1. Kesederhanaan; hal ini tampak pada media sosial Humas BNN
seperti facebook, instagram, twitterdan youtubeyang dapat
diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat.
2. Membangun relasi; hal ini tampak pada adanya media sosial
Humas BNN yang dapat menjadi wadah bagi masyarakat
untuk menyampaikan keluhan dan masukan terkait dengan
penyajian informasi dan kegiatan Humas BNN. Adanya
penyampaian keluhan dan masukan tersebut nantinya akan
direspon baik oleh pihak Humas BNN sehingga antara pihak
Humas BNN dan masyarakat terjalin relasi atau hubungan yang
saling memberikan feedback.
3. Jangkauan global; hal ini tampak dari akun media sosial
Humas BNN yang menyajikan konten sesuai dengan bidang
dari instansi atau organisasi. Akun media sosial Humas BNN
dimanfaatkan untuk melakukan upaya pencegahan
penyalahgunaan narkoba. Pihak Humas BNN membagikan
informasi terkait dengan jenis-jenis narkoba, dampak, cara
pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi bagi pecandu narkoba
dan segala hal yang dapat meningkatkan pengetahuan
masyarakat luas terkait dengan narkoba. Terkait dengan
upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, pihak Humas BNN
melalui media sosial yang dimiliki membagikan informasi terkait
dengan upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat
rehabilitasi, pemberantasan hukum dan kerjasama pihak BNN.
Pihak Humas BNN membagikan informasi dalam bentuk foto
atau gambar dan tulisan terkait dengan informasi tentang
upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakatrehabilitasi,
pemberantasan hukum dan kerjasama pihak BNN.
4. Terukur; dapat dilihat dari adanya pesan pihak Humas BNN
melalui media sosial yang dimiliki yang menunjukkan bahwa
pada dasarnya pihak Humas BNN memanfaatkan media
sosial adalah untuk mempengaruhi para pengguna media
sosial dan masyarakat luas agar tidak melakukan tindakan
atau perbuatan penyalahgunaan narkoba. Apabila para
pengguna media sosial dan masyarakat mengetahui tentang
pihak yang melakukan tindakan atau perbuatan
menyalahgunakan narkoba,diharapkan para pengguna media
sosial tersebut dapat melaporkan adanya perbuatan
penyalahgunaan narkoba.
Lampiran
4.1
Lembar Tugas Kelompok
Kerjakanlah tugas di bawah ini secara kelompok !
Dari topik Jangan Tarik Saya Kedalam Penyalahgunaan Narkoba yang
telah dibahas, jelaskan mengapa Ananada harus memahami Topik
tersebut?
JAWAB
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
-----Selamat Bekerja----
Lampiran
4.2
Lembar Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman Ananda !
1. Setelah mengamati kondisi penyalahgunaan narkoba yang
dilakukan remaja apa kritik dan saran yang dapat Ananda berikan
kepada pihak kepolisian, pihak sekolah dan pihak keluarga dalam
mengentaskan permasalahan ini!
……………………………………………………………………………………
………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
2. Setelah mengetahui isi topik Jangan Tarik Saya Kedalam
Penyalahgunaan Narkoba, menurut Ananda bagaimana saran
Ananda sebagai generasi masa depan untuk dapat meningkatkan
kontrol diri dalam pencegahan pencegahan penyalahgunaan narkoba
disaat ini?
…………………………………………………………………………………………
…
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………
…………………………………………………………………………………………
…
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………
Lampiran
4.3
Lembar Refleksi
Pilih salah satu kolom di bawah ini dengan memberikan tanda (√)
pada salah satu emotion yang tersedia, yang mana pilihan tersebut
merupakan gambaran suasana diri Ananda setelah mengikuti layanan BK.
Berikan alasan Ananda di kolom komentar. Isilah dengan sejujurnya dan
sebaik mungkin, karena hal ini tidak akan mempengaruhi nilai Ananda.
Bahkan kerahasiaan Ananda akan terjamin. Ananda tidak perlu
menuliskan identitas Ananda. Selamat bekerja!
https://ikm.pt-medan.go.id/skh
KOMENTAR
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………
PENUTUP
Demikian E-book ini disusun, semoga dapat dimanfaatkan oleh Guru
BK/Konselor untuk membantu siswa meningkatkan kontrol diri dalam
pencegahan penyalahgunaan narkoba. E-book ini membahas petunjuk
penggunaan yang perlu dipahami oleh Guru BK/Konselor agar bisa
membantu siswa meningkatkan kontrol diri dalam pencegahan
penyalahgunaan narkoba.
KEPUSTAKAAN
Aini, Q. (2018). Dampak sosialisasi pencegahan narkoba oleh badan narkotika
nasional (BNN) kota Mataram terhadap peningkatan kesadaran siswa
kelas XI MA Nurul Jannah NW Ampenan Tahun Pelajaran 2016/2017
(Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Mataram).
