The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini adalah cara pembuatan SIM secara online

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rikoarderozega, 2022-06-20 10:25:24

tutorial E-book anyflip

E-book ini adalah cara pembuatan SIM secara online

Keywords: #E-book# Tutorial

satu karunia. Namun demikian, hal itu juga digunakan oleh Kristus yang adalah Gembala yang Baik
(Yoh. 10:11, 14, 16; Ibr. 13:20; 1 Ptr. 2:25) danditujukan pada pekerjaan penggembalaan secara
spiritual oleh seorang Pendeta-Pengajar. Pekerjaan dari seorang pendeta memiliki suatu analogi yang
jelas dengan pekerjaan seorang gembala dalam menggembalakan domba-dombanya. Sebagai
seorang pendeta, ia memperhatikan jemaatnya. lamembimbing, menjaga, melindungi, dan
memelihara mereka yang berada di bawah penggembalaannya. Satu contoh dapat ditemukan di Kisah
Para Rasul 20:28 di mana Paulus menasihati penatua dari Efesus "untuk menggembalakan gereja
Allah."Hal itu harus dilakukan secara sukarela, bukan untuk keuntungan materi juga bukan dengan
cara menjadi tuan atas orang percaya tetapi menjadi teladandalam kerendahan hati (1 Ptr. 5:2-5).Ada
aspek kedua dari karunia ini; aspek ini melibatkan kernampuan untuk mengajar. Kadang-kadang
dikatakan pada seorang pendeta: "la tidak dapat mengajar dengan baik tetapi ia adalah seorang
pendeta yang balk." Hal itu tentu saja tidak mungkin. Apa seorang memiliki karunia ini, maka ia adalah
seorang gembala dan juga seorang pengajar. "Sebagai seorang pengajar, penekanan pada metode
yang dipakai gembala dalam mengerjakan pekerjaannya. la membimbing, ia menjaga, ia melindungi
melalui mengajar."Hal ini merupakan penekanan yang penting untuk kedewasaan orang percaya
dalam suatu gereja lokal. Paulus secara tegas menasihati Timotius untuk secara setia mengajar Firman
Tuhan (1 Tim. 1:3, 5; 4:11; 6:2, 17).Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan karunia ini.
Penatua (Tit. 1:5) menunjuk pada wibawa dari jabatan; peni/ik jemaat menunjuk pada fungsi atau
pekerjaan dari seorang penatua (11 Tim. 3:2),

yaitu pekerjaan penggembalaan; pendeta menunjuk pada karunia dan Juga
menekankan pekerjaan sebagai seorang gembala danpengajar.

Pengauar (Rn. 12:7; Wor. 12:28). Seorang pendeta juga adalah seorang pengajar, tetapi seorang
pengajar tidak harus seorang pendeta. Sejumlah faktor memperlihatkan bahwa seseorang memiliki
karunia mengajar. la akan memiliki interes yang besar dalam Firman Tuhan danakan menyerahkan
dirinya untuk mempelajari Firman Tuhan secara formal. la memiliki kemampuan untuk
mengkomunikasikan Firman Tuhan dengan delas danmengaplikasikan Firman Tuhan itu dalam
kehidupan jemaat. Karunia ini terbukti jelas dalam diri seseorang yang memiliki kemampuan untuk
menggali kebenaran Alkitab secara mendalam dan kebenaran teologis danmengkomunikasikannya
dengan cara yang delas sehingga orang biasa dapat dengan mudah memahaminya. Karunia itu adalah
karunia mengajar. Karunia ini sangat ditekankan dalam gereja-gereja lokal di PB karena
kepentingannya untuk membawa orang-orang percaya pada kedewasaan rohani (lihat Kis. 2:42; 4:2;
5:42; 11:26; 13:1; 15:35; 18:11, dll.). Dua hal harus diperhatikan berkaitan dengan karunia mengajar.

Page 46

Pertama, hal itu menuntut perkembangan. Seseorang mungkin memiliki karunia mengajar, tetapi
untuk penggunaan secara efektif dari karunia itu dituntut studi secara serius dankesetiaan dalam
menggunakan karunia itu. Kedua, mengajar tidak sama dengan suatu bakat alamiah. Seringkali guru-
guru sekolah diberikan posisi mengajar di sebuah gereja lokal. Hal itu tidak harus berarti bahwa
kemampuan alamiah mereka untuk mengajar diikuti dengan karunia rohani dalam mengajar
Kemampuan alamiah dankarunia rohani untuk mengajar tidaklah sama.
j. Melayani (Rm. 12:7). Kata me/ayani(Yunani diakonia)adalah kata umum untuk melayani orang lain.
Kata itu digunakan dalam pengertian yang luas danpenggunaan kata itu menunjukkan bahwa:
Timotius dan Erastus melayani Paulus di Efesus (Kis. 19:22); Paulus melayani orang percaya di
Yerusalem dengan membawa mereka persembahan uang (Rm. 15:25); Onesiferus melayani di Efesus
(2 Tim. 1:18); Onesimus sangat berguna bagi Paulus pada waktu ia di penjara (Flm. 13); orang percaya
Ibrani menunjukkan tindakan kebaikan (Ibr. 6:10). Dari contoh di atas danyang lain, terlihat bahwa
aspek penting dari melayani adalah menolong orang percaya lain yang membutuhkan pertolongan
secara fisik. Karunia ini akan kurang terlihat, apabila orang percaya melayani orang lain secara pribadi
dalam relasi perorangan.

