90 Namun Allah Subhanawata9ala berkehendak lain. Pada hari Jumat tanggal 30 Desember 2023 pukul 17.23 dokter menyatakan bahwa Rayi Ami telah wafat. Kesedihan menyeruak di ruangan ICU, ruang tunggu ICU, di ruang jenazah sampai di rumah Ghra Cinere. Arus tamu mengalir tak henti- hentinya dari para tetangga, handai taulan, kerabat, tukang kebun, para teman Ami, teman-teman Dik Dodi, serta teman-teman Irfan berdatangan tak henti- hentinya untuk memberikan penghormatan terakhir. Saya melihat ketiga ekor kucing kesayangan keluarga Ami di dalam kandang yang nampak diam bersedih ditinggalkan pengasuhnya. Malam itu saya tuguran menemani Dik Dodi dan Irfan di ruang tamu tempat di mana jenazah Ami disemayamkan, dan Ichan bersama Pak Syaiful (pengasuh Ichan) di lantai atas sementara Mbak Pitut (kakanda Dik Dodi) di ruang tidur utama, dan Mang Ewod tukang kebon kesayangan Ami juga beberapa satpam di luar rumah. Tengah malam saya naik ke lantai dua dan mengamati suasana rumah seni ekstrak ini dengan berbagai karya Ami berupa lukisan, kartu-kartu, sketsa, dan ada beberapa karya Ami yang berupa unfinished paintings. Saya meneteskan air mata. Inilah jejak/ bukti karya-karya adik kami Ami menjalankan profesionalismenya dan menegakkan rumah tangganya sebagai pendamping Dik Dodi. Saat itu saya sempat membuat beberapa sketsa. Saya baru bisa tertidur pukul 02.30 pagi. Pada pagi harinya saat memandikan jenazah, mengalami, mendoakan, dan salat jenazah dilaksanakan di rumah kediaman juga di mesjid Al Ikhsan komplek Ghra Cinere. Acara pemakaman berlangsung dengan lancar, khidmad, dan penuh keharuan. Masih teringat benar suatu siang di saat Ami masih sadar di ruang ICU. Saya kebetulan giliran menjaga. Saya perhatikan sosok adikku ragil Ami yang terbaring lemah di kasur diselimuti kain abu-abu muda dengan dipenuhi berbagai kabel, selang, oksigen, cairan infus. Sementara obat-
91 obatan dan spuit disiapkan di meja, sedangkan alat respirator berada di sebelah kiri belakang yang bekerja terus menerus, sementara di sebelah kanannya alat Hemodialis yaitu CVVH (Continous veno venosa Hemodialisis). YaAllah, engkau uji adik kami dengan penyakit dan dengan berbagai alat bantuan penopang hidup. Saat itu saya tertegun, dan menyadari, sosok di hadapanku inilah sebenarnya ahli surga itu. Allah telah memberikan begitu banyak ujian, cobaan, namun juga memberikan kemampuan untuk menyatukan para kakaknya. Berarti engkau telah memberikan kekuatan dan kemampuan dalam diri adik kami untuk mempersatukan keluarga, mempersatukan teman-temannya dan handai taulan. Iya, mempersatukan kita semua. Masyaa Allah. Saat itu saya langsung membisikkan doa, kalimat tayibbah, dan doa- doa di telinga Ami. Mmenciumi kening, hidung, tangan, dan ujung kakinya. Ya Allah, engkau tunjukkan kepada kami semua inilah ahli surga itu. Subhanallah. Sebagai penutup, saya sertakan falsafah orang Jawa, anggitanipun RMP Sosrokartono, yangmengajarkan: =Ikhlas ingkang sampun kelampahan, trimah ingkang nembe dipun lampahi , pasrah ingkang dereng kelampahan=. Semoga rayi Ami husnul khatimah. Ammin Ya Rabbal Allammien. Jakarta, 5 Januari 2024. Bertepatan dengan hari kelahiran (wiyosanipun) Bapak Santoso Poedjosoebroto
92 Bagas Hapsoro 1. Ami Sang Adik Bontot Kreatif Ini cerita awal, lima dasawarsa lalu, saat adik bungsu kami Ami (Padmi Nawestri) masih balita. Saya yakin kakak-kakak dan adik-adik masih ingat juga. Ami ketika masih balita Tahun 1969. Saat itu adikku ini masih berumur 2 tahun, dia plesir ke Yogyakarta. Tentu tidak sendirian. Bapak dan ibu menitipkan ke Mas Kongko. Terakhir saya ketemu si bontot 10 bulan sebelumnya di Bukittinggi. Bapak ketika itu ngasto di Padang. Baru satu hari di Yogyakarta, Ami sudah akrab dengan saya. Ami suka melihat iring-iringan semut merah di tanaman alamanda di Jalan Merbabu. Matanya berbinar-binar kalau melihat barisan semut jalan. Tetapi selalu saya jauhkan dari binatang kecil itu karena kalau menggigit pasti sakit. Ami juga senang buah kersen dan murbei di gereja Batak depan rumah.
