BAB 1
SIAPAKAH YESUS
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan mahasiswa untuk mampu:
1. Memahami dwi sifat Yesus Kristus: Ilahi dan Insani
2. Mengenal berbagai ajaran tentang sifat Yesus Kristus
3. Menemukan sifat kemanusian Yesus Kristus dalam Alkitab
4. Menemukan sifat keilahian Yesus Kristus dalam Alkitab:
A. Nubuat para Nabi
B. Kesaksian Para Rasul
C. Kesaksian Yesus Kristus Sendiri
5. Mengetahuai bahwa Yesus Kristus satu-satunya Juruslamat dunia.
A. PENDAHULUAN
Keunikan sifat pribadi Yesus Kristus, yakni ke-IllahianNya dan Ke-ManusiaaNya, telah
menimbulkan pertentangan-pertentangan di kalangan para pemikir sepanjang sejarah gereja.
Diantara pemikir-pemikir tersebut ada yang menerima ke-IllahianNya tetapi juga menolak
kemanusiaaNya.
Ireneus, yang hidup pada tahun 140-195, mengatakan bahwa Yesus adalah Allah
sejati, dan bukan manusia. Ia tidak menerima bahwa Yesus juga adalah manusia sejati.
Pemikir lain seperti Origenes yang hidup pada tahun 185-254 mengajarkan bahwa Yesus lebih
rendah kedudukannya daripada Allah Bapa. Seorang alhi theologia yang Bernama Arius yang
meninggal pada tahun 341 mempertahankan bahwa Yesus bukan berasal dari kekekalan,
bukan Allah melainkan makhluk, yaitu salah seorang malaikat yang tertinggi dan kemudian
diangkat menjadi Anak Allah . Arius memeprtahakan pendapat demikian demi
memeprtahankan “KEESAAN ALLAH”.
Bidat yang yang Bernama Saksi Yehova meyakini dan mengajarkan bahwa Yesus
“Bukan Allah Sejati” Yesus adalah allah yang diciptkan oleh Allah tertinggi, yakni “Yehova”.
Jadi menurut saksi Yehova, Yesus memiliki kedudukan yang lebih rendah dari Allah Bapa.
Memang sulit untuk mengerti dan menjelaskan bagaimana Yesus dapat hidup sebagai
seorang manusia, sementara Dia adalah Allah. Namun hal ini sangat penting karena persoalan
Yesus sebagai Anak Manusia dan Anak Allah memang sudah menjadi masalah sejak gereja
pertama. Dalam perkembangan teknologi modern sekarang ini manusia cenderung hanya
dapat menerima yang rasional, logis tanpa memperhatikan apa yang Tuhan katakan melalui
para Nabi, rasul-rasul. Untuk mendekati dan mengerti Allah adalah melalui Iman terhadap
Firman Allah. Sebagai orang percaya atau orang Kristen harus dapat menerima sesuatu dan
apapun memang yang dikatakan Firman Allah/Alkitab kepada kita. Hanya iman yang
didasarkan Firman Allah yang memperkaya pengertian dan pengenalan kita terhadap Allah,
AnakNya dan seluruh rencana Allah yang Maha Besar itu.
Page
Oleh sebab itu dalam menelaah Kemanusiaan Yesus Kristus sebagai Anak Manusia,
Firman Allah-lah sumber informasi, juga menjadi patokan sebagai kebenaran bagi kita. Maka
untuk mempelajari Firman Allah, tentang kemanusiaan Yesus Kristus, mari kita
menyelidikinya.
B. KEMANUSIAAN YESUS
a. Silsilah:
Untuk memastikan pernah adanya seseorang manusia dalam dunia ini adalah adanya
dalam sejarah atau adanya dia dalam silsilah. Dari silsilah itulah dapat diketaui bahwa
memang telah lahir dalam keluarga yang mempunyai silsilah. Silsilah Yesus dengan jelas
tertulis dalam Alkitab kitab Matius 1:1-6, Injil Lukas 2:1-7; 3:23-38. Silsilah ini bukanlah ditulis
secara acak-acakan atau berdasarkan parduga, tetapi ditulis dengan didahului penyelidikan
yang cermat oleh seseorang yang termasuk golongan terpelajar pada masa itu, yaitu Matius
pemungut cukai (ambtenar) dan Lukas yang seorang Tabib.
-. Yesus Lahir dari seorang Wanita (Maria) ayahnya (Yusuf)
- . Yesus anak dari seoarang tukang kayu
-. Yesus berasal dari Nazarat
b. Bertambah Sebagai Manusia Biasa
Banyak ayat-ayat Alkitab menunjukkan bahwa Yesus Kristus itu adalah manusia yang
sungguh manusia yang sama seperti manusia yang lain. Sejak kelahiranNya menunjukkan
bahwa Dia sungguh memang manusia. Dia adalah manusia sesungguhnya. Dia dikandung
sebagai manusia, cabang bayi manusia biasa. Matius 18, Lukas 1:31-35, hanya terjadinya oleh
kuasa dan mencegah Allah yang Maha Tinggi. Proses kelahirannya sama seperti manusia biasa
(Luk 2:7) dan inilah sebagai tanda pengenal dari Malaikat kepada para gembala di Efrata (Luk
2:12). Bertambah besar sebagai bayi biasa dalam kewajaran manusia (Luk 2:40) serta menuju
kedewasaan sebagai manusia lainnya (Luk 2:32)
c. Sebagai Manusia Jasmani
Setelah Yesus Kristus dipermandikan di Sungai Yordan Roh Allah membawanya ke padang
belantara, berpuasa selama 40 hari 40 malam, lalu Dia merasa lapar (Mat 4:2) juga sewaktu
Yesus berjalan dari Bethania ke Yerusalem di tengah jalan Dia merasa lapar (Mat 21:18).
Peristiwa Yesus dengan perempuan Samaria ( Yoh. 4: 6-7) menunjukkan Dia rasa kehausan
dan kepenatan lalu meminta air. Bahkan sampai akhir kehidupannya didunia ini tak lepas dari
kemanusianNya, sebab Dia merasa haus juga di kayu salib (Yoh 19:28). Dia menikmati hidup
kemanusiaanNya itu dengan baik, sehingga menjadikan alasan bagi Israel melemparkan
tuduhan kepadaNya sebagai “pelahap dan peminum” sahabat pemungut cukai (Mat 11:19)
Page 2
d. Dia Mempunyai Emosi
Setelah Lazarus adik Maria dan Martha meninggal dan telah dikubur, Yesus datang dari
perjalanan. Setelah melihat dan mendengar tangis Maria dan Martha serta keluarga mereka,
terharulah Yesus lalu menangis, demikian juga pada akhir hidupNya di dunia Ketika melihat
Yerusalem, Yesus-pun menangis (Yoh 11:33-35; Luk 19:41). Pada akhir perjalananNya di
Getsemani, setelah Yesus mengetahui dari BapaNya di sorga, Dia akan menyelesaikan misinya
di kayu salib.
Dengan demikian Yesus mempunyai emosi. Telah dinyatakan Yesus Kristus bersukacita (Yoh
10:11), terkadang sedih (Mat 26:37, mengasihi (Mark 10:21), menaruh belas kasihan (Mat
9:36), Dia heran (takjub) melihat perwira militer (Luk 7:9) juga atas ketiadaan iman orang
Nazaret (Mark 6:6), marah (Mark 10:4), dan terkadang marah bercampur dukacita (Mark 3:5).
Sebagai manusia Dia sangat menghargai keberadaanNya, sebagai manusia dan Dia tunduk
dan hormat kepada Maria dan Yusuf (Luk 2:51). Yesus adalah seorang yang taat beragama,
tampak dalam kebiasaanNya pergi ke rumah ibadah pada hari tertentu (Luk 4:16) terkadang
Dia berdoa sepanjang malam (Luk 6:12) bahkan musuNya mengakui bahwa Dia menaruh
pengharapan pada Allah (Mat 27:31).
C. KEILLAHIAN YESUS
Sejarah membuktikan bahwa banyak orang Kristen yang mula-mula, mati syahid karena
teguh berpegang pada keyakinan mareka bahwa Yesus itu Tuhan. Mereka memilih terpaku di
salib ataupun terbakar di tiang gantungan, sebagai obor di taman kaisar Romawi daripada
menyangkal Yesus, yang mereka lihat dengan mata jasmani dan mata rohani Yesus adalah
Tuhan. Ciri utama sebagai orang beriman ialah apabila orang itu mengaku bahwa Yesus itu
Tuhan (Roma 10:9), karena ini berarti bahwa Roh Kudus telah berdiam dan mematraikan
keyakinan itu dihatinya (1 Kor 8:5-6). Azas ini juga menjadi tema utama ajaran dan
pemberitaan rasul-rasul pada saat itu.
a. Arti Istilah Tuhan
Arti Istilah Tuhan > Istilah Tuhan berasal dari Bahasa “Yunani, “Kyrios”. Dalam pemakaian
sehari-hari pada masa Yesus hidup di dunia ini, istilah ini bisa berarti “bapak yang kekasih,”
“guru yang tercinta”, “majikan yang terhormat”, “raja yang berkuasa”, dan “Tuhan yang
disembah.” Kenyataannya ialah bahwa ada terkandung di dalam istilah “ arti umum dan arti
khusus. Arti umum yang bisa digunakan bagi manusia dan Tuhan, mengandung makna kasih
dan penghargaan. Arti khusus yang hanya digunakan bagi Tuhan, mengandung
makna”penyembahan”. Istilah “kyrios”yang artinya Tuhan digunakan di dalam “Septuaginta”
(Firman Allah Perjanjian Lama,yang dalam Bahasa Yunani untuk menggantikan Yahweh yaitu
Allah). Ini berarti bahwa di masa sebelum Perjanjian Baru dunia mengenal Allah dengan
panggilan Tuhan. Suatu persiapan yang diadakan Allah untuk memperkenalkan DiriNya yang
Page 3
kelak menjelma dalam wujud Tuhan Yesus Kristus. Allah dipanggil Tuhan (Kyrios) tidak kurang
dari 150 kali dalam PB.
b. Arti Yesus itu Tuhan
Istilah Tuhan (Kyrios) yang dikenakan kepada Yesus Kristus ternyata melibatkan arti “Umum”
dan arti “Khusus”. ‘Ia dikasihi, dihormati, maupun disembah sebagai Guru dan Tuhan oleh
murid-muridnya. Panggilan Tuhan yang digunakan oleh Wanita Samaria dalam Yohanes 4:19,
setelah terjadi dialok wanita samaria memberikan penghargaan dan menyadari bahwa Yesus
mengetahui rahasia hidupnya. Bahkan Petrus yang bergaul lama dengan Yesus Kristus dan
menyaksikan mujizat-mujizat yang dilakukanNya mengakuinya dengan rasa penyembahan
yang dalam bahwa “Tuhan Yang Kudus” tempat bergantung satu-satunya dan yang menaruh
perkataan hidup yang kekal (Yoh 6:68-69). Istilah Tuhan bagi Yesus Kristus mengandung enam
pengertian yaitu:
➢ Pengertian Pertama; berhubungan dengan “KemesiasanNya. Ia disebut Tuhan yang
berarti Mesias yang dijanjikan. Seperti dalam Lukas 2:11. Ungkapan Bahasa Yunani
dalam ayat ini ialah “ho estin Kristos Kyrios.”. “ Kristos dan Kyrios “ berada dalam
bentuk nominative yang berarti keduanya sama dan setara. Jadi tidak mungkin
diterjemahkan “ Kristus yang berasal dari Tuhan”, atau “Kristus Milik Tuhan”, karena
“Kyrios’ tidak dalam bentuk genitive (kepuyaan atau asal). Jadi pengertian yang tepat
adalah bahwa “Kristus yang adalah Tuhan” atau “Kristus Tuhan itu”. KPR 2:36.
➢ Pengertian Kedua; berhubungan dengan jabatanNya sebagai JURUSELAMAT
penghapus dosa, 2 Petrus 1:11; 3:18. Pemakaian Tuhan bagi Yesus Kristus disini
dikaitkan dengan jabatanNya sebagai penyelamat manusia dari dosa dan hukuman
karena dosa ( Mat 9:1-8; Mark 2:1-12; Luk 5;15-26)
➢ Pengertian Ketiga; berhubungan dengan kesatuanNya dengan Allah dalam Perjanjian
Lama. Alkitab berulangkali menekankan bahwa Allah adalah penyelamat manusia.
Dalam Perjanjian Lama dinyatakan bahwa Allah Israel adalah Juruselamat (Yesaya
45:15,21; Ul 32:15; 1 Sam 10:19). Bahkan dalam Perjanjian Baru tak kurang dari
delapan kali Allah dipanggil sebagai Juruselamat (Luk 1:17; 1 Tim 1:1;2:3;4:10; Tit 1:3;
2:3; 2:10). Alkitab menyatakan secara jelas, bahwa Tuhan Allah yang adalah Tuhan
Yesus adalah satu-satunya Juruselamat.
➢ Pengertian keempat: berkenaan dengan kuasaNya. Yesus Kristus penguasa waktu dan
tidak dibatasi oleh waktu (Yohanes 1:1; Yesaya 9:5), termasuk juga hari sabat (Markus
2:20) .
➢ Pengertian Kelima; berhubungan dengan pusat penyembahan. Yesus Kristus ialah
pribadi yang disembah. I Korintus 8:5-6. Yesus Kristus menjadi pusat perhatian dalam
Perjamuan Suci yang dalam Alkitab disebut Perjamuan Tuhan 1 Kor 10:21). Bahkan
permintaan doa agar terlepas dari kesukaran hidup dialamatkan kepadaNya. Bahkan
pujian dan syukur jemaat mula-mula (Ef. 5:19-20).
Page 4
➢ Pengertian Keenam; berhubungan dengan pemakaian titel Tuhan oleh Yesus Kristus
menunjukkan kepada fungsiNya sebagai Hakim dan Raja dikala Ia Kembali yang kedua
kali ke bumi di penghujung sejarah dunia, Wahyu 19:1-6; I Korintus 2:19; 3:13
Bukti Yesus itu Tuhan
Yesus Kristus mengklem sendiri secara konsisten , bahwa Dia-lah Tuhan dengan
menyatakan diriNya sebagai Yahweh dalam Perjanjian Lama. Berkali-kali Ia menggunakan
ungkapan “Ego Eimi” yang berarti “Aku adalah Yang Ada,” atau seperti yang diterjemahkan
“Akulah Dia” (Yoh. 8:24,28) dan “Aku Ada” (Yoh. 8: 58). Ungkapan Yunani ini merupakan
terjemahan langsung dari istilah Bahasa Ibrani “YAHWEH”, yaitu nama Allah dalam Perjanjian
Lama. Yesus memproklamirkan secara tegas bahwa diriNya adalah Tuhan Allah. Namun
apabila Yesus itu benar-benar Tuhan Ia harus memiliki pribadi dan perbuatan yang sama
dengan Tuhan. Dengan demkian disamping unsur-unsur kepribadian yang relative seperti
“Kasih, Kebenaran, Keadailan, dan kemerdekaan, Ia juga harus memiliki unsur-unsur
kepribadian yang absolut seperti:
Sifat-Nya
> Ia Kekal : Ia sudah ada selalu ada, dan tidak pernah tidak ada. Jauh sebelum
penjelmaanNya, para nabi menubuatkan bahwa Ia kekal. Yesaya menyatakan, bahwa ialah
Bapa kekekalan yang berarti Ia kekal dan penguasa kekekalan ( Yes. 9:5), sedangkan Nabi
Mikha menyatakan bahwa keberadaanNya berasal dari kekekalan (Mikha 5:1). Yohanes
menyatakan kekekalan Kristus dengan menyatakan “pada mulanya adalah Firman; Firman itu
Bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah (Yoh 1:1). Kata-kata “pada mulanya”
diterjemahkan dari ungkapan kata-kata Bahasa Yunani “en” yang berarti “di dalam” atau
“pada”dan “ arkhe” yang berarti “purbakala” (tanpa artikel), maka ini berarti purbakala itu
tak terbatas.
Yesus memberi pernyataan sendiri yang berbunyi, “Aku berkata kepadamu sesungguhnya
sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (Yoh. 8:58).
>Maha Suci. Yesus itu Tuhan karena ialah yang maha kudus tanpa dosa. Ia Allah-Manusia
sejati yang pernah “dicobai tetapi tidak berbuat dosa” Ibranai 4:15. Yesus membuktikan
ketidak berdosaanNya dalam Yohones 8:46. Dalam Matius 4 dan Lukas 4 Ia tidak didapati
ketidak berdosa dari manapun dan apapun.
>Maha Kuasa, Yesus Kristus menyatakan sendiri bahwa kepadaNya “telah diberikan segala
kuasa di sorga dan di bumi” (Matius 28:18). Secara langsung menyatakannya (Yohones 2:25).
Menengor Nathanael dan Yudas atas kepalsuannya ( Yoh 1:47-48); 6:70).
Ia berkuasa mengampuni dosa, kuasa yang hanya dimiliki oleh Allah (Mark 2:10). Berkuasa
atas alam roh (Mat 13:41;, 16:27). Ke-Tuhan-an Yesus dapat dilihat pula dalam kuasa firman
disampaikan-Nya. Ia menegaskan kekekalan firmanNya dengan mengatakan , bahwa “langit
Page 5
dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berubah” Lukas 21:23. Yohanes 7:37;,
4:14,; Matius 11:28.
> Maha Tahu. Yesus Kristus adalah Tuhan karena Ia memiliki sifat maha tahu, sesuatu sifat
yang hanya dimiliki oleh Allah. Sebagai anak di Bait Allah, Ia telah mengetahui bukan saja
segala pengetahuan tetapi juga apa yang tersirat di dalam pikiran manusia (Yoh 2:24-25). Ia
mengetahui siapa yang lebih dulu menghianiti Dia (Yoh 6:64). Kenyataan ini diakui oleh murid-
muridNya yang tegas mengatakan “ Sekarang kami tau bahwa Engkau mengetahui segala
sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepadaMu…… (Yoh 16:30).
>Maha Hadir. Yesus itu Tuhan karena Ia maha hadir. Ia menjanjikan kemaha hadiranNya itu
kepada pembawa-pembawa berita Injil (Matius 28:20). Ia berjanji memenuhi semua orang
percaya di segala tempat, hal yang mungkin terjadi apa bila ia hadir (Yoh 14:18,20,23). Sebagai
kesimpulan harus dikatakan, bahwa Yesus Kristus Tuhan terbukti dari pribadi dan
perbuatanNya yang hanya dimiliki Allah. Ia Kekal, maha suci, maha tahu, maha hadir dan
maha kuasa. Inilah unsur /sifat kepribadian yang dimiliki Allah. Yohanes 1:14 “Firman itu telah
menjadi manusia dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemulianNya, yaitu kemulian
yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”
KaryaNya
➢ Menciptakan segala sesuatu (Bersama Allah Bapa): Kejadian 1:26,27; Yesaya 44:24;
Yohanes 1:3,10; Roma 11:36; Efesus 3:9; Kolose 1:15-16.
➢ Menopang segala sesuatu : Ibrani 1:3
➢ Juruselamat: Yesaya 43:11; 45:21; Hosea 13:4;Titus 1:3-4; 2Petrus 1:1.
➢ Menghakimi semua orang: Yohanes 5:22-23; II Korintus 5:10.
➢ Berkuasa untuk mengampuni: Markus 2:5-7; Lukas 5:21,24; Efesus 4:32.
➢ Berkuasa untuk membangkitkan orang mati: Markus 5:35-43; Lukas 7:11-17; Yohanes
11:1-44; dan Yesus adalah kebangkitan dan hidup Yohanes 11:25.
BAB ll
ROH KUDUS DAN KARYA-KARYANYA
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan mahaiswa mampu untuk:
1. Mahasiswa dapat memhami bahwaa Roh Kudus adalah pribadi.
2. Mahasiswa dapat memahami bahwa Roh Kudus adalah Allah.
3. Mahasiswa dapat memahami bahwa roh Kudus adalah Allah yang mendiami manusia,
yang senantiasa memimpin hidup orang percaya.
4. Mahasiwa mengetahui pekerjaan utama Roh Kudus, yakni menurunkan Firman dari
Sorga
5. Mahasiswa dapat memahami bahwa kelahiran baru merupakan pekerjaan Roh Kudus
6. Mahasiswa dapat mengetahui bahwa kelahiran baru baru mutlak dialami oleh orang
yang mau diselamatkan
Page 6
7. Mahasiswa dapat mengetahui bahwa pengudusan mutlak dimiliki oleh orang percaya
8. Mahasiswa dapat mengetaui bahwa pengudusan merupakan tanggung jawab orang
percaya
DOKTRIN ROH KUDUS
Sebuah cara untuk meneliti survey tentang teologi sistematika adalah memusatkan perhatian
pada karya masing-masing oknum trinitas. Salah satunya adalah bahwa melalui Roh Kudus Allah
tritunggal menjadi nyata bagi orang percaya. Harus diakui ada hal-hal penting yang sulit dipahami
sehubungan dengan topik pneumatologi. Pribadi, karya maupun hal-hal lainnya sehubungan dengan
Roh Kudus jika dikaitkan dengan Kristus dan Allah tentü memiliki data-data masing-masing sehingga
mempelajari akan Roh Kudus menjadi penting.
Roh Kudus adalah salah satu Pribadi dari Allah Tritunggal oleh karena itü studi khusus tentang
pribadi dan karya-Nya sama penting dengan studi yang lainnya.
Sebagaimana dapat diharapkan, Allah dan kebenaran-Nya terlibat, maka pengajaran yang keliru
telah berkembang untuk menyangkali dan mendistorsi doktrin ortodoksi. Alkitab kaya dengan data
mengenai Roh Kudus, dari situlah segmen dari teologikal yang utama itü sudah siap untuk dibangun.
SEJARAH DOKTRIN ROH KUDUS
Adalah lebih mudah untuk melihat doktrin Roh Kudus dalam konteks kontemporer, apabila
kita mengetahui sejarahnya yang lebih awal.Berbagai pokok doktrinal telah berkembang dalam taraf
yang berbeda.Tentu saja, hal ini disebabkan karena pokok-pokok doktrinal baru dikembangkan
sepenuhnya ketika ada tantangan-tantangan terhadap perumusan yang tradisional mau ketika
pengertian-pengertian baru dari doktrin itü disusun dan dikemukakan. Hal ini terjadi khususnya
dengan doktrin Roh Kudus.
Di bagian paling awal dari sejarah gereja hampir tidak disebut tentang Roh Kudus.
Salah Satü penekanan mula-mula pada Roh Kudus adalah sebagai kekuatan yang bertanggung
jawab atas terjadinya Alkitab, Firman Allah. Origenes, misalnya,
mengatakan bahwa Alkitab ditulis oleh Roh Kudus. Ketika itü dianggap bahwa segala sesuatu yang
terdapat dalam Alkitab telah dihasilkan oleh karya khusus Roh Kudus. Pendapat yang umum ialah
bahwa bukan saja Alkitab itü tidak ada salahnya, namun juga bahwa Alkitab itü tidak mengandung
maşukan yang tidak diperlukan. Sekalipun ketika itü belum ada sebuah teori pengilhaman yang
diterima secara resmi, namun terdapat sejumlah teolog Kristen yang mendukung pandangan Philo
dan beberapa orang Yahudi di Alexandria bahwa Alkitab ke tika ditulis sepenuhnya merupakan
karya Roh Kudus.
Page 7
Tokoh apologet bernama Athenagoras, misalnya, menggambarkan para nabi terlibat
dalam semacam situasi penuh gairah dengan Roh Kudus yang berhembus lewat mereka
sebagaimana peniup seruling meniup serulingnya. Pandangan ini merupakan contoh yang agak
ekstrem dari kepercayaan gereja mula-mula. Sebenarnya kebanyakan para Bapa Gereja sangat
berhati-hati untuk menghindari kemungkinan adanya kesan bahwa penulis manusiawi itu
terlampau pasif. Agustinus, misalnya, menekankan bahwa para penulis manusiawi
mempergunakan atau mereka sendiri mengerti peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Peranan Roh
Kudus hanyalah untuk merangsang timbulnya ingatan tersebut serta menjaga agar ingatan itu tidak
salah.
Di parohan yang kemudian dari abad kedua terdapat penekanan yang makin jelas pada
keilahian Roh Kudus. Klemens dari Roma mengatur ketika oknum trinitas dalam sebuah sumpah
sebagaimana Allah itu hidup, dan Tuhan Yesus Kristus hidup, dan Roh Kudus hidup.
dengan cara yang sama dia bertanya, "Bukankah kita memiliki satu Allah, dan satu Kristus dan satu
Roh Anugerah yang dicurahkan ke atas kita?" Tertulianus menyebut Roh Kudus sebagai Allah, sambil
menekankan bahwa Anak dan Roh Kudus memiliki hakikat yang sama dengan Bapa, dalam karya
Paulus dari Samosata, kita menjumpai ajaran bahwa Roh itu merupakan hanya nama bagi anugerah
yang dicurahkan Allah kepada para rasul.
Irenaeus di abad yang kedua memandang Roh Kudus sebagai sifat Allah, dan menyebutnya
sebagai Hikmat ilahi. Melalui hikmat ilahi itu, para nabi bernubuat dan manusia dibernarkan.
Origenes bahkan menghindar lebih jauh lagi dari gagasan bahwa Roh Kudus adalah bagian dari
Trinitas. Ia menegaskan bahwa Roh Kudus merupakan "makhluk yang paling luhur yang telah
diciptakan oleh firman, yang termulia dari semua yang diciptakan Bapa melalui Kristus.
"Kepercayaan bahwa Roh Kudus adalah ciptaan Allah yang pertama dan utama ini tidaklah jauh
berbeda dengan pandangan golongan Arianisme mengenai Sang Anak. Sekalipun bersikeras bahwa
ia percaya pada Trinitas dan menekankan ada tiga hipotase yang berbeda, Origenes
membedakannya dengan begitu tajam sehingga ada yang menganggap pandangannya mendekati
tritheisme (ajaran bahwa Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah tiga Allah yang berbeda). Selain itu, dia
berbicara bahwa Anak dan Roh Kudus lebih rendah dari Bapa yang jauh mengungguli mereka
berdua, sama seperti, atau bahkan lebih daripada mereka berdua mengungguli makhluk ciptaan
lainnya yang lebih rendah.
Pada batas tertentu, cara menyusun sebuah pengertian doktri yarg cukup lengkap mengerai
Roh Kudus, khususnya dalam hubungan dengan Bapa dan Anak, merupakan iringan dan hasil
sampingan dari karya kristologi yang dilakukan pada abad ke-4 dan ke-5. Hal ini memang wajar
Page 8
karena persoalan keilahian Roh Kudus sampai batas tertentu terkandung juga di dalam keilahian Sang
Anak. Karena apabila memang ada pribadi kedua yang ilahi, maka dengan mudah dapat diterima
kalau ada pribadi ketiga yang sehakikat dan ilahi dan yang juga harus disembah dan ditaati.
Sejak zaman Origenes, renungan teologis mengenai sifat Roh Kudus telah tertinggal di
belakang kebiasaan yang bersifat kebaktian, Allah Roh Kudus disembah juga, namun kedudukan-nya
yang kurang jelas. Arius berbicara tentang Roh Kudus sebagai suatu hipostasis, namun menganggap
hakikat-Nya benar-benar berbeda dengan hakikat Anak, sebagaimana pula hakikat Anak berbeda
dengan hakikat Bapa. Eusebius dari Kaisarea berbicara mengenai Roh Kudus sebagai "dałam
peringkat ketiga,” "kekuatan ketiga," dan "ketiga dari penyebab utama.” Dia mengikuti penafsiran
Origenes tentang Yohanes 1:3, dengan mengatakan bahwa Roh Kudus merupakan "salah satu hal
yang diciptakan melalui Sang Anak.” Dengan demikian, maka kini tinggallah Athanasius, sebagaimana
halnya dengan pokok doktrinal lainnya, untuk merumuskan pandangan ortodoks.
Atharasius terdorong untuk menjelaskan gagasannya secara terperinci terutama karena
karya tulisan dari beberapa orang yang disebutnya golongan "Tropici,"dari istilah Yunani Tpomos
yang artinya "tokoh."Orang-orąng ini melakukan penafsiran Alkitab secara kiasan, yang bukan suatu
hal yang luar biasa pada waktu iłu. Mereka mempertahankan bahwa Roh Kudus merupakan makhluk
yang diciptakąn dari ketiadaan. Khususnya mereka menganggap bahwa Roh Kudus ini malaikat,
memang yang tertinggi dari semua malaikat, namun tetap salah Satu dari antara "roh-roh yang
melayani" yang disebut dalam Ibrani 1:14. Dia harus dipandang sebagai "hakikat yang berbeda"
(eteroousios) dari Bapa dan Anak. Seperti kebanyakan golongan sesat lainnya, golongan inipun
mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung pandangan mereka - Amos 4:13 "Sebab sesurgguhnya,
Dia yarg membentuk gunung-gunung dan menciptakan Roh" (istilah yang dipakai dałam bahasa asli
adalah ruah yang bisa ditafsirkan sebagai Roh atau angin); Zakharia 1:9 "lalu malaikat yang berbicara
dengan aku lalu menjawab"; dan I Timotius 5:21 "Dihadapan Allah dan Kristus Yesus dan
malaikat-malaikat pilihan-Nya.
Athanasius menanggapi pandangan golongan Tropici ini dengan penuh semangat. Athanasius
bersikeras bahwa Roh Kudus iłu sepenuhnya ilahi, berhakikat sama dengan Bapa dan Anak
Bantahannya berisi beberapa unsur. Pertama, ia menolak tafsiran golongan Tropici yang tidak tepat.
Kemudian ia memperlihatkan bahwa Alkitab dengan jelas mengajar bahwa Roh iłu "termasuk dan
bersatu dengan ke-Tuhanan, yaitu dalam Trinitas iłu." la mengemukakan karena Trinitas iłu kekal,
serta sama, dan tak dapat dibagi-bagi, maka Roh sebagai anggota Trinitas pasti sehakikat dengan bapa
dan Anak. Selanjutnya, karena hubungan yang dekat di antara Roh dan Anak, maka pasti Roh itu
sehakikat dengan Anak, sebagaimana Anak sehakikat dengan Bapa. Akhirnya, Roh iłu pasti ilahi,
Page 9
karena dialah yang menjadikan kita semua "mengambil menjadikan bagian kita: bait dałam Allah).
Allah" ( I Kor. 3:16-17 …”Roh yang diam di dalam kita menjadikan kita bait Allah”.
Sekalipun demikian, masih ada perbedaan pendapat. Bahkan sampai tahun 380, Gregorius
dari Nhziansus melaporkan dałam salah satu khotbahnya bahwa dewasa itu terdapat berbagai
kepercayaan mengenai Roh Kudus. Menurut pengamatannya, ada yang beranggapan bahwa Roh
Kudus itu merupakan suatu kekuatan; yang lainnya memandang Dia sebagai makhluk ciptaan, dan
yang lain menganggap Dia sebagai Allah. Dan karena Alkitab tidak begitu jelas mengenai pokok ini,
ada pihak yang tidak mau menentukan sikap mereka. Bahkan orang-orang yang menganggap Roh
Kudus itu Allah menyembunyikan keyakinan mereka tersebut, walaupun ada juga yang
menyatakannya dengan jelas, sedangkan ada juga orang-orang yang memandang ketiga oknum
Tritunggal memiliki keilahian dalam taraf yang berbeda-beda.
Di antara kelompok-kelompok Kristen yang lebih radikal mengenai pokok ini terdapat
golongan Makedonian atau Pneumatomakhian (pejuang melawan Roh). Mereka menolak doktrin
bahwa Roh Kudus sepenuhnya Allah. Basil dalam karyanya, yang berjudul De Spirit Sancto yang terbit
tahun 375 bahwa kemuliaan, kehormatan, dan penyembahan yang sama yang diberikan kepada
Bapa dan Anak juga harus diberikan kepada Roh Kudus. Basil bersikeras bahwa Roh Kudus harus
disejajarkan dan bukan ditempatkan di bawah Bapa dan Anak. Memang Basil tidak pernah secara
tersurat mengatakan bahwa Roh Kudus itu Allah, namun Basil mengatakan "kami memuliakan Roh
Kudus bersama dengan Bapa dan Anak karena kami percaya bahwa Dia “tidak asing dengan hakikat
ilahi." Menurut Basil, keagungan terdakan Roh Kudus serta kedekatan hubungan-Nya dengan dan
karyaNya bersama Bapa dan Anak merupakan kunci-kunci ułama untuk memahami kedudukan-Nya.
Juga perlu diperhatikan bahwa pada zaman gereja mula-mula ini terdapat Juga berbagai
golongan karismatik.Kelompok karismatik yang paling menonjol ketika iłu adalah kelompok
Montana yang berkembang dengan pesat pada parohan kedua abad ke-2. Ketika dibaptis
Montanus berbahasa roh dan mulai bernubuat. Dia menyatakan bahwa Parakletos, yaitu Roh
Kudus yang dijanjikan oleh Yesus, sedang berbicara melalui dirinya. Montanus dan dua orang
murid wanitanya dianggap sebagai juru bicara Roh Kudus. Di antara Sekian banyak nubuat mereka
terdapat peringatan bahwa kedatangan Kristus kali kedua sudah di ambang pintu. Golongan
Montanis percaya dan mengajarkan bahwa nubuat-nubuat mereka makin menjelaskan amanat
Alkitab dan bahwa nabi-nabi yang diilhami Roh Kudus akan terus bermunculan dikalangan Kristen.
Karena menganggap dirinya menyampaikan perintah langsung dari Roh Kudus, mereka
menyatakan bahwa pernikahan kedua iłu dosa. Ketika di kalangan gereja perilaku Kristen mulai
merosot, martabatnya, justru golongan Montanis menekankan standar hidup Kristen yang amat
Page 10
tinggi. Mereka memperoleh pengikutnya yang paling terkenal di dałam diri Tertulianus. Gerakan
yang muncul kemudian, tetapi yang kurang lebih sama ketika itu ialah gerakan golongan
Novatianisme; gerakan ini berkembang, baik di pertengahan abad ke3 dan seterusnya. Kelompok
ini juga menaruh perhatian yang dałam terhadap kehidupan morał, seperti halnya golongan
Montanis. Namun kelompok ini tidak terlalu menekankan nubuat pengaruh kedalam golongan ini
tidak bertahan di kalangan gereja.
Sepanjang abad-abad pertengahan kurang ada penekanan pada Roh Kudus. Hal ini
antara lain disebabkan karena segi pengalaman dałam kehidupan Kristen kurang diperhatikan,
Segi yang justru merupakan wilayah khusus karya Roh Kudus.
Satu-satunya persoalan utama,yang muncul dalam periode itu ialah dimasukkannya
istilah filioque dalam pengakuan iman rasuli. Tambahan ini pada mulanya dipandang sebagai
penangkal Arianisme - Roh Kudus berasal dari Bapa dan dari Anak. Berangsur-angsur tambahan
ini menjadi hal yang resmi dan akhirnya melengkapi pengakuan iman rasuli di gereja Barat pada
abad ke-9. Gereja Ortodoks Timur berkeberatan untuk mererima istilah ini dalam pengakuan
iman mereka.
Mereka mengemukakan bahwa berdasarkan Yohanes 15:26 Roh Kudus hanya keluar dari
Bapa dan bukan dari Anak juga. Bentuk asli pengakuan iman Nicea memang tidak mengandung
perkataan "dan dari Anak" yang memangnya mnerupakan tambahan gereja Barat saja. Lagi pula,
gereja Timur melandaskan penolakan mereka terhadap istilah filioque ini atas konsep,
monarkhia ("kekuasaan tunggal") dari Bapa - Dia adalah satu satunya sumber, akar, dan
penyebab ke-Allahan. Mereka dapat menerima pernyataan bahwa Roh Kudus keluar "dari Bapa
melalui Anak" namun tidak bersedia menerima pernyataan bahwa ia keluar dari Anak. Sebagai
akibatnya, akhirnya mereka memisahkan diri dari gereja Barat. Sekalipun kontroversi sekitar
istilah filioque ini merupakan satu-satunya pokok doktrinal yang dikutip, mungkin sekali itu
bukan persoalan yang benar-benar penting yang memisahkan Timur dari Barat.
Reformasi tidak menghasilkan perubahan-perubahan yang berarti mengenai doktrin
ortodoks tentang Roh Kudus. Yang kita jumpai adalah pengembangan dan perluasan rumusan yang
sebelumnya. Dalam pemahaman Luther, misalnya, kita menjumpai gagasan tentang Roh Kudus yang
"menanamkan kasih" ke dalam hati orang percaya. Dalam perumusan yang awal, pengertian Luther
sangat mirip dengan pemahaman Agustinus. Hal ini memang tidak perlu diherankan, karena Luther
merupakan rahib dari ordo Agustinus. Disatu pihak, penerapan kasih ini menunjukkan bahwa
kehadiran Allah ada di dalam diri seseorang, menghasilkan suatu persesuaian diantara kehendak
Page 11
Allah dan kehendak manusia. Konsep Luther juga menunjuk kepada pergumulan Roh Kudus dengan
sifat dosa yang masih ada di dalam diri seseorang.
Sumbangan unik Yohanes Calvin terhadap pembahasan doktrin Roh Kudus ini terdapat di
bagian wibawa Kitab Suci. Bagaimana kita mengetahui bahwa Alkitab memang diilhamkan secara ilahi
sehingga merupakan amanat Allah bagi kita. Jawaban gereja Katolik Roma ketika itu ialah bahwa
gerejalah yang mengesahkan sifat ke-Tuhanan Alkitab. Sewaktu Calvin memberi tanggapannya dalam
berbagai bentuk intinya adalah kesaksian Roh Kudus. Bukan kesaksian gereja, bukan bukti-bukti Il-nr
yang meyakinkan, melainkan kesaksian batiniah Roh Kudus itulah yang merupakan landasan pokok
bagi keyakinan kita akan sifat ilahi Alkitab.
Calvin bersikeras bahwa kesaksian Roh Kudus itu lebih unggul daripada akal manusia.
Kesaksian Roh Kudus itu merupakan sebuah tindakan batiniah yang menghasilkan keyakinan atau
kepastian bahwa mereka sedang berhadapan dengan Firman Allah. lnilah karya Roh Kudus yang
kedua berkenaan dengan Kitab Suci. Dia yang mula-mula mengilhami para nabi dan rasul untuk
menulis Kitab Suci, kini memasuki hati kita, serta meyakinkan kita bahwa ayat-ayat itu adalah Firman
Allah yang adalah kebenaran Allah itu sendiri. Roh Kudus menciptakan kepastian serta melenyapkan
semua keraguan yang kita miliki. Calvin dengan cermat sekali menekankan kesatuan diantara Firman
dengan Roh Kudus. Beberapa kalangan tertentu mengharapkan bahwa Roh Kudus berkarya terlepas
dari Alkitab. Mereka mengharapkan hal-hal yang baru dari Roh Kudus. Namun Calvin mengingatkan
pembacanya akan perkataan Yesus dalam Yohares 14:26 - Roh Kudus tidak akan menanamkan
kebenaran yang baru dalam murid-murid, melainkan Dia akan menerangkan serta mengingatkan
kepada mereka apa yang telah dikatakan oleh Yesus.
Penekanan utama John Wesley atas peranan Roh Kudus lebih diarahkan pada karya penyucian. Dia
berbicara mengenai karya penyucian yang khusus, yang keseluruhannya terjadi hanya dalam sekejap
mata. Karya penyucian spontan ini yang sama sekali berbeda dari karya pembaharuan - pertobatan
yang terjadi pada awal kehidupan orang Kristen patut diharapkan dan dicari. Sekalipun Wesley tidak
menggunakan istilah "baptisan Roh Kudus," namun dia melihat peristiwa ini sebagai tindakan khusus
Roh Kudus yang sangat mirip dengan apa yang kemudian disebut "baptisan" oleh golongan
Pentakosta. Berbeda dengan pandangan Luther dan Calvin, Wesley berbicara mengenai apa yang
dapat dilakukan oleh orang percaya itu sendiri untuk mengakibatkan karya Roh Kudus itu.
Perhatian gereja terhadap Roh Kudus sangat kurang, sepanjang abad ke-18 dan ke19. Hal ini
disebabkan oleh berbagai gerakan yang masing-masing dengan caranya sendiri menganggap Roh
Kudus serta karya-Nya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal atau yang berlebihan. Salah satu
gerakan tersebut adalah Skolastik Protestan. Gerakan ini terdapat di golongan Lutheran, dan
Page 12
khususnya yang diilhami oleh tulisan-tulisan Philipp Melanchton. Ketika muncul serangkaian
perdebatan doktrinal, perlulah didefinisikan dan diperbaiki kepercayaan-kepercayaan secara lebih
khusus. Sebagai akibatnya, iman makin dianggap sebagai doktrin yang tepat (rechte Lehre). Ketika itu
juga dikembangkan peranan Alkitab yang lebih mekanis sehingga dengan sendirinya peranan
kesaksian Roh Kudus sebagaimana diajarkan Calvin dikesampingkan. Kini yang dianggap sebagai
landasan otoritas adalah Firman itu sendiri terlepas dari Roh Kudus. Karena kepercayaan dan bukan
pengalaman yang kini merupakan hakikat agama Kristen, maka peranan Roh Kudus makin
dikesampingkan. Doktrin Roh Kudus jarang sekali dibahas secara tersendiri. Karya-Nya sering kali
dibahas dalam beberapa pernyataan ringkas berkaitan dengan diri dan karya Kristus.
Kekuatan besar lainnya dalam periode ini adalah rasionalisme. Akal manusia dibangun
sebagai ukuran yang tertinggi. Mula-mula timbul anggapan bahwa akal manusia sanggup
membenarkan semua kepercayaan kristiani. Bagaimanapun, secara berangsur-angsur gagasan itu
diubah menjadi prinsip bahwa apabila suatu kepercayaan akan diterima, maka kepercayaan tersebut
harus dapat dibenarkan oleh akal. Hanya pokok-pokok yang dapat dibuktikan secara rasional Baja
yang dapat dipercaya. Penekanan baru ini pada akal berarti bahwa pemahaman tentang Allah,
misalnya, menjadi pemahaman yang jauh lebih umum sebelumnya. Apa yang dapat diketahui
mengenai Allah lewat jalur agama alamiah (maksudnya tanpa penyataan khusus) tidak dirinci sama
sekali. Bahwa Allah itu tritunggal adanya, bahwa ada Roh Kudus yang ilahi, tidak dapat dibuktikan
dengan mempelajari alam.
Aspek selanjutnya ialah bahwa Allah makin dipandang sebagai berada jauh diluar kehidupan
manusia. Dengan meningkatnya deisme, pemahaman ini bertentangan dengan, atau setidak tidaknya
tidak lagi menekankan gambaran Alkitab tentang Allah yang sangat memperhatikan manusia. Oleh
karena itu, doktrin Roh Kudus yang menjadi saluran Allah untuk berhubungan dengan manusia agak
diabaikan.
Gerakan ketiga pada zaman tersebut yang cenderung membungkam penyelidikan tentang
Roh Kudus adalah Romantisisme (gaya kesusasteraan yang bersifat romantis). Mungkin ini
kelihatannya sebagai suatu pernyataan yang berlawanan, karena romantisisme banyak memberikan
perhatian pada dunia roh dibandingkan dengan dunia intelektual yang ketat. Namun anehnya
memang justru doktrin Roh Kudus inilah yang paling menderita akibat munculnya romantisisme ini.
Hal ini disebabkan karena romantisisme dalam agama, khususnya sebagaimana dikemukakan oleh
Friedrich Schleiermacher, bersikeras bahwa agama bukan merupakan masalah kepercayaan (doktrin)
atau perilaku (etika). lni bukan merupakan persoalan menerima dan menyelidiki doktrin-doktrin yang
disampaikan oleh otoritas yang ada diluar diri kita. Sesungguhnya, perasaan merupakan hakikat
Page 13
agama, dan khususnya perasaan ketergantungan mutlak. Dengan adanya pergeseran ini, yaitu
pergeseran tempat agama dari keyakinan kepada perasaan, doktrin agama kini diabaikan atau
dirumuskan kembali. Misalnya, Schleiermacher mendefinisikan Roh Kudus sebagai "kesatuan vital
dari persekutuan Kristen sebagai kepribadian moral."
Meskipun ada pengabaian secara umum terhadap Roh Kudus karena gerakan-gerakan
tersebut, dikalangan Kristen ada juga kelompok-kelompok yang sangat memperhatikan Dia.
Khususnya, semangat pertemuan pembangkitan rohani di daerah Barat Amerika mempertahankan
suatu jenis kekristenan yang unik. Di kalangan ini justru pertobatan serta pengalaman sangat
ditekankan. Pentingnya membuat keputusan untuk menerima Kristus ditonjolkan sebagai pokok
utama yang ditampilkan oleh para pengkhotbah golongan ini. Pertobatan dan pembaharuan hidup
merupakan istilah-istilah kunci dari golongan ini. Dan oleh karena Roh Kuduslah yang melaksanakan
pertobatan dan kelahiran baru, maka dengan sendirinya Roh Kudus tidak mungkin diabaikan dalam
gerakan agama pribadi ini. Namun dalam pertemuan-pertemuan ini pada umumnya Roh Kudus
tidak tampil dengan karya-karya khusus sebagaimana dilaporkan dalam Kitab Kisah Para Rasul.
Sekalipun demikian, pertemuan-pertemuan ini bercirikan unsur emosional yang cukup jelas.
Pada akhir abad ke-19, terjadi perkembangan yang setidak-tidaknya di beberapa kalangan
memberikan peranan utama kepada Roh Kudus dalam teologi mereka. Terjadi beberapa luapan
bahasa roh atau glosolalia di Carolina Utara sekitar tahun 1896, di Topeka, Kansas, seseorang
bernama Charles Parham yang memimpin sebuah sekolah Alkitab kecil, menganggap perlu untuk
bepergian beberapa waktu. Selama waktu itu murid-muridnya memusatkan perhatian mereka pada
pokok baptisan Roh Kudus. Ketika Parham kembali, dengan suara bulat mereka semua
berkesimpulan bahwa Alkitab mengajarkan perlunya baptisan Roh Kudus yang dibuktikan dengan
berbicara memakai bahasa roh sebagai kelanjutan dari pertobatan dan kelahiran baru. Pada tanggal
1 Januari 1901, seorang mahasiswi Bernama Agnes Ozman memohon agar Parham menumpangkan
tangannya diatas dirinya sebagaimana ditunjukkan dalam Alkitab. Ketika Parham melakukan hal itu
sesuai permintaan muridnya berdoa dengan itu, menurut memakai kesaksian berbagai Ozman
bahasa sendiri, yang Roh tidak Kudus diketahuinya. turun ke atasnya orang lain dan dalam dia
mulai persekutuan itu juga menerima karunia bahasa roh ini. Peristiwa ini, menurut hemat berbagai
pakar sejarah gereja adalah permulaan dari gerakan Pentakosta modern. Bagaimanapun,
munculnya gerakan Pentakosta ini kedepan baru terjadi pada saat diadakan kebaktian-kebaktian
rohani oleh seorang pengkhotbah kesucian berkulit hitam bernama William J. Seymour. Kebaktian-
kebaktian ini diadakan di gedung bekas gereja Methodic di Jalan Azusa no. 312 di Los Angeles, dan
fiEnjadi terkenal sebagai kebaktian Jalan Azusa.312. Dari permulaan ini, fenomena pentakosta ini
Page 14
menyebar ke seluruh Amerika Serikat bagian Barat ke beberapa negara Iainnya, khususnya
Skandinavia. Akhir-akhir ini gerakan Pentakosta sangat kuat di Amerika latin dan negara-negara
dunia Ketiga.
Bagaimanapun, selama bertahun-tahun gerakan Pentakosta merupakan satu faktor yang
secara relatif terpencil di kalangan Kristen. Gerakan ini terdapat dikebanyakan denominasi yang
banyak terdiri dari orang-orang golongan menengah ke bawah baik secara social maupun ekonomis.
Kadang-kadang kegiatan mereka agak spektakuler, karena bukan Baja meliput berbicara dalam
bahasa roh oleh sejumlah besar orang, namun juga kesembuhan iman dan pengusiran setan.
Kegiatan semacam itu berbeda sekali dengan kebaktian denominasi besar pada umumnya. Pada saat
mengunjungi kebaktian disebuah jemaat Pentakosta, anggota denominasi besar biasanya
mengalami semacam kejutan budaya, karena mereka terbiasa dengan kebaktian yang lebih bersifat
formal dan liturgic.
Bagaimanapun, pada awal dasawarsa 50-an keadaan mulai berubah. Bahasa roh mulai
terlihat di kalangan yang tidak terduga sebelumnya. Dikalangan gereja Episkopal, Lutheran, dan
bahkan gereja Katolik Roma sekalipun, mulai tampak adanya perekaran pada karya khusus Roh Kudus
ini. Memang terdapat berbagai perbedaan penting diantara gerakan ini, yang dapat disebut gerakan
neo-Pentakosta atau gerakan kharismatik, dan golongan Pentakosta Lama yang muncul pada awal
abad ke-20 hirgga sekarang. Jikalau golongan Pentakosta lama telah membentuk denominasi yang
terdiri dari golongan sosio-ekonomis yang lebih rendah, maka golongan neo-Pentakosta menarik
banyak anggota dari berbagai denominasi yang golongan menengah ke atas. Menurut klasifikasi yang
dilakukan oleh H. Richard Niebuhr, Pentakostalisme tampaknya dapat disebut sebagai "sekte" dan
neo-Pentakostalisme dapat disebut "gereja" Kedua golongan ini juga berbeda dalam cara mereka
mempraktikkan karunia-karunia kharismatiknya. Dikalangan Pentakosta Lama sejumlah angotanya
bisa berbicara atau berdoa secara nyaring bersamaan, sedangkan dikalangan neo-Pentakosta,
beberapa orang melaksanakan karunianya hanya ketika berdoa secara pribadi. Manifestasi umum
karunia ini biasanya terjadi hanya dalam persekutuan khusus dan bukan dalam kebaktian yang resmi.
Page 15
PERSONALITAS ROH KUDUS
IDENTITASNYA MENGKONFIRMASI PERSONALITAS-NYA
Problem dalam pikiran banyak orang adalah bahwa personalitas dapat eksis hanya dałam diri
manusia, karena personalitas hanya dapat direlasikan dengan keberadaan yang terbatas bukan pada
yang tidak terbatas. Karena manusia diciptakan berdasarkan gambar Allah, maka masuk akal untuk
mengharapkan karakteristik yang mirip antara Allah dan manusia. Karena iłu, adalah mungkin untuk
membentuk suatu konsep personalitas Ilahi melalui suatu studi tentang manusia, karena manusia
diciptakan dalam rupa Allah. Personalitas secara sederhana dapat dijabarkan sebagai yang memiliki
akal budi, emosi dan kehendak; karena iłu, dengan mendemonstrasikan bahwa Roh Kudus memiliki
akal budi, emosi dan kehendak, maka dapat terlihat bahwa la adalah suatu pribadi dan memiliki
personalitas. Roh Kudus kadang-kadang disebut sebagai "sesuatu" atau sekadar sebagai suatu
pengaruh. Studi ini akan mendemonstrasikan bahwa Roh Kudus bukan hanya sekadar pengaruh tapi
suatu Pribadi, yang memiliki karakteristik personalitas. Pada awal sejarah gereja, Arius menyangkali
personalitas Roh Kudus. la mengatakan Roh Kudus hanya merupakan suatu pengaruh yang keluar dari
Bapa. la dinyatakan salah di Konsili Nicea, tahun 325 AD. Pengajarannya terus berlangsung sampai
sekarang dalam Unitarianisme dan bidat-bidat, seperti Saksi Yehova.
ATRIBUT-NYA MENGKONFIRMASI PERSONALITAS-NYA
1. Akal budi. Roh Kudus memiliki akal budi karena dikatakan bahwa "Roh Kudus menyelidiki
segala sesuatu" (I Kor. 2:10). Kata "menyelidiki" berarti meneliti atau ienyelidiki sesuatu. Roh
Kudus meneliti kedalaman dari Allah dan menyatakannya ada orang percaya. Kata yang sama
digunakan oleh Kristus dałam Yohanes 5:39 dimana la menyatakan, "Kamu menyelidiki Kitab
Suci."
2. Pengetahuan. Tidak seorang manusia pun memiliki kesadaran atau pengetahuan dari pikiran
Allah, tetapi Roh Kudus memahami pikiran Allah (1 Kor. 2:11).
3. Pikiran. Bahkan sebagaimana Roh Kudus mengenal Bapa, demikian pula Bapa mengenal pikiran
Roh Kudus (Rom. 8:27). Kata pikiran (Yunani phronema) berarti cara berpikir, pola pikir, tujuan,
aspirasi, perjuangan dan secara jelas mengindikasikan bahwa Roh Kudus memiliki akal budi
(lihat Ef. 1:17).
4. Emosi. Emosi atau sensibilitas berarti memiliki perasaan, memiliki kesadaran ini kemampuan
untuk memberikan tanggapan pada sesuatu. Efesus 4:30
memerintahkan, "jangan mendukakan Roh Kudus dari Allah." Konteksnya menekankan bahwa
Roh Kudus didukacitakan pada waktu orang percaya berdosa dengan berdusta (ay. 25), merasa
Page 16
marah (ay. 26), dengan mencuri atau bermalasan (ay. 28), atau mengatakan kata-kata yang
tidak baik (ay. 29). Kata bendanya membentuk kata yang sama, yang digunakan dalam
menjabarkan kesedihan orang Korintus setelah Paulus menulis surat yang keras kepada
mereka (2Kor. 2:2, 5). Hanya bagi yang didukakan; apabila hanya sekadar pengaruh, maka ia
tidak dapat didukakan.
5. Kehendak. Roh Kudus memiliki kehendak, mengindikasikan la memiliki kuasa yang berdaulat
dałam pemilihan dan keputusan. Roh Kudus mendistribusikan karunia-karunia Roh Kudus
sebagaimana kehendak-Nya. Frasa "la menghendaki" (Yunani bou/etai) menunjuk pada "suatu
keputusan dari kehendak setelah dipikirkan sebelumnya."' Ide tentang pilihan yang berdaulat
adalah jelas dałam pernyataan,ini. Dengan cara analogi, kata yang sama "kehendak" digunakan
untuk menjabarkan kehendak Allah Bapa (Yak. 1:18). Sebagaimana Bapa memiliki kehendak,
demikian pula Roh Kudus memiliki kehendak. Di Kisah Para Rasul 16:6, Roh Kudus
menggunakan kehendak-Nya dengan melarang Paulus untuk berkhotbah di Asia dan
mengarahkan pelayanan Paulus ke Eropa. Bagian-bagian Kitab Suci ini dengan jelas
mengajarkan bahwa Roh Kudus memiliki akal budi, emosi, dan kehendak sebagai bagian dari
personalitas yang sejati.
KARYA-NYA MENGONFIRMASI PERSONALITAS-NYA
Roh Kudus menampilkan karya-karya yang serupa dengan karya-karya dari Allah Bapa dan
Putra. Karya-karya ini mengonfirmasikan personalitas dari Roh Kudus.