k. Menolong (IKor. 12:28). Kata menolong (Yunani anti/empsis) menunjuk pada u perbuatan yang
berguna, membantu. Arti dasar dari kata itu adalah melakukan sesuatu bagi orang lain.” Kata itu
hampir sama dengan menolong dansebagian orang melihat karunia ini adalah identik. Tentu Saja
keduanya sangat mirip kalau tidakdapat dikatakan sama. Kata itu muncul hanya di PB, tetapi kata
Yunani yang berhubungan dengan kata itu, anti/ambanesthaimuncul di Lukas 1:54; Kisah Para Rasul
20:35; 1 Timotius 6:2. Karunia menolong berarti "memegang seseorang dengan kokoh, dengan tujuan
untuk menolong. Oleh karena itu, 'Pertolongan-pertolongan' ini kemungkinan besar berkaitan
dengan orang-orang yang berada dalam kebutuhan, seperti miskin, sakit, janda-janda, yatim piatu,
orang asing, orang yang sedang dalam perjalanan, atau spa yang tidak demikian.

l. Iman (IKor. 12:9). Sementara semua orang percaya memiliki iman yang menyelamatkan (Ef. 2:8) dan
harus memperlihatkan iman itu untuk membuat mereka tetap dalam perjalanan spiritual mereka (Ibr.
11), karunia iman dimiliki hanya oleh sebagian orang percaya. "Karunia iman adalah iman yang
memanifestasikan dirinya sendiri dalam tindakan kepercayaan yang tidak umum.
Oranginimemilikikapasitas untuk melihat sesuatu yang butuh untuk dilakukan dan percaya bahwa
Allah akan melakukannya melalui dia walaupun kelihatannya hal itu tidak mungkin. Stefanus
memperlihatkan karunia ini, di mana ia disebut sebagai laki-laki yang "penuh iman". (Kis. 6:5). Orang-

Page 47

orang seperti George Mueller danHudson Taylor merupakan contoh yang sangat menonjol bagi
mereka yang memiliki karunia iman.
m. Menasihati (Rm. 12:8). Kata menasihati (Yunani parakaton) berarti "dipanggil untuk berjalan di
samping seseorang untuk menolong". Bentuk kata benda ini digunakan untuk Roh Kudus sebagai
penolong orang percaya (Yoh. 14:16, 26). "Penasihat adalah seseorang yang memiliki kemampuan
untuk mendorong kehendak seseorang danmembuat orang itu bertindak." Karunia menasihati
"seringkali disertai dengan karunia mengajarľ (lihat 1 Tim. 4:13; 6:2), dan ditujukan pada hati nurani
dan hati seseorang .Karunia menasihati bisa nasihatuntuk mendorong seseorang mengejar suatu
tindakan tertentu (lihat Yud. 3) atau sebagai suatu hiburan pada waktu seseorang menghadapi
percobaan atau tragedi (Kis. 4:36; 9:27; 15:39).
n. Membedakan roh (IKor. 12:10). Pada masa gereja mula-mula, sebelum kanon Kitab Suci telah se!esai.
Allah memberikan wahyu Secara langsung kepada pribadipribadi yang dapat mengkomunikasikan
wahyu itu pada gereja. Tetapi bagaimana

orang percaya mula-mula dapat mengetahui apakah wahyu itu benar atau tidak?
Bagaimana mereka dapat mengetahui bahwa wahyu itu berasal dari Allah atau dari
roh yang palsu, atau dari roh manusia ? Untuk keotentikan dan validitas dari wahyu
itu, Allah memberikan karunia "membedakan roh". Mereka yang memiliki karunia ini
diberikan kemampuan supranatural untuk menentukan apakah wahyu itu berasal dari
Allah atau wahyu itu palsu. Nasihat Yohanes adalah untuk "menguji roh" berkaitan
dengan hal di atas (1 Yoh. 4:1). Demikian pula, pada waktu dua atau tiga orang
berbicara tentang wahyu Allah di jemaat, mereka memiliki karunia untuk
membedakan roh untuk menentukan apakah wahyu itu berasal dari Allah (IKor. 14:29;
lihat ITes. 5:20-21). Karena wahyu secara langsung telah berhenti dengan selesainya
Kitab Suci, dankarena karunia untuk membedakan roh bergantung pada wahyu yang
diberikan, maka karunia untuk membedakan roh juga telah berhenti.
o. Murah hati (Rn. 12:8). Memperlihatkan kemurahan (Yunani e/eon,berarti "merasa iba,

memperlihatkan belas kasihan." Dalam kehidupan Kristus, memperlihatkan kemurahan hati dengan
menyembuhkan orang buta (Mat. 9:27), menolong anak perempuan orang Kanaan (Mat. 9:27),
menyembuhkan orang yang sakit ayan (Mat. 17:15), dan menyembuhkan orang yang sakit kusta (Luk.
17:13). Karunia itu memperlihatkan kemurahan yang berkaitan dengan memperlihatkan belas

