The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by riska211208, 2022-11-02 20:58:11

Buku Antologi Siap Cetak

Buku Antologi Siap Cetak

ANTOLOGI CERPEN
Berbagi Pengalaman
Agustriawan, dkk.

Lampena Intimedia

Antologi Cerpen | i

ANTOLOGI CERPEN

Berbagi Pengalaman

Penulis: Agustriawan, dkk.

Editor: Ahmad Muktamar
Penata letak: Lampena Grafis
Desain Sampul: Agustriawan

Cetakan I, September 2022
Ukuran, tebal: 14.8 x 21 cm, vi + 58 halaman

ISBN : 978-602-8151-75-7
Diterbitkan oleh:
CV. Lampena Intimedia
Jln. Sawerigading No. 135
Sengkang, Kabupaten Wajo
Provinsi Sulawesi Selatan
E-mail: [email protected]
WhatsApp: 085245414333

Hak cipta dilindungi undang-undang.
Dilarang menyalin dan menyebarluaskan
sebagian atau seluruh isi buku tanpa izin
tertulis dari penerbit.

ii | Antologi Cerpen

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa. Berkat limpahan karunia-Nya, kami dapat
menyelesaikan penulisan buku Antologi Cerpen. Dalam
penyusunan Antologi Cerpen penulis telah berusaha
semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis.
Namun sebagai manusia biasa, penulis tidak luput dari
kesalahan dan kekhilafan baik dari segi teknik penulisan
maupun tata bahasa.

Buku ini berjudul “Antologi Cerpen - Berbagi
Pengalaman” adalah kumpulan cerpen karya sembilan orang
penulis. Berisikan tulisan masing-masing : Hampir Menyerah,
karya Agustriawan dan Nurul Husna, Persahaban Hancur
Karena Cinta (Elsa Maulani) Masa Putih Biru (Hartina
Hariyanto), Terlalu Rumit (Hasrianti) Momen Terindah (Sitti
Rahma) Si Pengagum Rahasia (Marwah) Menjadi Anggota
Paskibraka (Nurkhalisah), serta cerpen berjudul Menuju And,
karya Salwah

Buku Antologi Cerpen ini ditulis sedemikian rupa
semata-mata untuk membangkitkan bakat dan kreativitas bagi
para pemuda dan remaja, serta sebagai motivasi dalam berkarya
khususnya dalam bidang menulis cerpen dan fiksi.

Antologi Cerpen | iii

Kami menyadari tanpa arahan dari para pembimbing
serta masukan – masukan dari berbagai pihak, maka penulisan
cerpen dalam buku ini tidak dapat diselesaikan sesuai dengan
harapan. Untuk itu penulis hanya bisa menyampaikan ucapan
terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, sehingga kami
bisa menyelesaikan antologi cerpen ini.

Demikian semoga karya sastra ini dapat bermanfaat
bagi penulis khususnya dan para pembaca dan peminat cerpen
pada umumnya.

Wajo, 11 Juli 2022
Penyusun

iv | Antologi Cerpen

DAFTAR ISI

Halaman Sampul .................................................................... i

Kata Pengantar ....................................................................... iii

Daftar Isi ................................................................................ v

Hampir Menyerah
Penulis : Agustriawan dan Nurul Husna ................................ 1
Persahaban Hancur Karena Cinta
Penulis : Elsa Maulani ............................................................ 7
Masa Putih Biru
Penulis : Hartina Hariyanto ................................................. 15
Terlalu Rumit
Penulis : Hasrianti ................................................................ 23
Momen Terindah
Penulis : Sitti Rahma ............................................................ 29
Si Pengagum Rahasia
Penulis : Marwah ................................................................. 37
Menjadi Anggota Paskibraka
Penulis : Nurkhalisah .......................................................... 43
Menuju And
Penulis: Salwah .................................................................... 51
Daftar Pustaka ...................................................................... 57

Antologi Cerpen | v

vi | Antologi Cerpen

HAMPIR MENYERAH

Antologi Cerpen | 1

2 | Antologi Cerpen

HAMPIR MENYERAH

Oleh : Agustriawan & Nurul Husna

ekolahku di rumah, di rumah ku sekolah' mungkin
hal itu yang terpikirkan saat ini, saat dimana sekolah
dilakukan dari jarak jauh tanpa bertatap muka, bertemu
guru dan teman hanya melalui layar ponsel atau laptop.
Hari itu aku merasa benar benar sedih dan bertanya-tanya
mengapa hal ini terjadi, mengapa aku tidak bisa belajar di
sekolah, bahkan aku mengira bahwa ini hanya sementara
tetapi aku menyadari bahwa hal tersebut terjadi hampir

Antologi Cerpen | 3

dua tahun. Aku seorang murid kelas XI SMA di Wajo, yang
memiliki keinginan bersekolah offline (luring), teman
teman yang lain juga pasti begitu, tetapi dengan situasi dan
kondisi yang ada, kita tidak ditakdirkan untuk bertemu
sementara waktu. Aku jelas merasa sedih bahkan saat
mengikuti pelajaran melalui daring aku pun merasa tidak
sebahagia saat mengikuti pelajaran di sekolah. Aku seorang
anak dari keluarga sederhana yang hidup apa adanya, saat
sekolah dilakukan melalui daring aku merasa sudah
menyusahkan orang tuaku, karena orang tuaku harus
menyisihkan uangnya untuk membeli paket internet. Ya,
ayahku beliau yang bekerja banting tulang untuk keluarga,
dia seorang petani. ibuku hanya ibu rumah tangga, dan
aku memiliki 2 kakak. Tugas setiap hari semakin banyak,
mata pelajaran yang tidak dapat ku pahami dengan baik,
sampai - sampai aku sering menyalahkan keadaan, aku tahu
bahwa semua ini sudah ada yang mengatur dan diatur
dengan baik.

Pagi hari, seperti biasa aku sudah mandi dan
memulai untuk pembelajaran daring. Saat pembelajaran,
aku menemukan banyak sekali kesulitan, sinyal dari

4 | Antologi Cerpen

internet di ponselku tidak terbaca. Oleh karena itu, aku
pergi ke rumah tetangga untuk menumpang internet (Wi-
Fi), untung saja tetanggaku baik hati sehingga ia
memperbolehkan aku untuk bersekolah dari rumahnya.
Namun, hal itu terjadi sangat sering, aku merasa tidak enak.
Malam datang kembali, sedih datang kembali. Pertanyaan
waktu itu datang menghantui, "Apa aku harus menyerah?"
Itu dia pertanyaan yang akhir akhir ini sering saja muncul di
pikiranku. Aku merasa aku menambah beban ayah, aku
berpikir bahwa lebih baik aku berhenti sekolah, aku akan
mencari pekerjaan untuk menambah biaya hidup keluarga
dan aku bisa mengambil kejar paket untuk lulusan SMA ku.
Namun, kembali lagi jawaban muncul dari diriku "Ada
keluarga yang harus ku bahagiakan." Hal itu kembali
memberikan semangat, dengan itu aku mulai bangkit
sedikit demi sedikit, aku yakin bahwa hari esok sudah
disiapkan dengan baik. Jika aku menyerah hari ini, apakah
hari esok lebih baik? Bagaimana jika hari ini, penentu hari
esok? Kalau begitu aku akan menjalani hari ini dengan baik,
dengan begitu hari esokku mungkin bisa lebih baik.

Antologi Cerpen | 5

Hari demi hari dilalui oleh belajar belajar dan belajar
online, hingga di titik ini aku tidak pernah lagi berpikir
untuk menyerah, karena aku sudah melihat betapa
tangguhnya ayahku, aku ingin mencoba sepertinya. Aku
melewati hari hari sulit saat masa pandemi dengan belajar
online di rumah, tapi hal itu tidak membuatku jatuh hingga
tak bangun lagi. Aku sadar hal ini adalah sebuah tantangan
untuk tetap semangat meraih cita cita dalam keadaan
apapun, ini masih awal dan belum ada apa apanya jika
dibandingkan dengan yang lain. Aku harap pandemi ini
segera usai dan kita bisa bertemu kembali di sekolah
dengan keadaan sehat dan bahagia. Sama sama kita meraih
cita cita meskipun keadaanmu dengan keadaanku berbeda.
Cita cita bisa tercapai karena banyaknya usaha dan doa
yang dilakukan, aku yakin kalian pasti bisa jangan
menyerah, kalau menyerah sementara saja jangan lama
lama, banyak sekali lawanmu di luar sana yang lebih baik
darimu.

6 | Antologi Cerpen

PERSAHABATAN HANCUR
KARENA CINTA

Antologi Cerpen | 7

8 | Antologi Cerpen

PERSAHABATAN HANCUR
KARENA CINTA

Oleh : Elsa Maulani

ku Elsa, siswa kelas IX. Dulu aku selalu menolak
dan mengabaikan orang - orang yang menyatakan
cintanya kepadaku. Namun sekarang justru aku yang selalu
diabaikan oleh orang yang aku cintai.
Aku suka dengan teman sekelasku, namanya Ferdin,
dia merupakan sahabat dekatku sejak lama. Awal diriku
suka dengannya berawal saat aku kenalan dengannya dan
berteman cukup akrab dan lama-lama dekat, sehingga
sekarang diriku jatuh cinta.

Antologi Cerpen | 9

Oh iya, aku punya teman bernama Afni, dia temanku
sejak SMP. Sementara Aku, Afni, dan Ferdin sudah
berteman dekat sejak masuk SMA.

Suatu waktu aku melihat Afni dan Ferdin bercanda
bersama dan mereka terlihat akrab seperti orang pacaran.
Jujur, aku pun cemburu melihatnya tetapi aku masih
menyembunyikan kecemburuan itu di depan Afni.

Namun lama-lama rasa yang terpendam ini ingin
dikeluarkan, akhirnya aku memutuskan untuk cerita ke Afni
tentang perasaanku ke Ferdin.

“Af, aku mau ngomong sesuatu, nih, tapi

jangan ngomong ke siapa-siapa ya”“Kamu

mau ngomong apa Sa?” tanya Afni.

“Jujur aku suka dengan Ferdin sejak lama, dan aku
cemburu saat kamu dekat samaFerdin!” Jawabku.

“Kamu suka sama

Ferdin? Serius Sa?”

Tanya Afni. “Iya, tapi

10 | Antologi Cerpen

kamu jangan bilang ke

Ferdin ya” Ucapku.

“Iya, maaf sebelumnya kalau aku udah bikin kamu

cemburu” Jawab Afni.“Oke” Jawabku.

Semakin lama aku semakin dekat dengan Ferdin,
tetapi aku perhatikan bahwa Ferdin tidak akan pernah
jatuh cinta denganku. Walau seperti itu, aku tetap berjuang
sepenuh hati. Dan ternyata Afni juga suka dengan Ferdin.

Aku mengetahui kalau Afni suka dengan Ferdin
ketika aku membaca buku diary Afni. Di sana tertulis
curhatan Afni tentang perasaannya ke Ferdin.

Aku pun merasa kecewa setelah membaca buku
diari tersebut, karena sahabat baikku ternyata suka
dengan cowok yang sama denganku.

Namun aku berpikir, rasa suka itu berhak untuk
siapa pun.

Saat di taman sekolah, aku melihat Afni dan Ferdin
sedang mengobrol. Mereka terlihat lebih serius daripada
biasanya, aku pun penasaran dan menguping percakapan
mereka dibalik pohon.

Antologi Cerpen | 11

“Afni, aku suka sama kamu, kamu mau enggak jadi
pacarku?” Tanya Ferdin.

Afni kaget sekaligus bingung mendengar pertanyaan
itu. Namun pada akhirnya Afni menerima tawaran itu dan
mulai menjadi pacar Ferdin tanpa memikirkan perasaanku,
sahabatnya sendiri.

“Iya aku mau” Jawab Afni.

Aku yang mendengarkan jawaban Afni langsung
kaget dan keluar dari balik pohon, karena aku tak
menyangka sahabatku akan tega melakukan hal itu.

“Af, kamu pacaran sama Ferdin? Selamat ya kamu udah
bikin aku sakit hati”

Afni dan Ferdin kaget karena aku keluar dari balik
pohon secara tiba-tiba dan langsungberkata seperti itu.