1. Roh Kudus mengajar. Sebelum Yesus meninggalkan murid-murid-Nya, la mendorong
mereka dengan mengatakan kepada mereka bahwa la akan mengutus "Penolong yang lain"
(Yoh. 14:16). "Yang lain” menekankan bahwa Roh Kudus akan menjadi Penolong yang
serupa dengan Kristus. Sebagaimana Kristus telah mengajar murid-murid (Mat. 5:2; Yoh.
8:2), demikian pula Roh Kudus akan mengajar mereka (Yoh. 14:26). Roh Kudus akan
menampilkan dan melakukan pengajaran yang sama dengan Kristus. Roh Kudus akan
menyebabkan mereka mengingat hal-hal, yang Kristus telah ajarkan sebelumnya; Roh
Kudus akan mengonfirmasi pengajaran Kristus.
2. Roh Kudus bersaksi. Yesus berjanji pada murid-murid bahwa Roh Kudus "akan memberikan
kesaksian tentang Aku" (Yoh. 15:26). Kata "memberikan kesaksian" berarti memberikan
kesaksian tentang seseorang. Roh Kudus akan bersaksi tentang
pengajaran Kristus bahwa la telah datang dari Bapa dan telah mengatakan kebenaran Allah.
Kata yang sama digunakan pada waktu para murid bersaksi tentang Kristus di Yohanes
Page 17
15:27. Sebagaimana para murid bersaksi tentang Kristus demikian pula Roh Kudus bersaksi
tentang Kristus.
3. Roh Kudus membimbing. Yesus mendeklarasikan bahwa pada waktu Roh Kudus datang, la
akan membimbing mereka pada semua kebenaran (Yoh.
16:13). Gambarannya adalah seperti seorang pemandu atau pemimpin perjalanan menuju
pada wilayah asing bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan, tetapi dikenal oleh
pemandu itu.
4. Roh Kudus meyakinkan. Yohanes 16:8 mendeklarasikan masa depan pelayanan dari Roh
Kudus yaitu akan "meyakinkan dunia". "Meyakinkan" (Yunani e/egcho) berarti meyakinkan
seseorang akan sesuatu; menunjukkan sesuatu pada seseorang. Roh Kudus bertindak
sebagai pengacara Ilahi yang menyakinkan dunia tentang dosa, kebenaran dan
penghakiman.
5. Roh Kudus melahirbarukan. Seseorang yang mengalami kelahiran baru telah dilahirkan
oleh Roh Kudus; la telah dilahirbarukan oleh Roh. Sebagaimana Putra Allah memberikan
hidup kepada orang percaya (Yoh. 5:21), demikian pula Roh Kudus melahirbarukan manusia
(lihat Yeh. 36:25-27; Tit. 3:5).
6. Roh Kudus menjadipen doa syafaat. Pada saat orang percaya sedang lemah, Roh
Kudus menyerukan keluhan orang percaya dan berdoa atas nama orang percaya (Rm.
8:26). Bapa mengerti doa syafaat Roh Kudus dan menjawab doa dan bekerja dalam segala
sesuatu untuk kebaikan hidup orang percaya karena Roh Kudus telah berdoa bagi anak
Allah (Rm. 8:28). Kata yang sama berkaitan dengan doa syafaat digunakan oleh Kristus
dalam karya doa syafaat-Nya (Rm. 8:34; Ibr. 7:25). Sebagaimana Kristus berdoa syafaat
bagi orang percaya, demikian pula Roh Kudus berdoa syafaat bagi orang lain; pribadi yang
berdoa syafaat. Sekali lagi diingatkan: benda mati tidak bisa menjadi juru syafaat bagi yang
lain; seorang pribadilah yang menjadi juru syafaat.
7. Roh Kudus memerintah. Di Kisah Para Rasul 13:2 Roh Kudus memerintahkan Paulus dan
Barnabas untuk dikhususkan bagi pekerjaan misi; Kisah Para Rasul 13:4 menambahkan
bahwa kedua orang itu diutus oleh Roh Kudus. Di Kisah Para Rasul 16:6 Roh Kudus melarang
Paulus dan Silas untuk berkhotbah di Asia; di Kisah Para Rasul 8:29 Roh Kudus mengarahkan
Filipus untuk berbicara pada sida-sida dari Etiopia.
Page 18
POSISI-NYA MENGONFIRMASI PERSONALITAS-NYA
"Tindakan-tindakan tertentu yang ditujukan pada Roh Kudus akan sangat tidak lazim apabila la tidak
memiliki personalitas yang sejati."
1. Roh Kudus dapat didukakan. Roh Kudus dapat didukakan pada waktu orang percaya berdosa
(lihat pembahasan sebelumnya; lihat Yes. 63:10).
2. Roh Kudus dapat dihujat. Penghujatan biasanya dipikirkan sebagai sesuatu melawan Allah Bapa
(lihat Why. 13:6; 16:9). Kristus juga dihujat (Mat. 27:39; Luk. 23:39); demikian pula Roh Kudus
dihujat (Mat. 12:32; Mrk, 3:29, 30). Penghujatan melawan Roh Kudus adalah pada saat karya
Kristus disebut sebagai berasal dari Setan, padahal pada waktu itu Roh Kudus telah
memberikan kesaksian tentang pekerjaan Kristus sebagai yang berasal dari Allah Bapa.
3. Roh Kudus dapat ditolak. Dalam pembicaraannya melawan ketidak percayaan orang Yahudi
yang akhirnya merajam dia dengan batu sampai mati, Stefanus menuduh mereka sebagai
orang "tegar tengkuk dan tidak bersunat hati dan telinganya .selalu menolak Roh Kudus" (Kis.
7:51). Mereka berdiri dalam antrian panjang dari suatu tradisi menolak pekerjaan Allah dan
menolak peringatan Roh Kudus.
4. Roh Kudus dapat didustai. Pada waktu Petrus mengkonfrontasi Ananias dan Safira berkaitan
dengan penipuan mereka, ia menuduh mereka telah mendustai Roh Kudus (Kis. 5:3). Ananias
dan Safira dihukum mati karena mereka telah berdosa, yaitu mendustai Roh Kudus.
5. Roh Kudus dapat ditaati. Di Kisah Para Rasul 10 Tuhan memberikan wahyu yang paling jelas
kepada Petrus bahwa la juga memasukkan orang non-Yahudi dalam wilayah berkat-Nya. Dalam
hubungan ini Roh Kudus berkata kepada Petrus untuk mendampingi dua orang pergi ke rumah
Kornelius di mana kebenaran ini akan menjadi terbukti pada orang non-Yahudi. Petrus taat
akan perintah Roh Kudus dan pergi ke rumah Kornelius di Kaisarea. Petrus taat pada Roh Kudus.
Kitab Suci Kata benda Netral Kata anti Maskulin
Yoh. 15:26 Pneuma Roh ekeinos He
Yoh. 16:13 Pneuma Roh ekeinos He
Yoh. 16:14 Pneuma Oh ekeinos He
Page 19
BEBERAPA KATA GANTI MASKULIN UNTUK ROH KUDUS
Maka seyogyanya menggunakan nama Yesus Kristus. Contohnya, dalam Roma
8:911 semua anggota dari Trinitas disebut: 'Roh Allah diam di dalam kamu” (ay. 9); "Kristus
ada di dalam kamu" (ay. 10); li Roh Dia (Bapa), yang telah membangkitkan Yesus dari antara
orang nati, diam di dalam kamu" (ay. 11). Sangatlah jelas bahwa”Roh Allah" menunjuk pada
Roh Kudus bukan pada Kristus atau Bapa. Dari Roma 8:9 dan 8:13-14 dapat dilihat lebih jauh
bahwa "Roh" dan "Roh Allah" adalah sinonim dan menunjuk pada Pribadi ketiga dari
Trinitas. Contoh yang sama dapat dilihat di Kisah Para Rasul 16:6-7 di mana "Roh Kudus" (ay.
6) dan"Roh Yesus" (ay. 7) adalah sinonim. Efesus 4:4 menyatakan hanya ada satu Roh,
mengindikasikan bahwa proposisi di atas benar.
ATRIBUT ILAHI ROH KUDUS
1. Hidup (Rtn. 8:2). Hidup merupakan suatu atribut Ilahi (Yos. 3:10; Yoh. 1:4; 14:6; 1 Tim.
3:15). Sebagaimana Bapa dan Putra memiliki hidup pada dirinya, demikian pula Roh
Kudus memiliki hidup pada dirinya sendiri.
SEBUTAN UNTUK ROH KUDUS
Sebutan Penekanan Kutipan
satuRoh Kesatuan-Nya fesus
u 'uh Roh Kesem urnaan, kemaha- ahyu 1:4; 3:1
uhan yang adalah Roh Kedaulatan-Nya 2 Korintus 3:18
Oh Kemuliaan Kemuliaan- a 1 Petrus 4:14
Oh Kehidupan italitas-FQya Roma 8:2
Oh Kekudusan Kekudusan-Nya Roma 1:4; Matius
Oh Kudus
oh Hikmat oh Pengertian Kemahatahuan, hikmat dan nasihat- 1:20; 1 Yohanes 2:20
Nya
Roh Kuasa Kemahakuasaan-Nya Yesaya 11:2
Page 15
Roh Takut pada Tuhan Kehormatan-Nya Yesaya 11:2
Roh Kebenaran Kebenaran-Nya Yohanes 14:17
Roh Bebas Mazmur51:12
Kebebasan kedaulatan-Nya
Roh Anugerah Anugerah-Nya Ibrani 10:29
Roh Anugerah dan Anugerah-Nya dan Pendoa Zakharia 12:10
2. Mahatahu (1 Kor. 2:10-12). Seseorang selain manusia harus tahu
tentang Allah. Roh seseorang (roh manusia) mengetahui hal-hal berkaitan dengan
manusia; Roh Kudus mengetahui tentang Allah. Roh Kudus menyelidiki kedalaman
Allah (I Kor. 2:10); istilah yang sama, yaitu kedalaman (Yunani bathos) digunakan
dalam kaitan dengan pengetahuan Allah. Ini merupakan hal yang tidak dapat
dipahami oleh manusia, tetapi Roh Kudus Allah mengetahui hal-hal yang tidak
dapat dipahami dan diselidiki oleh manusia (Rm. 11:33).
3. Mahakuasa (Ayb. 33:4). Kemahakuasaan Roh Kudus dilihat dalam penciptaan.
Di Kejadian 1:2, Roh Kudus terlihat melayang-layang diatas ciptaan seperti
perlakuan seekor ayam betina pada anak-anaknya; Roh Kudus memberikan
kehidupan pada ciptaan.
4. Mahahadir (Mzm. 139:7-10; Yoh. 14:17). Di Mazmur 139 Daud menyerukan
bahwa la tidak dapat lari dari hadapan Roh Kudus; apabila ia naik ke atas langit, la
ada di sana; apabila ia turun ke dalam dunia yang paling bawah, Roh Kudus ada di
sana Juga. Bahkan kalau ia dapat terbang jauh, ia tidak dapat lari dari kehadiran
Roh Kudus. Kemahahadiran Roh Juga diajarkan di Yohanes 14:17 di mana Kristus
mengajarkan bahwa Roh akan tinggal di dalam diri mereka semua, suatu afirmasi
kemahahadiran Roh Kudus.
5. Kekal (lbr. 9:14). Roh Kudus disebut Roh Kekal dalam bagian ini. Melalui Roh Kekal
Kristus menyerahkan Diri-Nya sendiri tanpa cela pada Allah.
Sebagaimana Roh Kudus mengambil bagian dalam kelahiran Kristus (Luk. 1:35), dengan cara
yang sama la juga mengambil bagian dalam kematian Kristus.
6. Kekudusan (lihat Mat. 12:32). Salah satu aspek penting dari keilahian adalah
bahwa Allah adalah kudus, sama sekali dikhususkan dan dipisahkan dari dosa dan
Page 16
orang berdosa. Nama yang paling umum bagi Roh adalah Roh Kudus,
mengindikasikan oknum ketiga dari Trinitas juga memiliki atribut transenden Ilahi
ini.
7. Kasih (Gal. 5:22). Roh Kudus adalah kasih dan menghasilkan kasih dalam anak
Allah. Apabila la tidak memiliki kasih sebagai atribut utama, maka la tidak dapat
menghasilkan kasih dalam diri orang percaya.
8. Kebenaran (Yoh. 14:17). Roh Kudus disebut "Roh Kebenaran" dalam Yohanes
14:17 dan15:26. Sebagaimana Kristus adalah kebenaran (Yoh. 14:6) demikian pula
Roh adalah kebenaran dan memimpin orang-orang pada kebenaran melalui Kitab
suci .
ATRIBUT ALLAH TRITUNGGAL
Atribut Bapa Putra Roh Kudus
Hidup Josua 3:10 Yohanes 1:4 Roma 8:2
Mahatahu Mazmur 139:1-6 Yohanes 4:17-18
1 Korintus 2:10-
Mahakuasa Kejadian 1:1 Yohanes 1:3 Ayub 33:4
Mahahadir Yeremia 23:23- Matius 28:20 Mazmur 139:7-
Kekal Mazmur 90:2 Yohanes 1:1 Ibrani 9:14
Kudus Imamat 11:44 Kisah Rasul 3:14 Matius 12:32
Kasih 1 Yohanes 4:8 Roma 8:37-39 Galatia 5:22
Yohanes 3:33 Yohanes 14:6 Yohanes 14:17
Bagan di atas merefleksikan kesatuan dan kesetaraan dari Trinitas. Roh Kudus
menampilkan atribut-atribut Ilahi yang sama dengan Bapa dan Putra.
KARYA ILAHI DARI ROH KUDUS
1. Karya Roh Kudus menyatakan keilahian-Nya.
a. Pencptaan (Kej. 1:2). Beberapa bagian Kitab Suci meneguhkan bahwa Roh
Page 17
Kudus terlibat dalam karya penciptaan. Kejadian 1:2 menunjukkan bahwa Roh Allah
turut memikirkan tentang penciptaan, dan menjadikannya hidup. Di Mazmur
104:2426 pemazmur menjabarkan penciptaan itu, dan di ayat 30 ia
mengindikasikan bagaimana Allah menciptakan: "Apabila Engkau mengirim
RohMu, mereka tercipta" Ayub 26:13 menjelaskan lebih luas penciptaan Allah itu
kepada langit; Roh Kudus bukan hanya menciptakan bumi melainkan juga langit."
(Lihat juga penjelasan sebelumnya).
b. Kelahiran Kristus (Mat. 1:20). Keterlibatan Roh Kudus dalam kehamilan Maria memastikan
ketidak berdosaan Kristus sebagai manusia. Kristus dalam keilahianNya adalah kekal, tetapi Roh
Kudus melahirkan natur manusia Kristus yang tanpa dosa.la melahirkan kemanusiaan Kristus.
Seringkali diasumsikan bahwa Maria ibu dari Kristus yang memberi kontribusi kemanusiaan-Nya
dan Roh Kudus yang memberikan kontribusi keilahian-tya; tetapi suatu Saat refleksi akan
menyingkapkan bahwa keilahian Kristus sudah dimiliki-B0ya sejak kekekalan karena itu bukan
diawali pada saat kelahiran-Nya. la berinkarnasi pada waktu Pribadi-ya yang kekal mengambil rupa
seorang manusia. Roh Kudus menjadi penyebab dari awal kemanusiaan Kristus, yaitu karya
generasiNya.
c. Inspirasi Kitab Suci(2Ptr. 1:21). Ada suatu analogi antara Roh Kudus melahirkan kemanusiaan
Kristus dan Roh Kudus mensupervisi penulis Kitab Suci; sebagaimana Roh Kudus terlibat dalam
kehamilan Maria, dan menjamin ketidak berdosaan kemanusiaan Kristus, demikian pula Roh
Kudus mensupervisi penulis manusia untuk menjamin Kitab Suci. Melalui analogi tersebut, maka
menyangkali salah satu yang terjadi merupakan penyangkalan pada yang lain. Penulis Kitab Suci
yang dipimpin oleh Roh Kudus, menjamin inspirasi kitab di Kitab Suci. Karya Roh Kudus dalam
inspirasi sama dengan karya dari Bapa ( 2 Tim. 3:16).
d. Regenerasi (Tit. 3:5). Meregenerasikan berarti memberikan kehidupan. Roh Kudus menyebabkan
kelahiran baru; la adalah prakarsa kelahiran baru. Regenerasi oleh Roh Kudus merupakan
kerjasama spiritual dalam reproduksi manusia di wilayah fisikal. Generasi manusia menghasilkan
kehidupan manusia; regenerasi spiritual menghasilkan kehidupan spiritual. Roh Kudus
menghasilkan kelahiran baru, tetapi melakukannya
melalui Firman Tuhan (IPtr. 1:23). Kebenaran yang samadiajarkan di Yohanes 3:6 di
mana Yesus menunjukkan Roh Kudus menghasilkan kelahiran baru di mana la
meregenerasi orang itu.
Page 18
e. Perantara (Rm. 8:26). Kristus adalah perantara orang percaya, demikian pula Roh Kudus. (Lihat
penjelasan terdahulu tentang hal ini)
f. Pengudusan (2Tes. 2:13). Ada tiga aspek dari pengudusan, pertama posisional: misalkan yang
terjadi pada waktu melalui Roh Kudus, orang yang percaya dipersatukan dengan Kristus lalu
kemudian menjadi didalam Kristus." (Lihat 1 Kor. 1:30; Ibr. 10:14-15; Ptr. 1:2).
g. Penolong orang-orang kudus (Yoh. 14:16). Di teks itu Yesus berjanji kepada para murid
"seorang penolong yang lain". Penolong dalam kata Yunani parakleton yang berasal dari dua
kata, "berjalan di sampingtt dan "dipanggil", jadi, "seseorang yg dipanggil untuk berjalan di
samping untuk menolong." Di 1 Yohanes 2:1, Tuhan Yesus memanggil orang-orang kudus yang
masih berdosa Paraclete ("Penasihatll dalam kebanyakan versi). Roh Kudus adalah "yang lain
dari jenis yang sama" seagaimana Kristus, seorang Penolong yang dipanggil untuk
mendampingi dan menolong orang percaya. Roh Kudus yang bekerja sebagai Paraclete
(Penolong) orang percaya dituntut untuk memiliki keilahian karena la bekerja sama seperti
Kristus am peran-hłya sebagai Paraclete. Semua menjadi nyata bahwa karya Roh Kudus
mengindikasikan keilahian-Nya dan ke-Esaan Allah, bersama Allah Bapa danPutra.
PROSESI ILAHI DARI ROH KUDUS
Relasi Roh Kudus dengan anggota lain di Trinitas diekspresikan dengan istilah
prosesi, menunjukkan Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra. Kredo Konstantinopel
menegaskan doktrin ini di tahun 381AD. Frasa Filioque ("dan dari Putra") ditambahkan di Sidang
Toledo tahun 589 AD untuk menegaskan kesetaraan Putra berdasar pada. Yohanes 15:26 yang
menegaskan baik Kristus dan Bapa mengutus Roh Kudus. Pernyataan ini melawan bidat yang
merendahkan Pribadi Kristus. Ada beberapa indikator yang mengajukan doktrin prosesi dari Roh
Kudus. Semua yang berbicara tentang "Roh Allah
menegaskan prosesi Roh Kudus dimana la adalah Roh yang berasal dari Allah.
Kata keterangan waktu sekarang dari Yohanes 15:26 ("berasal") digunakan
untuk memberikan pengertian kekekalan dari relasi itu. Jadi, Roh Kudus
dikatakan berasal dari Bapa dan Putra secara kekal. Prosesi kekal dari Roh Kudus
ditegaskan dalam Mazmur 104:30, yang mengindikasikan bahwa Roh Kudus
datang dari Bapa dalam penjelasan di PL. Gereja Ortodoksi Yunani mengerti
"prosesi kekal" sebagai awal dari inkarnasi Kristus (keduanya terjadi pada saat
yang sama).
Page 19
Isu yang harus mendapatkan perhatian adalah prosesi Roh Kudus tidak
memberikan indikasi subordinasi dari Roh Kudus pada anggota lain Trinitas. J.Oliver
Buswell menjelaskan masalah ini dan mencatat bahwa istilah ini dimengerti oleh sebagian orang di
gereja mula-mula sebagai bahwa Roh Kudus adalah keberadaan yang seakan-akan bergantung,
Buswell menolak istilah ini dengan pertimbangan menjadi penghalang.
REPRESENTASI ROH KUDUS
Ada beberapa deskripsi danpenggambaran dari Roh Kudus di Kitab Suci yang
secara jelas menggambarkan Pribadi dan karya-Nya.Hal itu dapat secara beragam
diidentifikasi sebagai tipologi, ilustrasi, tanda atau simbol dan semua dikategorikan
sebagai representasi Roh Kudus.
1 . PAKAIAN. Setelah kebangkitanya Yesus memerintahkan para murid untuk
menunggu di Yerusalem, "sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari
tinggi i' (Luk. 24:49). "diperlengkapi" (Yunani enduo) merupakan kata umum
untuk "pakaian", "memberikan pakaian pada seseorang". Kata itu dalam bentuk pasif,
menunjukkan orang itu tidak memakai pakaiannya sendiri; orang lain (Allah)
melakukannya untuk dia. Arti dari "diperlengkapi" dijelaskan dalam teks dengan (rasa,
"dengan kuasa". Para rasul harus tinggal di Yerusalem sampai mereka diperlengkapi
(dipakaikan) kuasa Roh Kudus.
2. MERPATI. Pada baptisan Kristus, Roh Kudus turun "seperti merpati". Apakah itu
merpati sungguhan? Suatu studi dari bagian itu adalah menolong: "seperti seekor
merpati," (Mat. 3:16); "seperti seekor merpati," (Mrk. 1:10); "dalam bentuk seperti
seekor merpati," (Luk. 3:22); "lihatlah Roh Kudus turun," (Yoh. 1:32). Menurut
Lukas 3:22 dan Yohanes 1:32 harus ada suatu representasi fisik dari seekor merpati.
Namun demikian, merpati itu hanya merupakan representasi dari Roh Kudus. Sesuatu dalam
kualitas dan karakteristik dari merpati itu melayani sebagai alat untuk menggambarkan Roh Kudus.
Setiap Injil menekankan turunnya Roh Kudus sebagai seekor merpati "dari langit", yang
menekankan bahwa Roh Kudus telah datang dari hadirat Allah di surga. Hal ini tentu saja signifikan
untuk menekankan berkat Bapa dan pengurapan Putra-Nya untuk pelayanan publiknya. Hal itu
merupakan kesaksian penting bagi orang banyak, khususnya mereka yang melawan Kristus.
Merpati menggambarkan Roh Kudus turun atas Kristus pada Saat awal pelayanan-Nya dimuka
Page 20
umum dan karena itu menekankan kuasa dari Roh Kudus atas Kristus dalam pekerjaan-Nya.
Merpati itu juga melambangkan kemurnian (lihat Mat. 10:16) dan suatu representasi dari damai.
3. JAMINAN. Di 2 Korintus 1:22 Paulus mengatakan bahwa Allah memberikan Roh Kudus di dalam
hati sebagai sebuah jaminan. Kata jaminan (Yunani: arrabon) berarti suatu "deposit pertama, uang
muka, jaminan, yang merupakan pembayaran sebagian dari harga barang yang dibayarkan
dimuka, dan dengan demikian menjamin secara hukum atas barang itu, atau membuat perjanjian
itu sah (arrabon) merupakan suatu pembayaran yang mewajibkan orang yang membuat kontrak
untuk melakukan pembayaran selanjutnya." Efesus 1:14 menyatakan natur dari Roh Kudus sebagai
uang muka bagi glorifikasi terakhir dan yang sempurna untuk kita di surga. "Penebusan" di Efesus
1:14 berharap pada tahap akhir dari penebusan orang percaya, yaitu, puncak glorifikasi-nya. Roh
Kudus sebagai jaminan adalah simbol dari keamanan dan kepastian orang percaya dalam Kristus.
4. API. Pada hari Pentakosta "lidah api" dibagikan dan tinggal diatas para rasul (Kis.
2:3). Wahyu Allah akan Diri-Nya melalui api bukan merupakan hal yang tidak biasa
dan akan dimengerti oleh orang Yahudi. Hal itu akan menunjukkan kehadiran Allah.
Kejadian yang tidak biasanya ini, yaitu dengan turunnya Roh Kudus, menunjukkan
bahwa Allah hadir dalam peristiwa itu (lihat Kel. 3:2). Kejadian itu juga
mengindikasikan persetujuan Allah. Setelah kejadian itu, Petrus mewartakan
kebangkitan Yesus, dan api itu melambangkan persetujuan Allah atas pemberitaan
Petrus (lihat Im. 9:24; 1 Raj. 18:38-39). Api itu juga melambangkan penghakiman
Allah (lihat Im. 10:2). Orang-orang yang tidak percaya pada hari Pentakosta pada
akhirnya akan dihukum berdasarkan pada ketidakpercayaan mereka pada
penghancuran Bait Allah di tahun 70 AD.
5. MINYAK. Minyak adalah tipologi dari Roh Kudus sebagaimana praktik di PL di mana pengurapan
para imam dan raja-raja merupakan tipologi dari pelayanan Roh Kudus. Zakharia 4:1-4
mengilustrasikan signifikansi minyak sebagai tipologi; minyak menggambarkan kuasa Roh Kudus
dalam menguatkan Yosua dan Zerubabel untuk memimpin orang-orang dalam memenuhi
pembangunan bait Allah di tahun 515 BC.
Page 21
MINYAK SEBAGAI TIPOLOGI DART ROH Kitab Suci
Signifikansi
Roh diberikan untuk ela anan Keluaran 40:9-16 dan Kisah Para Rasul 1:8
Roh mengiluminasikan 27:20-21 dan 1 Yohanes 2:20
Roh menyucikan dan menguduskan Imamat 8:30; 14:17 danRoma 8:2-3
Mengalirnya minyak secara konstan dari kandil (ay. 2) pada kedua pemimpin itu
(ay. 3 dan 14) ditafsirkan diayat 6, "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan
kekuatan, melainkan dengan roh-Ku" Di 1 Samuel 10:1, Samuel mengurapi Saul
sebagai raja atas Israel, pengurapan itu merepresentasikan Roh Tuhan datang atas
dia untuk memimpin bangsanya (ISam. 10:6, 10). Namun demikian, peristiwa-
peristiwa di PL hanya tipologi bagi pelayanan Roh Kudus di PB.
1. METERAI. Roh Kudus dilihat sebagai meterai bagi orang percaya (2 Kor. 1:22; Ef.
1:13; 4:30). Sebuah meterai berarti memastikan atau mengeratkan suatu batu
dengan meterai sebagaimana di Matius 27:66 oleh otoritas Romawi. Secara
figuratif, pemeteraian berarti 'untuk menandai (dengan meterai) sebagai alat
identifikasi."Di papirus, dari semua jenis binatang, sehingga tanda itu menunjuk
pada kepemilikan yang juga berarti proteksi dari si pemilik. Pemberian cap pada
ternak merupakan paralel modern dari pemeteraian pada masa kuno (lihat Yes.
44:5; Yeh. 9:4). Beberapa kebenaran penting muncul dari pemeteraian oleh Roh
Kudus. (1) Hal itu menunjukkan kepemilikan Allah. Meterai Roh Kudus atas orang
percaya menunjukkan bahwa orang percaya adalah milik Allah. (2) Hal itu
menunjukkan sekuritas. Meterai itu bersifat permanen, "menjelang hari
penyelamatan” (Ef. 4:30). (3) Hal itu juga menunjukkan otoritas. Sebagaimana
otoritas pemerintah Romawi berada diatas wilayah dimana meterai Romawi itu
ditempatkan, maka otoritas Allah itu juga ada atas orang percaya kepada siapa la
telah memberikan Roh Kudus.
Page 22
6. AIR. Pada masa akhir ritus di Festival Tabernakel, imam membawa air dari kolam Siloam dan
menyiramkannya disaluran samping mezbah, ditengah orang beribadah yang sedang menyanyi.
Peristiwa itu merupakan peristiwa yang penuh sukacita, dalam mengantisipasi kekuasaan Mesias
yang mulia (Zak. 14:16-21). Selama peristiwa itu Yesus memproklamasikan: Dari dalam hatinya
akan mengalir aliran-aliran air hidup" (Yoh. 7:37-38). Ayat selanjutnya memberikan penjelasan:
"Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh” (Yoh. 7:39). Beberapa hal patut diperhatikan. Air adalah suatu
tanda dari Roh Kudus yang menunjuk pada hidup kekal (lihat Yoh. 4:14; 7:37-39). Air menandai
suatu penerimaan dari Roh Kudus (Yeh. 36:25-27; Yoh. 7:39). Hal itu mengantisipasi berkat-berkat
dalam kerajaan seribu tahun (studi latar belakang Yoh. 7:37-39; lihat Juga Yes. 12:3; YI. 2:28-32).
7. ANGIN. Angin merupakan presentasi yang paling alamiah dari Roh Kudus karena
kata roh (Yunani pneuma) yang diterjemahkan angin demikian pula roh. Kata
Inggris seperti pneumatic mengambil arti dari kata pneuma. Dałam menjelaskan
kelahiran baru pada Nikodemus, Yesus membandingkan kelahiran oleh Roh Kudus
dengan angin (Yoh. 3:8). Kelahiran baru merupakan karya kedaulatan Allah yang
tidak kelihatan oleh mata; sebagaimana angin yang bertiup diantara pepohonan
tidak dapat dilihat dan berdaulat, demikian pula kelahiran baru oleh Roh Kudus.
Roh Kudus melakukan "sebagaimana yang dikehendaki-Nya" tidak ada yang
mendikte-Nya sama dengan tidak ada yang mendikte angin (lihat IKor. 12:11).
ROH KUDUS DMANI PEWAHYUAN DAN INSPIRASI
DEFINISI.
1. Wahyu. Wahyu (Yunani apokalupsis) berarti "penyingkapan' atau "pembukaan" dan digunakan
untuk menjelaskan tentang dibukanya tutup dari suatu patung yang telah selesai oleh seorang
pemahat besar. Dałam kebenaran Biblikal wahyu berarti Allah menyatakan kepada manusia
sesuatu yang kalau tidak manusia tidak akan mengetahuinya (lihat Yeh. 2:2; 8:3).
2. Inspirasi -Inspirasi biblikal dapat dijelaskan sebagai "pimpinan Allah atas penulis
manusia, sehingga dengan menggunakan kepribadian mereka masing-masing,
mereka menyusun dan mencatat tanpa salah wahyu-Nya kepada manusia dalam
kata-kata penulisan aslinya". Perbedaan wahyu dan inspirasi dapat dinyatakan
Page 23
sebagai berikut, wahyu menunjuk pada materi sedangkan inspirasi menunjuk pada
metode. Kata insprasi diambil dari kata Yunani theopneustos (artinya "Allah
menafaskan") di 2 Timotius 3:16. Kitab Suci adalah yang "dinafaskan oleh Allah".
Kitab Suci merupakan hasil dari kreatifitas nafas Allah. "Nafas Allah" itu ada di
Kitab Suci sebagai simbol dari kemahakuasaan-Nya, yang menghasilkan
perkataan-Nya yang kreatif suatu paralel dapat diamati.
PENYALUR WAHYU.
1 . Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama. Berita nabi PL tidak berasal dari dirinya sendiri. la hanya alat
dimana melaluinya Allah berbicara kepada orang-orang; ia dipimpin oleh Roh Kudus untuk
menyampaikan beritanya (lihar Yer. 1:2, 4, 9, 11, 17).
2. Roh Kudus. Para nabi di PL biasanya adalah alat Allah untuk menyatakan Diri-Nya, dan Roh Kudus
yang memimpin penulis Kitab Suci. 2 Petrus 1:21 mengindikasikan bahwa Roh Kudus yang
membimbing para nabi PL, menjaga kata-kata mereka dari kesalahan. Contoh khusus dapat
dikutip. Roh Kudus mengontrol baud. baud berseru, II Roh TIJHAN berbicara dengan perantaraanku,
firman-Nya ada di lidahku" (2Sam. 23:2). Kisah Para Rasul 1:16 menekankan kebenaran yang sama
dalam menjelaskan nubuat baud tentang Yudas, yang telah digenapi karena ”oleh Roh Kudus
dengan perantaraan hamba-Mu baud” (lihat Kis. 4:25; Mat. 22:43). Roh Kudus mengontrol
Yehezkiel. Nubuat-nubuat Yehezkiel diberikan melalui pengontrolan Roh Kudus yang
memampukan nabi itu untuk menerima visi dari Allah (Yeh. 2:2; 3:24; 8:3; 11:24). Roh Kudus
mengontrol Mikha. Roh Kudus memenuhi nabi itu untuk memampukan dia berbicara kepada
bangsa itu (Mi. 3:8).
METODE PEWAHYUAN
Allah menyatakan Diri-Nya dengan berbagai macam cara di PL.
1. Secara Lisan. Ada sejumlah contoh dimana Allah berbicara secara lisan kepada
orang-orang di PL. Allah berbicara secara lisan kepada Abraham (Kej. 18:13, 17);
la berbicara kepada Musa bahwa orang-orang dapat mendengar (Kel.19:9; 20:1
dst.); Ia berbicara kepada Yesaya (Yes. 6:8).
2. Mimpi. Penyataan melalui mimpi-mimpi kelihatannya model wahyu yang paling sedikit. Suatu
kehormatan jika dapat berkomunikasi dengan Allah Secara berhadapan muka, namun demikian
cara yang normal Allah berkomunikasi dengan orang tidak percaya adalah melalui mimpi. Ini
merupakan suatu metode yang menunjukkan bahwa orang tidak percaya dapat diajar. "Suatu
wahyu melalui mimpi menemukan bahwa penerimanya adalah pasif, dalam keadaan tidak sadar,
Page 24
dengan realitas apa yang dimimpikannya hanya terdapat dalam gambaran mental yang non-
koporal. Mimpi itu lebih cocok untuk mereka yang memiliki pertimbangan spiritual yang kecil.
Penerima dinetralisasi dalam personalitasnya, dan muncul hanya sebagai alat dimana informasi
dapat diberikan tanpa ada gangguan dari sikap yang tidak tepat dan paganistik. Contohnya, Allah
berbicara melalui mimpi kepada Abimelekh (Kej. 20:3); Yakub (Kej. 31:10-13); Yusuf (Kej. 37:5-9);
Nebukadnezar (Dan. 2).
3. Visi. Visi kelihatannya kategori yang lebih tinggi dari wahyu, diberikan kepada orang yang lebih
dewasa kerohaniannya. Nabi seringkali menerima visi. Salah Satu kata untuk nabi adalah pelihat,
yang berasal dari kata Ibrani yang berarti "melihat"; Jadi nabi itu (pelihat) adalah "orang yang
melihat". Contohnya dari orang yang berbicara untuk Allah yang menerima visi adalah: Abraham
(Kej. 15:1); Natan (ITaw. 17:15); Yehezkiel (Yeh. 1:1); Daniel (Dan. 8:1).
4. Theofani. Theofani di PL adalah manifestasi dari Allah dalam bentuk fisik. Theofani
berasal dari kata Yunani theos (Allah) dan phanein (tampil); jadi, suatu theofani
adalah penampilan Allah. Adalah suatu kehormatan dikunjungi oleh Allah dengan
cara ini, dan ini "normalnya diberikan secara khusus kepada orang yang memiliki
kedewasaan secara rohani".ll Contoh theofani di PL adalah kepada Abraham (Kej.
18); kepada Yosua (Yos. 5:14); kepada Gideon (Hak. 6:22); kepada Daniel (Dan.
6:22).
INSPIRASI Dl PERJANJIAN LAMA
Roh Kudus sendiri adalah alat dari semua inspirasi Alkitab. Karya pembimbingan-
Nya
menjamin infabilitas dari komunikasi. Dalam hubungan dengan PL hal ini dapat diamati dalam
sejumlah
peristiwa.
1 . Penulis PL sadar bahwa Roh Kudus membimbing penulisan mereka (2 Sam. 23:2-3).
Ditekankan sebanyak empat kali dalam bagian ini bahwa Allah berbicara kepada Daud.
2 Kristus mengaràhkan bahwa para penulis PL dibimbing oleh Roh Kudus (Mrk. 12:36). Dalam
mengutip Mazmur 110, Yesus menyerukan bahwa Daud berkata-kata "dalam Roh Kudus".
Yesus mendasari argumentasi-Nya atas kata-kata Daud sebagai yang diinspirasikan oleh Roh
Kudus.
Page 25
Para rasul mengajarkan parapenulis bahwa PL dibimbing oleh Roh Kudus (Kis. 1 : 16; 4:24-25;
28:25). Dalam menjelaskan kematian Yudas, Petrus menandai bahwa hal itu terjadi karena telah
dinubuatkan sebelumnya oleh Roh Kudus melalui Daud (Kis.1:16).
INSPIRASI Dl PERJANJIAN BARU
Memang ayat penting tentang inspirasi seperti 2 Timotius 3:16 pada dasarnya
berbicara tentang PL, namun demikian ada banyak ayat lain yang berbicara tentang
inspirasi yang ditujukan pada PB.
