BERBASIS PROYEK & STEAM UNTUK ANAK USIA DINIKUMPULANRANCANGAN PEMBELAJARAN MENDALAMDr. Nur Hayati, S.Pd., M.Pd., dkk.
TIMPENYUSUNiiPenulis : Dr. Nur Hayati, M.Pd.Klara Siska S.Pd.Yorida Saridewi, S.Pd. Eka Deni, S.Pd.Ria Arianty, S.T.Siti Noor Fauziyah, S.T.
KATA PENGANTARiiiPuji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga modul “Kumpulan Rancangan Pembelajaran Berbasis Proyek dan STEAM untuk Anak Usia Dini” ini dapat tersusun dan hadir sebagai salah satu upaya penguatan praktik pembelajaran yang kreatif, bermakna, dan berorientasi pada perkembangan anak secara holistik.Modul ini berisi kumpulan rancangan pembelajaran yang dikembangkan dan diadaptasi dari praktik lapangan, diskusi kelompok, serta hasil refleksi para pendidik dari lima lembaga pendidikan anak usia dini di empat daerah, yaitu Sragen, Klaten, Pontianak, dan Yogyakarta. Seluruh penyusun merupakan mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Yogyakarta yang bekerja sama dengan dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar. Rancangan Pembelajaran Mendalam (RPM) yang disajikan mencakup kumpulan RPM berbasis proyek dengan tema budaya serta RPM berbasis STEAM dengan tema gejala alam dan alam semesta.Kehadiran modul ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi pendidik PAUD dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada anak, menghargai tahapan perkembangan, memfasilitasi kreativitas, serta menumbuhkan nilai-nilai karakter, budaya, dan literasi sains sejak dini. Selain itu, modul ini diharapkan dapat menginspirasi pendidik dalam memperkaya praktik mengajar di berbagai satuan PAUD dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan unik masing-masing lembaga.Semoga modul ini memberikan manfaat yang luas dan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran masa kini dan masa depan. Tim penyusun menyampaikan apresiasi kepada dosen pembimbing, rekan-rekan, dan para pendidik yang telah memberikan masukan, ide, dan pengalaman sehingga memperkaya proses penyusunan modul ini.Yogyakarta, Desember 2025 Tim Penyusun
DAFTAR ISIivHalaman Cover ................................................................................................................... iTim Penyusun ..................................................................................................................... iIKata Pengantar................................................................................................................... iiiDaftar Isi.............................................................................................................................. ivRancangan Pembelajaran Mendalam (RPM)Berbasis ProyekTema Budaya.................... 1RPMProyek Museum Sangiran.......................................................................................... 2RPM Proyek Kain Lurik Klaten.......................................................................................... 17RPM Proyek Budaya Saprahan Pontianak ........................................................................ 27RPM Proyek Pakaian Adat Corak Insang Pontianak......................................................... 33RPM Proyek Budaya Wayang............................................................................................ 46Rancangan Pembelajaran Mendalam (RPM) Berbasis STEAM Tema Gejala Alam/Alam Semesta........................................................................................................... 47RPM Proyek Gejala Alam Siang dan Malam..................................................................... 57RPM STEAMTanaman Lemon......................................................................................... 67RPM STEAM Ruang Angkasa........................................................................................... 80RPM STEAMSuhu Panas dan Dingin............................................................................... 88RPM STEAMBencana Alam (Banjir)............................................................................... 105
RANCANGAN PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM)BERBASIS PROYEK TEMA BUDAYA
2PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM TK GABUS 1Topik : Sragen / Museum SangiranWaktu : 5x PertemuanKelompok : B ( 5-6 Tahun)IDENTIFIKASIIdentifikasi Kesiapan Belajar MuridSebagian murid mungkin sudah pernah mendengar kata “museum” atau “fosil”, tetapi belum memahami maknanya, belum memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang Museum Sangiran, perlu memiliki kesadaran perannya terhadap kelestarian warisan budaya. Murid usia ini menyukai cerita fantasi dan sejarah yang disampaikan dengan gambar, boneka, atau film animasi. Murid tertarik pada bentuk benda unik (fosil, tengkorak,). Murid senang bermain peran (misalnya menjadi arkeolog/penggali fosil).Karakteristik Materi Pelajaran1. Konkret & Kontekstual• Bahan ajar berupa benda nyata (loosepart, kardus, stik es krim, tanah liat, plastisin, kertas warna).• Dikaitkan dengan kehidupan Murid (museum = tempat bersejarah untuk menyimpan benda penting).2. Terintegrasi STEAM• Science: mengenal fosil & asal manusia purba.• Technology: penggunaan alat gunting, lem, tablet/gambar museum.• Engineering: menyusun maket agar berdiri kokoh.• Arts: menghias & mewarnai bangunan museum.• Mathematics: menghitung jumlah bagian (pintu, jendela, fosil mini).3. Kreatif & Imajinatif• Murid diberi kebebasan menambah ide pada maket (pohon, patung, jalan).• Tidak ada hasil yang “salah”, semua karya dihargai.4. Kolaboratif & Sosial-Emosional• Murid bekerja kelompok, belajar berbagi, menunggu giliran, menghargai karya teman.• Menumbuhkan sikap gotong royong sejak dini.
35. Bermain Sambil Belajar• Aktivitas dikemas sebagai p• ermainan → bermain peran jadi arkeolog/pemandu museum.• Maket bisa digunakan kembali untuk bermain cerita.6. Nilai Budaya & Nasionalisme• Murid diperkenalkan Museum Sangiran sebagai warisan budaya dunia.• Menanamkan rasa bangga dan cinta budaya bangsa sejak diniDimensi Profil LulusanKeimanan dan Kewargaan Kolaborasi Kesehatan Ketakwaan terhadap Penalaran Kritis Kemandirian Komunikasi TuhanYME KreativitasDESAINPEMBELAJARANTujuan Pembelajaran:1. Murid dapat menunjukkan rasa syukur dan kekaguman kepada Tuhan atas ciptaan Nya (CP 1)2. Murid mampu mengenal konsep museum sebagai warisan budaya ( CP 3)3. Murid mampu menciptakan karya sederhana menggunakan bahan dan teknik pilihannya sendiri ( CP 3)4. Murid mampu menunjukkan sikap mandiri dalam memilih, menyiapkan, menyelesaikan aktivitas membuat karya (CP 2)5. Murid mampu mengajukan pertanyaan atau pendapat dari hal yang dipelajari ( CP 3)6. Murid mampu bekerjasama dalam kelompok kecil dalam membuat karya (CP 2)7. Murid dapat berbagi peran, dan menghargai budaya sebagai makhluk sosial ( CP 2)8. Murid mampu menjaga kebersihan diri dan lingkungan dalam setiap kegiatan pembelajaran ( CP 1)9. Murid menunjukkan kepedulian terhadap alam sekitarnya sebagai bagian dari ciptaan Tuhan dan kekayaan budaya Indonesia ( CP 1)Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran :1. Murid menunjukkan rasa syukur dan kekaguman kepada Tuhan atas ciptaan-Nya berupa manusia Purba2. Murid mengenali bahwa museum merupakan warisan budaya yang sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan3. Murid mampu menciptakan karya sederhana membuat maket museum dengan alat dan teknik pilihannya sendiri4. Murid menunjukkan sikap mandiri dalam memilih, menyiapkan, dan menyelesaikan
4maket museum sangiran5. Murid berani mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapatnya6. Murid dapat menceritakan proses pembuatan maket yang dibuatknya bersama kelompok7. Murid mampu mempresentasikan hasil karya sesuai dengan peran masing - masing8. Murid dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungan selama aktivitas eksplorasi dan berkarya9. Murid menunjukkan kepedulian fosil manusia purba sebagai10. ciptaan Tuhan dan kekayaan bangsa IndonesiaKerangka Pembelajaran:○ Praktis Pedagogis:Model : PjBL terintegrasi STEAM,Metode : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Eksperiman dan Demonstrasi○ Lingkungan Pembelajaran: Lingkungan belajar di dalam maupun di luar ruangan agar murid dapat melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran, seperti eksplorasi Museum Sangiran, benda-benda yang yang ada di Museum, alat dan bahan keaksaraan.○ Kemitraan Pembelajaran :Kemitraan dengan orangtua untuk outing class ke Sangiran Pemandu Wisata Museum SangiranBiro Ryanta Tour sebagai mitra penyedia armada
5○ Pemanfaatan Digital: Video tentang Museum Sangiran, tautan:https://www.youtube.com/watch?v=3nsPHqGpkMQ&t=145s.PENGALAMANBELAJARLangkah-Langkah PembelajaranHari ke 1 - Pengenalan Museum SangiranMemahami ➢ Guru membuka pelajaran dengan salam, senyum dan sapa(Berkesadara menyakan kabar dan mengabsen muridn & ➢ Guru membuka dengan nyanyian/tepuk semangat. Mengembira ➢ Guru menunjukkan gambar/video Museum Sangiran. kan) ➢ Guru menyampaikan tujuan pembelajaran➢ Tanya jawab :”Apa yang kamu lihat? Apa itu museum?” ”Dimana letak Museum Sangiran?””Siapa yang menemukan fosil manusia Purba di Sangiran?” ” Kapan kita bisa berkunjung ke Museum Sangiran ” ”Mengapa Museum Sangiran disebut sebagai tempat penting?””Bagaimana cara kita belajar tentang manusia purba disangiran?”➢ Guru menyampaikan manfaat materi dan mengaitkan dengan kehidupan nyata murid.
