91 2. Penciptaan Adam Karya : Michelangelo Buonarroti Tahun : 1508-1512 Lokasi : Kapel Sistina Dimensi Karya : 2,8 m x 5,7 m Media : Cat, plester Selain indah, lukisan ini menggambarkan definisi dan ciri ciri masa renaisance secara tidak langsung yaitu manusia sebagai objek kehidupan dan objek seni. Lukisan ini terletak di langit langit Kapel Sistinia yang berada di Vatikan. Secara umum lukisan ini menggambarkan proses penciptaan Adam oleh Tuhan. Awal Mula penciptaan lukisan ini berawal dari permintaan Paus Julius II kepada Michaelangelo untuk mendekorasi Kapel Sistinia, Michaelangelo pun menyanggupi pekerjaan tersebut dengan percaya diri dan menyelesaikan lukisan tersebut dalam waktu 4 tahun. Di sebelah kanan digambarkan sosok Tuhan dengan dengan jubah merah yang mengelilinginya. Terlihat juga bahwa sosok Tuhan dalam lukisan tersebut memeluk wanita yang diperkirakan sebagai hawa yang menunggu zat duniawi sehingga dapat memulai kehidupannya. Sosok Tuhan tampak mengulurkan tangan-Nya dan menunjuk ke arah seorang lakilaki yang diperkirakan sebagai sosok Adam. Alasan sosok Tuhan mengulurkan tangan dan menunjuk ke arah Adam yaitu sebagai lambang Tuhan memberikan percikan kehidupan pada Adam sebagai manusia yang pertama kali diciptakan.
92 3. The Mildmaid Karya : Johannes Vermeer Tahun : 1657-1658 Lokasi : Rijksmuseum, Amsterdam, The Netherlands Dimensi Karya : 45,5 cm x 41 cm Media : Cat minyak diatas kanvas Lukisan itu memperlihatkan seorang pemerah susu, seorang wanita yang memerah susu sapi dan membuat produk susu seperti mentega dan keju, di sebuah ruangan sederhana dengan hati-hati menuangkan susu ke dalam wadah tembikar jongkok di atas meja. Para pemerah susu mulai bekerja hanya di kandang sebelum rumah-rumah besar mempekerjakan mereka untuk melakukan pekerjaan rumah juga daripada mempekerjakan lebih banyak staf. Juga di atas meja di depan pemerah susu ada berbagai jenis roti. Dia adalah seorang wanita muda bertubuh kekar yang mengenakan topi linen bersih, celemek biru, dan lengan baju kerja yang didorong ke atas dari lengan bawah yang tebal. Penghangat kaki ada di lantai di belakangnya, dekat ubin dinding Delft yang menggambarkan Cupid dan sosok dengan tiang. Aliran cahaya yang kuat dari jendela di sisi kiri kanvas. Lukisan itu sangat ilusionistik, tidak hanya menyampaikan detail tetapi juga rasa berat wanita dan meja.
93 4. Gadis dengan Anting-anting Karya : Johannes Varmer Tahun : 1665 Lokasi : Mauritshuis Dimensi Karya : 44cm x 39cm Media : Cat Minyak Gadis dengan Anting Mutiara adalah lukisan yang menciptakan suasana sensualitas dan misteri. Pemandangan itu mungkin merupakan inti dari keseluruhan karya dan bibir yang terbuka menunjukkan semangat dan detailnya. Namun titik fokus dari seluruh lukisan terfokus pada mutiara dan kilatan cahaya yang menyinari wajah. Seluruh lukisan menyajikan komposisi geometris yang hampir sempurna, sederhana namun pada saat yang sama sangat seimbang, dengan harmoni yang baik dan kesatuan yang utuh.
94 The Lovers Judul : The Lovers Karya : Rene Magritte Tahun : 1928 Lokasi : Prancis Dimensi Karya : 54 x 73.4cm Media : Minyak, Canva Sang Pecinta II(1928), adalah lukisan cat minyak di atas kanvas yang menggambarkan dua orang berpelukan. Sosok-sosok itu saling berciuman melalui cadar. Mereka terletak di sebuah ruangan dengan dinding belakang, dinding samping dan langitlangit yang terlihat. Sosok laki-laki mengenakan jas hitam dan dasi dengan kemeja putih polos.Dia memeluk seorang wanita yang mengenakan pakaian merah tanpa lengan dengan garis putih. Lengan kecokelatan wanita itu terlihat. Pria berada dalam posisi dominan relatif terhadap wanita. Dia memiringkan kepalanya sementara dia menutup untuk mencium. Kedua sosok itu memiliki kerudung keputihan yang menutupi seluruh wajah dan leher mereka. Pada kedua sosok tersebut, kerudung dikencangkan di bagian depan wajah dan bagian atas kepala lalu dilonggarkan ke arah belakang. Elemen yang membentuk lukisan ini adalah ruangan dan
95 kekasih. Berbeda dengan adegan erotis dan romantis Ciuman karya Gustav Klimt , Magritte menampilkan dua sosok dengan wajah tertutup kain putih, terkunci dalam pengaturan yang ambigu, dan tidak dapat benar-benar berkomunikasi atau berinteraksi, banyak yang bertanyatanya apakah ini mencium pelecehan cinta. Andog Jogja Judul : Andog Jogja Karya : Affandi Tahun : 1963 Lokasi : Jogjakarta Media : Minyak, Canva Melukiskan aktifitas para delman dengan Andong mereka, lalu lalang melintasi jalan-jalan antar kampung mengantarkan penumpang, barang-barang dagangan dan lainya, nuansa damai pedesaan dalam kehidupan bersahaja, menyentuh Affandi untuk menuangkan inspirasinya diatas canvas dengan gaya lukisan abstrak unik, kombinasi warna mengalir dan berpadu dengan sendirinya diatas canvas, sapuan tangan sebagai pengganti kuas, goresan plototan cat langsung dari tube nya, nampak lukisan abstrak dengan tekstur ekstrem, dan terciptalah lukisan berjudul "Andong jogja" ini.