“Maafin aku Sa, tapi aku jujur cinta

banget sama Ferdin” Jawab Afni.

“Yaudahlah”, aku pergi meninggalkan

Afni dan Ferdin.

12 | Antologi Cerpen

Aku pergi dengan perasaan campur aduk tidak
karuan dan masih berpikir mengapa sahabatnya sendiri
tega melakukan hal itu. Padahal Afni tahu kalau diriku
sudah lama mengejar Ferdin.

Maka persahabatanku dengan mereka berdua
hancur karena cinta. Di sini aku memberi amanat bahwa
utamakanlah sahabatmu daripada pacarmu, karena orang
yang selalu hadir di saat kamu senang dan susah itu sahabat.

Antologi Cerpen | 13

14 | Antologi Cerpen

MASA PUTIH BIRU

Antologi Cerpen | 15

16 | Antologi Cerpen

MASA PUTIH BIRU

Oleh : Hartina Hariyanto

ahabat bagiku bagaikan burung pipit yang tak
henti berkicau saat berada di perkumpulannya dan
menjadi orang bisu saat bertemu orang baru. Saat itu aku
menemukan beberapa orang yang dapat menghibur,
membantu, mengingatkan, serta memperlihatkan. Begitu
indahnya masa-masa remaja jika dilakukan bersama.
Membuat dan menambah coretan di dalam buku
kehidupanku. Menemukan yang sejalan, sepemikiran, dan

Antologi Cerpen | 17

bisa memberiku kenyamanan. Hingga tiba hari dimana aku
pergi meninggalkan semua itu. Meninggalkan banyak
kenangan dan berusaha untuk kuat dan berharap suatu saat
bisa bertemu dangan orang-orang itu kembali.

Namaku Hartina Hariyanto, bisa dipanggil
Hartina,Tina, atau apapun asalkan jangan panggil dengan
nama orangtuaku hehe… Sedikit bercerita, dulu saat aku SD
aku tinggal di sebuah desa yang bernama Subaim provinsi
Maluku Utara, di sini aku tinggal dengan keluargaku. Hingga
tiba saat aku memasuki kelas 5 SD dan diminta oleh
orangtuaku agar aku tinggal atau menyambung sekolah di
kampung tempat nenek dan kakekku berada tepatnya di
Sulawesi Selatan.

Seperti anak baru pada umumnya, yang tidak saling
kenal dan tiada sapaan saat awal masuk. Untung di sini aku
langsung punya kenalan yaitu sepupuku sendiri. Cukup
tantangan bagiku pindah dari Subaim ke kampung halaman
nenekku, mulai dari bahasa yang kugunakan dengan orang-
orang gunakan sangat berbeda, sehingga setiap orang
berbicara denganku harus diartikan terlebih dulu.

18 | Antologi Cerpen

Hari demi haripun berlalu, hingga aku menjadi
terbiasa mendengar dan belajar bahasa orang sini.
Temanku pun bertambah setelah aku memasuki Sekolah
Menengah Pertama.

Di sini lah cerita persahabatanku dimulai…
Aku menemukan teman-temanku di sekolah tingkat

pertama. karena satu kelas. Teman-temanku beranggotakan
sepuluh orang dan termasuk aku. Setiap temanku ini
memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Mulai dari
mereka yang pendiam, ceria, alim, cerdas, baik, sedikit
keren dan banyak tingkah mereka yang tidak bisa
dijelaskan, butuh waktu dan lembaran yang amat panjang
agar aku bisa menceritakan mereka semua. Satu dintara
mereka adalah sahabatku sampai sekarang.

Pada bulan Agustus 2019 tepatnya saat aku kelas 9
SMP, kami pergi berkemah di Penekj untuk memperingati
hari kemerdekaan Indonesia. Sebelum itu aku dan temanku
yang berjumlah lima orang terpilih untuk mengikuti lomba
tari antar sekolah, aku juga dipilih mengikuti lomba
pramuka yaitu tali temali. Selain itu juga ada lomba gerak
jalan antar sekolah SD, SMP dan SMA.

