yaitu 5, maka tuliskan angka 5 di bawah 15.
93 12 15
3 4 5
5) Carilah bilangan yang bisa membagi bilangan 3,
4 dan 5, yaitu 1. Tulislah bilangan 1 di bawah
angka 3 seperti contoh.
9 3 12 15
3 1 4 5
6) Carilah garis tegak pada bilangan 1 dan 3.
9 3 12 15
3 1 4 5
7) Tariklah garis lurus pada angka 3, 4, dan 5.
9 3 12 15
3 1 4 5
2. Carilah KPK dan FPB dari 21, 28, dan 35
1. Carilah bilangan yang bisa membagi bilangan 21,
21 7 28 35 28 dan 35, yaitu 7
3 1 4 5 2. 21 : 7 = 3
28 : 7 = 4
35 : 7 = 5
3. FPB = 7
KPK = 7 x (3 x 4 x 5)
= 7 x 60
= 420
3. Carilah KPK dan FPB dari 15, 20, dan 25
FPB = 5
15 5 20 25 KPK = 5 x 60
3 1 4 5 = 300
4. Carilah KPK dan FPB dari 12, 18, dan 30
Mengulik Matematika Asyik | 43
122 18 30 Bilangan yang bisa membagi adalah 2
6 9 15 12 : 2 = 6
18 : 2 = 9
30 : 2 = 15
12 2 18 30
6 3 9 15 Cari bilangan yang bisa membagi bilangan
6, 9, dan 15, yaitu 3
2 3 5 6 : 3 = 2
9 : 3 = 3
15 : 3 = 5
12 2 18 30
6 3 9 15
2 1 3 5 Cari bilangan yang bisa membagi bilangan
2, 3 dan 5 yaitu 1
Apabila bilangan hanya bisa dibagi
bilangan 1 maka selesai
12 2 18 30 FPB = 2 x 3 = 6
6 3 9 15 KPK = Tegak x Lurus
2 1 3 5
= (2 x 3 x 1) x (2 x 3 x 15)
= 6 x 90
= 540
Menggunakan FPB atau KPK dalam Perhitungan Pecahan
Menggunakan FPB dalam menyederhanakan pecahan
Menyederhanakan pecahan dapat dilakukan dengan membagi pembilang dan penyebut
pecahan itu dengan bilangan yang sama, sampai tidak dapat dibagi lagi.
Untuk itu kita dapat menggunakan FPB dengan langkah sebagai berikut :
1. Carilah FPB dari pembilang dan penyebut pecahan.
2. Membagi pembilang dan penyebut pecahan dengan FPB‐nya, maka diperoleh pecahan
yang sederhana.
44 | Didin Irawati
Contoh :
1. Ubahlah pecahan ke dalam bentuk yang paling sederhana!
Penyelesaian :
12 = 22 x 3
28 = 22 x 7
FPB dari 12 dan 28 adalah 22 = 4 sehingga
= ∶
∶
Jadi pecahan yang paling sederhana dari adalah
2. Ubahlah pecahan ke dalam bentuk yang paling sederhana!
Penyelesaian :
15 = 3 x 5
36 = 22 x 32
FPB = 3
= ∶
∶
Jadi pecahan yang paling sederhana dari adalah
Sederhanakan pecahan‐pecahan di bawah ini dengan menggunakan FPB!
1. = …….. 4. = …….. 7. = ……..
2. = …….. 5. = …….. 8. = ……..
3. = …….. 6. = …….. 9. = ……..
Menggunakan KPK dalam Penjumlahan atau Pengurangan Pecahan
Ketika kita akan melakukan penjumlahan dan pengurangan pecahan yang tidak tidak
sejenis maka kita harus menyamakan penyebut kedua pecahan itu.
Langkah‐langkah yang ditempuh sebagai berikut:
1. Carilah KPK dari penyebut pecahan‐pecahan yang akan dijumlahkan atau dikurangkan.
2. KPK yang diperoleh menjadi penyebut masing‐masing pecahan.
3. Penjumlahan atau pengurangan dilakukan setelah penyebutnya sama.
4. Hasil perhitungan pecahan dapat disederhanakan dengan menentukan FPB untuk
membagi pembilang dan penyebut dari pecahan itu.
Mengulik Matematika Asyik | 45
Contoh :
a. = ……..
Penyelesaian :
15 = 3 x 5
12 = 22 x 3
KPK dari 15 dan 12 adalah 22 x 3 x 5 = 60
Jadi, =
= =
FPB dari 39 dan 60 adalah 3
Maka, ∶ =
∶
Jadi, =
b. = ……..
Penyelesaian :
12 = 22 x 3
18 = 2 x 32
KPK dari 12 dan 18 adalah 22 x 32 = 36
Jadi, = =
FPB dari 21 dan 36 adalah 3
Maka, ∶ =
∶
Jadi, =
A. Menentukan tanda lebih besar > dan lebih kecil < atau sama dengan =
Tanda pecahan , dimana a = yang di atas adalah pembilang dan b yang di bawah adalah
penyebut.
Di mana ada persamaan bahwa apabila yang di atas dikalikan bilangan yang sama
dengan perkaian yang di bawah maka pecahan itu sama nilainya.
Misalkan = yaitu pembilang dikalikan 2 dan penyebut dikalikan 2 juga.
Contoh lagi = = yaitu pembilang dikalikan 5 dan penyebut juga dikalikan kecil
yaitu dengan mengalikan silang kedua pecahan tersebut.
46 | Didin Irawati
a. …… jawabannya 1 x 9 = 9 dan 4 x 5 = 20 jadi 9 < 20 maka
<
b. …… jawabannya 5 x 15 = 75 dan 6 x 7 = 42 jadi 75 > 42
>
B. Menyederhanakan Pecahan
Menyederhanakan pecahan yang dimaksud adalah bentuk paling sederhana dari sebuah
angka pecahan.
Cara terbaik untuk belajar menyederhanakan pecahan adalah menguraikan angka
perkaliannya dan mencari angka yang sama yang bisa diabaikan atau dihilangkan.
Contoh soal menyederhanakan pecahan
a. = = angka atas dan bawah ada perkalian 3 maka bisa dihilangkan
b. = =
c. = =
d. = = = = uraikan perkaliannya sampai mendapatkan yang paling
sederhana dari sebuah pecahan.
C. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
Rumus Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
± = jadi penjumlahan dan pengurangan hanya sekali yaitu dua faktor saja.
Pada operasi hitung dahulukan penjumlahan dan pengurangannya seperti KaBaTaKu.
+ =
Contoh contoh soal
1. + = = =
2. + = =
3. + = + = = 1
Apabila terjadi soal yang mengandung 3 faktor, maka tetap diselesaikan dengan cara
dua faktor setiap tahapnya.
Mengulik Matematika Asyik | 47
4. + = Jumlahkan dulu 2 faktor
+ = = = kemudian kurangkanlah dengan
= = =
Jadi sangat sederhana dengan hanya 2 faktor karena hanya mengalikan silang angka
demi angka kecuali penyebut yang lain adalah faktor yang satunya. Seperti contoh
berikut:
+ = + = = 1 = 1
Karena penyebut faktor 1 yaitu 3 adalah faktor dari penyebut 2 jadi semua dikalikan
2. Pada operasi campuran bulat dan pecahan harus dipisahkan antara bilangan bulat
dan bilangan pecahannya.
