BUKU PINTAR
KERAGAMAN BUDAYA
INDONESIA
NAMA : MUCHROZAH, S.Pd.
NIP : 19651016 200701 2 008
UNIT KERJA : SMP N 1 SEDAN
SMP NEGERI 1 SEDAN
Alamat: Jalan Karas - Sedan Km 1 Sedan,
Kabupaten Rembang
Email: [email protected]
TAHUN 2020
i
1. Judul Buku PENGESAHAN
2. Identitas Penulis : Buku Pintar Keragaman Budaya
a. Nama Indonesia
b. NIP/NUPTK
: Muchrozah, S.Pd.
c. Pangkat/Golongan : 19651016 200701 2 008/
d. Jenis Kelamin
e. Unit Kerja 5348743646300063
f. Alamat Institusi : Penata Muda Tk 1/III b
g. Email : Perempuan
: SMP Negeri 1 Sedan
Kepala Perpustakaan : Jalan Karas - Sedan Km 1 Sedan
:
Sedan, April 2020
Penulis
Asih Setyo Winahyu, S.Pd Muchrozah, S.Pd.
NIP 19790418 200903 2 007 NIP 19651016 200701 2 008
Pengawas Sekolah Kepala SMP Negeri 1 Sedan
Slamet Prayitno, M.Pd. Parman, S.Pd.
NIP 19640913 198601 1 005 NIP 19680524 199903 1 002
Mengesahkan
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Rembang
MARDI, S.Pd, MT
Pembina TK I
NIP 19691201 199203 1 005
ii
PEMERINTAH KABUPATEN REMBANG
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA
SMP NEGERI 1 SEDAN
Alamat: Jalan Karas - Sedan Km 1 Sedan, NSPN 20315729
email: [email protected]
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH
Yang bertandatangan di bawah ini,
Nama : Muchrozah, S.Pd.
NIP : 19651016 200701 2 008
Pangkat/Golongan : Penata Muda Tk. 1/IIIb
Unit Kerja : SMP Negeri 1 Sedan
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah
berjudul ”Buku Pintar Keragaman Budaya Indonesia” adalah benar
karya asli saya dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dan jika dikemudian
hari terbukti tidak benar, saya bersedia mempertanggungjawabkan
sesuai hukum dan tata peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Mengetahui Sedan, April 2020
Kepala Sekolah Penulis
Parman, S.Pd. Muchrozah, S.Pd.
NIP 19680524 199903 1 002 NIP 19651016 200701 2 008
iii
KATA PENGANTAR
Buku ini, dirancang untuk memperkuat kompetensi
peserta didik dari sisi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Proses pencapaiannya melalui
pembelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan
yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut.
Pembahasan dalam buku ini diambil dari sumber
daya budaya yang dapat dipergunakan untuk pencapaian
kompetensi tersebut yang dapat menumbuhkan rasa
percaya diri, kecintaan, dan kebanggaan peserta didik
atas keunggulan bangsa Indonesia, sehingga tumbuh
kesadaran untuk mengelola, memanfaatkan, dan
melestarikan sumber daya budaya demi kemajuan
bangsa Indonesia.
Buku ini menjabarkan keragaman sumber daya
budaya Indonesia yang dipergunakan untuk
meningkatkan kompetensi peserta didik dalam tiga ranah
tersebut. Sesuai dalam kurikulum 2013, peserta didik
diberanikan untuk mencari sumber belajar yang tersedia.
Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan
menyesuaikan daya serap peserta didik dengan
ketersediaan buku ini.
Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini
sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan
penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para
pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk
perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya.
Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih.
Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik
iv
bagi kemajuan dunia pendidikan sesuai tujuan bangsa
Indonesia yaitu ikut mencerdaskan bangsa.
Sedan, April 2020
Guru Mata Pelajaran IPS
Muchrozah, S.Pd.
v
DAFTAR ISI
Hal
Halaman Judul ......................................................................... i
Lembar Pengesahan ................................................................ ii
Lembar Pernyataan Keaslian .................................................. iii
Kata Pengantar ……………………………………………… iv
Daftar Isi ............................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN
1 Kompetensi yang Diharapkan .................... 1
2 Pentingnya Mempelajari Buku Pintar .......... 1
3 Tujuan Mempelajari Buku Pintar ................. 2
BAB II ISI
1 Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam .......... 3
2 Propinsi Sumatra Utara .............................. 9
3 Propinsi Sumatra Barat .............................. 15
4 Propinsi Riau ................... ........................... 21
5 Propinsi Kepulauan Riau ............................. 27
6 Propinsi Jambi ........................................... 29
7 Propinsi Sumatra Selatan ............................ 34
8 Propinsi Bangka Belitung ........................... 40
9 Propinsi Bengkulu ……………………….. 44
10 Propinsi Lampung ………………………… 48
11 Propinsi Banten …………………………… 52
12 Propinsi DKI Jakarta ……………………… 56
13 Propinsi Jawa Barat ………………………. 59
14 Propinsi Jawa Tengah ……………………. 64
15 Propinsi DI Yogyakarta ………………….. 71
16 Propinsi Jawa Timur ……………………… 74
17 Propinsi Kalimantan Barat ……………….. 79
18 Propinsi Kalimantan Tengah …………….. 82
19 Propinsi Kalimantan Selatan ……………… 86
20 Propinsi Kalimantan Timur ……………… 91
21 Propinsi Kalimantan Utara ………………. 95
22 Propinsi Sulawesi Selatan ………………… 96
23 Propinsi Sulawesi Barat ………………….. 101
24 Propinsi Sulawesi Tengah ……………….. 103
25 Propinsi Gorontalo ……………………….. 108
vi
BAB III 26 Propinsi Sulawesi Tenggara ……………… 111
27 Propinsi Sulawesi Utara ……………….. 115
28 Propinsi Bali ……………………………… 118
29 Propinsi Nusa Tenggara Barat …………… 122
30 Propinsi Nusa Tenggara Timur …………… 125
31 Propinsi Maluku …………………………. 132
32 Propinsi Maluku Utara …………………… 136
33 Propinsi Papua …………………………… 140
34 Propinsi Papua Barat …………………….. 143
PENUNJANG 146
1 Daftar Kepustakaan ……………………… 149
2 Identitas Diri Penulis …………………….
vii
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam pendahuluan ini akan menguraikan
kompetensi yang diharapkan dari peserta didik,
pentingnya mempelajari buku pintar, dan tujuan
mempelajari buku pintar dan materi yang dapat dikuasai
oleh peserta didik.
1. Kompetensi yang Diharapkan
Setelah mempelajari buku ini, peserta didik dapat
memahami keragaman budaya Indonesia yang terdiri
dari bahasa daerah, lagu daerah, suku, rumah adat,
senjata, alat musik, tarian, makanan khas, pakaian adat,
upacara adat, dan seni pertunjukan, mampu menerapkan
pemahaman pembelajaran peserta didik.
2. Pentingnya Mempelajari Buku Pintar
Peserta didik perlu mempelajari buku pintar
keragaman budaya yang terdiri dari bahasa daerah, lagu
daerah, suku, rumah adat, senjata, alat musik, tarian,
makanan khas, pakaian adat, upacara adat, dan seni
pertunjukan. Buku pintar selain materi tersebut di
atas dilengkapi dengan gambar-gambar untuk
memperjalas tentang keragaman budaya Indonesia yang
bersumber dari budaya Indonesia dari 34 propinsi.
Berdasarkan keterangan tersebut di atas
peserta didik dapat mengetahui dan memahami lebih
jauh tentang keragaman budaya Indonesia dan
peserta didik dapat menuangkan hasil pembelajaran yang
diperlukan.
1
3. Tujuan Mempelajari Buku Pintar
Setelah mempelajari buku pintar ini peserta didik
diharapkan menguasai keragaman budaya Indonesia dan
diharapkan peserta didik mampu:
- Menjelaskan keragaman bahasa daerah di 34 propinsi.
- Menjelaskan keragaman lagu daerah di 34 propinsi.
- Menjelaskan keragaman rumah adat di 34 propinsi.
- Menjelaskan keragaman senjata di 34 propinsi.
- Menjelaskan keragaman alat musik di 34 propinsi.
- Menjelaskan keragaman tarian di 34 propinsi.