Page 48

kasihan danmenolong orang miskin, sakit, susah, danmenderita. Lebih dari itu, belas kasihan itu
dipertunjukkan dengan keriaan. Orang yang memiliki karunia ini akan mempertunjukkan perbuatan
murah hati dengan sukacita, bukan atas dasar keterpaksaan.
p. Memberi (Rm. 12:8). Kata memberi(Yunani metadidous) berarti "berbagi dengan seseorang", jadi,
karunia memberi adalah kemampuan yang tidak biasa dan kerelaan untuk berbagi materi dengan
orang Iain. Orang yang memiliki karunia memberi dalam berbagi harta bendanya dengan semangat
dan sukarela. Nasihat Paulus adalah untuk memberi "dengan sukarela". "Hal itu menunjuk pada
tangan yang terbuka dan hati yang terbuka dalam berbelas kasihan dan dengan Satu tujuan, bukan
dari ambisi."Karunia ini tidak hanya diberikan pada orang kaya, tetapi juga pada orang Kristen biasa.
Orang Filipi kelihatannya memperlihatkan karunia ini dalam pemberian mereka pada Paulus (Flp.
4:10-16).

q. Memimpin (Rn. 12:8, Wor 12:28). Di Roma 12:8 Paulus menunjuk pada seseorang
yang memimpin. Kata ini dari kata Yunani prohistimi, yang berarti "berdir atas", jadi,

memimpin, memerintah, atau membimbing. Kata itu digunakan bagi seorang penatua di 1 Tesalonika
5:12 dan 1 Timotius 5:17. 1 Korintus 12:28 menunjuk pada karunia "administrasi" (Yunani kubernesis),
secara harfiah "mengendalikan kapal" Meskipun yang di atas menunjuk pada penatua yang
memimpin jemaat, istilah itu kemungkinan besar berarti lebih dari itu, kata itu juga menunjuk pada
pengasuh Sekolah Minggu dan di camping pelayanan gereja lokal seperti rektor atau pembantu rektor
dari universitas Kristen atau sekolah teologi.
r. Hikmat (IKor. 12:8). Karunia hikmat adalah penting, di mana karunia itu ditempatkan diurutan
pertama dari karunia-karunia itu. Paulus menjelaskan karunia hikmat dalam rincian yang lebih
panjang lebar di 1 Korintus 2:6-12 di mana karunia itu dilihat sebagai bagian dari wahyu ilahi yang
Paulus dapat komunikasikan pada orang percaya. Karena karunia berkaitan dengan penerimaan
wahyu langsung dari Allah, maka itu adalah karunia karakteristik dari para rasul yang menerima
wahyu langsung dari Allah." Karunia hikmat "merupakan seluruh sistem kebenaran yang dinyatakan.
Seseorang yang mempunyai karunia hikmat memiliki kapasitas untuk kebenaran yang dinyatakan
oleh Allah dan menyajikannya pada jemaat Allah." Karena karunia ini berkaitan dengan penerimaan
dan pemberian wahyu langsung dari Allah, maka karunia itu telah berhenti bersamaan dengan
selesainya kanon Kitab Suci.
s. Pengetahuan (IKor. 12:8). Karunia pengetahuan muncul berkaitan erat dengan karunia o hikmat
danmenunjuk pada kemampuan secara tepat untuk mengerti kebenarankebenaran yang dinyatakan
kepada para rasul dan nabi. Karunia ini berhubungan dengan karunia dasar dari bernubuat dan

Page 49

mengajar, yang berkaitan dengan mengkomunikasikan wahyu langsung Allah kepada para rasul dan
nabi (lihat IKor.

12:28). Karena itu, karunia ini juga akan berhenti dengan selesainya Kitab Suci. 1
Korintus 13:8 mengindikasikan berhentinya karunia ini.
Relasi di antara karunia ini dapat dilihat dalam diagram berikut ini :

RELASI DARI KARUNIA-KARUNIA FUNDAMENTAL

1 Korintus 12:6-10 1 Korintus 12:8 1 Korintus 12:29-30

Kata Hikmat Kerasulan Kerasulan

Kata Pengetahuan Bernubuat Bernubuat
Men a ar Men a ar

PE-MENUHAN OLEH ROH KUDUS

Pemenuhan oleh Roh Kudus adalah berbeda dengan pelayanan Iain dari Roh Kudus
odemikian pula persyaratannya. Di mana pelayanan seperti penyertaan, baptisan, o

regenerasi, danpemeteraian bukanlah hasil dari pengalaman sendiri
danmuncul hanya sekali pada saat pertobatan, pemenuhan oleh Roh Kudus adalah
berdasarkan pengalaman dan dapat terjadi lagi.

DEFINISI
Dasar dari pemenuhan oleh Roh Kudus di Efesus 5:18, "hendaklah kamu penuh dengan

Roh". Perintah untuk dipenuhi oleh Roh Kudus diberikan dalam kontras dengan peringatan "jangan
mabuk oleh anggur".Kemabukan memperlihatkan ketidakmampuan orang itu untuk menguasai
dirinya.Natur dari kehidupan orang Kristen adalah kontras dengan natur dari pemabuk yang tidak
terkontrol.Arti dari "dipenuhi" (Yunani plerousthe) adalah "penguasaan". Roh Allah yang menyertai
adalah pribadi yang harus secara terus-menerus mengontrol dan mendominasi kehidupan orang
percaya. Kontras yang lebih lanjut dapat dicatat antara orang percaya yang rohani dan orang
percaya duniawi (1 Kor. 2:9-3:4)."Orang dunia adalah orang yang hidup dalam kuasa kedagingan,
menurut dan didikte oleh daging, dan orang rohani adalah orang yang hidup dalam kuasa Roh
Kudus."
PENJELASAN

Page 50

Pemenuhan oleh Roh Kudus harus terjadi karena dua alasan.

