The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Jaringan wireless atau nirkabel merupakan jaringan
computer yang sangat penting untuk semua intansi ataupun
perusahaan. Hampir semua instansi atau perusahaan memiliki
staf IT saat ini, yang bertugas memantau dan menjaga agar
jaringan diperusahaan tersebut tidak mengalami gangguan
koneksi yang terputus atau hilangnya jaringan. Jaringan
nirkabel yang memadai juga dibutuhkan untuk kalangan
akademis, baik pegawai maupun mahasiswa. Banyaknya
pengguna dan belum dilakukannya penelitian terhadap servis
jaringan nirkabel, menyebabkan banyak masalah timbul dan
gangguan jaringan pada kampus UIN. Keterangan tersebut
disebabkan banyaknya pengguna dan belum dilakukannya
penelitian terhadap servis jaringan nirkabel di kampus UIN
sana. Penelitian juga menyebutkan parameter apa saja dan
bagaimana perhitunggannya untuk mendeteksi masalah yang
ada. Parameter-parameter yang sudah diujikan oleh peneliti
juga memakai standar TIPHON (Telecomunications and
Internet Protocol Harmonization Over Network) demi lebih
meningkatkan kualitas pelayanan jaringan di kampus UIN
Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
hasil parameter Quality of Service (QoS) yang mempengaruhi
kinerja jaringan nirkabel pada kampus UIN Jakarta, dan
memperoleh hasil standar kualitas untuk jaringan yang ada di
UIN Jakarta, dan memperoleh hasil standar kualitas untuk
jaringan yang ada pada lingkungan UIN Jakarta. Hasil
pengujian parameter QoS berdasarkan TIPHON, dengan hasil
nilai delay 0.52 ms, packet loss 17.1% dan throughput 355kbps
dan perhitungan jitter menghasilkan sebesar 1.3 ms.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by azizmuharram02, 2021-07-06 08:02:46

ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN WIRELESS VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK PADA UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Jaringan wireless atau nirkabel merupakan jaringan
computer yang sangat penting untuk semua intansi ataupun
perusahaan. Hampir semua instansi atau perusahaan memiliki
staf IT saat ini, yang bertugas memantau dan menjaga agar
jaringan diperusahaan tersebut tidak mengalami gangguan
koneksi yang terputus atau hilangnya jaringan. Jaringan
nirkabel yang memadai juga dibutuhkan untuk kalangan
akademis, baik pegawai maupun mahasiswa. Banyaknya
pengguna dan belum dilakukannya penelitian terhadap servis
jaringan nirkabel, menyebabkan banyak masalah timbul dan
gangguan jaringan pada kampus UIN. Keterangan tersebut
disebabkan banyaknya pengguna dan belum dilakukannya
penelitian terhadap servis jaringan nirkabel di kampus UIN
sana. Penelitian juga menyebutkan parameter apa saja dan
bagaimana perhitunggannya untuk mendeteksi masalah yang
ada. Parameter-parameter yang sudah diujikan oleh peneliti
juga memakai standar TIPHON (Telecomunications and
Internet Protocol Harmonization Over Network) demi lebih
meningkatkan kualitas pelayanan jaringan di kampus UIN
Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
hasil parameter Quality of Service (QoS) yang mempengaruhi
kinerja jaringan nirkabel pada kampus UIN Jakarta, dan
memperoleh hasil standar kualitas untuk jaringan yang ada di
UIN Jakarta, dan memperoleh hasil standar kualitas untuk
jaringan yang ada pada lingkungan UIN Jakarta. Hasil
pengujian parameter QoS berdasarkan TIPHON, dengan hasil
nilai delay 0.52 ms, packet loss 17.1% dan throughput 355kbps
dan perhitungan jitter menghasilkan sebesar 1.3 ms.

BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan tahapan proses penelitian dalam

pengembangan sistem. Peneliti membutuhkan data yang tepat agar penelitian
berlangsung sesuai dengan perumusan masalah yang sudah ditentukan. Metode
pengumpulan data yang peneliti lakukan yaitu:
3.1.1 Studi Lapangan

Peneliti melakukan pengamatan langsung ke lapangan (observasi). Tahap
ini diperlukan dalam penerapan sistem yang akan dibangun, tujuan untuk
memperoleh informasi mengenai sistem yang akan peneliti kembangkan dan
dengan ketersediaan alat jaringan yang telah ada.

a. Observasi (Pengamatan)
Tempat pelaksanaan penelitian yaitu PUSTIPANDA (Pusat Teknologi dan
Pangkalan Data) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir H. Juanda No.95,
Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten
15412.

b. Wawancara
Peneliti melakukan pertemuan dan wawancara kepada pihak yang
berhubungan dengan sistem jaringan. Konsep pertanyaan telah disiapkan
peneliti sebelumnya, namun topik pembahasan dalam wawancara
67

68
berkembang sesuai kebutuhan pemenuhan data peneliti. Narasumbernya
adalah Arif Richian M, S.kom sebagai staff dibidang jaringan dari
PUSTIPANDA.
3.1.2 Studi Literatur
Peneliti melakukan analisis dari jurnal-jurnal penelitian sejenis yang telah
ada sebelumnya. Peneliti melakukan studi ini dengan buku-buku yang berkaitan
dengan perencanaan strategis sistem informasi, kemudian peneliti melakukan
perbandingan dan sebagai acuan pembelajaran dan analisis ujian, maka perlu
dilakukan pengamatan terhadap penelitian sejenis yang telah dilakukan.
3.2 Metode Analisis Sistem
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
Action Research. Action Research adalah kegiatan atau tindakan perbaikan sesuatu
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya digarap secara sistematik, sehingga
validitas dan rehabilitasnya mencapai tingkatan riset (Brian, 2007). Metode yang
digunakan untuk mengukur QoS yang terdiri dari paramater Throughput, Delay,
Jitter, dan Packet Loss dengan menggunakan software wireshark. Hasil pengukuran
ini akan dianalisis QoS yang harus memenuhi standar kualitas layanan yang baik
dengan standar QoS versi TIPHON. Langkah-langah dalam metode Action
Research antara lain:
a. Diagnosing (Diagnosa)
Peneliti melakukan diagnosa berdasarkan dari hasil sebaran sampel yang
dibagikan berupa kuesioner, yang diisi oleh 116 Mahasiswa UIN Syarif

69
Hidayatullah Jakarta. Daftar kuesioner yang disebar berupa pertanyaan-
pertanyaan berikut:

1. Apakah jaringan wifi kampus jarang mengalami hambatan?
o Sangat setuju
o Setuju
o Tidak setuju
o Sangat tidak setuju

2. Apakah jaringan kampus sulit diakses pada jam istirahat?
o Sangat setuju
o Setuju
o Tidak setuju
o Sangat tidak setuju

3. Apakah mahasiswa terbantu dengan kecepatan dan kestabilan
jaringan wifi kampus?
o Sangat setuju
o Setuju
o Tidak setuju
o Sangat tidak setuju

4. Apakah mahasiswa sulit dalam mengakses krs dengan
menggunakan jaringan kampus?
o Sangat setuju
o Setuju

70

o Tidak setuju

o Sangat tidak setuju

5. Apakah keamanan wifi kampus memudahan mahasiswa karena

menggunakan NIM dan Password?

o Sangat setuju

o Setuju

o Tidak setuju

o Sangat tidak setuju

6. Apakah wifi kampus mudah diakses dari luar ruangan maupun

di luar ruangan?

o Sangat setuju

o Setuju

o Tidak setuju

o Sangat tidak setuju

Hasil dari sebaran kuesioner berikut diketahui bahwa banyaknya keluhan

mahasiswa akan ketidak stabilan jaringan di kampus dan kecepatan jaringan

yang berbeda-beda pada setiap mahasiswa. Hasil tersebut dikuatkan oleh

hasil wawancara kepada petugas PUSTIPANDA yang peneliti lakukan.

