ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN WIRELESS
VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK PADA UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Sistem Informasi
ABDUL AZIZ MUHARRAM
1114093000091
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2021 M
SKRIPSI
ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN WIRELESS
VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK PADA UIN SYARIF
HIDAYATULLAH JAKARTA
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Disusun oleh:
Abdul Aziz Muharram
11140930000091
Dosen Pembimbing:
1. Aries Susanto, MMSI, Ph.D
2. Dr. Qurrotul Aini, MT
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2021 M
ii
iii
LEMBAR PERNYATAAN
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR
HASIL KARYA SENDIRI DAN BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI
SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU
LEMBAGA MANAPUN.
Jakarta, 03 Maret 2020
Abdul Aziz Muharram
11140930000091
iv
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-
Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Shalawat serta
salam tak lupa selalu tercurahkan kepada junjungan nabi besar kita yaitu Nabi
Muhammad SAW yang telah memberikan tuntunan dan petunjuk kepada umat
manusia menuju kehidupan dan peradaban, serta para keluarga, serta para sahabat
Nabi.
Peneliti menyadari bahwa dalam pembuatan skripsi ini masih banyak kekurangan.
Hal ini semata-mata karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki
peneliti. Namun demikian peneliti berharap skripsi ini dapat memenuhi syarat
dalam memperoleh gelar Sarjana (S-1) dalam bidang Sistem Informasi dari
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Skripsi yang berjudul “Analisis Quality of Service Jaringan Wireless Virtual Local
Area Network pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta”, akhirnya
dapat dislesaikan sesuai yang diharapkan. Selama penyusunan skripsi ini tentunya
terdapat banyak kesulitan dan hambatan yang dihadapi, baik dalam pengumpulan
data dan lain sebagainya. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak, kesulitan
tersebut dapat diatasi. Kebahagiaan yang tak ternilai secara pribadi dapat
dipersembahkan kepada kedua orang tua, seluruh keluarga, dan pihak-pihak yang
telah ikut andil dalam penyelesaian skripsi ini.
v
vi
Sebagai bentuk penghargaan, izinkan peneliti menuangkan dalam bentuk ucapan
terimakasih sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Prof.Dr.Lily Surraya Eka Putri, M.Env.Stud. selaku Dekan Fakultas
Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2. Bapak A’ang Subiyakto, M.kom selaku Ketua Program Studi Sistem
Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta
3. Bapak Aries Susanto HT, MMSI, Ph.D., sebagai Dosen Pembimbing I dan
Ibu Dr. Qurrotul Aini, M.T, MMSI sebagai Dosen Pembimbing II yang
tidak pernah lelah dan bosan untuk membimbing, memotivasi, dan
mengingatkan peneliti untuk segera menyelesaikan skripsi ini. Peneliti
mengucapkan banyak terima kasih untuk waktu, tenaga, dukungan, arahan,
saran, kritik yang membangun agar skripsi ini dapat diselesaikan dengan
baik.
4. Dosen-dosen Program Studi Sistem Informasi yang telah memberikan
ilmunya selama peneliti menuntut ilmu di UIN Jakarta.
5. Bapak Sukmo beserta jajarannya, selaku kepala staff PUSTIPANDA UIN
Jakarta yang banyak membantu peneliti dalam memperoleh data-data yang
dibutuhkan peneliti dalam penyusunan skripsi ini.
6. Orangtua yang selalu menyayangi, mendidik, memberikan motivasi,
nasihat, doa dan dukungan serta bantuan baik moril maupun materil
sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dan doa agar peneliti dapat
menjadi kebanggan orang tua.
vii
7. Rizki Ulia Latifah sebagai teman, sahabat dan juga kekasih peneliti yang
selalu memberikan semangat, menemani dan membantu peneliti dalam
menjalani kehidupan sehari-hari, utamanya dalam penyusunan penelitian
ini.
8. Diniswah Sardiman sebagai seseorang sahabat yang banyak membantu
dalam pengeditan skripsi, memberikan dukungan semangat dalam
penyelesaian skripsi ini.
9. Terima kasih kepada Muhammad Jamaludin, sebagai seseorang yang
menurut peneliti lebih dari sekedar teman, sahabat, bahkan sudah seperti
dosen pembimbing ketiga peneliti karena telah memberikan banyak
dukungan dalam penyelesaian skripsi ini.
10. Terima kasih kepada Adi Prayoga, sebagai seseorang yang menurut peneliti
lebih sahabat, bahkan sudah seperti kaka sendiri yang selalu memberikan
semangat, memberi nasihat, dan lain - lain dalam penyelesaian skripsi ini.
11. Mahasiswa Sistem Informasi Angkatan 2014 yang telah memberikan
dukungan, semangat, bantuan, doa ilmu dan motivasi penyelesaian skripsi
ini. Sukses untuk kalian semua.
12. Teman-teman, GET X ARCHERY, HMI KOMFASTEK, PONPES
DAARUL MUKHLISHIN, UIN ARCHERY SQUAD, KOMUNITAS
NUKLIR TANGERANG SELATAN yang telah memberikan motivasi
tambahan bagi peneliti.
viii
13. Serta seluruh pihak yang telah banyak berjasa terhadap proses penyelesaian
skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu namun tidak mengurangi
sedikitpun rasa terima kasih peneliti.
Atas segala bantuan dari semua pihak, peneliti berterima kasih dan berdoa kepada
Allah SWT semoga apa yang telah diberikan dijadikan amal kebaikan dan
bermanfaat, serta mendapatkan balasan yang setimpal di akhirat kelak, dan mudah-
mudahan skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jakarta, 31 Maret 2020
Abdul Aziz Muharram
NIM: 11140930000091
ABSTRAK
Abdul Aziz Muharram-11140930000091, Analisis Quality of Service Jaringan
Wireless Virtual Local Area Network pada Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Jaringan wireless atau nirkabel merupakan jaringan komputer yang sangat
penting untuk semua instansi ataupun perusahaan. Hampir semua instansi atau
perusahaan memiliki staf IT saat ini, yang bertugas memantau dan menjaga agar
jaringan diperusahaan tersebut tidak mengalami gangguan koneksi yang terputus
atau hilangnya jaringan. Jaringan nirkabel yang memadai juga dibutuhkan untuk
kalangan akademisi, baik pegawai maupun mahasiswa.
Banyaknya pengguna dan belum dilakukannya penelitian terhadap servis
jaringan nirkabel, menyebabkan banyak masalah timbul dan gangguan jaringan
pada Kampus UIN. Keterangan tersebut disebabkan banyaknya pengguna dan
belum dilakukannya penelitian terhadap servis jaringan nirkabel di kampus UIN
ini, membuat banyaknya masalah yang timbul dan gangguan terhadap jaringan di
sana. Peneliti juga menyebutkan parameter apa saja dan bagaimana perhitungannya
untuk mendeteksi masalah yang ada. Parameter-parameter yang sudah diujikan oleh
peneliti juga memakai standar TIPHON (Telecomunications and Internet Protocol
Harmonization Over Network) demi lebih meningkatkan kualitas pelayanan
jaringan di kampus UIN Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
hasil parameter Quality of Service (QoS) yang mempengaruhi kinerja jaringan
nirkabel pada kampus UIN Jakarta, memberikan penilaian terhadap kinerja jaringan
WLAN menggunakan standarisasi TIPHON untuk mengukur kinerja jaringan
WLAN yang ada di UIN Jakarta, dan memperoleh hasil standar kualitas untuk
jaringan yang ada pada lingkungan UIN Jakarta. Hasil pengujian parameter QoS
berdasarkan standar TIPHON, dengan hasil nilai delay 0.52 ms, packet loss 17.1%
dan throughput 355kbps dan perhitungan jitter menghasilkan nilai sebesar 1.3 ms.