2 + 3 ‐ 1 =
Bilangan bulatnya = 2 + 3 – 1 = 4
+ = = kemudian dikurangkan dengan
‐ = = kemudian bilangan bulatnya ditambahkan = 4 jadi jawabannya 4
D. Perkalian dan Pembagian Pecahan
Perkalian Pecahan (atas x atas, bawah x bawah)
x=
Contoh soal :
a. x =
Jawaban : =
b. x =
Jawaban : =
c. x =
Jawaban : = = (uraikan perkaliannya supaya lebih mudah)
d. x =
Jawaban : = = (yang sama dihilangkan semua)
48 | Didin Irawati
E. Pembagian Pecahan adalah Perkalian Terbalik
:=
Contoh soal :
a. : =
Jawaban : =
b. : =
Jawaban : = =
c. : 4 =
Jawaban : : = =
Dalam mengerjakan operasi ini pisahkan batas atas dan bawah kemudian
sederhanakanlah!
Contoh contoh soal
1 : x 1 = ?
x x =
= = = = 5
Pakailah metode penyertaan satu per satu angka supaya pengerjaannya akurat jangan
asal dicoret karena ada kebiasaan yang salah atau data bisa keliru dalam mencoret.
Dengan memisahkan angka atas dan bawah akan lebih terlihat mana yang harus
disederhanakan dahulu.
Contoh soal kembali
3 x : 15% = ………… (prosen adalah per 100)
x x =
= = = = 15
Dalam pengerjaan perkalian dan pembagian pecahan, angka per 100 dijadikan pecahan
biasa dan desimal juga dijadikan pecahan biasa.
Contoh soal kembali
x 65% : 1,15 = ……
x x =
= = = =
Dalam pengerjaan penyederhanaan pecahan janganlah tergesa‐gesa supaya lebih teliti
jadi satu demi satu.
Mengulik Matematika Asyik | 49
F. Pengurutan Bilangan Campuran Pecahan, Desimal dan Prosen
Pengurutan bilangan mengharuskan semua angka dijadikan pada bilangan desimal
dengan digital yang sama atau angka di belakang koma sama banyaknya.
Menjadikan pecahan ke bentuk desimal dengan cara menambah nol di belakang
pembilangnya.
Contoh contoh pecahan ke desimal
= 0, atasnya ditambah 0 ….. = 0,4 jadi = 0,4 = 0,40 = 0,400 (3 digit di belakang
koma)
= 0, atasnya ditambah 0 ….. = 0,7… sisa atas 2 jadi = 0,75 = 0,750 (3 digit di
belakang koma)
= 0 ….. = 0,6 sisa atas 2… = 0,62… sisa atas 4… = 0,625 (3 digit di belakang
koma)
Prosen ke desimal
3% = = 0,03 = 0,030
35% = 0,35 = 0,350
60% = 0,6 = 0,60 = 0,600
Contoh contoh soal mengurutkan bilangan campuran.
1. Uritkan dari yang terkecil = , 3.0% , 0,75 , 0,8 jadikan desimal dengan 2 digital di
belakang koma.
= 0,62 , 30% = 0,30 , 0,75 dan 0,9 = 0,80 jadi uritannya dari yang terkecil adalah 30%,
, 0,75 , 0,8
2. Urutkan dari yang terkecil , 35% , = 0,83 , 0,36 jadi urutan dari kecil adalah ,
35% , 0,36,
3. Urutkan dari yang terbesar , 1 , 0,12 , 1,3% , 0,45
= 0,833 , 1 =1.571 , 0,12 = 0,120 , 13% = 0,0013 , 0,45 = 0,450
Urutan dari yang terbesar 1 , , 0,45 , 0,12 , 1,3%
50 | Didin Irawati
Bab VI
Kecepatan, Debit, dan Skala
A. Kecepatan
Sebelum membahas tantang kecepatan, ajaklah siswa untuk mengingat kembali
tentang satuan panjang dan satuan waktu. Di kelas 4, siswa sudah menentukan hubungan
antarsatuan panjang menggunakan tangga satuan panjang. Saat ini siswa akan diajak
mempelajari kembali tentang satuan panjang, tetapi tidak menggunakan tangga satuan
panjang. Siswa akan mempelajari satuan panjang dengan menggunakan garisan panjang.
Lau apakah garisan panjang itu? Garisan panjang adalah garisan buatan yang digunakan
untuk mempermudah menghitung satuan panjang tanpa harus naik turun tangga seperti
yang telah mereka pelajari di kelas 4. Garisan panjang ini lebih efektif untuk digunakan dan
mudah untuk dibuat sendiri pada contoh di bawah ini.
Sumber : Pribadi
Materi perlu diajarkan kembali karena pada saat ujian kelas 6, soal soal dalam bentuk
seperti ini sering keluar untuk mempelajari satuan panjang akan lebih mudah dan
menyenangkan, langkah pertama sebelum memulai pengukuran.
Buatlah sebuah penggaris dari bahan karton atau kertas agak tebal, seperti ini:
10 Garis Panjang 10
km Hm dam M Dm cm mm
Satuan bilangan terletak pada satuan konversal panjangnya, dan sangat mudah cara
menggunakan penggaris ini.
km Hm dam M Dm cm mm
2 0 0 0 2 km = 2000 m
3 5 0 0 0 15 hm – 15000 dm
Mengulik Matematika Asyik | 51
Contoh contoh soal:
1. Tentukan 3 dam = … cm
2. Tentukan 7000 dm = … dam
3. 23 dam = … cm
4. 456 dm = … m
km Hm dam M Dm cm Mm
3 0 0 0 jawaban no. 1 = 3000 cm
7 0 0 0 jawaban no. 2 = 70 dam
2 3 0 0 0 jawaban no. 3 = 23000 cm
4 5 6 jawaban no. 4 = 45,6 dm
Lihat dan pelajari garisan di atas, satuannya tepat pada konversi yang diinginkan. Apabila ke
kanan hanya memberi tambahan nol dan kalau ke kiri hanya memberikan koma di belakang
satuan yang kita ingin ukur.
Contoh soal:
3 km + 12 hm + 234 m = … dm
km Hm dam M dm cm Mm
3
1 2
2 3 4
+ diminta ke dm jadi ditambah 0 satu
4 4 3 4 0 jadi jawabannya = 44340 dm
Contoh soal : 42 dam + 3000 cm + 20 dm = … m
km hm dam M dm cm Mm
4 2
3 0 0 0
2 0
+
4 7 0 0 0 jawabannya 470 m
(belakang m di koma)
52 | Didin Irawati
Contoh soal : 25 m + 24 dam – 400 dm = … m
km hm dam M dm cm Mm
2 5
2 4 +
2 6 5
2 0 0 –
2 4 5 0 jawabannya adalah = 245 m
Contoh soal : Ibu membeli pita sepanjang 10 m dibuat menghias kado sepanjang 75 dm dan
dikasihkan kepada anaknya sepanjang 125 cm. berapakah sisa pita Ibu … cm.
Soal menjadi = 10 m – 75 dm – 125 cm = … cm
km hm dam M dm cm Mm
1 0
7 5 +
2 5
1 2 5 –
1 2 5 jawabannya = 125 cm
Dalam mengerjakan operasi hitungnya, akan lebih mudah selesaikanlah perhitungannya
terlebih dahulu. Setelah perhitungan selesai baru letakkan koma apabila itu ke kiri dan
apabila ke kanan konversi yang diinginkan maka tinggal memberi angka 0 sepanjang yang
diinginkan soal tersebut.
Teruslah berlatih membuat garisan dari kertas apapun supaya mahir membuat garisan
dikarenakan pada saat ujian siswa tidak boleh membawa penggaris panjang di kelas, maka
dalam ujian siswa bisa membuat penggaris dari kertas coretan saat ujian berlangsung.