Pertanyaan wawancara yang diajukan sebagai berikut:

1. Apakah PUSTIPANDA sering melakukan evaluasi dalam

pengetesan jaringan dengan menggunakan delay, jitter, packet

loss, dan throughput?

71
2. Jenis router apa saja yang digunakan oleh jaringan kampus?
3. Ada berapa jenis kabel yang digunakan oleh jaringan kampus?
4. Kendala seperti apa yang sering terjadi pada jaringan kampus?
5. Topologi apa yang dipakai oleh jaringan kampus?
6. Aplikasi apakah yang dipakai dalam pengetesan jaringan

kampus?
7. Berapa kecepatan bandwidth yang tersedia pada jaringan

kampus?
8. Apakah ada batasan bandwidth terhadap mahasiswa dalam

pemakaian jaringan kampus?
Hasil dari wawancara dan sebaran kuesioner di atas menjadi acuan peneliti
untuk melakukan analisa dan evaluasi terhadap jaringan QoS. Peneliti
melanjutkan dengan membandingkan dengan penelitian penelitian
sebelumnya dengan studi literature yang ada.
Hasil Studi literatur yang peneliti dapatkan dari peneliti sebelumnya yaitu
Irwansyah mahasiswa Palembang tentang Evaluasi Jaringan Internet pada
Perguruan tinggi di Kota Palembang, peneliti menemukan kekurangan dari
peneliti sebelumnya. Kekurangan pada peneliti sebelumnya yaitu tidak
melakukan perencanaan yang baik dalam melakukan evaluasi terhadap
jaringan QoS. Peneliti memberikan penambahan solusi dengan cara
mengukur kinerja jaringan yang ada dikampus dengan menggunakan tools

72
wireshark dengan mengukur parameter QoS (Throughput, Delay, Jitter, dan
Packet Loss).
1. Survey lokasi penelitian

Survey lokasi penelitian bertujuan untuk menentukan lokasi yang akan
dijadikan tempat pengambilan data penelitian. Lokasi yang dijadikan
sebagai tempat pengukuran yaitu PUSTIPANDA dan Fakultas Sains
dan Teknologi.
2. Pengukuran parameter QoS
Pengukuran parameter QoS diihat ari sudut pandang user dilakukan
untuk mengetahui nilai delay, jitter, packet loss, dan throughput yang
akan digunakan sebagai parameter utama yang dianalisa untuk
menentukan kinerja jaringan internet kampus.
3. Analisa Data
Penelitian ini dilakukan analisa data jaringan internet kampus dengan
parameter QoS yang sudah didapatkan dari hasil pengukuran. Analisa
ini bertujuan untuk mengetahui kinerja jaringan internet kampus
dengan melihat nilai parameter delay, jitter, packet loss, dan
throughput apakah termasuk dalam kategori yang sangat baik, baik,
sedang dan buruk sesuai dengan standar TIPHON. Tujuannya untuk
memberikan evaluasi pada sistem jaringan yang ada dikampus,
sehingga jaringan yang tersedia bisa menjadi lebih baik lagi. Objek

73
yang diteliti yaitu kinerja dari sebuah jaringan, agar bisa digunakan
dengan baik oleh mahasiswa, karyawan dan dosen.
b. Action Planning (Perencanaan Tindakan)
Peneliti mencoba memahami inti dari pokok permasalahan dengan
menggunakan metode Action Researh di mana metode ini sering digunakan
untuk mengukur kualitas layanan suatu sistem jaringan internet, menyusun
rencana tindakan yang tepat menyelesaikan masalah yang ada dengan pihak
PUSTIPANDA seperti menentukan jadwal pemantauan, melakukan
pengukuran QoS, dan melakukan analisis data. Langkah-langkah yang
dilakukan peneliti untuk perencanaan tindakan sebagai berikut:
a. Jadwal pemantauan dilakukan pada hari senin-jumat pada tanggal
23/12/2019 sampai 17/01/2020.
b. Waktu dalam pemantauan dilakukan pada pukul 09.00-11.00.
c. Pemantauan dilakukan dikantor PUSTIPANDA dan Fakultas Sains dan
Teknologi.
d. Peneliti menguji coba jaringan kampus dengan menggunakan
wireshark.
c. Action Taking (Pengambilan Tindakan)
Peneliti melakukan melanjutkan ke dalam tahap tindakan penelitian
langsung pada objek yang dituju atau melakukan langsung pada pokok
permasalahan yaitu melakuan pengukuran jaringan dengan model sistem

74
monitoring QoS dengan menggunakan tools wireshark. Tahapan yang
dilakukan peneliti dalam pengambilan tindakan yaitu:
1. Peneliti menggunakaan topologi jaringan yang sudah ada, yaitu

topologi star.
2. Lokasi pengukuran jaringan yaitu Fakultas Sains dan Teknologi.
3. Pengetesan jaringan menggunakan aplikasi wireshark.
4. Pengetesan jaringan pada parameter QoS (delay, jitter, packet loss,

throughput.
5. Analisis data QoS menggunakan standar TIPHON.
Semua tahapan diatas, peneliti melakukan sebuah tindakan dalam pencarian
data QoS dengan menggunakan standar TIPHON.
Objek yang diteliti yaitu pada parameter QoS untuk melakukan pengetesan
jaringan pada area kampus.
d. Melakukan Evaluasi
Peneliti melakukan tahapan evaluasi terhadap data yang ada, diantaranya
data QoS yang mencakup Delay, Packet Loss, Jitter, dan Throughput. Data
tersebut didapatkan dari hasil pemantauan jaringan, wawancara, dan
penyebaran kuesioner. Cara untuk menghitung kualitas jaringan pada tahap
evaluasi, yaitu:
1. Peneliti mengumpulkan kebutuhan perangkat keras dan perangkat

lunak.
2. Peniliti menghubungkan laptop ke jaringan wireless PUSTIPANDA.

75
3. Peniliti membuka aplikasi wireshark untuk menghitung kualitas

jaringan.

