The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Sapto Winarno Santoso, 2024-03-08 17:55:20

AMI_ebook

AMI_ebook

40 S GAYA FOTO YANG KHAS (Sumber: Dodi, Ihsan & Irfan) elain suka memotret, Ami juga suka dipotret. Jika dipotret biasanya Ami memiliki gaya-gaya yang khas. Ini tidak ada hubungannya dengan narsisme, tetapi lebih untuk mengeksplorasi jiwa seni, mengagumi lingkungan yang indah, untuk koleksi dokumentasi, dan kebersamaan dengan rekan yang difoto bersama. Mengingat jiwa senimannya yang kental, saat sedang dalam keadaan mood yang baik, maka Ami memanfaatkan suasana diri tersebut untuk melakukan sesuatu hal yang inspiratif, yang memorable, dan juga bermanfaat untuk siapapun. Semua keluarga dan sahabat-sahabat Ami pasti tau betul kegemarannya untuk berfoto ria. Mulai dari obyek makanan kuliner, lokasi yang unik, pernak-pernik yang lucu, dan selfie atau wefie. Berbagai aksi foto diri maupun bersama yang lain dengan gaya-gaya yang khas ditampilkan di sini.


41 JALAN KAKI PAGI (Sumber: Dodi, Ihsan & Irfan) ami sebenarnya sedang senang-senangnya olah raga jalan kaki di pagi hari. Ican sebagai anak berkebutuhan khusus perlu punya kegiatan fisik yang rutin untuk menjaga berat badannya dan juga berguna untuk pengendalian emosional. Bagi Irfan, si kembar yang bungsu, jalan kaki pagi bersama untuk mengingatkan kala dia kuliah di Yogya untuk tidak melupakan olah raga di sana. Saya sendiri juga harusberolah raga untuk menurunkan kadar lemak dan gula. Begitu pula bagi Ami untukmenjaga kesehatannya. Udara pagi dan sinar matahari sangat baik untuk menjaga kesehatan sel-sel dalam tubuh, serta memperbaiki sel-sel yang rusak. Ami selalu kelihatan bahagia sekali dan kelihatan semangat pada saat-saat kebersamaan itu. Supaya tidak bosan, lokasi untuk jalan kaki pagi selalu berganti-ganti di lingkungan Cinere. Sesekali kami pergi ke GBK Senayan atau ke Pantai Indah Kapuk kalau Irfan yang kuliah di Yogya kebetulan sedang liburan ke Jakarta. Ini juga merupakan kebahagiaan yang lain lagi bagi Ami, bisa bertemu dengan Irfan, untuk melepas rasa kangennya. Kami selalu mengambil foto dan video walaupun dalam durasi pendek saja. Pada bulan September 2024, manakala Ami mulai menurun kondisi kesehatannya, maka Ami lebih banyak istirahat di rumah. K


42 MEMBAWA KEDUA IBU KE AUSTRALIA (Sumber: Dodi) ungkin sekitar tahun 1995 atau 1996 kami membawa kedua Ibu kami ke Sydney dan Brisbane, Australia, untuk travelling selama beberapa hari. Perjalanan itu sebenarnya di-arrange oleh atasan saya, Pak Budi Kusmarwoto. Ada 4 keluarga yang berangkat, Pak Budi dengan 3 orang stafnya, termasuk saya. Masing-masing membawa anak. Karena kami belum berputera, maka saya mengajak ibu saya dan ibunya Ami. Perjalan kedua kota: Sydney dan Brisbane, hanya untuk sekitar 4 atau 5 hari saja. Sesampai di sana, kami kemudian dengan keluarga-keluarga yang lain jalan-jalan memisah satu sama lain di kedua kota tersebut. Kami bahagia sekali bisa sight seeing dengan kedua ibu, semua serba menyenangkan. Alhamdulillah. Kalau tidak salah, di Sydney dan Brisbane, masing-masing selama 2 hari. Di Brisbane kami sempat mampir keStudio Warner Bros yang letaknya di luar kota Brisbane, yaitu Surfer9s Paradise. M


43 P PERJALANAN KE ISTANBUL (Sumber: Dodi & Irfan) ada tahun 2017, pada saat MasBagasHapsoro menjadi dubes di Swedia, kami berencanabertigadengan Irfan mengunjungi Stockholm. Sebelum ke Stockholm, kami mampir dulu ke Istanbul, Turki. Kami memilih transit dan tinggal 3 hari di Istanbul mengingat Turki adalah salah satu negara favoritnya Irfan. Dari semasa SD ia suka sekali dengan sejarah Turki. Kami menginap di sebuah hotel kecil di jalan Istiqlal, Istanbul. Sebuah jalan utama yang panjang, yang merupakan pedestrian tempat para pelancong berjalan kaki menikmati bangunan-bangunan kuno, restoran, café, mall, dan obyek turis lainnya.


44 Lokasi-lokasi yang lain yang kami kunjungi adalah M enara Galata, yang adalah tempat Mohamad Al-Fatih, Sultan Otoman, menyeberangkan kapal-kapal ke sungai Marmara untuk menaklukan Konstantinopel. Kemudian I stana Topkapi, yang sekarang menjadi museum yang menyimpan artefak milik Nabi Muhammad. Grand Bazar, merupakan pasar besar tertua di Turki. Berikutnya adalah Blue M osque dan H agya Sophia. Kami juga berlayar dengan feri di Selat M armara yang memisahkan Istanbul sisi Eropa dengan Istanbul sisi Asia.


45 S PERJALANAN KE STOCKHOLM (Sumber: Dodi & Irfan) etelah mengunjungi Istanbul untuk transit selama 3 hari, maka kami bertiga dengan Irfan melanjutkan perjalanan ke Stockholm, Swedia. Di Bandara Stockholm kami dijemput oleh Mbak Ning dan Muli lalu langsung menuju ke kediaman Mas Bagas Hapsoro yang kala itu menjadi Dubes di Swedia. Lokasinya terletak di area Lidingo. Lidingo adalah sebuah area yang tenang, di pinggir danau yang kalau tidak salah menyatu dengan laut. Banyak boat terparkir di pinggir danau, milik penghuni rumah-rumah di sekitar Lidingo. Saat itu sudah masuk ke musim semi, tetapi masih ada salju bertebaran. Irfan senang sekali karena untuk pertama kalinya dia melihat salju. Berfoto dengan keluarga Mas Bagas


46 Selama di Lidingo, kami dihidangkan masakan-masakan Indonesia yang luar biasa nikmatnya. Membuat kami seperti merasa di tanah air saja. Kami tinggal sekitar 5 hari dan pada hari pertama diantar Mbak Ning, Muli & Rini mengunjungi Kunstragarden di tengah kota yang memiliki banyak pohon cherry blossom. Pohon cherry blossom di Kuntsragarden Setelah itu kami pergi ke kota tua Stockholm yang disebut Gamla Stan. Areaitu berisikan bangunan-bangunan kuno yang sangat indah. Di Gamla Stan, kami berkeliling ke tempat-tempat seperti: Nobel Museum (Stortorget), Prastgatan, Trangsund, Kopmantorget, Osterlanggatan, dll.


47 Rekaman kunjungan ke berbagai lokasi Mengunjungi Kantor Mas Bagas di Kedutaan Besar RI di Swedia Ami dan Irfan sangat menikmati perjalanan keStockholm dan sekitarnya. Bagi Ami bisa memuaskan jiwa seninya yang mendapat pengalaman baru tentang hal-hal yang sangat kreatif. Dan bagi Irfan yang sangat excited bisa melihat kombinasi antara modernisasi dan pelestarian baik dari segi kultur dan budaya maupun inovasi science-tech. Terimakasih untuk Keluarga Mas Bagas Hapsoro.


48 P SECRET RECIPE OF COOKIES (Sumber: Dodi, Ihsan & Irfan) ada saat-saat covid sedang gawat-gawatnya, semua orang lock-down di rumah. Banyak orang memulai berpikir kreatif menjalankan usaha yang bisa diproses dan dioperasikan dari rumah. Saat itu Ami mempunyai ide membuat chocolate cookies yang tidak terlalu sulit, namun disukai banyak orang. Saya dan Irfan membantu Ami setiap kali akan membuat cookies. Awalnya dipromosikan kepada saudara-saudara, kemudian kepada para tetangga, dan sahabatsahabat Usaha tersebut lumayan bisa bergulir dan disukai kerabat saudara, tetangga, dan sahabat. Ami membuatnya dengan mempelajari resep dari YouTube dan kemudian diberi sedikit modifikasi versi sendiri. Penjualannya menggunakan label Omah Padma. Anda dapat menyaksikan bagaimana cookies yang lezat tersebut baru keluar dari oven, bagaimana cara mengemas dalam packaging yang menawan, dan bagaimana Ami membubuhkan logo yang keren. Selanjutnya cara mempromosikan dan mengapresiasi para pelanggan melalui media sosial, semuanya dengan cita rasa seni. Ami menyebutnya ini adalah hasil kerja sebuah tim yang kompak, <the four of us= selalu katanya. Saya dan Irfan membantu membuat adonan dan memberikan saran-saran baik dari segi rasa, kemasan, dan konsep pemasaran. Saudara dan teman-teman Ami membantu memasarkan, dari mulut ke mulut. Kukis buatan Ami


49 Mempromosikan dengan tema < The Secret recipe is nothing but love= Kemasan cantik untuk para pelanggan


50 T TAMAN KELINGAN (Sumber: Dodi, Ihsan & Irfan) aman Kelingan merupakan proyek taman yang terakhir didesain dan dikerjakan oleh Ami. Letaknya di bilangan sebuah rumah pojok di JL. Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta Pusat. Milik seorang dokter senior onkologi yang sudah pensiun. Saya dan Ami diberi informasi-informasi berharga tentang treatment yang standar. Ami mengerjakan taman di rumah itu setelah dihubungi menantunya (Iin) yang merupakan teman Ami di SMAN 70. Di rumah tersebut terdapat restoran yang bernama Taman Kelingan. Pada saat survei lokasi tersebut, biasanya kami pergi berempat dengan anak-anak. Irfan menemani ibunya di lokasi dan saya bersama Ican naik mobil jalanjalan di area sekitar Menteng. Biasanya kami makan siang di sekitar Gereja Theresia. Yang dikerjakan oleh Ami adalah merenovasi taman yang lama, dengan memanfaatkan tanaman-tanaman yang ada dan dikombinasikan dengan tanaman-tanaman yang baru, sehingga restoran bisa kelihatan lebih apik. Seperti biasa pada setiap pekerjaan taman, Ami selalu dibantu MangEwot dan anaknya, seorang tukang pekerja taman yang handal. Pekerjaan selalu dilakukan di hari Senin dan Selasa karena restoran itu memang buka setiap hari Rabu s/ d Minggu. Ibu pemilik rumah sangat baik sekali, selalu menyediakan makan siang untuk Ami dan tukang taman, serta sering mengajak ngobrol. Kondisi taman sebelum direnovasi


51 Kondisi taman setelah direnovasi Sahabat-sahabat Ami merencanakan mengunjungi Taman Kelingan sambil kulineran dan ingin melihat hasil-kerja Ami. Mereka adalah ibuibu dari komunitas orang tua murid <Eks. Panitia Buku Tahunan=. Bersama-sama naik MRT dari Fatmawati. Sebenarnya saat itu Ami sudah mulai ada gejala sulit makan dan mual yang ringan. Kami sama sekali tidak mengetahui ini adalah gejala apa. Dalam bulan itu memang sudah ada jadwal untuk cek laboratorium, sehingga kami tanpa curiga tetap menunggu datangnya jadwal lab tersebut. Ami sangat senang sekali bisa menyelesaikan renovasi taman tersebut, menjadi kebanggaan tersendiri untuknya.


52 Postingan Ami yang terakhir di Instagram adalah tentang kunjungan ibu-ibu ini ke Taman Kelingan


53 S Teman Alumni SMP XIII Grup KNK (Sumber: Dodi, Ihsan & Irfan) ahabat-sahabat dari ex. SMP XIII Grup KNK merupakan jalinan pesahabatan yang cukup kompak, rutin mengadakan reuni dengan berganti-ganti lokasi. Teman-teman itu antara lain Shanty, Daisy, Meiva, Tommy, Joy, dan lain-lainnya. Kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya kepada Ami selama dalam pengobatan sampai di akhir hayatnya. Pada bulan Juni 2023, para sahabat ini mengunjungi rumah kami. Daisy dan Shanty termasuk yang sering memesan kartu-kartu Omah Padma. Terima kasih atas apresiasinya. Tidak banyak yang bisa kami tulis di sini, namun foto-foto di bawah ini akan lebih banyak berbicara tentang keakrabannya: Teman-teman Ami ketika mengunjungi kediaman kami


54 T ULANG TAHUN DIRAYAKAN SAHABAT (Sumber: Dodi, Ihsan & Irfan) anggal 30 Juni 1967 adalah hari lahirnya Ami. Pada tahun 2023 kemarin genap 56 tahun, tidak disangka menjadi hari ulang tahun yang terakhir. Perayaan sederhana di rumah dengan saya dan anak-anak. Kemudian datang juga Kakak Ami (Mbak Yayah & suaminya Mas Yos). Pada bulan Juli rupanya teman-teman Ami dari kelompok ibu-ibu orang tua murid eks. SD/ SMP Lazuardi (lintas angkatan), disebut Grup EmakEmak, merencanakan merayakan ulang tahun Ami. Ami menceritakan bahwa ditanya senang makan-makan di mana. Lalu direncanakan di Seafood 46 yang enak di dekat Fatmawati. Singkat kata, Ami dijemput menuju ke resto tersebut. Mereka adalah ibu-ibu yang suka bercanda ria. Makan sambil bersenda-gurau dan foto-foto.


55 Ketika Ami mau membayar, ternyata dilarang dan mereka berpatungan mentraktir. Alhamdulillah rezeki anak sholehah kata Ami. Masih berlanjut, mereka kemudian mengajak ngopi di sebuah café bernama <Sejak Mula= di Lebak Bulus. Ami diberi kado berupa tas yang cantik. Selesainya bercanda ria lagi. Sebelum pulang, Ami bilang <kali ini saya yang bayar.= Tapi ternyata mereka lebih cepat membayar lebih dulu. Ami terbengong-bengong mendapat perlakuan istimewa seperti itu. Pokoknya mereka ingin membuat hari spesial yang bisa dikenang oleh Bude Ami, begitu panggilannya karena Ami termasuk yang tertua di komunitas tersebut. Ami berfoto dengan teman-temannya Ami membuka kado yang mereka berikan dan di dalamnya ada selipan kartu ucapannya, dengan tulisan kalimat-kalimat yang membuat Ami berkaca-kaca.


56 <Buat Mbak Ami hebat, kesayangan Kita semua& Kita semua sayang Mbak Ami, we love you not because of who you are, but because of who we are when we9re with you. Semoga mbak Ami selalu semangat menjalani hari demi hari, tetap sehat paripurna, bahagia We love you& < Terima kasih ibu-ibu sahabat sejati yang luar biasa (Mbak Hanny, Diana, Ken, Tia, Muning, dan lainnya yang kami tidak ingat namanya satu persatu). Kata-kata <kesayangan= menjadi inspirasi dalam membuat ebook ini, dan dijadikan tag line dalam cover e-book oleh ananda Irfan.


57 V VERTICAL GARDEN (Sumber: Dodi) ertical Garden adalah jenis taman yang disusun secara vertical. Ini merupakan inovasi baru, biasanya dibuat seperti itu dengan pertimbangan karena ruang untuk taman yang sempit, untuk exterior dinding high-rise building, untuk green area di apartemen, untuk mendapatkan efek green-aestethic, untuk cover dari sebuah hidden area, dan maksud-maksud lainnya. Hal yang paling utama adalah mendesain vertical frame & rack dari bahan besi untuk tempat diletakannya tanaman. Kemudian memilih tanaman yang sesuai untuk mendapatkan nuansa-nuansa tertentu. Yang tak kalah penting adalah saluran air untuk menyiram vertical garden tersebut, bisa secara manual maupun dengan cara otomatis. Pada sistem penyiraman yang otomatis, keran air digerakkan oleh electrical-timer yang disetel jam berapa mau menyemprotkan air, dan selama berapa menit. Beberapa contoh vertical-garden yang telah dibuat Ami : 1. Kediaman Bapak Yose Rizal.


58 2. Kediaman seorang rekan alumni SMP. 3. Kediaman seorang rekan komunitas Laz. 4. Kediaman kami sendiri.


59 BAB II Kesan Para Saudara (Kakak-kakak)


60 TULI SAN UNTUK PADM I NAW ESTRI / AM I SANTOSO DARI H ARYO SASONGKO/ KONGKO SANTOSO Waktu aku masuk UGM th 1968, Ami baru berusia satu tahun seperti terlihat pada gambar dibawah. Banyak cerita tentang Ami tentang posisinya sebagai anak ragil, sehingga semua kakaknya rebutan 9ngemong9; wajah lucunya sehingga dik Mamam sering bilang mirip Fenti Effendi, bahkan ibu sering menirukan mimiknya dengan cara mengatupkan mulut seraya cara memandang tajam tapi bukan mendelik dan lain-lain cerita yang lucu-lucu. Ami dalam tulisannya pernah menyatakan bahwa dia terpengaruh kakaknya yang waktu itu belajar Arsitektur di UGM.. siapa lagi kalau bukan aku si Hothong.. Waktu itu Ami banyak belajar corat-coret di ruang studio saya di Kotabaru, Yogyakarta. Kalau tentang bakat hampir dibilang kita kakak beradik memang hampir semua suka menggambar, misalnya dik Mamam suka nggambar komik dan karikatur, Bamsar suka bikin sketsa yang tampak 9hidup9 apalagi kalau dibasahi (di-washed) dengan cat air, juga Bagas suka bikin kartun yang menurut Aduk mirip tokoh 9Lat9 pada komik Malaysia.. Disini sy bisa menyatakan bahwa untuk keseriusan menggambar, Ami lah orangnya. Artinya selain bakat, pendidikan (arsitektur pertamanan/ landscape), latihan n praktek pertamanan sampai menggambar tingkat prrofesional di 9Omah Padma9.


61 Itu harus secara jujur kuakui dengan bangga..


62 PERJALANAN SPI RI TUAL M engenang adikku ragil Ami Santoso.. (1) Alhamdulillah dalam perjalnan siritualnya.. Ami telah melepas keduniawiannya secara ikhlas dengan memandang keluarga (anak dan suami) adalah titipan, harta adalah gadhuhan, gelar adalah sampir an dan sakit adalah sandhangan.. Semua harapan/ pinta disertai doa/ upaya dan selanjutnya pasrah kepada Allah SWT.. Semoga husnul khotimah.. Aamiin YRA.. Kongko Santoso (tulisan di FB/ IG pada memperingati malam 7 hari wafatnya almh, 05/ 01 2024, bertepatan sengan hari kelahiran almh. Bapak Santoso din Soeraadjehartono)) M engenang adikku ragil Ami Santoso.. (2) Ada beberapa hal yang selama ini secara perlahan menjadi acuan menjalani hidup bagi saya dan Ami.. dan masing-masing bergulat dengan caranya sendiri. Pertama adalah M igunani yang berarti Bermanfaat (useful/ beneficial); Kedua adalah Ngr embaka yang berarti Berkembang (developing); dan Ketiga adalah Lumintu yang berarti adalah Terus-menerus/ mengalir/ berkesinambungan (sustainable). Pada tulisan dibelakang akan diuraikan secara singkat ilustrasi mengenai hal-hal tersebut. Kongko Santoso (sambutan pada peringatan 40 hari wafatnya almh, 10/ 02/ 2024) M engenang adikku ragil Ami Santoso.. (3) Pada pagi hari awal November 2023, melalui WAG de Santos ada berita bahwa


