MAKALAH PUBLIC RELATION (Menjelaskan dan Memahami Public Relation) Dosen Pengampu: OKTRI PERMATA LANI,S.I.KOM,M.I.KOM Pemekala Kelompok 1: NURHASANI FITRI NIM 2330302033 SOLIHIN AKBAR NIM 2330302043 SROHLI SODRI NIM 23303020445 SYAKIA NABILA NIM 2330302047 JURUSAN KOMUNIKASI ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWA UNIVERSITAS ISLAM NEGRI MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR TAHUN AJARAN 2023
KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji serta syukur kami kehadirat Allah SWT atas rahmat dan izin nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Maklah ini dengan atas keridhoan Allah guuna untuk memenuhi tugas kelompok kami mata kuliah Public relation yang berjudul “menjelaskan dan memahami Public relation dengan tepat waktu Sholawat serta salam kami tetap tercurahkan kepada nabi kita Muhammad SAW terima kasiih kepada ibu OTRI PERMATA LENI S. I. KOM. M. KOM selaku dosen pengampu mata kuliah public relation.ucapan terimkasih juga sampaikan semu anggota kelompok kami yang telah berkontribusi menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat serta menambah pengetahuan bagi pembaca Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makala ini dengan karena keterbatasan pemgetahuan dan pengelaman kami, maka dari itu kmi sangat mengharapkan keritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Batusangkar, 27 Septemeber 2023 Pemakalah I
II DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..............................................................................................I DAFTAR ISI.............................................................................................................II BAB I PENDAHULUN A. Latar Belakang ....................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah.................................................................................. 1 C. Tujuan Penulisan.................................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Public Relations........................................................................ 2 B. Definisi Public Relations........................................................................ 5 C. Fungsi Public Relations.......................................................................... 7 D. Studi Kasus............................................................................................. 8 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ............................................................................................. 12 B. Saran........................................................................................................ 12 DAFTAR KEPUSTAKAAN
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan Public Relation sebnarnya biasa dikaitkan dengan keberadan manusia. Unsur-unsur memberi informasi kepada masyrakat, membujuk masyrakat dan mengintegrasikan masyarakat, adalah landasan bagi masyarakat public relation masih relative baru bagi masyrakat I ndonesia. Public relation sendiri merupakan gabungan brbagi ilmu dan termasuk dlam jajaran ilmu-ilmu social seprti halnya ilmu politik, sosiologi, ekonomi, piskologi, sejarah, komunikasi dan lain lain . Public relation adalah fungsi menajmen yg berkaitan usaha unntuk membangun hubungan yang saling menguntungkan [mutually benefical relationship]antara sebuah organisasi dan public nya .Lvy L LEE, Jame E.Gruning, Scott m. Cuttip,Edward disimpulkan bahwa public relation adalah bagian dari fungsi menajerial sebuah organissasi yang membangun dan melakukan menejmen komunikasi yang sifatnya dua arah antara organisasi dengan public nya untuk mendapatkan pemahaman, perneriman, kerpercayaan serta dukungan public B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah adalah : 1. Bagaimana sejarah public relation ? 2. Apa defention public relation ? 3. Apa fungsi public relation ? 4. Apa studi kasus? C. Tujuan penulis Berdasarkan rumusan masalah diatas, jadi tujuan penulisan dari makala ini adalah : 1. Untuk mengetahui sejarah public relation 2. Untuk mengetahui defenisi public relation 3. Untuk mengetahui fungsi public relation 4. Uuntuk mengetahui studi kasus
2 A. Sejarah Public Relation BAB II PEMBAHSAN 1. Sejarah Perkembangan Public Relation di Dunia Dalam sejarah public relation sebagai sebuah teknik menguat menguat dengan Adanya aktfitas yang dilakukan oleh plapor Ivy Ledbeter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan batu bara di America serikat dengan suksees.atas upaya ia di angakat menjadi The Fther of pubic Relation Perkembangan public reation berkaitan dengan keberadan manusia unsur unsur memberi informasi kepada masyarakat ,membujuk masyarakat dan mengintegrasikan masyarakat , ada lah landasan bagi masyarakat public relatiioon tujuan teknik alat standar dan etika berubah ubah sesuai dengan beraluunya waktu .Misalanya pada masa suku primitive mereka menggunakan kekuatan intimidasi atau persuasi unuk memelihara pengawasan terhadap pengikutnya ketika era mesir kuno ulama merupakan pembentuk opni dan persuasi Pada saat Yunani kuno mulai dikeembangkan olimpiade untuk bertukar pendapat dan meningkatkan hubungan dengan rakyat efaluasi mengenai pendapat atau opini public merupakan perkembangan terakhir dalam sejarah manusia Sebagai ilmu pengetahuan public relation maih baru bagi masyarakat Indonesia public relation sendiri merupakan gabungan berbagai ilmu dan termasuk dan termasuk dalam ilmu-Imu social sepertin halnya illmu poollitik ekomomi, sejarah, sejarah, komunikasi dan lain-lain. Sejarah public relation di dunia di bagi di dalam beberapa periode a. Public relation (periode tahun 1700-1800) Periode dimana public relation muncul dalam aktifitas yg tidak terorganisasi dengan baikdikala itu banyak di warnai dengan kegiatan penyatuan kegiatan rakyat umum untuk kemedekaan kebebasan dari perbudakan dan system kolonilisme yang melanda Dunia. Kegiatan diwarnai dengan kegiatan acara yg sederhana dengan pidato pertmuan dan korespondasi anatar individu.Banyaknya deklarasi kemerdekaan membuat periode ini di sebutkan juga dengan periode (public of independence) a. Periode tahun 1801 – 1865 (Public Relations as organized activity periode) Seiring dengan adanya kemajuan atau perkembangan bidang industri, keuangan, perdagangan dan teknologi. Aktivitas Public relations mulai terorganisasi dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Pesatnya perkembangan hubungan perdagangan lokal, nasional maupun internasional. Periode ini disebut masa “public relations of expansion” karena keberhasilan aktivitas public relations dan pers yang mengkampanyekan anti perbudakan di kawasan Eropa.
3 b. Public Relations as professional (Periode tahun 1866 – 1900) Pada masa ini, aktivitas public relations berubah bentuk menjadi suatu kegiatan profesional. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dari kemajuan teknologi industri berupa meluasnya penggunaan listrik dan mesin pembakaran (internal combustion engine). public relations dimanfaatkan para robber barons (tuan tanah perampok) untuk kegiatan bisnisnya yang menganut asas laissez faire, sistem ekonomi monopoli yang tidak memperdulikan nasib rakyat/pekerjanya. Karena itu, Public relations pada masa ini disebut masa “the public to be damned” periode (1811 – 1900). c. Public be informed periode ( Periode tahun 1901 – 1919 ) Aktivitas Public relations pada masa ini adalah melakukan investigative reporting (reportase investigasi) untuk melawan para petani, populis, kristiani, sosialis dan serikat buruh yang memprotes keras tindak kejahatan yang dilakukan oleh para usahawan, politisi tidak bermoral serta koruptor. Mereka mengupah wartawan untuk membalas perlawanan tersebut dengan mempengaruhi berita yang dimuat di media massa. Tercatat dalam sejarah Public relations. Pada tahun 1906 seorang paktisi dan sekaligus tokoh Public relations Amerika Serikat Ivy Ledbetter Lee, berhasil mengatasi krisis pemogokan massal yang melumpuhkan kegiatan industri pertambangan batu bara dan perusahaan kereta api Pennsylvania Rail Road melalui strategi Management of public relations Handling and Recovery. Dia berkerja sama dengan pihak pers yang mengacu pada Declaration of Principles. d. The Public Relations and mutual understanding periode ( Periode tahun 1920 – sekarang ) Pada tahun 1923 public relations dijadikan bahan studi, pemikiran dan penelitian di perguruan tinggi sebagai sebuah profesi baru. Perkembangan sekarang ini menunjukan adanya penyesuaian, perubahan sikap, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi di berbagai kalangan organisasi dan publik. 2. Kronologi Public Relation di Dunia Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat. Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya.Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks. PR merupakan pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsepkonsep komunikasi (Kasali, 2005:1). Di masa mendatang PR diperkiraan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pemerintah AS mempekerjakan 9000 karyawan di bidang komunikasi yang ditempatkan di United States Information.
