MENJADI ANGGOTA
PASKIBRAKA
Oleh : Nurkhalisah
B erdasarkan peristiwa yang sangat seru dan susah
untuk di lupakan dan menyentuh semangat
berbangsa dan bernegara itulah yang menggugahku untuk
menceritakan sebuah pengalaman.
Suatu saat itu, setelah saya naik di bangku kelas 10
SMA, saya coba- coba untuk masuk di ekstrakulikuler
paskib sekolah, pertengahan masih COVID-19. Saya dan
teman-teman saya masih jarang latihan di lapangan.
Antologi Cerpen | 45
Pada bulan maret 2021 kabupaten mengadakan
seleksi anggota PASKIBRAKA untuk pengibaran di hari 17
agustus. Saya mencoba mengikuti seleksi bersama dengan
kakak kelas dan teman saya akhirnya kita di antar pembina
ke kantor dispora untuk mengikuti seleksi, beribu-ribu
orang yang mengikuti seleksi dan bersaing dengan banyak
sekolah.
Pengumuman pun sudah keluar dan saya tidak lolos
pada hari itu, tapi saya tetap sabar dan harus semangat. Ke
esokan harinya saya mendapat telepon dari teman rekan
saya bahwa besok saya harus ke sengkang untuk mengikuti
ujian duta pancasila karena banyak teman- teman disana
yang lolos tapi dia menolak karna dilarang sama orang
tuanya akhirnya saya di telpon teman saya untuk
menggantikannya. Awal mula saya bangga dan bersyukur
banget bisa ikut bergabung untuk masuk menjadi anggota,
waktu itu merupakan sebuah tantangan diri untuk bisa
berbuat optimal. Persiapan mental harus di punyai bagi
setiap siswa, di samping persiapan fisik juga harus
terpenuhi sehingga semuanya berjalan untuk memenuhi
46 | Antologi Cerpen
harapan dan membanggakan kedua orang tua. Ke esokan
harinya pun saya pergi di antar sama bapak saya untuk
mengikuti ujian duta pancasila. Di sana banyak banget
teman-teman yang beda sekolah dan kita bisa mengenal
banyak orang.
Setelah berhari-hari, berminggu-minggu hingga
beberapa bulan secara rutin pelatihan dilakukan akhirnya
menjadi terbiasa dan bisa. Itu semua berkat kemauan,
ketekunan dan banyak belajar dari kesalahan-kesalahan
terutama mebangun sikap dalam kebersamaan tim seperti
baris berbaris, memposisikan diri dalam peran sesuai
formasinya masing-masing.
Sangat beruntung kita satu kelompok/organisasi
Paskibraka mendapatkan pelatihan dari kalangan yang
punya kompetensi yaitu dari pihak TNI setempat.
Walaupun tidak dilatih berperang, namun penanaman
sikap disiplin diri dan disiplin kelompok/korps, tegap-tegas
dan sigap menjalankan setiap instruksi, kebersamaan dalam
langkah, maksud dan tujuan telah menjadikan kebiasaan
yang belum pernah diperoleh sebelumnya.
Antologi Cerpen | 47
Sungguh telah menjadikan suatu pengalaman dan
merupakan suatu kebanggaan tersendiri sejak diriku masuk
menjadi anggota Paskibraka. Terutama pengalaman dan
kebanggaan batin di mana jiwa cinta tanah air semakin
tertanam dalam hati, bangga pula bahwa bangsadan negara
Indonesia adalah wadah kita bernaung, milik kita bersama,
yang harus dijaga dan dipertahankan keberadaannya.
Disamping kebanggan batin yang tak terhingga
nilainya itu, ada pula kebanggaan yang ditandai dalam
perubahan sikap. Menjadi anggota Paskibraka dimana
latihan-latihannya berlangsung secara rutin/berkelanjutan
ternyata telah ikut membentuk perilaku seseorang menjadi
semakin percaya diri, berdisiplin, tertib, membangun
kekompakan, bekerja sama/bergotong royong, tegas dan
tegap melangkah, tidak menjadi manusia cengeng (apalagi
bermanja-manja). Itulah pengalaman yang pernah saya
alami tahun lalu, dan ternyata banyak manfaat yang dapat
dipetik ketika menjadi anggota PASKIBRAKA.
48 | Antologi Cerpen
Mari kita terus bersemangat menimba ilmu
pengetahuan dan memperkaya pengalaman yang membawa
manfaat, terutama dalam memupuk rasa cinta tanah air
Indonesia, memperkuat persatuan dan kesatuan menuju
kejayaan bangsa Indonesia.
