Beragam efek yang muncul dari penggunaan narkoba. Setelah
digunakan atau dikonsumsi, narkoba akan larut dan dialirkan melalui
darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Berbagai efek akan dialami oleh
penggunanya, tergantung jenis, dosis, dan lamanya pemakaian narkoba
antara lain:
1. Efek Simultan
Obat-obatan tertentu seperti ekstasi, kokain, dan amfetamin
dapat membuat jantung dan otak bekerja lebih cepat dari biasanya.
Hasilnya, pengguna memiliki lebih banyak energi, merasa lebih kuat,
lebih aktif, dan tidak mudah lelah, terutama selama aktivitas fisik
atau aktivitas.
2. Efek halusinogen
Halusinasi adalah efek dari sebagian besar obat-obatan,
termasuk mariyuana, ekstasi, dan LSD. Pecandu jenis ini tampaknya
melihat sesuatu atau benda yang tidak ada atau tidak asli. Inilah
sebabnya mengapa obat ini kadang-kadang disebut obat psikedelik.
3. Efek depresan
Beberapa jenis narkoba, seperti putaw, heroin, dan ganja,
bekerja dengan cara menekan sistem saraf pusat dan mengurangi
aktivitas fungsional tubuh. Hal ini membuat penggunanya merasa
lebih rileks, mengantuk, napas melambat, tekanan darah menurun,
dan detak jantung melemah.
4. Efek adiktif
Hampir semua jenis narkoba, terutama heroin, kokain, dan
putaw, menyebabkan kecanduan (adiksi) pada penggunanya. Efek ini
membuat penggunanya selalu ingin menggunakan narkoba tersebut.
Risiko dan Bahaya Narkoba bagi Kesehatan Tubuh
Perbedaan efek penggunaan stimulan erat kaitannya dengan risiko
gangguan kesehatan bagi pengguna. Berikut adalah beberapa risiko
kesehatan yang mungkin Anda hadapi:
1. Gangguan fungsi otak
Narkoba dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk
berpikir, kehilangan daya ingat dan konsentrasi, serta mempersulit
pengambilan keputusan yang tepat. Ini karena penggunaan narkoba
jangka panjang dapat menyebabkan perubahan pada sel saraf otak,
merusak bagian otak yang mengontrol kemampuan berpikir dan
berkomunikasi.
2. Dehidrasi
Obat-obatan tertentu, seperti ekstasi, dapat menyebabkan dehidrasi
dan ketidakseimbangan elektrolit. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat
menyebabkan pengguna mengalami kejang, serangan panik, halusinasi,
nyeri dada, dan perilaku agresif.
3. Hilang ingatan
Kandungan berbagai zat di dalam narkoba, seperti gamma-
hidroksibutirat dan rohypnol, dapat menimbulkan efek kebingungan
dan hilang ingatan. Bahkan, penggunanya juga dapat mengalami
gangguan koordinasi gerakan tubuh dan penurunan kesadaran.
4. Halusinasi
Penggunaan mariyuana atau ganja dapat menyebabkan efek
samping berupa halusinasi, peningkatan tekanan darah dan denyut
nadi, gangguan kecemasan, serta paranoid. Selain itu, mariyuana juga
dapat menyebabkan gangguan mental berupa depresi dan gangguan
kecemasan.
5. Kejang dan kematian
Penyalahgunaan, umumnya dikenal sebagai metamfetamin, atau
metamfetamin, opiat, atau kokain, dapat menyebabkan berbagai efek
samping, termasuk perilaku psikotik, kejang, dan bahkan kematian
akibat overdosis.
6. Gangguan kualitas hidup
Ketika seseorang mulai minum obat, mereka cenderung menjadi
ketergantungan. Seiring waktu, pengguna akan membutuhkan dosis
yang lebih tinggi untuk mencapai efek yang sama. Ketika obat mulai
habis, pengguna mengalami gejala putus obat seperti gelisah, sulit
tidur, nyeri otot dan ingin minum obat. Selain berdampak pada tubuh,
bahaya narkoba juga dapat mempengaruhi kualitas hidup pemakainya.
Misalnya di depan lingkungan sosial dan polisi mencuri untuk mencari
uang untuk membeli narkoba. Selain itu, infeksi HIV atau hepatitis B
dapat menyerang pengguna napza, terutama mereka yang
menyuntikkan napza.
D. Strategi pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba
Mengingat bahaya narkoba yang ditimbulkan oleh dan tingkat di
mana remaja terinfeksi mengkonsumsi narkoba, memerlukan upaya
khusus untuk mengatasinya. Untuk mencegah atau memperbaiki
masalah penyalahgunaan zat, dapat diimplementasikan dalam
pendekatan yang berbeda dan dapat diimplementasikan dengan cara
yang berbeda. Pencegahan penyalahgunaan narkoba mesti harus
disiapkan dengan matang, beberapa strategi pencegahan
penyalahgunaan narkoba yaitu:
1. Memilih teman dalam pergaulan
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.
Fakta ini memastikan bahwa orang memiliki teman, dukungan atau
bantuan ketika mereka dalam kesulitan.
Setiap kali Anda berkencan dengan
seseorang, ingatlah untuk memilih
orang-orang dengan kualitas mulia
Gambar 10 http://tisafti.blogspot.com sebagai teman dekat. Teman etis baik
untuk diri mereka sendiri, terutama dan seluruh komunitas.
Berteman dengan orang-orang yang berkepribadian mulia memiliki
efek positif sebesar, karena teman itu mempengaruhi teman-
temannya.
Jika seorang teman baik, itu juga mengarah pada kebaikan,
sebaliknya jika seorang teman buruk, ia menjadi orang baik,
sebaliknya jika seorang teman buruk, itu juga mengarah pada
kejahatan. Manfaat berteman dengan orang baik jauh lebih unggul
dari pada parfum. Bahkan, teman Jerman akan mengajari Anda
untuk membantu Anda belajar sambil bermain.
2. Mencintai diri sendiri
Mencintai diri sendiri merupakan bagian dari amanah dari Tuhan
YME. Diri sendiri sebagai bagian dari amanah Tuhan merupakan
sebuah pengkhianatan pada-Nya ketika seseorang merusak dirinya
sendiri. Mencintai diri sendiri dengan cara tidak menjatuhkan diri
sendiri pada kehancuran, dan mensyukuri kelebihan yang diberikan
Sang Pencipta. Hendaknya tidak seharusnya semua orang harus
menyalahgunakan narkoba untuk menyiksa diri mereka sendiri.
penyalahguna narkoba dimurkai Allah SWT karena menganiaya diri
sendiri, maka dari itu penting bagi kita untuk menjauhkan diri dari
hal tersebut.
3. Mendekatkan diri kepada allah dengan beribadah
Ibadah merupakan perbuatan yang harus dijalankan oleh setiap
orang yang beragama sebagai bentuk
penghambaannya pada Tuhan sesuai
dengan ajaran agamanya. Ibadah yang
dijalankan dengan taat dan rutin akan
Gambar 11 jateng.inews.id mendidik mental dan menjadikan
manusia ingat akan kewajibannya sebagai pemeluk agama. Jika
setiap ibadah wajib dan juga ibadah tambahan yang diajarkan oleh
agama dijalankan dengan baik dan teratur maka akan menjadi
perisai bagi seseorang dalam membentenginya dari pengaruh
penyalahgunaan narkoba.
4. Meningkatkan peran keluarga
Karena peran dalam keluarga sangat penting untuk
pengembangan pribadi orang, kami akan meningkatkan peran
keluarga melalui pilihan keluarga Sakina. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa anak yang menyebalkan dan nakal dari
umumnya berasal dari keluarga
yang hancur (rumah hancur). Dan
unit terkecil dari komunitas adalah
keluarga. Di sinilah tempat
pertama bagi anak-anak
Gambar 12 id.theasianparent.com memperoleh pendidikan perihal
nilai-nilai sejak anak dilahirkan. Maka dengan demikian orang tua
sangat berperan pertama kali dalam mendidik, mengajar,
membimbing, membina, dan membentuk anak-anaknya dengan
memelihara kesejukan, ketentraman, kesegaran, keutuhan
memberikan kasih sayang, pengorbanan, perhatian, teladan yang
baik, pengaruh yang luhur
Lampiran 2.1
22L.1embar Tugas Kelompok
Kerjakanlah tugas di bawah ini secara kelompok !
Dari Topik Mari Kenali Bahaya Penyalahgunaan Narkoba yang
telah dibahas, jelaskan mengapa Ananada harus memahami dan
mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba dalam kegiatan sehari-hari
ananda dan apa saja yang harus Ananda lakukan agar dapat mencegah
penyalahgunaan narkoba?
JAWAB
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
-----Selamat Bekerja----
Lampiran
2.2
Lembar Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman Ananda !
1. Setelah membahas mengenai penyalahgunaan narkoba dikalangan
remaja, menurut ananda apakah remaja saat ini dapat menjadi sudah
mampu mengenali dan menghindari penyalahgunaan narkoba ?
jelaskan dan berikan contoh?
……………………………………………………………………………………
………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
2. Tingginya tingkat penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja
membuat resah lingkungan masyarakat, menurut ananda hal apa
saja yang dapat ananda lakukan untuk mencegah tingginya tingkat
penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja ?
………………………………………………………………………………
……………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
……………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………
Lampiran
2.3
Lembar Refleksi
Pilih salah satu kolom di bawah ini dengan memberikan tanda (√)
pada salah satu emotion yang tersedia, yang mana pilihan tersebut
merupakan gambaran suasana diri Ananda setelah mengikuti layanan BK.
Berikan alasan Ananda di kolom komentar. Isilah dengan sejujurnya dan
sebaik mungkin, karena hal ini tidak akan mempengaruhi nilai Ananda.
Bahkan kerahasiaan Ananda akan terjamin. Ananda tidak perlu
menuliskan identitas Ananda. Selamat bekerja!
https://ikm.pt-medan.go.id/skh
KOMENTAR
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………
MATERI III
Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba
Terhadap Lingkungan
A. Mengenali Tanda-tanda
penyalahgunaan narkoba
B. Hukuman bagi pengedar narkoba
C. Hukum bagi pemakai narkoba
Rencana Pelaksanaan Layanan
A. Komponen Layanan Layanan dasar Narkoba
B. Bidang Layanan Pribadi
C. Topik Layanan
D. Fungsi Layanan Akibat Dari Penyalahgunaan
Terhadap Lingkungan
Materi Layanan Pemahaman
4. Tema
Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba
5. Sub Tema Terhadap Lingkungan
E.
a) Mengenali Tanda-tanda penyalahgunaan
6. Sumber narkoba
Tujuan Layanan
3. Tujuan Umum b) Hukuman bagi pengedar narkoba
c) Hukum bagi pemakai narkoba
4. Tujuan Khusus
F. Terlampir
Agar peserta layanan dapat memahami dan
mengetahui tentang Akibat Dari
Penyalahgunaan Narkoba Terhadap
Lingkungan
1) Setelah membahas mengenai Akibat
Dari Penyalahgunaan Narkoba
Terhadap Lingkungan melalui model
yang diberikan, siswa mampu
mengemukakan akibat penyalahgunaan
narkoba.
2) Setelah memperhatikan pembahasan
mengenai Akibat Dari Penyalahgunaan
Narkoba Terhadap Lingkungan dan
merekam peristiwa/model yang
diberikan, siswa mampu melakukan
contoh dari model tersebut.
3) Setelah memperoleh informasi melalui
model yang diberikan, siswa dapat
memproyeksikan perilaku di kehidupan
sehari-hari.
4) Setelah siswa dapat
menjelaskan/memberikan contoh
tentang Akibat Dari Penyalahgunaan
Narkoba Terhadap Lingkungan, siswa
memperoleh penguatan berupa pujian
atau sesuatu yang menyenangkan.
G. Model Konseling Pendekatan Konseling Gestalt
H. Sasaran Layanan
I. Waktu Siswa SMK
J. Tanggal Pelaksanaan
K. Tempat Pelaksanaan 2x45 menit
L. Metode/Teknik
-
Media/Alat
Ruangan bimbingan kelompok
M.
Ceramah, diskusi, tanya jawab dan
N. Pelaksana Layanan
penugasan
“ E-Book Pencegahan Penyalahgunaan
Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok
Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam
Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa
Smk Provinsi Sumatera Barat”
Guru BK/ Konselor/ Pemimpin Kelompok.
O. Tahap Kegiatan
Tahap Kegiatan Kegiatan Guru BK Kegiatan Siswa
Tahap Pembentukan 1. Siswa menjawab
salam.
1. Pembukaan 1. Mengucapkan salam dan
2. Siswa merespon
pembukaan oleh pemimpin Guru BK dengan
semangat.
kelompok.
2. Ucapan selamat datang dan 3. Siswa berdo’a
terima kasih atas kehadiran
anggota kelompok.
3. Mengajak siswa berdo’a sebelum bersama.
2. Pernyataan memulai kegiatan. 1. Siswa
1. Menjelaskan pengertian mendengarkan
secara seksama.
tujuan dan bimbingan kelompok
2. Siswa
penjelasan 2. Menjelaskan tujuan bimbingan mendengarkan
secara seksama.
tentang langkah- kelompok.
3. Siswa
langkah kegiatan 3. Menjelaskan cara pelaksanaan mendengarkan
secara seksama.
kelompok bimbingan kelompok.
(pembentukan 4. Menjelaskan azas-azas dari 4. Siswa
mendengarkan
kelompok) bimbingan kelompok. secara seksama.
5. Pemimpin kelompok membantu
5. Individu mampu
individu mengeksplorasi memahami
identitas
pertanyaan anggota tentang mereka di grup.
identitas mereka di grup. 1. Semua siswa
3. Mengarahkan 1. Perkenalan dengan semua
kegiatan anggota kelompok. (anggota
(konsolidasi) 2. Kegiatan pemimpin diarahkan Kelompok) saling
memberikan iklim kepercayaan Memperkenalkan
yang akan mendukung diri.
pengambilan resiko dan 2. Pemimpin
membuat koneksi antar kelompok
individu. membangkitkan
3. Menampilkan permainan motiviasi
keakraban melalui rangakain anggota
nama. kelompok dan
menjalin
komunikasi
antara anggota
kelompok.
3. Setiap anggota
kelompok
mengikuti
permainan
rangakain nama.
Tahap Peralihan (Transisi)
Proses peralihan 1. Menjelaskan kegiatan yang akan 1. Siswa
ditempuh pada tahap mendengarkan
berikutnya. dan
2. Selama masa transisi ini memperhatikan
kelompok bergulat dengan secara seksama.
masalah pengaruh, otoritas dan 2. Siswa mengikuti
kontrol masa transisi dan
3. Pemimpin tugasnya adalah mengikuti
bekerja meningkatkan peraturan yang
diferensiasi, divergensi dan diberikan oleh
fleksibilitas peran diantara pemimpin
anggota kelompok.
4. Menawarkan sambil mengamati 3. Anggota
apakah para anggota sudah siap kelompok
menjalani kegiatan pada tahap bekerja
selanjutnya. meningkatkan
5. Pemimpin kelompok diferensiasi,
meningkatkan kesadaran dari divergensi dan
norma-norma yang beroperasi fleksibilitas peran
dalam kelompok antar anggota
6. Pemimpin kelompok 4. Siswa merespon
mendorong anggota untuk dan menjawab
menantang norma dan secara penawaran dari
terbuka mengungkapkan pemimpin
perbedaan dan ketidakpuasan kelompok.
dan membedakan peran dari 5. Anggota
anggota kelompok lain. kelompok
memperoleh
kesadaran dan
norma-norma
yang ada dalam
kelompok.
6. Anggota
kelompok dapat
mengemukakan
pendapat yang
berbeda dan
ketidakpuasan
dan
membedakan
peran dari
anggota lain.
Tahap Kegiatan 1. Konselor mengembangkan 1. Siswa merespon
Langkah-langkah
Kegiatan pertemuan konseling, agar dan
tercapai situasi yang mendengarkan
memungkinkan perubahan- secara seksama.
perubahan yang diharapkan
pada klien. Pada tahap ini tema
sangat bergantung pada
pelaksanaan layanan
2. Konselor berusaha meyakinkan 2. Siswa mulai
dan mengkondisikan klien membahas
untuk mengikuti prosedur yang mendiskusikan
telah ditetapkan sesuai dengan topik Akibat Dari
kondisi klien. Ada dua hal yang Penyalahgunaan
dilakukan konselor yaitu, Narkoba
membangkitkan motivasi klien Terhadap
dan membangkitkan otonomi Lingkungana
klien (menekankan bahwa klien secara seksama.
boleh menolak saran-saran
konselor asal dapat
mengemukakan alasan-
alasannya secara bertanggung
jawab).
3. Dalam teknik ini konselor
meminta klien untuk membuat
suatu pernyataan dan kemudian
klien menambahkan dalam
pernyataan itu dengan kalimat : 3. Siswa
“…dan saya bertanggung jawab mendengarkan
atas hal itu”. Misalnya : “Saya dan merespon
secara seksama
merasa jenuh, dan saya
bertanggung jawab atas
kejenuhan itu”
“Saya tidak tahu apa yang harus
saya katakan sekarang, dan saya
bertanggung jawab
ketidaktahuan itu”. “Saya malas,
dan saya bertanggung jawab
atas kemalasan itu”.
4. Konselor mendorong klien
untuk mengatakan perasaan-
perasaannya pada saat ini. Klien
4. Siswa
diberi kesempatan untuk
mengalami kembali segala mendiskusikan
perasaan dan perbuatan pada dan saling
masa lalu, dalam situasi disini bertukar
informasi
dan saat ini. Klien
diperbolehkan memproyeksikan mengenai topik
dirinya kepada konselor. Akibat Dari
5. Setelah klien memperoleh Penyalahgunaan
pemahaman dan penyegaran Narkoba
tentang pikiran, perasaan, dan Terhadap
tingkah lakunya, konselor Lingkungan
mengantarkan klien memasuki
fase akhir konseling. Pada fase
ini klein menunjukkan gejala- 5. Klien
gejala yang mengindikasikan memperoleh
integritas kepribadiannya pemahaman dan
sebagai individu yang unik dan penyegaran
manusiawi. tentang pikiran,
perasaan, dan
tingkah lakunya.
Penyimpulan hasil kegiatan
Proses penyimpulan 1. Di akhir proses pelayanan 1. Siswa mengisi
lembar evaluasi
kegiatan pemimpin kelompok meminta
anggota mengungkapkan apa terkait dengan
yang diperoleh dengan mengisi pelaksanaan
lembar evaluasi (Lampiran 1.2). layanan
2. Pemimpin Kelompok meminta Bimbingan
anggota membahas isian kelompok.
evaluasi. 2. Siswa secara
3. Pemimpin kelompok meminta bersama-sama
anggota kelompok untuk membahas isi
mengisi lembar indikator evaluasi.
keberhasil (Lampiran 1.3) 3. Siswa mengisi
lembar indikator
keberhasilan.
Tahap Pengakhiran
Langkah-langkah 1. Pemimpin kelompok 1. Siswa
pengakhiran
bimbingan mengemukakan bahwa mendengarkan
kelompok
kegiatan akan segera diakhiri. secara seksama.
2. Pemimpin kelompok meminta 2. Siswa (anggota
anggota kelompok kelompok)
mengemukakan kesan dan mengemukakan
hasil-hasil kegiatan. kesan dan hasil-
3. Pemimpin kelompok hasil kegiatan.
melakukan refleksi dengan 3. Siswa mengisi
membagikan lembar refleksi lembar refleksi.
kepada anggota kelompok 4. Siswa
(Lampiran 1.4). mendengarkan
4. Membahas kegiatan lanjutan. secara seksama
5. Mengemukakan pesan dan dan menyetujui
harapan. rencana kegiatan
6. Pemimpin kelompok lanjutan.
mengakhiri kegiatan dengan 5. Siswa
mengucapkan terimakasih dan mendengarkan
salam. dengan seksama
dan merespon
secara positif.
6. Siswa menjawab
salam.
Mengetahui …………………………..…
Koordinator BK, Guru BK/Konselor
…………………………… …………………………
Materi
3
Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba Terhadap
Lingkungan
A. Mengenali Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba
Penyalahgunaan ini tentu saja
berdampak pada kehidupan seseorang,
baik secara fisik, psikis dan sosial.
Seberapa besar dampak yang terjadi
Gambar 13. bnnkgarut.wordpress.com
sangat tergantung pada : jenis narkoba yang digunakan, cara
menggunakan dan lama penggunaan.
1. Dampak Fisik
Secara fisik, penyalahgunaan narkoba menyebabkan :
a. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-
kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
b. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler)
seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
c. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan
(abses), alergi, eksim
d. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan
fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan
paru-paru
e. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus,
suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
f. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan
padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi
(estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi
seksual
g. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja
perempuan antara lain perubahan periode menstruasi,
ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
h. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya
pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah
tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga
saat ini belum ada obatnya
i. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi
Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan
tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan
kematian.
2. Dampak Psikis
Selain fisik, ada juga dampak psikis yang mungkin terjadi, seperti
:
a. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
b. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
c. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
d. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
e. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan
bunuh diri.