Kata kunci: jaringan, nirkabel, TIPHON, analisis, QoS
V Bab + xiv Halaman + 98 Halaman + 22 Gambar + 26 Tabel +Daftar Pustaka +
Lampiran
Jumlah Pustaka: 17 Sumber (1998-2016).
ix
DAFTAR ISI
LEMBAR PERNYATAAN ............................................................................................. iv
KATA PENGANTAR....................................................................................................... v
ABSTRAK ........................................................................................................................ ix
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... x
DAFTAR TABEL ..........................................................................................................xiii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................................... xiv
BAB 1 ................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 5
1.3 Batasan Masalah.................................................................................................. 5
1.4 Tujuan Penelitian................................................................................................. 5
1.5 Metode Penelitian ................................................................................................ 6
1.6 Manfaat Penelitian............................................................................................... 7
1.6.1 Manfaat Bagi Peneliti .......................................................................................... 7
1.6.2 Manfaat Bagi Universitas.................................................................................... 8
1.6.3 Manfaat Bagi PUSTIPANDA ............................................................................. 8
1.7 Sistematika Penulisan.......................................................................................... 8
BAB 2 ............................................................................................................................... 10
TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................................. 10
2.1 Analisis................................................................................................................ 10
2.2 Quality of Service (QoS)..................................................................................... 11
2.2.1 Pengertian QoS .................................................................................................. 11
2.2.2 Parameter QoS................................................................................................... 12
2.3 Jaringan Komputer ........................................................................................... 18
2.3.1 Bentuk Jaringan................................................................................................. 19
2.3.1.1 LAN................................................................................................20
x
xi
2.3.1.2 Metropolitan Area Network (MAN)..................................................20
2.3.2 Wide Area Network (WAN)................................................................................ 21
2.3.3 Wired Network (Jaringan Berkabel)................................................................. 22
2.3.4 Jaringan Nirkabel (Wireless Network) ............................................................. 22
2.3.5 Topologi Jaringan.............................................................................................. 25
2.3.6 Perangkat Jaringan ........................................................................................... 28
2.3.6.1 Personal Computer (PC) ..................................................................28
2.3.6.2 Network Internet Card (NIC) ...........................................................28
2.3.6.3 Ethernet ..........................................................................................29
2.3.6.4 Switch .............................................................................................29
2.3.6.5 Router .............................................................................................30
2.3.6.6 Konektor RJ45 ...............................................................................31
2.4 VLAN .................................................................................................................. 31
2.5 Model OSI Layer ................................................................................................ 32
2.6 Transmission Control Protokol/Internet Protokol............................................. 36
2.7 IP Address ........................................................................................................... 39
2.8 Wireshark........................................................................................................... 44
2.9 Metode Action Research / Tindakan Penelitian............................................... 46
2.10 Penelitian Sejenis ............................................................................................... 48
BAB 3 ............................................................................................................................... 67
METODOLOGI PENELITIAN .................................................................................... 67
3.1 Metode Pengumpulan Data............................................................................... 67
3.1.1 Studi Lapangan.................................................................................................. 67
3.1.2 Studi Literatur ................................................................................................... 68
3.2 Metode Analisis Sistem.................................................................................... 68
3.2.2 Hardware (Perangkat Keras) ............................................................................. 76
3.2.3 Perangkat Jaringan ............................................................................................ 77
3.3 Tahapan Penelitian............................................................................................ 77
xi
xii
BAB 4 ............................................................................................................................... 73
HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................................................... 73
4.1 Gambaran Umum Pustipanda.......................................................................... 73
4.1.1 Profil Organisasi ................................................................................................ 73
4.1.2 Sejarah ................................................................................................................ 80
4.1.3 Visi dan Misi....................................................................................................... 81
4.2 Analisis QoS ....................................................................................................... 82
4.2.1 Melakukan Diagnosa (Diagnosing) .................................................................. 84
4.2.2 Membuat Rencana Tindakan (Action Plan) .................................................... 85
4.2.3 Melakukan Tindakan (Action Taking)............................................................. 86
4.2.4 Melakukan Evaluasi .......................................................................................... 87
4.2.5 Learning (Pembelajaran) .................................................................................. 87
4.3 Prosedur Pengambilan Data ............................................................................. 87
4.4 Analisis Data....................................................................................................... 88
4.4.1 Perhitungan QoS................................................................................................ 90
4.5 Pembahasan dan Hasil Perhitungan ................................................................ 96
4.5.1 Pembahasan Wireshark .................................................................................... 97
4.5.2 Pembahasan QoS ............................................................................................... 97
BAB 5 ............................................................................................................................. 109
PENUTUP ..................................................................................................................... 109
5.1 Kesimpulan....................................................................................................... 109
5.2 Saran ................................................................................................................. 110
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 111
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Indeks Parameter QoS ...........................................................................11
Tabel 2.2 Standar Throughput versi TIPHON (Riza, 2015) ..................................13
Tabel 2.3 Standar Delay versi TIPHON (Riza, 2015) ...........................................14
Tabel 2.4 Standar Kerugian Paket versi TIPHON (Riza, 2015) ............................14
Tabel 2.5 Standar Jitter menurut TIPHON (Riza, 2015) .......................................15
Tabel 2.6 Perbandingan Jaringan Wireless (Edi S, 2005)......................................24
Tabel 3.1 Perangkat Lunak ................................................................................. 76
Tabel 3.2 Perangkat Keras .....................................................................................76
Tabel 4.1 Jadwal Pengukuran QoS ...................................................................... 86
Tabel 4.2 Standar Penundaan versi TIPHON (Riza, 2015) ...................................88
Tabel 4.3 Standar Jitter menurut TIPHON (Riza, 2015) .......................................89
Tabel 4.4 Standar Kerugian Paket versi TIPHON (Riza, 2015) ............................90
Tabel 4.5 Standar Throughput versi TIPHON (Riza, 2015) ..................................90
Tabel 4. 6 Pembahasan Penundaan ........................................................................98
Tabel 4.7 Pembahasan Jitter...................................................................................99
Tabel 4.8 Pembahasan Kerugian Paket................................................................100
Tabel 4. 9 Capture Wireshark Throughtput .........................................................101
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 LAN (Badrul, 2012) ...........................................................................20
Gambar 2.2 MAN (Badrul, 2012)..........................................................................21
Gambar 2.3 WAN (Badrul, 2012)..........................................................................22
Gambar 2.4 Topologi Star (Badrul, 2012) .............................................................27
Gambar 2.5 Ethernet (Edy, 2014) ..........................................................................29
Gambar 2.6 Switch (Winda, 2015) ........................................................................30
Gambar 2.7 Router (Winda, 2015) ........................................................................30
Gambar 2.8 Konektor RJ45 (Khoiri, 2015) ...........................................................31
Gambar 2.9 Tugas-tugas OSI Layer (Edu, 2015) ..................................................35
Gambar 2.10 Format IPv4 (Ajar, 2017).................................................................39
Tabel 3.1 Perangkat Lunak ................................................................................... 76
Tabel 3.2 Perangkat Keras .....................................................................................76
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Pustipanda ......................................................... 79
Gambar 4.2 Topologi Jaringan UIN Jakarta ..........................................................83
Gambar 4.3 Capture Wireshark Delay ..................................................................97
Gambar 4.4 Capture Command Prompt Packet Loss ..........................................100
Gambar 4.5 Capture Wireshark Throughtput ......................................................101
xiv
xv
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peranan jaringan dalam suatu intansi akan berdampak pada meningkatnya
efesiensi waktu dan kecilnya biaya yang dikeluarkan, disebabkan pengumpulan
informasi data dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Implementasi jaringan ini
dilakukan dengan cara menghubungkan komputer yang lain dengan menggunakan
beberapa perangkat jaringan nirkabel sehingga membentuk jaringan internal yang
disebut Local Area Network (LAN) (Ade, 2017).