3. Sejarah Perkembangan Public Relation di Indonsia Public Relations (PR) istilah yang tak asing didengar. Dalam perkembangannya, sejarah PR bisa dikatakan sama tuanya dengan keberadaan masyarakat itu sendiri. Sejarah perkembangan PR dimulai sejak abad ke-15, tapi baru berkembang dengan pesat pada abad 19 atau awal abad 20. Tentu perkembangan PR sendiri akan berbeda disetiap negara tergantung dari masyarakatnya. Jadi bagaimana dengan Indonesia? Bagaimana perjalanan dan perkembangan PR itu sendiri di Indonesia? Jika dibuat timeline, perkembangan PR di Indonesia dibagi menjadi 5 periode sesuai dengan sejarah dan peristiwa yang terjadi di Indonesia itu sendiri. 1. Perkembangan Awal Para pakar Hubungan Masyarakat (humas) di Indonesia seperti Alwi Dahlam dan W. Noeradi sepakat bahwa praktek PR atau humas di Indonesia sama usianya dengan usia Republik Indonesia. Mengumumkan kemerdekaan merupakan kegiatan PR yang bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang baru merdeka dan juga untuk mendapatkan pengakuan internasional. Tentu sebenarnya praktek PR sendiri sudah dilakukan sejak zaman kerajaankerajaan yang ada di Indonesia dan juga sebelum kemerdekaan di umumkan, tapi praktek ini tidak disebut kegiatan PR tapi lebih ke kampanye informasi. 2. Periode Kedua: Datangnya Perusahaan-Perusahaan Multinasional Setelah pendeklarasian kemerdekaan tepatnya pada tahun 1950, terciptanya era baru pada dunia PR dimana banyaknya perusahaan multinasional mulai berdatangan seperti Caltex Pacific Internasional, Stanvac dan lainnya. Perusahaan- perusahaan ini menganggap PR sangat penting dengan tujuan untuk memperkenalkan perusahaan tersebut serta untuk membangun komunitas dan reputasi pada publik. PR juga mulai berkembang dibidang pemerintah dengan dibentuknya bagian humas pada RRI dan Kepolisian RI. Meskipun PR sudah masuk dalam struktur organisasi mereka, dalam prakteknya keefektifan dari PR sendiri masih belum jelas. 3. Periode Ketiga: Pemerintahan Orde Baru Pada masa Orde Baru, dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto, pemerintahan berfokus pada pembangunan ekonomi negara sehingga banyak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Salah satu kebijakan yang 1 dikeluarkan adalah UU PMA 1967 yaitu kebijakan pemerintah untuk menarik modal asing. Ini berkaibat banyaknya permintaan jasa konsultasi termasuk konsultasi PR pada tahun 1970an. Perkembangan yang terjadi di Indonesia pada periode yang sama adalah dibentuknya BAKOHUMAS (Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat) di tahun 1970. Kemudian dibentuklah PERHUMAS (Perhimpunan Hubungan Masyarakat) pada tahun 1972. PERHUMAS sendiri didirikan sebagai usaha untuk meningkatkan profesionalisme para praktisi PR. 4. Periode Keempat: Ekspansi Besar-Besaran Perusahaan Swasta di Indonesia Pada periode ini pemerintah membuat kebijakan yaitu deregulasi (perbankan) 1983 dan adanya privatisasi di berbagai sektor ekonomi yang mendorong semakin besarnya permintaan praktek PR profesional. 4 1
Namun tingginya permintaan akan PR profesional ini tidak diimbangi dengan ketersediaan praktisi PR yang memiliki kualifikasi memadahi. Dengan keadaan seperti ini, mulai bermunculan perusahaan di bidang PR dan kemudian dibentuklah APRI (Asosiasi Perusahaan Public Relations) pada April 1987 yang merupakan tonggak penting dalam perkembangan PR di Indonesia. APRI didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalisme humas di Indonesia. 5. Periode Kelima: Pasca Orde Baru Pada Pertengahan Tahun 1998 Perkembangan PR di Indonesia juga berjalan sejajar dengan perkembangan pemerintahan dan politik Indonesia. Pada masa ini yaitu Pasca Orde baru tahun 1998, adanya pengakuan kebebasan berkomunikasi. Dengan ini muncul pula pengakuan jaminan terhadap hak untuk memperoleh serta menyebarkan informasi sebagai hak masyarakat untuk mendewasakan diri. Selain kebijakan tersebut, satu kebijakan penting yang muncul adalah kebebeasan pers. Pada era ini praktek PR sudah mengarah pada model humas simetris dua arah yaitu cara ideal meningkatkan reputasi organisasi diantara target audience dengan menggunakan komunikasi dua arah yang terjadi antara kedua belah pihak. Ini tentu membuat PR di Indonesia berubah menjadi lebih terbuka, dan secara otomatis komunikasi antara PR dan publik juga menjadi komunikasi dua arah. (oleh Fitri Frisdianti, prakt) B. Defenisi Public Relation Public relation adalah peran yang membangun dan mempertahankan hubungan baik dan bermanfaat antar organisasi dengan publik hal ini sangat mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut. Public relation juga bisa diartikan sebagai interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan profesi yang mempunyai kedudukan penting dalam mencapai tujuan organisasi secara tepat dan merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan Sedangkan Harlow berpendapat Public Relations merupakan komunikasi dua arah antara organisasi dengan publik secara timbal balik dalam rangka mendukung fungsi dari tujuan manajemen dengan meningkatkan pembinaan kerjasama serta pemenuhan kepentingan bersama. Pertemuan asosiasi Public Relations seluruh dunia di Mexico City (1978) mendefinisikan Public Relations sebagai: “suatu seni sekaligus suatu disiplin ilmu sosial yang menganalisis berbagai kecenderungan, memperkirakan setiap kemungkinan konsekuensi darinya, memberi masukan dan saran-saran kepada pemimpin organisasi, serta menerapkan program-program tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan atau kepentingan khalayaknya”. Sementara IPR (Institute of Public Relations) menjelaskan PR sebagai “ keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara 5
terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya”. Ngurah (1999) menyimpulkan bahwa pengertian Public Relations sesungguhnya adalah relations with public. Ketika organisasi berbicara relations with public, maka harus dipahami pula bahwa masing-masing pihak yang sedang membangun hubungan memiliki kepentingan. Organisasi memiliki kepentingan, begitu juga dengan publik. Hubungan yang ada di dalamnya harus terlaksana dengan baik, demikian juga dengan dunia luar karenaorganisasi mengandung arti: ia harus utuh, bersatu dan harmonis dalam mencapai tujuan.Hubungan kedua belah pihak akan berjalan harmonis bila masing-masing dapat saling mempertimbangkan kepentingan pihak lain.2 Definisi dari berbagai pakar, memberikan dua pengertian Public Relations (PR) yaitu PR sebagai technique of communication dan PR sebagai state of being. a. PR sebagai technique of communication Public Relations pada dasarnya adalah kegiatan komunikasi, yaitu komunikasi dua arah timbal balik (two way traffic communications). Ini harus diusahakan terjadi. Artinya, seorang pemimpin yang melakukan komunikasi kepada publiknya harus mengetahui efeknya, dampaknya, minimal responnya. Jadi dalam pengertian ini, kegiatan PR dilakukan oleh setiap orang dalam organisasi, tidak hanya seorang pemimpin tetapi seluruh karyawan dari atas sampai bawah, dengan melakukan komunikasi dua arah. b. PR sebagai state of being PR dalam pengertian ini adalah keadaan wujud yang merupakan tempat kegiatan PR, dengan penggunaan istilah seperti biro, bagian, seksi, urusan dan lainlain. Pemakaian nama tersebut tergantung dari organisasi tempat PR menginduk. Dalam pengertian ini, PR dapat dilihat bentuknya, yakni mempunyai ruang kantor lengkap dengan segala fasilitasnya (meja, lemari, kursi, komputer, internet, telepon), juga harus terdapat struktur organisasi yang terdiri dari kepala humas dengan peawaipegawainya.3 Secara garis besar hanya ada dua kutub terkait konsep Public Relations yang ada di dunia ini yaitu; 1) Versi Amerika dimotori oleh PRSA (Public Relations Society of America); Public Relations dipahami sebagai fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organiasi tersebut. (Cutlip et al, 2007: 6). 6 2 Dr. Amie Primarni, M.Pd.I., REPOSISI PERAN DAN FUNGSI STRATEGIS PUBLIC RELATIONS DALAM ORGANISASI PENDIDIKAN, hal 3-4 3 Ainur Rochmaniah, Ferry Adhi Dharma, Djarot Meidi Budi Utomo, Dasar-dasar Public Relations, hal 3
