Ir. Hery Budiyanto, MSA., PhD.
Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN
ENERGI SURYA
(Teori dan Praktek Bangunan Struktur
Pneumatik)
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA
(Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
Penulis :
Ir. Hery Budiyanto, MSA., PhD.
Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars.
Layout Isi dan Sampul : Tim Penerbit Selaras
Copyright 2020, Penerbit Selaras
Diterbitkan oleh :
Penerbit Selaras Media Kreasindo
Perum. Pesona Griya Asri A-11
Malang 65154
E-mail : [email protected]
Anggota IKAPI
Hak Cipta dilindungi undang - undang
Jumlah : iv+60 Halaman
Ukuran: 15,5 x 23 cm
ISBN :978-602-6228-86-4
Cetakan 1, September 2020
Sanksi Pelanggaran Pasal 22
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002
T: entang Hak Cipta
1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana
penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp
1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/
atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual
kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan penjara paling lama 5 (lima)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak
sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.
ii
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji dan syukur kepada Allah SWT atas
berkat Rahmat dan HidayahNya sehingga buku ini bisa tersusun.
Buku ini menyajikan teori dan aplikasi bangunan struktur pneumatik
khususnya struktur inflatable (tiup). Desain, pembuatan dan
pemasangan panggung portable, atap panggung tiup dan penggunaan
pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik merupakan aplikasi struktur
pneumatic tiup yang telah diterapkan di Malang Raya. Materi tulisan
buku ini merupakan hasil penelitian yang penulis lakukan mulai pada
tahun 2018 hingga 2020berupa Penelitian Terapan Unggulan Perguruan
Tinggi (PTUPT) yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi /
Badan Riset dan Teknologi Nasional.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Kementerian RISTEK/BRIN yang telah mendanai penelitian PTUPT
hingga hasilnya menjadi bahan utama buku ini.
2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Merdeka Malang yang telah memfasilitasi kegiatan
penelitian.
3. Para dosen prodi Arsitektur Universitas Merdeka Malang atas
dukungannya.
Sangat disadari bahwa masih banyak kekurangan pada buku ini,
untuk itu diharapkan saran yang membangun agar tulisan ini dapat
dimanfaatkan bagi yang membutuhkannya.
Malang, September 2020
Hery Budiyanto & Muhammad Iqbal
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................... iii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN............................................................... 1
BAB II LANDASAN TEORI .......................................................... 7
7
2.1 Sistem Struktur Pneumatik .................................... 23
2.2 Pembangkit Listrik Tenaga Surya ......................... 33
BAB III DESAIN ................................................................................. 33
3.1 Desain Panggung Portable...................................... 34
3.2 Desain Bracket Energi Surya .................................. 35
3.3 Desain Atap Panggung Inflatable ........................
BAB IV APLIKASI PANGGUNG PORTABLE, ATAP 37
PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA .....
BAB V PEMBUATAN, PEMASANGAN DAN 47
PENGANGKUTAN ............................................................
5.1 Pembuatan dan Perakitan Panggung 49
Portable .......................................................................... 51
5.2 Pembuatan dan Perakitan Atap Panggung
52
Inflatable ........................................................................ 53
5.3 Pemasangan Portable Bracket dan PLTS 53
5.4 Pengangkutan .............................................................. 53
BAB VI PENGUJIAN ........................................................................
6.1 Kecepatan Proses ....................................................... 54
6.2 Efisiensi Sistem dan Komponen Struktur ..........
6.3 Tekanan Udara di dalam Tabung Membran 55
Inflatable ........................................................................
6.4 Kondisi Termal Dalam dan Luar Atap
Panggung Inflatable ..................................................
iv
6.5 Kekuatan Membran Tabung Atap Panggung
Inflatable ........................................................................ 55
6.6 Pengujian Energi Surya Fotovoltaik ..................... 56
6.7 Rangkuman Hasil Pengujian ................................... 57
BAB VII KESIMPULAN ..................................................................... 58
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 59
v
vi
BAB I
PENDAHULUAN
Pameran produk UKM merupakan salah satu cara pemasaran
yang efektif bagi UKM ekonomi kreatif yang perlu didukung oleh
peran Perguruan Tinggi . Dampak pameran produk UKM telah
dikaji oleh , antara lain: 1) Peningkatan omset, baik dari penjualan
langsung (untuk promosi dalam bentuk pameran) dan barang
yang terjual sesudah dilaksanakannya kegiatanpromosi
(pemesanan), 2) Peningkatan laba, 3) Peningkatan
jumlahpenyerapan tenaga kerja, 4) Peningkatan teknologi
produksi, 5) Peningkatan kualitas managemen usaha. Salah satu
bagian terpenting dalam pameran produk UKM adalah panggung
hiburan yang menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang
dan berada di area pameran. Selama ini panggung hiburan
pameran menggunakan atap yang masif sehingga memerlukan
waktu yang lama untuk memasang dan membongkarnya
(Gambar 1).
Gambar 1. Panggung Hiburan Konvensional
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 1
Buku ini akan berfokus pada teori, desain dan penerapan
panggung portable, atap panggung tiup, dan energi surya
sebagai pendukung kebutuhan listriknya.Kajian teori merupakan
landasan bagi desain serta penerapan panggung portable dan
atap panggung tiup beserta pembangkit listrik tenaga surya.
Panggung portable terbuat dari bahan multipleks dan atap
panggung menggunakan bahan membran kain tarpaulin yang
dilapis bahan PVC yang lebih ringan dan ringkas serta cepat dalam
memasang dan membongkarnya yaitu menggunakan.. Untuk
mendukung kebutuhan listrik bagi blower/pompa peniup atap
panggung serta portable sound system menggunakan
pembangkit listrik tenaga surya mandiri sehingga panggung ini
tidak menggunakan sumber listrik dari PLN.
Gagasan atau desain awal panggung portable dan atap
panggung dengan sistem struktur pneumatik tiup mandiri energi
adalah kebutuhan akan panggung hiburan untuk pameran UKM
yang dapat dipasang dan dibongkar secara cepat serta memiliki
catu daya listrik mandiri. Untuk mewujudkan gagasan tersebut
dilakukan penelitian berupa Penelitian Terapan Unggulan
Perguruan Tinggi (PTUPT) berjudul “Model dan Prototip Atap
Panggung Dengan Teknologi Pneumatik Air Inflated Energi
Mandiri Sebagai Sarana Pameran Produk UKM Dalam Rangka
Pengembangan Kelompok Ekonomi Kreatif Di Kota Malang”.
Pelaksanaan PTUPT pada tahun 2018 hingga 2020. Pada tahun
2018 dibuat dan diteliti desain model panggung portable dan
atap panggung pneumatik tiup energi mandiri (Gambar 2) yaitu
model panggung kecil dengan ukuran 3x4 meter untuk kegiatan
pameran UKM dalam skala kecil, misalnya Bazzar di Tingkat Rukun
Warga (RW), kegiatan pameran usaha produk kreatif di Kampus,
dan lain-lain. Pada tahun 2019 dan 2020didesain dan dibuat
prototip panggung portable dan atap panggung pneumatik tiup
2 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
(Gambar 3) yaitu panggung besar dengan ukuran 6x7,2 meter
untuk kegiatan yang lebih besar, misalnya Parade Handicraft,
Panggung Hiburan untuk Pasar Wisata, dan lain-lain..
Gambar 2. Desain Model Panggung dan Atap Panggung Tiup
Energi Mandiri
Gambar 3. Desain Prototip Panggung dan Atap Panggung Tiup
Energi Mandiri
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 3
Penelitian dan pengujian dasar terhadap sistem struktur
pneumatik telah dilakukan oleh penulis, antara lain dalam uji
prototip struktur pneumatik pada tahun 1992 dijelaskan dalam
paper “Kajian dan Perancangan Bangunan dengan Konsep
Struktur Pneumatik yang Ditekankan pada Aspek Teknik dan
Metoda Konstruksi, Kasus Studi: Struktur Atap Pneumatik
Membran Tunggal yang Ditumpu Udara pada Gedung Olah Raga”.
Eksperimen struktur diperlukan untuk mengetahui perilaku
struktur sesungguhnya (prototip) dengan menggunakan replika
(model) struktur yang skalanya lebih kecil. Pada tahun 2007
dilakukan penelitian Skim Hibah A2 berjudul “Ujicoba Model dan
Prototipa Tenda Pneumatik Sistem Knock Down sebagai
Bangunan Penampungan Sementara untuk Korban Bencana”
(Gambar 4). Salah satu rekomendasi penelitian tersebut adalah
struktur pneumatikmemiliki beberapa kelebihan dibandingkan
dengan struktur bangunan konvensional, yaitu investasi awal
lebih murah, kecepatan dan kemudahan pembangunan,
pemeliharaan mudah, elemen struktur dapat dilipat (ringkas)
sehingga dapat disimpan dalam gudang dengan ukuran 3x3 m2..
Eksperimen dilanjutkan dengan Penelitian Hibah Bersaing DIKTI
Tahun 2008-2010 yang menghasilkan prototip tenda struktur
pneumatik yang ditumpu oleh udara/air supported. Prototip ini
dapat dibangun hanya dalam waktu 30 menit, bangunan seluas
150 m2 siap menampung 50 orang. Kelemahan dari prototip ini
adalah penggunaan pintu rigid yang harus kedap udara sehingga
menyulitkan masyarakat awam untuk membiasakan diri keluar
masuk dari tenda gelembung (Gambar 5). Tahun 2011 dilakukan
Penelitian Hibah Bersaing dengan judul “Pembuatan Tenda
dengan Rangka yang Digelembungkan Udara (Air Inflated)
Sebagai Bangunan Tanggap Bencana”. Bahan membran Air
4 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
Inflated Structure terbukti handal berdasarkan pengujian di Lab
Unmer Malang serta Uji Lapangan, memberikan hasil yang
memuaskan meliputi kuat uji tarik hingga 218,3 kg, daya tahan
material >700C, instalasi 3 menit, pemasangan 3 menit dan
pembongkaran 3 menit serta suhu dalam ruangan <350C Air
Inflated Structure dapat digunakan pada area terbatas, bahan
struktur ringan (0.55mm PVC Terpaulin), mudah dipindah, dilipat
maupun diangkut ke lokasi lain hanya dengan truk/pickup
(Gambar 6).
Gambar 4. Model Tenda Air Supported Structure
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 5
Gambar 5. Prototip Tenda Air Supported Structure
Gambar 6. Prototip Tenda Air Inflated Structure
6 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Sistem Struktur Pneumatik
2.1.1 Prinsip Struktur
Struktur membran pneumatik merupakan salah satu sistem
struktur soft shell, dimana struktur dapat berdiri akibat perbedaan
tekanan udara di dalam struktur pneumatik dengan tekanan
udara di luar struktur. Struktur pneumatik memiliki ciri khas semua
gaya yang terjadi pada membrannya berupa gaya tarik. Pada
Pneumatik, gaya tarik terjadi karena adanya perbedaan tekanan
udara di dalam struktur pneumatik dengantekanan udara diluar
struktur ini. Prinsip struktur pneumatik terletak pada selaput yang
relatif tipis yang didukung oleh perbedaan tekanan. Dengan kata
lain, tekanan dari ruang yang dilingkupi lebih tinggi daripada
tekanan atmosfer. Perbedaan tekanan akan menyebabkan
tarikan pada membran. Membran hanya bisa stabil apabila dalam
keadaan tarik. Gaya tekan yang diinduksikan oleh gaya-gaya luar
harus segera diatasi oleh peningkatan tekanan internal atau
dengan menyesuaikan bentuk membran apabila membran
tersebut cukup fleksibel. Tegangan yang terjadi pada membran
harus berada di bawah batas yang diperbolehkan untuk membran
tersebut. Struktur pneumatik dibagi dalam dua kelompok besar
yaitu Air InslatedStructure dan Air Supported Structure. Dari
kedua kelompok ini masing-masing dikembangkan dari sisi;
olahbentuk yangbermacam-macam, fungsinya dalam sebuah
bangunan, bahkan kini telah dikembangkan secara
vertikal.Struktur pneumatik dibagi menjadi 2 kelompok besar
yaitu air supported structure dan air inflatedstructure .a) air
supported structure (gambar 7) yang disebut sebagai
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 7
singlemembrane structure karena hanya membutuhkan satu lapis
membran dan membutuhkantekanan udara rendah (sekitar 2-20
pon per feet diatas tekanan atmosfir). b) air inflatedstructure
(gambar 8) disebut juga double membrane structure.
Gambar 7: Struktur Pneumatik yang Ditumpu Udara (Air Supported)
(Sumber: Schodek, 1980)
Gambar 8: Struktur Pneumatik yang Digelembungkan Udara
(Air Inflated)
(Sumber:schodek, 2001 )
1. Air Suppoerted Structure
Air Suppoerted Structure disebut jugaSingle Membrane
Structure karena hanya menggunakan satu lapis membrane dan
8 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
membutuhkan tekanan udara yang rendah (Low PressureSystem).
Ciri-ciri dari sistem Air Supported Structure ini adalah
membutuhkan sedikit perbedaan tekanan udara untuk
mengangkat membran-nya. Tekanan udara yang dibutuhkan
sekitar 2-20 Psf (pon per feet) di atas tekanan atmosfir. Besarnya
tekanan udara ini direncanakan berdasar kondisi angin, ukuran
struktur,kekedapan udara (perembesan udara melalui membran,
tipe dan jumlah jendela/pintu, dsb).Tekanan udara pada sistem ini
mempunyai pengaruh terhadap geometri membran.
Memperbesar radius kurvatur (lengkung) akan menambah
kekuatan membran, pengurangan kekuatanmembran
(membrane force) dapat dilakukan dengan mereduksi kurvatur
melalui penggunaan kabel atau kolom tarik. Pada umumnya Air
Supported Structure ini dirancang untuk dapat mengantisipasi
pengaruh angin, mengingat bebanangin paling besar
pengaruhnya, maka sedapat mungkin gaya kritis angin harus
diketahui untuk menentukan besaran tegangan membrane
dangaya pada angkutnya.
Berdasarkan perhitungan:
T = (P1.R)/2, (dimana T = Tegangan padamembrane, P1 =
Tekanan udara di dalam dan R= radius kurvatur), terjadi sebuah
kontradiksipemborosan, oleh karena itu didapat tinggi
kubahoptimum adalah:
• 20% terhadap bentang, bila tidak menggunakan
struktur dasar yang kaku
• 6% terhadap bentang, bila menggunakanstruktur
dasar yang kaku, untuk menahangaya positif.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 9
Sistem struktur ini membutuhkan angkur pengikat
membran ke tanah dan membutuhkansistem pencegah
kebocoran. Air Supported Structure mampu mencapai bentang
lebih besar dibandingkan dengan Air Inflated Structure
Contoh bangunan dengan struktur air supported
Gambar 9. Tokyo Dome
Tokyo Dome
Lokasi :Koraku 1-chome, Bunkyo, Tokyo, Jepang
Fungsi :Stadion musik dan olahraga
Kapasitas :55.000 orang
Luas Lantai :115.221 m2
Sistem Struktur
Sistem struktur Tokyo Dome merupakan campuran dari
sistem rangka(bagian fasad) dan sistem pneumatic (bagian
atap). Pada bagian atam,membrane dibuat menggelembung
dengan meningkatkan tekanan udara dibagian dalam lebih
0.3% dari tekanan udara di luar.
Material Membran
Pada bagian atap stadion, menggunakan material
membrane fiberglassyang diperkuat dengan kabel baja
prategang. Permukaan membrane dilapisidengan teflon, gunanya
supaya tahan dari kotoran. Keistimewaan dari struktur ini
10 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
adalah pencahayaan buatan tidakdiperlukan lagi pada siang
hari karena lapisan membrane yang digunakan memungkinkan
cahaya menyinari ruang, namun tidak menghasilkan bayang-
bayang
2. Air Inflated Structure
Air Inflated Structure disebut pula DoubleMembrane
Structure dan membutuhkan tekananudara yang lebih besar
dibandingkan dengan AirSupported Structure sehingga sering
disebut jugadengan nama High Pressure System. Tekananudara
pada sistem ini hanya diberikan padastrukturnya bulan pada
space bangunannya,sehingga pemakai bangunan tidak berada
dalamtekanan udara. Dari sebab itu sistem ini lebihbebas dipakai
sebagai penutup space, karenatidak membutuhkan air lock dan
peralatan lainagar struktur ini tetap berdiri. Elemen dari sistemini
lebih berlaku sebagai elemen rigid (kaku),sehingga lebih tahan
terhadap tekuk maupunlendutan (momen) dibandingkan dengan
sistemAir Supported Structure. Sistem struktur inimembutuhkan
tekanan udara sebesar 2-100 Psi(0,2 – 7 Atm) besarnya sekitar 100
sampai 1000kali dibandingkan sistem Air SupportedStructure.
Karena membutuhkan tekanan udarayang besar, maka
dibutuhkan material membranyang kuat dan kedap udara. Secara
prinsip dapatdigunakan untuk elemen batang (TubularSystem)
dan elemen bidang (Dual Wall System),Perilaku struktur dengan
sistem ini sangatkompleks, sehingga sampai sekarang
belumdiketahui prosedur perancangan yang tepat.
Contoh bangunan dengan struktur air inflated, antara lain:
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 11
Gambar 10. Louis-Riel Secondary Public School
Bangunan : Louis-Riel Secondary Public School
Lokasi : Ottawa, Ontario
Fungsi : Sports & recreation venue
Bangunan ini termasuk ke dalam struktur air inflated karena
penggunakanmembran yang berlapis, dimana membrane
tersebut memperkuat strukturbangunan itu sendiri
Material Penutup
Struktur ini mengunakan material tembus pandang yang
ringan, keduasisinya dilapisi oleh lapisan akrilik hal tersebut
memungkinkan struktur ini untuktidak menggunakan
penerangan pada siang hari (hemat biaya listrik).
Untukmemperkuat struktur, digunakan material pendukung dari
12 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
baja galvanis yangmenyambung sampai ke tanah.Untuk
menginsulasi struktur dan meningkatkan akustik ruangnya,
perbedaantekanan diatasi dengan lapisan tambahan dari bahan
PVC.
2.1.2 Desain Struktural
Pneumatik adalah sebuah sistem strukturyang memiliki
bentuk yang unik. Sistem strukturini dapat dikembangkan pada
bentuk, fungsimeupun bentang dan ketinggiannya.
Pengembangan desain struktur pneumatik ini dapatdilihat pada
gambar di bawah ini.
Gambar 11. Desain Struktural Pneumatik
Sumber: International Symposiumon Air Supported Structures, Milano, p.
296.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 13
Perkembangan desain bentuk semakininovatif, demikian
pula dari sisi fungsi. Hal yangmenarik untuk dicermati adalah
penggunaanpneumatik untuk bangunan multy-story.Pneumatik
direncanakan untuk mampu menahanbeban, baik sebagai
dinding pemikul maupunsebagai bidang penggantung yang
menerima beban tarikan yang sangat berat. Pneumatik untuk
bangunan multy-story ini dibadi dalam dua sistem juga, yaitu Air
Supported Structure dan Air Inflated Structure. Pada bangunan
dengan menggunanan sistem Air Suppoerted Structure ini, ruang
di dalam bangunan yang digunakan untuk aktifitas pengguna
bangunan diberi tekanan udara. Semua sisi bidang membran
dimanfaatkan pula untuk memikul dan menerima gaya tarik untuk
menahan berat lantai. Pada sistem rigid, membrane building with
built in floor system (gambar 12) membran pada sisi vertikal
memikul beban lantai bangunan. Semua sisi vertikal membran
akan menegang dan direncanakan mampu memikul beban.
Sedangkan pada sistem rigid , membrane building with suspended
floor system (gambar 13), bidang atap dimanfaatkan pula sebagai
penerima/peng- gantung kabel yang menahan beban lantai.
Lantai digantung dengan menggunakan kabel (suspended
system). Kedua sistem ini diuji coba dengan menggunakan maket,
memiliki kelemah- an berupa besarnya beban yang dipikul oleh
membran sangat tinggi sehingga dinilai tidak effisien bagi
penentuan bahanmembran.
14 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
Gambar 13. Struktur Pneumatik pada Bangunan Lantai Banyak Sistem
Lantai Gantung
Sumber: Cowan, Henry J. and Pohl, J. G. 1972, Multy Story Air Supported
Building Construction, Sydney, Build International, March/April Edition, p.
117.
Membayangkan perkembangan ide kreatifdari disain
pneumatik ini, seakan kita dibawapada sebuah dunia penuh
imajinatif. Seakan pulakita dibawa dalam alam dongeng fiksi
ilmiahyang banyak berkembang akhir-akhir ini.Sebagai contoh
usulan desain untuk USAPavilion.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 15
Gambar 14. Proposal Desain USA Pavilion
Sumber: Dent, Roger N, 1971, Principles of Pneumatic
Architecture, London, The Architectural Press, p. 208.
Pneumatik seakan merangsang ide-ide yangimajinatif. Hal
yang tidak mungkin dilakukanoleh struktur lain, dapat dilakukan
olehpneumatik ini. Sebagai contoh, bentuk adanyagelembung
atau bidang yang besar di tumpupada sebuah kolom yang ukuran
perbandingannya lebih kecil dari bidang bebannya.
Tidaklahmungkin dilakukan oleh struktur-struktur yanglain, tetapi
hal ini dapat dengan mudah dilakukanoleh desain pneumatik.
Tidak berlebihan kiranyajika pneumatik dikatakan sebagai sebuah
sistemstruktur yang banyak menentang 'hukum alam'.Distribusi
gaya, hukum gaya tarik, faktor tekuk,dapat dengan mudah di
abaikan karena sistemstruktur ini cenderung lebih ringan
dibandingstruktur lainnya.
2.1.3 Bahan membran untuk struktur pneumatik
Terdapat 3 (tiga) bahan membran yang biasa digunakan
pada struktur pneumatik, yaitu:
? Teflon Coated Fiberglass (PTFE)
16 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
? Ethylene Tetrafluoroethylene (ETFE)
? Vinyl Coated Polyester (PVC)
1. Bahan Teflon Coated Fiberglass (PTFE)
Bahan membran PTFE merupakan bahan komposit yang
dibentuk oleh pelapisan resin PTFE (polytetrafluoroethylene)
pada kain dasar yang ditenun dengan serat kaca ultra halus.
Karakteristiknya adalah: kekuatan tinggi, daya tahan yang baik,
tahan api dan api, pembersihan sendiri yang baik, dan tidak
terpengaruh oleh sinar ultraviolet, masa pakai lebih dari 20
tahun ; memiliki transmisi cahaya yang tinggi, transmisi cahaya
13%, dan transparan Cahaya yang melewati bahan membran
secara alami menyebar dan tidak menghasilkan bayangan atau
silau. Reflektivitas energi surya adalah 73%, sehingga
menyerap lebih sedikit panas. Bahkan dalam kasus paparan
sinar matahari di musim panas, interior bangunan tidak akan
terpengaruh.
Saat ini, pengembangan dan penerapan bahan membran ini
relatif banyakdigunakan di luar negeri, terdapat banyak
produsen, seperti: Mehler danVerseidag (Jerman), Taiyoko-
gyo (Jepang), Zhongxing (Cina), Chemfab (Amerika Serikat),
ObeiKan (Arab Saudi).
Sebelum pemasangan, PTFE berwarna putih tidak beraturan
atau sedikit kecoklatan, yang disebabkan selama proses
pembuatan dan fabrikasi. Setelah terkena sinar matahari
langsung, permukaan luar membran memutihkan menjadi
putih susu dalam hitungan hari. PTFE adalah pilihan yang
terbaik untuk masa pakai yang panjang dengan perawatan
yang rendah. Bahan ini membutuhkan Hot Welder
menggabungkan bagian-bagian pola kain dan memiliki masa
pakai lebih dari 30 tahun.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 17
Gambar 15. Struktur Pneumatik dengan Bahan PTFE
2. Bahan Ethylene Tetrafluoroethylene (ETFE)
ETFE bukan kain melainkan film yang digunakan sebagai
alternatif pengganti untuk kaca struktural. Ini dapat dipasok
sebagai membran lapisan tunggal yang didukung oleh sistem
jaring kabel sling atau umumnya sebagai serangkaian
bantalan pneumatik yang dibuat antara dua sampai lima
lapisan. Multi-layer "foil" atau "bantal" ini yang melekat pada
ekstrusi perimeter aluminium yang didukung oleh kerangka
struktural utama. Dalam kasus bantal ETFE, mereka terus
ditekan oleh sistem inflasi kecil untuk mempertahankan
tekanan dan memberikan foil stabilitas struktural dan atap
beberapa sifat isolasi. ETFE adalah material transparan dan
memiliki transmisi cahaya sekitar 85%.
Membran arsitektur ETFE dibuat langsung dari bahan baku
ETFE (ethylene-tetrafluoroethylene kopolimer).ETFE tidak
hanya memiliki ketahanan benturan yang sangat baik, sifat
listrik, stabilitas termal dan ketahanan kimia, tetapi juga
memiliki kekuatan mekanik yang tinggi dan kemampuan
proses yang baik.Bahan membran ini memiliki transmisi
cahaya yang sangat baik.. Disebut " kaca lunak " dan ringan.% ;
18 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
Kekuatan tarik tinggi, tidak mudah sobek, daktilitas lebih besar
dari 400% ; tahan cuaca yang kuat dan tahan kimia, suhu leleh
hingga 200 ° C ; dapat secara efektif menggunakan cahaya
alami dan menghemat energi ; kinerja akustik yang baik. Siklus
pembersihan sekitar 5 tahun.
Gambar 16. Struktur Pneumatik dengan Bahan ETFE
3. Bahan Vinyl Coated Polyester (PVC)
Pelapisan dan laminasi adalah dua proses fungsional yang
digunakan untuk membuat finishing untuk bahan tekstil.
Formulasi pelapis dengan polimer kelas tekstil yang berbeda
seperti PVC, PU, akrilik, PTFE sangat digunakan untuk
membuat produk tekstil dengan cara multiguna seperti -
pakaian pelindung tahan air, terpal, pakaian pelindung, isolasi
listrik dan lain-lain . Terpaulin (dalam Bahasa Inggris disebut
tarpaulin) PVC adalah bahan terpal polietilen terbuat dari kain
yang komposisi mesh/jala-nya rangkap dan coating/dilapisi
dengan lembaran polietilen dalam berbagai jenis jala kain.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 19
PVC adalah bahan membran yang paling menghemat biaya
dan ini adalah pilihan ideal bagi banyak pemilik di Indonesia
arsitektur bangunan permanen maupun sementara. Bahannya
lembut, lentur dan paling murah di antara beberapa tipe kain
membrane yang lain. Bahan ini memiliki dua jenis coatingan
yaitu tipe Akrilik dan tipe PVDF. Bahan kain membrane PVC
tersedia dalam berbagai jenis untuk memenuhi berbagai
persyaratan struktural untuk atap kain tarik. Bahan Ini memiliki
kekuatan dan daya tahan terhadap suhu dan kondisi
kelembaban serta anti jamur, noda dan goresan.
Bahan PVC memiliki masa pakai 20-25 tahun. Muncul dalam
berbagai warna dan tekstur sehingga membutuhkan
penegangan ulang secara berkala. Bahan ini disambung
menggunakan peralatan frekuensi radio (RF/HF) atau hot
welder. Beberapa Produsen termasuk AGTex, Ferrari, Heytex,
Sioen, dan Mehler.
Bahan Terpaulin PVC tersedia dalam berbagai ukuran dan
dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Kemampuan bahan
ini tahan busuk, tahan air dan sangat berguna untuk menutupi
sesuatu terutama dalam cuaca buruk. Ketebalan terpal diukur
dalam mil. Satu mil sama dengan 1/1000 inci. Sebagian besar
tarpaulin PVC memiliki ketebalan 6 mil tetapi juga terdapat
terpaulin PVC dengan ketebalan hingga 23 mil yang
digunakan sebagai kanopi untuk struktur berat. Jumlah mesh
(jala) didefinisikan sebagai jumlah utas per inci. Hitungan 10 X
10 mesh berarti ada 10 utas per inci di setiap arah. terpaulin
polietilen dijual baik dengan roll atau lembaran. Untuk
memperkuat penggunaan, digunakan grommet yang di
Indonesia disebut ring/cincin) logam, aluminium, atau
kuningan. Grommet digunakan untuk menempelkan terpal
20 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
pada apa pun yang perlu ditutup. Jarakgrommet antara 18 ″
dan 36 ″. Jarak yang lebih pendek akan meminimalkan robekan
dan gerakan dan menambah kekuatan pada terpaulin.
Terdapat plastik segitiga untuk memperkuat dan mencegah
merobek lubang kain di setiap sudut terpaulin. Pada kondisi
angin kencang, sudut-sudutnya cenderung robek atau robek
sebagai akibat dari ketegangan tambahan. Untuk menambah
kekuatan tambahan, biasanya dijahit tali ke ujung terpaulin.
Terpaulin polietilen dapat digunakan dengan berbagai cara
seperti untuk menutupi terhadap kebocoran atau ketika
sedang merenovasi rumah atau bahkan menutupi ruangan di
rumah.
Gambar 17. BahanTerpaulin PVC
Komposisi bahan Terpaulin PVC diperlihatkan pada Gambar 8,
dimana kain dilapisi bahan polyvinylcliride (PVC), kemudian
dilapis lagi dengan bahan polyvinylidenedifluoride (PVDF).
Komposisi Bahan Potongan Bahan
Gambar 18. Komposisi Bahan Terpaulin PVC
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 21
2.1.3 Alat Pengelasan Terpaulin PVC
Untuk menyambung lembaran terpaulin PVC diperlukan
teknik pengelasan dengan udara panas.
Gambar 19. Alat Las Terpaulin PVC Skala Kecil
Gambar 20. Alat Las Terpaulin PVC Skala Menengah
22 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
2.2 PembangkitListrik Tenaga Surya
Pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik adalah
pembangkit listrik yang mengubah energisurya menjadi energi
listrik. Alat utama untuk menangkap, perubah dan penghasil listrik
adalah Photovoltaic yang disebut secara umum Modul / Panel
Solar Cell.
2.2.1 Panel Surya ( Fotovoltaik)
Fotovoltaik (biasanya disebut juga sel surya) adalah piranti
semikonduktor yang dapat merubah cahaya secara langsung
menjadi menjadi arus listrik searah (DC) dengan menggunakan
kristal silicon (Si) yang tipis. Sebuah kristal silindris Si diperoleh
dengan cara memanaskan Si itu dengan tekanan yang diatur
sehingga Si itu berubah menjadi penghantar. Bila kristal silindris
itu dipotong stebal 0,3 mm, akan terbentuklah sel-sel silikon yang
tipis atau yang disebut juga dengan sel surya (fotovoltaik). Sel-sel
silikon itu dipasang dengan posisi sejajar/seri dalam sebuah panel
yang terbuat dari alumunium atau baja anti karat dan dilindungi
oleh kaca atau plastik. Kemudian pada tiap-tiap sambungan sel itu
diberi sambungan listrik. Bila sel-sel itu terkena sinar matahari
maka pada sambungan itu akan mengalir arus listrik. Besarnya
arus/tenaga listrik itu tergantung pada jumlah energi cahaya yang
mencapai silikon itu dan luas permukaan sel itu. Pada dasarnya
sel surya fotovoltaik merupakan suatu dioda semikonduktor yang
bekerja dalam proses tak seimbang dan berdasarkan efek
fotovoltaik. Dalam proses itu sel surya menghasilkan tegangan
0,5-1 volt tergantung intensitas cahaya dan jenis zat
semikonduktor yang dipakai. Sementara itu intensitas energi yang
terkandung dalam sinar matahari yang sampai ke permukaan
bumi besarnya sekitar 1000 Watt. Tapi karena daya guna konversi
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 23
energi radiasi menja-di energi listrik berdasarkan efek fotovol-taik
baru mencapai 25%, maka produksi listrik maksimal yang
dihasilkan sel surya baru mencapai 250 Watt per m2 (Suryani.et
el.2018). Komponen utama sistem surya fotovoltaik adalah modul
yang merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik.
Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel fotovoltaik yang
dihubungkan secara seri dan paralel. Teknologi ini cukup canggih
dan keuntungannya adalah harganya murah, bersih, mudah
dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat. Sedangkan
kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan energi surya
fotovoltaik adalah investasi awal yang besar dan harga per kWh
listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena memerlukan
subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan inverter
sesuai dengan kebutuhannya.
Bentuk moduler dari panel surya memberikan kemudahan
pemenuhan kebutuhan pemenuhan listrik untuk berbagai skala
kebutuhan. komponen utama panel surya adalah modul yang
merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk
membuat modul fotovoltaik secara pabrikasi bisa menggunakan
teknologi kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal dapat
dibuat dengan teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk
membuat sel fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi. Modul
fotovoltaik tersusun dari beberapasel fotovoltaik yang
dihubungkan secara seri dan paralel.
24 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
Gambar 21. Panel Surya
Gambar 22. Struktur Sel Surya
2.2.2 Controller Regulator
Controller regulator adalah alat elektronik pada system
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Fotovoltaik (PLTSF). Berfungsi
mengatur lalu lintas listrik dari modul surya ke battery
(apabila battery sdh penuh maka listrik dari modul surya tidak
akan dimasukkan ke battery dan sebaliknya), dan dari
battery/accu ke beban (apabila listrik dalam battery/accu tinggal
20-30%, maka listrik ke beban otomatisdimatikan.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 25
.
Controller regulator (Pengontrol muatan) atau pengatur
muatan pada dasarnya adalah pengatur tegangan dan / atau arus,
untuk menjaga baterai dari pengisian yang berlebihan. Ini
mengatur tegangan dan arus yang datang dari panel surya dan
pergi ke baterai. Sebagian besar panel “12 volt” menghasilkan
sekitar 16 hingga 20 volt, jadi jika tidak ada regulasi, baterai akan
rusak karena pengisian berlebih (Dunlop, 1997) .
Pertanyaan yang jelas kemudian muncul - "mengapa panel
tidak hanya dibuat untuk mengeluarkan 12 volt?" Alasannya
adalah jika Anda melakukan itu, panel akan memberikan daya
hanya ketika dingin, dalam kondisi sempurna dan sinar matahari
penuh. Ini bukan sesuatu yang dapat Anda andalkan di sebagian
besar tempat. Panel perlu memberikan tegangan ekstra sehingga
ketika sinar matahari rendah di langit, atau Anda memiliki kabut
tebal, tutupan awan, atau suhu tinggi, Anda masih mendapatkan
beberapa output dari panel, sehingga panel harus mengeluarkan
setidaknya 12,7 volt dalam kondisi kasus terburuk (Osaretin &
Edeko, 2015)..
Fungsi utama dari pengontrol pengisian daya adalah untuk
menjaga baterai pada kondisi pengisian daya setinggi mungkin.
Pengontrol pengisian daya melindungi baterai dari pengisian
berlebih dan memutus beban untuk mencegah pelepasan muatan
yang dalam. Idealnya, charge controller langsung mengendalikan
keadaan baterai. Pengontrol memeriksa status pengisian baterai
antara pulsa dan menyesuaikan sendiri setiap kali. Teknik ini
memungkinkan arus secara efektif “meruncing” dan hasilnya
setara dengan pengisian “tegangan konstan”. Tanpa kontrol
pengisian, arus dari modul PV akan mengalir ke baterai yang
sebanding dengan radiasi, apakah baterai perlu diisi atau tidak.