63 rak buku di ruang keluarga Dalem Pancoran dimakan rayap bersama album-album foto keluarga Santoso yang ada didalam lemari tertutup rak tersebut. Saya bersama adik-adik Bamsar dan Adah segera bergegas untuk melihat apa yang tersisa dan ternyata benar.. hanya sedikit dokumen yang bisa diselamatkan. Waktu dievaluasi sempat dipertanyakan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Siangnya saya mencoba melihat meja yang ada raknya diluar kamar tidur dirumah saya. Hal yang sama juga terjadi.. rak penuh rayap dan sedikit sekali yang tersisa. Hari berikutnya saya menghubungi Ami melalui telpon untuk menceritakan peristiwa tersebut, dan jawaban Ami adalah sebagai berikut: <..Mas Kong, Ami juga pernah mengalami hal serupa.. Di ikhlaskan saja.. apalagi itu hanya bar ang yang kita sukai atau cintai.. Suatu saat kita juga akan ber pisah dengan or ang-or ang/ saudar a-saudar a yang kita cintai..= Saya kaget sekali dan ada perasan rasa terharu sekaligus malu . dan sdikit rasa bersalah.. tetapi juga bangga dengan jawaban yang mak-jleb dari adik ragil kepada kangmas tertua pada saat itu. Setelah selesai pembicaraan dan telpon diputus, barulah airmata mulai menggenang, dan saya menangis sambil mengucap dalam hati: <.. Ami, alangkah mulianya hatimu.. aku yang paling tua sekalipun, sama-sekali tidak/ belum ter pikir kan untuk ber sikap sedalam itu.. Ber bahagialah or ang-or ang yang ada disekitar mu, termasuk aku, kar ena telah mer asakan dan ter imbas oleh keikhlasanmu dalam menyikapi kehidupan yang fana ini.. Alhamdulillah..= Kongko Santoso (kesan pada peringatan 40 hari wafatnya almh, 10/ 02/ 2024)


64 DARI M ASA KECI L SAM PAI KULI AH M asa Kecil Sebelum Ami lahir di tempat bidan Liauw Ging Hwa, sebelah rumah di Jl. Merbabu 3 Kotabaru, bapak dan ibu sering cerita tentang awal pernikahannya dan tempat yang paling dekat ber-rekreasi adalah taman halaman tengah SMA 3/ Padmanaba juga di Kotabaru yang kolam-kolamnya dipenuhi bunga Teratai Padmanaba= Lotus) Ilustrasi kolam Padmanaba di SMA3 YK Dengan demikian nama Padmi Nawestri adalah gabungan dari Padma/ i, Nawa (=Sembilan) dan estri (=perempuan). Kesukaan karena pengaruh bunga/ taman tersebut ditambah dengan rumah dinas di Banjarmasin yang kolamnya juga dipenuhi dengan bunga Teratai. Selain itu Ibu juga mencipta lagu dengan judul Bunga Teratai atau yang lebih dikenal dengan Banjarmasin Ditengah Malam. Bisa dibayang.kan bahwa mulai kecil Ami dilahirkan, diberi nama dan dibesarkan dalam kebahagiaan penuh dengan rasa kasih sayang dalam nuansa bunga dan taman Sedari kecil Ami sudah sering dititipkan ke saya di Yogyakarta pada saat Bapak bertugas sebagai Ketua Pengadilan Sumatera Barat yang meliiputi ex Sumatera Tengah (Sumbar, Riau, dan Jambi). Pengalaman pertama adalah saat ibu harus mendampingi Bapak melakukan kunjungan ke Riau pada tahun 1968. Waktu itu saya berusia 19 tahun dan Ami sekitar 1 tahun. Sepanjang perjalanan naik KA Senja dari Stasiun Gambir ke Tugu banyak penumpang lain yang menanyakan tentang halikhwal kami berdua.


65 Ilustrasi KA Senja Hal yang lucu adalah ketika makan. Ami hanya minta sedikit nasi dan sayuran yang kemudian saya dulang-kan sambil mengupas telor asin. Ternyata telor dia minta dan mencoba kupas sedikit demi sedikit. Penumpang empat kursi yang saling berhadapan mulai memperhatikan apa yang akan terjadi. Pada waktu kulit telur asin terkelupas dengan sempurna.. tampak semuanya bernafas lega sambil tersenyum dan bahkan ada yang bertepuk tangan. Manggul Ami Ada kenangan yang sangat mendalam sewaktu saya mendapat tugas mengawal boyongan pertama anggota keluarga Santoso no 6 (Bagas). No. 7 (Aduk) dan 8 (Yayah) dari Pelabuhan Teluk Bayur (Padang) menuju Tanjung Priuk (Jakarta) pada tahun 1971 dengan KM Batang Hari. Bapak memang sudah merencanakan bahwa rombongan berikutnya yang terdiri dari Bapak, Ibu, dik Mamam. Menik dan Ami


66 akan berangkat bulan berikutnya dengan naik pesawat udara. Waktu ikut mengantar ke kapal. Ami masih ceria dan sibuk memperhatikan kapal tersebut. Ketika mulai berfoto dan kemudian dibopong ibu, sepertinya Ami sudah merasa bahwa dia tidak ikut berangkat dan mulailah menangis sehingga kita semua ikut sedih. Akhirnya kamipun berangkat dan masih mendengar suara Ami sayupsayup: ..=Dadah kapal.,. daadah mas-mas.., dadaah mbak Yayah.. dadaah Lawut.= Waktu kecil Ami memang suka melihat laut yang disebutnya lawut.. .. Ami ikut mengantar di Teluk Bayur Keluarga mas Hapsara waktu itu terdiri dari mas Hap, mbak Menuk dan Naning serta adik nomor 5 Bambang Sardjono yang ikut keluarga tersebut sejak mulai SMP. Tidak lama setelah sampai Jakarta saya, Adah, Aduk dan Yayah segera ke Yogyakarta untuk melanjutkan masa perkuliahan saya di FT. Arsitektur UGM dan mendaftarkan sekolah adik-adik saya tersebut di SD Ungaran yang hanya berjarak 50 m dari rumah kami di Jl. Merbabu. Selanjutnya Ami lebih banya mengikuti Bapak dan Ibu bertugas baik di Jakarta dan Yogyakarta, kebetulan bapak sedang menyelesaikan disertasinya di FH. UGM sambil menunggu penempatan tugas berikutnya. Ami dan Naning, anaknya mbak Menuk seringkali main dan pergi bersama apalagi umur nereka hanya selisih beberapa bulan saja. Waktu itu saya sering didawuhi njetir mobilnya mas Hap ndherekke Ibu dan mb. Nuk ketempat perbelanjaan yang top waktu itu . antaralin Tip Top Rawamangun. Blok M, Pasar Santa dan ke Pasar Senin atau sekaliyan ke Glodok dan Pasar Uler sekaliyan. Nah.., ketempat-tempat seperti itulah Ami dan Naning seringkali yeyek.