7 2) Sedangkan versi Britania (secara luas Anglo Saxon) dimotori oleh IPR (Institute of Public Relations), salah satunya Frank Jefkins; Public Relations diartikan sebagai bentuk komunikasi yang terencana, baik ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian (Jefkins et al, 2003: 10) Sehingga, berkaca dari dua versi tersebut keberadaan Public Relations dalam sebuah organisasi sangat ditentukan oleh bagaimana manajemen organisasi itu dalam memahami urgenitas membangun hubungan sinergis dengan publiknya C. Fumgsi public relation fungsi public relations yang paling utama adalah sebagai berikut: 1. Bertindak sebagai komunikator dalam kegiatan komunikasi pada organisasi perusahaan, prosesnya berlangsung dalam dua arah timbal balik (two way traffic reciprocal communication). 2. Dalam hal ini, di satu pihak melakukan fungsi komunikasi berlangsung dalam bentuk penyampaian pesan dan menciptakan opini publik (public opinion). 3. Membangun atau membina hubungan (relationship) yang positif dan baik dengan pihak publik sebagai target sasaran, yaitu publik internal dan eksternal. Khususnya dalam menciptakan saling memercayai (mutually understanding) dan saling memperoleh manfaat bersama (mutually symbiosis) antara lembaga/organisasi perusahaan dan publiknya. 4. Peranan back up management dan sebelumnya dijelaskan bahwa fungsi public relations melekat pada fungsi manajemen, menurut teori bahwa proses tersebut melalui tahapan yang terkenal POAC, yaitu singkatan dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggiatan), dan controlling (pengawasan). 5. Menciptakan citra perusahaan atau lembaga (corporate image) yang merupakan tujuan (goals) akhir dari suatu aktivitas program kerja PR campaign (kampanye PR), baik untuk keperluan publikasi maupun promosi
8 D. Studi Kasus STUDI KASUS STRATEGI DIGITAL PUBLIC RELATIOON PEGIAT PODCAST DALAM MEMBANGUN BRAND ENGEAGMENT Penulis melakukan wawancara langsung dan observasi di kantor Narasi TV di studio Duo Budjang pada hari Jumat, 1 November 2019. Menurut Mario, terdapat sebuah artikel dari Gary Vaynerchuk yang merupakan seorang podcaster dan entrepreneur, bahwa konsumsi audio di Amerika Serikat tahun 2016 meningkat sekitar 40-50%. Artikel ini membuat Duo Budjang tertarik untuk membuat podcast karena mereka memiliki latar belakang siaran radio. Pada dasarnya, siaran radio memiliki batasan waktu untuk berbicara, sehingga mereka merasa kurang maksimal untuk menyampaikan pesan atau cerita Penulis melakukan wawancara langsung dan observasi di kantor Narasi TV di studio Duo Budjang pada hari Jumat, 1 November 2019. Menurut Mario, terdapat sebuah artikel dari Gary Vaynerchuk yang merupakan seorang podcaster dan entrepreneur, bahwa konsumsi audio di Amerika Serikat tahun 2016 meningkat sekitar 40-50%. Artikel ini membuat Duo Budjang tertarik untuk membuat podcast karena mereka memiliki latar belakang siaran radio. Pada dasarnya, siaran radio memi membuat podcast karena mereka memiliki latar belakang siaran radio. Pada dasarnya, siaran radio memiliki batasan waktu untuk berbicara, sehingga mereka merasa kurang maksimal untuk menyampaikan pesan atau cerita. kalau aku pada saat itu ngelihat sebuah artikel dari Gary Vaynerchuk, itu juga seorang podcaster dan entrepreneur juga, dia bilang konsumsi audio di Amerika Serikat podcast mungkin sudah seperti sekarang ya pada tahun itu, aku tertarik karena bener kata Eda, aku lagi bosan-bosannya dan aku pas saat itu masih belum menemukan alasan kenapa aku harus nge-youtube karena pada saat itu alternatifnya adalah kalau mau bikin konten di youtube gitu jadi youtuber, cuman aku belum menemukan apa alasan aku harus nge-youtube, hidup aku gak terlalu menarik, aku juga gak punya alat-alatnya dan podcast tuh paling gampang. Apalagi aku sama Eda background-nya kan siaran dan kalau siaran itu cuman 3menit kalau ngomong, kalau lebih dari itu kadang suka dimarahin, nah aku ngerasa susah nih untuk menyampaikan sebuah pesan atau cerita, akhirnya bikin podcast deh, durasinya saat itu aku udah tau 1 jam.” (Mario Pratama, Pegiat Podcast Duo Budjang, 2019) Salah satu strategi yang dilakukan Duo Budjang adalah konsisten. Duo Budjang selalu konsisten dalam mengunggah konten podcast di spotify maupun soundcloud. Seperti yang dikatakan Eda, Duo Budjang memiliki motto yang terinspirasi dari podcast “Awal Minggu” yang dimiliki oleh Adriano Qalbi,
9 Menurut Mario, ciri khas podcast yaitu bercerita. Bercerita dianggap sebagai sesi terapi seperti halnya menulis diary. Duo Budjang yang terdiri dari dua orang penyiar radio ini juga memiliki tujuan dalam membuat podcast yaitu untuk melatichemistry mereka. Konsisten merupakan kunci kesuksesan dalam melakukan sesuatu. Dalam hal ini, pendengar dapat mengetahui jadwal podcast yang baru sehingga mereka akan selalu menjadi pendengar setianya. Duo Budjang seharusnya menentukan target audience terlebih dahulu. Setelah itu, baru membuat jenis konten yang sesuai dengan target audience. Dalam penelitian ini, pegiat podcast memiliki target audience yaitu generasi milenial. Maka jenis konten yang disajikan yaitu bersifat ringan, menggunakan bahasa milenial tetapi juga informatif dan bermakna agar lebih mudah diserap oleh pendengar. Sebelum melakukan perencanaan strategi, pegiat podcast Duo Budjang juga menganalisis situasi podcast menggunakan kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats). Pegiat podcast percaya bahwa podcast berhubungan erat dengan audio. Audio tidak akan punah tetapi akan terus berkembang perangkat audionya. Hal ini dapat dilihat dengan berkembangnya audio maka muncullah podcast. Beberapa radio sekarang ini juga sudah memiliki jaringan podcast sendiri. Kelebihan audio daripada visual yaitu pendengar yang sedang mendengarkan audio tidak terpaku dengan satu kegiatan saja, melainkan bisa dengan mengerjakan pekerjaan yang lain. Kelebihan podcast dibandingkan dengan radio adalah podcast tidak terbatas durasi sehingga bermunculan banyak konten kreator. Lawannya audio adalah visual. Hal ini merupakan suatu kelemahan serta ancaman bagi podcast. Seperti yang dikatakan Karen Kusnadi sebagai manajer spesialis media Maverick Indonesia (2019), banyak orang yang juga menyukai visual yang menarik. Maraknya inovasi yang terus bertambah dan berkembang, menyebabkan munculnya konten multimedia yang beragam. Kalau weaknesses, kurangnya visual karena podcast hanya audio kan, sementara banyak orang juga menggemari visual yang menarik. Opportunities yaitu bisa menghasilkan lebih banyak content creator karena banyak orang tidak suka tampil, lebih suka berada di balik layar. Dan threats podcast yaitu maraknya inovasi format dan konten multimedia seperti gambar bergerak/gif, video interaktif.” (Karen Kusnadi, Manajer Spesialis Media Maverick Indonesia, 2019).
10 ancaman bagi podcast. Seperti yang dikatakan Karen Kusnadi sebagai manajer spesialis media Maverick Indonesia (2019), banyak orang yang juga menyukai visual yang menarik. Maraknya inovasi yang terus bertambah dan berkembang, menyebabkan munculnya konten multimedia yang beragam. Kalau weaknesses, kurangnya visual karena podcast hanya audio kan, sementara banyak orang juga menggemari visual yang menarik. Opportunities yaitu bisa menghasilkan lebih banyak content creator karena banyak orang tidak suka tampil, lebih suka berada di balik layar. Dan threats podcast yaitu maraknya inovasi format dan konten multimedia seperti gambar bergerak/gif, video interaktif.” (Karen Kusnadi, Manajer Spesialis Media Maverick Indonesia, 2019). Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang memiliki tujuan untuk memahami fenomena dalam lingkup sosial secara alamiah dengan melakukan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dan fenomena yang diteliti (Herdiansyah, 2011). Selain itu, penulis melakukan penelitian dengan metode studi kasus. Penelitian studi kasus adalah suatu penelitian kualitatif dengan menemukan makna, menyelidiki proses, dan memperoleh pemahaman yang mendalam dari suatu yang sedang diteliti (Emzir,2012). Dalam penelitian ini, studi kasus digunakan terhadap podcast Duo Budjang untuk menggali dan mengetahui secara mendalam bagaimana strategi yang digunakan untuk membangun brand engagement. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian yaitu Duo Budjang (Mario Pratama dan Narendra Pawaka), yang sekaligus merupakan orang yang membuat, menentukan dan menjalankan strategi digital public relations tersebut. Objek dari penelitian ini adalah strategi digital public relations pegiat podcast tersebut. Triangulasi data yaitu proses untuk memantapkan kepercayaan (kredibilitas/validitas) dan konsistensi (realibitas) data, dan bermanfaat untuk membantu analisis data di lapangan (Gunawan, 2014). Narasumber triangulasinya adalah salah satu orang yang bekerja di PR agensi yaitu Maverick Indonesia yang bernama Karen Kusnadi yang menjabat sebagai manajer spesialis menangani media.
11 Kesimpulan Dalam penelitian ini, target audience-nya yaitu generasi milenial, maka promosi di media sosial lebih efektif dan efisien daripada di website, khususnya Instagram karena mayoritas pengguna Instagram adalah generasi milenial. Promosi di berbagai saluran media bukan pilihan yang tepat jika tidak terkelola dengan baik, lebih baik fokus di beberapa saluran media saja yang sesuai dengan target audience dan konsisten untuk dikelola dengan baik. Dalam membangun engagement, pegiat podcast memperhatikan dan membuat interaksi yang aktif dengan followersnya baik secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Pegiat podcast juga selalu konsisten dalam mengunggah podcast-nya dan promosi di Instagram. Dalam konten podcast, pegiat podcast juga sudah beberapa kali berbincang-bincang dengan bintang tamu populer yang juga dapat berpengaruh dalam meningkatkan engagement.
12 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Jadi public relation muncul dalam bentuk aktifitas yang tidak terorganisasi degan baik. Public relations muncul dalam bentuk aktivitas yang tidak terorganisasi dengan baik, dikala itu banyak diwarnai dengan kegiatan penyatuan pendapat rakyat umum untuk kemerdekaan/kebebasan dari perbudakan dan sistem kolonialisme yang melanda dunia. Di Indonesia, profesionalisme Public Relations sudah dimulai pada 15 Desember 1972 ketika para penggiat Public Relations membentuk suatu organisasi profesi Public Relations Indonesia yang dikenal dengan Public Relations dan pembentukan Bako Public Relations pada 13 Maret 1971. Public Relations sesungguhnya adalah relations with public. Ketika organisasi berbicara relations with public, maka harus dipahami pula bahwa masing-masing pihak yang sedang membangun hubungan memiliki kepentingan. Organisasi memiliki kepentingan, begitu juga dengan publik. Public Relations adalah bagian dari fungsi manajerial sebuah organiasi yang berfungsi membangun dan melakukan manajemen komunikasi yang sifatnya dua arah antara organisasi dengan publiknya untuk mendapatkan pemahaman, penerimaan, kepercayaan dan dukungan publik. Pengertian ini menegaskan kegiatan komunikasi yang dilakukan Public Relations tidak hanya berhenti ketika pesan atau informasi sudah tersebar, tetapi komunikasi yang terjadi antara organisasi dan publiknya harus mampu melahirkan perubahan positif baik pada publik maupun pada organisasi. A. Saran Demikianlah makalah dari kelompok kami sebagai manusia biasa kita menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR KEPUSTAKAAN M. Fikri Akbar Yuli Evadianti Immawati Asniar. Public Relations, (Penerbit Ikatan Guru Indonesia (IGI) DIY Perum Puspa Indah Blok J-14, Bangunjiwo, Kasihan, Kab. Bantul DIY 55184, 2021) AINUR ROCHMANIAH, FERRY ADHI DHARMA, DJAROT MEIDI BUDI UTOMO, Dasardasar Public Relations, (Sidoarjo, UMSIDA PRESS, Jl. Mojopahit 666 B Sidoarjo, 2021) Arief Fajar, Sistem Kendali dan Strategi Penanganan (Manajemen) Krisis Dalam Kajian Public Relations, (Universitas Muhammadiyah Surakarta) Fitri Rahmadani , Susi Andrini, Strategi Public Relations dalam Membangun Citra`Perusahaan Melalui Pameran Indonesia International`Motor Show (IIMS), (Program Studi Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi InterStudi Jakarta Pasha Syahritsa Maulana, Subhan Afifi, Analisis Peran dan Fungsi Public Relations di Lembaga Pendidikan Islam, (Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Indonesia, Sleman Yogyakarta, Indonesia) Selvina L. Lengkong Mariam sondakh J.W. Londa, STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM PEMULIHAN CITRA PERUSAHAAN (STUDI KASUS RUMAH MAKAN KAWAN BARU MEGAMAS MANADO)
14 MAKALAH PUBLIC RELATION Tentang PUBLIC RELATIONS DALAM ORGANISASI DOSEN PENGAMPU: OKTRI PERMATA LANI, S.I.KOM, M.I.KOM PEMAKALAH KELOMPOK 2: NEYSILA SYARA AZZAHRA 2330302031 RAUDHATUL JANNAH 2330302036 REIHAN DIMAS SAPUTRA 2330302037 SALSABILA 2330302041 PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR 2023M/1445H
i KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, Makalah Public Relation Dalam Organisasi ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan seluruh orang yang senantiasa mengikuti Sunnah beliau. Juga kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu didalam penyusunan materi kuliah ini kami ucapkan terimakasih, karena tanpa arahan, bimbingan dan motivasi yang diberikan, tentunya belum bisa tersaji kepada para pembaca, walaupun tidak bisa kami sebutkan namanya satu persatu. Akhir kata, sebagai Makalah Public Relation Dalam Organisasi ini dapat diselesaikan yang baik tentunya memerlukan sebuah celah untuk menyempurnakan materi ke depan, untuk itu kami dengan segala kerendahan hati menerima masukan demi maksud diatas demi peningkatan dan penyempurnaan dalam makalah dan pembelajaran ini. Batusangkar, 15 Desember 2023 Pemakalah
ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................................................................................... ⅰ DAFTAR ISI................................................................................................... ⅱ BAB Ⅰ PENDAHULUAN............................................................................... 1 A. Latar Belakang .................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................... 2 C. Tujuan ................................................................................................ 2 BAB Ⅱ PEMBAHASAN................................................................................ 3 A. Aspek Yang Membentuk Kenyamanan Dalam Hubungan Personal .. 3 B. Iklim Komunikasi ............................................................................... 5 C. Studi Kasus ......................................................................................... 7 BAB Ⅲ PENUTUP........................................................................................ 9 A. Kesimpulan ......................................................................................... 9 B. Saran.................................................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA
3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, dengan berkomunikasi manusia dapat berhubungan satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari dimanapun manusia itu berada. Salah satu ciri komunikasi organisasi yang paling nyata adalah konsep hubungan (relationship). Organisasi sebagai sebuah jaringan hubungan yang saling bergantung. Jika sesuatu saling bergantung, ini berarti bahwa hal-hal tersebut saling mempengaruhi dan dipengaruhi satu sama lain. Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal. Komunikasi interpersonal sebagai komunikasi anatar komunikator dengan komunikan, dianggap sebagai jenis komunikasi yang paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang. Komunikasi interpersonal yang berlangsung secara intensif dengan mengutamakan aspek kuantitas dan kualitas yang seimbang, akan menciptakan hubungan interpersonal yang kuat antara atasan dan bawahan serta antarsesama karyawan, sehingga keterbukaan dan kepercayaan yang didapat dari proses komunikasi tersebut dapat turut menentukan perubahan sikap dan tingkah laku dalam organisasi. Kepuasan komunikasi membawa hubungan dengan kepuasan kerja, kepuasan kerja merupakan respons seseorang terhadap bermacam-macam lingkungan kerja yang dihadapinya, seperti teman sekerja, kebijakan, promosi dll. Pentingnya iklim yang mendukung dalam komunikasi organisasi lebih ditekankan untuk mendapatkan kepuasan kerja. Pimpinan sebagai orang yang bertanggung jawab dalam organisasi dapat memberikan kontribusi dalam membangkitkan iklim komunikasi yang baik. B. Rumusan Masalah 1. Apa Saja Aspek Yang Membentuk Kenyamanan Dalam Hubungan Personal? 2. Apa yang dimaksud dengan Iklim Komunikasi? 3. Studi Kasus C. Tujuan
4 1. Untuk mengetahui Aspek Yang Membentuk Kenyamanan Dalam Hubungan Personal 2. Untuk mengetahui Iklim Komunikasi 3. Studi kasus
5 BAB II PEMBAHASAN A. Aspek Yang Membentuk Kenyamanan Dalam Hubungan Personal Sifat hakiki seorang manusia adalah bahwa selain sebagai makhluk individu juga sekaligus sebagai makhluk sosial. Individu merupakan penjabaran dari kata "in" dan "divided" yang dapat dimaknai sebagai kesatuan, tidak dapat dipisahkan, dan tidak dapat dibagi-bagi. Artinya bahwa manusia sebagai makhluk individu merupakan satu kesatuan antara aspek jasmani (fisik) dan rohani (psikologis) yang tidak dapat dipisahkan. Sementara itu manusia sebagai makhluk sosial berasal dari kata latin "socius" yang artinya ber-masyarakat yang dalam makna sempit adalah mendahulukan kepentingan bersama atau masyarakat. Sehingga arti dari manusia sebagai makhluk sosial dapat diartikan sebagai makhluk yang hidup bersama dengan manusia lain dan tidak dapat melakukan kegiatannya sendiri tanpa adanya keterlibatan orang lain. Dalam kegiatannya tersebut manusia akan selalu membutuhkan orang lain dan membutuhkan wadah untuk melakukan kegiatan tersebut. Wadah inilah yang kemudian dikenal sebagai ruang berinteraksi bagi individu baik secara individu maupun secara berkelompok (Purwantiasning, 2017: 121). Sebagai makhluk sosial maka manusia memerlukan interaksi dengan manusia lain. Mereka melakukan aktivitas secara bersama-sama dalam suatu ruang sosial. Interaksi sosial ini biasanya dilakukan di ruang publik dimana siapa saja bisa mengaksesnya. Pada kasus ini manusia menampilkan identitas dirinya sebagai makhluk sosial. Namun selama proses interaksi tersebut, manusia tetap mempertahankan identitas mereka sebagai makhluk individu. Manusia mempersepsikan ruang tidak berdiri sendiri melainkan juga dengan lingkungannya. Jika dalam suatu ruang ada manusia lain maka masing-masing mereka akan membuat jarak tertentu yang besarnya tergantung kualitas hubungan antar orang tersebut (Sarwono, 1995). Hubungan emosional merupakan konsep tentang ruang personal yang mempengaruhi tingkat privasi seseorang yang membentuk ruang personal mereka masing-masing. Konsep ini memenuhi dua fungsi dasar dari ruang personal, yaitu: proteksi (privasi) dan komunikasi (sosial). Zona kedekatan tergantung dari hubungan antar pribadi dan aktivitas yang dilakukan. Bentuk hal seperti ini disebut proksimik yang terbagi dalam 4 tingkatan kualitas, diantaranya: jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, jarak publik (Halim, 2005).
6 Ruang personal bersifat dinamis dengan dimensi yang dapat berubah. Orang akan membutuhkan ruang personal yang lebih besar pada seting publik perkotaan, seperti taman, plaza, dan lain-lain dibandingkan pada daerah semi publik perkotaan. Pada daerah semi publik perkotaan membutuhkan memiliki ruang personal yang lebih besar dibandingkan pada ruang publik, dan begitu seterusnya. Akan terjadi ketegangan dan kegelisahan bila ruang ini dimasuki oleh orang lain apalagi yang belum dikenal (Hadi, 1991). Sama halnya dengan personal space, untuk menghindari ketegangan dan mempertahankan ruang pribadi maka individu membatasi ruangnya tersebut dalam suatu ruang teritori (Haryadi & Setiawan, 2014). Namun yang membedakan adalah bahwa ruang personal merupakan ruang maya yang dapat berpindah mengikuti pergerakan individunya sedangkan teritori merupakan tempat yang relatif tetap dan memiliki batasan yang nyata (Sarwono, 1995). Konsep teritorialitas pada ruang terbuka publik khususnya oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi bagian permasalahan setiap kota di Indonesia sebagaimana dalam penelitian yang dilakukan oleh (Kurniadi, dkk. 2012). Teritorial PKL tersebut muncul disebabkan adanya motif dan kebutuhan dari PKL itu sendiri untuk berjualan di lokasi yang dianggap strategis di ruang publik dengan membangun 'produk fisik' berupa kios. Kios-kios terbentuk dengan dipengaruhi kebutuhan PKL dalam suatu display, menyimpan barang dagangan, perlindungan dari iklim dan dengan biaya yang murah atau bahkan tidak dengan menggunakan biaya. Modal yang kecil mendorong penggunaan material seadanya, agar pengeluaran dapat ditekan sekecil mungkin. Komunikasi interpersonal sebagai komunikasi anatar komunikator dengan komunikan, dianggap sebagai jenis komunikasi yang paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang. Komunikasi interpersonal yang berlangsung secara intensif dengan mengutamakan aspek kuantitas dan kualitas yang seimbang, akan menciptakan hubungan interpersonal yang kuat antara atasan dan bawahan serta antarsesama karyawan. sehingga keterbukaan dan kepercayaan yang didapat dari proses komunikasi tersebut dapat turut menentukan perubahan sikap dan tingkah laku dalam organisasi. Kepuasan komunikasi membawa hubungan dengan kepuasan kerja, kepuasan kerja merupakan respons seseorang terhadap bermacam-macam lingkungan kerja yang dihadapinya, seperti teman sekerja, kebijakan, promosi dll. Pentingnya iklim yang mendukung dalam komunikasi organisasi lebih ditekankan. untuk mendapatkan kepuasan kerja.
7 Pimpinan sebagai orang yang bertanggung jawab dalam organisasi dapat memberikan kontribusi dalam membangkitkan iklim komunikasi yang baik dalam organisasinya (Ida Suryani Wijaya, 2013: 115). B. Iklim Komunikasi Iklim komunikasi merupakan gabungan dari persepsi-persepsi mengenai peristiwa komunikasi, perilaku komunikasi, respon karyawan terhadap karyawan lainnya, harapan- harapan, konflik-konflik antarpersonal dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam organisasi tersebut (Pace and Faules 2006: 154). Iklim komunikasi berbeda dengan iklim organisasi dalam arti iklim komunikasi meliputi persepsi-persepsi mengenai pesan, peristiwa yang berhubungan dengan pesan yang terjadi dalam organisasi, sedangkan iklim organisasi didefinisikan oleh Payne dan Paugh sebagai suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap, tingkah laku dan perasaan anggota terhadap suatu sistem sosial (Arni Muhammad 2007: 82). Iklim organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi. Pengaruh ini didefinisikan, disepakati, dikembangkan dan dikokohkan secara berkesinambungan melalui interaksi dengan anggota organisasi lainnya. Pengaruh ini menghasilkan pedoman bagi keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan individu, serta mempengaruhi pesan-pesan mengenai organisasi. Iklim komunikasi merupakan fungsi kegiatan yang terdapat dalam organisasi untuk menunjukkan kepada anggota organisasi bahwa anggota organisasi tersebut mempercayai mereka dan memberi mereka kebebasan dalam mengambil resiko, mendorong mereka dan memberi mereka tanggung jawab dalam menjalankan tugastugas mereka menyediakan informasi yang terbuka dan cukup tentang organisasi. Mendengarkan dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dipercayai dan terus terang dari anggota organisasi secara aktif memberi penyuluhan kepada para anggota organisasi sehingga mereka dapat melihat bahwa keterlibatan mereka penting bagi keputusan- keputusan dalam organisasi; dan menaruh perhatian pada pekerjaan yang bermutu tinggi dan memberi tantangan (Pace and Faules 2006). Suatu iklim komunikasi berkembang dalam konteks organisasi. Unsur-unsur dasar yang membentuk suatu organisasi dapat diringkaskan menjadi 5 kategori besar: anggota organisasi, pekerjaan dalam organisasi, praktik-praktik pengelolaan,
8 struktur organisasi, dan pedoman organisasi. Iklim komunikasi memberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu. Keputusan- keputusan yang diambil oleh anggota organisasi untuk melaksanakan pekerjaan dan tentunya dengan iklim komunikasi organisasi yang baik maka akan dapat membantu anggota organisasi merupakan faktor yang sangat penting yang dapat menjembatani antara pengelolaan sumber daya manusia yang menjadi unsur utama dalam organisasi. C. Studi Kasus Pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai kantor keluarga berencana Jakarta Barat. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat. Selain itu secara parsial dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan hasil analisis secara parsial, terdapat pengaruh yang signifikan kepercayaan di antara para pegawai terhadap kinerja pegawai di Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat 2. Berdasarkan hasil analisis secara parsial, tidak terdapat pengaruh yang signifikan partisipasi pegawai dalam pembuatan keputusan terhadap kinerja pegawai di Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat 3. Berdasarkan hasil analisis secara parsial, terdapat pengaruh yang signifikan kejujuran di antara pegawai terhadap kinerja pegawai di Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat 4. Berdasarkan hasil analisis secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan keterbukaan komunikasi kepada pegawai terhadap kinerja pegawai di Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat 5. Berdasarkan hasil analisis secara parsial, tidak terdapat pengaruh yang signifikan mendengarkan dalan komunikasi dari pegawai terhadap di Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat. 6. Beradasarkan hasil analisis secara parsial, terdapat pengaruh yang signifikan memikirkan tujuan jinerja pegawai yang tinggi terhadap kinerja pegawai di Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat. Saran-saran yang dapat disampaikan adalah berdasarkan dimensi-dimensi yang dijadikan kajian terhadap variabel iklim komunikasi organisasi, terdapat dimensidimensi yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai di
9 Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat, seperti partisipasi pegawai dalam pengambilan keputusan, keterbukaan komunikasi kepada pegawai dan mendengarkan dalam komunikasi dari pegawai harus lebih diperhatikan sebagai masukan bagi instansi, walaupun usaha-usaha ke arah sana sudah ada, perlu adanya peningkatan yang lebih positif ke arah partisipasi pegawai dalam pengambilan keputusan dan keterbukaan komunikasi dari dan kepada pegawai, agar kinerjanya lebih optimal. Dimensi-dimensi lain dalam iklim komunikasi organisasi seperti kepercayaan, kejujuran dan memikirkan tujuan kinerja pegawai yang tinggi yang membawa pengaruh signifikan cukup tinggi terhadap kinerja pegawai di Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat hendaknya tetap dipertahankan agar pencapaian kinerja pegawai lebih optimal BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Iklim komunikasi merupakan gabungan dari persepsi-persepsi mengenai peristiwa komunikasi, perilaku komunikasi, respon karyawan terhadap karyawan lainnya, harapan- harapan, konflik-konflik antarpersonal dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam organisasi tersebut. Ruang pribadi (personal space) dan teritori (territory) adalah ruang privasi manusia dalam aktualisasi karakteristik manusia sebagai makhluk individu. Walaupun sama namun bedanya adalah ruang pribadi merupakan ruang maya yang berada di sekeliling manusia sedangkan teritori dibentuk sesuai dengan kondisi tertentu. Teritori ini sendiri dapat diusik oleh individu lain sehingga pertahanan manusia ini sifatnya tidak masif. B. Saran Demikianlah makalah dari kelompok dua ini. Pemakalah sangat menyadari bahwa makalah diatas masih ada kesalahan dan jauh dari kata sempurna. Pemakalah akan memperbaiki makalah dengan berpedoman pada sumber-sumber yang pemakalah buat serta kritik yang bersifat membangun dari pembaca. Maafkan dari salahnya pemilihan kata yang pemakalah ambil karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.
10 DAFTAR PUSTAKA Arni Muhammad. 2007. Komunikasi Organisasi. Jakarta : Bumi Aksara. Cartono, Maulana, Asep. Iklim Komunikasi, Iklim Organisasi Dan Iklim Komunikasi Organisasi. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi. Vol 10 No. 2, Desember 2019. Hadi, S. 1991. Analisis Butir Untuk Instrumen. Yogyakarta: Andi Offset. Hakim, R., & Utomo, H. 2003. Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap: Prinsip-Unsur dan Aplikasi Desain. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. Halim, D. 2005. Psikologi Arsitektur Pengantar Kajian Lintas Disiplin. Jakarta: Grasindo. Haryadi, & Setiawan, B. 2014. Arsitektur, Lingkungan dan Prilaku: Pengantar ke Teori, Metodologi dan Aplikasi . Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Irawan, D, Venus, A. Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Keluarga Berencana Jakarta Barat. Jurnal Kajian Komunikasi. Vol 4 No. 2, Desember 2016. R Wayne Pace & Don F. Faules. 2000. Komunikasi Organisasi, Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan, terj. Deddy Mulyana, Bandung: Remaja Rosdakarya. Sarwono, S. W. 1995. Psikologi Lingkungan. Jakarta: PT. Grasindo. Wijaya, S, Ida. Komunikasi Interpersonal Dan Iklim Komunikasi Dalam Organisasi. Jurnal Dakwah Tabligh. Vol 14 No. 1. Juni 2013.
11 MAKALAH PUBLIC RELATION Tentang PUBLIC RELATIONS DALAM ORGANISASI DOSEN PENGAMPU: OKTRI PERMATA LANI, S.I.KOM, M.I.KOM PEMAKALAH KELOMPOK 3: MUTIARA AMELIA 2330302029 NABILA FERNANDA 2330302030 SONYA PRISKILA BILLBINA 2330302044 SROHLI SODRI 2330302045 TASYA RAMADANI 2330302050 VINTA FEBRIANI 2330302052 PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR 2023M/1445H
i KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, Makalah Public Relations Dalam Organisasi ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan seluruh orang yang senantiasa mengikuti Sunnah beliau. Juga kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu didalam penyusunan materi kuliah ini kami ucapkan terimakasih, karena tanpa arahan, bimbingan dan motivasi yang diberikan, tentunya belum bisa tersaji kepada para pembaca, walaupun tidak bisa kami sebutkan namanya satu persatu. Akhir kata, sebagai Makalah Public Relations Dalam Organisasi ini dapat diselesaikan yang baik tentunya memerlukan sebuah celah untuk menyempurnakan materi ke depan, untuk itu kami dengan segala kerendahan hati menerima masukan demi maksud diatas demi peningkatan dan penyempurnaan dalam makalah dan pembelajaran ini. Batusangkar, 20 Desember 2023 Pemakalah
ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................................................................................... ⅰ DAFTAR ISI................................................................................................... ⅱ BAB Ⅰ PENDAHULUAN............................................................................... 1 D. Latar Belakang .................................................................................... 1 E. Rumusan Masalah ............................................................................... 1 F. Tujuan ................................................................................................ 1 BAB Ⅱ PEMBAHASAN................................................................................ 2 D. Aspek Dalam Hubungan Personal .................................................... 2 E. Iklim Komunikasi ............................................................................... 4 F. Studi Kasus ......................................................................................... 5 BAB Ⅲ PENUTUP........................................................................................ 7 C. Kesimpulan ......................................................................................... 7 D. Saran.................................................................................................... 7 DAFTAR PUSTAKA
3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Public Relation berperan sangat besar dalam sebuah organisasi. Public Relation bertujuan untuk menciptakan, memelihara dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan pihak lain yaitu publik. Suatu organisasi harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan cara menjalin hubungan yang baik dengan publik. Tugas Public Relation bukan sekedar menciptakan citra suatu perusahaan agar terlihat kuat dalam posisi keberadaannya saja, tapi juga menciptakan agar organisasi kondusif serta mempunyai kinerja sumber daya manusia yang tinggi. Iklim komunikasi dan organisasi merupakan hal yang perlu menjadi perhatian seorang pimpinan organisasi karena faktor tersebut banyak mempengaruhi tingkah laku karyawan. Untuk dapat menciptakan iklim komunikasi dan organisasi yang baik perlu memahami kedua hal tersebut serta keadaan karyawan. Agar organisasi dapat bertahan mencapai tujuannya perlu adanya komunikasi yang baik dan terjadi hubungan timbal balik yang menguntungkan didalam organisasi tersebut maka terlihat bahwa iklim komunikasi organisasi itu baik. B. Rumusan Masalah 1. Apa saja aspek dalam hubungan personal? 2. Apa saja iklim komunikasi? 3. Studi kasus. C. Tujuan 1. Mengetahui aspek dalam hubungan personal. 2. Mengetahui iklim komunikasi. 3. Studi kasus.
4 BAB II PEMBAHASAN A. Aspek Dalam Hubungan Personal Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nyaman adalah segar, sehat sedangkan kenyamanan adalah keadaan nyaman, kesegaran, kesejukan dan beberapa bahasa asing menerjemahkan kenyamanan sebagai suatu kondisi rileks, dimana tidak dirasakan sakit di antara seluruh anggota tubuh. Menurut Katharine Kolcaba (Kolcaba, 2003), aspek kenyamanan terdiri dari: 1. Kenyamanan fisik berkenaan dengan sensasi tubuh yang dirasakan oleh individu itu sendiri. 2. Kenyamanan psikospiritual, yang berkenaan dengan kesadaran internal diri, yang meliputi konsep diri, harga diri, makna kehidupan, seksualitas hingga hubungan yang sangat dekat dan lebih tinggi. 3. Kenyamanan lingkungan, yang berkenaan dengan lingkungan, kondisi dan pengaruh dari luar kepada manusia seperti temperatur, warna, pencahayaan, kebisingan, dan lain-lain. 4. Kenyamanan sosiokultural, yang berkenaan dengan hubungan antar personal, keluarga, dan sosial atau masyarakat (keuangan, perawatan kesehatan, kegiatan religius, tradisi keluarga atau masyarakat dan sebagainya). Aspek yang membentuk kenyamanan dalam hubungan personal yaitu: 1. Investasi Apa saja yang kita berikan pada hubungan yang tidak dapat kita ambil kembali jika hubungan tersebut berakhir Peduli sama orang, investasi, waktu, tenaga pikiran dan perasaan pada saat interaksi. Investasi ini tidak dapat dikembalikan, sehingga satusatunya cara untuk mendapatkan keuntungan dengan tetap bertahan pada hubungan tersebut. 2. Komitmen Komitmen adalah menentukan untuk tetap berada pada hubungan. Komitmen berarti menentukan bukan merasakan. 3. Kepercayaan Kepercayaan melibatkan keyakinan pada realiabilitas (melakukan apa yang sudah dijanjikan) dan secara emosional mengandalkan orang lain untuk menjaga kesejahteraan dan hubungan kita.Percaya kepada orang setelah mereka membuktikan mereka dapat diandalkan, menunjukan rasa peduli, dan menginvestasikan beberapa
5 hal untuk memperkaya hubungan. 4. Nyaman dengan pertentangan Ide Sikap pengertian dan merasa nyaman dengan pertentangan ide, kualitas terakhir yang diperlukan untuk hubungan yang sehat, yakni perberdaan atau ketegangan, yang wajar berada dalam hubungan. 5. Iklim Komunikasi yang mengkonfirmasi dan menyangkal Iklim komunikasi hadir pada rangkaian dari konfirmasi (penegasan) dan penyangkalan. Hanya sedikit hubungan yang benar-benar memiliki konsep penegasan atau penyangkalan: sebagian besar berada pada di antaranya.Suatu hubungan biasanya tidak bergerak secara tiba-tiba dari satu titik ke titik lain.Biasanya satu tahap konfirmasi bergerak ketahap selanjutnya dengan cara berangsur-angsur.Kita tidak merasa sangat menerima seseorang saat pertama kali bertemu, saat kita berinteraksi orang tersebut mungkin akan mengomunikasikan bahwa dirinya menghargai anda. Jadi anda mulai merasa diakui. Selanjutnya anda bergerak pada perasaan hubungan tersebut mulai dipertegaskan. 6. Tingkat penegasan dan penyangkalan Bentuk paling dasar dari konfirmasi adalah menyadari adanya orang lain.Kita melakukan konfirmasi dengan perilaku non verbal (senyuman atau sentuhan) dan komunikasi verbal.Tingkat ke2 mengakui apa yang orang lain rasakan, pikirkan, dan katakan.Secara nonverbal kita mengakuinya melalui kepala yang mengarah kedepan atau membuat kontak mata untuk menunjukan bahea kita mendengarkan.(pengakuan verbal adalah respion langsung pda komunikasi orang lain). 7. Suasana yang defensif dan suasan suportif Suasana defensive, beberapa orang merasa tidak diakui dan berjaga-jaga, sehingga kita tidak dapat berbicara secara terbuka dengan mereka. Suasan suportif, jika bersama dengan orang yang mendukung dan mengonfirmasi kita, maka kita dapat berkomunikasi dengan bebas. B. Iklim Komunikasi Istilah "iklim" di sini merupakan kiasan (metafora) "Iklim komunikasi organisasi" menggambarkan suatu kiasan bagi iklim fisik.Sama seperti cuaca membentuk iklim fisik untuk suatu kawasan, Cara orang bereaksi terhadap aspek organisasi menciptakan suatu iklim komunikasi. Iklim komunikasi, di pihak lain, merupakan gabungan dari persepsi suatu evaluasi mengenai peristiwa komunikasi, perilaku manusia, respons pegawai terhadap pegawai lainnya, harapan-harapan, konflik antarpersona, dan kesempatan bagi
6 pertumbuhan dalam organisasi tersebut. iklim komunikasi berbeda dengan iklim organisasi dalam arti iklim komunikasi meliputi persepsi mengenai pesan dan peristiwa yang berhubungan dengan pesan yang terjadi dalam organisasi. Iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsurunsur tersebut terhadap komunikasi. Pengaruh ini didefinisikan, disepakati, dikembangkan dan dikokohkan secara berkesimbangan melalui interaksi dengan anggota organisasi lainnya. Pengaruh ini menghasilkan pedoman bagi keputusan dan tindakantindakan individu, dan mempengaruhi pesan- pesan mengenai organisasi. Suatu iklim komunikasi berkembang dalam konteks organisasi. Unsur-unsur dasar yang membentuk suatu organisasi dapat diringkaskan menjadi 5 kategori besar: anggota organisasi, pekerjaan dalam organisasi, praktik-praktik pengelolaan, struktur organisasi, dan pedoman organisasi. Iklim komunikasi merupakan fungsi kegiatan yang terdapat dalam organisasi untuk menunjukkan kepada anggota organisasi bahwa anggota organisasi tersebut mempercayai mereka dan memberi mereka kebebasan dalam mengambil resiko, mendorong mereka dan memberi mereka tanggung jawab dalam menjalankan tugastugas mereka menyediakan informasi yang terbuka dan cukup tentang organisasi, Mendengarkan dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dipercayai dan terus terang dari anggota organisasi, secara aktif memberi penyuluhan kepada para anggota organisasi sehingga mereka dapat melihat bahwa keterlibatan mereka penting bagi keputusan dalam organisasi, dan menaruh perhatian pada pekerjaan yang bermutu tinggi dan memberi tantangan. Iklim komunikasi tertentu memberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu. Keputusan-keputusan yang diambil oleh anggota organisasi untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif, untuk mengikatkan diri mereka dengan organisasi, iklim komunikasi dapat menjadi pengaruh yang paling penting dalam produktivitas organisasi, karena iklim mempengaruhi usaha anggota organisasi.Usaha dalam hal ini merujuk kepada penggunaan tubuh secara fisik dalam bentuk mengangkat, berbicara, atau berjalan, dan penggunaan mental dalam bentuk berpikir, menganalida, dan memecahkan masalah. C. Peran Public Relation Dalam Komunikasi Organisasi Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya, bahwa dalam memahami komunikasi organisasi tidak cukup hanya dilihat dari aktivitas komunikasi internal yang berlangsung.
7 Maka komunikasi organisasi perlu dipahami dari dua sisi sekaligus : internal dan external communication. Sinyalemen tentang pentingnya komunikasi eksternal dan internal pada organisasi ini seperti dikatakan Bordow dan More bahwa :Tujuan dari dijalankannya komunikasi organisasi adalah agar perusahaan dapat menyampaikan maksud dan kebijakan kepada segenap publik yang dimiliki (eksternal dan internal), sekaligus menyerap respons dan menindaklanjuti dalam waktu mendatang guna memperoleh penyesuaian-penyesuaian dengan lingkungannya. Tentu saja, perusahaan sulit untuk berkembang dengan baik jika tidak menjalin komunikasi dengan publiknya. Aktivitas komunikasi ini harus dikelola dengan tepat. Untuk dapat melaksanakan hal tersebut maka public relations departement merupakan bagian yang tepat guna mengelolanya. Public relations merupakan suatu “management of communication between an organization and its public” (Grunig & Hunt, 1984 : 6). D. Studi Kasus Berdasarkan hasil penelitian tentang Peran Public Relations Dalam Menghadapi Resistensi Masyarakat Terhadap Kehadiran Lembaganya.Peran public relations dalam menghadapi resistensi masyarakat Madura di Kabupaten Bangkalan terhadap BPWS lebih berperan sebagai fasilitator komunikasi. Artinya, public relations BPWS berperan sebagai fasilitator komunikasi yang bertindak sebagai sumber informasi dan agen kontak resmi antara lembaganya dengan publik.Menjaga komunikasi dua arah dan memfasilitasi percakapan, menyusun agenda, meringkas dan menyatakan ulang suatu pandangan yang diperolehnya, membantu mendiagnosi dan meminta tanggapan dari pimpinan, juga terlibat memperbaiki kondisi yang mengganggu hubungan komunikasi antara BPWS dengan masyarakat. Sedangkan model pendekatan yang diterapkan dalam mengatasi kasus ini, adalah model public relations pengaruh personal (personal influence model) yang di kategorikan kedalam model public relations asimetris dua arah. Dimana model public relations ini menggambarkan praktisinya berusaha membangun hubungan personal dengan tokohtokoh kunci sebagai orang yang dapat dimintai bantuan. Dengan terlebih dahulu megetahui simpul-simpul masyarakat Madura di Bangkalan yang kontra terhadap BPWS, kemudian merancang program public relations dan melakukan pendekatan dengan tokoh kunci sebagai upaya mencari dukungan dari publik. Berdasarkan peran dan model pendekatan yang gunakan public relations BPWS, dapat diketahui pula tahapan-tahapan manajemen krisis untuk mengatasi resistensi masyarakat Madura di Kabupaten Bangkalan terhadap kehadiran lembaganya. Secara garis besar
8 tahapan manajemen krisis pubic relations BPWS terdiri dari tiga tahapan, yaitu: tahapan sebelum krisis (pra-krisis), merespon krisis, dan setelah krisis (pasca-krisis). BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Aspek yang membentuk kenyamanan dalam hubungan personal diantaranya investasi, komitmen, kepercayaan, nyaman, dengan pertentangan ide, iklim komunikasi yang mengkonfirmasi dan menyangkal, Iklim Komunikasi yang mengkonfirmasi dan menyangkal, dan suasana yang defensif dan suasan suportif.Iklim komunikasi, di pihak lain, merupakan gabungan dari persepsi suatu evaluasi mengenai peristiwa komunikasi, perilaku manusia, respons pegawai terhadap pegawai lainnya, harapan-harapan, konflik antarpersona, dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam organisasi tersebut. Iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi. Pengaruh ini didefinisikan, disepakati, dikembangkan dan dikokohkan secara berkesimbangan melalui interaksi dengan anggota organisasi lainnya. Iklim komunikasi dapat menjadi pengaruh yang paling penting dalam produktivitas organisasi, karena iklim mempengaruhi usaha anggota organisasi. B. Saran Demikianlah makalah yang dapat kami buat, sebagai manusia biasa kita menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
9 DAFTAR PUSTAKA Cartono dan Asep Maulana. (2019). Iklim Komunikasi Iklim Organisasi dan Iklim Komunikasi Organisasi. Jurnal Dakwah dam Komunikasi. Vol. 10 No. 2. Wijaya, Ida Suryani. (2013). Komunikasi Interpersonal dan Iklim Komunikasi dalam Organisasi. Jurnal Dakwah dan Tabligh. Vol. 14 No. 1. Yuliastina, Roos. (2017). Manajemen Krisis Public Relations. Jurnal Komunikasi. Vol. XI No. 1 Bordow, Alan dan More. (1991). Managing Organization Comunication. Australia. Grunig, J.E. & Hunt, T. (1984). Managing Public Relations, New York :Holt, Rinehart & Winston. Botan, Carl H. & Hazleton Jr., Vincent (penyunting), Public Relations Theory, Lawrence Erlbaum Associates Inc., New Jersey. Hal 265-279. Lindeborg, Richard A. (1994). ‘Excellent Communication’, Pulic Relations Quarterly Vol. 39 (1), Spring edition. Pace, R. Wayne & Faules, Don F. (1998). Komunikasi Organisasi : Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan, Remaja Rosdakarya, Bandung Effendy, Onong U. (1983). Human Relations dan Public Relations dalam Management, Alumni, Bandung. Wahyuni, Nurul Y. (2018). Pencitraan : upayamembangun public opinion bagi lembaga pendidikan islam. Jurnal ManajemenPendidikan Islam, Vol.2, No.1
10 MAKALAH PUBLIC RELATIONS DALAM ORGANISASI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas TerstrukturDalam Mata Kuliah Public Relations Dosen Pengampu: Oktri Permata Lani, S.I.Kom, M.I.Kom Pemakalah kelompok 9: Nur Afni Putri AS NIM 2330302032 Nur Hasani Fitri NIM 2330302033 Puji Umulkhaer NIM 2330302034 Sholihin Akbar Ritonga NIM 2330302043 Syakia Nabila NIM 2330302047 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAHMUD YUNUS BATUSANGKARTAHUN AJARAN 2023M/1444H
11 KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat, taufik, hidayah dan inayah-Nya, Makalah Public Relations dalam organisasi ini dapat diselesaikan. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan seluruh orang yang yang senantiasa mengikuti sunnah beliau. Makalah Public Relations dalam organisasi ini dibuat berdasarkan kepada panduan garis-garis besar program pengajaran yang diberikan oleh Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Juga kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu didalam penyusunan materi kuliah ini kami ucapkan terimakasih, karena tanpa arahan, bimbingan dan motivasi yang diberikan, tentunya belum bisa tersaji kepada para pembaca, walaupun tidak bisa kami sebutkan namanya satu persatu. Akhir kata, sebagai Makalah Public Relations dalam organisasi tentunya memerlukan sebuah celah untuk menyempurnakan materi kedepan, untuk itu kami dengan segala kerendahan hati menerima masukan demi maksud diatas demi peningkatan dan penyempurnaan dalam makalah dan pembelajaran ini. Batusangkar, 28 November 2023 Pemakalah
iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................................................... i DAFTAR ISI................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................1 A. Latar Belakang........................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah...................................................................................... 1 C. Tujuan Masalah ......................................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................... 2 A. Pengertian Public Relations dalam organisasi ........................................ 2 B. Kecerdasan Emosi Dalam Organisasi...................................................... 3 C. Hambatan Komunikasi Emosi dalam Organisasi................................... 4 BAB III PENUTUP....................................................................................................... 7 A. Kesimpulan................................................................................................. 7 B. Saran............................................................................................................ 7 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................
1 A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Public Relations (PR) adalah upaya perusahaan untuk memelihara hubungan yang positif dan saling menguntungkan dengan berbagai pemangku kepentingan seperti media, karyawan, pelanggan, dan masyarakat luas. Biasanya PR merupakan divisi atau departemen tersendiri dari sebuah perusahaan, terutama perusahaan yang sudah besar dan membutuhkan banyak sumber daya dalam menjalin relasi dengan publik. Didalam Public Relations memiliki tantangan dan hambatan yang di hadapi dalam meningkatkan kinerja pegawai.Dan terdapat hambatan pengkomunikasian emosional dalam organisasi yaitu meliputi hambatan teknis, hambatan semantik, hambatan manusiawi. B. Rumusan Masalah 1. Pengertian public relations dalam organisasi 2. Kecerdasan emosi dalam organisasi 3. Hambatan komunikasi emosi dalam organisasi C. Tujuan Masalah 1. Mengetahui pengertian public relations dalam organisasi 2. Mengetahui kecerdasan emosi dalam organisasi 3. Mengetahui hambatan komunikasi emosi dalam organisasi
2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Public Relations dalam organisasi Public Relations adalah usaha yang direncanakan terus menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Public Relations juga bisa didefinisikan adalah ssuatu yang direncanakan berupa komunikasi persuasif yang di desain untuk mempengaruhi segmen publik tertentu. Jadi kehadiran public relations di dalam sebuah perusahaan atau organisasi dapat menggunakan komunikasi persuasif di beberapa kegiatannya dan untuk publik tertentu yang hanya ditargetkan untuk menerima pesan dari komunikasi persuasif yang di sampaikan oleh public relations sebuah perusahaan. Sehingga seorang public relations harus dapat mengelola komunikasi, dan dapat memaparkan pendapat serta rangkaian perencanaan untuk program-program yang dijalankan oleh public relations sebagai salah satu tanggung jawab dan juga sebagai public relations harus dapat memberikan kepercayaan kepada publiknya dan menjaga hubungan yang baik dengan publik. Public Relations dalam organisasi merupakan usaha sosial seseorang atau sebuah organisasi berhubungan dengan masyarakat luas dan menjaga hubungan antara usaha sosial dengan komunitas yang ingin di bantu melalui berbagai macam metode public relations yang berbeda dengan metode marketing. Sebagian besar organisasi public relations di anggap sangat penting untuk menjaga kesan positif dari konsumen. Public relations bukan hanya dibutuhkan oleh perusahaan dengan skala besar, tetapi juga oleh usaha sosial. Seorang public relations sebelum menjalani tugas-tugasnya di organisasi, terlebih dahulu harus mengetahui apa fungsi public relations dalam organisasi. Di dalam organisasi seorang public relations secara fungsional dapat menjalankan fungsi-fungsi manajemen, dengan cara menciptakan komunikasi yang harmonis antara pimpinan dan pegawai, pimpinan dengan publik, ataupun pegawai dengan publik untuk
3 menciptakan suatu citra organisasi yang menguntungkan. Dan didukung dengan kegiatan public relations yang dilaksanakan secara internal maupun eksternal demi kepentingan publik. Secara sederhana, fungsi dari public relations adalah untuk menghubungkan publik atau pihak yang berkepentingan di dalam atau luar organisasi.1 B. Kecerdasan Emosi Dalam Organisasi Salah satu tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kinerja pegawai adanya perbedaan sikap dan perilaku individu dalam bekerja. Perbedaan ini merupakan salah satu alasan mengapa para pegawai organisasi menunjukkan tingkat kinerja yang berbeda-beda antara pegawai satu dengan lainnya. Kecerdasan emosional seorang pegawai merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan kinerja, karena dengan kecerdasan emosional seorang pegawai mampu mengendalikan segala ego dan keinginannya serta mampu memahami orang lain atau rekan kerjanya sehingga terciptanya suasana berbasis kompetensi yang dinamis. Membangun dan menerapkan sistem manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi dalam kecerdasan emosional merupakan salah satu langkah penting untuk mengembangkan keunggulan kompetitif dalam mencapai target atau sebuah tujuan organisasi dalam upaya pemberdayaan manajemen sumber daya manusia dalam suatu organisasi. Orang yang memiliki kecerdasan emosi akan mampu menghadapi tantangan dan menjadikan seorang manusia yang penuh tanggung jawab, produktif dan optimis dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dimana hal-hal tersebut sangat dibutuhkan di dalam lingkungan kerja. Kecerdasan emosi untuk setiap porsi yang telah dibuat sebenarnya bisa dikembangkan untuk banyak fungsi dalam sumber daya manusia, mulai dari rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan karir hingga penilaian kinerja. Selain masalah kecerdasan emosi, adapun masalah lain yang 1 Suci Handayani, Pentingnya Public Relations Dalam Organisasi, Administrasi Pendidikan, 2019, hlm.1-2
4 sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai kerja di dalam suatu organisasi. Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan kerja pegawai, salah satu contoh penilaian kinerja pegawai:2 1. Pengaruh kecerdasan emosi terhadap kepuasan kerja Kepuasan kerja pegawai tidak hanya dilihat dari kepuasan pegawai yang sempurna, tetapi juga kepuasan dan keinginan menguasai dan mengelola diri sendiri serta kemampuan dalam membina hubungan dengan orang lain. Kemampuan tersebut disebut dengan Emosional Intelligence atau kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain serta menggunakan perasaan-perasaan tersebut untuk memandu pikiran dan tindakan, sehingga kecerdasan emosi sangat diperlukan untuk sukses dalam bekerja dan memotivasi bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk lingkungan sekitar (Goleman, 2005:51). 2. Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja Budaya kerja terbentuk begitu satuan kerja atau organisasi ini berdiri. Pembentukan perubahan-perubahan eksternal maupun internal, yang berhubungan dengan persatuan dan kebutuhan organisasi serta kepuasan pegawai. Pembentukanbudaya diawali oleh pendiri (founders) atau pimpinan yang paling atas (top management) atau pejabat yang ditunjuk. Besarnya pengaruh yang dimiliki mereka akan menentukan cara tersendiri apa yang dijalankan dalam satuan kerja atau organisasi yang dipimpinnya serta tingkat kepuasan pegawai (Supriyanto, 2006:91). C. Hambatan Komunikasi Emosi dalam Organisasi Hambatan komunikasi dalam organisasi pada umumnya membahas tentang struktur dan fungsi organisasi, hubungan antara individual dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Komunikasi organisasi diberi 2 Firmansyah Usman, pengaruh kecerdasan emosi dan budaya organisasi terhadap kinerja melalui kepuasan sebagai variabel intervening pada pegawai, Forum Ekonomi, 2019, hlm.133-135
5 batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat dan hubungannya saling bergantungan meliputi arus komunikasi vertikal dan horizontal. Jadi yang dimaksud dengan komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan organisasi baik formal maupun informal dalam suatu organisasi. Komunikasi organisasi juga dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit pada suatu organisasi dalam hubungan hierarki yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Hambatan dapat diartikan sebagai halangan atau jaringan yang dialami. Dalam konteks komunikasi dikenal pula gangguan (mekanik maupun semantik), gangguan ini masih termasuk ke dalam hambatan komunikasi. Adapun hambatan-hambatan komunikasi emosional dalam organisasi antara lain:3 1. Hambatan Teknis Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi, semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, sehingga menurut Cruden dan Sherman dalam bukunya, 1976 personel management jenis hambatan teknis dari komunikasi: a. Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas b. Kurangnya informasi atau penjelasan c. Kurangnya keterampilan membaca d. Pemilihan media yang kurang tepat. 2. Hambatan Semantik Gangguan semantik menjadi halaman dalam proses penyampaian pengertian atau secara efektif. Definisi semantik sebagai studi idea atas pengertian, yang di ungkapkan lewat bahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian, tetapi seringkali 3 RIsmayanti, Hambatan Komunikasi Yang Sering Dihadapi Dalam Sebuah Organisasi, Al-Hadi, 2018, hlm. 830-831
6 proses penafsirannya keliru. Tidak adanya hubungan antara simbol dan apa yang di simbolkan, dapat mengakibatkan kata yang dipakai ditafsirkan sangat berbeda dari apa yang dimaksudkan sebenarnya. Untuk menghindari mis komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik komunikannya, dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yang dipakainya. 3. Hambatan Manusiawi Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidak mampuan alat-alat pancaindera seseorang. Menurut Cruden dan Sherman: a. Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, perbedaan persepsi, perbedaan umur, perbedaan keadaan emosi, keterampilan mendengarkan, perbedaan status, pencarian informasi, penyaringan informasi. b. Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi, suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staf dan efektifitas komunikasi organisasi.
7 A. Kesimpulan BAB III PENUTUP Public Relations adalah mutlak diperlukan dan merupakan salah satu bagian dari manajemen, yaitu public relations berfungsi untuk mencapai tujuan orgaisasi dengan melaksanakan komunikasi dua arah antara organisasi dan masyarakat dengan menumbuhkan pengertian dan pada akhirnya timbul partisipasi,tugas-tugas public relations merupakan tugas yang harus dilaksanakan terus menerus, terencana dan dilaksanakan secara baik dari waktu kewaktu. serta agar public relations dapat lebih berhasil menjalankan peranan dan fungsinya, maka petugas PRO perlu mengetahui dan menguasai pengetahuan tentang public relations dengan berbagai aspeknya. Hambatan dapat diartikan sebagai halangan atau rintangan/gannguanyang dialami.Dalam konteks komunikasi dikenal pula gangguan (mekanik maupun semantik),gangguan ini masih termasuk ke dalam hambatan komunikasi. Efektivitas komunikasi salah satunya akan sangat tergantung kepada seberapa besar hambatan komunikasi yang terjadi. B. Saran Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dari segi isi maupun segi penulisannya. Sehingga kami berharap adanya kritik dan saran yang mendukung dari saudara semua agar kami bisa lebih baik untuk kedepannya. Kami juga berharap makalah ini dapat membantu saudara dalam memahami materi perkuliahan.
8 DAFTAR PUSTAKA Handayani, suci. (2019). Pentingnya Public Relations Dalam Organisasi. Administrasi Pendidikan. 1-2 Rismayanti. (2018). Hambatan Komunikasi Yang Sering Dihadapi Dalam Sebuah Organisasi. Al-Hadi. 830-831 Usman, Firmansyah. (2019). pengaruh kecerdasan emosi dan budaya organisasi terhadap kinerja melalui kepuasan sebagai variabel intervening pada pegawai. Forum Ekonomi. 133-135
9 MAKALAH PUBLIC RELATION Tentang HUBUNGAN PUBLIC RELATIONS DENGAN MEDIA MASSA DOSEN PENGAMPU: OKTRI PERMATA LANI, S.I.KOM, M.I.KOM PEMAKALAH KELOMPOK 8: NEYSILA SYARA AZZAHRA 2330302031 RAHMA ASYIFA 2330302035 SYARFILA NAZWET 2330302048 PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR 2023M/1445H
i KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, Makalah Hubungan Public Relation Dengan Media Massa ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan seluruh orang yang senantiasa mengikuti Sunnah beliau. Juga kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu didalam penyusunan materi kuliah ini kami ucapkan terimakasih, karena tanpa arahan, bimbingan dan motivasi yang diberikan, tentunya belum bisa tersaji kepada para pembaca, walaupun tidak bisa kami sebutkan namanya satu persatu. Akhir kata, sebagai Makalah Hubungan Public Relation Dengan Media Massa ini dapat diselesaikan yang baik tentunya memerlukan sebuah celah untuk menyempurnakan materi ke depan, untuk itu kami dengan segala kerendahan hati menerima masukan demi maksud diatas demi peningkatan dan penyempurnaan dalam makalah dan pembelajaran ini. Batusangkar, 21 November 2023 Pemakalah