LAN merupakan suatu jaringan terbatas dalam jarak/area setempat / lokal,
dimana peralatan keras dan peralatan lunak digabungkan untuk dapat saling
komunikasi dalam daerah yang terbatas. Jaringan ini biasanya dibangun untuk
perkantoran atau lembaga pendidikan, atau untuk lingkup departemen dalam
perusahaan. LAN dapat mencakup satu ruangan atau satu area local contohnya pada
sebuah organisasi, intansi atau tempat lain yang cakupan jaringannya sebatas
ruangan / local. Efisiensi dalam segi waktu dengan memanfaatkan berbagi sumber
daya sebagai salah satu manfaat penerapan infrastruktur jaringan komputer
(Supandi, 2016).
1
2
Penerapan manajemen jaringan LAN dapat diterapkan dengan
menggunakan Virtual Local Area Network (VLAN) untuk manajemen jaringan,
segmentasi jaringan dan meningkatkan keamanan pada jaringan LAN. Manajemen
segmentasi jaringan menggunakan VLAN diterapkan dengan membuat
pengelompokan jaringan menjadi beberapa kelompok jaringan yang sesungguhnya
dan pengalamatan secara logis dengan subnetting untuk pembatasan host pada suatu
jaringan dan memanfaatkan sakelar yang dapat diatur yang menjadikan komponen
utama jaringan LAN. Hal ini juga berguna untuk memantau penggunaan bandwith
dan frekuensi penggunaan jaringan di tiap segmen serta mudah dalam penanganan
masalah (troubleshooting) jaringan jika terdapat suatu permasalahan terkait
jaringan komputer baik dari segi keamanan maupun kinerjanya (Nigam & Gupta,
2016).
Jaringan nirkabel merupakan sebuah jaringan yang memanfaatkan sinyal
gelombang radio sebagai lapisan fisiknya (Aryanto, 2015). Keuntungan dari
teknologi ini adalah mobilitas pengguna yang cukup tinggi karena tidak harus
terpaku di satu tempat saja yang menyebabkan kenyamanan dalam penggunaanya,
di samping itu disebabkan lapisan fisiknya tidak berupa benda, seperti kabel, maka
perluasan jaringan tidak tergantung pada perangkat fisik yang banyak, namun
cukup dengan memberikan satu perangkat yang dapat menjadi akses poin.
Teknologi ini dapat menghemat cukup banyak biaya ketika setiap pertambahan
pengguna tidak menambah perangkat baru.
3
Sukmo Cahyo Y.A.Md sebagai Koordinator Operasi dan Jaringan,
menurutnya untuk pengelolaan jaringan internet, pihak UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta adalah salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta yang menggunakan
layanan internet untuk menunjang proses kegiatan akademik. Layanan internet
diperlukan oleh setiap individu, baik itu mahasiswa, dosen, maupun staf kampus.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sendiri juga menggunakan layanan jaringan
nirkabel (wireless) untuk menunjang sarana dan pra-sarana akademik. Layanan
berbasis Nirkabel merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang
elektromagnetik.
Kampus UIN Jakarta memiliki dua jaringan nirkabel yang dikelola dalam
pelayanan internetnya. Pertama, dikelola oleh PT. Cyber Network Indonesia dan
nirkabel yang kedua dikelola oleh PUSTIPANDA (Pusat Teknologi dan Pangkalan
Data) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jaringan wireless ini mengunakan router
Mikrotik sebagai pembagian bandwidth nya yang dipakai sebesar 540 mbps.
Bandwidth ini dibagi untuk jaringan VLAN dan Wireless Local Area Network
(WLAN). Bandwidth ini kemudian disebar di dua kampus UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta. Setiap gedung memiliki satu akses point dan tiga antena omni (perangkat
penerima yang mampu mengirim dan menerima sinyal dari segala arah) untuk di
kampus satu dan dua antena omni untuk kampus dua untuk memperluas jangkauan
sinyal.
Peneliti sudah menyiapkan dan membagikan survei kecil berupa kuisioner
sebagai langkah awal. Hasil dari kuisioner yang telah disebar dan mendapat 75
4
responden dari mahasiswa berbagai jurusan yang ada di UIN Jakarta menyatakan
bahwa 87% menyetujui permasalahan yang menjadi dasar keresahan peneliti dalam
membuat penelitian ini. Masalah lainnya, yang sudah sering dialami dan diadukan
mahasiswa, adalah: lambatnya wifi di kampus, wifi tidak tertangkap sinyalnya jika
berada di tempat yang tidak berada dekat dengan router. Selain menyebarkan
angket pertanyaan, peneliti menganalisis masalah-masalah tersebut melalui
parameter QoS (Quality of Service).
QoS itu sendiri merupakan sebuah bentuk dari jaminan layanan atau kualitas
dari suatu jaringan, dimana dengan layanan yang disediakan, para pengguna
jaringan bisa mendapat kualitas dari suatu jaringan dengan perbaikan yang
disediakan dari jaringan itu sendiri. Kualitas jaringan yang disediakan itu sendiri
merupakan bagaimana cara dari suatu intansi dalam memberikan pelayanan dan
terhadap ruang lingkup suatu jaringan pada ruang lingkupnya. Langkah awal agar
dapat selalu menjaga QoS pada jaringan WLAN di UIN Jakarta selalu dalam
performa yang baik, maka perlu dilakukan analisis QoS jaringan WLAN. Hal ini
dilakukan untuk dapat meminimalisir dan mengetahui gangguan jaringan secara
dini sehingga jaringan WLAN selalu mendapatkan performa yang maksimal.
Berdasarkan uraian sebelumnya, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul
“Analisis Quality of Service Jaringan Wireless Virtual Local Area Network pada
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta”.