6Kegiatan Inti( Bermakna dan Menggembirakan )➢ Murid mendengarkan cerita tentang manusia purba dan fosil.➢ Murid menggambar benda yang mereka bayangkan ada di museum.➢ Guru mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari: “Sepertikotak mainanmu di rumah, museum juga menyimpan bendaberharga.”Penutup (bermakna dan menggembira kan)➢ Murid berbagi hasil gambar dengan teman.➢ Guru menanyakan: “Apa yang paling menarik dari museum?”➢ Guru memberi apresiasi (atas proses yang sudah dilalui Murid selama proses pembelajaran).➢ Menyampaikan kegiatan pembelajaran besok hari➢ Menutup dengan doa dan salamHari Ke 2 - Mendesain Rencana MaketAwal Memahami (Berkesadaran & Mengembirakan)- Guru membuka pelajaran dengan salam, senyum dan sapa menyakan kabar dan mengabsen murid- Guru membuka dengan nyanyian/tepuk semangat.- Guru mengingatkan kembali Pelajaran hari kemaren.- Guru bertanya: “Bagian apa saja yang ada padamuseum?”- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran- Guru menyampaikan manfaat materi dan mengaitkan dengan kehidupan nyata murid.- Guru mengajak murid duduk melingkar, menunjukkan miniatur sederhana.Kegiatan Inti (Bermakna dan Menggembirakan)- Murid menyebutkan bagian-bagian museum (atap, pintu, jendela).- Guru menggambar rancangan di papan berdasarkan ide Murid.- Murid diberi kebebasan untuk memberi ide tambahan:pohon, jalan, atau patung mini.
7Penutup (Bermakna dan Menggembirakan)- Murid menyampaikan kegiatan apa yang paling disukai dalam pembelajaran hari ini dan tantangan yang dialami saat membuat karya.- Guru menanyakan apa yang akan dilakukan murid setelah mengetahui cara membuat maket.- Guru dan Murid menyepakati rancangan maket.- Guru menegaskan: “Besok kita mulai membuatnya, siap ya?”- Guru memberi apresiasi ( berdasarkan proses yang sudah dilalui Murid).- Menyampaikan kegiatan pembelajaran besok hari- Menutup dengan doa dan salamHari Ke 3 – Outing Class Ke Museum SangiranAwal Memahami (Berkesadaran & Mengembirakan)- Guru menyiapkan murid dengan briefing di kelas:- Doa Bersama persiapan outing Class- Kesepakatan outing class (jalan bersama, tidak berlari, tidak memegang benda tanpa izin).- Guru memberi pertanyaan pemantik: “Nanti di museum, apa yang ingin kalian lihat?”- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran- Murid dibagi dalam kelompok kecil dengan pendamping (guru/ortu).- Bernyanyi bersama di bus untuk membangun semangat.Kegiatan Inti (Berkesadaran, Bermakna dan Menyenangkan)- Murid melihat bangunan museum (pintu, jendela, atap).- Murid melihat koleksi fosil/artefak (dipandu pemandu museum & guru).- Guru mengajak murid duduk melingkar di halaman museum.- Guru mengaitkan dengan STEAM:- S (Science): Apa itu fosil? Bagaimana cara ditemukan?- T (Tecnology) : Alat apa saja yang digunakan untuk
8bisa menemukan fosil?- E (Engineering): Mengapa bangunan museum kuat?- A (Arts): Bangunan mana yang menurutmu indah? mengapa?- M (Math): Ada berapa pintu/jendela?- Bermain peran singkat: Murid berpura-pura jadipemandu museum → “Ini fosil, ini atap museum.”- Pertanyaan reflektif: “Apa yang paling menarik di museum?”Penutup (Bermakna dan Menggembirakan)- Murid bersama guru menyanyikan lagu Sayonara.- Murid menyampaikan satu hal baru yang dipelajari hari ini.- Perjalanan pulang → Murid diajak bercerita ulang apayang dilihat.Hari Ke 4 - Membuat Bangunan Utama Museum ( Maket)Guru menyediakan berbagai ragam main alat dan bahan untuk mendorong murid melakukan eksplorasi sesuai dengan minatnya secara berkelompok. Kegiatan yang dapat difasilitasi GuruAwal (Berkesadaran, bermakna & mengembirakan)➢ Guru membuka pelajaran dengan salam, senyum dan sapa menyakan kabar.➢ Mengingatkan Kesepakatan kelas.➢ Guru membuka dengan nyanyian/tepuk semangat.➢ Guru mengingatkan kembali Pelajaran hari kemaren.➢ Guru bertanya: “Bagian apa saja yang ada padamuseum?”➢ Guru menyampaikan tujuan pembelajaran➢ Guru menyampaikan manfaat materi dan mengaitkan dengan kehidupan nyata murid.
9Kegiatan Inti Mengaplikasi (Bermakna & Menyenangkan)➢ Murid bekerja dalam kelompok.➢ Murid membuat maket museum Sangiran secara berkelompokMurid diajak untuk menyampaikan hasilpengamatan/diskusi dan dikaitkan dengan pengalamannya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Guru memfasilitasi dengan pertanyaan pemantik, misalnya:- Ceritakan apa bahan – bahan apa saja untuk membuat maket- Dapatkah kamu menyampaikan pengalamanmu membuat maket?- Apa hal menarik yang kamu dapatkan setelahmembuat maket?Penutup (Bermakna & Menggembirakan)- Murid menyampaikan kegiatan apa yang paling disukai dalam pembelajaran hari ini dan tantangan yang dialami saat membuat karya.- Guru menanyakan apa yang akan dilakukan murid setelah selesai membuat maket.- Guru memberi apresiasi (tepuk tangan/pujian proses).- Menyampaikan kegiatan pembelajaran besok hari- Menutup dengan doa dan salam
10Hari Ke 5 - RefleksiMurid diajak untuk menyampaikan apa yang telah dilakukan secara berkelompok.AwalMerefleksi (Berkesadaran & Mengembirakan)- Guru membuka pelajaran dengan salam, senyum dan sapa menyakan kabar dan mengabsen murid- Guru membuka dengan ice breaking.- Guru mengingatkan kembali Pelajaran hari kemaren.- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran- Guru menyampaikan manfaat materi dan mengaitkan dengan kehidupan nyata murid.Kegiatan Inti (Berkesadaran, bermakna dan Menyenangkan)- Murid mempresentasikan hasil karya kelompoknya- Murid menyampaikan kegiatan apa yang paling disukai dalam pekan ini dan tantangan yang dialami saat membuat karya.Murid diajak untuk menyampaikan hasilpengamatan/diskusi dan dikaitkan dengan pengalamannya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Guru memfasilitasi dengan pertanyaan pemantik :Ceritakan apa bahan – bahan apa saja untuk membuat maket Dapatkah kamu menyampaikan pengalamanmu membuat maket?Apa hal menarik yang kamu dapatkan setelah membuat maket?- Guru menanyakan apa yang akan dilakukan murid setelah mengetahui Museum dan benda – benda bersejarah di dalamnya.- Guru memberikan dukungan agar murid dapat menghubungkan antara kegiatan yang dilakukan dengan konsep pengetahuan yang ingin dibangun (membuat maket, huruf, ukuran serta mengumpulkandan mengelompokkan data).
11Penutup (Berkesadaran, bermakna dan Menggembirakan)- Guru memberi apresiasi (tepuk tangan/pujian proses yang telah dilalui Murid).- Menyampaikan kegiatan pembelajaran besok hari- Menutup dengan doa dan salamAsesmen PembelajaranTujuan Pembelajaran Teknik DeskripsiMurid dapat menunjukkan rasa syukur dan kekaguman kepada Tuhan atas ciptaan Nya (CP 1)Observasi Catatan anekdot dan pertanyaan pemantikMurid menunjukkan sikap mandiri dalam memilih, menyiapkan, dan menyelesaikan aktivitas membuat karya (CP 2)Observasi Observasi dan ceklis kemandirian Murid saat berkaryaMurid mampu menciptakan karya sederhana menggunakan bahan dan teknik pilihannya sendiri (CP 3)Hasil Karya 1. Kreativitas→ Ide Murid tentang keindahan maket Museum Sangiran.2. Pemilihan bahan dan teknik→bahan dan teknik dipilih sendiri dan digunakan dengan tepat3. Kerapian dan ketuntasan4. Keselarasan dengan temaPD & PAT 1. Refleksi hasil karya sendiri2. Apresiasi karya teman
12Asesmen FORMATIFHari/tanggal :• Apakah ada permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran?• Apakah yang perlu diperbaiki/ditambahkan untuk pembelajaran esok hari?Hari/tanggal :• Apakah ada permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran?• Apakah yang perlu diperbaiki/ditambahkan untuk pembelajaran esok hari?Hari/tanggal :• Apakah ada permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran?• Apakah yang perlu diperbaiki/ditambahkan untuk pembelajaran esok hari?Hari/tanggal :• Apakah ada permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran?• Apakah yang perlu diperbaiki/ditambahkan untuk pembelajaran esok hari?