67 Mbopong Ami n Naning M asa Kuliah Ada satu kebetulan yang sudah menjadi semacam tradisi di keluarga, yaitu mengikuti pendidikan sebagaimana dilakukan oleh yang lebih tua ditempat yang memungkinkan. Misalnya bapak dulu lulusan dari UGM , menjadi Dosen di UII, pernah jadi Dekan di Usakti dan mengajar di UI (tidak tetap) maka hampir seluruh putraputrinya pada usia mahasiswa juga kuliah di Perguruan-perguruan tinggi tersebut. Sejak masa kecil Ami sudah melihat saya bergelut dengan gulungan-gulungan kertas tugas Arsitektur, apalagi kalau dia sedang di Yogya pastilah saya beri kebebasan untuk berkreasi corat-coret dengan pensil, pensil warna, cat air, krayon dan juga pastel. Pengaruh-pengaruh masa-masa di Yogya, Padang dan Banjarmasin boleh jadi sebagai factor-faktor yang mendorong Ami untuk kuliah di Fakultas Arsitektur Pertamanan/ Lansekap Usakti. Dalam beberapa kesempatan saya melihat Ami j uga aktif dalam kegiatam extrakurikuler kampusnya dan yang paling menonjol adalah adalah menyanyi dalam bentuk Paduan Suara. Ami sangat gembira dan berbahagia saat seluruh keluarga besar Santoso menyaksikan pergelaran yang sangat spektakuler dari Paduan Suara Usakti di Gedung Balai Sidang Jakarta. W isuda Setelah Bapak wafat pada tanggal 15 Agusttuss 1989, hampir seluruh urusan perwakilan dan perwalian didalam keluarga besar Santoso diserahkan kepada saya, sebagai anak laki-laki tertua. Mendampingi ibu sebagai single parent. Wisuda sarjana Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan Jurusan Arsitektur


68 Lansekap dilakukan Gedung Sidang (?) pada tahun 1991(?). Waktu itu adik saya Sapto Winarno atau panggilan akrabnya Aduk yang bekerja di Kabupaten Lombok Tengah sedang berada di Jakarta, yang selain untuk keperluan bertugas, juga menghadiri acara wisuda. Dengan mengendarai mobil Holden Calais B 142 ST buatan Australia tahun 1986, kami, Ibu, saya. Aduk dan Ami berangkat dengan perasaan bersyukur, bangga, bahagia. Pelat mobil tersebut mempunyai arti khusus bagi keluarga Santoso. Karena angka 142 diartikan sebagai hari bulan perkawinan Bpk/ Ibu dan ST adalah singkatan dari Santoso dan Tien (dari Soejatini). Wisuda Ami (Foto oleh Aduk)


69 JADI W ALI NI KAH Pada hari pernikahannya Dodi dan Ami juga menggunakan angka yang sama yaitu tanggal 14 Februari 1990 dan dielenggarakaan di Dalem Pancoran. Jadi Wali Akad Nikah Resepsi Pernikahan Dodi 3 Ami (14/02/1990)


70 M ASA BERKARYA Arsitektur Pertamanan Beberapa usaha pertamanan hasil karya Ami telah kita ketahui bersama. Bahkan salah satu yang spesial adalah ketika Ami mengerjakan pekerjaan taman Rumah Nitihardjan untuk sahabatnya Hanny Radiawan. Waktu pembngunn saya sempat menengok dan diantar Gogor, anaknya Aduk. bahkan disana janjian dengan dengan Bambang Sardjono. Setelah pembangunan selesai, rombongan the Sasongkos yang terdiri dari saya, bu Tatik, Kemal, Putrid dan Devani bermalam di Rumah Nitihardjan pada perjalanan pulang ke Jakarta dari Yogyakarta mengendarai mobilnya Kemal, Toyota Rush hitam B&. Lukisan Saya mendapatkan lukisan pertama dari Ami pada tahun 2000 dengan tema Bunga Teratai/ Padmanaba. Lukisan berikutnya adalah foto-foto anak-anakku (Bayu, Galuh dan Putri) yang digambar dengan mengenakan pakaian tradisional. Bunga Padma


71 Foto2 pemain musik kawanku juga tidak luput dari gambaran Ami. Mates, Ruddy n Amiroez dalam coretan Ami


72 Pameran Bersama Ami mengajak saya untuk pameran bersama Omah Padma dan G&B guitars yang diselenggarakan Lobby Hotel Bidakara pada tanggal 21 3 23 September 2019. Keluarga Sabnani mengunjungi Pameran tersebut. Irfan mencoba gitarbatik G&B. M USEUM VI RTUAL Selama Pameran Bersama di Bidakara (2019) tersebut telah terjadi pembicaraan yang cukup intens antara saya dan Ami untuk pencatatan karya-karya yang ada. Dari G&B guitars ada pengalaman bahwa setelah gitar terjual dan dimiliki oleh para pembeli yang antara lain bisa pemain, dan kolektor bahkan juga Museum seringkali lalu


73 berpikir bahwa hubungan kita dengan barang yang kebetulan berwujud gitar jadi semacam terputus. Dari Omah Padma juga ada pengalaman misalnya karya kartu-kartu karya Ami maupun mas Dodi, suaminya. Dulu bila ada pesanan kadang-kadang kartu aslinya diberikan kepada pemesan tanpa atau belum memikirkan bagaimana tentang dokumentasi, hak cipta atau teknologi reproduksi yang ternyata sudah cukup lama dikenal. Dari pembicaraan selanjutnnya disepakati bahwa langkah awal adalah perlunya nama yang menjadi brand produk kita, bisa berupa merk atau logo. Kebetulan G&B dan Anglo Acrylic Painting (by G&B) sudah terdaftar di HAKI dan Omah Padma sudah menuju ke proses tersebut. Omah Padma bahkan telah&. Logo/ Merk G&B Logo/ Merk Anglo by G&B


74 Logo/ Merk Omah Padma Pembicaraan berkembang tentang pendokumentasian produk yang mungkin dalam format Websitedan telah dimulai dengan memanfaatkan fasilitasE-mail, FB dan IG serta brosur (product n launching) yang sudah ada sebelumnya. Sebagai contoh misalnya untuk setiap gitar atau lukisan. pasti sudah ada judul, riwayat, spesifikasi, tanggal produksi, pemilik (awal dan seterusnya), reproduksi (pertama dan berikutnya). Semuanya merupakan story telling Ide inilah yang kemudian dikembangkan dan ditajamkan masing-masing secara pelahan tetapi pasti untuk kemudian diwujudkan dalam Museum Virtual untuk G&B dan Omah Padma.