5
1.2 Rumusan Masalah
Penelitian ini dapat diidentifikasikan permasalahan-permasalah
berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu sebagai berikut:
1. Parameter apa sajakah yang dipakai dalam pengujian jaringan nirkabel?
2. Bagaimana implementasi dalam pengujian QoS yang terkait koneksi
jaringan nirkabel pada Universitas Islam Negeri Jakarta?
3. Bagaimana cara menganalisis QoS dengan parameter throughput, delay,
packet loss, jitter pada jaringan nirkabel yang dikelola UIN Jakarta?
1.3 Batasan Masalah
Peneliti membatasi masalah agar penelitian ini tidak melebar pada hal-hal
yang tidak seharusnya, dan didapatkan batasan-batasan masala dari penelitian ini
yaitu:
1. Implementasi pengukuran QoS pada koneksi jaringan nirkabel yang
dikelola oleh PUSTIPANDA (Pusat Teknologi dan Pangkalan Data) UIN
Jakarta.
2. Parameter QoS yang digunakan untuk menganalisis jaringan nirkabel
adalah throughput, delay, packet loss, jitter.
3. Alat yang dipakai adalah menggunakan aplikasi Wireshark sebagai alat
utama dan alat lainnya untuk mengukur paramaeter QoS.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Penelitian ini dilakuakan untuk mendapatkan nilai dari parameter QoS
6
yang mempengaruhi kinerja nirkabel pada UIN Jakarta.
2. Penelitian juga dilakukan untuk mengetahui status penilaian terhadap
kinerja jaringan WLAN menggunakan standar TIPHON untuk mengukur
kinerja jaringan WLAN yang ada di UIN Jakarta.
3. Tujuan lain dari penelitian ini yang tidak kalah penting adalah agar bisa
merekomendasikan standar kualitas untuk jaringan yang ada pada
lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
1.5 Metode Penelitian
Peneliti dalam proses penyusunan skripsi ini membutuhkan banyak data dan
informasi sebagai bahan yang dapat mendukung dan menunjang keabsahan
penelitian ini. Peneliti memakai metodologi pengumpulan data sebagai berikut:
a. Studi Lapangan/Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang efektif untuk
mempelajari sebuah sistem. Studi lapangan dilakukan penemuan fakta di
mana analisis sistem turut berpartisipasi atau menyaksikan seseorang yang
sedang melakukan aktivitas untuk mempelajari sistem.
b. Studi Literatur
Peneliti mencari, mempelajari dan melakukan analisis pada dari jurnal-
jurnal penelitian sejenis yang telah ada sebelumnya. Peneliti juga
melakukan studi ini dengan buku-buku yang berkaitan dengan perencanaan
strategis sistem informasi.
c. Pengukuran
7
Peneliti melakukan pengukuran ini dengan menganilisa jaringan VLAN
dimana di dalam jaringan tersebut terdapat proses jalannya akses jaringan
VLAN terhadap LAN. Analisis ini membutuhkan alat sebagai berikut:
1. Sistem Operasi host yang digunakan untuk simulasi adalah Microsoft
Windows 10 Pro 64bit (6.3, build 9600).
2. Spesifikasi perangkat keras yang digunakan untuk simulasi adalah laptop
LENOVO IdeaPad z410 dengan processor Intel Core i5 4200M 2.50 GHz
dan RAM sebesar 8GB.
3. Sistem Operasi untuk PC virtual yang digunakan adalah Windows 7 32bit
dengan 2 core processor, 1 GB RAM, dan Gigabit Ethernet penghubung
jaringan.
4. Aplikasi yang digunakan untuk evaluasi performa ping, throughput, packet
loss, delay adalah iperf versi 3.1.3 dan Netio GUI versi 1.0.4.
5. Aplikasi yang digunakan untuk mengukur delay, jitter, packet loss,
throughput adalah Wireshark versi 2.3.4
1.6 Manfaat Penelitian
Peneliti membuat penelitian ini bukan hanya sekadar menyelesaikan
kewajiban tugas akhir, tapi juga ingin ada manfaat yang didapatkan oleh orang lain,
adapun manfaat-manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.6.1 Manfaat Bagi Peneliti
a. Penelitian ini merupakan salah satu cara implementasi ilmu-ilmu yang
sudah didapat saat perkuliahan.
8
b. Penelitian ini membuat peneliti tahu hubungan dan permasalahan antar
jaringan VLAN yang terjadi di Universitas Islam Negeri Jakarta.
c. Penyusunan penelitian ini menambah pengalaman dan memperluas
wawasan peneliti tentang jaringan.
d. Peneliian ini juga sebagai kewajiban memenuhi salah satu syarat dalam
menempuh gelar S1 pada Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik
Informatika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
1.6.2 Manfaat Bagi Universitas
1. Penelitian ini diharapkan bisa merekomendasi jaringan terbaik, agar akses
jaringan yang dipakai oleh mahasiswa dan pegawai dapat berjalan dengan
maksimal. Salah satu keutamaannya adalah dalam pertukaran informasi dan
kualitas dalam pengaksesan jaringan internet yang ada di UIN Jakarta dan
dapat digunakan untuk penelitian maupun pembelajaran.
2. Penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian berikutnya yang
berhubungan dengan simulasi jaringan.
1.6.3 Manfaat Bagi PUSTIPANDA
Penelitian ini diharapkan menjadi bahan referensi dan pertimbangan pihak
PUSTIPANDA dalam mengambil keputusan untuk perbaikan dan
peremajaan kembali jaringan internet di kampus UIN Jakarta.
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika yang dibuat pada tugas akhir ini akan dibagi dalam enam bagian, yaitu:
9
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai latar belakang penulisan, perumusan masalah,
batasan masalah, tujuan dan manfaat, metode dan sistematika penulisan yang
merupakan gambaran menyeluruh dari penulisan skripsi ini.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas mengenai berbagai teori dasar yang mendasari analisis
permasalahan yang berhubungan dengan pembahasan.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisi pembahasan atau pemaparan metode penelitian yang peneliti
pakai dalam pencarian data maupun metode analisis dan pengujian yang
dilakukan pada penelitian.
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas mengenai hasil dari simulasi yang telah dilakukan yang
kemudian dievaluasi oleh peneliti.
BAB 5 PENUTUP
Bab ini terdiri atas kesimpulan dari hasil pembahasan seluruh bab dan saran-
saran yang kiranya dapat diperhatikan serta dipertimbangkan untuk pengembangan
WLAN di masa mendatang.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Analisis
Analisis adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang
diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga
dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.
Atau dengan kata lain, analisis data adalah proses pengolahan data untuk dijadikan
suatu informasi sehingga dapat dengan mudah dipahami dan juga dapat bermanfaat
untuk menemukan solusi dalam sebuah penelitian (Sugiyono, 2013).
Analisis adalah kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan
menjadi komponen sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungannya
satu sama lain dan fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan yang terpadu
Komaruddin, 2002). Menurut Salim, analisis adalah penguraian pokok persoalan
atas bagian-bagian, penelaahan bagian-bagian tersebut dan hubungan antar bagian
untuk mendapatkan pengertian yang tepat dengan pemahaman secara keseluruhan
(Salim, 2002).
Keterangan definisi analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis
adalah kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu pokok menjadi bagian-bagian
atau komponen sehingga dapat diketahui pengertian yang tepat dengan pemahaman
terhadap persoalan yang dihadapi.