Antologi Cerpen | 19

Pada saat tiba di Peneki, sekolah kami mendapat
tempat dipinggir lapangan. Teman-temanku pun saling
bekerja sama untuk membangun tenda. Ada yang
mengambil air, ada yang menyapu dan ada yang memasak.
Kebetulan pada saat itu sekolah ku mendapat giliran
pertama tampil tari. Jadi setelah bersih-bersih kami pun
diantar ke salah satu temannya guruku untuk di make up.
Setelah di make up kami pun kembali ke tenda kami untuk
bersiap-siap tampil. Aku dan teman-temanku merasa sangat
gugup tapi kami mencoba untuk rileks dan berusaha yang
terbaik untuk sekolah kami. Pada saat nama kamidipanggil
ke panggung, kami pun mulai menari. Pada awalnya tarian
kami lancar-lancar saja tapi pada pertengahan tarian salah
satu temanku tidak sengaja menjatuhkan topinya. Tapi
untungnya temanku melanjutkan tariannya dan tersenyum.
Setelah menampilkantarian kami diajak untuk foto bersama
gururku. Pada saat itu sekolahku mendapat juara dua di
tarian, kami sangat bersyukur atas kerja keras kami selama
ini. Begitu banyak kenangan kami pada saat itu, mulai dari
makan bersama, mandi bersama, memasak bersama, dan
memberi dukungan kepada teman kami yang lomba. Aku

20 | Antologi Cerpen

sangat bersyukur mempunyai teman seperti mereka samua,
yang selalu ada di saat aku susah dan sedih.

Pada saat kami pun berpisah hanya lima temanku
yang bersekolah yang sama denganku. Aku berpisah dengan
empat temanku. Begitu banyak kenangan yang telahkulalui
bersama mereka, setiap jalan, setiap waktu dan setiap saat
yang kami lakukan itu sangat berkesan dan menjadi
kenangan manis dan indah bagiku. Sampai jumpa teman-
temanku, coretan yang kalian beri dilembar hidupku sangat
berarti. Semua ini biarlah hanya jadi kenangan dan aku
yakin kita akan bertemu diwaktu yang telah direncanakan
Allah swt.

Antologi Cerpen | 21

22 | Antologi Cerpen

TERLALU RUMIT

Antologi Cerpen | 23

24 | Antologi Cerpen

TERLALU RUMIT

Oleh : Hasrianti

i mulai dari kata rumit itulah kehidupan dimana
semuanya rumit dan penuh teka - teki, ujian, dan
cobaan. Takdir itu tidak ada yang tau, rasanya ingin patah
semangat menjalani kehidupan ini. Menjadi anak
perempuan pertama dan harapan keluarga adalah tanggung
jawab yang sangat besar untuk menjadi contoh kepada
adik-adikku. Tapi seiring berjalannya waktu semuanya
berlalu atas dukungan dari keluargaku, orang yang tidak

Antologi Cerpen | 25

akan meninggalkan diriku walau bagaimana pun jatuh dan
terpuruknya aku. Kenapa dikehidupan ini begitu banyak
masalah. Mulai dari masalah hati, pendidikan, dan sahabat.
Terkadang aku ingin menyerah mengejar mimpi-
mimpiku tapi melihat ke masa laluku tidak mungkin
rasanya ingin menyerah dititik ini waktu, tenaga, dan
mental sangat-sangat dikuras, terkadang saya menangis di
tengah malam memikirkan perjuangan-perjuangan orang
tuaku untuk memberikan fasilitas yang lengkap untuk
pendidikan anak-anaknya. Sakit rasanya melihat orang
tuaku menangis dan memikirkan anak-anaknya. Aku ingin
berterima kasih banyak kepadamu karna tanpa kamu aku
tidak bisa berada dititik ini maafkanlah diriku yang selalu
menjadi beban.