Teruslah berlatih membuat garisan dari kertas apa pun supaya mahir membuat garisan
dikarenakan pada saat ujian siswa tidak bleh membawa penggaris panjang di kelas, maka
dalam ujian siswa bisa membuat penggaris dari kertas coretan saat ujian berlangsung.
Contoh soal:
1. 7 km = … cm
2. 9 km + 4 dam + 2 hm + 7 dm = … dm
3. 9 km + 4 dam + 2 hm + 7 dm = … dam
4. 9 km + 4 dam + 2 hm + 7 dm = … hm
5. 9 km + 4 dam + 2 hm + 7 dm = … cm
6. 7,2 km = … m
7. 12,4 dam = … cm
Mengulik Matematika Asyik | 53
8. 235,4 m = … dam
9. 1,45 km = 0,23 dam – 123 m = … hm
10. 17,25 dam + 7,3 km – 2,5 m = … mm
Pembahasan:
1.
km hm dam M dm cm Mm
7 0 0 0 0 0 jawabannya adalah = 700.000 cm
2.
km hm dam M dm cm Mm
9
4
2
7 +
9 2 4 0 7 jawabannya adalah 92407 dm
3.
km hm dam M dm cm Mm
9 2 4 0 7 jawabannya adalah = 924,07 dam
Pada no. 3 dan selanjutnya apabila ada satuan yang kosong bisa langsung ditempati
bilangan sehingga caranya tidak terlalu panjang.
4.
km hm dam M dm cm Mm
9 2 4 0 7 jawabannya adalah = 92,407 hm
5.
km hm dam M dm cm Mm
9 2 4 0 7 0 jawabannya adalah = 924070 cm
6. Pada bilangan desimal 7,2 maka angka satuannya adalah 7 sehingga bilangan 7 ditulis di
bawah km.
km hm dam M dm cm Mm
7 2 0 0
54 | Didin Irawati
Abaikan komanya kalau ke kanan tinggal mengalikan ada
berapa satuan kosong sesuai dengan satuan yang diminta.
Dalam soal ini satuan yang diminta adalah m, maka tinggal
mengalikan dengan 100 (dua kotak) atau menambah dua
bilangan nol.
Contoh lain : M dm cm Mm
1) 7,2 dam = … m 2
jawabannya adalah = 72 m
km hm dam
7 M dm cm Mm
2 karena arahnya ke kiri satu
2) 7,2 dam = … hm langkah maka dibagi 10
jawabannya adalah = 0,72 hm
km hm dam
0, 7 M dm cm Mm
0 0 0
jawabannya adalah = 72000 cm
3) 7,2 hm = … cm
M dm cm Mm
km hm dam 4 0 0 Angka satuannya adalah 2 maka
7 2 angka 2 ditulis di bawah dam
selanjutnya angka yang lain
tinggal mengikuti.
7. jawabannya adalah = 12400 cm
km hm dam M dm cm Mm
1 2
5 4 jawabannya adalah = 23,54 dam
8.
km hm dam
2 3,
Mengulik Matematika Asyik | 55
9. M dm cm Mm
km hm dam
2 3 –
1 4 5 7 7
0 3 –
1 4 4 4 7
1 2
1 3 2 M
10. 2 jawabannya adalah =13,247 hm
km hm dam 2 dm cm Mm
1 7 2
7 3 0 5
7 4 7
+
7 4 7
5
Kegiatan siswa 5 –
0 0 0
jawabannya adalah = 7.470.000 mm
Sumber : Pribadi
56 | Didin Irawati
Sumber : Pribadi
Sumber : Pribadi
Mengulik Matematika Asyik | 57
Satuan Waktu
1 jam = 60 menit
1 menit = 6 detik
1 jam = 3600 detik
1 menit = jam
1 detik = menit
1 detik = jam
Kerjakan latihan soal berikut!
1. 2 km = … m
2. 4 m = … cm
3. 2.000 m = … km
4. 1200 cm = … m
5. 0,5 km = … cm
6. 2 jam = … menit
7. 120 menit = … detik
8. 180 menit = … jam
9. 240 detik = … menit
10. 7200 detik = … jam
Setelah siswa dapat menjawab soal‐soal di atas dengan benar, ajaklah mereka
melanjutkan materi selanjutnya. Untuk mempelajari kecepatan, ajaklah siswa keluar kelas.
Lakukan langkah‐langkah berikut:
1) Bentuk beberapa kelompok.
2) Setelah terbentuk kelompok, berikan perintah pada tiap‐tiap kelompok untuk berjalan
bebas tetapi hanya diberi waktu 1 menit.
3) Ukurlah jarak yang mereka tempuh selama 1 menit.
4) Jarak yang mereka tempuh selama 1 menit, itulah kecepatan mereka berjalan.
58 | Didin Irawati
5) Catatlah kecepatan setiap kelompok
.
Sumber : Pribadi
Sumber : Pribadi
Mengulik Matematika Asyik | 59
Sumber : Pribadi
Sumber : Pribadi
60 | Didin Irawati
Tabel : Jalan Kaki
No. Kelompok Jarak Waktu Kecepatan
1 1 menit
2 1 menit
3 1 menit
4 1 menit
5 1 menit
6 1 menit
7 1 menit
8 1 menit
9 1 menit
Kegiatan selanjutnya, berikan perintah anak anak untuk bersepeda bersama
kelompoknya keliling lapangan beberapa putaran dalam waktu 1 menit. Ukur kembali jarak
yang mereka tempuh selama 1 menit.
Tabel : Naik Sepeda
No. Kelompok Jarak Waktu Kecepatan
1 1 menit
2 1 menit
3 1 menit
4 1 menit
5 1 menit
6 1 menit
7 1 menit
8 1 menit
9 1 menit
Apabila kegiatan di lapangan selesai, ajaklah siswa kembali ke dalam kelas. Hitunglah
kecepatan setiap kelompok bersama siswa sambil menjelaskan tentang kecepatan pada
siswa. Kecepatan adalah perbandingan antara jarak tempuh suatu benda terhadap waktu
tempuhnya.
Rumusnya : J J = Jarak
K = Kecepatan
KW W = Waktu
Mengulik Matematika Asyik | 61
K =
J = K x W
W =
Untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi ini suruh mereka mengerjakan
latihan soal berikut.
No. Jarak Waktu Kecepatan
1 10 m 2 detik
2 15 m 3 detik
3 80 m 1 menit
4 164 m 2 menit
5 1 km 10 menit
6 3 km 15 menit
7 120 m 80 detik
8 14,4 km 2 jam
9 21 km 10.00 – 15.00
10 31 km 09.00 – 11.00
Pembahasan:
No. Jarak Waktu Kecepatan
1 10 m 2 detik 5 m/detik
2 15 m 3 detik 5 m/detik
3 80 m 1 menit 80 m/menit
4 164 m 2 menit 82 m/ menit
5 1 km 10 menit 0,1 km/menit
6 3 km 15 menit 0,2 km/menit
7 120 m 80 detik 1,5 m/detik
8 14,4 km 2 jam 7,2 km/jam
9 21 km 10.01 – 15.00 7 km/jam
10 31 km 09.00 – 11.00 15,5 km/jam
62 | Didin Irawati
Ada bermacam satuan kecepatan yaitu km/jam, m/detik, dan m/menit. Bagaimana cara
mengubah satuan kecepatan? Untuk mengetahuinya ayo lakukan kegiatan berikut.
Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 90 km/jam. Ubahlah satuan kecepatannya ke
dalam m/jam dan m/detik!