Jika baterai terisi penuh, pengisian yang tidak diatur akan
menyebabkan tegangan baterai mencapai
26 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
Gambar 23.Solar Charger Controller
2.2.3 Baterry
Berfungsi menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh Panel
Surya (Solar Panel) sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan
beban. Beban dapat berupa lampu penerangan atau peralatan
elektronik dan peralatan lainnya yang membutuhkan listrik.
Fungsi penyimpanan Baterai dalam sistem PV, antara lain: a)
Penyimpanan energi dan otonomi. Untuk menyimpan energi
listrik yang dihasilkan oleh array PV dan kememasok energi ke
beban listrik saat dan ketika dibutuhkan (selamawaktu malam dan
hari-hari non sinar matahari di musim dingin). b) Stabilisasi
tegangan. Untuk memasok daya ke beban listrik pada tegangan
yang stabil menekan fluktuasi tegangan dalam sistem PV dan
melindungi peralatan dari kerusakan. c) Arus pasokan gelombang.
Untuk memasok arus awal yang tinggi ke beban listrik
sepertimotor atau beban induktif lainnya. Kinerja PVsistem
dengan penyimpanan baterai tergantung pada desain baterai
danparameter operasi sistem. Jika baterai tidakdirancang untuk
kondisi operasi, maka sistem PV laluakan gagal bekerja sebelum
waktunya.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 27
Gambar 24.VRLA Battery
2.2.4 Inverter AC
Berfungsi merubah arus DC dari battrey menjadi arus
AC,arus yang di hasilkan oleh INVERTER sangatlah
setabil,sehingga sudah tidak memerlukan alat setabilizer
lagi,serta aman dan berproteksi tinggi.
Inverter daya DC ke AC, bertujuan untuk
mentransformasikan daya DC secara efisien sumber ke sumber
AC, mirip dengan daya yang akan tersedia di stopkontak listrik.
Inverter digunakan untuk banyak aplikasi, seperti dalam situasi di
mana sumber DC tegangan rendah seperti baterai,panel surya
atau sel bahan bakar harus dikonversi sehingga perangkat dapat
kehabisan daya AC. Salah satu contoh situasi seperti itu akan
mengubah daya listrik dari aki mobil menjadi: laptop, TV atau
handphone.
Metode di mana daya DC tegangan dikonversi menjadi AC
diselesaikan dalam dua langkah: Pertama, konversi daya DC
tegangan rendah ke sumber DC tegangan tinggi, dan langkah
kedua,konversi sumber DC tinggi ke bentuk gelombang AC
menggunakan modulasi pulsa lebar. Lain metode untuk
28 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
menyelesaikan hasil yang diinginkan akan terlebih dahulu
mengkonversi daya DC tegangan rendah ke AC, dan kemudian
gunakan transformator untuk meningkatkan tegangan hingga
120 volt.
Dari berbagai inverter DC/AC yang ada di pasaran saat ini,
pada dasarnya ada dua bentuk AC yang berbeda output yang
dihasilkan: gelombang sinus yang dimodifikasi, dan gelombang
sinus murni
? Gelombang sinus yang dimodifikasi dapat dilihat sebagai lebih
banyakdari gelombang persegi dari gelombang sinus; melewati
tegangan DC tinggi untuk jumlah waktu tertentu sehinggadaya
rata-rata dan tegangan rms sama seperti jika itu adalah
gelombang sinus. Jenis inverter ini banyak zlebih murah
daripada inverter gelombang sinus murni dan karenanya
merupakan alternatif yang menarik.
? Inverter gelombang sinus murni, di sisi lain, menghasilkan
output gelombang sinus yang identik dengan daya keluar dari
outlet listrik. Perangkat ini mampu menjalankan perangkat
yang lebih sensitif yang dimodifikasi gelombang sinus dapat
menyebabkan kerusakan seperti: printer laser, komputer
laptop, peralatan listrik, jam digital dan peralatan medis. Bentuk
daya AC ini juga mengurangi suara yang terdengar di
perangkat seperti fluorescent lampu dan menjalankan beban
induktif, seperti motor, lebih cepat dan lebih tenang karena
distorsi harmonik yang rendah.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 29
Gambar 25. Inverter DC ke AC
2.2.5 Bracket
Bracket atau kerangka penyangga sistem panel surya harus
dirancang dengan tepat, jika kerangka dipasang dengan benar
maka akan mendukung kebutuhan energi surya secara optimal
dan melindunginya dari kegagalan akibat angin dan potensi
bahaya cuaca lainnya. Sistem pemasangan juga memungkinkan
untuk mengatur orientasi panel surya terhadap posisi matahari
untuk memaksimalkan kinerja energinya.
Bracket biasanya terbuat dari baja atau aluminium,
kebanyakan sistem pemasangannya dirancang untuk berbagai
aplikasi, dan dapat menahan berbagai beban termasuk
kemiringan bingkai, dipasang di atap yang datar atau dipasang di
tanah. Bracket dapat disesuaikan untuk memenuhi ukuran dan
spesifikasi instalasi PV, seperti serta gaya atap atau instalasi.
Sistem pemasangan yang baik harus mudah dipasang, terbuat
dari bahan yang berkualitas, bebas karat dengan perlindungan
korosi yang cukup (seperti cat, galvanis) - dan harus secara efektif
melindungi system kabel.
30 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
Gambar 26. Bracket penyangga panel surya
2.2.6 Prinsip Kerja PLTSF
Dalam cahaya matahari terkandung energi dalam bentuk
foton. Ketika foton ini mengenai permukaan sel surya, elektron-
elektronnya akan tereksitasi dan menimbulkan aliran listrik.