96 Andong merupakan sebuah alat transportasi tradisional berbentuk gerobak yang ditarik oleh kuda, hingga saat ini Andong-andong tersebut masih digunakan sebagai alat trasportasi dan wisata bagi masyarakat Jogja, dan Andong sendiri menjadi salah satu ciri khas dari kota Jogjakarta. Three Musicians Judul : Three Musicians Karya : Pablo Picasso Tahun : 1921 Lokasi : New York Dimensi Karya : 200,7 x 222,9cm Media : Minyak, Canva Tiga Musisi adalah lukisan besar berukuran lebar dan tinggi lebih dari 2 meter. Itu dicat dengan gaya Kubisme Sintetis dan memberikan tampilan potongan kertas.
97 Picasso melukis tiga musisi yang terbuat dari bentuk abstrak yang datar, berwarna cerah, di ruangan dangkal seperti kotak. Di sebelah kiri pemain klarinet, di tengah pemain gitar, dan di sebelah kanan penyanyi memegang lembaran musik. Mereka berpakaian seperti sosok yang akrab: Pierrot, mengenakan setelan biru dan putih; Harlequinn, dengan kostum bermotif berlian oranye dan kuning; dan, di sebelah kanan, seorang biarawan berjubah hitam. Di depan Pierrot berdiri sebuah meja dengan pipa dan benda-benda lainnya, sedangkan di bawahnya ada seekor anjing, yang perut, kaki, dan ekornya mengintip dari belakang kaki musisi. Seperti panggung kotak cokelat tempat ketiga musisi itu tampil, semua yang ada di lukisan ini dibuat dengan bentuk datar. Di belakang setiap musisi, lantai coklat muda berada di tempat yang berbeda, memanjang lebih jauh ke kiri daripada ke kanan. Membingkai gambar, lantai dan dinding datar membuat ruangan miring, tapi para musisi tampak mantap. Picasso mengatakan dia senang ketika "Gertrude Stein dengan gembira mengumumkan... bahwa dia akhirnya mengerti apa... ketiga musisi itu dimaksudkan untuk menjadi. Itu masih hidup!" Wanita Bali Menenun Judul : Wanita Bali Menenun Karya : Le Man Fong Tahun : 1940-1964 Dimensi Karya : 46,5 x 56cm
98 Media : Watercolor, Paper, Ink Lukisan Lee man fong kebanyakan menggunakan media cat minyak diatas board, cat minyak diatas canvas dan cat air diatas kertas/ sutera, namun hanya beberapa karya lee man fong yang menggunakan media kering seperti konte/ pastel diatas kertas, salah satunya adalah lukisan bertema " Gadis Bali sedang menenun ". Lee man fong merupakan salahs satu diantara pelukis - pelukis maestro yang terinspirasi oleh pesona alam dan kehidupan masyarakat Bali, banyak sekali lukisan Lee man fong yang bertema " Bali life " kehidupan rakyat Bali, seperti Pasar Bali. Lukisan Gadis Bali sedang menenun ini merupakan salah satu lukisan koleksi Bung Karno. TUGAS SENI BUDAYA NAMA : Rahmi Azizah Salma Kelas : XII IPS 2 Absen : 28
99 Les Demoiselles d'Avignon Pablo Picasso Seniman : Pablo Picasso Tahun 1907 Media : Minya, kanvas Ukuran: 243,9 x 233,7cm Tempat : Museum of Modern Art, New York Deskripsi Bagian dari koleksi permanen Museum of Modern Art di New York, lukisan itu menggambarkan lima pelacur wanita telanjang di sebuah rumah bordil di Carrer d'Avinyó, sebuah jalan di Barcelona , Spanyol. Setiap sosok digambarkan dengan cara konfrontatif yang membingungkan dan tidak ada yang feminin secara konvensional . Para wanita tampak sedikit mengancam dan ditampilkan dengan bentuk tubuh yang bersudut dan terputus-putus. Sosok paling kiri menunjukkan fitur wajah dan pakaian gaya Mesir atau Asia selatan. Dua sosok yang berdekatan ditampilkan dalam gaya Iberia dari Spanyol asli Picasso, sedangkan dua di sebelah kanan ditampilkan dengan fitur seperti topeng Afrika . Primitivisme etnisditimbulkan dalam topeng-topeng ini, menurut Picasso, menggerakkannya untuk "membebaskan gaya artistik yang benar-benar orisinal dari kekuatan yang menarik, bahkan buas."
100 The Music Henri Matisse Seniman : Henri Matisse Tahun 1939 Media : Minyak, Kanvas Ukuran: 369 x 280cm Tempat : Galeri Seni Albright-Knox, Buffalo. Deskripsi The Music (La Musique) adalah lukisan yang dibuat oleh Henri Matisse pada tahun 1910. Lukisan itu dipesan oleh Sergei Shchukin, yang menggantungnya dengan Dance di tangga rumahnya di Moskow. Matisse membuat lukisan itu tanpa sketsa persiapan, sehingga lukisan itu mengandung banyak jejak modifikasi. Seseorang dapat secara virtual melacak langkah-langkah yang diambil Matisse untuk menemukan efek yang diinginkan. Seperti dalam The Dance , tujuannya adalah untuk menunjukkan pencapaian manusia akan kesempurnaan melalui pencelupan dalam kreativitas.
101 The blue rider Wassily Kandinsky Seniman : Wassily Kandinsky Tahun 1903 Media : Cat minyak, Kanvas Ukuran: 55 x 60cm Tempat : - Deskripsi Lukisan ini menggambarkan seorang penunggang kuda berjubah biru berlari kencang melalui padang rumput di atas kuda putih dengan latar belakang hutan. Lukisan itu sendiri biasa-biasa saja, tetapi merupakan tonggak penting dalam transisi artistik Kandinsky dari impresionisme ke seni abstrak modern, di mana dia adalah salah satu pelopornya. Itu adalah salah satu karya impresionis terakhirnya dan mengandung tanda-tanda awal abstraksionisme yang akan menjadi keahliannya. Warna biru khususnya memiliki makna spiritual bagi senimannya, seperti yang terjadi pada teman pelukis Jermannya, Marc.
102 The Night Watch Rembrandt Seniman : Rembrant Tahun 1642 Media : Cat minyak. kanvas Ukuran: 3,63 x 4,37m Tempat : Rijksmueum, Belanda Deskripsi Lukisan itu terkenal karena tiga hal: ukurannya yang kolosal ( 363 kali 437 sentimeter (12 kali 14+1 ⁄ 2 kaki)), penggunaan dramatis cahaya dan bayangan ( tenebrisme ) dan persepsi gerak dalam apa yang secara tradisional akan menjadi potret kelompok militer statis . Lukisan itu selesai pada tahun 1642, pada puncak Zaman Keemasan Belanda . Itu menggambarkan kompi eponymousbergerak keluar, dipimpin oleh Kapten Frans Banninck Cocq (berpakaian hitam, dengan selempang merah ) dan letnannya, Willem van Ruytenburch(berpakaian kuning, dengan selempang putih). Dengan penggunaan sinar matahari dan keteduhan yang efektif, Rembrandt mengarahkan mata ke tiga karakter paling penting di antara kerumunan: dua pria di tengah (dari siapa lukisan itu mendapatkan judul aslinya), dan wanita di latar belakang kiri tengah membawa a ayam.
103 PENGEMIS Judul : Pengemis Pelukis : Affandi Tahun : 1974 Media : Kanvas, Oil paint Ukuran : 99 cm x 129 cm Lukisan Affandi yang menampilkan sosok "Pengemis" (1974) ini merupakan manifestasi pencapaian gaya pribadinya yang kuat. Lewat Ekspresionisme, ia luluh dengan objekobjeknya bersama dengan empati yang tumbuh lewat proses pengamatan dan pendalaman. Setelah empati itu menjadi energi yang masak, maka terjadilah proses penuangan dalam lukisan seperti letupan gunung menuntaskan gejolak lavanya. Dalam setiap ekspresi, selain garis-garis lukisannya memunculkan energi yang meluap juga merekam penghayatan keharuan dunia batinnya. Dalam lukisan ini terlihat sesosok tubuh renta pengemis yang duduk menunggu pemberian santunan dari orang yang lewat. Penggambaran tubuh renta lewat sulursulur garis yang mengalir, menekankan ekspresi penderitaan pengemis itu. Warna coklat hitam yang membangun sosok tubuh, serta aksentuasi warnawarna kuning kehijauan sebagai latar belakang semakin mempertajam suasana muram yang terbangun dalam ekspresi keseluruhan. Dalam berbagai penyataan dan lukisannya, ia sering mengungkapkan bahwa matahari, tangan, dan kaki merupakan simbol kehidupan. Matahari merupakan manifestasi dari semangat hidup. Tangan menunjukkan sikap yang keras dalam berkarya, dan merealisasi segala idenya. Kaki merupakan ungkapan simbolik dari motivasi untuk terus melangkah maju dalam menjalani kehidupan. Simbol-simbol itu memang merupakan kristalisasi pengalaman dan sikap hidup Affandi, maupun proses perjalanan keseniannya yang keras dan panjang Lewat sosok pengemis dalam lukisan ini, kristalisasi pengalaman hidup yang keras dan empati terhadap penderitaan itu dapat terbaca BUAIAN SENANDUNG BUNDA
104 Judul : Buaian Senandung Bunda Pelukis : Yani. M Sastranegara Tahun : 2013 Bahan : polyresin Ukuran : 53 cm x 75 cm x 100 cm Karya seni rupa 3 dimensi ini yang bernamakan "Buaian Senandung Bunda " yang di buat oleh Yani .M Sastranegara. Pada patung ini dipertunjukkan seorang wanita tengah menggendong anak bayinya dengan berselimutkan kain serta satu anaknya yang memeluk tengku wanita tersebut. Dalam karya seni rupa 3 dimensi ini, Yani M Sastranegara mengidentifikasikan perasaan yang mucul saat seorang ibu yang tengah merawat kedua anaknya, dan ia tanamkan pada karya patung yang ia buat. Apabila diperhatikan, penggunaan warna putih sebagai warna dominan memiliki kesan suci dan murni, dapat menggambarkan perasaan seorang ibu kepada anaknya yang murni akan kasih sayang. Penambahan warna hijau dapat memberikan kesan layak, sehingga tak terjadi warna monoton yang dapat mengurangi daya tariknya walaupun dapat menyiratkan pesan. Warna hijau muda yang digunakan pun terlihat alami dan segar, dan warna ini juga dapat menyiratkan perasaan tersebut. KANDANG PENYU
105 Judul : Kandang Penyi Pelukis : Affandi Tahun : 1987 Media : Cat minyak pada kanvas Ukuran : 100 cm x 130 cm Pada lukisan ini objek gambar yang digunakan adalah hewan penyu yang sedang berada dalam kandang. Dalam hal warna hanya digunakan komposisi wama sejenis yang didominasi wama kelabu kehijau-hijauan menyatu dengan wama kuning. Lukisan ini menggambarkan tentang keadaan suatu penangkaran penyu dimana banyak penyu di dalamnya. Lukisan ini dibuat ketika Affandi melewati sebuah kandang penyu di daerah pesisiran Jawa Timur. Dia lalu menyiapkan alat lukisnya dan langsung melukis Menurut sudut pandang dilihat dari segi penggunaan wama lukisan ini memang terkesan 'irit' warna. Sebab warna yang digunakan hanyalah kelabu kehijau-hijauan, kuning, dan hitam yang membuat lukisan ini terlihat monoton dalam hal jenis warna yang digunakan. Dari segi objek gambar lukisan Affandi yang satu ini agak susah untuk ditebak apa maksudnya jika belum melihat judulnya. Yang membuat lukisan ini menarik adalah teknik plototan yang disapu dengan tangan dan irama lukisan "Kandang Penyu" yang bersifat lemah gemulai dan ekspresif diselingi sisi-sisi PERAHU
106 Judul : Perahu Karya : Anuspati Tahun : 2000 Bahan : kayu Ukuran : 15 x 80 x 175 cm Patung "Perahu" yang berukuran 15 x 80 x 175 cm dengan bahan kayu ini, menunjukkan bentuk perahu yang ramping dengan keempat cadiknya. Bentuk perahu yang dibuat menunjukkan laju prahu yang dinamis, dengan disertai pasak-pasak cadik yang memberi kesan gerak yang seimbang. Dalam karya ini, Anusapati menegaskan komitmen untuk mengangkat problem lingkungan. Makna dasar yang diungkapkan pada karya ini adalah bagaimana seharusnya manusia agar tetap bisa menghargai artefak-artefak tradisinya yang terpinggirkan. Karena dalam benda-benda itu terkandung nilai kearifan lokal dan makna menjaga keseimbangan alam sekitar. Nama: Rifanda Mar’atus Kelas: XII Ips 2 Absen: 30
107
108 Nama:Rizki Nurdiansyah Kelas:XII IPS2 Absen:31 Altarpiece Pisa adalah altarpiece multi-panel besar yang diproduksi oleh Masaccio untuk kapel Saint Julian di gereja Santa Maria del Carmine di Pisa. Kapel itu dimiliki oleh notaris Giuliano di Colino, yang menugaskan pekerjaan itu pada 19 Februari 1426 dengan jumlah 80 florin. Seniman: Tommaso Masaccio
109 Potret Adele Bloch-Bauer I adalah lukisan karya Gustav Klimt, diselesaikan antara tahun 1903 dan 1907. Potret itu dipesan oleh suami pengasuh, Ferdinand Bloch-Bauer, seorang bankir Yahudi dan produsen gula. Lukisan itu dicuri oleh Nazi pada tahun 1941 dan dipajang di sterreichische Galerie Belvedere di Wina. Seniman: Gustav Klimt Subjek: Adele Bloch-Bauer Dibuat: 1903–1907 Periode: Art Nouveau, Seni modern, Vienna Secession, Simbolisme Lokasi: Neue Galerie New York, Private collection Media: Emas, Cat minyak Dimensi: 1,38 m x 1,38 m
110 Woman III adalah lukisan tahun 1953 karya pelukis ekspresionis abstrak Willem de Kooning. Ini adalah salah satu dari rangkaian enam lukisan Wanita yang dikerjakan oleh de Kooning pada awal 1950-an, yang pertama kali dipamerkan di galeri Sidney Janis pada tahun 1953. Seniman: Willem de Kooning Dibuat: 1953 Periode: Ekspresionisme abstrak Dimensi: 1,7 m x 1,2 m
111 Mont Sainte-Victoire dilihat dari Bellevue adalah lukisan pemandangan yang berasal dari sekitar tahun 1886, oleh seniman Prancis Paul Cézanne. Subjek lukisan itu adalah Montagne Sainte-Victoire di Provence di Prancis selatan. Seniman: Paul Cézanne Periode: Pasca-impresionisme Dibuat: 1892–1895 Genre: Lukisan pemandangan, Pastoral Media: Cat minyak Lokasi: Barnes Foundation Dimensi: 73 cm x 92 cm
112 NAMA : SOFI MIRNAWATI KELAS : XII-IPS2 (32) Lukisan Mona Lisa Nama : Lukisan Mona Lisa Pelukis : Leonardo da Vinci Tahun : 1503 Ukuran : 77 cm x 53 cm Deskripsi : Lukisan ini menggambarkan seorang wanita berambut keriting, berwarna kecoklatan dan mengenakan gaun panjang berwarna coklat serta dilengkapi dengan renda, lalu dilapisi dengan kain lutsinar. Dalam lukisan ini, ia tidak terlihat memiliki alis dan bulu mata serta jari kirinya belum sepenuhnya dilukis dengan selesai, serta memiliki noda hitam disudut mata dan ujung dagunya. ( Deskripsi memuat apresiasi dan hal terkait lukisan )
113 NAMA : SOFI MIRNAWATI KELAS : XII-IPS2 (32) Patung David Nama : Patung David Michelangelo Pembuat : Michelangelo Buonarroti Tahun : 1501–1504 Ukuran : tinggi 5,17 meter (17 kaki). Deskripsi : Patung menggambarkan David ketika pahlawan Alkitab itu dalam posisi setelah mengalahkan Goliath. Namun, Michelangelo justru menggambarkan David pada posisi ketika akan bertempur. Hal ini untuk menekankan bahwa kecerdasan memainkan peran penting dalam kemenangan David atas Goliath, bukan kekuatan semata ( Deskripsi memuat apresiasi dan hal terkait patung )
114 NAMA : SOFI MIRNAWATI KELAS : XII-IPS2 (32) Lukisan Christina's World Nama : Lukisan christina's world Pelukis : Andrew Wyeth Tahun : 1948 Ukuran : 82 cm x 1,21 m Deskripsi : Menggambarkan seorang wanita muda yang berbaring di padang berumput, lengannya menekuk, dan tatapannya mengarah ke ladang pertanian yang jauh. Lukisan menyedihkan ini adalah representasi yang kuat dari ketahanan manusia. ( Deskripsi memuat apresiasi dan hal terkait Lukisan )
115 NAMA : SOFI MIRNAWATI KELAS : XII-IPS2 (32) Patung proklamasi kemerdekaan Nama : Patung Proklamasi Kemerdekaan Pembuat : Sunaryo Tahun : 1946 Ukuran : Tinggi patung Bung Karno 7.8 meter, sedangkan Bung Hatta sedikit lebih pendek. Sementara landasannya sendiri setinggi 4.8 meter sehingga total tinggi monumen sekitar 12.6 meter. Deskripsi : Monumen Pahlawan Proklamator Soekarno-Hatta menggambarkan dua patung perunggu Soekarno dan Hatta yang berdiri berdampingan. Setiap patung memiliki berat 1.200 kilogram dan tinggi 46 meter. Postur patung tersebut diambil dari dokumentasi foto ketika proklamasi pertama kali dibaca (Deskripsi memuat apresiasi dan hal terkait patung )
116 The Melting Watch Karya Salvador Dali Seniman :Salvador Dali Tahun 1931 Katalog 79018 Minyak :Sedang di atas kanvas Surealisme :Gerakan Dimensi :24 cm × 33 cm (9,5 inci × 13 inci) Lokasi :Museum Seni Modern, Kota New York Pemilik :Museum Seni Modern Aksesi :162.1934 Deskripsi: The Melting Watch , (juga dikenal sebagai Soft Watch at the Moment of First Explosion ) adalah contoh dari gerakan surealis ini. Dibuat pada tahun 1954, Salvador Dali menggunakan kehadiran kualitas seperti mimpi dan penampilan hantu untuk menonjolkan yang misterius dan tidak dapat dijelaskan dalam lukisannya. Dalam Jam Mencair, Salvador Dali menggabungkan banyak penjajaran warna. Sebagian besar latar belakang terdiri dari cokelat tua dan emas dan dikontraskan dengan jam putih di tengah lukisan. Lukisan Dali juga menampilkan benda-benda surealis, meskipun sebagian besar berada di latar depan (ngengat, lalat, dan jam aneh). Di latar belakang, kita melihat gugusan kecil pegunungan.
117 The two fridas Karya Frida Kahlo Deskripsi Dibuat pada saat yang sama saat dia bercerai dengan Diego Rivera, The Two Fridas adalah lukisan terbesar Kahlo. Dipercaya sebagai lukisan yang menggambarkan rasa sakitnya yang mendalam karena kehilangan suaminya. Satu Frida duduk di sebelah kiri lukisan itu; sis ini Frida yang ditolak oleh Rivera, blusnya robek terbuka, memperlihatkan hatinya yang patah dan berdarah. Frida di sebelah kanan, yang Rivera masih cintai, memiliki hati yang masih utuh. Dia memegang potret kecil Rivera di tangannya. Setelah kematiannya, potret kecil Rivera ini ditemukan di antara barang-barang Kahlo, dan sekarang dipajang di Museo Frida Kahlo di Meksiko. Seniman :Frida Kahlo Tahun :1939 Minyak : Sedang di atas kanvas Seni :surealisme yang naif Dimensi :173,5 cm × 173 cm (68,3 inci × 68 inci) Lokasi : Museom de Arte Moderno, Mexico City
118 Pantai Flores 1942 karya Basuki Abdullah Pelaku Seni : Basuki Abdullah Medium : cmk Tahun Pembuatan : 1935-1993 Ukuran : 180 x 116,5cm Deskripsi: Lukisan karya Basoeki Abdullah sebagai salah satu dari koleksi Bung Karno tahun 1942 berjudul Pantai Flores dipajang dalam pameran lukisan Senandung Ibu Pertiwi. Lukisan cat minyak yang di ruang Cinderamata, Istana Negara, Jakarta, itu diboyong ke pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan Senandung Ibu Pertiwi di Galeri Nasional, Jakarta. Sebelum dipajang untuk publik di pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan, lukisan senilai Rp 1,5 miliar tersebut terlebih dahulu dikonservasi atau diperbaiki. Lukisan yang berusia hampir setengah abad itu kondisinya kotor berdebu, varnis yang sudah menguning, cat rapuh, dan sebagian sudah terkelupas.
119 Madonna and Child with the Book Karya Raphael Deskripsi: Dalam lukisan ini sosok-sosok yang seimbang dan tenang digambarkan secara sederhana dan alami. Geometri jernih mengatur komposisi, dari pengelompokan piramidal Madonna dan Anak hingga idealisasi geometris wajah dan tubuh mereka. Lengkungan biru yang dalam dari siluet Madonna membungkus sosok Anak dan membingkai buku, yang selanjutnya ditekankan oleh sentuhan tangan yang memegangnya. Prasasti dalam buku tersebut memperkenalkan jam kesembilan, atau Tak satupun dari Kantor Kanonik, yang dibacakan setiap hari oleh semua komunitas monastik. The Nones memperingati Penyaliban dan Kematian Kristus. Dengan mata tertuju ke surga, Anak Kristus merenungkan pengorbanan-Nya sendiri sebagai Penebus manusia. Artis : Raphael Tahun :1503 Minyak :sedang pada kayu Dimensi :55 cm × 45 cm (22 inci × 18 inci) Lokasi :Museum Norton Simon, Pasadena
120 TUGAS SBK NAMA : Tesa Dwi Sasalbiil KELAS : XII-IPS 2 1. Seni Lukis Guernica Nama : Lukisan penderitaan manusia dan hewan. Pelukis : Pablo Picasso Tahun 1937 Ukuran : 3,49 m x 7,77 m Deskripsi Apresiasi : Lukisan ini menggambarkan kekejaman perang dan penindasan terhadap manusia dan hewan, melalui lukisan ini Pablo Picasso menyampaikan pesan kuat tentang penderitaan korban sipil dan ketidakadilan yang terjadi selama konflik. 2. Seni Lukis Femme Assise Nama : Lukisan wanita duduk. Pelukis : Pablo Picasso Tahun 1949 Ukuran : 1,3 m x 97 m Deskripsi Apresiasi : Lukisan ini menggambarkan figur wanita yang pada saat hubungannya dengan istrinya telah berakhir dan tidak yakin akan masadepan istrinya, melalui lukisan ini Pablo Picasso menyampaikan pesan tentang pentingnya kehidupan agar bersemangat dan mencerminkan kepribadian.
121 3. Lukisan At Eternity’s Gate Nama : Lukisan Di gerbang keabadian. Pelukis : Vincent van Gogh Tahun 1890 Ukuran : 80 cm x 64 cm Deskripsi Apresiasi : Lukisan ini menggambarkan seorang pria yang tengah duduk ditengah kursi ketika dalam fase depresi atau gangguan mental yang sedang merasa putus asa dan menunjukan perasaan sedih dan gelisah, melalui lukisannya ini mengandung pesan tentang perjalanan hidup seseorang agar tetap berbahagia dan bersemangat menjalani kehidupan selanjutnya. 4. Lukisan The Tragedy Nama : Tiga seseorang berdiri ditepi pantai. Pelukis : Pablo Pacasso Tahun 1903 Ukuran : 20 cm x 31 cm Deskripsi Apresiasi : Lukisan ini menggambarkan tiga sosok yang meringkuk di tepi pantai dengan keadaan penuh emosional, kesengsaraan, keputusasaan dan kemuraman disebabkan oleh karena kematian seseorang yang sang pelukis sayang, melalui lukisan tersebut mengandung pesan agar selalu bersemangat walaupun ditinggal oleh seseorang yang kita sayang karena perjalanan kehidupan yang baru dan lebih baik lagi akan segera dimulai. Nama : Tesa Dwi Sasalbiil (34)
122
123 The Card Players karya Paul Cezanne Seniman : Paul Cezane Tahun : 1894-95 Media : Cat Minyak, Kanvas Ukuran : 47,5 x 57cm Lokasi : Museum d’Orsay, Paris Deskripsi Serial ini dianggap oleh para kritikus sebagai landasan seni Cézanne selama periode awal hingga pertengahan 1890-an, serta "pendahuluan" untuk tahun-tahun terakhirnya, ketika ia melukis beberapa karyanya yang paling terkenal. Setiap lukisan menggambarkan petani Provençal tenggelam dalam pipa dan kartu remi mereka. Subjek, semuanya laki-laki, ditampilkan rajin dalam permainan kartu mereka, mata tertuju ke bawah, fokus pada permainan yang ada. Cézanne mengadaptasi motif dari lukisan bergenre Belanda dan Prancis abad ke-17 yang sering menggambarkan permainan kartu dengan penjudi yang gaduh dan mabuk di bar, menggantikannya dengan pedagang berwajah batu dalam latar yang lebih sederhana.
124 NO.6 (Violet, Green, and Red) karya Mark Rothko Seniman : Mark Rothko Tahun 1951 Media : Cat Minyak, Kanvas Ukuran :- Lokasi :- Deskripsi No.6 (Violet, Hijau dan Merah) adalah salah satu karya yang terlibat dalam Bouvier Affair yang terkenal . Itu dibeli secara pribadi seharga € 140 juta oleh Dmitry Rybolovlev pada tahun 2014. Rybolovlev diperkirakan telah membeli lukisan itu melalui dealer Swiss, Bouvier . Rybolovlev mengetahui bahwa Bouvier sebenarnya telah membeli lukisan tersebut (bukan hanya bertindak sebagai dealer) dari Paiker HB seharga ~€80.000.000 sebelum menjualnya ke Rybolovlev seharga €140.000.000.
125 Water Serpents II karya Gustav Klimt Seniman : Gustav Klimt Tahun 1904 Media : Cat Minyak, Kanvas Ukuran : 80 x 145cm Lokasi :- Deskripsi Water Serpents II, juga disebut sebagai Wasserschlangen II , adalah lukisan cat minyak yang dibuat oleh Gustav Klimt pada tahun 1907. Ini adalah lukisan lanjutan dari lukisan sebelumnya Ular Air I . Seperti lukisan pertama, Water Serpents II membahas sensualitas tubuh perempuan dan hubungan sesama jenis. Lukisan itu memiliki sejarah yang kaya. Selama Perang Dunia II, itu dicuri oleh Nazi, dan baru-baru ini, telah menjadi pusat kontroversi seputar rekor penjualannya pada tahun 2013. Pada Desember 2019, ini adalah lukisan termahal ke -6 di dunia dan karya Klimt termahal untuk dijual.
126 Number 17A karya Jackson Pollock Seniman : Jackson Pollock Tahun 1948 Media : Cat Minyak, Papan Serat Ukuran : 112 x 86,5cm Lokasi : - Deskripsi Number 17A adalah lukisan ekspresionis abstrak tahun 1948 karya Jackson Pollock . Itu dimiliki olehpengelola dana lindung nilai Kenneth C. Griffin , yang membelinya pada September 2015 dari David Geffen seharga $200 juta, harga yang memecahkan rekor, saat itu dipinjamkan ke Institut Seni Chicago . Pada September 2022, menempati peringkat ke-5 dalam daftar lukisan termahal . Lukisan itu adalah cat minyak di atas papan serat dan merupakan lukisan tetes , dibuat dengan memercikkan cat ke permukaan horizontal. Itu dicat setahun setelah Jackson Pollock memperkenalkan teknik tetesnya. Karya itu ditampilkan dalam Life edisi Agustus 1949 yang menjadikan Jackson Pollock seorang selebritas.
127 TUGAS SENI BUDAYA APRESIASI KARYA SENI RUPA Nama : Zaskia Nadine A. Absen : 36 Kelas : XII IPS 2 PEMANDANGAN LAUT Seniman : Basuki Abdullah Media : Kanvas Ukuran : 97cm x 238cm Tahun : 1993 Deskripsi : Karya ini dikoleksi oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno di Istana Cipanas. Gambar didonasikan oleh Enong Ismail.
128 ENAM PENGENDARA MENGEJAR RUSA Seniman : Raden Saleh Media : Kanvas Ukuran : 106cm x 188cm Tahun : 1860 Deskripsi : Kini lukisan tersebut berada di Museum Seni Amerika Smithsonian, Washington, D.C.
129 KELUARGA BERENCANA Seniman : Basuki Abdullah Media : Kanvas dan cat minyak Ukuran : 200cm x 90cm Tahun : 1975 Deskripsi : Basuki Abdullah yang berjiwa romantis, melukis kuda pun menjadi cantik. Kesan beauty tersirat dari perindahan bentuk dan pemilihan warna yang cemerlang. Keindahan pada sebahagian besar lukisan Basuki Abdullah merupakan keindahan yang estetis obyektif ringan yang terkadang hampa dari pendalaman ekspresi. Judul lukisan “Keluarga berencana”
130 BADAI Seniman : Raden Saleh Media : Kanvas dan Cat Minyak Ukuran : 97cm x 74cm Tahun : 1851 Deskripsi : Dalam lukisan “Badai” ini, dapat dilihat bagaimana Raden Saleh mengungkapkan perjuangan yang dramatis dua buah kapal dalam hempasan badai dahsyat di tengah lautan. Suasana tampak lebih menekan oleh kegelapan awan tebal dan terkaman ombak-ombak tinggi yang menghancurkan salah satu kapal. Dari sudut atas secercah sinar matahari yang memantul ke gulungan ombak, lebih memberikan tekanan suasana yang dramatis.
131 1. Putri Nugrahaning M. (27) Judul Karya : Monumen Patung Dirgantara (Patung Pancoran) Pembuat : Edhi Sunarso Tahun 1964 Ukuran : 11 meter (dengan panjang kaki 27 meter) Deskripsi: Tangan patung Pancoran menunjuk ke arah utara yang mengarah ke Bandar Udara Internasional Kemayoran. Ide pertama pembuatan patung adalah dari Presiden Soekarno yang menghendaki agar dibuat sebuah patung mengenai dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan. Patung ini menggambarkan manusia angkasa, yang berarti menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa.
132 2. Putri Nugrahaning M. (27) Judul Karya : Patung Suro dan Boyo Pembuat : Sigit Margono Tahun 1988 Ukuran : Tinggi mencapai 25,6 meter dengan tinggi dudukan patung 5 meter dan diameter 15 meter. Deskripsi: Patung ini menjadi simbol keberanian arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan wilayahnya dengan menentang bahaya. Selain itu, terlepas dari adanya kisah di balik patung Sura dan Baya, nama Surabaya juga diambil dari istilah “Sura Ing Baya” yang bisa berarti selamat dari bahaya.
133 3. Putri Nugrahaning M. (27) Judul Karya: Only Designer Drugs Can Tame This Beast Inside Me Pelukis: Indieguerallis Tahun: 2013 Ukuran: 300×190 cm Media Lukis: Kanvas (Menggunakan cat minyak & akrilik) Deskripsi: Dalam lukisan ini, terdapat simbol-simbol yang aneh dan unik, serta sulit untuk dipahami bentuk dan maksudnya. Sehingga terlihat sipelukis sangat mengekspresikan dirinya dalam menyampaikan gagasannya dalam bentuk lukisanyang sangat aneh jika orang awam yang melihatnya. Pantas saja namanya juga Only Designer DrugsCan Tame This Beast Inside Me sehingga yang tahu artinya hanya dirinya si pelukis tersebut. Jikalaukita melihat dari judulnya, nampaknya pelukis ingin menyampaikan bahwa di dalam dirinya sepertiada moster yang seperti itu. Entah itu ungkapan frustasi ataupun kebanggaan
134 4) Putri Nugrahaning M. (27) Judul Lukisan: Ruang Pengikat Hati Pelukis: Janu Purwanto Untoro Tahun: 2009 Ukuran: 100×140 cm Media Lukis: Akrilik pada kanvas Deskripsi: Di Swiss, menceritakan tentang 2 anak laki-laki yang sedang berkomunikasi menggunakan alat kaleng sebagai alat pengeras suara “Toa Mini”, lalu suara tersebut membias ke langit langit dan terserap oleh awan awan sekita
Lukisan Pantai Flores 1942 Pelaku Seni : Basuki Abdullah Tahun Pembuatan: 1935-1993 Ukuran : 180 x 116,5cm Deskripsi: Lukisan karya Basoeki Abdullah sebagai salah satu dari koleksi Bung Karno tahun 1942 berjudul Pantai Flores dipajang dalam pameran lukisan Senandung Ibu Pertiwi. Lukisan cat minyak yang di ruang Cinderamata, Istana Negara, Jakarta, itu diboyong ke pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan Senandung Ibu Pertiwi di Galeri Nasional, Jakarta. Sebelum dipajang untuk publik di pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan, lukisan senilai Rp 1,5 miliar tersebut terlebih dahulu dikonservasi atau diperbaiki. Lukisan yang berusia hampir setengah abad itu kondisinya kotor berdebu, varnis yang sudah menguning, cat rapuh, dan sebagian sudah terkelupas. Karya: Basoeki Abdullah 135
The Starry Night Pelaku Seni: Vincent Van Gogh Tahun pembuatan: 1889 Ukuran: 73.7 cm × 92,1 cm The Starry Night adalah sebuah lukisan karya seorang pelukis Belanda Vincent Willem Van Gogh. Salah satu lukisan paling terkenal di dunia ini menggambarkan tentang pemandangan sebelum matahari terbit dari sebuah jendela di Saint Remy de Provence. The Starry Night dilukis pada bulan Juni tahun 1889 oleh Van Gogh menggunakan cat minyak dengan media lukis kanvas berukuran 73,7 cm × 92,1 cm Yang menarik dari lukisan The Starry Night adalah lukisan ini dilukis pada saat Van Gogh menjalani perawatan dirumah sakit jiwa Saint Paul de Mausole. Sekarang ini lukisan The Starry Night disimpan dengan aman dan dapat disaksikan oleh umum di Museum of Modern Art yang terletak di kota New York, Amerika. Pada tahun 2020 sebanyak kurang lebih 700 ribu turis lokal dan mancanegara datang mengunjungi Museum of Modern Art untuk melihat lukisan The Starry Night yang terkenal ini. 136
Napoleon Crossing The Alps Pelaku Seni: Jacques Louis David Tahun pembuatan: 1801-1805 Ukuran: 2,6 m ×2,21 m Dibuat pada tahun 1801 hingga 1805 oleh Jacques Lois David menggunakan cat minyak dengan media lukisnya menggunakan kanvas berukuran 2,6 m x 2,21 m. Saat ini lukisan Napoleon Crossing The Alps tersimpan disebuah rumah bangsawan Chateau de Malmaison yang berjarak sekitar 12,6 kilometer dari kota Paris, Prancis. 137
Girl With a Pearl Earring Pelaku Seni: Johannes Vermeer Tahun pembuatan: 1665 Ukuran: 44,5 cm × 39 cm Girl With a Pearl Earring adalah sebuah lukisan yang menggambarkan tentang seorang wanita cantik berbusana eksotis yang mengenakan sebuah kalung mutiara berukuran besar. Girl With a Pearl Earring ini dilukis pada tahun 1665 oleh seorang pelukis terkenal asal Belanda Johannes Vermeer pada media kanvas berukuran 44,5 cm × 39 cm menggunakan cat minyak. Lukisan Girl With a Pearl Earring menjadi lukisan Johannes Vermer yang paling terkenal di dunia jika dibandingkan dengan lukisan dia yang lainnya. Saat ini lukisan Girl With a Pearl Earring dipamerkan di sebuah musium seni yang bernama Mauritshuis yang terletak di kota The Hague, Belanda. 138
Judul:The scream Karya:Edward munch Tahun:1883 Dimensi karya:83,5×66 cm Media:wikipedia Jeritan (bahasa Norwegia: Skrik, 1893; judul bahasa Inggris: The Scream) adalah sebutan untuk empat buah versi lukisan ekspresionis oleh seniman Norwegia Edward Munch yang menjadi sumber inspirasi bagi banyak pelukis lainnya dalam aliran ini. Lukisan ini dianggap oleh banyak orang sebagai karyanya yang paling penting. Sebagian lagi mengatakan lukisan ini melambangkan manusia modern yang tercekam oleh serangan angst (kecemasan eksistensial, dengan cakrawala yang diilhami oleh senja yang merah, yang dilihat setelah letusan Gunung Krakatau pada 1883.*1+ Lansekap di belakang adalah Oslofjord, yang dilihat dari bukit Ekeberg. Kata skrik dalam bahasa Norwegia biasanya diterjemahkan menjadi “scream” (jeritan), namun kata ini juga mempunyai akar kata yang sama dengan kata bahasa Inggris shriek. Kadang-kadang lukisan ini disebut juga The Cry (“Tangisan”). 138
Judul:gitaris tua Karya:pablo picasso Tahun:1903-04 Dimensi karya:122, 9cm×86, 6cm Media:cat minyak Pada masa penciptaan The Old Guitarist , Modernisme , Impresionisme , Post-Impresionisme , dan Simbolisme sangat mempengaruhi gaya Picasso. Selanjutnya, El Greco , standar hidup Picasso yang buruk, dan bunuh diri seorang teman baik mempengaruhi gaya Picasso pada saat itu yang kemudian dikenal sebagai Periode Birunya . *1+ Beberapa hasil rontgen, gambar infra merah dan pemeriksaan kurator mengungkap tiga sosok berbeda yang tersembunyi di balik gitaris tua itu. 139