3. Dampak Sosial
Dampak sosial yang mungkin terjadi antara lain :
a. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh
lingkungan
b. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
c. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram.
4. Dampak Strategis
Maraknya penyalahgunaan Narkoba berdampak terhadap
kelangsungan hidup Bangsa dan Negara yaitu rusaknya moral,
hilangnya rasa cinta tanah air dikalangan para remaja dan
generasi muda sebagai pewaris dan penerus perjuangan, penerus
pembangunan, kurangnya kreativitas, Produktivitas serta
semangat bersaing yang akhirnya akan menjadi ancaman bagi
ketahan Nasional (Runtuhnya Negara Republik Indonesia)
dikarenakan sebagian besar generasinya atau masyarakatnya
teler, mabuk mentalnya rusak, perilakunya rusak sehingga
mudah ditaklukkan.
Ketika seseorang menggunakan narkoba, tidak mudah baginya
untuk bersembunyi dari apa yang telah terjadi pada dirinya.
Perubahan secara fisik, sikap dan perilakunya akan mudah untuk
dikenali bahwa dia menggunakan narkoba. Adapun tanda-tanda.
Perubahan fisik, sikap dan perilaku pengguna narkoba adalah
sebagai berikut :
1. Perubahan Fisik
Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara
pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif. Bila
terjadi kelebihan dosis (overdosis) : nafas sesak, denyut jantung
dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal. Saat
sedang ketagihan (sakau) : mata merah, hidung berair, menguap
terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang,
kesadaran menurun. Pengaruh jangka panjang : penampilan
tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan,
gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
2. Perubahan Sikap dan Perilaku
Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas
sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab.
Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari,
mengantuk di kelas. Sering berpergian sampai larut malam,
kadang tidak pulang tanpa ijin. Sering mengurung diri, berlama-
lama di kamar mandi, menghindar bertemu dengan anggota
keluarga yang lain. Sering berbohong,
minta banyak uang dengan berbagai
alasan, tapi tidak jelas
penggunaannya, mengambil dan
menjual barang berharga milik sendiri Gambar 14. kumparan.com
atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan
dengan polisi. Sering bersikap emosional, mudah tersinggung,
pemarah, kasar, bermusuhan, pencurigaan, tertutup dan penuh
rahasia.
Ciri-ciri umum Seorang Pengguna Narkoba
1. Pengguna Yang Coba-coba
a. Suka menyendiri
b. Cara bergaulnya berbeda
c. Cara berpakaiannya berubah
d. Hobinya berubah
e. Prestasi belajarnya menurun
f. Sering keluar malam
g. Pola makannya berubah.
2. Pengguna Tetap
a. Sering bangun terlambat
b. Sering menyendiri
c. Sering tidak masuk sekolah
d. Mempunyai problema dalam keuangan
e. Dikamar mandi berlam-lama
f. Berat badan menurun
g. Sering berontak dan mudah tersinggung
3. Pengguna Yang Kecanduan
a. Bicaranya pelo, ngoceh tidak karuan, suka ketawa
b. Jalannya sempoyongan, gemetaran, penglihatan kabur.
c. Hidungnya beler, ngiler, giginya kotor.
d. Mata merah, sayup, cekung, keluar air mata.
e. Suka bohong, mudah marah, suka merayu.
f. Jarang mandi, pakaian kumuh, rambut kusam.
g. Wajah kelihatan tua, kelihatan kurus, kelihatan keriput.
h. Tidak peduli dengan norma kesopan dan lingkungan.
i. Tidak bergairah atau malas belajar dan prestasi menurun.
j. Suka melawan orang tua atau guru.
k. Suka mencuri punya teman atau keluarga.
l. Ditemukan peralatan pecandu
m. Ada bekas suntik ditangan dan dipaha
n. Gelisah, ada perasaan ingin bunuh diri.
B. Hukum bagi pengedar dan pemakai narkoba
Bentuk tindak pidana narkotika yang umum dikenal antara lain:
1. Penyalahgunaan melebihi dosis hal ini disebabkan oleh banyak
hal, seperti yang telah diuraikan diatas.
2. Pengedaran narkotika
3. Karena keterikatan suatu mata rantai peredaran narkotika, baik
nasional maupun intemasional.
4. Jual beli narkotika Hal ini pada umumnya di latar belakangi oleh
motivasi untuk mencari keuntungan materil, namun ada juga
karena motivasi untuk kepuasan.
Tertuang dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika, berikut ini kutipan pasal diantaranya :
1. Kepemilikan
a. Orang yang memiliki tanaman ganja dipenjara 4 s.d 12 tahun
(Pasal 111 ayat (1)), sementara jika memiliki tanaman ganja
lebih dari 1 kg atau 5 batang dipenjara 5 s.d 20 tahun (Pasal
111 ayat (2)).
b. Orang yang memiliki narkoba jenis inex, ekstasi, sabu, putau,
heroin, kokain dipenjara 4 s.d 12 tahun (Pasal 112 ayat (1)),
sementara jika memiliki lebih dari 5 gram dipenjara 5 s.d 20
tahun (Pasal 112 ayat (2)).
c. Produsen Orang yang membuat narkoba dipenjara 5 s.d 15
tahun (Pasal 113 ayat (1)), sementara jika orang membuat
narkoba lebih dari 1 kg ganja atau 5 gram jenis ineks, ekstasi,
sabu, putau, heroin, kokain dipenjara 5 s.d 20 tahun (Pasal 113
ayat (2)).
d. Pengedar
Orang yang mengedarkan narkoba dipenjara 5 s.d 20 tahun
(Pasal 114 ayat (1)), sementara jika melebihi 1 kg atau 5
batang ganja dan melebihi 5 gram jenis ineks, ekstasi, sabu,
putau, heroin, kokain dihukum mati (Pasal 114 ayat (2)).
e. Kurir
Orang yang menjadi kurir narkoba dipenjara 4 s.d. 12 tahun
(Pasal 115 ayat (1)), sementara sementara jika melebihi 1 kg
atau 5 batang ganja dan melebihi 5 gram jenis ineks, ekstasi,
sabu, putau, heroin, kokain dihukum mati (Pasal 115 ayat (2)).
f. Pemakai
Orang yang memakai narkoba dipenjara 1 s.d 4 tahun (Pasal
127 ayat (1)).
g. Wajib Lapor
Pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika
wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial
(Pasal 54). Orang tua dari pencandu dewasa dan anak wajib
lapor ke Puskesmas/Rumah Sakit/Lembaga Rehabilitasi (Pasal
55 ayat (1) dan (2)) sesuai dengan Peraturan Menteri
Kesehatan No. HK.02.02/Menkes/615/2016 tentang Institusi
Penerima Wajib Lapor. Orang tua atau wali dari pecandu
dewasa dan anak yang tidak lapor dikenai sanksi kurungan 6
bulan (Pasal 128 ayat (1)). Bagi pecandu dewasa wajib lapor ke
Puskesmas/Rumah Sakit/Lembaga Rehabilitasi (Pasal 55 ayat
(2)) sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.
HK.02.02/Menkes/ 615/2016 tentang Institusi Penerima Wajib
Lapor. Bagi pecandu dewasa yang tidak lapor dikenai sanksi
kurungan 6 bulan (Pasal 134 ayat (1)).
h. Peran Serta Masyarakat
Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluasluasnya
untuk berperan serta membantu pencegahan dan
pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap
narkotika dan bahan kimia narkotika. (Pasal 104).
Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah
mengatur jenis-jenis sanksi yang diberikan pada tindak pidana
narkotika antara lain:
1. Tindak Pidana bagi penyalah guna atau sebagai korban
penyalahgunaan narkotika, penyalah guna tersebut wajib
menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.
2. Tindak Pidana Orang Tua / Wali dari Pecandu Narkotika
Narkotika yang Belum Cukup Umur (Pasal 128) dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau
pidana denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).
3. Tindak Pidana yang Dilakukan oleh Korporasi (Pasal 130)
Dipidana dengan pidana penjara dan pidana denda dengan
pemberatan 3 (tiga) kali. Korporasi dapat dijatuhi korporasi
dapat dijatuhi pidana tambahan berupa: a. pencabutan izin
usaha dan/atau b. pencabutan status badan hukum.
4. Tindak pidana bagi Orang yang Tidak Melaporkan Adanya
Tindak Pidana Narkotika (Pasal 131). Dipidana dengan pidana
penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling
banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
5. Tindak Pidana terhadap Percobaan dan Permufakatan Jahat
Melakukan Tindak Pidana Narkotika dan Prekursor (Pasal 132)
Ayat (1), dipidana dengan pidana pidana penjara yang sama
sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal-
Pasal tersebut. Ayat (2), dipidana pidana penjara dan pidana
denda maksimumnya ditambah 1/3 (sepertiga).
6. Tindak Pidana bagi Menyuruh, Memberi, Membujuk, Memaksa
dengan Kekerasan, Tipu Muslihat, Membujuk Anak (Pasal 133)
ayat (1), dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara
seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima)
tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda
paling sedikit Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) dan
paling banyak Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah).
ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima)
tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda
paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan
paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
7. Tindak Pidana bagi Pecandu Narkotika yang Tidak Melaporkan
Diri (Pasal 134) ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak
Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah). ayat (2), dipidana dengan
pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda
paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).
8. Tindak Pidana bagi Pengurus Industri Farmasi yang Tidak
Melaksanakan Kewajiban (Pasal 135). Dipidana dengan pidana
penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 7 (tujuh)
tahun dan pidana denda paling sedikit Rp40.000.000,00 (empat
puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp400.000.000,00 (empat
ratus juta rupiah).
9. Tindak Pidana terhadap Hasil-Hasil Tindak Pidana Narkotika
dan/atau Prekursor Narkotika (Pasal 137) huruf (a), dipidana
dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling
lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). Huruf (b),
dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun
dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling
sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling
banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
10. Tindak Pidana terhadap Orang yang Menghalangi atau
Mempersulit Penyidikan, Penuntutan dan Pemeriksaan
Perkara (Pasal 138) Dipidana dengan pidana penjara paling
lama 7 (tujuh) tahun dan pidana denda paling banyak
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
11. Tindak Pidana bagi Nahkoda atau Kapten Penerbang yang
Tidak Melaksanakan Ketentuan Pasal 27 dan Pasal 28 (Pasal
139) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu)
tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda
paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan
paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
12. Tindak Pidana bagi PPNS, Penyidik Polri, Penyidik BNN yang
Tidak Melaksanakan Ketentuan tentang Barang Bukti (Pasal
140) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu)
tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda
paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan
paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
13. Tindak Pidana bagi Kepala Kejaksaan Negeri yang Tidak
Melaksanakan Ketentuan Pasal 91 Ayat(1) (Pasal 141) dipidana
dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling
lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
14. Tindak Pidana bagi Petugas Laboratorium yang Memalsukan
Hasil Pengujian (Pasal 142) dipidana dengan pidana penjara
paling lama 7 (tujuh) tahun dan pidana denda paling banyak
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
15. Tindak Pidana bagi Saksi yang Memberikan Keterangan Tidak
Benar (Pasal 143) dipidana dengan pidana penjara paling
singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan
pidana denda paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta
rupiah) dan paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta
rupiah).
16. Tindak Pidana bagi Setiap Orang yang Melakukan
Pengulangan Tindak Pidana (Pasal 144) dipidana dengan
pidana maksimumnya ditambah dengan 1/3 (sepertiga).
Tindak Pidana yang dilakukan Pimpinan Rumah Sakit, Pimpinan
Lembaga Ilmu Pengetahuan, Pimpinan Industri Farmasi, dan
Pimpinan Pedagang Farmasi (Pasal 147) dipidana dengan
pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama
10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp100.000.000,00 (serratus juta rupiah) dan paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
Lampiran
3.1
Lembar Tugas Kelompok
Kerjakanlah tugas di bawah ini secara kelompok !
Dari topik Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Lingkungan
remaja dalam menghadapinya yang telah dibahas, jelaskan mengapa
Ananada harus memahami dan mengetahui tanda-tanda
penyalahgunaan narkoba ?
JAWAB
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
-----Selamat Bekerja----
Lampiran
3.2
Lembar Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman Ananda !
1. Pembahasan mengenai Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba
Terhadap Lingkungan dalam menghadapinya, bagaimana
pemahaman anda mengenai tanda-tanda penyalahgunaan narkoba?
jelaskan !
……………………………………………………………………………………
………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
2. Bahaya Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Lingkungan
telah ananda pelajari, apa manfaat yang ananda dapatkan serta
saran untuk para siswa dalam mencegah penyalahgunaan narkoba ?
…………………………………………………………………………………………
…
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………
…………………………………………………………………………………………
…
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………
Lampiran
3.3
Lembar Refleksi
Pilih salah satu kolom di bawah ini dengan memberikan tanda (√)
pada salah satu emotion yang tersedia, yang mana pilihan tersebut
merupakan gambaran suasana diri Ananda setelah mengikuti layanan BK.
Berikan alasan Ananda di kolom komentar. Isilah dengan sejujurnya dan
sebaik mungkin, karena hal ini tidak akan mempengaruhi nilai Ananda.
Bahkan kerahasiaan Ananda akan terjamin. Ananda tidak perlu
menuliskan identitas Ananda. Selamat bekerja!
https://ikm.pt-medan.go.id/skh
KOMENTAR
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………
MATERI IV
Jangan Tarik Saya Kedalam
Penyalahgunaan Narkoba
1. Pengertian pergaulan
2. Pergaulan yang sehat
3. Manfaat pergaulan yang sehat
4. Memanfaatkan media sosial dalam
mencegah penyalahgunaan narkoba
5. Tips menyaring informasi mengenai
narkoba di internet
Rencana Pelaksanaan Layanan
A. Komponen Layanan Layanan dasar
B. Bidang Layanan
C. Topik Layanan Pribadi
D. Fungsi Layanan
E. Materi Layanan Jangan Tarik Saya Kedalam
7. Tema Penyalahgunaan Narkoba
8. Sub Tema
Pemahaman
9. Sumber
F. Tujuan Layanan Jangan Tarik Saya Kedalam
5. Tujuan Umum Penyalahgunaan Narkoba
6. Tujuan Khusus a) Pengertian pergaulan
b) Pergaulan yang sehat
c) Manfaat pergaulan yang sehat
d) Memanfaatkan media sosial dalam
mencegah penyalahgunaan narkoba
e) Tips menyaring informasi mengenai
narkoba di internet
Terlampir
Agar peserta layanan dapat memahami dan
mengetahui tentang Jangan Tarik Saya
Kedalam Penyalahgunaan Narkoba
1) Setelah membahas mengenai Akibat
Dari Penyalahgunaan Narkoba
Terhadap Lingkungan melalui model
yang diberikan, siswa mampu
mengemukakan akibat penyalahgunaan
narkoba.