1) Esensial untuk kedewasaan orang percaya (1 Kor. 3:1-3). Paulus
menghardik orang percaya di Korintus sebagai orang yang hidup dalam
'Ikedagingan" (Yunani sarkikos). "dikontrol Oleh daging". Solusi dari
keduniawian danberjalan berdasarkan natur lama adalah dengan
dikontrol dan dipenuhi oleh Roh Kudus.

2) Esensial untuk pelayanan orang percaya (Kis. 4:31; 9:17, 20). Kisah Para Rasul 4:31
menggambarkan relasi antara dipenuhi dan pelayanan; adalah pemenuhan oleh Roh Kudus yang
memampukan orang percaya untuk "berbicara tentang Firman Tuhan dengan berani". Pada waktu
Paulus dipenuhi oleh Roh Kudus ia langsung mulai

memproklamasikan Yesus sebagai Anak Allah (Kis. 9:17, 20).Efesus 5:18 mengajarkan tiga faktor
tentang konsep dipenuhi oleh Roh Kudus. Hal itü adalah suatu perintah. Di mana pun, tidak ada
perintah bagi orang percaya untuk didiami dan dimeteraikan oleh Roh Kudus. Namun orang percaya
diperintahkan untuk "terus-menerus dipenuhi oleh Roh Kudus'l untuk kedewasaan dan
pelayanan.Adalah bersyarat, sebagaimana tidak ada persyaratan berkaitan dengan disertai, baptisan,
pemeteraian, dan banyak pelayanan lain dari Roh Kudus, pemenuhan oleh Roh Kudus adalah
bersyarat. Ketaatan pada perintah lain di Kitab Suci adalah harus supaya dipenuhi oleh Roh Kudus.

3) Adalah berulang. Efesus 5:18 adalah dalam bentuk present imperative, perintah
untuk "terus-menerus dipenuhi". Hal ini mengindikasikan bahwa itü bukan merupakan
pengalaman sekali saja, melainkan peristiwa yang berulang.
KONDISI-KONDISI
Meskipun Efesus 5:18 adalah suatu perintah untuk dipenuhi oleh Roh Kudus dan ada
petunjuk-petunjuk tentang kondisi-kondisi untuk dipenuhi, adalah mengejutkan bahwa tidak ada
perintah di Kitab Suci untuk berdoa untuk dipenuhi oleh Roh Kudus.Karena perintah itü berhubungan
dengan relasi yang benar dengan Roh Kudus, maka kondisi yang menguasai relasi itü harus berkaitan
dengan dipenuhi oleh Roh Kudus.Ada beberapa perintah yang berhubungan dengan pemenuhan
orang percaya oleh Roh Kudus.ll
a. Jangan mendukakan Roh Kudus (Ef. 4:30). Konteks dari Efesus 4:30
berhubungan dengan nasihat tentang dosa. Orang percaya yang diperingati
untuk tidak berduşta (4:25), tidak terus-menerus dalam amarah (4:26), dan tidak

Page 51

terus dalam kepahitan dan tidak mengampuni (4:31-32). Pada saat orang
percaya melakukan hal-hal di ataş, ia mendukakan Roh Kudus. Dosa
mendukakan Roh Kudus dan dosa akan menghalangi orang percaya untuk
dipenuhi oleh Roh Kudus.

b. Jangan memadamkan Roh Kudus (ITes. 5:19). Konteks dari bagian ini berhubungan dengan
pelayanan. Orang percaya dinasihati untuk berdoa tanpa henti (5:17), selalu mengucap syukur
(5:18), dan tidak melecehkan pernyataan profetik (5:20). Pada waktu orang percaya
mencurahkan air dingin atas pelayanan yang bernyala-nyala mereka memadamkan Roh Kudus.
Pelayanan Roh Kudus tidak boleh dihalangi; orang Kristen juga tidak boleh menghalangi orang
lain dalam pelayanan mereka pada Allah.

c. Berja/an da/am Roh (Gal. 5:16). Berjalan berarti mengatur hidup seseorang. Daripada hidup di
bawah dominasi dari natur lama, orang percaya dinasihati untuk menjalankan hidup mereka
di dalam penguasaan Roh Kudus.Kondisi Iain yang kadang-kadang ditambahkan pada kondisi
di atas adalah: pengakuan dosa (IYoh. 1:9) dan dedikasi orang percaya pada Allah (Rm. 6:13;
12:1-2). Namun demikian, hal itu dapat dibantah bahwa unsur-unsur ini adalah faktor-faktor
lebih rendah dibandingkan dengan tiga kondisi di atas.

HASILNYA

Meskipun tidak ada keraguan bahwa ada sejumlah konsekuensi dari dipenuhi
Roh Kudus, kemungkinan besar kebanyakan dari mereka akan terikat pada
pernyataan di Galatia 5:22-24. Akibat dari dipenuhi oleh Roh Kudus akan
menghasilkan buah-buah Roh. Sebagai kontras dengan perbuatan-perbuatan daging
yang dihasilkan berdasarkan berjalan dalam daging (Gal. 5:19-21); dipenuhi oleh Roh
Kudus menghasilkan "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan,
kebaikan,kesetiaan, kelemahl embutan, penguasaan diri" (ay. 22-23). Sebagai
tambahan, orang-orang percaya akan reseptif pada pelayanan pengajaran Roh
Kudus (IKor. 2:9-13; Yoh. 16:12-15); akan memperlihatkan sukacita, kesatuan, dan
pengucapan syukur di tengah jemaat (Ef. 5:19-20); akan menyatukan dan memilah
dalam pelayanan (ITes. 5:17-22); dan akan memperlihatkan dedikasi pada Allah dan
tidak serupa dengan dunia (Rm. 12:1-2).

Page 52

BAB III

SOTERIOLOGI

KONSEP KESELAMATAN

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita
dibenarkan oleh Allah” 2 Korintus 5: 21

Ayat-ayat penting dalam Keselamatan:

- Ordo Salutis : Roma 8:28-30
- Keselamatan melalui iman : Titus 3:5; Efesus 2:8-9; Yohanes 3:16
- Jaminan Keselamatan : Yohanes 20:27-29; Roma 8: 35-39
- Ekslusfisme dalam Kristus : Yohanes 14:6; Kisah Para Rasul 4:12

Keselamatan: adalah sebuah peristiwaa/kejadian dan sebuah proses dimana orang-orang dibawa
kedalam hubungan yang benar dengan Allah. Dari masa lalu, masa kini dan masa yang datang.
Beberapa pendekatan dalam konsep keselamatan:

1. KESELAMATAN (JUSTIFICATON) > MASA LALU (Ef 2: 8)
2. PENGUDUSAN (SANCTIFICATION) > MASA KINI (1 Kor 1:18)
3. PEMULIAAN (GLORYFICATION) > MASA DEPAN (Roma 5:9)

Apa yang Allah lakukan sendiri? >memilih. >Menebus. >Memanggil.>Regenerasi.>Membenarkan

Apa yang Allah lakukan melalui diri kita? >iman.>Pertobatan.>Pemgudusan.>Jaminan

BAGIAN I

ORDO SALUTIS

Bhs .Latin: “Urutan Keselamatan”

Urutan logis dimana proses keselamatan seseorang terjadi.

Roma 8:29-30

29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk
menjadi serupa dengan Anak-Nya, supaya Ia, anak-Nya itu menjadi yang sulung di antara banyak
saudara.

30 Dan mereka yang di tentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya, mereka itu juga
dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

PERKEMBANGAN TRADISI GEREJA DALAM KESELAMATAN:

1. Pelagian/ Liberal
2. Roma Katolik
3. Arminian
4. Reformasi

1. Pelagian/Liberal:

Page 53

Manusia lahir netral dengan kemampuan untuk memilihyang baik dan jahat tanpa perlu campur
tangan Allah dan anugrah Allah.

2. Roma Katolik :
Allah memilih berdasarkan apa yang Ia ketahui sebelumnya (Foreknowledge) apa yang orang tersebut
akan pilih – Pilihan Bersyarat.

3. Armenian:
Allah memilih berdasarkan apa yang Ia ketahui sebelumnya (Foreknowledge) apa yang orang tersebut
akan pilih – Pilihan Bersyarat.

4. Reformasi/Calvinistik Ordo Salutis
Allah menetapkan sebelum orang-orang untuk diselamatkan sebelum dunia dijadikan (predestinasi).
Allah memilih tanpa melihat kondisi orang-orang yang akan Ia selamatkan (unconditional election).
BAGIAN 2
KONSEP PILIHAN

Pilihan Tanpa Syarat

APAKAH PREDESTINASI ADALAH TANPA SYARAT
1. Pilihan Tanpa Syarat ( Unconditional Election)
Keyakinan bawa Allah sudah mementapkan sebelumnya (predetinasi) orang-orang yang akan
diselamatkansebelum dunia dijadikan. Pilihan Allah tidak dikondisikan oleh sesuatu yang ada
dalam diri manusia itu, baik atau jahat, saat ini atau dimasa yang akan datang, melainkan
berdasarkan kedaulatan Allah untuk memilih.
Pendukung: Augustine, Kreten Protestan Reformasi
TOTAL DEPRAVITY:
Manusia sudah jatuh kedalam sebuah keadaan kerusakan yang radikal yang sudah mempengaruhi
setiap aspek yang ada dalam diri kita,. Gambaran Alla sudah rusak namun tidak hancur/hilang.
UNCONDITIONAL ELECTION:
Keyakinan bahwa Allah telah menetapkan orang-orang untuk diselamatkan sebelum dunia
dijadikan. Plihan ini tdka berdasarkan kondisi apapun dari manusia, baik atau jahat, sekarang atau
yang akan datang, tetapi atas dara kedaulatan pilihan Allah.
ARGUMENTASI PILIHAN TANPA SYARAT
1. Pilihan harus tanpa syarta dan sifatnya individu, karena manusia sudah mengalami kerusakan
total. Jadi proses pemilihan bersyarat berdasarkan pilihan manusia, maka tidak seorangpun

