The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BAGUS APRILIAN PUTRA, 2023-08-29 12:45:22

Apresiasi Seni Rupa (XII IPS 2)

Terbaru

41 Judul : Girl With a Pearl Earring Karya : Johannes Vermeer Tahun 1665 Lokasi. : Rijksmuseum Dimensi karya : 44 cm × 39 cm Media : Cat Minyak Gadis dengan Anting-Anting Mutiara (bahasa Belanda: Het Meisje met de Parel atau bahasa Inggris: Girl with a Pearl Earring) adalah salah satu lukisan adikarya pelukis Belanda Johannes Vermeer. Seperti ditulis pada judulnya, pusat perhatian lukisan ini adalah anting-anting mutiara yang dipakai seorang gadis. Sekarang lukisan ini disimpan di galeri Mauritshuis, Den Haag. Lukisan ini kadang-kadang disebut Mona Lisa dari Utara atau "Mona Lisa Belanda". The Creation of Adam


42 Judul : The Creation of Adam Karya : Michelangelo Buonarroti Tahun : 1508-1512 Lokasi. : Kapel Sistina "The Creation of Adam" merupakan salah satu dari sekian banyak lukisan yang lahir dari masa renaisance. Lukisan ini diperkirakan dibuat oleh pelukis Italia Michaelangelo Buonarotti pada tahun 1508- 1512 Selain indah, lukisan ini juga menggambarkan definisi dan ciri ciri masa renaisance secara tidak langsung yaitu manusia sebagai objek kehidupan dan objek seni. Lukisan ini terletak di langit langit Kapel Sistinia yang berada di Vatikan. Secara umum lukisan ini menggambarkan proses penciptaan Adam oleh Tuhan. Awal Mula penciptaan lukisan ini berawal dari permintaan Paus Julius II kepada Michaelangelo untuk mendekorasi Kapel Sistinia, Michaelangelo pun menyanggupi pekerjaan tersebut dengan percaya diri dan menyelesaikan lukisan tersebut dalam waktu 4 tahun. Dalam pembuatan karya "The Creation of Adam", Michaelangelo bekerja di bawah tekanan karena banyak berdiskusi pada Paus Julius II perihal lukisan yang akan dibuatnya Lukisan ini menjelaskan proses pembuatan manusia(Adam) berdasarkan narasi Alkitab dalam Kitab Kejadian. Namun, apabila kita telaah secara lebih mendalam, banyak hal menarik yang dapat kita gali. The Goldfish


43 Judul : The Goldfish Karya : Henri Matisse Tahun 1912 Lokasi. : Rusia Dimensi karya : 140 cm × 98 cm Media : Cat Minyak Pada awal 1900-an, Matisse memantapkan dirinya sebagai pemimpin gerakan seni Fauvisme . Fauvisme menekankan penggunaan warna dan kualitaslukisan yang kua, berlawanandengan representasi realistis yang ditemukan dalam seni Impresionis . Pada tahun 1912, Matisse mengunjungi Tangier , Maroko , di mana dia mencatat bagaimana penduduk setempat akan terpesona oleh ikan mas yang berenang di dalam mangkuk. Tak lama setelah kunjungannya ke Maroko, Matisse menghasilkan serangkaian lukisan yang menampilkan Ikan Mas antara musim semi dan awal musim panas. Ikan mas dilukis di konservatori taman Matisse di rumahnya di Issy-les-Moulineaux . Dia pindah ke sana untuk menghindari tekanan Paris.


44 Contoh apresiasi karya 1. judul: Teras kafe di malam hari karya: vincent van gogh Dibuat: 16 september 1888 Dimensi: 81 cm × 65 cm Media: Lukisan minya Teras Kafé pada Malam Hari, yang juga dikenal sebagai Teras Kafe di Place du Forum, adalah sebuah lukisan minyak yang dibuat oleh seniman Belanda Vincent van Gogh saat berada di Arles, Prancis, pada pertengahan September 1888 2. judul: Arnolfini Potrait karya: jan van eyck Dibuat: 1434 Dimensi: 80 cm x 60 cm Media: cat minyak Potret Arnolfini adalah lukisan cat minyak tahun 1434 di atas panel kayu ek karya pelukis Belanda Awal Jan van Eyck. Ini membentuk potret ganda berukuran penuh, diyakini menggambarkan pedagang Italia Giovanni di Nicolao Arnolfini dan istrinya, mungkin di kediaman mereka di kota Bruges di Flemish.


45 3. Judul: potret diri karya: vincent van gogh dibuat: 1889 dimensi: 65 cm x 54 cm media: cat minyak Lukisan potret diri hasil karya pelukis Vincent van Gogh, ditemukan dibalik lukisan karyanya yang dipajang di galeri seni Skotlandia. 4. judul: ombak kanagawa yang dahsyat karya: Katsushika Hokusai Dibuat: 1831 Dimensi: 26 cm x 38 cm media: tinta Ombak Besar di Kanagawa, juga dikenal dengan nama Ombak Besar atau Sang Ombak, adalah sebuah cetakan balok kayu karya seniman ukiyo-e Jepang Hokusai, yang kemungkinan dibuat pada akhir tahun 1831 pada akhir zaman Edo


46 THE STORM Judul : Badai (The Storm) Pelukis : Raden Saleh Tahun : 1851 Media : Kanvas, Cat Minyak Ukuran : 97 cm x 74 cm Raden Saleh Syarif Bustaman, pelopor seni lukis modern di indonesia yang berhasil menguasai gaya romantis yang laim di Barat pada abad ke-19. Lukisan Raden Saleh yang berjudul “Badai” ini merupakan ungkapan khas karya yang beraliran romantisme. Dalam aliran ini seniman sebenarnya ingin mengungkapkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dan menyatakan dunia (imajinasi) ideal dan dunia nyhata yang rumit dan terpecah-pecah. Dalam lukisan “Badai” ini, dapat dilihat bagaimana Raden Saleh mengungkapkan perjuangan yang dramatis dua buah kapal dalam hempasan badai dahsyat di tengah lautan. Suasana tampak lebih menekan oleh kegelapan awan tebal dan terkaman ombak-ombak tinggi yang menghancurkan salah satu kapal. Dari sudut atas secercah sinar matahari yang memantul ke gulungan ombak, lebih memberikan tekanan suasana yang dramatis


47 PERAHU DAN MATAHARI Judul : Perahu dan Matahari Pelukis : Affandi Koesoema Tahun : 1971 Media : Oil On Cnvas Ukuran : - Dalam lukisan ini menggambarkan sebuah perahu yang sedang terombang-ambing di atas laut. Lukisan ini menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. Beliau menggunakan teknik ini dengan cara menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya, sehingga seperti sebuah coretan yang berantakan. Makna lukisan “Perahu dan Matahari” adalah tentang kehidupan, manusia seperti mengarungi sebuah samudera kehidupan, manusia disimbolkan dengan perahu, harapan disimbolkan dengan matahari, kehidupan disimbolkan dengan lautan samudera, rintangan, masalah, ujian dalam kehidupan disimbolkan dengan ombak dan badai. Setiap manusia memiliki arah tujuan kehidupanya masing-masing, bahkan memiliki cita-cita atau impianya masing-masing, hanya manusia yang memiiliki arah tujuan hidup yang pasti. Gigih berjuang dan tidak pernah menyerah, yang akan bisa sampai ke tempat yang dituju sesuai dengan yang mereka inginkan (sukses), meski badai dan ombak kehidupan datang silih berganti, tidak pernah menyurutkan niat mereka untuk mundur, lari atau bahkan menyerah. Mereka selalu mempunyai cercah harapan diatas harapan yang disimbolkan dalam lukisan sebagai Matahari, mereka mempunyai keyakinan akan apa yang mereka lakukan, bahwa badai dan gelombang dalam perjalanan kehidupan mereka akan berlalu. Itulah makna falsafah kehidupan yang dalam, yang dilukiskan oleh sang pelukis maestro legendaris Affandi dalam sebuah karya seni tinggi bergaya abstrak. Walaupun bagus, lukisan dengan aliran ekspresiaonis ini akan sulit di mengerti oleh masyarakat awam.


48 KAKAK DAN ADIK Judul : Kakak dan Adik Pelukis: Basuki Abdullah Tahun: 1971 Media: Cat minyak pada kanvas Ukuran : 65 x 79 cm Pada lukisan yang dibuat oleh seniman yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah ini melukiskan sosok manusia yang digarap secara realistis. Jika dilihat bentuk dari subjek matter-nya sangat proporsip baik sosok kakak maupun adiknya. Kemudian warna yang yang terdapat pada lukisan ini cenderung warna-warna gelap, yaitu warna coklat dan hitam. Warna coklat terlihat pada penggarapan kulit subjek matter dan warna background yang coklat kehitaman namun meskipun warna yang digunakan cenderung sederhana dan sedikit namun lukisan ini terlihat sangat estetis apalagi dengan pencahayaan dari samping, figur kakak dan adik yang dalam gendongan terasa mengandung ritme drama kehidupan. Lukisan "kakak dan adik" ini terlihat seimbang dengan penggarapan subjek lukisan yang hampir penuh pada kanvas, sehingga tidak banyak ruang kosong yang terlihat pada kanvas. Selain itu jika dilihat tekstur pada lukisan tersebut yatu tekstur lembut. Yang menarik dari lukisan "kakak dan adik" ini yaitu terdapat pada bentuk wajah dan penggarapan wajah yang terlihat mirip antara kakak dan adik tersebut sehingga terkesan sangat nyata dalam kehidupan.


49 DRINKING Judul : Drinking Pelukis : Affandi Koesoema Tahun : 1964 Media : Kanvas, Acrilyc Ukuran : 120.5 cm x 139 cm Sebuah karya abstrak karya Affandi ini memiliki nilai nilai seni lukis dalam genre abstrakis yang tinggi yang bercampur dengan estetika budaya lukisan wayang di daerah jawa, sangat tepat untuk diapresiasi dengan baik. Dimulai dari warnanya, coklat yang dominan memberi kesan estetika yang tinggi dengan unsur budaya jawa yang khas dan mencolok. Nama : Leila Meilynda Purwandini Kelas : XII IPS 2 Absen : 16


50 NAMA : LORENZO LUCKY ASY SYAM KELAS : XII IPS 2 ABSEN : 17 1. Pierre Aguste Renior (Bal Au Muolin de la Gallet) Bal du moulin de la Galette adalah lukisan tahun 1876 karya seniman Prancis Pierre-Auguste Renoir. Bertempat di Musée d'Orsay di Paris dan merupakan salah satu mahakarya Impresionisme yang paling terkenal. Lukisan itu menggambarkan hari Minggu sore yang khas di Moulin de la Galette asli di distrik Montmartre di Paris. Seperti karya lain dari kematangan awal Renoir, Bal du moulin de la Galette adalah potret khas Impresionis dari kehidupan nyata. Ini menunjukkan kekayaan bentuk, fluiditas sapuan kuas, dan kelapkelip, cahaya berbintik-bintik matahari. Apresias :


51 Dari tahun 1879 hingga 1894 lukisan itu menjadi koleksi pelukis Prancis Gustave Caillebotte; ketika dia meninggal itu menjadi milik Republik Perancis sebagai pembayaran untuk tugas kematian. Dari tahun 1896 hingga 1929 lukisan itu digantung di Musée du Luxembourg di Paris. Dari 1929 itu digantung di Musée du Louvre sampai dipindahkan ke Musée d'Orsay pada 1986. 2. Leonardo Da Vinci ( The Vitruvian Man )


52 Lukisan ini berdasarkan pada korelasi proporsi tubuh manusia yang ideal dengan geometri yang digambarkan oleh arsitek Romawi kuno Vitruvius dalam Buku III dari risalahnya De architectura. Vitruvius menggambarkan sosok manusia sebagai sumber utama proporsi antara tatanan klasik arsitektur. Vitruvius menetapkan bahwa tubuh yang ideal harus memiliki tinggi delapan kepala. Lukisan Leonardo biasanya diberi nama untuk menghormati arsitek. Apresiasi : Lukisan ini, dalam tinta di atas kertas, menggambarkan seorang pria dalam dua posisi yang tumpang tindih dengan tangan dan kakinya berjauhan dan terlukis dalam lingkaran dan persegi. Lukisan dan naskah tersebut kadang-kadang disebut Kanon Proporsi atau, lebih jarang, Proporsi Manusia. Lukisan ini tersimpan dalam Gabinetto dei disegni e stampe di Gallerie dell'Accademia, di Venesia, Italia, dengan referensi 228. Seperti kebanyakan karya di atas kertas, lukisan ini ditampilkan kepada publik hanya sesekali, jadi bukan merupakan bagian dari pameran umum museum. 3. Titian ( Venus of Urbino )


53 The Venus of Urbino adalah lukisan cat minyak oleh pelukis Italia Titian, yang tampaknya telah dimulai pada tahun 1532 atau 1534, dan mungkin selesai pada tahun 1534, tetapi tidak dijual sampai tahun 1538. Lukisan itu dipesan oleh Adipati Urbino, Guidobaldo II della Rovere sebagai hadiah untuk istri mudanya dan untuk merayakan pernikahannya pada tahun 1534. Apresiasi : Erotisisme lukisan tersebut menggambarkan seorang wanita muda telanjang yang mengingatkan kewajiban perkawinannya tentang apa yang harus dia penuhi kepada suaminya. Wanita muda itu diidentifikasi sebagai dewi Venus, sedang berbaring di sofa atau tempat tidur di sekitar istana Renaisans. Titian menonjolkan erotismenya melalui warna tubuhnya yang terang dan hangat yang kontras dengan latar belakangnya yang gelap. Dalam gambar ini, Venus menatap lurus ke arah penonton yang melakukan kontak mata. Dia tidak peduli dengan ketelanjangannya. Dia memegang mawar di tangan kanannya sementara dia meletakkan tangan lainnya di atas alat kelaminnya. 4. Pablo Picasso ( The wipping Woman )