93 Setiap pulang sekolah selalu saya sempatkan untuk melihat kelucuan adikku yang masih imut-imut. Umur 2 tahun terlihat lucu dan menggemaskan, kelihatannya dia cepat akrab meski baru mengenali seseorang. Saya ingat waktu itu kelas 5 SD. Suatu saat di sore hari adikku yang berumur 2 tahun itu ketakutan saat melihatku. Gimana nggak takut, saya ikut karnaval menjadi buto ijo. Tampangku saja sudah menakutkan begini, apalagi sudah pakai topeng raksasa. Hampir tiap hari adikku ini tertawa saat melihatku, apalagi saat saya cium kedua pipinya. Matanya blalak-blalak dan sangat indah. Ibu menjuluki Ami =bal cethuk=. Sebab bentuk dahinya mirip bola tennis dan lucu sekali kalau ngomong-ngomong. 2. SD di Jalan Nagasari Banjarmasin Kami nderek bapak ibu saat bapak bertugas di Kalimantan. Ketika saya di SMP Negeri I Banjarmasin, Ami sekolah di SD Pelabuhan, di Jalan Nagasari. Sekolahnya dekat sekali, mung 150 meter. Kelihatan dari rumah Bapak. 3. Tiru-Tiru Yayah Menari Alkisah di Banjarmasin itu adik-adikku: Aduk, Yayah dan Ami bersekolah di SD Nagasari. Hobi saya main gitar. Kalau sudah berkumpul, saya nggenjreng gitar, Aduk dan Yayah bisa ikut menyanyi. Jarak umur Ami dengan saya terpaut jauh, jadi nyanyinya terpisah saja. Ada sesi tersendiri. Jadi bagaimana?Cuman boleh melihat dari jauh saja. Padahal kalau kami menyanyi, saya melihat Ami ikut umak-umik. Dia tahu lagunya, tetapi mungkin sungkan untuk bernyanyi bareng kakakkakaknya. Lama-kelamaan saya amati Ami punya bakat terpendam. Suka menari.
94 Saya pernah melihat Ami dan Yayah menari di depan kaca. Ami nari pakai selendang mengikuti Yayah. Waah, hebat adikku yang bontot ini. Semangat menarikan lagu Banjar =Kotabaru Gunungnya Bamega=. Hobi Yayah menari ini diteruskan sampai SMA ketika dia ikut kursus menari di Jalan Kimia, dekat Bioskop Megaria. Ami sering juga ikut. Kadang tari Sumatra atau tari Bali. Ami dengan setia juga selalu bareng Yayah. Pokoknya sulit dipisah. 4 .Hobi Menyanyi Bakat Ami terlihat sejak SMP. Suka menyanyi sejak kelas 1 SMP Negeri XIII Jakarta, bahkan menjadi penyanyi paduan suara. Dan suaranya nggak fals. Ketika kuliah di Universitas Trisakti, Ami terpilih menjadi anggota paduan suara. Menurut Ami ada seleksinya. Umumnya paduan suara terdiri atas empat bagian suara (misalnya sopran, alto, tenor, dan bas), walaupun dapat dikatakan bahwa tidak ada batasan jumlah suara yang terdapat dalam paduan suara. Selain empat suara, jumlah jenis suara yang paling lazim dalam paduan suara adalah tiga, lima, enam, dan delapan. Ami tau semua teori ini. Bohemian Rhapsody (Queen) adalah salah satu lagu favorit Ami. Ami pernah menyanyi bersama koor dengan cara acappella. Tanpa iringan musik. Pada penampilan acappella atau dengan iringan piano, umumnya pria ditempatkan di belakang dan wanita di depan; penempatan kelompok bas di belakang kelompok sopran disukai oleh beberapa dirijen dengan alasan bahwa kedua bagian suara ini harus saling menyesuaikan nada. Karena menjadi patokan untuk temantemannya, dia ditempatkan di depan tengah. Mengingat bakat Ami dan Yayah inilah yang membuat kami sepakat membentuk paduan suara De Santos. Mas Kong main gitar, Mas Bambang meniup flute, saya main piano, Aduk main bass. Yayah dan Ami
95 vokalisnya. Lagu yang pernah kami bawakan antara lain adalah: Sio Mama, Tanah Air, dan sebagainya. Dulu sewaktu Mas Mamam masih sugeng beliau main perkusi latin, cajon. 5 .Suka Merawat Tanaman Semasa saya masih kuliah, Ami pernah memberi tahu saya tentang cara merawat tanaman. Yaitu dimulai dari pengambilan tanah, lalu diberi pupuk, kemudian menanam tumbuh-tumbuhan tersebut, selanjutnya menyiram, membuang daun-daun yang layu. Semua momen itu tidak akan terlupa dari ingatan saya. Kebetulan saya punya =keahlian= sejak SD: menyapu kebun. Tapi hal yang terlebih penting Ami memberi tahu saya lewat tindakan nyata. Jangan lupa untuk menyirami kembang. Ami tidak pernah menasihati. Mungkin passion ini yang membawa dia memilih jurusan lansekap. Air bekas cucian beras memang Ami tampung di beberapa baskom siap untuk diguyurkan ke tanaman-tanaman itu. "Supaya tumbuh subur," begitu kata Ami. Sewaktu mahasiswa, saya perhatikan Ami tetap disiplin menyiram tumbuhan tersebut dengan air bekas cucian beras. Disiplin, tanpa disuruh, tanpa tapi dan nanti. Beberapa waktu yang lalu kalau saya ke Grha Cinere, di rumah Mas Dodi dan Ami, saya selalu memandangi berbagai tumbuhan hijau dan menyegarkan diri dengan angin semilir di sekitarnya. Indah sekali rumah Ami. Terkadang saya juga memetik beberapa daun yang layu di ranting dan memotong lidah buaya yang kering di ujungnya.
96 Menyiram untuk memberi sejumlah asupan air bagi semua tumbuhan membutuhkan kesabaran. Menjaga keindahan tumbuhan, merawat mereka dari gangguan hewan semisal kucing dan tikus, juga sama pentingnya. Merasakan udara segar dari merawat tumbuh-tumbuhan yang saya sebutkan di awal tadi adalah kebiasaan yang selalu kami rasakan saat kami tinggal di Pancoran. Saya ingat betul sewaktu tahun 1976 saya, adikadik, dan kakak-kakak punya kebiasaan duduk bersama saat pagi dan sore di hari Minggu. Sangatlah berkesan. Terkadang Bapak Santoso mengajak bal-balan pakai bola di rumput belakang nan hijau. Beliau mengenakan sarung yang digulung sampai lutut. Woooh, lucu tenan. Beberapa minggu setelah saya menempati rumah di jalan Flamboyan, Ami mengenalkan kami kepadaPak Ewod. Jagonya menanam bunga dan tanduran. Kalau kami minta datang untuk merawat tanaman, kadangkadang Pak Ewod ditemani anaknya. Datangnya selalu pagi, jam 6.30 sudah siap mbabati tanamen yang awut-awutan. Saya pernah =disidak= (inspeksi mendadak) oleh Ami. Dia bilang mau lihat tanaman di depan dan di belakang rumah saya. Komentarnya menggembirakan, <Woooh apik iki... gendut-gendut tanemane=. 6. Rumah Ami yang asri Memiliki tanah yang ideal di jaman sekarang tak membuat Ami dan Mas Dodi menghabiskan lahannya untuk membangun rumah. Dari tanah seluas 206 meter persegi yang ia miliki, rumahnya hanya dibangun dengan luas 160 meter persegi dengan memiliki dua lantai. Rumah Ami ini di Grha Cinere, Depok, Jawa Barat. Di sekitar rumahnya terdapat rumput hijau dan pepohonan yang sangat menyejukkan mata. Halaman ini ia manfaatkan untuk menghabiskan waktu dengan keluarganya.
97 Di teras samping ada sofa malas yang diletakkan Ami. Di sini Ami biasa menghabiskan waktu pagi dan sorenya untuk menikmati udara segar. Masuk ke dalam rumahnya, kesan luas sangat jelas terlihat. Lantai satu rumahnya dibiarkan terbuka tanpa sekat. Ruang tamu, ruang menonton keluarga, ruang makan tak terbatas oleh tembok atau sekat lainnya. Menariknya, rumah Ami memiliki jendela yang cukup. Ini berguna agar udara dari luar dapat masuk leluasa ketika jendela terbuka lebar. Naik ke lantai dua, terdapat dua ruangan. Kedua kamar ini menyenangkan dan sangat cocok untuk tetirah dan belajar. Setelah itu, terdapat sebuah ruang baca milik Ami. Di sini terdapat puluhan koleksi buku milik Ami serta beberapa piagam penghargaan. Yang menarik di lantai dua ini adalah studio Ami. Ada tempat untuk melukis dan membuat sketsa, dan sebagainya. Dijamin betah duduk disitu sambil menikmati karya-karya yang arstistik. Benarbenar menginspirasi. Pokoknya kalau keluar dari kamar itu pasti ada saja ide untuk menulis atau menggambar. j
98 7. Karya Ami Digemari Pebisnis Australia Tanggal 19 Oktober 2023, kami dari para putera mantu Bapak Ibu Slameto ada acara reunian di Bali. Sejak lama kami merencanakan untuk ketemu dan nginepnya di rumah keluarga Mbak Wati dan Mas Yoyon di Denpasar. Setelah ditunda beberapa kali akhirnya baru bisa terlaksana bulan Oktober itu. Sebelum berangkat ke Bali kami pamitan ke Ami. Dia bilang sama isteri saya, Dik Ning, =Kalau tidak merepotkan bolehkan Mbak Ning mampir ke Biku Cafe di Bali? Alamatnya di Jl. Raya Peritenget 888, Badung, Bali.= Setelah itu dia menambahkan, =high tea-nya menyenangkan lho, Mbak Ut pasti suka.= Saat di Bali kami menyempatkan diri ke Biku Cafe. Tempatnya asyik. Tidak jauh dari pantai Kuta. Meski agak macet tetapi oke lah. Sampai di sana, kopinya top banget. Bali Kintamani Arabica.
99 Saya dikasih tahu Dik Ning bahwa di Cafe itu ada barang-barang suvenir termasuk kartu pos. Yang unik adalah bahwa ilustrator kartu pos itu adalah Ami. Saya bangga melihat gambar-gambar yang dibuat Ami seperti bunga, tanaman, tea-pot, teko, dan rumah lucu-lucu. Berikut gambarnya: Saya kirim berita itu melalui WA ke Ami, =Rayi Ami, aku benar-benar bangga melihat kartu-kartumu yang dipajang di tempat display!= Terus jawabannya sangat spontan, =Masya Allah matur nuwun, Mas Bagas, Mbak Ning. Ami senaaang sekali lihatnya. Matur nuwun sampun mengupayakan mampir dan merekam tempatnya.= Memang bagus lokasi café ini. Banyak turis asing yang betah ngobrol dan minum. Menurut Ami, yang punya café itu Bu Asri Kerthyasa. Sosok Asri Kerthyasa selama ini jarang tersorot oleh publik. Perempuan anggun asli Australia dan sudah lama menetap di Bali setelah menikah dengan ayah mertua Happy Salma, Tjok Raka Kerthyasa. Singkat kata, begitu pengunjung memasuki café, langsung melihat display kartu yang dipajang di ruang depan. Kata petugas café di situ orang- orang bule suka lukisan yang artistik karya Ami itu.
100 Jl. Raya Peritenget 888, Badung, Bali Biku Cafe Kartu-kartu pos dengan gambar karya Ami dipajang di restoran dan Cafe Biku, di Badung, Bali. (Doc Oct 2023)
101 TULISAN ADUK TENTANG AMI Tuuuut...... tuuuut.......: <Assalamualaikum warahmatulah wabarakatuh, SAADUUUK, apa kabar...?, baik-baik saja ya, Amiin Allahuma Aamiin= Begitulah suara Ami di pagi hari saat menyapaku melalui handphone, Suaranya begitu riang dan menyejukkan dan sangat ngangeni .........
102 AM I , ADIK BONTOTKU YANG SANGAT BAIK 1. Mbak Menuk adiknya Ami. Dulu Ami saat kecil di dalem Pancoran selalu digoda oleh kakak mbarepku almarhumah mbak Menuk, karena Ami selalu menanyakan urutan kakak2nya di urut dari yang yang sulung yaitu Mbak Menuk kakaknya MasKongko, masKongko kakaknya MasMamam, masMamam kakaknya Mbak Menik, mbak Menik kakaknya Mas Bambang, mas Bambang kakaknya mas Adah (mas Bagas), mas Adah kakaknya mas Aduk (Sapto), mas aduk kakaknya Yayah, dan Yayah kakaknya Ami. Terus Ami tanya < Lho kalo Ami kakaknya siapa ?=. Mbak Nuk sambil tertawa berkata bahwa Ami kakaknya Mbak Menuk. Ami sambil sedikit bingung terus bergumam < Ooo, Mbak Menuk itu adiknya Ami too&=. Sejak itu kalo mbak Nuk guyon dengan Ami selalu menyatakan kalo Mbak Nuk adiknya Ami. Amipun puas dan tidak bertanya-tanya lagi, tapi tentunya bingung dan lama lama tahu juga& 2. AMI , Panggilan rayi Padmi Nawestri
103 Dimulai seko endi yo..? Aku sangat sependapat karo sedulur liyane yen Ami kuwi pancen pinter, smart, prigel,perduli sesamanya lan muslimah sing apik.. Eh, boso Jowo to..? Aku sangat sependapat dengan saudara lainnya bahwasanya Ami itu memang pinter, cerdas, trampil, perduli dengan sesamanya dan Muslimah yang baik. Itu semua karena didikan orangtua kita dan Ami menjalankan dengan baik ditambah Ami suka belajar apa saja untuk mengembangkan dirinya. Yang jelasAmi nama panggilan dari Padmi Nawestri yang kata alm Bapak namanya diambil dari bunga kesukaan Ibu yaitu Teratai atau Padma, putri kesembilan/ Nawa dan estri yang berarti wanita/ putri. Yang secara keseluruhan menjadi Anak putr i nomor sembilan yang dihar apkan nantinya ber kembang seper ti bungai ter atai yang indah dan selalu indah... Karena Teratai atau Padma adalah bunga, yang identik dengan keindahan, keharuman dan feminisme.
104 Lihatlah, tak peduli seberapa kotornya kolam yang mengelilingi bunga teratai ini, bunga ini tetap mekar dengan keindahan, kotoran yang menyebar di perairan sekitarnya tidak mengurangi keindahan dari teratai itu sendiri. Bunga teratai ini masih tetap bisa tumbuh dan berkembang di atas kolam yang sangat kotor, tanpa tersentuh dan ternoda dengan kotoran itu sendiri. Lalu, jadikan ini sebagai pembelajaran hidup, tak peduli seberapa negatif lingkungan di sekitar kita, kita harus tetap bisa menjadi bunga teratai yang berkembang dan tumbuh dengan indah tanpa ternoda. Maka dari itu, ketika kita sedang dalam kegelapan, sedang dalam kesengsaraan, yakinlah kita bisa seperti bunga teratai, yang tumbuh keluar dari dalam lumpur yang kotor tanpa terpengaruh dan tersentuh oleh kotoran itu. Makanya almarhumah Ibu semasa hidupnya sangat suka dengan bunga Teratai sehingga menciptakan lagu Banjarmasin dimalam Purnama yang menceritakan tentang keindahan Bunga Teratai. Memang luar biasa orangtua memberi nama putra-putrinya yang penuh makna dan harapan untuk kebahagiaan dimasa mendatang. Al Fatehah untuk Bapak, Ibu, mbak Menuk, Mas Mamam, mbak Meniek dan Ami yang telah meninggalkan kita&&..