Page 54

akan terpilih, karena manusia tidak memiliki keinginan atau kemampuan memilih Allah dari
dalam dirinya sendiri.
2. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa pilihan tidak berdasarkan kondisi dari manusia
(Yoh:15:16; Roma 9;10-13)
3. Roma 9:8-29, dengan jelas dan kontekstual mengajarkan pilihan individu tanpa syarat. (Ayub
42:1-6)
4. Keselamatan adalah “oleh anugerah saja” (Sola Gratia) dan untuk “kemuliaan Allah saja” (Sola
Deo Glorya). Jika keselamatan orang-orang ditentukan berdasarkan pilihan mereka sendiri,
maka perhitungan ganjaran diperoleh melalui perbuatan individu, maka keselamatan bukan
“Sola Gratia dan Sola Deo Glorya. (Efesus 2:8-9).
5. Jika semua orang sepanjang masa memilik “kesempatan yang seimbang” untuk datang kepada
Allah memlalui anugerah penyeimbang dan melalui kehendak mereka sendiri, mengapa
keselamatan tidak menyebar secara merata.

TUGAS

1. Membuat Penjelasan dari kitab Ibrani 6: 4, 5 6 dengan “ diterangi hati;, mengecap karunia
rohani;, mengecap firman, dan murtad” apa maksud dari kalimat-kalimat tersebut.

2. Apa yang saudara ketahui dari meteri diatas dari bagian 1 dan bagian 2 (singkat saja).

BAGIAN 3

PILIHAN BERSYARAT ( CONDITIONAL ELECTION)

1. Pilihan Bersyarat:
Pilihan Allah adalah bersyarat, berdasarkan pengetahuan-Nya apa yang akan terjadi
(foreknowledge).
Allah melihat ke masa depan dan melihat siapa dan melihat siapa yang akan membuat sebuah
keputusan dari kehendak bebasnya (free will) untuk percaya kepada Allah, dan kemudian
memilihnya untuk menyelamatkan mereka.
Pendukung aliran ini, Kebanyakan gereja mula-mula, protestan Armenian,
Kebanyakan Roma Katolik dan Eastern Ortodok.

Beberapa Argumentasi dari kelompok ini pilihan bersyarat ini:
1. Pilihan tanpa syarat tidal adil, menapa Allah memilih beberapa dan yang lain tidak.

Respon
Sangat sulit untuk mengerti mengapa Allah memilih bebrpa orang dan yang lain
tidak,satu-satunya hal yang sungguh-sungguh paling “adil” adalah pilihan untuk
membiarkan semua orang mati oleh karena dosa-dosanya. Allah memiliki hak untuk
memilih beberapa dan tidak yang lainya tanpa dapat dituduh berlaku tidak adil.
2. Mengapa Allah menciptakan orang-orang yang tidak dipilihny-Nya? Secara sederhana Dia
hanya membuat mereka untuk pergi keneraka. Tanpa sebuah kesempatan .
Respon
Adalah hal yang tidak mungkin untuk memastikan mengapa Allah mengapa Allah mau
menciptakan manusia yang Ia tidak pilih, tetapi masalahnya tetap berlaku bagi para
pendukung Condition Election sebab Allah juga menciptakan menusia yang Iatahu
sebelumnya tidak akan percaya. Mengapa Ia melakukannya, ini adalah sebuah misteri.

Page 55

3. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Allah mengasihi semua orang dan ingin agar
semua percaya dan memperoleh hidup yang kekal. Jika ;ilihan tanpa syarat benar,
mengapa Dia tidak memilih semua orang jika Dia sungguh-sungguh menginginkannya? Itu
adalah satu-satunya cara ( 2 Tim 2:4; Yesk 18”23; 2 Pet 3:9)
Respon
Ada dua pengertian dimana segala “yang diinginkanNya” terjadi: KehendakNya untuk
melakukan segala yang diinginkanNya, yang mungkin terjadi atau tidak terjadi, dan
kehendakNya atas ketetapanNya yang secara tegas pasti terjadi.

BAGIAN KE 4
KONSEP PENEBUSAN
Beberapa Teori:
1. Teori Rekapitulasi ( Recapitulation Theory)
2. Teori Penebusan kepada Setan
3. Teori Pemuasan
4. Teori Contoh Moral
5. Teori Pemerintah
6. Teori Penebus Pengganti

1. Teori Rekapitulasi:
Kristus hidup sempurna dimana Adam tidak dapat melakukannya. Kristus
merekapitulasi seluruh tahapan dari kehidupan manusia, kelahiran, masa kanak-
kanak, remaja, dewasa, dan mentaati Taurat dengan sempurna.
Keselamatan menjdi mungkin melalui kebajikan kehidupan manusia, yang sempurna.

“Membalikan Kutuk Adam Kepada Keselamatan Allah Melalui Kehidupan Sempurna
Yang Dijalani Oleh Kristus.”

KEBENARANNYA: Alkitab mengajarkan bahwa Kristus adalah Adam yang kedua, yang
membalikan kutuk yang Adam bawa kedalam manusia (Rom 5:12,14,17,19,; 1 Kor
15:45).

KELEMAHAN:
-. Jika Kristus datang hanya untuk merekapitulasi kehidupan manusia melalui ketaatan
yang sempurna, maka kematian diatas kayu salib menjadi tidak relevan. Kristus dapat
mati secara alami dan masih tetap dapat melakukan karya penebusan.
- Kematian Kristus di atas kayu salib tidak berarti.

2. Teori Penebusan Kepada Setan:

Atas dasar dosa Adam, seluruh manusia terjual kedalam belenggu Iblis yang

memiliki “hak lega” atas mereka. Kristus oleh kematianny, membuat sebuah pembayaran

kepada seta, membeli mereka kembali dan membuat keselamatan menjadi mungkin.

KEBENARA:

1. Manusia dikatakan telah berada dalam belenggu / cengkeraman setan.
2. Terjadi penebusan yang dibayarkan.

Page 56

3. Mulai menampakkan perlunya sebuah pengorbanan.

KELEMAHAN:

1. Memandang rendah kuasa Allah yang man Ia dibawah kewajiban kepada setan
2. Alkitab secara jelas menunjukkan bahwa Allah adalah pihak yang dilanggar yang

kepada siapa penebusan seharusnya dibayrkan, bukan kepada iblis.
3. Mengurangi makna dan fungsi pengampunan dengan mengajarkan bahwa Allah tidak

perlu memaafkan melinkan perlu untuk menyelamatkan.

3.Teori Pemuasan:

Keberdosaan manusia telah melukai kehormatan Allah.

Allah, diluar kebutuhan-Nya, memilih kehormatan-Nya dengan mengirimkan Kristus,
yang adalah Allah dan manusia, untuk memulihkan kehormatan-Nya dan memperoleh penghargaan
(yang tidak Ia perlukan oleh karena memilik segalanya). Penghargaan ini diberikan kepada manusia
dalam bentuk jadiah//pahala dan anugerah.

KEBENARANNYA:

1. Menempatkan focus pada Allah dan bukan Iblis.
2. Allah adalah pihal yang perlu untuk dipuaskan
3. Memandang serius akibat dosa.

KELEMAHANNYA:
1. Membuat penebusan menjadi perlu bukan hanya bagi kita dan keselamatan kita, tetapi

juga bagi Allah dan kehormatan-Nya
2. Penekanan berlebihan pada kehormatan Allah yang dilanggar dari pada pelanggarn

terhadpa KEBENARAN DAN KEADILAN-NYA.

4.Teori Contoh Moral

Kristus datang untuk menunjukkan kepada manusia bagaiman seharusnya menjalankan
kehidupan sehingga berbalik kepada Allah dengan kasih. Kematian-Nya tidak diperlukan dan tidak
memiliki nilai penebusan. Kematiannya hanya merupakan sebuah conto moral bagi orang-orang untuk
diikuti.

KEBENARAN:

1. Kehidupan dan kematian Kristus adalah sebuah faktor motivasi bagi kehidupan kita,
2. Kita semua harus mengikuti Kristus dalam memikul salib kita masing-masing.
3. Matius 10:38 “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-

Ku.”

KELEMAHAN:
1. Menganggap remeh dosa.
2. mengangkat kasih Allah dengan mengorbankan kebenaran-Nya
3. mengabaikan keseluruhan gambaran dari sebuah pengorbanan yang diperlukan. Alkitab

mengajarkan bahwa pengampunan adalah berdasarkan atas penghukuman bukan
kemurahan hati yang tidak berdasar (Ibrani 9:22)
4. pandangan ini membuat kematian Kristus tidak memiliki nilai yang objektif.
5. Membuat Allah bersalah dari kejahatan terburuk atas penyalahgunaan hak anak.

Page 57

5.Teori Pemerintahan:

Kematian Kristus merupakan sebuah “Substitusi Nominal” bagi ganjaran hukuman dosa
manusia dimana Allah di dalam anugerah-Nya menerima penggantian/pengorbanan ini.

Dengan demikian Allah menegakkan pemerintahan moral-Nya.

a. Alalh dapat saja bersikap tenang atas hukum Moralnya dan mengampuni orang-
orangberdosa, tetapi dunia ini akan kacau dan menyebabkan anarki.

b. Allah memilih untuk mendemonstrasikan pemerintah moral-Nya dengan menhukum Kristus
bagi dosa.

c. Kristus dapat saja membayar secara tepat ganjaran hukuman bagi dosa-dosa kita oleh karena
Ia tidak secara kekal dihukum dalam panas api neraka.

KEBENARAN:

Menegakkan hukum Moral Allah.

KELEMAHAN:

1. Membuat penebusan menjadi opsional, Allah dapat melakukannya dengan cara yang lain.
2. Ini bukan merupakan sebuah subtitusi sesungguhnya oleh karena hanya sebuah ganjaran

token yang dibayar.

UNSUR-UNSUR KEBENARAN DALAM KONSEP PENEBUSAN

a. Kristus membalikkan dosa Adam melalui ketaatan-Nya terhadap Hukum taurat
b. Iblis dikalahkan
c. Tuntutan Kehormatan Allah dipenuhi
d. Kristus sebagai contoh dalam menjalankan kehidupan
e. Pemerintahan dalam kendali Allah di tegakkan
f. Namun penebusan itu sendiri adalah sebagai pengganti yang tepat yang dibutuhkan untuk

menebus dosa umat manusia.