54 The Weeping Woman adalah serangkaian lukisan minyak di atas kanvas karya Pablo Picasso, yang terakhir dibuat pada akhir 1937. Lukisanlukisan itu menggambarkan Dora Maar, nyonya dan inspirasiPicasso. Apresiasi : The Weeping Woman digambarkan sebagai karya seni wanita menangis yang paling kompleks, paling terfragmentasi dan paling berwarna. Selain kumpulan tangan, mulut, gigi, sapu tangan, dan air mata yang membingungkan di tengah lukisan, Picasso juga menggambarkan mata dengan perhatian analitis yang besar.


55 Nama:Maria Stella Margaretha Kelas:XII IPS 2 No.Absen:18 TUGAS SENI RUPA Penangkapan Pangeran Diponegoro Seniman: Raden Saleh Dibuat: 1857 Genre: Lukisan sejarah Media: Cat minyak Subjek: Diponegoro Lokasi: Museum Kepresidenan, Yogyakarta, Indonesia Ukuran: 112 cm × 178 cm (44 in × 70 in) Penangkapan Pangeran Diponegoro Karya Raden Saleh Raden Saleh merupakan salah satu pelukis dari Indonesia yang memiliki beberapa karya tersohor dan dikenal tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga mancanegara. Namun, tidak dapat dimungkiri karyanya yang paling terkenal adalah lukisan berjudul “Penangkapan Pangeran Diponegoro”. Sesuai dengan namanya, lukisan ini menggambarkan kisah Pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock. Terlihat pada lukisan ini bahwa Raden Saleh amat membela sosok Pangeran Diponegoro dan mengecam kelicikan Belanda dalam proses penangkapannya. Lukisan “Penculikan Pangeran Diponegoro” disimpan di Istana Kepresidenan setelah direstorasi pada tahun 2013 lalu karena keadaannya yang memburuk. Lukisan ini dianggap sebagai salah satu lukisan terbaik buah tangan pelukis dari Indonesia.


56 Gatotkaca dengan Pergiwa dan Pergiwati Seniman: basuki abdilah Dibuat: 1956 Lokasi: - Ukuran: 150 x 100 cm Gatotkaca dengan Pergiwa dan Pergiwati Karya Basuki Abdullah Selain Raden Saleh, masih banyak lagi pelukis Indonesia yang mempunyai karya-karya lukisan luar biasa dengan beragam kisah di baliknya. Salah satu dari lukisan ini adalah lukisan dengan judul “Gatotkaca dengan Pergiwa dan Pergiwati” karya Basuki Abdullah. Lukisan ini adalah lukisan yang secara spesifik dipesan langsung oleh Presiden Soekarno. Mulanya, Soekarno meminta Basuki Abdullah untuk menggambarkan tokoh pewayangan bernama Bima. Namun, setelah mengetahui keengganan Basuki Abdullah untuk melukis Bima, Presiden Soekarno menyarankan sang pelukis untuk mengilustrasikan tokoh pewayangan lain, Gatotkaca. Ide tersebut melahirkan lukisan yang mengilustrasikan sosok Gatotkaca yang terbang dan muncul dari balik awan serta sepasang perempuan kembar bernama Pergiwa dan Pergiwati. Lukisan Gatotkaca dengan Pergiwa dan Pergiwati saat ini terpajang di Ruang Resepsi Istana Merdeka.


57 Kebijaksanaan Dari Timur Seniman: Affandi Dibuat: 1967 Lokasi: Jefferson Hall, East-West Center, Honolulu Ukuran: 52 x 43 cm Kebijaksanaan dari Timur Karya Affandi Koesoema Affandi Koesoema merupakan salah satu pelukis yang paling produktif dari Indonesia. Beberapa sumber mengatakan kalau semasa hidupnya, Affandi Koesoema sudah melukis lebih dari 2000 lukisan dan sudah mengadakan puluhan pameran yang banyak di antaranya diadakan di luar negeri. Sosok ini memiliki banyak lukisan terkenal, salah satunya adalah lukisan berjudul “Kebijaksanaan dari Timur”. Lukisan tersebut mengilustrasikan sebuah tangan raksasa yang sedang menopang seorang manusia dan sosok pewayangan yang terkenal akan kebijaksanaannya, Ki Lurah Semar. Kebijaksanaan dari Timur dilukis pada tahun 1967 di di dinding bangunan Jefferson Hall, Honolulu, Hawaii. Lukisan ini merupakan salah satu bukti sahih bahwa tidak sedikitpelukis dari Indonesia yang bisa mendunia karena berhasil membuat karya seni luar biasa.


58 Solidaritas Seniman: Dolorosa Sinaga Dibuat: 2000 Lokasi: - Ukuran: 84 x 100 x 29 cm Pematung Dolorosa Sinaga selalu punya banyak isu kritik sosial yang diangkat dalam berbagai karya seni. Termasuk patung-patung yang dipamerkan dalam pameran seni Para Sekutu yang Tidak Bisa Berkata Tidak di Galeri Nasional Indonesia (GNI).Patungnya yang dipajang di Gedung A Galeri Nasional Indonesia itu, menurut Dolorosa Sinaga diambil dari peristiwa 1998 saat perempuan dari etnis China teraniaya. Lewat patung berjudul Solidaritas yang dibuat tahun 2000, pematung kelahiran 31 Oktober 1952 menghadirkan sosok tubuh perempuan. Dalam karyanya, ada para perempuan saling bergandengan tangan dan wajahnya menghadap ke atas, perempuan paling ujung tangan kirinya terangkat ke atas. Tujuh peempuan ini, kami simbolkan tidak pernah dirubuhkan, tidak akan bisa diinjak-injak. Secara citra dan bentuk, banyak yang membicarakan soal patung ini yang menarik menjadikannya pembahasan yang tidak terbatas. Dorolosa Sinaga mengatakan patung-patung yang dibuatnya kerap memperjuangkan suara yang terpinggirkan.


59 CONTOH APRESIASI KARYA Judul : The Bird Of Venus Tahun : 1484 Ukuran : 1,72 m x 2,78 m Media : Minyak Lukisan terkenal oleh pelukis dari Florence Sandro Botticelli, "The Birth of Venus", adalah mahakarya Renaissance. Penonton terpapar ke ruang terbuka, laut dan langit, seniman menggambarkan pagi hari ketika kegelapan malam telah menghilang dan dunia melihat Venus yang indah, yang baru saja lahir dari busa laut. Dewi Kecantikan ini berdiri di atas kerang laut, dan dewa angin Zephyr mendorongnya melewati ombak dan membantunya berenang ke pantai. Munculnya dewi di bumi ini adalah kemenangan - mawar terbang di kakinya, dan dewi Ora mempersembahkan kepada dewi kecantikan Cantik jubah yang sangat berharga untuk menyembunyikannya. Jubah dihiasi dengan bunga-bunga halus bersulam. Gambar pahlawan ditampilkan oleh seorang pelukis dengan fitur yang sangat indah, di mana kesempurnaan dan harmoni yang mencolok. Wajah sang dewi, seakan mengipasi oleh bayangan kesedihan, kelemahlembutan, helai rambut emas panjang yang indah yang ditimbulkan angin jatuh di pundaknya. CONTOH KARYA APRESIASI


60 Judul : Potrait Seorang Perempuan Dengan Gitar Tahun : 2013 Ukuran : 40cm x 59cm Media : Kanvas Media yang digunakan dalam lukisan di atas tergolong dalam mix media, dimana lebih dari satu media digunakan dalam pembuatan lukisan ini. Diantara media yang digunakan ialah cat minyak. Cat poster dan serbuk yang menyerupai perak. Dikatakan bahwa penggunaan mix media tersebut bertujuan agar dapat menimbulkan kesan meriah, berwarna dan tidak monoton Bagi seniman-seniman profesional dan orang-orang yang sudah mengenal seni rupa dengan sangat dalam, karya ini memang bisa dibilang tidak ada apa-apanya. Namun terkandung makna yang begitu dalam di balik lukisan ini. Seperti yang diungkapkan senimannya, lukisan ini dibuat untuk ibunya dan atas dasar kasih sayang kepada orang tuanya. Dia berfikir jika lukisan buatannya ini memenangkan perlombaan, maka dia akan mengajak kedua orang tuanya menyaksikan pameran perlombaan seni rupa itu, dia berharap orang tuanya bisa bangga kepadanya. Banyak kelemahan dalam lukisan ini, diantaranya adalah pemilihan warna yang tidak variatif karena warna-warna yang dipilih banyak berupa warna primer dan sedikit sekali digunakan warna sekunder apalagi warna tersier, jadi warna-warna pada lukisan tersebut cenderung tidak matang Konsep lukisannya sendiri, sang seniman ingin menunjukan suatu gambaran bagaimana perasaan seseorang (pelukis) ketika tengah memainkan gitar. Perasaan tersebut adalah perasaan yang Penuh warna, meliuk-liuk dengan tenang dan gemerlap bagaikan bintang. Dan semua perasaan. CONTOH KARYA APRESIASI


61 Identitas Karya Seni Pelukis: Hendra Gunawan Judul lukisan: "mencari kutu rambut" Bahan lukisan Cat Minyak Media: canvas 84cm x 65cm Tahun 1953 Narasi Hendra Gunawan adalah salah satu seniman lukisIndonesia. Dia pernah ditahan selama 13 tahun dimulai pada tahun 1965 hingga 1978. Selama didalam penjara beliau tetap berkarya membuat lukiasan bertema tentang kehidupan masyarakat pedesaan pada zamannya. Seperti panen padi, berjualan buah, kehidupan nelayan. Ada salah satu karyanya yang berjudul "mencari kutu rambut" yang dibuat pada tahun 1953. Lukisan ini menampilkan subjek matter yaitu seorang wanita yang sedang duduk mencari kutu wanita yang sedaang memangku anak perempuanya yang memegang wayang. Lukisan ini dibuat dengan media cat minyak diatas kanvas dengan ukuran 84cm x 65cm. Deskripsi Dalam lukisan "mencari kutu rambut" nampak Hendra menampilkan dua sosok wanita dewasa dengan memakai baju kebaya sederhana dengan rok menggunakan jarik, dan satu anak kecil yang sedang memegang wayang dengan dipangku salah seorang wanita dewasa. Wanita yang sedang mencari kutu menggunakan baju berwarna biru keputihan yang warnanya hampir sama dengan warna backgroun yang ingin ditampilkan dengan motif titik-titik berwarna-warni, dengan menggunakan rok dari jarik warna coklat, dengan rambut diikat. CONTOH KARYA APRESIASI


62 Nama Seniman:Basuki Abdullah MediaJudul: Cat Minyak pada Kanvas Diponegoro Memimpin Pertempuran Tahun Pembuatan:1940 Dimensi Karya:150 cm x 120 cm Deskripsi Karya Lukisan karya Basuki abdulah berjudul “Diponegoro Memimpin Pertempuran ini digarap pada tahun 1940. Lukisan ini berukuran 150 cm x120cm yang digarap menggunakan cat minyak pada kanvas. Pada lukisan ini menampilkan sosok pangeran Diponegoro dengan pakaian dan memakai sorban dengan warna putih kecoklatan serta memakai senjata keris sedang meninggangi kuda berwarna hitam. Pada lukisan ini Pangeran Diponegoro sedang menunggangi kuda yang berlari kencang dengan nenunjukkan jari tangan kanannya kearah sumping dan tangan kirinya memegang tali pada kuda dengan tatapan mata yang tajam. Pada background digambarkan seperti kobaran api yang membara dengan goresan – goresan yang ekspresif dengan warna merah, jingga, kuning, coklat, putih dan hitam


63 Nama: Muhammad Fadil Febriyanto Absen:20 Kelas:XII-IPS 2 TUGAS SENI BUDAYA APRESIASI KARYA SENIMAN INDONESIA/INTERNASIONAL LASKAR RAKYAT MENGATUR SIASAT Pelaku Seni : Affandi Sedang: Kanvas, Cat minyak Tahun Pembuatan 1946 Dimensi Karya : 130 cm x 152 cm x cm Deskripsi : Foto karya disumbangkan oleh Museum Affandi, dan lukisan ini menjadi koleksi Istana Kepresidenan RI. Saya mengapresiasi karya tersebut karena Lukisan ini ditujukan sebagai poster propaganda untuk menggelorakan semangat pejuang. Pada sisi atas terdapat tulisan "SekaliMerdeka Tetap Merdeka". Merupakan simbol bahwa lukisan ini dilukis mengambil peristiwa sesudah Bangsa Indonesia Merdeka, rakyat bersama tentara pejuang bersama bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan serta mengusir penjajah Belanda dari Bumi pertiwi tercinta.