- Menjelaskan keragaman makanan khas di 34 propinsi.
- Menjelaskan keragaman pakaian adat di 34 propinsi.
- Menjelaskan keragaman upacara adat di 34 propinsi.
- Menjelaskan keragaman seni pertunjukan di 34
propinsi.
- Menjelaskan keragaman suku di 34 propinsi.
2
BAB II
ISI
1. Propinsi
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Data Budaya
Bahasa Daerah: Aceh, Alas, Aneuk Jamee,
Devayan, Gayo, Gayo Lues, Melayu Simeule,
Tamiang.
Lagu Daerah: Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso
Surit, Sepakat Segenap.
Rumah Adat: Krong Bade.
Krong Bade
Senjata: Peudeung, Rencong.
Peudeung Rencong
Alat Musik: Canang, Genderang, Rapai, Serune Kalee.
Canang Genderang Rampai Serune
Kalee
Tarian: Bines, Guel, Japin Tamiang, Likok Pulo,
Pukat, Ranup Lampuan, Rapa’i Geleng, Rateb
Meuseukat, Ratoh Duek, Rebana, Saman, Seudati,
Ula-ula.
Bines Guel Japin Likok Pulo Pukat Ranup
Tamiang Lampuan
3
Rapa’i Rateb Ratoh Duek Rebana Saman Seudati
Geleng Meuseukat
Ula-ula
Makanan Khas: Gulai Itik, Jus Terong Belanda,
Kari Kambing, Kopi Tarik, Meuseukat, Mie Aceh,
Thimpang.
Gulai Itik Kari Kopi Tarik Meuseukat Mie Aceh Thimpang
Kambing
Pakaian Adat: Pidie.
Upacara Adat: Kenduri Blang, Kenduri Laot.
Kenduri Kenduri
Blang Laot
Suku: Aceh, Alas, Aneuk Jamee, Gayo, Kluet,
Gumbak Cadek, Simeulue, Tamiang, Tamiang Ulu
Sangkil.
Aceh Alas Aneuk Gayo
Jamee
Kluet Simeulue Tamiang
Penjelasan
Bahasa daerah Aceh: Bahasa ini sering juga disebut
(terutama oleh penutur bahasa Aceh)
dengan bahasa Jamee atau bahasa Baiko. Di kabupaten
Aceh Selatan bahasa ini merupakan bahasa ibu bagi
4
penduduk yang mendiami wilayah-wilayah Susoh,
Labuhan Haji, Samadua, Tapaktuan, dan Kluet Selatan.
Bahasa daerah Aneuk Jamee: Bahasa Jamee, terkadang
juga disebut bahasa Aneuk Jamee adalah salah satu
dialek bahasa Minangkabau yang umumnya dituturkan
oleh sebagian masyarakat di pesisir barat daya dan
selatan Aceh. Orang Aceh setempat ada yang
menyebutnya dengan basa Aneuk Jamee atau basa
Baiko.
Bahasa daerah Gayo: Bahasa Gayo (sebutan: Gayô)
adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Gayo di
Nanggroe Aceh Darussalam, terutama di
Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan
kecamatan Serba Jadi di kabupaten Aceh Timur. Ketiga
daerah ini merupakan wilayah inti suku Gayo.
Bahasa daerah Tamiang: Bahasa Tamiang (dalam bahasa
Aceh disebut bahasa Teumieng) merupakan varian atau
dialek bahasa Melayu yang digunakan oleh masyarakat
kabupaten Aceh Tamiang (dulu wilayah kabupaten Aceh
Timur), kecuali di kecamatan Manyak Payed (yang
merupakan wilayah bahasa Aceh) dan kota Kuala
Simpang (wilayah bahasa campuran).
Lagu daerah Bungong Jeumpa: Bungong
Jeumpa adalah lagu daerah yang berasal
dari propinsi Aceh, Indonesia. Bungong jeumpa kalau
dalam bahasa Indonesia artinya
“bunga cempaka”. Bunga yang berasal dari India ini
menjadi kebanggaan masyarakat Aceh.
5
Dulu bunga cempaka dengan baunya yang wangi dan
khas banyak yang menanamnya di pekarangan rumah.
Lagu daerah Piso Surit: Adalah salah satu lagu dari
sekian banyak lagu, syair, serta tarian asal
Karo. Lagu dan syair piso surit sendiri, merupakan karya
komponis Nusantara asal Seberaya, Taneh
Karo, Sumatera Utara, bernama: Djaga Sembiring
Depari.
Rumah adat Krong Bade: Adalah rumah
adat dari Nanggroe Aceh Darussalam. Rumah krong
bade juga biasa dikenal dengan nama rumoh
Aceh. Rumah ini mempunyai tangga depan yang
digunakan bagi tamu atau orang yang tinggal untuk
masuk ke dalam rumah. Rumah krong bade adalah salah
satu budaya Indonesia yang hampir punah.
Senjata Rencong: Rencong telah ditetapkan sebagai
warisan budaya takbenda Indonesia dalam
kategori senjata tradisional dari propinsi Nanggroe Aceh
Darussalam. Rencong adalah simbol keberanian dan
kegagahan wewenang Aceh.
Alat musik Canang: Propinsi Nangro Aceh Darussalam,
tepatnya kabupaten Aceh Singkil, memiliki canang kayu
atau instrumen musik canang kayu sebagai musik
tradisionalnya. Instrumen musik tradisional tersebut
dimainkan dan dipopulerkan oleh masyarakat Aceh
Singkil. Mulanya canang kayu digunakan hanya sebagai
alat musik penghibur bagi para petani.
Alat musik Serune Kalee: Alat musik tradisional khas
Aceh adalah alat musik tradisional berbentuk terompet.
6
Struktur fisiknya menyerupai alat musik barat klarinet.
Bisa menjumpai alat musik ini di daerah Aceh Utara,
Aceh Besar, Pidie dan Aceh Barat. Serune kalee selalu
akan muncul dalam acara ritual seperti penyambutan
tamu, pernikahan, dan acara hiburan.
Tari Bines: Merupakan tarian tradisional yang berasal
dari kabupaten Gayo Lues. Tarian ini muncul dan
berkembang di Aceh Tengah, namun kemudian dibawa
ke Aceh Timur. Menurut sejarah tarian ini diperkenalkan
oleh seorang ulama bernama Syech Saman dalam rangka
berdakwah.
Tari Guel: Adalah salah satu khasanah budaya Gayo di
Aceh. Guel berarti membunyikan. Khususnya
di daerah dataran tinggi Gayo, tarian ini memiliki kisah
yang panjang dan unik.
Tari Likok Pulo: Adalah sebuah tarian tradisional yang
berasal dari Aceh, Indonesia."likok" berarti gerak tari,
sementara "pulo" berarti pulau. Pulo di sini merujuk
pada sebuah pulau kecil di ujung utara pulau Sumatra
yang juga disebut pulau Breuh atau pulau Beras.
Tari Rapa’i Geleng: Adalah sebuah tarian etnis Aceh
yang berasal dari wilayah Aceh bagian selatan tepatnya
Manggeng, yang sekarang masuk kawasan kabupaten
Aceh Barat Daya. Rapa'i geleng dikembangkan oleh
seorang anonim di Aceh Barat Daya.
Tari Rateb Meuseukat: Merupakan salah satu tarian
Aceh yang berasal dari Aceh. Nama ratéb meuseukat
berasal dari bahasa Arab yaitu “ratéb” asal kata “ratib”
7
artinya ibadat dan “meuseukat” asal kata “sakat” yang
berarti diam.
Tari Ratoh Duek: Tarian ini dilakukan oleh sebelas
wanita dan dua syahie. Didampingi irama Islam, unsur-
unsur tari terlihat begitu harmonis. Tari ini dibawakan
dengan penuh semangat sebagai gambaran tentang
interaksi kehidupan sehari-hari dan kekompakan
masyarakat Aceh.
Tari Ula-ula: Tari ula-ula lembing
dari Aceh Tamiang. Tari ula-ula lembing
merupakan tari tradisional Aceh yang berasal
dari Aceh Tamiang. Tarian ini ditarikan oleh duabelas
orang atau lebih berputar-butar ke sekeliling panggung
bagai ular. Tari ula-ula lembing harus dibawakan dengan
penjiwaan yang lincah dan ceria.
Makanan khas Mie Aceh: Adalah
masakan mie pedas khas Aceh di Indonesia. Mie kuning
tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing
atau makanan laut (udang dan cumi) disajikan dalam sup
sejenis kari yang gurih dan pedas.
Suku Aneuk Jamee: Adalah sebuah suku di Indonesia
yang tersebar di sepanjang pesisir barat sampai selatan
Aceh, mulai dari kabupaten Aceh Singkil, Aceh Selatan,
Aceh Barat Daya, Aceh Barat dan Simeulue. Suku ini
merupakan keturunan perantau Minangkabau yang
bermigrasi ke Aceh dan telah berakulturasi dengan suku
Aceh.
Suku Gayo: Adalah sebuah suku bangsa yang mendiami
dataran tinggi Gayo di propinsi Aceh bagian tengah.
8
Berdasarkan sensus 2010 jumlah suku Gayo yang
mendiami propinsi Aceh mencapai 336.856 jiwa.
Suku Kluet: Merupakan satu di antara dua suku lainnya
yaitu Aceh dan Aneuk Jamee yang hidup di wilayah
Aceh Selatan. Suku ini umumnya terdapat di wilayah
Kluet Utara, Kluet Timur, Kluet Tengah, dan Kluet
Selatan.
Suku Tamiang: Atau suku Melayu Tamiang adalah
satu suku bangsa melayu yang merupakan penduduk
asli kabupaten Aceh Tamiang. Mereka mempunyai
kesamaan dialek dan bahasa dengan masyarakat melayu
yang tinggal di kabupaten Langkat, Sumatra Utara serta
berbeda dengan masyarakat Aceh.
2. Propinsi
SUMATRA UTARA
Data Budaya
Bahasa Daerah: Angkola, Batak, Karo, Mandailing,
Melayu, Nias, Padang Lawas, Pakpak, Simalungun.
Lagu Daerah: Anju Ahu, Butet, Dago Inang Sarge,
Lisoi, Madedek Magambiri, Meriam Tomong, Na
Sonang Duhita Nadua, O Tano Batak, Piso Surit,
Rambadia, Sengko-sengko, Sinanggar Tulo, Sing
Sing So, Tilo.
Rumah Adat: Balai Batak Toba, Bolon.
Balai Batak Bolon
Toba
Senjata: Hujur, Panaluan, Piso Gaja Dompak.
9
Hujur Panaluan Piso Gaja
Dombak
Alat Musik: Aramba, Doli-doli, Garantung, Gendang
Melayu, Gong, Gordang, Sordam.
Aramba Doli-doli Garantung Gendang
Melayu
Gong Gordang Sordam
Tarian: Baluse, Cawan, Landek, Manduda, Tor-tor
Sigale-gale, Perang, Serampang Dua Belas.
Baluse Landek Manduda Tor-tor Perang Serampang
Sigale-gale Duabelas
Makanan Khas: Anyang, Arsik, Bika Ambon, Bolu
Meranti, Es Kolak, Lapis Legit, Lemang, Sarabba, Tuak,
Uyen.
Arsik Bika Bolu Es Kolak
Ambon Meranti
Lapis Legit Lemang Tuak
Pakaian Adat: Karo.
Karo
Upacara Adat: Lompat Batu.
Lompat Batu
10
Suku: Angkola, Asahan, Batak, Batak Karo, Batak
Toba, Batak Mandailing, Humbang, Karo, Mandailing,
Melayu, Nias, Padang Lawas, Pakpak, Samosir,
Silindung, Simalungun, Tionghoa.
Angkola Batak Batak Karo Batak Toba Batak Karo
Mandailing
Mandailing Melayu Nias Tionghoa
Penjelasan
Rumah adat Balai Batak Toba: Adalah rumah
adat dari daerah Sumatra Utara. Rumah ini terbagi atas
dua bagian yaitu jabu parsakitan dan jabu bolon. Jabu
parsaktian adalah tempat penyimpanan barang. Tempat
ini juga terkadang dipakai sebagai tempat untuk
pembicaraan terkait dengan hal-hal adat.
Rumah adat Bolon: Rumah adat suku Batak di daerah
Sumatera Utara namanya rumah bolon atau sering
disebut dengan rumah gorga. Rumah ini menjadi simbol
keberadaan masyarakat Batak yang hidup
di daerah tersebut. Suku Batak di Sumatera Utara terdiri
dari beberapa jenis, yaitu Batak Toba, Simalungun,
Karo, Mandailing, Pakpak, dan Angkola.
Senjata Piso Gaja Dompak: Adalah salah
satu senjata tradisional suku Batak dan berasal
dari propinsi Sumatera Utara. Piso gaja
dompak adalah senjata yang berbentuk panjang, pipih,
runcing, dan tajam.
11
Alat musik Doli-doli: Doli-doli terbuat dari empat bilah
kayu dan alat musik tradisional yang dimainkan dengan
cara ditiup. Alat musik tradisional doli-doli, bisa anda
jumpai di dearah Nias.
Alat musik Garantung: Garantung (dibaca garattung)
adalah salah satu alat musik Batak Toba, Sumatra
Utara yang merupakan pembawa melodi yang terbuat
dari kayu dan memiliki lima bilah nada. Klasifikasi
instrumen ini termasuk ke dalam kelompok xyxophone.
Alat musik Gordang: Tidak hanya terkenal dengan
keindahan objek wisatanya, Sumatera Utara juga
memiliki alat musik yang khas
yaitu Gordang. Gordang merupakan gendang yang
dipukul berirama. Gordang telah menjadi bagian
masyarakat Batak sejak nenek moyang
terdahulu. Gordang terbuat dari kayu yang dilapisi
dengan kulit sapi atau kerbau.
Tari Baluse: Atau tari perang merupakan salah
satu tarian yang berasal dari Nias Selatan, Sumatera
Utara. Tarian ini dipimpin oleh seorang komando seperti
strategi dalam perang.
Tari Manduda: Merupakan salah satu tarian rakyat yang
bersal dari kabupaten Simalungun, Sumatra Utara,
Indonesia. Arti manduda bagi masyarakat Simalungun
adalah menumbuk padi yang nantinya menjadi beras
yang merupakan salah satu rangkaian tari yang ada di
pesta horja harangan yaitu pesta panen.
Tari Serampang Duabelas: Berasal dari daerah Serdang
Bedagai, Sumatera Utara. Tari tradisional ini juga cukup
12
terkenal di daerah berbudaya Melayu seperti Riau,
Jambi, dan beberapa daerah lainnya. Sekitar tahun
1940, tari serampang dua belas diciptakan oleh seniman
bernama Sauti.
Makanan khas Arsik: Adalah salah satu
masakan khas kawasan Tapanuli yang populer. Masakan
ini dikenal pula sebagai ikan mas bumbu kuning. Ikan
mas adalah bahan utama, yang dalam penyiapannya
tidak dibuang sisiknya.
Makanan khas Bika Ambon: Makanan
khas Medan, Sumatera Utara. Kue manis dan kenyal satu
ini merupakan salah satu makanan khas kota
Medan, Sumatera Utara.
Pakaian adat Karo: Biasa digunakan sebagai penutup
kepala. Uis gara lebih dikenal oleh khalayak sebagai
ulos. Ulos tidak hanya menjadi ciri khas masyarakat
Batak Karo, namun lebih luas lagi menjadi pakaian
adat ataupun kain tradisional suku Batak.
Upacara adat Lompat Batu: Adalah salah satu tradisi
yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi ini
biasanya dilakukan para pemuda dengan cara melompati
tumpukan batu setinggi 2 meter dan setebal 40 cm untuk
menunjukan bahwa mereka sudah pantas untuk dianggap
dewasa secara fisik.
Suku Angkola: Suku Batak Angkola adalah salah satu
subetnis dari suku bangsa Batak, di samping Batak Toba,
Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, dan
Batak Mandailing.
13
Suku Batak: Suku bangsa yang dikategorikan
sebagai Batak adalah Angkola, Karo, Mandailing,
Pakpak/Dairi, Simalungun, dan Toba. Batak adalah
rumpun suku-suku yang mendiami sebagian besar
wilayah Sumatera Utara.
Suku Karo: Adalah suku bangsa yang mendiami
wilayah Sumatera Utara dan sebagian Aceh; meliputi
kabupaten Karo, kabupaten Aceh Timur, kabupaten
Langkat, kabupaten Dairi, kabupaten Simalungun, dan
kabupaten Deli Serdang. Suku ini merupakan salah
satu suku terbesar dalam Sumatera Utara.
Suku Mandailing: Adalah salah satu suku yang ada di
Asia Tenggara. Suku ini lebih banyak ditemui di
bagian utara pulau Sumatra, Indonesia. Mereka berada di
bawah pengaruh kaum Padri yang memerintah
Minangkabau di Tanah Datar.
Suku Melayu: Suku Deli atau Melayu Deli (Jawi: ملاي و
)دي ليadalah suku melayu yang berasal dari Sumatera
Utara tepatnya mereka mendiami kabupaten Deli
Serdang dan kota Medan suku Melayu Deli juga dapat
ditemui di daerah pesisir timur Sumatera Utara,
pinggiran sungai Deli dan Labuhan.
Suku Nias: Adalah kelompok masyarakat yang hidup di
pulau Nias. Dalam bahasa aslinya,
orang Nias menamakan diri mereka "ono niha" (ono =
anak/keturunan; niha = manusia) dan pulau Nias sebagai
"tano niha" (tano = tanah).
Suku Pakpak: Adalah suku besar yang mendiami
wilayah propinsi Sumatera Utara, mulai dari Barus di
14
kabupaten Tapanuli Tengah, kabupaten Humbang
Hasundutan, kabupaten Dairi, hingga
kabupaten Pakpak Barat.
Suku Simalungun: Adalah salah satu suku yang berada
di propinsi Sumatra Utara, Indonesia, yang menetap di
kabupaten Simalungun dan sekitarnya. Beberapa sumber
menyatakan bahwa leluhur suku ini berasal dari daerah
India Selatan tetapi ini hal yang sedang diperdebatkan.
3. Propinsi
SUMATRA BARAT
Data Budaya
Bahasa Daerah: Minangkabau.
Lagu Daerah: Ayam Den Lapeh, Barek Solok,
Dayung Palinggam, Kembanglah Bungo, Kampuang
Nan Jauh di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko,
Rang Talu.
Rumah Adat: Gadang/Bagonjong.
Gadang/
Bagonjong
Senjata: Karih/Piarit/Ruduh, Kerambit.
Alat Musik: Karih/Parit Kerambit Rebab, Saluang,
Talempang. Ruduh
Gendang Tabuik,
Gendang Rebab Saluang Talempong
Tabuik
15
Tarian: Indang, Mendulang Intan, Piring, Payung,
Randai, Tabuik.
Indang Piring Payung Randai Tabuik
Makanan Khas: Ayam Pop, Dendeng Balado, Gulai
Bagar, Rendang, Sate Padang, Teh Talua.
Ayam Pop Dendeng Gulai Bagar Rendang Sate Padang Teh Talua
Balado
Pakaian Adat: Batusangkar.
Batusangkar
Upacara Adat: Tabuik.
Tabuik
Seni Pertunjukan: Randai.
Randai
Suku: Chaniago, Guci, Gusci, Jambak, Koto,
Mentawai, Minangkabau, Panyali, Piliang, Sikumbang,
Tanjung, Tanjung Kato.
Chaniago Guci Jambak Koto
Mentawai Minangkabau Piliang Tanjung
Penjelasan
Bahasa daerah Minangkabau: Adalah salah satu bahasa
dari rumpun bahasa Melayu yang dituturkan oleh Orang
16
Minangkabau sebagai bahasa ibu khususnya di propinsi
Sumatra Barat, pantai barat Aceh dan Sumatra Utara,
bagian barat propinsi Riau, bagian utara Jambi dan
Bengkulu, serta Negeri Sembilan, Malaysia
Lagu daerah Kampuang Nan Jauh di Mato: Adalah
sebuah lagu daerah berbahasa Minangkabau yang berasal
dari Sumatra Barat. Dalam bahasa Indonesia,
judul lagu ini berarti "kampung yang jauh di
mata". Lagu ini diciptakan dan dipopulerkan oleh Oslan
Husein.
Lagu daerah Kaparak Tingga: Adalah sebuah lagu
daerah yang berasal dari propinsi Sumatra
Barat. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang
ditinggalkan oleh kekasihnya. Lagu ini berbentuk pantun
dan didendangkan untuk mengenang sang kekasih. Lirik
lagu "kaparak tingga" berisi kesedihan saat seseorang
ditinggal kekasihnya.
Rumah adat Gadang/Bagonjong: Adalah nama untuk
rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah
tradisional dan banyak dijumpai di propinsi Sumatra
Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut dengan nama
lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah
Baanjuang.
Senjata Karih/Piarit/Ruduh:
Adalah senjata tradisional Sumatera Barat yang memiliki
bentuk mirip keris pada suku Jawa.
Alat musik Gendang Tabuik: Alat musik tradisional
khas Sumatra Barat. Alat musik gendang banyak
17
dijumpai di berbagai daerah. Alat musik ini merupakan
salah satu bentuk akulturasi budaya India dan Indonesia.
Alat musik Saluang: Adalah alat musik tradisional khas
Minangkabau, Sumatra Barat. Yang mana alat musik
tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang. Orang
Minangkabau percaya bahwa bahan yang paling bagus
untuk dibuat saluang berasal dari talang untuk jemuran
kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai.
Alat musik Talempong: Adalah sebuah alat musik pukul
tradisional khas suku Minangkabau. Bentuknya hampir
sama dengan instrumen bonang dalam perangkat
gamelan. Talempong dapat terbuat dari kuningan, tetapi
ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Saat ini
talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan.
Tari Indang: Atau biasa disebut tari dindin badindin
adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari budaya
masyarakat Minang, Pariaman, propinsi Sumatera
Barat. Tarian ini sebetulnya merupakan sebuah
permainan alat musik yang dilakukan secara bersama-
sama.
Tari Piring: Atau tari piriang dalam bahasa Minangkabau
adalah tarian tradisional Minangkabau yang melibatkan
atraksi piring. Para penari mengayunkan piring
mengikuti gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa
terlepas dari genggaman tangan. Gerakannya diambil
dari langkah-langkah dalam silat Minangkabau atau
silek.
Tari Payung: Adalah tarian yang melambangkan kasih
sayang. Tarian ini dilakukan dengan menggunakan
18
payung sebagai instrumen pelengkap. Tarian yang
berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat ini biasanya
dilakukan oleh tiga sampai empat orang penari yang
dilakukan secara berpasangan antara pria dan wanita.
Tari Randai: Adalah salah satu permainan tradisional
di Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok
dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan
kaki secara perlahan, sambil menyampaikan cerita dalam
bentuk nyanyian secara berganti-
gantian. Randai menggabungkan seni lagu, musik, tari,
drama dan silat menjadi satu.
Makanan khas Dendeng Balado: Adalah masakan khas
Sumatra Barat dibuat dari irisan tipis dan lebar daging
sapi yang dikeringkan lalu digoreng kering.
Makanan khas Rendang: Atau randang (Jawi: )رن دڠ
adalah masakan daging dengan bumbu rempah-rempah
yang berasal dari Minangkabau.
Makanan khas Sate Padang: Adalah sebutan untuk tiga
jenis varian sate di Sumatra Barat, yaitu sate
Padang, sate Padang Panjang dan sate Pariaman. Sate
Padang memakai bahan daging sapi, lidah, atau jerohan
(jantung, usus, dan tetelan) dengan bumbu kuah kacang
kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak
sehingga rasanya pedas.
Upacara adat Tabuik: Pesta budaya tabuik merupakan
perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura,
gugurnya Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW,
yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah
pantai Sumatera Barat, khususnya di kota Pariaman.
19
Festival ini termasuk menampilkan kembali pertempuran
karbala dan memainkan gendang tasa.
Suku Chaniago: Adalah sebuah suku/marga asli yang
dibawa oleh datuk Perpatih Nan Sebatang yang
merupakan salah satu suku induk di Minangkabau selain
suku Koto, suku Piliang dan suku Bodi.
Suku Guci: Banyak menyebar hampir merata
di Minangkabau di antaraya Agam, Lima Puluh Kota,
Tanah Datar, Padang Pariaman, Solok dan Pesisir
Selatan. Di nagari Kapau, kabupaten Agam dikenal suku
Guci Pili VI (enam) induk yang berasal dari Pariangan
Padang Panjang di bawah pimpinan datuk Tandilangik.
Suku Jambak: Adalah salah satu suku/klan besar di
Minangkabau. Suku/klan ini adalah rombongan
pengembara yang dipimpin Hera Mong
Champa/Harimau Champo yang datang dari Tiongkok,
Champa dan Siam.
Suku Koto: Merupakan satu dari empat suku/marga yang
terdapat dalam dua klan induk dalam etnis Minangkabau.
Etnis Minangkabau memiliki dua klan yaitu klan/suku
Koto Piliang dan klan/suku Bodi Chaniago.
Suku Mentawai: Merupakan suku yang merupakan
penduduk asli dari kepulauan Mentawai di
bagian barat pulau Sumatera. Kepulauan Mentawai ini
terdiri dari banyak pulau, namun memiliki tiga buah
pulau utama yang banyak dihuni, yaitu pulau Utara,
pulau Pagai Selatan, dan pulau Siberut.
Suku Minangkabau: Atau Minang merupakan sebuah
kelompok etnis di Nusantara yang berbahasa sekaligus
20
menjunjung tinggi nilai adat Minangkabau. Suku
Minangkabau menjadi salah satu suku yang terbesar dan
paling terkenal di Indonesia yang terletak di Sumatera
Barat. Minangkabau pada entitas kultural dan geografis
yang ditandai dengan penggunaan bahasa, adat yang
menganut sistem kekerabatan matrilineal dan identitas
agama Islam.
Suku Piliang: Adalah salah satu suku yang terdapat
dalam kelompok suku Minangkabau. Suku ini
merupakan salah satu suku induk yang berkerabat
dengan suku Koto membentuk adat Ketumanggungan
yang juga terkenal dengan lareh Koto Piliang.
Suku Sikumbang: Adalah salah satu suku di
Minangkabau yang banyak berkembang di antara suku-
suku Minangkabau. Suku Sikumbang termasuk juga
suku yang belum mengenal tulisan dan bahasanyapun
masih asli.
Suku Tanjung: Merupakan salah satu subsuku dari suku
Minangkabau. Suku ini tersebar hampir di seluruh
wilayah Minangkabau dan perantauannya. Suku
Tanjung merupakan bagian dari lareh Koto Piliang yang
disusun oleh datuk Ketumanggungan. Menurut tambo
adat Minangkabau, suku Tanjung berasal dari Luhak
Nan Tigo dan merupakan salah satu suku yang terbesar
di Minangkabau. Suku ini kemudian menyebar ke
wilayah rantau dan pesisir.
4. Propinsi
RIAU
Data Budaya
21
Bahasa Daerah: Melayu.
Lagu Daerah: Lancang Kuning, Langgam Melayu,
Ramlan Ham, Soleram.
Rumah Adat: Melayu Selaso Jatuh, Selaso Jatuh
Kembar.
Selaso Jatuh
Kembar
Senjata: Badik Tumbuk Lada, Pedang Jenawi.
Badik Pedang
Tumbuk Jenawi
Lada
Alat Musik: Calempong Kampar, Gambus Melayu,
Kompang, Marwas.
Calempong Gambus Kompang Marwas
Kampar Melayu
Tarian: Dabus, Gamelan, Joget Lambak, Makan
Sirih, Melemang, Serampang Dua Belas, Tandak,
Zapin.
Gamelan Joget Makan Sirih Melemang Tanduk Zapin
Lambak
Makanan Khas: Bolu Kemojo, Gulai Asam Pedas
Ikan Patin, Kemojo Jagung, Lempuk Durian, Putu
Mayang.
22
Bolu Kemojo Gulai Asam Lempuk Putu Mayang
Pedas Durian
Ikan Pati
Pakaian Adat: Teluk Belanga.
Teluk Belanga
Upacara Adat: Balimau Kasai.
Balimau Kasai
Seni Pertunjukan: Makyong.
Makyong
Suku: Akit, Anak Dalam, Bonai, Melayu, Hutan
Sangkai, Talangmamak.
Akit Anak Dalam Bonai Melayu Talangmamak
Penjelasan
Bahasa daerah Melayu: Bahasa Melayu Riau adalah
bagian dari rumpun bahasa Melayu. Bahasa Riau sendiri
memiliki dua dialek, yakni dialek Melayu Riau daratan
yang digunakan di pulau Sumatra, dan dialek yang
mereka gunakan di kepulauan Riau dan di daerah pesisir
pantai.
Lagu daerah Soleram: Adalah lagu daerah yang berasal
dari propinsi Riau, Indonesia. Isi lagunya terutama
menceritakan tentang cinta dan persahabatan. Lirik lagu
soleram cukup pendek, mendayu-dayu, merdu, dan
23
mudah diingat. Iramanya yang pelan dan damai
membuat pendengarnya merasa nyaman dan bisa tidur
dengan cepat.
Rumah adat Selaso Jatuh Kembar: Adalah rumah adat
khas daerah Riau yang berupa balai selaso jatuh. Balai
atau rumah adat ini difungsikan sebagai tempat kegiatan
bersama, sebagai tempat pertemuan, tetapi tidak
digunakan sebagai tempat tinggal pribadi.
Senjata Badik Tumbuk Lada: Senjata ini tergolong
dalam jenis senjata pendek dengan mata pada sebelah
bilah sahaja dan boleh digunakan secara tunggal ataupun
berpasangan. Tumbuk lada pada zaman dulu juga
menjadi salah satu kelengkapan pakaian adat di
kepulauan Riau. Badik merupakan salah satu identitas
yang mencirikan bangsa Melayu.
Alat musik Kompang: Adalah salah salah satu alat
musik tradisional Melayu. Selain kompang ada gendang,
kordeon, gambus, rebana ubi dan
gong. Kompang merupakan alat musik paling populer
kayu disebut baluh di tanah Melayu karena sering
digunakan dalam banyak perhelatan.
Tari Joget Lambak: Atau joget dangkung adalah salah
satu tarian melayu yang cukup terkenal di daerah
kepulauan Riau. Kesenian ini biasanya dipergelarkan
atau dipentaskan pada malam hari, sekitar pukul 20.000
WIB sampai dengan tengah malam.
Joget lambak merupakan tarian yang mengungkapkan
kegembiraan.
24
Tari Makan Sirih: Merupakan tarian selamat datang
kepada tamu-tamu besar di propinsi Jambi, kepulauan
Riau, dan Riau. Tarian ini juga terkenal di Malaysia
sebagai tarian wajib kepada tamu besar. Keagungan
dalam gerak yang lembut dan halus menyatu dengan
iringan musik serta syair yang ditujukan bagi para tamu.
Tari Melemang: Menurut sejarahnya, tari
melemang merupakan tarian tradisional yang berasal dari
Tanjungpisau Negeri Bentan Penaga, kecamatan
Bintan. Tari melemang dimainkan kali pertama sekitar
abad ke-12. Ketika itu, tari melemang hanya dimainkan
di istana kerajaan Melayu Bentan yang pusatnya berada
di bukit Batu, Bintan.
Tari Tandak: Adalah salah satu tarian tradisional yang
berasal dari daerah Riau dan kepulauan Riau. Tarian ini
tergolong tarian pergaulan yang biasanya ditampilkan
oleh para penari pria dan penari wanita. Tari tandak ini
merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup
terkenal.
Tari Zapin: Berasal dari bahasa Arab yaitu "zafn" yang
artinya pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan.
Diperkirakan berasal dari Yaman, Zapin merupakan
khazanah tarian rumpun Melayu yang mendapat
pengaruh Arab. Tari zapin sangat ragam gerak tarinya,
walaupun pada dasarnya gerak dasar zapinnya sama,
ditarikan oleh rakyat di pesisir timur dan barat Sumatera,
semenanjung Malaysia, Sarawak, kepulauan Riau,
pesisir Kalimantan dan Brunei Darussalam.
25
Pakaian adat Teluk Belanga: Di
kepulauan Riau memiliki keunikan tersendiri. Pakaian
tradisional teluk belanga pada umumnya motifnya polos,
warnanyapun tidak mencolok.
Upacara adat Balimau Kasai: Adalah sebuah upacara
tradisional yang istimewa bagi masyarakat Kampar di
propinsi Riau untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Balimau sendiri bermakna mandi dengan menggunakan
air yang dicampur jeruk yang oleh masyarakat setempat
disebut limau.
Seni pertunjukan Makong: (Jawi: )ي وڠ مق
adalah seni teater tradisional masyarakat Melayu yang
sampai sekarang masih digemari dan sering
dipertunjukkan sebagai dramatari dalam forum
internasional. Di zaman dulu, pertunjukan
makyong diadakan orang desa di pematang sawah selesai
panen padi.
Suku Akit: Atau suku Akik merupakan salah satu suku
asli yang mendiami wilayah propinsi Riau. Suku Akit
merupakan suku asli yang mendiami wilayah pulau
Rupat tepatnya di kecamatan Bengkalis.
Suku Anak Dalam: Atau yang lebih di kenal dengan
nama suku Kubu atau orang rimba yaitu satu di antara
suku yang ada di Indonesia. Suku anak dalam termasuk
golongan minoritas yang daerah teritorialnya di
pedalaman propinsi Riau dan Sumatera Selatan.
Suku Bonai: Merupakan salah satu suku yang mendiami
daerah Bonai, Sekapas, dan Rantau Kapur, di kecamatan
Tanah Putih, kabupaten Bengkalis, Riau.
26
Suku Talangmamak: Merupakan sekumpulan
masyarakat yang terasing dan hidup masih secara
tradisional di sehiliran sungai Indragiri, propinsi Riau,
Indonesia.
5. Propinsi
KEPULAUAN RIAU
Data Budaya
Bahasa Daerah: Bonai, Kula, Melayu.
Lagu Daerah: Dendang Nelayan, Pancang Kelong,
Segantang Lada.
Rumah Adat: Belah Bubung, Selaso Jatuh Kembar.
Belah Bubung Selaso Jatuh
Kembar
Senjata: Badik, Pedang Jenawi.
Pedang Jenawi
Alat Musik: Gambus, Gendang.
Gambus
Tarian: Dangkong, Lambak, Makyong, Melemang,
Mendu, Tandak, Zapin.
Dangkong Makyong Melemang Tandak Zapin
Makanan Khas: Bolu Kemojo, Kerupuk Ikan
Atom, Kopi Tarik, Kue Bangkit, Lempok Durian,
Mie Lendir, Otak-otak, Roti Goreng, Roti Jala, Siput
Gonggong, Sup Ikan Batam, Teh Prendjak, Teh Tarik.
27
Kerupuk Kue Bangkit Mie Lendir Otak-otak Roti Goreng
Ikan Atom
Roti Jala Siput Sup Ikan Teh Prendjak Teh Tarik
Gonggong Batam
Pakaian Adat: Teluk Belanga.
Teluk Belanga
Suku: Banjar, Batak, Bugis, Thionghoa.
Banjar Batak Bugis Thionghoa
Penjelasan
Rumah adat Belah Bubung: Adalah rumah adat dari
kepulauan Riau yang berada di Indonesia. Rumah belah
bubung juga dikenal dengan nama rumah rabung atau
rumah bubung melayu. Konon, nama rumah ini
diberikan oleh orang-orang asing yang datang ke
Indonesia seperti Tiongkok dan Belanda.
Tari Dangkong: Atau lebih dikenal dengan
joget dangkong merupakan kesenian tari tradisional yang
sudah ada sejak masa kerajaan Melayu di kepulauan
Riau. Tarian ini ditampilkan dalam upacara adat,
pernikahan, sebagai penghibur warga kerajaan pada
zaman dahulu, dan penghibur semua masyarakat di
sekitar kerajaan.
Makanan khas Mie Lendir: Merupakan salah satu
makanan khas dari Tanjungpinang, kepulauan Riau. Mie
28
lendir tersebut memiliki kuah yang kental berwarna
cokelat, kuah ini dicampurkan beberapa bahan seperti
kacang tanah dan ubi jalar yang menjadi bahan dasar
pada kuahnya. Mie lendir ini sama halnya dengan mie
biasa, yaitu mie kuning.
Makanan khas Roti Jala: Merupakan makanan
khas masyarakat Riau, lebih tepatnya
Tanjungpinang kepulauan Riau. Namun
sebenarnya makanan roti jala berasal dari India, disebut
sebagai roti prata.
Makanan khas Siput Gonggong: Merupakan sejenis
kerang-kerangan yang banyak terdapat di perairan
sekitar kepulauan Riau. Tak diketahui pasti kapan
gonggong menjadi makan khas dari kepulauan yang
dahulu disebut Negeri Segantang Lada ini.
Suku Banjar: (bahasa Banjar: urang Banjar / )ب نجر اورڠ
adalah suku bangsa yang menempati wilayah
Kalimantan Selatan, serta sebagian Kalimantan Tengah
dan sebagian Kalimantan Timur.
6. Propinsi
JAMBI
Data Budaya
Bahasa Daerah: Bajau, Banjar, Batin, Kerinci, Kubu,
Melayu.
Lagu Daerah: Batanghari, Cik Minah, Damar Bakipeh,
Injit-injit Semut, Kelo Hati, Mak Inang, Mari
Berjoget, Pinang Muda, Rampi Rampo, Risau
Menanti, Selayang Pandang, Selendang Mayang.
Rumah Adat: Panjang, Panggung Kajang Lako.
29
Panggung
Kajang Lako
Senjata: Badik Tumbuk Lada, Keris, Pedang, Tombak.
Badik Keris Pedang Tombak
Tumbuk
Lada
Alat Musik: Gambus, Sekdu.
Gambus Sekdu
Tarian: Besapih, Kisan, Magis, Rangguk, Rentak,
Sekapur Sirih, Selampit Delapan, Selaras Pinang
Masak, Selendang Mak Inang, Selendang Mayang,
Tauh.
Kisan Magis Rangguk Sekapur
Sirih
Selampit Selaras Tauh
Delapan Pinang
Masak
Makanan Khas: Burgo, Kemplang, Rambutan Goreng,
Selai Nanas Goreng, Sirup Kayu Manis, Tempoyak.
Burgo Kemplang Rambutan Selai Nanas Sirup Tempoyak
Goreng Goreng Kayu Manis
Pakaian Adat: Jambi.
Jambi
30
Upacara Adat: Kenduri Sko, Mandi Belimau, Mandi
Safar.
Kenduri Mandi Mandi Safar
Belimau
Suku: Bajau, Batin, Kerinci, Kubu, Melayu, Penghulu.
Bajau Batin Kerinci Kubu Melayu
Penjelasan
Bahasa daerah Banjar: (Jawi: )ب نجر ب هاسadalah
sebuah bahasa Austronesia dari rumpun bahasa Melayu
yang dipertuturkan oleh suku Banjar di Kalimantan
Selatan, Indonesia, sebagai bahasa ibu. bahasa
Banjar termasuk dalam daftar bahasa dominan di
Indonesia.
Bahasa daerah Kerinci: (bahasa Melayu: bahasa Kerinci;
Jawi; )ك ري نچي ب هاسadalah bahasa yang digunakan
suku Kerinci di sekitar wilayah sungai Penuh. Bahasa ini
termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.
Bahasa daerah Kubu: Bahasa Anak Dalam,
atau bahasa orang Rimba adalah bahasa yang digunakan
suku Kubu. Persebaran penuturnya meliputi
propinsi Jambi, Riau, dan Sumatra Selatan. Bahasa ini
termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.
Lagu daerah Injit-injit Semut: Adalah sebuah lagu
daerah yang berasal dari propinsi Jambi. Meskipun lebih
dikenal sebagai lagu daerah, injit-injit semutpun dikenal
baik sebagai lagu anak-anak. Dikenalnya lagu ini
31
sebagai lagu anak-anak terjadi karena lagu ini suka
mengiringi permainan cubit-cubitan.
Lagu daerah Selendang Mayang: Adalah
sebuah lagu daerah yang berasal dari propinsi
Jambi. Lagu ini memiliki makna tentang ketangkasan
dalam menjalankan tugas. Jadi, seseorang dalam
melakukan suatu tugas, seperti saat bekerja harus
tangkas dan cekatan dalam mengerjakannya.
Rumah adat Panggung Kajang Lako: Adalah
nama rumah adat yang berasal dari
daerah Jambi. Rumah ini terbuat dari kayu. juga dikenal
dengan nama rumah Kajang Leko.
Tari Magis: Atau atraktif niti mahligai adat daerah
Kerinci, Jambi. Tari niti mahligai adalah tarian khas
daerah Jambi dan salah satu dari
beberapa tarian tradisional yang terdapat di Jambi. Tari
magis telah ada sejak jaman dahulu dan hingga
kini tari ini masih berkembang.
Tari Rangguk: Adalah pertunjukan tari tradisional
Indonesia yang berasal dari desa Kumun, Jambi dan
telah ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi
Budaya sebagai warisan budaya takbenda Indonesia pada
tahun 2018 dengan domain budaya seni pertunjukan.
Tari Sekapur Sirih: Merupakan tarian selamat datang
kepada tamu-tamu besar di propinsi Jambi, kepulauan
Riau, dan Riau. Tarian ini juga terkenal di Malaysia
sebagai tarian wajib kepada tamu besar. Keagungan
dalam gerak yang lembut dan halus menyatu dengan
iringan musik serta syair yang ditujukan bagi para tamu.
32
Pola tari sekapur sirih dari Bengkulu adalah garis
lengkung/curve.
Tari Selampit Delapan: Merupakan tari tradisional
dari Jambi. Tari ini diperkenalkan M. Ceylon sekitar
1970. Awalnya tarian ini dimainkan delapan orang
dengan menggunakan sumbu kompor yang diikat atau
digantung.
Tari Tauh: Merupakan tarian tradisional yang terdapat di
desa Rantau Pandan, kabupaten Bungo,
propinsi Jambi. Tarian ini merupakan gambaran dari
pergaulan muda-mudi (bujang-gadis) di desa Rantau
Pandan, saat mereka bergotong-royong bantu-membantu
dalam suatu tradisi yang disebut beselang.
Upacara adat Kenduri Sko: Adalah rangkaian acara
adat berupa peringatan (kenduri) yang dilaksanakan oleh
masyarakat suku Kerinci di propinsi Jambi. Acara ini
juga disebut dengan istilah kenduri pusako (pusaka).
Suku Bajau: Atau suku Sama adalah suku bangsa yang
tanah asalnya kepulauan Sulu, Filipina Selatan. Suku ini
merupakan suku nomaden yang hidup di atas laut,
sehingga disebut gipsi laut. Suku
Bajau menggunakan bahasa Sama-Bajau.
Suku Batin: Adalah suku Melayu di propinsi Jambi di
bagian pedalaman pulau Sumatra, Indonesia. Ada sekitar
72.000 (2005) orang Batin yang tinggal di pedalaman
Sumatra tengah bagian selatan. Orang Batin suka hidup
berpindah-pindah dan berjiwa gotong royong.
Suku Kerinci: (bahasa Melayu: Kerinci atau Kerinchi;
Jawi: )ك ري نچيadalah suku bangsa yang mendiami
33
wilayah kabupaten Kerinci, kota Sungai Penuh, Jambi,
Malaysia dan daerah lainnya. Suku bangsa ini terbanyak
berpusat di kabupaten Kerinci yang terletak dekat
perbatasan propinsi Sumatra Barat.
7. Propinsi
SUMATRA SELATAN
Data Budaya
Bahasa Daerah: Palembang.
Lagu Daerah: Anju Ahu, Dek Sangke, Kabile-bile,
Kembanglah Bungo, Tari Tanggai.
Rumah Adat: Limas, Rakit.
Limas Rakit
Senjata: Keris, Siwar Kecil, Trisula.
Keris Siwar Kecil Trisula
Alat Musik: Accordion.
Accordion
Tarian: Dana, Gending Sriwijaya, Kipas, Madik,
Mejeng Basuko, Putri Bekhusek, Rodat Cempako,
Tanggai, Tenun Songket.
Gending Kipas Madik Mejeng
Sriwijaya Basuko
Putri Rudat Tanggai Tenun
Songket
Bekhusek Cempako
34
Makanan Khas: Burgo, Empek-empek, Es Kacang
Merah, Kemplang, Kerupuk Ikan Tengiri, Kue
Delapan Jam, Kue Maksuba, Lempok Durian,
Lenggang, Martabak Har, Mie Celor, Otak-otak,
Tekwan, Tempoyak.
Burgo Empek- Es Kacang Kemplang Kerupuk
empek Merah Ikan Tengiri
Kue Kue Lempok Lenggang Martabak
Delapan Maksuba Durian Har
Mie Celor Otak-otak Tekwan Tempoyak
Pakaian Adat: Aesan Gede.
Aesan Gede
Seni Pertunjukan: Wayang.
Wayang
Suku: Kisam, Komering, Kubu, Lematang, Ogan,
Palembang, Pasemah, Ranau, Rawas, Rejang, Sameda,
Semendo.
Kisan Komering Kubu Lematang Ogan Palembang
Pasemah Ranau Rawas Rejang Semendo
35
Penjelasan
Bahasa daerah Palembang: Atau
bahasa Melayu Palembang atau bahasa Musi adalah
sebuah bahasa atau kelompok dialek yang dipertuturkan
oleh masyarakat di sebagian wilayah Sumatra
Selatan dengan penutur asli berjumlah sekitar 3,1 juta
orang.
Rumah adat Limas: Merupakan
prototipe rumah tradisional Sumatra Selatan. Selain
ditandai dengan atapnya yang
berbentuk limas, rumah tradisional ini memiliki lantai
bertingkat-tingkat yang disebut bengkilas dan hanya
dipergunakan untuk kepentingan keluarga seperti
hajatan.
Senjata Keris: Keris Melayu yang memiliki ciri khas
gagang berbentuk mirip kepala burung
Senjata Trisula: Tombak trisula khas Sumatra
Selatan yang diduga mulai dipergunakan sejak era
kerajaan Sriwijaya.
Alat musik Accordion: Alat musik trasdisional
asal Sumatera Selatan. Accordion, alat musik yang
sekilas mirip dengan piano.
Tari Gending Sriwijaya: Merupakan lagu
dan tarian tradisional masyarakat kota Palembang,
Sumatra Selatan. Melodi lagu gending
Sriwijaya diperdengarkan untuk mengiringi tari gending
Sriwijaya.
Tari Kipas: Adalah sebuah seni tari kreasi yang berasal
dari kabupaten Banyuasin, propinsi Sumatera
36
Selatan. Tarian ini menceritakan tentang jalinan kisah
persahabatan di antara masyarakat.
Tari Putri Bekhusek: Ialah salah satu dari sekian
banyak tari tradisional yang berasal dari tanah Sumatera
Selatan yakni Palembang. Tarian ini sendiri memiliki arti
yakni sang putri yang sedang bermain. Tarian ini sangat
terkenal di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan
mensimbolkan kemakmuran daerah Sumatera Selatan.
Tari Rodat Cempako: Ialah salah satu tari tradisional
yang berasal dari Sumatera Selatan, yaitu Palembang
yang memiliki banyak contoh seni budaya
Indonesia. Tarian ini merupakan sebuah
kesenian tari yang tumbuh dan berkembang digolongan
umat Islam yang bertempat tinggal di Palembang.
Tari Tanggai: Adalah sebuah tarian yang disajikan untuk
menyambut tamu yang telah memenuhi undangan. Tari
tanggai biasanya dipertontonkan dalam acara pernikahan
adat daerah Palembang.
Tari Tenun Songket: Merupakan salah
satu tarian tradisional yang berasal dari Sumatera
Selatan. Tarian ini menggambarkan kegiatan remaja
putri khususnya dan para ibu rumah tangga di
Palembang yang umumnya memanfaatkan waktu luang
dengan menenun kain songket.
Makanan khas Empek-empek: Atau
pempek adalah makanan khas Palembang yang terbuat
dari daging ikan yang digiling lembut dan tepung kanji
(secara salah kaprah sering disebut sebagai "tepung
sagu") serta beberapa komposisi lain seperti telur,
37
bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa dan
garam.
Makanan khas Tekwan: Adalah
penganan khas Palembang yang terbuat dari campuran
daging ikan dan tapioka, yang dibentuk berupa bulatan
kecil-kecil, dan disajikan dalam kuah udang dengan rasa
yang khas. Biasanya pelengkap tekwan adalah sohun,
irisan bengkoang dan jamur, serta ditaburi irisan daun
bawang, seledri, dan bawang goreng.
Makanan khas Tempoyak:
Merupakan makanan fermentasi dari buah durian yang
sangat terkenal dan digemari masyarakat kota
Palembang.
Pakaian adat Aesan Gede: Merupakan pakaian adat
Sumatera Selatan yang sering dijumpai pada acara
pernikahan, yaitu munggah. Menurut para ahli budaya
telah disepakati bahwa arti dari aesan adalah hiasan,
sedangkan gede yang berarti kebesaran. Jadi, aesan
gede adalah pakaian kebesaran.
Suku Besemah: Atau suku Pasemah adalah suku bangsa
yang mendiami wilayah kota Pagaralam, kabupaten
Empat Lawang, kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu,
dan di sekitar kawasan gunung berapi yang masih aktif,
gunung Dempo. Suku bangsa ini juga banyak yang
merantau ke daerah-daerah di propinsi Bengkulu.
Suku Kisam: Adalah satu kelompok sosial yang berdiam
di beberapa dusun di kecamatan Muara Dua dan pulau
Beringin, kabupaten Ogan Komering Ulu,
propinsi Sumatera Selatan.
38
Suku Komering: Adalah satu klan dari suku Lampung
yang berasal dari Kepaksian Sekala Brak yang telah
lama bermigrasi ke dataran Sumatra Selatan pada sekitar
abad ke-7 dan telah menjadi beberapa kebuayan atau
marga.
Suku Kubu: Atau juga dikenal dengan suku anak dalam
atau orang rimba adalah salah satu suku bangsa
minoritas yang hidup di pulau Sumatra, tepatnya di
propinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas
hidup di propinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah
populasi sekitar 200.000 orang.
Suku Lematang: Adalah kelompok masyarakat asli
di Sumatera Selatan yang berdiam di sepanjang aliran
sungai Lematang. Wilayah kediaman mereka dimulai
dari kota Lahat yang termasuk kabupaten Lahat hingga
ke daerah Lematang Ilir Ogan Tengah yang termasuk
dalam kabupaten Muara Enim.
Suku Ogan: Adalah salah satu dan dua suku bangsa yang
mayoritas bermukim di propinsi Sumatra Selatan.
Masyarakat suku Ogan tersebar di kabupaten Ogan Ilir,
kabupaten Ogan Komering Ilir,
kabupaten Ogan Komering Ulu, dan juga terdapat di
kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
Suku Palembang: Atau Melayu Palembang adalah salah
satu suku Melayu yang terletak di wilayah kota
Palembang dan sekitarnya. Suku Palembang juga
merupakan salah satu kelompok etnis terdekat dari suku
Komering.
39
Suku Ranau: Mereka berasal dari Lampung. Suku
Ranau sebenarnya berasal dari Lampung Barat. Mereka
pindah dari daerah asalnya, kemudian menetap di tepian
danau di Banding Agung, kabupaten Ogan Komering
Ulu Selatan, Sumatera Selatan, sejak abad ke-15.
Suku Rawas: Salah satu suku yang bermukim di dekat
sungai Rawas dan sungai Musi sebelah utara, tepatnya
berada di kecamatan Rawas Ulu, Rawas Ilir, dan
Muararupit, yang seluruh kecamatan tersebut berada di
kabupaten Musi Rawas, propinsi Sumatra Selatan.
Populasi suku Rawas diperkirakan sebesar 150.000
orang.
Suku Semendo: Atau suku Semende adalah salah satu
suku yang berasal dari pulau Sumatra. Suku ini memiliki
dua subsuku yaitu Semende Darat dan Semende
Lembak. Semende Darat bertempat tinggal di pulau
Panggung, dan Muara Enim.
8. Propinsi
BANGKA BELITUNG
Data Budaya
Bahasa Daerah: Melayu, Pangkal Pinang, Tobali.
Lagu Daerah: Alam Wisata Pulau Bangka, Amoy
Kek, Antu Berayun, Bujang Lapok, Dek Sangke,
Kabile-bile, Mendulang Timah, Mesahang-sahang,
Semajur Badeak, Yo Miak.
Rumah Adat: Limas, Rakit.
Limas Rakit
Senjata: Keris, Parang Bangka, Siwar Kecil.
40
Parang Siwar Kecil
Bangka
Alat Musik: Gendang Melayu, Rebana, Suling.
Gendang Rebana Suling
Melayu
Tarian: Campak, Kipas, Sambut, Tanggai, Zapin.
Campak Kipas Sambut
Makanan Khas: Bong Li Piang, Gangan Peladok,
Kemplang Bangka, Lempah Kuning, Lempok, Mie
Belitung, Selada Bangka.
Bong Li Gangan Kemplang Lempah
Piang Peladok Bangka Kuning
Lempok Mie Selada
Belitung Bangka
Pakaian Adat: Bangka Belitung.
Bangka
Belitung
Upacara Adat: Buang Jong, Mandi Belimau, Rebo
Kasan.
Buang Jong Mandi Rebo Kasan
Belimau
41
Suku: Bangka, Belitung, Cina, Flores, Mendanau,
Rawas, Semendo.
Bangka Belitung Cina
Penjelasan
Senjata Parang Bangka:
Merupakan senjata tradisional Bangka Belitung yang
banyak dipakai oleh penduduk Indonesia. Senjata
Parang juga dapat kita temukan di pulau Jawa.
Tetapi parang Bangka mempunyai ciri khas atau
keistimewaan yang membedakan dengan golok dari
daerah lain.
Senjata Siwar Kecil: Merupakan senjata tradisional yang
mirip dengan senjata Golok. Dilihat dari segi ukuran kita
bisa membedakannya, ada yang berbentuk panjang dan
yang berbentuk pendek. Siwar panjang bentuknya
hampir menyerupai senjata mandau Kalimantan Barat,
namun memiliki perbedaan yaitu tidak bengkok.
Alat musik Suling: Mungkin bukanlah alat musik yang
tidak asing bagi kita semua, karena hampir semua daerah
memiliki alat musik tradisional
seperti suling ini. Suling juga merupakan alat
musik tradisional Bangka Belitung dan
masyarakat Bangka Belitung juga banyak yang
memainkan alat musik suling ini.
Tari Campak: Merupakan tarian dari daerah Bangka-
Belitung yang menggambarkan keceriaan bujang dan
dayang di kepulauan Bangka Belitung. Tarian ini
42
biasanya dibawakan setelah panen padi atau sepulang
dari ume.
Tari Sambut: Tari sambut di propinsi Kepulauan Bangka
Belitung, khususnya
kabupaten Bangka merupakan tarian yg berarti sopan
santunnya untuk menyambut para tamu yang datang
ke Bangka Belitung.
Makanan khas Lempah: Adalah makanan khas Bangka
Belitung yang menjadi makanan sehari-hari masyarakat
Bangka Belitung. Begitu juga dengan lempah yang satu
ini yaitu lempah kuning. Lempah kuning merupakan
makanan khas masyarakat Bangka Belitung terutama di
pulau Bangka dan sekitarnya.
Pakaian adat Bangka Belitung: Adalah
jenis pakaian yang umumnya dipakai pada acara
pernikahan. Pakaian ini merupakan wujud beberapa
akulturasi dari kebudayaan Arab, Tionghoa, dan Melayu.
Nama pakaian adat Bangka Belitung ini akrab disebut
baju seting dan juga kain cual.
Upacara adat Buang Jong: Tradisi buang perahu
di Belitung. Suku Sawang di Bangka Belitung memiliki
sebuah ritual yang unik, yaitu buang jong. Tradisi ini
merupakan budaya untuk menghormati leluhur dan
keluarga yang telah tiada, serta memohon keselamatan
dan kesejahteraan saat melaut.
Upacara adat Mandi Belimau: Adalah tradisi menyambut
bulan Ramadhan oleh masyarakat Melayu khususnya
masyarakat Bangka Belitung dan Riau. Tradisi mandi
belimau merupakan tradisi yang dilaksanakan turun-
43