13INSTRUMEN RUBRIKHari / Tanggal :Kelompok :Teknik Penilaian : ObservasiTUJUAN PEMBELAJARAN :Murid mampu menciptakan karya sederhana menggunakan bahan dan teknik pilihannya sendiri (CP 3)KKTP : Murid mampu menciptakan karya sederhana membuat maket museum dengan alat dan teknik pilihannya sendiriRUBRIK PENILAIAN :BB : Murid belum dapat memilih dan menggunakan alat, masih dibantu guru MB : Murid dapat memilih dan menggunakan alat sendiri tanpa diarahkan BSH : Murid dapat menyebutkan memilih dan menggunakan alat dengan benarBSB : Murid dapat memilih, menyebutkan, menunjukkan dan menggunakan alat dengan baik dan benar dan menyelesaikan karya sampai tuntasNO NAMA MURID PENILAIANBB MB BSH BSB1 Bening2 Iaca3 Juna4 Aqlan5 Yaya
14Asesmen AwalKelompok :Topik :Hari/ Tanggal :TUJUAN PEMBELAJARANKKTP AWALMuncul/ BelumUmpan Balik BerikutnyaAKHIRMuncul/ BelumMurid dapat Murid menunjukkan rasamenunjukkan rasa syukur dan kekaguman kepadasyukur dan kekaguman Tuhan atas ciptaan-Nya berupakepada Tuhan atas manusia Purbaciptaan Nya (CP 1)Murid mampu mengenal konsep museum sebagai warisan budayaMurid mengenali bahwa museum merupakan warisanbudaya yang sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan( CP 3)Murid mampu Murid mampu menciptakanmenciptakan karya karya sederhana membuatsederhana menggunakan maket museum dengan alatbahan dan teknik dan teknik pilihannya sendiripilihannya sendiri ( CP3)Murid mampu Murid menunjukkan sikapmenunjukkan sikap mandiri dalam memilih,mandiri dalam memilih, menyiapkan, danmenyiapkan, menyelesaikan maket museummenyelesaikan aktivitas sangiranmembuat karya (CP 2)Murid mampu Murid berani mengajukanmengajukan pertanyaan pertanyaan danatau pendapat dari hal mengemukakan pendapatnyayang dipelajari ( CP 3)Murid mampu bekerjasama dalam kelompok kecil dalamMurid dapat menceritakan proses pembuatan maket yang dibuatknya bersama kelompok
15membuat karya (CP 2)Murid dapat berbagi Murid mampuperan, dan menghargai mempresentasikan hasil karyabudaya sebagai makhluk sesuai dengan peran masing -sosial ( CP 2) masingMurid mampu menjaga Murid dapat menjagakebersihan diri dan kebersihan diri dan lingkunganlingkungan dalam setiap selama aktivitas eksplorasi dankegiatan pembelajaran ( berkaryaCP 1)Murid menunjukkan Murid menunjukkankepedulian terhadap kepedulian fosil manusia purbaalam sekitarnya sebagai sebagaiciptaan Tuhan danbagian dari ciptaan kekayaan bangsa IndonesiaTuhan dan kekayaanbudaya Indonesia ( CP 1)
16CONTOH INSTRUMEN CACATAN MURID Hari / Tanggal :Kelompok :Teknik Penilaian :Projek Tujuan Pembelajaran :1. Murid mampu menciptakan karya sederhana menggunakan bahan dan teknik pilihannya sendiri ( CP 3)2. Murid mampu menunjukkan sikap mandiri dalam memilih,menyiapkan, menyelesaikan aktivitas membuat karya (CP 2)Kegiatan Pembelajaran :Murid membuat maket museum sangiran dengan bahan, teknik pilihannya dan menceritakan hasil projek selama satu mingguCATATAN :NAMAMURID :
17▪ KeimanandanKetakwaan terhadapTuhanYME▪ Kewargaan▪ Penalaran Kritis▪ Kreativitas▪ Kolaborasi▪ Kemandirian▪ KomunikasiCapaian Pembelajarandan kepercayaanyamemanipulasi berbagai obyek dan lingkungan sekitar sebagaibentukpengembangandiriDasar-dasarliterasi,matematika,Sains,Tehnologi,Rekayasa danSeniRENCANAPEMBELAJARANPROYEK DALAMPEMBELAJARANMENDALAM TKIT MTA JUWIRING 4IdentifikasiTema/Sub Tema Pembelajaran Budaya Lokal/Kain Lurik KlatenKelompok Usia 5-6 tahunDurasi Pembelajaran 5 hari (project-based learning)Dimensi Profil Lulusan
18Tujuan Pembelajaran▪ Anak mengenal kain lurik sebagai warisan budaya Klaten▪ Anak memahami ciri khas dan keunikan pola/motif kain lurik▪ Anak mengetahui proses sederhana pembuatan kain lurik▪ Anak mampu mengkreasikan karya sederhana berbahan kain lurik▪ Anak mampu bekerjasama dalam proyek kelompok tentang kain lurikAlur Tujuan Pembelajaran▪ Menghargai budaya dan karya seni lokalsebagai anugerah Tuhan YME▪ Bersyukur atas keterampilan dan kekayaan budaya daerah▪ Mengenal dan mencintai warisan budaya lokal▪ Menumbuhkan rasa bangga terhadap kerajinan tradisional daerah▪ Mengenal pola dan motif kain lurik▪ Menghitung dan mengidentifikasi warna pada kain lurik▪ Mengenal proses pembuatan kain lurik sederhana▪ Mengeksplorasi berbagai kreasi dari kain lurikKemitraan▪ Orangtua: membantu menyediakan bahan-bahan, mendampingi kegiatan di rumah▪ Pengrajin kain lurik: demonstrasisederhana proses menenun▪ Museum/Galeri Seni: kunjungan virtual atau langsung▪ Masyarakatsekitar: berbagi pengetahuan tentang kain lurikPraktik Pedagogis▪ Pembelajaran berbasis proyek▪ Eksplorasi bahan dan tekstur▪ Bercerita dan berdiskusi▪ Praktik langsung (hands-on activities)▪ Bermain sambil belajar▪ Observasi dan kunjunganDESAIN PEMBELAJARAN
19Budaya Belajar:▪ Kolaboratif dan inklusif▪ Mendorong eksplorasi dan kreativitas▪ Menghargai proses dan hasil karya setiap anakRuangFisik:▪ Area kreasiseni dengan meja dan kursi yang nyaman▪ Sudut pameran untuk memajang hasil karya▪ Area display tentang kain lurik (foto, contoh kain)▪ Area bermain dengan aktivitas terkait temaRuang Virtual (opsional):▪ Video pendek tentang proses pembuatan kain lurik▪ Galeri foto digital tentang berbagai motif kain lurikKegiatan Pembuka▪ Berkumpul di lingkaran untuk berdoa dan salam pembuka Menyanyikan lagu daerah Jawa Tengah \"Gundul-Gundul Pacul\"▪ Guru menunjukkan beberapa contoh kain lurik dengan berbagai motif Tanya jawab: \"Pernahkah anak-anak melihat kain seperti ini? Di mana?\"Lingkungan PembelajaranPengalaman BelajarHARI 1 PENGENALAN KAIN LURIKAWAL(Memahami)
20Kegiatan Inti▪ Guru bercerita tentang sejarah dan keunikan kain lurik Klaten menggunakan boneka tangan dan gambar▪ Anak-anak mengamati danmenyentuh contoh kain lurik untuk merasakan teksturnya▪ Anak-anak mengidentifikasi warna-warna yang ada pada kain lurik Aktivitas mencocokkan kartu warna dengan warna pada kain lurikKegiatan Penutup▪ Diskusi sederhana: \"Apa yang sudah kita pelajari tentang kain lurik hari ini?\" Anak-anak menyebutkan warna-warna yang mereka temukan pada kain lurik Penjelasan kegiatan untuk esok hari▪ Doa penutupINTI (Mengaplikasikan)PENUTUP (Merefleksi)
21Kegiatan Pembuka▪ Berkumpul, berdoa, dan mengulang pembelajaran sebelumnya Permainan \"Tebak Motif\" dengan kartu bergambar motif lurik▪ Guru menunjukkan berbagai pola garis pada kain lurik dan menjelaskan makna dari beberapa motif populerKegiatan IntiAnak-anak dibagi dalam kelompok kecil 3 4 anak)Setiap kelompok menerima kertas bergaris dan krayon/spidol berwarna Anak-anak membuat pola garis sederhana meniru motif kain lurikGuru membimbing anak untuk membuat pola berulang dengan warna yang berbedaKegiatan Penutup▪ Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya▪ Mendiskusikan perbedaan dan persamaan pola yang dibuat▪ Mengumpulkan hasil karya untuk dipajang di kelas▪ Doa penutupHARI2 MOTIFDANPOLAKAINLURIKAWAL(Memahami)INTI(Mengaplikasikan)PENUTUP (Merefleksi)
22Kegiatan Pembuka▪ Berkumpul, berdoa, dan mengulang pembelajaran sebelumnya▪ Menonton video pendek tentang proses pembuatan kain lurik Tanya jawab tentang alat-alat yang digunakan dalam menenunKegiatan Inti▪ Simulasi menenun sederhana menggunakan kertas berwarna yang dipotong memanjang▪ Anak-anak berlatih menyusup-nyilangkan potongan kertas untuk membuat anyaman▪ Guru mendemonstrasikan cara menganyam dengan pola \"satu atas,satu bawah\"▪ Anak-anakmembuat anyaman kertas dengan pola sederhanamenyerupai kain lurikKegiatan Penutup▪ Mendiskusikan kesulitan yang dihadapi saat menganyam▪ Membandingkan proses menganyam kertas dengan menenun kain sungguhan Menyimpan hasil anyaman untuk kegiatan esok hari▪ Doa penutupHARI 3 PROSES PEMBUATAN KAIN LURIKAWAL (Memahami)INTI (Mengaplikasikan)PENUTUP (Merefleksi)
23Kegiatan Pembuka▪ Berkumpul, berdoa, dan mengulang pembelajaran sebelumnya▪ Guru menunjukkan berbagai produk yang dibuat dari kain lurik (tas kecil, dompet, gantungan kunci, dll)▪ Diskusi: \"Apa saja yang bisa kita buat dengan kain lurik?\"Kegiatan Inti▪ Anak-anak dibagi dalam kelompok kecil 2 3 anak)▪ Setiap kelompok menerima potongan kain lurik kecil, lem, gunting (dengan pengawasan), dan bahan pendukung lainnya▪ Anak-anak membuat kreasisederhana (hiasan dinding, frame foto, atau gantungan) menggunakan kain lurik▪ Gurumembimbing proses pembuatan dan membantu ketika diperlukanKegiatan Penutup▪ Setiap kelompok menjelaskan hasil karyanya▪ Mendiskusikan proses pembuatan dan kesulitan yang dihadapi Menyimpan hasil karya untuk pameran mini di hari terakhir Doa penutupHARI 4 KREASI DENGAN KAIN LURIKAWAL (Memahami)INTI(Mengaplikasikan)PENUTUP (Mereflek
24Kegiatan Pembuka▪ Berkumpul, berdoa, dan mengulang semua pembelajaran tentang kain lurik▪ Persiapan untuk pameran mini: menata karya disudut pameran kelas Pembagian peran untuk pameran (sebagai penjaga, pemandu, dll)Kegiatan Inti▪ Pameranmini \"Cinta Kain Lurik Klaten\"▪ Anak-anak memamerkan hasil karyamereka kepada teman-teman dari kelas lain atau orangtua (jika memungkinkan)▪ Anak-anak menjelaskan tentang kain lurik dan proses pembuatan karyanya Permainan \"Cari Motif Lurik\" di sekitar area pameranKegiatan Penutup▪ Diskusi bersama: \"Apa yang paling menyenangkan dari belajartentang kain lurik?\"▪ Gurumemberikan apresiasi atas partisipasi dan hasil karya anak-anak Menyanyikan lagu daerah untuk menutup rangkaian pembelajaran Doa penutupHARI 5 PAMERAN MINI DAN REFLEKSI PROYEKAWAL (Memahami)INTI (Mengaplikasikan)PENUTUP (Merefleksi)
25Asesmen PembelajaranTujuan Pembelajaran Teknik DeskripsiCP 1 Anak mengenal kain lurik sebagai warisan budaya KlatenObservasi, Tanya jawabMengamati keaktifan anak dalam diskusi, kemampuan menjawab pertanyaan tentang kain lurikCP 2 Anak memahami ciri khas dan keunikan pola/motif kain lurikUnjukkerja, PortofolioMenilai hasil karya menggambar pola lurik, kemampuan mengidentifikasi motif lurikCP 3 Anak mengetahui proses sederhana pembuatan kain lurikObservasi, WawancaraMengamati pemahaman anak tentang proses menenun melalui aktivitas anyaman, kemampuan menjelaskan proses pembuatan kain lurikCP 4 Anak mampu mengkreasikankarya sederhana berbahan kain lurik Portofolio, Unjuk kerjaMenilai kreativitas dalam membuat karya, kerapihan, dan keunikan hasil karyaCP 5 Anak mampu bekerjasama dalam proyek kelompok tentang kain lurikObservasi, Penilaian antartemanMengamati kemampuan bekerjasama, berbagi tugas, dan komunikasi dalam kelompok
26▪ Membuat buku mini tentang kain lurik dengan gambar dan tulisan sederhana Kunjungan ke sentra pengrajin kain lurik (jika memungkinkan)▪ Wawancara sederhana dengan pengrajin kain lurik melalui video call▪ Membuat video pendek tentang proses pembuatan karya dengan bantuan guruModifikasi dan Pengayaan Diferensiasi:Kegiatan Pengayaan:Mengetahui,Kepala TKIT MTA JUWIRING 4(Yorida Saridewi, S.Pd)Guru Kelas,(……………………)▪ Untuk anak yang kesulitanmenganyam: Memberikan pola anyaman yang lebih sederhana atau bantuan dari guru▪ Untuk anak yang sudahmahir: Memberikan tantangan pola anyaman yang lebih kompleks▪ Menyediakan alternatif kegiatan dengan tingkat kesulitan berbeda
27RPPPEMBELAJARANMENDALAM TK MAWAR KHATULISTIWA TAHUN PELAJARAN 2025-2026 SEMESTERIIdentifikasiTema Pembelajaran: Budaya Pontianak Sub Tema: Meriam KarbitKelompok Usia: 5-6 Tahun Alokasi waktu : 1 MingguDimensi Profil Lulusan:✓ DPL 1 DPL 2 ✓ DPL 3Keimanan dan Kewargaan PenalaranKritis Ketakwaan terhadap Tuhan YME✓✓ DPL 4 ✓ DPL 5 ✓ DPL 6Kreativitas Kolaborasi KemandirianDPL 7 DPL 8Kesehatan KomunikasiDesain PembelajaranCapaianPembelajaran1. Murid menghargai diri sendiri dan memiliki rasa syukur terhadap Tuhan YME sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan dirinya.(CP 1. Nilai agama dan budi pekerti)2. Jati Diri: Anak bangga menjadi bagian dari budaya lokal (Kalimantan Barat) dan berinteraksi dengan lingkungannya sesuai norma dan budaya yang berlaku. (CP.2)3. Dasar-dasar Literasi, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEAM): Anak mampu mengamati, bertanya, mencoba, dan mengomunikasikan pengalamannya tentang meriam karbit. Anak mengembangkan kemampuan motorik kasar dan halus melalui berbagai kegiatan.(CP.3)Tujuan Pembelajaran1.Murid menghargai diri sendiri dan memiliki rasa syukur terhadap Tuhan YME sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan dirinya). (Anak mengenal budaya lokal sebagai ciptaan Tuhan dan merawatnya sebagai bentuk syukurAnak dapat menceritakan sejarah singkat tentang meriam karbit.2.Jati Diri: Anak bangga menjadi bagian dari budaya lokal (Kalimantan Barat) dan berinteraksi dengan lingkungannya sesuai norma dan budaya yangberlaku. (CP.2)3.Dasar-dasar Literasi, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika
28(STEAM): Anak mampu mengamati, bertanya, mencoba, dan mengomunikasikan pengalamannya tentang meriam karbit. Anak mengembangkan kemampuan motorik kasar dan halus melalui berbagai kegiatan.(CP.3)4. Anak dapat membuat model meriam karbit dari bahan daur ulang.5. Anak dapat memahami konsep suara keras dan getaran.6. Anak dapat menunjukkan sikap kerja sama dan kolaborasi saat membuat meriam.7. Anak dapat mengenal alat dan bahan yang digunakan dalam tradisi meriam karbit.8. Anak dapat mengekspresikan perasaannya tentang tradisi meriam karbit melalui gambar atau cerita.Praktik Pedagogis:Pembelajaran InkuiriModel Pembelajaran kelompok- Pendekatan Proyek: Anak diajak melakukan proyek mini membuat meriam karbit dari bahan sederhana.- Pembelajaran Berbasis Pengalaman: Anak belajar melalui pengalaman langsung, seperti mendengarkan cerita, menonton video, dan mencoba membuat model.- Pembelajaran Terintegrasi: Menggabungkan berbagai aspek perkembangan (motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional) dalam satu kegiatan.Kemitraan:- Melibatkan orang tua untuk bercerita tentang pengalaman mereka melihat atau bermain meriam karbit saat Lebaran.- Jika memungkinkan, mengundang tokoh masyarakat atau narasumber lokal yang ahli dalam tradisi meriam karbit untuk berbagi cerita.Lingkungan Belajar- Menyiapkan area sentra seni dan kreativitas dengan berbagai bahan daur ulang (kardus, botol, gulungan tisu, cat, lem, gunting). Menyiapkan area bahasa dan literasi dengan buku cerita, gambar, dan poster tentang meriam karbit.Menyiapkan area sains dengan benda-benda yang bisa menghasilkan suara dan getaran (genderang, kaleng, dll.) untuk eksplorasi.