105 Tanaman Teratai di depan rumah dinas bapak di Jl. Pelabuhan Timur no. 10 Banjarmasin Kembali ke nama untuk Ami, dulu Ibu suka memberi nama lain untuk putra-putrinya tidak terkecuali untuk Ami, yang suka dipanggil ibu dengan Athuk. Karena sewaktu kecil Ami lucu banget, kepalanya bundar kecil seperti bola cethuk (seperti apa ya?Opo koyo bal bekel?) yang diberi titik pake pensil dan hidungnya tidak ada alias tidak kelihatan. Maka dipanggil Bal Cethuk& Memang waktu kecil, Ami kalo dipanggil Ami tidak nengok, tapi kalo dipanggil Athuk pasti nengok dan ketawa. Jadi kami suka memanggilnya Athuk. Hanya suatu saat Bapak negur kami supaya jangan dipanggil Athuk lagi, tapi Ami, dan sekarang semua kami memanggilnya Ami&& dan mau nengok kalo dipanggil&hehehehe..
106 AM I JADI SUBJEK LATI H AN H I PNOTERAPI Semasa SMA aku suka belajar apa saja, terutama ilmu untuk kedigdayaan, belajarnya dari mBah Doellah Prawiro Soemarto (mbah Cilik Wojo), buku-buku Kejawen, juga beladiri yang menggunakan tenaga dalam dan mantera atau bacaan yang harus dirapalkan, juga laku mulai puasamutih, ngerowot (makan buah saja) sampai patigeni. Suatu saat aku tertarik mempelajari ilmu Hipnotisme dan hipnoterapi yang disusun oleh Purnawijaya terbitan Magic Center Djakarta. Dalam buku itu ada cara2 penyembuhan kebiasaan2 yang tidak baik dengan memberikan sugesti-sugesti untuk Subjek (orang yang dihipnotis). Setelah sekian lama mempelajari dari buku itu dengan latihan konsentrasi, kini giliran praktek aku mencari sasaran untuk uji coba. Kebetulan adikku Ami punya kebiasaan ngenyut dengan ibu jari tangan serta harus pegang selimut yang bukan main ambune . Dan mau untuk dihipnotis.. Ami kucoba dihipnoterapi dengan sugesti-sugesti yang diberikan berulang-ulang supaya kebiasaan itu hilang karena rasa ibu jari setelah dihipnotis menjadi pahit dan semakin pahit sehingga tidak mau ngenyut lagi.. Luarbiasa....., ternyata setelah itu Ami tidak mau ngenyut lagi dan selimut yang bau itu boleh dicuci. Aku sendiri kaget melihat kelinci percobaan itu berhasil. Syukur Alhamdulillah.. rupanya Allah memberikan kesembuhan kebiasaan ngenyut dari coba-coba belajar Hipnoterapi dari buku.
107 Putra no 8,9 dan 7, selalu disempatkan berfoto kalo berjumpa
108 3. Kebersamaan ku dengan Ami sekeluarga di Jogja tahun 2022. Bulan September 2021, aku menyampaikan kabar ke keluarga besar Santoso Poedjosoebroto bahwa kami akan ngunduh mantu anak ragil kami Imok (Bisma Haryo Raditya) dengan calonnya Chika (Ayu Laksita Dewi) pada tanggal 26 Februari 2022 di Tara Hotel Yogyakarta. Saat itu masih epidemi Covid 19. Saat itu pemerintah membatasi jumlah suatu kegiatan yang dalam jumlah besar, sehingga keluarga dekat saja yang kami undang dari kedua belah pihak. Keluarga besar yang dapat hadir adalah keluarga mas Bambang Sarjono, keluarga Jose Rizal dan keluarga Ami (Widodo Mulyono). Dari bulan sebelum hari-Hnya, Ami sekeluarga sangat ingin hadir dan sudah memesan tempat untuk acara tersebut dan aku sangat berterimakasih kepada nya bahwa ditengah epidemi Covid19, Ami masih berusaha untuk hadir dan katanya sambil berlibur bersama keluarga. Menjelang acara, rayi Ami dan rayi Yayah (adik no.8) turut menata ruang acara di Hotel Tara, tentunya dengan sentuhan seni Ami yang senang tanaman, ruangan resepsi menjadi lebih indah dan akan terasa khidmat dalam pelaksanaan nantinya. Ami, yang ada dibenakku adalah seseorang yang selalu tersenyum dan selalu riang. Kalo marah malah kelihatan lucu dan itupun tidak pernah ditampakkan. Karena kalo marah, sepertinya yang dimarahi takut tersinggung. Itulah Ami, yang selalu ringan tangan seperti juga adikku yang no. 8. Yayah. Kalo di Jogja rasanya waktunya kurang untuk pingin jalan2 dengan karena
109 waktu berliburnya juga terbatas dan ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Tapi selalu disempatkan untuk bertemu dengan keluargaku. Pernah ada kejadiaan lucu saat setelah makan siang di rumah makan tempo doeloe dari jaman bapak-ibu kalo nostalgia ke Wonosari yaitu Rumah M akan Sego Abang Sayur Lombok Ijo Njirak di samping jembatan Semanu Wonosari Gunung Kidul, kami dengan keluarga Ami dan mas Bambang dengan kendaraan Hiace mau menuju Kopi Panggang. Nah, dalam perjalanannya dengan berbekal panduan dari Google Map, kami diarahkan menuju tempat tersebut, tapi menerobos jalan2 kecil di pegunungan (sebenarnya aku mau bilang tersesat, tapi malu). Hari itu masingsiangnamun karena didalam hutan sehingga kesannya sudah sore. Dalam situasi ini Ami itu ternyata malah senang dan turun dari mobil untuk mengambil foto-foto dihutan tersebut. Wah memang Ami itu seperti Ibu/Utik yang kalo jalan-jalan dan kesasar tapi malah senang (Utik :=Soyo seneng yen disasar2ke..=).
110 Akhirnya dalam perjalanan mendaki jalan2 kecil di bukit2 di Gunung Kidul itu, kami sampai juga ke Kopi Panggang. (Mas Dodi, kalo masih menyimpan foto hasil bidikan Ami, tolong ditampilkan ya, karena waktu itu saya nyopir dan keringat dingin gak sempat moto). Foto keluarga di Kopi Panggang dan Resto, Gunung Kidul Aku saat ini memang belum bisa menulis tentang Ami, karena saat menulis selalu ingat Ami, mengenang adikku yang selalu ceria dan memberi inspirasi untuk selalu berbuat baik dan yang terbaik. Berikut ini hanya aku unggah foto0foto dengan Ami saat bertemu dan saat di Jogja, dan tentunya sangat banyak sekali.
111 Di Floating Resto, Sleman
112
113
114 Putra 7,8 dan 9 nyuwun pitedah Kangmas Broto Husodo
115 Hadir di acara Resepsi Pernikahan Putra pertama Hanggoro Pandu NugrohoDi Madiun, tanggal 28 Desember 2019
116 9, 8 & 7
117
118 Acara Lebaran 2022 di dalem Pancoran
119 Ami dan burung Kakak Tua. Kata terakhir saat ku telepon Nopember 2023, Saduuuk, Ami pingin bahwa putra-putri bapak podo bersatu sing kompak ya, Ami sedih yen ana sing rame. Aku jawabnya ya bilang : <Iya Mi, kita selalu bersatu dan kompak kok, ngono iki kan saat menyampaikan lan
120 tujuanne kuwi kanggo kebaikan kita semua......= <Iya Saduuuuk....... < jawab Ami maneh. Kata terakhir ditulisan ini, Ketahuilah, aku bersaksi bahwa Ami adalah insan yang baik dan selalu ingin membahagiakan orang lain, tanpa pernah berkeluh kesah. Hubungan dengan sesama selalu dijaga, sedangkan untuk Allah, tidak pernah ditinggalkan sholat dan kewajiban2 lainnya. Yakinlah aku bahwa Ami sekarang Damai disisi Allah Subha Wataala, Semoga, Aamiiiin Allahuma Amin&&
121 Di Pantai Depok Bantul
122 Rumah Makan Nila Pepes Mbah Jalal, Tempel Sleman DIY
123
124 Dyah Astarini Ami Sejak Kecil Berjiwa Sosial Ami sewaktu di kelas 1 SD Pelabuhan, Banjarmasin sering tidak mau mengerjakan PR. Pekerjaan rumah yang seharusnya dikumpulkan ke ibu gurunya setiap pagi malah diserahkan ke teman sebangkunya. Namanya Wahida. Oleh Wahida pekerjaan itu diselesaikan dengan seksama. Temannya itu baik. Tetapi Ami waktu itu sadar bahwa di mana pun tidak ada yang gratis. Oleh karena itu Ami memberikan balas jasa berupa pakaian Ami. Itu tidak sekali& beberapa kali. Suatu hari ibu mencari pakaian-pakaian Ami kok pada nggak ada? Setelah ditanya ke Ami, akhirnya Ami mengaku sering =menolong= temannya itu. Ndilalah temannya itu memang hidupnya sederhana sekali. Jiwa sosial ternyata melekat sejak Ami kecil.
125 BAB III Kesan Para Keponakan
126 TANTEKU, TANTE AMI Semua pasti setuju, Tante Ami adalah sosok tante muda yang ramah, perhatian, easy going, dan asik. Ketika aku kecil, aku beberapa kali diajak ke kampus Tante Ami untuk mengumpulkan tugas. Aku juga diajak <nongkrong= bersama Tante Ami dan sahabatnya, Tante Rika. Setelah pulang dari kampus, lanjut lagi nongkrong di kamar Tante Ami dan memperhatikan bagaimana Tante Ami begitu fokus dan telaten mengerjakan tugas. Saat itu dalam hatiku berkata <Wow TanteAmi keren banget ya, anak kuliahan yang membawa beberapa kertas gulung panjang dan lengkap dengan pensil warna, spidol, dan bolpen rotring=. Sejak itu bisa dibilang aku nge-fans sama Tante Ami. Fast forward ketika aku sudah cukup dewasa, aku mulai memikirkan masa depan, dan tiba saatnya ketika aku memperkenalkan Tizar yang saat itu adalah teman dekat dan berencana untuk menuju tahap lebih serius. Pertemuannya diadakan di restoran di daerah Menteng. Setelah pertemuan itu aku ingat sekali komentar Tante Ami, yaitu <Galuh, semoga lancar ya. TanteAmi sih OK.= sambil senyum. Dan benar adanya, Tante Ami pun mengikuti semua prosesnya. Saat lamaran di Desember 2009, TanteAmi pun menjadi seksi sibuk dan bersedia menjadi MC. Alur perkenalan sungguh rapih, renyah, dan sesekali diselipi guyonan. Menjadi MC di acara lamaran Galuh Tizar, Desember 2009
127 Tak cukup di situ, di tahun 2018 ketika saat itu aku memutuskan untuk berhenti bekerja karena alasan ingin fokus mengurus anak-anak di rumah, aku dengan kemampuan yang terbatas mencoba untuk membuat kue-kue dan cookies. Tiba saatnya aku membuka pesanan untuk hampers Lebaran, dan Tante Ami adalah customer pertama yang memesan hampers Lebaran. Tante Ami pesan sebanyak 25 toples yang rencananya akan diberikan untuk ibu-ibu pengajian komplek. TanteAmi request dengan tema hijau dan menyerahkan semuanya ke aku, padahal saat itu aku sangat tidak PD. Ternyata, teman-teman Tante Ami yang kedapatan toplescookiespuas, dan beberapaadayangorder di kemudian hari. <Thank you, Tante Ami!= Isi whatsapp-ku ke beliau. Pesanan hampers Lebaran tahun 2018 dari Tante Ami
128 Tante Ami bersama Aiza, Juni 2019. Sebelum Galuh pindah ke Singapore Di tahun 2019 ketika aku mulai pindah ke Singapore, komunikasi aku dengan Tante Ami banyak dilakukan melalui Instagram. Tukar pikiran ketika Tante Ami pertama kali mau ketemu Dokter Sonar Soni Panigoro sampai dengan pembahasan drakor (drama Korea). Setiap ada drakor baru keluar, kita pasti bahas bersama. Ternyata kita sama-sama suka dengan drama yang bergenre romantic comedy, diselipi dengan tangisan cheesy. Menurut Tante Ami, menonton drama Korea adalah salah satu kegiatan yang cukup menghibur selain menggambar tentunya. Rest in love, Tanteku sayang. Terima kasih sudah menjadi tanteyang asik dan perhatian. Terimakasih telah hadir di setiap perjalanan hidup Galuh. We love you. Singapore, 2 Februari 2024 Galuh Retnosari
129 PPP Bukan Partai, Melainkan <Padmi, Putri, & Poetsoe= Devani, Tante Ami, Putri di Poetsoe, 2019 Terlalu banyak kenangan dengan TanteAmi, karena beliau bisa dibilang sebagai sosok yang selalu ada pada setiap peristiwa penting para keponakanannya, termasuk aku. Kali ini, aku ingin berfokus pada Tante Ami ketika mendukung usaha kecilku yang lahir pada akhir tahun 2016, setelah 1 tahun menetap di London, Inggris untuk kuliah S2. TanteAmi dengan kepribadiannya yang ramah, menyenangkan, dan baik hati tentu membuat kami sebagai keponakan nyaman untuk bercerita dengan beliau. Ia selalu <hadir= pada keseharian dan momen-momen pentingku. Salah satunya ketika aku menikah di bulan Mei 2016. Aku meminta TanteAmi untuk mendekor kamar pengantin yang <tidak biasa= karena aku membawa berbagai macam pajangan dari Inggris. Ibu juga membuatkan selimut rajut yang dibuat selama kami berkeliling Inggris. Karena penggabungan elemen-elemen tersebut, Tante Ami mendapatkan tantangan unik dan ia sangat bersemangat untuk mengerjakannya. Dan betul saja, hasil dekornya melebihi dari apa yang
130 aku bayangkan: kamar pengantin yang berwarna-warni, ekletik, dan artsy. Itulah Tante Ami, selalu memberikan lebih dari apa yang kami minta. Kamar Pengantin Jalan EE, 2016 Ketika aku menyampaikan ide untuk <melestarikan= carport rumah bapak untuk menjadi Poetsoe Creative Space & Cafe, Tante Ami adalah salah satu orang yang antusias akan ide tersebut. Ia selalu menanyakan progress serta konsep, dan mendengarkan cerita-cerita serta visi misiku untuk membangun tempat tersebut. Aku masih ingat betapa sumringahnya ekspresi Tante Ami ketika aku cerita bahwa akan ada banyak tanaman hijau, juga furnitur warna-warni dari Omah Padma yang akan menghiasi Poetsoe. Aku pun dengan bangga menceritakan ke pengunjung Poetsoe bahwa banyak dari dekorasi Poetsoeyang dibuat oleh Omah Padma. TanteAmi sebisa mungkin selalu datang, tidak hanya pada pembukaan tetapi juga ketika Poetsoe sudah beroperasi dengan normal, ia sempatkan untuk mampir jika berada di area sekitar. Aku ingat beberapa kali Tante Ami selalu pesan Kopi Susu Angus & roti bakar, termasuk ketika datang dengan Tante Yayah. Tante Ami selalu memancarkan energi dan ekspresi kegembiraannya yang sama, dan selalu mendokumentasikan dirinya ketika di Poetsoe, seakan itu adalah kali pertamanya ia datang.