Antologi Cerpen | 49
50 | Antologi Cerpen
MENUJU AND
Antologi Cerpen | 51
52 | Antologi Cerpen
MENUJU AND
Oleh : Salwah
D ipertemukan oleh pendidikan dan tak lama lagi
dipisahkan oleh impian"
Pertemuan yang awalnya hanya sebuah hal yang
biasa bagiku kini menjadi salah satu hal yang luar biasa
yang pernah terpatri dalam ingatanku.
2 years ago
Melangkahkan kaki Masuk kegerbang berwarna
orange ini, memakai seragam batik kuning yang sangat ciri
khas, serta menjadi salah satu keluarga besar Sekolah
Antologi Cerpen | 53
Menengah Atas Negeri 11 wajo. Adalah impian sederhana
sekaligus membangakan yang palingkunanti.
Hari ini adalah hari pertama kisah putih abu - abuku
dimulai namun nihil nyatanya hanya dapat terlaksana
dalam dunia maya, semua aktivitas sekolah dilakukan
didepan benda persegi yang sangat membosankan yang
biasa disebut android. Walaupun membosankan aktivitas
pembelajaran ini kulalui selama setahun, lebih tepatnya
hingga aku beranjak ke tahap selanjutnya yakni kelas 2
Sekolah Menengah Atas.
Namun Aktivitas sekolah yang hanya setengah nyata
menurutku ini telah berakhir setelah setengah semester
kulalui dikelas 2 Sekolah Menengah Atas.
Awal yang baru pun dimulai hari ini ibarat hari
pertama masuk sekolah dan aku tak mampu mengigat
dengan jelas seperti apa pertemuan pertamaku dengan 34
siswa yang akan menjalani 1 semester bersamaku dikelas
ini. Intinya awal pertemuan kami Wajah yang tak kukenal
kini berkumpul di kelas itu dengan bahagia, sepertinya
mereka merasakan apa yang kurasakan hari itu.
54 | Antologi Cerpen
Kelas yang kutempati diberi nama Albert Einstein
Class, kelas berpenghuni 34 orang yang tak kusangka akan
menyimpan segumpal suka duka dalam benakku.
Perkenalan dalam kelas ini tak pernah terlaksana secara
formal kami mengenal satu sama lain hanya dengan melalui
aktivitas yang kami jalani setiap harinya
Awalnya kata akrab dengan mereka semua tak
pernah terlintas dalam benakku namun takdir telah
merencanakan hal lain. Seiring berjalannya waktu segala
bentuk pekerjaan bersama, suka duka yang bersama kita
pikul menciptakan sebuah solidaritas yang kuat.
Mereka yang berjumlahkan 34 orang yang tak
mampu untuk kulampirkan satu persatu namanya , Mereka
yang memiliki keunikan masing masing, mereka yang
memyempurnakan satu dengan yang lainnya, mereka yang
saling mendukung saat salah satu dari mereka yang
membutuhkan dukungan, mereka yang menjadi alasan tawa
saat tak ada hal lain yang mampu menciptakannya, mereka
yang mengajarkan cara bersikap bodo amat dengan
masalah hidup, mereka yang memberikan nasehat
Antologi Cerpen | 55
kehidupan dengan masalah hidup mereka masing - masing
serta mereka yang memberikan arti dari keluarga kedua
sesunguhnya.
Melewati kisah selama 1 semester bersama mereka
adalah hal yang paling menyenangkan, menenangkan,
membangakan sekaligun tak akan pernah terlupakan.
Namun sayang kisah ini tak lama lagi akan usai dan
berakhir dengan kata perpisahan. Rasanya air mata tak
mampu kubendung saat membayangkan hari hari
terakhir bersama mereka. Namun satu hal yang ingin
kusampaikan kepada mereka adalah "1 tahun bukanlah
waktu yang lama untuk kita lalui bersama maka dari itu
mari bersama2 menikmati hari hari terakhir kita bersama
dalam balutan seragam putih abu2, mari bersama jadikan
setiap momen yang kita jalani jadi lebih berkesan,
bermakna serta jadikan momen yg kita jalani menjadi
momen yang tak terlupan sekalipun oleh dunia".
56 | Antologi Cerpen
DAFTAR PUSTAKA
Al Banna, Hasan. 2011. Antologi Cerpen Sampan Zulaiha.
Depok: Koekoesan.
Arikunto, Suharsimi. Dkk. 1991. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rieneka Cipta.
Atmowiloto, Arswendo. 2002. Mengarang Itu Gampang.
Jakarta: PT. Gramedia PustakaUtama.
Depdiknas.. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi
Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Antologi Cerpen | 57
58 | Antologi Cerpen