6.Teori Pengganti

Penebusan dilakukan diatas kayu salib ketika Kristus menggantikan kita dengan menanggung
hukuman yang tepat bagi umat-Nya, oleh karena mendamaikan murka Allah dan memuaskan tuntutan
kebenaran dan keadilan-Nya.

KEBENARAN:

a. Mengangkat serius kebenaran dan keadilan Allah.
b. Mengakui keseriusan konsekuensi dosa
c. Menunjukkan perlunya karya penebusan
d. Menunjukkan tidak ada jalan lain selain melalui salib Kristus

Dukungan Alkitab PL

a. Institusi paskah mengarah kepada sebuah vicarious substitution (Yes 53)

Page 58

b. Sistem pengorbanan mengarah kepada pengorbanan sempurna bahwa Kristus akan berikan
bagi dosa-dosa kita. Kristus kemudian disebut sebgai Domba Allah yang menghapus dosa dunia
(Yoh 1:29,; Why 5:7),

Dukungan Alkitab PB

Mark 10:45;, 26:39,; Gal 3:13;, Rom 3:21-26,; 2 Kor 5:21,; Ef 5:21,; Ibr 7:26-27.; Ibr 9:28; 1 Pet 2:24;.
1 Yoh 2:1-2.

BAGIAN 5

PERPALINGAN: IMAN DAN PERTOBATAN

“Waktunya telah genap: Kerajaan Allah sudah dekat, Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mark
1:15)

“ Percaya, memiliki iman, memiliki keyakinan pada seseorang atau sesuatu, mempercayai (sesuatu
kepada yang lain):

Definisi para reformator tentang “Iman”:

1. “ Pengetahuan” (Knowledge) Ibr 11:6 > Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan
kepada Allah. Barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan
bahwa Allah memberikan upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

2. Penampakan Kebangkitan (Agreement) Ibr 11:1
3. Fiducia “ trust” (Yoh 14:15) Iman para reformator

Apa yang dimaksud dengan “ bertobat”?

Dalam bahasa Yunanis disebut “metanoeo” > mengubah pemikiran dan jalan hidup seseorang sebagai
sebuah hasil dari perubahan sikap berkaitan dengan dosa dan kebenaran. ( Kis 2:37-28, 3:19,; Mat 3:1-
2, 5-8)

“Pertobatan” :

- Buah alami dari iman
- Sebuah instrument yang membawa keselamatan
- Menhasilkan perubahan hidup

Apa yang harus dimiki oleh seseorang untuk dapat diselamatkan?

- Menyadari bahwa kita adalah orang berdosa yang membutuhkan penyelamat
- Percaya kepada apa yang Kristus perbuat untuk menyelamatkan dari dosa-dosa kita

BAGIAN 6

KONSEP PEMBENARAN

Terdapat 3 pandangan :

1. Ortodoks Timur
2. Roma Katolik (Roma Katolik)
3. Protestan

Ortodok Timur> pembenaran adalah sebuah proses diman melaluinya, sesorang menjdia serupa
dengan Allah melalui partisipasi di dalam natur ilahinya.

Page 59

Roma Katolik> Pembenaran adalah sebuah proses yang melaluinya pemberian Kristus yang tidak
terbatas dikenakan oleh gereja melalui respon seseorang kepada Allah melalui iman dan perbuatan-
perbuatan baik.

Protestan> Pembenaran adalah merupakan deklarasi forensic dimana seseorang berdosa dinyatakan
benar pada saat dimana keberadaannya masih berdosa. Ini adalah sebuah pembenaran dalam posisi
bukan dalam natur yang muncul sebagai sesuatu kejadian yang instan.

BAGIAN 7
KONSEP PENGUDUSAN
5 Pandangan dalam konsep pengudusan
1. Wesleyan >kempurnaan hidup
2. Holiness > dipenuhi oleh roh Kudus
3. Pentecostal > Baptisan Roh Kudus
4. Crisis Dedication >
5. Reformed >tidak ada yang sempurna, tetapi proses menuju kesempurnaan hanya melalui
pengudusan.
Prinsip-Prinsip Dasar:
1. Pengudusan merupakan sebuah posisional dan juga bersifat progresif
2. Kita diperintahkan untuk hidup kudus
3. Kita tidak akan pernah mengalami kekudusan yang sempurna di dalam kehidupan ini
4. Pengudusan adalah merupakan sebuah proses sinergi dimana kita bekerjasama dengan roh
Kudus
5. Kita harus melawan keinginan daging sampai kita mati.
6. Dasa bukanlah sebuah “keharusan ada” bagi orang Kristen, karena orang percaya tidak lagi
menjadi hamba dosa, melainkan sudah dibebaskan melalui penebusan
7. Menghancurkan keinginan daging melibatkan sebuah dedikasi kehidupan bagi kita kepada
Allah dan sebuah ketergantungan yang terus menerus kepada Roh Kudus.
8. Kekuatan kita untuk hidup kudus buka dari legalisme, melainkan dari Roh Kudus.

Page 60


Click to View FlipBook Version