1 . Kristus menegaskan inspirasi PB. Kristus memprediksi para rasul akan dijaga penulisannya,
sehingga memampukan mereka untuk menulis tanpa salah, dan mereka akan mengingat semua
yang telah la katakan kepada mereka (Yoh. 14:26; 16:14). Hal ini menjelaskan bagaimana
Yohanes dapat tetap mengingat semua rincian dari kehidupan Kristus pada saat ia menulis
injilnya beberapa tahun kemudian. Pada saat Yesus mengajar para murid, mereka tidak dapat
memahami pengajaran-Nya, tetapi kemudian Roh Kudus memampukan mereka untuk
memahaminya (Yoh.16:12-15).
2. Roh Kudus membimbing para penulis PB dengan cara sebagai berikut.
1) la menolong para, penulis untuk mengingat fakta-fakta dari pengajaran Kristus.
2) Ia memampukan mereka untuk mengerti secara teologis apa yang mereka
tulis. Pada saat Yesus berbicara kepada mereka mereka tidak dapat
menangkap signifikansi kematian dan kebangkitan-Nya.
3) la menjamin kepenuhan penyelesaian seluruh PB. "Segala sesuatu" yang ditulis di Yohanes
14:26 menunjuk pada semua kebenaran rohani yang diperlukan oleh manusia dan akan
tentunya termasuk seluruh kanon PB.
4). Para penulis PB menyadari bahwa mereka sedang menulis Kitab Suci. Di 1 Korintus Paulus
menegur orang Korintus atas sejumlah kesalahan ditengah jemaat dan memberikan
kepada mereka koreksi untuk kesalahan-kesalahan mereka. lamenutup dengan
mengingatkan orang Korintus, "bahwa apa yang ku katakana kepadamu adalah perintah
Tuhan" (1 Kor. 14:37). Paulus menyadari bahwa ia sedang menulis Firman Tuhan kepada
orang Korintus. Beberapa konklusi dapat ditarik dalam tulisan Paulus: Pengajaran Paulus
telah diberikan kepadanya melalui wahyu secara langsung (Gal. 1:12). Pengajaran
Paulus diajarkan kepadanya oleh Roh Kudus (1Kor 2:13). Pengajaran Paulus adalah
perintah Allah oleh karena itu bebas dari salah (1Kor. 14:37; ITes. 4:2, 15). Pengajaran
Paulus disadari sebagai perkataan Allah oleh gereja mula-mula (ITes. 2:13).
Page 26
5). Para penulis PB saling menyadari bahwa tulisan mereka diinspirasikan. 1Timotius 5:18 Paulus
mendahului pernyataan dengan "Kitab Suci mengatakan" dan kemudian ia mengutip dari
Ulangan 25:4 dan Lukas 10:7. Dalam mengutip PL dan PB,
Paulus menunjuk mereka sebagai setara dalam otoritas. Kata-kata yang ditulis Lukas adalah
Kitab Suci, sama halnya dengan yang dicatat Musa di Ulangan. Di 2 Petrus 3:16, Petrus
menyetarakan tulisan Paulus dengan "Kitab Suci yang Iain". Tulisan Paulus ditempatkan
sejajar dengan Kitab Suci PL. Paralel yang sama diberikan di 2Petrus 3:2.
PELAYANAN ROH KUDUS Dl PERJANJIAN LAMA
A. REGENERASI.
Apakah Roh Kudus meregenerasi orang di PL? Di Yohanes 3 Yesus
menjelaskan kelahiran baru (yang melibatkan regenerasi) kepada Nikodemus, mengingatkan dia
bahwa hal-hal itu telah diajarkan di PL dan karena itu ia seharusnya telah mengetahuinya (Yoh.
3:10). Dalam semua itu Yesus kelihatannya menunjuk pada Yehezkiel 36 karena kedua bagian
itu melibatkan suatu diskusi dari Air dan Roh. Yehezkiel 11:19 dan 36:25-27 menjanjikan
Israel suatu pengalaman regenerasi di Milenium. Allah akan memberikan mereka hati yang baru
dan roh yang baru. Ia akan menempatkan Roh-Nya ditengah mereka; la akan meregenerasi mereka.
Meskipun bagian Firman Tuhan ini berbicara tentang masa yang akan datang, orang-orang percaya
di PL juga akan mengalami regenerasi. Yehezkiel 18:31 orang-orang itu diperintahkan untuk
"perbaharuilah hatimu dan rohmu" Kedua frasa paralel adalah Yehezkiel 36:25-27 demikian pula
Yohanes 3:5 dan menunjukkan bahwa orang percaya di PL diregenerasi oleh Roh Kudus (lihat Juga
Mzm. 51:12).
B. ROH KUDUS MENDIAMI MANUSIA SECARA SELEKTITF
Di Yohanes 14:16-17 Yesus mengindikasikan bahwa setelah Pentakosta, Roh Kudus
akan memulai suatu pelayanan baru bagi orang-orang percaya yang tidak sama dengan yang di PL.
Penekanan dari bagian itu adalah pelayanan baru tentang didiami (kontras dengan Roh Kudus
sekadar bersama dengan mereka) dan bersifat permanen. Janji yang diberikan di PB meliputi semua
orang percaya dan sifatnya permanen, sedangkan di PL sifatnya selektif dan sementara.
a. Roh Kudus mendiami sebagian orang di PL. Roh Kudus mendiami Yosua (Bil. 27:18),
dan Daud (1 Sam. 16:12-13)."
b. Roh Kudus turun atas sebagian orang di PL. Charles C. Ryrie mengusulkan tidak ada perbedaan
besar antara "didiami" dan "turun ke atas", kecuali bahwa ide turun ke atas kelihatannya
menyiratkan karakter relasi Roh Kudus dengan orang kudus di PL yang bersifat sementara dan
Page 27
transisi. Turun atas seseorang yang bersifat sementara terlihat pada saat Roh Kudus turun atas
seseorang untuk melakukan tugas tertentu. Ada alasan untuk berasumsi bahwa pada waktu tugas
itu telah dilaksanakan, Roh Kudus tidak lagi berada di atas orang itu. Roh Kudus turun atas Otniel
untuk menaklukkan Kusyan Risyataim (Hak. 3:10); la turun atas Gideon untuk mengalahkan
orang Midian (Hak. 6:34); la turun atas Yefta untuk mengalahkan orang Amon (Hak. 11:29); la
turun atas Simson untuk mengalahkan orang Filistin (Hak. 14:6); la turun atas Bileam untuk
menubuatkan berkat atas Israel (Bil. 24:2).
Suatu evaluasi dari teks-teks itu memperlihatkan bahwa semua keterlibatan memberi kuasa untuk
aktivitas fisikal.Tidak ada satu pun dari itu semua berkaitan dengan keselamatan dari dosa dalam
pengertian apapun juga.Tidak Juga kuasa itu berkaitan dengan kondisi spiritual dari orang itu.Yefta
adalah anak seorang pelacur, yang hidup dalam lingkungan penyembahan kepada berhala.Simson
seorang yang hidup dalam kedagingan, yang hidup untuk memuaskan kedagingannya.Bileam
adalahorang tidak percaya.
c. Roh Kudus memenuhi sebagian orang di PL. Allah memenuhi Bezaleel dengan Roh Allah, untuk
memberikan hikmat kepadanya untuk pekerjaan sebagai pengraji "untuk membuat berbagai
rancangan supaya dikerjakan dari emas perak dan tembaga" (Kel. 31:2-5) untuk memperindah
tabernakel.
John Walvoord memberikan tiga observasi berkaitan dengan Roh Kudus; mendiami
seseorang di PL :
Pertama, ia menyatakan bahwa tidak ada bukti yang menyatakan bahwa pendiaman Roh
Kudus dalam hidup seseorang, berkaitan dengan kondisi spiritual orang itu.
Kedua, pendiaman Roh Kudus atas seseorang merupakan pekerjaan Allah
berdasarkan kedaulatan-Nya dalam rangka memberikan tugas tertentu,
contohnya, membebaskan Israel dalam peperangan atau pembuatan Tabernakel.
Ketiga, pendiaman Roh Kudus bersifat sementara. Roh Kudus turun atas Saul tetapi Ia
kemudian meninggalkan dia (1 Sam. 10:10; 16:14). Daud takut bahwa Roh Kudus akan meninggalkan
dia (Mzm. 51:13,33
MENAHAN DOSA
Kejadian 6:3 mengindikasikan pergumulan atau penahanan Roh Kudus atas
dosa terbatas, karena manusia menolak untuk menaati pelayanan Roh Kudus dalam
meyakinkan orang. Dalam konteks ini, Allah menghakimi manusia dengan air bah.
Bagi mereka yang berpegang pada pengangkatan pratribulasi, suatu paralel dapat
Page 28
dilihat di PL dan PB.
Kitab Suci Roh yang Roh yang Penghakiman
menahan efektif menahan
diangkat Allah yang parallel
Kejadian 6:3 Nuh diangkat Air Bah
2 Tesalonika 2:7-8
Pelayanan Nuh
Pelayanan Gereja Gereja diangkat Tribulasi
PARALEL PENCHAKIMAN: AIR BAH DAN TRIBVLASI
KEMAMPUAN UNTUK MELAYANI
Dalam PL, Roh Kudus diberikan pada waktu memilih seseorang untuk melaksanakan tugas
tertentu. Kemampuan yang diberikan termasuk: kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan artistik
untuk Tabernakel dan Bait Suci, diberikan pada Bezaleel(Kel. 31:2-5; 35:30-35) dan Hiram (1 Raj. 7:14);
kemampuan untuk memimpin bangsa, diberikan pada Yosua (Bil. 27:1618), Saul (1 Sam. 10:10), dan
Daud (1 Sam. 16:13); kemampuan dalam peperangan, diberikan kepada Otniel (Hak. 3:10), Gideon
(Hak. 6:34), dan Yefta (Hak. 11:29); dan kekuatan ekstra secara fisik, diberikan kepada Simson (Hak.
14:19).
REI-ASI ROH KUDUS DENGAN KRISTUS
Yesaya bernubuat bahwa Roh Kudus akan tinggal pada Mesias (Yes 42:1), dan memberikan
hikmat, kekuatan, dan pengetahuan kepada-Nya dalam pelayanan-Nya (Yes 11:2-3). Narasi Injil
terus-menerus mencerminkan kuasa dari Roh Kudus atas Kristus dalam pelayanan-Nya untuk
menggenapi nubuat Yesaya. Hal itu bukan berarti bahwa Kristus tidak memiliki kuasa pada diri-Nya
sendiri; la juga memiliki kuasa (Yoh. 10:18). Fakta bahwa la melayani dengan kuasa Roh Kudus
menekankan kesatuan dari Trinitas (lihat juga Yoh. 5:31o 44; 6:29; 8:18; 10.•37-38,
Page 29
KELAHIRAN DARI ANAK DARA
a. Penyebab. Matius dan Lukas menekankan pelayanan Roh Kudus yang
menyebabkan kehamilan Maria. Matius 1:20 menekankan, "sebab anak yang
didalam kandungannya adalah dari (Yunani ek) Roh Kudus." Pernyataan itu
menekankan asal mula. Asal mula kelahiran Yesus bukan melalui Yusuf tetapi
melalui Roh Kudus. Lukas 1:35 menggunakan istilah "turun atas" dan"menaungi"
untuk menjelaskan pelayanan Roh Kudus dalam kaitan dengan kehamilan Maria.
Istilah yang sama"turun atas" (Yunani eperchomai) digunakan juga pada waktu
Roh Kudus turun atas para rasul di hari Pentakosta (Kis. 1:8). Sangatlah tidak
mungkin kata itu dimaksudkan sebagai penghalusan kata untuk hubungan
seksual."Menaungi" menunjukkan "Kehadiran kuasa Allah akan tinggal atas Maria,
sehingga ia akan melahirkan seorang anak yang adalah Putra Allah. Tidak ada yang dikatakan
berkaitan bagaimana hal itu akan terjadi, dan khususnya tidak dinyatakan bahwa Allah
melahirkan. Hal yang signifikan dalam penekanan di kedua injil itu adalah Yesus tidak
memiliki ayah manusia; Yusuf tidak melahirkan Yesus. (Lihat juga pembahasan di
bagian "Kristologi: Doktrin Kristus", ).
b. Akibat-akibatnya. (1) Kristus memiliki natur manusia. Dalam hal ini bukan pribadiNya yang
menjadi ada, karena Kristus sebagai Pribadi sudah ada sejak kekekalan dalam keilahian-Nya;
namun demikian, natur manusia Kristus berawal dalam kandungan Maria. Natur
manusia Kristus tanpa dosa. Meskipun Kristus memiliki natur manusia yang
seutuhnya, namun la tanpa noda dosa. Meskipun la lahir dari seorang ibu
manusia, kehamilan oleh Roh Kudus menjamin ketidak berdosaan dari Kristus.
Fakta ini menyatakan mengapa doktrin kelahiran dari anak dara begitu
pentingnya; apabila Yesus memiliki ayah manusia maka la tidak ada bedanya
dengan manusia yang lain. Kesaksian ketidak berdosaan Kristus adalah terbukti
pada waktu Kristus mengklaim: "tidak ada ketidak benaran padanya" (Yoh. 7:18).
Rasul Yohanes mendeklarasikan: "di dalam Dia tidak ada dosa" (1Yoh. 3:5). Natur
manusia Kristus menyebabkan keterbatasan manusiawi. Meskipun Kristus tanpa dosa, kelahiran
dari anak dara mengakibatkan la memiliki natur manusia yang sesungguhnya. Kristus lelah (Yoh.
4:6); la menjadi haus (Yoh. 4:7); la tidur (Mat. 8:24); la menangis (Yoh. 11:35). la takluk pada
keterbatasan yang dimiliki oleh manusia.
Page 30
KEHIDUPAN DAN PELAYANAN KRISTUS
1. Roh Kudus mengurapi Kristus. Lukas 4:18 mengindikasikan Kristus diurapi oleh Roh
Kudus, yang kemungkinan besar terjadi pada saat pembaptisan-Nya ketika itu Roh Kudus terlihat
turun atas Kristus. Turunnya Roh Kudus atas Yesus menggenapi nubuat di Yesaya 61:1. Sebagaimana
halnya seorang raja diurapi (2Sam. 2:4) dan para imam diurapi (Kel. 28:41), demikian pula Mesias
akan diurapi. Tindakan mengurapi meliputi kuasa; dalam hal ini Roh Kudus mengurapi sendiri dan
memberi kuasa pada Kristus untuk pelayanan. Beberapa butir dapat dibuat untuk meringkaskan
pengurapan Kristus:
a. Pengurapan itu menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias dan Raja Israel. Yohanes 1:31
mengindikasikan Yohanes Pembaptis "memperkenalkan" Yesus pada bangsa itu pada Saat
pembaptisan-h0ya. Hal itu dilakukan pada raja-raja di PL (lihat 1 Sam. 16:613).
b. Pengurapan memperkenalkan Yesus pada pelayanan-Nya kepada umum (Kis. 10:38).
Setelah pembaptisan-Nya, Yesus memulai pelayanan-Nya kepada umum, baik dalam
mengajar dan mengadakan mukjizat. Pengurapan oleh Roh Kudus
mengkhususkan
Yesus untuk pelayanan sebagai Mesias Israel. Pengurapan itu harus terjadi karena
kemanusiaan Yesus dan juga untuk mendemonstrasikan kesatuan Trinitas.
c. Pengurapan itu memberi kuasa kepada Yesus untuk pelayanan-Nya dimuka umum (Luk. 4:18).
Meskipun Yesus memiliki kuasa pada diri-Nya sendiri untuk mengadakan mukjizat, la menyatakan
kesatuan diantara Trinitas dan kebergantungan-Nya pada yang lain di Trinitas dengan menerima
kuasa dari Roh Kudus untuk pelayanan-Nya.
d. Pengurapan merupakan tanda keotentikan keilahian dari Yesus. Pada saat pembaptisan Kristus,
Bapa dengan suara yang dapat didengar oleh orang banyak meneguhkan Yesus sebagai Mesias
kepada bangsa itu; orang banyak mendengar pernyataan keotentikan dari Bapa itu, "Inilah Anak-
Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Mat. 3:17).
2. Roh Kudus memenuhi Kristus Lukas 1:15 mengindikasikan Yohanes Pembaptis, pembuka jalan,
dipenuhi oleh Roh Kudus pada waktu ia masih dalam kandungan ibunya. Mesias tentu saja dipenuhi
oleh Roh Kudus paling tidak sama dengan apa yang terjadi pada pembuka jalan dari Mesias. Lukas
4:1 dikatakan, "Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus lalu dibawa oleh Roh Kudus." Kata kerja itu
dalam bentuk tensa imperfekt menunjukkan tindakan yang berlangsung terus. "Yesus sekarang terus-
menerus ada dalam bimbingan Roh Kudus. Markus 1:12 menyatakan, "Segera sesudah itu Roh
memimpin Dia ke padang gurun". Tens waktu sekarang dari kata "membimbing" menekankan bahwa
"keseluruhan kehidupan Yesus di dunia terikat dengan Roh Kudus, mulai dari kelahiran-Nya sampai
Page 31
pada kematian dan kebangkitan-Nya. Catatan PB tentang kehidupan Kristus menyatakan
penggenapan dari nubuat di Yesaya 11:2 dan 42:1. Kristus terus-menerus dipenuhi oleh Roh Kudus.
KEMATIAN KRISTUS
Bukan hanya Roh Kudus yang berperan dalam pemberadaan kemanusiaan Kristus
serta pemberian kuasa pada Kristus dalam pelayanan-Nya di dunia, namun Roh Kudus juga berperan
dalam kematian Kristus (Ibr. 9:14). Konsep dari penderitaan hamba di Yesaya sangat menguasai
pikiran dari penulis Ibrani. Apabila hal itu demikian, maka Roh Kudus yang turun atas Hamba di
Yesaya 42:1, juga adalah Roh Kudus yang memimpin hamba itu untuk menanggung dosa bagi banyak
orang di Yesaya 52:13-53:12.
KEBANGKITAN KRISTUS
Catatan Alkitab mengindikasikan "setiap pribadi Trinitas memiliki
bagian dalam tindakan kebangkitan yang akbar itu. Kristus dibangkitkan oleh kuasa
Allah gapa (Ef. 1:1920; Mzm. 16:10), namun demikian Kristus juga memiliki kuasa
untuk membangkitkan diri-Nya sendiri (Yoh. 10:18). Roh Kudus juga terlibat dalam
mengefektifkan kebangkitan Kristus. Roma 1:4 mendeklarasikan Kristus sebagai "Putra Allah
dengan kuasa untuk membangkitkan orang dari kematian, menurut Roh Kekudusan."Hal itu merujuk
pada Roh Kudus. Roma 8:11 menunjuk pada"Roh-Nya yang telah membangkitkan Yesus dari antara
orang mati".
Hal ini bisa menunjuk pada Roh Kudus atau Allah Bapa.Di 1 Petrus 3:18 dinyatakan
bahwa Kristus "yang telah dibangkitkan menurut Roh".Frasa itu dapat menunjuk pada pekerjaan
Roh Kudus yang membangkitkan Kristus; paling besar kemungkinan menunjuk
pada roh kemanusiaan-Nya. Suatu konklusi dapat ditarik berkaitan dengan
pelayanan Roh Kudus dalam kehidupan Yesus Kristus. Pentecost mengatakan, Saya
akan mempertanyakan apakah ada karya Allah yang besar yang dinyatakan di
Firman Allah dimana semua anggota dari Trinitas tidak bekerja sama untuk
mencapai tujuan Allah.
DOSA MELAWAN ROH KUDUS
LATAR BELAKANG SEJARAH
Meskipun Kitab Suci berbicara tentang dosa melawan Roh Kudus sebagai memadamkan
(1Tes. 5:19) dan mendukakan (Ef. 4:30), namun menghujat Roh Kudus yang biasanya ada dalam
pikiran kita pada waktu "dosa" melawan Roh Kudus disebut.
Page 32
Dalam membahas dosa melawan Roh Kudus (Mat. 12:31-32) adalah penting untuk
mempertimbangkan latar belakang sejarah tentang dosa yang dilakukan. Yesus telah menyatakan
diri-Nya sendiri pada bangsa Israel melalui pengajaran-Nya (Mat. 5-7) dan O mukjizat-mukjizat-ya
(Mat. 8-10). Tanda-tanda kemesiasan telah ditampilkan di tengah bangsa itu. Sekarang para
pemimpin agama datang untuk menyelidiki sendiri tentang o Kristus (lihat Luk. 5:14 dan 5:17).
Siapakah Kristus itu? Apakah la Sang Mesias itu? Bagaimana mereka dapat menjelaskan mukjizat-
mukjizat itu? Konklusi dari para pemimpin Yahudi itu di ambil di Matius 12 dan puncaknya adalah
dosa melawan Roh Kudus. Di Matius 12:22 mereka membawa orang yang kerasukan
kepada Yesus dan la menyembuhkan
O orang itu. Respons dari orang-orang itu di Mat 12:23 mencerminkan pengaruh dari para pemimpin
mereka. Orang banyak itu menyerukan, "la.ini agaknya Anak Daud (Thiso man cannotbe the Son
of David, can he?) Kata-kata dari pertanyaan itu menantikan o jawaban "bukan". Di
12:24 secara dogmatik orang Farisi menyatakan: "Dengan Beelzebul, o penghulu
setan, la mengusir setan." Orang yang Bapa mengatakan tentangnya, "Aku akan
menaruh roh-Ku ke atas-Nya" (12:18) disebut sebagai melakukan pekerjaan-Nya
melalui o kuasa Setan oleh orang Farisi. balam konteks ini Yesus mendeklarasikan
penghujatan
O melawan Roh Kudus tidak akan pernah diampuni. Latar belakang itu penting untuk membahas dosa
di ayat 12:31-32.
PENJELASAN
a. Dosa melawan Kristus. Dosa melawan Roh Kudus melibatkan juga dosa melawan Kristus. Inti
persoalannya dinyatakan di Matius 12:24. Para penimpin agama telah mendengar Kristus
mengajar dan telah melihat mukjizat-mukjizat-Nya, tetapi, evaluasi mereka tentang Kristus
adalah bahwa la melakukan mukjizat dengan kuasa Setan. Itu adalah dosa mereka melawan
Kristus. Mereka bukannya mengenali Dia sebagai Mesias, mereka melainkan
mengatakan la melakukan mukjizat melalui kuasa Setan. Seorang yang telah
ditetapkan untuk menjadi pembebas bagi Israel baik secara spiritual maupun
kebangsaan telah ditolak dan dituduh sebagai teman dari Setan. Penolakan itu
merupakan dasar dari dosa melawan Roh Kudus.
b. Dosa melawan Roh Kudus. Orang yang telah ditaruh Roh-Nya oleh Allah (12:18)
telah disebut bekerja melalui kuasa Setan oleh orang Farisi. Allah telah
Page 33
mengatakan, "Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya" (12:18), tetapi para
pemimpin mengatakan, "Dengan Beelzebul, penghulu setan, la mengusir setan"
(12:24). Dosa itu dilakukan dalam suatu konteks sejarah. Orang Farisi telah
mengamati pelayanan Kristus dihadapan umum dari tangan pertama. Mereka
telah melihat mukjizat-mukjizat-Nya dengan mata kepala mereka sendiri, dan
mereka tetap menunjukkan pekerjaan Kristus sebagai pekerjaan Setan. Dosa
melawan Roh itu adalah final dan tidak terampuni karena mereka telah
menyaksikan perkataan dan pekerjaan Kristus. Lebih dari itu, mereka dapat
diampuni kalau mereka hanya menolak kesaksian tentang Kristus (Mat.
12:32a), tetapi mereka telah menolak kesaksian terakhir, kesaksian dari Roh Kudus.
Tidak ada kesaksian yang lain akan diberikan kepada mereka. Hal itu harus
dicatat bahwa dosa melawan Roh itu adalah kekal (Mat. 12:31-32). Tidak ada
kesempatan lagi untuk bertobat; hal itu tidak dapat dimaafkan dan tidak akan
pernah diampuni.
PERTANYAAN
Pertanyaan yang mungkin diajukan adalah Apakah dosa melawan Roh Kudus dapat dilakukan
sekarang? Melakukan dosa menghujat melawan Roh Kudus menuntut kehadiran o Yesus Kristus
secara fisik di mana la akan mengajar dan melakukan mukjizat sementara itu para pendengar dan
pemerhati akan menolak pelayanan-Nya dan mengatakan la bekerja dengan kuasa Setan. Dosa
menghujat Roh Kudus tidak sama dengan ketidakpercayaan. Tidak ada indikasi dalam Kitab Suci
bahwa apabila seseorang pernah sekali menolak Injil, maka ia tidak akan pernah mendapatkan
kesempatan lagi untuk percaya dan tidak ada dosa seperti itu sekarang yang tidak dapat diampuni.
Siapa yang tidak pernah menolak Injil pertama kali ia mendengarnya tetapi kemudian ia percaya
kepada Kristus? Tentu sada ketidakpercayaan tidak akan diampuni apabila seseorang secara
permanen bersikeras dalam ketidakpercayaannya.
BAPTISAN SEBAGAI KARYA KARYA ROH KUDUS
PENDAHULUAN
Subjek baptisan sebagai karya Roh Kudus telah menjadi hal yang diperdebatkan
cukup sering dan menghasilkan berbagai pendapat.Baptisan ini dibingungkan dengan baptisan air.
Meskipun ada banyak ayat yang menunjuk pada baptisan roh, sebagian orang melihat ayat-ayat itu
menunjuk pada baptisan air (lihat Rm. 6:4; Gal. 3:27). Sebagian orang mengerti baptisan roh sebagai
Page 34
'I berkat kedua", dimana diberikan kuasa untuk pelayanan dan atau dapat dimanifestasikan melalui
bahasa roh. Bagian dari kebingungan terletak pada kegagalan untuk mengerti natur khusus dari
gereja. Pada waktu Pentakosta gereja itu Iahir dan Roh Kudus memulai pekerjaan membangun gereja
dengan membaptis orang percaya kepada Tubuh Kristus.
DEFINISI
Baptisan Roh Kudus dapat dijabarkan sebagai pekerjaan dimana Roh Kudus menempatkan
orang percaya ke dalam persekutuan dengan Kristus dan ke dalam persekutuan dengan orang
percaya lain dalam Tubuh Kristus (I Kor. 12:13).
PENJELASAN
a. Baptisan Roh Kudus adalah unik bayi zaman gereja. Dasar referensi adalah
1Korintus 12:13, yang menyatakan, "Şebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi,
maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi Satü
tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh . Pelayanan Roh Kudus ini mulai pada
waktu Pentakosta dapat dilihat dengan membandingkannya dengan Kisah Para Rasul 1:5,
yang mengindikasikan "permulaanlj dari pekerjaan ini pada hari Pentakosta di Kisah Para
Rasul 2. Pekerjaan pembaptisan tidak muncul di PL; adalah unik bagi zaman gereja yang
mu!ai pada waktu Pentakosta.
b. Baptisan Roh Kudus mencakup semua orangpercaya pada masa itu. Penekanan bahwa
"semua'l dibaptis oleh Roh Kudus dinyatakan dalam beberapa bagian. 1Korintus 12:13
mengindikasikan "kita semua telah dibaptiskan". Di Roma 6 semua yang telah dibaptis (ay.
3) adalah mereka yang telah disatukan dengan Kristus (ay. 5), jadi, semua orang percaya. Di
Galatia 3:27-28 mengindikasikan "kamu semual' dibaptis dalam Kristus dan menjadi 'satu
dalam Kristus” tidak peduli apakah mereka orang Yahudi atau orang Yunani, budak atau
orang merdeka, laki-laki atau perempuan.
c. Baptisan Roh Kudus membawa orang percaya ke dalam persekutuan dengan orang percaya
yang hin dalam Tubuh Kristus. Secara absolut tidak ada perbedaa diantara mereka yang
bersekutu dengan yang lainnya: orang Yahudi dan non-Yahudi, budak dan orang merdeka,
laki-laki dan perempuan, semua menjadi satü (I Kor. 12:13). Perlu juga dicatat bahwa kondisi
spiritual orang percaya bukan menjadi suatu faktor, orang Korintus dikenal dengan
kedagingannya, namun mereka semua tercakup di dalamnya.
d. Baptisan Roh Kudus membawa orang percaya ke dalam persekutuan dengan
Kristus. la yang l'dibaptis ke dalam Kristusll (Ams. 11) juga "dipersatukan
Page 35
dengan Dia" (Rm. 6:5), kebenaran ini melarang baptisan Roh Kudus sebagai
karya setelah keselamatan.
e. Baptisan Roh Kudus bukan suatu pengalaman. Oleh karena hal ini merupakan
suatu karya yang dilakukan terhadap orang percaya bukan oleh orang
percaya, dan karena
baptisan terjadi bersamaan dengan keselamatan, hal itu bukan merupakan suatu
pengalaman.
f. Baptisan Roh Kudus dilakukan oleh Roh Kudus. Tidak ada dua baptisan oleh Roh Kudus.
Sebagian orang membedakan antara 1 Korintus 12:13, ”oleh (by*atu Roh" mengusulkan
penempatan ke dalam Tubuh Kristus dan Kisah Para Rasul 1:5, ”dengan (with) Roh Kudus",
mengusulkan suatu tindakan untuk memberikan kuasa untuk pelayanan. Namun demikian,
kata depan Yunani yang sama en yang digunakan dalam kedua rasa itu, dan suatu usaha
untuk membedakan rasa Yunani yang sama yang digunakan dalam kedua bagian Firman
Tuhan itu. Roh Kudus adalah agen dari baptisan itu (Kis. 1:5; IKor. 12:13).
PENYERTAAN ROH KUDUS
FAKTA PENYERTAAN
Ayat kunci yang mengindikasikan pelayanan khusus dari Roh Kudus pada masa ini
adalah Yohanes 14:16 di mana Yesus menjanjikan Roh Kudus akan menyertai orang percaya
dan bahwa penyertaan itu sifatnya permanen. Penyertaan yang sifatnya permanen ini bukan
hanya bagi orang-orang tertentu saja, tetapi bagi semua orang percaya. Ada sejumlah
indikator yang meneguhkan fakta ini.
a. Roh Kudus adalah suatu karunia. Roh Kudus adalah karunia yang diberikan
kepada semua orang percaya di dalam Yesus tanpa pengecualian; tidak
ada kondisi tersangkut pada karunia Roh Kudus kecuali beriman kepada
Kristus (Yoh. 7:37-39). Banyak bagian Kitab Suci yang berbicara tentang
Roh Kudus yang "diberikan" kepada orang percaya. Kata "diberi' dalam
bagian ini berarti "melimpahkan suatu karunia" (lihat juga 2Kor. 1:22; ITes.
4:8; 1Yoh. 4:13). Karena Roh Kudus adalah suatu karunia yang diberikan,
maka tidak ada yang dapat dilakukan oleh orang itu kecuali menerimanya.
b. Roh Kudus diberikan pada waktu keselamatan. Ini adalah pernyataan
positif yang mana yang negatif adalah bahwa orang percaya tidak memiliki
Page 36
Roh Kudus. Efesus 1:13 mengindikasikan bahwa Roh Kudus diberikan pada
saat keselama
Pemeteraian (dan penyertaan) dengan Roh Kudus terjadi pada saat orang percaya.
Galatia 3:2 juga menekankan kebenaran yang sama.
c. Orang yang tidak memiliki Roh Kudus adalah orang tidak percaya. Roma 8:9
menekankan "Jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus" Yudas
19 menunjuk pada orang tidak percaya sebagai "hidup tanpa Roh Kudus".
d. Roh Kudus tinggal dalam orang prcaya yang hidup dalam kedagingan. Orang Kristen Korintus
yang hidup dalam kedagingan, yang melakukan inses, membawa saudara seiman ke
pengadilan, dan dosa-dosa Iain, tetap didiami oleh Roh Kudus (IKor. 6:19), Apabila hanya
kelompok tertentu saja yang didiami Roh Kudus, maka orang Korintus seharusnya tidak didiami
oleh Roh Kudus. Roma 8:9 dan 2 Korintus 1:22 menuntut suatu konklusi bahwa semua orang
percaya, tanpa mempedulikan kondisi kerohanian mereka, didiami oleh Roh Kudus.
e. Roh Kudus tinggal pada diri orang percaya secara permanen. Bukan hanya Roh
Kudus tinggal dalam semua orang percaya, tetapi la juga tinggal secara
permanen (Yoh. 14:16). Roh Kudus diberikan pada orang percaya sebagai "uang
muka", suatu verifikasi bagi glorifikasi mereka di masa yang akan datang (2 Kor.
1:22; Ef. 4:30).
MASALAH BERKAITAN DENGAN PENYERTAAN DIDIAMI OLEH ROH
KUDUS
Ada sejumlah teks Alkitab yang membangkitkan masalah dengan pengajaran di PB tentang
pendiaman secara permanen oleh Roh Kudus. Beberapa diantaranya perlu mendapatkan
perhatian khusus.
a. Mazmur 51:13. Doa baud, "Janganlah mengambil Roh-Mu yang kudus dari
padaku" berhubungan dengan penyertaan yang bersifat sementara dari Roh
Kudus diketetapan di PL. Setelah Pentakosta penyertaan Roh Kudus adalah
permanen (Yoh. 14:16).
b. Kisah Para Rasui 5:32. Petrus tidak mengajarkan sebagai suatu kondisi untuk
pendiaman Roh Kudus, tetapi Petrus menggunakan "tact" Sebagai suatu sinonim
Page 37
untuk percaya. Ekspresi yang sama digunakan dalam Kisah Para Rasul 6:7, dimana
sangatlah jelas bahwa artinya adalah iman (Lihat juga Yoh. 3:36).
c. Kisah Para Rasu/8:14-15 Ini adalah situasi yang unik selama transisi dari hukum Taurat ke
anugerah dan dari Israel ke gereja. Harus ada bukti yang terang bahwa orang Samaria juga
menerima Roh Kudus sama halnya dengan orang Yahudi. Hal ini tidak normatif untuk zaman
sekarang. Apabila hal itu bersifat normatif, maka tidak ada seorang pun yang dapat menerima
Roh Kudus karena harus ada para rasul untuk meneguhkan penyertaan itu, sebagaimana halnya
yang mereka lakukan dengan orang Samaria.
PEMETERAIAN OLEH ROH KUDUS
DEFENISI
Pemeteraian oleh Roh Kudus adalah salah satu dari banyak karya Allah yang ditujukan pada
orang percaya untuk menjamin keselamatannya (lihat 2Kor. 1:22; Ef. 1:13; 4:30).2 Korintus 1:22
mengatakan Allah "memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di
dałam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita". Di masa PL suatu
meterai digunakan dalam banyak cara: meterai untuk menyatakan keotentikan suatu dokumen (misal
suatu ikatan perjanjian nikah); meterai untuk keotentikan perpindahan kuasa dari suatu penguasa ke
penguasa yang lain; meterai o sebagai kunci untuk mengamankan sesuatu, dilakukan oleh penguasa
yang berotoritas dan memiliki kekuatan secara intrinsik; meterai digunakan untuk memverifikasi
suatu dokumen seperti biaya untuk perceraian. Roh Kudus diberikan kepada seseorang yang percaya
pada Kristus sebagai suatu meterai, yang mengidentifikasikan orang percaya sebagai milik Allah.
PENJELASAN
Ide prinsipil dari meterai adalah kepemilikan. Orang percaya dimeteraikan oleh
Roh Kudus untuk menyatakan bahwa orang percaya adalah milik Allah. Cap pada
ternak memiliki arti yang sama; peternak memberikan cap pada ternaknya sebagai
suatu tanda bahwa ternak itu adalah miliknya. 2 Korintus 1:22 mengindikasikan
bahwa Roh Kudus sendiri adalah meterai itu. Frasa "memberikan Roh Kudus didalam
hati kita” menjelaskan tentang pemeteraian itu, yang telah dilakukan pada diri
orang percaya. Hal itu bukanlah sesuatu yang dilakukan oleh orang percaya itu
sendiri. Lebih dari itu, pemeteraian itu sifatnya
o Page 38
O permanen, dengan memandang pada glorifikasi terakhir pada orang percaya (Ef.
4:30). Jadi, pemeteraian itu bukan hanya menekankan kepemilikan melainkan juga
jaminan. Roh Kudus mengabsahkan bahwa orang percaya secara permanen adalah milik Allah.
Penekanan dari o ketiga bagian firman Tuhan itu juga menyatakan bahwa semua orang percaya telah
diberi meterai. Meskipun mereka masih hidup dalam kedagingan, semua orang Kristen di Korintus
telah dimeteraikan oleh Roh Kudus (2Kor. 1:22); bahkan mereka yang memiliki potensi untuk
mendukakan Roh Kudus juga dimeteraikan oleh Roh Kudus (Ef. 4:30). Lebih jauh, karena tidak ada
perintah untuk dimeteraikan lebih jauh, hal itu mengindikasikan bahwa semua orang percaya
dimeteraikan pada saat pertobatan.
KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS
DEFINISI DARI KARUNIA-KARUNIA
Ada dua kata Yunani yang secara umum digunakan untuk menjabarkan karunia-karunia
rohani.Pertama adalah pneumatikos, artinya 'I hal-hal rohani" atau "sesuatu yang dikaitkan dengan
Roh Kudus."Kata ini menekankan natur rohani dan asal usul dari karunia rohani; mereka bukan
bakat alamiah tetapi berasal dari Roh Kudus. Mereka secara supranatural diberikan
kepada orang percaya oleh Roh Kudus (1 Kor. 12:11). Kata lain yang sering
digunakan untuk mengidentifikasi karunia rohani adalah charisma artinya
"pemberian berdasarkan anugerah". Kata charisma menekankan bahwa suatu
karunia rohani adalah pemberian berdasarkan anugerah Allah; hal itu bukan
perkembangan kemampuan secara alamiah melainkan suatu pemberian yang dilimpahkan kepada
orang percaya (I Kor. 12:4). Penekanan itu terlihat di Roma 12 di mana Paulus mendiskusikan
tentang karunia-karunia rohani. la menekankan bahwa karunia-karunia rohani o diterima melalui
"anugerah yang dikaruniakan" kepada orang percaya (Rm. 12:3, 6).
Suatu definisi singkat dari karunia rohani adalah suatu "pemberian o anugerah". definisi
yang lebih lengkap adalah "pelimpahan ilahi akan kemampuan khusus untuk pelayanan atas
anggota tubuh Kristus.
PENJELASAN DARI KARUNIA-KARUNIA
Dua konsep tercakup dalam karunia-karunia rohani. Pertama, karunia rohani pada
seseorang adalah perlengkapan dari Allah bagi pelayanan rohani secara individu (1 Kor. 12:11).
o Page 39
Kedua, suatu karunia rohani bagi gereja adalah dimana secara unik seseorang diperlengkapi bagi
pendidikan dan pendewasaan gereja (Ef. 4:11-13).
Harus juga dicatat apa yang bukan arti dari karunia-karunia rohani karunia rohani bukan berarti suatu
tempat untuk melayani. Sebagian orang mungkin berpendapat "ia memiliki karunia nyata untuk
bekerja di tempat kumuh." Hal ini tentu saja suatu konsep yang keliru tentang karunia rohani. Karunia
rohani juga bukan berarti pelayanan bagi kelompok usia tertentu. Sebagian orang dapat berkata
bahwa "ia memiliki karunia yang nyata untuk o bekerja ditengah kelompok lanjut usia." Karunia
rohani tidak sama dengan bakat alamiah, mungkin ada fakta, tetapi suatu bakat alamiah adalah suatu
kemampuan yang dimiliki seseorang sejak lahir dan kemudian berkembang, sedangkan karunia rohani
diberikan secara supranatural oleh Allah pada saat pertobatan. Bakat alamiah dan karunia rohani
dapat dikontraskan sebagai berikut:
PERBANDINGAN KEMAMPUAN ALAMIAH DAN SPIRITUAL
DESKRIPSI DARI KARUNIA-KARUNIA ROHANI
Perbanding an Bakat Alamiah Karunia Roh
Sumber: Dari Allah melalui oran tua Dari Allah terlepas dari ora
Dari lahir tua
Dimiliki:
Berguna bagi umat manusia dalam Mun kin se •ak ertobatan
Tujuan: taha alamiah
Berguna bagi umat manusia
Proses: dalam taha s iritual
Harus disadari, Harus disadari,
dikembangkan,
dikembangkan, dilatih dilatih
a. Rasul (Ef. 4:11).
Suatu perbedaan penting harus dibuat antara karunia dan jabatan rasul. Jabatan
rasul dibatasi hanya pada kedua belas murid dan Paulus. Di Lukas 6:13 Yesus
memanggil para murid bagi diri-Nya dan memilih dua belas orang dari mereka
"yang la juga sebutkan rasul" Bagi kedua belas orang itu Yesus memberikan
o Page 40
otoritas yang unik dan hanya terbatas pada mereka yang menjabat sebagai rasul
(lihat Luk. 9:1: Mat. 10:1). Kemudian, dalam membela kerasulannya, Paulus
menekankan bahwa tanda-tanda dari kerasulan yang sejati dipertunjukkan oleh
dia (2Kor. 12:12). Kualifikasi bagi jabatan rasul diberikan di Kisah Para Rasul 1:21-
22; mereka yang memegang jabatan itu harus telah berjalan bersama Tuhan dari
baptisan Yohanes sampai kenaikan Kristus. Situasi Paulus adalah unik; ia menunjuk
dirinya sendiri sebagai seorang rasul tetapi seseorang "anak yang lahir sebelum
waktunya" (W or. 15:8-9).Karunia rasul disebutkan di 1 Korintus 12:28 dan juga
Efesus 4:11. Kata rasu/berasal dari apo yang berarti "dari", dan ste//oyang berarti
"mengutus". Jadi, seorang rasul adalah seseorang yang "diutus dari". Kelihatannya
kata itu digunakan dalam pengertian teknis demikian juga dalam pengertian umum.
balam pengertian teknis dibatasi hanya pada kedua belas murid yang telah memiliki
jabatan rasul demikian juga sebagai karunia Dalam pengertian itu, hal itu berarti
karunia dasar yang dibatasi dalam pembangunan gereja (Ef. 2:20). Pada waktu dasar
gereja telah diletakkan, kebutuhan untuk karunia itu berhenti. Sebagaimana jabatan
rasul telah berhenti (karena tidak ada seorang pun yang dapat memenuhi syarat di
Kisah Para Rasul 1:21-22), jadi karunia rasul dalam pengertian yang terbatas telah
berhenti. Kata rasul juga digunakan dalam pengertian umum yaitu seorang "utusan"
atau seseorang "yang diutus" karena Kristus. Hal itu menunjuk pada para rasul tetapi
tidak memiliki jabatan atau karunia. Kata itu digunakan dalam pengertian non-teknis
bagi seseorang yang adalah utusan (lihat Kis. 14:14; 2Kor. 8:23; Flp. 2:25).
b. húbi (Roma 12:6). Karunia bernubuat disebutkan di Roma 12:6, 1 Korintus 12:10 dan Efesus 4:11.
Seorang rasul menerima informasinya melalui wahyu secara langsung dari Allah, jadi Agabus
mengumumkan bala kelaparan yang akan terjadi di dunia (Kis. 11:28) dan penangkapan Paulus di
Yerusalem (Kis. 21:10-11). Melalui wahyu secara langsung seorang nabi menerima pengetahuan
tentang "misteri" ilahi (1 Kor. 13:2) di mana kalau tidak dengan cara itu manusia tidak akan
mengetahuinya. Sebelum penutupan kanon karunia bernubuat adalah penting untuk mendidik
gereja (1 Kor. 14:3). Seorang nabi menerima wahyu secara langsung dari Allah dan mengajar
Page 41
orang-orang untuk mendidik, menasihati, dan menghibur mereka (11 Kor. 14:3). Oleh karena
wahyu berasal dari Allah, maka wahyu itu benar; kesejatian para nabi diperlihatkan dalam
keakuratan dari nubuat itu (lihat IJI. 18:20, 22). Jadi, nubuat melibatkan baik apa yang akan terjadi
dimasa yang akan datang dan pemberitahuan tentang kebenaran Allah berkaitan dengan nasihat
dan perintah. Karunia bernubuat juga berhubungan dengan dasar dari gereja (Ef. 2:20). Karena
dasar dari gereja telah diletakkan dan kanon Kitab Suci telah selesai maka tidak dibutuhkan Iagi
karunia bernubuat.
c. Mukjizat (IKor 12:10). Natur dari mujizat Alkitab adalah subjek yang luas, dan
orang-orang yang mau mempelajarinya didorong untuk mempelajari dalam topik
yang terpisah. Mujizat tidak terjadi secara sembarangan sepanjang Kitab Suci
tetapi terjadi dalam tiga periode utama: pada masa Musa dan Yosua, Elia dan Elisa,
dan
Kristus dan para rasul. Ada mujizat tertentu diluar lingkup waktu itu, tetapi tidak
banyak. Mujizat-mujizat diberikan untuk menyatakan keotentikan berita, dan
dalam setiap periode yang disebutkan diatas, Allah memampukan para utusan-
Nya untuk mempertunjukkan mujizat-mujizat yang tidak biasa untuk meneguhkan
berita yang baru yang diberikan oleh mereka. Mujizat-mujizat terjadi dimasa PB
untuk mengabsahkan berita baru yang diberitakan oleh para rasul. Dengan
selesainya kanon Kitab Suci kebutuhan untuk mukjizat sebagai suatu tanda untuk
mengabsahkan telah berhenti; otoritas dari Firman Allah telah cukup untuk
mengabsahkan perkataan utusan itu. Karunia mujizat (1 Kor. 12:10, 28) adalah
karunia yang lebih luas dari karunia menyembuhkan. Kata mukizat berarti "kuasa"
atau "suatu karya dari kuasa". Contoh dari pelaksanaan mujizat adalah pada waktu
Petrus menghakimi Ananias dan Safira (Kis. 5:9-11) dan pada waktu Paulus
menghakimi Elimas sang petenung dengan kebutaan (Kis. 13:8-11). Kata itu juga
digunakan untuk menjabarkan mujizat Kristus (Mat. 11:20, 21, 23; 13:54). Suatu
perbedaan harus dibuat antara mujizat dan karunia mujizat. Meskipun karunia
mujizat, yaitu kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan mujizat, berhenti
Page 42
setelah masa apostolik, hal itu tidak berarti bahwa mujizat tidak dapat atau tidak
terjadi lagi pada masa sekarang. Allah dapat saja menjawab doa orang percaya dan
melakukan mujizat dalam hidupnya. Allah dapat menyembuhkan penyakit yang tidak dapat
disembuhkan pada diri seseorang sebagai jawaban doa, tetapi la tidak melakukannya melalui
perantara orang lain.
d. Kesembuhan (IKor. 12:9). Aspek yang lebih sempit dari karunia mujizat adalah karunia
menyembuhkan (1 Kor. 12:9, 28, 30). Kata yang digunakan adalah bentuk jamak (Yunani iamaton,
"kesembuhan-kesembuhan") dalam 1 Korintus 12:9, mengajarkan "perbedaan kelas dari penyakit
yang disembuhkan". Karunia kesembuhan melibatkan kemampuan seseorang untuk
menyembuhkan orang lain dari segala bentuk penyakit. Suatu penyelidikan dari kesembuhan-
kesembuhan di PB oleh Kristus dan para rasul perlu diperhatikan. Kesembuhan-kesembuhan itu
adalah: secara spontan (Mrk. 1:42); sempurna (Mat. 14:36); permanen (Mat. 14:36); terbatas
(penyakit fisik [contohnya lepra, Mrk. 1:40], bukan penyakit psikologis); tidak bersyarat (termasuk
orang tidak percaya yang tidak beriman dan bahkan tidak mengenal Yesus [Yoh. 9:251; ada
tujuannya bukan sekadar untuk membebaskan orang dari penderitaannya dan penyakitnya.
Apabila demikian, maka akan kejam dan tidak bermoral bagi Tuhan untuk membiarkan kota-kota,
dimana orang sakit mencari kesembuhan, dalam kesendirian dari suatu bangsa Luk.
subordinat (hal yang kedua setelah pemberitaan Firman Țuhan [Luk. 9:61;
signifikan (bermaksud untuk meneguhkan dia dan para rasul sebagai utusan dari Allah
dan berita mereka adalah berasal dari Allah [Yoh. 3:2; Kis. 2:22; Ibr. 2:3, berhasil
(kecuali dalam satu kasus di mana para murid tidak memiliki iman dan menyebabkan
kegagalan [Mat. 17:20]); dan inklusif (demonstrasi tertinggi dari karunia itu adalah
membangkitkan orang mati [Mrk. 5:39-43; Luk. 7:14; Yoh. 11:44; Kis. 9:40]). Suatu
perbedaan harus dibuat diantara karunia menyembuhkan dan kesembuhan itu
sendiri.
Sebagaimana dalam kasus karunia tanda lain, karunia menyembuhkan berhenti dengan penyelesaian
kanon Kitab Suci; tidak ada kebutuhan lagi untuk karunia menyembuhkan. Namun demikian, Allah
akan tetap merespon doa-doa dari anak-anak-Nya dan menyembuhkan seseorang dari penyakitnya;
hal ini, namun demikian tanpa alat dari orang lain. Allah dapat menyembuhkan seseorang secara
langsung. Suatu perbedaan antara dua bentuk kesembuhan ini muncul dalam Kisah Para Rasul 9,
Page 43
dimana Petrus menyembuhkan Eneas melalui karunia (Kis. 9:34) tetapi Allah menyembuhkan Tabita
sebagai respons dari doa Petrus (Kis. 9:40)."Haruslah juga diperhatikan bahwa ada sejumlah contoh
dimana Allah memilih untuk tidak menyembuhkan orang (2Kor. 12:8-9; 1 Tim. 5:23).
e. Karunia bahasa lidah (IKor. 12:28). Sejumlah observasi menolong untuk
mengklarifikasi arti dari karunia ini. (1) Kitab Kisah Para Rasul menyatakan bahwa
bahasa lidah di Alkitab adalah bahasa-bahasa (Kis. 2:6, 8, 11). Pada waktu pendatang
orang Yahudi datang ke Yerusalem pada hari Pentakosta mereka mendengar para
rasul memproklamasikan injil dalam bahasa daerah mereka masing-masing (lihat ay.
8-11). Bahasa lidah di Kisah Para Rasul dan Korintus adalah sama. Tidak ada bukti yang
menyatakan bahwa bahasa lidah di Korintus berbeda dengan yang ada di Kisah Para
Rasul atau bahwa itu adalah bahasa malaikat (1 Kor. 13:1). Bahasa lidah adalah
karunia yang lebih rendah (1 Kor. 12:28). Dasar karunia itu diberikan untuk
pembangunan gereja dimana para rasul, nabi, penginjil, gembala, pengajar (1 Kor.
12:28; Ef. 4:11). Bahasa lidah disebutkan terakhir mengindikasikan bahwa itu bukan
merupakan yang utama atau karunia fondasional (1 Kor.
12:28). Bahasa lidah adalah tanda karunia yang sementara (IKor. 13:8). Frasa "mereka akan berhenti'
adalah dalam bentuk middle voice, menekankan "mereka akan berhenti dengan sendirinya". Implikasi
bahwa bahasa lidah tidak akan berlanjut sampai "yang sempurna datang", saat pengetahuan dan
karunia bernubuat berhenti, dan berhenti sejalan dengan kebergunaannya berhenti. Apabila bahasa
lidah berlanjut sampai "yang sempurna datang" kata kerjanya akan dalam bentuk
pasif. Bahasa lidah merupakan bagian dari mass mukjizat Kristus dan para rasul dan
itu dibutuhkan, bersamaan dengan karunia mukjizat, sebagai tanda keotentikan dari
rasul-rasul (2Kor. 12:12). Dengan penyelesaian Kitab Suci maka tidak diperlukan Iagi
tanda pengontentikan; Alkitab sekarang adalah otoritas untuk memverifikasi berita
dari pelayan Allah. Bahasa lidah adalah karunia sebagai tanda dari tahap kanakkanak
dari gereja (1 Kor. 13:10-11; 14:20).Bahasa lidah digunakan sebagai tanda bagi orang
percaya Yahudi dan dalam pengertian ini digunakan dalam penginjilan (1 Kor. 14:21-
22). Pada orang tidak percaya Yahudi akan masuk dalam jemaat dan mendengar orang
berbicara dalam bahasa asing itu merupakan tanda bahwa Allah bekerja di tengah
Page 44
mereka, mana akhir dari era Yesaya (Yes. 28:11-12). Tanda ini akan memimpin mereka
pada iman kepada Yesus sebagai Mesias mereka.
f. Penafsiran bahasa /idah (I Kor. 12:10). Karunia menafsirkan bahasa lidah meliputi kemampuan
supranatural dari seseorang dalam jemaat untuk menafsirkan bahasa asing yang dikatakan oleh
seseorang yang memiliki karunia bahasa lidah. Bahasa itu akan diterjemahkan ke dalam bahasa yang
dimengerti oleh orang-orang yang hadir.
g. Penginji/an (Ef. 4:11). Kata euangge/istas ditulis dalam bahasa Inggris sebagai evange/ists, yang
berarti "seseorang yang memproklamasikan kabar baik". Salahsatu definisi dari karunia penginjilan
adalah "karunia memproklamasikan Berita Baik tentang keselamatan secara efektif sehingga orang
akan berespons pada klaim tentang Kristus dalam pertobatan dan dalam pemuridan ."Beberapa hal
dilibatkan dalam karunia penginjilan;
1) suatu beban bagi orang yang terhilang. Orang yang memiliki karunia ini memiliki kerinduan besar
untuk melihat orang-orang diselamatkan.
2) Memproklamasikan kabar baik. Penginjil adalah seorang yang memproklamasikan
kabar baik. Orang seperti Billy Graham tidak diragukan Iagi memiliki karunia
penginjilan, hal itu tidak harus dibatasi pada penginjilan massa. Seorang pengináil
juga dapat membagikan kabar baik kepada orang percaya secara individu.
3) Suatu presentasi yang jelas. Seorang penginjil memiliki kemampuan untuk mempresentasikan Injil
secara sederhana dan cara yang jelas; ia memproklamasikan kebutuhan dasar dari keselamatan;
dosa, kematian pengganti dari Kristus, iman, pengampunan, rekonsiliasi dengan suatu,cara di
mana orang percaya tanpa latar belakang Alkitab dapat mengerti Injil.
4) Suatu respons terhadap proklamasi Injil. Seseorang yang memiliki karunia penginjilan melihat
suatu respons dalam presentasi Indil itu; bahwa itu adalah indikasi bahwa ia memiliki karunia itu.
5) Suatu sukacita melihat orang datang pada Kristus. Karena itu adalah bebannya dankerinduannya,
maka penginjil akan bersukacita pada waktu laki-laki dan perempuan datang dan beriman
Kristus.Meskipun hanya sebagian orang yang memiliki karunia penginjilan, orang percaya yang lain
tidak dikecualikan dari pemberitaan kabar baik. Semua orangpercaya harus melakukan penginjilan
(2 Tim. 4:5).
h. Pendeta-Pengajar (Ef. 4:11). Pernyataan di Efesus 4:11 memaksudkan satu karunia, bukan dua karunia.
Kata pendeta (Yunani poinenas)secara harfiah berarti "gembala" dan digunakan hanya di sini sebagai
Page 45