Prinsip ini dikenal sebagai prinsip photoelectric. Sel surya dapat
tereksitasi karena terbuat dari material semikonduktor; yang
mengandung unsur silikon. Silikon ini terdiri atas dua jenis lapisan
sensitif: lapisan negatif (tipe-n)3 dan lapisan positif (tipe-p). Sel
surya ini mudah pecah dan berkarat jika terkena air. Karena itu sel
ini dibuat dalam bentuk panel-panel ukuran tertentu yang dilapisi
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 31
plastic atau kaca bening yang kedap air. Panel ini dikenal sebagai
panel surya. Ada beberapa jenis panel surya yang dijual di
pasaran. Jenis pertama, yang terbaik saat ini,adalah jenis
monokristalin. Panel ini memiliki efisiensi 5 12-14%. Jenis kedua
adalah jenis polikristalin atau multikristalin, yang terbuat dari
kristal silikon dengan efisiensi 10-12%. Jenis ketiga adalah silikon
jenis amorphous, yang berbentuk film tipis. Efisiensinya sekitar 4-
6%. Panel surya jenis ini banyak dipakai di mainan anak-anak, jam
dan kalkulator. Yang terakhir adalah panel surya yang terbuat dari
GaAs (Gallium Arsenide) yang lebih efisien pada temperatur
tinggi.
Listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat langsung
digunakan atau disimpan lebih dahulu ke dalam baterai. Arus
listrik yang dihasilkan adalah listrik dengan arus searah (DC).
Rangkaian panel-panel surya dapat didesain secara seri atau
paralel, untuk memperoleh output tegangan dan arus yang
diinginkan. Untuk memperoleh arus bolak balik (AC) diperlukan
alat tambahan yang disebut inverter. Kemudian arus yang
diperoleh dari inverter dapat menyuplai beban AC.
;Gambar 27. Rangkaian PLTS
32 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
BAB III.
DESAIN
3.1 Desain Panggung Portable
Panggung portable disusun dari 30 modul unit panggung,
masing-masing modul berukuran 120x120x60 cm, ditambah
dengan 1 unit tangga panggung
1 unit modul panggung portable
30 unit modul panggung dan 2 unit tangga panggung portable
Gambar 28. Desain Panggung Portable
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 33
3.2 Desain Bracket Energi Surya
Panel surya
Dudukan panel surya
Pipa baja
Pipa baja
Dudukan Bracket
Bagian-bagian bracket dan panel surya
Panel surya
Pipa baja
Controller, Battery
dan Inverter
Isometri energy surya fotovoltaik
Gambar 29. Desain Sumber Energi Listrik Tenaga Matahari
34 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
3.3 Desain Atap Panggung Inflatable
Panel surya
Controller, Battery
dan Inverter
Atap panggung
Blower
Tampak Atas
Atap panggung
Panel surya
Controller, Battery
dan Inverter
Tampak Depan
Gambar 30.Tampak Atas dan Depan Atap Panggung Inflatable
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 35
Atap panggung
Panel surya
Controller,
Battery dan
Inverter
Blower
Panggung
Gambar 31. Perspektif Atap Panggung Inflatable
36 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
BAB IV.
APLIKASI PANGGUNG PORTABLE, ATAP PANGGUNG TIUP
DENGAN ENERGI SURYA
Tahun 2018 merupakan tahun Pertama Penelitian Terapan
Unggulan Perguruan Tinggi berjudul “Model Dan Prototip Atap
Panggung Dengan Teknologi Pneumatik Air Inflated Energi
Mandiri Sebagai Sarana Pameran Produk Ukm Dalam Rangka
Pengembangan Kelompok Ekonomi Kreatif Di Kota Malang”.
Dengan bahan rangka tabung tiup kain tarpaulin lapis PVC dan
penutup atap kain parasit, maka dapat dibuat model panggung
dengan atap panggung tiup dengan desain sebagaimana terlihat
pada gambar 7, ukuran model panggung dan atap panggung tiup
ini adalah 3,2x3,2x3 meter. Model ini telah diterapkan pada
beberapa kegiatan, yaitu: a) Entrepreneurday di Fakultas Ekonomi
Unmer Malang tanggal 5 Juli 2018; b) Halal Bi Halal di Kampung
Bunga Grangsil Desa Jambangan Kabupaten tanggal 8 Juli 2018; c)
Kegiatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73 di RW 09 Kel.
Lowokwaru, Kec. Lowokwaru Kota Malang, dilaksanakan pada
tanggal 26 Agustus 2018.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 37
Gambar 32. Penerapan Model Panggung dan Atap Panggung
Tiup Energi Mandiri untuk Entrepreneur Day Unmer Malang
38 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
Gambar 33. Penerapan Model Panggung dan Atap Panggung
Tiup Energi Mandiri untuk Halal bi Halal di Kampung Bunga Grangsil
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 39
Gambar 34.
Penerapan Model Panggung dan Atap Panggung Tiup Energi
Mandiri untuk
Bazzar Peringatan 17 Agustus di RW 09 Kel. Lowokwaru
Kota Malang
40 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
Tahun 2019 merupakan tahun Kedua Penelitian Terapan
Unggulan Perguruan Tinggi berjudul “Model Dan Prototip Atap
Panggung Dengan Teknologi Pneumatik Air Inflated Energi
Mandiri Sebagai Sarana Pameran Produk Ukm Dalam Rangka
Pengembangan Kelompok Ekonomi Kreatif Di Kota Malang”.
Dengan bahan rangka tabung tiup kain tarpaulin lapis PVC dan
penutup atap kain parasit, maka dapat dibuat prototip panggung
dengan atap panggung tiup dengan desain sebagaimana terlihat
pada gambar 7, ukuran model panggung dan atap panggung tiup
ini adalah 6x7,2x4 meter. Prototip ini telah diterapkan pada
beberapa kegiatan, yaitu:
a) Parade Handicraft yang dilaksanakan pada tanggal 13-14 Juli
2019 di Pelataran SKODAM Kota Malang;
b) Penutupan KKN Unmer Malang, 22 Agustus 2019 di Dusun
Grangsil Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten
Malang;
c) Gerakan Membangun Desa, 27 Agustus 2019 di Dusun
Grangsil Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten
Malang;
d) Gerakan Anti Narkoba, 13 September 2019 di ITN Malang.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 41
Gambar 35.
Penerapan Prototip Panggung dan Atap Panggung Tiup
Energi Mandiri untuk Pameran Parade Handicraft
42 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)