Pendidikan adalah cara untuk menggapai cita-citaku
dan cara balas dendam terbaik kepada orang yang
menghina kita. Sukses adalah harapan keluargaku dimana
semua menaruh harapan yang besar kepadaku. Tapi diri ini
rasanya ingin menyerah di tengah jalan, mungkin tanpa
dukungan keluargaku aku tidak bisa sampai dan bertahan
dititik ini, dititik dimana semua orang memandang kita
sampah. Jika di ceritakan secara detail mungkin ini terlalu

26 | Antologi Cerpen

berbelit-belit karna masalah yang satu belum terselesaikan
muncul masalah baru lagi. Kenapa jika kita tidak memiliki
apapun orang-orang tidak memandang kita. Menjadi
harapan keluarga itu harus kuat.

Sahabat, sampai detik ini aku belum bisa
menemukan sahabat yang benar-benar tulus. Dulu aku
mempunyai sahabat yang benar-benar aku anggap sebagai
rumah keduaku tapi waktu terus berjalan dan dia mengenal
orang-orang baru disitulah sikapnya berubah sedikit demi
sedikit. Awalnya aku tidak berfikir bahwa dia tidak akan
pernah meninggalkanku dan berubah tapi nyatanya dia
berubah. Diri ini sulit terbuka kepada orang lain walaupun
punya banyak teman, tapi tidak semudah itu menceritakan
kisah kehidupanku ke orang lain.

Diri sendiri, teruntuk diriku teruslah kuat dan jangan
menjadi lemah karena ada harapan-harapan keluarga yang
keluargamu percayakan kepadamu terima kasih telah
bertahan sampai detik ini dan jangan pernah menjadi diri
orang lain.

Antologi Cerpen | 27

Hati, teruslah berhati lembut jangan pernah
mendengarkan hal-hal nnegatif dari orang lain meskipun
engkau selalu gagal tapi tetaplah berusaha, ceria dan jangan
cengeng.Hidup itu memang rumit.
“Tetaplah menjadi dirimu sendiri jangan pernah berubah
karena omongan jahat orang lain bukan penentu masa
depan mu. Inilah cerita singatku yang ku tulis dalam
cerpen ini.”

28 | Antologi Cerpen

MOMEN TERINDAH

Antologi Cerpen | 29

30 | Antologi Cerpen

MOMEN TERINDAH

Oleh : Sitti Rahma

angun! Sudah jam setengah tujuh! Nanti kamu
terlambat ke sekolah ! ” suara gertakan itu
mengagetkan dan mengiang di telingaku. Dengan sangat
malas akupun beranjak bangun dari kasur, berusaha
mengumpulkan nyawayang berkeliaran, dan berusaha
menyapa indahnya dunia. Lagi-lagi suara gertakan itu
terdengar, “Lina, bangun! Kamu susah sekali kalai di

Antologi Cerpen | 31

bangunin!” “iya ma, sebentar” kataku. Dengan langkah
sedikit gontay akhirnya aku keluar kamar dan menyantap
roti yang sudah di sediakan dan bergegas segera mandi
dengan terburu-buru.

Nos, adalah nama panggilan untuk motor
kesayanganku. Motor ini sangat mengerti dan memahamiku,
seolah-olah dia adalah hidup dan matiku untuk memulai
perjalanan ke sekolah. “Pagi, pak” sapaku kepada satpam
penjaga sekolahku. “Pagi juga, telat lagi ya?” balasnya, “iya
nih pak hehe” ujarku sambil meringis kuda, “Yasudah cepat
masuk” katanya. Lalu aku bergegas memarkirkan motor.
Ada perasaan yang aneh, entah mengapa pagi ini aku
merasa deg-degan. Tanpa memperdulikan perasaanku,
akhirnya aku segera berlari menuju kelas. Tiba-tiba aku
berhenti sejenak ketika di kelas ada Ibu Desi! Guru
pelajaran matematika yang terkenal galak dan cuek. Dengan
tangan sedikit gemetar, akhirnya aku membuka pintu kelas,
“selamat pagi, bu” sapaku. Pada saat itu suasana kelas
sedang hening karena mereka sedang mengerjakan tugas
yang di berikan oleh Ibu Desi. “Kemana saja kamu jam
segini baru dating?” gertaknya. “I.. Itu.. Itu.. Ban motor