Amalianita, B., & Firman, F. (2019). The effectiveness of group guidance in
increasing the students assertiveness on prevent drug abuse. Jurnal Aplikasi
IPTEK Indonesia, 3(2), 58-65.
Burlian, Paisol. (2016). Patologi Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1996) Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka. Edisi kedua.
Febriany, E., Andrawina, L., & Sutari, W. (2017). Perancangan Standard
Operating Procedure Penetapan Kebutuhan Dan Harapan Siswa
Terhadap Sarana Penunjang Pada Smk Telkom Bandung. eProceedings of
Engineering, 4(3).
Fidiawati, L., Firman, F., & Solfema, S. (2020). Development of Group Counseling
Guidelines for Student Self Control Improvement in Prevention of Drug
Abuse. Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia, 4(1), 24-31.
Firman, F., Karneli, Y., & Hariko, R. (2018). Improving students’ moral logical
thinking and preventing violent acts through group counseling in senior
high schools. Advanced Science Letters, 24(1), 24-26.
Ghufron & Risnawati. (2010). Teori-teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Heriani, I. (2014). Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Secara
Komprehensif. Al-Adl: Jurnal Hukum, 6(11).
Hermawan, A. (2013). PENYULUHAN DAN PENGENALAN BAHAYA NARKOBA
SEBAGAIBENTUK PENCEGAHAN DINI PENGGUNAAN NARKOBA PADA ANAK.
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship, 2(03), 178-182.
Indrawati, E., & Rahimi, S. (2019). Fungsi keluarga dan self control terhadap
kenakalan remaja. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora,
3(2), 86-93.
Jakarta: Erlangga.
Kibtyah, M. (2017). Pendekatan bimbingan dan konseling bagi korban
pengguna narkoba. Jurnal Ilmu Dakwah, 35(1), 52-77.
Maisto, S. A., & Caddy, G. R. (1981). Self-control and addictive behavior:
Present status and prospects. International Journal of the Addictions, 16(1),
109-133.
Merz, F. (2018). United Nations Office on Drugs and Crime: World Drug Report
2017. 2017. SIRIUS-Zeitschrift für Strategische Analysen, 2(1), 85-86.
Mulyasa, E. (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik dan
Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nabila, N., & Andriani, A. (2020). Pengaruh penyuluhan dengan media poster
terhadap peningkatan pengetahuan dan penerapan teknik pengolahan
bahan makanan pada penjamah makanan di Panti Asuhan Kota Banda
Aceh. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 1(2), 195-200
Ningsih, E., Firman, F., & Erlamsyah, E. (2018). Efektivitas Pendekatan Konseling
Realitas Setting Kelompok untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang
Dampak Bahaya Narkoba. Jurnal Neo Konseling, 1, 1-8.
Novitasari, D. (2017). Rehabilitasi Terhadap Terhadap Anak Korban
Penyalahgunaan Narkoba. Jurnal Hukum Khaira Ummah, 12(4), 917-926.
Nuramila, 2020. Kajian Pragmatik Tindak Tutur dalam Media Sosial. Banten:
Yayasan Pendidikan dan Sosial Indonesia Maju (YPSIM).
Oktaviani, A., & Jannah, S. R. (2019). Dukungan Keluarga Dengan Motivasi
Untuk Sembuh Pada Residen Di Instalasi Rehabilitasi Napza. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 4(2).
RACHMAWATI, N. (2020). PEMANFAATAN VIDEO TRACKER DALAM
PENGEMBANGAN EMODUL BERBASIS POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN)
PADA MATERI GERAK PARABOLA KELAS X SMA/MA.
Rini Risnawati, S., & Ghufron, M. N. (2012). Teori-Teori Psikologi. Diedit oleh Rose
Kusumaningratri, 167-175.
Salmi, S., Hariko, R., & Afdal, A. (2019). Hubungan kontrol diri dengan perilaku
bullying siswa. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 88-99.
Santrock, J,W. 2003. Adolescene: Perkembangan Remaja (6rd ed)
Setyowati, A. (2010). Hubungan antara kecerdasan emosional dengan resiliensi
pada siswa penghuni rumah damai (Doctoral dissertation, UNDIP).
Sholihah, Q. (2015). Efektivitas program p4gn terhadap pencegahan
penyalahgunaan NAPZA. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 153-
159.
Sulaiman, A. I., Noegroho, A., Suryanto, S., & Weningsih, S. (2019). The Holistic
Rehabilitation Model for Drug Addicts, Phubbing and Conduct Disorder in
Boarding Schools. Humanities and Social Science Research, 2(4), p34-p34.
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika