The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU PINTAR KERAGAM BUDAYA INDONESIA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by asihsetyowinnahyu, 2021-07-13 07:56:59

BUKU PINTAR

BUKU PINTAR KERAGAM BUDAYA INDONESIA

Keywords: asihsetyowinnahyu

temurun hingga saat ini. Namun, tradisi ini dijalankan
lagi sejak 8 tahun yang lalu.
Upacara adat Rebo Kasan: Adalah upacara tradisional
yang diadakan sebagai ritual tolak bala yang
dilaksanakan setiap bulan Syafar Tahun Hijriah di setiap
hari rabu terakhir oleh masyarakat Bangka tepatnya di
wilayah desa Air Anyir kecamatan Merawang termasuk
dusun Temberan, dan dusun Mudal yang merupakan
dusun terletak di tepi.
Suku Cina: Orang Hakka (客家) awalnya didatangkan
dari berbagai wilayah di propinsi Guangdong seperti
Meixian, Prefektur Huizhou, Prefektur Chaozhou
menjadi tenaga penambang timah. Sebagian besar etnis
Tionghoa di Bangka Belitung didominasi orang Hakka
dengan minoritas orang Minnan (Hokkian).
9. Propinsi
BENGKULU
Data Budaya
Bahasa Daerah: Gumai, Kaur, Lebak, Melayu,
Pasemah, Rejang, Serawai.
Lagu Daerah: Lalan Belek.
Rumah Adat: Bubungan Lima, Rakyat.

Bubungan
Lima

Senjata: Badik, Keris, Kuduk, Pisau Dodong, Rambai
Ajam, Rudus.

Badik Keris Pisau Rambai Rudus
Dodong Ajam

44

Alat Musik: Doll, Gendang, Gong, Rebana, Redap.

Doll Gendang Rebana Redap

Tarian: Andun, Bidadari Teminang Anak, Gandai,
Kejei, Pukek, Putri Gading Cempaka, Sekapur Sirih,
Tombak Kerbau.

Andun Bidadari Gandai Kejei Putri Sekapur

Tamiang Gading Sirih
Anak Cempaka

Makanan Khas: Emping Melinjo, Getuk Pisang, Gulai

Rebung Asam Ikan Laut, Ikan Pais, Lemeah,

Rengginang, Tempoyak.

Emping Gulai Ikan Pais Lemeah Rengginang Tempoyak
Melinjo Rebung

Asam
Ikan Laut

Pakaian Adat: Bengkulu.

Bengkulu

Suku: Enggano, Kaur, Lebak, Melayu, Pasemah,
Rejang, Serawai.

Enggano Kaur Pasemah Rejang Serawai

Penjelasan

Bahasa daerah Kaur: Adalah bahasa daerah yang

digunakan suku Kaur di kabupaten Kaur, Bengkulu.

Dialek bahasa ini 70% memiliki kesamaan

dengan bahasa Melayu Tengah.

45

Bahasa daerah Pasemah: Adalah bahasa yang diucapkan
oleh suku Pasemah di wilayah kabupaten Empat
Lawang, kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu, dan di
sekitar kawasan gunung berapi yang masih aktif, gunung
Dempo di Sumatra Selatan. Bahasa Pasemah ini juga
tersebar ke daerah-daerah di propinsi Bengkulu.
Bahasa daerah Rejang: Bahasa Bukar-Sadong adalah
kerabat terdekat bahasa Rejang. Terdapat kemungkinan
bahwa bahasa Rejang bekerabat dengan bahasa yang
baru saja ditemukan di wilayah kabupaten
Kaur, Bengkulu, bahasa Nasal. Tetapi, hal ini baru
sebatas spekulasi atau dugaan semata.
Bahasa daerah Serawai: Bahasa Serawai sebenarnya
termasuk rumpun bahasa Melayu juga, nampaknya dekat
dengan bahasa Pasemah. Dialeknya ada dua yakni dialek
Manna dan dialek Serawa.
Rumah adat Bubungan Lima: Adalah rumah adat dari
propinsi Bengkulu. Rumah ini memiliki model seperti
rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang
penopang. Rumah ini bukanlah rumah tinggal seperti
pada umumnya. Rumah ini biasanya dipakai untuk acara
adat masyarakat Bengkulu.
Alat musik Doll: Merupakan bedug tradisional yang
berasal dari propinsi Bengkulu, Indonesia. Doll termasuk
dalam alat musik kategori membranofon. Alat musik doll
biasanya dimainkan oleh pria dan dibuat dengan
menggunakan bonggol dari pohon kelapa.
Tari Andun: Adalah salah satu tarian rakyat yang berasal
dari Bengkulu dan dilakukan pada saat pesta

46

perkawinan. Biasanya dilakukan oleh para bujang dan
gadis secara berpasangan pada malam hari dengan
diringi musik kolintang.
Tari Bidadari Teminang Anak: Atau
bidadari terminang anak jika diartikan
yaitu bidadari meminang anak, dinamakan demikian
karena memang tari tradisional ini menceritakan
seorang bidadari yang turun dari langit menuju bumi
untuk mengangkat seorang anak.
Tari Kejei: Merupakan kesenian rakyat Rejang yang
dilakukan pada setiap upacara kejei berlangsung.
Upacara kejei merupakan hajatan terbesar di suku
Rejang. Dikatakan hajatan terbesar karena yang
mengangkat.
Makanan khas Ikan Pais: Merupakan salah satu makanan
khas di propinsi Bengkulu. Pendap atau biasa disebut
ikan pais ini mampu bersaing dengan sejumlah kuliner
lainnya. Makanan khas dari Bengkulu ini telah
menembus pasaran sejumlah kota di Indonesia, seperti
Jakarta, Lampung, Palembang, Pangkal Pinang dan
Jambi.
Makanan khas Lemeah: Makanan khas suku
Rejang. Lemeah makanan khas suku Rejang di
propinsi Bengkulu yang terbuat dari bambu muda
dicampur dengan ikan lalu diaduk, adonan tersebut
disimpan ke dalam wadah yang dilapisi dengan daun
pisang dan ditutup rapat-rapat.
Pakaian adat Bengkulu: Pakaian pengantin suku
Melayu Bengkulu terdiri atas pakaian pengantin pria

47

dan pakaian pengantin wanita. Pakaian pengantin wanita

terdiri atas kain lecap benang, kebaya panjang bertabur,

kain glamor dan gelang, serta mengenakan singal atau

perhiasan kepala (mahkota).

Suku Enggano: Adalah sebuah kelompok suku terasing

di Indonesia yang mendiami pulau Enggano dekat barat

daya lepas pantai pulau Sumatra.

Suku Kaur: Adalah suku bangsa di kabupaten Kaur.

Pemukiman orang Kaur berdekatan dengan

kediaman suku Serawai dan Besemah. Berbeda dengan

kedua suku bangsa tersebut yang menggunakan bahasa

Melayu Tengah, suku Kaur menggunakan bahasa Kaur.

Suku Rejang: Adalah salah satu suku bangsa yang

terdapat di Bengkulu dan Sumatra Selatan. Catatan

mengenai mereka salah satunya berasal dari buku karya

William Marsden yang berjudul The History of

Sumatra.

Suku Serawai: Adalah suku bangsa dengan populasi

terbesar kedua yang hidup di daerah Bengkulu. Sebagian

besar masyarakat suku Serawai berdiam di

kabupaten Bengkulu Selatan, yakni di kecamatan

Sukaraja, Seluma, Talo, Pino, Kelutum, Manna, dan

Seginim.

10. Propinsi

LAMPUNG

Data Budaya

Bahasa Daerah: Lampung, Melayu.

Lagu Daerah: Adi-adi Laun Lambra, Antu

Berayun, Badeak, Bujang Lapok, Gambus, Limpang-

48

limpangdang, Sang Dewi Ruwa Jurai, Semujur, Yo
Miak.
Rumah Adat: Nuwo Sesat.

Nuwo Sesat

Senjata: Badik, Beladau, Keris, Payan.

Badik Baladau Keris Payan

Alat Musik: Bende, Gamolan.

Bende Gamolan

Tarian: Bedana, Cangget, Melinting, Muli, Sembah
Sigeh Pengunten, Serai Serumpun.

Bedana Cangget Melinting Muli Sembah
Sigeh

Pangunten

Makanan Khas: Keripik Nangka, Keripik Pisang,

Kerupuk Kemplang, Kopi Lampung, Pindang Patin,

Pisang Sale, Seruit.

Keripik Keripik Kerupuk Kopi
Nangka Pisang Kemplang Lampung

Pindang Pisang Sale Seruit
Patin

Pakaian Adat: Tulang Bawang.

Tulang
Bawang

49

Suku: Lampung.

Lampung

Penjelasan

Bahasa daerah Lampung: Adalah sekelompok bahasa

yang dipertuturkan oleh Ulun Lampung di propinsi

Lampung, selatan Palembang dan pantai barat Banten.

Rumpun ini terdiri dari: bahasa Komering, bahasa

Lampung Api dan bahasa Lampung Nyo. Kelompok ini

merupakan cabang tersendiri dalam rumpun bahasa

Melayu-Polinesia.

Lagu daerah Sang Dewi Ruwa Jurai: Merupakan lagu

daerah dari propinsi Lampung. Kalimat sang dewi ruwa

jurai juga digunakan sebagai semboyan

propinsi Lampung.

Rumah adat Nuwo Sesat: Adalah salah satu rumah adat

yang ada di propinsi Lampung. Nuwo Sesat berfungsi

sebagai tempat pertemuan adat bagi para purwatin pada

saat mengadakan pepung adat. Karena itu rumah adat ini

juga disebut Balai Agung.

Senjata Badik: Berbentuk seperti huruf L atau

J, Badik adalah salah

satu senjata tradisional lampung yang umum dikenal

oleh masyarakat Lampung baik di kalangan masyarakat

kota maupun desa. Terlepas dari masalah asal usul,

penggunaan badik pada sebagian

masyarakat Lampung lebih banyak digunakan sebagai

lambang kejantanan.

50

Alat musik Gamolan: Hampir sama dengan alat musik

gamelan di daerah Jawa. Hanya saja gamolan yang ada

di Lampung ini terbuat dari susunan bambu yang

kemudian diikat dengan tali senar yang dibuat dengan

rancangan khusus. Gamolan di Lampung ada yang

disebut gamolan pekhing dan aja juga yang menyebutnya

dengan nama gamolan cetik.

Tari Bedana: Merupakan salah satu tarian tradisional

zapin melayu dari daerah Lampung. Tari bedana biasa

dibawakan oleh pemuda-pemudi Lampung dalam acara

tertentu sebagai ungkapan rasa gembira. Tari bedana

memiliki ciri khusus pada adat Lampung Pepadun

maupun adat Lampung Saibatin.

Tari Cangget: Merupakan salah satu tari tradisi yang

dimiliki oleh masyarakat Lampung beradat pepadun.

Pada tahun 1942 sebelum kedatangan Jepang ke

Indonesia, Tari cangget ditampilkan untuk acara gawi

adat, seperti saat panen raya, upacara mendirikan rumah

ataupun untuk mengantar orang yang akan pergi haji.

Tari Melinting: Adalah salah satu tarian tradisional yang

berasal dari daerah Lampung. Tarian ini

merupakan tarian klasik peninggalan

kerajaan Melinting yang ada di Lampung Timur.

Tari Sembah Sigeh Pengunten: Merupakan salah satu tari

kreasi baru dari daerah Lampung. Awalnya tari ini

bernama tari melinting dan tari sembah, namun baik tari

melinting maupun tari sembah telah dikukuhkan

namanya menjadi tari sigeh penguten. Tari ini

51

merupakan pengembangan dari tari sembah yang
merupakan tari tradisi asli masyarakat Lampung.
Makanan khas Seruit: Adalah makanan khas daerah
Lampung, Indonesia, yaitu masakan ikan yang digoreng
atau dibakar dicampur sambel terasi, tempoyak atau
mangga. Jenis ikan adalah besarnya ikan sungai seperti
belide, baung, layis dan lain-lain, ditambah lalapan.
Sedangkan minumannya adalah serbat, terbuat dari jus
buah mangga kwini.
Suku Lampung: (Ulun Lampung, orang Lampung)
secara tradisional geografis adalah salah satu dari
rumpun Melayu di pulau Sumatra yang menempati
seluruh propinsi Lampung dan sebagian propinsi
Sumatra Selatan bagian selatan dan tengah yang
menempati daerah Martapura, Muaradua di kabupaten
Ogan Komering Ulu, Kayu Agung, Tanjung Raja.
11. Propinsi
BANTEN
Data Budaya
Bahasa Daerah: Sunda.
Lagu Daerah: Dayung Sampan, Jare Bu Guru.
Rumah Adat: Badui.

Badui

Senjata: Golok, Kujang.

Golok Kujang

Alat Musik: Dog-dog Lojor, Gamelan.

52

Dog-dog
Lojor

Tarian: Cokek, Prajurit Banten, Rampak Bedug, Saman,
Sekar Putri.

Cokek Prajurit Rampak Saman Sekar Putri
Banten Bedug

Makanan Khas: Angeun Lada, Nasi Samin, Rabeg, Sate

Bandeng, Soto Banten.

Angeun Nasi Samin Rabeg Sate Soto Banten
Lada Bandeng

Pakaian Adat: Banten.

Banten

Suku: Baduy, Banten, Sunda.

Baduy Banten Sunda

Penjelasan

Bahasa daerah Sunda: Adalah salah satu ragam

percakapan bahasa Sunda yang digunakan sebagian

masyarakat di propinsi Banten, bagian barat kabupaten

Bogor, serta bagian barat kabupaten Sukabumi.

Lagu daerah Jereh Bu Guru: Adalah lagu berasal

dari daerah Banten. Lagu ini diciptakan A. Syahri

Aliman menggunakan bahasa Jawa Serang. Jareh bu

guru berarti dalam bahasa Indonesia "kata bu

53

guru". Lagu jareh bu guru memiliki lirik sangat
sederhana.
Rumah adat Badui: Adalah rumah adat dari propinsi
Banten. Hal ini didasarkan pada rumah adat yang
dimiliki oleh suku Badui. Suku Baduy/Badui merupakan
kelompok etnis masyarakat adat suku Banten di wilayah
kabupaten Lebak, Banten. Bentuk rumah adat badui
sering di sebut dengan istilah julang ngapak.
Senjata Golok: Sebagai senjata simpanan untuk membela
diri. Golok ini dikenal sebagai senjata yang dibawa para
jawara Banten saat zaman penjajahan dulu. Nama
"golok Ciomas" diambil dari wilayah bernama "Ciomas"
yang merupakan asal pembuatan golok.
Senjata Kujang: Mempunyai pengertian sebagai pusaka
yang mempunyai kekuatan tertentu yang berasal dari
para dewa (Hyang), dan sebagai sebuah senjata, sejak
dahulu hingga saat ini kujang menempati satu posisi
yang sangat khusus di kalangan masyarakat Jawa Barat
(Sunda).
Alat musik Dog-dog Lojor: Adalah salah satu alat
musik tradisional yang berasal dari
daerah Banten Selatan. Alat musik satu ini memiliki
bentuk seperti bedug, hanya saja memiliki bentuk yang
lebih kecil dan memanjang. Dog-dog lojor ini biasanya
digunakan untuk mengiringi berbagai acara adat seperti
seren taun, ruwatan dan lain-lain.
Tari Cokek: Adalah seni pertunjukan yang berkembang
pada abad ke 19 M di kabupaten Tangerang,
propinsi Banten. Tarian khas Tangerang ini diwarnai

54

budaya etnik Cina. Penarinya mengenakan kebaya yang
disebut cokek. Tarian cokek mirip sintren dari Cirebon
atau sejenis ronggeng di Jawa Tengah.
Tari Rampak Bedug: Adalah seni bedug dengan
menggunakan waditra berupa banyak bedug dan ditabuh
secara serempak sehingga menghasilkan irama khas
yang enak didengar.
Tari Saman: Atau dikenal juga sebagai zikir Maulud
merupakan kesenian tari bertema Islam yang berasal dari
Pandeglang, Banten yang masih bertahan sampai saat ini.
Tari Sekar Putri: Merupakan tarian yang diperagakan
oleh sekelompok gadis cantik yang menari bersama-
sama dengan penuh suka cita. Tarian ini
menggambarkan kemolekan wajah wanita-wanita di
desa Sekar, kecamatan Donorojo, kabupaten Pacitan.
Pakaian adat Banten: Adalah baju penganten. Sesuai
dengan namanya, pakaian ini dikenakan oleh sepasang
mempelai yang akan melangsungkan resepsi
pernikahannya.
Suku Baduy: Urang Kanekes, orang Kanekes atau
orang Baduy/Badui merupakan kelompok masyarakat
adat suku Banten di wilayah kabupaten Lebak, Banten.
Populasi mereka sekitar 26.000 orang, dan mereka
merupakan salah satu suku yang mengisolasi diri mereka
dari dunia luar.
Suku Banten: Adalah orang Sunda yang mendiami bekas
daerah kekuasaan kesultanan Banten di luar
Parahyangan, Cirebon, dan Jakarta. Menurut Sensus
Penduduk tahun 2010 oleh Badan Pusat Statistik

55

Indonesia, suku Banten populasinya 2,1% dari penduduk
Indonesia, atau sekitar 4.657.000 jiwa.
12. Propinsi
D.K.I. JAKARTA
Data Budaya
Bahasa Daerah: Betawi.
Lagu Daerah: Gambang, Jali-jali, Keroncong
Kemayoran, Kicir-kicir, Surilang.
Rumah Adat: Joglo, Kebaya.

Joglo Kebaya

Senjata: Badik, Keris, Toya.

Badik Keris Toya

Alat Musik: Tanjidor, Tehyan.

Tanjidor Tehyan

Tarian: Cokek, Ondel-ondel, Ronggeng Blantek,
Samrah, Topeng Betawi, Yapong.

Cokek Ondel-ondel Ronggeng Samrah Topeng Yapong
Blantek

Makanan Khas: Bir Pletok, Kerak Telor, Kue Rangi,
Nasi Uduk Betawi, Soto Betawi, Taoge Goreng.

Bir Pletok Kerak Kue Rangi Nasi Uduk Soto Taoge
Goreng
Telor Betawi Betawi

Pakaian Adat: Abang dan None.

56

Abang dan
None

Seni Pertunjukan: Lenong.

Lenong

Suku: Betawi, Sunda.

Betawi Sunda

Penjelasan

Bahasa daerah Betawi: Atau Melayu dialek Jakarta atau

Melayu Batavia (bew) adalah sebuah bahasa yang

merupakan anak bahasa dari Melayu. Mereka yang

menggunakan bahasa ini dinamakan

orang Betawi. Bahasa ini hampir seusia dengan

nama daerah tempat bahasa ini dikembangkan,

yaitu Jakarta.

Lagu daerah Jali-jali: Atau si jali-jali adalah lagu

daerah Betawi dari Jakarta, Indonesia. Lagu ini berasal

dari kata buah jali.

Rumah adat Kebaya: Merupakan sebuah nama rumah

adat suku Betawi. Disebut dengan rumah

kebaya dikarenakan bentuk atapnya yang menyerupai

pelana yang dilipat dan apabila dilihat dari samping

maka lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti

lipatan kebaya.

Alat musik Tanjidor: Dikembangkan masyarakat Betawi

justru lebih didominasi oleh alat musik tiup. Alat-alat

musik yang dimainkan dalam kesenian tanjidor terdiri

57

dari klarinet (tiup), piston (tiup), trombon (tiup),
saksofon tenor (tiup), saksofon bas (tiup), drum
(membranofon), simbal (perkusi), dan tambur.
Alat musik Tehyan: Adalah alat musik gesek yang
terbuat dari kayu jati dengan tabung resonansi yang
terbuat dari batok kelapa, dan dilengkapi senar. Alat
musik khas Betawi yang menghasilkan nada-nada tinggi
ini diadaptasi dari budaya Tionghoa, biasanya dimainkan
dengan alat-alat musik lainnya dalam musik tanjidor.
Tari Topeng Betawi: Adalah salah satu tarian adat
masyarakat Betawi di Jakarta yang menggunakan topeng
sebagai ciri khasnya. Tarian ini merupakan perpaduan
antara seni tari, musik, dan nyanyian.
Tari Yapong: Merupakan suatu bentuk tarian dari Jakarta
yang diciptakan untuk sebuah pertunjukan. Tarian ini
bukan jenis tarian pergaulan seperti tari daerah
kebanyakan, misalnya tari jaipong dari Jawa Barat.
Makanan khas Bir Pletok: Adalah minuman khas
Betawi, Jakarta yang dibuat dari campuran rempah-
rempah yang berkhasiat mencegah masuk angin, asam
urat, pegal-pegal dan menghangatkan badan. Walaupun
mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung
alkohol.
Makanan khas Kerak Telur: Adalah makanan asli
daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras
ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang
diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang
merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa

58

kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica
butiran, garam dan gula pasir.
Suku Betawi: Adalah sebuah suku bangsa di Indonesia
yang penduduknya umumnya bertempat tinggal
di Jakarta. Mereka adalah keturunan penduduk yang
bermukim di Batavia (nama kolonial dari Jakarta) dari
sejak abad ke-17.
13. Propinsi
JAWA BARAT
Data Budaya
Bahasa Daerah: Betawi, Sunda.
Lagu Daerah: Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin,
Karatangan, Manuk Dadali, Panon Hideung,
Pileuleuyan, Peuyeum Bandung, Tokecang.
Rumah Adat: Joglo Sunda, Keraton Kasepuhan
Cirebon.

Joglo Sunda Keraton
Cirebon Kasepuhan

Senjata: Kujang.

Kujang

Alat Musik: Angklung, Arumba, Calung, Dog-dog,
Gamelan Sunda, Kecapi, Siter/Celempung, Suling.

Angklung Arumba Calung Dog-dog

Gamelan Kecapi Siter/ Suling
Sunda
Celempung

59

Tarian: Blantek, Bonyok, Jaipong, Kembang Buruan,
Ketuk Tilu, Kupu-kupu, Lenong, Merak, Reog,
Sintren, Topeng Cirebon, Topeng Cisalak, Topeng
Kuncaran.

Blantek Bonyok Jaipong Kembang Ketuk Tilu Kupu-kupu
Buruan

Merak Sintren Topeng Topeng Topeng

Cirebon Cisalak Kuncaran

Makanan Khas: Bajigur, Bandrek, Batagor, Dodol

Garut, Karedok, Nasi Timbel, Peuyeum, Siomay.

Bajigur Bandrek Batagor Dodol Garut

Karedok Nasi Timbel Peuyeum Siomay

Pakaian Adat: Jawa Barat.

Jawa Barat

Seni Pertunjukan: Banjet, Sisingaan, Tarling, Wayang
Golek.

Sisingaan Tarling Wayang
Golek
Suku: Baduy, Betawi, Sunda.

Baduy Betawi Sunda

60

Penjelasan

Lagu daerah Bubuy Bulan: Adalah salah

satu daerah yang berasal dari Jawa Barat. Lagu bubuy

bulan ini dilihat dari lirik lagunya menceritakan tentang

seseorang yang sedang jatuh hati sehingga ingin bertemu

setiap hari.

Lagu daerah Manuk Dadali: (Garuda) lagu ini juga

bernafaskan nasionalisme, dengan melukiskan

keperkasaan burung garuda dengan lambang dari

kejayaan Indonesia.

Lagu daerah Peuyeum Bandung: Adalah salah satu lagu

daerah yang berbahasa Sunda berasal dari Jawa

Barat. Lagu ini menceritakan tentang

popularitas peyeum yang merupakan makanan khas

dari Bandung yang memiliki rasa yang nikmat.

Rumah adat Keraton Kasepuhan Cirebon:

Merupakan keraton ataupun istana yang dibanguun oleh

pangeran Cakrabuana pada tahun 1527.

Alat musik Angklung: Adalah alat musik multitonal

yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat

Sunda di suku Sunda. Alat musik ini dibuat dari bambu,

dibunyikan dengan cara digoyangkan sehingga

menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada

2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar

maupun kecil.

Alat musik Calung: Adalah alat musik berupa jenis

idiofon yang terbuat dari bambu. Alat musik ini dikenal

dan berkembang di wilayah Banyumasan dan Sunda.

Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara

61

digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan

memukul bilah atau ruas yang tersusun menurut titi laras

pentatonik.

Alat musik Siter/Celempung: Adalah alat musik petik di

dalam gamelan Jawa. Ada hubungannya juga dengan

kecapi di gamelan Sunda. Siter dan celempung masing-

masing memiliki 11 dan 13 pasang senar, direntang

kedua sisinya di antara kotak resonator.

Tari Jaipong: Adalah tarian tradisional yang berasal dari

Bandung, Jawa Barat. Tarian tersebut

merupakan tarian tradisional yang sangat populer di

Indonesia. Hampir sebagian masyarakat Indonesia

pernah menonton

pertunjukan tarian ini. Tarian diciptakan oleh seniman

berdarah Sunda yaitu Gugum Gumbira dan haji Suanda.

Tari Ketuk Tilu: Adalah suatu tarian pergaulan cikal

bakal jaipongan yang berasal dari Jawa Barat dan

sekaligus hiburan yang biasanya diselenggarakan pada

acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan

atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang

cukup luas.

Tari Merak: Merupakan salah satu ragam tarian kreasi

baru yang mengekspresikan kehidupan binatang, yaitu

burung merak. Tata cara dan geraknya diambil dari

kehidupan merak yang diangkat ke pentas oleh seniman

Sunda Raden Tjetje Somantri.

Tari Sintren: Adalan kesenian tari tradisional masyarakat

Jawa, khususnya di Cirebon. Kesenian ini terkenal di

pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara lain di

62

Indramayu, Cirebon, Subang Utara, Majalengka,

Jatibarang, Brebes, Pemalang, Tegal, Banyumas,

Kuningan, dan Pekalongan.

Tari Topeng Cirebon: Adalah salah satu tarian di

wilayah kesultanan Cirebon. Tari Topeng Cirebon,

kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon,

termasuk Subang, Indramayu, Jatibarang, Majalengka,

Losari, dan Brebes. Disebut tari topeng karena penarinya

menggunakan topeng di saat menari.

Tari Topeng Cisalak: Merupakan salah satu tarian yang

berasal dari Jawa Barat sendiri, di mana tarian ini sendiri

merupakan tarian kesenian masyarakat Sunda.

Dalam tarian ini sendiri pada dasarnya juga diiringi oleh

beberapa alat musik yang ada seperti rebab atau suling,

kendang, terbang, kromong, dan juga kecrak.

Tari Topeng Kuncaran. Berasal dari Jawa Barat,

mengisahkan dendam kesumat seorang raja karena

cintanya ditolak oleh seorang wanita. Tarian Topeng

Kuncaran ini merupakan pembagian dari

beberapa tarian yang ada di Jawa Barat. Tarian ini

merupakan tarian yang di kembangkan dari tari

topeng yang berasal dari DKI Jakarta.

Makanan khas Batagor:

Jajanan khas Bandung. Batagor adalah makanan mirip

dengan siomay yang digoreng. Batagor sendiri singkatan

dari bakso tahu goreng.

Makanan khas Karedok: Adalah salah satu makanan

khas Sunda di Indonesia. Karedok dibuat dengan bahan-

63

bahan sayuran mentah antara lain mentimun, taoge, kol,
kacang panjang, ubi, daun kemangi, dan terong.
Makanan khas Nasi Timbel: Adalah masakan Sunda
yang populer di Jawa Barat dan Banten. Makanan ini
biasanya dibuat dari beras bagolo atau beras merah
campuran yang dimasak dengan bungkus daun pisang.
Makanan khas Peuyeum: Merupakan makanan khas
Sunda, terbuat dari singkong yang telah melalui proses
fermentasi.
Seni pertunjukan Sisingaan: Adalah suatu kesenian khas
masyarakat Sunda (Jawa Barat) yang menampilkan 2-4
boneka singa yang diusung oleh para pemainnya sambil
menari. Kesenian sisingaan diciptakan sekitar tahun
1840 oleh para seniman yang berasal dari daerah
Ciherang, sekitar 5 km dari kota Subang.
Seni pertunjukan Tarling: Adalah salah satu jenis musik
yang populer di wilayah pesisir pantai utara
(pantura) Jawa Barat, terutama wilayah Indramayu dan
Cirebon. Nama tarling diidentikkan dengan nama
instrumen itar (gitar) dan suling (seruling) serta istilah
yen wis mlatar gage eling (andai banyak berdosa segera
bertaubat).
Suku Sunda: Adalah kelompok etnis yang berasal dari
bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dengan istilah tatar
Pasundan yang mencakup wilayah administrasi propinsi
Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan wilayah barat Jawa
Tengah.
14. Propinsi
JAWA TENGAH

64

Data Budaya
Bahasa Daerah: Jawa, Sunda.
Lagu Daerah: Bapak Pucung, Gambang Suling, Gek
Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, Suwe Ora
Jamu, Yen Ing Tawang Ono Lintang.
Rumah Adat: Joglo, Limasan.

Joglo Limasan

Senjata: Keris.

Keris

Alat Musik: Gamelan Jawa, Siter/Celempung.

Gamelan Siter/
Jawa Celempung

Tarian: Bedhaya Ketawang, Blambangan Cakil,
Gambyong, Gandrung, Merak Jawa Tengah, Serimpi.

Bedhaya Blambangan Gambyong Gandrung Merak Serimpi

Ketawang Cakil Jawa Tengah

Makanan Khas: Ayam Goreng Kalasan, Bandeng

Presto, Es Dawet Ayu, Gethuk, Gudeg, Lumpia

Semarang, Slondok, Tape Ketan, Telor Asin, Tempe

Mendoan, Tiwul, Wedang Ronde.

Bandeng Es Dawet Gethuk Gudeg Lumpia Slondok
Semarang
Presto Ayu

65

Tape ketan Telur Asin Tempe Tiwul Wedang
Mendoan Ronde

Pakaian Adat: Jawa Tengah.

Jawa Tengah

Upacara Adat: Begalan.

Begalan

Seni Pertunjukan: Kethoprak, Laes/Sintren, Opak
Alang, Srandul, Wayang Golek, Wayang Kulit,
Wayang Orang.

Kethoprak Laes/ Opak Srandul Wayang Wayang

Sintren Alang Kulit Orang

Suku: Jawa, Karimun, Samin.

Jawa Karimun Samin

Penjelasan

Bahasa daerah Jawa: Mayoritas penduduk propinsi Jawa

Tengah adalah suku bangsa Jawa. Suku

bangsa Jawa memiliki bahasa sendiri yang

disebut bahasa Jawa. Bahasa ini digunakan dalam

pergaulan sehari-hari.

Lagu daerah Gambang Suling: Merupakan

sebuah lagu yang berasal dari daerah Jawa

Tengah. Lagu dari Jawa Tengah ini diciptakan oleh ki

Narto Sabdo. Lagu ini memiliki makna sebagai

66

ungkapan kekaguman terhadap instrumen dari alat musik

suling yang memiliki suara yang sangat merdu.

Lagu daerah Ilir-ilir: Adalah tembang yang diciptakan

oleh Sunan Kalijaga dan digunakan untuk berdakwah

menyebarkan agama Islam di pulau Jawa, khususnya

wilayah Jawa Tengah. Lagu ini bercerita tentang ajakan

memperbaiki diri untuk lebih baik setiap harinya.

Lagu daerah Jamuran: Adalah lagu yang berasal dari

propinsi Jawa Tengah, lagu ini ditulis oleh ki Hadi

Sukatno, lagu ini terinspirasi dari permainan tradisional

yang bernama samaawa. Permainan jamuran biasa

dimainkan 4-12 anak. Permainan jamuran biasa

dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan.

Lagu daerah Suwe Ora Jamu: Merupakan lagu

daerah propinsi Jawa Tengah dan propinsi DI

Yogyakarta. Lirik lagu menggunakan bahasa Jawa ngoko

serta rima berpeluk.

Rumah adat Joglo: Adalah rumah tradisional

masyarakat Jawa atau daerah lain di Indonesia yang

terdiri atas 4 tiang utama. Biasanya digunakan untuk

aktivitas formal, seperti pertemuan, tempat pagelaran

seni wayang kulit dan tari-tarian, serta upacara adat.

Tari Bedhaya Ketawang: Tarian tradisional dari

Surakarta, Jawa Tengah. Tarian ini

merupakan tarian salah satu tarian kebesaran saat

penobatan dan peringatan kenaikan tahta raja di

kasunanan Surakarta, Jawa Tengah.

Tari Bambangan Cakil: Merupakan salah satu tari klasik

yang ada di Jawa khususnya Jawa Tengah. Tari ini

67

sebenarnya diadopsi dari salah satu adegan yang ada

dalam pementasan wayang kulit yaitu adegan perang

kembang. Tari ini menceritakan perang antara kesatria

melawan raksasa.

Tari Gambyong: Merupakan salah satu bentuk tarian

Jawa klasik yang berasal-mula dari wilayah Surakarta

dan biasanya dibawakan untuk pertunjukan atau

menyambut tamu.

Tari Serimpi: Atau srimpi adalah bentuk repertoar tari

Jawa klasik dari tradisi kraton kesultanan Mataram dan

dilanjutkan pelestarian serta pengembangan sampai

sekarang oleh empat istana pewarisnya di Jawa Tengah

dan Yogyakarta.

Makanan khas Bandeng Prèsto: Adalah makanan

khas Indonesia yang berasal dari kota Semarang, Jawa

Tengah. Makanan ini dibuat dari ikan bandeng (chanos)

yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit dan garam.

Ikan bandeng ini kemudian dimasak pada alas daun

pisang dengan cara presto.

Makanan khas Gethuk: Adalah makanan ringan yang

terbuat dengan bahan utama ketela pohon atau

singkong. Getuk merupakan makanan yang mudah

ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Makanan khas Gudeg: (ejaan bahasa Jawa: ꦒꦒꦒꦒꦒꦒ,

gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa

Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak

dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat

masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun

jati yang dimasak bersamaan.

68

Makanan khas Lumpia Semarang: Adalah lumpia pada

umumnya berisikan sayuran berupa wortel dan

tauge, lumpia khas kota Semarang memiliki

ciri khas isinya berupa rebung.

Makanan khas Telur Asin: Telur asin sesuai dengan

namanya merupakan telur yang memiliki rasa yang

cukup asin. Indonesia sudah mengenal makanan ini sejak

tahun 1950-an dan banyak dikonsumsi di

pulau Jawa khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Makanan khas Tempe Mendoan: Adalah makanan yang

terbuat dari tempe yang dilapisi adonan tepung lalu di

goreng. Makanan satu ini merupakan salah satu

jajanan khas dari Banyumas, Jawa tengah.

Makanan khas Tiwul: Merupakan makanan tradisional

yang berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta. Selain dari

Gunungkidul, tiwul juga dikenal sebagai makanan

khas dari Pacitan dan Wonogiri, Jawa Tengah, kabupaten

yang juga berbatasan langsung dengan wilayah

Gunungkidul.

Seni pertunjukan Kethoprak: Adalah sejenis seni pentas

drama tradisional yang diyakini berasal dari Surakarta

dan berkembang pesat di Yogyakarta, oleh karena

itu kesenian ini sering disebut

sebagai kethoprak Mataram. Tema cerita dalam

sebuah pertunjukan ketoprak bermacam-macam.

Seni pertunjukan Laes/Sintren: Adalah seni drama

menggunakan tari dan iringan gamelan seadanya tanpa

dialog yang diciptakan oleh masyarakat Jawa, khususnya

di Pekalongan. Kesenian ini terkenal di pesisir

69

utara Jawa Tengah dan Jawa Barat, antara lain di

Pemalang, Pekalongan, Brebes, Banyumas, Kuningan,

Cirebon, Indramayu, dan Jatibarang.

Seni pertunjukan Srandul: Adalah salah satu

bentuk kesenian yang berasal dari DI

Yogyakarta. Kesenian srandul termasuk jenis drama tari

dan merupakan seni tradisional kerakyatan yang

didasarkan pada kearifan masyarakat setempat.

Seni pertunjukan Wayang Kulit: Kekayaan seni

Nusantara yang bernilai adiluhung. Wayang

kulit merupakan salah satu kesenian tradisi yang tumbuh

dan berkembang di masyarakat Jawa. Lebih dari sekadar

pertunjukan, wayang kulit dahulu digunakan sebagai

media untuk permenungan menuju roh spiritual para

dewa.

Seni pertunjukan Wayang Orang: Merupakan salah satu

bentuk seni pertunjukan tradisional Jawa,

khususnya Jawa Tengah. Cerita yang dimainkan

didasarkan pada kisah Mahabrata dan Ramayana yang

mengandung pesan moral, dan sudah menyatu dalam

jiwa masyarakat setempat.

Suku Jawa: Sebagian besar penduduk Jawa

Tengah merupakan suku Jawa. Kebudayaan Jawa

Tengah ini dikenal sebagai pusat budaya di mana

terdapat kota Yogyakarta dan Surakarta terdapat pusat

istana kerajaan Jawa yang masih ada hingga kini.

Suku Samin: Adalah salah satu suku yang ada di

Indonesia. Masyarakat ini adalah keturunan para

pengikut Samin Surosentiko yang mengajarkan sedulur

70

sikep, di mana mereka mengobarkan semangat
perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di luar
kekerasan.
15. Propinsi
D.I. YOGYAKARTA
Data Budaya
Bahasa Daerah: Jawa.
Lagu Daerah: Gambang Suling, Gundul-gundul
Pacul, Ilir-ilir, Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu,
Tekate Dipanah.
Rumah Adat: Bangsal Kencana, Joglo, Limasan.

Bangsal Joglo Limasan
Kencana

Senjata: Keris, Tombak.

Keris Tombak

Alat Musik: Gamelan Yogyakarta.

Gamelan Lawung
Yogjakarta

Tarian: Bedhaya, Golek Ayun-ayun,
Ageng, Merak, Serimpi Sangupati.

Bedhaya Golek Lawung Merak Serimpi

Ayun-ayun Ageng Sangupati

Makanan Khas: Bakmi Godhog, Bakpia, Geplak,

Gudeg, Nasi Kucing, Sate Klatak, Wedang Ronde,

Wedang Uwuh, Yangko.

71

Bakmi Bakpia Geplak Gudeg Nasi Kucing
Godhog

Sate Klatak Wedang Wedang Yangko
Ronde Uwuh

Pakaian Adat: Yogyakarta.

Yogjakarta

Seni Pertunjukan: Ketoprak, Wayang Kulit.

Ketoprak Wayang
Kulit

Suku: Jawa.

Jawa

Penjelasan
Rumah adat Bangsal Kencana: Adalah rumah tradisional
berbentuk joglo dan merupakan rumah adat khas
kerajaan Mataram atau keraton Yogyakarta. Bangsal
kencana merupakan bangunan pendopo yang merupakan
rumah adat yang dibangun di kawasan keraton
Yogyakarta.
Senjata Tombak: Di antara tombak-tombak pusaka
kagungan dalem yang dipandang istimewa adalah
kangjeng kyai ageng plered. Tombak ini sudah ada di
lingkungan kraton Mataram-Islam sejak pemerintahan
Panembahan Senopati.

72

Alat musik Gamelan: Memiliki unsur musik gamelan ini
berasal dari kata gamel yang mempunyai arti menabuh
atau memukul, dan diikuti dengan akhiran an yang
menunjukkan kata benda.
Tari Bedhaya: Adalah tarian yang penuh dengan muatan
simbolik filosofis yang tinggi sehingga disebut sebagai
seni pertunjukan paling penting di dua keraton Mataram,
Ngayogyakarta dan Surakarta Hadiningrat. Dalam istana
kasunanan Surakarta, bisa ditemukan tarian serupa
yakni tari bedhaya ketawang.
Tari Golek Ayun-ayun: Ini sudah ada sejak tahun 1976
yang diciptakan oleh seorang
pakar tari klasik Yogyakarta pada masa Sri Sultan
Hamengku Buwono VIII, IX, dan X serta tokoh
pembaharuan dalam pengembangan beksan Mataraman,
yaitu KRT.
Tari Lawung Ageng: Tari pusaka simbol latihan prajurit
Trunajaya. Tari “beksan” lawung ageng adalah salah
satu tarian pusaka di keraton Yogyakarta yang diciptakan
oleh Sultan Hamengku Buwono I.
Makanan khas Nasi Kucing: (bahasa Jawa: ꦒꦒꦒ
ꦒꦒꦒꦒꦒ, translit. sega kucing) adalah makanan yang
berasal dari Yogyakarta, Semarang, dan Surakarta.
Porsi nasi kucing yaitu sedikit, biasanya ditambah
sambal, ikan, dan tempe, lalu dibungkus daun pisang.
Makanan khas Yangko: (Hanacaraka: ꦒꦒꦒꦒꦒ)
adalah makanan khas kota Yogyakarta yang terbuat dari
tepung ketan. Yangko berbentuk kotak dengan baluran
tepung ketan, kenyal, dan rasanya manis. Pada rasa

73

aslinya, yangko berisi campuran cincangan kacang,
seperti kue moci asal Jepang.
16. Propinsi
JAWA TIMUR
Data Budaya
Bahasa Daerah: Jawa, Madura, Osing.
Lagu Daerah: Cublak-cublak Suweng, Keraban
Sape, Rek Ayo Rek, Tanduk Majeng.
Rumah Adat: Joglo, Limasan.

Joglo Limasan

Senjata: Clurit.

Clurit

Alat Musik: Gamelan, Suling Reog.

Gamelan

Tarian: Boran, Dongkrek, Incling Jangget, Jejer
Gandrung, Kuda Lumping, Puteri Ledang, Remong,
Reog Ponorogo.

Boran Dongkrek Incling Jejer
Jangget Gandrung

Kuda Remong Reog

Lumping Ponorogo

Makanan Khas: Brem, Es Degan, Es Puter, Es

Sinom, Lontong Balap, Nasi Pecel, Pangsit Malang,

74

Rawon, Rujak Cingur, Sate Madura, Semanggi, Soto
Madura, Tahu Pong, Tahu Takwa, Wingko Babat.

Brem Es Degan Es Puter Es Sinom Lontong
Balap

Nasi Pecel Pangsit Rawon Rujak Sate
Malang
Cingur Madura

Semanggi Soto Tahu Pong Tahu Takwa Wingko

Madura Babat

Pakaian Adat: Madura.

Madura

Seni Pertunjukan: Ludruk, Wayang Kulit.

Ludruk Wayang
Kulit

Suku: Jawa, Madura, Osing, Tengger.

Jawa Madura Osing Tengger

Penjelasan

Bahasa daerah Madura: Merupakan anak cabang

dari bahasa Austronesia ranting Melayu-Polinesia,

sehingga mempunyai kesamaan dengan bahasa-bahasa

daerah lainnya di Indonesia. Bahasa Madura banyak

terpengaruh oleh bahasa

75

Jawa (terutama Jawa Suroboyoan), Melayu, Arab,

Tionghoa, dan beberapa bahasa lainnya.
Bahasa daerah Osing: (Basa Using, Pegon: ‫)او س يڠ ب ا سه‬

adalah bahasa yang dipertuturkan di

daerah Banyuwangi, Jawa Timur.

Lagu daerah Cublak-cublak Suweng: Lagu pengiring

dalam permainan ini berjudul sama dengan nama

permainan itu sendiri yaitu cublak-cublak suweng.

Permainan tradisional cublak-cublak suweng biasa

dimainkan oleh anak-anak kecil di pedesaan dari pulau

Jawa, khususnya di Jawa Tengah, Daerah Istimewa

Yogyakarta, dan juga Jawa Timur.

Lagu daerah Keraban Sape: Adalah lagu yang berasal

dari daerah Jawa Timur. Lagu ini menceritakan tentang

adat yang biasa dilakukan masyarakat Madura yaitu

keraban sape, arti dari sape adalah sapi.
Lagu daerah Tanduk Majeng: Atau tondu’ majâng adalah

sebuah lagu daerah penduduk Madura yang

menceritakan kehidupan masyarakat Madura sebagai

nelayan. Kehidupan sebagai nelayan sangat keras karena

harus menghadapi bahaya di laut, mempertaruhkan

nyawa, hidup berbantal ombak dan berselimut angin,

untuk menghidupi keluarga.

Tari Boran: Adalah tarian tradisional dari Lamongan

yang menggambarkan kehidupan para penjual

nasi boran yang menjajakan dagangannya dan

berinteraksi dengan pembeli.

Tari Jejer Gandrung: Adalah tarian yang berasal dari

Banyuwangi, Jawa Timur. Gandrung yang berarti

76

terpesona, menggambarkan tentang masyarakat

Blambangan Banyuwangi yang memberi hormat atau

syukur terhadap Dewi Sri (Dewi Padi) yang membawa

kesejahteraan hasil panen bagi masyarakat.

Tari Kuda Lumping: Juga disebut jaran kepang atau

jathilan adalah tarian tradisional Jawa yang

menampilkan sekelompok prajurit tengah

menunggang kuda. Tarian ini berasal dari Ponorogo.

Tari Remong: Adalah salah satu tarian untuk

penyambutan tamu yang ditampilkan baik oleh satu atau

lebih. Tarian ini berasal dari propinsi Jawa Timur.

Tari Reog Ponorogo: Merupakan salah satu kesenian

yang berasal dari Jawa Timur bagian barat laut

dan Ponorogo. Jenis tarian Jawa Timur seperti yang ada

di Ponorogo disebut sebagai kota asal

kesenian reog yang sebenarnya karena pada gerbang

kota Ponorogo dihiasi dengan dua sosok bagian dari

kesenian ini.

Makanan khas Brem: Adalah makanan tradisional

sejenis kue kering yang terbuat dari sari beras

ketan. Makanan satu ini memiliki bentuk kotak dan

berwarna putih sedikit kekuningan dengan rasa yang

sangat khas. Brem ini merupakan makanan khas dari

daerah Madiun, Jawa Timur, yang cukup terkenal.

Makanan khas Lontong Balap: Adalah makanan

khas Indonesia yang merupakan ciri khas kota Surabaya

di Jawa Timur. Makanan ini terdiri dari lontong, taoge,

tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal.

77

Makanan khas Rujak Cingur: Adalah salah satu makanan

tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa

Timur, terutama daerah asalnya Surabaya. Dalam bahasa

Jawa kata cingur berarti "mulut", hal ini merujuk pada

bahan irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan

dicampurkan ke dalam hidangan.

Makanan khas Sate Madura:

Adalah makanan jenis sate yang terbuat dari bahan dasar

daging ayam dan diolah dengan racikan bumbu

yang khas dari Madura, Jawa Timur. Sate

Madura merupakan salah satu makanan tradisional yang

sangat terkenal di Indonesia. Hampir semua daerah di

Indonesia terdapat penjual makanan ini.

Makanan khas Semanggi: Atau pecel semanggi adalah

sejenis makanan khas Surabaya, Jawa Timur, dibuat dari

daun semanggi yang dikukus dan kemudian dinikmati

dengan sambal pedas yang nikmat. Semanggi juga dapat

dihidangkan dengan kecambah, kangkung, kerupuk uli

yang terbuat dari beras, serta bumbu yang terbuat dari

ketela rambat.

Makanan khas Wingko Babat: Buatan Loe Lan Hwa

itupun semakin terkenal dan dicari banyak orang

sebagai oleh-oleh dari Semarang. Dari sinilah kemudian

orang mengenal kue ini sebagai makanan

khas Semarang, walaupun sebenarnya berasal dari Babat,

kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Pakaian adat Madura: Adalah pesa'an yaitu

baju adat khas dari Madura, propinsi Jawa Timur. Baju

78

pesa'an menjadi salah satu simbol utama yang menjadi
wakil budaya baju adat Jawa Timur di Nusantara.
Suku Madura: Mereka berasal dari pulau Madura dan
pulau-pulau sekitarnya, seperti Gili Raja, Sapudi, Raas,
dan Kangean. Selain itu, orang Madura banyak tinggal di
bagian timur Jawa Timur biasa disebut wilayah tapal
kuda, dari Pasuruan sampai utara Banyuwangi.
Suku Osing: Dari Jawa Timur atau biasa
diucapkan suku Using adalah penduduk asli Banyuwangi
atau juga disebut sebagai larus (lare Using) atau “wong
Blambangan” merupakan penduduk mayoritas di
beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi.
Suku Tengger: Merupakan suku asli yang mendiami
wilayah gunung Bromo dan Semeru yang meliputi
kabupaten Lumajang, Probolinggo, Malang, dan
Pasuruan.
17. Propinsi
KALIMANTAN BARAT
Data Budaya
Bahasa Daerah: Dayak, Melayu, Tionghoa.
Lagu Daerah: Cik-cik Periuk.
Rumah Adat: Betang/Panjang, Istana Kesultanan
Kadriyah.

Betang/ Istana
Panjang Kesultanan

Kadriyah

Senjata: Mandau.

79

Mandau

Alat Musik: Sampek, Tuma.

Tarian Sampek Tuma
Sambas, Zapin.
: Gawai Padi, Monong, Tandak

Gawai Padi Monong Tandak Zapin

Sambas

Makanan Khas: Ale-ale, Bubur Pedas, Kerupuk

Basah, Lemang, Mie Pangsit, Mie Tiau, Nasi Ayam,

Pansoh.

Ale-ale Bubur Kerupuk Lemang Mie Tiau Pansoh

Pedas Basah

Pakaian Adat: Dayak.

Dayak

Upacara Adat: Naik Dango, Robo-robo.

Naik Dango Robo-robo

Suku: Apo Kayan, Dayak, Melayu, Murut, Ngaju,
Ot Danun, Poanan, Tionghoa.

Dayak Melayu Tionghoa

80

Penjelasan
Lagu daerah Cik Cik Periuk: Adalah lagu daerah dari
daerah Kalimantan Barat tepatnya kabupaten Sambas.
Lagu ini tidak diketahui siapa penciptanya, tetapi
menurut masyarakat Sambas lagu ini diciptakan oleh
orang asli Dayak di Kalimantan Barat. Selain itu, lagu ini
sudah ada sejak 150 tahun yang lalu.
Rumah adat Betang/Panjang: Adalah rumah
adat khas Kalimantan yang terdapat diberbagai
penjuru Kalimantan dan dihuni oleh masyarakat Dayak
terutama di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi
pusat permukiman suku Dayak.
Rumah adat Istana Kesultanan Kadriyah: Satu dari
sekian banyaknya istana megah yang masih kokoh
berdiri hingga saat ini datang dari pulau Kalimantan
lebih tepatnya dari ibukita propinsi Kalimantan Barat
yaitu kota Pontianak, istana tersebut adalah istana
Kadariyah. Istana Kadariyah adalah istana peninggalan
kesultanan Pontianak.
Alat musik Tuma: Memiliki jenis bunyi atau
suara membranofon yang mana bentuknya mirip seperti
gendang panjang.
Tari Monong: Juga sering disebut sebagai tari manang.
Tarian ini merupakan tarian penyembuhan atau tarian
penolak penyakit yang dilakukan saat warganya terkena
penyakit. Tarian monong awalnya merupakan tarian
penyembuhan yang dilakukan oleh para dukun suku
Dayak dengan membacakan mantra sambil menari.

81

Makanan khas Lemang: Adalah makanan khas
tradisional di kota Pontianak yang biasanya muncul
dibulan Ramadan. Lemang sendiri merupakan kombinasi
ketan putih yang siram dengan santan kelapa, dan
dicampur dengan kacang merah. Pontianak adalah
ibukota propinsi Kalimantan Barat, Indonesia.
Upacara adat Naik Dango: Merupakan upacara syukuran
atas panen padi yang dilaksanakan setahun sekali tiap
tanggal 27 april di rumah adat suku Dayak (rumah
betang). Naik Dango merupakan ungkapan rasa syukur
kepada Jubata (Sang Pencipta) atas berkah yang
diberikan berupa hasil panen yang melimpah.
Upacara adat Robo-robo: Adalah upacara tolak bala oleh
masyarakat kota Mempawah, Kalimantan Barat,
Indonesia. Upacara ini digelar pada hari Rabu pekan
terakhir bulan Safar, Hijriah.
Suku Dayak: (Ejaan lama: Dajak atau Dyak) adalah
nama yang oleh penjajah diberi kepada penghuni
pedalaman pulau Borneo yang mendiami pulau
Kalimantan (Brunai, Malaysia yang terdiri dari Sabah
dan Serawak, serta Indonesia yang terdiri dari
Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan
Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan).
18. Propinsi
KALIMANTAN TENGAH
Data Budaya
Bahasa Daerah: Banjar, Dayak, Melayu, Tionghoa.

82

Lagu Daerah: Kalayar, Manasai, Nuluya, Palu
Lempong Pupoi, Pulau Lempang, Saluang Kitik-kitik,
Tumpi Wayu.
Rumah Adat: Betang/Pajang.

Betang/
Pajang

Senjata: Mandau, Sumpit, Talawang.

Mandau Sumpit Talawang

Alat Musik: Japen.

Japen

Tarian: Balean Dadas, Giring-giring, Kinyak Bawi,
Putri Malawen, Tambun dan Bungai.

Balean Giring- Putri Tambun
Dadas
giring Malawen dan Bungai

Makanan Khas: Amplang, Juhu Umbut Rotan, Juhu

Umbut Sawit.

Amplang Juhu Juhu
Umbut Umbut
Rotan Sawit

Pakaian Adat: Sangkarut.

Sangkarut

Upacara Adat: Tiwah, Wadian.

83

Tiwah Wadian

Suku: Bakupai, Dayak, Dusun, Lawang, Ngaju.

Dayak Ngaju

Penjelasan

Lagu daerah Kalayar: Adalah jenis lagu daerah yang

berasal dari Kalimantan Tengah memiliki makna

perjuangan sebagai media untuk membangun semangat

rakyat dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia

secara bersama-sama.

Senjata Mandau: Atau mando adalah senjata tajam

sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak

di Kalimantan. Mandau termasuk salah

satu senjata tradisional Indonesia. Berbeda dengan

parang biasa, mandau memiliki ukiran - ukiran di bagian

bilahnya yang tidak tajam.

Senjata Sumpit: Atau sumpitan (bahasa Kalimantan

Tengah: sipet) adalah senjata yang digunakan untuk

berburu maupun dalam pertempuran terbuka atau

sebagai senjata rahasia untuk pembunuhan diam-diam.

Senjata Talawang: Untuk melengkapi mandau,

masyarakat suku Dayak menggunakan talawang (tameng

atau perisai) dalam berperang. Talawang dibuat dari

kayu ulin atau kayu besi. Seperti perisai pada

umumnya, talawang berbentuk persegi panjang yang

dibuat runcing pada bagian atas dan bawahnya.

84

Tari Balean Dadas: Adalah tarian adat masyarakat Dayak

di Kalimantan Tengah untuk meminta kesembuhan

kepada Ranying Hatala Langit (Tuhan) bagi mereka

yang sakit.

Tari Giring-giring: Adalah tarian tradisional Dayak,

Kalimantan Tengah yang menggunakan tongkat sebagai

atribut tari. Tarian ini mengekspresikan kegembiraan dan

rasa senang masyarakat dengan cara menari dengan

menggunakan tongkat sebagai media menarinya.

Tari Putri Malawen: Merupakan salah satu tarian

tradisional yang juga berasal dari Kalimantan Tengah

tepatnya di daerah Barito. Tarian ini pada zaman

kerajaan dahulu ditampilkan pada acara-acara besar

kerajaan dan ditarikan oleh seorang gadis yang berasal

dari sekitar danau Malawen di Barito.

Tari Tambun dan Bungai: Merupakan tarian tradisional

yang berasal dari daerah Palangkaraya, Kalimantan

Tengah. Tarian ini mengisahkan kepahlawanan Tambun

dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan merampas

hasil panen dari rakyat. Tambun dan Bungai adalah

seorang saudara dari ayah mereka yang merupakan adik

kakak.

Makanan khas Juhu Umbut Rotan: Adalah salah

satu makanan khas suku Dayak yang

menggunakan rotan muda sebagai bahan

dasarnya. Makanan ini sangat terkenal di masyarakat

Dayak, terutama di Kalimantan Tengah. Dalam bahasa

Dayak Maanyan umbut rotan dikenal dengan uwut

85

nang'e. Sedangkan dalam bahasa Dayak Ngaju dikenal

dengan juhu singkah.

Makanan khas Juhu Umbut Sawit: Kuliner

khas Dayak. Juhu umbut sawit merupakan

olahan makanan yang berbahan dasar bongkol pohon

kelapa atau umbut rotan. Kuliner ini khas Kalimantan.

Biasanyaa juhu umbut sawit dihidangkan ketika acara

syukuran, acara pernikahan hingga upacara upacara

kematian.

Upacara adat Tiwah: Adalah daerah Kalimantan

Tengah yang memiliki upacara tiwah, yaitu prosesi

mengantarkan roh leluhur yang telah meninggal dunia ke

lewu tatau (surga) bersama Ranying Hatalla (Sang

Pencipta).

Upacara adat Wadian: Adalah salah satu upacara

adat suku Dayak (Dusun, Maanyan, Lawangan, Bawo)

yang menganut Kaharingan di antaranya dalam rangka

pengobatan terhadap orang sakit. Zaman dahulu kala,

saat pengobatan medis tidak semaju sekarang, orang-

orang Dayak memanfaatkan jasa wadian untuk

mengobati sakit yang mereka derita.

Suku Ngaju: Secara administratif merupakan suku baru

yang muncul dalam sensus tahun 2000 dan merupakan

18,02% dari penduduk Kalimantan Tengah,

sebelumnya suku Ngaju tergabung ke dalam suku Dayak

dalam sensus 1930.

19. Propinsi

KALIMANTAN SELATAN

Data Budaya

86

Bahasa Daerah: Bakumpai, Banjar, Bugis, Dayak,

Melayu, Mugis.

Lagu Daerah: Ampar-ampar Pisang, Paras

Barantai, Sapu Tangan Bapuncu Ampat.

Rumah Adat: Bubungan Tinggi.

Bubungan
Tinggi

Senjata: Anak Mandau, Keris, Mandau.

Keris Mandau

Alat Musik: Babun, Panting.

Babun Panting

Tarian: Babangsai, Baksa Kembang, Kanjar, Kuda

Gepang, Radab Rahayu, Tirik.

Babangsai Baksa Kanjar Kuda Radab Tirik
Kembang Gepang Rahayu

Makanan Khas: Amparan Tatak Pisang, Amparan

Tatak Sagu, Bingka Barandam, Gangan, Kokoleh,

Mandai Basang, Pundut Nasi, Putri Selat, Sambel

Goreng Pekasam, Sate Banjar, Soto Banjar.

Amparan Amparan Bingka Mandai Pundut
Tatak Tatak Barandam Basang Nasi
Pisang

87

Putri Selat Sambel Sate Soto Banjar
Goreng Banjar
Pekasam

Pakaian Adat: Banjar.

Banjar

Seni Pertunjukan: Wayang Gung, Wayang Kulit
Banjar.

Wayang Gung Wayang
Kulit Banjar

Suku: Banjar, Banjar Hulu, Banjar Kuala, Bugis, Dayak.

Banjar Bugis Dayak

Penjelasan

Bahasa daerah Bakumpai: Adalah bahasa Austronesia

rumpun Barito Besar yang dituturkan oleh suku

Dayak Bakumpai dan suku Dayak Bara Dia (suku Dayak

Mengkatip) yang mendiami di bagian utara kabupaten

Barito Kuala, Kalimantan Selatan dan daerah sebelah

hulunya yang termasuk wilayah Kalimantan Tengah,

Indonesia.

Lagu daerah Ampar-ampar Pisang: Adalah lagu daerah

Indonesia berbahasa Banjar. Lagu ini bercerita tentang

pisang yang diolah dengan cara diamparkan/dijemur

dalam proses pengolahan pisang menjadi makanan khas.

Lagu ini merupakan lagu khas dari Kalimantan Selatan

88

dan dinyanyikan oleh anak-anak sebagai lagu pengiring
dalam permainan.
Rumah adat Bubungan Tinggi: Adalah salah satu jenis
rumah Baanjung yaitu rumah tradisional suku Banjar di
Kalimantan Selatan dan bisa dibilang merupakan
ikonnya rumah Banjar karena jenis rumah inilah yang
paling terkenal karena menjadi maskot rumah adat khas
provinsi Kalimantan Selatan.
Tari Baksa Kembang: Adalah tari klasik dari keraton
Banjar dari Kalimantan Selatan. Tari ini saat itu
merupakan kegiatan penyambutan tamu yang dilakukan
oleh putri-putri keraton Banjar. Sekarang tari baksa
kembang digunakan masyarakat Kalimantan Selatan
untuk ditampilkan dalam kegiatan uparara pernikahan.
Tari Kanjar: Atau kakanjaran adalah kesenian rakyat asli
dari Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan.
Tumbuh dan berkembang di pedalaman pegunungan
Meratus di kecamatan Loksado. Tari ini merupakan
hiburan adat bagi suku Dayak yang menganut
kepercayaan Kaharingan peninggalan nenek moyang
mereka.
Tari Kuda Gepang: (Kuda gipang)
adalah tarian tradisional masyarakat Banjar yang
terbilang mulai langka. Beberapa pelaku seni yang masih
memainkan tari ini terdapat di kecamatan Padang
Batung, kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan
Selatan.
Tari Radap Rahayu: Adalah sebuah tarian istana daerah
Kalimantan Selatan yang didirikan oleh sejumlah penari

89

wanita dewasa dengan jumlah ganjil. Dipetik dari dari

Hikayat Lambung Mangkurat dalam upacara Puja-

Bantan ketika kapal Prabayaksa kandas di Pambatanan

sungai Martapura.

Tari Tirik: Nama tarian ini sendiri diambil dari daerah

asalanya yaitu Tirik. Tirik merupakan salah satu nama

desa di kecamatan Tapin Tengah, kabupaten

Tapin, Kalimantan Selatan Indonesia. Tari ini

merupakan awal atau inspirasi terbentuknya tari

Tirik lalan, yang tercipta seiring berkembangnya zaman.

Seni pertunjukan Wayang Gung: Adalah seni

pertunjukan sejenis wayang orang. Pertunjukan ini

mengangkat cerita dari pakem Ramayana versi Banjar.

Wayang ini dimainkan dengan pengolahan vokal pemain

dan ditambah basik tari dalam lakon yang terdiri dari

beberapa tilisasi.

Seni pertunjukan Wayang Kulit Banjar:

Penonton wayang kulit di Kalimantan Selatan lebih

sering berada di belakang kelir (layar) sehingga yang

ditonton adalah bayangan wayang tersebut. Menurut

hikayat Banjar, seni wayang sudah mulai tumbuh dan

berkembang di kerajaan Negara Dipa dan merupakan

jenis kesenian yang biasa dipertunjukkan di kerajaan itu.

Suku Bugis: Di Pagatan, Tanah Bumbu Kalimantan

Selatan. Bugis adalah salah satu suku yang terdapat di

Indonesia. Suku Bugis lebih tepatnya terdapat di kota

Makassar Sulawesi Selatan. Suku Bugis dalam bahasa

daerah Bugis disebut To Ogi.

90

20. Propinsi
KALIMANTAN TIMUR
Data Budaya
Bahasa Daerah: Bajar, Bulungan, Dayak, Kutai,
Melayu, Pasir.
Lagu Daerah : Adik Manis, Burung Enggano,
Cikcik Periuk, Indung-indung, Meharit, Rambai
Manguning, Sebarai-sebarai.
Rumah Adat: Lamin.

Lamin

Senjata: Mandau.

Mandau

Alat Musik: Sampe.

Sampe

Tarian: Belian Bawo, Gantar, Gong, Hudog dan
Belian Senteyu, Kencet Lasan, Kancet Papatai,
Kuyang, Leleng.

Belian Bawo Gantar Gong Hudog dan
Belian
Senteyu

Kencet Lasan Kancet Kuyang
Papatai

Makanan Khas: Sanga Cobek Salat.
Pakaian Adat: Dayak.

91

Dayak

Suku: Abai, Berusuh, Bulungan, Dayak, Kayan,
Kenyah, Kutai, Tidung.

Abai Bulungan Dayak Kayan

Kenyah Kutai Tidung

Penjelasan

Bahasa daerah Kutai: Atau bahasa Kutai Tenggarong

biasa dikenal dengan nama bahasa

Kutai Hilir. Bahasa ini dituturkan di

daerah kabupaten Kutai Kartanegara bagian timur,

kabupaten Kutai Timur (utamanya wilayah Muara

Ancalong, Kutai Timur bagian utara) dan kota

Samarinda.

Rumah adat Lamin: Adalah rumah adat dari Kalimantan

Timur. Rumah lamin adalah identitas masyarakat Dayak

di Kalimantan Timur. Rumah lamin mempunyai panjang

sekitar 300 meter, lebar 15 meter, dan tinggi kurang

lebih 3 meter. Rumah lamin juga dikenal

sebagai rumah panggung yang panjang dari sambung-

menyambung.

Alat musik Sampe: Merupakan alat musik tradisional

suku Dayak. Penyebutan alat musik yang dimainkan

dengan cara dipetik ini berbeda-beda dalam tradisi

masing-masing subsuku Dayak yang ada di Kalimantan

Timur.

92

Tari Belian Bawo: Merupakan tarian yang berasal dari

suku Dayak dan ditampilkan dalam berbagai upacara

adat suku Dayak. Suku Dayak yang berada di Kutai

menyebut tarian belian bawo ini digunakan pengobatan.

Tari Gantar: Merupakan jenis tarian pergaulan antara

muda-mudi yang berasal dari suku Dayak Benuaq dan

Dayak Tunjung di kabupaten Kutai Barat, Kalimantan

Timur.

Tari Gong: Atau dapat disebut juga tari kancet ledo

adalah salah satu tarian Dayak, Kalimantan Timur,

tepatnya dari suku Dayak Kenyah. Tarian ini ditarikan

seorang gadis dengan gong digunakan sebagai alat musik

pengiringnya.

Tari Kancet Lasan: Mengusung gerak dasar

perumpamaan burung enggang. Konsep gerakannya

sendiri terbagi menjadi tiga kelompok, di antaranya

nganjat, ngasai, dan purak barik. Nganjat adalah gerakan

utama yang menjadi ciri khas tarian Dayak yang

menyerupai burung enggang.

Tari Kancet Papatai: Adalah tarian perang tradisional

masyarakat suku Dayak di Kalimantan Timur. Tarian ini

merupakan kesenian tradisional dalam bentuk tari-

tarian perang yang bercerita tentang seorang pahlawan

Dayak Kenyah yang sedang berperang melawan musuh.

Tari Kuyang: Tarian Dayak Benuaq Kalimantan

Timur adalah tarian tradisional Kalimantan. Tari

kuyang adalah sebuah tari yang digunakan untuk

mengusir hantu penjaga pohon agar tidak mengganggu

manusia.

93


Click to View FlipBook Version