Periode Remaja Adolesens
• usia 19-21 tahun
• sudah mencapai kematangan yang
sempurna
Anatomi & Fisiologi
Indung Telur : Kelenjar di kiri dan di kanan rahim
yang terletak di rongga panggul dan berfungsi
mengeluarkan sel telur sebulan sekali.
Umbai saluran telur : Bagian terluar dari saluran
telur yang berfungsi menangkap sel telur yang
dilepaskan indungtelur sehingga masuk ke dalam
saluran telur.
Saluran telur : saluran dikiri dan dikanan rahim
yang berfungsi untuk dilalui oleh sel telur dari
indung telur menuju rahim dan bertemunya sel
telur dan Sperma.
Anatomi & Fisiologi
• Selaput Lendir Rahim : selaput
bagian dalam dinding rahim yang
berfungsi sebagai tempat sel telur
yang telah dibuahi akan tumbuh
berkembang.
• Rongga Rahim : Rongga yang
terlindungi lapisan otot dan
selaput lendir yang
menampungpertumbuhan seltelur
yang telah dibuahi sampai menjadi
janin
• Leher Rahim : Bagian terluar dari
rahim
Fertilisation and Pregnancy
FertilisatiFoenmaalenRdePprroedgunctaivnecSyystem
By Hasto -3-9-2007
The impact of Post Modern Sex
behavior
Kehamilan tak dikehendaki
Aborsi kriminalis
Aborsi
Kehamilan tak diinginkan banyak
remaja aborsi.
Aborsi tidak aman BAHAYA!!!
(perdarahan, cacat, kematian)
Aborsi mengganggu perasaan dan pikiran
karena rasa bersalah atau takut
• Menjaga kesehatan saat menstruasi
Pembalut, tampon, dsj
Pembalut harus :
– Bersih
– Lembut
– Menyerap dengan baik
– Gak mengandung bahan alergi
– Merekat dengan baik di celana
Jangan lupa mengganti sekitar 4-5 kali sehari
Perhatikan siklus mens!!
• Memilih pakaian dalam
– Diganti secara teratur
– Pilih yang katun karena katun mudah menyerap
keringat
– Pilih sesuai ukuranmu,,jangan kegedean atau
kekecilan,,ok??
By Hasto -3-9-2007
Perawatan
• Cuci tangan sebelum dan sesudah buang
air kecil
• Daerah sekitar kemaluan harus dicuci
dengan air dan sabun lembut minimal
sehari sekali
• Sesudah mencuci , jangan lupa
mengeringkannya dengan handuk atau
lap sebelum memakai celana kembali
BEBERAPA TIPS
Mencari teman bergaul yg baik
Membaca bahan bacaan yang positif utk pertumbuhan psikis
kita
Mengatur pola makan
Banyak beribadah
Berolah raga secara teratur
Pacaran yg sehat / tdk pacaran dengan menyadari
konsekuensi pilihan yg diambil
http://www.iipwijayanto.multiply.com
e-mail: [email protected]
(0274) 7420 483
PROGRAM KERJA SEORANG REMAJA
• Membuat prioritas cita-cita
• Tekun mengejar cita-cita
• Memahami bahwa tdk ada orang yg kenyang dgn
memakan cinta
• Sabar menjalani proses
http://www.iipwijayanto.multiply.com
e-mail: [email protected]
(0274) 7420 483
DAMPAK PERNIKAHAN
DI USIA MUDA
TUJUAN
Dapat memahami persiapan penting
orientasi hidup berkeluarga, mengatahui
bagaimana membangun dan
mempertahankan keutuhan keluarga
APERSEPSI
Fenomena pernikahan di usia muda masih sangat tinggi. Jika dahulu
orang tua ingin agar anaknya menikah muda dengan berbagai alasan,
maka kini tidak sedikit remaja sendiri, bukan hanya remaja pedesaan
tetapi juga remaja di kota besar, yang ingin menikah muda. Pada
kalangan remaja, pernikahan di usia muda ini dianggap sebagai jalan
keluar untuk menghindari seks bebas. Ada juga yang melakukannya
karena terpaksa dan karena hamil di luar nikah. Pendapat tersebut
mungkin ada benarnya, namun pernikahan tentunya bukan hanya
sekedar menyatukan diri dalam suatu perkawinan sebagai jawaban atas
permasalahan hidup yang sedang dihadapi. Pernikahan merupakan
suatu bekal hidup yang harus dipersiapkan dengan matang.
Pengertian Pernikahan, Remaja, Keluarga,
Pernikahan Usia Muda
• Pernikahan adalah ikatan batin antara seorang pria dengan
seorang wanita sebagai seorang suami istri dengan tujuan
membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa.
• remaja adalah individu yang sedang berada pada masa
peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa yang
lebih mandiri dan ditandai dengan perkembangan yang
sangat cepat dari aspek fisik, psikis, dan spirit.
• Keluarga adalah suatu kumpulan dari masyarakat terkecil,
yang terdiri dari pasangan suami istri, anak-anak, mertua
dan sebagainya.
• Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, pernikahan usia muda
adalah sebuah nama yang lahir dari komitmen moral dan
keilmuan yang sangat kuat, sebagai sebuah solusi spiritual
Faktor Penyebab Pernikahan
di Usia Muda
1. Faktor Pribadi
2. Faktor Keluarga
3. Faktor Lainnya
• Faktor Budaya
• Faktor Pendidikan
• Faktor Ekonomi
• Faktor Hukum
DAMPAK PERNIKAHAN
DI USIA MUDA
1. Tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak serta Gangguan
Kesehatan Lainnya.
2. Penyakit HIV
3. Kanker Leher Rahim
4. Depresi Berat (Neoritis Deperesi)
5. Pernikahan yang Tidak Berkekuatan Hukum
6. Munculnya Pekerja Anak
7. Kekerasan dalam Rumah Tangga
8. Konflik yang Berujung Perceraian
9. Banyaknya Anak Terlantar
10. Kurangnya Jaminan Masa Depan.
Mengatasi Tingginya Angka
Pernikahan di Usia Muda
• Keluarga harus mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai yang baik
sejak dini
• Sekolah bekerja sama dengan organisasi-organisasi sosial untuk
memberikan penyuluhan atau bimbingan mengenai berbagai
permasalahan sosial terutama tentang risiko pernikahan di usia muda
• Masyarakat diminta untuk melapor jika menemukan kasus pernikahan
di bawah
• Pemerintah Daerah diharapkan dapat melakukan perlindungan anak
secara optimal
• Pemerintah Pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional dan
Departemen Agama diharapkan dapat memberikan penjelasan bagi
masyarakat mengenai perlindungan atas hak anak tersebut termasuk
menjaga anak agar tidak menikah muda.
Mengatasi Tingginya Angka
Pernikahan di Usia Muda
• Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga harus mengupayakan
sosialisasi kepada warga untuk menyekolahkan anak-anak mereka
hingga tamat SMA /SMK.
• Pemerintah Indonesia harus membuat hukum perkawinan yang
menjamin perlindungan hukum bagi semua pihak dan pada saat
bersamaan tetap melahirkan keadilan untuk melindungi keamanan,
kesehatan, kesejahteraan, serta hak-hak anak.
• Pemerintah maupun kalangan masyarakat harus terus
mengembangkan pendidikan dan membuka lapangan kerja agar
perempuan dan laki-laki mempunyai alternatif kegiatan lain
sehingga menikah muda bukan satu-satunya pilihan hidup. Misalnya
mengembangkan program pemberdayaan orang muda agar
meneruskan sekolah, dan bagi yang terpaksa putus sekolah
diberikan pendidikan keterampikan agar tidak segera memasuki
jenjang pernikahan.
ETIKA BERGAUL
(HIDUP BERMASYARAKAT)
TUJUAN
Dapat memahami arti pentingnya etika
bergaul dan menjunjung tinggi nilai norma
yang diyakini oleh masyarakat, serta mampu
bergaul dengan menyesuaikan diri sesuai
etika yang ada dalam masyarakat
APERSEPSI
Dalam kehidupan sehari-hari etika sangatlah penting peranannya,
karena dengan adanya etika maka dapat mengatur bagaimana
manusia dapat bergaul atau bersosialisasi dengan sesamanya.
Yang mendasari tumbuh kembangnya etika dalam kehidupan kita
adalah agar perbuatan yang tengah kita jalankan sesuai dengan
adat atau kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan
hukum yang berlaku. Etika memegang peranan penting dalam
membangun sikap manusia saat bergaul di masyarakat serta
dalam harmonisasi pergaulan di masyarakat, khususnya
masyarakat multikulur seperti di Indonesia.
PENGERTIAN
Etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan.
Mengabaikan sopan santun sering menimbulkan perselisihan
atau kesalahpahaman. Etiket merupakan sarana/alat untuk
kelancaran dalam pergaulan dan juga membantu dalam
mencapai cita-cita kita.
Perbedaan Etiket dan Etika :
Etiket : berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama
manusia. Berasal dari bahasa Perancis: Etiquette.
Etika : berarti falsafah moral dan merupakan pedoman cara hidup
yang benar
.
DASAR-DASAR ETIKET :
1. Sopan dan ramah kepada siapa saja
2. Memberi perhatian kepada orang lain
Ingin membantu
3. Memiliki rasa toleransi
Dapat menguasai diri, mengendalikan
emosi dalam situasi
Manfaat Etiket dalam
kehidupan manusia :
Membuat seseorang disegani, dihormati, disenangi
orang lain
Mendapat kemudahan dalam hubungan baik dengan
orang (better human relation)
Memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap
situasi
Dapat memelihara suasana yang baik dilingkungan
keluarga, tempat kerja, dan antara teman
TATA CARA BERKENALAN
1. Memperkenalkan orang dengan
mengucapkan namanya dengan jelas.
2. Memberikan sedikit informasi tentang
orang yang diperkenalkan
3. Personal contact:
- Cara berjabat tangan sekitar 3-4 detik
- Melihat mata yang bersangkutan
- Senyum
- Tubuh sedikit ke depan
TATA CARA BERKENALAN
Berdiri Dari Tempat Duduk:
Wanita tidak harus berdiri waktu berkenalan, kecuali bila
menghadapi orang-orang yang pantas dihormati
Tuan dan Nyonya rumah selalu harus berdiri untuk menyambut
tamunya
Apabila tamu akan pulang, tuan dan nyonya rumah harus berdiri
dan mengantar tamu sampai di pintu
Khusus Pria :
Harus berdiri dari tempat duduk:
- Bila berjabatan tangan (dengan pria dan wanita)
- Bila seorang wanita masuk dalam ruangan
- Bila seorang wanita mendekati, saat ia duduk
- Bila seorang wanita yang duduk di sampingnya berdiri dan
akan meninggalkan tempat
Etika Dalam Penampilan
1. Sikap Duduk :
2. Cara Berjalan :
3. Ekspresi Wajah :
4. Cara Berjabat Tangan
5. Kontak Mata
6. Gerak Tangan
7. Senyum
ETIKA DALAM PENAMPILAN
1. Sikap Duduk :
2. Cara Berjalan :
3. Ekspresi Wajah :
4. Cara Berjabat Tangan
5. Kontak Mata
6. Gerak Tangan
7. Senyum
Etiket dalam Percakapan (Conversation)
Hal yang diperlukan untuk dapat berbicara secara efektif:
Rasa percaya diri yang kuat
Keluwesan dalam pergaulan
Mempunyai persepsi yang tepat terhadap keadaan lingkungan dan individu
yang terlibat dalam interaksi tersebut
Dapat menguasai situasi
Mengetahui hasil yang diharapkan dari interaksi
Hal-hal yang dihindarkan dalam percakapan :
Memotong pembicaraan orang lain
Memonopoli pembicaraan atau percakapan
Membual tentang diri sendiri
Membicarakan hal-hal yang dapat menimbulkan pertentangan
Pembicaraan tentang penyakit, kematian, dan lain-lain
Menanyakan harga barang orang lain
Menanyakan masalah yang sifatnya pribadi
Gosip atau berita yang belum tentu kebenarannya
Ciri Orang-Orang yang Menghayati
Tata Krama yang Baik :
1. Memiliki rasa percaya diri pada waktu menghadapi
masyarakat dari tingkat manapun
2. Segala tingkah laku dan ucapannya mencerminkan perhatian
kepada orang lain
3. Sopan, ramah, selalu menunjukkan sikap yang menyenangkan
kepada siapa saja
4. Dapat menguasai diri, selalu berusaha tidak menyinggung
perasaan orang lain, menyakiti atau mengganggu pikiran
orang lain
5. Usahakan tidak membuat kecewa, gusar apalagi membuat
marah orang lain, walaupun diri sendiri baru atau sedang
dalam keadaan sedih, kesal, lelah atau jenuh
MENTAL DISORDER
DAN PERMASALAHANNYA
TUJUAN
Dapat memahami tentang penyakit mental
(mental disorder) serta tanda-tandanya atau
gejalanya, Daoat menjadi individu yang
sehat secara rahani dan jasmani
APERSEPSI
Penyakit mental atau Mental Disorder Merupakan sindrom atau
pola perilaku, atau psikologik seseorang yang secara klinik cukup
bermakna, dan secara khas berkaitan dengan suatu gejala
penderitaan atau gangguan didalam satu atau lebih fungsi yang
penting dari manusia. Sebagai tambahan, disimpulkan bahwa
disfungsi itu adalah disfungsi dalam segi perilaku, psikologik atau
biologik, dan gangguan itu tidak semata-mata terletak didalam
hubungan antara orang dengan masyarakat (Rusdi Maslim, 1998).
PENGERTIAN
Mental Disorder adalah bentuk gangguan dan kekacauan fungsi
mental (kesehatan mental) yang terjadi seorang individu.
disebabkan oleh kegagalan mereaksinya mekanisme-adaptasi
dari fungsi-fungsi kejiwaan atau mental terhadap stimuli
eksternal dan ketegangan-ketegangan, sehingga muncul
gangguan fungsi atau gangguan struktur pada satu bagian, satu
organ, atau satu sistem kejiwaan.
Mental disorder mempunyai pertanda awal antara lain : perasaan
cemas, ketakutan, apatis, cemburu. iri, marah-marah secara
eksplosif, antisosial, ketegangan kronis dan lainnya.
Penampilan dari mental disorder
itu biasanya berupa gejala-gejala
Tugas pokok kepemimpinan yang berupa
mengantarkan, mempelopori, memberi
petunjuk, mendidik, membimbing dan lain
sebagainya agar para bawahan mengikuti jejak
pemimpin mencapai tujuan organisasi hanya
dapat dilaksanakan secara baik, bila seorang
pemimpin menjalankan fungsi sebagaimana
mestinya.
Penampilan dari mental disorder itu
biasanya berupa gejala-gejala sebagai
berikut :
1. Banyak konflik batin
2. Komunikasi sosialnya terputus, dan ada
disorientasi sosial.
3. Ada gangguan intelektual dan gangguan
emosional yang serius.