalah sebagai berikut: 1. Tersedianya sarana prasarana sekolah untuk menunjang proses pembelajaran yang memotivasi belajar peserta didik. 2. Adanya perangkat dan proses pembelajaran yang inovatif dan kreatif melalui pembelajaran aktif dan menyenangkan. 3. Terpenuhinya prinsip pembelajaran sesuai dengan kurikulum Merdeka 4. Terwujudnya karakter peserta didik yang taat dan tepat waktu melaksanakan ibadah 5. Tertanamnya sikap sopan santun peserta didik sesuai adat Masyarakat 6. Tersedianya program sekolah untuk mengenalkan implementasi kebhinekaan global di Masyarakat 7. Tersedianya pembelajaran yang bangga dan mengembangkan potensi daerah. 8. Terbentuknya sikap gotong-royong dalam kegiatan kelas hingga sekolah 9. Tersedianya program pembelajaran berbasis HOTs untuk memperkuat sikap nalar kritis dan kreativitas 10. Terlaksananya pembelajaran yang mengasah kemampuan literasi dan numerasi. 11. Terlaksananya secara optimal piket kelas sebagai upaya menanamkan sikap cinta kebersihan serta cinta lingkungan Dengan mencapai tujuan-tujuan ini, sekolah berharap peserta didik akan menjadi individu yang beriman, disiplin, nasionalis, dan cakap sesuai dengan semangat Pancasila, serta siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. B. KONDISI SEKOLAH 1. KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK Karakteristik siswa SDN Blimbing 2 memiliki kelebihan dalam hal rasa sosial yang tinggi. Siswa SDN Blimbing 2 berasal dari berbagai latar belakang keluarga yang beragam. Sebagian siswa SDN Blimbing 2 berasal dari luar Kota Malang (Kab. Malang). Latar


10 belakang pekerjaan orang tua siswa juga sangat beragam. Dari pedagang, praktisi pendidikan, hingga ASN. Namun secara ekonomi, orang tua siswa SDN Blimbing 2 rata-rata berasal dari ekonomi menengah ke bawah. Namun demikian, antusiasme terhadap pendidikan sangat tinggi. Dimana orang tua kian mengerti pentingnya Pendidikan semakin bagus pula prestasi siswanya. Orang tua sangat mendukung dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan sekolah. Apalagi dengan kemajuan teknologi dimana informasi akan cepat sampai. Siswa maupun orang tua siswa sudah begitu akrab dengan teknologi. Namun demikian, keakraban dengan teknologi menjadikan siswa semakin jauh dari budaya literasi. Hal ini dibuktikan dengan semangat membaca siswa yang menurun. Berbagai informasi yang dibagikan di group kelas masih ditanyakan kembali. 2. GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SDN Blimbing 2 memiliki 11 Tenaga Guru dan Kependidikan. Terdiri dari Kepala Sekolah, 6 Guru Kelas, 1 Guru Agama, 1 Guru PJOK, 1 Staff Administrasi, 1 Tenaga Tukang Kebun dan Penjaga Sekolah. Kesemuanya memiliki kualifikasi Pendidikan yang sesuai sesuai standard Nasional. Terdapat 1 guru dengan lulusan S2, 9 guru lulusan S1. Dari status jabatan terdapat 5 Guru Berstatus PNS, 4 Guru berstatus PPPK, 2 tenaga kependidikan honorer daerah. Tenaga pendidik dan kependidikan memegang peran penting dalam proses pendidikan. Pendidik sebagai fasilitator bagi siswa dalam proses belajar. Sedangkan tenaga pendidik menjadi fasilitator bagi siswa dalam bidang administrasi sekolah, kebersihan dan keamanan sekolah. Tabel Daftar Nama Guru dan Staf dan Keahlian yang Dimiliki No. Nama Guru Status Kepegawaian Jabatan/Keahlian Khusus Keahlian Khusus 1 Slamet Mulyono, S.Pd PNS Kepala Sekolah Manajerial 2 Mochammad Amirudin Ichda, S.Pd PNS Guru Kelas IV Ahli di Bidang IT, Musik 3 Kurniasih Endah Supatmi, S.Pd., M.Pd PNS Guru Kelas I Di bidang fotografi 4 Amila Mia Aisyah, S.Pd PNS Guru Kelas V Di bidang administrasi, IT 5 Unsilatur Rahmah, S.Pd.I PNS Guru Pendidikan Agama Islam Kepenulisan 6 Retno Puspitaningrum, S.Pd PPPK Guru Kelas 3 Keterampilan, membatik 7 Santi Anggraeni, S.Pd PPPK Guru Kelas 4 Di bidang Administrasi


11 8 Yanuar Effendi, S.Pd PPPK Guru PJOK Ahli di bidang desain/IT fotografi, musik 9 Tatang Andreas, S.Pd PPPK Guru Kelas 2 Ahli di bidang IT 10 Windy Tri Yuniar, S.M PTT Staf TU Administrasi, IT 11 Moch Surya Adi Prayogo PTT Penjaga Sekolah Kebersihan, Seni Islami (Qori’, Khot, Banjari) 3. SARANA DAN PRASARANA Sarana dan prasarana memegang peranan penting dalam keberlangsungan proses pendidikan. Sarana menjadi penunjang terhadap kegiatan pendidikan di sekolah. SDN Blimbing 2 memiliki sarana dan prasarana sebagai berikut : No Jenis Ruangan Jumlah/Kriteria Keadaan 1 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 2 Ruang Guru 1 Baik 3 Ruang Belajar Siswa 6 5 baik 1 rusak 3 Lab Komputer 1 (18 PC) Baik 4 Fasilitas Pembelajaran IT Chrome Book 29 Baik 5 Perpustakaan 1 Baik 6 UKS 1 Baik 7 Mushola 1 Kurang baik 8 Dapur 1 Baik 9 Kamar Mandi 1 Baik 10 Tempat Parkir 1 (2 X 4 m) Baik 11 Lapangan Olahraga 1 (16 X 20 m) Baik 12 Lahan Hijau untuk tanaman 1 (5 X 16 m) Baik 13 Lab IPA 1 Baik 14 Toilet Siswa 6 Baik 15 Toilet Guru 1 Baik 16 Kantin Sehat 3 ruangan Baik 17 Ruang terbuka hijau 1 petak Baik


12 Sarana prasarana lainnya : 1. Lab Komputer dilengkapi dengan 18 PC dan Internet dengan kecepatan hingga 40 Mbps. Mendukung dilaksanakanya Ujian berbasis Komputer. 2. Sarana Olahraga Alat olahraga yang lengkap 3. Meja kursi dan semua kelengkapan ruang kelas untuk kegiatan pembelajaran 4. Peralatan Audio Visual LCD Proyektor di setiap kelas. 5. Peralatan musik (keyboard dan gitar) 6. Peralatan banjari Moto dan Motivasi SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang ➢ BELAJ AR D AN BEKE RJ A TER AS A MU D AH, ME N YEN AN GK AN D AN BERM AK NA Logo SDN Blimbing 2


13 BAB III PROSES PENYUSUNAN RKJM A. PEMBENTUKAN TIM PENYUSUN RKJM Tim penyusun RKJM dibentuk oleh Kepala Sekolah. Tim ini terdiri dari; 1. Kepala Sekolah sebagai ketua 2. Bidang Kurikulum sebagai wakil ketua 3. Guru-guru sebagai anggota 4. Tenaga kependidikan sebagai anggota 5. Komite sekolah sebagai anggota B. ANALISIS SWOT Berikut adalah Analisis SWOT untuk penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk jangka waktu 4 tahun ke depan dengan mengintegrasikan Kurikulum Merdeka: a. Kekuatan (Strengths) : 1. Sumber Daya Manusia Berkualitas: Terdapat guru-guru yang berkualitas dan berpengalaman dalam mengajar, serta staf kependidikan yang kompeten dan berdedikasi. 2. Fasilitas dan Infrastruktur : Sekolah memiliki fasilitas dan infrastruktur yang cukup memadai, termasuk ruang kelas, crome book & PC, perpustakaan, kebun edukasi dan Lapangan bermain. 3. Dukungan Komunitas : Dukungan aktif dari komunitas lokal dalam bentuk partisipasi dalam kegiatan sekolah dan bantuan dalam pengembangan sekolah. b. Kelemahan (Weaknesses) : 1. Keterbatasan Anggaran : Terbatasnya anggaran pendidikan dapat membatasi kemampuan sekolah dalam memperbarui fasilitas dan meningkatkan kualitas pengajaran. 2. Kurang Aktifnya Kegiatan Belajar Bersama Guru (KOMBEL) : Belum terjadwalnya secara rutin kegitan belajar bersama antar guru yang disepakti bersama sebagai tugas utama/kewajiban yang harus diikuti yang masuk dalam jam efektif kerja dapat menghambat implementasi yang efektif. 3. Kurangnya Keterlibatan Orang Tua :


14 Beberapa orang tua mungkin kurang terlibat dalam kegiatan sekolah, sehingga mengurangi dukungan dan kolaborasi antara sekolah dan rumah. c. Peluang (Opportunities) : 1. Pelatihan dan Pengembangan Guru : Peluang untuk menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan profesional yang mendalam untuk mempersiapkan guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. 2. Kerjasama dengan Pihak Eksternal : Potensi untuk menjalin kemitraan dengan pihak eksternal, seperti lembaga pendidikan lain, perusahaan, atau organisasi non-profit, untuk mendukung program-program sekolah. 3. Teknologi Pendidikan : Kemajuan teknologi memberikan peluang untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dan memperluas akses terhadap sumber belajar. d. Ancaman (Threats) : 1. Perubahan Kebijakan Pendidikan : Perubahan kebijakan pendidikan dari pemerintah dapat mengharuskan sekolah untuk menyesuaikan strategi dan rencana kerja. 2. Persaingan dengan Sekolah Lain : Persaingan dengan sekolah-sekolah lain dalam memikat siswa dan mendapatkan dukungan dari masyarakat lokal. 3. Tantangan Lingkungan : Tantangan lingkungan seperti zona nyaman guru, bencana alam atau kondisi sosialpolitik yang tidak stabil dapat mengganggu proses belajar mengajar dan operasional sekolah. Dengan mempertimbangkan analisis SWOT ini, SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat merancang RKJM yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternalnya, serta memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada untuk mengatasi tantangan dan menghadapi ancaman yang mungkin timbul. C. ANALISIS HASIL RAPOT PENDIDIKAN Berikut adalah indikator-indikator analisis hasil rapot pendidikan untuk penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk jangka


15 waktu 4 tahun ke depan sebagai panduan dalam menyusun rencana kegiatan tahunan sekolah dengan mengintegrasikan Kurikulum Merdeka. NO INDIKATOR A.1 Kemampuan literasi A.1.1 Kompetensi membaca teks informasi A.1.2 Kompetensi membaca teks sastra A.1.3 Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1) A.1.4 Kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks (L2) A.1.5 Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3) A.2 Kemampuan numerasi A.2.1 Kompetensi pada domain Bilangan A.2.2 Kompetensi pada domain Aljabar A.2.3 Kompetensi pada domain Geometri A.2.4 Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian A.2.5 Kompetensi mengetahui (L1) A.2.6 Kompetensi menerapkan (L2) A.2.7 Kompetensi menalar (L3) A.3 Karakter A.3.1 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia A.3.2 Gotong Royong A.3.3 Kreativitas A.3.4 Nalar Kritis A.3.5 Kebinekaan global A.3.6 Kemandirian C.3 Pengalaman Pelatihan PTK C.3.1 Partisipasi dalam Platform Merdeka Mengajar (proporsi) C.3.2 Pelatihan lainnya (menggabungkan pelatihan bid. Studi, pedagogi, manajerial, dll) D.1 Kualitas pembelajaran D.1.1 Manajemen kelas D.1.2 Dukungan psikologis D.1.3 Metode pembelajaran D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru D.2.1 Belajar tentang pembelajaran D.2.2 Refleksi atas praktik mengajar D.2.3 Penerapan praktik inovatif D.3 Kepemimpinan instruksional D.3.1 Visi-misi satuan pendidikan D.3.2 Pengelolaan kurikulum satuan pendidikan D.3.3 Dukungan untuk refleksi guru D.4 Iklim keamanan satuan pendidikan D.4.1 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) peserta didik D.4.2 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) guru D.4.3 Pemahaman dan sikap terhadap perundungan D.4.4 Pengalaman perundungan peserta didik D.4.5 Pemahaman dan sikap terhadap hukuman fisik D.4.6 Pengalaman hukuman fisik peserta didik D.4.7 Pemahaman dan sikap guru tentang kekerasan seksual D.4.8 Pengalaman kekerasan seksual peserta didik D.4.9 Pemahaman dan sikap guru tentang rokok, minuman keras, dan narkoba


16 D.4.10 Pengalaman peserta didik terkait rokok, minuman keras, dan narkoba D.6 Iklim Kesetaraan Gender D.6.1 Pemahaman dan sikap warga satuan pendidikan terhadap kesetaraan gender D.6.2 Perilaku warga satuan pendidikan terhadap kesetaraan gender D.8 Iklim Kebinekaan D.8.1 Toleransi agama dan budaya D.8.2 Komitmen kebangsaan D.8.3 Toleransi dan kesetaraan peserta didik D.10 Iklim Inklusivitas D.10.1 Layanan disabilitas D.10.2 Layanan satuan pendidikan untuk peserta didik cerdas dan bakat istimewa D.10.3 Sikap terhadap disabilitas E.1 Partisipasi warga satuan pendidikan E.1.1 Partisipasi orang tua E.1.2 Partisipasi peserta didik E.2 Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu E.2.1 Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan E.2.2 Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran E.3 Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran E.3.1 Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring E.3.2 Indeks penggunaan platform SDS sumberdaya sekolah - ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan E.5 Program dan kebijakan satuan pendidikan E.5.1 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang perundungan E.5.2 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang hukuman fisik E.5.3 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang kekerasan seksual E.5.4 Program dan kebijakan satuan pendidikan tentang rokok, minuman keras, dan narkoba E.5.5 Program dan Kebijakan mengenai kesetaraan gender E.5.6 Program dan kebijakan mengenai penanggulangan dan pencegahan intoleransi di satuan pendidikan D. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN 4 TAHUN KE DEPAN Analisis pendidikan 4 tahun ke depan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang mengamanatkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai landasan pengembangan satuan pendidikan adalah sebagai berikut: 1. Implementasi Kurikulum Merdeka : Dalam menghadapi perkembangan pendidikan, implementasi Kurikulum Merdeka akan menjadi fokus utama. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan bagi sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lokal, minat siswa, dan tuntutan zaman. 2. Peningkatan Kualitas Guru dan Tenaga Kependidikan : SNP akan menjadi acuan dalam peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan. Program pelatihan dan pengembangan profesional akan disesuaikan dengan SNP, untuk


17 memastikan bahwa guru dan tenaga kependidikan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. 3. Penguatan Pengawasan dan Evaluasi : SNP akan menjadi pedoman dalam pengawasan dan evaluasi kinerja satuan pendidikan. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa satuan pendidikan mencapai standar yang telah ditetapkan dalam SNP. 4. Pengembangan Kurikulum Lokal : Satuan pendidikan akan lebih mendorong pengembangan kurikulum lokal yang sesuai dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, sejalan dengan semangat otonomi pendidikan yang diatur dalam SNP. 5. Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan : SNP akan menjadi dasar dalam pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan. Satuan pendidikan akan ditingkatkan dalam mengimplementasikan sistem penjaminan mutu yang berkesinambungan dan berorientasi pada hasil. 6. Peningkatan Akses dan Kesetaraan : Pendidikan inklusif akan menjadi fokus dalam empat tahun ke depan, dengan upaya peningkatan akses dan kesetaraan pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, sesuai dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam SNP. 7. Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi : SNP akan mendorong pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di semua satuan pendidikan. Satuan pendidikan akan ditingkatkan dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 8. Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat : SNP juga mengamanatkan keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan. Satuan pendidikan akan lebih menggalakkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip SNP ke dalam perencanaan dan implementasi pendidikan, diharapkan bahwa dalam empat tahun ke depan, pendidikan di Indonesia akan mengalami perkembangan yang signifikan dalam hal peningkatan mutu, aksesibilitas, dan kesetaraan. E. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA Identifikasi tantangan kesenjangan kondisi nyata sekolah saat ini dengan 4 tahun ke depan di SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang adalah sebagai berikut: a. Tantangan Saat Ini :


18 1. Keterbatasan dan Keterawatan Sarana dan Prasarana : Sekolah mungkin mengalami kesulitan dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, seperti ruang kelas yang cukup, perpustakaan yang lengkap, serta laboratorium dan fasilitas olahraga yang memadai. 2. Keterbatasan Sumber Daya Manusia : Sekolah mungkin menghadapi keterbatasan dalam jumlah dan kualitas guru serta tenaga kependidikan, terutama pada saat ada yang berhalangan hadir. 3. Kurangnya Kesadaran Belajar (membaca/memahami bacaan) : Sekolah mungkin menghadapi tantangan dalam mengelola siswa yang kemampuan, kemauan dan kesadaran membaca/memahami bacaan kurang untuk menyelesaikan pendidikan mereka hingga tingkat SD. Faktor-faktor seperti kondisi lingkungan keluarga siswa, kondisi lingkungan dan arus globalisasi, atau kurangnya motivasi dapat menjadi tantangan penyebab kurangnya kesadaran belajar siswa. 4. Kurangnya Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat : Tantangan lainnya adalah kurangnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam kegiatan sekolah. Hal ini dapat mempengaruhi dukungan dan partisipasi orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak-anak mereka. b. Tantangan 4 Tahun ke Depan : • Implementasi Kurikulum Merdeka : Dengan adanya transisi menuju Kurikulum Merdeka, sekolah mungkin menghadapi tantangan dalam menyesuaikan kurikulum, pembelajaran, dan penilaian untuk memenuhi tuntutan baru dalam Kurikulum Merdeka. • Peningkatan Kualitas Guru : Untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, sekolah perlu memastikan kualitas guru yang memadai dan terus meningkatkan kompetensi mereka melalui pelatihan dan pengembangan profesional yang berkualitas. • Penguatan Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat : Salah satu prioritas untuk ke depan adalah memperkuat keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam kegiatan sekolah, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang mendukung dan inklusif. • Peningkatan Sarana dan Prasarana : Sekolah perlu berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk memperbarui dan meningkatkan fasilitas fisik, teknologi, dan sumber daya pembelajaran.


19 Dengan mengidentifikasi tantangan ini, SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat merumuskan strategi dan rencana aksi yang tepat untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan mutu pendidikan di masa mendatang.


20 BAB IV RENCANA KERJA 4 TAHUN A. STRATEGI PENCAPAIAN RKJM DARI INDIKATOR RAPORT MUTU PENDIDIKAN 1. INDIKATOR KEMAMPUAN LITERASI Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari rapor mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator kemampuan literasi: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: • Pemetaan Kemampuan Literasi : Melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi siswa melalui tes standar yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. • Analisis Data : Menganalisis data hasil tes literasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam kemampuan literasi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi. • Pengembangan Program Intervensi : Merancang program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan siswa berdasarkan hasil analisis data, dengan fokus pada peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan pemahaman teks. • Pelatihan Guru : Melaksanakan pelatihan bagi guru-guru terkait metode pengajaran dan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa. Tahun 2: • Implementasi Program Intervensi : Melaksanakan program intervensi dalam pembelajaran sehari-hari dengan melibatkan semua mata pelajaran, termasuk pembelajaran lintas mata pelajaran yang mendukung pengembangan literasi siswa. • Monitoring dan Evaluasi : Melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program intervensi, serta mengumpulkan data kemajuan siswa dalam kemampuan literasi. • Perbaikan dan Penyesuaian : Melakukan perbaikan dan penyesuaian program intervensi berdasarkan temuan dari monitoring dan evaluasi, serta respons dari guru dan siswa.


21 Tahun 3: • Penguatan Kolaborasi : Memperkuat kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat untuk mendukung pembelajaran literasi di luar lingkungan sekolah, seperti membentuk klub literasi atau mengadakan kegiatan membaca bersama. • Pengayaan Kurikulum : Mengintegrasikan lebih banyak aktivitas literasi ke dalam kurikulum sekolah, termasuk proyek-proyek penulisan kreatif, debat, dan diskusi buku. • Pengembangan Koleksi Perpustakaan : Memperkaya koleksi perpustakaan sekolah dengan buku-buku bermutu yang sesuai dengan minat dan tingkat bacaan siswa. Tahun 4: • Konsolidasi dan Penyebaran Praktik Terbaik : Menguatkan praktik-praktik terbaik dalam pengajaran dan pembelajaran literasi, serta mengembangkannya ke seluruh tingkatan dan mata pelajaran di sekolah. • Pemantauan Lanjutan : Melakukan pemantauan lanjutan terhadap kemajuan siswa dalam kemampuan literasi, serta evaluasi keseluruhan efektivitas program literasi sekolah. • Perencanaan Lanjutan : Merumuskan rencana lanjutan untuk menjaga momentum peningkatan kemampuan literasi siswa di masa depan, dengan mempertimbangkan perkembangan pendidikan dan kebutuhan siswa yang terus berubah. Dengan mengikuti tahapan pencapaian ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat secara berkelanjutan meningkatkan kemampuan literasi siswa selama 4 tahun ke depan. 2. INDIKATOR KEMAMPUAN NUMERASI Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari rapor mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator kemampuan numerasi: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Pemetaan Kemampuan Numerasi : Melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan numerasi siswa melalui tes standar yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. 2. Analisis Data :


22 Menganalisis data hasil tes numerasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam kemampuan numerasi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi. 3. Pengembangan Program Intervensi : Merancang program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan siswa berdasarkan hasil analisis data, dengan fokus pada peningkatan kemampuan dasar matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. 4. Pelatihan Guru : Melaksanakan pelatihan bagi guru-guru terkait metode pengajaran dan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Tahun 2: 1. Implementasi Program Intervensi : Melaksanakan program intervensi dalam pembelajaran sehari-hari dengan melibatkan semua mata pelajaran, termasuk pengintegrasian konsep matematika ke dalam konteks kehidupan sehari-hari. 2. Monitoring dan Evaluasi : Melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program intervensi, serta mengumpulkan data kemajuan siswa dalam kemampuan numerasi. 3. Perbaikan dan Penyesuaian : Melakukan perbaikan dan penyesuaian program intervensi berdasarkan temuan dari monitoring dan evaluasi, serta respons dari guru dan siswa. Tahun 3: 1. Penguatan Kolaborasi: Memperkuat kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat untuk mendukung pembelajaran numerasi di luar lingkungan sekolah, seperti mengadakan kegiatan matematika bersama atau mendorong penggunaan aplikasi pembelajaran matematika di rumah. 2. Pengayaan Kurikulum : Mengintegrasikan lebih banyak aktivitas matematika ke dalam kurikulum sekolah, termasuk pemecahan masalah kontekstual dan eksplorasi matematika yang melibatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. 3. Pengembangan Materi Pembelajaran : Membuat dan memperbarui materi pembelajaran yang menarik dan bervariasi untuk mendukung pembelajaran matematika yang efektif dan menyenangkan. Tahun 4:


23 1. Konsolidasi dan Penyebaran Praktik Terbaik : Menguatkan praktik-praktik terbaik dalam pengajaran dan pembelajaran matematika, serta mengembangkannya ke seluruh tingkatan dan mata pelajaran di sekolah. 2. Pemantauan Lanjutan : Melakukan pemantauan lanjutan terhadap kemajuan siswa dalam kemampuan numerasi, serta evaluasi keseluruhan efektivitas program numerasi sekolah. 3. Perencanaan Lanjutan : Merumuskan rencana lanjutan untuk menjaga momentum peningkatan kemampuan numerasi siswa di masa depan, dengan mempertimbangkan perkembangan pendidikan dan kebutuhan siswa yang terus berubah. Dengan mengikuti tahapan pencapaian ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat secara berkelanjutan meningkatkan kemampuan numerasi siswa selama 4 tahun ke depan. 3. INDIKATOR KARAKTER Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari rapor mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator Karakter: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Pemetaan Karakter Siswa : Melakukan pemetaan awal terhadap karakter siswa melalui observasi, wawancara, dan survei yang melibatkan stakeholder sekolah seperti guru, orang tua, dan siswa sendiri. 2. Analisis Data : Menganalisis data hasil pemetaan karakter untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karakter siswa, serta area-area yang perlu diperhatikan dalam pengembangan karakter di sekolah. 3. Perencanaan Program Pengembangan Karakter : Merancang program pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan di sekolah, seperti kejujuran, disiplin, kerja sama, keteladanan, dan lain sebagainya. 4. Pelatihan Guru dan Staf : Melakukan pelatihan bagi guru dan staf sekolah terkait strategi pembelajaran dan pendekatan yang mendukung pengembangan karakter siswa di dalam dan di luar kelas.


24 Tahun 2: 1. Implementasi Program Pengembangan Karakter : Melaksanakan program pengembangan karakter di dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler, seperti melalui mata pelajaran PPKn, kegiatan Kesiswaan, dan kegiatan pengembangan kepribadian. 2. Monitoring dan Evaluasi : Melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program pengembangan karakter, serta mengumpulkan data mengenai perubahan perilaku siswa terkait karakter. 3. Refleksi dan Penyesuaian : Merefleksikan hasil monitoring dan evaluasi untuk menyesuaikan program pengembangan karakter sesuai dengan kebutuhan siswa dan tantangan yang dihadapi. Tahun 3: 1. Penguatan Kolaborasi : Memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pembentukan karakter siswa di sekolah dan di lingkungan sekitarnya. 2. Pengayaan Kurikulum : Mengintegrasikan lebih banyak aktivitas dan pembelajaran yang mendukung pengembangan karakter siswa ke dalam kurikulum sekolah, termasuk dengan memanfaatkan kegiatan-kegiatan yang bersifat komunitas dan pelayanan masyarakat. 3. Penghargaan dan Pengakuan : Memberikan penghargaan dan pengakuan kepada siswa yang menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai karakter yang diinginkan, sebagai bentuk dorongan positif. Tahun 4: 1. Konsolidasi dan Penyebaran Praktik Terbaik : Menguatkan praktik-praktik terbaik dalam pembentukan karakter siswa, serta menyebarkannya ke seluruh tingkatan dan mata pelajaran di sekolah. 2. Pemantauan Lanjutan : Melakukan pemantauan lanjutan terhadap perkembangan karakter siswa, serta evaluasi keseluruhan efektivitas program pengembangan karakter sekolah. 3. Perencanaan Lanjutan :


25 Merumuskan rencana lanjutan untuk menjaga momentum pengembangan karakter siswa di masa depan, dengan mempertimbangkan perkembangan pendidikan dan kebutuhan siswa yang terus berubah. Dengan mengikuti tahapan pencapaian ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat secara berkelanjutan meningkatkan pembentukan karakter siswa selama 4 tahun ke depan. 4. INDIKATOR PENGALAMAN PELATIHAN PTK (PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN) Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari rapor mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator Pengalaman Pelatihan PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan): **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Identifikasi Kebutuhan Pelatihan : Melakukan survei dan wawancara untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan PTK berdasarkan kurikulum baru, teknologi pendidikan terkini, dan tuntutan profesi yang berkembang. 2. Perencanaan Program Pelatihan : Merumuskan program pelatihan yang komprehensif berdasarkan kebutuhan yang diidentifikasi, termasuk pelatihan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, teknik pembelajaran inovatif, dan manajemen kelas yang efektif. 3. Kerjasama dengan Lembaga Pelatihan : Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga pelatihan profesional atau perguruan tinggi untuk menyelenggarakan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan standar kompetensi PTK. Tahun 2: 1. Pelaksanaan Program Pelatihan : Melaksanakan program pelatihan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, termasuk workshop, seminar, kursus online, dan kegiatan pembelajaran lainnya. 2. Evaluasi Pelatihan : Melakukan evaluasi terhadap efektivitas dan kepuasan peserta pelatihan untuk menilai sejauh mana program pelatihan telah mencapai tujuan dan memenuhi harapan peserta. 3. Pembaruan Kurikulum :


26 Mengintegrasikan hasil-hasil pelatihan ke dalam proses pembaruan kurikulum sekolah, sehingga mencerminkan praktik-praktik terbaik dalam pengajaran dan pembelajaran. Tahun 3: 1. Pengembangan Keterampilan Lanjutan : Menyelenggarakan pelatihan lanjutan atau pengembangan profesional yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan individu atau kelompok PTK, seperti penggunaan teknologi dalam pembelajaran atau manajemen kelas inklusif. 2. Pengakuan dan Penghargaan : Memberikan pengakuan dan penghargaan kepada PTK yang telah aktif mengikuti dan berkontribusi dalam program pelatihan, sebagai bentuk motivasi dan apresiasi terhadap upaya mereka dalam meningkatkan profesionalisme. 3. Monitoring dan Dukungan Berkelanjutan : Melakukan pemantauan dan memberikan dukungan berkelanjutan kepada PTK dalam penerapan praktik-praktik terbaik yang telah dipelajari melalui program pelatihan. Tahun 4: 1. Penyebaran Praktik Terbaik : Mendorong penyebaran praktik-praktik terbaik yang dipelajari melalui program pelatihan ke seluruh sekolah dan guru lainnya di wilayah tersebut. 2. Evaluasi Hasil Pelatihan : Melakukan evaluasi terhadap dampak jangka panjang dari program pelatihan terhadap peningkatan mutu pendidikan dan kinerja PTK. 3. Perencanaan Lanjutan : Merencanakan program pelatihan lanjutan dan pengembangan profesional untuk tahun-tahun berikutnya, dengan memperhatikan perkembangan terkini dalam bidang pendidikan dan kebutuhan sekolah. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme PTK secara berkelanjutan dalam 4 tahun ke depan. 5. INDIKATOR KUALITAS PEMBELAJARAN Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari rapor mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator kualitas pembelajaran: **Tahapan Pencapaian RKJM:**


27 Tahun 1: 1. Evaluasi Awal Kualitas Pembelajaran : Melakukan evaluasi awal terhadap kualitas pembelajaran di sekolah dengan menganalisis data ujian, penilaian kinerja siswa, dan umpan balik dari guru dan siswa. 2. Identifikasi Kebutuhan : Mengidentifikasi kebutuhan utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk peningkatan metode pengajaran, fasilitas pembelajaran, dan sumber daya pendukung lainnya. 3. Perencanaan Pengembangan : Merencanakan strategi pengembangan kualitas pembelajaran yang mencakup pelatihan guru, pengadaan materi pembelajaran yang lebih interaktif, dan peningkatan fasilitas pembelajaran. Tahun 2: 1. Implementasi Program Pengembangan : Melaksanakan program pengembangan kualitas pembelajaran yang telah direncanakan, termasuk pelatihan guru dalam metode pengajaran yang inovatif dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. 2. Pembaruan Kurikulum : Memperbarui kurikulum sekolah dengan menyesuaikan kurikulum nasional dan memperkaya materi pembelajaran dengan konten yang relevan dan menarik bagi siswa. 3. Penggunaan Teknologi : Mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, seperti penggunaan perangkat lunak pembelajaran interaktif, platform pembelajaran daring, dan multimedia untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Tahun 3: 1. Pengembangan Materi Pembelajaran : Mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan mengakomodasi gaya belajar yang beragam, serta memfasilitasi pembelajaran yang berpusat pada siswa. 2. Kolaborasi dan Konsultasi : Melakukan kolaborasi dengan lembaga pendidikan lainnya, spesialis bidang, dan komunitas lokal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendapatkan saran dalam perbaikan yang diperlukan. 3. Pemantauan dan Evaluasi :


28 Melakukan pemantauan terhadap implementasi program pengembangan kualitas pembelajaran dan mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Tahun 4: 1. Diseminasi Praktik Terbaik : Menyebarluaskan praktik terbaik dalam pembelajaran kepada seluruh guru dan staf sekolah, serta memfasilitasi forum untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran antar guru. 2. Pengembangan Guru : Melanjutkan pelatihan dan pengembangan profesional guru dalam upaya menjaga kualitas pembelajaran yang terus meningkat. 3. Evaluasi dan Perencanaan Lanjutan : Melakukan evaluasi akhir terhadap pencapaian program pengembangan kualitas pembelajaran, serta merencanakan langkah-langkah lanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di masa mendatang. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat secara berkelanjutan meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa selama 4 tahun ke depan. 6. INDIKATOR REFLEKSI DAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN OLEH GURU Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari raport mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Guru: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Pengenalan Konsep Refleksi : Memperkenalkan konsep refleksi kepada guru-guru melalui pelatihan dan bimbingan, serta menyediakan pedoman dan alat untuk merefleksikan proses pembelajaran mereka. 2. Pemantauan Awal : Melakukan pemantauan awal terhadap praktik pembelajaran oleh guru, baik melalui observasi kelas, evaluasi hasil belajar siswa, maupun umpan balik dari siswa dan rekan kerja. 3. Perencanaan Sistem Refleksi : Merancang sistem refleksi yang terstruktur, termasuk waktu khusus untuk refleksi individu dan kolaboratif, serta pencatatan hasil refleksi untuk pengembangan pribadi.


29 Tahun 2: 1. Penerapan Refleksi : Mendorong guru-guru untuk secara aktif merefleksikan pengalaman pembelajaran mereka, mengidentifikasi kekuatan dan area perbaikan, serta merumuskan strategi perbaikan yang konkrit. 2. Kolaborasi dan Diskusi : Mengadakan sesi kolaboratif antara guru-guru untuk berbagi pengalaman, strategi, dan solusi dalam meningkatkan praktik pembelajaran mereka, serta memberikan dukungan dan umpan balik satu sama lain. 3. Pemantauan dan Umpan Balik : Melakukan pemantauan terhadap implementasi refleksi oleh guru-guru, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk membantu mereka memperbaiki praktik pembelajaran. Tahun 3: 1. Pengembangan Keterampilan Refleksi : Menyelenggarakan pelatihan lanjutan dalam keterampilan refleksi, termasuk teknik refleksi yang mendalam, penggunaan data dalam refleksi, dan penerapan hasil refleksi dalam perbaikan praktik pembelajaran. 2. Penerapan Strategi Perbaikan : Mendorong guru-guru untuk mengimplementasikan strategi perbaikan yang telah dirumuskan melalui refleksi, dengan fokus pada aspek-aspek tertentu yang perlu ditingkatkan dalam pembelajaran mereka. 3. Evaluasi Diri : Mendorong guru-guru untuk secara teratur mengevaluasi dan merefleksikan efektivitas strategi perbaikan yang telah mereka terapkan, serta melakukan penyesuaian jika diperlukan. Tahun 4: 1. Konsolidasi Praktik Terbaik : Menguatkan praktik refleksi dan perbaikan pembelajaran sebagai bagian integral dari budaya sekolah, dengan mempromosikan kolaborasi antar guru dan mendukung pengembangan komunitas pembelajaran profesional. 2. Pengakuan dan Apresiasi : Mengakui dan mengapresiasi upaya dan pencapaian guru-guru dalam merefleksikan dan meningkatkan praktik pembelajaran mereka, baik melalui penghargaan formal maupun penghargaan informal.


30 3. Evaluasi Keseluruhan : Melakukan evaluasi keseluruhan terhadap efektivitas sistem refleksi dan perbaikan pembelajaran, serta merumuskan rencana lanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan proses tersebut di masa mendatang. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui refleksi dan perbaikan yang berkelanjutan oleh guru-guru selama 4 tahun ke depan. 7. INDIKATOR KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari raport mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator Kepemimpinan Instruksional: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Evaluasi Awal Kepemimpinan Instruksional : Melakukan evaluasi awal terhadap praktik kepemimpinan instruksional di sekolah, termasuk analisis peran kepala sekolah dalam mengarahkan dan mendukung guru dalam proses pembelajaran. 2. Identifikasi Kebutuhan Pengembangan : Mengidentifikasi kebutuhan utama dalam meningkatkan kepemimpinan instruksional, baik dalam hal keterampilan kepemimpinan, pemahaman terhadap kurikulum, maupun pengelolaan sumber daya manusia. 3. Perencanaan Program Pengembangan : Merancang program pengembangan kepemimpinan instruksional yang mencakup pelatihan kepemimpinan, konsultasi dengan ahli, dan pengembangan rencana strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Tahun 2: 1. Implementasi Program Pengembangan : Melaksanakan program pengembangan kepemimpinan instruksional yang telah direncanakan, termasuk pelatihan bagi kepala sekolah dalam strategi kepemimpinan yang efektif, pemantauan pembelajaran, dan pembinaan guru. 2. Penerapan Strategi Kepemimpinan : Mendorong kepala sekolah untuk menerapkan strategi kepemimpinan yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, seperti memberikan umpan balik


31 terhadap pengajaran, mengadakan pengamatan kelas, dan memfasilitasi kolaborasi antar guru. 3. Pengawasan dan Dukungan : Memberikan pengawasan dan dukungan kepada kepala sekolah dalam menjalankan peran kepemimpinan instruksional, termasuk memberikan bimbingan dan pembinaan secara berkala. Tahun 3: 1. Pengembangan Tim Kepemimpinan : Membentuk tim kepemimpinan sekolah yang inklusif dan efektif, yang melibatkan berbagai stakeholder di sekolah, untuk bersama-sama merumuskan dan melaksanakan inisiatif peningkatan kualitas pembelajaran. 2. Penggunaan Data : Mendorong kepala sekolah untuk menggunakan data hasil pembelajaran siswa dan evaluasi pengajaran untuk mengidentifikasi tren, memantau kemajuan, dan mengambil tindakan perbaikan yang sesuai. 3. Kolaborasi Eksternal : Membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan lainnya, komunitas lokal, dan sumber daya eksternal lainnya untuk mendukung pengembangan kepemimpinan instruksional yang berkelanjutan. Tahun 4: 1. Konsolidasi Praktik Terbaik : Menguatkan praktik kepemimpinan instruksional yang terbukti efektif melalui penyebaran praktik terbaik, pembinaan dan mentoring antar kepala sekolah, serta peningkatan kolaborasi antar sekolah dalam jaringan. 2. Pengembangan Diri : Mendorong kepala sekolah untuk terus mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka melalui pelatihan, pembacaan, dan partisipasi dalam jaringan profesional. 3. Evaluasi dan Penyempurnaan : Melakukan evaluasi akhir terhadap efektivitas program pengembangan kepemimpinan instruksional, serta merumuskan rencana perbaikan atau penyesuaian untuk masa depan. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kepemimpinan instruksional yang efektif dan berkelanjutan selama 4 tahun ke depan.


32 8. INDIKATOR IKLIM KEAMANAN SATUAN PENDIDIKAN Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari rapor mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator Iklim Keamanan Satuan Pendidikan: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Evaluasi Awal Iklim Keamanan : Melakukan evaluasi awal terhadap iklim keamanan di sekolah dengan mengumpulkan data tentang kejadian atau isu-isu yang berkaitan dengan keamanan sekolah, termasuk perilaku siswa, konflik antar siswa, dan masalah keamanan fisik. 2. Identifikasi Tantangan : Mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi oleh sekolah dalam menciptakan iklim keamanan yang kondusif, seperti intimidasi, kenakalan remaja, atau kekerasan fisik. 3. Perencanaan Tindakan Pencegahan : Merumuskan rencana tindakan pencegahan yang mencakup kegiatan pembinaan karakter, pengembangan aturan sekolah yang jelas, dan program pelatihan bagi guru dan staf terkait pengelolaan konflik. Tahun 2: 1. Implementasi Program Pencegahan : Melaksanakan program pencegahan yang telah direncanakan, termasuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosialisasi tentang pentingnya iklim keamanan dan penegakan aturan sekolah. 2. Pengawasan dan Intervensi Dini : Menerapkan sistem pengawasan yang efektif untuk mendeteksi dan mengatasi potensi masalah keamanan secara dini, serta memberikan intervensi yang tepat kepada siswa yang terlibat dalam perilaku yang tidak aman. 3. Penguatan Kolaborasi : Memperkuat kerjasama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung upaya menciptakan iklim keamanan yang positif di sekolah dan di lingkungan sekitarnya. Tahun 3: 1. Evaluasi dan Penyesuaian :


33 Melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas program pencegahan yang telah dilaksanakan, serta melakukan penyesuaian atau perbaikan jika diperlukan berdasarkan temuan evaluasi tersebut. 2. Pengembangan Keterampilan Pengelolaan Konflik : Mengadakan pelatihan dan workshop bagi guru dan staf sekolah terkait pengelolaan konflik, komunikasi efektif, dan penanganan situasi yang memicu kekerasan atau ketegangan. 3. Pemantauan Rutin : Melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi iklim keamanan di sekolah, termasuk melalui survei atau wawancara periodik kepada siswa, orang tua, dan staf sekolah. Tahun 4: 1. Pembinaan Karakter dan Etika : Mengintegrasikan pembinaan karakter dan etika ke dalam seluruh aspek kehidupan sekolah, sehingga tercipta budaya yang mendorong sikap saling menghargai dan bertanggung jawab. 2. Pembentukan Tim Keamanan Sekolah : Membentuk tim keamanan sekolah yang terdiri dari guru, staf sekolah, dan anggota masyarakat setempat untuk mengawasi dan merancang langkah-langkah keamanan yang lebih lanjut. 3. Pemantauan dan Evaluasi Akhir : Melakukan pemantauan dan evaluasi akhir terhadap keseluruhan progres pencapaian RKJM terkait iklim keamanan, serta merumuskan rekomendasi untuk langkah-langkah lanjutan di masa mendatang. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah. 9. INDIKATOR IKLIM KESETARAAN GENDER Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari raport mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator Iklim Kesetaraan Gender: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Evaluasi Awal Iklim Kesetaraan Gender :


34 Melakukan evaluasi awal terhadap iklim kesetaraan gender di sekolah dengan mengumpulkan data terkait partisipasi siswa berdasarkan jenis kelamin, keterwakilan staf dan guru, serta kebijakan dan praktik sekolah terkait kesetaraan gender. 2. Identifikasi Tantangan : Mengidentifikasi tantangan dan hambatan utama yang menghambat tercapainya kesetaraan gender di sekolah, seperti stereotip gender, diskriminasi, atau ketidaksetaraan akses terhadap kesempatan pendidikan. 3. Perencanaan Strategi : Merencanakan strategi untuk memperkuat kesetaraan gender di sekolah, termasuk program kesadaran gender, pelatihan bagi staf, dan kebijakan inklusif yang mendukung kesetaraan gender. Tahun 2: 1. Implementasi Program Kesetaraan Gender : Melaksanakan program kesetaraan gender yang telah direncanakan, seperti workshop kesadaran gender, pengenalan peran gender positif, dan penggunaan materi pembelajaran yang inklusif. 2. Penguatan Kebijakan Sekolah : Mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan sekolah yang mendukung kesetaraan gender, seperti kebijakan anti-diskriminasi, penghapusan stereotip gender, dan penggunaan bahasa yang inklusif. 3. Promosi Partisipasi : Mendorong partisipasi aktif siswa, terutama perempuan, dalam berbagai kegiatan akademik, ekstrakurikuler, dan kepemimpinan di sekolah. Tahun 3: 1. Peningkatan Kesadaran : Melakukan kampanye kesadaran gender yang berkelanjutan, termasuk seminar, diskusi kelompok, dan kegiatan lainnya untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan terhadap kesetaraan gender di kalangan siswa, staf, dan orang tua. 2. Pendekatan Inklusif : Mengadopsi pendekatan pembelajaran yang inklusif dan sensitif gender dalam penyusunan kurikulum, pemilihan materi pembelajaran, dan pengorganisasian kegiatan sekolah. 3. Kolaborasi dengan Stakeholder :


35 Melibatkan orang tua, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam mendukung upaya sekolah dalam mempromosikan kesetaraan gender, serta menggalang dukungan dan partisipasi aktif mereka dalam program-program kesetaraan gender. Tahun 4: 1. Evaluasi dan Perbaikan : Melakukan evaluasi terhadap efektivitas program-program kesetaraan gender yang telah dilaksanakan, serta melakukan perbaikan atau penyesuaian strategi berdasarkan temuan evaluasi untuk meningkatkan dampaknya. 2. Penghargaan dan Pengakuan : Memberikan penghargaan dan pengakuan kepada individu atau kelompok yang berkontribusi secara signifikan dalam mempromosikan kesetaraan gender di sekolah, sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya mereka. 3. Perencanaan Lanjutan : Merencanakan langkah-langkah lanjutan untuk mempertahankan dan memperluas keberhasilan program-program kesetaraan gender di masa mendatang, serta menetapkan target baru untuk mencapai kesetaraan gender yang lebih baik di sekolah. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung kesetaraan gender bagi seluruh warga sekolah. 10. INDIKATOR IKLIM KEBINEKAAN Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari raport mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator Iklim Kebinekaan: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Evaluasi Awal Iklim Kebinekaan : Melakukan evaluasi awal terhadap iklim kebinekaan di sekolah dengan mengidentifikasi representasi siswa dari berbagai latar belakang budaya, agama, dan etnis, serta menganalisis keberagaman dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan kebijakan sekolah. 2. Identifikasi Tantangan : Mengidentifikasi tantangan dan hambatan utama dalam menciptakan iklim kebinekaan yang inklusif, seperti stereotip budaya, ketidakpekaan terhadap perbedaan, atau konflik antar kelompok. 3. Perencanaan Strategi :


36 Merencanakan strategi untuk memperkuat iklim kebinekaan di sekolah, termasuk program kesadaran multikultural, pelatihan bagi staf, dan pengembangan kebijakan yang mendukung keberagaman. Tahun 2: 1. Implementasi Program Kebinekaan : Melaksanakan program kebinekaan yang telah direncanakan, seperti kegiatan sosialisasi multikultural, pameran budaya, atau pembelajaran lintas budaya dalam kurikulum. 2. Promosi Toleransi dan Penghargaan : Mendorong promosi toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan di antara siswa dan staf sekolah, dengan mengadakan kegiatan yang memperkuat pemahaman, penghormatan, dan penghargaan terhadap keberagaman. 3. Kolaborasi dengan Komunitas : Melibatkan komunitas lokal dan lembaga terkait dalam mendukung upaya sekolah dalam mempromosikan kebinekaan, serta membangun kemitraan yang inklusif dalam mendukung keberagaman. Tahun 3: 1. Pengembangan Keterampilan Interkultural : Menyelenggarakan pelatihan dan workshop bagi guru dan staf tentang keterampilan interkultural, sensitivitas budaya, dan komunikasi lintas budaya untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerja dengan siswa dari latar belakang budaya yang berbeda. 2. Penguatan Kerjasama Antar Siswa : Mendorong kolaborasi dan kerjasama antara siswa dari berbagai latar belakang budaya melalui kegiatan-kegiatan sekolah, seperti proyek kolaboratif, klub kebudayaan, atau kegiatan sosial bersama. 3. Pemantauan dan Evaluasi : Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi program kebinekaan, serta mengumpulkan umpan balik dari siswa, staf, dan orang tua untuk mengevaluasi dampaknya terhadap iklim kebinekaan di sekolah. Tahun 4: 1. Perluasan Program : Memperluas program kebinekaan ke dalam seluruh aspek kehidupan sekolah, termasuk kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan kebijakan sekolah, serta


37 memastikan bahwa keberagaman diakui dan dihargai dalam semua aspek kegiatan sekolah. 2. Diseminasi Praktik Terbaik : Menyebarluaskan praktik terbaik dalam mempromosikan kebinekaan kepada sekolah lain dan komunitas pendidikan, serta berbagi pengalaman dan pembelajaran melalui forum atau jaringan profesional. 3. Evaluasi Akhir dan Perencanaan Lanjutan : Melakukan evaluasi akhir terhadap efektivitas program kebinekaan dan merumuskan rencana lanjutan untuk mempertahankan dan memperluas upaya dalam mempromosikan kebinekaan di masa mendatang. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berbudaya bagi seluruh warga sekolah, yang menghargai dan merayakan keberagaman sebagai aset positif. 11. INDIKATOR IKLIM INKLUSIVITAS Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari raport mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator Iklim Inklusivitas: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Evaluasi Awal Iklim Inklusivitas : Melakukan evaluasi awal terhadap iklim inklusivitas di sekolah dengan mengidentifikasi tingkat partisipasi dan dukungan bagi siswa dengan kebutuhan khusus, serta menganalisis kebijakan dan praktik sekolah terkait inklusi pendidikan. 2. Identifikasi Tantangan : Mengidentifikasi tantangan dan hambatan utama dalam menciptakan iklim inklusif, seperti kurangnya aksesibilitas fisik, kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang kebutuhan khusus, atau diskriminasi terhadap siswa dengan kebutuhan khusus. 3. Perencanaan Strategi : Merencanakan strategi untuk memperkuat iklim inklusif di sekolah, termasuk program pelatihan untuk guru tentang pendekatan inklusif, perbaikan infrastruktur sekolah untuk aksesibilitas, dan penyediaan sumber daya pendukung bagi siswa dengan kebutuhan khusus. Tahun 2: 1. Implementasi Program Inklusi :


38 Melaksanakan program inklusi yang telah direncanakan, seperti pelatihan untuk guru tentang diferensiasi pembelajaran, penyesuaian kurikulum, atau penggunaan teknologi asistif. 2. Pembangunan Infrastruktur : Meningkatkan aksesibilitas fisik di sekolah, termasuk fasilitas yang ramah disabilitas, aksesibilitas transportasi, dan fasilitas lainnya yang mendukung partisipasi siswa dengan kebutuhan khusus. 3. Pengembangan Dukungan : Membangun sistem dukungan yang inklusif bagi siswa dengan kebutuhan khusus, seperti pemberian bantuan belajar tambahan, dukungan emosional, atau akses ke layanan kesehatan. Tahun 3: 1. Penyempurnaan Praktik Inklusi : Melanjutkan pengembangan dan penyempurnaan praktik inklusi di kelas, termasuk implementasi strategi diferensiasi pembelajaran, kolaborasi antara guru, dan penerapan teknologi pendidikan yang mendukung. 2. Penguatan Kolaborasi : Membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan inklusif, organisasi masyarakat, dan orang tua siswa dengan kebutuhan khusus untuk mendukung upaya inklusi sekolah. 3. Pemantauan dan Evaluasi : Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program inklusi, serta mengevaluasi dampaknya terhadap iklim inklusif di sekolah dan hasil belajar siswa dengan kebutuhan khusus. Tahun 4: 1. Diseminasi Praktik Terbaik : Menyebarluaskan praktik inklusi yang terbukti efektif kepada sekolah lain dan komunitas pendidikan, serta berbagi pengalaman dan pembelajaran melalui forum atau jaringan profesional. 2. Pengembangan Kompetensi : Terus mengembangkan kompetensi guru dan staf sekolah dalam mendukung inklusi pendidikan, melalui pelatihan lanjutan, workshop, atau program pengembangan profesional lainnya. 3. Perencanaan Lanjutan :


39 Merencanakan langkah-langkah lanjutan untuk mempertahankan dan memperluas upaya inklusi sekolah di masa mendatang, serta menetapkan target baru untuk mencapai inklusivitas yang lebih besar di sekolah. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung bagi semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus. 12. INDIKATOR PARTISIPASI WARGA SATUAN PENDIDIKAN Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari raport mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator Partisipasi Warga Satuan Pendidikan: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Evaluasi Awal Partisipasi : Melakukan evaluasi awal terhadap tingkat partisipasi warga satuan pendidikan, termasuk siswa, orang tua, guru, dan masyarakat lokal, dalam berbagai kegiatan dan pengambilan keputusan di sekolah. 2. Analisis Tantangan : Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi warga sekolah, seperti kurangnya komunikasi, kurangnya kesempatan untuk berpartisipasi, atau ketidakpedulian terhadap kegiatan sekolah. 3. Perencanaan Strategi : Merencanakan strategi untuk meningkatkan partisipasi warga sekolah, termasuk pembentukan komite-komite partisipatif, peningkatan komunikasi, dan pengembangan kegiatan yang menarik minat mereka. Tahun 2: 1. Implementasi Program Partisipasi : Melaksanakan program-program partisipasi yang telah direncanakan, seperti forum orang tua, pertemuan guru-siswa, atau program sukarelawan masyarakat untuk mendukung kegiatan sekolah. 2. Pelatihan dan Pemberdayaan : Memberikan pelatihan dan pemberdayaan kepada semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, termasuk guru, orang tua, dan siswa, tentang pentingnya partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah. 3. Pengembangan Sarana Komunikasi :


