The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU PINTAR KERAGAM BUDAYA INDONESIA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by asihsetyowinnahyu, 2021-07-13 07:56:59

BUKU PINTAR

BUKU PINTAR KERAGAM BUDAYA INDONESIA

Keywords: asihsetyowinnahyu

Tari Leleng: Merupakan salah satu tarian tradisional

yang berasal dari Kalimantan Timur. Tarian ini

menceritakan tentang seorang gadis bernama Utan Along

yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya

dengan pemuda yang tidak dicintainya.

Suku Bulungan: Adalah kelompok etnis

di Kalimantan Utara (Kaltara) yang menduduki wilayah

kesultanan Bulungan, seperti pesisir

kabupaten Bulungan, kabupaten Tana Tidung, kabupaten

Malinau, kabupaten Nunukan, kota Tarakan, dan kota

Tawau.

Suku Kayan: Beberapa ratus tahun yang lalu kelompok

besar suku bangsa Kayan ini berasal dari dataran tinggi

Apo Kayan, yang terletak di hulu

sungai Kayan, Kalimantan Timur. Penduduk yang

dahulu mendiami dataran tinggi Apo Kayan itu antara

lain adalah suku bangsa Kayan, Kenyah dan Bahau.

Suku Kenyah: Adalah suku Dayak yang termasuk

rumpun Kenyah-Kayan-Bahau yang berasal dari dataran

tinggi Usun Apau, daerah Baram, Sarawak.

Suku Kutai: Dayak-Kutai, atau urang Kutai adalah salah

satu dari rumpun suku Dayak yaitu Dayak Ot Danum

yang mendiami wilayah Kalimantan Timur yang

mayoritas saat ini beragama Islam dan hidup di tepi

sungai. Pada awalnya Kutai merupakan nama suatu

teritori tempat bermukimnya masyarakat asli

Kalimantan.

Suku Tidung: Merupakan suku yang tanah asalnya

berada di bagian utara

94

pulau Kalimantan (Kalimantan Utara). Suku ini juga
merupakan anak negeri di Sabah, jadi
merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia
maupun Malaysia (negeri Sabah).
21. Propinsi
KALIMANTAN UTARA
Data Budaya
Bahasa Daerah: Banjar, Bulungan, Dayak, Indonesia,
Kutai, Melayu, Pasir, Tidung.
Lagu Daerah: Andang Sigurandang, Bebilin, Burung
Enggang, Indung-indung, Meharit.
Rumah Adat: Baloy Mayo, Lamin, Panjang.

Baloy Mayo Lamin

Senjata: Mandau.

Mandau

Alat Musik: Kurinding, Sampe.
Tarian: Jepen, Gong.

Jepen Gong

Pakaian Adat: Dayak.

Dayak

Suku: Dayak, Tidung.

Dayak Tidung

95

Penjelasan

Tari Jepen: Adalah salah satu tarian tradisional

dari Kalimantan timur yang terinspirasi dari kebudayaan

Melayu dan budaya Islam. Tari japen ini berkembang di

berbagai daerah pinggiran sungai

Mahakam, Kalimantan Timur.

22. Propinsi

SULAWESI SELATAN

Data Budaya

Bahasa Daerah: Bugis, Makassar, Mandar, Toraja.

Lagu Daerah: Angin Mamiri, Ma Rencong, Pakarena.

Rumah Adat: Bugis-Makassar,

Tongkonan/Panggung/Toraja.

Bugis- Tongkonan/
Makassar Panggung/

Toraja

Senjata: Badik.

Alat Musik: Alosu, Badik
Kecapi Makassar,
Suling Lembang. Anak Becing, Gandang,
Keso-keso, Popondi, Piwi-puwi,

Alosu Anak Becing Gandang Kecapi
Makassar

Keso-keso Popondi Piwi-puwi Suling
Lembang
96

Tarian: Gandrang Bulo, Kipas Pakarena,

Mabbissu, Magellu, Pabbakkannalajina, Paduppa

Bosara, Pa’jaga, Pattennung, Pelangi, Salonreng.

Gandrang Kipas Mabbissu Magellu Paduppa
Bosara
Bulo Pakarena

Pa’jaga Pattennung Pelangi Salonreng

Makanan Khas: Coto Makassar, Es Pisang Hijau,
Ikan Bakar Bumbu Makassar, Konro, Palu Basa,
Pallumara.

Coto Es Pisang Ikan Bakar Konro Palu Basa Pallumara
Makassar Hijau Bumbu

Makassar

Pakaian Adat: Toraja.

Toraja

Upacara Adat: Accera Kalompoang.

Accera
Kalompoang

Suku: Bugis, Bone, Makasar, Mandar, Selayar, Toraja.

Bugis Makasar Mandar Selayar Toraja

Penjelasan salah satu
Bahasa daerah Bugis: adalah daerah Bone
rumpun bahasa yang dipertuturkan di

97

sampai ke kabupaten Pinrang, Sinjai, Barru, Pangkep,
Maros, kota Pare Pare, Sidrap, Wajo, Soppeng sampai di
daerah Enrekang, bahasa ini adalah bahasa yang paling
banyak dipakai oleh masyarakat Sulawesi Selatan.
Bahasa daerah Mandar: Adalah bahasa suku Mandar,
yang tinggal di propinsi Sulawesi Barat,
tepatnya di kabupaten Mamuju, Polewali Mandar,
Majene dan Mamuju Utara.
Lagu daerah Anging Mamiri: Adalah sebuah lagu
daerah yang berasal dari suku Makassar di Sulawesi
Selatan. Dalam bahasa Indonesia, judul lagu ini
diterjemahkan menjadi "wahai angin". Keindahan
melodi lagu inipun menjadikan lagu "anging mamiri"
pengiring sebuah tarian yang bernama sama, yakni
tari anging mamiri.
Rumah adat Tongkonan/Panggung/Toraja:
Adalah rumah adat masyarakat Toraja. Atapnya
melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan
bambu (saat ini sebagian tongkonan menggunakan atap
seng). Di bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.
Tari Gandrang Bulo: Yang penuh canda tawa
aadalah tarian khas tradisional masyarakat Sulawesi
Selatan, Makassar. Tarian ini diiringi oleh tabuan
gendang dan tabuhan bambu, kata “gandrang bulo” yang
memiliki arti yaitu gandrang yang berarti tabuhan atau
pukulan dan bulo yang berarti bambu.
Tari Kipas Pakarena: Merupakan ekspresi kesenian
masyarakat Gowa yang sering dipentaskan untuk
mempromosikan pariwisata Sulawesi Selatan. Dalam

98

bahasa setempat, “pakarena” berasal dari kata “karena”
yang memiliki arti “main”. Tarian ini sudah menjadi

tradisi di kalangan masyarakat Gowa yang merupakan

bekas kerajaan Gowa.

Tari Mabbissu: Atau maggiri berawal dari kata bissu

atau bessi yang berarti bersih atau suci dan kuat.

Tari Magellu: Adalah salah satu tarian tradisional

masyarakat suku Toraja di Sulawesi Selatan. Tarian ini

termasuk tarian yang bersifat hiburan yang dibawakan

oleh beberapa penari wanita dan diiringi oleh musik

tradisional yang khas.

Tari Pattennung: Ini diiringi oleh instrumen alat musik

tradisional suling dan gendang. Tarian magellu termasuk

menjadai tarian yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Tari Salonreng: Merupakan seni pertunjukan tradisional

dari daerah Makassar, propinsi Sulawesi

Selatan. Salonreng artinya selendang. Tarian ini

dipercaya berasal dari sebuah mitos dari zaman kerajaan

Gowa (abad XVII). Tari salonreng merupakan salah satu

bagian dari upacara ritual accera'ase yang menyimpan

makna-makna.

Makanan khas Coto Makassar: Atau coto Mangkasara

adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan.

Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang

direbus dalam waktu yang lama.

Makanan khas Konro: Adalah masakan sup iga

sapi khas Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis dan

Makassar. Sup ini biasanya dibuat dengan bahan iga sapi

atau daging sapi.

99

Makanan khas Palu Basa: Adalah makanan tradisional
Makassar, Sulawesi Selatan. Seperti coto Mangkasara
(coto Makassar), palu basa juga terbuat dari jeroan (isi
dalam perut) sapi atau kerbau. Proses memasaknyapun
hampir sama dengan coto Makassar, yaitu direbus dalam
waktu lama.
Suku Makassar: Adalah nama Melayu untuk sebuah
etnis yang mendiami pesisir selatan pulau Sulawesi,
meliputi wilayah kota Makassar, kabupaten Gowa,
Maros, Talakar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar,
Bulukumba, setengah Pangkep, sebagian Sinjai. Lidah
Makassar menyebutnya mangkasara' berarti "nyata,
terlihat, terbukti."
Suku Mandar: Adalah suku bangsa yang menempati
wilayah Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan,
dan Sulawesi Tengah. Populasi suku Mandar dengan
jumlah signifikan juga dapat ditemui di
luar Sulawesi seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan
Timur, Jawa dan Sumatra bahkan sampai ke Malaysia.
Suku Selayar: Lebih dikenal sebagai subsuku Makassar,
atau kadang disebut juga sebagai suku Bugis-Selayar.
Namun beberapa peneliti menganggap suku ini
sebagai suku Buigis-Makassar. Dilihat dari budaya, suku
Selayar mirip dengan budaya suku Makassar dan suku
Bugis. Bahkan cara hidup dan adat istiadatnya.
Suku Toraja: Adalah suku yang menetap di pegunungan
bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasinya
diperkirakan sekitar 1 juta jiwa, dengan sekitar 500.000

100

di antaranya masih tinggal di kabupaten Tana Toraja,
kabupaten Toraja Utara, dan kabupaten Mamasa.
23. Propinsi
SULAWESI BARAT
Data Budaya
Bahasa Daerah: Bugis, Makassar, Mandar, Toraja.
Lagu Daerah: Angin Mamiri, Namalai Tongan,
Pakarena.
Rumah Adat: Mamuju, Tongkonan/Panggung.

Mamuju

Senjata: Badik.

Badik

Alat Musik: Calong, Gendang, Kecapi Mandar, Keke.

Calong Gendang Kecapi Keke
Mandar
Tarian: Patuddu.

Patuddu

Makanan Khas: Gogos, Golla Kambu, Loka Anjoroi.

Gogos Golla Kambu Loka
Anjoroi

Pakaian Adat: Sulawesi Barat.

Sulawesi
Barat

101

Upacara Adat: Sayyang Pattudu.

Sayyang
Pattudu

Suku: Mandar, Toraja.

Mandar Toraja

Penjelasan
Bahasa daerah Toraja: Adalah salah satu
rumpun bahasa yang dipertuturkan di daerah kabupaten
Tana Toraja, Toraja Utara dan sekitarnya.
Alat musik Kecapi Mandar: Atau yang lebih dikenal
masyarakat Sulawesi Barat sebagai kecaping tobaine.
Sangat disayangkan, kecapi Mandar saat ini sudah sangat
jarang jumpai dan memang hanya beberapa orang saja
yang bisa memainkan alat musik ini.
Tari Patuddu: Adalah salah satu tarian tradisional yang
berasal dari Sulawesi Barat. Tarian ini biasanya
dibawakan oleh para penari wanita dengan gerakannya
yang lemah gemulai dan menggunakan kipas sebagai alat
menarinya.
Makanan khas Golla Kambu: Merupakan kuliner yang
sangat populer di sana. Secara tampilan, sekilas golla
kambu mirip kuliner wajik yang ada di Jawa.
Pakaian adat Sulawesi Barat: Pakaian adat pattuqduq
towaine pada umumnya dipakai oleh wanita Mandar,
Sulawesi Barat saat upacara pernikahan atau ketika
sedang menarikan tari tradisional pattuqduq.

102

24. Propinsi
SULAWESI TENGAH
Data Budaya
Bahasa Daerah: Balantak, Banggai, Bone, Bungku,
Buol, Kaili, Mali, Mari, Pamana, Tali-tali, Tamini.
Lagu Daerah: Kaili, Rano Poso, Tandak
Kadadingku, Tananggu, Tope Gugu, Tumpiwayu,
Wita Mori.
Rumah Adat: Lobo/Duhangga, Souraja, Tambi.

Lobo/ Souraja Tambi
Duhangga

Senjata: Parang, Pasatimpo.

Parang

Alat Musik: Ganda, Kakula.

Ganda Kakula

Tarian: Baliore, Jepen, Lumense, Motaro,
Pamonte, Pepoinaya, Peule Cinde, Pontanu, Posisani.

Baliore Jepen Lumense Motaro

Pamonte Peule Posisani
Cinde

Makanan Khas: Ayam Bakar Biromaru, Bawang
Goreng, Es Kelapa, Gore-gore, Kaledo, Nasi Kuning,
Sayur Kelor, Uta Dada, Uta Kelo.

103

Ayam Bakar Bawang Gore-gore Kaledo
Biromaru

Nasi Sayur Kelor Uta Dada Uta Kelo
Kuning

Pakaian Adat: Sulawesi Tengah.

Sulawesi
Tengah

Suku: Balantak, Balatar, Banggai, Bungku, Buol,
Kaali, Kaili, Kulawi, Kuwali, Lore, Mori, Pamona,
Panuma, Toli-toli, Tomini.

Balantak Banggai Bungku Buol Kaali Kaili

Kulawi Lore Mori Pamona Toli-toli Tomini

Penjelasan

Bahasa daerah Balantak: Adalah

sebuah bahasa Austronesia yang

dipertuturkan di semenanjung timur kabupaten

Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia.

Bahasa daerah Banggai: Atau silingan Banggai,

merupakan anak cabang Melayu-Polinesia, yang

dituturkan oleh suku Banggai dan suku Sea-sea yang

disebut juga suku Banggai Pegunungan. Penuturan

bahasa ini berpusat di propinsi Sulawesi Tengah, yakni

di kabupaten Banggai Kepulauan, Banggai Laut dan

kabupaten Banggai.

104

Bahasa daerah Buol: Adalah sebuah bahasa yang
termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia yang
dituturkan di kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Bahasa daerah Kaili: Adalah bahasa yang digunakan
oleh etnik Kaili di Sulawesi Tengah, yang
tersebar di kabupaten sebagian kabupaten Banggai,
sebagian kabupaten Banggai Kepulauan, kabupaten
Donggala, kabupaten Sigi, kabupaten Parigi Moutong,
kabupaten Toli-Toli, kabupaten Poso, kabupaten
Morowali, kota Palu, kabupaten Tojo Una.
Bahasa daerah Mari: Adalah salah satu bahasa yang
dipertuturkan di daerah kabupaten Morowali dan
sekitarnya, Sulawesi Tengah, Indonesia.
Rumah adat Lobo/Duhangga: Adalah rumah asli dari
kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Untuk
menemukan rumah adat tersebut, cobalah berkunjung ke
desa Toro, kecamatan Kulawi, kabupaten Sigi, Sulawesi
Tengah.
Rumah adat Souraja: Artinya adalah rumah besar. Itu
merupakan rumah adat suku Kaili yang tinggal
di Sulawesi Selatan. Rumah ini pertama kali dibangun
pada tahun 1892 oleh raja Palu,
Jodjokodi. Souraja itu rumah khusus untuk keluarga
bangsawan (raja dan keluarganya).
Rumah adat Tambi: Adalah rumah adat atau rumah
tradisional dari propinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.
Rumah adat ini berbentuk panggung yang atapnya
sekaligus berguna sebagai dinding.

105

Tari Baliore: Adalah salah satu tari dari daerah Sulawesi

Tengah. Tarian baliore menggambarkan kelincahan

gadis gadis Sulawesi Tengah yang bergembira saat pesta

panen tiba. Mereka menari-nari dengan lincahnya.

Hentakan ritmis tetabuhan, terutama gendang semakin

menambah dinamisnya tarian ini.

Tari Lumense: Atau tarian lumense adalah tarian yang

berasal dari Tokotu'a, kabupaten Bombana, Sulawesi

Tenggara. Kata lumense sendiri berasal dari bahasa

daerah setempat yakni "lumee" yang berarti mengais dan

e'ense yang berarti loncat. Jadi, lumense bisa diartikan

mengais dengan meloncat-loncat.

Tari Motaro: Seni tari mengapresiasikan kebudayaan

secara umum dan mengikuti norma-norma yang

digariskan oleh adat istiadat lingkungan tempat tari itu

berkembang. Tari penjemputan tamu di daerah

Poso, Sulawesi Tengah. Tarian ini diciptakan oleh

masyarakat suku Pamona (Poso) tanpa pengaruh dari

budaya lain.

Tari Pamonte: Adalah salah satu tarian tradisional yang

berasal dari Sulawesi Tengah. Tarian ini

menggambarkan kebiasaan para gadis suku Kaili saat

menyambut musim panen padi tiba. Tarian ini biasanya

ditampilkan oleh para penari wanita dengan berpakaian

layaknya para petani pada umumnya.

Makanan khas Kaledo: Kaki lembu Donggala adalah

makanan khas masyarakat Donggala yang terletak di

propinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di kota Palu.

Makanan ini mirip dengan sup buntut, bedanya

106

tulangnya dari kaki lembu dan disajikan bukan dengan
nasi melainkan dengan ubi.
Suku Balantak: Adalah kelompok suku bangsa yang
mendiami kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah,
Indonesia. Masyarakat Balantak memiliki dua subsuku
bangsa yang terdiri dari orang Tanoturan dan Dale-Dale.
Suku Bungku: Adalah salah satu suku yang ada di
Indonesia yang terletak di wilayah Sulawesi
Tengah yang juga secara administrasi mendiami
kecamatan Bungku Utara, Bungku Selatan, dan Bungku
Tengah.
Suku Buol: Adalah suku bangsa yang berdiam di
propinsi Sulawesi Tengah bagian utara, dekat perbatasan
propinsi Gorontalo. Daerah ini diapit oleh pegunungan
pada bagian selatan dan laut Sulawesi pada bagian utara.
Suku Kaili: Adalah suku bangsa di Indonesia yang
mendiami sebagian besar dari propinsi Sulawesi Tengah,
khususnya wilayah kabupaten Donggala, kabupaten Sigi,
dan kota Palu, di seluruh daerah di lembah antara
gunung Gawalise, gunung Nokilalaki, Kulawi, dan
gunung Raranggonau.
Suku Kulawi: Atau juga dikenal sebagai suku To Kulawi
merupakan suku yang berasal dari propinsi Sulawesi
Tengah, tepatnya di kabupaten Sigi yang masih masuk
daerah Donggala.
Suku Lore: Dikelompokkan ke dalam besar orang-orang
Toraja Timur. Suku bangsa Lore sering juga disebut
orang Napu atau orang Bada. Mereka berdiam di dua
kecamatan dalam wilayah kabupaten Poso, yaitu

107

kecamatan Lore Utara dan Lore Selatan, di

propinsi Sulawesi Tengah.

Suku Mori: Merupakan salah satu suku yang berasal dari

kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Indonesia.

Wilayah otoritas suku ini adalah wilayah kabupaten

Morowali bagian utara.

Suku Pamona: Di Sulawesi, ahli etnografi Belanda klasik

seperti Kruyt dan ahli bahasa Adriani menyebut

orang Pamona sebagai orang Toraja Poso-Tojo atau

Toraja Bare'e, dan menggolongkannya sebagai orang

Toraja Timur.

Suku Toli-toli: Berdiam di daerah Sulawesi Tengah,

tepatnya di suatu daerah yang membentang dari sebelah

selatan Sojool Seoo Lenjuu, pulau Taring hingga di

sebelah utara Kuala Lakuan, gunung Raeta dan gunung

Tabadak. Toli-toli artinya 3 (tiga), di mana

masyarakatnya percaya bahwa suku Toli-toli berasal dari

3 orang.

Suku Tomini: Adalah suatu kelompok masyarakat yang

mendiami daerah sekitar teluk Tomini yang berada di

pantai timur kabupaten Parigi Moutong,

propinsi Sulawesi Tengah. Suku Tomini memiliki

bahasa yang agak berbeda dengan bahasa Poso (Bare'e)

dan bahasa Ledo.

25. Propinsi

GORONTALO

Data Budaya

Bahasa Daerah: Artinggola, Gorontalo, Mongondow,

Suwawa.

108

Lagu Daerah: Binde Biluhuta, Hulonthalo Lipuu,
Mohulungo, Tahuli.
Rumah Adat: Dulohupa.

Dulohupa

Senjata: Wamilo.

Wamilo

Alat Musik: Ganda.

Ganda

Tarian: Dana-dana, Polo Palo, Saronde.

Dana-dana Polo Palo Saronde

Makanan Khas: Dabu-dabu Lo Sagela, Kue Lalampa,
Kue Kerawang, Kue Sabongi.

Dabu-dabu Kue Kue Kue Sabongi

Lo Sagela Lalampa Kerawang

Suku: Bolaang Mongondow/Hulontalo/Gorontalo.

Bolaang
Mongondow/
Hulontalo/

Gorontalo

Penjelasan
Bahasa daerah Atinggola: Merupakan salah satu bahasa
daerah yang ada di semenanjung Gorontalo, yang kini

109

dikenal dengan wilayah propinsi Gorontalo. Bahasa

Atinggola disebut juga bahasa Andagile.

Bahasa daerah Gorontalo: Juga disebut Hulontalo

adalah bahasa yang digunakan oleh suku Gorontalo di

propinsi Gorontalo, pulau Sulawesi bagian utara,

Indonesia. Jumlah penutur bahasa ini adalah sekitar

900.000 jiwa pada tahun 1989.

Bahasa daerah Suwawa: Atau disebut juga bahasa Bonda

adalah bahasa yang dipetuturkan di wilayah Suwawa,

kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Indonesia

(penyebarannya berada di semenanjung Gorontalo

bagian timur hingga ke perbatasan Sulawesi Utara).

Rumah adat Dulohupa: Adalah rumah adat atau rumah

tradisional Indonesia yang berasal dari kelurahan Limba,

kecamatan kota Selatan, kota Gorontalo, propinsi

Sulawesi Utara. Penduduk Gorontalo menyebut

Dulohupa dengan nama Yiladia Dulohupa Lo Ulipu

Hulondhalo.

Senjata Wamilo: Adalah senjata yang umum digunakan

oleh masyarakat Gorontalo dalam aktivitas keseharian

terutama untuk bertani. Senjata wamilo dibuat dari bahan

besi dan memiliki ta'upo (sarung) yang terbuat dari kayu

kuning.

Tari Dana-dana: Adalah salah satu tarian tradisional dari

daerah Gorontalo. Tarian ini termasuk

jenis tarian pergaulan masyarakat yang biasanya

ditampilkan oleh penari pria maupun penari wanita.

Tari Polo Palo: Merupakan tarian khas adat

propinsi Gorontalo. Tarian ini merupakan tarian khas

110

yang mencerminkan pergaulan anak muda (remaja) yang
umumnya dipentaskan oleh para remaja. Kata Polo Palo
ini merukapan alat musik sejenis idiofon atau alat musik
yang berasal dari dirinya sendiri.
Makanan khas Dabu-dabu Lo Sagela: Adalah makanan
di daerah Manado di kenal dengan nama sambal ikan
roa, di Gorontalo di kenal dengan nama dabu-dabu lo
sagela, dan sering dijadikan santapan
ataupun kuliner pelengkap dari setiap sajian makanan
khas Gorontalo, terutama pelengkap pada menu kasubi
rebus atau batata rebus.
Suku Bolaang Mongondow/Hulontalo/Gorontalo:
Adalah sebuah etnis di Indonesia. Dahulu suku ini
memiliki kerajaan yang bernama Bolaang Mongondow,
yang kemudian pada tahun 1958 secara resmi bergabung
ke dalam Indonesia serta menjadi kabupaten Bolaang
Mongondow. Suku ini mayoritas bermukim di Sulawesi
Utara dan Gorontalo.
26. Propinsi
SULAWESI TENGGARA
Data Budaya
Bahasa Daerah: Bungku-Laki, Muna-Butung.
Lagu Daerah: Indo Lugo, Ma Rencong-rencong, Pela
Tawa-tawa.
Rumah Adat: Istana Buton/Malige, Laikas.

Istana Laikas

Buton/Malige

Senjata: Keris.

111

Keris

Alat Musik: Lado-lado.

Lado-lado

Tarian: Balumpa, Bosu, Dinggu, Galangi, Honari,
Kalegoa, Lariangi, Linda, Lulo, Malulo, Modinggu.

Balumpa Dinggu Galangi Honari Kalegoa

Lariangi Linda Lulo Malulo

Makanan Khas: Bau Peapi, Luluta, Saomi, Sate
Tabulinas.

Bau Peapi Luluta Sate

Tabulinas

Pakaian Adat: Sulawesi Tenggara.

Sulawesi
Tenggara

Upacara Adat: Bangka Mbule-mbule, Posuo.

Bangka Posuo
Mbule-
mbule

Suku: Balatar, Buton, Cia-cia, Kabaena, Kulisusu,

Muna, Moronene, Tolaki, Wolia, Wowoni.

Buton Cia-cia Kulisusu Moronene Tolaki

112

Penjelasan

Rumah adat Istana Buton/Malige: Dikenal pula dengan

istilah mahligai, bermakna istana atau kamali yang

berarti kediaman para raja. Dahulu, Istana

Buton merupakan tempat tinggal keluarga sultan dan

pusat pemerintahan kerajaan. Struktur

bangunan istana ini menggunakan

struktur rumah panggung.

Rumah adat Laikas: Merupakan rumah adat Sulawesi

Tenggara yang berasal dari suku Tolaki. Suku ini

biasanya tinggal di sekitar kota Kendari, kabupaten

Konawe, Konawe Utara. Rumah adat laikas atau disebut

juga malige juga berbentuk rumah panggung yang

biasanya terdiri dari tiga hingga empat lantai.

Tari Balumpa: Adalah tarian tradisional yang berasal

dari daerah kabupaten Wakatobi, yaitu daerah Binongko

dan Buton propinsi Sulawesi Tenggara merupakan tari

penyambutan.

Tari Dinggu: Adalah salah satu tarian tradisional yang

berasal dari Sulawesi Tenggara. Tarian ini

merupakan tarian rakyat yang menggambarkan suasana

dan aktivitas masyarakat saat musim panen, terutama

musim panen padi.

Tari Lariangi: Adalah seni pertunjukan tarian tradisional

yang berasal dari kepulauan Wakatobi, Sulawesi

Tenggara yang ditetapkan sebagai warisan budaya

nasional. Tarian ini merupakan bagian dari keragaman

budaya dan tradisi masyarakat Wakatobi. Tarian

lariangi berasal dari dua suku kata, yakni lari dan angi.

113

Tari Lulo: Atau Molulo, merupakan salah satu jenis
kesenian tari tradisional dari daerah Sulawesi Tenggara,
Indonesia.
Upacara adat Posuo: Adalah upacara adat yang
dilakukan oleh masyarakat Buton, Sulawesi Tenggara.
Upacara ini dilaksanakan ketika seorang perempuan
telah beralih statusnya dari labua-bua atau gadis remaja
dalam bahasa Buton menuju kalambe atau gadis dewasa.
Posuo diselenggarakan untuk menguji kesucian seorang
gadis.
Suku Muna: Atau Wuna adalah suku yang mendiami
pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Dari bentuk tubuh,
tengkorak, warna kulit (coklat tua/hitam), dan rambut
(keriting/ikal) terlihat bahwa orang Muna asli lebih dekat
ke suku-suku Polynesia dan Melanesia di Pasifik dan
Australia ketimbang ke Melayu.
Suku Moronene: Adalah salah satu dari
empat suku besar (suku Tolaki, Buton, Muna)
di Sulawesi Tenggara. Menurut antropolog Universitas
Haluoleo, Kendari, Sarlan Adi Jaya, Moronene
adalah suku asli pertama yang mendiami wilayah itu.
Suku Tolaki: Adalah etnis terbesar yang berada di
propinsi Sulawesi Tenggara. Suku Tolaki merupakan
etnis yang berdiam di jazirah tenggara pulau Sulawesi.
Suku Tolaki merupakan suku asli daerah kota Kendari
dan kabupaten Kolaka.
Suku Wolio: Merupakan salah satu suku bangsa yang
ada di propinsi Sulawesi Tenggara yang tersebar di
kepulauan Buton, Muna, dan Kabena.

114

Suku Wawoni: Merupakan salah satu kelompok
sosial suku bangsa yang berdiam di dalam wilayah
kabupaten Kendari, propinsi Sulawesi Tenggara.
27. Propinsi
SULAWESI UTARA
Data Budaya
Bahasa Daerah: Bolaang Mongondow, Minahasa,
Sangir, Talaut.
Lagu Daerah: Esa Mokan, O Ina Ni Keke,
Sipatokahan, Sitara Tilo, Tahunusangkara.
Rumah Adat: Bolaang Mongondow, Panggung/Pewaris.

Bolaang Panggung/
Mongondow Pewaris

Senjata: Keris, Sabel, Tombak.

Keris Sabel

Alat Musik: Kolintang.

Kolintang

Tarian: Cakalele, Palo-palo, Kabasaran, Katrili,
Lenso, Lingkan Bene, Maengket, Pisok, Tumatenden.

Palo-palo Kabasaran Katrili Lenso

Maengket Pisok Tumatenden

115

Makanan Khas: Bubur Menado, Cakalang Fufu,
Paniki, Rintek Wuuk, Saguler, Tuturuga, Woku
Belanga.

Bubur Cakalang Paniki Rintek Tuturuga Woku
Belanga
Menado Fufu Wuuk

Pakaian Adat: Sulawesi Utara.

Sulawesi
Utara

Suku: Bantik, Bolaang Mongondow, Gorontalo,
Minahasa, Sanger, Sangir, Talaud.

Bantik Bolaang Gorontalo Minahasa Sanger Talaud
Mongondow

Penjelasan
Rumah adat Bolaang Mongondow: Merupakan rumah
adat tradisional dari suku Bolaang Mongondow atau juga
biasa disebut suku Bolmong yang nama tempat
asalnyapun sama dengan nama suku itu sendiri
yaitu kabupaten Bolaang Mongondow yang terletak di
sebelah barat propinsi Sulawesi Utara.
Rumah adat Panggung/Pewaris: Adalah rumah
adat dari propinsi Sulawesi Utara. Rumah pewaris ini
disebut juga dengan rumah Walewangko yang termasuk
ke dalam tipe rumah panggung. Walewangko sendiri
merupakan sebuah desa kecamatan Langowan Barat,
Minahasa, Sulawesi Utara.

116

Alat musik Kolintang: Di Indonesia, kolintang dikenal
sebagai alat musik perkusi bernada dari kayu yang
berasal dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara.
Tari Kabasaran: Adalah tarian tradisional
sejenis tarian perang masyarakat Minahasa di Sulawesi
Utara. Tarian ini biasanya dimainkan oleh para penari
pria yang menari dengan menggunakan pakaian perang
dan senjata seperti pedang, tombak dan perisai.
Tari Lenso: Adalah tarian muda-mudi
dari daerah Maluku dan Minahasa, Sulawesi Utara.
Tarian ini biasanya dibawakan secara ramai-ramai bila
ada pesta.
Makanan khas Bubur Menado: Atau tinutuan
adalah makanan khas Indonesia dari Manado, Sulawesi
Utara. Ada juga yang mengatakan tinutuan
adalah makanan khas Minahasa, Sulawesi Utara.
Suku Bantik: Tersebar di sebelah barat daya
kota Manado, yaitu di Malalayang, Kalasei dan
sebelah utara Manado, yaitu di Buha, Bengkol,
Talawaan Bantik, Bailang, Molas, Meras serta Tanamon
di kecamatan Sinonsayang, Minahasa Selatan dan juga
terdapat di Ratahan dan wilayah Mongondouw.
Suku Gorontalo: Atau Hulontalo adalah suku bangsa
yang merupakan penduduk asli propinsi Gorontalo di
bagian utara pulau Sulawesi. Bahasa mereka adalah
bahasa Gorontalo. Suku Gorontalo juga dapat ditemukan
di propinsi Sulawesi Utara dan Tengah.
Suku Minahasa: Terdiri dari berbagai anak suku atau
pakasaan yang artinya kesatuan: Tonsea (meliputi

117

kabupaten Minahasa Utara, kota Bitung, dan wilayah

Tonsea Lama di Tondano), anak suku Toulour (meliputi

Tondano, Kakas, Remboken, Eris, Lembean Timur dan

Kombi), anak suku Tontemboan (meliputi

kabupaten Minahasa).

Suku Sangir: Adalah salah satu dari penduduk asli yang

menghuni rangkaian kepulauan antara Sulawesi dan

Mindanao. Bahasa asli mereka adalah

bahasa Sangir. Suku Sangir biasanya ditemukan di

propinsi Sulawesi Utara, Indonesia dan wilayah Davao,

Filipina.

Suku Talaud: Mendiami gugusan pulau-pulau Talaud di

kabupaten Kepulauan Sangir-Talaud, propinsi Sulawesi

Utara. Daerah mereka terdiri dari tiga pulau utama yakni

pulau Karakelang, Salibabu dan Kabaruan.

28. Propinsi

BALI

Data Budaya

Bahasa Daerah: Bali.

Lagu Daerah: Dewa Ayu, Janger, Keca, Macep-

cepetan, Mejangeran, Meyong-meyong, Ngusak Asik,

Putri Ayu, Ratu Anom.

Rumah Adat: Bale Bengkong, Gapura Candi Bentar,

Kori Agung, Kori Babetelan, Natah.

Gapura Kori Agung Natah
Candi Bentar

Senjata: Keris.

Keris

118

Alat Musik: Ceng-ceng, Gamelan Bali, Suling Bali.

Ceng-ceng Gamelan Suling Bali
Bali

Tarian: Arja, Barong, Bumbung, Kecak, Legong,
Pendet, Sanghyang.

Arja Barong Bumbung Kecak

Legong Pendet Sanghyang

Makanan Khas: Ayam Betutu, Babi Guling, Bebek
Bengil, Jukut Ares, Jukut Undis, Lawar, Nasi Bubuh,
Rujak Kuah Pindang, Sate Lilit, Serombotan.

Ayam Babi Guling Bebek Jukut Ares Jukut Udis
Betutu

Lawar Nasi Bubuh Rujak Sate Lilit Serombotan
Kuah
Pindang

Pakaian Adat: Payas Agung.

Payas Agung Ngaben,

Upacara Adat: Galungan, Kuningan,
Omed-omedan, Pagerwesi, Saraswati.

Galungan Ngaben Omed- Pagerwesi Saraswati
omedan

119

Suku: Bali.

Bali

Penjelasan

Rumah adat Gapura Candi Bentar: Sejatinya merujuk

pada bangunan gapura yang menjadi gerbang rumah-

rumah adat Bali. Gapura tersebut terdiri dari dua

buah candi yang serupa dan sebangun dan membatasi

sisi kiri dan sisi kanan pintu masuk ke

pekarangan rumah.

Rumah adat Natah: Memiliki sebutan rumah adat

Natah yang memiliki bentuk seperti gapura candi Bentar

karena identik dengan bangunan candi. Gapura candi

Bentar (Natah) terdiri dari dua bangunan candi yang

memiliki bentuk identik dan diletakkan sejajar.

Tari Arja: Adalah semacam opera khas Bali, merupakan

sebuah dramatari yang dialognya dikembangkan secara

macapat. Dramatari arja ini adalah salah satu kesenian

yang sangat digemari di kalangan masyarakat.

Nama arja diduga berasal dari kata reja (bahasa

Sanskerta) yang berarti "keindahan".

Tari Barong: Barong Bali adalah satu di antara begitu

banyak ragam seni pertunjukan Bali. Barong merupakan

sebuah tarian tradisional Bali yang ditandai

dengan topeng dan kostum badan yang dapat dikenakan

oleh satu atau dua orang untuk menarikannya.

Tari Legong: Merupakan sekelompok tarian

klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang

sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh

120

pengiring yang konon merupakan pengaruh dari gambuh.

Kata legong berasal dari kata "leg" yang artinya

gerak tari yang luwes atau lentur dan "gong" yang

artinya gamelan.

Tari Pendet: Penggagas tarian ini adalah dua seniman

kelahiran desa Sumertha, Denpasar, yaitu I Wayan Rindi

dan Ni Ketut Reneng. Keduanya menciptakan tari

pendet penyambutan dengan empat orang penari yang

dipentaskan sebagai bagian dari pertunjukan

kepariwisataan di sejumlah hotel yang ada

di Denpasar, Bali.

Tari Sanghyang: Adalah salah satu jenis teater tradisi

di Bali yang disuguhkan dalam bentuk tari yang bersifat

religius dan secara khusus berfungsi

sebagai tarian penolak bala atau wabah penyakit. Sampai

saat ini, tari sanghyang tidak diadakan sekadar sebagai

sebuah tontonan.

Makanan khas Ayam Betutu: Menurut tradisi Bali, ayam

betutu biasanya disajikan pada saat upacara adat seperti

odalan, otonan, maupun perkawinan. Salah satu

produsen betutu adalah desa Melinggih, kecamatam

Payangan, kabupaten Gianyar. Ayam betutu juga

merupakan makanan khas Gilimanuk.

Makanan khas Serombotan: Kuliner sayur serombotan

salah satu ciri khas kuliner kabupaten Klungkung.

Serombotan merupakan makanan khas klungkung, Bali

yang terdiri dari berbagai sayur-sayuran, antara lain

sayur kecambah, kacang panjang, bayam, kangkung,

buncis, dan terong bulat.

121

Upacara adat Ngaben: Merupakan upacara kremasi atau
pembakaran jenazah di Bali, Indonesia. Upacara adat
ngaben merupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk
mengirim jenazah pada kehidupan mendatang.
Dalam upacara ini, jenazah diletakkan dengan posisi
seperti orang tidur.
Upacara adat Omed-omedan: Adalah upacara yang
diadakan oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja,
Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar yang diadakan
setiap tahun. Omed-omedan diadakan setelah hari raya
Nyepi, yakni pada hari ngembak geni untuk menyambut
tahun baru Saka. Omed-omedan berasal dari
bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan.
Suku Bali: Berdasarkan asal usulnya, suku Bali terbagi
dua. suku Bali Aga dan suku Bali Majapahit. Suku
Bali Aga adalah penduduk asli pulau Bali, persebarannya
terjadi di Nusantara selama zaman prasejarah.
29. Propinsi
NUSA TENGGARA BARAT
Data Budaya
Bahasa Daerah: Bali, Bima, Mbojo, Sasak, Sumbawa.
Lagu Daerah: Balelebo, Haleleu Ala De Teang,
Moree, O Re Re, Orlen-orlen, Pai Mura, Potong Bebek,
Rame-rame, Tebe O Nana, Tutu Koda.
Rumah Adat: Dalam Loka Samawa.

Dalam Loka
Samawa

Senjata: Keris, Sampari, Tulup.

122

Keris Tulup

Alat Musik: Cungklik, Sasando, Serunai.

Cungklik Serunai

Tarian: Batu Nganga, Cupak Gerantang, Gandrung,
Mpaa Lenggogo, Oncer, Rudat.

Batu Cupak Gandrung Mpaa Oncer Rudat

Nganga Gerantang Lenggogo

Makanan Khas: Ayam Taliwang, Plecing, Sate

Bulayak, Sepat, Singgang.

Ayam Plecing Sate Sepat Singgang

Taliwang Bulayak

Pakaian Adat: Suku Bima.

Suku Bima

Upacara Adat: Menculik.

Menculik

Suku: Bali, Bima, Dompo, Dou Mbojo, Sasak,
Sumbawa.

Bali Bima Dompo Dou Mbojo Sasak Sumbawa

Penjelasan

Bahasa daerah Sasak: Dipakai oleh masyarakat

pulau Lombok, propinsi Nusa Tenggara

123

Barat. Bahasa ini mempunyai gradasi

sebagaimana bahasa Bali dan bahasa Jawa. Bahasa

Sasak serumpun dengan bahasa Sumbawa.

Senjata Tulup: Senjata khas Nusa Tenggara

Barat memiliki dua pulau utama, yaitu pulau Lombok

dan pulau Sumbawa. Tulup adalah salah

satu senjata tradisional suku Sasak, Lombok, Nusa

Tenggara Barat, yang mereka gunakan untuk berburu.

Tari Rudat: Adalah tarian tradisional yang berasal dari

suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tari

rudat seperti pertunjukan pencak silat. Karena ada

gerakan memukul, menendang, memasang kuda-kuda,

dan menangkis. Tari rudat digunakan dalam menyambut

tamu dan acara-acara formal pemerintahan.

Makanan khas Ayam Taliwang: Adalah makanan

khas pulau Lombok dari kampung Karang Taliwang,

kota Mataram, Nusa Tenggara Barat yang berbahan

dasar daging ayam.

Suku Dompo: Merupakan salah satu suku bangsa yang

terletak di pulau Sumbawa, kabupaten Dompu, propinsi

Nusa Tenggara Barat.

Suku Dou Mbojo: Suku Bima, Dou Mbojo Nusa

Tenggara Barat. Suku Bima merupakan suku yang

mendiami kabupaten Bima dan kota Bima, propinsi Nusa

Tenggara Barat. Suku ini telah ada sejak zaman kerajaan

Majapahit. Pemukiman orang Bima biasa disebut kampo

atau kampe yang dikepalai orang seorang pemimpin

yang disebut dengan Ncuhi.

124

Suku Sumbawa: Atau Samawa adalah suku bangsa yang
mendiami wilayah bagian barat dan tengah pulau
Sumbawa (meliputi kabupaten Sumbawa dan Sumbawa
Barat), suku Sumbawa menyebut diri mereka sendiri
sebagai Tau Samawa dan menggunakan bahasa Samawa.
30. Propinsi
NUSA TENGGARA TIMUR
Data Budaya
Bahasa Daerah: Alor, Belu, Ende, Larantuka,
Manggarai, Ngada, Rote, Sabu, Sikka, Sumba.
Lagu Daerah: Ala Deng Taeng, Anak Kambing Saya,
Bolebo, Desaku, Moree, Pai Mura Rame, Potong Bebek
Angsa.
Rumah Adat: Musalaki, Sao Ata Mosa Lakitana, Wae
Rebo.

Musalaki Sao Ata Wae Rebo
Mosa
Lakitana

Senjata: Parang, Sundu.

Parang Sundu

Alat Musik: Feko, Kinu, Sasando Rote.

Feko Sasando Rote

Tarian: Bidu Feto Eman, Cerana, Gareng Lameng,
Lego-lego, Lenso, Muda-mudi, Oha, Perang.

Bidu Feto Cerana Lego-lego Muda-mudi Oha Perang
Eman
125

Makanan Khas: Daging Se’i, Jagung Bose, Karmanaci,
Lawar Kupang.

Daging Se’i Jagung Karmanaci Lawar

Bose Kupang

Pakaian Adat: Nusa Tenggara Timur.

Nusa Tenggara
Timur

Upacara Adat: Pesola, Wulla Poddu.

Pesola Wulla Poddu

Suku: Adonara, Alor, Atoni, Belu, Dawan, Ende,
Flores, Helong, Lio, Lamaholot, Larantuka,
Manggarai, Marae, Ngada, Rote, Sabu, Sikka, Solor,
Sumba, Timor.

Adonara Alor Atoni Belu Dawan Ende

Flores Helong Lio Lamaholot Larantuka Manggarai

Marae Ngada Rote Sabu

Penjelasan
Bahasa daerah Ende: Adalah bahasa yang digunakan
suku Ende. Penuturnya terdapat di kabupaten Ende,
pulau Flores dari kota Ende sampai bagian selatan.
Dialek-dialeknya di antaranya adalah Ende dan

126

Ja'o. Bahasa Li'o kemungkinan merupakan dialek bahasa

Ende juga.

Bahasa daerah Manggarai: Adalah bahasa yang

digunakan suku Manggarai. Bahasa Manggarai (tombo

Manggarai) adalah salah satu bahasa daerah di

Indonesia. Penuturnya terdapat di kabupaten Manggarai

Barat, kabupaten Manggarai dan kabupaten Manggarai

Timur. Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa

Austronesia.

Bahasa daerah Ngada: Atau bahasa

Bajawa adalah bahasa yang digunakan suku Ngada.

Penuturnya terdapat di pulau Flores bagian tengah

selatan, di antara wilayah penutur bahasa Manggarai

dan bahasa Ende-Lio. Bahasa ini termasuk dalam

rumpun bahasa Austronesia.

Bahasa daerah Sabu: Atau bahasa Hawu

adalah bahasa yang digunakan suku Sabu. Penuturnya

terdapat di Kupang, Ende, pulau Sawu dan Raijua, pulau

Sumba khususnya Waingapu dan Melolo. Bahasa ini

termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.

Bahasa daerah Sikka: Atau sara Sikka (bahasa Sikka)

merupakan salah satu bahasa derah yang dipakai di

daerah kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara

Timur (NTT). Selain Bahasa Sikka, di sana digunakan

juga bahasa Lio dan bahasa Palue. Bahasa Sikka disebut

juga bahasa Krowe.

Bahasa daerah Sumba: Adalah bahasa daerah yang

terutama digunakan oleh masyarakat di pulau Sumba,

propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pada tahun

127

1961 Alkitab Perjanjian Baru (PB) bahasa Kambera
(Sumba Timur) dan pada tahun 1970
PB bahasa Wewewa (Sumba Barat) diterbitkan oleh
LAI.
Lagu daerah Bolelebo: Adalah lagu yang berasal
dari Nusa Tenggara Timur. Lagu ini menceritakan
tentang kerinduan orang-orang Timur akan kampung
halaman yaitu Tanah Timur, saat merantau ke
luar daerah.
Rumah adat Musalaki: Aslinya merupakan rumah
adat dari masyarakat suku Ende Lio, karena
nama musalaki sendiri diambil dari kata dalam bahasa
Ende Lio yaitu mosa yang berarti ketua dan laki yang
berarti adat, yang jika digabungkan artinya adalah
"ketua adat" atau "kepala suku".
Rumah adat Sao Ata Mosa Lakitana: Adalah rumah adat
yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Rumah adat asli
Timor mempunyai bentuk seperti bulat telur dan tanpa
tiang. Di dalam rumah adat ini terdapat suatu tempat suci
untuk arwah nenek moyang yang pada saat-saat tertentu
selalu diberi sesaji.
Alat musik Sasando Rote: Adalah sebuah alat musik
dawai yang dimainkan dengan dipetik. Instumen musik
ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Secara harfiah nama sasando menurut asal katanya
dalam bahasa Rote, sasandu, yang berasal dari kata
“sandu” atau “sanu” yang artinya “bergetar” atau
“meronta”.

128

Tari Cerana: Tarian ini dilakukan oleh beberapa penari
wanita yang menari dengan membawa wadah berbentuk
kotak berisi sirih dan pinang. Tari cerana merupakan
salah satu tarian yang sangat terkenal di pulau Timor
sebelah barat (wilayah Nusa Tenggara Timur) dan pulau
Rote.
Tari Gareng Lameng: Adalah tari tradisional dari Nusa
Tenggara Timur yang dipertunjukkan saat upacara
khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat juga mohon
keberkahan kepada Tuhan supaya yang dikhitan sehat
dan sukses dalam menjalani hidup.
Tari Lego-lego: Adalah suatu pertunjukan tarian yang
berasal dari pulau Alor-Pantar, propinsi Nusa Tenggara
Timur. Tarian ini merupakan tarian yang dimainkan oleh
laki-laki dan perempuan secara melingkar dengan cara
bergandengan tangan menarikan tari lego-lego tanpa
melihat batas agama dan status sosial.
Tari Perang: Atau caci atau tari caci adalah tari sekaligus
permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang
bertarung dengan cambuk dan perisai di Flores, Nusa
Tenggara Timur, Indonesia. Penari yang bersenjatakan
cambuk bertindak sebagai penyerang dan seorang
lainnya bertahan dengan menggunakan perisai. Tari
perang adalah salah satu tarian tradisional yang berasal
dari daerah Papua Barat. Tarian ini menggambarkan jiwa
kepahlawanan dan kegagahan masyarakat Papua.
Biasanya tarian ini dibawakan oleh para penari pria
dengan berpakaian adat dan membawa panah sebagai
atribut menarinya.

129

Makanan khas Jagung Bose: Adalah sebuah olahan
jagung berupa bubur jagung unik yang juga merupakan
hidangan tradisional dari Nusa Tenggara Timur. Bubur
yang juga mengandung campuran daging se'i ini biasa
juga dimakan bersama ikan bakar sebagai ganti nasi.
Upacara adat Pasola: Merupakan bagian dari
serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh
orang Sumba yang masih menganut agama asli yang
disebut Marapu (agama lokal masyarakat Sumba).
Permainan pasola diadakan pada empat kampung di
kabupaten Sumba Barat. Keempat kampung tersebut
antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura.
Suku Belu: Atau disebut juga suku Tetun/Tetum, adalah
salah satu penduduk asli pulau Timor. Suku ini
mendiami sebagian besar kabupaten Belu, dan bahasa
mereka disebut dengan bahasa Tetun.
Suku Dawan: Biasa pula dinamakan suku bangsa
Atoni. Suku bangsa ini merupakan salah satu kelompok
penduduk asal di pulau Timor propinsi Nusa Tenggara
Timur. Mereka berdiam terutama dalam wilayah tiga
kabupaten, yaitu kabupaten Kupang, kabupaten Timor
Tengah Selatan, dan kabupaten Timor Tengah Utara.
Suku Ende: Adalah suku bangsa di Indonesia yang
berdiam bagian tengah pulau Flores, propinsi Nusa
Tenggara Timur. Wilayah asal suku Ende dibagi menjadi
tiga wilayah yaitu kecamatan Nangapanda, Ende, dan
Ndona.
Suku Helong: Adalah kelompok etnik yang berdiam di
kecamatan Kupang Barat dan Kupang Tengah,

130

kabupaten Kupang, propinsi Nusa Tenggara
Timur (NTT).
Suku Lio: Adalah suku tertua yang ada di pulau Flores,
berada di desa Wolotolo kecamatan Ndona, Detusoko,
Wolowaru, dan Mourole, kabupaten Ende propinsi Nusa
Tenggara Timur dengan luas wilayah kecamatan 204,65
km².
Suku Lamaholot: Atau Lamkolot, Lamholot, Solor,
Larantuka adalah salah satu suku bangsa yang berdiam
di dalam wilayah kabupaten Flores Timur, propinsi Nusa
Tenggara Timur, Indonesia.
Suku Manggarai: Adalah sebuah suku bangsa yang
mendiami bagian barat pulau Flores di propinsi Nusa
Tenggara Timur, Indonesia. Suku Manggarai tersebar di
tiga kabupaten di propinsi tersebut, yaitu
kabupaten Manggarai Barat, kabupaten Manggarai dan
kabupaten Manggarai Timur.
Suku Marae: Biasa juga disebut orang Buna. Masyarakat
ini berdiam di bagian tengah pulau Timor, yang sebagian
berada di wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Suku Ngada: Sebenarnya terdiri atas beberapa
subsuku bangsa yaitu Ngada, Maung, Riung, Rongga,
Nage Keo, Bajawa dan Palue.
Suku Rote: Adalah salah satu penduduk asli pulau Rote,
yang sebagian di antaranya ada pula yang menetap di
pulau Timor. Selain itu, suku Rote juga mendiami pulau-
pulau di sekitar pulau Rote, yaitu pulau Ndao, pulau
Nuse, pulau Pamana, pulau Doo, pulau Heliana, pulau
Landu, pulau Manuk, dan pulau-pulau kecil lainnya.

131

Suku Sabu: Atau juga dikenal sebagai Savu atau
Sawu atau Hawu adalah suku bangsa yang mendiami
pulau Sawu dan pulau Raijua di Nusa Tenggara Timur.
Daerah pulau Sabu dan sekitarnya ini setiap tahunnya
dipengaruhi oleh musim kemarau yang panjang, antara
bulan Maret sampai Nopember.
Suku Sikka: Adalah komunitas adat yang berada di
kabupaten Sikka, di Flores Timur Tengah, pulau
Flores, Nusa Tenggara Timur.
Suku Solor: Disebut juga orang Holo, Solot, atau Ata
Kiwan. Mereka mendiami daratan pulau Solor yang
terletak di sebelah selatan pulau Adonara, di sebelah
timur pulau Flores. Daerah itu termasuk dalam wilayah
kabupaten Flores Timur, propinsi Nusa Tenggara Timur.
Suku Sumba: Berada di pulau Sumba yang menduduki
wilayah kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur.
Berdasarkan cerita yang sudah turun-temurun, suku
Sumba lahir dari empat pendaratan para leluhur.
Suku Timor: Merupakan salah satu suku bangsa
Indonesia di wilayah kota Kupang, Nusa Tenggara
Timur yang terletak pada geografi sebelah utara dan juga
barat terdapat laut Sawu, pada wilayah timur berdekatan
dengan negara Timor Leste, dan selatan berbatasan
dengan laut Timor.
31. Propinsi
MALUKU
Data Budaya
Bahasa Daerah: Banda, Buru, Furu Aru, Kei, Kisar,
Larat, Leti, Moa Roma, Seram, Tanibar.

132

Lagu Daerah: Anak Kambing Saya, Ayo Mama,
Burung Tantina, Buka Pintu, Goro-gorone, Huhatee,
Kole-kole, Mande-mande, Ole Sio, O Ulate, Putra-putri
Ambon, Rasa Sayang-sayange, Sarinande, Sayang
Dilale, Tanase, Waktu Hujan Sore-sore.
Rumah Adat: Baileo.

Baileo

Senjata: Parang Salawaku.

Parang
Salawaku

Alat Musik: Floit, Nafiri, Sangka, Tifa, Totobuang.

Floit Nafiri Sangka Tifa Totobuang

Tarian: Angkosi, Bambu Gila, Cakalele, Katreji,

Lenso, Nahar Ilaa, Poco-poco, Saureka-reka.

Angkosi Bambu Cakalele Katreji
Gila

Lenso Nahar Ilaa Poco- Saureka-
poco reka

Makanan Khas: Bagea Kenari, Dabu-dabu Sesi,
Sagu Lempeng Maluku, Sayur Ganemu, Sinole.

Bagea Kenari Dabu-dabu Sagu Sayur Sinole
Sesi Lempeng Ganemu
Maluku

133

Pakaian Adat: Maluku.

Maluku

Upacara Adat: Pukul Sapu.

Pukul Sapu

Suku: Alifuru, Ambon, Aru, Bacan, Buru, Faru, Gebe,
Kei, Leti, Tanimbar, Ternate, Tobelo, Togite.

Alifuru Ambon Aru Buru Gebe

Kei Leti Tanimbar Ternate Tobelo

Penjelasan

Bahasa daerah Kei: Bahasa Kei atau Veveu Evav

adalah bahasa yang dituturkan etnik Evav di propinsi

Maluku, terutama di kabupaten Maluku Tenggara,

yakni di 207 desa di Kei Kecil, Kei Besar, dan pulau-

pulau sekitarnya.

Rumah adat Baileo: Adalah identitas setiap negeri

di Maluku selain Masjid atau Gereja. Baileo berfungsi

sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat

upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.

Senjata Parang Salawaku: Adalah

sepasang senjata tradisional dari Maluku. Parang

salawaku terdiri dari parang (pisau panjang)

dan salawaku (perisai) yang pada masa lalu

adalah senjata yang digunakan untuk berperang. Di

134

lambang pemerintah kota Ambon, dapat dijumpai

pula parang salawaku.

Alat musik Nafiri: Merupakan alat musik tradisional

yang berasal dari propinsi Riau di pulau Sumatra yang

bentuknya mirip dengan terompet.

Alat musik Tifa: Merupakan alat musik khas Indonesia

bagian timur, khususnya Maluku dan Papua. Alat musik

ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu

yang dilubangi tengahnya. Ada beberapa macam jenis

alat musik tifa seperti tifa jekir, tifa dasar, tifa potong,

tifa jekir potong dan tifa bas.

Alat musik Totobuang: Setiap suku di Maluku dan Papua

memiliki tifa dengan ciri khasnya masing-masing. Tifa

biasanya digunakan untuk mengiringi tarian perang dan

beberapa tarian daerah lainnya seperti tari lenso

dari Maluku yang diiringi juga dengan alat musik

totobuang, tarian tradisional suku Asmat dan tari gatsi.

Tari Cakalele: Atau tarian perang dari Maluku. Tari

cakalele adalah tarian tradisional khas Maluku. Dalam

upacara adat, tari cakalele biasanya dibawakan secara

berpasang-pasangan oleh 30 penari laki-laki dan

perempuan.

Tari Katreji: Adalah salah satu tarian tradisional

asal propinsi Maluku. Tarian yang dilakukan

berpasangan antara wanita dan pria ini sangat terkenal

dan sering ditampilkan pada acara-acara perayaan hari

besar, penyambutan tamu maupun pernikahan adat dan

pentas seni di sekolah-sekolah.

135

Tari Poco-poco: Meskipun orang mengenal poco-

poco sebagai lagu dan tarian khas Minahasa, Sulawesi

Utara, sejatinya poco-poco berasal dari Ambon, Maluku.

Mulai populer awal 1990-an, hingga kini masih sering

digelar dalam berbagai kesempatan pesta gembira. Ayo

dengarkan dan nyanyikan lagu poco-poco.

Tari Saureka-reka: Adalah salah satu tarian tradisional

sejenis tarian pergaulan yang berasal

dari Maluku. Tarian ini biasa dilakukan oleh para muda-

mudi, di mana para laki-laki memainkan gaba-gaba dan

para perempuan menari dan menghindari gaba-gaba

tersebut.

Suku Ambon: Suku bangsa Ambon mendiami

pulau Ambon, Hitu dan Saparua, propinsi Maluku.

Suku Aru: Merupakan suku bangsa yang mendiami

wilayah kepulauan Aru di Maluku Tenggara.

32. Propinsi

MALUKU UTARA

Data Budaya

Bahasa Daerah: Bacan, Balela, Fayo, Loda, Moba,

Morotai, Obi, Sula, Taliabu, Ternate, Tobelo.

Lagu Daerah: Ayo Mama, Barero, Buka Pintu,

Burung Tantia, Goro-gorone, Huhate, Kole-kole,

Lembe-lembe, Mande-mande, Naik-naik Ke Puncak

Gunung, Ole Sio, O Ulate, Rasa Sayang-

sayange, Sarinande, Tanase, Waktu Hujan Sore-sore.

Rumah Adat: Baileo, Sasandu.

Baileo Sasando

136

Senjata: Parang Salawaku.

Parang
Salawaku

Alat Musik: Fu, Tifa Totobuang.

Fu

Tarian: Bambu Gila, Coka Iba, Dadansa, Lenso,
Nahar Ilaa, Ronggeng, Soya-soya.

Bambu Gila Coka Iba Lenso Nahar Ilaa Rongeng Soya-soya

Makanan Khas: Gohu Ikan, Halua Kenari, Ikan Asap,
Lapis Tidore, Kue Bilolo, Kue Sagu, Papeda, Sirup
Buah/Sari Buah Pala.

Gohu Ikan Halua Ikan Asap Lapis

Kenari Tidode

Kue Bilolo Kue Sagu Papeda Sirup Buah/
Sari Buah
Pakaian Adat: Maluku Utara.
Pala

Maluku
Utara

Upacara Adat: Hibualamo.

Hibualamo

Suku: Tanibar, Ternate, Tobelo.

137

Tanimbar Ternate Tobelo

Penjelasan

Bahasa daerah Bacan: Bahasa Melayu Bacan (BMB)

adalah suatu dialek bahasa Melayu yang dituturkan di

pulau Bacan, kabupaten Halmahera Selatan, propinsi

Maluku Utara, Indonesia.

Bahasa daerah Taliabu: Dituturkan oleh

masyarakat di desa Kawadang, kecamatan Taliabu Timur

Selatan, kabupaten Pulau Taliabu, propinsi Maluku

Utara.

Bahasa daerah Ternate: Wilayah tutur

dialek Ternate Togafo berbatasan dengan wilayah

tutur bahasa Ternate dan bahasa Melayu dialek

Melayu Ternate di sebelah timur, barat, utara, dan

selatan desa Togafo. Dialek Tidore

dituturkan di kelurahan Ome, kecamatan

Tidore Utara, kabupaten Kota Tidore Kepulauan, pulau

Tidore, propinsi Maluku Utara.

Bahasa daerah Tobelo: Dituturkan oleh masyarakat di

desa Pale, kecamatan Tobelo Selatan, kabupaten

Halmahera Utara dan desa Tayawi, kecamatan Oba

Utara, kabupaten Kota Tidore Kepulauan, propinsi

Maluku Utara. Bahasa ini terdiri atas dua dialek, yaitu

dialek Tobelo Pale dan Tugutil.

Alat musik Fu: Merupakan alat musik yang terbuat dari

kulit kerang dan cara memainkannya dengan ditiup pada

bagian yang berlubang atau terbuka. Fu adalah alat

musik yang berasal dari Maluku Utara.

138

Tari Bambu Gila: Tarian ini juga dikenal dengan nama
buluh gila atau bara suwen. Pertunjukan ini bisa ditemui
di dua desa yaitu desa Liang, kecamatan Salahatu, dan
desa Mamala, kecamatan Leihitu, kabupaten
Maluku Tengah.
Tari Nahar Ilaa: Tarian pengikat persahabatan pada
waktu “panas pela” kesepakatan kampung untuk
membangun.
Tari Soya-soya: Adalah salah satu tari tradisi
masyarakat Maluku Utara yang dipercaya telah ada pada
masa kesultanan Ternate dipimpin oleh sultan Baabullah
(1570 - 1583). Tarian ini termasuk dalam
kategori tarian perang yang pada awal terciptanya
ditarikan oleh 18 orang atau lebih.
Makanan khas Gohu Ikan: Gohu ikan ini
menggunakan ikan tuna atau cakalang mentah sebagai
menu utamanya. Gohu disajikan secara mentah sehingga
masyarakat sering menyebutnya dengan sashimi Ternate.
Makanan khas Papeda: Adalah makanan berupa bubur
sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan
dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan
kunyit. Di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di
Papua, sagu merupakan bahan dasar dalam
berbagai makanan. Pada umumnya, papeda dikonsumsi
bersama dengan ikan tongkol. Papeda berwarna putih
dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang
tawar. Papeda merupakan makanan yang kaya serat,
rendah kolesterol dan cukup bernutrisi.

139

Suku Ternate: Suku bangsa yang mendiami tempat ini
antara lain suku Ternate, Tidore, Makian, Bacan, Galela,
Loloda, Tobelo, Tobaru, Kao, Jailolo, Module, Pagu,
Buli, Patani, Maba, Sawai, Wayoli, dan suku bangsa
Sahu dengan bahasa penutur yang berbeda pula.
33. Propinsi
PAPUA
Data Budaya
Bahasa Daerah: Asmat, Dera, Kaure, Kentuk Bresi,
Manen, Morwap, Molot, Mooi, Tobali, Senggi, Sentani,
Tobati.
Lagu Daerah: Apuse, Yamko Rambe Yamko.
Rumah Adat: Honai, Kariwari.

Honai Kariwari

Senjata: Panah, Pisao Belati.

Panah Pisao Belati

Alat Musik: Tifa.

Tifa

Tarian: Cendrawasih, Musyoh, Perang, Selamat Datang,
Suanggi.

Cendrawasih Musyoh Perang Selamat Suanggi
Datang

Makanan Khas: Keripik Keladi, Pepeda, Sagu, Ubi
Jalar, Udang Selingkuh.

140

Keripik Papeda Ubi Jalar Udang
Keladi Selingkuh

Suku: Asmat, Biak, Dani, Iban, Iha, Mairasi, Manem,

Moni, Muyu, Tobati.

Asmat Biak Dani Iha

Mairasi Moni Muyu Tobati

Penjelasan

Bahasa daerah Asmat: Bahasa-bahasa yang digunakan

orang Asmat termasuk kelompok bahasa yang oleh para

ahli linguistik disebut sebagai Language of the Southern

Division, bahasa-bahasa bagian selatan Irian

Jaya. Bahasa ini pernah dipelajari dan digolongkan oleh

C.L Voorhoeve (1965) menjadi filum bahasa-

bahasa Irian (Papua) non-Melanesia.

Bahasa daerah Sentani: Bahasa Sentani atau Buyaka

adalah suatu bahasa Papua yang

dituturkan di danau Sentani, propinsi Papua, Indonesia.

Alkitab Terjemahan Baru sudah diterjemahkan ke

dalam bahasa Sentani pada tahun 1997.

Bahasa daerah Tobati: Bahasa Ormu (Or), Kayu Pulau
(KP), dan Tobati (Tb) yang wilayah pakainya terdapat di

kabupaten Jayapura, dan kota Jayapura, propinsi

Papua merupakan anggota satu kelompok bahasa kerabat

yang disebut kelompok bahasa Jayapura.
Lagu daerah Apuse: "Apuse" adalah sebuah lagu

daerah yang berasal dari propinsi Papua. Lagu "apuse"

141

ini diciptakan oleh salah seorang asal Jayapura yang
tidak diketahui siapa nama jelasnya.
Lagu daerah Yamko Rambe Yamko: Adalah judul lagu
daerah yang berasal dari propinsi Papua, Indonesia.
Meskipun irama lagu ini menggambarkan kesan
menyenangkan, sebenarnya syairnya berisi kesedihan
akibat Papua ingin meninggalkan Indonesia, utamanya
pertikaian bangsa Indonesia untuk mempertahankan
penduduk Papua sekitar tahun 1932.
Rumah adat Honai: Terbuat dari kayu dengan atap
berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau
ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan
tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa
dingin pegunungan Papua.
Rumah adat Kariwari: Adalah salah satu rumah
adat khas Papua, lebih tepatnya adalah rumah adat dari
suku Tobati-Enggros yang bermukim di sekitar teluk
Yotefa dan danau Sentani, Jayapura. Berbeda dengan
bentuk rumah adat Papua lainnya seperti honai yang
berbentuk bulat, rumah Kariwari berbentuk limas segi
delapan.
Senjata Pisao Belati: Pisau belati (pisau tusuk) terbuat
dari tulang burung kasuari atau terbuat dari bambu.
Tari Selamat Datang: Atau tari penyambutan tamu
dibawakan oleh penari pria dan wanita, untuk
menyambut tamu kehormatan atau orang penting. Di
kalangan suku Malamoi, Sorong, Papua Barat, tarian itu
dinamakan nanini yang artinya 'kemari, kemari bersama'.

142

Suku Asmat: Adalah sebuah suku di Papua. Suku

Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik.

Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang

tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di

bagian pedalaman.

Suku Biak: Menurut Albert, suku-suku di teluk

Cenderawasih adalah suku di Papua yang pertama kali

melangsungkan pelayaran maritim. Suku-

suku tersebut berasal dari kepulauan Biak-Numfor,

Yapen-Waropen, teluk Umar, kepulauan Haarlem, dan

teluk Wondama.

Suku Dani: Suku Damal, suku Yali, suku Lani

dan suku Moni. Dani adalah salah satu dari sekian

banyak suku bangsa yang terdapat atau bermukim atau

mendiami wilayah pegunungan tengah, Papua, Indonesia

dan mendiami keseluruhan kabupaten Jayawijaya serta

sebagian kabupaten Puncak Jaya.

Suku Iha: Adalah salah satu kelompok etnik asal Papua,

yang berdiam dalam wilayah kabupaten Fakfak.

Suku Muyu: Daerah pemukiman orang Muyu terletak

di propinsi Papua Barat bagian selatan,

dekat daerah perbatasan dengan Papua Nugini, yaitu di

sekitar sungai Kao, Muyu dan Digul.

34. Propinsi

PAPUA BARAT

Data Budaya

Bahasa Daerah: Ampat, Asmat, Biak, Dani, Fak-fak,

Mooi, Sentani, Tobati, Waropen.

Lagu Daerah: Apuse, Sajojo, Yamko Rambe Yamko.

143


Click to View FlipBook Version