BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan tahapan proses penelitian dalam
pengembangan sistem. Peneliti membutuhkan data yang tepat agar penelitian
berlangsung sesuai dengan perumusan masalah yang sudah ditentukan. Metode
pengumpulan data yang peneliti lakukan yaitu:
3.1.1 Studi Lapangan
Peneliti melakukan pengamatan langsung ke lapangan (observasi). Tahap
ini diperlukan dalam penerapan sistem yang akan dibangun, tujuan untuk
memperoleh informasi mengenai sistem yang akan peneliti kembangkan dan
dengan ketersediaan alat jaringan yang telah ada.
a. Observasi (Pengamatan)
Tempat pelaksanaan penelitian yaitu PUSTIPANDA (Pusat Teknologi dan
Pangkalan Data) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir H. Juanda No.95,
Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten
15412.
b. Wawancara
Peneliti melakukan pertemuan dan wawancara kepada pihak yang
berhubungan dengan sistem jaringan. Konsep pertanyaan telah disiapkan
peneliti sebelumnya, namun topik pembahasan dalam wawancara
67
68
berkembang sesuai kebutuhan pemenuhan data peneliti. Narasumbernya
adalah Arif Richian M, S.kom sebagai staff dibidang jaringan dari
PUSTIPANDA.
3.1.2 Studi Literatur
Peneliti melakukan analisis dari jurnal-jurnal penelitian sejenis yang telah
ada sebelumnya. Peneliti melakukan studi ini dengan buku-buku yang berkaitan
dengan perencanaan strategis sistem informasi, kemudian peneliti melakukan
perbandingan dan sebagai acuan pembelajaran dan analisis ujian, maka perlu
dilakukan pengamatan terhadap penelitian sejenis yang telah dilakukan.
3.2 Metode Analisis Sistem
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
Action Research. Action Research adalah kegiatan atau tindakan perbaikan sesuatu
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya digarap secara sistematik, sehingga
validitas dan rehabilitasnya mencapai tingkatan riset (Brian, 2007). Metode yang
digunakan untuk mengukur QoS yang terdiri dari paramater Throughput, Delay,
Jitter, dan Packet Loss dengan menggunakan software wireshark. Hasil pengukuran
ini akan dianalisis QoS yang harus memenuhi standar kualitas layanan yang baik
dengan standar QoS versi TIPHON. Langkah-langah dalam metode Action
Research antara lain:
a. Diagnosing (Diagnosa)
Peneliti melakukan diagnosa berdasarkan dari hasil sebaran sampel yang
dibagikan berupa kuesioner, yang diisi oleh 116 Mahasiswa UIN Syarif
69
Hidayatullah Jakarta. Daftar kuesioner yang disebar berupa pertanyaan-
pertanyaan berikut:
1. Apakah jaringan wifi kampus jarang mengalami hambatan?
o Sangat setuju
o Setuju
o Tidak setuju
o Sangat tidak setuju
2. Apakah jaringan kampus sulit diakses pada jam istirahat?
o Sangat setuju
o Setuju
o Tidak setuju
o Sangat tidak setuju
3. Apakah mahasiswa terbantu dengan kecepatan dan kestabilan
jaringan wifi kampus?
o Sangat setuju
o Setuju
o Tidak setuju
o Sangat tidak setuju
4. Apakah mahasiswa sulit dalam mengakses krs dengan
menggunakan jaringan kampus?
o Sangat setuju
o Setuju
70
o Tidak setuju
o Sangat tidak setuju
5. Apakah keamanan wifi kampus memudahan mahasiswa karena
menggunakan NIM dan Password?
o Sangat setuju
o Setuju
o Tidak setuju
o Sangat tidak setuju
6. Apakah wifi kampus mudah diakses dari luar ruangan maupun
di luar ruangan?
o Sangat setuju
o Setuju
o Tidak setuju
o Sangat tidak setuju
Hasil dari sebaran kuesioner berikut diketahui bahwa banyaknya keluhan
mahasiswa akan ketidak stabilan jaringan di kampus dan kecepatan jaringan
yang berbeda-beda pada setiap mahasiswa. Hasil tersebut dikuatkan oleh
hasil wawancara kepada petugas PUSTIPANDA yang peneliti lakukan.
Pertanyaan wawancara yang diajukan sebagai berikut:
1. Apakah PUSTIPANDA sering melakukan evaluasi dalam
pengetesan jaringan dengan menggunakan delay, jitter, packet
loss, dan throughput?
71
2. Jenis router apa saja yang digunakan oleh jaringan kampus?
3. Ada berapa jenis kabel yang digunakan oleh jaringan kampus?
4. Kendala seperti apa yang sering terjadi pada jaringan kampus?
5. Topologi apa yang dipakai oleh jaringan kampus?
6. Aplikasi apakah yang dipakai dalam pengetesan jaringan
kampus?
7. Berapa kecepatan bandwidth yang tersedia pada jaringan
kampus?
8. Apakah ada batasan bandwidth terhadap mahasiswa dalam
pemakaian jaringan kampus?
Hasil dari wawancara dan sebaran kuesioner di atas menjadi acuan peneliti
untuk melakukan analisa dan evaluasi terhadap jaringan QoS. Peneliti
melanjutkan dengan membandingkan dengan penelitian penelitian
sebelumnya dengan studi literature yang ada.
Hasil Studi literatur yang peneliti dapatkan dari peneliti sebelumnya yaitu
Irwansyah mahasiswa Palembang tentang Evaluasi Jaringan Internet pada
Perguruan tinggi di Kota Palembang, peneliti menemukan kekurangan dari
peneliti sebelumnya. Kekurangan pada peneliti sebelumnya yaitu tidak
melakukan perencanaan yang baik dalam melakukan evaluasi terhadap
jaringan QoS. Peneliti memberikan penambahan solusi dengan cara
mengukur kinerja jaringan yang ada dikampus dengan menggunakan tools
72
wireshark dengan mengukur parameter QoS (Throughput, Delay, Jitter, dan
Packet Loss).
1. Survey lokasi penelitian
Survey lokasi penelitian bertujuan untuk menentukan lokasi yang akan
dijadikan tempat pengambilan data penelitian. Lokasi yang dijadikan
sebagai tempat pengukuran yaitu PUSTIPANDA dan Fakultas Sains
dan Teknologi.
2. Pengukuran parameter QoS
Pengukuran parameter QoS diihat ari sudut pandang user dilakukan
untuk mengetahui nilai delay, jitter, packet loss, dan throughput yang
akan digunakan sebagai parameter utama yang dianalisa untuk
menentukan kinerja jaringan internet kampus.
3. Analisa Data
Penelitian ini dilakukan analisa data jaringan internet kampus dengan
parameter QoS yang sudah didapatkan dari hasil pengukuran. Analisa
ini bertujuan untuk mengetahui kinerja jaringan internet kampus
dengan melihat nilai parameter delay, jitter, packet loss, dan
throughput apakah termasuk dalam kategori yang sangat baik, baik,
sedang dan buruk sesuai dengan standar TIPHON. Tujuannya untuk
memberikan evaluasi pada sistem jaringan yang ada dikampus,
sehingga jaringan yang tersedia bisa menjadi lebih baik lagi. Objek
73
yang diteliti yaitu kinerja dari sebuah jaringan, agar bisa digunakan
dengan baik oleh mahasiswa, karyawan dan dosen.
b. Action Planning (Perencanaan Tindakan)
Peneliti mencoba memahami inti dari pokok permasalahan dengan
menggunakan metode Action Researh di mana metode ini sering digunakan
untuk mengukur kualitas layanan suatu sistem jaringan internet, menyusun
rencana tindakan yang tepat menyelesaikan masalah yang ada dengan pihak
PUSTIPANDA seperti menentukan jadwal pemantauan, melakukan
pengukuran QoS, dan melakukan analisis data. Langkah-langkah yang
dilakukan peneliti untuk perencanaan tindakan sebagai berikut:
a. Jadwal pemantauan dilakukan pada hari senin-jumat pada tanggal
23/12/2019 sampai 17/01/2020.
b. Waktu dalam pemantauan dilakukan pada pukul 09.00-11.00.
c. Pemantauan dilakukan dikantor PUSTIPANDA dan Fakultas Sains dan
Teknologi.
d. Peneliti menguji coba jaringan kampus dengan menggunakan
wireshark.
c. Action Taking (Pengambilan Tindakan)
Peneliti melakukan melanjutkan ke dalam tahap tindakan penelitian
langsung pada objek yang dituju atau melakukan langsung pada pokok
permasalahan yaitu melakuan pengukuran jaringan dengan model sistem
74
monitoring QoS dengan menggunakan tools wireshark. Tahapan yang
dilakukan peneliti dalam pengambilan tindakan yaitu:
1. Peneliti menggunakaan topologi jaringan yang sudah ada, yaitu
topologi star.
2. Lokasi pengukuran jaringan yaitu Fakultas Sains dan Teknologi.
3. Pengetesan jaringan menggunakan aplikasi wireshark.
4. Pengetesan jaringan pada parameter QoS (delay, jitter, packet loss,
throughput.
5. Analisis data QoS menggunakan standar TIPHON.
Semua tahapan diatas, peneliti melakukan sebuah tindakan dalam pencarian
data QoS dengan menggunakan standar TIPHON.
Objek yang diteliti yaitu pada parameter QoS untuk melakukan pengetesan
jaringan pada area kampus.
d. Melakukan Evaluasi
Peneliti melakukan tahapan evaluasi terhadap data yang ada, diantaranya
data QoS yang mencakup Delay, Packet Loss, Jitter, dan Throughput. Data
tersebut didapatkan dari hasil pemantauan jaringan, wawancara, dan
penyebaran kuesioner. Cara untuk menghitung kualitas jaringan pada tahap
evaluasi, yaitu:
1. Peneliti mengumpulkan kebutuhan perangkat keras dan perangkat
lunak.
2. Peniliti menghubungkan laptop ke jaringan wireless PUSTIPANDA.
75
3. Peniliti membuka aplikasi wireshark untuk menghitung kualitas
jaringan.
4. Peniliti meng-capture file untuk menghitung parameter QoS
menggunakan standar TIPHON.
Rumus yang digunakan untuk menghitung parameter QoS, yaitu:
Delay =
Packet Loss = ( − ) x 100%
Jitter =
Throughput = ℎ
Inputnya adalah sistem jaringan kampus memiliki data untuk mengevaluasi
kinerja jaringan dalam penggunaan internet setiap harinya.
e. Learning (Pembelajaran)
Pada tahapan ini merupakan tahapan akhir dimana peneliti menganalisa
semua kinerja access point PUSTIPANDA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
dan memaparkan hasilnya yang bertujuan untuk pembelajaran dalam
tindakan lanjutnnya. Analisa dan pemaparan hasil berupa analisa QoS yang
terdiri dari Delay, Packet Loss, Jitter, dan Throughput.
3.2.1 Software (Perangkat Lunak)
Perangkat lunak ini terdiri atas beberapa berbagai aplikasi yang digunakan
dalam menjalankan proses analisis, berikut merupakan table perangkat lunak yang
76
digunakan dalam penelitian baik pada perangkat lunak laptop maupun pada
perangkat lunak analisis pada laptop.
Tabel 3.1 Perangkat Lunak
No Perangkat Lunak Versi
1 Windows 8
2 Wireshark 3.0.4
3 Command Prompt 10.0.17134.885
(CMD)
4 Microsoft Visio
3.2.2 Hardware (Perangkat Keras)
Perangkat keras yang digunakan dalam penelitian skripsi, terdiri atas
processor, harddisk, RAM, mainboard, dan graphic, hardware. Analisis adalah
kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi komponen
sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungannya satu sama lain dan
fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan yang terpadu (Komaruddiin, 2001).
Tabel 3.2 Perangkat Keras
No Perangkat Keras Versi
1 Processor Intel Core i5
2 Harddisk WDS 1TB
3 RAM 4GB
4 Mainboard Lenovo z410
5 Graphic NVIDIA GEFORCE
77
3.2.3 Perangkat Jaringan
Tabel 3.3 merupakan tabel Perangkat Jaringan yang digunakan dalam
penelitian skripsi yang ada di PUSTIPANDA, terdiri atas CISCO, HP, ARUBA dan
Mikrotik.
Tabel 3.3 Perangkat Jaringan
No Perangkat Jaringan Versi
1 CISCO
2 HP
3 ARUBA
4 Mikrotik
3.3 Tahapan Penelitian
Gambar 3.1 merupakan tahapan penelitian yang digunakan oleh peneliti
dalam pembuatan penelitian ini, langkah-langkah tersebut dimulai dari entrance,
diagnosing, action planning, action taking, evaluation, learning, exit.
78
Entrance
Diagnosing
Action Planning
Action Taking
Evaluation
Learning
Exit
Gambar 3. 1 Tahapan Penelitian
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Pustipanda
4.1.1 Profil Organisasi
Struktur organisasi pada PUSTIPANDA (Pusat Teknologi Informatika dan
Pangkalan Data) UIN Syarif Hidayatulllah Jakarta adalah berikut ini:
Tugas Setiap Bagian:
1. Kepala PUSTIPANDA
Kepala PUSTIPANDA melakukan kerjasama dengan pihak luar untuk
pengembangan Lembaga.
Kepala PUSTIPANDA melakukan koordinasi secara vertikal dengan
pimpinan universitas dan unit-unit kerja dilingkungan UIN.
Kepala PUSTIPANDA melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala
terhadap kinerja Lembaga.
Kepala PUSTIPANDA melakukan pembinaan SDM yang ada di Puskom.
Kepala PUSTIPANDA melaporkan kegiatan sesuai tugas dan fungsi pokok
kepada pimpinan.
Kepala PUSTIPANDA memberikan desposisi kepada bawahan dan unit-
unitlain.
73
74
Kepala PUSTIPANDA mengendalikan implementasi tugas dan fungsi
seluruh divisi yang ada.
Kepala PUSTIPANDA menindaklanjuti desposisi dari pimpinan.
Kepala PUSTIPANDA menyusun rencana strategis dan rencana
operasional Lembaga.
Kepala PUSTIPANDA mewakili UIN untuk pekerjaan-pekerjaan yang
berhubungan dengan sistem dan jaringan komputer.
2. Koordinator Bidang Operasi
Koordinator Bidang Operasi menyusun rencana pengembangan sistem
jaringan jangka pendek dan jangka panjang.
Koordinator Bidang Operasi mengendalikan langsung operasional sistem
jaringan di lingkungan universitas dan seluruh unit yang ada, yaitu: intranet,
internet dan hotspot.
Koordinator Bidang Operasi melakukan troubleshooting jika terjadi
masalah pada jaringan internet dan intranet.
Koordinator Bidang Operasi berkoordinasi langsung dengan perusahaan
penyedia layanan internet.
Koordinator Bidang Operasi menata dan merawat sistem pemasangan kabel
(cabling) dan peralihan (switching).
Koordinator Bidang Operasi mengelola bandwith, routing, dan firewall.
75
Koordinator Bidang Operasi melakukan pemetaan topologi jaringan secara
lengkap.
Koordinator Bidang Operasi melaporkan hasil kerja ke kepala lembaga
secara berkala dalam bentuk lisan dan tertulis.
Koordinator Bidang Operasi melakukan koordinasi langsung dengan
sekretaris lembaga dalam pelaksanaan tugas keseharian.
Koordinator Bidang Operasi menyusun SOP yang berhubungan dengan
jaringan dan internet.
Koordinator Bidang Operasi mendokumentasikan semua kegiatan seperti
perubahan-perubahan topologi, password, dll.
3. Coordinator Development (Koordinator Pengembangan)
Koordinator Pengembangan menyusun rencana pengembangan sistem
informasi perguruan tinggi UIN baik itu jangka pendek dan juga jangka
Panjang.
Koordinator Pengembangan melaksanakan program pengembangan
SIMPERTI (Sistem Informasi Perguruan Tinggi) sesuai dengan rencana
yang telah ditentukan.
Koordinator Pengembangan melakukan evaluasi berkala terhadap
pelaksanaan SIMPERTI.
Koordinator Pengembangan mengembangkan sistem pengembangan data
dan sistem informasi yang dikembangkan.
76
Koordinator Pengembangan memberikan bantuan teknis operasional sistem
informasi manajemen kepada unit-unit yang membutuhkan.
Koordinator Pengembangan melaporkan hasil kerja secara berkala ke
kepala lembaga secara lisan dan tertulis.
Koordinator Pengembangan melakukan koordinasi langsung dengan
sekretaris lembaga dalam pelaksanaan tugas keseharian.
Koordinator Pengembangan menyusun SOP pelaksanaan SIMPERTI.
Koordinator Pengembangan mendokumentasi semua kegiatan
pengembangan sistem sesuai dengan standar pengembangan.
Koordinator Pengembangan melakukan pelatihan-pelatihan yang
berhubungan dengan pengembangan sistem informasi.
4. Coordinator Support (Koordinator Pendukung)
Koordinator Pendukung melakukan pelayanan-pelayanan harian
SIMPERTI kepada pemangku kepentingan (stakeholder).
Koordinator Pendukung berkoordinasi dengan bidang dan divisi lain dalam
hal layanan kepada pemangku kepentingan.
Koordinator Pendukung melakukan penyelesaian masalah pertamakali jika
terjadi gangguan terhadap layanan maupun aplikasi.
Koordinator Pendukung membantu melayani permintaan data dan informasi
oleh semua unit kerja yang membutuhkan demi kemajuan universitas.
77
Koordinator Pendukung melaporkan hasil kerja ke kepala lembaga secara
berkala dalam bentuk lisan dan tertulis.
Koordinator Pendukung melakukan koordinasi langsung dengan sekretaris
lembaga dalam pelaksanaan tugas keseharian.
Koordinator Pendukung menyusun SOP yang berhubungan dengan layanan
SIMPERTI untuk para pemangku kepentingan.
Koordinator Pendukung mendokumentasikan semua kegiatan, masalah
yang berhubungan dengan tugas layanan.
5. IT Service Management (Manajemen Layanan TI)
Manajemen Layanan TI menyusun laporan analisis dan evaluasi atas
keluhan, insiden, dan masalah pada layanan teknologi informasi.
Manajemen Layanan TI menyusun kajian risiko rencana investasi,
pemanfaatan, dan produk teknologi informasi.
Manajemen Layanan TI menyusun kajian risiko produk teknologi informasi
yang sudah ada di PUSTIPANDA.
Manajemen Layanan TI menyusun standar kebijakan, prosedur, intruksi
kerja, dan layanan teknologi informasi PUSTIPANDA.
Manajemen Layanan TI melakukan koordinasi dengan coordinator divisi
lainnya tentang penerapan ITSM menggunakan kerangka kerja Information
Tecnology Infrastructure Library (ITL v3).
78
Manajemen Layanan TI menyampaikan laporan pekerjaan kepada kepala
PUSTIPANDA.
Manajemen Layanan TI melaksanakan pekerjaan lain yang ditugaskan
pimpinan.
79
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Pustipanda
80
4.1.2 Sejarah
Tahun 2000 dibawah biro perencanaan dan keuangan dibentuk bagian
sistem informasi dengan satu sub bagian sistem informasi dengan memfokuskan
pada layanan data akademik yaitu memproses data dari manual dengan media kertas
kedalam sebuah sistem computer, dari sini lah terbentuknya atau berdirinya Pusat
Teknologi Informasi dan Pangkalan Data atau disebut dengan PUSTIPANDA IAIN
Syarif Hidayatullah Jakarta.
Tahun 2002 seiring perubahan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maka terjadi perubahan pada struktur organisasi
bagian sistem informasi. Hal ini dilakukan untuk merespon kebutuhan UIN akan
pemanfaatan sistem dan teknologi informasi yang lebih baik dalam menghadapi
pesaingan global.
Tahun 2003 bagian sistem informasi di bentuk sub-sub bagian lebih spesifik
antara lain hubungan masyarakat, pengembangan sistem, dan pengolahan data. Sub
bagian pengembangan sistem bertanggung jawab terhadap implementasi
pemanfaatan teknologi informasi yang dikembangkannya sebuah sistem
komputerisasi akademik yang lebih integrative yang menangani seluruh
administrasi secara menyeluruh yang disebut SIMPERTI (Sistem Informasi
Perguruan Tinggi).
Bulan Februari tahun 2010 dengan diterbitkannya surat keputusan Rektor
UIN Jakarta PUSKOM (Pusat Komputer) resmi berdiri. Pendirian PUSKOM
81
bertujuan untuk mengakselerasi pemanfaatan teknologi informasi untuk
mendukung visi UIN Jakarta menjadi “World Class University”. Akhir tahun 2013
dilakukan perubahan nama PUSKOM di ubah menjadi PUSTIPANDA (Pusat
Teknologi Informasi dan Pangkalan Data), serta dilakukan penambahan dan
pengembangan divisi yang ada didalamnya yaitu yang sebelumnya terdiri atas
divisi pendukung, pengembangan, operasional menjadi 5 divisi IT support, IT
development, IT operation, IT data center, dan Security IT management.
4.1.3 Visi dan Misi
VISI:
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi universitas digital kelas dunia
untuk mendukung integrase keilmuan, keislaman, dan keIndonesiaan.
MISI:
a. Meningkatkan performa sistem informasi perguruan tinggi yang innovative,
creative, high availability, high reliability, secure, fast, informed,
documented, and integrated dalam rangka meningkatkan kinerja dan mutu
bidang pendidikan, pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah.
b. Meningkatkan mutu tata kelola universitas dengan pemanfaatan teknologi
Information and Communication Technology (ICT).
c. Meningkatkan penelitian di bidang ICT dalam rangka menjaga business
continuity dan knowledge share pengembangan Information and
Communications Technology.
82
4.2 Analisis QoS
Penelitian telah dilaksanakan sesuai dengan waktu dan tempat yang telah
ditentukan sebelumnya. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti terlebih dahulu
melakukan wawancara dengan staf IT yang bertugas melakukan pemeliharaan
jaringan untuk mengetahui bentuk topologi dan beberapa masalah jaringan WLAN
di wilayah kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kemudian merancang
perangkat lunak dan perangkat keras berdasarkan tahapan analisis yang dilakukan.
Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menghasilkan gambaran dari sistem yang
akan dibuat. Gambaran sistem yang dibutuhkan menyediakan satu unit Notebook
yang terhubung dengan sinyal jaringan nirkabel di PUSTIPANDA UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta untuk melakukan aktivitas pemantauan dan analisis trafik data
jaringan yang dipakai. Topologi yang dipakai menggunakan topologi star yang
sudah dibangun infrastrukturnya oleh Kantor PUSTIPANDA UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta. Topologi jaringannya seperti pada Gambar 4.2.
83
Gambar 4.2 Topologi Jaringan UIN Jakarta
Topologi ini merupakan topologi pusat yang ada di PUSTIPANDA,
kemudian dicabangkan ke setiap gedung fakulas yang ada di kampus UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta menggunakan switch yang terhubung langsung dengan
Router. Router inilah yang terhubung ke server yang berada di Pusat Teknologi dan
Pangkalan Data Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
84
4.2.1 Melakukan Diagnosa (Diagnosing)
Internet telah menjadi salah satu teknologi utama dalam penyampaian
informasi. Kebutuhan manusia terhadap informasi telah menjadikan internet suatu
sarana untuk mendapatkan informasi yang aktual dan real time dari suatu peristiwa,
semakin tingginya permintaan terhadap informasi yang ada di internet akan
berbanding lurus dengan tingginya pengiriman paket-paket data yang ada. Hal ini
juga mempengaruhi tingkat kecepatan pengaksesan data melalui internet.
Para penyedia layanan internet mulai mendistribusikan produknya, segala
kelebihan pun kekurangan layanan internet tersebut. Oleh karena itu, peneliti
melakukan rencana tindakan yang akan dilakukan pada tahap ini dan ditemukan
beberapa masalah yang cukup mengganggu kinerja jaringan WLAN yang ada di
UIN Jakarta. Cara mendiagnosa dugaan masalah-masalah yang ada adalah dengan
mengidentifikasi sumber masalah pada sistem layanan jaringan internet. Tahap ini,
dilakukan identifikasi masalah-masalah yang terjadi pada jaringan nirkabel
PUSTIPANDA, selain melihat, menganalisis, dan membaca topologi
PUSTIPANDA, peneliti juga melakukan survei dan wawancara singkat dengan
beberapa rekan mahasiswa yang memakai fasilitas wifi di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta. Permasalahan yang digunakan peneliti dalam mencari data melalui
kuesioner adalah sering terputusnya koneksi, hal ini disebabkan karena media
perantara pada area ini menggunakan jarian nirkabel, sehingga cuaca yang buruk
sangat mempengaruhi kinerja jaringan WLAN. Oleh karena itu, peneliti
85
memberikan solusi untuk mengukur kinerja jaringan yang ada di UIN Jakarta
dengan menggunakan perangkat lunak wireshark dengan mengukur parameter QoS
yaitu: Throughput, Delay, Jitter, dan Packet Loss.
4.2.2 Membuat Rencana Tindakan (Action Plan)
Peneliti mencoba memahami inti dari pokok permasalahan dengan
menggunakan metode QoS dimana metode ini sering digunakan untuk mengukur
kualitas layanan suatu sistem jaringan internet. Menyusun rencana tindakan yang
tepat untuk menyelesaikan masalah yang ada, peneliti membuat beberapa rencana
terkait dengan penelitian ini yang nantinya akan berfungsi sebagai pengembang
sistem yang sedang diujikan.
Setelah memahami inti dari pokok permasalahan yang ada, peneliti
menyusun langkah-langkah yang dilaksanakan sebelum melakukan action taking
sebagai berikut:
1. Menentukan waktu yang tepat yaitu hari Senin-Jum’at sebelum melakukan
pemantauan.
2. Peneliti melakukan pemantauan mulai pukul 09.00-11.00 di kantor staf
PUSTIPANDA pada bulan Desember 2019.
3. Peneliti melakukakan pengukuran QoS untuk mendapatkan data sebagai
bahan analisis.
4. Hasil Analisis Data dijadikan dijadikan pembahasan pada sub bab
selanjutnya.
86
Tabel 4.1 Jadwal Pengukuran QoS
Hari Waktu (WIB)
Senin 09.00-11.00
Selasa 09.00-11.00
Rabu 09.00-11.00
Kamis 09.00-11.00
Jum’at 09.00-11.00
Waktu pengujian QoS tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara oleh
staff pustipanda yang mengatakan bahwa lalu lintas jaringan pada jaringan UIN
Jakarta banyak yang mengakses pada waktu tersebut, maka peneliti melakukan
penelitian dijam tersebut.
4.2.3 Melakukan Tindakan (Action Taking)
Peneliti melanjutkan ke dalam tahap tindakan penelitian langsung pada
objek yang dituju atau melakukan langsung pada pokok permasalahan dengan cara
pengambilan data. Objek yang dituju yaitu melakukan pengukuran jaringan dengan
model sistem monitoring QoS yang digunakan untuk pengukuran parameter QoS
pada jaringan WLAN di UIN Jakarta yaitu Throughput, Penundaan, Jitter, dan
Kerugian Paket. Adapun tahapannya terdiri atas:
a. Monitoring Application (Aplikasi Pemantauan).
b. QoS Monitoring (Pemantauan QoS).
c. Monitored Objects (Objek yang dipantau).
87
4.2.4 Melakukan Evaluasi
Tahapan aplikasi pemantauan, pemantauan QoS, dan objek yang dipantau,
masing-masing diimplementasikan dan menghasilkan data, maka pada tahap ini
peneliti melakukan evaluasi terhadap data yang ada. Data-data tersebut masuk
dalam pengolahan dan analisis demi menghasilkan data ketegori-kategori sebagai
nilai dan bahan evaluasi serta pembelajaran. Menghasilkan data-data tersebut
peneliti menggunakan standar TIPHON.
4.2.5 Learning (Pembelajaran)
Tahapan terakhir dalam proses pengembangan sistem adalah tahap
pembelajaran. Dari semua tahapan-tahapan yang sudah dilakukan, tahapan terakhir
ini merupakan salah satu bagian terpenting. Adanya tahapan ini adalah sebagai
bukti sekaligus pembelajaran bahwa di setiap sistem yang dipakai dalam sebuah
jaringan pasti akan selalu mengalami suatu masalah. Maka, tahapan ini ada sebagai
tahapan dan tanggapan yang akan membawa perubahan pada sistem yang diteliti.
4.3 Prosedur Pengambilan Data
Peneliti menggunakan studi literatur dengan mencari dan mempelajari
jurnal ilmiah, makalah, buku-buku referensi, buku elektronik (e-book), paper,
dokumentasi internet, situs-situs website dan tugas akhir dari mahasiswa lain yang
memiliki kesamaan topic untuk penelitian ini. Dari studi literatur yang telah dicari
oleh peneliti, akhirnya menemukan beberapa referensi jurnal dan skripsi berjudul
“Analisis Pebandingan QoS pada Metode Load Balancing NTH dan PCC pada
88
Layanan Game Online”, “Analisis Pengaruh Protokol ZRTP Terhadap
Penyadapan Suara dan Quality of Service VOIP OVER WLAN”, “QoS guarantee
in telecommunication networks: technologies and solutions”, dan “Performance
Analysis of VoIP in Wireless Networks”.
4.4 Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada
standarisasi penelitian versi TIPHON yang sudah dirumuskan seperti berikut ini,
yaitu:
a. Delay (Penundaan)
Penundaan merupakan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sebuah data
atau informasi selama menempuh jarak dari tempat asal mereka dibuat,
diterbitkan atau dikirim menuju tempat tujuannya. Menurut versi TIPHON
nilai standar penundaan seperti pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Standar Penundaan versi TIPHON (Riza, 2015)
Kategori Penundaan Besar Penundaan
Sangat Bagus <150ms
Bagus 150 – 300 ms
Sedang 300 – 450 ms
Buruk >450 ms
b. Jitter
Jitter adalah variasi dari penundaan, yaitu perbedaan selang waktu. Jitter
merupakan variasi penundaan antar paket yang terjadi pada jaringan IP,
yakni perbandingan kedatangan antar paket di terminal tujuan. Besarnya
89
nilai jitter akan sangat dipengaruhi oleh variasi beban lalu lintas dan
besarnya tumbukan antar paket (congestion) yang ada dalam jaringan
tersebut. Semakin besar nilai jitter akan mengakibatkan nilai QoS akan
semakin turun. Kategori kinerja jaringan berbasis IP dalam jitter versi
TIPHON mengelompokan menjadi empat kategori penurunan kinerja
jaringan berdasarkan nilai jitter seperti pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Standar Jitter menurut TIPHON (Riza, 2015)
Kategori Degradasi Peak Jitter
Sangat bagus 0 ms
Bagus 0 – 75 ms
Sedang 76 – 125 ms
Buruk 125 – 225 ms
c. Packet Loss (Kerugian Paket)
Kerugian paket adalah sebuah kejadian yang menghambat transmisi data
untuk sampai pada tujuannya yang disebabkan beberapa kemunkinan;
bertabrakannya paket yang diterima dan paket yang dikirim, misalnya. Saat
terjadinya kerugian paket ini, akan sangat mempengaruhi kinerja jaringan
secara langsung. Ketika nilai kerugian paket dalam suatu jaringan itu besar,
dapat dikatakan kinerja jaringan tersebut buruk. Menurut versi TIPHON
standar nilai kerugian paket seperti pada Tabel 4.4.
90
Tabel 4.4 Standar Kerugian Paket versi TIPHON (Riza, 2015)
Kategori Degradasi Kerugian Paket
Sangat bagus <0 %
Bagus ≤3%
Sedang ≤15%
Buruk ≥25%
d. Throughput
Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket sukses yang diamati
pada tujuan selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu
tersebut. Throughput adalah kemampuan sebenarnya dari jaringan dalam
melakukan pengiriman data. Biasanya throughput dikaitkan dengan
bandwidth.
Tabel 4.5 Standar Throughput versi TIPHON (Riza, 2015)
Kategori Throughput Throughput
Sangat bagus >100
Bagus 75
Sedang 50
Buruk <25
4.4.1 Perhitungan QoS
Berikut di bawah ini adalah cara perhitungan yang terdapat pada jaringan
yang ada di UIN Jakarta:
a. Penundaan
91
Cara untuk mencari nilai penundaan dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan (2.2).
Senin/23-12-2019
Penundaan =147.167600969 = 0.868594
Selasa/24-12-2019
Penundaan =80.618576269 = 0.517226
Rabu/25-12-2019
Penundaan =214321.7742878 = 0.001843
Kamis/26-12-2019
Penundaan =993.91977344 = 0.031515
Jum’at/27-12-2019
Penundaan =213.9113 = 1.1999171
107
b. Jitter
Mengatasi jitter dengan perhitungan paket data yang datang dikumpulkan
dulu dalam jitter buffer selama waktu yang telah ditentukan sampai paket
dapat diterima pada sisi penerima dengan urutan yang benar. Cara untuk
mencari nilai jitter dengan menggunakan rumus (2.4).
Senin/30-12-2019
Jitter = 281.954868 = 1.65856
170
Selasa/31-12-2019
92
Jitter = 146.1976 =0.937164
156
Rabu/01-01-2020
Jitter = 454.7656 = 0.003452
131727
Kamis/02-01-2020
Jitter = 180.2787 = 0.056816
3173
Jum’at/03-01-2019
Jitter = 425.4524 = 3.97619
107
c. Kerugian Paket
Cara mencari nilai kerugian paket dapat dihitung dengan persamaan (2.3).
Senin/06-01-2020
Kerugian Paket = (151−138) x 100% = 8.6%
151
Selasa/07-01-2020
Kerugian Paket = (666−655) x 100% = 1.6%
666
Rabu/08-01-2020
Kerugian Paket = (989−967) x 100% = 2.2%
989
Kamis/09-01-2020
Kerugian Paket = (826−811) x 100% = 1.8%
826
Jum’at/10-01-2020
Kerugian Paket = (701−680) x 100% = 2.9%
701
93
d. Throughtput
Cara mencari nilai Throughput yang sebenarnya dapat dihitung dengan
rumus (2.1).
Senin/13-01-2020
Throughput =32219001( 3 0 1 ( ) = 51
)
Selasa/14-01-2020
Throughput =4187916(5 4 0 ( ) ) = 101
Rabu/15-01-2020
Throughput = 6170579 ( ) = 664
9661 ( )
Kamis/16-01-2020
Throughput = 4596711( ) = 353
8460( )
Jum’at/15-01-2020
Throughput = 232956413 ( ) = 606
67921 ( )
Berikut ini adalah perhitungan yang terdapat pada jaringan nirkabel yang
ada di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta:
a. Penundaan
Cara mencari nilai penundaan dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan (2.2).
Senin/13-01-2020
94
Penundaan =520.0319 = 0.051099
10177
Selasa/14-01-2020
Penundaan =1684.8732619 = 0.35770
Rabu/15-01-2020
Penundaan =3206.145497 = 0.521057
Kamis/16-01-2020
Penundaan =477.778010037 = 0.61165178
Jum’at/17-01-2020
Penundaan =242.998 = 0.042173
5762
b. Jitter
Cara ngatasi jitter maka paket data yang datang dikumpulkan dulu dalam
jitter buffer selama waktu yang telah ditentukan sampai paket dapat diterima
pada sisi penerima dengan urutan yang benar. Adapun cara untuk mencari
nilai jitter dengan menggunakan rumus (2.4).
Senin/13-01-2020
Jitter = 281.954868 = 1.65856
170
Selasa/14-01-2020
Jitter = 146.1976 =0.937164
156
Rabu/15-01-2020
95
Jitter = 454.7656 = 0.003452
131727
Kamis/16-01-2020
Jitter = 180.2787 = 0.056816
3173
Jum’at/17-01-2020
Jitter = 425.4524 = 3.97619
107
c. Kerugian Paket
Cara mencari nilai kerugian paket dapat dihitung dengan persamaan (2.3).
Senin/13-01-2020
Kerugian Paket = (570−551) x 100% = 3.3%
570
Selasa/14-01-2020
Kerugian Paket = (566−552) x 100% = 2.4%
566
Rabu/15-01-2020
Kerugian Paket = (824−754) x 100% = 8.4%
824
Kamis/16-01-2020
Kerugian Paket = (1920−1876) x 100% = 2.2%
1920
Jum’at/17-01-2020
Kerugian Paket = (1218−1187) x 100% = 2.5%
1218
d. Throughtput
96
Cara mencari nilai Throughput yang sebenarnya dapat dihitung dengan
rumus (2.1).
Senin/13-01-2020
Throughput = 232956413 ( ) = 606
67921 ( )
Selasa/14-01-2020
Throughput = 43998529( ) = 804
719478 ( )
Rabu/15-01-2020
Throughput =11409078580(2 5 8 ( ) ) = 477
Kamis/16-01-2020
Throughput =13140903095(9 3 4 6 ( ) ) = 933
Jum’at/17-01-2020
Throughput =3417594464( 1 7 3 ( ) = 197
)
4.5 Pembahasan dan Hasil Perhitungan
97
4.5.1 Pembahasan Wireshark
Wireshark merupakan salah satu program untuk menganalisis suatu
jaringan, baik itu jaringan kabel maupun jaringan nirkabel. Perangkat ini digunakan
untuk pemecah permasalah jaringan, analisis, perangkat lunak, dan pengembangan
protokol komunikasi dan pendidikan. Wireshark dapat menangkap paket-paket data
atau informasi dalam suatu jaringan komputer. Semua jenis paket data termasuk
protokol akan dengan mudah dapat dianalisis menggunakan wireshark. Mengetahui
nilai penundaan, jitter, kerugian paket, dan throughput peneliti menggunakan
wireshark.
Gambar 4.3 Capture Wireshark Penundaan
4.5.2 Pembahasan QoS
a. Penundaan
Penundaan dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, atau juga proses waktu
yang lama dalam jaringan WLAN. Menurut versi TIPHON, sebagai
98
standarisasi yang digunakan dalam pengukuran nilai penundaan, maka
besarnya penundaan dapat diklasifikasikan sebagai kategori latensi yang
bagus jika <150 ms, bagus jika 150 ms sampai dengan 300 ms, sedang jika
300 ms sampai dengan 450 ms dan jelek jika <450 ms. Berdasarkan hasil
pengukuran nilai nilai penundaan terhadap skema perangkat jaringan Area
UIN Jakarta. Dapatlah nilai rata-rata waktu tanggapan penundaan minimum
dan maksimum dalam mili second (ms) yaitu:
Tabel 4. 6 Pembahasan Penundaan
No Hari Waktu (WIB) Penundaan (ms) Kategori
1 Senin/23-12-2019 09.00-11.00 0.87 Sangat Bagus
2 Selasa/24-12-2019 09.00-11.00 0.52 Sangat Bagus
3 Rabu/25-12-2019 09.00-11.00 0.002 Sangat Bagus
4 Kamis/26-12-2019 09.00-11.00 0.031 Sangat Bagus
5 Jum’at/27-12-2019 09.00-11.00 1.2 Sangat Bagus
Rata - rata 0.52 Sangat Bagus
Hasil tabel di atas dan berdasarkan nilai besar penundaan sesuai dengan
tabel versi TIPHON pada area UIN Jakarta, maka kategori penundaan untuk
setiap hari, nilai maksimum dibawah 150 ms adalah sangat bagus.
b. Jitter
Nilai jitter dalam mili second (ms) berdasarkan hasil pengukuran terhadap
skema perangkat jaringan WLAN di UIN Jakarta sebagai berikut:
99
Tabel 4.7 Pembahasan Jitter
No Hari Waktu Jitter (ms) Kategori
(WIB)
1 Senin/30-12-2019 09.00-11.00 1.7 Bagus
2 Selasa/31-12-2019 09.00-11.00 0.9 Bagus
3 Rabu/01-01-2020 09.00-11.00 0.003 Bagus
4 Kamis/02-01-2020 09.00-11.00 0.06 Bagus
Bagus
5 Jum’at/03-01-2020 09.00-11.00 3.98
Rata - rata 1.3 Bagus
Hasil tabel 4.7 dan berdasarkan nilai besar jitter sesuai dengan tabel versi
TIPHON pada area UIN Jakarta, maka kategori jitter untuk setiap hari,
dengan nilai maksimum di bawah 125 ms adalah sangat bagus. Akan tetapi
dalam tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai jitter yang didapat dalam
masing-masing hari masuk dalam kategori yang bagus. Nilai jitter paling
rendah ada di hari rabu dan nilai jitter tertinggi ada di hari jum’at. Setelah
dihitung rata-rata keseluruhan, didapatlah nilai jitter dengan angka 1.3 yang
masuk dalam kategori bagus.
c. Kerugian Paket
100
Hasil pengukuran terhadap skema perangkat jaringan WLAN di UIN
Jakarta didapat nilai kerugian paket dalam presentase (%) sebagai berikut:
Gambar 4.4 Capture Command Prompt Kerugian Paket
Tabel 4.8 Pembahasan Kerugian Paket
No Hari Waktu Kerugian Paket Kategori
(WIB) Sent Lost Lost (%)
1 Senin/06-12-2019 09.00-10.00 151 13 8.6 Sedang
2 Selasa/07-12-2019 09.00-10.00 666 11 1.6 Bagus
3 Rabu/08-01-2020 09.00-10.00 989 22 2.2 Bagus
4 Kamis/09-01-2020 09.00-10.00 826 15 1.8 Bagus
2.9 Bagus
5 Jum’at/10-01- 09.00-10.00 701 21
2020
Rata - rata 17.1 Bagus
Tabel diatas dan berdasarkan nilai kerugian paket sesuai dengan versi
TIPHON sebagai standarisasi pada area UIN Jakarta untuk kategori
degredasi kerugian paket sangat bagus jika 0%, bagus jika 3%, sedang jika
15% dan jelek jika 25%, maka kategori kerugian paket dengan presentase
101
loss 3% untuk hasil pengukuran setiap hari termasuk dalam degredasi bagus
karena suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang
menunjukan jumlah total kerugian paket yang hilang.
d. Throughput
Hasil pengukuran terhadap skema perangkat jaringan WLAN di UIN
Jakarta didapat nilai Throughput dalam presentase (bps) sebagai berikut:
Gambar 4.5 Capture Wireshark Throughtput
Tabel 4. 9 Capture Wireshark Throughtput
No Hari Waktu Throughput Kategori
(WIB) (bps)
1 Senin/13-12-2019 09.00-11.00 51 Sedang
2 Selasa/14-12-2019 09.00-11.00 101 Sangat bagus
3 Rabu/15-01-2020 09.00-11.00 664 102
4 Kamis/16-01-2020 09.00-11.00 353
5 Jum’at/17-01-2020 09.00-11.00 606 Sangat Bagus
Rata - rata 355 Sangat Bagus
Sangat Bagus
Sangat Bagus
Dari perhitungan tabel di atas, nilai throughput terendah ada di hari senin,
51kbps dengan kategori sedang. Sedangkan nilai tertinggi ada di hari rabu,
664kbps dengan kategori sangat bagus. Dan dari tabel di atas setelah
dihitung, didapatlah nilai rata-ratanya yakni 355kbps dengan kategori
sangat bagus.
Perhitungan QoS pada jaringan nirkabel di gedung Fakultas Sains dan
Teknologi sebagai berikut:
a. Penundaan
Penundaan dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, atau juga proses waktu
yang lama dalam jaringan WLAN. Menurut versi TIPHON, sebagai
standarisasi yang digunakan dalam pengukuran nilai penundaan, maka
besarnya penundaan dapat diklasifikasikan sebagai kategori latensi yang
bagus jika <150 ms, bagus jika 150ms sampai dengan 300 ms, sedang jika
300 ms sampai dengan 450 ms dan jelek jika <450 ms.
103
Gambar 4.6 Capture Wireshark Penundaan
Hasil pengukuran nilai penundaan terhadap skema perangkat jaringan Area
Fakultas Sains dan Teknologi, dapatlah nilai rata-rata waktu tanggapan
penundaan minimum dan maksimum dalam mili second (ms) yaitu sebagai
berikut:
Tabel 4.10 Pembahasan Penundaan
No Hari Waktu Penundaan Kategori
(WIB) (ms)
1 Senin/13-07-2020 09.00-11.00 0.051 Sangat Bagus
2 Selasa/14-07-2020 09.00-11.00 0.35 Bagus
3 Rabu/15-07-2020 09.00-11.00 0.52 Bagus
4 Kamis/16-07-2020 09.00-11.00 0.61 Bagus
5 Jum’at/17-07-2020 09.00-11.00 0.042 Sangat Bagus
Rata - rata 0.25 Sangat Bagus
Tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai penundaan rata-rata adalah
dibawah 150ms yang masuk dalam kategori sangat bagus. Nilai penundaan
terendah ada pada Hari Senin, 59,25ms dan nilai penundaan tertinggi ada di
Hari Rabu, 242,75ms, setelah dihitung rata-ratanya nilai penundaan yang
didapat adalah 139,32ms.
104
a. Jitter
Hasil pengukuran terhadap skema perangkat jaringan WLAN di Fakultas
Sains dan Teknologi didapat nilai jitter dalam mili second (ms) sebagai
berikut:
Tabel 4.11 Pembahasan Jitter
No Hari Waktu (WIB) Jitter (ms) Kategori
1 Senin/13-07-2020 09.00-11.00 103,72 Sedang
2 Selasa/14-07-2020 09.00-11.00 121,19 Sedang
3 Rabu/15-07-2020 09.00-11.00 68,76 Bagus
4 Kamis/16-07-2020 09.00-11.00 180,27 Jelek
5 Jum’at/17-07-2020 09.00-11.00 425,45 Jelek
179,878 Jelek
Rata - rata
Nilai jitter pada FST yang didapat dalam masing-masing hari dengan angka
yang kurang memuaskas. Nilai jitter paling rendah ada di hari rabu dan nilai
jitter tertinggi ada di hari jum’at. Setelah dihitung rata-rata keseluruhan,
didapatlah nilai jitter dengan angka 179,878 ms yang masuk dalam kategori
jelek.
105
b. Kerugian Paket
Gambar 4.7 Capture Wireshark Kerugian Paket
Hasil pengukuran terhadap skema perangkat jaringan WLAN di Fakultas
Sains dan Teknologi didapat nilai kerugian paket dalam presentase (%)
sebagai berikut:
Tabel 4.12 Pembahasan Kerugian Paket
No Hari Waktu Kerugian Paket Kategori
(WIB) Sent Lost Lost (%)
1 Senin/13-07-2020 09.00-10.00 570 19 3.3 Bagus
2 Selasa/14-07-2020 09.00-10.00 566 14 2.4 Bagus
3 Rabu/15-07-2020 09.00-10.00 824 70 8.4 Bagus
4 Kamis/16-07-2020 09.00-10.00 1920 44 2.2 Bagus
5 Jum’at/17-07-2020 09.00-10.00 1218 31 2.5 Bagus
Rata - rata 3 Bagus
Proses pemantauan kerugian paket dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB
hingga pukul 11.00 WIB, untuk pemantauan hari senin-jum’at tanggal 13
106
sampai 17 Juli. Hasil pemantauan kerugian paket menggunakan perangkat
lunak Wireshark dan CMD didapatkan data sebagai berikut, dari tabel di
atas dapat diketahui bahwa presentase kerugian paket yang hilang tidak
lebih dari 8% hanya berada di rentang angka 2-8% di setiap harinya, setelah
dihitung rata-ratanya didapatkan angka 3% yang masuk dalam kategori
bagus.
c. Troughput
Hasil pengukuran terhadap skema perangkat jaringan WLAN di Fakultas
Sains dan Teknologi didapat nilai Throughput dalam presentase (bps)
sebagai berikut:
Tabel 4.13 Pembahasan Throughput
Gambar 4.8 Capture Wireshark Throughtput
No Hari Waktu Throughput Kategori
(WIB) (bps)
1 Senin 09.00-11.00 606 Sangat bagus
2 Selasa 09.00-11.00 804 107
3 Rabu 09.00-11.00 477
4 Kamis 09.00-11.00 933 Sangat bagus
5 Jum’at 09.00-11.00 197 Sangat Bagus
603 Sangat Bagus
Rata - rata Sangat Bagus
Sangat Bagus
Perhitungan tabel di atas nilai throughput terendah ada di Hari Jum’at,
197kbps dengan kategori sedang. Sedangkan nilai tertinggi ada di Hari
Kamis, 933kbps dengan kategori sangat bagus dan dari tabel di atas setelah
dihitung, didapatlah nilai rata-ratanya yakni 603kbps dengan kategori
sangat bagus.
Tabel di atas dapat disimpulkan bahwa, hasil pengukuran throughput pada
area UIN Jakarta, rata-rata throughput terendah terjadi pada Hari Senin.
Dikarenakan keterlambatan pengiriman data throughput yang diamati
selama pengukuran analisis di PUSTIPANDA. Sedangkan nilai rata-rata
throughput yang tertinggi terjadi pada hari rabu yaitu kecepatan (rate)
pengiriman data efektif, yang diukur dalam kbps. Sedangkan hasil
throughput pada Fakultas Sains dan Teknologi, rata-rata throughput
terendah ada dihari jum’at dan nilai rata-rata throughput tertinggi terjadi
pada hari kamis. Throughput merupakan jumlah total transfer data yang
sukses yang diamati selama pengukuran analisis di PUSTIPANDA.
108
Jaringan UIN Jakarta termasuk dalam kategori “bagus” setelah
dilakukannya semua perhitungan QoS yang berdasar pada standarisasi TIPHON
(penundaan, throughput, kerugian paket). Selama dalam penelitian di Fakultas
Sains dan Teknologi peneliti menemukan suatu kendala yang terjadi pada
pemantauan. Kendala yang disebabkan karena kecilnya bandwidth yang didapatkan
oleh pengguna, panjangnya antrian dalam pengolahan data dan peningkatan trafik
secara tiba-tiba sehingga menyebabkan penyempitan bandwidth dan menimbulkan
antrian lain. Kecilnya bandwidth yang didapatkan oleh pengguna disebabkan
karena metode pembagian bandwidth secara Shared Unlimited. Shared
Unlimitedadalah terjadinya perebutan bandwidth antara pengguna satu dengan yang
lainnya sehingga memiliki bandwidth yang tidak merata.
112