29Kegiatan PembelajaranHari ke-11. Kegiatan Awal (15 menit)• Bernyanyi lagu daerah Pontianak “lagu Sungai Kapuas”.• Berdiskusi tentang perayaan Lebaran dan tradisi yang ada di daerah mereka.• Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang tradisi meriam karbit dan bertanya kepada anak: \"Apa yang kalian lihat? Suara apa yang kalian dengar? Apa perasaan kalian?\"2. Kegiatan Inti (60-90 menit)• Sentra Sains dan Seni: Anak menggambar dan mewarnai Meriam karbit dengan crayon.• Sentra Bahasa dan Cerita: Guru membacakan cerita tentang asal-usul meriam karbit di Pontianak. Anak-anak kemudian diajak menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri atau menggambar adegan yang paling mereka sukai.• Sentra Motorik Kasar: Anak diajak bermain peran seolah-olah sedangmenembakkan meriam. Mereka bisa membuat gerakan menembak, berdiri tegak, dan berteriak \"dor!\" secara bersamaan.3. Kegiatan Penutup/Refleksi• Anak-anak menampilkan karya model meriam karbit mereka• Anak menceritakan pengalaman mereka hari ini: \"Apa yang paling kalian sukai? Apa yang baru kalian ketahui?\"• Guru merangkum pembelajaran hari ini dan mengaitkannya dengan pentingnya melestarikan budaya lokal.• Berdoa dan berterima kasih atas pengalaman belajar yangmenyenangkan.Hari ke-21. Kegiatan Awal (15 menit)• Bernyanyi lagu daerah Pontianak “Lagu Kota Pontianak”.• Mengundang nara sumber Orang Tua murid untuk menceritakan pengalaman membuat dan mengoperasionalakan mariam karbit bersama di tepi Sungai Kapuas untuk memperingati Hari jadi Kota Pontianak dan hari raya Idul Fitri.• Guru bertanya kepada anak: \"Apa yang ingin kalian ketahui kepada tentang mariam karbit? Silahkan bertanya kepada Bapak. ...?2. Kegiatan Inti (60-90 menit)• Sentra Sains dan Seni: Anak secara berkelompok membuat model meriam karbit dari kardus bekas. Guru memfasilitasi dengan alat dan bahan, serta membimbing anak untuk berkolaborasi. Anak bereksperimen dengan membuat suara ‘dor’ dari meriam mainan mereka.
30• Sentra Bahasa dan Cerita: Guru membacakan cerita tentang asal-usul meriam karbit di Pontianak. Anak-anak kemudian diajak menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri atau menggambar adegan yang paling mereka sukai.• Sentra Motorik Kasar: Anak diajak bermain peran seolah-olah sedang menembakkan meriam. Mereka bisa membuat gerakan menembak, berdiri tegak, dan berteriak \"dor!\" secara bersamaan.3. Kegiatan Penutup/Refleksi• Anak-anak menampilkan karya model meriam karbit mereka• Anak menceritakan pengalaman mereka hari ini: \"Apa yang paling kalian sukai? Apa yang baru kalian ketahui?\"• Guru merangkum pembelajaran hari ini dan mengaitkannya dengan pentingnya melestarikan budaya lokal.• Berdoa dan berterima kasih atas pengalaman belajar yang menyenangkan.Hari ke-31. Kegiatan Awal (15 menit)• Bernyanyi lagu daerah Pontianak “lagu Sungai Kapuas dan KotaPontianak”.• Praktek Langsung Jepin Pontianak.• Apersepsi pembelajaran lampau.2. Kegiatan Inti (60-90 menit)• Sentra Sains dan Seni: Anak secara berkelompok mengemas Meriam karbit yang telah dibuat dihari sebelumnya (menggambar dan mewarnainya) atau penyelesaian proyek sebelumnya.• Sentra Bahasa dan Cerita: Guru membacakan cerita tentang asal-usul meriam karbit di Pontianak. Anak-anak kemudian diajak menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri atau menggambar adegan yang paling mereka sukai.• Sentra Motorik Kasar: Anak diajak bermain peran seolah-olah sedangmenembakkan meriam. Mereka bisa membuat gerakan menembak, berdiri tegak, dan berteriak \"dor!\" secara bersamaan.3. Kegiatan Penutup/Refleksi• Anak-anak menampilkan karya model meriam karbit mereka• Anak menceritakan pengalaman mereka hari ini: \"Apa yang paling kalian sukai? Apa yang baru kalian ketahui?\"• Guru merangkum pembelajaran hari ini dan mengaitkannya dengan pentingnya melestarikan budaya lokal.Berdoa dan berterima kasih atas pengalaman belajar yang menyenangkan.Hari ke-41. Kegiatan Awal (15 menit)• Bernyanyi lagu daerah Pontianak “lagu Sungai Kapuas dan KotaPontianak”.
31• Guru menampilkan gambar atau video Jepin Pontianak.• Praktek Lansung Jepin Pontianak.• Diskusi tentang Budaya Mariam Karbit dan Jepin Pontianak.2. Kegiatan Inti (60-90 menit)• Sentra Sains dan Seni: Anak secara berkelompok membuat model meriam karbit dari botol mineral bekas. Guru memfasilitasi dengan alat dan bahan, serta membimbing anak untuk berkolaborasi.• Sentra Bahasa dan Cerita: Guru mengajak anak-anak bercerita tentang pengalaman membuat Meriam Karbit• Sentra Motorik Kasar: Anak diajak bermain peran seolah-olah sedang menembakkan meriam. Mereka bisa membuat gerakan menembak, berdiri tegak, dan berteriak \"dor!\" secara bersamaan.3. Kegiatan Penutup/Refleksi• Anak-anak menampilkan karya model meriam karbit mereka• Anak menceritakan pengalaman mereka hari ini: \"Apa yang paling kalian sukai? Apa yang baru kalian ketahui?\"• Guru merangkum pembelajaran hari ini dan mengaitkannya dengan pentingnya melestarikan budaya lokal.• Berdoa dan berterima kasih atas pengalaman belajar yang menyenangkan.Hari ke-51. Kegiatan Awal (15 menit)• Bernyanyi lagu daerah Pontianak “lagu Kopi Pancong ”.• Tepuk Mariam Karbit Kota Pontianak “Pontianak….Kota…khatulistiwa…Di sana… ada Meriam….Meriam karbit…Di mainkan…ditepi Sungai…Kapuas…pada saat…hari besar kota Pontianak…• Berdiskusi tentang perayaan Lebaran dan tradisi yang ada di daerah pontianak• Apersepsi pembelajaran sebelumnya.2. Kegiatan Inti (60-90 menit)• Sentra Sains dan Seni: Anak secara berkelompok membuat model meriam karbit dari kardus bekas. Guru memfasilitasi dengan alat dan bahan, serta membimbing anak untuk berkolaborasi. Anak bereksperimen dengan membuat suara ‘dor’ dari meriam mainan mereka.• Sentra Bahasa dan Cerita: Guru membacakan cerita tentang asal-usul meriam karbit di Pontianak. Anak-anak kemudian diajak menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri atau menggambar adegan yang paling mereka sukai.• Sentra Motorik Kasar: Anak diajak bermain peran seolah-olah sedangmenembakkan meriam. Mereka bisa membuat gerakan menembak, berdiri tegak, dan berteriak \"dor!\" secara bersamaan.
32Asesmen Formatif:Mengamati proses anak saat bekerja kelompok (kolaborasi, komunikasi- Hasil Karya : Model meriam karbit yang dibuat anak dan gambar mereka.- Observasi : Mencatat respons dan partisipasi anak selama diskusi dan kegiatan (misalnya, kemampuan anak menjawab pertanyaan tentang meriam karbit).- Anecdotal Record: Mencatat perkataan atau perilaku menarik dari anak yang menunjukkan pemahaman atau sikap tertentu terkait budaya.Asesmen PembelajaranTujuan Pembelajaran Teknik DeksripsiAnak menunjukkan rasa syukur dan kekaguman kepada Tuhan atas ciptaan-Nya (CP 1)Observasi1. Catatan anekdot dan pertanyaan pemantik: “Siapa yagmenciptakan alam semesta?”2. Guru mencatat ekspresi syukur dan kekaguman secara verbal/nonverbalAnak mampu menciptakan karya sederhana menggunakan bahan dan teknik pilihannya sendiri (CP 3)Ceklisdan observasi1. Anak memilih bahan sendiri tanpa diarahkan2. Anak mencoba teknik baru yang dipilihnya sendiri3. Anak menyelesaikan karya sampai tuntasPenilaianHasil Karya1. Kreativitas→ pemahaman anak tentang makhluk laut2. Pemilihan bahan dan teknik→bahan dan teknik dipilih sendiri dan digunakan dengan tepat3. Kerapian dan ketuntasan4. Keselarasan dengan temaPenilaian Diri Sendiri dan Penilaian Sejawat1. Refleksi hasil karya sendiri2. Apresiasi karya temanAnakmenunjukkan sikapmandiri dalam memilih, menyiapkan, dan menyelesaikan aktivitas membuat karya (CP 2)ObservasiObservasi dan ceklis kemandirian anak saat berkarya dan menyelesaikan kegiatan3. Kegiatan Penutup/Refleksi• Anak-anak menampilkan karya model meriam karbit mereka• Anak menceritakan pengalaman mereka hari ini: \"Apa yang paling kalian sukai? Apa yang baru kalian ketahui?\"• Guru merangkum pembelajaran hari ini dan mengaitkannya dengan pentingnya melestarikan budaya lokal.• Berdoa dan berterima kasih atas pengalaman belajar yangmenyenangkan.
34Anak mampu mengajukan pertanyaan atau pendapat dari hal yang dipelajari (CP 3)Ceklisdan observasiObservasi dan ceklis apa pertanyaan anak, inisiatif anak bertanya, dan bagaimana ia menyampaikan pendapatnya→catat apakah anak mampu bertanya sesuai tema atau tidakPenilaian Diri SendiriCatat dan observasi kemampuan anak dalam melakukan refleksi tentang roket serta membuat pertanyaan atau menyampaikan pendapat apa yang ingin ia ketahui lebih lanjutAnak memiliki kemampuan menyatakan hubungan antar bilangan dengan berbagai cara (kesadaran bilangan), mengidentifikasi pola melalui proses eksplorasi dan pengalaman langsung dengan benda-benda konkret di lingkungan (CP 3)Ceklisdan observasiObservasi dan ceklis kemampuan anak dalammengurutkan bentuk roket dari kecil ke besar dengan mencocokkannya sesuai angka.MengetahuiKepala TK Guru KelasEka Deni, S.Pd .......................
35RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM SEKOLAH RUMAH KEPOMPONG PONTIANAK TAHUN PELAJARAN 2025-2026 SEMESTER IRPP Model ProyekModel Pembelaja TopikSub TopikSub sub TopikProject Based Learning (PjBL) Semester Minggu keBulanAlokasi waktu1Pontianak Kote Tinggal Saye 3Ulang Tahun Kote Pontianak Oktober 2025Baju Kurong dan Telok Belanga (Baju Adat) 5 X 3 JPIDENTIFIKASiPeserta Didik :3-6 tahun dalam kelas campur usia sesuai pendekatan MpntessoriKegiatan di bagi dalam kegiatan personal, kelompok kecil dan kegiatan bersamaDimensi Profil Kelulusan :DESAIN Materi Pembelajaran :PEMBELAJARANArea Ketrampilan hidup :Pengetahuan Faktual: Mengenal kain corak insang dan cara melipatnya.Pengetahuan Prosedural: Melipat kain corak insang, menuang air dari satu wadah ke wadah lain, caramelayani dan menghidangkan makanan/minuman.Pengetahuan Metakognitif: Mengevaluasi keterampilan diri (apakah berhasil melipat rapi, menuang tanpatumpah, melayani teman dengan sabar).Nilai fitrah :1. Fitrah Keimanan : Mensyukuri rejeki Allah berupa tangan yang bisa digunakan untuk melipat kain danmenuang air, serta kaki untuk berjalan zig zag mengikuti garis (pola corak insang)2. Fitrah Estetika : melatih kerapihan, mengenal keindahan dari baju adat dan motif corak insang3. Fitrah belajar : berlatih ketrampilan hidup dan motorik melalui kegiatan melipat kain dan menuang air4. Fitrah Individual dan Sosialitas : berlatih tanggung jawab, melayani teman5. Fitrah Perkembangan dan jasmani : Motorik halus saat melipat kain dan menuang air, dan motorik kasarsaat berjalan diatas garis zig zagArea Sensorial :Pengetahuan Faktual: Mengenalterkstur kain satin polos dan kain katun corak insangPengetahuan Konseptual : Membandingkan perbedaan tekstur (halus, kasar), memahami makna dari corak insang sebagai aliran air sungai dan kebersamaanPengetahuan Metakognitif: Menyadari pengalaman sensori (mana yang lebih disukai, mana yang terasa lebihnyaman disentuh).Nilai fitrah :1. Fitrah Keimanan : Menghargai ciptaan Allah melalui indera peraba dan penglihatan2. Fitrah belajar : belajar membedakan dan mengelompokkan, belajar memilih dan mencocokan3. Fitrah Individual dan Sosialitas :berlatih menentukan pilihan4. Fitrah belajar : three lesson period montessori polos, motif, halus, kasar5. Fitrah bahasa dan estetika : mengenal kata polos, motif, halus dan kasar; melihat keindahan kainmotif corang insang
363. Area MatematikaPengetahuan Faktual: Puzzle baju adat Melayu, motif corak insang.Pengetahuan Konseptual: Mengenal bentuk, ukuran motif besar–kecil, keteraturan pola.Pengetahuan Prosedural: Menyusun puzzle corak insang, mengelompokkan motif, mengurutkan ukuran. Pengetahuan Metakognitif: Refleksi saat memecahkan puzzle (mana yang sulit/mudah, bagaimana strategi menemukan potongan yang cocok).Nilai Fitrah :1. Fitrah Keimanan: Menyadari kebesaran Allah dalam keteraturan pola dan simetri.2. Fitrah Perkembangan : Berlatih teliti, sabar, konsisten dalam menyelesaikan3. Fitrah belajar dan bernalar : belajar mengamati, memasang puzzle, mencocokkan ukuran dan bentuk motif4. Fitrah bahasa dan estetika : melihat kerapihan puzzle yang dipasang, melihat keteraturan pola, melihatketeraturan sesuai urutan besar-kecil5. Fitrah individu dan sosialitas : melatih kepemimpinan diri dan kelompok, serta kolaborasi,menghargai pendapat teman4. Area BahasaPengetahuan Faktual : Kosakata pakaian adat (baju kurung, telok belanga, corak insang), lagu daerah Sungai Kapuas.Pengetahuan Konseptual : Mendeskripsikan pakaian adat, memahami simbol budaya.Pengetahuan Prosedural : Menyusun 3-part cards baju adat, menyebutkan ciri-ciri pakaian, bernyanyi bersama.Pengetahuan Metakognitif : Mengekspresikan perasaan dalam kegiatan budaya (senang, bangga, sulit). Nilai Fitrah:1. Fitrah Keimanan : bersyukur dapat mengekspresikan diri, menghargai bahasa & lagu daerah sebagai4. Fitrah belajar dan bernalar : mengindentifikasi bunyi huruf pertama dari kata baju, polos, motif ;mengidentifikasi tulisan dari kata baju, polos, motif5. Fitrah Bahasa dan estetika : mengenal bunyi huruf dan simbol dari huruf b, p dan m, mengenal keindahan,mendengarkan dan bertutur melalui desktipsi / cerita yang disampaikan5. Area kultural (budaya dan seni)Pengetahuan Faktual :-Mengenal pakaian adat Melayu Pontianak (baju kurung dan telok belanga).-Mengenal motif corak insang sebagai identitas budaya.-Mengenal tarian Jepin Melayu dan lagu Sungai Kapuas. Pengetahuan Konseptual :-Memahami makna corak insang sebagai simbol aliran air & kebersamaan.-Mengenal pakaian adat sebagai identitas masyarakat Melayu Pontianak. Pengetahuan Prosedural :-Membuat motif corak insang dengan media kertas krep, kuas, air, dan karton.-Memakai baju adat-Menari japin melayu-Menyanyi lagu sungai Kapuas-Membuat miniature baju adat dengan cara menjahi-Mengenal cara menyapa dan memberi salam saat menggunakan baju adat melayu (kegiatan fashion show)-Mengenal cara menghidangkan minuman / camilan Pengetahuan Metakognitif :-Mengekspresikan perasaan setelah membuat karya motif insang (bangga, senang, sulit).-Merefleksikan pengalaman dalam pesta budaya Pontianak (fashion show, pameran karya, makan bersama). Nilai Fitrah1. Fitrah Keimanan:-mensyukuri keindahan budaya sebagai ciptaan Allah, menghargai warisan nenek moyang.-belajar mensyukuri pengalaman, menghargai teman, menjaga kebersamaan.2. Nilai Perkembangan : melatih keterampilan hidup, tanggung jawab, keberanian tampil saat bercerita/mendeskripsikan3. Fitrah belajar : anak belajar membandingkan, memahami makna, dan menghargai simbol budaya.4. Fitrah Individu dan sosialitas : menghargai teman, bekerjsama dan melayani teman5. Fitrah Bahasa dan estetika : mendengar keindahan lirik lagu dan kesesuaian dengan nada, melihat gerak tari japing dan kesesuaian dengan nada musik
37Lintas Disiplin :Pengenalan Warga Negara: Mengenal budaya lokal (pakaian adat Melayu Pontianak, corak insang).Seni: Melukis, membuat corak insang, fashion show sederhana.Motorik Halus: Menuang air, melipat kain, menempel kertas, menjahitMotorik Kasar: Gerakan brain gym, tari Melayu sederhana, berjalan di “catwalk” mini untuk fashion show danberjalan di garis zig zag, melompat sesuai kotak polos dan motifBahasa: Kosakata baru (baju kurung, telok belanga, corak insang, adat Melayu)Kognitif: Mengenal bentuk dan pola corak insang, warna khas pakaian adat.Sosial-emosional: Bekerjasama, bergantian, berbagi alat, menghargai karya teman.Tujuan Pembelajaran :Setelah mengikuti kegiatan selama 5 hari, anak mampu:1. Mengenal pakaian adat Melayu Pontianak (baju kurung & telok belanga corak insang).2. Mengekspresikan budaya melalui aktivitas seni dan ketrampilan hidup3. Melatih keterampilan motorik kasar & halus secara terpadu.4. Menunjukkan sikap gotong royong, empati, serta kemandirian.5. Mengaitkan pengalaman budaya dengan nilai-nilai fitrahPraktik Pedagogis :Menggunakan model Project Based Learning (PBL) dengan pendekatan Montessori. Guru sebagai fasilitatormenyiapkan prepared environment.Pembelajaran diawali dengan motorik kasar/brain gym dan atau ketrampilan hidupAnak terlibat langsung dalam 5 area Montessori (Practical Life, Sensorial, Math, Language, Cultural).Tahapan PBL: orientasi? eksplorasi ? diskusi kelompok ? membuat karya (corak insang, fashion show mini)?presentasi ? refleksi.Metode: circle time, cooperative play, art and craft, role play, simple music movement, dan storytelling tentangpakaian adat Melayu.Kemitraan Pembelajaran :Kolaborasi internal: antar guru menyiapkan area Montessori sesuai tema.Kolaborasi eksternal: orang tua menyediakan baju adat/aksesoris khas Pontianak, mengundang guest fasilitator dari komunitas Read Aloud untuk sesi story telling tentang corak insang berbahasa melayu, sertapeer collaboration anak dalam kelompok kecil (6–8 anak).Lingkungan Pembelajaran :Budaya belajar:• ¾Anak diajak berdiskusi ringan tentang pakaian adat melayu, diskusi projek• ¾Anak diajak saling menghargai karya teman. saling membantu dan kebersamaanRuang fisik:Kegiatan dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Ruang virtual(opsional):Video pendek tentang pakaian adat melayu Pontianak, tarian Japin Melayu serta lagu Sungai Kapus
38PENGALAMAN AWALBELAJARMemahami – Berkesadaran, Bermakna, dan MenggembirakanKegiatan Pembuka (Pengetahuan Esensial):1. Menyanyikan lagu sungai kapuas2. Guru bertanya: “Siapa yang sudah pernah melihat atau jalan-jalan ke tepian sungai kapuas?\" \"Ada dimana3. Menyimak cerita/gambar/video tentang budaya Pontianak (kain corak insang, baju adat, tarian japin melayu)4. Anak menyebutkan kembali apa yang mereka kenali dari budaya di Pontianak, warna khas baju adat melayuPontianak5. Berdiskusi tentang rencana projekINTI (Create)Hari 1: Meraba tekstur kain satin polos dan kain katun motif corak insang, tracing corak insang (area• ¾Bergerak dan bernyanyi lagu Sungai Kapuas sambil menirukan gerakan arus air, menjalankan perahu sterofoaHari 2: Menyusun puzzle corak insang (kelompok), menyusun puzzle baju adat (kelompok)• Berjalan zig-zag mengikuti garis dengan membawa nampan berisi kain corak insang, melipat kain,menghitung jumlah garis pada corak insangHari 3: Mendeskripsikan gambar baju adat pontianak (baju kurung dan telok belanga), mengindetifikasi bunyihuruf b, p dan m dari kata baju, polos dan motifMembuat karya berupa corak insang dari kertas karton dan kertas krep (bebas memilih warna dan caraHari 4: Menari japin melayu, role play fashion show, membuat miniatur baju adatHari 5: Pentas Budak Pontianak- Pameran karya Presentasi karya, dan menikmati hidangan khas berupa minuman dan camilan Pontianak(adab makan dan menakar porsi agar tidak mubazir)PENUTUP (Reflection)Refleksi – Pengetahuan Nilai dan KarakterKegiatan Penutup:Recalling ? Anak menceritakan kembali pengalaman mereka (misalnya “Apa yang paling kamu suka hari ini?”).Budaya dan Perasaanku ? Anak menggambar wajah emosi pada kertas warna-warni, lalu menceritakanperasaan saat mengikuti kegiatanCircle time : masing-masing anak mengungkupkan rasa syukur di tutup dengan kembali menyanyikan lagusungai kapuasGuru menegaskan nilai: bersyukur kepada Allah atas budaya yang indah, serta pentingnya kebersamaandan saling menghargai.
39Mensortir kertas warna sesuai warna kain Kegiatan Fashion Show Corak insangMenghitung jumlah corak insang Melipat kain corak insang dan tracing alur motif corak insangGambaran miniatur baju adat 3D yang akan dibuat adalah seperti gambardisamping, menggunakan kertas bermotif corakinsang dan kertas origami serta mengguankan foto
40TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) BERDASARKAN CP 1, 2, DAN 3CP 1 – Nilai Agama & Budi PekertiTujuan Pembelajaran:1. Anak menunjukkan sikap hormat terhadap budaya Melayu Pontianak sebagai bentuk syukur terhadap keberagaman ciptaan Tuhan.2. Anak mampu bekerja sama secara santun saat menyelesaikan proyek (membuat miniatur baju adat, eksplorasi motif, fashion show).3. Anak menunjukkan perilaku disiplin, sabar, dan menghargai pendapat teman saat berdiskusi dan menyusun proyek kelompok.4. Anak mampu merawat alat dan bahan proyek sebagai bentuk rasa tanggung jawab.CP 2 – Jati Diri: Sosial-Emosional, Bahasa, dan Keterampilan BerkomunikasTujuan Pembelajaran:1. Anak mampu mengungkapkan ide tentang pakaian adat Melayu (warna, motif, bentuk) secara percaya diri.2. Anak dapat menjelaskan proses pembuatan miniatur pakaian adat 3D melalui bahasa lisan sederhana.3. Anak mampu bekerja sama dalam kelompok kecil saat membuat karya budaya.4. Anak menunjukkan kontrol emosi dan kemampuan memecahkan masalah kecil selama kegiatan proyek.5. Anak dapat mempresentasikan hasil karyanya dalam mini pameran atau fashion show.CP 3 – Dasar-Dasar Literasi, STEAM, serta Kreativitas dan InovasiTujuan Pembelajaran:1. Anak mampu mengidentifikasi dan menyalin pola dasar motif corak insang melalui media yang disediakan (kertas, kain, bahan alam)2. Anak dapat membuat miniatur pakaian adat 3D menggunakan langkah-langkah yang terstruktur (menggunting, menempel, merapikan).3. Anak mampu memilih bahan yang tepat untuk membuat motif atau ornamen pakaian adat.4. Anak mengembangkan kreativitas melalui kombinasi warna, bentuk, dan motif pada karya budaya.5. Anak mengenali hubungan antara budaya, simbol, fungsi pakaian, dan kegiatan masyarakat Melayu Pontianak.
41Tahapan PjBL1. OrientasiTujuan: Membuka wawasan dan memantik rasa ingin tahu anak tentang budaya Pontianak.Guru mengajak anak circle time, menyanyikan lagu Sungai Kapuas.Guru memperlihatkan kain bermotif corak insang, baju kurung, dan telok belanga.Guru menceritakan secara singkat makna motif corak insang sebagai simbol aliran air dan kebersamaan.Anak diberi kesempatan bertanya atau menebak fungsi pakaian adat.2. EksplorasiTujuan: Memberi pengalaman langsung melalui kegiatan sensori dan pengamatan.Anak meraba dan membandingkan tekstur kain satin polos dan kain corak insang.Guru menyiapkan beberapa gambar pakaian adat Melayu Pontianak.Anak mengamati motif corak insang yang berbeda (besar–kecil, rapat–jarang).Anak bermain puzzle baju adat dan puzzle corak insang.3. Diskusi KelompokTujuan: Mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, dan kolaborasi.Anak dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 anak).Setiap kelompok mendiskusikan:Apa yang mereka lihat pada motif corak insang?Bagaimana pakaian adat dipakai dan apa bedanya dengan pakaian sehari-hari?Guru memfasilitasi dengan pertanyaan pemandu:“Apa yang menarik dari corak ini?” “Mengapa menurut kalian orang Pontianak memakai motif
424. Membuat Karya (Art & Role Play)Tujuan: Anak mengekspresikan kreativitas melalui keterampilan tangan dan bermain peran.Karya Seni:Anak membuat motif corak insang dengan kertas krep, air, kuas, dan karton.Anak menghias gambar baju adat dengan pola insang buatan sendiri.Role Play (Motorik & Sosial):Anak melakukan fashion show mini dengan mengenakan baju kurung/telok belanga atau replika sederhana dari kertas/kain.Anak berlatih menari Jepin Melayu bersama-sama.5. PresentasiTujuan: Melatih kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan berkomunikasi.Anak mempresentasikan karya corak insang di depan kelas atau dalam mini pameran.Setiap kelompok menampilkan hasil diskusinya (misalnya: makna motif, perbedaan kain polos dan corak).Anak tampil dalam fashion show mini dan tarian Jepin Melayu.6. RefleksiTujuan: Membiasakan anak merefleksikan pengalaman dan menanamkan nilai fitrah (keimanan & kemandirian).Guru mengajak anak duduk melingkar, kemudian bertanya:“Apa yang paling kamu sukai hari ini?”
43ASESSMENTA. RUBRIK PENILAIAN ANAK – PROYEK BUDAYA MELAYUAspek: Kemandirian, Kreativitas, Kesadaran BudayaTabel 1. Rubrik Penilaian Proses Proyek Budaya Melayu (Skala 1–4)Aspek Indikator Skor 1 Skor 2 Skor 3Skor 4 (Sangat Baik)KemandirianMelakukan aktivitas proyektanpa banyak bantuanTidak mau mencobaMau mencoba tetapibanyak dibantuMulai mandiri dengan sedikit arahanSangat mandiri,menyelesaikan aktivitas secara konsistenMengelola alat &bahanTidak mampu mengaturSering bingung dantumpahCukup mampu mengaturalatTeratur, rapi, dan mampu merawatmaterialGuru mengajak anak duduk melingkar, kemudian bertanya:“Apa yang paling kamu sukai hari ini?”“Apa yang sulit kamu lakukan?”“Bagaimana rasanya tampil di depan teman-teman?”Anak diajak mensyukuri budaya Pontianak sebagai warisan nenek moyang.Guru menutup dengan doa syukur bersama.
44KreativitasMembuat desain miniatur busana 3DHanya meniru temanMeniru contohAda modifikasi kecilHasil unik, detail, dan penuh eksplorasiEksplorasi motifcorak insangTidak tertarikMewarnai tanpamaknaMengikuti poladasarMembuat variasi motif, memadukan warna, sangateksploratifKesadaran BudayaMenyebut namapakaian adatTidakmengetahuiMenjawab denganraguMenyebut dengan benarMenjelaskan maknapakaian danperbedaan corakPartisipasi dalamfashion show & pameranTidak mau ikutMau dengan bantuanIkut dengan percaya diriMenjelaskan karya, tampil percaya diri, danmenghargaikarya temanB. PENILAIAN GURU – IMPLEMENTASI MODELFokus: Fitrah, Montessori, PjBLTabel 2. Rubrik Implementasi Guru (Skala 1–4)AspekDinilai Indikator 1 2 3 4Pendekatan MontessoriMenyiapkan prepared environmentbudaya MelayuTidak sesuaiKurang lengkapCukup lengkapSangat lengkap & estetisMenggunakan 5area Montessori1–2area3 area 4 area 5 area tercapaiFitrah AnakMemberikan pengalaman bermakna, eksploratifMinim Terbatas Baik Sangat kuat, berpusat pada anakPjBL Fasilitasi proyek dari awal–akhirTidak runtutKurang runtut Runtut Sangat sistematis, kaya scaffoldingRefleksi harian Tidakada Jarang Ada Konsisten danmendalam
45C. ANECDOTAL RECORD (SIMULASI DATA)Tabel 3. Catatan Anekdot – Anak: Aisyah (5 tahun)Tanggal Nama Anak Situasi/Context Perilaku yang Diamati Makna/Analisis12Maret 2025AisyahKegiatan eksplorasi motif Corak Insang di area CultureAisyah mengamati kartu motif Corak Insang selama ±4 menit,lalu mulai mencoba menirupola menggunakan krayon biru dan hitam.Ia menambahkanlengkungan kecil sebagai variasi motif.Menunjukkan focus ł concentration khas Montessori. Mampu mengekspresikan kreativitas melalui modifikasi motif.Kesadaran budaya mulai muncul karena ia menyebut “Ini polainsang, seperti ikanMelayu Pontianak.”D. CHECKLIST HARIAN MONTESSORI–PjBL BUDAYA (SIMULASI DATA)Tabel 4. Checklist Observasi Harian – AisyahNama AnakPractical Life Sensorial Language Math Culture CatatanAisyah✔Menyiapk an kain mini, memoton g pola dengan kemandirian 80%✔Mengelompokk an motif berdasarkan warna✔ Menyebut kosakata “Baju Kurung” dan “Corak Insang” dengan tepat✔ Menghitung jumlah garis motif (1–10)✔Mengidentifi kasi perbedaan Baju Kurung & TelokBelangaSangat eksploratif, fokus tinggi,dan menikmati kegiatan budayaE. PENILAIAN PRODUK KARYA ANAK (SIMULASI DATA)Miniatur Busana Melayu 3D – AisyahAspek Indikator Skor (1–4) Keterangan SimulasiKerapian Potongan bahan danpenyatuan bentuk 3 Rapi, sedikit lem terlihatPemilihan WarnaKesesuaian dengan motif Melayu 4Warna biru–emas sesuai motif corak insang
46Motif Corak InsangKetepatan, eksplorasi pola 3Cukup tepat, menambahkan variasi lengkungKreativitas Modifikasi bentuk & ornamen4 Menambah aksesori pita kecilKemandirian Tingkat bantuan guru 3Butuh bantuan saat menempel bagian lenganF. PENILAIAN MINI PRESENTASI ANAK (SIMULASI DATA)Tabel 6. Penilaian Mini Presentasi – AisyahAspek Indikator Skor Keterangan SimulasiKeberanian Mau tampil 3 Mulai percaya diri, sedikit gugup di awalPenyampaian Menjelaskan karya 4Menjelaskan dengan jelas: “Ini baju kurung warna biru dengan motifinsang.”Penguasaan BudayaPemahaman konsepbudaya3Menyebut corak insang sebagai simbol budaya Melayu PontianakSikap Sosial Menghargai karya teman 4 Menyimak, memberi pujian sederhana
47Nama sekolah : TK ABA DelingsariGuru / Pendidik : Siti Noor FauziyahKelompok : TKSemester : 1Alokasi waktu : 1 mingguTema Pembelajaran: BENCANA ALAMSub Tema: BanjirKelompok Usia: 5-6 tahunIdentifikasi DimensiProfilLulusan:DPL 1Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YMEDPL2KewargaanDPL 3PenalaranKritisDPL4KreativitasDPL 5KolaborasiDPL 6KemandirianDPL7KesehatanDPL 8KomunikasiDesain PembelajaranTujuan Pembelajaran:- Anak mengenal tokoh dan cerita wayang.- Anak berkreasi membuat wayang sederhana dari karton.- Anak percaya diri tampil memainkan wayangIndikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:- Anak dapat menyebutkan tokoh Punokawan.- Anak membuat karya wayang sederhana dengan bantuan guru.- Anak berani memainkan wayang dalam drama mini.Praktik Pedagogis:- Cerita/dongeng wayang dengan media gambar.- Demonstrasi pembuatan wayang sederhana.- Bermain peran wayang dalam kelompok kecil.