75 TULI SAN MBAK TATI K TENTANG AMI 1. Rok Sekitar tahun 1974 (saya masih tahap pacaran dengan mas Kongko), tiba² mas Kongko bilang karena Eyang Uti tahu kalau saya bisa bikin baju (note: saya terima jahitan ketika kuliah), maka saya dipesan untuk buatkan baju (rok) untuk Ami. Saya belum pernah ketemu Ami dan waktu itu juga tidak pernah melihat melalui foto, saya hanya menanyakan kira² Ami sebesar atau setinggi apa? Berdasarkan asas perkiraan, saya jahitkan rok model klasik, warna putih kembang² kecil dengan tali pita (strik) di belakang. Panjang rok di bawah lutut, lengan balon dan krah bulat... Setelah rok selesai, dibawa oleh mas Kongko ke Jakarta. Pulang dari Jakarta, saya ditunjukkan foto keluarga, yang dalam foto tersebut dengan wajah ceria Ami memakai rok yang saya jahit...nampak pas, bagus dan lucu...what a lovely Ami... 2. Ke Singapore Kalau tidak salah di awal tahun 1989, ketika saya harus iku pelatihan di Singapore selama beberapa hari dan kebetulan Bayu dan Galuh libur, maka kami ajak Ami ikut ke Singapore sehingga bisa nemenin anak². Mas Kongko waktu itu juga sedang bertugas di Batam dan menyusul ke Singapore. Karena jadwal Ami yang tidak bisa berangkat bareng ke Singapore (nyusul)


76


77 TULI SAN (ALM ) M AS M AM AM TENTANG AM I Ditulis tahun 20 19 menjelang Ultah Ami ke 50 Ami dan Kucing Saat Ami masih duduk di bangku SD/ SMP, dia sangat senang dan sayang dengan Kucing. Sehari-hari Kucing kesayangan itu dibawa/ dibopong kemanapun Ami pergi termasuk diajak menemani tidur diranjang, sambil beberapa kali diciuminya kepala binatang itu, entah baunya kaya apa ya..?! Ÿ  Saya sangat benci dengan Kucing yang diberi nama Munthel itu, sampai suatu hari saya berencana mau membuangnya ketengah makam di TPU Kober (saat Ami lagi sekolah), tapi urung saya laksanakan karena mengingat pasti Ami akan sangat kehilangan 'kekasihnya' itu dan bisa2 Ami sedih dan menangis sepanjang hari. Si Munthel Ada sahabat saya yang bernama Mas Arief menyampaikan kepada saya, bahwa kalau suka mencium Kucing itu sangat berbahaya karena bila ada bulunya yang masuk kedalam tubuh manusia akan berakibat salah satunya yaitu sulit mempunyai keturunan/ anak.. Saya tidak paham hubungan antara bulu Kucing dan sulit mempunyai keturunan itu. Tapi nyatanya kelak dikemudian hari setelah Ami menikah dengan pemuda pilihannya, alhamdulillah malah dikaruniai putra kembar 2 orang yang dinamai Irfan dan Ican.. Kucing yang ada di rumah Pancoran sekarang ini adalah salah satu cicit dari Munthel itu, yang mana kucing terakhir ini sudah tampak tua dan agak kurus, walau makannya cukup lahap.. ___ _ _ _


78 Kuwi siji2né sisa keturunan seka Munthel, kucingé Ami biyèn... Wis sepuh, awaké kuru, ning mangané lahap, tur nèk kelimpé nyolongan...! ?_


79 Ami dan Buku Sejak kecil Ami memang gemar membaca buku dan menulis. Untuk mensupport hal ini, maka saya sering membelikan adik saya yang bontot ini yaitu: Setip/ penghapus karet yangwarna-warni dan beraroma harum bak permèn karet itu setiap saya mampir di Toko Buku terutama di Blok M atau Pasar Tebet.. Disamping itu tidak lupa saya membelikan buku cerita bergambar atau komik tentang cerita anak2 terjemahan penulis Jacob Grims atau HC Anderson, dan komik local seperti "Lembah Permit" dan yang lain. Paling menyenangkan ialah saat Ami menerima olèh2 itu dan dengan semangat segera dibukanya bungkusan itu langsung dibaca kisah2 didalamnya.. Kalau Ami sudah mulai membaca dengan tengkurep diranjangnya saya segera ngeluselus kepala dan mencium rambutnya dengan kasih-sayang...  Sungguh bangga dan mengharukan bisa membuat adik kita gembira dan bahagia.. Memang waktu itu saya sering mengisi rubrik/ kolom kartun diberbagai media cetak, al: Kompas, Suara Pembaruan, Gadis, Nova, dll.. Sehingga bisa 'mentraktir' Ami yaitu buku bacaan, alat tulis, dll.. _Ÿ_


80 M eneruskan kisah kejar2an mobil dengan Pak Hari Respati di Banjarmasin yang ditulis oleh Om Adah beberapa waktu yang lalu, saya jadi teringat kembali bahwa saat kejadian itu, Pak Hari Respati sempat marah dan ngomèl serta berteriak dari mobilnya : "Nantang yaa...!!!" Tiba2 Ami kecil yang duduk dibangku belakang diapit antara Aduk dan Yayah malah mungkin saking takutnya atau karena lugu saja, spontan njawab : "H e - eh..!!!" Saya tidak tahu apakah Pak Hari Respati mendengar kata-kata Ami atau tidak, karena mobil langsung saya pacu menjauhi Pak Hari yang terbengong karena merasa dilèdèk oleh saya, hehe..! Ÿ Fiat 124S T 1972 vs Toyota Corona 1972 Sebenarnya lebih cepat Fiat tapi tergantung Dr iver nya..


81 Bambang Sardjono 1. Cilik-Cilik Wis Numpak Montor Mabur Bola-Bali Putri bapak ibu yang bontot ini sangat istimewa. Dilahirkan di sebelah rumah, yaitu Klinik Bidan Liauw Ging Hwa, pada tanggal 30 Juni 1967. Yang istimewa adalah 5 hari setelah kelahirannya, ibu mendampingi bapak untuk sidang terbuka disertasi Doktor di Pagelaran Siti Hinggil Keraton Yogyakarta. Kami para putra-putri bapak alias semua kakaknya Ami ikut menghadiri promosi bapak ini. Keistimewaan yang kedua, mengingat Ami harus dekat-dekat ibu, maka ke mana pun ibu tindak mendampingi bapak bertugas, Ami selalu nderek. Walhasil sejak bayi Ami sudah sering naik pesawat terbang. Mungkin penerbangan pertama Ami adalah Yogyakarta3Jakarta pada awal tahun 1968. Kemudian naik pesawat lagi bersama ibu, bapak, Mbak Niek, dan Yayah ke Padang. Setelah itu ke mana pun ibu tindak, Ami selalu nderek. Karena Ami paling kecil di keluarga, pastilah tak kekurangan kasih sayang dari para mbakyu dan kangmasnya. Semua pasti senang ndolani Ami. Atau mbebeda menggoda Ami dan selalu paling banyak mendapatkan oleh-oleh baik dari bapak ibu dan para kakaknya. Ami pula yang sering mendampingi ibu di mana-mana, mengingat Ami tinggal di ndalem Pancoran. Saya tidak tahu, apakah Ami merasa diistimewakan ya?


82 2. Dadah Laut Pada suatu saat di Bukittinggi sekitar bulan April 1968, saya didawuhi nderek bapak ibu untuk tourney ke Pekan Baru - Rengat dan Tembilahan di Riau. Saya nderek bukannya apa-apa, tapi karena harus momong Yayah dan Ami. Tapi saya senang sekali karena nderek tour Sumatera ini pasti menyenangkan dan saya membayangkan seperti petualangan dalam buku <Matahari Terbit=. Sementara itu Mbak Meniek, Dik Adah, dan Dik Aduk tinggal di Gedung Tri Arga dikawani Yu Udahono. Kami berangkat pagi hari sekali dengan supir Pak Darnis dengan mobil Jeep Fiat kanvas warna Putih. Dalam perjalanan ke Pekanbaru, kami melewati kota Payakumbuh kemudian harus menyeberangi sungai Kampar, dan harus menggunakan pelantingan (penyebrangan dengan rakit), karena jembatannya belum ada. Selain itu sungainya cukup lebar di Rantau Berangin. Singkat kata, sampai di kota Pekan Baru sudah pukul 5 sore dan kami menginap di Guest House perusahaan minyak Caltex di Rumbai. Kalau makan siang, sarapan, atau makan malam di Club makanannya enak-enak. Hari kedua kami naik motorboat ke Rengat. Di dalam motorboat itu muat untuk 10 orang, yang diisi oleh ketua pengadilan negeri Pekanbaru dan beberapa staf. Lha menuju Rengat ini saya bergantian dengan ibu menggendong Ami. Dan tidak tahu kok Ami senang sekali melihat air sungai dan banyak rumah terapung di atas air (rumah rakit). Dan Ami karena adanya angin semilir, dia sering membuka mulutnya dan bergumam <Aaaaaaaa=. Ibu, bapak, dan kami di mobil tertawa melihat tingkah Ami kecil. Ibu sendiri heran kok Ami bisa begitu. Pak Jaksa Siregar bilang, <Mungkin Ami hatinya senang.= Dan di situlah kami mulai mengenalkan <Dadah lauuuut< kepada Ami. Saya sendiri lupa bagaimana pekerjaan momong kedua adik perempuan


83 saya ini. Yang saya ingat jelasdi Rumbai itu ibu ndulang (menyuapi) Ami dengan pisang ambon yang dihaluskan. Serpertinya roti atau biskuit untuk bayi masih belum banyak seperti di jaman sekarang ini. Selanjutnya kalau dalam perjalanan naik mobil melewati pantai pesisir atau laut, ibu ngendika < Dadah lauuuut...=. Pantai Padang di waktu sore


84 3. Balapan Salat Suatu hari di tahun 1976 saya sangat senang karena sedereksederek dari Jakarta berlibur ke Yogyakarta termasuk Ami, Yayah, dan Naning. Sewaktu di rumah pas lagi tidak bepergian, mereka sering bermain di kamar saya di kamar listrik bagian belakang. Kadang di kamar saya, kadang di kamar mas Kongko untuk menggambar. Ketika tiba waktu salat dzuhur, kami segera mengambil air wudhu dan menggelar kelasa (tikar) di kamar Mbak Meniek. Saat itu saya menjadi imam. Setiap kali gerakan takbir, rukuk, dan sujud, Ami tidak mengikuti saya tetapi ngepas alias bareng atau bersamaan. Saat tahiyat akhir Ami masih bersamaan, tetapi sejenak kemudian dengan cepat Ami mengucap salam terlebih dulu. Ami bukan menyalami saya , tapi bergumam, <Menang Ami!< sambil membenahi mukenahnya. Lho... Iki salat apa balapan? Di dalam batin saya. 4. Kress& Kress Pada suatu siang kami makan di ruang makan ndalem Pancoran. Lawuhe saat itu enak dan ada sayur lodehnya. Ami yang mungkin masih kelas 2 SD, Yayah, saya, dan beberapa orang makan siang dengan nikmat. Beberapayang dahar sudah mengakhiri makan siangnya, tinggal saya dan Ami yang belum. Saya lihat Ami menyisihkan butiran petai di tepi piringnya. Eman-eman banget, Ami ora doyan sajake. Saya bilang "Mi, kuwi petene aja dibuang, kene nggo aku wae." Ami menjawab, "Eeee, enak ajaaa... iki nggo Ami." Saya baru tahu, rupanya Ami menggunakan petai untuk <gong= makan. Kriuk& kriuk... kress... kress.


85 5. Rambut Ajaib Suatu saat saya di Yogya diberitahu melalui telpon oleh saudarasaudara kami di Pancoran, bahwa Ami kecelakaan rambut. Saya kaget dan setengah bertanya apa itu kecelakaan rambut? Rupanya begini, Ami setelah mandi mengeringkan rambutnya dengan kipas angin. Rupanya ada sebagian rambutnya yang masuk kebaling-baling kipasdan tergulunglah sebagian rambut Ami dan tercabut dari kulitnya. Pasti Ami sedih sekali dengan kejadian ini. Yang saya ingat Ami kemudian dirawat oleh rekan ibu yaitu Ibu Titi Purwosunu, ahli kecantikan di Jakarta. Pengobatannya kalau tidak salah dengan ramuan khusus. Beberapa lama kemudian tumbuh dan rambut Ami sudah kembali normal lagi. Alhamdulilah. 6. Arsitek dan Lansekaper Adik saya Ami ini sedari kecil hobinya menggambar. Rupanya bakatnya mirip Mas Mamam, saya, Oom Adah, dan Oom Aduk. Oom Aduk pernah menjadi juara menggambar tingkat taman kanak-kanak seYogyakarta. Hadiahnya mobil-mobilan bentuk bemo, ini terjadi sekitar tahun 1966. Pada perkembangannya, Ami kalau ke Yogya juga senang sekali menggambar. Mas Kongko dan Mbak Niek selalu menyediakan kertas dan pensil/ pensil warna atau spidol. Ami akhirnya kuliah di Fakultas Arsitektur dan Lansekap Universitas Tri Sakti yang berati hobi menggambarnya tersalurkan, tetapi oleh Ibu dijuluki sekolah <tukang kebon=. Ami lulus tahun 1991, alhamdulillah. Seandainya saat itu bapak masih sugeng betapa bahagianya bapak, karena puteri ragilnya sukses dalam sekolah. Hal ini membahagiakan ibu dan Ami tentunya.


86 Hobi menggambar itu juga diteruskan di kala senggangnya, yaitu sebagai pelukis. Khususnya bunga, walau juga melukis yang lain. Bahkan Ami ikut persatuan kelompok pelukis dengan guru khusus. Saya mengoleksi dua buah lukisan cat minyak Ami, lukisan bunga Dahlia dan satu lagi lukisan bunga Alamanda yang bagus sekali. Di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, momong Ikhsan dan Irfan, Ami juga membuat galeri yaitu Omah Padma dan membuat blank-card dengan nama produk Omah Padma. Saya sesekali ikut mengisi gerai Omah Padma dengan kartu kosong blank card made in Bamsar juga. Semoga usaha Omah Padma semakin berkembang sukses dan diberkahi. Aamiin. 7. Ami Telat Dijemput Saat itu saya baru kuliah tingkat 1 di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Tahun 1974 saya berlibur ke Jakarta. Pagi-pagi para adik sudah diantar pak supir ke sekolahan masing-masing, yaitu: Rayi Ami di SD Yasporbi Pancoran, Rayi Aduk dan Yayah di SMP XIII, Rayi Adah di SMA 11 Kebayoran Baru. Saya juga ikut nganter sekalian cuci mata lihat-lihat Jakarta menaiki mobil Valiant. Pada pukul 07:30 sudah sampai di Pancoran, dan pak supir langsung siap-siap nderekke bapak ke kantor. Saya matur bapak bahwa saya mau sowan Mbak Nuk di Rawamangun. Saya dipesani bapak ibu supaya nanti pukul 10 njemput Ami di SD Yasporbi, saya matur siyaaaap. Sekitar pukul 08:00 saya berangkat ke rumah Mbak Menuk di Rawamangun naik mobil bapak, yaitu Hillman hijau muda, dengan rute: MBAU, tugu Pancoran, Cawang, Polonia/ Perfini, jembatan Jatinegara, lapangan golf Rawamangun, baru ke RS Persahabatan.


87 Sesampainya di sana, saya dan Mbak Nuk mengobrol sampai lupa bahwa saya harus menjemput Ami. Saya langsung njenggirat dan buru-buru pamitan. Ndilalahe, jalan tidak lancar. Sampai di lampu merah pertigaan Cawang, Halim, dan Cillitan, saya mau rem mobil Hillman. Ternyata remnya agak blong dan mobil meluncur terus, sementara kendaraan mobil dan motor dari arah Cililitan mulai bergerak. Saya sempat panik karena polisi lalu lintas yang berjaga melangkah ke jalan dan meniup pluitnya. Saya langsung tancap gas dan ngebut ke Pancoran. Sampai di depan Yasporbi sudah jam 10.05. Terlihat Ami sedang menunggu di luar, thingak-thinguk kebingungan. Saya klakson dan langsung tersenyum melihat saya. Saya langsung turun dan membimbing Ami ke mobil dan terus ke ndalem Pancoran. Ami, mohon dimaafkan kangmasmu ini ya. 8. Salah Satu Ahli Surga Itu Adik Kami Ami Wajah Ami tak lepas dari pelupuk mata saya. Terus terngiangngiang di telinga saya dan bayangan di kepala saat bersama Ami 3 atau 2 minggu terakhir Rayi Ami sebelum Ami berpulang. Adik kami, Ami, adik paling kecil yang mendapat kasih sayang dari orangtua dan kedelapan kakaknya. Ami dilahirkan ibu tanggal 30 Juni 1967 di rumah bidan Liauw Ging Hwa, tetangga sebelah kiri kami di Jl. Merbabu 1, Kotabaru, Yogya. Kelahiran itu tepat 6 hari setelah ayahanda kami Bapak Santoso Poedjosoebroto dinyatakan lulus promosi Doktorat dalam ilmu hukum di Pagelaran Sitihinggil, Keraton Yogyakarta. Ami sebagai sosok terkecil anak kesembilan dalam keluarga kami, mendapatkan kasih sayang yang luar biasa besar dari ibu, bapak dan kakak- kakaknya.


88 Ami selalu menjadi tumpuan kesayangan kakak-kakaknya. Rasanya tidak pernah membuat masalah di dalam keluarga. Para kakanda pasti mempunyai banyak kisah/ cerita yang spesial tentang Ami. Sebagai adik terkecil kami, dia selalu dalam penjagaan dan pengawasan semua kakaknya. Sedari kecil banyak temannya yang main ke rumah. Yang saya kenal antara lain: Melva, Rika, Shanti, Hanny, Sahir, dan banyak lagi. Tentu saya tak bisa menafikan teman sekaligus kakaknya paling dekat yaitu Rayi Yayah dan Naning, sang keponakan (puterinya Mbak Menuk). 9. Ujian Sejak Menikah Ami setelah lulus dari Fakultas Arsitektur Lanskap Universitas Trisakti, berkenalan dan semakin akrab dengan Widodo Mulyono (Dik Dodi), mereka menikah pada tanggal 14 Pebruari 1993 di ndalem Pancoran. Hari pernikahan dipilih sendiri oleh Ami pada tanggal yang sama seperti tanggal pernikahan Ibu dan Bapak Santoso, yakni 14 Februari 1946 di Purwokerto. Pernikahan ini diselenggarakan dengan sederhana di kediaman bapak ibu di Pancoran, namun tamu yang hadir luar biasa banyak katanya. Saya sendiri tidak bisa hadir, karena sedang mengikuti tugas belajar di Royal Tropical Kit (KIT), Amsterdam. Dik Mieke bersama Ira dan Aryo dari Yogya hadir mewaklli saya. Yang saya ingat adalah mereka kemudian bertempat tinggal di rumah yang disiapkan Dik Dodi di daerah Pekayon. Ibu sering menamakan rumah itu Villa Bontot. Setelah menikah, Ami dan Dik Dodi diuji dengan lamanya penantian untuk diparingi momongan. Setelah menanti 8 tahun Allah yang Maha Pencipta mengaruniai melalui tangan dokter T. Jacob, Sp OG, dan lahirlah


89 anak kembar mereka, yaitu: Irfan Abi Prasasto (Irfan) dan Ikhsan Abi Satrio (Ichan). Dengan dikaruniai dua putera ini, Ami dan Dik Dodi diuji lagi karena ananda Ichan yang memerlukan perhatian dan sekolah khusus. Di tengah kesibukan Dik Dodi sebagai pegawai PT PLN dan Ami sebagai pegawai suatu perusahaaan di Tebet dan freelancer, mereka berdua berupaya terus bahu- membahu untuk menegakkan rumah tangga. Tahun 2020 di mana COVID-19 sedang melanda di mana-mana, diketahui bahwa Rayi Ami menderita Ca Mamae. Ami sangat kaget, demikian juga kami keluarga besar. Saya sebagai tenaga dokter menyadari bahwa di dalam keluarga besar kami ada genetik kanker. Ami menjalankan pemeriksaan demi pemeriksaan sampai kemudian harus dioperasi juga chemoterapy. Tahun demi tahun Ami menjalani pemeriksaan laboratorium patch scan dan lain-lain. Dan hasilnya dinyatakan bersih. 10. Ujian Ketiga Bulan Februari tahun 2023, ketika menjalani pemeriksaan rutin Ami, diketahui bahwa Ami patch scan-nya kurang baik. Saat itu Ami merasakan bahwa badannya kurang sehat, berat badan menurun, nafsu makan jelek dan baru berjalan 100 meter saja ngos-ngosan dan lemas. Esoknya dilakukan pemeriksaan di RS Pondok Indah. Dalam pemeriksaan Ami, ditemukan bahwa fungsi ginjal tidak baik. Begitulah perkembangannya sehingga pada 8 Desember 2023 harus menjalani opname di RSPI. Pada tanggal 20 Desember 2023 harus masuk ICU. Kami melihat sendiri betapa adik ragil begitu cemas akan sakitnya. Suaminya, anaknya, serta kami para saudaranya berupaya untuk berdoa dan menghibur. Demikian juga para dokter dan civitas hospitalia berupaya menyembuhkan.


Click to View FlipBook Version