The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E book ini berisi tentang materi bahan ajar menulis ilmiah bahasa indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by magunaeliastuti55, 2022-04-03 00:18:05

BAHAN AJAR MENULIS ILMIAH BAHASA INDONESIA

E book ini berisi tentang materi bahan ajar menulis ilmiah bahasa indonesia

Keywords: bahan ajar menulis ilmiah bahasa indonesia

digunakan, yaitu logico-hipothetico-verifikatif (deduktif-induktif). Artinya, suatu penelitian
dikatakan ilmiah jika melibatkan wilayah empiris (induktif) dan wilayah teori (deduktif).
Tugas ilmu, menurut Yuyun (2003:106), adalah meramal dan mengontrol gejala- gejala alam
mengapa sesuatu itu terjadi. (dalam Fatimah, 2010)

Dengan demikian, ilmu membutuhkan fakta atau data-data yang empiris, teruji, dan
terkontrol yang pada akhirya melahirkan teori baru dari teori-teori yang ada. Data atau
pernyataan yang tidak teruji dan tudak terkontrol berarti tidak dapat dijadikan dasar untuk
meramalkan apa yang akan terjadi ke depan, apalagi membangun teori yang akurat jelas tidak
akan mampu.
1. Cara Kerja Penelitian

Sama dengan penelitian ilmiah lainnya antara reporter dan pekerjaannya, penelitian
bahasa juga punya ciri kerja sendiri. Penelitian memiliki rumus yaitu logico-hipothetico-
verifikatif, yaitu bermula pada adanya masalah logis, teori yang dapat dijadikan hipotesis,
dan ketika masalah sudah terpecahkan dapat ditarik kesimpulan penelitian. Berikut
langkah kerja penelitian :
a. Masalah kebahasaan logis, teoritis, sistematis, dan objektif. Langkah kerjanya seperti

diagram berikut :
1) Langkah Kerja Penelitian Kualitatif

138

2) Langkah Kerja Penelitian Kuantitatif
Dua langkah kerja dari penelitian diatas dapat dilihat berbeda cara kerjanya

dan hasilnya. Langkah kerja penelitian kualitatif menuangkan pemaparan masalah
yang membangun atau membuat teori dan menyusun hipotesis. Langkah kerja ini
disebut dengan cara berpikir induktif. Kemudian penelitian kuantitatif
menuangkan generalisasi dari hasil uji teori. Langkah kerja ini disebut dengan
cara berpikir deduktif.

a. Pada dasarnya meringkas dan mendeskripsikan temuan atau penelitian dari sampel
yang representatif. Pekerjaan penelitian bahasa tidak hanya mencari dan
mengumpulkan data, tetapi juga menguji, menganalisis, dan menyimpulkan bahasa
tertentu hingga menjadi teori baru dan dapat dikatakan sebagai pengembangan ilmu
kebahasaan.

b. Penilitian bertujuan menemukan hal baru. Bukan hanya menyusun data yang ada, tetapi
harus memiliki nilai kebaikan dan bermanfaat bagi ilmu bahasa. Jika penelitian hanya
dilakukan untuk menyusun data, maka belum bisa disebut penelitian.

c. Karya penelitian bahasa termasuk ruang lingkup linguistik internal (fonetik, morfologi,
tata bahasa, semantik, pragmatik) dan ilmu bahasa eksternal, seperti metode
pengajaran bahasa, desain pembelajaran bahasa, motivasi belajar siswa, tuturan
seseorang dan Status sosial, bidang psikologis, dll.

d. Penelitian dan pemaparan yang akurat membutuhkan alat ukur atau instrumen,

perhitungan dan analisis yang matang akan menghasilkan penemuan yang akurat

dan representatif. 139

e. Penelitian perlu difokuskan dan dilaksanakan dalam konteks penemuan dan

perkembangan arsitektur ilmu bahasa, yaitu pengembangan keumuman, prinsip dan

teori bahasa.Bahasa-bahasa tersebut memiliki kemampuan untuk memprediksi atau

mendeskripsikan data secara akurat, sehingga teori-teori baru dapat dibentuk.

f. Penelitian bahasa bertujuan untuk memecahkan masalah bahasa yang mengandung

setidaknya dua variabel bahasa (variabel bahasa internal dan variabel eksternal).

g. Penelitian bahasa membutuhkan pengetahuan dan pemahaman profesional tentang

masalah penelitian, teori atau konsep yang berkaitan dengan atau didukung oleh

masalah penelitian. Peneliti yang tidak memahami masalah, tidak akan dapat menarik

kesimpulan.

h. Penelitian akan selesai dengan baik adalah penelitian yang objektif dan logis.

Penelitian bukan didasari oleh emosi atau perasaan serta pemikiran dan pendapat diri

sendiri. Maka dari itu peneliti harus mengikuti segala prosedur penelitian, agar data

dapat terkumpul dengan baik dan mampu menarik kesimpulan.

i. Sabar dan tidak terburu-buru juga harus tertanam dalam diri peneliti. Pencatatan

dan pelaporan dilakukan secara teliti dan penuh rasa tanggung jawab.

j. Kerja penelitian membutuhkan cara pandang atau berpikir yang jernih dan jelas dalam

melihat masalah.

2. Kuantitatif

Penelitian kuantitatif (scientific research) adalah sebuah penelitian yang

memandang sosial secara realistis berdasarkan dengan prosedur statistik untuk

menentukan apakah generalisasi prediktif (untuk meramalkan suatu gejala) teori

tersebut benar pada pengujian sebuah teori yang terdiri dari variabel-variabel, diukur

dengan angka, dan dianalisis. Analisis penelitian ini berdasarkan sejumlah variabel

prediktor. Misalnya :

1) Masalah hubungan antara kecerdasan intelektual dengan hasil belajar bahasa.

Kecerdasan intelektual sebagai variable predictor yang dapat memprediksi tentang

ada atau tidak ada hubungannya dengan hasil belajar.

2) Masalah keterampilan membaca teks bahasa Arab dengan pemahaman dasar

nahu (sintaksis) dan sharf (morfologi), dsb. 140

Contoh di atas dapat digambar sebagai berikut :

Untuk memprediksi hasil belajar atau keterampilan membaca masih banyak variable
yang dapat berkontribusi dengannya. Namun dalam penelitian kuantitatif variable
predictor yang banyak itu dapat dihilangkan atau dibatasi sesuai dengan tujuan yang
dicapai.
a. Tujuan penelitian kuantitatif

Mengembangkan atau membuktikan teori maupun fenomena dan hubungan-
hubungan yang terjadi secara matematis. Di mana penelitian ini menggunakan alat
statistik untuk mengukurnya. Misalnya penelitian yang ingin mencari pegaruh media
pandangan-dengar dengan hasil belajar bahasa Arab. Teori-teori yang akan diuji oleh
peneliti adalah teori media pembelajaran pandangan dengar dengan hasil belajar.
Mengetahui adakah pengaruh yang signifikan bahwa hasil belajar itu dipengaruhi media
pandang-dengar. Mengetahui seberapa besar pengaruh media pandang-dengar.
Mengetahui pengaruh angka-angka antara keduanya. Kemudian teori yang mendukung
bahwa hasil belajar bahasa Arab dipengaruhi media pembelajaran pandang-dengar
dapat diterima atau ditolak dst.

Dilihat dari tujuannya, pemilihan metodologi kuantitatif bertujuan untuk menguji
teori dan mengeneralisir hasil penelitian berdasarkan variabel prediktor.
b. Langkah Penelitian Kuantitatif

Penelitian Kuantitatif berasal dari teori yang penelitiannya langsung kelapangan
dan kembali pada teori untuk analisis kebenarannya. Maka dari itu langkah-langkah
penelitian berawal dari masalah ke teori sebagai landasan masalah ke hipotesis,

141

verifikasi, data di lapangan, uji teori atau uji hipotesis (diterima atau ditolak), dan

kesimpulan penelitian.

Paradigma posivistik, menurut Jujun (1987), melahir-kan langkah penelitian

kuantitatif yaitu (1) permasalahan penelitian (bab I), (2) deduksi teori dan perumusan

hipotesis (bab II), (3) desain penelitian, rancangan pengukuran konsep dengan

instrument-instrumen, penentuan subjek penelitian, pengumpuln data dan analisisnya

(bab III), verifikasi data kelokasi penelitian dan laporannya (hasil penelitian, bab IV),

dan kesimpulan atau temuan penelitian (bab V).

3. Kualitatif

a. Tujuan Penelitian Kualitatif

Penelitian Kualitatif adalah penelitian untuk mencari makna konstektual secara

keseluruhan holistic berdasarkan fakta yang dilihat dari tindakan, ucapan, sikap, dsb.

Penelitian ini menjadikan subjek sebagai objek penelitian untuk menghasilkan teori

untuk menjabarkan penjelasan, dari sudut pandang keterlibatan masalah serta

dijadikan praktek sosial. Penelitian kualitatif dalam pengambilan datanya tidak

menggunakan angka-angka atau statistik, tetapi langsung mencari masalah sosial yang

saling berhubungan dan tidak dapat dihilangkan.

Penelitian Kualitatif bertujuan untuk menghasilkan makna dibalik fakta secara

sudut pandang yang dipilih dan aturan yang sudah ditentukan secara memaparkan dan

dibangun oleh teori berdasar pada fakta -fakta. Dengan begitu, hasil penelitian

berdasarkan teori, ditunjuk pada Bab II dijadikan dasar kajian, tapi bukan untuk

diuji.

b. Langkah Penelitian Kualitatif

Penelitian Kualitatif berasal dari hasil lapangan untuk membangun teori.

Dengan itu, langkah yang dilaluinya sebagai berikut :

1) Mengidentifikasi masalah yang terjadi di lapangan, lalu fokus pada masalah yang

akan diteliti (bab I).

2) Melakukan kajian teoritis untuk mendapatkan gambaran pada teori tersebut dan

teori yang dibangun oleh peneliti (bab II).

3) Membuat desain penelitian yang terdiri atas : 142

a) Pertanyaan,
b) Tujuan,
c) Waktu & tempat,
d) Data & sumber data,
e) Validitas & realibilitas data,
f) Prosedur dalam mengumpulan data,
g) Analisis pada data (analisis domain, analisis tema, analisis budaya, dsb).
Langkah-langkah ini akan menjadi bab III.
4) Verifikasi data ke lokasi penelitian dan pelaporannya yaitu; mendeskripsikan data,
temuan penelitian dan pembahasannya. Ini akan menjadi bab IV.
5) Membuat kesimpulan penelitian dan membangun teori yang hasilnya dijadikan
dasar untuk menyusun hipotesis bagi penelitian selanjutnya. Ini akan menjadi bab
V.
Berikut gambaran pola pikir induktif penelitian kualitatif :

143

Evalusi Pembelajaran

Soal Pilihan Ganda

1. Prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan

dalam suatu penelitian disebut…

a. Pengumpulan data

b. Pengeditan data

c. Pengkodean data

d. abulasi data

e. Pengolahan data

2. Jika sebuah sampelyang besarnya N ditarik dari sebuah populasi yang besarnya

Nsedemikian rupa sehingga tiap unit dalam sampel mempunyai peluang yang

samauntuk dipilih,maka prosedur sampling yang sedemikian disebut…

a. Simple Random Sampling

b. Stratified Random Sampling

c. MultipleStage Sampling

d. Cluster Sampling

e. Sistematic Sampling

3. Cara mengubah fakta-fakta kualitatif (atribut) menjadi suatu urutan

kuantitatif (variable) merupaka definisi dari…

a. Cluster Sampling

b. Sistematic Sampling

c. Teknik Membuat Skala

d. Skala Likerte

e. Skala Guttman

4. Uji yang digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar

(konstrak) pertanyaan dalm mendefinisikan dalam suatu variabel yaitu uji…

a. Realibilitas 144

a. Validitas
b. Hipotesa
c. Regresi
d. Kolerasi
1. Yang merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden
dalammenjawab hal yang berkaitan dengan konstruk-konstruk pertanyaan yang
juga merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk
koesioner disebut…
a. Realibilitas
b. Validitas
c. Hipotesa
d. Regresi
e. Kolerasi

Soal Esai

1. Dalam penelitian yang menggunakan analisis statistik inferensial disyaratkan
sampel yang probabilistik? Apa arti sampel probabilistik itu dan berikan
contohnya!

2. Tunjukkan ciri khas penelitian kualitatif yang membedakan dengan penelitian
kuantitatif!

3. Dalam Penelitian Kualitatif mengapa tidak ada sampel dan generalisasi populasi
dalam penelitiannya?

4. Mengapa teknik purposive sampling ditunjukan untuk orang yang penguasa dan
mempunyai pengetahuan tinggi?

5. Sebutkan apa saja metodologi penelitian yang harus dilakukan baik pada
penelitian kuantitatif maupun kualitatif?

145

STRUKTUR BAB XII

Struktur BAB 12 adalah sebagai berikut :

CAPAIAN PROSES KEGIATAN
PEMBELAJARAAN TAHAPAN KEILMIAHAN

JENIS PUSTAKA MAKNA PERAN SEBAGAI
MASA KINI PUSTAKA

PENCARIAN PENELUSURAN EVALUASI
PUSTAKA CETAK PUSTAKA DARING PEMBELAJARAAN

1436

BAB XII

Capaian Pembelajaraan : Pustaka Dalam
Karya Tulis
• Mahasiswa mampu memahami pustaka dalam Ilmiah
Karya tulis ilmiah

Pendekatan Proses Dari Pustaka Dalam
Karya Tulis Ilmiah

Pendekatan proses yang perlu diperhatikan pada Pustaka dalam Karya Tulis Ilmiah
adalah:
1. Pembinaan karya tulis ilmiah secara berkala yang bisa dijangkau oleh masyarakat luas.
2. Melakukan penjurnalan yang berdasarkan peran-peran sosial, arsip, dan diseminasi untuk

dapat menyediakan fasilitas dan sumber informasi dan menjadi pusat pembelajaran.
3. Mencari sumber-sumber kepustakaan yang dapat membantu dalam pembuatan karya

tulis ilmiah berdasarkan operasional dan jenis pustaka.
4. Melakukan referensi daftar pustaka melalui media cetak guna memenuhi sumber

informasi yang dibutuhkan dalam penelitian.
5. Melakukan pencarian daftar pustaka atau referensi melalui media digital yang ada.

Dari ke-5 proses diatas pendekatan proses pada Pustaka dalam karya tulis ilmiah:
• Pertama mahasiswa melakukan kegiatan keilmiahan dengan cara mendiskusikannya

melalui media komunikasi, seperti artikel jurnal, seminar, dan lain-lain.
• Kedua mahasiswa membuat jurnal yang dimuat kedalam media elektronik guna

mempublikasikan karya yang dibuat sebagai sebuah artikel yang bisa diakui banyak
orang.

147

• Ketiga mahasiswa memilih sebuah pustaka untuk referensi pembuatan karya ilmiah
melalui pustaka daring dan berdasarkan jenis koleksi perpustakaan.

• Keempat mahasiswa mengetahui media penyimpanan data dan mengetahui sarana-
prasarana yang dapat digunakan dalam mencari sumber informasi sesuai dengan
kebutuhan penelitian.

• Kelima mahasiswa melakukan penelusuran sumber informasi berdasarkan keyword,
tesaurus, dan sintaks dalam mencari tajuk subjek yang mendekati dengan deskripsi
referensi penelitian.

148

Kegiatan Keilmiahan

Kegiatan keilmiahan memiliki kaitan dengan pustaka. Sebagai produk dari kegitan

keilmiahan pustaka haruslah mudah untuk dijangkau masyarakat secara luas melalui dunia

maya. Kegiatan keilmiahan tercipta atas komitmen dan tanggung jawab dari suatu komunitas

dalam hal membina suatu disiplin ilmu tertentu. Pembinaan karya tulis ilmiah dilakukan secara

periodik dengan cara mendiskusikannya dalam beberapa media komunikasi, misalnya:

penerbitan suatu artikel pada jurnal, melakukan seminar, dan lainlain.

Dalam sejarah dunia ilmiah selalu mengalami perkembangan. Karena karya tulis ilmiah

harus mencakup beberapa hal, yaitu argumen atau disebut juga logos, kesesuaian emosi

(patos), dan taraf percaya (etos).

Secara garis besar, ketiga hal tersebut terkait satu dengan lainnya, sehingga dapat

dilihat sebagai berikut:

1. Dimensi logos pada karya tulis ilmiah menyatakan adanya keterkaitan antara pertanyaan

dengan pernyataan, sehingga dapat mudah untuk dipahami. Logos berisikan pengumpulan

fakta yang terbukti, sehingga mampu memberikan gagasan dengan alasan yang logis

(masuk akal) didalamnya. Seperti, nilai yang anda dapatkan adalah hasil yang sesuai dengan

kemampuan anda.

2. Socrates berpendapat bahwa, etos membangkitkan suatu hal yang mampu untuk

dipercaya. Dalam hal ini, Socrates mengetahui bahwa diri sendiri merupakan hal yang

lebih utama atas tindakan serta perkataan, diri sendiri yang mampu mengetahui

bagaimana dalam menentukan bagaimana cara berkomunikasi dan bisa dipercaya. Untuk

memperoleh kepercayaan orang lain, dibutuhkan etos didalamnya. Karena, semakin dikenal

status seseorang, etos yang dimilikinya haruslah makin membaik.

3. Patos berkaitan dalam menghasilkan motivasi yang mampu membangkitkan semangat

pendengar. Pendengar atau komunikan akan senang melakukan apa yang komunikator

sampaikan, jika cara berkomunikasi komunikator dalam perasaan baik dan benar. Contoh:

Apabila didikan orangtua disertai kasih sayang, maka perintah orang tua akan dituruti

dengan baik oleh anaknya.

149

Sistem komunikasi jika mengaitkan aspek logos, patos, dan etos akan sangat memberikan
manfaat yang bekerja dibidang apapun. Diberbagai bidang pekerjaan, ketiga aspek tersebut
membantu meningkatkan kinerja kerja.

Peran Sebagai Pustaka

Jurnal ilmiah memiliki 3(tiga) peran dalam proses komunikasi mengirim pesan ilmiah,
yaitu:
❖ Peran dalam hal sosial sangat berperan bagi para ahli untuk menerima apresiasi serta

pengakuan atas ilmu yang berkaitan terhadap kekayaan intelektualnya dalam menciptakan
karya yang kreatif.
❖ Peran arsip, proses seleksi dilakukan setelah artikel dikirimkan kedalam jurnal ilmiah.
Yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah pengakuan terhadap artikel tersebut untuk
diterima dan siap untuk dipublikasikan oleh dunia ilmu pengetahuan. Dengan mendapatkan
pengakuan oleh dunia ilmu pengetahuan, artikel tersebut akan memberikan keyakinan
kepada peneliti yang menggunakannya dalam mengembangkan karya baru.
❖ Peran diseminasi, kemajuan teknologi berpengaruh terhadap diseminasi dalam publikasi
karya tulis ilmiah yang dapat diakses dengan mudah.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pengakuan tertinggi dari dunia ilmiah
adalah ketika karya seorang peneliti dimuat didalam jurnal internasional. Hal tersebut sudah
menunjukan bahwa karyanya memang layak untuk dipublikasikan kejurnal internasinal. Jurnal
ilmiah digunakan untuk menjadi sebuah referensi terhadap penelitian baru yang berkaitan
dengan adanya kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan serta teknologi terkini. Oleh sebab
itu,untuk mencegah terjadinya duplikasi terhadap Jurnal ilmiah sebelumnya, peneliti harus
selalu mengetahui perkembangan dari jurnal ilmiah terkini agar tetap bisa menghasilkan
jurnal ilmiah dengan temuan yang baru.

Sutarno NS (2006:34) berpendapat bahwa, ”Tujuan Perpustakaan adalah untuk
menyediakan fasilitas dan sumber informasi dan menjadi pusat pembelajaran bagi siapa saja
yang belajar”. Artinya, perpusatakaan menyediakan beragam fasilitas agar dapat

dijadikan sebagai pusat dalam pembelajaran. Berbeda dengan pendapat menurut 150

Lasa (2007:14), yang dinyatakan sebagai berikut:
1. Meningkatkan Perkembangan Minat Membaca dan Menulis.

Untuk menumbuhkan minat baca dan tulis, dapat dimulai dengan membiasakan guru dan
siswa untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat menggali informasi.
2. Memperkenalkan Adanya Teknologi Informasi.
Perlu diadakan pengenalan terhadap teknologi informasi oleh perpustakaan, agar
perkembangan tersebut dan diterapkan dan terus diikuti oleh pelajar dan pengajar.
3. Terbiasa untuk Mencari Informasi.
Perlu adanya dorongan terhadap pelajar untuk meningkatkan percaya diri mereka dalam
mencari informasi secara mandiri, agar mencapai kemajuan.
4. Merawat Minat dan Bakat agar Terus Tumbuh.
Mengikuti perkembangan yang terjadi, peningkatan penggunaan media dalam belajar, dan
memberikan sarana terbaik dapat menumbuhkan minat pelajar untuk terus mencari
informasi.

Makna Operasional Suatu Pustaka

Menurut PUEBI dan KBBI V Daring, pustaka artinya kitab atau buku.
Lebih dari itu, terdapat beberapa ragam pustaka yaitu sebagai berikut:

Ensiklopedia(/énsiklopédia/) adalah sejumlah tulisan yang tersusun dalam
bentuk artikel dengan satu topik pembahasan untuk memberikan informasi
yang mudah dipahami mengenai keseluruhan cabang ilmu pengetahuan. Yang
tersusun berdasarkan abjad, kategori, volume terbitan yang memudahkan
untuk dicari.
KaMUs merupakan buku yang memberikan makna kata yang dimulai dari
huruf A sampai Z dan membantu untuk mengenal kosa kata baru. Untuk
menerangkan suatu makna kata, biasanya kamu mencantumkan ilustrasi
didalam arti kata tersebut.

151

Kumpulan teratur mengenai fakta dan data statistic yang diterbitkan oleh
pemerintah atau lembagas swasta. Pustaka ini memiliki isi berupa laporan-
laporan dari suatu kejadian yang pernah terjadi dan merupakan kejadian
penting yang disertakan dengan informasi kejadian secara lengkap dan
tersimpan dalam bukti dokumen.

Secara harfiah bibliografi memiliki arti “penulisan buku”. Buku studi akademis
seperti fisik dan benda-benda budaya disebut bibliografi atau disebut juga
bibliology (daribahasaYunani-λογία,-logia).
SURAt kabar, JURNal, dan Majalah yang diterbitkan secaraberkala disebut
periodicals. Dalam mencari periodicals, diperpustakaan memiliki
indeks/daftar periodical.

Berikut jenis-jenis koleksi perpustakaan:

1. Menunjang tujuan untuk memudahkan siapa saja mencari informasi yang diinginkan dengan

mudah, koleksi yang ada diperpustakaan haruslah lengkap. Adapun koleksi yang

seharusnya disediakan oleh perpustakaan:

a. Koleksi Rujukan

Bagian penting perpustakaan dalam menyediakan informasi yang akurat disebut koleksi

rujukan. Seperti, biografi, kamus, ensiklopedia, dll.

b. Bahan Ajar

Sebagai pemenuhan tujuan dari kurikulum dengan materi yang diberikan, serta

diperlukan untuk beberapa lembaga, sekolah, dan perpustkaan, disebut dengan bahan

ajar.

c. Terbitan Berseri

Terbitan seri memiliki informasi dalam tidak ada pada bahan ajar serta bahan rujukan.

Seperti, surat kabar dan majalah ilmiah yang berfungsi memberikan informasi secara

berkala.

d. Terbitan Pemerintah
Terbitan pemerintah merupakan terbitan yang terdiri dari terbitan lembaga negara,

pidato resmi, dan laporan tahunan.

152

e. Muatan Lokal

Muatan local merupakan muatan yang terdiri dari suatu pembahasan bersifat lokal.

f. Muatan Literatur Kelabu
Muatan literature kelabu, merupakan karya yang dihasilkan oleh suatu perguruan baik
ilmiah maupun non ilmiah.
Literatur kelabu terdiri dari bahan bacaan untuk rekreasi intelektual, publikasi
internal, simposium, skripsi, dll.Bahan ini juga tersedia dalam bentuk elektronik.

Jenis Pusataka Masa Kini

Perkembangan zaman dan teknologi mempengaruhi terhadap perkembangan

perpusatakaan dari masa ke masa, salah satunya adalah perpustakaan modern. Perpustakaan

modern memudahkan untuk mengakses perpustakaan tersebut melalui teknologi digital.

Menurut Sutarno NS (2006:37), jenis-jenis perpustakaan, yaitu:

❖ Pepustakaan Nasional Republik Indonesia (RI)

Perpustakaan nasional di ibukota Negara Indonesia memiliki ruang lingkup nasional pada

salah satu Lembaga Pemerintah Bukan Departemen (LPND) yang bertanggung jawab

Kepada presiden.

❖ Badan Perpustakaan Daerah

Perpustakaan yang terdapat di tiap provinsi di Indonesia.
❖ Perpustakaan Umum

Perpustakaan yang dapat diakses secara umum, dengan pustaka yang disediakan juga

bersifat umum. Disediakan melalui media cetak, digital, maupun pencarian sosial.

❖ Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan ini terdapat di dalam perguruan tinggi dan berisikan pustaka berdasarkan

hasil karya ilmiah milik mahasiswa, dosen, danlain-lain yang bersifat keilmuan, penelitian,

dan pendidikan.
❖ Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan yang terdapat di dalam sekolah dan menjadi tempat bacaan bagi 153
siswa dalam mencari pembelajaran.

❖ Perpustakaan Khusus
Perpustakaan yang terdapat didalam suatu instansi atau perusahaan.

❖ Perpustakaan Lembaga Keagamaan.
Perpustakaan yang dimiliki oleh lembaga keagamaan.

❖ Perpustakaan Internasional
Perpustakaan internasional adalah perpustkaan yang mencakup koleksi buku bertaraf
internasional.

❖ Perpustakaan Kantor Perwakilan Negara Asing
Perpusatakaan yang dimiliki diatas kepemilikian perwakilan Negara asing.

❖ Perpustakaan Pribadi atau Keluarga
Perpustakaan yang dikelola oleh anggota keluarga saja.

❖ Perpustakaan Digital
Perpusatakaan digital termasuk kedalam perpustakaan yang dapat diakses tanpa perlu
mendatangi perpusatakaan secara langsung.

Pencarian Pustaka yang Dicetak

Dalam mencari informasi, dibutuhkan pencarian referensi yang digunakan dalam
mencari sumber informasi dan data yang memenuhi kebutuhan penelitiannya, maka perlu
upaya pencarian sebagaimana berikut ini:
a. Mengetahui penyimpanan data yang akan digunakan. Terdapat beberapa kategori koleksi

yang terdapat pada perpustakaan yaitu koleksi buku, koleksi artikel, refrensi, periodisasi,
koleksi microfilm, koleksi media, dan koleksi khusus.
b. Mengetahui sarana dan prasarana yang tersedia.
c. Mengetahui norma-norma yang terdapat pada perpustakaan.

Penelusuran Pustaka Daring

Berikut ini merupakan teknik yang dapat digunakan dalam mencari referensi melalui

media digital, yaitu sebagai berikut: 154

❖ Bisa dilakukan dengan mengakses komputer yang disediakan di perpustakaan untuk

mencari data yang akan digunakan.

❖ Selanjutnya dapat dilakukan dengan mencari koleksi buku yang akan dituju.

Adapun yang harus diperhatikan dalam mencari data secara online adalah, yaitu:
1. Dasar-dasar Penelusuran Online

Untuk mencari informasi dengan tepat dan cepat, dapat dilakukan dengan mencari
catalog perpustakaan (OPAC) yang mencantumkan informasi tertentu. Hal tersebut akan
membantu dalam mencari informasi dengan mudah, walaupun tidak menjanjikan untuk
memperoleh informasi yang sesuai. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam mencari data secara online, yaitu:
a. Kata kunci (keyword.
b. Tajuk subjek (istilah baku yang digunakan untuk menelusur).
c. Tesaurus.
d. Syntax (sintaks).
e. Strategi penelusuran.
Kata kunci digunakan untuk mendeskripsikan sebuah informasi. Kata kunci tidak hanya
untuk satu kata aja, melainkan dapat memuat beberapa kata di dalamnya. Kata kunci dapat
menyesuaikan deskripsi informasi yang akan kita cari. Selanjutnya adalah tajuk subjek. Tajuk
subjek berbeda dengan kata kunci. Tajuk digunakan untuk menelusuri informasi dalam bentuk
yang sudah ditentukan atau dibakukan. Tesaurus dengan tajuk subjek hamper memiliki
kesamaan, yang membedakannya terletak pada keterkaitan antar deskripsi yang membantu
dalam melakukan pencarian online.
Syntax adalah serangkaian aturan yang digunakan dalam mencari suatu informasi tertentu
pada database. Yang membuat beda antara syntax adalah terdapat langkah-langkah yang
harus digunakan. Selanjutnya adalah strategi penelusuran. Strategi penelusuran adalah
strategi berkaitan dengan pemilihan informasi yang kita inginkan.

155

Evalusi Pembelajaran

Soal Pilihan Ganda

1. Komitmen Kegiatan pembinaan karya tulis ilmiah seharusnya dilakukan secara periodik

supaya dapat mejangkau masyarakat luas. Hal ini bisa dilakukan dengan cara

mendiskusikannya melalui beberapa media informasi, seperti....

a. Kunjungan

b. Kamus

c. Call center

d. Biografi

e. Seminar

2. Fungsi dari kegiatan Ilmiah kepustakaan selain mendapatkan pengakuan sebagai karya

ilmiah internasional, juga sebagai sumber informasi atau rujukan dari berbagai

kalangan, hal ini disebut sebagai....

a. Diskusi

b. Penelusuran

c. Referensi

d. Komunitas

e. Relasi

3. Tujuan diadakannya operasional, koleksi dan jenis pustaka adalah memudahkan

mencari....

a. Sumber

b. Kemudahan

c. Teman

d. Tantangan

e. Bahan informasi

4. Perpustakaan yang terdapat di dalam suatu instansi atau perusahaan adalah....

a. Perpustakaan Kantor

156

a. Perpustkaan Khusus
b. Perpustakaan Pribadi
c. Perpustakaan Umum
d. Perpustakaan Keliling
1. Melalui akses teknologi pustaka digital, seseorang bisa mencari informasi katalog
dengan cepat dengan menggunakan....
a. Sintaks
b. Keyword
c. Linux
d. Chrome
e. a dan b Benar

Soal Esai

1. Sebutkan 3 akses yang tepat dan cepat dalam mencari informasi lewat penelusuran
online !

2. Jelaskan arti dari tujuan perpustakaan sebagai sumber informasi pembelajaran !
3. Sebutkan salah satu teknik yang dapat digunakan dalam mencari referensi melalui

media digital !
4. Sebutkan 3 perpustakaan masa kini beserta fungsinya!
5. Jelaskan secara singkat tentang logos , patos, dan etos!

157

STRUKTUR BAB XIII

Struktur BAB 13 adalah sebagai berikut :

CAPAIAN PROSES DEFINISI CATATAN
PEMBELAJARAAN TAHAPAN KAKI (FOOTNOTE)

SISTEMATIKA JENIS FOOTNOTE FUNGSI CATATAN
PENULISAN KAKI
FOOTNOTE

CONTOH PENULISAN EVALUASI
FOOTNOTE PEMBELAJARAAN

158

Capaian Pembelajaraan : BAB XIII

• Mahasiswa mampu memahami perujukan Perujukan Penulisan
Penulisan catatan kaki (footnote) Catatan Kaki
(Footnote)

Pendekatan Proses dalam Perujukan
Penulisan Catatan Kaki (Footnote)

Langkah yang harus diperhatikan dalam Perujukan Penulisan Catatan Kaki (Footnote)
adalah :
1. Berpedoman dan merujuk pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dalam

pemakaian bahasa tulis secara baik dan benar
2. Belajar membuat suatu karya tulis dengan menerapkan kaidah penulisanyang baik dan

benar, sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
3. Memahami tata cara penulisan catatan kaki (footnote) yang benar sesuaidengan kaidah

sistematika penulisan perujukan catatan kaki (footnote)
4. Memahami tata cara penyusunan catatan kaki (footnote) dalam karya ilmiah dengan

memperhatikan kaidah penulisan perujukan catatan kaki (footnote)
5. Belajar menyunting suatu naskah karangan dengan membaca dan memeriksa penulisan

perujukan catatan kaki (footnote)

Dari ke 5 Proses diatas pendekatan proses untuk perujukan penulisan catatan kaki

(footnote) pada karya ilmiah :

• Pertama mahasiswa menyiapkam dan mencari bahan perujukan penulisan catatan kaki

(footnote) dengan pedoman dan merujuk pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

(PUEBI)

• Kedua mahasiswa membuat draf penyuntingan suatu naskah karya ilmiah

dengan perujukan catatan kaki (footnote) 159

• Ketiga mahasiswa memahami tata cara penulisan secara sistematis penulisan catatan kaki
(footnote)

• Keempat mahasiswa dapat menyusun urutan penulisan catatan kaki (footnote) dengan baik
dan benar sesuai kaidah penulisan catatan kaki

• Kelima mahasiswa menyunting dan mengkoreksi kesalahan-kesalahan dalam penulisan
catatan kaki (footnote) sesuai dengan sistematika penulisan catatan kaki (footnote)
dengan bimbingan dosen dan membenarkan kesalahan tersebut.

160

Definisi

Catatan yang ditunjukkan untuk memberikan informasi pada suatu teks dan diletakkan
di bagian bawah kertas maupun akhir bab tulisan disebut dengan catatan kaki atau footnote.
Gorys keraf (1994:143) menyatakan bahwa ‘’catatan kaki adalah keterangan dari teks
karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan.’’ Artinya catatan
tersebut berfungsi sebagai keterangan dalam suatu teks. Catatan kaki dapat kita jumpai
dalamkarya tulis ilmiah dan karya sastra non fiksi.

Catatan kaki dan daftar pustaka memang hampir mirip namun penempatannya membuat
kedua hal tersebut dapat dibedakan. Catatan kaki dicantumkan pada bagian bawah lembar
teks, sementara daftar pustaka terletak pada akhir bab suatu tulisan. Adapun beberapa
istilah yang dapat membedakan kedua penulisan tersebut.

Fungsi Catatan Kaki

Adapaun fungsi dari catatan kaki, yaitu:
1. Catatan kaki berfungsi sebagai petunjuk yang berkaitan dengan sumber hasil kutipan

yang di cantumkan di dalamteks karya tulis.
2. Catatan kaki berfungsi untuk menjelaskan secara definitive tentang suatu istilah yang

belum banyak di kenal oleh banyak orang.

Jenis-Jenis Catatan Kaki

Ada beberapa jenis catatn kaki, antara lain:
1. Catatan Kaki Lengkap

Catatan kaki yang ditulis secara lengkap dari nama pengarang, judul pada buku, nomor
seri, nomor cetakan, nama penerbitan, kota terbitan, tahun terbitan, nomor halaman
buku.

161

2. Catatan Kaki Singkat
a. Ibid (IbidIUM), memiliki sumber yang sama dengan catatn kaki yang berada di
bagian atasnya.
b. Op.cit (opera chitato), yaitu catatan kaki yang telah dikutip sebelumnya,
namun tidak dari halaman yang sama.
c. Loc.cit (loco citato), yaitu catatan yang diambil dari halaman sebelumnya.

Sistematika Catatan Kaki

Adapun sistematika penulisan catatan kaki, sebagai berikut:

1. Dari bacaan teks berjarak 4 spasi, dan 14 karakter dari margin kiri.

2. Spasi satu di gunakan untuk ketikan catatan kaki.

3. Di tandai dengan di beri nomor.

4. Membuat jarak sebanyak 6 karakter dadari margin kiri untuk penomoran.

5. Margin sejajar dengan baris pertama apabila catatan kaki lebih dari satu baris.

6. Spasi sama ditiap baris dan tiap catatan kaki yang berbeda.

7. Jarak 3 cm pada ujung kertas bagian bawah, pada bagian terakhir catatan kaki.

8. Catatan kaki tidak boleh dipotong .

9. Ibid merupakan istilah yang menandai catatan kaki yang sama dan tercantum

berurutan.

10. op.cit merupakan istilah yang menandai catatan kaki yang sama dan tercantum tidak

berurutan.

11. Jika ada catatan kaki yang sama tapi sudah disisipi oleh catatan kaki yang memiliki

sumber berbeda, maka cukup ditulis dengan kata “loc.cit.”

12. Catatan kaki dengan referensi buku atau artikel tertentu menggunakan format

penulisan yang sama dengan daftar pustaka, namun nama pengarang tidak perlu dibalik.

13. Nomor pada bagian kutipan dicantumkan setengah spasi lebih tinggi dari bagian

catatan kaki.

14. Judul pada buku dicantumkan dengan cetak miring. 162

15. Judul tidak perlu dicetak miring, apabila bersumber selain dari buku.
16. Setelah kota terbit digunakan tanda baca titik dua (:) dan tiap bagian dihubungkan

dengan tanda baca koma.
17. Format penulisan apabila sumber berasal dari internet yaitu tuliskan nama penulis, judul

dokumen, nama website, alamat website, tanggal dokumen tersebut diambil/unduh.

Contoh Catatan Kaki

1. Sumber Buku

a. Satu/ dua pengarang, contohnya:
1Abdul dan Liana Gustaf, Sosiologi Sastra, (Jakarta: Rineka, 2013), hlm. 56.

b. Tiga atau lebih pengarang, contohnya:
2Mahmud Darusi, dkk, Sastra di Indonesia, (Rembang : Pertama, 2019), hlm. 30.

c. Ibid (IbidIUM)
1Mahmud Darusi, dkk, Sastra di Indonesia, (Rembang : Pertama, 2019), hlm. 30.
2Ibid. (halaman sama)
3Ibid, 19. (halaman berbeda)

d. Op.Cit (Opere Citato), contohnya:
1Abdul dan Liana Gustaf, Sosiologi Sastra, (Jakarta: Rineka, 2013), hlm. 56.
2Abdul dan Liana Gustaf, Op.Cit., 67.

e. Loc.Cit (Loco Citato) contohnya:
1Abdul dan Liana Gustaf, Sosiologi Sastra, (Jakarta: Rineka, 2013), hlm. 56
2Abdul Chaer dan Leonie Agustina, Loc.Cit.

f. Buku dengan beberapa jilid, contohnya:
1Sri Hardiyanti dan Fajar Amudi, Sejarah Pendidikan, Jilid 1, (Bekasi : Aksara
Pustaka, 2015), Cet. 4, hlm. 37.

163

2. Sumber Karya Tulis Ilmiah
1Andrea Moinar, “Kemajemukan Budaya s: Suatu Penelitian”, Sosiologi Indonesia, No. 58,
1999, hlm. 27

3. Sumber Surat Kabar
2Tempo, 15 Januari 2013, hlm. 4.

4. Sumber Majalah
3Ikha Nurul Shifa, “Klub Profesi, Perlukah Dimasuki?” Femina, 22 Juli 2004, hlm. 54.

5. Catatan Kaki dan Internet
4Melda Syahputri, “Sistem Penilaian Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik”, Catatan Melda
Syahputri, diakses dari http://meldasyahputriblogspot.com, pada tanggal 23 Oktober 2020
pukul 08.00.

164

Evaluasi Pembelajaran

Soal Pilihan Ganda

1. Indonesia yang mayoritas pENDUDUKNya beragama Islam, melakanakan disiplin
seHARUSNYA SUdah meRUPakan bagian dari hidUPnya. Mari kita IKUti URAIAn prof. Dr.
Dody Tisnamijaya : "Tidak dapat disangkal bahwa Islam mengajarkan kepada
penganUTNya agar sistematis, berdisiplin. Orang MUkmin yang taqwa yang
melaksanakan RUKUN-rUKUN Islam adalah orang yang paling sistematis dan
berdisiplin, sepanjang hari dan sepanjang taHUN."Seandainya saja seMUa Umat Islam
dengan taat menjalankan ajaran agama, sikap disiplin SUdah mendarah daging dalam
diri mereka. Pencanangan Gerakan Disiplin Nasional pUN akan segera terwUJUD
hasilnya.
Kutipan di atas diambil dari buku Iman, Ilmu dan Amal, karangan Prof. Dr. Dody
Tisnamijaya diterbitkan di Bandung, nama penerbit Pustaka tahun 1983 halaman 62.
Penulisan catatan kaki yang benar sesuai dengan kutipan dalam teks di atas adalah...
a. Iman, Ilmu dan Amal, Prof Dr. Dody Tisnamijaya, Pustaka, Bandung, 1983, hal
62.

b. Prof Dr. Dody Tisnamijaya, Iman, Ilmu dan Amal, (Bandung: Pustaka, 1983),
hlm62.

c. Tisnamijaya, Dody Dr. Prof, Iman, Ilmu dan Amal, Bandung, Pustaka, 1983, hlm
62.

d. Tisnamijaya, Dody, Dr. Prof, L983, Iman, Ilmu dan Amal, Bandung, Pustaka,
hlm62.

e. Tisnamijaya, Dody, Dr. Prof, 1983, Iman, Ilmu dan Amal, hlm 62, Bandung,
Pustaka.

165

1. Jika dalam penyusunan karya tulis terdapat kutipan dari buku karangan Sahid

Warsanto yang berjudul Bahasan Bahasa terbitan Aries Lima, Jakarta, tahun, 1994,

halaman 3.

Penulisan footnote yang benar adalah ...

a. Warsanto, Sahid. 1994. Bahasan Bahasa. Aries Lima, Jakarta. hlm. 35.

b. Warsanto, Sahid. Bahasan Bahasa. Aries Lima. Jakafta. 1994. hlm. 35.

c. Sahid Warsanto. 1994. Bahasan Bahasa. Jakarta: Aries Lima. hlm. 35.

d. Sahid Warsanto. Bahasan Bahasa (Jakarta: Aries Lima, 1994). hlm. 35.

e. Sahid Warsanto, 1994. Bahasan gahasa. (Aries Lima, Jakarta, 1994. hlm. 35).

2. lihatlah data berikut :

Judul buku : Resep Enak

Pengarang : Wulan sari

Penerbit : Kompas

Tahun Terbit 2007

Kota Terbit : Papua

Jumlah Halaman : 444

Penulisan catatan kaki yang benar dari kutipan buku adalah…

a. Wulan sari, Resep Enak (Kompas: Papua, 2007), hlm. 444

b. Wulan sari, Resep Enak, 2007 (Papua : Kompas), hlm. 444

c. Wulan sari, Resep Enak ( Papua : Kompas:2007 ), hlm. 444

d. Wulan sari, Resep Enak, 2007 (Papua : Kompas), hlm. 444

e. Wulan sari, Resep Enak, ( 2007, Papua : Kompas), hlm. 444

3. Merupakan istilah yang menandai catatan kaki yang sama dan tercantum tidak

berurutan disebut…

a. footnote

b. Loc.cit

c. Ibid

d. Op.cit

e. Ibid Op.cit

166

1. Memiliki sumber yang sama dengan catatan kaki yang berada di bawah bagian
atasnya disebut….
a. Op.cit
b. Ibid
c. Loc.cit
d. babynote

a. Of.cit
Soal Esai

1.Jelaskan yang dimaksud dengan catatan kaki (footnote) !
2. Tuliskan definisi catatan kaki (footnote) menurut para ahli !
3. Ada istilah Ibid , Op.cit dan Loc.cit dalam penulisan catatan kaki (footnote).

Jelaskan ketiga istilah tersebut !
4. Tuliskan 5 hal yang kalian ketahui dari sistematika pembuatan catatan kaki !
5. Tuliskan secara berurutan sistematika penulisan catatan kaki jika bersumber

dari buku dengan beberapa jilid !

167

STRUKTUR BABXIV

Struktur BAB 14 adalah sebagai berikut :

CAPAIAN PROSES TAHAPAN RUJUKAN
PEMBELAJARAN

DAFTAR PUSTAKA RUJUKAN DITANDAI PENULISAN
DENGAN CACATAN DAFTAR RUJUKAN

KAKI

FUNGSI DAFTAR EVALUASI
PUSTAKA PEMBELAJARAN

168

BAB XIV

Capaian Pembelajaraan : Rujukan Dan Daftar
Pustaka Yang
• Mahasiswa mampu memahami rujukan dan Sesuai Acuan
daftar pustaka yang sesuai acuan .

Pendekatan Proses dalam Rujukan dan
Daftar Pustaka yang Sesuai Acuan

Pendekatan Proses yang perlu diperhatikan dalam Rujukan dan Daftar Pustaka yang
sesuai acuan adalah:
1. Menentukan Tema atau Topik Penelitian
2. Membuat Outline/Kerangka Penelitian
3. Mengumpulkan Bahan
4. Survei Lapangan
5. Membangun Bibliografi
6. Menyusun Hipotesis
7. Menyusun Rancangan Penelitian
8. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan
9. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data
10. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data

11. Merumuskan Kesimpulan dan Teori

169

M

Rujukan

Rujukan
Sesuatu yang ditulis sebagai informasi untuk mendukung pernyataan disebut rujukan.

Jika kutipan dapat bersifat faktual dan non faktual, namun rujukan hanya bersifat faktual
karena meliputi kesaksian, contoh statistik dan objek fakta. Rujukan dapat berupareputasi,
nilai maupunbukti tertulis. Tempat bahan tersebut ditemukan disebut sumber referensi.

Penulisan Rujukan dalam Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah, harus dilengkapi dengan daftar rujukan. Kesimpulan dan saran ditarik
pada akhir makalah. Secara singkat mengusulkan masalah yang relevan. Agar karya tulis ilmiah
tersusun rapih, perlu dilengkapi dengan rujukan dan daftar pustaka yang terdiri dari buku
maupun sumber lain. Daftar pustaka atau rujukan tersebut digunakan sebagai sumber
referensi dalam karya tulis ilmiah.

Penulisan Daftar Rujukan

Tata cara penulisan rujukan yaitu:

a. Penulisan nama pengarang dicantumkan terbalik. Bertujuan, nama keluarga diletakkan

diawal dengan menggunakan tanda baca koma. Ketentuan ini dapat berlaku secara

internasional. Seperti nama Davon Oktarian dicantumkan terbalik, yaitu Oktarian, Davon.

b. Hanya nama pengarang yang pertama yang dicantumkan terbalik, apabila penulis lebih

darisatu orang. Kemudian, lainnya ditulis tanpa perlu dibalik. Seperti nama Nova Rosalina,

Annisa Fitri, AbdUL AjIZ Permana, ditulis dengan Rosalina,Nova, Annisa Fitri, AbdUl AjIZ

Permana.

c. Apabila lebih dari 3 orang, maka yang dicantumkan hanya satu pengarang dengan cara

penulisan dibalik, kemudian ditambahkan, dkk. Akronim dari dan kawan-kawan, untuk

mewakili nama pengarang lainnya. Seperti, 170

Yulia, Dewi dkk. Artinya pengarangnya adalah Dewi Yulia dan kawan-kawan.
d. Selanjutnya dicantumkan tahun buku diterbitkan, judul pada buku, kota tempat

penerbitan, serta nama penerbitan. Tiap bagian dipisahkan oleh tanda baca titik.
e. Penulisan judul diatur dengan cetak miring atau ditebalkan.
f. Tidak diurutkan dengan nomor, melainkan sesuai abjad berdasarkan huruf awal nama

belakang pengarang.
g. Penulisan rujukan haruslah memperhatikan margin, untuk baris pertama margin berada

dibagian kiri, kemudian baris selanjutnya diatur maju 3 ketukan atau satu tab dalam
komputer.
h. Dalam baris rujukan, diatur satu spasi, sementara antar rujukan yang satu dengan lainnya
diberi spasi doUBLe.

Rujukan Ditandai Dengan Catatan Kaki

Setiap lembar bagian bawah kertas, terdapat daftar keterangan khusus yang berupa
keterangan ilmiah yang disebut dengan catatan kaki. Catatan kaki atau disebut juga footnote
memiliki fungsi sebagai pemberi komentar maupun keterangan rujukan. Catatan kaki dapat
digunakan untuk mengilustrasikan sumber kutipan, pendapat, pemikiran atau fakta. Nomor
catatan kaki telah disamakan dengan penomoran dalam refernsi. Penggunaan catatan kaki
dalam karya tulis jarang dituliskan. Hanya perguruan tinggi, itu pun tidak semua, yang masih
mencantumkan catatan kaki. Pencantumannya pun sesuai dengan ketentuan penulisan karya
tulis ilmiah yang telah ditentukan. Adapun istilah dalam catatan kaki, yaitu:

171

Daftar Pustaka

Daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, ditempatkan pada
bagian akhir buku dan disebut daftar Pustaka atau bibliografi. Gorys Keraf (1997:213)
menyatakan bahwa, “yang dimaksud dengan daftar kepustakaan atau bibliografi adalah
sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan
lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang tengah digarap.”Artinya,
pembaca dapat mengetahui sumber asli dalam penulisan buku tersebut.

Penulisan daftar Pustaka dapat diatur dalam berbagai format.Artikel ini akan
menjelaskan tiga format yaitu APA (American Psychological Association) dan MLA (Modern
Language Association). Format tersebut termasuk pada bidang ilmu humaniora. Namun, dapat
pula diterapkan dalam bidang lain, salah satunya dalam bidang ilmu huku.Sehingga tidak ada
ketentuan pasti dalam penulisan daftar Pustaka yang seharusnya.

Fungsi dari Daftar Pustaka

Fungsi daftar Pustaka sebagai berikut:
1. Mengetahui ruang lingkup penulis.
2. Sebagai sumber informasi bagi pembaca, dari mana referensi penulis.
3. Referensi bagi pembaca dalam menemukan informasi lebih lengkap.

172

Evaluasi Pembelajaraan

Soal Pilihan Ganda

1. Salah satu karya tulis ilmiah, harus dilengkapi dengan …
a. Daftar Rujukan
b. Penutup
c. Salam

2. Agar karya tulis ilmiah tersusun rapi harus dilengkapi dengan … dan daftar
pustaka.
a. Penutup
b. Rujukan
c. Pembuka

3. Sumber reverensi dalam karya sastra adalah ….
a. Pengalaman
b. Catatan
c. Daftar Pustaka

4. Penulisan nama pengarang dicantumkan secara ….
a. Terdepan
b. Terbalik
c. Terbelakang

5. Berapa spasi yang diatur untuk baris rujukan …
a. Satu spasi
b. Tiga spasi
c. Dua spasi

173

Soal Esai
1. Apakah hanya nama pengarang yang pertama dicantumkan terbalik ?
2. Bagaimana cara penulisan jika pengarang lebih dari 3 orang ?
3. Bagaimana cara penulisan untuk bagian judul ?
4. Apa yang harus diperhatikan dalam penulisan rujukan?
5. Apa fungsi dari daftar pustaka ? Sebutkan !

174

STRUKTUR BABXV

Struktur bab 15 adalah sebagai berikut :

CAPAIAN PROSES TAHAPAN PENYUSUNAN
PEMBELAJARAAN DAFTAR PUSTAKA

EVALUASI
PEMBELAJARAN

175

BAB XV

Capaian Pembelajaraan : Menyusun
Daftar Pustaka
• Mahasiswa mampu memahami dalam
menyusun daftar pustaka

Pendekatan Proses dalam Menyusun
Daftar Pustaka

Pendekatan proses yang perlu diperhatikan dalam Menyusun Daftar Pustaka adalah:
1. Menentukan Tema atau Topik Penelitian
2. Membuat Outline/Kerangka Penelitian
3. Mengumpulkan Bahan
4. Survei Lapangan
5. Membangun Bibliografi
6. Menyusun Hipotesis
7. Menyusun Rancangan Penelitian
8. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan
9. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data
10. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data

11. Merumuskan Kesimpulan dan Teori

Berdasarkan pendekatan di atas pendekatan proses dalam Menyusun daftar pustaka
adalah:

176

• Pertama mahasiswa menentukan tema dan topik yang akan diteliti untuk dapat
menentukan kerangka dan bahan penelitian.

• Kedua mahasiswa membuat konsep atau kerangka penelitian agar dapat menentukan
langkah-langkah yang berurutan dalam menulis karya ilmiah.

• Ketiga mahasiswa mengumpulkan bahan yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam
penulisan karya ilmiah.

• Keempat mahasiswa melakukan survei lapangan untuk dapat mempelajari data-data dari
sampel dan mendapatkan banyak informasi yang terkait dengan penelitian.

• Kelima mahasiswa menuliskan daftar pustaka yang memuat informasi lengkap tentang
gagasan atau sumber yang kita ambil untuk bahan penelitian untuk menghindari
plagiarisme.

• keenam mahasiswa membuat hipotesis atau dugaan sementara dari fenomena yang
kemungkinan merupakan jawaban dari pertanyaan dalam penelitian.

• Ketujuh mahasiswa membuat rencana secara menyeluruh tentang hal yang akan dilakukan
dalam proses penelitian.

• Kedelapan mahasiswa melakukan percobaan untuk menguji hasil berdasarkan metode yang
telah direncanakan sebelumnya yang dapat membantu proses penelitian dan kemungkinan
berhasilnya penelitian.

• kesembilan mahasiswa melakukan pengamatan dan pengujian dari sampel untuk
mendapatkan hasil dari penelitian.

• kesepuluh mahasiswa menganalisis dan menginterpretasikan data penelitian untuk mencari
hasil penelitian.

• kesebelas mahasiswa merumuskan kesimpulan dan teori sebagaimana telah ditemukan saat
mengamati sampel dan saat menemukan fakta-fakta barudari beberapa sumber yang telah
dikumpulkan dan dibaca sebelumnya.

177

Penyusunan Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka dibedakan berdasarkan:penulisan buku, artikel jurnal, artikel
majalah, artikel surat kabar, penelitian yang diterbitkan, penelitian yang tidak diterbitkan.
Segala sumber dan kutipan yang digunakan penulis dalam suatu karya tulis ilmiah baik sumber
tertulis, seperti buku, jurnal, artikel, maupun sumber tercetak seperti, film, video,
kaset,merupakan daftar pustaka.

1. Aturan yang berlaku dalam tulisan pada daftar Pustaka

a. Tidak diberi urutan,
b. Diurutkan berdasarkan huruf awal pada namapenulis,
c. Jika penulis merupakan penyunting, maka bagian belakang nama penulis diberi tanda

(ed).

2. Format tulisan pada daftar putaka yang secara umum digunakan

a. Menuliskan nama keluarga penulis terlebih dahulu berdasarkan urutan abjad,
b. Margin sebelah kiri pada baris pertama daftar psutaka, kemudian dimulai pada 3

ketukan ke dalam untuk baris kedua dan selanjutnya,
c. Menggunakan spasi dengan ukuran 1,5 untuk jarak antar baris.

Selain itu, tiap penulis memiliki format yang berbeda dalam menulis daftar pustaka,
namun terdapat unsur wajib dicantumkan dalam daftar pustaka, yaitu nama penulis, tahun
terbit karangan atau tulisan, judul (buku, artikel, jurnal, dll.), data publikasi (kota tempat
buku diterbitkan dan penerbitan), serta halaman kutipan yang diambil dari buku.

3. Format Penulisan dari Sumber
a. Penulisan Buku
Format penulisan:
Nama Pengarang. Tahun diterbitkan. JUDUL buku. Volume atau Edisi Buku
(jika diperlukan dan tercantum). Kita tempat penerbitan : Nama Penerbit.

Contoh: 178

Ruri, Rianti. 2018. MENULis SUATU Karya TUlis Ilmiah. BandUNg : PUStaka Utama.

Zulmi, Adrian dan Galuh. 2014. Cermat dalam Berbahasa Indonesia. SURABaya :

Akademika Press Indonesia.

Apabila terdapat beberapa pengarang (lebih dari tiga orang).

Kholid, Lukman, dkk. 1997. Pembinaan pada KemampUAN MENULis Ilmiah Bahasa

Indonesia. Medan : Airlangga.

Mengunakan format nama pengarang (berdasarkan urutan alphabet dengan urutan

bagian akhir nama dicantumkan lebih dulu kemudian nama depan atau dibalik. Namun

ini tidak berlaku untuk penulis tambahan), tahun terbit, judul pada buku, kota

tempat penerbitan, dan nama dari penerbitan. Judul pada buku ditulis dengan cetak

miring. Gelar keserjanaan serta gelar akademik nama pengarang, misal, S.Pd.atau

Prof. atau Drs.

b. Buku Terjemahan

Format penulisan:

Penulis. Tahun Terbitan Buku Terjemahan. JUDUL Terjemahan BUKU

(diterjemahkan oleh). Kota Tempat Penerjemah : Nama Penerbit. Tahun asli

buku diterbitkan. Contoh :

Luria. 1986. The Mindofa Memorist (L.Soltarof.Terjemahan). New Zeland : Avoin

Books. Original Book on 1980.

c. Artikel yang berasal dari jurnal

Format tulisan:

Nama Pengarang. Tahun. Judul Artikel. Nama Jurnal (Nomor Atau Volume

Jurnal): Halaman Jurnal.

Contoh :

Afriani. 2016. STRUKTUR Kalimat MaJEMUK Bahasa Sindang Di Kota LUBUK linggAU

dan PengARUHNya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. AKSIS JURNal Pendidikan

Bahasa Indonesia. Volume 1 Nomor 1, Juni 2016.e-ISSN:2630-9040 e-Journal:

http://doi.org/10.21006/AKSIS.

d. Buku Revisi

Format penulisan: 179

Nama Pengarang. Tahun. JUDUL BUKU. Rev.ed. Kota Penerbit : Penerbit.

(dalam Samosir, Astuti dan Ade Siti Haryati, 2016)

Contoh :

Kusumo, Widjojo. 1997. Analisis dalam Wacana sebagai Penerapannya pada Beberapa

Teks. Dalam Bambang Purwanto (rev.ed.). Pellba9. Jakarta : Lembaga Bahasa

Indonesia.

e. Sumber Internet

Format Penulisan :

Nama Pengarang. Tahun. Judul. Alamat Website. Tanggal Akses.

Contoh :

Hamidah, Retno. 2012. Pengertian Karya Ilmiah.

http://www.capeds.co.cc/2010/04/pengertian-karya ilmiah1222222.html (diakses

tanggal 15 Januari 2016)

f. Artikel Majalah

Format penulisan:

Nama Pengarang. Tahun Terbit. JUDUL Artikel. Nama Majalah. Halaman.

Contoh :

Afaf, Husna. 2003. Pendidikan Bahasa dan Anak. Warna. Hlm. 10-17.

g. Pustaka dalam bentuk Skripsi/Tesis/Disertasi

Format penulisan:

Penulis. Tahun. JUDUL Skripsi/Tesis/Disertasi . Skripsi/Tesis/Disertasi. Nama

Universitas

Contoh :

Hardiyanti,Sri. 2008. HUBUNgan Kosa kata dan Tata Bahasa dengan Keterampilan

Berpidato Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri. Tesis. Pasca Sarjana UNY.

h. Pustaka Berupa Film, Video, atau Wawancara

Pada bidang tertentu daftar pustaka dapat berupa film maupun video. Pada

Pustaka dengan sumber berupa video, format penulisannya harus mencantumkan

nama pembuat video, tahun pembuatan video, judul video, kota pembuatan

video, dan durasi video. 180

Contoh :

Si Naga Bonar. Sutradara Muwandi.Dedi. 2011. Video. Sinema, 2013.

e. Lembaga yang menerbitkan tulisan

Lembaga dapat dicantumkan sebagai pengarang apabila buku tersebut tidak

mencantumkan nama pengarang.

Contoh :

Departeman Pendidikan Nasional. 2005. Pedoman PeMBENTUKAn Istilah. Jakarta :

Pusat Bahasa.

f. Internet

Format penulisan:

Nama Penulis. Tahun Terbit. Judul Artikel. Url. Tanggal Diakses.

Contoh:

Widyaning, Retno. 2013. Cara menENTUKAn JUDUL Skripsi/Thesis atAU Tema

Penelitian.http://www.cara.aimyaya.com/2012/12/cara-memilih-judul-

skripsithe66sisatau.html (di aksestanggal 25 Maret2014)

g. Kamus dan Ensiklopedia

Format penulisan:

Nama terakhir penulis, Inisial Nama Pertama (Tanggal). JUDUL Artikel

Ensiklopedia (Volume, Halaman). Kota diterbitkan: NAma Penerbit.

Contoh:

Tamar, Rauf. (1993) Thurber, Jimin. Encyclopedia of Americana. (p.700). New

York: Library Publishing.

h. Majalah dan Artikel Koran

Format penulisan:

Nama terakhir penulis. Inisial Nama Pertama (tanggal diterbitkan). Judul

Artikel. Judul Periode, Nomor Volume (lampirkan nomor jika ada), halaman

inklusif/termasuk di dalamnya.

Contoh:

Industri Nasional: Tak Berdaya Dihantam Impor Komponen dan

Disortasi PERUSahaan. (1997, Januari24). Republika, 14. 181

i. Berkala Online
Format penulisan:
Nama lengkap Penulis. (Tanggal diterbitkan). Judul Artikel. Judul berkala,
nomor volume, hari-bulan yang diambil, tahun, URL lengkap.

j. Dokumen Online
Format penulisan:
Nama lengkap Penulis. (Tanggal diterbitkan). Judul dari Karya. Bulan hari
pengambilan, tahun, URL lengkap.
Contoh:
Rachman, F. (2013). Perpustakaan FEB. Diakses dari Universitas Gadjah Mada,
Situs Web Perpustakaan http://lib.feb.ugm.ac.id/files/sop436/

k. Artikel dari Jurnal, satu penulis, diakses secara online
Contoh:
Rembulan, Anita. 2018. Aspek Koherensi dalam Wacana Opini pada Majalah
RepUBLika. Jurnal Penelitian Sastra Indonesia V2.i1 (47-56).
https://www.neliti.com/publications/80752/aspek-kohesi-konjungsi-dalam-
wacana-opini-pada-majalah-tempo-dan-implikasinya-te3436576. (diakses 10 Juni
2020).

l. Artikel Jurnal dari subkripsi data base (tanpa DOI)
Contoh:
Michael. L.P. (2008). ReTURNon Investment for Inc 12/21/05 to 01/30/08.
(diakses 24 Mei 2012) dari Bloomberg Data.

m. Artikel pada Koran, beberapa penulis, halaman terputus-putus, bentuk cetak
Contoh:
Desain Industri Nasional: Tak Berdaya Dihantam Impor Komponen dan Disortasi
Pasar. (1988, Desember 23). Republika, 13, dilanjutkan pada halaman 16.

182

4. Format Lain Pada Penulisan Daftar Pustaka

Adapun perbedaan sistem MLA dan APA dalam penulisan daftar pustaka. Sebagai
berikut:

Yang terpenting dalam penulisan format daftar pustaka, yaitu pilihlah format yang
akan digunakan secara konsisten, termasuk dalam format yang akan dipakai dalam suatu
lembaga.

183

Evaluasi Pembelajaraan

Soal Pilihan Ganda

1. Aturan yang berlaku dalam tulisan pada daftar pustaka, yaitu…
a. Tidak diberi urutan
b. Berantakan
c. Semaunya

2. Bagaimana format tulisan pada daftar pustaka yang secara umum digunakan di
Indonesai…
a. Menuliskan nama keluarga penulisan terlebih dahulu berdasarkan urutan abjad.
b. Menuliskan nama keluarga penulisan terlebih dahulu berdasarkan pengarang.
c. Menuliskan nama keluarga penulisan terlebih dahulu berdasarkan diri sendiri.

3. Bagaimana format penulisan dari sumber Internet…
a. Nama Pengarang, tahun, judul, alamat website, tanggal akses
b. Nama pengarang, tahun, judul buku, reved, Kota penerbit
c. Nama pengarang. Judul, tahun, website, tanggal akses.

4. Pada pustaka dengan sumber berupa video, salah satu format penulisannya harus
mencantumkan…
a. Pembuka
b. Nama pembuat video
c. Iklan

5. Apa yang harus diperhatikan dalam penulisan format daftar pustaka…
a. Pilihlah format yang akan digunakan secara konsisten
b. Pilihlah format yang akan digunakan secara tidak konsiten
c. Pilihlah format yang akan digunakan secara berantakan

184

Soal Esai

1. Bagian awal atau pendahuluan sebuah karya ilmiah merupakan pengantar untuk
menuju ke bab inti.Pada umumnya berisi tentang?

2. Apa perbedaan antara Skripsi dan Tesis? Jelaskan!
3. Jelaskan pengertian dari tahap penulisan draf!
4. Tuliskan teknik penelitian yg digunakan dalam pembuatan karya ilmiah!
5. Apa arti dari Rasional yang terdapat dalam ciri kebahasaan karya ilmiah?

185

STRUKTUR BABXVI

Struktur bab 16 adalah sebagai berikut :

CAPAIAN PROSES TAHAPAN TATA CARA
PEMBELAJARAA PRESENTASI

EVALUASI
PEMBELAJARAN

186

BAB XV

Capaian Pembelajaraan : Mempresentasikan
Tugas Akhir
• Mahasiswa mampu mempresentasikan
tugas akhir menulis ilmiah Menulis Ilmiah

Pendekatan Proses dalam
Mempresentasikan Tugas AKhir Menulis

Ilmiah

Pendekatan proses yang perlu diperhatikan dalam Mempresentasikan Tugas Akhir
Menulis Ilmiah adalah:
1. Mempersiapkan diri dan berdoa kepada Tuhan YME
2. Melakukan analisis pada sasaran,
3. Membuat kerangka & struktur,
4. Melakukan penelitian kemudian diterapkan,
5. Membuat penulisan,
6. Adanya visualisasi serta media yang digunakan,
7. Melakukan latihan, dan
8. Menyampaikan (penyajian)

Dari ke 8 tahapan proses untuk mempresentasikan hasil Tugas Akhir Menulis Ilmiah
sebagai berikut :
• Pertama Mahasiswa mempersiapkan diri dan mental agar tidak gugup dengan berdoa

187


Click to View FlipBook Version