Gambar 36.
Penerapan Prototip Panggung dan Atap Panggung Tiup
Energi Mandiri untuk Penutupan KKN Unmer Malang
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 43
Gambar 37.
Penerapan Prototip Panggung dan Atap Panggung Tiup Energi
Mandir iuntuk Gerakan Membangun Desa
44 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
Gambar 38.
Penerapan Prototip Panggung dan Atap Panggung Tiup Energi
Mandiri untuk Gerakan Anti Narkoba ITN Malang
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 45
46 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
BAB V
PEMBUATAN, PEMASANGAN DAN PENGANGKUTAN
5.1Pembuatan dan Perakitan Panggung Portable
1. Pembuatan panggung portable
Panggung dibuat dari bahan multipleks 18 mm, dirancang
untuk bisa dibongkar pasang secara portable. Terdiri dari 30
modul, masing-masing berukuran 120x120x60 cm.
Gambar 39. Pembuatan Panggung Portable (2 minggu)
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 47
2. Perakitan panggung portable
Gambar 40.Perakitan Panggung Portable (50 menit)
48 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
5.2 Pembuatan Dan Pemasangan Atap Panggung Inflatable
1. Pembuatan atap panggung inflatable
Urutan pembuatan adalah sebagai berikut:
a) penyiapan bahan kain tarpaulin lapis PVC
b) pemotongan
c) pengelaman
d) perakitan tabung inflatable
e) pemasangan penutup atap.
Gambar 41.
Pembuatan Prototip Atap Panggung Inflatable (2 minggu)
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 49
2. Pemasangan atap panggung inflatable
0 menit
3 menit
6 menit
Gambar 42.
Pemasangan Prototip Atap Panggung Inflatable (6 menit)
50 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
5.3 Pemasangan Portable Bracket dan Panel Solar Energi
Fotovoltaik
Gambar 43
Pemasangan Portable Bracket dan
Panel Solar Energi Fotovoltaik (20 menit)
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 51
5.4 Pengangkutan
Untuk mengangkut bahan panggung dan atap panggung
tiup hanya memerlukan sebuah kendaraan pickup, sehingga
memudahkan mobilisasi perlengkapan dari dan ke lapangan.
Packing atap panggung tiup
Pengangkutan menggunakan pickup
Gambar 44.
Pengangkutan Panggung dan Atap Panggung Tiup
52 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
BAB VI
PENGUJIAN
6.1 Kecepatan Proses
Merujuk pada uraian Bab V maka proses pembuatan
panggung portable memerlukan waktu 2 minggu (gambar 24),
dalam waktu yang sama dilakukan pembuatan atap panggung
inflatable yang juga memerlukan waktu 2 minggu (gambar 26).
Proses perakitan panggung portable memerlukan waktu 50 menit
(gambar 25), sedangkan proses penggelembungan atap
panggung inflatable memerlukan waktu hanya 6 menit (gambar
27). Rangkaian sumber energi listrik berupa 4 buah panel
fotovoltaik diletakkan pada 2 buah portable bracket yang
memerlukan waktu 20 menit (gambar 28).
6.2 Efisiensi Sistem dan Komponen Struktur
Atap panggung terdiri dari 2 komponen, yaitu: 1) bahan
tabung inflatable berupa kain tarpaulin lapis pvc dengan
ketebalan 0,5 mm, penyambungan bahan ini menggunakan lem
karet yang khusus dibuat untuk bahan tersebut; 2) bahan penutup
atap berupa kain parasit coated dengan ketebalan 0,2 mm,
penyambungan menggunakan sistem jahit.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 53
6.3 Tekanan Udara Di Dalam Tabung Membrane Inflatable
Gambar 45. Grafik Tekanan Dalam Tabung Membran Atap Panggung
Inflatable
Tekanan udara minimum yang dibutuhkan untuk tegaknya
tabung membran inflatable adalah 0,7 psi, tekanan ini dicapai
dalam waktu 6 menit dari awal penggelembungan. Tekanan udara
dalam tabung inflatable dapat berkurang dan bertambah seiring
dengan suhu udara di luar.
dibutuhkan untuk tegaknya tabung membran inflatable
adalah 0,7 psi, tekanan ini dicapai dalam waktu 6 menit dari awal
penggelembungan. Tekanan udara dalam tabung inflatable dapat
berkurang dan bertambah seiring dengan suhu udara di luar.
54 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
6.4 Kondisi Termal Dalam Dan Luar Atap Panggung Inflatable
Gambar 46.
Grafik Kondisi Termal Dalam dan Luar Atap Panggung Inflatable
Pada pagi 09.05 AM hingga jam 12.05 AM suhu udara di
dalam panggung lebih rendah dari luar panggung. Terdapat
perbedaan suhu udara di dalam dan luar panggung antara -4,9oC
hingga 13,8oC.
6.5 Kekuatan Membran Tabung Atap Panggung Inflatable
Pengujian kekuatan membrane tabung atap panggung
inflatable dilakukan di Lab. Tekstil Universitas Islam Indonesia
Yogyakarta dengan hasil sebagai berikut:
Gambar 47. Grafik Uji Beban terhadap Bahan Kain Tarpaulin PVC
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 55
Kekuatan maksimum membran kain tarpaulin berlapis pvc
tebal 0,5 mm dicapai pada beban 55,619 kg, nilai kemuluran
21,453% untuk lebar permukaan 1 cm.
6.6 Pengujian Energi Surya Fotovoltaik
Hasil pengujian terhadap 4 panel surya masing-masing
100 wp adalah sebagai berikut:
Gambar 48. Grafik Arus dan Voltase Panel Surya
Pada cuaca cerah, 1 buah panel surya 100 WP dapat
menghasilkan rata-rata 4,2 Amper 13,8 Volt, sedangkan ketika
cuaca mendung arus menurun hingga 1,4 Amper 6,07 Volt. Energi
listrik yang tersimpan di dalam batterei sudah dapat digunakan
untuk menggerakkan blower dengan daya 550 Watt tegangan
220 Volt, blower ini bekerja untuk meniup atap panggung
inflatable selama 6 menit dan mengosongkan angin selama 12
menit.
56 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
6.7 Rangkuman Hasil Pengujian
Tabel berikut memperlihatkan alat ukuran hasil pengukuran
Tabel: Alat dan Hasil Pengukuran
Uji Tarik Bahan Membran Pengukuran Tekanan Pengukuran Pengukuran
Kain Tarpaulin PVC 0,5 Udara dalam Tabung Temperatur Dalam dan Intensitas cahaya,
Luar Atap Panggung Arus dan Tegangan
mm Membran
Rata-rata perbedaan Listrik Sumber
Kekuatan tarik : 55,619 Tekanan udara temperatur antara Energi Surya
kg/cm2 minimum: 0,7 psi
Dalam dan Luar Atap Rata-rata Intensitas
Kemuluran 21,453% Panggung: 2,2o C Cahaya 73.000 Lux, Arus
dari panel surya: 4,2 A,
Tegangan dari panel
surya: 13,8 V
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 57
BAB VII.
KESIMPULAN
Panggung portable dan atap panggung inflatable energi
mandiri sangat sesuai untuk kebutuhan pameran pemasaran
produk UKM, hal ini disebabkan kecepatan, kemudahan dan
kenyamanan bangunan struktur tersebut. Terbukti dalam Uji
Laboratorium dan Uji Lapangan didapatkan hasil yang handal
meliputi kuat uji tarik bahan atap panggung tarpaulin lapis pvc
mampu menahan hingga 55,619 kg/cm2, instalasi panggung
portable 50 menit pemasangan atap inflatable 6 menit dan
pembongkaran 10 menit serta mampu menurunkan suhu rata-
rata dibawah atap 2,2oC. Kebutuhan energi listrik untuk blower dan
portable sound system dapat dipenuhi oleh 4 panel sel surya
fotovoltaik, pada cuaca cerah menghasilkan arus listrik 13,2
Amper, tegangan 19,2 Volt, sehingga tidak memerlukan genset
atau listrik PLN. Bangunan panggung portable dan atap panggung
inflatable energi mandiri ini dapat menjadi prototip secara luas
sebagai bangunan panggung yang cepat bangun energi mandiri.
Penggunaan bahan tarpaulin dan PVC sangat fleksibel dan kuat
sehingga memudahkan proses pengangkutan, pemasangan dan
pembongkaran kembali, dalam packaging yang simpel dan
mudah digunakan.
58 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)
DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto, H., Suprapto, A., Rofieq, M., & Poerwoningsih, D.
(2018). BUSINESS INCUBATOR IN HIGHER EDUCATION FOR
STUDENTS BUSINESS OWNER. In I. Mr Vichy Fathoni,
Universitas Merdeka Malang (Ed.), 3rd International
Conference of Graduate School on Sustainability (pp.
285–293). Graduate School of University of Merdeka Malang.
https://seminar.unmer.ac.id/index.php/ICGSS/3ICGSS/pape
r/viewFile/331/222
Dunlop, J. P. (1997). Batteries and Charge Control in Stand-Alone
Photovoltaic Systems Batteries and Charge Control in Stand-
Alone Photovoltaic Systems Fundamentals and Application.
Manimekalai, P. (2013). An Overview of Batteries for Photovoltaic (
PV ) Systems. International Journal of Computer Applications
(0975 – 8887), 82(12), 28–32.
http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.
401.7780&rep=rep1&type=pdf
Osaretin, C. A., & Edeko, F. (2015). DESIGN AND IMPLEMENTATION
OF A SOLAR CHARGE CONTROLLER WITH. JOURNAL OF
ELECTRICAL AND ELECTRONIC ENGINEERING, 12(2), 40–50.
https://www.researchgate.net/publication/303683238_DESI
GN_AND_IMPLEMENTATION_OF_A_SOLAR_CHARGE_CONT
ROLLER_WITH_VARIABLE_OUTPUT
Purwanto, L. (2000). Perkembangan Struktur Pneumatik
Memperkaya Desain Arsitektur. Dimensi Teknik Arsitektur,
28(1), 31–36.
http://dimensi.petra.ac.id/index.php/ars/article/view/1572
4
Schodek, D. (2001). Structures (4th ed.). Prantice Hall.
ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik) 59
Singha, K. (2012). A Review on Coating & Lamination in Textiles:
Processes and Applications. American Journal of Polymer
Science, 2(3), 39–49.
https://doi.org/10.5923/j.ajps.20120203.04
Suryani, A., Fadhillah, A. P., Saichu, & Mubarok, H. (2018). Instalasi
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dos & Don ’ ts (B.
Ramadhani (ed.); 1st ed.). Deutsche Gesellschaft für
Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.
http://ebtke.esdm.go.id/post/2018/08/31/2007/buku.pand
uan.instalasi.pembangkit.listrk.tenaga.surya
Yuniarti, R., Rahman, A., Industri, J. T., Teknik, F., Brawijaya, U., &
Timur, J. (2013). STRATEGI PEMASARAN PADA UKM KERIPIK
TEMPE SANAN. Jurnal Teknik Industri, Vol. 14, No. 2, Agustus
2013: 173–183, 14(2), 173–183.
https://doi.org/10.22219/JTIUMM.Vol14.No2.174-185
60 ATAP PANGGUNG TIUP DENGAN ENERGI SURYA (Teori dan Praktek Bangunan Struktur Pneumatik)