10
11
2.2 Quality of Service (QoS)
2.2.1 Pengertian QoS
QoS adalah kemampuan dalam sebuah dayaguna dari jaringan komputer
dalam penyediaan layanan kepada aplikasi-aplikasi di dalam jaringan komputer
tersebut sehingga menentukan tingkat kepuasan dari pengguna yang menggunakan
jaringan tersebut. QoS terdiri dari beberapa kategori dengan presentasi dan indeks
yang berbeda. Keterangan lebih lanjut bisa dilihat melalui tabel di bawah ini
(Rahmad, 2014):
Tabel 2.1 Indeks Parameter QoS
Kategori Presentase (%) Indeks
Sangat Memuaskan 95 – 100 4
Memuaskan 75 – 94.75 3
Kurang Memuaskan 50 – 74.75 2
Jelek 25 – 49.75 1
Tiga tingkat QoS yang umum dipakai, yakni:
a. Best effort service (Pelayanan usaha terbaik)
Pelayanan usaha terbaik adalah satu model layanan dimana aplikasi
mengirim data setiap kali diharuskan dalam setiap kuantitas, dan tanpa
meminta izin atau memberitahukan terlebih dahulu kepada jaringan.
Pelayanan ini, mengirimkan data jika bisa dan tanpa jaminan kehandalan
batas.
b. Integrated service (Pelayanan terintegrasi)
Pelayanan terintegrasi adalah satu model layanan dari beberapa model
12
yang dapat menampung beberapa persyaratan QoS. Model ini, aplikasi
meminta jenis layanan tertentu dari jaringan sebelum mengirim data.
Aplikasi meninformasikan jaringan dari profil lalu lintas dan meminta
jenis layanan tertentu yang dapat mencakup bandwith dan penundaan
persyaratan. Aplikasi ini diharapkan untuk mengirim data hanya setelah
mendapat konfirmasi dari jaringan.
c. Differentiated service (Pelayanan pembeda)
Pelayanan pembeda adalah satu layanan beberapa model yang dapat
memenuhi persyaratan QoS yang berbeda. Namun, tidak seperti dalam
model pelayanan terintegrasi, aplikasi yang menggunakan pelayanan
pembeda tidak secara eksplisit memberi isyarat router sebelum mengirim
data.
2.2.2 Parameter QoS
Proses pengukuran QoS juga dipengaruhi dan diperlukan beberapa
parameter yang berpengaruh dalam sebuah jaringan, yaitu (Rahmad, 2014):
a. Throughput adalah bandwith aktual yang terukur pada suatu waktu
menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang mengunduh suatu
berkas. Sayangnya, kadang sangat jauh dari bandwith maksimum dari suatu
media. Implementasi manajemen bandwith pada jaringan berbasis TCP/IP,
banyak sekali alat yang dapat kita pakai, baik dalam bentuk perangkat lunak
maupun perangkat keras. Alat tersebut ada yang berharga sangat mahal
13
seperti Cisco, dan ada juga yang bersifat gratis seperti aplikasi-aplikasi
manajemen bandwith di Linux seperti Mikrotik RouterOS.
Rumus throughput sebagai berikut:
Throughput = ℎ (2.1)
Tabel 2.2 Standar Throughput versi TIPHON (Riza, 2015)
Kategori Throughput Throughput
Sangat bagus >100
Bagus 75
Sedang 50
Buruk <25
b. Delay atau penundaan merupakan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh
data atau informasi untuk sampai ke tempat tujuan data atau informasi
tersebut dikirim. Penundaan pada suatu jaringan akan menentukan langkah
apa yang akan kita ambil ketika akan mengatur suatu jaringan. Dapat
diketahui jaringan tersebut yang kecil sehingga bisa melakukan tindakan
pencegahan agar tidak terjadi overload, ketika nilai penundaan besar. Misal,
dengan memindahkan sebagian aliran data ke jalur lain atau memperbesar
kapasitas jaringan kita. Menurut versi Telecomunications and Internet
Protocol Harmonization Over Network (TIPHON) standar nilai dan rumus
penundaan adalah sebagai berikut:
Delay = (2.2)
14
Tabel 2.3 Standar Delay versi TIPHON (Riza, 2015)
c. Packet Loss atau kerugian paket merupakan banyaknya paket yang gagal
mencapai tempat tujuan paket tersebut dikirim. Diketahui bahwa jaringan
sedang sibuk atau terjadi kelebihan beban, ketika nilai kerugian paket besar.
Kerugian paket mempengaruhi kinerja jaringan secara langsung dan
dikatakan kinerja jaringan tersebut sangat buruk, ketika nilai kerugian paket
suatu jaringan besar. Standar nilai kerugian paket menurut versi TIPHON
ditujukan pada Tabel 2.4:
Tabel 2.4 Standar Kerugian Paket versi TIPHON (Riza, 2015)
Rumus kerugian paket sebagai berikut:
Packet Loss = ( − ) x 100%
(2.3)
d. Jitter merupakan variasi penundaan antar paket yang terjadi pada jaringan
berbasis IP. Besarnya nilai jitter akan sangat dipengaruhi oleh variasi beban
15
lalu lintas dan besarnya tumbukan antar paket (congestion) yang ada dalam
jaringan tersbeut. Besar beban lalu lintas di dalam jaringan akan
menyebabkan semakin besar pula peluang terjadinya kemacetan dan nilai
jitter nya tentu juga ikut bertambah besar, sedangkan semakin besar nilai
jitter akan mengakibatkan nilai QoS akan semakin turun. Kategori kinerja
jaringan berbasis IP dalam jitter versi TIPHON mengelompokkan menjadi
empat kategori penurunan kinerja jaringan berdasarkan nilai jitter seperti
pada Tabel 2.5.
Tabel 2.5 Standar Jitter menurut TIPHON (Riza, 2015)
Rumus jitter sebagai berikut:
Jitter = (2.4)
2.2.3 Standar TIPHON
Institut Standar Telekomunikasi Eropa (European Telecommunications
Standards Institute) atau ETSI pada tahun 1999 mengklasifikasikan empat kelas
QoS yang ditentukan untuk sistem TIPHON. Definisi TIPHON QoS mencakup
karakteristik jaringan dan terminal TIPHON tetapi mengecualikan karakteristik
akustik terminal (Priska, 2020):
16
Best atau optimal adalah jenis layanan IP Telephony yang memliki potensi
(tergantung pada sifat akustik dari Terminal TIPHON) untuk memberikan
pengalaman pengguna yang mirip dengan PSTN (atau mis. Telepon selular
nirkabel terkini) atau bahkan lebih baik. Optimal diharapkan bisa
diimplementasikan melalui QoS jaringan IP rekayasa dan lingkungan LAN.
High atau memiliki kualitas yang tinggi adalah jenis layanan telepon IP
yang berpotensi (tergantung pada sifat akustik dari Terminal TIPHON)
untuk memberikan pengalaman pengguna yang mirip dengan PSTN (atau
misalnya telepon selular (ponsel) nirkabel terkini) layanan dalam kondisi
radio yang baik, misalnya jaringan GSM menggunakan codec EFR atau
perangkat yang menggunakan ITU-T Recommendation G.726 tetapi dengan
peningkatan penundaan. Hal ini juga diharapkan untuk diimplementasikan
melalui QoS merekayasa jaringan IP saat mencoba mengoptimalkan
penggunaan bandwidth.