32 | Antologi Cerpen

saya….” Belum selesai aku berbicara, Ibu Desi yang terlihat
kesal pada saat itu memotong kata-kataku “ah! Sudah
jangan banyak alasan! Sekarang, coba ibu lihat pekerjaan
rumah kamu”. Aduh! Gawat! Ibu Desi meminta pr yang
kemarin beliau kasih, aku harus alasan apa lagi nih?
Gumamku dalam hati. “Cepat keluarkan pr mu!” bentaknya.
Dengan memasang tampang lesu, aku pun menjawab, “maaf
bu, saya…” “sudah kamu berdiri di dekat pintu!” seakan-
akan beliau tahu apa yang akan aku katakana. Dengan
sedikit kesal, aku menuruti kata-katanya. hari ini, adalah
hari tersial bagi hidupku, aku punmulai bergumam lagi.

KRIIIIIING… Akhirnya suara tersebut dapat
membuat hati senang dan lega rasanya. Dengan sangat
terburu-buru aku menarik kedua temanku, Ajeng dan Via.
“Udah deh cepetan ah! Nanti kanti keburu ramai!” “iya tapi
gak usah narik-narik kita juga dong” balas Via, “iya, sakit nih
tanganku” Ajeng yang daritadi hanya diam saja angkat
bicara. “Ih kalian nih, yaudah ayo cepat!”. 30 menit
kemudian bel berbunyi lagi, kemudian kami pergi
meninggalkan kantin dan segera menujukelas.

Antologi Cerpen | 33

“Kalian kerjakan buku paket kimia halaman 111, ibu
Ilma tidak masuk karena anaknya sakit. Nanti di kumpulkan
ya!” lalu guru piket pun keluar. Kelas yang tadinya hening
seketika langsung ramai oleh kegembiraan karena ibu Ilma
tidak masuk. Ibu Ilma adalah guru yang cukup terkenal
dengan kedisiplinannya. Maka dari itu, ketika di
beritahukan beliau tidak masuk, rasanya ada keajaiban
yang dating dari Tuhan.

Karena merasa bosan di kelas dan aku merasakan
hawa-hawa mengantuk, aku mengajak Ajeng dan Via untuk
keluar kelas. “Ke kelas atas aja yuk, tidak ada orang” saran
Via. Kemudian kami menaiki anak tangga satu persatu, dan
setibanya di atas kami mulaingobrol macam-macam. Tidak
terasa bel pelajaran kimia pun habis. Kami semua pun
bergegas menuju kelas. Tiba-tiba mataku tertuju ke
seseorang lelaki yang mengenakan kaos hitam, celana jeans
panjang, dan sepatu warna putih. Ajeng dan Via yang
mengetahuiarti keberhentianku, akhirnya mereka juga ikut
berhenti. “Loh? Itu Galih kan Lin? Dia ngapain disini?” Via
memecahkan suasana hening. “Aku juga gak tahu. Mungkin
dia ingin bertemu bu Asha. Tapi dia daritadi pagi agak

34 | Antologi Cerpen

sedikit aneh, dia nyuekin aku terus” ujarku sedikit sedih.
“Yasudah ayo kita ke bawah dan berbicara dengannya. Galih,
adalah kekasih Lina. Mereka sudah lama menjalin
hubungan bersama. Walaupun mereka terhalang oleh jarak
yang jauh, tapi mereka saling percaya. “Hei, kamu ngapain
disini?

Tumben kesini tidak bilang-bilang aku dulu?” aku
memulai perbincangan. “Aku mau ketemu bu Asha, ada
urusan” jawabnya jutek. “Oh gitu, yasudah aku masuk kelas
dulu ya” Galih hanya menganguk. Lina tidak habis piker
dengan perubahan Galih yang sangat drastis.

Jam menunjukkan pukul 13:00, jadwal semua siswa-
siswi mengakhiri pelajaran hari itu. Ternyata Galih sudah
menunggu Lina di depan kelasnya. “Ayo kita pulang” Galih
berkata ketika Lina keluar dari kelas. Lina pun hanya diam
dan jalan mengikuti Galih dari belakang.