2) Setelah memperhatikan pembahasan
mengenai Akibat Dari Penyalahgunaan
Narkoba Terhadap Lingkungan dan
merekam peristiwa/model yang
diberikan, siswa mampu melakukan
contoh dari model tersebut.
3) Setelah memperoleh informasi melalui
model yang diberikan, siswa dapat
memproyeksikan perilaku di kehidupan
sehari-hari.
4) Setelah siswa dapat
menjelaskan/memberikan contoh
tentang Akibat Dari Penyalahgunaan
Narkoba Terhadap Lingkungan, siswa
memperoleh penguatan berupa pujian
atau sesuatu yang menyenangkan
G. Model Konseling Pendekatan konseling Gestalt
H. Sasaran Layanan
I. Waktu Siswa SMK
J. Tanggal Pelaksanaan
K. Tempat Pelaksanaan 2x45 menit
L. Metode/Teknik
M. Media/Alat -
N. Pelaksana Layanan Ruangan bimbingan kelompok
Ceramah, diskusi, tanya jawab dan
penugasan
“ E-Book Pencegahan Penyalahgunaan
Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok
Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam
Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa
Smk Provinsi Sumatera Barat”
Guru BK/ Konselor/ Pemimpin Kelompok.
O. Tahap Kegiatan
Tahap Kegiatan Kegiatan Guru BK Kegiatan Siswa
Tahap Pembentukan 1. Siswa menjawab
salam.
1. Pembukaan 1. Mengucapkan salam dan
2. Siswa merespon
pembukaan oleh pemimpin Guru BK dengan
semangat.
kelompok.
2. Ucapan selamat datang dan 3. Siswa berdo’a
terima kasih atas kehadiran
anggota kelompok.
3. Mengajak siswa berdo’a sebelum bersama.
2. Pernyataan memulai kegiatan. 1. Siswa
1. Menjelaskan pengertian mendengarkan
secara seksama.
tujuan dan bimbingan kelompok
2. Siswa
penjelasan 2. Menjelaskan tujuan bimbingan mendengarkan
secara seksama.
tentang langkah- kelompok.
3. Siswa
langkah kegiatan 3. Menjelaskan cara pelaksanaan mendengarkan
secara seksama.
kelompok bimbingan kelompok.
(pembentukan 4. Menjelaskan azas-azas dari 4. Siswa
mendengarkan
kelompok) bimbingan kelompok. secara seksama.
5. Pemimpin kelompok membantu
5. Individu mampu
individu mengeksplorasi memahami
identitas
pertanyaan anggota tentang mereka di grup.
identitas mereka di grup. 1. Semua siswa
3. Mengarahkan 1. Perkenalan dengan semua
kegiatan anggota kelompok. (anggota
(konsolidasi) 2. Kegiatan pemimpin diarahkan Kelompok) saling
memberikan iklim kepercayaan Memperkenalkan
yang akan mendukung diri.
pengambilan resiko dan 2. Pemimpin
membuat koneksi antar kelompok
individu. membangkitkan
3. Menampilkan permainan motiviasi
keakraban melalui rangakain anggota
nama. kelompok dan
menjalin
komunikasi
antara anggota
kelompok.
3. Setiap anggota
kelompok
mengikuti
permainan
rangakain nama.
Tahap Peralihan (Transisi)
Proses peralihan 1. Menjelaskan kegiatan yang akan 1. Siswa
ditempuh pada tahap mendengarkan
berikutnya. dan
2. Selama masa transisi ini memperhatikan
kelompok bergulat dengan secara seksama.
masalah pengaruh, otoritas dan 2. Siswa mengikuti
kontrol masa transisi dan
3. Pemimpin tugasnya adalah mengikuti
bekerja meningkatkan peraturan yang
diferensiasi, divergensi dan diberikan oleh
fleksibilitas peran diantara pemimpin
anggota kelompok.
4. Menawarkan sambil mengamati 3. Anggota
apakah para anggota sudah siap kelompok
menjalani kegiatan pada tahap bekerja
selanjutnya. meningkatkan
5. Pemimpin kelompok diferensiasi,
meningkatkan kesadaran dari divergensi dan
norma-norma yang beroperasi fleksibilitas peran
dalam kelompok antar anggota
6. Pemimpin kelompok 4. Siswa merespon
mendorong anggota untuk dan menjawab
menantang norma dan secara penawaran dari
terbuka mengungkapkan pemimpin
perbedaan dan ketidakpuasan kelompok.
dan membedakan peran dari 5. Anggota
anggota kelompok lain. kelompok
memperoleh
kesadaran dan
norma-norma
yang ada dalam
kelompok.
6. Anggota
kelompok dapat
mengemukakan
pendapat yang
berbeda dan
ketidakpuasan
dan
membedakan
peran dari
anggota lain.
Tahap Kegiatan 1. Konselor mengembangkan 1. Siswa merespon
Langkah-langkah
Kegiatan pertemuan konseling, agar dan
tercapai situasi yang mendengarkan
memungkinkan perubahan- secara seksama.
perubahan yang diharapkan
pada klien. Pada tahap ini tema
sangat bergantung pada
pelaksanaan layanan
2. Konselor berusaha meyakinkan 2. Siswa mulai
dan mengkondisikan klien membahas
untuk mengikuti prosedur yang mendiskusikan
telah ditetapkan sesuai dengan topik Jangan
kondisi klien. Ada dua hal yang Tarik Saya
dilakukan konselor yaitu, Kedalam
membangkitkan motivasi klien Penyalahgunaan
dan membangkitkan otonomi Narkoba secara
klien (menekankan bahwa klien seksama.
boleh menolak saran-saran
konselor asal dapat
mengemukakan alasan-
alasannya secara bertanggung
jawab).
3. Dalam teknik ini konselor
meminta klien untuk membuat
suatu pernyataan dan kemudian
klien menambahkan dalam
pernyataan itu dengan kalimat : 3. Siswa
“…dan saya bertanggung jawab mendengarkan
atas hal itu”. Misalnya : “Saya dan merespon
secara seksama
merasa jenuh, dan saya
bertanggung jawab atas
kejenuhan itu”
“Saya tidak tahu apa yang harus
saya katakan sekarang, dan saya
bertanggung jawab
ketidaktahuan itu”. “Saya malas,
dan saya bertanggung jawab
atas kemalasan itu”.