Medium adalah jenis layanan IP telephony yang memiliki potensi
(tergantung pada sifat akustik dari terminal TIPHON) untuk memberikan
pengalaman pengguna yang mirip dengan layanan telepon seluler nirkabel
umum, misalnya jaringan GSM menggunakan FR codec. Hal ini diharapkan
akan diimplementasikan melalui jaringan IP yang tidak tercemar.
“Best Effort” atau “Upaya Terbaik” merupakan jenis layanan yang akan
menyediakan komunikasi yang dapat digunakan tetapi dengan gangguan
17
bicara yang signifikan kualitas, dan penundaan ujung-ke-ujung cenderung
memengaruhi interaktivitas percakapan keseluruhan, tanpa batas atas
diperlukan penundaan. Kualitas suara yang dihasilkan akan terasa kurang
dari yang diharapkan, misalnya, GSM FR. Permasalahan tersebut,
diharapkan bisa tersedia melalui internet publik.
Sistem TIPHON harus memenuhi karakteristik minimal tiga parameter
untuk masuk dalam salah satu kategori tersebut di atas, setelah bisa memenuhi
syarat tersebut maka didapatlah dampak signifikan pada pengalaman pengguna,
yaitu (Priska, 2020):
Kualitas bicara yang jernih dan jelas dari ujung ke ujung, baik interaktif
maupun non-interaktif.
Pengguna bisa mensiasati keterlambatan yang terjadi dari ujung ke ujung.
Pengguna bisa mengatur waktu pengaturan panggilan.
Klasifikasi dan ukuran kualitas bicara yang digunakan untuk sistem
TIPHON tidak termasuk akustik dan terkait karakteristik terminal TIPHON
(termasuk echo return loss) dan hanya berlaku untuk jalur dari input listrik satu
terminal melalui jaringan ke keluaran listrik dari terminal lainnya. Karakteristik
akustik dan terkait terminal telah dikecualikan untuk (Priska, 2020):
Fokus pada parameter khusus untuk TIPHON (yaitu di mana sistem
TIPHON berbeda dari sistem SCN yang ada).
18
Menghindari masalah pengukuran dan karakterisasi yang terkait dengan
bentuk sistem akustik selain handset tradisional. Karena itu langkah-
langkah ini tidak menggambarkan kualitas akustik-akustik (mulut ke
telinga) penuh yang akan dialami oleh pengguna, yang tergantung pada
kualitas akustik terminal serta kualitas sistem TIPHON. Perawatan harus
diambil untuk tidak membingungkan pendekatan yang digunakan untuk
sistem TIPHON dengan pendekatan yang lebih umum dan lebih lengkap
untuk kualitas ujung ke ujung.
2.3 Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah himpunan “interkoneksi” antara dua komputer
autonomous atau lebih yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa
kabel. Sebuah komputer dapat membuat komputer lainnya restart, shutdown, atau
melakukan kontrol lainnya, maka komputer-komputer tersebut bukanlah
autonomous (tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh)
(Melwin, 2015).
Jaringan komputer memiliki tiga tipe yang didasarkan pada metode akses
dan pemrosesan datanya, yaitu (Melwin, 2015):
a. Model Jaringan Peer to Peer
Jaringan ini bisa kita buat dengan menghubunkan dua komputer melalui
kabel jaringan tipe crossover (khusus untuk dua komputer), atau
menggunakan kabel straight yang terhubung dengan hub atau switch (untuk
19
komputer satu area). Tipe jaringan ini, pertukaran data hanya dapat
dilakukan antar dua komputer atau beberapa komputer dalam satu area
kerja.
b. Model Jaringan Client Server
Tipe jaringan ini terdiri atas sejumlah komputer dengan memakai satu atau
beberapa komputer yang dijadikan server dan dihubungkan dengan
sejumlah komputer client. Karena itu, jaringan dengan model Client-Server
bisa terdapat satu atau lebih server untuk mengendalikan beberapa
komputer client.
c. Model Jaringan Host Terminal
Model jaringan host tereminal sama seperti halnya jaringan tipe client
server, tipe jaringan ini terdiri atas satu atau lebih dari satu komputer server
dengan kemampuan memroses data yang relatif besar. Jaringan ini
komputer server dihubungkan menggunkan kabel serial atau kabel RS-232
dari keluaran terminal masukan-keluaran ke beberapa dump terminal pada
komputer server.
2.3.1 Bentuk Jaringan
Jaringan komputer dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian jika dilihat dari sisi
geografis. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut:
20
2.3.1.1 LAN
LAN merupakan suatu jaringan komputer yang masih berada di dalam
gedung atau ruangan. Pembuat jaringan LAN, minimal kita harus menyediakan dua
buah komputer yang masing-masing memiliki kartu jaringan LAN Card. LAN
digunakan pada rumah, perkantoran, industri, akademik, rumah sakit, dan lain
sebagainya. Pemakaian internet, LAN dapat menggunakan media telepon beserta
modem, atau media yang lain yang dapat melakukan koneksi dengan internet
(Herlambang, 2008).
Gambar 2.1 LAN (Badrul, 2012)
2.3.1.2 Metropolitan Area Network (MAN)
MAN merupakan pengembangan dari LAN. Jaringan ini terdiri atas beberapa
jaringan LAN yang saling berhubungan. Letak jaringan ini bisa saling berjauhan
tergantung dari panjangnya kabel yang kita gunakan. Jaringan ini juga dapat
menjangkau lokasi yang berbeda tempat. MAN biasanya digunakan oleh sebuah
21
perusahaan dalam satu kota, antar kampus atau universitas, dan lain-lain
(Herlambang, 2008).
Gambar 2.2 MAN (Badrul, 2012)
2.3.2 Wide Area Network (WAN)
WAN merupakan bentuk jaringan komputer yang terdiri atas LAN dan
MAN. Jaringan WAN telah memenuhi beberapa kebutuhan sistem jaringan, seperti
jaringan untuk publik, jaringan pada bidang perbankan, jaringan jual-beli secara
daring di internet, jaringan penjual jasa, dan jaringan lainnya. WAN menggunakan
protokol internet berupa Network Service Provider (NSP). Ketiadaaan NSP, maka
jaringan WAN tidak akan dapat bekerja. NSP yang dihubungkan dengan jaringan
WAN, maka akan membentuk suatu jaringan internet yang bersifat global,
demikian internet dapat dilakses oleh orang yang akan memakai jaringan tersebut
(Melwin, 2015).
22
Gambar 2.3 WAN (Badrul, 2012)
2.3.3 Wired Network (Jaringan Berkabel)
Komputer membutuhkan sebuah media transmisi untuk dapat terhubung
dan melakukan segala bentuk kegiatan di jaringan. Jaringan berkabel adalah
jaringan komputer yang menggunakan media kabel sebagai media penghantar.
Sebuah network, media transmisi memegang peranan yang sangat penting karena
informasi atau data akan diangkut melalui media transmisi. Jaringan berkabel, ada
beberapa pilihan kabel yang dapat digunakan, yaitu: kabel coaxial, kabel twisted
pair (TP), dan kabel fiber optic (Sofana, 2011).
2.3.4 Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Jaringan nirkabel merupakan sebuah jaringan yang memanfaatkan sinyal
gelombang radio sebagai lapisan fisiknya. Keuntungan dari teknologi ini adalah
mobilitas pengguna yang cukup tinggi karena tidak harus terpaku di satu tempat
saja yang menyebabkan kenyamanan dalam penggunaannya. Keterangan tersebut,
disebabkan lapisan fisiknya tidak berupa benda, seperti kabel, maka perluasan
jaringan tidak tergantung pada perangkat fisik yang banyak, namun cukup dengan
23
memberikan satu perangkat yang dapat menjadi akses poin, dengan tidak
bertambahnya perangkat setiap pertambahan pengguna, maka teknologi ini dapat
menghemat cukup banyak biaya (Kurniawan, 2007).
Jaringan nirkabel terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan ukuran
fisik area yang dapat dicakup, jaringan tersebut sebagai berikut (Kurniawan, 2007):
a. Wireless Personal Area Network (WPAN)
Jaringan WPAN mempunyai cakupan area yang sangat sempit, yaitu sekitar
20 meter. Karena jaraknya yang sangat sempit, maka jaringan ini hanya
dapat digunakan secara personal dalam suatu ruangan. Performa jaringan
WPAN termasuk dalam kategori sedang, dimana kecepatan transfer datanya
mencapai 2Mbps.
b. WLAN
Jaringan WLAN sangat efektif digunakan dalam sebuah kawasan atau
gedung. Menggunakan performa yang dapat diandalkan, jaringan WLAN
banyak digunakan untuk menggantikan jaringan berbasis tanpa kabel atau
dengan kabel. Jaringan WLAN dapat mencakup sebuah kawasan rumah,
kantor kecil, perusahaan hingga ke area-area publik. Teknologi WLAN
yang banyak digunakan saat ini adalah standar 802.11 yang disebut Wireless
Fidelity atau Wi-Fi.
c. Wireless Metropolitan Area Network (WMAN)
24
WMAN yaitu jaringan yang mempunyai cakupan yang relatif lebih luas
dibanding cakupan LAN. Jaringan ini menyediakan interkoneksi luar
ruangan dalam kawasan perkotaan atau antar gedung. WMAN dipilih
karena tidak begitu membutuhkan biaya yang besar dibandingkan jaringan
melalui tembaga atau melalui kabel serat optik.
Jaringan WMAN menggunakan standar 802.16 oleh IEEE dengan
jangkauan frekuensi antar 2 GHz dan 11 GHz. Standar yang demikian
tinggi, jaringan WMAN dapat digunakan untuk mengembangkan jaringan
nirkabel dengan cakupan kawasan perumahan, antar perusahaan kecil, dan
antar gedung perkantoran.
d. Wireless Wide Area Network (WWAN)
Jaringan WWAN memiliki cakupan hingga antar negara atau bahkan antar
benua. Keuntungan dari jaringan WWAN adalah cakupannya yang sangat
luas dan secara ekonomi sangat efektif. Kekurangan dari jaringan WWAN
adalah terbatasnya ketersediaan spektrum frekuensi, sehingga
menghasilkan performa yang rendah dan keamanan yang kurang baik. Garis
besar perbandingan jaringan nirkabel secara umum terangkum pada tabel
2.6.
Tabel 2.6 Perbandingan Jaringan Wireless (Edi S, 2005)
Tipe Cakupan Performa Standar Metode
25
PAN Perorangan Sedang Bluethoot, 802.15 Menggantikan
LAN Dalam gedung Tinggi dan IrDA kabel
MAN Kota/Kawasan Tinggi 802.11 Wifi Ekstensi dari
WAN Negara/dunia Rendah
jaringan kabel
802.16, WIMAX Fixed Wireless
Cellular Mobile
1G,2G,2,5G,3G,
4G, Next G
2.3.5 Topologi Jaringan
Topologi menggambarkan metode yang digunakan untuk melakukan
pengabelan secara fisik dari suatu jaringan. Topologi jaringan adalah susunan atau
pemetaan interkoneksi antara node dari suatu jaringan, baik secara fisik (real) dan
logis (virtual) (Sopandi, 2005).
Jaringan komputer memiliki banyak jenis topologi, namun ada 4 (empat)
jenis topologi yang umum digunakan adalah Topologi Bus (Linier), Topologi Ring,
Topologi tree, dan Topologi Star. Pana penulisan penelitian ini, peneliti hanya
menjelaskan Topologi Star, dikarenakan peneliti hanya menggunakan topologi
tersebut pada penelitian ini (Sopandi, 2005).
Topologi Star
Topologi ini berbentuk bintang, seperti namanya, di mana masing-masing
komputer dalam jaringan terhubung dengan pusat (sentral). Terminal pusat tersebut
26
bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi data. Terminal inilah
yang menyediakan jalur komunikasi khusus pada komputer yang akan
berkomunikasi, yang berupa hub. Hub merupakan alat yang menyediakan lokasi
terpusat, dimana semua kabel UTP terpasang (Sopandi, 2005).
Topologi Star merupakan topologi yang banyak digunakan diberbagai
tempat, karena kemudahan untuk menambah, mengurangi, atau mendeteksi
kerusakan jaringan yang ada. Karakteristik topologi yaitu setiap node
berkomunikasi langsung dengan central node, data mengalir dari node ke central
node dan akan kembali lagi, mudah dikembangkan karena setiap node hanya
memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node, keunggulan jika satu
kabel node terputus maka yang lainnya tidak akan teranggu (Sopandi, 2005).
Kelemahan topologi star, di antaranya:
1. Masalah utama dalam topologi star adalah kenyataan bahwa sangat
bergantung pada fungsi switch pusat.
2. Ukuran dari jaringan ini bergantung pada beberapa banyak koneksi dapat
dibuat untuk switch.
3. Jenis jaringan ini membutuhkan lebih banyak kabel dibandingkan dengan
topologi linear, yang berarti pengeluaran akan relatif tinggi.
4. Kinerja seluruh jaringan secara langsung terantung pada kinerja switch. Jika
server lambat, akan menyebabkan seluruh jaringan menjadi lambat.
27
5. Salah satu simpul banyak memanfaatkan porsi pengolahan kemampuan
yang signifikan dari switch pusat akan mempengaruhi kinerja node lain.
Kelebihan dari topologi star, yakni:
1. Pemasangan dan pengelolaan dari jaringan berbentuk bintang ini sangat
mudah dan sangat sederhana dari segi fungsionalitas.
2. Semua jenis jaringan komputer selalu bergantung pada switch sentral
artinya bahwa setiap masalah dalam pengoperasian jaringan dioperasi dapat
ditelusuri ke switch pusat.
3. Paket-paket data tidak mesti membuat jalan melalui berbagai node yang
akan memastikan transfer data dengan cepat, dalam topologi star.
4. Paket data hanya melalui tiga titik berbeda untuk memastikan bahwa data
sampai dengan aman.
5. Node yang tidak terhubung satu sama lainnya, setiap masalah dalam satu
node tidak menggangu kinerja node lain dalam jaringan.
6. Topologi jaringan ini, menggantikan mesin baru yang lama sangat mudah
dan tidak mengganggu jaringan ke node lainnya
Gambar 2.4 Topologi Star (Badrul, 2012)
28
2.3.6 Perangkat Jaringan
Perangkat Keras adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan
dengan data yang ada atau yang beroperasi di dalamnya dan dibedakan dengan
perangkat lunak yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam
menyelesaikan tugasnya. Secara umum, perangkat keras yang dibutuhkan untuk
membangun sebuah jaringan komputer yaitu komputer, Network Internet Card
(NIC), Switch, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan koneksi jaringan
seperti Brides, Router, dan lainnya yang dibutuhkan untuk proses transformasi data
di dalam jaringan (Sopandi, 2008).
2.3.6.1Personal Computer (PC)
Personal Computer atau PC merupakan perangkat utama dalam suatu
jaringan komputer. PC ini lah yang akan bekerja mengirim dan mengakses data
dalam jaringan. Kemampuan dari suatu PC inilah yang sangat menentukan sekali
unjuk kerja dari jaringan, semakin tinggi kemampuan suatu PC maka akses yang
dilakukan pun akan semakin cepat (Sugeng, 2006).
2.3.6.2Network Internet Card (NIC)
Kartu jaringan merupakan perangkat yang menyediakan media untuk
menghubungkan antar komputer. Kebanyakan kartu jaringan adalah kartu internal,
yaitu kartu jaringan yang dipasang pada slot ekspansi di dalam komputer. Kartu
Jaringan umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel koaksial ataupun
kabel twisted pair (Sugeng, 2006).
29
2.3.6.3 Ethernet
Node (A) yang akan mengirimkan data akan memeriksa dahulu kondisi jalur
data, dalam jaringan dengan protocol akses CSMA/CD atau Carrier Sens Multiple
Access with Collision Detection, jika tidak terdapat aliran data/kosong maka node
tersebut akan mengirim datanya dan bila node lain (B) yang sedang menggunakan
jalur data maka node (A) akan menunggu dan akan mencoba memeriksa kembali
dalam protokol akses ini dimungkinkan pada suatu saat terjadi beberapa node
mengirimkan datanya secara bersamaan sehingga mengakibatkan collision atau
tabrakan. Node-node tersebut akan batal mengirimkan data dan akan mencobanya
kembali bila jalur tidak sibuk, dalam kondisi tersebut (Edy, 2014).
Gambar 2.5 Ethernet (Edy, 2014)
2.3.6.4 Switch
Switch adalah sebuah alat jaringan yang menjembatani secara transparan
(penghubung segmentasi banyak jaringan dengan meneruskan berdasarkan alamat
MAC). Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router
pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja
30
switch hamper sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga
sering dinamakan multiport bridge (Sugeng, 2006).
Gambar 2.6 Switch (Winda, 2015)
2.3.6.5 Router
Router adalah sebuah perangkat keras yang dapat dipakai untuk
menyambungkan beberapa jaringan yang sama atau tidak. Proses routing terjadi
pada lapisan tiga (Network Layer seperti Internet Protocol) dari tujuh lapisan OSI.
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk
meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan
switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu LAN
(Sugeng, 2006).
Gambar 2.7 Router (Winda, 2015)
31
2.3.6.6 Konektor RJ45
Konektor RJ45 merupakan peralatan yang digunakan untuk
menghubungkan suatu media transmisi tertentu dengan antarmuka jaringan. Cara
kerja konektor ini adalah terlihat di ujung-ujung kabel CAT 5 ini dipasangkan
konektor yang dikenal sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata ‘Registed Jack’).
Konektor RJ-45 ini mirip dengan konektor pada kabel telepon (RJ-11). Kabel
telepon menggunakan tiga pasang kawat, maka kabel jaringan ini empat pasang.
Kemudahan dalam memilah-milah kabel di masa dating, konektor RJ-45
dipasangkan pada kabel CAT 5 dengan aturan sendiri. Melihat urutan kawat-kawat
yang dipasang pada konektor RJ-45, anda harus melihatnya dengan memegang
‘klip’ konektor ini di bagian bawah, agar ‘lubang’-nya (tempat memasukan kabel)
menghadap anda (Khoiri, 2015).
Gambar 2.8 Konektor RJ45 (Khoiri, 2015)
2.4 VLAN
VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi
fisik seperti LAN, hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara
32
sesungguhnya tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan
membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen
yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi
workstation (Saputro, 2010).
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk
mengklasifikasinya, baik menggunakan port, alamat MAC. Semua informasi yang
mengandung penandaan/ pengalamatan suatu VLAN (tagging) disimpan dalam
suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan port yang digunakan maka
database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN, untuk
mengaturnya biasanya digunakan switch/bridge yang bisa diatur (Saputro, 2010).
2.5 Model OSI Layer
Supaya komputer dapat mengirimkan informasi ke komputer lain dan dapat
menerima dan mengerti informasi, harus ada aturan atau standar untuk proses
komunikasi tersebut. Standar ini meyakinkan kita bahwa beberapa jenis produk dan
perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat lain yang berbeda melewati
beberapa jaringan. Pembakuan standar ini disebut “MODEL” (Sujana, 2014).
Referensi model jaringan yang sering digunakan adalah Open System
Interconnection (OSI), yang diperkenalkan oleh International Standard
Organization (ISO). Referensi model jaringan OSI membagi jaringan komputer
menjadi 7 lapisan, setiap lapisan hanya mengatur beberapa layanan dan protokol
yang bekerja pada tiap lapisan agar mempermudah pembuatan program untuk
33
jaringan sehingga rapih dan tidak berantakan serta sulit didefinisikan (Sujana,
2014).
a. Layer 1-Physical Layer (Lapisan Fisik)
Lapisan paling bawah dalam model OSI adalah lapisan fisik. Lapisan ini
mengatur bagaimana sinkronisasi pengiriman dan penerimaan data,
spesifikasi mekanik, elektrik dan antarmuka antar termninal. Lapisan ini
juga berfungsi juga untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, arsitek
jaringan, topologi jaringan, dan pengabelan. Tingkatan ini juga
mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat
berinteraksi baik dengan media kabel maupun radio (Sujana, 2014).
b. Layer 2-Data Link Layer (Lapisan Data Link)
Lapisan data link terletak setelah lapisan fisik, lapisan dimana data
dipersiapkan untuk dikirimkan melalui jaringan, lapisan ini paket data di
kapsulasi dalam sebuah frame (bundle dari data biner) sebelum dikirimkan.
Protokol pada lapisan ini bertanggung jawab dalam mengirimkan data dari
satu hoop ke hoop yang lain (Sujana, 2014).
Lapisan data link terdiri atas dua bagian lapisan yaitu bagian lapisan Loical
Link Control (LLC) dan bagian lapisan Media Access Control (MAC).
Bagian lapisan LLC adalah antar muka antara protokol lapisan jaringan
dengan metode pengaksesan media misalnya Ethernet atau Token Ring.