64 DIPONEGORO MEMIMPIN PERTEMPURAN Pelaku Seni :Basuki Abdullah Medium :Oil paint, Canvas Tahun Pembuatan :1940 – 1960 Dimensi Karya :150 cm x 120 cm x cm Deskripsi :Foto karya berasal dari buku “Lukisan-lukisan dan Patung-patung Koleksi Presiden Sukarno dari Republik Indonesia, Jilid 1”, Panitia Penerbit Lukisan-lukisan dan Patung-patung Koleksi Sukarno (Lee Man Fong), Jakarta, 1964. Saya mengapresiasi karya tersebut karena lukisan ini Basuki Abullah berusaha menampilkan suasana pertempuran perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. Background pada lukisan yang yang digambarkan secara konsep seperti kobaran api memiliki arti semangat perjuangan Pangeran Diponegoro yang patang menyerah melawan penjajah pada masa itu. Keris pada lukisan ini menunjukkan senjata tradisional bangsa Indonesia. Dengan menunggangi kuda yang berlari kencang, menujuk tangan kanannya kearah samping dengan tatapan mata yang tajam menunjukkan keberanian dalam melawan musuh-musuhnya serta Memimpin prajuritnya maju berperang.


65 KAPAL LAUT DILANDA BADAI 1. Nama pelukis : Raden Saleh 2. Tahun 1837 3. Media : Cat minyak pada kanvas 4. Ukuran : 97 x 74 cm 5. Aliran : Romantisme 6. Deskripsi :Koleksi Galeri Nasional Indonesia. Karya ini dipamerkan di Pameran Monografis Raden Saleh “Raden Saleh dan Permulaan Lukisan Indonesia Modern“ dikuratori oleh Dr. Werner Kraus, 3 – 17 Juni 2012, di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Saya mengapresiasi karya tersebut karena melalui lukisan ini Raden Saleh mengungkapkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dunia imajinasi dan menyatakan dunia nyata. Perpaduan keduanya terwujud dalam ekspresi visual yang


66 dramatis, emosional, sekaligus misterius. Meski demikian, para seniman romantis—Raden Saleh salah satunya—sering juga berkarya berdasarkan kenyataan aktual.


67 AWAN BERARAK JALAN BERSIMPANG Pelaku Seni : Harijadi Sumadijaya Sedang: Kanvas, Cat minyak Tahun Pembuatan : 1955 Dimensi Karya : 181 cm x 140 cm x cm Deskripsi : Foto karya berasal dari buku "Lukisan-lukisan dan Patung-patung Koleksi Presiden Sukarno dari Republik Indonesia, Jilid 1", Panitia Penerbit Lukisan-lukisan dan Patung-patung Koleksi Sukarno (Lee Man Fong), Jakarta, 1964. Saya mengapresiasi karya tersebut karena melalui lukisan itu seperti puisi, dia seharusnya bukan representasi dari hal lain. Fase-fase simbolik, personifikasi, metaforik, dan lain sebagainya, harus berhasil dilewati lalu dijadikan utuh sebagai sebuah bentuk bahasa. Apalagi kalau dilihat tahun karya ini dibuat, memang benar-benar menggambarkan situasi psikologis manusia Indonesia yang berpikir: Mau ke mana Indonesia ini? Artinya sang seniman juga memikirkan situasi negara; peduli, bukan protes atau marah atau apa. Ya, saya


68 jadi bisa lihat bahwa menurut si seniman, permasalahan negara ini adalah perihal kejiwaan manusianya, mental manusianya.


69 Interchange karya Willem de Kooning Seniman : Willem de Kooning Tahun 1955 Media : Cat Minyak, Kanvas Ukuran: 200,7 x 175,3cm Lokasi : Museum Seni, Norton Deskripsi Interchange , juga dikenal sebagai Interchanged , adalah lukisan cat minyak ekspresionis abstrak tahun 1955 di atas kanvas karya pelukis Belanda-Amerika Willem de Kooning (1904– 1997). Seperti Jackson Pollock , de Kooning adalah salah satu seniman awal gerakan ekspresionisme abstrak , gerakan seni modern Amerika pertama. Lukisan itu berukuran 200,7 kali 175,3 sentimeter (79,0 kali 69,0 inci) dan selesai pada tahun 1955. Itu menandai transisi subjek lukisan de Kooning dari wanita ke lanskap perkotaan abstrak. Ini mencerminkan transisi dalam teknik melukis de Kooning karena pengaruh seniman Franz Kline, yang menginspirasi de Kooning untuk melukis dengan tanda gestur yang dibuat dengan cepat sebagai lawan dari sapuan kuas yang kasar. Lukisan itu menampilkan massa merah muda berdaging di tengahnya, mewakili seorang wanita yang sedang duduk. Nafea Fa Ipaipo?


70 Karya Paul Gauguin Seniman : Paul Gauguin Tahun 1892 Media : Cat Minyak, Kanvas Ukuran: 101 x 77cm Lokasi : Fondation, Beyeher, Swiss Deskripsi When Will You Marry? (bahasa Tahiti: Nafea faa ipoipo?) adalah lukisan minyak tahun 1892 karya seniman Pasca-Impresionis Prancis Paul Gauguin. Dipinjamkan ke Kunstmuseum di Basel, Swiss selama hampir setengah abad, lukisan ini dijual secara pribadi oleh keluarga Rudolf Staechelin pada seorang pembeli tak dikenal, kabarnya Qatar Museums, pada bulan Februari 2015 dengan harga hampir $300m (£197m), harga tertinggi yang pernah dibayarkan untuk sebuah karya seni.Lukisan ini dipamerkan di Fondation Beyeler, Riehen, sampai tanggal 28 Juni 2015. Lukisan Nyai roro kidul


71 Karya Basuki Abdullah Seniman : Basuki Abdullah Tahun 1964 Media : Cat Minyak, Kanvas Ukuran: 120 x 159cm Lokasi : Istana Kepresidenan Deskripsi Karya Basoeki Abdullah ini menjadi salah satu lukisan yang memiliki nilai legenda Nusantara. Sosok Nyi Roro Kidul diyakini oleh kebanyakan masyarakat sebagai penguasa Pantai Selatan Pulau Jawa. Konon katanya, Basoeki Abdullah sempat bertemu dengan Nyi Roro Kidul saat beliau naik sepeda dan bersembahyang di Pantai Parangtritis. Ia mendengar adanya suara di tepi pantai dan akhirnya mengakui bahwa Nyi Roro Kidul benar adanya dan dapat ditemui di Pelabuhan Ratu atau sepanjang Laut Selatan. Alasan tersebutlah yang membuat Basoeki Abdullan melukis sosok Nyi Roro Kidul. Selama proses melukisnya, Basoeki sempat terkendala karena ia tidak pernah melihat jelas wajah Nyi Roro Kidul sampai akhirnya ia menggunakan model sebagai representasinya. Namun, semua model yang akan berperan sebagai Nyi Roro Kidul menderita sakit parah sampai-sampai sebagian dari mereka tidak tertolong.


72 Badai Pasti Berlalu Karya Basuki Abdullah Seniman : Basuki Abdullah Tahun 1971 Media : Cat Minyak, Kanvas Ukuran: 137 x 92cm Lokasi : - Deskripsi Lukisan karya Affandi yang berjudul “Badai Pasti Berlalu” menceritakan tentang perjuangan manusia yang mengarungi samudera luas untuk mencapai suatu tempat tujuan. Layaknya sifat alamiah manusia yang pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang ingin dia miliki, lukisan ini sangat menggambarkan nuansa perjuangan manusia. Namun, sebagaimana manusia yang hanya bisa mengusahakan tetapi hanya Tuhan lah yang menentukan takdir. Di tengah perjuangan manusia untuk mencapai tujuan mereka, hadirlah ombak badai yang kecil hingga besar yang menggoyahkan semangat mereka. Namun, sejatinya jika manusia ikhlas dengan apapun yang akan terjadi semuanya akan membawa kita ke tujuan terbaik kita.


73 The Sunblid Karya Juan Gris Seniman : Juan Gris Tahun 1914 Media : Guas, Kertas, Kapur, Arang, dan Kanvas Ukuran: 921 x 727mm Lokasi : Tate Deskripsi The Sunblind adalah karya seniman Spanyol Juan Gris yang diproduksi pada tahun 1914. Ini menampilkan tirai venetian yang sebagian tertutup, di mana cahaya menerangi gelas anggur dan melemparkan bayangannya ke permukaan meja kayu. Bidang datar berwarna hitam dan abuabu menunjukkan area bayangan dan cahaya yang bermain di permukaan kaca. Kapur biru muda dan putih telah digunakan untuk menyorot lintasan cahaya dan bayangan lebih lanjut ditepi tirai, sisi kanan kaca, dan di sekeliling bentuk meja. Batang kaca telah dibuat sketsa longgar dengan kapur putih untuk memberikan kesan bentuk, dan bilah tirai yang dibuat dengan hatihati memberikan gerakan diagonal dari kiri ke kanan, yang dicerminkan oleh meja. Komposisinya seimbang dan dibingkai oleh area padat arang hitam di bagian tengah, samping, dan bawah gambar. Paletnya sejuk dan tidak bersuara serta memberikan pengaturan interior suasana yang tenang dan hening. Kepala tiang dipotong dari koran asli,Le Socialiste , ditempelkan di kiri tengah gambar, dipelintir dan dipecah sedikit sesuai dengan bentuk kacanya. Sepotong tambahan dari apa yang tampak seperti koran kolase telah ditempelkan di bagian atas tirai dan dicat. Objek ditampilkan dari beberapa perspektif dari atas dan ke samping. Salvator Mundi


74 karya Leonardo Da vinci Seniman : Leonardo Da Vinci Tahun 1510 Media : - Ukuran: 66 x 45cm Lokasi : Arab Saudi Deskripsi Lukisan Salvator Mundi dibuat tahun pada tahun 1490 dan selesai tahun 1500 oleh pelukis terkenal yaitu Leonardo Da Vinci. Lukisan ini awalnya dibuat untuk Raja Louis XIV dari Prancis dan istrinya Permaisuri Anne dari Britania. [3] Namun lukisan ini dinyatakan hilang Saat keluarga Kerajaan Prancis menikahkan puterinya Henriette Marie pada tahun 1625 dengan Raja Charles I dari Inggris yang terkenal sebagai kolektor seni paling terkemuka. Ia meminta istrinya untuk membawa lukisan tersebut ke Inggris dan menyimpannya di kamar pribadi Ratu, di Greenwich Palace. Lukisan Salvator Mundi menggambarkan sosok Yesus mengenakan gaun renaisans biru anakronistik, membuat tanda salib dengan tangan kanannya. Sementara, tangan kirinya memegang bola kristal transparan tanpa pembiasan, mengisyaratkan perannya sebagai Salvator Mundi dan mewakili “bola langit” dari surga. Balinese Procession


75 karya Lee Man Fong Seniman : Lee Man Fong Tahun 1941 Media : Cat Minyak Ukuran: 90 x 180cm Lokasi : Istana Negara Deskripsi Lukisan yang berjudul “Balinese Procession” ini merupakan lukisan karya Lee Man Fong, seorang pelukis asal Cina yang lama menetap di Indonesia. Ia juga merupakan pelukis yang sering melukis tentang binatang sekaligus pelukis Istana Kepresidenan di era Ir. Soekarno. Lukisan-lukisan karya Lee Man Fong banyak dijadikan sebagai lukisan koleksi Istana Negara. Lukisan “Balinese Procession” mampu menyihir mata dunia dan terjual seharga Rp 27,28 miliar di balai lelang Sotheby’s Hong Kong pada April 2017. Lukisan tersebut merupakan pengalamannya saat ia bermukim di Bali dalam waktu yang cukup lama. Kebakaran Hutan


76 Krya Raden Saleh Seniman : Raden Saleh Tahun 1849 Media : - Ukuran: 300 x 395cm Lokasi : Galeri Nasional Pemerintah Singapura Deskripsi Forest Fire adalah lukisan Raden Saleh yang diberikan sebagai hadiah pada King William III pada 1850. Satu tahun setelahnya, Raden Saleh dianugerahi dengan julukan 'Pelukis Sang Raja'. Lukisan yang dibuat pada 1849, menjadi lukisan terbesar yang pernah dibuat oleh Raden Saleh. Salah satu masterpiece Raden Saleh ini, dipajang dan dimiliki oleh Galeri Nasional Singapura. Bukan hanya Kebakaran Hutan, ada sederet lukisan lain juga, seperti Merapi, Eruption by Day (1865) dan Merapi, Eruption by Night (1865).


77 Antara hidup dan mati Karya Raden Saleh Pelaku Seni : Raden Saleh Medium : Oil paint, Canvas Tahun Pembuatan 1870 Dimensi Karya : 263 x 193cm Deskripsi Lukisan “Perkelahian dengan Singa” karya Raden Saleh dikenal juga dengan julukan “Antara Hidup dan Mati”. Bersama lukisan “Berburu Banteng II”, lukisan ini dihadiahkan Ratu Belanda Juliana kepada Pemerintah Indonesia pada tahun 1970, satu abad setelah lukisan tersebut selesai dibuat. Melalui karya "Antara Hidup dan Mati", Raden Saleh terlihat mampu mengungkapkan suasana ketegangan dengan sangat baik. Adapun lukisan ini menggambarkan seorang penunggang kuda dari Arab (representasi dari negara Asia) yang diterkam oleh seekor singa (representasi dari negara Eropa), dan seorang berkulit hitam yang tertimpa singa (Afrika). Jika ditafsirkan lebih jauh, terdapat pesan perlawanan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika terhadap penindasan yang dilakukan oleh bangsa Eropa.


78 Monumen Selamat Datang Karya Edhi Sunarso Letak : Jl Bundaran HI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Indonesia Dibangun : 17 Agustus 1961 Arsitek : Henk Ngantung Pemahat : Edhi Sunarso Trubus Soedarsono Deskripsi: Monumen ini dapat dikatakan sebagai salah satu karya paling ambisius yang pernah Edhi Sunarso buat. Monumen Selamat Datang dibuat dengan tujuan menyambut orang-orang yang datang dan berkunjung dari Monumen Nasional (Monas). Jika diperhatikan, 2 sosok yang melambaikan tangan ini memang menghadap ke Monas. Cerita Monumen Selamat Datang tidak berhenti sampai di situ. Edhi Sunarso diminta langsung oleh Presiden Soekarno untuk membuat patung yang bertujuan “menyapa” orang-orang dari Monas sekaligus untuk menyemarakkan Asian Games 1962 yang diadakan di Jakarta.


79 Patch of Grass Vincent van Gogh Pelaku Seni : Vincent van Gogh Medium : - Tahun Pembuatan 1887 Dimensi Karya : - Deskripsi Vincent van Gogh sebagian besar hidupnya sangat miskin dan seperti kebanyakan pelukis yang sedang berjuang, Dia sering kembali menggunakan kanvas lamanya sampai 20 lukisan yang tersimpan di Museum Van Gogh di Amsterdam, Belanda atau sekitar 15 persen dari keseluruhan karya Vincent van Gogh. Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 oleh para ilmuwan di Belanda dan Perancis mengatakan lukisan yang sebelumnya tidak diketahui oleh van Gogh tersembunyi di balik “Patch of Grass” yang dilukisnya di Paris pada tahun 1886 atau 1887. Dengan menggunakan Sinar-X, Para peneliti dapat mengetahui akselerator dan sinkrotron untuk mengindetifikasi unsur-unsur kimia dalam pigmen lapisan cat yang tersembunyi tanpa mempengaruhi cat di permukaan. Data dari pemindaian sinar-X digunakan untuk menciptakan citra digital dari lukisan tersembunyi seorang wanita petani Belanda yang ditunjukkan dari karier awal van Gogh sebagai seniman.


80 Napoleon Crossing The Alps Jacques Louis David Seniman :Jacques-Louis David Tahun :1801 Minyak :Sedang di atas kanvas Dimensi : 261 cm × 221 cm (102+1/3 inci × 87 inci) Lokasi :Château de Malmaison, Rueil-Malmaison Deskripsi Kini, lukisan tersebut telah tersimpan di salah satu rumah bangsawan yang bernama Chateau de Malmaison dengan jarak sekitar 12.6 km dari pusat kota Paris.Deskripsi Ini adalah salah satu lukisan yang paling ikonik di dunia. Napoleon Crossing The Alps memperlihatkan kegagahan seorang pemimpin militer Prancis Napoleon Bonaparte.


81 Hal yang membuat lukisan ini sangat terkenal di dunia karena dilukis oleh pelukis terkenal asal Prancis yaitu Jacques Louis David. Kini, lukisan tersebut telah tersimpan di salah satu rumah bangsawan yang bernama Chateau de Malmaison dengan jarak sekitar 12.6 km dari pusat kota Paris.


82 Nama : Nabilah Adellia Putri Kelas : XII IPS 2 Absen : 24 "The Persistence of Memory - Salvador Dali" Seniman: Salvador Dali Lokasi: Museum of Modern Art (sejak 1934) Dibuat: 1931 Media: Cat Minyak, Perunggu Genre: Alegori Dimensi: 24 cm x 33 cm Periode: Surealisme The Persistence of Memory ( Katalan : La persistència de la memòria ) adalah lukisan tahun 1931 karya seniman Salvador Dalí dan salah satu karya Surealisme yang paling dikenal . Pertama kali ditampilkan di Galeri Julien Levy pada tahun 1932, sejak tahun 1934 lukisan tersebut telah menjadi koleksi Museum Seni Modern (MoMA) di New York City , yang menerimanya dari seorang donor anonim. Hal ini diakui secara luas dan sering disebut dalam budaya populer, dan kadang-kadang disebut dengan judul yang lebih deskriptif, seperti "Jam Melting", "Jam Tangan Lembut" atau "Jam Tangan Melting". Karya surealis yang terkenal itu memperkenalkan citra arloji saku yang meleleh lembut. Ini melambangkan teori Dalí tentang "kelembutan" dan "kekerasan", yang merupakan pusat pemikirannya pada saat itu. Seperti yang ditulis Dawn Adès , "Jam tangan lunak adalah simbol tak sadar dari relativitas ruang dan waktu, meditasi surealis tentang runtuhnya gagasan kita tentang tatanan kosmik tetap". Interpretasi ini menunjukkan bahwa Dali menggabungkan pemahaman tentang dunia yang diperkenalkan oleh teori relativitas khusus Albert Einstein . Ditanyakan oleh Ilya Prigogine Apakah memang demikian, Dalí menjawab bahwa jam tangan lunak tidak terinspirasi oleh teori relativitas, tetapi oleh persepsi surealis tentang Camembert yang meleleh di bawah sinar matahari.


83 "The Raft of the Medusa- Jean-Louis André Théodore Géricault" Seniman: Jean-Louis André Théodore Géricault Lokasi: Museum Louvre (Musée du Louvre) Dibuat: 1816 Media: Cat minyak dan kanvas Genre: Romantisme yang menggambarkan aspek kemanusiaan dan politik. Dimensi: Lukisan The Raft of the Medusa memiliki tinggi 491 cm dan panjang 716 cm Periode: Surealisme The Raft of the Medusa (Le Radeau de la Méduse) adalah karya lukisan cat minyak yang dibuat oleh pelukis dan penulis litografi asal Prancis yang bernama Jean-Louis André Théodore Géricault. Lukisan yang dibuat pada abad ke-19 tersebut dianggap sebagai ikon romantisme yang menggambarkan aspek kemanusiaan dan politik. Lukisan kontroversial yang dilukis oleh Jean-Louis André Théodore Géricault tersebut menggambarkan kisah yang mengerikan mengenai bangkai kapal perang Prancis Méduse Pada tanggal 5 Juli tahun 1816, setidaknya ada 147 orang yang berada di atas rakit yang telah dibangun dengan tergesa-gesa dengan menggunakan kayu dari bangkai kapal Meduse . Sebagian besar dari mereka meninggal, dan hanya 15 orang yang selamat dalam 13 hari sebelum mereka akhirnya diselamatkan. Kisah tersebut menggambarkan peristiwa mengerikan dimana orang-orang tersebut mengalami kelaparan, dehidrasi, bahkan melakukan kanibalisme. Lukisan The Raft of the Medusa memiliki tinggi 491 cm dan panjang 716 cm yang dilukis dengan medium menggunakan cat minyak dan kanvas. Lukisan yang mengangkat unsur romantisme tersebut dilukis oleh pelukis asal Prancis yang bernama Jean-Louis André Théodore Géricault. Sebelum melukis, dia mengumpulkan berbagai data dan informasi, serta melakukan penelitian dan studi persiapan terhadap kisah tersebut, dengan maksud agar hasil lukisannya maksimal. Lukisan The Raft of the Medusa yang menjadi kontroversial tersebut saat ini dipajang di Museum Louvre (Musée du Louvre).


84 "Sunflower - Vincent van Gogh" Seniman: Vincent van Gogh Dibuat: Agustus 1887–September 1887 Genre: Alam benda Lokasi: Metropolitan Museum of Art Media: Cat minyak Bagian dari seri: Bunga Matahari Dukungan: Kanvas Sunflower oleh Vincent van Gogh adalah simbol penting dalam dunia seni. Lukisan ini mencerminkan keindahan dan kehidupan yang sementara serta kekuatan seni dalam mempengaruhi budaya. Sunflower tetap menjadi salah satu karya seni yang paling diakui dan dikagumi sepanjang masa, serta selalu mengingatkan kita akan keindahan alam dan kekuatan ekspresi kreatif.


85 "The Mond Crucifixion-Raffaello Sanzio" Seniman: Raffaello Sanzio Dibuat: 1503 Dimensi: 2,83 m x 1,67 m Genre: Seni rupa Kristen Lokasi: Galeri Nasional, National Portrait Gallery Media: Cat minyak Periode: Renaisans Tinggi, Renaisans Italia The Mond Crucifixion or Gavari Altarpiece adalah minyak pada panel poplar bertanggal 1502–1503, menjadikannya salah satu karya paling awal oleh seniman Renaisans Italia Raphael , mungkin yang kedua setelah Altarpiece Baronci c.1499-1500 . Awalnya terdiri dari empat elemen, tiga di antaranya bertahan, sekarang semuanya terpisah: panel utama Kristus yang Tersalib dengan Perawan Maria, Orang Suci dan Malaikat yang diwariskan ke Galeri Nasional, London , oleh Ludwig Mond , dan predella tiga panel. dari mana satu panel hilang; dua panel yang masih hidup adalahEusebius dari Cremona membangkitkan Tiga Pria dari Kematian dengan Jubah Saint Jerome di Museu Nacional de Arte Antiga , di Lisbon , dan Saint Jerome menyelamatkan Silvanus dan menghukum Heretic Sabinianus di Museum Seni Carolina Utara.


86 1. Nafisha Amanda Putri (25) Judul : Kakek Petarung Ayam Pelukis : Lee man Fong Tahun 1941 Ukuran : 83 × 61 cm Media : Cat minyak di atas kanvas Deskripsi : Pada lukisan ini terdapat simbol kakek dan ayam yang paling dominan. Nampaknya pelukis ingin menyajikan karyanya ini dengan secara alami kehidupan seorang kakek yang sering mengadukan ayamnya. Terlihat bahwa pelukis menampilkan latar belakang si kakek yang merupakan orang desa. Lukisan ini sangat klasik dan sangat menampilkan suasana yang ingin dibuat oleh si pelukis. Si pelukis pun seperti tanpa ragu dalam memainkan kuasnya dan warnanya dalam menggambar, terlihat dari goresan kuas pada lukisan tersebut.


87 2. Nafisha Amanda Putri Judul : Dinamika Pelukis : Sukma Toshar Tahun 2012 Ukuran : 98 × 135 cm Media : Akrilik pada kanvas Deskripsi : Pada lukisan ini terdapat simbol yang terlihat seperti tulang rusuk. Garis- garis tersebut sangat tegas, spontan, dan beraturan. Lukisan ini memiliki keindahan yang berbedabeda, tergantung interpretasi setiap penikmat, karena memang ini lukisan abstrak. Pada lukisan ini, pelukis ingin menggambarkan kehidupan yang dinamis. Meskipun sesuatu yang sangat abstrak, namun memiliki alur yang jelas. `


88 3. Nafisha Amanda Putri Judul : The Thinker Pembuat : Auguste Rodin Tahun 1904 Ukuran : 185 cm Media : Perunggu Deskripsi : Digambarkan dengan sesosok laki-laki telanjang yang duduk di atas batu dengan dagunya bertumpu di satu sisi seolah-olah tenggelam dalam pikiran. Dalam karyanya ini, ia mencoba menampilkan bagaimana gambaran dari filsafat. Suatu ilmu untuk memahami kehidupan yang rumit dan perlu pemikiran mendalam untuk memahaminya. Raut wajah yang ditampilkan dalam karyanya dibuat senyata mungkin hingga dapat menampilkan sesosok pria yang sedang benar-benar berpikir. Robin menunjukkan bahwa untuk menekuni atau bahkan hanya memahami kehidupan ini kita harus berpikir lebih mendalam. Entah itu untuk menentukan pilihan hidup maupun untuk melakukan suatu tindakan. Kita sebagai manusia hendaknya berhati-hati dalam bertindak, berkata, maupun memilih sesuatu karena segala sesuatu yang kita lakukan di hidup ini sangat berpengaruh pada kehidupan selanjutnya.


89 4. Nafisha Amanda Putri Judul : The Starry Night Pembuat : Vincent van Gogh Tahun 1889 Ukuran : 73.7 cm × 92.1 cm Media : Cat minyak di atas kanvas Deskripsi : Lukisan tersebut menggambarkan pemandangan dari jendela yang menghadap ke arah timur dari kamar rumah sakit jiwanya di Saint-Rémy-de-Provence, tepat sebelum matahari terbit, dengan tambahan sebuah desa yang diidealkan. Van Gogh menggambarkan pemandangan pada waktu yang berbeda dalam satu hari dan dalam berbagai kondisi cuaca, seperti matahari terbit, bulan terbit, hari yang dipenuhi sinar matahari, hari mendung, hari berangin, dan satu hari dengan hujan.


90 TUGAS SENI BUDAYA “APRESIASI SENI” Nama : Patricia Feby C.Risamasu Kelas : XII - IPS 2 No. Absen : 26 1. Perjamuan Terakhir Karya : Lonardo da Vinci Tahun : 1495-1948 Lokasi : Santa Maria delle Grazie Dimensi Karya : 4,6 m x 8,8 m Media : Tempera, mastik, Gesso, Gegala Lukisan ini menggambarkan suasana Perjamuan Terakhir Yesus dengan para rasulnya, seperti yang diceritakan dalam Injil Yohanes, 13:21.[2] Leonardo telah melukiskan kekhawatiran yang terjadi di antara Dua Belas Murid ketika Yesus mengumumkan bahwa salah satu dari mereka akan mengkhianatinya. Dikarenakan metode yang digunakan, berbagai faktor lingkungan, dan kerusakan yang disengaja, sangat sedikit lukisan asli yang masih ada sampai sekarang meskipun banyaknya upaya restorasi, yang terakhir diselesaikan pada tahun 1999.


Click to View FlipBook Version