131 Aku Bersama Tante Yayah, Devani & Tante Ami, 2019 Puncaknya adalah ketikamemasuki pandemi Covid-19, aku bekerjasama dengan Omah Padma untuk dibuatkan ilustrasi Poetsoe & ciri khasnya. Lagi-lagi Tante Ami yang paling bersemangat untuk mengerjakan. Aku beri beberapa foto untuk digunakan sebagai panduan menggambar. Gambar-gambar tersebut digunakan sebagai design motif untuk produk <New Normal Starter Pack= keluaran Poetsoe, yang didalamnya terdiri dari masker, hand sanitizer, face shield dan stiker. Ilustrasi Omah Padma untuk produk <New Normal Starter Kit= by Poetsoe, 2020
132 Setelah <New Normal Starter Pack= ini rilis, Tante Ami pun langsung membantu mempromosikan ke teman-temannya dan membuat produk ini sold out. Senang sekali aku pada saat itu. Di mana keadaan bisa dibilang sulit untuk para pelaku usaha, mendapati ini terjual habis diikuti feedback positif yang aku dapat karena produk yang unik serta bermanfaat untuk banyak orang. Ilustrasi-ilustrasi Poetsoe oleh Omah Padma merupakan beberapa karya favoritku, karena pada torehan gambar tersebut terdapat cerita akan memori, perjalanan, dan perjuanganku dalam membangun Poetsoe dan Tante Ami senantiasa menemani aku pada journey ini. Tante Ami berhasil membuatku <merasakan= karyanya secara mendalam. Bar Poetsoe, 2020 Nasi Bakmoy Poetsoe, 2020
133 Karya-karya tersebut saat ini aku pajang di rumahku, sebagai dekorasi dan juga kenangan manis dari Tante Ami. Maka itu, aku merasa bahwa Tante Ami akan selalu <hadir= dalam karyanya yang menghiasi berbagai tempat, walau beliau secara raga sudah tidak bersama kita semua. Aku bangga memiliki banyak karya Omah Padma dan aku anggap semuanya sangat sentimental. Terima kasih, TanteAmi. Terima kasih karena selalu <ada= untuk kami semua. Tante Ami akan selalu hidup dalam spirit dan karya-karyanya. You will never be forgotten. Karya Omah Padma di Casadaran, 2022 Jakarta, 01 Februari 2024 Putri Sulistyowati
134 Tante Terbaik J Kalau cerita tentang Tante Ami pasti langsung keingetnya dulu sering banget nginep dirumah tante. Dulu pas adek-adek kecil nginep rumah tante, tidurnya udah pasti dikamar bawah dan kalau dirumah pasti bantuin tante nyuapin adek (plus ikut makanin makanan adek), ikut ke sekolah adek hehe. Terus dulu kalau mau jajan dirumah tante pasti duitnya ditaro di laci paling atas samping sofa ruang tamu. Waktu kecil juga pernah diajak sama Tante Ami sama Om Dodi ke Sydney buat liburan bareng plus jagain adek-adek. Itu pengalaman yang seneng banget sampe pas pisah mau ke Adelaide jadi pada nangis hehe. Tante Ami itu pokoknya tante paling the best deh, sama-sama suka yang lucu-lucu kayak bikin scrapbook, printil-printilan lucu pokoknya samaa banget. Kalau lagi pergi terus liat yang ada gambar kucing-kucing pasti keingetnya tante ami. Tante juga suka dengerin cerita-cerita aku yang kadang suka gapenting hehe terus ikut sedih kalau aku sedih, ikut seneng kalau aku seneng. Pokoknya Rara seneng banget deh punya tante kayak Tante Ami, semoga diulang tahun tante kali ini tante panjang umurnya, lancar selalu omah
135 padmanya yang super keren, diberikan selalu kesehatan sama Allah SWT. I love you Tante J 8 n 9 yang selalu kompak..
136 FILE YANG BELUMDIKOMPILASI OZZY
137 MENGGEMARI GAYA PERANAKAN (Sumber : Dodi, Ihsan & Irfan) D alam sebuah referensi menyebutkan bahwa gaya desain Peranakan adalah hasil kontak dua budaya antara Tionghoa dan Nusantara. Pada referensi yang lain menyebutkan sebagai gabungan unsur budaya Barat dan Timur. Kata Peranakan sendiri berasal dari bahasa Melayu yaitu 8anak9, dan peranakan memiliki arti keturunan. Setelah mendirikan Omah Padma, Ami mulai memperhatikan hal-hal yang bergaya Peranakan, baik yang berbentuk bangunan, tekstil, interior, hiasan, dan pernakperniknya. Kali ini kami ceritakan tentang barang perkakasPeranakan yang dibuat dari kaleng. Ami mengkoleksi beberapa barang-barang peranakan yang vintage (jadul), seperti : teko, termos, gelas kaleng, koper kaleng, porselen dll. Barang-barang tersebut selain pernah menghiasi rumah, juga pernah untuk keperluan pameran seni. Bahkan terpakai atau dipinjam untuk keperluan penghias event-event tertentu dari rekan-rekan Ami, ada yang bersifat sosial, dan adapula yang berbayar. Mari kita jelajahi <Art-Journey= yang unik ini.
138 M enjadi penghias dekorasi Pameran : Dari situlah kemudian muncul ide membuat kartu-kartu bergambarkan barang-barang vintage peranakan. Ami dengan bangga menunjukan kartu bergambar termos peranakan. Dengan kartukartu lainnya dititipkan ke toko milik rekannya (Ria Nirwana) di Kompleks Bandung China Town pada saat itu. Sejak itu kartu-kartu bergambar barang-barang Peranakan menjadi salah satu favorit di Omah Padma. Produk in diberi label 8Little Peranakan=.
139 Selain itu, juga membuat sketsa porselen Peranakan yang diabadikan dalam kartukartu bergambar seperti dibawah ini.