4. Konselor mendorong klien
untuk mengatakan perasaan-
perasaannya pada saat ini. Klien
4. Siswa
diberi kesempatan untuk
mengalami kembali segala mendiskusikan
perasaan dan perbuatan pada dan saling
masa lalu, dalam situasi disini bertukar
informasi
dan saat ini. Klien
diperbolehkan memproyeksikan mengenai topik
dirinya kepada konselor. Jangan Tarik
5. Setelah klien memperoleh Saya Kedalam
pemahaman dan penyegaran Penyalahgunaan
tentang pikiran, perasaan, dan Narkoba
tingkah lakunya, konselor
mengantarkan klien memasuki
fase akhir konseling. Pada fase 5. Klien
ini klein menunjukkan gejala- memperoleh
gejala yang mengindikasikan pemahaman dan
integritas kepribadiannya penyegaran
sebagai individu yang unik dan tentang pikiran,
manusiawi. perasaan, dan
tingkah lakunya.
Penyimpulan hasil kegiatan
Proses penyimpulan 1. Di akhir proses pelayanan 1. Siswa mengisi
lembar evaluasi
kegiatan pemimpin kelompok meminta
anggota mengungkapkan apa terkait dengan
yang diperoleh dengan mengisi pelaksanaan
lembar evaluasi (Lampiran 1.2). layanan
2. Pemimpin Kelompok meminta Bimbingan
anggota membahas isian kelompok.
evaluasi. 2. Siswa secara
3. Pemimpin kelompok meminta bersama-sama
anggota kelompok untuk membahas isi
mengisi lembar indikator evaluasi.
keberhasil (Lampiran 1.3) 3. Siswa mengisi
lembar indikator
keberhasilan.
Tahap Pengakhiran 1. Siswa
Langkah-langkah 1. Pemimpin kelompok
pengakhiran mengemukakan bahwa mendengarkan
bimbingan
kelompok kegiatan akan segera diakhiri. secara seksama.
Mengetahui 2. Pemimpin kelompok meminta 2. Siswa (anggota
Koordinator BK,
anggota kelompok kelompok)
mengemukakan kesan dan mengemukakan
hasil-hasil kegiatan. kesan dan hasil-
3. Pemimpin kelompok hasil kegiatan.
melakukan refleksi dengan 3. Siswa mengisi
membagikan lembar refleksi lembar refleksi.
kepada anggota kelompok 4. Siswa
(Lampiran 1.4). mendengarkan
4. Membahas kegiatan lanjutan. secara seksama
5. Mengemukakan pesan dan dan menyetujui
harapan. rencana kegiatan
6. Pemimpin kelompok lanjutan.
mengakhiri kegiatan dengan 5. Siswa
mengucapkan terimakasih dan mendengarkan
salam. dengan seksama
dan merespon
secara positif.
6. Siswa menjawab
salam.
…………………………..…
Guru BK/Konselor
…………………………… …………………………
NIP. NIP.
Materi
4
Jangan Tarik Saya Kedalam Penyalahgunaan
Narkoba
A. Pengertian Pergaulan
Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh
individu dengan individu, dapat juga oleh individu dengan kelompok,
seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai
makhluk sosial (zoon-politicon), yang
artinya manusia sebagai makhluk sosial
yang tak lepas dari kebersamaan dengan
manusia lain. Pergaulan mempunyai
Gambar 14. www.satuharapan.com pengaruh yang besar dalam pembentukan
kepribadian seorang individu. Menurut Kahar Masyhur dalam
bukunya yang berjudul Membina Moral dan Akhlak mengartikan
bergaul ialah hidup bersama-sama.
Pergaulan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal
dari kata dasar gaul yang artinya hidup berteman atau bersahabat
(Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996: 296) Pergaulan
merupakan salah satu cara seseorang untuk berinteraksi dengan
lingkungannya. Manusia adalah makhluk sosial memiliki
kecenderungan hidup bersama satu sama lain. Mereka tidak bisa
hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Menurut Abdulah Idi (2011:
83) pergaulan adalah kontak langsung antara individu yang satu
dengan individu yang lainnya. Pergaulan seharihari yang dilakukan
individu satu dengan yang lainnya adakalanya setingkat usianya,
pengetahuannya, pengalamannya, dan jika dilakukan dalam jangka
www.bola.com waktu tertentu akan membentuk jalinan persahabatan atau
pertemanan.Dari pergaulan yang dilakukan oleh siswa, maka siswa
mulai mengenal berbagai pihak yang terdapat dalam lingkungan
pergaulan tersebut.
B. Macam-macam pergaulan.
Macam-macam pergaulan menurut Kahar Masyur dalam buku yang
berjudul Membina Moral dan Akhlak membagi menjadi dua yaitu:
1. Bergaul dengan manusia ramai.
2. Bergaul dengan karib, tetangga, teman-teman, pemimpin, dan
penolong.
C. Pergaulan Yang Sehat
1. Pergaulan Sehat Pada Remaja
Pergaulan sehat dapat juga
diartikan sebagai proses interaksi
yang dilakukan oleh individu dengan
individu, atau individu dengan
kelompoknya dengan normal, baik
tubuh, jiwa maupun kehidupan
sosialnya. Yang dimaksud normal adalah para remaja menyadari
bahwa pergaulan sesama teman dan kelompoknya adalah suatu
keharusan untuk menjalankan fungsi sosialnya agar setiap anak
memperoleh keuntungan pribadi dalam hal perkembangan
kepribadiannya.
2. Beberapa Cara Remaja Bergaul Secara Sehat
a. Adanya kesadaran beragama bagi remaja
Bagi anak remaja, sangat diperlukan adanya pemahaman,
pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran agama.
Kenyataan sehari-hari menunjukkan bahwa remaja yang
melakukan pergaulan tidak sehat sebagian besar kurang
memahami norma agama. Oleh karena itu, kita harus
memiliki kesadaran beragama agar tidak terjerumus dalam
pergaulan yang tidak sehat.
b. Memiliki rasa setia kawan
Rasa setia kawan dibutuhkan agar dapat terjalin hubungan
sosial remaja yang baik, rasa setia kawan dalam hal-hal yang
positif dan bukan sebaliknya
c. Memilih teman
Maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi
agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak
baik/sehat. Walaupun begitu, teman yang pegaulannya buruk
tidak harus kita asingkan, melainkan kita tetap berteman
dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu
dekat/akrab dengan orang yang memiliki sifat yang tidak
baik/sehat.
d. Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif
Manfaatkan waktu luang dengan hal yang positif. misalnya
diarahkan untuk mengembangkan keterampilan atau
penyaluran bakat olahraga, memperdalam kajian agama,
menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.
e. Laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu
Remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya sesuai
dengan norma agama dan norma sosial di Indonesia. Misalnya
menyapa teman lawan jenis dengan sapaan yang baik,
bersahabat dan berteman dengan lawan jenis dengan saling
menghormati dan menghargai, memakai pakaian yang sesuai
dengan situasi dan kondisi serta tidak mempertontonkan
aurat dan sebagainya.
f. Menstabilkan emosi
Kita harus mampu mengendalikan emosi diri kita, jangan
sampai emosi yang menguasai diri kita. Sabar adalah salah
satu kunci penguasaan emosi. Cobalah melatih diri dalam
menyelesaikan masalah dengan komunikasi,bukan dengan
amarah atau emosi.
