The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book ini merupakan salah satu media yang dapat digunakan oleh Guru BK/Konselor dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kontrol diri remaja dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba menggunakan pendekatan Gestalt.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mayarahmi94, 2021-10-27 08:11:25

E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera Barat

E-Book ini merupakan salah satu media yang dapat digunakan oleh Guru BK/Konselor dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kontrol diri remaja dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba menggunakan pendekatan Gestalt.

Keywords: Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba,Bimbingan Kelompok,Pendekatan Gestalt,Kontrol Diri Remaja

E-BOOK PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA
MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN

PENDEKATAN GESTALT DALAM PENINGKATAN KONTROL
DIRI REMAJA SISWA SMK PROVINSI SUMATERA BARAT

OLEH:
Prof. Dr. Firman, M.S., Kons
Dr. Yeni Karneli, M.Pd., Kons
Zikry Latupasjana Ersya, M.Pd

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2021

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah Swt karena berkat rahmat, taufik,
hidayah dan inayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan “E-
Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok
Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri
Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera Barat”. Sholawat serta salam
semoga tercurah untuk Baginda Nabi Besar Muhammad Saw yang telah
membawa kita dari zaman jahiliyyah menuju zaman modern saat ini.

E-Book ini merupakan salah satu media yang dapat digunakan oleh
Guru BK/Konselor dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling
untuk meningkatkan kontrol diri remaja dalam pencegahan
penyalahgunaan narkoba menggunakan pendekatan Gestalt. E-book ini
memuat beberapa mekanisme layanan bimbingan dan konseling yang
mencakup tujuan, indikator keberhasilan, waktu, langkah-langkah, materi,
rangkuman, tugas dan evaluasi. Semoga e-book ini dapat digunakan oleh
Guru BK/Konselor untuk membantu siswa dalam layanan bimbingan dan
konseling.

Penulis sudah berusaha untuk menyelesaikan e-book ini dengan
sebaik-baiknya, jika masih ditemui kesalahan, kekurangan dan kelemahan
dengan segala kerendahan hati penulis menerima kritik dan saran dari
pembaca demi kesempurnaan e-book ini.

Padang, …… Juni 2021

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ........................................................................ i

DAFTAR ISI ..................................................................................... ii

TINJAUAN UMUM .........................................................................

A. Latar Belakang Masalah ......................................................... 1

B. Panduan Layanan .................................................................... 4

C. Deskripsi Panduan .................................................................. 6

D. Landasan Penyusunan Panduan ............................................ 7

E. Tujuan Penggunaan Panduan ................................................ 8

F. Pemetaan Kompetensi Dasar dan Indikator .......................... 9

G. Susunan Materi ....................................................................... 9

H. Petunjuk Umum Panduan....................................................... 10

I. Rencana Pelaksanaan Layanan ............................................... 13

Materi 1 : Saya siap Menangkal narkoba

A. RPL........................................................................................... 12

B. Materi....................................................................................... 19

C. Rangkuman.............................................................................. 27

D. Lampiran ................................................................................ 28

Materi 2 : Mari Kenali Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

A. RPL........................................................................................... 44

B. Materi....................................................................................... 49

C. Rangkuman.............................................................................. 51

D. Lampiran ................................................................................ 59

Materi 3 : Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Lingkungan

A. RPL........................................................................................... 63

B. Materi....................................................................................... 63

C. Rangkuman.............................................................................. 70

D. Lampiran ................................................................................ 72

Materi 4 : Jangan Tarik Saya Kedalam Penyalahgunaan Narkoba 74
A. RPL........................................................................................... 75
B. Materi....................................................................................... 82
C. Rangkuman.............................................................................. 83
D. Lampiran ................................................................................ 85
86
PENUTUP .......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................

Tinjauan Umum

A.Latar Belakang Masalah

Dewasa ini penyalahgunaan narkoba merupakan tindakan
merugikan diri sendiri serta dapat menimbulkan ketergantungan serta
berakibat negatif terhadap orang lain (D. Novitasari, 2017). Narkotika
yaitu zat psikoaktif dan psikotropika tergolong zat berbahaya
mempengaruhi jiwa, perasaan, perilaku serta kinerja otak.
Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu permasalahan dunia
(M. Kibtyah, 2017). World Drug Report 2017 menjelaskan sekitar 255
juta penduduk dunia berusia 15-64 tahun pelaku penyalahgunaan
narkoba dengan estimasi kematian 207.400 jiwa pertahun (F. Merz,
2018). Penyalahgunaan narkoba hasil Survey BNN dan Putlikes UI
menemukan penyalahgunaan narkoba di Indonesia mengalami
peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2009 sampai dengan 2011
sebanyak 1,99% jumlah penduduk, 2,21% dari jumlah penduduk dan
2,25% dari jumlah penduduk..

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) tahun 2018
menemukan Provinsi Sumatera Barat berada urutan 23 pengguna
narkoba dari 34 Provinsi di Indonesia. Jumlah penduduk Sumatera
Barat yang berumur 10-59 tahun berjumlah 3.664.900 jiwa, terdapat
63.352 jiwa terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Kategori pekerja
mencapai angka 22.174 jiwa, kategori pelajar dan mahasiswa 20.906
jiwa serta kategori pengangguran dan ibu rumah tangga 20.272 jiwa (B.
Amalianita and F. Firman, 2019). Data Rehabilitas Badan Narkotika
Nasional Provinsi

(BNNP) Sumatera Barat tahun 2018 menunjukkan
penyalahgunaan narkoba oleh pelajar di Sumatera Barat, yaitu tingkat

SD sebanyak 135 orang, SMP sebanyak 209 orang, sedangkan siswa
SMA/SMK sebanyak 373 orang, dimana siswa SMA. Saat ini
penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin meningkat. Pengguna
narkoba di Indonesia mencapai 1,5% atau 3,2 juta dari 220 juta
penduduk dunia. Salah satu faktor lainnya sebagai penyebab, yaitu
rendahnya kontrol diri. Individu yang memiliki kontrol diri rendah
cenderung mudah terbawa arus dalam pergaulan (B. Amalianita and F.
Firman, 2019). Semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi
kenakalan remaja (E. Indrawati and S. Rahimi, 2019).

Berbagai dampak pemakaian narkoba sudah disosialisasikan
namun belum berhasil mengurangi penyalahgunaannya (Q. Aini, 2018).
Program bimbingan konseling di sekolah belum memadai pencegahan
penyalahgunaan narkoba (Q. Sholihah, 2015). Bimbingan kelompok
merupakan salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling jarang
dilaksanakan untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba. Penggunaan
bimbingan kelompok lebih banyak untuk penanggulangan
permasalahan belajar, sosial, pribadi dan karir (F. Firman, Y. Karneli,
and R. Hariko, 2018). Setelah diteliti lebih lanjut ditemukan bimbingan
kelompok dapat digunakan sebagai program pengembangan
keterampilan personal dan interpersonal untuk berkomunikasi (D.
Suryanto, 2019). pengambilan keputusan, peningkatan kontrol diri
sebagai upaya peningkatan kompetensi pribadi dan sosial (F. Firman,
2018).

Bimbingan kelompok efektif dalam peningkatan religiusitas guna
pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi remaja (D. Oktaviani, 2015).
Bimbingan kelompok juga efektif dalam peningkatan kontrol diri
melakukan penyalahgunaan narkoba (L. Fidiawati, F. Firman, and S.
Solfema, 2020). Kondisi dewasa ini, ditemukan Guru BK/Konselor belum
mempunyai E-Book bimbingan kelompok yang bermakna sebagai
intervensi dalam peningkatan kontrol diri remaja guna pencegahan
penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini bermaksud menemukan e-book

bimbingan kelompok menggunakan pendekatan Gestalt dalam
peningkatan kontrol diri remaja, yang bermakna sebagai salah satu
intervensi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melalui E-Book
tersebut diharapkan kontrol diri remaja meningkat sehingga
pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan melalui
bimbingan kelompok dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling
disekolah.

B.E-Book layanan

1. Rasional
Gambaran awal dalam pengembangan e-book dilihat dari

fenomena yang ada di lapangan dan urgensi dari bimbingan dan
konseling kelompok itu sendiri yang berguna untuk meningkatkan
kontrol diri remaja dalam penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan
hasil penelitian yang diperoleh dapat dilihat bahwa masih ada siswa
mempunyai kontrol diri berada pada kategori rendah. Hal ini bisa
saja menjadi penyebab siswa melakukan penyalahgunaan narkoba
yang dapat membahayakan diri siswa itu sendiri maupun orang lain.

E-book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui
Bimbingan Kelompok Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam
Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat disusun agar bisa digunakan oleh Guru BK/Konselor untuk
meningkatkan kontrol diri remaja dalam pencegahan
penyalahgunaan narkoba. E-book ini diharapkan juga bisa
memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya untuk
melakukan peningkatan kontrol diri dan memahami bahaya dari
penyalahgunaan narkoba itu sendiri.
2. Deskripsi

E-book ini dapat dimanfaatkan oleh Guru BK/Konselor untuk
mengembangkan dan meningkatkan wawasan, pengetahuan dan
keterampilan untuk meningkatkan pengetahuan dan selanjutnya

menjadi fasilitator dalam melakukan layanan bimbingan dam
konseling menggunakan pendekatan konseling Gestalt untuk
meningkatkan kontrol diri dalam pencegahan penyalahgunaan
narkoba.
3. Prasyarat

Pengembangan e-book ini dapat digunakan Guru BK untuk
penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling menggunakan
pendekatan Gestalt untuk meningkatkan kontrol diri dalam
pencegahan penyalahgunaan narkoba.

4. Waktu Pelaksanaan
E-book ini dilaksanakan selam 45 menit per pertemuan.

Pertemuan dalam panduan ini sebanyak 4 kali, artinya 4 x 45.
5. Kelengkapan

E-book ini dilengkapi dengan lampiran berupa :
a. RPL
b. Materi
c. Lembar tugas kelompok
d. Lembar evaluasi
e. Lembar refleksi sesuai dengan kegiatan-kegiatan yang

dijalankan per materi.
6. Petunjuk Penggunaan

Sebelum menggunakan e-book ini, peserta perlu
memperhatikan beberapa petunjuk berikut :
a. Bacalah dengan cermat e-book ini. Setiap bagian yang terdapat

pada e-book ini merupakan keterampilan dan pengetahuan yang
peserta perlukan untuk meningkatkan kontrol diri dalam
pencegahan penyalahgunaan narkoba.
b. Apabila mengalami kesulitan dalam proses memahami materi,
peserta dapat mendiskusikannya dengan teman-teman atau
mengkonsultasikannya dengan fasilitator.

c. Setiap tugas yang terdapat pada setiap e-book ini, harus
dikerjakan dengan jujur dan tanggungjawab.

d. Jika peserta telah menguasai secara tuntas semua kegiatan
dalam e-book ini, lakukan penerapan dalam kehidupan sehari-
hari.

7. Langkah-langkah Pendekatan Gestalt
a. Konselor mengembangkan pertemuan konseling, agar tercapai
situasi yang memungkinkan perubahan-perubahan yang
diharapkan pada klien.
b. Konselor berusaha meyakinkan dan mengkondisikan klien
untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sesuai
dengan kondisi klien.
c. Pada kegiatan ini secara khusus melibatkan teknik proyeksi
pada setiap sub topik pembahasan dengan tujuan kontak
nyata terjadi di dalam dan diantara anggota grup.
d. Konselor meminta siswa dalam kelompok untuk mencobakan
atau melakukan terkait dengan hal-hal yang ia tidak mau
melihat dan menerima pada dirinya sendiri atau hal-hal yang
diproyeksikan kepada orang lain.
e. Konselor meminta agar siswa membuat proyeksi terkait
bullying fisik kepada anggota kelompok selanjutnya
menerapkan proyeksi itu kepada diri sendiri.
f. Selama tahap ini, tingkat keterpaduan yang tinggi mendorong
anggota untuk telibat dalam eksperimen demi pembelajaran
baru. Percobaan modifikasi persepsi anggota kelompok
tentang kehidupan batin mereka juga sebagai kehidupan
orang lain. Anggota kelompok memanfaatkan percobaan
sebagai cara untuk membuat penemuan yang signifikan.
g. Setelah klien memperoleh pemahaman dan penyegaran
tentang pikiran, perasaan, dan tingkah lakunya, konselor
mengantarkan klien memasuki fase akhir konseling. Pada

fase ini klein menunjukkan gejala-gejala yang
mengindikasikan integritas kepribadiannya sebagai individu
yang unik dan manusiawi.

C. Deskripsi E-book

Bahan ajar merupakan bagian pokok pada pelaksanaan kegiatan
belajar mengajar yang memudahkan pendidik dan peserta didik
menguasai kompetensi yang perlu dikuasai, sehingga perlu disusun dan
dirancang secara sistematis . Bahan ajar memiliki berbagai bentuk,
salah satunya yaitu electronic book atau buku digital yang dianggap
sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. E-book
berisi informasi digital berwujud teks, gambar, video dan audio yang
terkemas dalam satu file yang dapat dibuka menggunakan komputer,
handphone android maupun perangkat elektronik lainnya. Bahan ajar e-
book diharapkan memudahkan peserta didik dalam memahami materi
(Rahmawati & Susanti, 2020). Dalam hal ini e-book yang telah disusun
berguna untuk meningkatkan kontrol diri remaja dalam pencegahan
penyalahgunaan narkoba yang mana nantinya bisa digunakan oleh
Guru BK. Pengembangan e-book ini berisi mengenai deskripsi e-book,
kegunaan e-book, pemetaan kompetensi dasar dan indikator, susunan
materi, petunjuk umum e-book dan rencana pelaksanaan layanan.

Isi ataupun materi e-book terdiri dari Saya siap Menangkal
narkoba, Mari Kenali Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, Akibat Dari
Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Lingkungan dan Jangan Tarik
Saya Kedalam Penyalahgunaan Narkoba. Keempat materi masing-
masing kegiatan terdiri dari tujuan, indikator keberhasilan, waktu,
langkah-langkah, materi, rangkuman, tugas, evaluasi, daftar dan
penutup yang berada dibagian akhir e-book.

D.Landasan Penyusunan E-book

Penyusunan E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam
Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera Barat,
dilandasi oleh (1) landasan teoritis yang berkaitan dengan penggunaan
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan
Kelompok Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan
Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera Barat dan (2) fakta
yang terjadi.
1. Landasan teoritis

Landasan teoritis, yaitu berisikan tentang hal-hal sebagai
berikut.
a. Sebelum melaksanakan suatu layanan Guru BK/Konselor perlu

membuat rancangan. Rancangan tersebut disusun secara
sistematis, terorganisasi, dan terkoordinasi dalam jangka waktu
tertentu. Penyusunan rancangan ini memegang peran penting
dalam keberhasilan pelaksanaan layanan. Rancangan ini harus
disesuaikan dengan kebutuhan siswa, sehingga apa yang menjadi
tujuan pembelajaran layanan dapat tercapai (Febriany, E.,
Andrawina, L., & Sutari, W, 2017).
b. Salah satu bentuk rancangan yang dapat digunakan oleh Guru
BK/Konselor yaitu buku panduan. Mulyasa (2004) menyatakan
bahwa panduan merupakan alat atau sarana belajar yang berisi
materi, metode, dan cara untuk mengevaluasi yang dirancang
sistematis dan menarik untuk mencapai tujuan pemberian
layanan yang diharapkan.
c. Kesuksesan pemberian layanan bimbingan dan konseling di
sekolah salah satunya dapat dipengaruhi oleh metode yang
diberikan oleh Guru BK/Konselor, penggunaan media yang tepat

dapat membantu Guru BK/Konselor dalam memberikan layanan
yang menarik dan menyenangkan serta efektif.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka e-book ini dapat
digunakan dalam pelaksanaan layanan karena berisi beberapa
rancangan layanan yang disertai dengan materi, lembar evaluasi
serta lembar refleksi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Sehingga dengan penggunaan pengembangan E-Book Pencegahan
Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok
Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri
Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera Barat dapat membantu guru
BK dalam pemberian layanan.
2. Fakta di lapangan berupa hasil penelitian yang dilakukan, sebagai
berikut.
a. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya disimpulkan bahwa

kontrol diri remaja dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba
rendah.
b. Masih ada Guru BK/Konselor yang belum mampu merumuskan
bentuk e-book pelaksanaan layanan yang sesuai dengan kaidah-
kaidahnya, sementara e-book pelaksanaan layanan sangat
membantu dalam pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan dan
konseling.

E. Tujuan Penggunaan E-book

Adapun tujuan penggunaan e-book ini yaitu sebagai berikut.
1. E-Book ini diharapkan dapat membantu Guru BK/Konselor dalam

meningkatkan mutu pelayanan dalam memberikan layanan
bimbingan kelompok di sekolah.
2. E-Book yang telah disusun, dapat dijadikan media bagi Guru
BK/Konselor saat memberikan layanan bimbingan kelompok
menggunakan pendekatan konseling Gestalt kepada siswa yang

secara khusus untuk meningkatkan kontrol diri dalam pencegahan
penyalahgunaan narkoba.

F. Pemetaan Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi dasar dalam e-book ini merujuk pada sejumlah
kemampuan (pemahaman) yang harus dikuasai oleh siswa sebagai
rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam pengembangan E-
Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan
Kelompok Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan
Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera Barat. Indikator
kompetensi merupakan perilaku yang dapat diukur atau diobservasi
untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang
menjadi acuan penilaian dalam e-book ini. Acuan yang dipakai, yaitu
siswa dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam
meningkatkan kontrol diri agar tidak melakukan penyalahgunaan
narkoba.

G.Susunan Materi

Susunan materi yang akan dibahas dalam panduan ini, yaitu
sebagai berikut.
1. Saya siap Menangkal narkoba
2. Mari Kenali Bahaya Penyalahgunaan Narkoba
3. Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Lingkungan
4. Jangan Tarik Saya Kedalam Penyalahgunaan Narkoba

H.Petunjuk Umum E-Book

E-Book pelaksanaan layanan ini memuat serangkaian kegiatan
yang disusun sedemikian rupa, sehingga guru BK/Konselor dapat
menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa
secara kelompok. Selain itu agar memudahkan siswa untuk menguasai

unit materi secara sistematis dan bertahap, guna mencapai tujuan dari
e-book pelaksanaan layanan tersebut.

Penyampaian setiap bagian pokok bahasan dilakukan dalam
periode waktu yang berurutan, karena setiap bagian saling berkaitan.
Materi dari setiap bagian dapat diperkaya atau dimodifikasi sesuai
dengan kebutuhan dan perkembangan yang sedang atau yang akan
terjadi berdasarkan kondisi masalah di sekolah. Terkait dengan proses
penyelenggaraan layanan yang baik, maka pada e-book tersebut
dilengkapi evaluasi.

Secara bertahap, hal-hal yang harus dilakukan oleh guru
BK/Konselor dalam menggunakan panduan adalah sebagai berikut.
1. Guru BK/Konselor sebagai pemimpin kelompok terlebih dahulu

membaca panduan yang tersedia.
2. Guru BK/Konselor menjadikan panduan layanan sebagai sumber

informasi untuk meningkatkan kontrol diri remaja dalam
pencegahan penyalahgunaan narkoba.
3. Guru BK/Konselor membimbing siswa agar tidak kesulitan dalam
mempelajari materi di dalam e-book.
4. Guru BK/Konselor membimbing siswa untuk melengkapi keperluan
dalam memperlajari materi e-book.
5. Guru BK/Konselor memotivasi siswa untuk mencari sumber
pembelajaran lain, seperti buku-buku pendukung dan sumber
relevan di internet.
6. Guru BK/Konselor memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengajukan pertanyaan.
7. Guru BK/Konselor memberi kesempatan kepada siswa untuk saling
mengembangkan perasaan, pikiran, wawasan dan sumbang saran
kepada anggota kelompok.
8. Guru BK/Konselor menilai kemajuan belajar siswa dengan
menggunakan lembar evaluasi dan lembar refleksi untuk melihat
ketercapaian tujuan pembelajaran.



Saya siap Menangkal narkoba

1. Pengertian kontrol diri
2. Faktor yang mempengaruhi

kontrol diri remaja

3. Tips meningkatkan kontrol diri
remaja

Rencana Pelaksanaan Layanan

A. Komponen Layanan Layanan dasar
B. Bidang Layanan
C. Topik Layanan Pribadi
D. Fungsi Layanan Saya siap Menangkal narkoba
E. Materi Layanan Pemahaman

1. Tema Saya siap Menangkal narkoba
2. Sub Tema
a) Pengertian kontrol diri
3. Sumber b) Faktor yang mempengaruhi kontrol
F. Tujuan Layanan
diri
1. Tujuan Umum c) Tips meningkatkan kontrol diri remaja
2. Tujuan Khusus Terlampir

G. Model Konseling Agar peserta layanan dapat memahami
H. Sasaran Layanan
dan mengetahui tentang Materi Saya

Siap Menangkal Narkoba

1) Setelah membahas mengenai Saya

Siap Menangkal Narkoba melalui

model yang diberikan, siswa mampu

mengemukakan pengertian kontrol

diri dengan tepat.

2) Setelah memperhatikan pembahasan

mengenai Saya Siap Menangkal

Narkoba dan merekam

peristiwa/model yang diberikan, siswa

mampu melakukan contoh dari model

tersebut.

3) Setelah memperoleh informasi melalui

model yang diberikan, siswa dapat

memproyeksikan perilaku di

kehidupan sehari-hari.

4) Setelah siswa dapat

menjelaskan/memberikan contoh

tentang Saya Siap Menangkal

Narkoba, siswa memperoleh

penguatan berupa pujian atau sesuatu

yang menyenangkan.

Pendekatan konseling Gestalt

Siswa SMK

I. Waktu 2x45 menit dan
J. Tanggal Pelaksanaan
K. Tempat Pelaksanaan -
L. Metode/Teknik Ruangan bimbingan kelompok
M. Media/Alat Ceramah, diskusi, tanya jawab
penugasan
N. Pelaksana Layanan
“ E-Book Pencegahan Penyalahgunaan

Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok
Menggunakan Pendekatan Gestalt
Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja

Siswa Smk Provinsi Sumatera Barat”.

Guru BK/ Konselor/ Pemimpin Kelompok.

O. Tahap Kegiatan

Tahap Kegiatan Kegiatan Guru BK Kegiatan Siswa
1. Siswa menjawab
Tahap Pembentukan

1. Pembukaan 1. Mengucapkan salam dan

pembukaan oleh pemimpin salam.

kelompok. 2. Siswa merespon
2. Ucapan selamat datang dan Guru BK dengan

terima kasih atas kehadiran semangat.

anggota kelompok. 3. Siswa berdo’a

3. Mengajak siswa berdo’a sebelum bersama.

2. Pernyataan memulai kegiatan. 1. Siswa
1. Menjelaskan pengertian mendengarkan
secara seksama.
tujuan dan bimbingan kelompok
2. Siswa
penjelasan 2. Menjelaskan tujuan bimbingan mendengarkan
secara seksama.
tentang langkah- kelompok.
3. Siswa
langkah kegiatan 3. Menjelaskan cara pelaksanaan mendengarkan
secara seksama.
kelompok bimbingan kelompok.
(pembentukan 4. Menjelaskan azas-azas dari

kelompok) bimbingan kelompok.

5. Pemimpin kelompok membantu 4. Siswa
individu mengeksplorasi mendengarkan
pertanyaan anggota tentang secara seksama.
identitas mereka di grup.
5. Individu mampu
memahami
identitas
mereka di grup.

3. Mengarahkan 1. Perkenalan dengan semua 1. Semua siswa

kegiatan anggota kelompok. (anggota
(konsolidasi) 2. Kegiatan pemimpin diarahkan Kelompok) saling

memberikan iklim kepercayaan Memperkenalkan

yang akan mendukung diri.
pengambilan resiko dan 2. Pemimpin

membuat koneksi antar kelompok

individu. membangkitkan
3. Menampilkan permainan motiviasi

keakraban melalui rangakain anggota

nama. kelompok dan

menjalin

komunikasi

antara anggota

kelompok.
3. Setiap anggota

kelompok

mengikuti

permainan

rangakain nama.

Tahap Peralihan (Transisi)

Proses peralihan 1. Menjelaskan kegiatan yang akan 1. Siswa

ditempuh pada tahap mendengarkan

berikutnya. dan

2. Selama masa transisi ini memperhatikan

kelompok bergulat dengan secara seksama.
masalah pengaruh, otoritas dan 2. Siswa mengikuti

kontrol masa transisi dan

3. Pemimpin tugasnya adalah mengikuti

bekerja meningkatkan peraturan yang

diferensiasi, divergensi dan diberikan oleh

fleksibilitas peran diantara pemimpin

anggota kelompok.

4. Menawarkan sambil mengamati 3. Anggota

apakah para anggota sudah siap kelompok

menjalani kegiatan pada tahap bekerja

selanjutnya. meningkatkan

5. Pemimpin kelompok diferensiasi,

meningkatkan kesadaran dari divergensi dan

norma-norma yang beroperasi fleksibilitas peran

dalam kelompok antar anggota

6. Pemimpin kelompok 4. Siswa merespon

mendorong anggota untuk dan menjawab

menantang norma dan secara penawaran dari

terbuka mengungkapkan pemimpin

perbedaan dan ketidakpuasan kelompok.

dan membedakan peran dari 5. Anggota

anggota kelompok lain. kelompok

memperoleh

kesadaran dan

norma-norma

yang ada dalam

kelompok.
6. Anggota

kelompok dapat

mengemukakan

pendapat yang

berbeda dan

ketidakpuasan

dan

membedakan

peran dari

anggota lain.

Tahap Kegiatan 1. Konselor mengembangkan 1. Siswa merespon
Langkah-langkah
Kegiatan pertemuan konseling, agar dan

tercapai situasi yang mendengarkan

memungkinkan perubahan- secara seksama.

perubahan yang diharapkan

pada klien. Pada tahap ini tema

sangat bergantung pada

pelaksanaan layanan

2. Konselor berusaha meyakinkan 2. Siswa mulai

dan mengkondisikan klien membahas

untuk mengikuti prosedur yang mendiskusikan

telah ditetapkan sesuai dengan topik Saya siap

kondisi klien. Ada dua hal yang Menangkal

dilakukan konselor yaitu, narkoba secara

membangkitkan motivasi klien seksama.

dan membangkitkan otonomi

klien (menekankan bahwa klien

boleh menolak saran-saran

konselor asal dapat

mengemukakan alasan-

alasannya secara bertanggung

jawab).

3. Dalam teknik ini konselor

meminta klien untuk membuat

suatu pernyataan dan kemudian 3. Siswa

klien menambahkan dalam mendengarkan

pernyataan itu dengan kalimat : dan merespon

“…dan saya bertanggung jawab secara seksama

atas hal itu”. Misalnya : “Saya

merasa jenuh, dan saya
bertanggung jawab atas

kejenuhan itu”

“Saya tidak tahu apa yang harus

saya katakan sekarang, dan saya

bertanggung jawab

ketidaktahuan itu”. “Saya malas,

dan saya bertanggung jawab

atas kemalasan itu”.

4. Konselor mendorong klien

untuk mengatakan perasaan- 4. Siswa

perasaannya pada saat ini. Klien mendiskusikan

diberi kesempatan untuk dan saling

mengalami kembali segala bertukar

perasaan dan perbuatan pada informasi

masa lalu, dalam situasi disini mengenai

dan saat ini. Klien fenomena

diperbolehkan memproyeksikan kontrol diri

dirinya kepada konselor. penyalahgunaan

5. Setelah klien memperoleh narkoba

pemahaman dan penyegaran

tentang pikiran, perasaan, dan

tingkah lakunya, konselor 5. Klien

mengantarkan klien memasuki memperoleh

fase akhir konseling. Pada fase pemahaman dan

ini klein menunjukkan gejala- penyegaran

gejala yang mengindikasikan tentang pikiran,

integritas kepribadiannya perasaan, dan

sebagai individu yang unik dan tingkah lakunya.

manusiawi.

Penyimpulan hasil kegiatan

Proses penyimpulan 1. Di akhir proses pelayanan 1. Siswa mengisi
lembar evaluasi
kegiatan pemimpin kelompok meminta

anggota mengungkapkan apa terkait dengan

yang diperoleh dengan mengisi pelaksanaan
lembar evaluasi (Lampiran 1.2). layanan
2. Pemimpin Kelompok meminta Bimbingan
anggota membahas isian kelompok.
evaluasi.
3. Pemimpin kelompok meminta 2. Siswa secara
anggota kelompok untuk bersama-
mengisi lembar indikator sama membahas
keberhasil (Lampiran 1.3) isi
evaluasi.

3. Siswa mengisi
lembar
indikator
keberhasilan.

Tahap Pengakhiran 1. Pemimpin kelompok 1. Siswa
Langkah-langkah mengemukakan bahwa mendengarkan
pengakhiran kegiatan akan segera diakhiri. secara seksama.
bimbingan
kelompok 2. Pemimpin kelompok meminta 2. Siswa (anggota
kelompok)
anggota kelompok mengemukakan
kesan dan hasil-
mengemukakan kesan dan hasil kegiatan.

hasil-hasil kegiatan. 3. Siswa mengisi
lembar refleksi.
3. Pemimpin kelompok

melakukan refleksi dengan

membagikan lembar refleksi

kepada anggota kelompok 4. Siswa

(Lampiran 1.4). mendengarkan

4. Membahas kegiatan lanjutan. secara seksama

5. Mengemukakan pesan dan dan menyetujui

harapan. rencana kegiatan

6. Pemimpin kelompok lanjutan.

mengakhiri kegiatan dengan 5. Siswa

mengucapkan terimakasih dan mendengarkan

salam. dengan seksama

dan merespon

secara positif.

6. Siswa menjawab

salam.

Mengetahui Guru BK/Konselor
Koordinator BK,

…………………………… …………………………
NIP. NIP.

SAYA SIAP MENANGKAL NARKOBA

1. Pengertian Kontrol diri

Kontrol diri merupakan salah satu kebutuhan remaja yang
perlu dipenuhi. Remaja membutuhkan kontrol diri karena pada

umumnya berada dalam masa

ketidakstabilan dan kerentanan.
Pada tahap ini, remaja bebas

menentukan nasibnya sendiri. Jika

Anda melakukannya dengan benar,

Gambar 1. kontrol diri Anda bertanggung jawab untuk

melindungi diri Anda dari kecanduan narkoba, tetapi jika tidak,

masa depan anda menjadi tidak baik.

Kontrol diri merupakan kemampuan untuk menyusun,

membimbing, mengatur, dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat

membawa individu ke arah konsekuensi yang positif (Ghufron &

Risnawati, 2014). Selanjutnya, Salmi (2019) menjelaskan bahwa kontrol

diri merupakan kemampuan individu untuk mengendalikan dorongan-

dorongan, baik dari dalam diri maupun dari luar diri individu. Kontrol

diri membantu menghindari apa yang berbahaya bagi mereka dan

membentuk perilaku positif. Remaja membutuhkan pengendalian diri

yang baik untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Remaja perlu

memahami bahwa penyalahgunaan narkoba berbahaya baik sekarang

maupun di masa depan.

Kontrol diri adalah keterampilan, bukan sifat kepribadian. Ini

adalah apa yang Anda mulai, latih, dan kembangkan saat Anda terbiasa

mengendalikan perilaku Anda. Anda mungkin terlatih dengan baik

untuk menyerah pada tekanan, tetapi Anda mungkin tidak terlatih secara
mandiri. Tidak ada keajaiban dalam pengendalian diri, hanya kesabaran
dan latihan. Kabar baiknya adalah bahwa kontrol diri merupakan sesuatu
yang perlu Anda tingkatkan dalam keterampilan Anda. Otonomi
diartikan sebagai hubungan yang utuh atau terpadu antara individu
dengan lingkungannya. Orang dengan kontrol diri yang baik selalu
berusaha menemukan dan menerapkan perilaku yang sesuai dalam
situasi yang berbeda. Kontrol diri mempengaruhi individu untuk
mengubah perilaku mereka dalam menanggapi situasi sosial, membuat
isyarat situasional lebih reseptif, fleksibel, hangat, dan terbuka (Maisto)
dan Caddy, 1981).

Dapat disimpulkan bahwa kemampuan untuk menyusun,
membimbing, mengatur, dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat
membawa individu ke arah konsekuensi yang positif dan
menghindarkan individu dari situasi yang membuat individu terjerumus
kepada perilaku yang negatif.

2. Faktor yang mempengaruhi kontrol diri remaja

Kontrol diri memegang peranan penting dalam kehidupan remaja.

Pengendalian diri yang tersembunyi di dalam ego tidaklah sama,

hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor berpengaruh yang

membentuknya. Kontrol diri sebagai perantara berbagai psikologi

dan perilaku. Kemampuan untuk

menghindari perilaku mendesak dan

memenuhi kebutuhan adaptif,

Seseorang dengan kontrol diri yang

baik dapat membimbing

tindakannya. Sebaliknya jika seseorang memiliki kontrol diri yang

rendah maka akan mempengaruhi perilaku atau tidak mampu

menghargai perilaku dan menjadi kurang mampu menahan godaan

atau dorongan. Ghufron & Risnawati (2012) membagi faktor-

faktor yang dapat mempengaruhi kontrol diri menjadi 2 (dua),

yaitu :

A. Faktor Internal

Faktor internal yang berkontribusi terhadap pengendalian

diri adalah usia. Bagaimana orang tua menerapkan disiplin,

bagaimana orang tua bereaksi terhadap kegagalan anak-anaknya,

gaya komunikasi, dan bagaimana orang tua mengungkapkan

kemarahan (emosional atau menekan) adalah otonomi anak, itu

adalah awal dari pembelajaran. Seiring bertambahnya usia anak,

komunitas yang memengaruhi mereka tumbuh dan, dengan banyak

pengalaman sosial yang mereka lalui, mereka belajar bereaksi dan

mengendalikan kekecewaan, ketidaksukaan, dan kegagalan.

Individu menggunakan kemampuan prediksi mereka untuk

mengarahkan tindakan mereka melalui proses intelektual. Oleh

karena itu, kemampuan intelektual individu dipengaruhi oleh

seberapa besar kontrol diri individu tersebut.

B. Faktor internal

Faktor eksternal seperti lingkungan

dan keluarga merupakan faktor di luar

kendali diri. Orang tua menentukan

kontrol diri. Disiplin adalah salah satu

Gambar. 3 http://jurnalkeluarga.com hal yang diterapkan orang tua karena
memberikan mereka kepribadian yang

baik dan memungkinkan mereka untuk mengontrol perilaku

mereka. Disiplin yang berlaku dalam kehidupan dapat

mengembangkan kontrol diri dan orientasi diri sehingga seseorang

dapat bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukan.

3. Tips Meningkatkan kontrol diri remaja

Langkah-Langkah untuk Mengontrol Diri menurut
Hermawan, (2013) langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk
mengontrol diri adalah sebagai berikut:

a. Mengenali diri sendiri untuk mengidentifikasi apa yang

sesungguhnya kita rasakan. Setiap

emosi tertentu muncul dalam

pikiran, kita harus dapat menangkap

pesan apa yang ingin disampaikan Gambar.4 kampusgw.com
dan dirasakan oleh kita, apakah

marah, senang, sedih, atau hal lainnya.

b. Memahami dampak dari emosi yang timbul dari diri kita

sendiri apakah berdampak negatif atau positif. Jika kita tidak

bisa memahami dampak dari emosi

yang timbul itu maka kita bisa

mengetahui apa yang akan terjadi Gambar. 5 edukasi.javafx.co.id
dari emosi yang ada tersebut. Jadi

emosi hanyalah awal dari respon manusia dalam sebuah

peristiwa atau kejadian. Kemampuan untuk mengendalikan

dan mengelola emosi dapat membantu kita dalam mencapai

kesuksesan.

c. Tenang dan membuang emosi negatif yang timbul dan berfikir

secara netral dan lebih berfikir ke dampak dari pelampiasan

emosi negatif itu sendiri. Menyadari hidup kita tidak sendiri

dari berbagai masalah dengan banyak orang di sekitar kita

dan membuang ego yang ada dalam diri kita.

d. Berpikir dari sudut orang yang terkena dampak dari emosi

dan ego kemudian kita bisa melihat mengapa orang itu bisa

bertindak seperti itu, tenang dan berpikir secara dingin

merupakan salah satu solusi untuk menangani hal-hal yang
seperti ini.
e. Berusaha mengetahui pesan yang disampaikan oleh emosi, dan
yakin bahwa bisa berhasil menangani emosi ini sebelumnya
dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk
menanganinnya.
f. Lakukan terus dan ingatlah kegagalan adalah pengalaman
terbaik, seseorang bisa belajar untuk menutupi kekurangan
yang ada dalam dirinya sendiri dan itu adalah kemampuan
individu dalam mengelola emosi, karena kitalah sesungguhnya
yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan
sebaliknya. Oleh karena itu menyadari bahwa hidup masih
panjang dan kita masih membutuhkan orang lain dalam hidup
kita.

Kontrol diri yang dimiliki oleh seorang remaja dapat
membantu mereka dalam mengurangi perilaku-perilaku negatif yang
sering muncul pada usia-usia remaja. Feldman dan Weinberger (1994)
(dalam Santrock, 2003) menjelaskan bahwa kontrol diri memainkan
peranan penting dalam kenakalan remaja. Terdapat beberapa upaya
dalam peningkatan kontrol diri yang dikemukakan oleh Nurihsan
(2005) yaitu sebagai berikut:

a. Ingat terus pada Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa mengatur diri
kita

b. Berfikir terlebih dahulu dengan menggunakan akal yang jernih
keuntungan dan kerugian bagi diri kita sebelum melakukan sesuatu ,
salah satunya melakukan penyalahgunaan narkoba.

c. Bertanya pada hati nurani kita yang paling dalam kebaikan dan
keburukan yang akan ditimbulkan dari perbuatan kita jika melakukan
penyalahgunaan narkoba

d. Bersabar apabila terkena musibah, bersyukur apabila mendapat
kenikmatan.

e. Kita bersabardalam mengerjakan sesuatu yang diperintahkan Tuhan

Lampiran

1.1

Lembar Tugas Kelompok

Kerjakanlah tugas di bawah ini secara kelompok !
Dari Topik Saya siap Menangkal narkoba yang telah dibahas,

jelaskan mengapa ananda harus mempunyai kontrol diri dalam kegiatan
sehari-hari ananda dan apa saja yang harus ananda lakukan agar
mempunyai kontrol diri yang baik?

JAWAB
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...

-----Selamat Bekerja----

Lampiran

1.2

Lembar Evaluasi

Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman Ananda !

1. Setelah membahas mengenai pengertian kontrol diri, menurut ananda
bagaimana kemampuan kontrol diri yang anda miliki apakah sudah
bagus ? jelaskan dan berikan contoh?

……………………………………………………………………………………
………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………

2. Beberapa ahli psikologi memberi label bagi remaja sebagai fase penuh
konflik dan penuh tantangan, bedasarkan hal tersebut bagaimana
upaya ananda untuk meningkatkan kontrol diri pada usia remaja?

……………………………………………………………………………………
………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………

………………………………………
……………………………………………………………………………………
………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………
3. Setelah memahami arti Saya siap Menangkal narkoba, apa kesimpulan

yang ananda dapatkan ?
……………………………………………………………………………………
………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………

-----Selamat Bekerja----

Lampiran
1.3

Lembar Refleksi

Pilih salah satu kolom di bawah ini dengan memberikan tanda (√)
pada salah satu emotion yang tersedia, yang mana pilihan tersebut
merupakan gambaran suasana diri Ananda setelah mengikuti layanan BK.
Berikan alasan Ananda di kolom komentar. Isilah dengan sejujurnya dan
sebaik mungkin, karena hal ini tidak akan mempengaruhi nilai Ananda.
Bahkan kerahasiaan Ananda akan terjamin. Ananda tidak perlu
menuliskan identitas Ananda. Selamat bekerja!

https://ikm.pt-medan.go.id/skh

KOMENTAR
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………

MATERI II

Mari Kenali Bahaya
Penyalahgunaan Narkoba

1. Apa itu narkoba
2. Jenis-jenis narkoba
3. Bahaya mengkonsumsi narkoba
4. Strategi pencegahan penyalahgunaan

narkoba

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN

A. Komponen Layanan Layanan dasar
B. Bidang Layanan Pribadi
C. Topik Layanan Mari Kenali Bahaya Penyalahgunaan
Narkoba
D. Fungsi Layanan
E. Materi Layanan Pemahaman

Tema Mari Kenali Bahaya Penyalahgunaan
Narkoba
Sub Tema
a) Apa itu narkoba?
Sumber b) Jenis-jenis narkoba
F. Tujuan Layanan c) Bahaya mengkonsumsi narkoba
d) Strategi pencegahan
Tujuan Umum
penyalahgunaan narkoba
Tujuan Khusus
Terlampir

Agar peserta layanan dapat memahami

arti Bahaya Penyalahgunaan Narkoba.

1) Setelah membahas mengenai Mari

Kenali Bahaya Penyalahgunaan

Narkoba melalui model yang

diberikan, siswa mampu

mengemukakan apa itu narkoba.

2) Setelah memperhatikan

pembahasan mengenai Mari Kenali

Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

dan merekam peristiwa/model yang

diberikan, siswa mampu

melakukan contoh dari model

tersebut.

3) Setelah memperoleh informasi

melalui model yang diberikan, siswa

dapat memproyeksikan perilaku di

kehidupan sehari-hari.

4) Setelah siswa dapat

menjelaskan/memberikan contoh

tentang Mari Kenali Bahaya

Penyalahgunaan Narkoba, siswa

memperoleh penguatan berupa

pujian atau sesuatu yang

G. Model Konseling menyenangkan.
H. Sasaran Layanan Pendekatan Konseling Gestalt
I. Waktu Siswa SMK
J. Tanggal Pelaksanaan 2x45 menit
K. Tempat Pelaksanaan -
L. Metode/Teknik Ruangan bimbingan kelompok
M. Media/Alat Ceramah, diskusi, tanya jawab dan
penugasan
N. Pelaksana Layanan
“ E-Book Pencegahan Penyalahgunaan

Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok
Menggunakan Pendekatan Gestalt
Dalam Peningkatan Kontrol Diri
Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera

Barat”

Guru BK/ Konselor/ Pemimpin
Kelompok.

O. Tahap Kegiatan

Tahap Kegiatan Kegiatan Guru BK Kegiatan Siswa
1. Siswa menjawab
Tahap Pembentukan

1. Pembukaan 1. Mengucapkan salam dan

pembukaan oleh pemimpin salam.

kelompok. 2. Siswa merespon
2. Ucapan selamat datang dan Guru BK dengan

terima kasih atas kehadiran semangat.

anggota kelompok. 3. Siswa berdo’a

3. Mengajak siswa berdo’a sebelum bersama.

2. Pernyataan memulai kegiatan. 1. Siswa
1. Menjelaskan pengertian mendengarkan
secara seksama.
tujuan dan bimbingan kelompok
2. Siswa
penjelasan 2. Menjelaskan tujuan bimbingan mendengarkan
secara seksama.
tentang langkah- kelompok.

langkah kegiatan 3. Menjelaskan cara pelaksanaan

kelompok bimbingan kelompok. 3. Siswa
(pembentukan 4. Menjelaskan azas-azas dari mendengarkan
kelompok) bimbingan kelompok. secara seksama.
5. Pemimpin kelompok membantu
3. Mengarahkan individu mengeksplorasi 4. Siswa
kegiatan pertanyaan anggota tentang mendengarkan
(konsolidasi) identitas mereka di grup. secara seksama.

5. Individu mampu
memahami
identitas
mereka di grup.

1. Perkenalan dengan semua 1. Semua siswa

anggota kelompok. (anggota
2. Kegiatan pemimpin diarahkan Kelompok) saling

memberikan iklim kepercayaan Memperkenalkan

yang akan mendukung diri.
pengambilan resiko dan 2. Pemimpin

membuat koneksi antar kelompok

individu. membangkitkan
3. Menampilkan permainan motiviasi

keakraban melalui rangakain anggota

nama. kelompok dan

menjalin

komunikasi

antara anggota

kelompok.
3. Setiap anggota

kelompok

mengikuti

permainan

rangakain nama.

Tahap Peralihan (Transisi)

Proses peralihan 1. Menjelaskan kegiatan yang akan 1. Siswa

ditempuh pada tahap mendengarkan

berikutnya. dan

2. Selama masa transisi ini memperhatikan

kelompok bergulat dengan secara seksama.
masalah pengaruh, otoritas dan 2. Siswa mengikuti

kontrol masa transisi dan

3. Pemimpin tugasnya adalah mengikuti

bekerja meningkatkan peraturan yang

diferensiasi, divergensi dan diberikan oleh

fleksibilitas peran diantara pemimpin

anggota kelompok.

4. Menawarkan sambil mengamati 3. Anggota

apakah para anggota sudah siap kelompok

menjalani kegiatan pada tahap bekerja

selanjutnya. meningkatkan

5. Pemimpin kelompok diferensiasi,

meningkatkan kesadaran dari divergensi dan

norma-norma yang beroperasi fleksibilitas peran

dalam kelompok antar anggota

6. Pemimpin kelompok 4. Siswa merespon

mendorong anggota untuk dan menjawab

menantang norma dan secara penawaran dari

terbuka mengungkapkan pemimpin

perbedaan dan ketidakpuasan kelompok.

dan membedakan peran dari 5. Anggota

anggota kelompok lain. kelompok

memperoleh

kesadaran dan

norma-norma

yang ada dalam

kelompok.
6. Anggota

kelompok dapat

mengemukakan

pendapat yang

berbeda dan

ketidakpuasan

dan

membedakan

peran dari

anggota lain.

Tahap Kegiatan 1. Konselor mengembangkan 1. Siswa merespon
Langkah-langkah
Kegiatan pertemuan konseling, agar dan

tercapai situasi yang mendengarkan

memungkinkan perubahan- secara seksama.

perubahan yang diharapkan

pada klien. Pada tahap ini tema

sangat bergantung pada

pelaksanaan layanan

2. Konselor berusaha meyakinkan 2. Siswa mulai

dan mengkondisikan klien membahas

untuk mengikuti prosedur yang mendiskusikan

telah ditetapkan sesuai dengan topik Mari Kenali

kondisi klien. Ada dua hal yang Bahaya

dilakukan konselor yaitu, Penyalahgunaan

membangkitkan motivasi klien Narkoba secara

dan membangkitkan otonomi seksama.

klien (menekankan bahwa klien

boleh menolak saran-saran

konselor asal dapat

mengemukakan alasan-

alasannya secara bertanggung

jawab).

3. Dalam teknik ini konselor

meminta klien untuk membuat

suatu pernyataan dan kemudian

klien menambahkan dalam 3. Siswa

pernyataan itu dengan kalimat : mendengarkan

“…dan saya bertanggung jawab dan merespon
atas hal itu”. Misalnya : “Saya secara seksama

merasa jenuh, dan saya
bertanggung jawab atas

kejenuhan itu”

“Saya tidak tahu apa yang harus
saya katakan sekarang, dan saya

bertanggung jawab

ketidaktahuan itu”. “Saya malas,

dan saya bertanggung jawab

atas kemalasan itu”.

4. Konselor mendorong klien

untuk mengatakan perasaan-
4. Siswa

perasaannya pada saat ini. Klien mendiskusikan

diberi kesempatan untuk dan saling

mengalami kembali segala bertukar

perasaan dan perbuatan pada informasi

masa lalu, dalam situasi disini mengenai

dan saat ini. Klien
penyalahgunaan

diperbolehkan memproyeksikan narkoba

dirinya kepada konselor.

5. Setelah klien memperoleh

pemahaman dan penyegaran
5. Klien

tentang pikiran, perasaan, dan memperoleh

tingkah lakunya, konselor pemahaman dan

mengantarkan klien memasuki penyegaran

fase akhir konseling. Pada fase tentang pikiran,

ini klein menunjukkan gejala- perasaan, dan

gejala yang mengindikasikan tingkah lakunya.

integritas kepribadiannya

sebagai individu yang unik dan

manusiawi.
Penyimpulan hasil kegiatan

Proses penyimpulan 1. Di akhir proses pelayanan 1. Siswa mengisi
lembar evaluasi
kegiatan pemimpin kelompok meminta terkait dengan
pelaksanaan
anggota mengungkapkan apa layanan
Bimbingan
yang diperoleh dengan mengisi kelompok.

lembar evaluasi (Lampiran 1.2). 2. Siswa secara
bersama-
2. Pemimpin Kelompok meminta sama membahas
isi
anggota membahas isian evaluasi.

evaluasi. 3. Siswa mengisi
lembar
3. Pemimpin kelompok meminta indikator
keberhasilan.
anggota kelompok untuk

mengisi lembar indikator

keberhasil (Lampiran 1.3)

Tahap Pengakhiran

Langkah-langkah 1. Pemimpin kelompok 1. Siswa
pengakhiran mengemukakan bahwa mendengarkan
bimbingan kegiatan akan segera diakhiri. secara seksama.
kelompok
2. Pemimpin kelompok meminta 2. Siswa (anggota
kelompok)
anggota kelompok mengemukakan
kesan dan hasil-
mengemukakan kesan dan

hasil-hasil kegiatan.

3. Pemimpin kelompok hasil kegiatan.

melakukan refleksi dengan 3. Siswa mengisi

membagikan lembar refleksi lembar refleksi.

kepada anggota kelompok 4. Siswa

(Lampiran 1.4). mendengarkan

4. Membahas kegiatan lanjutan. secara seksama

5. Mengemukakan pesan dan dan menyetujui

harapan. rencana kegiatan

6. Pemimpin kelompok lanjutan.

mengakhiri kegiatan dengan 5. Siswa

mengucapkan terimakasih dan mendengarkan

salam. dengan seksama

dan merespon

secara positif.

6. Siswa menjawab

salam.

…………………………..…

Mengetahui Guru BK/Konselor
Koordinator BK,

…………………………… …………………………
NIP. NIP.

Materi
2

Mari Kenali Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

A. Apa itu narkoba?

Narkotika adalah zat atau

obat yang berasal dari tanaman

atau bukan tanaman, baik sitetis

maupun semi sintetis yang dapat

menyebabkan penurunan atau

perubahan kesadaran, hilangnya Gambar6. Narkoba- tribunnews.com
rasa, mengurangi sampai

menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan

(Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009). Narkoba

psikotropika adalah obat-obatan sintetis non-narkotika alami atau obat-

obatan dengan sifat psikotropika yang dengan tindakan selektif pada

sistem saraf pusat, menyebabkan perubahan karakteristik dalam fungsi

mental dan perilaku (Undang-Undang Republik Indonesia

nomor 5 tahun 1997 tentang (Psikotropika).

Obat psikotropika adalah zat alami dan sintetik yang bukan

narkotika atau obat yang mempunyai sifat psikotropika melalui kerja

selektif pada susunan saraf pusat dan menyebabkan perubahan

karakteristik pada aktivitas mental, semangat, dan perilaku. Ketika

masuk ke dalam tubuh manusia dapat menyebabkan adiksi (kecanduan)

dan mempengaruhi sistem kerja otak (Burlian, 2016). Orang dituduh

menyalahgunakan narkoba karena menggunakan obat-obatan non

medis tanpa pengawasan dokter dan melanggar hukum.

Dapat disimpulkan Narkoba merupakan zat adiktif yang

berbahaya bagi tubuh. Narkoba dapat dipahami sebagai zat buatan yang

dapat mempengaruhi keadaan mental, pikiran, emosi, dan perilaku

orang yang menggunakannya. Dari situs BNN, narkoba atau narkotika
juga dapat dipahami sebagai zat atau obat alami, sintetik, atau semi
sintetik yang menyebabkan hilangnya kesadaran, halusinasi, dan
gairah.

B. Jenis-jenis Penyalahgunaan Narkoba

Pola khusus mempunyai tingkat dari penggunaan,

penyalahgunaan hingga kecanduan, dimulai dengan ketika zat tersebut

membuat tenang, setelah itu orang sering mencari kenyamanan. Jika

pengalaman yang dirasakan tidak nyaman, hentikan penggunaan secara

umum. Penilaian tingkat penggunaan narkoba dibagi sebagai berikut

(Setyowati, Hartati & Sawitri, 2010).

1. Penggunaan Rekreasional/Eksperimental

Penggunaan rekreasional adalah tingkat

terendah penggunaan zat. Hal ini

dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu dan

tekanan teman sebaya (Playmates).

Gambar 7. hellosehat.com Pengguna rekreasional umumnya setuju

dengan penggunaan zat, selama mereka tidak terkait dengan

penggunaan ilegal zat. Contoh umum adalah siswa mencoba ganja

karena memiliki rasa penasaran dan ajakan oleh temannya.

2. Penggunaan Sirkumstansial/Situasional

Penggunaan Sirkumstansial sering terjadi ketika seseorang termotivasi

untuk mencari efek yang diinginkan sebagai cara untuk menghadapi

kondisi tertentu. Misalnya, orang yang sangat pemalu akan

menemukan bahwa menggunakan ganja membuat mereka lebih rileks,

dapat berbicara dengan orang lain, dan merasa lebih terbuka. Pada

tingkat ini, orang dapat menggunakan dalam konteks untuk

menemukan kesenangan.

3. Penggunaan Intensif/Reguler

Beberapa orang mulai menggunakan zat ini untuk tujuan rekreasi atau

untuk berjaga-jaga, tetapi kemudian terus menggunakannya.

Penggunaan stimulan diminum setiap hari dan efektivitasnya

ditingkatkan dengan melanjutkan pada dosis rendah hingga sedang.

Pada level ini, Anda sering termotivasi untuk menggunakan untuk

menghilangkan masalah seperti depresi. Pada level ini, biasanya orang

mulai mengalami masalah dengan penggunaannya.

4. Penggunaan Komplusif/Adiktif

Penggunaan obsesif-kompulsif adalah

bentuk penggunaan yang paling serius dan

berbahaya. Pada tingkat ini, dosis tinggi

Gambar 8 www.balitbangham.go.id teratur atau setiap hari (mungkin beberapa
kali sehari). Pada tingkat ini, zat (narkoba)

lebih penting dalam kehidupan seseorang daripada aktivitas lainnya.

Pada level ini, orang memiliki masalah dengan penggunaan yang

berkelanjutan, tetapi terus menggunakan meskipun mereka tahu ada

masalah. Ini sering disebut sebagai kecanduan.

C. Bahaya Mengonsumsi Narkoba

Bahaya narkoba bukan

hanya pada perilaku dan kondisi

psikis penggunanya. Narkoba juga

bisa membahayakan kesehatan

tubuh secara umum, bahkan bisa Gambar 9. sumber.belajar.kemdikbud.go.id

menimbulkan gangguan yang sifatnya permanen pada beragam organ

tubuh. Karena penasaran, banyak pecandu yang sudah lama terjebak

oleh obat-obatan terlarang tersebut. Kecanduan ini dari waktu ke waktu

dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik, serta

keselamatan pengguna. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang

untuk mengetahui bahaya narkoba sehingga tidak tergoda untuk

mencoba atau bahkan menggunakannya.


Click to View FlipBook Version