Cara penyelesaiannya sebagai berikut:
90 km/jam = 90 x
Konversikan satuan km menjadi m (1 km = 1.000 m), sehingga
90 km/jam = 90 x
= 90.000 m/jam
Lakukan cara yang sama untuk mengubah m/jam menjadi m/detik.
90 km/jam = 90.000 x
Konversikan satuan jam menjadi detik (1 jam = 3.600 detik), sehingga
90 km/jam = 90.000 x …
= 25 m/detik
Jadi, 90 km/jam = 90 km/jam = 25 m/detik
60 km/jam = … km/menit
=
= = 1 km/menit
60 km/jam = … m/menit
=
= . = 1.000 m/menit
Berpapasan
1) Waktu berangkat sama
Mengulik Matematika Asyik | 63
Contoh soal:
Bela berjalan dari kelas 5 menuju ruang komputer dengan jarak tempuh 240 m. Dari arah
yang berlawanan Dea berjalan menuju kelas 5. Kecepatan Bela dan Dea masing masing
adalah 70 m/menit dan 50 m/menit. Jika keduanya berangkat pukul 07.00 pukul berapa
mereka berpapasan?
Bela 240 m Dea
Bela
Dea
Diketahui:
J = 240 m
K Bela = 70 m/menit
K Dea = 50 m/menit
(Wp) Waktu berpasasan = …. ?
Wp = = / = / = 2 m/menit
Waktu berangkat 07.00 + 2 menit = 07.02
Jadi Bela dan Dea akan berpapasan pada pukul 07.02.
2) Berpapasan dengan waktu berangkat yang berbeda
berpapasan
08.02 08.04
Contoh soal:
Ridho berjalan menuju rumah Wandi dengan jarak tempuh 440 m. Dari arah yang
berlawanan, Wandi berjalan menuju rumah Ridho. Jika kecepatan Ridho adalah 40
m/menit dan berangkat pukul 08.02, sedangkan kecepatan Wandi adalah 80 m/menit
dan berangkat pukul 08.04, maka pada pukul berapa mereka berpapasan?
Ridho 440 m Wandi
08.02 08.04
K = 40 m.menit K = 80 m/menit
64 | Didin Irawati
Rumus Wp = Waktu berpapasan
Wp =
Selisih Jarak = Selisih Waktu x Kecepatan yang berangkat lebih dulu
Selisih Waktu (Ws) = 08.04 – 08.02
Ws = 2 menit
Selisih Jarak = Selisih waktu x Kecepatan yang berangkat dulu
= Ws x Kecepatan Ridho
= 2 menit x 40 m/menit
= 80 meter
Wp = / / / = 3 menit
Wp = Waktu berangkat + Waktu berpapasan = 08.04 + 3 menit
= 08.07
Jadi mereka bisa berpapasan pada pukul 08.07
3) Berpapasan dan Bersusulan
Ada dua orang siswa yang jalan bersama menuju musala. Namanya Sika dan Tasya.
Kedua siswa itu akan melaui rute yang sama. Sika berangkat dari kelas dengan
kecepatan 60 m/menit. Sedangkan Tasya berangkat dari kelas yang sama dengan
kecepatan 80 m/menit. Jika Sika berangkat pukul 08.02 dan Tasya berangkat pukul
08.04 maka pukul berapa Tasya menyusul Sika?
Sika 08.02
60 m/menit
Tasya 08.04
80 m/menit
Sika
Tasya
Bersusulan
Wp =
Selisih Jarak = Selisih waktu x Kecepatan yang berangkat dulu
= (08.04 – 08.02) x 60 m/menit
Mengulik Matematika Asyik | 65
= 2 menit x 60 m/menit
= 120 meter
Wp = / / / = 6 menit
Tasya akan menyusul Sika setelah 6 menit yaitu = 08.04 + 6 menit
= 08.10
Jadi Tasya akan menyusul Sika pada pukul 08.10
Kerjakan soal soal berikut!
1. Raya berangkat ke sekolah menggunakan sepeda, jarak rumah Raya ke sekolah adalah
700 m dan ditempuh selama 35 menit. Berapa kecepatan sepeda yang dikendarai Raya?
2. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 80 km/jam. Berapa lama waktu yang diperlukan
mobil tersebut jika jarak yang ditempuh adalah 200 km?
3. Ayah mengendarai mobil menuju rumah nenek dengan kecepatan 70 km/jam. Jika ayah
sampai di rumah nenek dalam waktu 2 jam, maka berapa jarak yang ditempuh oleh ayah?
4. Jarak antara Jakarta dan Cilegon adalah 105 km. Ayah mengendarai mobil dengan
kecepatan rata‐rata 70 km/jam. Jika ayah berangkat dari Jakarta pukul 08.15, maka ia
akan sampai di Cilegon pada pukul ….
(UN SD TP. 16/17)
5. Untuk menempuh perjalanan dari kota A ke kota B dengan kecepatan rata rata 60
km/jam, seorang sopir biasanya memerlukan waktu 5 jam. Tentukan kecepatan rata‐rata
bis tersebut tiba di kota B lebih awal 1 jam dari biasanya?
6. Untuk menempuh perjalanan dari kota A ke kota B dengan kecepatan rata‐rata 60
km/jam, seorang sopir biasanya memerlukan waktu 4 jam 30 menit. Tentukan kecepatan
rata‐rata bis tersebut agar tiba di kota B lebih awal 1 jam 30 menit dari biasanya?
7. Untuk menempuh perjalanan dari kota A ke kota B dengan kecepatan rata rata 60
km/jam, seorang sopir biasanya memerlukan waktu 6 jam 40 menit. Tentukan kecepatan
rata‐rata bus tersebut agar tiba di kota B lebih awal 1 jam 20 menit dari biasanya?
8. Jarak kota Tangerang Selatan ke kota Bandung 120 km. Azmi berangkat ke kota
Bandung pukul 07.00 menggunakan mobil dengan kecepatan rata‐rata 40 km/jam. Pada
saat bersamaan Rama berangkat dari kota Bandung menuju Tangerang Selatan
menggunakan mobil juga dengan kecepatan rata‐rata 60 km/jam. Pada pukul berapa
mereka berpapasan di jalan?
9. Adi mengendarai sepedanya menuju rumah Budi dengan jarak tempuh 10 km. Dari arah
yang berlawanan, Budi mengayuh sepedanya menuju rumah Adi. Kecepatan Adi dan
Budi masing‐masing adalah 18 km/jam dan 12 km/jam. Jika keduanya berangkat pukul
09.00, pukul berapa mereka berpapasan?
10. Adi naik sepeda menuju rumah Budi dengan jarak tempuh 18 km. Dari arah yang
berlawanan, Budi mengayuh sepedanya menuju rumah Adi. Kecepatan Adi 16 km/jam
66 | Didin Irawati
dan berangkat pukul 08.00, sedangkan Budi adalah 12 km/jam dan berangkat pukul
08.15, pada pada pukul berapa mereka berpapasan?
Kunci Jawaban
1. Kecepatan = = = 20 m/menit
2. W = = / = 2,5 jam
3. J = Kecepatan x Waktu
= 70 km/jam x 2 jam = 140 km
4. Tiba = Berangkat + Waktu tempuh
Tiba = 08.15 + 1.30
Tiba = 09.45
J = 105 km K = 70 km/jam
W = ?
W = = / = 1,5 jam = 1 jam 30 menit
5. J = 60 x 5 = 300
K = = 75 km/jam
6. J = K x W
60 km/jam x 4 ½ jam = 270 km
K = = 90 km/jam
7. J = 60 km/jam x 6 jam 40 menit = jam = jam
= 60 x jam = 400 km
K = = 75 km/jam
W = 6 jam 40 menit 20 menit = jam = jam
1 jam 20 menit –
5 jam 20 menit
K = = = 400 x = 75 km/jam
8. Tangsel Bandung
40 km/jam 60 km/jam
Waktu berpapasan ?