4. Peniliti meng-capture file untuk menghitung parameter QoS

menggunakan standar TIPHON.

Rumus yang digunakan untuk menghitung parameter QoS, yaitu:

Delay =


Packet Loss = ( − ) x 100%



Jitter =


Throughput = ℎ


Inputnya adalah sistem jaringan kampus memiliki data untuk mengevaluasi

kinerja jaringan dalam penggunaan internet setiap harinya.

e. Learning (Pembelajaran)

Pada tahapan ini merupakan tahapan akhir dimana peneliti menganalisa

semua kinerja access point PUSTIPANDA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

dan memaparkan hasilnya yang bertujuan untuk pembelajaran dalam

tindakan lanjutnnya. Analisa dan pemaparan hasil berupa analisa QoS yang

terdiri dari Delay, Packet Loss, Jitter, dan Throughput.

3.2.1 Software (Perangkat Lunak)

Perangkat lunak ini terdiri atas beberapa berbagai aplikasi yang digunakan
dalam menjalankan proses analisis, berikut merupakan table perangkat lunak yang

76
digunakan dalam penelitian baik pada perangkat lunak laptop maupun pada

perangkat lunak analisis pada laptop.

Tabel 3.1 Perangkat Lunak

No Perangkat Lunak Versi

1 Windows 8

2 Wireshark 3.0.4

3 Command Prompt 10.0.17134.885

(CMD)

4 Microsoft Visio

3.2.2 Hardware (Perangkat Keras)

Perangkat keras yang digunakan dalam penelitian skripsi, terdiri atas

processor, harddisk, RAM, mainboard, dan graphic, hardware. Analisis adalah

kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi komponen

sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungannya satu sama lain dan

fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan yang terpadu (Komaruddiin, 2001).

Tabel 3.2 Perangkat Keras

No Perangkat Keras Versi
1 Processor Intel Core i5

2 Harddisk WDS 1TB

3 RAM 4GB

4 Mainboard Lenovo z410

5 Graphic NVIDIA GEFORCE

77

3.2.3 Perangkat Jaringan

Tabel 3.3 merupakan tabel Perangkat Jaringan yang digunakan dalam
penelitian skripsi yang ada di PUSTIPANDA, terdiri atas CISCO, HP, ARUBA dan
Mikrotik.

Tabel 3.3 Perangkat Jaringan
No Perangkat Jaringan Versi
1 CISCO

2 HP

3 ARUBA

4 Mikrotik

3.3 Tahapan Penelitian

Gambar 3.1 merupakan tahapan penelitian yang digunakan oleh peneliti
dalam pembuatan penelitian ini, langkah-langkah tersebut dimulai dari entrance,
diagnosing, action planning, action taking, evaluation, learning, exit.

78

Entrance
Diagnosing
Action Planning
Action Taking
Evaluation

Learning

Exit

Gambar 3. 1 Tahapan Penelitian



BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Pustipanda
4.1.1 Profil Organisasi

Struktur organisasi pada PUSTIPANDA (Pusat Teknologi Informatika dan
Pangkalan Data) UIN Syarif Hidayatulllah Jakarta adalah berikut ini:
Tugas Setiap Bagian:

1. Kepala PUSTIPANDA
 Kepala PUSTIPANDA melakukan kerjasama dengan pihak luar untuk

pengembangan Lembaga.
 Kepala PUSTIPANDA melakukan koordinasi secara vertikal dengan

pimpinan universitas dan unit-unit kerja dilingkungan UIN.
 Kepala PUSTIPANDA melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala

terhadap kinerja Lembaga.
 Kepala PUSTIPANDA melakukan pembinaan SDM yang ada di Puskom.
 Kepala PUSTIPANDA melaporkan kegiatan sesuai tugas dan fungsi pokok

kepada pimpinan.
 Kepala PUSTIPANDA memberikan desposisi kepada bawahan dan unit-

unitlain.

73

74
 Kepala PUSTIPANDA mengendalikan implementasi tugas dan fungsi

seluruh divisi yang ada.
 Kepala PUSTIPANDA menindaklanjuti desposisi dari pimpinan.
 Kepala PUSTIPANDA menyusun rencana strategis dan rencana

operasional Lembaga.
 Kepala PUSTIPANDA mewakili UIN untuk pekerjaan-pekerjaan yang

berhubungan dengan sistem dan jaringan komputer.
2. Koordinator Bidang Operasi
 Koordinator Bidang Operasi menyusun rencana pengembangan sistem

jaringan jangka pendek dan jangka panjang.
 Koordinator Bidang Operasi mengendalikan langsung operasional sistem

jaringan di lingkungan universitas dan seluruh unit yang ada, yaitu: intranet,
internet dan hotspot.
 Koordinator Bidang Operasi melakukan troubleshooting jika terjadi
masalah pada jaringan internet dan intranet.
 Koordinator Bidang Operasi berkoordinasi langsung dengan perusahaan
penyedia layanan internet.
 Koordinator Bidang Operasi menata dan merawat sistem pemasangan kabel
(cabling) dan peralihan (switching).
 Koordinator Bidang Operasi mengelola bandwith, routing, dan firewall.

75
 Koordinator Bidang Operasi melakukan pemetaan topologi jaringan secara

lengkap.
 Koordinator Bidang Operasi melaporkan hasil kerja ke kepala lembaga

secara berkala dalam bentuk lisan dan tertulis.
 Koordinator Bidang Operasi melakukan koordinasi langsung dengan

sekretaris lembaga dalam pelaksanaan tugas keseharian.
 Koordinator Bidang Operasi menyusun SOP yang berhubungan dengan

jaringan dan internet.
 Koordinator Bidang Operasi mendokumentasikan semua kegiatan seperti

perubahan-perubahan topologi, password, dll.
3. Coordinator Development (Koordinator Pengembangan)
 Koordinator Pengembangan menyusun rencana pengembangan sistem

informasi perguruan tinggi UIN baik itu jangka pendek dan juga jangka
Panjang.
 Koordinator Pengembangan melaksanakan program pengembangan
SIMPERTI (Sistem Informasi Perguruan Tinggi) sesuai dengan rencana
yang telah ditentukan.
 Koordinator Pengembangan melakukan evaluasi berkala terhadap
pelaksanaan SIMPERTI.
 Koordinator Pengembangan mengembangkan sistem pengembangan data
dan sistem informasi yang dikembangkan.

76
 Koordinator Pengembangan memberikan bantuan teknis operasional sistem

informasi manajemen kepada unit-unit yang membutuhkan.
 Koordinator Pengembangan melaporkan hasil kerja secara berkala ke

kepala lembaga secara lisan dan tertulis.
 Koordinator Pengembangan melakukan koordinasi langsung dengan

sekretaris lembaga dalam pelaksanaan tugas keseharian.
 Koordinator Pengembangan menyusun SOP pelaksanaan SIMPERTI.
 Koordinator Pengembangan mendokumentasi semua kegiatan

pengembangan sistem sesuai dengan standar pengembangan.
 Koordinator Pengembangan melakukan pelatihan-pelatihan yang

berhubungan dengan pengembangan sistem informasi.
4. Coordinator Support (Koordinator Pendukung)
 Koordinator Pendukung melakukan pelayanan-pelayanan harian

SIMPERTI kepada pemangku kepentingan (stakeholder).
 Koordinator Pendukung berkoordinasi dengan bidang dan divisi lain dalam

hal layanan kepada pemangku kepentingan.
 Koordinator Pendukung melakukan penyelesaian masalah pertamakali jika

terjadi gangguan terhadap layanan maupun aplikasi.
 Koordinator Pendukung membantu melayani permintaan data dan informasi

oleh semua unit kerja yang membutuhkan demi kemajuan universitas.

77
 Koordinator Pendukung melaporkan hasil kerja ke kepala lembaga secara

berkala dalam bentuk lisan dan tertulis.
 Koordinator Pendukung melakukan koordinasi langsung dengan sekretaris

lembaga dalam pelaksanaan tugas keseharian.
 Koordinator Pendukung menyusun SOP yang berhubungan dengan layanan

SIMPERTI untuk para pemangku kepentingan.
 Koordinator Pendukung mendokumentasikan semua kegiatan, masalah

yang berhubungan dengan tugas layanan.
5. IT Service Management (Manajemen Layanan TI)
 Manajemen Layanan TI menyusun laporan analisis dan evaluasi atas

keluhan, insiden, dan masalah pada layanan teknologi informasi.
 Manajemen Layanan TI menyusun kajian risiko rencana investasi,

pemanfaatan, dan produk teknologi informasi.
 Manajemen Layanan TI menyusun kajian risiko produk teknologi informasi

yang sudah ada di PUSTIPANDA.
 Manajemen Layanan TI menyusun standar kebijakan, prosedur, intruksi

kerja, dan layanan teknologi informasi PUSTIPANDA.
 Manajemen Layanan TI melakukan koordinasi dengan coordinator divisi

lainnya tentang penerapan ITSM menggunakan kerangka kerja Information
Tecnology Infrastructure Library (ITL v3).

78
 Manajemen Layanan TI menyampaikan laporan pekerjaan kepada kepala

PUSTIPANDA.
 Manajemen Layanan TI melaksanakan pekerjaan lain yang ditugaskan

pimpinan.

79
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Pustipanda

80
4.1.2 Sejarah

Tahun 2000 dibawah biro perencanaan dan keuangan dibentuk bagian
sistem informasi dengan satu sub bagian sistem informasi dengan memfokuskan
pada layanan data akademik yaitu memproses data dari manual dengan media kertas
kedalam sebuah sistem computer, dari sini lah terbentuknya atau berdirinya Pusat
Teknologi Informasi dan Pangkalan Data atau disebut dengan PUSTIPANDA IAIN
Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tahun 2002 seiring perubahan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maka terjadi perubahan pada struktur organisasi
bagian sistem informasi. Hal ini dilakukan untuk merespon kebutuhan UIN akan
pemanfaatan sistem dan teknologi informasi yang lebih baik dalam menghadapi
pesaingan global.

Tahun 2003 bagian sistem informasi di bentuk sub-sub bagian lebih spesifik
antara lain hubungan masyarakat, pengembangan sistem, dan pengolahan data. Sub
bagian pengembangan sistem bertanggung jawab terhadap implementasi
pemanfaatan teknologi informasi yang dikembangkannya sebuah sistem
komputerisasi akademik yang lebih integrative yang menangani seluruh
administrasi secara menyeluruh yang disebut SIMPERTI (Sistem Informasi
Perguruan Tinggi).

Bulan Februari tahun 2010 dengan diterbitkannya surat keputusan Rektor
UIN Jakarta PUSKOM (Pusat Komputer) resmi berdiri. Pendirian PUSKOM

81
bertujuan untuk mengakselerasi pemanfaatan teknologi informasi untuk
mendukung visi UIN Jakarta menjadi “World Class University”. Akhir tahun 2013
dilakukan perubahan nama PUSKOM di ubah menjadi PUSTIPANDA (Pusat
Teknologi Informasi dan Pangkalan Data), serta dilakukan penambahan dan
pengembangan divisi yang ada didalamnya yaitu yang sebelumnya terdiri atas
divisi pendukung, pengembangan, operasional menjadi 5 divisi IT support, IT
development, IT operation, IT data center, dan Security IT management.
4.1.3 Visi dan Misi

VISI:
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi universitas digital kelas dunia
untuk mendukung integrase keilmuan, keislaman, dan keIndonesiaan.
MISI:
a. Meningkatkan performa sistem informasi perguruan tinggi yang innovative,
creative, high availability, high reliability, secure, fast, informed,
documented, and integrated dalam rangka meningkatkan kinerja dan mutu
bidang pendidikan, pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah.
b. Meningkatkan mutu tata kelola universitas dengan pemanfaatan teknologi
Information and Communication Technology (ICT).
c. Meningkatkan penelitian di bidang ICT dalam rangka menjaga business
continuity dan knowledge share pengembangan Information and
Communications Technology.

82
4.2 Analisis QoS

Penelitian telah dilaksanakan sesuai dengan waktu dan tempat yang telah
ditentukan sebelumnya. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti terlebih dahulu
melakukan wawancara dengan staf IT yang bertugas melakukan pemeliharaan
jaringan untuk mengetahui bentuk topologi dan beberapa masalah jaringan WLAN
di wilayah kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kemudian merancang
perangkat lunak dan perangkat keras berdasarkan tahapan analisis yang dilakukan.
Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menghasilkan gambaran dari sistem yang
akan dibuat. Gambaran sistem yang dibutuhkan menyediakan satu unit Notebook
yang terhubung dengan sinyal jaringan nirkabel di PUSTIPANDA UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta untuk melakukan aktivitas pemantauan dan analisis trafik data
jaringan yang dipakai. Topologi yang dipakai menggunakan topologi star yang
sudah dibangun infrastrukturnya oleh Kantor PUSTIPANDA UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta. Topologi jaringannya seperti pada Gambar 4.2.

83

Gambar 4.2 Topologi Jaringan UIN Jakarta
Topologi ini merupakan topologi pusat yang ada di PUSTIPANDA,
kemudian dicabangkan ke setiap gedung fakulas yang ada di kampus UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta menggunakan switch yang terhubung langsung dengan
Router. Router inilah yang terhubung ke server yang berada di Pusat Teknologi dan
Pangkalan Data Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

84
4.2.1 Melakukan Diagnosa (Diagnosing)

Internet telah menjadi salah satu teknologi utama dalam penyampaian
informasi. Kebutuhan manusia terhadap informasi telah menjadikan internet suatu
sarana untuk mendapatkan informasi yang aktual dan real time dari suatu peristiwa,
semakin tingginya permintaan terhadap informasi yang ada di internet akan
berbanding lurus dengan tingginya pengiriman paket-paket data yang ada. Hal ini
juga mempengaruhi tingkat kecepatan pengaksesan data melalui internet.

Para penyedia layanan internet mulai mendistribusikan produknya, segala
kelebihan pun kekurangan layanan internet tersebut. Oleh karena itu, peneliti
melakukan rencana tindakan yang akan dilakukan pada tahap ini dan ditemukan
beberapa masalah yang cukup mengganggu kinerja jaringan WLAN yang ada di
UIN Jakarta. Cara mendiagnosa dugaan masalah-masalah yang ada adalah dengan
mengidentifikasi sumber masalah pada sistem layanan jaringan internet. Tahap ini,
dilakukan identifikasi masalah-masalah yang terjadi pada jaringan nirkabel
PUSTIPANDA, selain melihat, menganalisis, dan membaca topologi
PUSTIPANDA, peneliti juga melakukan survei dan wawancara singkat dengan
beberapa rekan mahasiswa yang memakai fasilitas wifi di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta. Permasalahan yang digunakan peneliti dalam mencari data melalui
kuesioner adalah sering terputusnya koneksi, hal ini disebabkan karena media
perantara pada area ini menggunakan jarian nirkabel, sehingga cuaca yang buruk
sangat mempengaruhi kinerja jaringan WLAN. Oleh karena itu, peneliti

85
memberikan solusi untuk mengukur kinerja jaringan yang ada di UIN Jakarta
dengan menggunakan perangkat lunak wireshark dengan mengukur parameter QoS
yaitu: Throughput, Delay, Jitter, dan Packet Loss.
4.2.2 Membuat Rencana Tindakan (Action Plan)

Peneliti mencoba memahami inti dari pokok permasalahan dengan
menggunakan metode QoS dimana metode ini sering digunakan untuk mengukur
kualitas layanan suatu sistem jaringan internet. Menyusun rencana tindakan yang
tepat untuk menyelesaikan masalah yang ada, peneliti membuat beberapa rencana
terkait dengan penelitian ini yang nantinya akan berfungsi sebagai pengembang
sistem yang sedang diujikan.

Setelah memahami inti dari pokok permasalahan yang ada, peneliti
menyusun langkah-langkah yang dilaksanakan sebelum melakukan action taking
sebagai berikut:

1. Menentukan waktu yang tepat yaitu hari Senin-Jum’at sebelum melakukan
pemantauan.

2. Peneliti melakukan pemantauan mulai pukul 09.00-11.00 di kantor staf
PUSTIPANDA pada bulan Desember 2019.

3. Peneliti melakukakan pengukuran QoS untuk mendapatkan data sebagai
bahan analisis.

4. Hasil Analisis Data dijadikan dijadikan pembahasan pada sub bab
selanjutnya.

86

Tabel 4.1 Jadwal Pengukuran QoS

Hari Waktu (WIB)

Senin 09.00-11.00

Selasa 09.00-11.00

Rabu 09.00-11.00

Kamis 09.00-11.00
Jum’at 09.00-11.00

Waktu pengujian QoS tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara oleh

staff pustipanda yang mengatakan bahwa lalu lintas jaringan pada jaringan UIN

Jakarta banyak yang mengakses pada waktu tersebut, maka peneliti melakukan

penelitian dijam tersebut.

4.2.3 Melakukan Tindakan (Action Taking)

Peneliti melanjutkan ke dalam tahap tindakan penelitian langsung pada

objek yang dituju atau melakukan langsung pada pokok permasalahan dengan cara

pengambilan data. Objek yang dituju yaitu melakukan pengukuran jaringan dengan

model sistem monitoring QoS yang digunakan untuk pengukuran parameter QoS

pada jaringan WLAN di UIN Jakarta yaitu Throughput, Penundaan, Jitter, dan

Kerugian Paket. Adapun tahapannya terdiri atas:

a. Monitoring Application (Aplikasi Pemantauan).

b. QoS Monitoring (Pemantauan QoS).

c. Monitored Objects (Objek yang dipantau).

87
4.2.4 Melakukan Evaluasi

Tahapan aplikasi pemantauan, pemantauan QoS, dan objek yang dipantau,
masing-masing diimplementasikan dan menghasilkan data, maka pada tahap ini
peneliti melakukan evaluasi terhadap data yang ada. Data-data tersebut masuk
dalam pengolahan dan analisis demi menghasilkan data ketegori-kategori sebagai
nilai dan bahan evaluasi serta pembelajaran. Menghasilkan data-data tersebut
peneliti menggunakan standar TIPHON.
4.2.5 Learning (Pembelajaran)

Tahapan terakhir dalam proses pengembangan sistem adalah tahap
pembelajaran. Dari semua tahapan-tahapan yang sudah dilakukan, tahapan terakhir
ini merupakan salah satu bagian terpenting. Adanya tahapan ini adalah sebagai
bukti sekaligus pembelajaran bahwa di setiap sistem yang dipakai dalam sebuah
jaringan pasti akan selalu mengalami suatu masalah. Maka, tahapan ini ada sebagai
tahapan dan tanggapan yang akan membawa perubahan pada sistem yang diteliti.
4.3 Prosedur Pengambilan Data

Peneliti menggunakan studi literatur dengan mencari dan mempelajari
jurnal ilmiah, makalah, buku-buku referensi, buku elektronik (e-book), paper,
dokumentasi internet, situs-situs website dan tugas akhir dari mahasiswa lain yang
memiliki kesamaan topic untuk penelitian ini. Dari studi literatur yang telah dicari
oleh peneliti, akhirnya menemukan beberapa referensi jurnal dan skripsi berjudul
“Analisis Pebandingan QoS pada Metode Load Balancing NTH dan PCC pada

88
Layanan Game Online”, “Analisis Pengaruh Protokol ZRTP Terhadap
Penyadapan Suara dan Quality of Service VOIP OVER WLAN”, “QoS guarantee
in telecommunication networks: technologies and solutions”, dan “Performance
Analysis of VoIP in Wireless Networks”.

4.4 Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada
standarisasi penelitian versi TIPHON yang sudah dirumuskan seperti berikut ini,
yaitu:

a. Delay (Penundaan)

Penundaan merupakan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sebuah data

atau informasi selama menempuh jarak dari tempat asal mereka dibuat,

diterbitkan atau dikirim menuju tempat tujuannya. Menurut versi TIPHON

nilai standar penundaan seperti pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Standar Penundaan versi TIPHON (Riza, 2015)

Kategori Penundaan Besar Penundaan
Sangat Bagus <150ms
Bagus 150 – 300 ms
Sedang 300 – 450 ms
Buruk >450 ms

b. Jitter
Jitter adalah variasi dari penundaan, yaitu perbedaan selang waktu. Jitter
merupakan variasi penundaan antar paket yang terjadi pada jaringan IP,
yakni perbandingan kedatangan antar paket di terminal tujuan. Besarnya

89

nilai jitter akan sangat dipengaruhi oleh variasi beban lalu lintas dan

besarnya tumbukan antar paket (congestion) yang ada dalam jaringan

tersebut. Semakin besar nilai jitter akan mengakibatkan nilai QoS akan

semakin turun. Kategori kinerja jaringan berbasis IP dalam jitter versi

TIPHON mengelompokan menjadi empat kategori penurunan kinerja

jaringan berdasarkan nilai jitter seperti pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3 Standar Jitter menurut TIPHON (Riza, 2015)

Kategori Degradasi Peak Jitter
Sangat bagus 0 ms
Bagus 0 – 75 ms
Sedang 76 – 125 ms
Buruk 125 – 225 ms

c. Packet Loss (Kerugian Paket)
Kerugian paket adalah sebuah kejadian yang menghambat transmisi data
untuk sampai pada tujuannya yang disebabkan beberapa kemunkinan;
bertabrakannya paket yang diterima dan paket yang dikirim, misalnya. Saat
terjadinya kerugian paket ini, akan sangat mempengaruhi kinerja jaringan
secara langsung. Ketika nilai kerugian paket dalam suatu jaringan itu besar,
dapat dikatakan kinerja jaringan tersebut buruk. Menurut versi TIPHON
standar nilai kerugian paket seperti pada Tabel 4.4.

90

Tabel 4.4 Standar Kerugian Paket versi TIPHON (Riza, 2015)

Kategori Degradasi Kerugian Paket
Sangat bagus <0 %
Bagus ≤3%
Sedang ≤15%
Buruk ≥25%

d. Throughput

Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket sukses yang diamati

pada tujuan selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu

tersebut. Throughput adalah kemampuan sebenarnya dari jaringan dalam

melakukan pengiriman data. Biasanya throughput dikaitkan dengan

bandwidth.

Tabel 4.5 Standar Throughput versi TIPHON (Riza, 2015)

Kategori Throughput Throughput
Sangat bagus >100
Bagus 75
Sedang 50
Buruk <25

4.4.1 Perhitungan QoS

Berikut di bawah ini adalah cara perhitungan yang terdapat pada jaringan
yang ada di UIN Jakarta:

a. Penundaan

91

Cara untuk mencari nilai penundaan dapat dihitung dengan menggunakan

persamaan (2.2).

Senin/23-12-2019
Penundaan =147.167600969 = 0.868594
Selasa/24-12-2019

Penundaan =80.618576269 = 0.517226
Rabu/25-12-2019
Penundaan =214321.7742878 = 0.001843
Kamis/26-12-2019

Penundaan =993.91977344 = 0.031515
Jum’at/27-12-2019
Penundaan =213.9113 = 1.1999171

107

b. Jitter

Mengatasi jitter dengan perhitungan paket data yang datang dikumpulkan

dulu dalam jitter buffer selama waktu yang telah ditentukan sampai paket

dapat diterima pada sisi penerima dengan urutan yang benar. Cara untuk

mencari nilai jitter dengan menggunakan rumus (2.4).

Senin/30-12-2019

Jitter = 281.954868 = 1.65856
170

Selasa/31-12-2019

92

Jitter = 146.1976 =0.937164
156

Rabu/01-01-2020

Jitter = 454.7656 = 0.003452
131727

Kamis/02-01-2020

Jitter = 180.2787 = 0.056816
3173

Jum’at/03-01-2019

Jitter = 425.4524 = 3.97619
107

c. Kerugian Paket

Cara mencari nilai kerugian paket dapat dihitung dengan persamaan (2.3).

Senin/06-01-2020

Kerugian Paket = (151−138) x 100% = 8.6%
151

Selasa/07-01-2020

Kerugian Paket = (666−655) x 100% = 1.6%

666

Rabu/08-01-2020

Kerugian Paket = (989−967) x 100% = 2.2%
989

Kamis/09-01-2020

Kerugian Paket = (826−811) x 100% = 1.8%
826

Jum’at/10-01-2020

Kerugian Paket = (701−680) x 100% = 2.9%
701

93

d. Throughtput

Cara mencari nilai Throughput yang sebenarnya dapat dihitung dengan

rumus (2.1).

Senin/13-01-2020

Throughput =32219001( 3 0 1 ( ) = 51
)

Selasa/14-01-2020

Throughput =4187916(5 4 0 ( ) ) = 101

Rabu/15-01-2020

Throughput = 6170579 ( ) = 664

9661 ( )

Kamis/16-01-2020

Throughput = 4596711( ) = 353

8460( )

Jum’at/15-01-2020

Throughput = 232956413 ( ) = 606

67921 ( )

Berikut ini adalah perhitungan yang terdapat pada jaringan nirkabel yang

ada di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta:

a. Penundaan

Cara mencari nilai penundaan dapat dihitung dengan menggunakan

persamaan (2.2).

Senin/13-01-2020

94

Penundaan =520.0319 = 0.051099

10177

Selasa/14-01-2020

Penundaan =1684.8732619 = 0.35770
Rabu/15-01-2020
Penundaan =3206.145497 = 0.521057
Kamis/16-01-2020
Penundaan =477.778010037 = 0.61165178
Jum’at/17-01-2020
Penundaan =242.998 = 0.042173

5762

b. Jitter

Cara ngatasi jitter maka paket data yang datang dikumpulkan dulu dalam

jitter buffer selama waktu yang telah ditentukan sampai paket dapat diterima

pada sisi penerima dengan urutan yang benar. Adapun cara untuk mencari

nilai jitter dengan menggunakan rumus (2.4).

Senin/13-01-2020

Jitter = 281.954868 = 1.65856
170

Selasa/14-01-2020

Jitter = 146.1976 =0.937164
156

Rabu/15-01-2020

95

Jitter = 454.7656 = 0.003452
131727

Kamis/16-01-2020

Jitter = 180.2787 = 0.056816

3173

Jum’at/17-01-2020

Jitter = 425.4524 = 3.97619
107

c. Kerugian Paket

Cara mencari nilai kerugian paket dapat dihitung dengan persamaan (2.3).

Senin/13-01-2020

Kerugian Paket = (570−551) x 100% = 3.3%

570

Selasa/14-01-2020

Kerugian Paket = (566−552) x 100% = 2.4%
566

Rabu/15-01-2020

Kerugian Paket = (824−754) x 100% = 8.4%
824

Kamis/16-01-2020

Kerugian Paket = (1920−1876) x 100% = 2.2%

1920

Jum’at/17-01-2020

Kerugian Paket = (1218−1187) x 100% = 2.5%

1218

d. Throughtput

96

Cara mencari nilai Throughput yang sebenarnya dapat dihitung dengan

rumus (2.1).