Hari ini Lina bisa di bilang sangat kesal dengan Galih.
Karena dia tidak memberi kabar kepada Lina. Menit demi
menit pun hanya Lina gunakan untuk bergumam. Tidak
terasa sekarang jam menunjukkan pukul 23:59. Lina masih

Antologi Cerpen | 35

belum bias menghilangkan rasa kesal di hatinya kepada
Galih. Tiba-tiba hp Lina bunyi, Lina sedikit malas
mengangkat telpon dari Galih. Belum sempat Lina bilang
hallo, Galih lebih dulu berbicara, “selamat ulang tahun ya!
Panjang umur dan sehat selalu. Maaf hari ini aku sengaja
nyuekin kamu hehe” ujarnya. Lina terdiam cukup lama,
“hallo? Hallo? Kamu ada di situkan?” Galih bingung karena
Lina tidak berbicara sedikitpun. “Kamu jahat ya udah bikin
aku kesel, ah tapi terimakasih ya atas ucapannya. Ternyata
kamu masih inget ulang tahun aku” ucapnya terharu namun
senyumnya mengembang. Akhirnya Galih memainkan gitar
melalui telpon untuk Lina.

36 | Antologi Cerpen

SI PENGAGUM RAHASIA

Antologi Cerpen | 37

38 | Antologi Cerpen

SI PENGAGUM RAHASIA

Oleh : Marwah

amaku Marwah, umurku sekarang 17 tahun. Orang
bilang pada umur 17 tahun banyak yang istimewa,
namun bagi aku itu tidak berlaku sama sekali. Apalagi
dengan masalah percintaan, itu gak berlaku sama sekali
bagi aku. Aku mengaggumi satu laki-laki yang bahkan
namaku mungkin tidak dia tau, atau mungkin dia tau tapi
tidak berarti apa- apa baginya, tidak seperti namanya yang
bermakna padaku. Entah apa yang ada di pikiranku selama
ini tentang dia, walaupun banyak teman-temanku yang

Antologi Cerpen | 39

selalu bilang “Emangnya gak ada cowok lain selain dia?”
tapi perasaan kagum aku ke dia tuh udah merekat kayak
perangko, wkwkwk.

Kamu mungkin pernah, setidaknya sekali dalam
hidupmu menjadi seorang pengagum rahasia atau secret
admirer seperti aku saat ini. Mungkin kamu pernah diam-
diam mengagumi kakak kelas, teman seangkatan, adik kelas,
atau siapapun. Bahkan aku pernah berpikir aku mungkin
tak hanya menjadi seorang pengagum saja, melainkan juga
mulai timbul rasa cinta dan ingin memiliki. Yah aku, si
pengagum rahasia yang juga memendam cinta.

Menjadi seorang pengagum rahasia itu bukanlah
suatu hal yang mudah dijalani, apalagi kalau sudah bawa
perasaan cinta. Sebagai pengagum rahasia aku hanya bisa
melihat dan memerhatikan dia yang aku sayangi dari
kejauhan. Dia terasa dekat namun tak bisa aku raih. Dia
hanya menganggapku sebagai satu dari sekian banyak
teman yang selalu ada untuk mendukungnya, yang selalu
merasa hati berdebar-debar saat ada di dekatnya, dengan
raut wajah yang malu, yaah tapi mau sih.

40 | Antologi Cerpen

Sakit hati menjadi hal yang biasa aku rasakan, tapi
aku juga bisa belajar menjadi seseorang yang berhati besar,
lapang dada, dan ikhlas. Kenapa? Karena aku belajar untuk
rela melihat dia yang aku kagumi dan sayangi bahagia
bersama yang lainnya aneh yah?? Memerlukan kekuatan
hati yang besar untuk menerima kenyataan itu.

Namun, aku si pengagum rahasia bisa selamanya
bersama dengannya sebagai seorang teman yang
mendukung baik di kala bahagia ataupun sedih. Bukan
sebagai kekasih, melainkan sebagai seorang teman atau
sahabat yang setia. Bukankah sahabat memilikinilai yang
sama tingginya dengan seorang kekasih?

Antologi Cerpen | 41

42 | Antologi Cerpen

MENJADI ANGGOTA PASKIBRAKA

Antologi Cerpen | 43

44 | Antologi Cerpen


Click to View FlipBook Version