20 km
Mengulik Matematika Asyik | 67
Berpapasan kecepatan keduanya dijumlahkan terlebih dahulu.
Kecepatan = 40 km/jam + 60 km/jam = 100 km/jam
Jarak = 120 km
Waktu = / = 1,2 jam
Berarti mereka akan berpapasan pada pukul = 07.00 + 1,2 jam
= 07.00 + 1 jam + 0,2 jam 0,2 jam = … menit
= 08.00 + 12 menit = 0,2 x 60 menit
= 08.12 = 12 menit
9. Adi Budi
18 km/jam 10 km 12 km/jam
Wp = = / / = = = jam
= x 6 = 20 menit
Keduanya akan berpapasan pada pukul 09.00 + 20 menit = 09.20
16 km/jam 12 km/jam
10. Adi Budi
08.00 18 km 08.15
W = 08.15 – 08.00 = 15 menit = jam
S = Ws x 16 (yang berangkat duluan)
= x 16 = 4 km
Wp =
Wp = = jam = 30 menit
Diambil dari waktu keberangkatan yang terakhir yaitu Budi berangkat pukul 08.15 + 30
menit = 08.45
Jadi, mereka berpapasan pada pukul 08.45.
68 | Didin Irawati
B. Debit
Kegiatan siswa dalam mengukur debit air
1. Waktu 1 menit
Sumber : Pribadi
2. Waktu 2 menit
Sumber : Pribadi
Mengulik Matematika Asyik | 69
3. Waktu 3 menit
Sumber : Pribadi
Debit adalah sebuah rumus untuk menghitung volume dengan perbandingan waktunya,
jadi bisa dirumuskan kalau Debit adalah Volume dibagi Waktunya.
1 M3 = 1000 liter = 1000 dm3 = 1000000 cm3 = 1000000 CC = 1000000 ml ( ke kiri dibagi 1000,
ke kanan x 1000 )
1 jam = 60 menit = 60 x 60 detik = 3600 detik ( ke kiri dibagi 60 kalau ke kanan di x 60 )
Volume : Debit................... kalau cari debit = volume : waktu
Debit = ‐‐‐‐‐‐‐‐‐ : Waktu................. kalau cari waktu = Volumen : Debit
Waktu x Volume............... kalau cari debit = Debit x Waktu
Contoh‐contoh:
1. Sebuah bak mandi mempunyai ukuran panjang 100 cm, lebar 50 cm, tinggi 60 cm.
Bak mandi di isi penuh air kran selama 15 menit. Debit air yang mengalir dalam kran
tersebut adalah .... liter/menit.
Jawaban: Volume = 100 cm x 50 cm x 60 cm = 300000 cm3
Debit = 300000 : 15 = 20000 cm3 / menit‐20000 : 1000 liter/ menit = 20 liter/menit (
cm3 : 1000 liter)
2. Debit aliran air yang mengalir dari sebuah kran 3100 cm3 / menit. Air tersebut
ditampung dalam sebuah bak mandi. Volume air yang tertampung selama 20 menit
adalah ...... liter
Jawaban: = Volume = 3100 cm3/menit x 20 menit = 62000 cm3 = 62000 : 1000 liter = 62
liter
70 | Didin Irawati
3. Sebuah kran mengalirkan air 30 liter selama 5 menit. Debit air yang mengalir dalam
kran tersebut adalah ...lt/jam
Jawaban: = Debit = 30 liter : 5 menit = 6 liter / menit = 6 x 60 = 360 liter/jam …
(detik kc menit ke kanan jadi x 60)
Ingat, kalau yang atas ke kiri dibagi, tapi kalau yang bawah ke kanan dikalikan.
4. Ayah membersihkan lantai rumah dari abu vulkanik letusan Gunung Kelud
menggunakan air melalui selang dengan debit 90 cm3 / detik selama 1 1/2 jam. Berapa
liter air yang digunakan untuk membersihkan lantai rumah tersebut?
Jawaban: Waktu 1 1/2 jam = 1,5 jam , debit 90 cm3 / detik
debit = 90 cm3 / detik = 90 cm3 x 60 / menit = 5400 cm3 x 60 / jam = 324000 cm3 / jam (
ke kanan kalikan terus)
Volume = 324000 : 1,5 = 216000 cm3 = 216000 : 1000 = 216 liter ( yang atas ke kiri
dibagi 1000)
Cara yang ke 2
Volume = 90 : 1,5 = 60
Satuan bawah detik, ke kanan menit (x60), ke kanan jam (x60) jadi dikalikan 60 x 60
( 2 kali ke kanan )
Volume = 60 x 60 x 60 = 216000 cm3
Satuan atas cm3 ke kiri : 1000 jadi Volume 216000 : 1000 = 216 liter
5. Budiman membuka air kran ke dalam air selama % jam. Jika debit kran adalah 550
cc/detik , maka air yang dapat ditampung bak dari keran air itu adalah .... Liter
Volume = 3/4 x 550 = 412,5
Satuan bawah detik , ke kanan menit x 60, ke kanan lagi x 60 jam
Volume = 412,5 x 60 x 60. = 412,5 x 3600 = 1485000 cc gunakan garisan
Volume = 1485000 : 1000 = 1485 lifer (ke kiri satu kali yang atas)
Bisa di cek dengan Garisan Volume
M3 Dm3 Cm3
1 4 8 5, 0 0 0 jadi jawabannya = 1485 liter
Ingatlah, jangan mengubah satuan sebelum perhitungannya selesai karena akan
menyulitkan perhitungan yang biasanya dilakukan adalah menyamakan satuannya
dulu. Hitung dulu baru konversi satuan.
C. Skala
Jp = Jarak pada peta
JS = Jarak Sebenarnya
J P S = jarak
S JS Jp = s x js
Mengulik Matematika Asyik | 71
S =
JS =
Dalam pembelajaran skala ini
Ajaklah siswa keluar kelas. Ajaklah mereka untuk menggambar lapangan, kelas atau
yang lain.
1. Siswa mengukur sebuah lapangan disekolah yang mempunyai panjang 75 meter dan
lebar 30 meter. Hitunglah ukuran pada peta jika digambar dengan skala 1 : 750.
Pembahasan
Diketahui : panjang = 7,5 m = 7500 cm
Lebar = 3.0 m = 3000 cm
Skala = 1 : 750
Ditanyakan : panjang dan lebar pada peta = ………. Cm
Untuk menentukan panjang pada peta :
Skala =
1 : 750 =
=
JP x 750 = 1 x 7500 cm
JP = = 10 cm
Untuk menentukan lebar pada peta:
Skala :
1 : 750 =
JP X 750 = 1 x 3000 cm
JP =
= 4 cm .
Jadi, panjang lapangan pada peta 10cm dan lebarnya 4cm.
72 | Didin Irawati
Bab VII
Bangun Ruang
U ntuk mempelajari volume bagun ruang, siswa harus benar menguasai luas bangun
datar. Karena volume merupakan perpaduan dari luas bangun datar. Oleh karena
itu, mari ajak siswa untuk mempelajari kembali tentang luas bangun datar. Dalam
pokok bahasan ini siswa akan diajarkan cara cepat menghitung bilangan kuadrat, bilangan
pangkat tiga, penarikan akar pangkat 3 dan lain‐lain.
1. Bilangan kuadrat
Rumus = ab2 = a2 2ab b2
Langkah – langkahnya 1) b2
2) Semua angka dikalikan
3) a2
Contoh :
1) 122 = 1 4 4
22
2 x 1 x 2
12
2. 322 = 1 0 2 4
22
2 x 3 x 2 = 12 nyimpan 1
32 + 1= 10
Mengulik Matematika Asyik | 73
74 | Didin Irawati
Garisan Konversi Luas
Metode Penyelesaian dari perhitungan luas sebuah benda / daerah datar yaitu
menggunakan metode Garisan Mendatar Konversi Luas.
: 10 <........... Garis Luas ........ > x 10
Ha Are M2 Dm2 Cm2
Penggunaannya sangat mudah hanya meletakkan angka satuannya tepat dikonversinya
dan kotak kosong adalah angka digital atau dibelakang koma. Berilah koma pada belakang
konversi yang ditunjuk pada persoalan.
Contoh soal:
2 Ha = .........m2
Ha Are M2 Dm2 Cm2
2 0 0 0 0 jadi 2 Ha = 20000 m2
2,3 are = ...... dm2
Ha Are M2 Dm2 Cm2
2 3 0 0 0 jadi 2,3 are = 23000 dm2
12,6 Ha + 342 are + 3500 m2 = .......... are
Ha Are M2 Dm2 Cm2
1 2 6
3 4 2
3 5 0 0
............................................ +
1 6 3 7, 0 0 hasilnya adalah 1637 are
(diminta ke satuan are jadi belakang are diberi koma)
2,1 Ha – 65,4 are – 7000 m2 = ....... Ha
Ha Are M2 Dm2 Cm2
2 1
6 5 4
................................... ‐
1 4 4 6
7 0 0 0
.......................................... ‐
0 , 7 4 6 0 jadi jawabannya 0,746 Ha (belakang Ha beri koma )
72 m2 – 896 dm2 – 800 cm2 = ....... dm2
Mengulik Matematika Asyik | 75
Ha Are M2 Dm2 Cm2
7 2
8 9 6
................................... ‐
6 3 0 4
8 0 0
................................................ ‐
6 2 9 6, 0 0 jadi jawabannya 6296 dm2
Dalam pembelajaran bangun ruang siswa harus hafal rumus agar bisa menghitung
volume. Berikut ini alat peraga dan kegiatan yang bisa dilakukan siswa.
Petunjuk Penggunaan
Model Permainan:
1. Permainan kartu untuk 2,3, atau 4 pemain.
2. Kocok kartu, dan bagikan ke tiap‐tiap pemain 4 kartu.
3. Buka 1 kartu dari tumpukan kartu sisa di atas meja.
4. Secara bergantian pemain menyambung kartu dimulai dari yang terbuka tadi dengan
syarat : gambar yang disambung merupakan rumus dari kartu yang diinginkan.
5. Bila pada gilirannya, pemain tidak memiliki kartu yang sesuai, maka ia harus mengambil
dari tumpukan kartu sisa hingga memperoleh kartu yang sesuai.
6. Bila kartu sisa habis dan pemain tidak dapat melangkah (karena tidak memiliki kartu
yang sesuai) maka gilirannya diambil alih oleh pemain yang berikutnya.
7. Pemenang adalah pemain yang pertama kali dapat menghabiskan kartu yang
dipegangnya, atau yang memiliki kartu paling sedikit.
76 | Didin Irawati
A. Kartu Domino Geometri
Sumber : Pribadi
Permainan Domino Geometri 3 orang
Sumber : Pribadi
Mengulik Matematika Asyik | 77
B. Rumus Bangun Ruang Kubus
Kubus terdapat 6 (enam) buah sisi yang berbentuk persegi dengan luas yang sama besar
diantara sisinya.
Terdapat 12 (dua belas) rusuk dengan panjang rusuk yang sama panjang.
Semua sudut bernilai 90 derajat ataupun siku‐siku.
Rumus:
Luas salah satu sisi = rusuk x rusuk
Luas Permukaan Kubus = 6 x rusuk x rusuk
Keliling Kubus = 12 x rusuk
Volume Kubus = rusuk x rusuk x rusuk ( rusuk 3 )
1. Rumus Bangun Ruang Balok
Rumus:
Luas Permukaan Balok = 2 x {(pxl) + (pxt) + (lxt)}
Diagonal Ruang = Akar dari (p kuadrat + l kuadrat + t kuadrat)
Keliling Balok = 4 x (p + l + t)
Volume Balok = p x l x t (sama dengan kubus, tapi semua rusuk kubus sama panjang).
78 | Didin Irawati
2. Rumus Bangun Ruang Bola
Rumus:
Luas Bola = 4 x π x jari‐jari x jari‐jari, atau
4 x π x r2
Volume Bola = 4/3 x π x jari‐jari x jari‐jari x jari‐jari
π = 3,14 atau 22/7
3. Rumus Bangun Ruang Tabung/Silinder
Rumus: Mengulik Matematika Asyik | 79
Volume = luas alas x tinggi, atau
luas lingkaran x t
Luas = luas alas + luas tutup + luas selimut, atau
( 2 x π x r x r) + π x d x t)
4. Rumus Bangun Ruang Kerucut
Rumus:
Volume = 1/3 x π x r x r x t
Luas = luas alas + luas selimut
5. Rumus Bangun Ruang Limas
Rumus:
Volume = 1/3 luas alas tinggi sisi
Luas = luas alas + jumlah luas sisi tegak
Pangkat 3 Bilangan
Bilangan berpangkat 3 mempunyai ciri khas yaitu jumlah angkanya selalu 1, 8 dan 9
contohnya:
1728 =1‐1‐7 + 2 + 8 = 1 8 . . . 1 + 8 = 9 jumlah angkanya 9
9261 = 9 + 2 + 6 + 1 = 18... 1 +8 = 9 jumlah angkanya 9
8000 = jumlah angkanya 8 dst.
Bilangan berpangkat selalu menganut Hukum Segitiga Pascal yaitu 1a33a2b 3ab2 1b3
dimana a = angka awal dan b = angka belakang, cara membaca rumus Pasca! Pangkat 3
dibantu dengan perkalian angka kompletnya.
80 | Didin Irawati
Hafalkan Bilangan pangkat 3
13 = 1 23 = 8 33 = 27 43 = 64 53 = 125
63 = 216 73 = 243 83 = 512 93 = 729 03 = 0
Tahap Penyelesaian Pangkat 3
1. Kalikan semua angkanya (angka komplet)
2. Pangkatkan b3
3. Kalikan b x angka komplit
4. Kalikan a x angka komplit
5. Pangkatkan a3
Contoh contoh soal latihan.
1. Berapa hasil 103 = ....
13 = 1 (tahap 5) = a3
1 x 0 = 0 (tahap 4) = a x angka komplet
1 03 = 1 0 0 0
03 = 0 ( tahap 2 ) = b3
0 x 0 = 0 ( tahap 3 ) = b x angka komplet
0
Angka komplet 1 x 0 x 3 = 0, ( tahap 1 )
2. Berapa hasil 213 = ...... 9261
23 = 8 tambah sisa 1 = 9
2 x 6 = 12, tulis 2 sisa 1
2 1 3 = 9 2 6 1
13 = 1
1 x 6 = 6
6
(2x1x3)
\
Mengulik Matematika Asyik | 81
Penarikan Akar Pangkat 3
Penarikan akar pangkat 3 didasarkan menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Kelompok yang angkanya tidak lebih dari 3 bilangan, cara menyelesaikannya cukup
dengan teman dari satuannya
Berbeda Hasil 2 teman 8 3 teman 7
Sama Hasil 0 teman 0 1 teman 1 4 teman 4 5 teman 5 6 teman 6 9 teman 9
Jadi apabila nanti di soal satuannya 2 jawabannya 8, dan sebaliknya satuan 8
jawabannya 2 juga berlaku apabila soal satuannya 3 jawabannya 7 dan sebaliknya soal
satuan 7 jawabnnya 3. Sedangkan selain itu hasilnya sama, soal satuan 1 jawaban I, soal
satuan 4 jawaban 4, dst.
√512 = 8 (lihat satuan soal adalah 2 jadi temannya 8 )
√343 = 7 ( lihat satuan soal adalah 3 jadi temannya 7 )
√64 = 4 ( lihat satuan soal adalah 4 jadi teman 4 adalah 4 )
2. Kelompok yang angkanya lebih dari 3 angka, jadi kelebihan dari 3 angka adalah batas
dari puluhannya.
13 1 1 < 8
23 8 2 < 27
33 27 3 < 64
43 64 4 < 125
53 125 5 < 216
63 216 6 < 343
73 343 7 < 512
83 512 8 < 729
93 729 9 < 1000
Bawah Puluhan Batas atas
Contoh = √1728
ambil 3 angka dari belakang 728 = teman 8 adalah 2,
tinggal angka 1, batas antara 1 ≤ x < 8 adalah puluhan 1 jadi √1728 = 12
contoh = √9261
ambil 3 angka , 261 = teman 1 adalah 1,
tinggal angka 9, angka 9 diantara 8 ≤ x < 27 adalah puluhan 2 jadi √9261 = 21
82 | Didin Irawati
contoh √74088
ambil 3 angka 088 = teman 8 adalah 2,
tinggal angka 74 diantara 64 ≤ x < 125 adalah puluhan 4 jadi √74088 = 42
contoh √132651
Ambil 3 angka 651 = teman 1 adalah 1,
tinggal angka 132 diantara 125 ≤ x < 216 adalah puluhan 5 jadi √123651 = 51
Garisan Konversi Volume
Metode penyelesaian bilangan pangkat 3 atau disebut kubik, metode barunya juga
dengan menggunakan sebuah garisan dari kertas karton.
Di mana ada persamaan dm3 = liter, cm3 = CC = ml
Digital kubik karena berpangkat 3 maka digitalnyapun berjeda 3 kotak dari satu
konversi ke yang lain.
: 10 <........... Garis Volume ........ > x 10
M3 Dm3 Cm3
Contoh contoh
3 m3 = ........ dm3
M3 Dm3 Cm3
3 0 0 0 jadi 3 m3 = 3000 dm3
2,67 m3 + 342 liter + 85000 cm3 = ........... dm3 .................ingat liter = dm3
M3 Dm3 Cm3
2 6 7
3 4 2
8 5 0 0 0
...................................................... +
2 7 1 2 7, 0 0 0 jadi jawabannya = 27127 dm3
120 liter + 75500 ml – 130 liter = ......... liter
M3 Dm3 Cm3
1 2 0
7 5 5 0 0
...................................................... +
Mengulik Matematika Asyik | 83
1 9 5 5 0 0
1 3 0
...................................................... +
6 5, 5 0 0 jadi jawabannya = 65,5 liter
Bak mandi di rumah Rani berbentuk balok, dengan ukuran bagian dalam panjang 70 cm,
lebar 40 cm dan tingginya 50 cm, jika bak mandi di isi air penuh, maka volume bak mandi
adalah .... liter.
Jawaban = 70 cm x 40 cm x 50 cm = 140000 cm3 = liter
M3 Dm3 Cm3
1 4 0, 0 0 0 jadi jawabannya = 140 liter
Bak penampungan air di rumah Bapak Kirno berbentuk balok dengan ukuran panjang 60 cm,
lebarnya 40 cm dan tingginya 90 cm , kalau di isi setengahnya berapa volume bak
penampungan Bapak Kirno = ............dm3
Jawaban = ( 60 x 40 x 90 ) cm3 = 216000 cm3
Di isi setengahnya = 1/2 x 216000 = 108000 cm3
M3 Dm3 Cm3
1 0 8, 0 0 0 jadi jawabannya 108 dm3
84 | Didin Irawati
Sumber : internet
C. Macam‐macam Rumus Bangun Datar dan Sifatnya
Bangun Datar terdiri dari segitiga, persegi, persegi panjang, jajaran genjang, belah ketupat,
layang layang, trapesi
Mengulik Matematika Asyik | 85
Berikut info tentang bangun datar berdasarkan definisi bangun datar, sifat sifat bangun
datar, rumus keliling dan rumus luas.
Sumber : internet
Segitiga
Definisi:
Segitiga adalah bangun geometri yang dibuat dari tiga sisi yang berupa garis lurus dan tiga
sudut.
Sifat‐Sifat:
Jumlah sudut pada segitiga besarnya 180⁰.
Jenis‐jenis segitiga :
86 | Didin Irawati
1) Segitiga Sama Sisi
a. mempunyai 3 simetri lipat.
b. mempunyai 3 simetri putar.
c. mempunyai 3 sisi sama panjang.
d. mempunyai 3 sudut sama besar yaitu 60⁰.
2) Segitiga Sama Kaki
a. mempunyai 1 simetri lipat.
b. mempunyai 1 simetri putar.
c. mempunyai 2 sisi yang berhadapan sama panjang.
3) Segitiga Siku‐Siku
a. tidak mempunyai simetri lipat dan simetri putar.
b. mempunyai 2 sisi yang saling tegak lurus.
c. mempunyai 1 sisi miring.
d. salah satu sudutnya adalah sudut siku‐siku yaitu 90⁰.
e. untuk mencari panjang sisi miring digunakan rumus phytagoras.
Persegi
Definisi:
Persegi adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang sama
panjang dan memiliki empat buah sudut siku‐siku.
Sifat:
Mempunyai 4 titik sudut.
Mempunyai 4 sudut siku‐siku 90⁰.
Mempunyai 2 diagonal yang sama panjang.
Mempunyai 4 simetri lipat.
Mempunyai 4 simetri putar.
Persegi Panjang
Definisi:
Persegi panjang adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk
yang masing‐masing sama panjang dan sejajar dengan pasangannya, dan memiliki empat
buah sudut siku‐siku.
Sifat Sifat:
Sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar.
Sisi‐sisi persegi panjang saling tegak lurus
Mempunyai 4 sudut siku‐siku 90⁰.
Mempunyai 2 diagonal yang sama panjang
Mempunyai 2 simetri lipat.
Mempunyai 2 simetri putar
Mengulik Matematika Asyik | 87
Jajaran Genjang
Definisi:
Jajaran Genjang adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk
yang masing‐masing sama panjang dan sejajar dengan pasangannya, dan memiliki dua
pasang sudut bukan siku‐siku yang masing‐masing sama besar dengan sudut di hadapannya.
Sifat‐Sifat:
Tidak mempunyai simetri lipat dan simetri putar.
Sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang.
Dua sisi lainnya tidak saling tegak lurus.
Mempunyai 4 sudut, 2 sudut berpasangan dan berhadapan.
Sudut yang saling berdekatan besarnya 180⁰.
Mempunyai 2 diagonal yang tidak sama panjang.
Belah Ketupat
Definisi:
Belah ketupat adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh empat rusuk yang sama
panjang dan dan memiliki dua pasang sudut bukan siku‐siku yang masing‐masing sama besar
dengan sudut di hadapannya.
Sifat‐ Sifat:
Mempunyai 2 simetri lipat.
Mempunyai 2 simeteri putar.
Mempunyai 4 titik sudut.
Sudut yang berhadapan besarnya sama.
Sisinya tidak tegak lurus.
Mempunyai 2 diagonal yang berbeda panjangnya.
Layang‐Layang
Definisi:
Layang‐layang adalah bangun geometri berbentuk segiempat yang terbentuk dari dua
segitiga sama kaki yang alasnya berhimpitan.
Sifat‐Sifat:
Mempunyai 1 simetri lipat. Tidak mempunyai simetri putar
Mempunyai 4 sisi sepasang‐sepasang yang sama panjang.
Mempunyai 4 buah sudut.
Sepasang sudut yang berhadapan sama besar.
Mempunyai 2 diagonal berbeda dan tegak lurus.
Trapesium
Definisi:
88 | Didin Irawati
Trapesium adalah bangun segiempat dengan sepasang sisi berhadapan sejajar.
Sifat‐Sifat:
Tiap pasang sudut yang sisinya sejajar adalah 180⁰.
Jenis‐jenis trapesium:
a. Trapesium Sembarang
mempunyai sisi‐sisi yang berbeda.
b. Trapesium Siku‐SIku
mempunyai sudut siku‐siku.
c. Trapesium Sama Kaki mempunyai sepasang kaki sama panjang.
Lingkaran
Definisi:
Lingkaran merupakan kurva tertutup sederhana beraturan.
Sifat‐Sifat
Jumlah derajat lingkaran sebesar 360⁰.
Lingkaran mempunyai 1 titik pusat.
Mempunyai simetri lipat dan simetri putar yang jumlahnya tidak terhingga.
Istilah‐istilah dalam lingkaran :
a. Diameter lingkaran (d) yaitu ruas garis yang menghubungkan dua titik pada busur
lingkaran melalui titik pusat lingkaran.
b. Jari‐jari lingkaran (r) yaitu ruas garis yang menghubungkan titik pada busur lingkaran
dengan titik pusat lingkaran.
c. Tali busur yaitu garis yang menghubungkan dua titik pada busur lingkaran dan tidak
melewati titik pusat lingkaran.
d. Busur yaitu bagian lingkaran yang dibagi oleh tali busur.
e. Juring yaitu daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh 2 jari‐jari maupun busur lingkaran.
f. Susut pusat yaitu sudut yang dibentuk oleh 2 buah jari‐jari.
Mengulik Matematika Asyik | 89
90 | Didin Irawati
Bab VIII
Statistika Pengolahan Data
A. Statistika Modus
Modus adalah data yang sering atau paling banyak muncul pada pengolahan data.
Contoh‐contoh soal Modus
1. Berapa modus dari data 8, 9, 10, 8, 12, 7, 9, 8
Jawabannya adalah : 8 yaitu muncul 3 kali
2. Ibu menjual kentang selama seminggu, modus datanya adalah?
Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu Minggu
20 kg 24 kg 47 kg 39 kg 45 kg 42 kg 29 kg
Jawabannya adalah : Rabu yaitu terjual 47 kg
3. Berapa modus dari data
Nilai 75 76 77 78 79
Siswa 9 12 11 10 15
Jawabannya adalah : 79 yaitu muncul 15 siswa
4. Data penjualan batu akik selama seminggu adalah 26 butir Badar Lumut, 22 butir
Panca Warna, 35 butir Nagasui, 29 butir Kecubung dan sisanya Bacan. Jika seluruh
batu akik terjual 150 butir, maka modus penjualan adalah ?
Jawabannya = 26 + 22 + 35 + 29 = 112, Bacan = 150 ‐ 112 = 38 butir Jadi modusnya
adalah Bacan yaitu 38 teijual 38 butir.
5. Tempat wisata yang akan dikunjungi : Tawangmangu 70 anak, Prambanan 63 anak,
Lawang Sewu 67 anak, dan sisanya Borobudur jika jumlah siswa 360 anak, modus
datanya adalah ?
Jawabannya adalah : 70 + 63 + 67 = 200 , Borobudur: 360 ‐ 200 = 160 anak. Jadi,
modusnya adalah Borobudur yaitu dikunjungi 160 anak.
B. Statistik Media
Median adalah Angka Tengah dari sebuah pengolahan data.
Cara menyelesaikan pengolahan data Median adalah dengan mencoret angka terendah
bergantian dengan angka tertinggi. Data dari silabus Ujian Sekolah apabila datanya ganjil
adalah maksimal 13 data dan apabila datanya genap maksimal adalah 14 data.
Data tidak perlu diurutkan, biarpun mengurutkan data tidaklah salah tapi kalau
diurutkan penyelesaian soal akan membutuhkan waktu yang lebih lama, data pengurutan
bisa salah dan sering data tercecer dalam penulisannya.
Mengulik Matematika Asyik | 91
a. Datanya ganjil, coret bergantian nilai terendah dengan yang tertinggi dan sisakan
satu angka terakhir, satu angka terakhirlah menjadi Mediannya.
Contoh soal yang datanya Ganjil:
Coret = 7, 30, 9, 29, 15, 25, 16, 23, 20, 22 sisa angka 21
b. Data genap, coret bergantian nilai terendah dan tertinggi dan sisakan 2 angka,
jumlahkan dan dibagi 2.
Contoh soal yang datanya genap mencari median:
1. 9 12 5 7 8 10 4 11
Jawaban coret = 4, 12, 5, 11,7, 10 sisa 8 dan 9 .... ( 8 + 9 ) : 2 = 8,5 ( median )
2. 31 39 33 42 38 45 41 29 30 45
Coret = 29, 45, 30, 45, 31, 42, 33, 41 sisa angka 38 dan 39 ... ( 38 + 39 ) : 2 = 38,5
(median)
3. 9 8 7 9 4 2 4 9 8 10
Coret = 2, 10, 4, 9, 4, 9, 7, 9 sisa 8 dan 8 . . . ( 8 + 8 ) : 2 = 8 ( median )
c. Statistika Rata Rata ( Mean )
Rata‐rata yang umum dipakai adalah jumlah sebuah data dibagi dengan jumlah
karakternya. Tidak mengherankan saat siswa menjumlah angka yang banyak akan
membutuhkan waktu yang banyak dalam menjumlah angka demi angka, apalagi
angka itu cukup besar untuk dijumlah.
Metode baru adalah dengan menentukan angka Standar di sembarang data
yang hasilnya diselisihkan dengan data lain dengan tujuan memperkecil
penjumlahan angka, memperkecil pembilang yang dibagi, efisien waktu, sederhana
dan menyenangkan.
Contoh soal tentukan rata‐ratanya:
7 8 10 7 9 .......... ( 5 karakter ), contoh pilih 7 sebagai standar
‐7 ‐7 ‐7 ‐7 ‐7
0 1 3 0 2 ....... jumlah 6 : 5 (karakter) = 1,2 + 7 (std) = 8,2 (rata‐rata)
Contoh soal tentukan rata‐ratanya:
12 19 17 11 15 ......... ( 5 karakter ), contoh pilih 15 sebagai standar
‐15 ‐15 ‐15 ‐15 ‐15
‐3 4 2 ‐4 0 ....... jumlah ‐ 1 : 5 = ‐ 0,2 + 15 = 14,8 (rata‐rata)
Contoh soal tentukan rata‐rata:
28 33 27 30 36 38 29 34 28 30 pilih 30 standar
‐30 ‐30 ‐30 ‐30 ‐30 ‐30 ‐30 ‐30 ‐30 ‐30
‐2 3 ‐3 0 6 8 ‐1 4 ‐2 0 ....
Jumlah 13 : 10 = 1,3 + 30 = 31,3 (rata‐rata)
92 | Didin Irawati