Senin/13-01-2020

Throughput = 232956413 ( ) = 606

67921 ( )

Selasa/14-01-2020

Throughput = 43998529( ) = 804

719478 ( )

Rabu/15-01-2020

Throughput =11409078580(2 5 8 ( ) ) = 477

Kamis/16-01-2020

Throughput =13140903095(9 3 4 6 ( ) ) = 933
Jum’at/17-01-2020

Throughput =3417594464( 1 7 3 ( ) = 197
)

4.5 Pembahasan dan Hasil Perhitungan

97
4.5.1 Pembahasan Wireshark

Wireshark merupakan salah satu program untuk menganalisis suatu
jaringan, baik itu jaringan kabel maupun jaringan nirkabel. Perangkat ini digunakan
untuk pemecah permasalah jaringan, analisis, perangkat lunak, dan pengembangan
protokol komunikasi dan pendidikan. Wireshark dapat menangkap paket-paket data
atau informasi dalam suatu jaringan komputer. Semua jenis paket data termasuk
protokol akan dengan mudah dapat dianalisis menggunakan wireshark. Mengetahui
nilai penundaan, jitter, kerugian paket, dan throughput peneliti menggunakan
wireshark.

Gambar 4.3 Capture Wireshark Penundaan
4.5.2 Pembahasan QoS

a. Penundaan
Penundaan dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, atau juga proses waktu
yang lama dalam jaringan WLAN. Menurut versi TIPHON, sebagai

98

standarisasi yang digunakan dalam pengukuran nilai penundaan, maka

besarnya penundaan dapat diklasifikasikan sebagai kategori latensi yang

bagus jika <150 ms, bagus jika 150 ms sampai dengan 300 ms, sedang jika

300 ms sampai dengan 450 ms dan jelek jika <450 ms. Berdasarkan hasil

pengukuran nilai nilai penundaan terhadap skema perangkat jaringan Area

UIN Jakarta. Dapatlah nilai rata-rata waktu tanggapan penundaan minimum

dan maksimum dalam mili second (ms) yaitu:

Tabel 4. 6 Pembahasan Penundaan

No Hari Waktu (WIB) Penundaan (ms) Kategori

1 Senin/23-12-2019 09.00-11.00 0.87 Sangat Bagus

2 Selasa/24-12-2019 09.00-11.00 0.52 Sangat Bagus

3 Rabu/25-12-2019 09.00-11.00 0.002 Sangat Bagus

4 Kamis/26-12-2019 09.00-11.00 0.031 Sangat Bagus
5 Jum’at/27-12-2019 09.00-11.00 1.2 Sangat Bagus

Rata - rata 0.52 Sangat Bagus

Hasil tabel di atas dan berdasarkan nilai besar penundaan sesuai dengan

tabel versi TIPHON pada area UIN Jakarta, maka kategori penundaan untuk

setiap hari, nilai maksimum dibawah 150 ms adalah sangat bagus.

b. Jitter

Nilai jitter dalam mili second (ms) berdasarkan hasil pengukuran terhadap

skema perangkat jaringan WLAN di UIN Jakarta sebagai berikut:

99

Tabel 4.7 Pembahasan Jitter

No Hari Waktu Jitter (ms) Kategori

(WIB)

1 Senin/30-12-2019 09.00-11.00 1.7 Bagus

2 Selasa/31-12-2019 09.00-11.00 0.9 Bagus

3 Rabu/01-01-2020 09.00-11.00 0.003 Bagus

4 Kamis/02-01-2020 09.00-11.00 0.06 Bagus
Bagus
5 Jum’at/03-01-2020 09.00-11.00 3.98

Rata - rata 1.3 Bagus

Hasil tabel 4.7 dan berdasarkan nilai besar jitter sesuai dengan tabel versi

TIPHON pada area UIN Jakarta, maka kategori jitter untuk setiap hari,

dengan nilai maksimum di bawah 125 ms adalah sangat bagus. Akan tetapi

dalam tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai jitter yang didapat dalam

masing-masing hari masuk dalam kategori yang bagus. Nilai jitter paling
rendah ada di hari rabu dan nilai jitter tertinggi ada di hari jum’at. Setelah

dihitung rata-rata keseluruhan, didapatlah nilai jitter dengan angka 1.3 yang

masuk dalam kategori bagus.

c. Kerugian Paket

100
Hasil pengukuran terhadap skema perangkat jaringan WLAN di UIN
Jakarta didapat nilai kerugian paket dalam presentase (%) sebagai berikut:

Gambar 4.4 Capture Command Prompt Kerugian Paket

Tabel 4.8 Pembahasan Kerugian Paket

No Hari Waktu Kerugian Paket Kategori

(WIB) Sent Lost Lost (%)

1 Senin/06-12-2019 09.00-10.00 151 13 8.6 Sedang

2 Selasa/07-12-2019 09.00-10.00 666 11 1.6 Bagus

3 Rabu/08-01-2020 09.00-10.00 989 22 2.2 Bagus

4 Kamis/09-01-2020 09.00-10.00 826 15 1.8 Bagus
2.9 Bagus
5 Jum’at/10-01- 09.00-10.00 701 21

2020

Rata - rata 17.1 Bagus

Tabel diatas dan berdasarkan nilai kerugian paket sesuai dengan versi

TIPHON sebagai standarisasi pada area UIN Jakarta untuk kategori

degredasi kerugian paket sangat bagus jika 0%, bagus jika 3%, sedang jika

15% dan jelek jika 25%, maka kategori kerugian paket dengan presentase

101
loss 3% untuk hasil pengukuran setiap hari termasuk dalam degredasi bagus
karena suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang
menunjukan jumlah total kerugian paket yang hilang.
d. Throughput

Hasil pengukuran terhadap skema perangkat jaringan WLAN di UIN
Jakarta didapat nilai Throughput dalam presentase (bps) sebagai berikut:

Gambar 4.5 Capture Wireshark Throughtput

Tabel 4. 9 Capture Wireshark Throughtput

No Hari Waktu Throughput Kategori

(WIB) (bps)

1 Senin/13-12-2019 09.00-11.00 51 Sedang
2 Selasa/14-12-2019 09.00-11.00 101 Sangat bagus

3 Rabu/15-01-2020 09.00-11.00 664 102
4 Kamis/16-01-2020 09.00-11.00 353
5 Jum’at/17-01-2020 09.00-11.00 606 Sangat Bagus
Rata - rata 355 Sangat Bagus
Sangat Bagus
Sangat Bagus

Dari perhitungan tabel di atas, nilai throughput terendah ada di hari senin,
51kbps dengan kategori sedang. Sedangkan nilai tertinggi ada di hari rabu,
664kbps dengan kategori sangat bagus. Dan dari tabel di atas setelah
dihitung, didapatlah nilai rata-ratanya yakni 355kbps dengan kategori
sangat bagus.
Perhitungan QoS pada jaringan nirkabel di gedung Fakultas Sains dan
Teknologi sebagai berikut:
a. Penundaan
Penundaan dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, atau juga proses waktu
yang lama dalam jaringan WLAN. Menurut versi TIPHON, sebagai
standarisasi yang digunakan dalam pengukuran nilai penundaan, maka
besarnya penundaan dapat diklasifikasikan sebagai kategori latensi yang
bagus jika <150 ms, bagus jika 150ms sampai dengan 300 ms, sedang jika
300 ms sampai dengan 450 ms dan jelek jika <450 ms.

103

Gambar 4.6 Capture Wireshark Penundaan
Hasil pengukuran nilai penundaan terhadap skema perangkat jaringan Area

Fakultas Sains dan Teknologi, dapatlah nilai rata-rata waktu tanggapan

penundaan minimum dan maksimum dalam mili second (ms) yaitu sebagai

berikut:

Tabel 4.10 Pembahasan Penundaan

No Hari Waktu Penundaan Kategori
(WIB) (ms)
1 Senin/13-07-2020 09.00-11.00 0.051 Sangat Bagus
2 Selasa/14-07-2020 09.00-11.00 0.35 Bagus
3 Rabu/15-07-2020 09.00-11.00 0.52 Bagus
4 Kamis/16-07-2020 09.00-11.00 0.61 Bagus
5 Jum’at/17-07-2020 09.00-11.00 0.042 Sangat Bagus
Rata - rata 0.25 Sangat Bagus

Tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai penundaan rata-rata adalah

dibawah 150ms yang masuk dalam kategori sangat bagus. Nilai penundaan

terendah ada pada Hari Senin, 59,25ms dan nilai penundaan tertinggi ada di

Hari Rabu, 242,75ms, setelah dihitung rata-ratanya nilai penundaan yang

didapat adalah 139,32ms.

104

a. Jitter

Hasil pengukuran terhadap skema perangkat jaringan WLAN di Fakultas

Sains dan Teknologi didapat nilai jitter dalam mili second (ms) sebagai

berikut:

Tabel 4.11 Pembahasan Jitter

No Hari Waktu (WIB) Jitter (ms) Kategori
1 Senin/13-07-2020 09.00-11.00 103,72 Sedang
2 Selasa/14-07-2020 09.00-11.00 121,19 Sedang
3 Rabu/15-07-2020 09.00-11.00 68,76 Bagus
4 Kamis/16-07-2020 09.00-11.00 180,27 Jelek
5 Jum’at/17-07-2020 09.00-11.00 425,45 Jelek
179,878 Jelek
Rata - rata

Nilai jitter pada FST yang didapat dalam masing-masing hari dengan angka

yang kurang memuaskas. Nilai jitter paling rendah ada di hari rabu dan nilai
jitter tertinggi ada di hari jum’at. Setelah dihitung rata-rata keseluruhan,

didapatlah nilai jitter dengan angka 179,878 ms yang masuk dalam kategori

jelek.

105

b. Kerugian Paket

Gambar 4.7 Capture Wireshark Kerugian Paket
Hasil pengukuran terhadap skema perangkat jaringan WLAN di Fakultas

Sains dan Teknologi didapat nilai kerugian paket dalam presentase (%)

sebagai berikut:

Tabel 4.12 Pembahasan Kerugian Paket

No Hari Waktu Kerugian Paket Kategori

(WIB) Sent Lost Lost (%)

1 Senin/13-07-2020 09.00-10.00 570 19 3.3 Bagus

2 Selasa/14-07-2020 09.00-10.00 566 14 2.4 Bagus

3 Rabu/15-07-2020 09.00-10.00 824 70 8.4 Bagus

4 Kamis/16-07-2020 09.00-10.00 1920 44 2.2 Bagus
5 Jum’at/17-07-2020 09.00-10.00 1218 31 2.5 Bagus

Rata - rata 3 Bagus

Proses pemantauan kerugian paket dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB

hingga pukul 11.00 WIB, untuk pemantauan hari senin-jum’at tanggal 13

106
sampai 17 Juli. Hasil pemantauan kerugian paket menggunakan perangkat
lunak Wireshark dan CMD didapatkan data sebagai berikut, dari tabel di
atas dapat diketahui bahwa presentase kerugian paket yang hilang tidak
lebih dari 8% hanya berada di rentang angka 2-8% di setiap harinya, setelah
dihitung rata-ratanya didapatkan angka 3% yang masuk dalam kategori
bagus.
c. Troughput
Hasil pengukuran terhadap skema perangkat jaringan WLAN di Fakultas
Sains dan Teknologi didapat nilai Throughput dalam presentase (bps)
sebagai berikut:

Tabel 4.13 Pembahasan Throughput

Gambar 4.8 Capture Wireshark Throughtput

No Hari Waktu Throughput Kategori

(WIB) (bps)

1 Senin 09.00-11.00 606 Sangat bagus

2 Selasa 09.00-11.00 804 107
3 Rabu 09.00-11.00 477
4 Kamis 09.00-11.00 933 Sangat bagus
5 Jum’at 09.00-11.00 197 Sangat Bagus
603 Sangat Bagus
Rata - rata Sangat Bagus
Sangat Bagus

Perhitungan tabel di atas nilai throughput terendah ada di Hari Jum’at,
197kbps dengan kategori sedang. Sedangkan nilai tertinggi ada di Hari
Kamis, 933kbps dengan kategori sangat bagus dan dari tabel di atas setelah
dihitung, didapatlah nilai rata-ratanya yakni 603kbps dengan kategori
sangat bagus.

Tabel di atas dapat disimpulkan bahwa, hasil pengukuran throughput pada
area UIN Jakarta, rata-rata throughput terendah terjadi pada Hari Senin.
Dikarenakan keterlambatan pengiriman data throughput yang diamati
selama pengukuran analisis di PUSTIPANDA. Sedangkan nilai rata-rata
throughput yang tertinggi terjadi pada hari rabu yaitu kecepatan (rate)
pengiriman data efektif, yang diukur dalam kbps. Sedangkan hasil
throughput pada Fakultas Sains dan Teknologi, rata-rata throughput
terendah ada dihari jum’at dan nilai rata-rata throughput tertinggi terjadi
pada hari kamis. Throughput merupakan jumlah total transfer data yang
sukses yang diamati selama pengukuran analisis di PUSTIPANDA.

108
Jaringan UIN Jakarta termasuk dalam kategori “bagus” setelah
dilakukannya semua perhitungan QoS yang berdasar pada standarisasi TIPHON
(penundaan, throughput, kerugian paket). Selama dalam penelitian di Fakultas
Sains dan Teknologi peneliti menemukan suatu kendala yang terjadi pada
pemantauan. Kendala yang disebabkan karena kecilnya bandwidth yang didapatkan
oleh pengguna, panjangnya antrian dalam pengolahan data dan peningkatan trafik
secara tiba-tiba sehingga menyebabkan penyempitan bandwidth dan menimbulkan
antrian lain. Kecilnya bandwidth yang didapatkan oleh pengguna disebabkan
karena metode pembagian bandwidth secara Shared Unlimited. Shared
Unlimitedadalah terjadinya perebutan bandwidth antara pengguna satu dengan yang
lainnya sehingga memiliki bandwidth yang tidak merata.

112


Click to View FlipBook Version