40 Meningkatkan sarana komunikasi, baik online maupun offline, untuk memfasilitasi dialog antara warga sekolah, seperti melalui situs web sekolah, media sosial, buletin, atau surat kabar sekolah. Tahun 3: 1. Promosi dan Kampanye : Mengadakan kampanye promosi tentang pentingnya partisipasi warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengajak mereka untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. 2. Pengembangan Kemitraan : Membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat lokal, organisasi nonpemerintah, dan lembaga lainnya untuk mendukung kegiatan sekolah dan meningkatkan partisipasi mereka dalam pembangunan sekolah. 3. Pengakuan dan Penghargaan : Memberikan pengakuan dan penghargaan kepada individu atau kelompok yang berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan sekolah, sebagai bentuk motivasi dan apresiasi terhadap kontribusi mereka. Tahun 4: 1. Evaluasi dan Penyesuaian : Melakukan evaluasi terhadap efektivitas program partisipasi yang telah dilaksanakan, serta melakukan penyesuaian atau perubahan strategi berdasarkan umpan balik dari warga sekolah untuk meningkatkan partisipasi mereka. 2. Pembinaan Kelompok Partisipatif : Membentuk kelompok-kelompok partisipatif, seperti kelompok diskusi orang tua atau kelompok kerja siswa, untuk terlibat secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan sekolah. 3. Perencanaan Lanjutan : Merencanakan langkah-langkah lanjutan untuk mempertahankan dan memperluas partisipasi warga sekolah di masa mendatang, serta menetapkan target baru untuk mencapai partisipasi yang lebih besar dan berkelanjutan. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat menciptakan iklim partisipatif yang kuat di sekolah, di mana semua pihak terlibat secara aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan.


41 13. INDIKATOR KUALITAS PEMBELAJARAN Berikut adalah tahapan pencapaian RKJM dari raport mutu pendidikan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang untuk 4 tahun ke depan dengan indikator Kualitas Pembelajaran: **Tahapan Pencapaian RKJM:** Tahun 1: 1. Evaluasi Awal Kualitas Pembelajaran : Melakukan evaluasi awal terhadap kualitas pembelajaran di sekolah, termasuk analisis kurikulum, metode pengajaran, dan hasil belajar siswa. 2. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan : Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran, seperti keberagaman kurikulum, kemampuan pengajaran guru, dan kebutuhan belajar siswa. 3. Perencanaan Strategi Peningkatan : Merencanakan strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk pengembangan kurikulum yang lebih relevan, pelatihan guru, dan penggunaan teknologi pendidikan. Tahun 2: 1. Implementasi Perbaikan : Melaksanakan perbaikan berdasarkan evaluasi awal, seperti memperbarui kurikulum, menerapkan metode pengajaran inovatif, dan menyediakan sumber daya pembelajaran yang lebih bervariasi. 2. Penguatan Kompetensi Guru : Memberikan pelatihan dan pengembangan profesional kepada guru untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif. 3. Penggunaan Teknologi Pendidikan : Mendorong penggunaan teknologi pendidikan dalam pembelajaran, termasuk pemanfaatan platform digital, aplikasi pembelajaran, dan sumber belajar interaktif. Tahun 3: 1. Pemantauan Proses Pembelajaran : Melakukan pemantauan terhadap proses pembelajaran secara berkala, baik melalui observasi kelas, penilaian formatif, atau survei kepuasan siswa. 2. Penyesuaian dan Perbaikan : Melakukan penyesuaian dan perbaikan berdasarkan hasil pemantauan, termasuk memperbaiki kurikulum, memberikan dukungan tambahan kepada guru, dan mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa yang belum terpenuhi.


42 3. Kolaborasi dengan Pihak Terkait : Berkolaborasi dengan pihak terkait, seperti orang tua siswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan lainnya, dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung upaya perbaikan. Tahun 4: 1. Evaluasi Akhir dan Penyempurnaan : Melakukan evaluasi akhir terhadap kualitas pembelajaran dan memetakan pencapaian terhadap target yang ditetapkan dalam RKJM, serta menyempurnakan strategi berdasarkan hasil evaluasi. 2. Pengembangan Rencana Peningkatan Lanjutan : Merencanakan langkah-langkah lanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di masa mendatang, termasuk pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, peningkatan kompetensi guru, dan pemanfaatan teknologi pendidikan yang lebih canggih. 3. Diseminasi Praktik Terbaik : Menyebarluaskan praktik terbaik dalam pembelajaran kepada sekolah lain dan komunitas pendidikan, serta berbagi pembelajaran melalui pertemuan profesional atau forum pendidikan. Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini, diharapkan SD Negeri Blimbing 2 Kota Malang dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan demi meningkatkan prestasi dan kesejahteraan siswa.


B. JADWAL KEGIATAN Tabel Jadw1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 2 3 4 Pemetaan √ √ √ √ Analisis Data √ √ Pengembangan Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ Pelatihan dan atau pratik baik Guru √ √ √ √ √ √ √ √ √ Implementasi Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √Monitoring dan Evaluasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √Perbaikan dan Penyesuaian √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √Penguatan Kolaborasi Pengayaan Kurikulum Pengembangan dan Aktivasi Perpustakaan Konsolidasi dan Penyebaran Praktik Terbaik Pemantauan Lanjutan Perencanaan Lanjutan Pemetaan √ √ √ √ Analisis Data √ √ Pengembangan Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ Pelatihan Guru √ √ √ √ √ √ √ √ √ Implementasi Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √Monitoring dan Evaluasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √Perbaikan dan Penyesuaian √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √Penguatan Kolaborasi Pengayaan Kurikulum Pengembangan Koleksi Perpustakaan Konsolidasi dan Penyebaran Praktik Terbaik Pemantauan Lanjutan Perencanaan Lanjutan Pemetaan √ √ √ √ Analisis Data √ √ Pengembangan Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ Pelatihan Guru √ √ √ √ √ √ √ √ √ Implementasi Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √Monitoring dan Evaluasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √Perbaikan dan Penyesuaian √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √Penguatan Kolaborasi Pengayaan Kurikulum Pengembangan Koleksi Perpustakaan Konsolidasi dan Penyebaran Praktik Terbaik Pemantauan Lanjutan Perencanaan Lanjutan 1 A.1. Kemampuan literasi 2 A.2. Kemampuan numerasi 3 A.3. Karakter NO INDIKATO R TAHUN 2024 TA


43 wal Kegiatan 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ AHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027


1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 2 3 4 Pemetaan √ √ √ √ Analisis Data √ √ Pengembangan Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ Pelatihan Guru √ √ √ √ √ √ √ √ √ Implementasi Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Monitoring dan Evaluasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Perbaikan dan Penyesuaian √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Penguatan Kolaborasi Pengayaan Kurikulum Pengembangan Koleksi Perpustakaan Konsolidasi dan Penyebaran Praktik Terbaik Pemantauan Lanjutan Perencanaan Lanjutan Pemetaan √ √ √ √ Analisis Data √ √ Pengembangan Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ Pelatihan Guru √ √ √ √ √ √ √ √ √ Implementasi Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Monitoring dan Evaluasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Perbaikan dan Penyesuaian √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Penguatan Kolaborasi Pengayaan Kurikulum Pengembangan Koleksi Perpustakaan Konsolidasi dan Penyebaran Praktik Terbaik Pemantauan Lanjutan Perencanaan Lanjutan Pemetaan √ √ √ √ Analisis Data √ √ Pengembangan Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ Pelatihan Guru √ √ √ √ √ √ √ √ √ Implementasi Program Intervensi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Monitoring dan Evaluasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Perbaikan dan Penyesuaian √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Penguatan Kolaborasi Pengayaan Kurikulum Pengembangan Koleksi Perpustakaan Konsolidasi dan Penyebaran Praktik Terbaik Pemantauan Lanjutan Perencanaan Lanjutan 4 C.3. Pengalaman Pelatihan PTK 5 D.1. Kualitas pembelajaran 6 D.2. Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru NO INDIKATO R TAHUN 2024 T


Click to View FlipBook Version