D. Manfaat Pergaulan Yang Sehat
Menurut Windarto (2020:10), pengaruh positif dalam pergaulan sehat
adalah:
1. Lebih mengenal nilai nilai dan norma social yang berlaku
sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang
tidak dalam melakukan sesuatu.
2. Lebih mengenal kepribadian masing-masing orang sekaligus
menyadari bahwa manusia memiliki keunikan yang perlu
dihargai.
3. Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak
orang sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri.
4. Mampu membentuk kepribadian yang baik sehingga bisa diterima
diberbagai lapisan masyarakat.
E. Memanfaatkan Media Sosial Dalam Mencegah Penyalahgunaan
Narkoba
Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan
peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika sangat
diperlukan sehingga dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2009
perlu dibentuk Badan Narkotika Nasional yang selanjutnya disebut
dengan BNN. BNN merupakan lembaga pemerintah nonkementerian
yang berkedudukan di bawah Presiden dan bertanggung jawab
kepada Presiden. BNN berkedudukan di ibukota negara dengan
wilayah kerja meliputi seluruh wilayah Negara Republik Indonesia
dan mempunyai perwakilan di daerah provinsi dan kabupaten/kota.
BNN Provinsi berkedudukan di ibukota
provinsi dan BNN kabupaten/kota berkedudukan di ibukota
kabupaten/kota, dan BNN kabupaten/kota merupakan instansi
vertical. Selain itu pencegahan narkoba dapat dilakukan melalui
media sosial.
Media sosial adalah sebuah media yang memungkinkan
penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi dan salingberbagi.
Kehadiran media sosial dianggap sebagai wujud dari perkembangan
teknologi berbasis internet yang memungkinkan pengguna untuk
saling berinteraksi secara langsung dalam berbagai bentuk. Media
sosial adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan
dilakukan secara onlineyang memungkinkan manusia untuk
saling berinteraksi tanpa ada batasan ruang dan waktu. Media
sosial juga digunakan untuk mendokumentasikan aktivitas sehari-
hari yang dilakukan oleh manusia(Nuramila, 2020). Media sosial
membawa perubahan besar pada masyarakat. Media sosial yang
ideal bagi masyarakat saat ini adalah media sosial Instagram,
YouTube, Line, WhatsApp, Twitter dan Blog. Hal ini dikarenakan
media sosial dapat memberikan informasi atau berita dengan sangat
cepat namun kebenarannya juga perlu ditelaah lebih lanjut. Media-
media tersebut sangat memudahkan pengguna dari segi
apapun(Nabila, et al.,2020).
Hasil wawancara dalam penelitian Indah Soetantri, 2020.
Mengemukakan bahwa Humas BNN memiliki beberapa media
sosial yang digunakan untuk melakukan interaksi dan berbagi
informasi dengan publik.“...Kitapunya beberapa media sosial
diantaranya: facebook, twitter, instagramdan youtube...” (Wawancara
dengan Bapak Jeffry, Kasubbag Humas BNN).
Konten-konten yang ditunjukkan di media sosial Humas BNN
adalah lebih banyak pada kegiatan yang dilakukan oleh Kepala
BNN. Hal ini dilakukan agar masyarakat luas mengetahui
tentang kinerja dan akuntabilitas Kepala BNN dan kegiatan yang
dilakukan oleh BNN. Media sosial yang dimiliki oleh Humas
BNN juga dimanfaatkan untuk melakukan upaya pencegahan
penyalahgunaan narkoba. Hasil wawancara menunjukkan bahwa
pihak Humas BNN membagikan informasi terkait dengan jenis-jenis
narkoba, dampak, cara pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi bagi
pecandu narkoba dan segala hal yang dapat meningkatkan
pengetahuan masyarakat luas terkait dengan narkoba. Terkait
dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, pihak
Humas BNN melalui media sosial yang dimiliki membagikan
informasi terkait dengan upaya pencegahan, pemberdayaan
masyarakat rehabilitasi, pemberantasan hukum dan kerjasama
pihak BNN. Pihak Humas BNN membagikan informasi dalam
bentuk foto atau gambar dan tulisanterkait dengan informasi
tentang upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat rehabilitasi,
pemberantasan hukum dan kerjasama pihak BNN. Pihak Humas
BNN mengedukasikan secara massif melalui konten-konten media
sosial yang dimiliki agar informasi yang disampaikan dapat
diterima oleh selurub lapisan masyarakat baik di kota maupun desa
selain itu pihak Humas BNN menyampaikan informasi terkait
dengan kegiatan yang dilakukan untuk upaya pencegahan
penyalahgunaan narkoba dan kebijakan BNN dengan pemerintah
terkait dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba
melalui media sosial yang dimiliki. Hal tersebut dilakukan oleh
pihak Humas BNN untuk mempengaruhi pengguna media sosial
dan masyarakat luasagar tidak melakukan perbuatan
penyalahgunaan narkoba.
Penggunaan dan pemanfaatan media sosial merupakan salah
satu cara dalam mempromosikan serta menyebarluaskan program
dan kebijakan pemerintah serta berinteraksi dan menyerap
aspirasi masyarakat sehingga mencapai saling pengertian untuk
kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Pengguna media sosial pada akhirnya membangun sebuah
komunitas sehingga terjalin komunikasi yang intensif. Proses
komunikasi karena ketertarikan yang sama terhadap suatu hal akan
cepat membangun opini publik yang berdampak pada citra dan
reputasi pemerintah. Oleh karena itu, pada masa sekarang danakan
datang, praktisi Humas pemerintah perlu memperhatikan peran
media sosial serta terlibat secara aktif di dalamnya.Secara garis
besar, BNN memiliki tugas dan kewenangan yang sangat relevan
sebagai penyidik tindak pidana kejahatan narkotika. Pada
praktiknya, BNN telah melakukan upaya dalam menanggulangi
angka penyalahguna narkoba seperti: melakukan sosialisasi,
advokasi, pembentukan kader BNN, sarana promotif melalui talk
showdan media televisi lokal serta pembentukan LSM. Selain itu,
BNN melalio HumasBNN telah memanfaatkan media sosial untuk
melakukan tindakan atau upaya penyalahgunaan narkoba.
Pemanfaatan media sosial dianggap sebagai upaya kreatif dan
persuasif yang dilakukan oleh BNN, di mana BNN merupakan
lembaga pemerintah yang memiliki programPencegahan dan
Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba
(P4GN). Media sosial dapat menjadi salah satu alternatif bagi
Humas BNN untuk upaya optimalisasi fungsi dalam
penyampaian informasi kepada masyarakat dalam lingkup yang
lebih luas.
Gustam (2015) menyebutkan bahwa peran dan fungsi dari media
sosial terdiri dari beberapa hal yaitu kesederhanaan, membangun
relasi, jangkauan global dan terukur. Keempat peran dan fungsi
media sosial tersebut juga tampak pada media sosial yang
digunakan oleh Humas BNN dalam upaya penanggulangan
penyalahgunaan narkoba, berikut penjabarannya: