The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by g-50074152, 2023-11-02 10:14:36

Buku Rujukan Biologi

Tingkatan 4 KSSM

Keywords: Rujukan

Unit 14 199  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 2 Ciri-ciri vertebra serviks: Characteristics of cervical vertebrae: Vertebra Vertebra Struktur vertebra Structure of vertebra Ciri-ciri dan fungsi Characteristics and functions Atlas (1) Atlas (1) Cuaran spina Spinous process Ligamen / Ligament Foramen melintang Transverse foramen Salur saraf Neural canal Muka sendi hadapan untuk bersendi dengan tombol pada dasar tengkorak Superior facet to articulate with knob on the base of cranium Cuaran melintang Transverse process Ruang untuk cuaran odontoid mengunjur Space for odontoid process to fit (a) Salur saraf yang besar / Has large neural canal (b) Tiada sentrum / No centrum (c) Mempunyai dua salur arteri vertebra / foramen melintang – membenarkan arteri melaluinya ke otak Has two vertebrarterial canals / transverse foramen – allow arteries to pass through to the brain (d) Fungsi / Functions: • Pergerakan mengangguk Nodding movement • Menyokong tengkorak Supports the skull Axis (1) Axis (1) Cuaran odontoid Odontoid process Cuaran spina Spinous process Salur saraf Neural canal Cuaran melintang Transverse process Foramen melintang Transverse foramen (a) Cuaran odontoid mengunjur ke dalam bahagian ventral salur saraf vertebra atlas dan bertindak sebagai pangsi untuk membolehkan kepala digerakkan dari sisi ke sisi Odontoid process extends into ventral part of the neural canal of atlas and acts as pivot to allow the head to move side-to-side (b) Mempunyai dua salur arteri vertebra / foramen melintang / Has two vertebrarterial canals / transverse foramen (d) Fungsi / Function: Pergerakan kepala sisi ke sisi Side-to-side head movement Serviks (7) Cervical (7) Sentrum Centrum Cuaran spina Spinous process Salur saraf Neural canal Muka sendi Articulating surface Cuaran melintang Transverse process Lengkuk saraf Neural arch Foramen melintang Transverse foramen (a) Cuaran melintang yang lebar dan pendek Broad and short transverse process (b) Sentrum yang lebar / Broad centrum (c) Mempunyai dua salur arteri vertebra / foramen melintang / Has two vertebrarterial canals / transverse foramen (d) Fungsi / Functions: • Menyokong kepala dan leher Support head and neck • Perlekatan untuk otot leher Attachment for neck muscles • Mempunyai cuaran spina yang pendek Has a short spinous process 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 199 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14  Nilam Publication Sdn. Bhd. 200 MODUL • Biologi Tingkatan 4 Vertebra Vertebra Struktur vertebra Structure of vertebra Ciri-ciri dan fungsi Characteristics and functions Toraks (12) Thoracic (12) Cuaran spina Spinous process Lengkuk saraf Neural arch Salur saraf Neural canal Sentrum Centrum Muka sendi Articulating surface Cuaran melintang Transverse process (a) Mempunyai cuaran spina panjang yang menghala ke belakang Has long spinous process which points backwards (b) Fungsi / Functions: • Menyokong tulang rusuk dalam membentuk sangkar rusuk dengan menyediakan permukaan untuk perlekatan otot pada cuaran melintang dan sentrum Support the rib bones to form the rib cage and provide surface for attachment of muscles to the tranverse process and centrum • Perlekatan otot bagi menyokong kepala dan leher / Muscle attachment to support head and neck • Sentrum besar dan tebal Large and thick centrum • Cuaran melintang yang panjang Long transverse process Lumbar (5) Lumbar (5) Cuaran spina Spinous process Cuaran melintang Transverse process Salur saraf Neural canal Sentrum Centrum Muka sendi Articulating surface (a) Vertebra paling besar dan paling kuat dalam turus vertebra / The largest and strongest vertebra in the vertebral column (b) Sentrum besar dan tebal Large and thick centrum (c) Cuaran melintang adalah panjang dan pipih Transverse process is long and flat (d) Cuaran spina adalah pendek Spinous process is short (e) Fungsi / Function: Sentrum besar menyokong berat bahagian pinggang / The large centrum supports the weight of the lower back Sakrum (5) dan kaudal (4) Sacrum (5) and caudal (4) Apeks Apex Sentrum Centrum Permukaan untuk bersendi dengan lengkungan pelvis Facets to articulate with pelvic girdle Sakrum Sacrum Kaudal Caudal Salur yang dilalui oleh saraf dan salur darah The channel passed by nerves and blood vessels (a) Lima tulang bertaup bersama membentuk struktur segi tiga yang lebar dikenali sebagai sakrum Five bones fused together forming a broad triangular structure known as sacrum (b) Koksiks dibentuk oleh gabungan empat tulang vertebra / Coccyx is formed by fusion of four vertebrae bones (c) Fungsi / Function: Mengimbangkan dan menyokong kedudukan semasa duduk Balances and supports sitting position 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 200 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14 201  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 SP 14.2.4 Menyatakan jenis sendi dalam sistem rangka manusia iaitu sendi tidak bergerak, sendi bergerak sedikit dan sendi bebas bergerak 1 Pergerakan anggota manusia dapat dilakukan dengan: / Movement of human limbs can be done by: (a) adanya sendi , di mana dua atau lebih tulang bertemu. the presence of joints in which two or more bones meet. (b) tindakan antara otot rangka dan tulang. / the actions between skeletal muscles and bones. 2 Terdapat tiga jenis sendi utama dalam manusia. / There are three types of main joints found in humans. Jenis sendi Types of joint Ciri-ciri Characteristics Contoh Examples Sendi tidak bergerak Immovable joints • Tulang bercantum bersama dengan gentian tisu penghubung / Bones attached together by fibrous connective tissue • Tiada pergerakan dibenarkan No movement is allowed • Sendi ini dikategori sebagai sutur These joints are categorised as sutures • Sendi dalam tengkorak Joints in skull • Sendi dalam lengkungan pelvis Joints in pelvic girdle Sendi bergerak sedikit Slightly moveable joints • Tulang bercantum bersama dengan rawan Bones attached together by cartilage • Pergerakan adalah sedikit dan terhad Movement is limited • Sendi antara vertebra Joints between vertebrae • Sendi antara tulang rusuk dengan sternum Joints between ribs and sternum Sendi bebas bergerak Freely moveable joints • Tulang bersendi bersama dengan bendalir sinovia Bones jointed together with synovial fluid • Pergerakan dalam satu satah atau semua satah Movement in one plane or all planes • Sendi ini juga dikenali sebagai sendi sinovia These joints are known as synovial joints • Sendi engsel (humerus dengan ulna dan radius, femur dengan tibia dan fibula, antara falanks) Hinge joints (humerus with ulna and radius, femur with tibia and fibula, between phalanges) • Sendi lesung (humerus dengan skapula, femur dengan lengkungan pelvis) Ball-and-socket joints (humerus with scapula, femur with pelvic girdle) Sendi / Joint Jenis vertebra Types of vertebrate Vertebra serviks Cervical vertebrae Vertebra toraks Thoracic vertebrae Vertebra lumbar Lumbar vertebrae Cuaran spina Spinous process Pendek Short Panjang Long Pendek Short Cuaran melintang Transverse process Lebar dan pendek Broad and short Panjang Long Pendek Short Sentrum Centrum Kecil Small Bersaiz sederhana Medium size Besar Large Foramen melintang Transverse foramen Mempunyai sepasang foramen melintang Has a pair of transverse foramen Tiada Absent Tiada Absent 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 201 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14  Nilam Publication Sdn. Bhd. 202 MODUL • Biologi Tingkatan 4 3 Lengkapkan sendi engsel lengan manusia di bawah. Complete the hinge joint of human arm below. SP 14.2.5 Melukis, melabel dan menerangkan struktur sendi engsel lengan manusia: tulang, rawan, otot rangka, tendon, ligamen, membran sinovia dan bendalir sinovia Tulang sendi Articulating bone Kaviti sendi yang mengandungi bendalir sinovia Joint cavity which contains synovial fluid Rawan Cartilage Membran sinovia Synovial membrane Tulang sendi Articulating bone Kapsul sendi Joint capsule • Rawan melindungi sendi, menyerap hentakan, dan mengurangkan geseran antara tulang Cartilage cushions the joints, absorbs shocks and reduces friction between bones • Melindungi tulang dari kehausan / Protects the bones from wearing away Merembeskan bendalir sinovia ke dalam ruang sinovia Secretes synovial fluid into the synovial cavity Bertindak sebagai pelincir yang mengurangkan geseran antara hujung tulang Acts as a lubricant which reduces the friction between the ends of the bones Contoh sendi bergerak Examples of movable joint • Membenarkan pergerakan 360°/ semua satah Allowing 360°movements / all planes • Contoh / Examples: Lengkungan pektoral ↔ Humerus Pectoral girdle ↔ Humerus Lengkungan pelvis ↔ Femur Pelvic girdle ↔ Femur Sendi lesung A ball-and-socket joint • Membenarkan pergerakan 180°/ satu satah Allowing 180°movements / single plane • Contoh / Examples: Humerus ↔ Ulna dan radius Humerus ↔ Ulna and radius Femur ↔ Tibia dan fibula Femur ↔ Tibia and fibula Sendi engsel A hinge joint 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 202 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14 203  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 Struktur Structure Ciri-ciri Characteristics Fungsi Functions Tendon Tendons • Tidak kenyal Not elastic • Kuat / Strong • Tisu penghubung Connective tissues • Menghubungkan otot dengan tulang Joins muscles to bones • Menghantar daya tarikan yang dikenakan oleh pengecutan otot dan menarik tulang ke atas Transmits pulling force exerted by contraction of muscles to the bone and pulls it up Ligamen Ligaments • Kenyal / Elastic • Kuat / Strong • Tisu penghubung Connective tissues • Fleksibel / Flexible • Menghubungkan tulang dengan tulang / rawan Joins bone to bone / cartilage • Memegang sendi bersama Holds joints together • Mengelakkan terseliuh Prevents dislocation • Membenarkan pergerakan yang terhad Allows limited movements Otot Muscles Otot berantagonis / Antagonistic pairs: • Sepasang otot yang bekerja bersama A pair of muscles that work together • Apabila satu mengecut, otot pasangannya mesti mengendur When one contracts, the other relaxes • Contoh: Otot biseps dan triseps pada lengan Example: Biceps and triceps of the arm • Mengenakan daya tarikan ke atas tulang Exert pulling force onto bones • Menyokong pergerakan dan gerak alih Supports movement and locomotion Ligamen Ligament Tendon Tendon Otot biseps Biceps Otot triseps Triceps Skapula Scapula Radius Radius Ulna / Ulna Tulang Bone Gentian otot Muscle fibre Tendon Tendon Berkas gentian otot Bundle of muscle fibre Peranan Otot Rangka, Ligamen dan Tendon dalam Pergerakan Roles of the Skeletal Muscles, Ligaments and Tendons in Movement 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 203 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14  Nilam Publication Sdn. Bhd. 204 MODUL • Biologi Tingkatan 4 1 Tindakan antara otot rangka dan tulang pada sendi menyebabkan pergerakan. Actions between skeletal muscles and bones at joint causing movement. 2 Pergerakan lengan dan kaki manusia berlaku akibat tindakan pasangan otot rangka berantagonis. Movements of arm and leg are due to the actions of antagonistic pair of skeletal muscles. 3 Pergerakan lengan: / Movements of arm: Membengkokkan lengan / Bending of the arm Skapula Scapula Triseps mengendur Triceps relaxes Humerus Humerus Sendi siku Elbow joint Ulna Ulna Biseps mengecut Biceps contracts Lengan diangkat Arm is raised Radius Radius Meluruskan lengan / Straightening of the arm Bahu Shoulder Triseps mengecut Triceps contracts Lengan ke bawah Arm is lowered Humerus Humerus Ulna Ulna Radius Radius Biseps mengendur Biceps relaxes Biseps mengecut, triseps mengendur Biceps contracts, triceps relaxes Tindakan otot Action of muscles Triseps mengecut, biseps mengendur Triceps contracts, biceps relaxes Menghantar daya tarikan yang dikenakan oleh biseps kepada radius Transmits pulling force exerted by biceps to the radius Tendon Tendon Menghantar daya tarikan yang dikenakan oleh triseps kepada ulna Transmits pulling force exerted by triceps to the ulna Radius ditarik ke atas Radius is pulled upwards Tulang Bone Ulna ditarik ke bawah Ulna is pulled downwards Memegang tulang bersama membentuk sendi Holds bones together to form a joint Ligamen Ligament Memegang tulang bersama membentuk sendi Holds bones together to form a joint Lengan bawah bergerak ke atas untuk membengkokkan lengan Forearm moves upwards to bend the arm Sendi Joint Lengan bawah bergerak ke bawah untuk meluruskan lengan Forearm moves downwards to straighten the arm 14.3 Mekanisme Pergerakan dan Gerak Alih / Movement and Locomotion SK 14.3 SP 14.3.1 Menerangkan mekanisme pergerakan pada lengan manusia dan kaki manusia 14.3.2 Memerihalkan secara ringkas mekanisme pergerakan haiwan 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 204 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14 205  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 4 Pergerakan kaki: Movements of leg: Membengkokkan kaki Bending of the leg Tendon Tendon Kuadriseps femoris Quadriceps femoris Tibia Fibula Tibia Fibula Biseps femoris Biceps femoris Meluruskan kaki Straightening of the leg Kuadriseps femoris Quadriceps femoris Tendon Tendon Tibia Tibia Biseps femoris Biceps femoris Biseps femoris mengecut dan kuadriseps mengendur. Biceps femoris contract and quadriceps relaxes. Tindakan otot Action of muscles Kuadriseps mengecut dan biseps femoris mengendur . Quadriceps contract and biseps femoris relaxes . Menghantar daya tarikan yang dikenakan oleh biseps femoris kepada tibia dan fibula . Transmits pulling force exerted by biceps femoris to tibia and fibula . Tendon Tendon Menghantar daya tarikan yang dikenakan oleh kuadriseps kepada tibia . Transmits pulling force exerted by quadriceps to tibia . Tibia dan fibula ditarik ke belakang . Tibia and fibula are pulled backward . Tulang Bone Tibia dan fibula ditarik ke hadapan . Tibia and fibula are pulled forward . Kaki dibengkokkan pada sendi lutut. The leg is bent at knee joint. Sendi Joint Kaki diluruskan. The leg is straightened. 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 205 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14  Nilam Publication Sdn. Bhd. 206 MODUL • Biologi Tingkatan 4 Pergerakan Haiwan / Locomotion in Animals Ciri-ciri Characteristics Mekanisme pergerakan dan fungsi Mechanism of locomotion and functions (a) Mempunyai otot berantagonis: Has antagonistic muscles: • Otot lingkar Circular muscles • Otot membujur Longitudinal muscles (b) Rangka hidrostatik Hydrostatic skeleton : Pengecutan dan pengenduran otot berantagonis meningkatkan tekanan hidrostatik dalam rongga selom Contraction and relaxation of antagonistic muscles raise hydrostatic pressure of the fluid in the coelom (c) Keta / Chaetae : Cangkuk halus untuk mencengkam tanah Fine hooks which anchor to the ground Proses berterusan – Ombak peristalsis membolehkan cacing tanah bergerak ke hadapan Continuous process – Peristaltic waves enable earthworm to move forward • Keta posterior mencengkam tanah / Posterior chaetae anchor the ground • Otot lingkar di anterior badan mengecut dan otot membujur mengendur, menghasilkan tekanan hidrostatik tinggi Circular muscles in the anterior contract , and the longitudinal muscles relax, producing high hydrostatic pressure • Ini menyebabkan segmen anterior mengunjur ke depan These cause the anterior segment to extend forward A • Keta anterior mencengkam tanah / Anterior chaetae anchor the ground • Keta posterior terangkat / Posterior chaetae are withdrawn • Otot lingkar di anterior badan mengendur dan otot membujur mengecut menghasilkan tekanan hidrostatik rendah Circular muscles in the anterior relax and longitudinal muscles contract , producing low hydrostatic pressure • Menyebabkan segmen posterior tertarik ke depan Causing the posterior segments to be pulled forward B Pergerakan cacing tanah / Locomotion in earthworm Otot membujur Longitudinal muscle Usus Intestine Rongga berisi bendalir Coelom filled with fluid Mulut Mouth Otot lingkar Circular muscle Keta Chaetae A B Kepala Head Keta / Chaetae Posterior Anterior 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 206 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14 207  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 Pergerakan ikan / Locomotion in fish Ciri-ciri Characteristics Mekanisme pergerakan dan fungsi Mechanism of locomotion and function (a) Badan berbentuk larus untuk mengurangkan daya seret Streamlined body shape to minimise frictional drag (b) Badan ikan bersisik dan berlendir untuk mengurangkan rintangan air Scaly and slimy body to reduce water resistance (c) Bongkah otot berantagonis yang berbentuk W disusun mengikut segmen pada kedua-dua belah tulang belakang dinamakan sebagai miotom W-shaped antagonistic muscle blocks are arranged in segments on both sides of vertebral column named as myotomes . (d) Pundi renang / Swim bladder • Kantung udara di dalam abdomen untuk mengekalkan keapungan An air sac inside the abdomen to maintain buoyancy (e) Mempunyai sirip Have fins • Sirip dorsal dan ventral – Mengelakkan pesongan dan golekan Dorsal and ventral fins – Prevent yawing and rolling • Sirip berpasangan (sirip pelvis dan pektoral) – Kemudi, mengelakkan junaman Paired fin (pelvic and pectoral fins) – Steering, prevent pitching • Sirip ekor – Tujahan ke hadapan Tail fin – Forward thrust Miotom kanan mengecut, miotom kiri mengendur Right myotomes contract, left myotomes relax Kepala dan ekor akan bengkok ke kiri Head and tail will bend to the left Pengecutan dan pengenduran otot yang berterusan membolehkan ikan mengibaskan ekor Continuous contraction and relaxation of muscles allow fish to move their tail Kepala dan ekor akan bengkok ke kanan Head and tail will bend to the right Miotom kanan mengendur , miotom kiri mengecut Right myotomes relax , left myotomes contract Pergerakan ekor menghasilkan daya tujah ke hadapan The tail movement creates a forward thrust Otot mengendur Muscles relax Pergerakan ekor menolak air ke hadapan The tail movements push the fish forward Otot mengendur Muscles relax Otot mengecut Muscles contract Arah pergerakan ekor Direction of the tail movement Sirip dorsal Dorsal fin Ekor Tail Sirip dubur Anal fin Sirip pelvis Pelvic fin Sirip pektoral Pectoral fin Otot miotom Myotome muscles Pesongan (sirip dorsal dan ventral) Yawing (dorsal and ventral fins) Golekan (sirip dorsal dan ventral) Rolling (dorsal and ventral fins) Junaman (sirip pektoral dan pelvis) Pitching (pectoral and pelvic fins) 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 207 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14  Nilam Publication Sdn. Bhd. 208 MODUL • Biologi Tingkatan 4 Pergerakan belalang / Locomotion in grasshopper Ciri-ciri Characteristics Mekanisme pergerakan dan fungsi Mechanism of locomotion and function Otot berantagonis / Antagonistic muscles (a) Otot fleksor Flexor muscles (b) Otot ekstensor Extensor muscles • Terdapat pada permukaan dalam rangka luar Found inside the internal structure of the exoskeleton • Kaki belakang adalah lebih besar dan panjang untuk melompat The rear legs are bigger and longer for jumping • Pergerakan dihasilkan melalui pengecutan dan pengenduran otot-otot ini Movement is produced by contraction and relaxation of these muscles Rangka luar Exoskeleton Flexor muscle Otot fleksor Extensor muscle Otot ekstensor Melompat / Jumping: (a) Semasa rehat, otot fleksor mengecut, kaki belakang dalam bentuk “Z” At rest, flexor muscles contract, hind legs are folded in the shape of “Z” (b) Otot ekstensor mengecut dan kaki belakang diluruskan Extensor muscles contract and hind legs straighten (c) Belalang melompat ke depan dan ke atas Grasshopper jumps forward and upwards Peringkat awal melompat Early stage in a jump a b c Pergerakan sayap ke bawah dan ke belakang / Downwards and backwards movement of wings Dikipas ke bawah Downstroke Tendon melalui atas alur pada korakoid untuk menarik bahagian atas humerus Tendon passes over groove on the coracoid to pull on the upper side of the humerus Rintangan udara memberi tujahan ke atas Air resistance gives upthrust Sternum / Sternum Pektoralis minor mengendur Pectoralis minor relaxes Lunas (sebahagian daripada sternum) Keel (part of sternum) Korakoid / Coracoid Pektoralis major mengecut dan menarik sayap ke bawah Pectoralis major contracts and pulls wings down Humerus Pergerakan sayap ke atas dan ke hadapan / Upwards and forward movement of wings Pektoralis minor mengecut dan menarik sayap ke atas Pectoralis minor contracts and pulls wing up Pektoralis major mengendur Pectoralis major relaxes Sayap melentur pada siku dan pergelangan, mengurangkan rintangan udara Wing flexed at elbow and wrist reducing air resistance Dikipas ke atas / Upstroke 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 208 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14 209  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 Isu Kesihatan Sistem Otot Rangka Manusia Health Issues Related to the Human Musculoskeletal System SK 14.4 14.4 SP 14.4.1 Memerihalkan tentang isu kesihatan yang berkaitan dengan sistem otot rangka manusia: osteoporosis, osteomalasia, rikets, artritis dan skoliosis 14.4.2 Mewajarkan amalan untuk menjaga kesihatan sistem otot rangka Isu kesihatan yang berkaitan dengan sistem otot rangka manusia Health issues related to the human skeletal muscle system Isu kesihatan Health issue Penerangan Explanation Nasihat dan rawatan Advices and treatment Osteoporosis Osteoporosis • Disebabkan kekurangan pengambilan kalsium, fosforus dan vitamin D atau wanita yang telah putus haid Is caused by deficiency in the uptake of calcium, phosphorus and vitamin D or women experienced menopause • Kurang kalsium digunakan untuk membentuk tulang Less calcium is used to form bones • Tulang menjadi lemah dan mudah patah terutamanya pada bahagian lengkung pelvis, pergelangan dan tulang belakang Bones become weak and easy to fracture especially at pelvic girdle, wrist and backbone • Pengambilan kalsium, fosfat dan vitamin D yang cukup melalui gizi harian untuk menambahkan jisim tulang Consumption of sufficient calcium, phosphate and vitamin D through daily diet to increase bone mass • Sentiasa bersenam untuk menguatkan otot dan tulang Exercise regularly to strengthen the muscles and bones • Menjalankan terapi penggantian hormon bagi wanita yang telah putus haid Go through hormone replacement therapy for women experienced menopause Osteomalasia Osteomalacia • Disebabkan kekurangan pengambilan kalsium, fosforus dan vitamin D Is caused by the deficiency in the uptake of calcium, phosphorus and vitamin D • Tulang menjadi lembut Bones become soft • Berlaku di kalangan orang dewasa, khasnya dalam kalangan perempuan hamil Occur in adult, especially pregnant women • Osteomalasia pada kanak-kanak dikenali sebagai rikets Osteomalacia that occur in children is known as rickets • Pada kanak-kanak, kecacatan tulang mungkin berlaku In children, bone defects may occur • Pengambilan kalsium dan fosfat yang cukup melalui gizi harian untuk menambahkan jisim tulang Consumption of sufficient calcium and phosphate through daily diet to increase bone mass • Pengambilan vitamin D yang cukup melalui gizi harian atau sinaran matahari untuk menambahkan jisim tulang Consumption of sufficient vitamin D through daily • Sentiasa bersenam untuk menguatkan otot dan tulang Exercise regularly to strengthen the muscles and bones 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 209 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14  Nilam Publication Sdn. Bhd. 210 MODUL • Biologi Tingkatan 4 Artritis (Osteoartritis) Arthritis (Osteoarthritis) • Tisu rawan pada sendi di lutut, lengkung pelvis dan tulang belakang semakin haus Cartilages in the joints of knee, pelvic girdle and backbone become wear off • Kekurangan bendalir sinovia dihasilkan Less synovial fluid secreted • Biasanya berlaku di kalangan warga emas Usually occurs in senior citizens • Sendi akan mengalami keradangan, kesakitan, bengkak dan keras The joints experience inflammation, pain, swollen and hard • Sentiasa bersenaman untuk menguatkan otot dan sendi Exercise regularly to strengthen the muscles and joints • Menjalankan terapi fisio untuk menguatkan sendi Go through physiotherapy to strengthen the joints • Menjalankan pembedahan untuk menggantikan sendi buatan manusia Undergo surgery operation to replace with artificial joint Skoliosis Scoliosis • Tulang belakang seseorang membengkok dan melengkung pada paksinya Backbone of an individual is sideways curvature from the spine axis • Boleh disebabkan oleh faktor genetik , ketumbuhan, jangkitan bakteria, osteoporosis, rikets atau kecederaan Can be caused by genetic factor, tumour, bacterial infection, osteoporosis, rickets or injury • Merangkumi tiga “O”: pemerhatian (Observation), penggunaan alat sokongan (Orthosis) dan pembedahan (Operation) Comprises three “O”: observation, orthosis and operation Amalan untuk menjaga kesihatan sistem otot rangka The practice of maintaining the health of the skeletal muscle system Amalan menjaga kesihatan sistem otot rangka Practices to maintain a healthy musculoskeletal system Senaman Exercise • Sentiasa bersenam / Exercise regularly • Teknik senaman yang betul Exercise with correct techniques • Langkah berjaga-jaga semasa bersenam Precautions during exercise Pengambilan gizi seimbang Balanced diet consumption Gizi kaya dengan kalsium, fosfat dan vitamin C dan D Diet rich in calcium, phosphate and vitamin C and D Postur badan yang betul Correct body postures • Postur berdiri yang baik / Good standing posture • Postur duduk yang betul / Correct sitting posture • Postur mengangkat barang yang baik Good lifting posture Pakaian yang sesuai Suitable clothes • Tidak terlalu ketat Not too tight • Memakai kasut yang sesuai, bertumit rendah dan berkusyen Wearing suitable shoes, low heels and has cushion 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 210 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14 211  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 PRAKTIS SPM / SPM PRACTICE 1 Rajah 1 menunjukkan satu haiwan. Diagram 1 shows an animal. Rajah 1 / Diagram 1 Apakah jenis rangka yang ditunjukkan oleh peringkat dewasa haiwan tersebut? / What type of skeleton shown by the adult stage of the animal? A Rangka hidrostatik C Rangka dalam Hydrostatic skeleton Endoskeleton B Rangka luar D Rangka bendalir Exoskeleton Fluid skeleton 2 Rajah 2 menunjukkan lima tulang vertebra. Diagram 2 shows five vertebrae. P Q R S T Rajah 2 / Diagram 2 Antara berikut, urutan yang manakah betul tentang turus vertebra dari atas ke bawah? Which of the following sequence is correct about vertebral column from top to bottom? A P, Q, R, S, T C R, T, P, S, Q B T, R, P, Q, S D P, R, T, S, Q 3 Berbeza dengan ikan yu, ikan bertulang tidak perlu terus bergerak untuk memastikan ia terapung di dalam air. Antara berikut, struktur yang manakah membolehkan ikan bertulang berbuat demikian? In contrast to shark, bony fish do not require to move continuously to ensure the fish hover in water. Which of the following structures enable the bony fish to do so? A Pundi renang C Sirip dorsal Swim bladder Dorsal fin B Sirip pelvis D Sirip pektoral Pelvis fins Pectoral fins 4 Rajah 3 menunjukkan satu vertebra manusia. Diagram 3 shows a human vertebra. M Rajah 3 / Diagram 3 Apakah M dan fungsinya? What is M and its function? A M ialah salur vertebrarteri yang membenarkan laluan vena dari otak ke jantung M is vertebrarterial canal which allows vein from brain to pass through to heart B M ialah salur vertebrarteri yang membenarkan laluan arteri dari jantung ke otak M is vertebrarterial canal which allows artery from heart to pass through to brain C M ialah salur saraf yang membenarkan laluan saraf spina dari saraf tunjang ke muka M is neural canal which allows spinal nerve from spinal cord to pass through to face D M ialah salur saraf yang membenarkan laluan saraf spina dari otak ke leher M is neural canal which allows spinal nerve from brain to pass through to neck 5 Rajah 4 menunjukkan satu sendi manusia. Diagram 4 shows a human joint. N M L K O Rajah 4 / Diagram 4 Antara berikut, struktur yang manakah mempunyai fungsi mengurangkan geseran antara tulang? Which of the following structures have a function in reducing friction between bones? A K C M dan N K M and N B K dan L D M dan O K and L M and O SOALAN OBJEKTIF / OBJECTIVE QUESTIONS 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 211 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14  Nilam Publication Sdn. Bhd. 212 MODUL • Biologi Tingkatan 4 6 Antara berikut, vertebra yang manakah mempunyai pergerakan yang paling fleksibel? Which of the following vertebrae has the most flexible in movement? A Atlas / Atlas C Toraks / Thoracic B Aksis / Axis D Koksiks / Coccyx 7 Antara tindakan-tindakan otot burung yang berikut, yang manakah akan menghasilkan tujahan ke atas? Which of the following actions of bird’s muscles produce upthrust? Pektoralis major Pectoralis major Pektoralis minor Pectoralis minor A Mengecut Contracts Mengendur Relaxes B Mengendur Relaxes Mengecut Contracts C Mengecut Contracts Mengecut Contracts D Mengendur Relaxes Mengendur Relaxes 8 Berikut merupakan maklumat mengenai isu kesihatan sistem rangka manusia. The following is the information on the health issues of the human skeletal system. • Pengambilan ubat untuk mengurangkan keradangan Consumption of medicine to reduce inflammation • Pengurangan pengambilan makanan kaya dengan protein Less consumption of foods rich in protein Isu kesihatan manakah berkenaan dengan maklumat di atas adalah betul? Which of the healthy issues regarding the information above is correct? A Osteoporosis Osteoporosis B Osteoartritis Osteoarthritis C Skoliosis Scoliosis D Gout Gout SOALAN STRUKTUR / STRUCTURE QUESTIONS 1 Rajah 1 menunjukkan vertebra dan turus vertebra manusia. Diagram 1 shows a human vertebra and vertebral column. K L J Rajah 1(a) / Diagram 1(a) 12 9 8 7 6 5 4 3 2 1 10 11 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 Rajah 1(b) / Diagram 1(b) (a) (i) Namakan struktur K yang ditunjukkan dalam Rajah 1(a). Name the structure of K shown in Diagram 1(a). Cuaran spina / Spinous process [1 markah/mark] X 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 212 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14 213  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 (ii) Nyatakan peranan K. / State the role of K. Perlekatan otot / Attachment of muscle [1 markah/mark] (iii) Namakan jenis vertebra yang ditunjukkan dalam Rajah 1(a). Name the type of vertebra shown in the Diagram 1(a). Vertebra toraks / Thoracic vertebra [1 markah/mark] (iv) Labelkan jenis vertebra yang anda namakan di (a)(iii) dengan (X) pada Rajah 1(b). Label type of vertebra that you named in (a)(iii) with (X) on the Diagram 1(b). [1 markah/mark] (b) Namakan J dan nyatakan fungsi J. / Name J and state the function of J. J adalah muka sendi yang bersendi dengan tulang rusuk J are articulating surface that joint to ribs [2 markah/marks] (c) Terangkan sebab saiz L menjadi semakin besar bagi vertebra pada bawah turus vertebra. Explain the cause size of L becomes larger for vertebrae at the lower vertebral column. L perlu memberi sokongan dan menahan daya mampatan yang menjadi semakin besar daripada berat badan / L required to provide support and withstand greater compression from the body weight [2 markah/marks] (d) Rajah 1(c) menunjukkan sendi pada kaki manusia. Diagram 1(c) shows a joint at human leg. Rajah 1(c) / Diagram 1(c) (i) Namakan jenis sendi yang ditunjukkan dalam Rajah 1(a) dan Rajah 1(c). Name the types of joint shown in Diagram 1(a) and Diagram 1(c). Sendi Rajah 1(a) / Joint Diagram 1(a): Sendi bergerak sedikit / Slightly moveable joint Sendi Rajah 1(c) / Joint Diagram 1(c): Sendi bebas bergerak / Freely moveable joint [1 markah/mark] (ii) Nyatakan dua perbezaan antara sendi Rajah 1(a) dengan sendi Rajah 1(c). State two differences between the joint Diagram 1(a) with the joint Diagram 1(c). 1 Sendi bergerak sedikit menyambungkan dua tulang dengan cakera rawan (cakera intervertebra) manakala sendi bebas bergerak menyambungkan dua tulang dengan bendalir sinovia Slightly moveable joint joins two bones with cartilage disc (intervertebral disc), whereas freely moveable joint joins two bones with synovial fluid 2 Sendi bergerak sedikit tidak mempunyai membran sinovia manakala sendi bebas bergerak mempunyai membran sinovia / Slightly moveable joint does not have synovial membrane, whereas freely moveable joint has synovial membrane [2 markah/marks] 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 213 11/01/2020 12:06 PM


Unit 14  Nilam Publication Sdn. Bhd. 214 MODUL • Biologi Tingkatan 4 2 Rajah 2 menunjukkan seekor cacing tanah. Diagram 2 shows an earthworm. S T Rongga berisi bendalir Cavity filled with fluid Otot berlingkar mengendur Circular muscle relaxes Otot membujur mengecut Longitudinal muscle contracts Rongga berisi bendalir Cavity filled with fluid Otot berlingkar mengecut Circular muscle contracts Otot membujur mengendur Longitudinal muscle relaxes U Rajah 2 / Diagram 2 (a) (i) Nyatakan jenis rangka yang ditunjukkan oleh cacing tanah. State the type of skeleton shown by the earthworm. Rangka hidrostatik / Hydrostatic skeleton [1 markah/mark] (ii) Namakan dua jenis otot cacing tanah yang terlibat dalam gerak alih. Name two types of earthworm muscle involved in locomotion. Otot berlingkar dan otot membujur / Circular muscle and longitudinal muscle [2 markah/marks] (b) Lukis dan labelkan otot cacing tanah pada segmen S dan T dalam ruang yang disediakan. Draw and label earthworm muscle at the segments S and T in the space provided. [4 markah/marks] (c) Selain daripada otot, huraikan bagaimana struktur U membantu cacing tanah bergerak ke hadapan. In addition of muscles, describe how structure U help the earthworm to move forward. Apabila otot berlingkar mengecut, struktur U diangkat dari tanah dan segmen anterior badan cacing tanah memanjang ke hadapan. Apabila otot membujur mengecut, struktur U mencengkam tanah dan menggerakkan segmen posterior badan cacing tanah ke hadapan. When the circular muscles contract, structure U retracted from soil and the anterior segments of earthworm body are extended forward. When the longitudinal muscles relaxes, structure U anchored to soil and move the posterior segments of earthworm body forward. [3 markah/marks] (d) Huraikan persamaan mekanisme gerak alih cacing tanah dengan mekanisme gerak alih ikan. Describe the similarity of locomotions in earthworm and fish. Gerak alih cacing tanah dan ikan melibatkan pengecutan dan pengenduran selang-seli pasangan otot yang berantagonistik. Locomotions in earthworm and fish involved contraction and relaxation of antagonistically pair of muscles intervally. [2 markah/marks] 14-Biologi F4 Unit14(p196-214)csy4p.indd 214 11/01/2020 12:06 PM


Unit 15 215  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 15.1 Sistem Pembiakan Manusia / Reproductive System of Humans SK 15.1 Pembiakan Seks, Perkembangan dan Pertumbuhan dalam Manusia dan Haiwan Sexual Reproduction, Development And Growth in Humans and Animals 15 UNIT SP 15.1.1 Mencirikan pasti anatomi dalam sistem pembiakan lelaki dan sistem pembiakan wanita Vesikel semen Seminal vesicle Kelenjar prostat Prostate gland Skrotum Scrotum Zakar Penis Testis Testes Epididimis Epididymis Tubul seminiferus Seminiferous tubule Duktus sperma Sperm duct Sistem Pembiakan Lelaki / Male Reproductive System Sistem Pembiakan Perempuan / Female Reproductive System Ekstra / Extra Ovari / Ovary Tiub Falopio Fallopian Tube Uterus / Uterus Serviks / Cervix Faraj / Vagina Folikel Graaf Graafian follicle 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 215 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 216 MODUL • Biologi Tingkatan 4 SP 15.2.1 Mewajarkan keperluan gametogenesis 15.2.2 Memerihalkan pembentukan gamet iaitu spermatogenesis dan oogenesis 15.2.3 Mengenal pasti struktur sperma dan folikel graaf 15.2 Gametogenesis Manusia / Gametogenesis in Humans SK 15.2 1 Proses pembentukan gamet dikenali sebagai gametogenesis . Process of gamete formation is known as gametogenesis . 2 Gametogenesis yang melibatkan pembentukan sperma dikenali sebagai spermatogenesis , manakala yang melibatkan pembentukan ovum dikenali sebagai oogenesis . / Gametogenesis that involved sperm formation is known as spermatogenesis , whereas those involved ovum formation is known as oogenesis . Keperluan gametogenesis / Necessity of gametogenesis • Menghasilkan gamet yang mempunyai bilangan kromosom haploid melalui meiosis. Produces gametes with haploid chromosomal number through meiosis. • Menghasilkan variasi genetik dalam gamet. / Produces genetic variation in gametes. • Mengekalkan bilangan kromosom diploid dalam zigot . Maintains diploid chromosomal number of zygote . • Menghasilkan variasi genetik dalam zuriat . / Produces genetic variation in offspring . Spermatogenesis / Spermatogenesis 1 Semasa perkembangan fetus, sel germa primodium membahagi secara mitosis menjadi spermatogonium. During foetus development, primordial germ cells divide mitotically to form spermatogonia. 2n 2n 2n 2n 2n n n n n n n Sel germa primordium Primordial germ cell Mitosis Mitosis Mitosis Meiosis I Meiosis II Sperma / Sperm Spermatid / Spermtid Spermatosit sekunder Secondary spermatocyte Spermatosit primer Primary spermatocyte Spermatogonium Spermatogonium Sel induk spermatogonium Spermatogonial stem cell Pembezaan Differentiation Setiap spermatogonium (2n) tumbuh dan berkembang menjadi spermatosit primer (2n) Each spermatogonium (2n) grows and develops into primary spermatocyte (2n) Setiap spermatosit primer (2n) membahagi secara meiosis I menjadi dua spermatosit sekunder (n). Each primary spermatocyte (2n) divides by meiosis I to form two secondary spermatocytes (n). Setiap spermatosit sekunder (n) membahagi secara meiosis II menjadi dua spermatid (n). Each secondary spermatocyte (n) divides by meiosis II to form two spermatids (n). Setiap spermatid (n) mengalami pembezaan menjadi sperma (n). Each spermatid (n) undergoes differentiation to form sperm (n). 2n 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 216 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 217  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 2 Sperma yang terbentuk bergerak ke epididimis untuk menjadi matang. The sperms formed move to epididymis to be matured. 3 Rajah berikut menujukkan struktur sperma yang matang. The following diagram shows the structure of a mature sperm. Bahagian tengah Midpiece Akrosom Acrosome Nukleus / Nucleus Ekor / Tail Kepala / Head 4 Kepala sperma mengandungi nukleus dan akrosom. Nukleus mengandungi kromosom dan akrosom mengandungi enzim untuk persenyawaan. Head of sperm contains nucleus and acrosome. The nucleus contains chromosomes and the acrosome contains enzymes for fertilisation. 5 Bahagian tengah sperma mengandungi bilangan mitokondrion yang banyak untuk menghasilkan lebih tenaga untuk pergerakan. Midpiece of sperm contains abundant of mitochondria to produce more energy for movement. 6 Ekor membantu sperma bergerak. The tail helps sperm to move. Oogenesis / Oogenesis 1 Semasa perkembangan fetus, sel germa primodium membahagi secara mitosis menjadi oogonium. During foetus development, primordial germ cells divide mitotically to form oogonia. 2 Jasad kutub yang dihasilkan bersaiz jauh lebih kecil daripada oosit sekunder atau ovum. Polar body formed has size much smaller than secondary oocyte or ovum. 3 Ketiga-tiga jasad kutub akan merosot dan tidak terlibat dalam persenyawaan. The three polar bodies will degenerate and do not take part in fertilisation. 4 Pada mulanya, oosit primer yang diselaputi oleh sel folikel, dikenali sebagai folikel primer . At first, primary oocyte that surrounded by follicle cells is known as primary follicle . 5 Semasa akil baligh, hormon perangsang folikel (FSH) yang dirembeskan daripada kelenjar pituitari merangsangkan perkembangan folikel dalam ovari. At puberty, follicle stimulating hormone (FSH) secreted by pituitary gland stimulates the development of follicle in ovary. 6 Sel folikel mula membahagi secara mitosis semasa perkembangan folikel. Folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder dan seterusnya menjadi folikel matang, folikel Graaf . Follicle cells start to divide by mitosis during development of follicle. The primary follicle developed into secondary follicle and then into a mature follicle, Graafian follicle . 7 Semasa perkembagan folikel, oosit primer menjalankan meiosis I membentuk oosit sekunder . During the follicle development, primary oocyte undergoes meiosis I to form secondary oocyte . 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 217 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 218 MODUL • Biologi Tingkatan 4 Pengovulan: Folikel Graaf pecah dan melepaskan oosit sekunder ke dalam tiub Fallopio. Ovulation: The Graafian follicle bursts and releases the secondary oocyte into Fallopian tube. Oosit sekunder dikelilingi oleh sel folikel dikenali sebagai folikel sekunder. Secondary oocyte is surrounded by follicle cells known as secondary follicle. Foliker sekunder membesar dan menjadi matang membentuk folikel graaf dan bergerak ke permukaan dinding ovari. Secondary follicle grows and matures to form graafian follicle which then moves to the surface of the ovarian wall. Peringkat fetus Foetal stage Mitosis berulang kali Repeated mitosis Setiap satu tumbuh dan berkembang Each grows and develops Oogonium (2n) Oogonia (2n) Sel germa primordium (2n) Primordial germ cell (2n) Meiosis I tidak lengkap (Profasa I) Incomplete meiosis I (Prophase I) 2n 2n Oosit primer Primary oocyte (2n) 2n 2n Meiosis I lengkap / Complete meiosis I Peringkat dewasa Adult stage Meiosis II tidak lengkap (Metafasa II) Incomplete meiosis II Ovulasi / Ovulation Ovum Ovum Meiosis II Meiosis II Oosit sekunder Secondary oocyte Meiosis II lengkap jika berlaku persenyawaan Complete meiosis II if fertilisation occur Jasad kutub Polar body Jasad kutub Polar body Jasad kutub Polar body Jasad kutub Polar body (semua jasad kutub merosot) (all polar bodies degenerate) n n n n n n Jika persenyawaan berlaku, oosit sekunder melengkapkan meiosis II, menghasilkan satu jasad kutub (n) dan satu ovum (n). Ketiga-tiga jasad kutub akan merosot. If fertilisation occurs, secondary oocyte completes meiosis II to form a polar body (n) and an ovum (n). All 3 polar bodies will degenerate. Pada peringkat fetus, sel germa primodium membahagi secara mitosis berulang kali membentuk oogonium diploid (2n). / At foetal stage, the primordial germ cells divide repeatedly by mitosis to form many diploid oogonia (2n). Setiap oogonium membesar dan berkembang membentuk oosit primer (2n). Setiap oosit primer diselaputi satu lapisan sel folikel, membentuk satu folikel primer. Each oogonium grows and develops to form primary oocyte (2n). Each primary oocyte is surrounded by a layer of follicle cells to form a primary follicle. Semasa akil baligh, oosit primer melengkapkan meiosis I membentuk oosit sekunder (n) dan jasad kutub (n). Jasad kutub haploid yang terbentuk juga menjalani meiosis II dan menghasilkan dua jasad kutub lagi. At puberty, one primary oocyte completes meiosis I to form a secondary oocyte (n) and a polar body (n). The haploid polar body formed also undergoes meiosis II to form another two haploid polar bodies. Sebelum dilahirkan, oosit primer menjalankan meiosis I yang tidak lengkap sehingga profasa I. Before birth, the primary oocytes undergo an incomplete meiosis I until prophase I. 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 218 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 219  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 SP 15.2 .4 Membanding dan membezakan antara spermatogenesis dengan oogenesis Perbezaan / Difference Spermatogenesis / Spermatogenesis Aspek / Aspect Oogenesis / Oogenesis Testis Testis Organ pembentukan gamet Organ of gamete formation Ovari Ovary Sperma Sperm Gamet terbentuk Gamete formed Ovum Ovum Mempunyai kepala, bahagian tengah dan ekor Has a head, midpiece and tail Struktur gamet Structure of gamete Berbentuk sfera Spherical shape Boleh bergerak dengan ekor Can move with tail Keupayaan bergerak Ability to move Dibantu dengan silia pada tiub Falopio Assists by cilia in the Fallopian tube Tiada sel folikel menyelaputi gamet No follicle cells surround the gamete Kehadiran sel folikel Presence of follicle cell Sel folikel menyelaputi gamet Follicle cells surrounding the gamete Empat Four Bilangan gamet terbentuk daripada satu sel induk Number of gamete formed from one parent cell Satu One Tiada None Pembentukan jasad kutub Formation of polar body Satu atau tiga One or three Kecil Small Saiz gamet Size of gamete Besar Large Berlaku sepanjang hayat selepas akil baligh Occurs throughout life after puberty Pembahagian mitosis pada sel induk Mitotic division on parent cell Hanya berlaku semasa peringkat perkembangan fetus Only occurs during foetal development stage Berlaku secara berterusan tanpa berhenti Occurs continuously without break Pembahagian meiosis semasa pembentukan gamet Meiotic division during gamete formation Berlaku secara berperingkat mengikut peringkat fetus, akil baligh dan selepas persenyawaan Occurs by stages regarding to foetal, puberty and after fertilisation stages Melibatkan proses pembezaan Involves differentiation Pembezaan Differentiation Tidak melibatkan proses pembezaan Does not involve differentiation Perbandingan antara spermatogenesis dengan oogenesis / Comparison between spermatogenesis and oogenesis Berlaku dalam organ pembiakan / Occur in reproductive organs Menghasilkan gamet haploid / Produce haploid gametes Terlibat dalam persenyawaaan / Involved in fertilisation Persamaan Similarities 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 219 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 220 MODUL • Biologi Tingkatan 4 15.3 Kitar Haid / Menstrual Cycle SK 15.3 SP 15.3.1 Menganalisis perubahan aras hormon yang terlibat semasa haid, perkembangan folikel, penebalan endometrium, ovulasi dan pembentukan korpus luteum 15.3.2 Menghubung kait perubahan aras hormon yang terlibat dengan kehamilan dan keguguran 1 Haid / Menstruation • Keguguran lapisan dinding uterus dan penyingkirannya melalui vagina bersama-sama sedikit darah dan sel. Breakdown of the lining of uterine wall and its discharge through the vagina, with small amount of blood and cells. 2 Kitar haid / Menstrual cycle • Satu kitaran bulanan, terdiri daripada perkembangan folikel, ovulasi, penebalan endometrium dan haid. A monthly cycle, consisting of follicle development, ovulation, thickening of the endometrium and menstruation. • 28 hari setiap kitar. / 28 days for each cycle. 3 Menyediakan dinding uterus untuk penempelan embrio Prepares the uterine lining for the implantation of an embryo Mengawal perkembangan ovum dan pengovulan Controls the development of ovum and ovulation Kepentingan kitar haid Importance of menstrual cycle 4 Hormon yang terlibat dalam mengawal atur kitar haid ialah: The hormones involved in controlling menstrual cycle are: Hormon / Hormone Fungsi / Functions Kesan / Effects Hormon perangsang folikel (FSH) Follicle stimulating hormone (FSH) – Merangsang perkembangan folikel di dalam ovari Stimulates follicle development in the ovaries – Merangsang rembesan estrogen oleh folikel Stimulates oestrogen secretion by the follicles Mengawal perubahan dalam ovari Control changes in the ovaries Hormon peluteinan (LH) Luteinising hormone (LH) – Merangsang ovulasi / Stimulates ovulation – Menyebabkan pembentukan korpus luteum Causses the formation of corpus luteum – Menggalakkan rembesan progesteron Promotes the secretion of progesterone Estrogen Oestrogen – Memperbaiki dan memulihkan endometrium selepas haid Repair and revival of endometrium after menstruation – Merangsang perembesan FSH dan LH sebelum ovulasi Stimulates FSH and LH secretion before ovulation Mengawal perubahan dalam uterus Control changes in the uterus Progesteron Progesterone – Merangsang endometrium menjadi tebal, berlipat dan banyak salur darah untuk penempelan embrio Stimulates the endometrium to become thick, folded and highly vasculated for embryo implantation – Merencat perembesan FSH dan LH Inhibits FSH and LH secretion 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 220 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 221  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 Masa (hari) Time (days) Dalam ovari In the ovary Dalam uterus In the uterus 0 – 5 Folikel berkembang Follicle develops Haid Menstruation 6 – 13 Folikel Graaf matang Follicle matures Endometrium dibaik pulih, menebal Endometrium repaired, thickens 14 Ovulasi Ovulation Endometrium terus menebal Endometrium continues to thicken 15 – 24 Korpus luteum berkembang Corpus luteum develops Tisu dan salur darah terbentuk di endometrium Tissue and blood vessels develop in endometrium 25 – 28 Korpus luteum merosot kerana tiada persenyawaan Corpus luteum degenerates as no fertilisation occur Endometrium akan mula terurai selepas hari ke-28 Endometrium will begin to disintegrate after 28th day Peristiwa kitar haid / Events of the menstrual cycle Hari Days Aras hormon Hormone level Perkembangan folikel Follicle development Ketebalan endometrium Thickness of endometrium 1 – 5 FSH dirembeskan dan meningkat . FSH is secreted and begins to increase . Merangsang perkembangan oosit primer dan folikel. Stimulates the development of primary oocyte and follicle. Endometrium uterus terurai. Endometrium of uterus breaks down. 6 – 14 • FSH semakin menurun. FSH begins to decrease. • Sel-sel folikel merembes hormon estrogen. Aras hormon estrogen semakin meningkat . Rembesan hormon peluteinan (LH) juga semakin meningkat. The follicle cells secrete oestrogen. The level of oestrogen increases . The secretion of luteinising hormone (LH) also increases. • Folikel terus berkembang sehingga terbentuk folikel Graaf yang matang The follicle continues to develop until it becomes a mature Graafian follicle. • Folikel Graaf pecah pada hari ke-14 dan membebaskan oosit sekunder . Sisa folikel Graaf dalam ovari akan membentuk korpus luteum. The mature Graafian follicle bursts on the 14th day and releases the secondary oocyte . The remaining Graafian follicle in the ovary becomes the corpus luteum. Endometrium dibaik pulih dan semakin menebal . The endometrium is repaired and begins to thicken . Perhubungan antara Aras Hormon, Perkembangan Folikel dan Keadaan Dinding Uterus semasa Kitar Haid / The Relationship between Hormone Levels, Follicle Development and the Thickness of Endometrium in the Menstrual Cycle 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 221 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 222 MODUL • Biologi Tingkatan 4 Tahap FSH dan LH Levels of FSH and LH FSH LH Tahap estrogen dan progesteron Levels of oestrogen and progesterone Estrogen Oestrogen Progesteron Progesterone Perkembangan folikel dalam ovari Follicle development in the ovary Korpus luteum merosot Corpus luteum degenerates Korpus luteum Corpus luteum Pengovulan Ovulation Folikel Graaf Graafian follicle Ovum / Ovum Ketebalan endometrium Thickness of endometrium 5 14 28 Hari Days Haid / Menstruation 5 Jadual di bawah menunjukkan fungsi hormon yang terlibat dalam kitar haid. The table below shows the functions of hormones involved in menstual cycle. Hormon / Hormone Fungsi / Functions Estrogen Oestrogen – Membaik pulih endometrium selepas haid. Repair endometrium after menstruation. – Menebalkan endometrium . Thicken endometrium . – Merangsangkan rembesan FSH dan LH sebelum ovulasi . Stimulate secretion of FSH and LH before ovulation . Progesteron Progesterone – Merangsang penebalan endometrium. Stimulates thickening of endometrium. – Merencatkan rembesan FSH dan LH untuk menyekat perkembangan folikel dan menghalang ovulasi. Inhibit secretion of FSH and LH to inhibit follicle development and prevent ovulation. 14 – 28 Progesteron mula meningkat pada hari ke-14 sehingga ke-25. Aras hormon progesteron yang tinggi merencat rembesan FSH dan LH. Aras progesteron akan menurun selepas hari ke-25 jika tiada persenyawaan berlaku. Progesterone begins to increase on the 14th day until 25th day. The high level of progesterone inhibits the secretion of FSH and LH. It decreases after the 25th day if fertilisation does not occur. Korpus luteum kekal tetapi akan mula merosot pada hari ke-25 sekiranya tiada persenyawaan berlaku. Corpus luteum remains but begins to degenerate on the 25th day if fertilisation does not occur. Endometrium mula terurai sebagai darah haid jika tiada persenyawaan. Endometrium begins to break as menstrual blood if no fertilisation occur. 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 222 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 223  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 SP 15.3.3 Menyatakan maksud sindrom prahaid dan sindrom putus haid 1 Sindrom prahaid (PMS) adalah tanda atau simptom-simptom yang sering dialami oleh seorang wanita sebelum bermulanya haid. Premenstrul syndrome is the sign or symptoms that frequently experienced by a woman before menstruation. 2 Tanda-tanda sindrom prahaid yang dialami oleh setiap wanita adalah berbeza daripada satu kitar haid ke kitar haid lain. The signs of the premenstrual syndrome that experienced by a woman are different from one cycle to another. Sindrom prahaid (PMS) / Premenstrual syndrome (PMS) Fizikal / Physical Emosi / Emotion • Sakit kepala / Headache • Bengkak dan sakit payu dara Breast swelling and pain • Sakit perut / Stomach pain • Sakit otot atau sendi / Muscle or joint pain • Mudah letih / Feeling tired • Masalah tidur / Sleep problems • Perut kembung / Bloating • Keinginan memakan bertambah / Food cravings • Sembelit / Constipation • Kurang daya tumpuan atau ingatan Trouble with concentration or memory • Mudah gelisah / Anxiety • Mudah marah / Irritability • Tertekan / Tension • Rasa murung / Depression • Mudah menangis / Crying spells • Perubahan emosi / Mood swings 3 Sindrom putus haid merupakan tanda atau simptom-simptom yang dialami oleh seorang wanita apabila haid berhenti selama-lamanya. Menopausal syndrome is the sign or symptoms that experienced by a woman when the menstruation stops permanently. Sindrom putus haid Menopause syndrome Faktor / Factors Fizikal / Physical Emosi / Emotion • Berlaku antara 46 hingga 54 umur Occurs between 46 till 54 year-olds • Ovari kurang sensitif terhadap rangsangan FSH dan LH Ovary is less sensitive to the stimulation of FSH and LH • Tiada folikel berkembang dan tiada ovum terbentuk No follicle developed and no ovum formed • Penghasilan progesteron dan estrogen yang rendah Low production of progesterone and oestrogen • Cepat panas / Hot flashes • Sukar tidur Sleep problems • Masalah urinari Urinary problems • Masalah faraj dan jangkitan Vaginal problems and infections • Osteoporosis / Osteoporosis • Tempoh kitar haid yang tidak tentu Irregular periods • Mudah berpeluh pada waktu malam / Night sweats • Berat badan bertambah Weight gains • Masalah daya ingatan Memory problems • Perubahan emosi Mood swings • Rasa murung Depression • Mudah gelisah Anxiety 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 223 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 224 MODUL • Biologi Tingkatan 4 15.4 Perkembangan Fetus Manusia / Development of Human Foetus SK 15.4 SP 15.4.1 Menghuraikan proses persenyawaan dan pembentukan zigot 15.4.2 Membuat urutan dan menerangkan perkembangan awal embrio sehingga penempelan daripada embrio dua sel, morula dan blastosista Sperma (n) Sperm (n) Ovum (n) Ovum (n) Zigot (2n) / Zygote (2n) Morula (2n) / Morula (2n) Embrio dua sell / Two cells embryo Blastosista (2n) / Blastocyst (2n) Embrio (2n) / Embryo (2n) Fetus (2n) / Foetus (2n) Bayi (2n) / Baby (2n) Persenyawaan Fertilisation Persenyawaan / Fertilisation 1 Maksud: Penyatuan nukleus sperma dengan nukleus ovum untuk membentuk zigot. Definition: The union of sperm nucleus and ovum nucleus to form a zygote. 2 Persenyawaan berlaku di tiub Falopio . Fertilisation occurs at the Fallopian tube . 3 Ovum dikelilingi oleh berjuta-juta sperma , tetapi hanya satu yang berjaya menembusi dinding ovum. Ovum is surrounded by millions of sperms , but only one will successfully penetrate the ovum wall. 4 Apabila penembusan berjaya, satu penghalang dikenali sebagai membran persenyawaan terbentuk untuk menghalang kemasukan sperma lain. When the penetration is successful, a barrier known as the fertilisation membrane is formed to prevent the penetration of other sperms. Perkembangan Awal Zigot dalam Manusia / Early Development of a Human Zygote 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 224 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 225  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 1 36 jam selepas persenyawaan: 36 hours after fertilisation: Zigot menjalani mitosis berulang kali semasa bergerak di sepanjang tiub Fallopio ke arah uterus. The zygote undergoes repeated mitosis as it travels along the Fallopian tube towards the uterus. 6 Kelahiran (bayi): Birth (baby): Pada 38 minggu selepas persenyawaan, fetus yang berkembang sepenuhnya menunggu untuk proses kelahiran. At 38 weeks after fertilisation, the foetus is well developed into full term, waiting for birth to take place. 3 Pada hari ke-5 selepas persenyawaan, morula berkembang kepada jasad lebih 100 sel dengan gugusan sel di dalamnya, dikenali sebagai blastosista . Hanya satu kelompok sel dalam blastosista akan membentuk fetus. On the 5th day after fertilisation, the morula develops into a ball of 100 cells with a cluster of inner cells known as blastocyst . Only one part of the blastocyst will develop into foetus. 4 Penempelan: Implantation: Blastosista menempel ke dalam endometrium pada hari ke-7 selepas persenyawaan. The blastocyst is implanted onto the endometrium, 7 days after fertilisation. Jisim sel dalam berkembang menjadi embrio . The inner cell mass develops into an embryo . Embrio akan menyerap khasiat terus daripada tisu endometrium. Embryo will absorb the nutrients directly from the endometrium tissue. 2 Zigot terus menjalani mitosis membentuk embrio dengan dua sel, empat sel, lapan sel dan seterusnya membentuk jisim pepejal dikenali sebagai morula . The zygote continuously undergoes mitosis forming embryo with two cells, four cells and eight cells and resulting in the formation of a solid mass known as morula . 5 Peringkat fetus: Foetal stage: 8 minggu selepas persenyawaan, fetus berkembang dan mendapat nutrien melalui plasenta . 8 weeks after fertilisation, a foetus is formed and obtains nutrients through placenta . Ovari Ovary Nukleus ovum (n) Nucleus of ovum (n) Nukleus sperma (n) Nucleus of sperm (n) Zigot (2n) Zygote (2n) Embrio dua sel Embryo with two cells Embrio empat sel Embryo with four cells Embrio lapan sel Embryo with eight cells Morula Morula Blastosista awal Early blastocyst Blastosista akhir Late blastocyst Jisim sel dalam Inner cell mass Rongga dipenuhi bendalir dalam blastosista Fluid-filled cavity in blastocyst Lapisan luar sel dinamakan trofoblas Outer layer of cells called trophoblast Ovulasi Ovulation Persenyawaan Fertillisation Penempelan Implantation Perkembangan Awal Embrio / Early Embryo Development 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 225 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 226 MODUL • Biologi Tingkatan 4 Peranan hormon gonadotrofin korion manusia (HCG) ketika proses kehamilan Role of human chorionic gonadotrotin (HCG) during pregnancy process 1 Apabila persenyawaan berlaku, zigot yang terbentuk membahagi membentuk embrio. If fertilisation is occurred, zygote formed divides into embryo. (a) Embrio mula menghasilkan hormon gonadotropin korion manusia (HCG) untuk mengekalkan fungsi korpus luteum . The embryo begins to produce human chorionic gonadotropin (HCG) hormone for maintaining the function of corpus luteum . (b) Korpus luteum terus berfungsi dengan merembeskan hormon progesteron dan estrogen dalam dua bulan pertama semasa kehamilan. The corpus luteum continue to function by secreting progesterone and oestrogen in the first two months of pregnancy. (c) Fungsi korpus luteum akan diambil alih oleh plasenta pada bulan keempat kehamilan. The function of corpus luteum will be taken over by placenta at the 4th month of pregnancy. SP 15.4.3 Menerangkan peranan hormon gonadotropin korion manusia (HCG) pada peringkat awal kehamilan Fungsi plasenta dan tali pusat dalam perkembangan fetus Function of placenta and umbilical cord in the development of foetus 1 Dalam perkembangan fetus, blastosista membentuk vilus korion ke dalam endometrium untuk mendapat nutrien dan oksigen daripada darah ibu. During foetus development, blastocyst forms chorionic villi into endometrium to obtain nutrients and oxygen from maternal blood. 2 Vilus korion akan membentuk plasenta pada minggu ke-4 kehamilan. Chorionic villi will form placenta in the 4th week of pregnancy. 3 Plasenta merupakan tapak pertukaran bahan-bahan antara darah fetus dengan darah ibu. Placenta is the site of substances exchange between foetal blood and maternal blood. 4 Rajah berikut menunjukkan struktur plasenta dan tali pusat. The following diagram shows structures of placenta and umbilical cord. SP 15.4.4 Berkomunikasi tentang struktur plasenta dan tali pusat dalam perkembangan fetus 5 Bahan berguna seperti nutrien, oksigen dan antibodi diangkut dari darah ibu ke darah fetus melalui plasenta dan tali pusat. Useful substances such as nutrients, oxygen and antibodies are transported from maternal blood to foetal blood through placenta and umbilical cord. Korion Chorion Fetus Foetus Plasenta Placenta Tali pusat Umbilical cord Amnion Amnion Arteri tali pusat Umbilical artery Plasenta / Placenta Vena tali pusat Umbilical vein Tali pusat Umbilical cord 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 226 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 227  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 Keperluan sistem peredaran darah fetus berasingan dengan sistem peredaran darah ibu Necessity of having separate foetal and maternal circulatory system 1 Melindungi salur darah fetus yang halus daripada rosak akibat tekanan darah ibu yang tinggi. Protects foetus’ fine blood vessels from being damaged by high maternal blood pressure . 2 Mengelakkan pengaglutinan darah berlaku jika kumpulan darah fetus dan ibu adalah tidak serasi. Prevents agglutination if blood group of foetus is incompatible to maternal blood group. 3 Menapis patogen dan bahan merbahaya tertentu daripada memasuki darah fetus . Filters certain pathogens and harmful substances from entering foetal blood. SP 15.4.4 Mewajarkan keperluan fetus mempunyai sistem peredaran darah ibu yang berasingan daripada sistem peredaran darah ibu 6 Manakala, bahan buangan seperti urea dan karbon dioksida diangkut dari darah fetus ke darah ibu melalui plasenta dan tali pusat. While, waste substances such as urea and carbon dioxide are transported from foetal blood to maternal blood through placenta and umbilical cord. 7 Tali pusat mengandungi arteri dan vena tali pusat. Umbilical cord has umbilical arteries and umbilical vein . (a) Arteri tali pusat mengangkut darah fetus ke arah plasenta . The umbilical arteries transport foetal blood towards placenta . (b) Vena tali pusat mengangkut darah fetus dari plasenta ke arah fetus. Umbilical vein transports foetal blood from placenta towards foetus. 8 Plasenta mempunyai fungsi selain daripada sebagai tapak pertukaran bahan. Placenta has functions other than as the site of substance exchange. (a) Plasenta menapis patogen dan bahan merbahaya tertentu memasuki ke dalam fetus. Placenta filters certain pathogens and harmful substances into the foetus. (b) Plasenta melekatkan fetus ke dinding uterus. Placenta attaches foetus to uterus wall. (c) Plasenta merembeskan hormon progesteron dan estrogen untuk mengekalkan ketebalan endometrium semasa kehamilan. Placenta secretes hormone progesterone and oestrogen to maintain thickness of endometrium during pregnancy. (d) Plasenta memisahkan sistem peredaran darah ibu dengan sistem peredaran fetus untuk melindungi fetus. Placenta separates maternal blood circulatory system with those in foetus to protect foetus. 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 227 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 228 MODUL • Biologi Tingkatan 4 SP 15.5.1 Memerihalkan proses pembentukan kembar seiras dan kembar tak seiras 15.5.2 Membanding dan membezakan antara kembar seiras dengan kembar tak seiras 15.5.3 Menghubungkaitkan pembahagian sel dengan pembentukan kembar siam, cara hidup kembar siam dan pembedahan yang dilakukan 15.5 Pembentukan Kembar / Formation of Twins SK 15.5 Perbezaan antara kembar seiras, kembar Siam dan kembar tak seiras Differences between identical twins, Siamese twins and fraternal twins Jenis anak kembar Types of twins Kembar seiras Identical twins Kembar Siam Siamese twins Kembar tak seiras Fraternal twins Proses pembentukan Formation process Dua fetus berkongsi satu plasenta / Two foetuses share one placenta Dua fetus berkongsi satu plasenta / Two foetuses share one placenta Setiap fetus mempunyai plasenta sendiri / Each foetus has its own placenta Persenyawaan Fertilisation 1 ovum disenyawakan oleh 1 sperma 1 ovum fertilised by 1 sperm 1 ovum disenyawakan oleh 1 sperma 1 ovum fertilised by 1 sperm 2 ovum disenyawakan oleh 2 sperma 2 ova fertilised by 2 sperms Pembentukan zigot Zygote formation Dibentuk daripada 1 zigot Formed from 1 zygote Dibentuk daripada 1 zigot Formed from 1 zygote Dibentuk daripada 2 zigot berlainan Formed from 2 different zygote Plasenta Placenta Berkongsi satu plasenta tetapi mempunyai tali pusat masing-masing Share one placenta but have their own umbilical cords Berkongsi satu plasenta tetapi mempunyai tali pusat masing-masing Share one placenta but have their own umbilical cords Mempunyai plasenta dan tali pusat masing-masing Each has their own placenta and umbilical cords Pembahagian embrio Embryo division Membahagi menjadi dua Divide into two Pembahagian tidak lengkap Incomplete division Tidak membahagi menjadi dua Not divide into two Tali pusat Umbilical cords 2 2 2 Jantina Gender Jantina yang sama Same sex Jantina yang sama Same sex Jantina yang sama atau berbeza / Same or different sex Komponen genetik Genetic constitution Serupa Identical Serupa Identical Berbeza Different Pembentukan Kembar / The Formation of Twins 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 228 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 229  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 SP 15.6.1 Menyatakan maksud kemandulan 15.6.2 Berkomunikasi tentang punca kemandulan manusia 1 Kemandulan adalah ketidakupayaan suatu pasangan mendapat zuriat selepas berkahwin melebihi 12 bulan dan tanpa menggunakan teknik mencegah kehamilan. / Infertility is the inability of a couple having offspring after marriage more than 12 months and without the use of contraceptive technique. 2 Jadual berikut menunjukkan kemandulan pada lelaki dan perempuan. The table below shows infertility in male and female. Masa (hari) Time (days) Punca kemandulan Causes of infertility Penerangan Description Lelaki Male Bilangan sperma kurang Less sperm count Kebarangkalian persenyawaan berlaku adalah amat rendah Probability of fertilisation to occur is lower Struktur sperma tidak normal Abnormal structure of sperm Sperma tidak berfungsi dan persenyawaan tidak berlaku / Sperms do not function and fertilisation does not occur Duktus sperma tersumbat Blockage of sperm ducts Tiada sperma dalam air mani No sperm found in semen Sperma tidak aktif Inactive sperm Sperma tidak dapat bergerak ke tiub Falopio untuk persenyawaan Sperm unable to move to Fallopian tube for fertilisation Jangkitan testis Infection in testis Tiada sperma terbentuk atau sperma yang tidak normal terbentuk No sperm formed or abnormal sperm formed Mati pucuk Impotence Pembiakan seks tidak dapat berlaku Sexual reproduction does not occur Perempuan Female Ovum tidak dihasilkan No ovum formed Persenyawaan tidak berlaku Fertilisation does not occur Tiada ovulasi No ovulation Ovum tidak dibebaskan dan persenyawaan tidak berlaku / No ovum is released and fertilisation does not occur Tiub Falopio tersumbat Blockage of Fallopian tube Ovum yang dibebaskan tidak dapat dipersenyawa dengan sperma Sperm could not fertilise with ovum Masalah uterus (struktur tidak normal, ketumbuhan) / Uterus problems (abnormal structure, tumour) Penempelan susah atau tidak berlaku Implantation difficult or does not occur Kitar haid tidak normal Irregular menstrual cycle Penghasilan ovum dan ovulasi terganggu Production of ovum and ovulation is affected Isu Kesihatan Berkaitan Sistem Pembiakan Manusia Health Issues Related to the Human Reproductive System SK 15.6 15.6 Ciri-ciri fizikal Physical characteristics Serupa Identical Serupa Identical Berbeza Different Cap jari Fingerprints Unik (berbeza) Unique (different) Unik (berbeza) Unique (different) Unik (berbeza) Unique (different) 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 229 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 230 MODUL • Biologi Tingkatan 4 Ketidaksuburan / Infertility Mengatasi ketidaksuburan dalam lelaki / Overcoming infertility in male (a) Bank sperma / Sperm bank • Sperma penderma dikumpul dan disimpan sejuk beku dalam cecair nitrogen pada suhu –196 °C. Donor’s sperms are collected and stored frozen in liquid nitrogen at a temperature of –196 °C. • Sperma yang dipilih oleh pasangan suami isteri akan disuntik ke dalam tiub Falopio perempuan ketika ovulasi. The sperms chosen by the couple will be injected into the woman’s Fallopian tube during ovulation. (b) Permanian beradas / Artificial insemination (AI) • Disebabkan bilangan sperma yang sedikit, teknik ini akan mengumpul sperma pada tempoh masa tertentu sehingga mencapai kuantiti yang banyak. Due to the small amount of sperm, this technique will accumulate sperms over a certain period of time to achieve a large quantity. • Sperma disuntik ke dalam tiub Falopio semasa ovulasi. Sperms are injected into the Fallopian tube during ovulation. Rawatan Kemandulan / Infertility treatment • Ovum yang matang dikeluarkan dari ovari dan disenyawakan oleh sperma di dalam piring kultur dalam makmal. A mature ovum is removed from the ovary and is fertilised by the sperm in a culture plate in the laboratory. • Persenyawaan akan berlaku selepas tempoh 5-6 jam. Fertilisation occurs after 5-6 hours. • Ovum yang disenyawakan dimasukkan semula ke dalam uterus untuk proses penempelan embrio. The fertilised ovum is re-inserted into the uterus for the embryo implantation process. • Bayi yang dilahirkan dikenali sebagai bayi tabung uji . The baby born is known as a test tube baby. Embrio yang terhasil dimasukkan semula ke dalam uterus Embryo formed is re-inserted into uterus Ovum dikeluarkan dari ovari Ovum is removed from ovary Persenyawaan dalam piring kultur Fertilisation in the culture plate Persenyawaan in vitro / In vitro fertilisation (IVF) 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 230 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 231  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 SP 15.7.3 Memerihalkan pertumbuhan organisma berangka luar iaitu metamorfosis lengkap dan metamorfosis tidak lengkap Pertumbuhan Serangga / Growth in Insect 1 Organisma berangka luar seperti serangga, ketam dan udang mengalami pertumbuhan sama ada dengan metamorfosis lengkap atau tidak lengkap. / Organisms with exoskeleton such as insects, crabs and prawns undergo growth by either complete metamorphosis or incomplete metamorphosis. 2 Dalam perkembangan organisma berangka luar, metamorfosis adalah satu proses perkembangan dari peringkat larva ke peringkat dewasa. / In development of exoskeletal organisms, metamorphosis is a developmental process from larval stage to adult stage. 3 Semasa proses perkembangan, organisma menjalani proses penyalinan kulit yang digelar ekdisis. During developmental stage, organism undergoes a moulting process known as ecdysis. 4 Dalam metamorfosis lengkap , pertumbuhan organisma melibatkan empat peringkat bermula daripada telur ke larva, larva ke pupa dan daripada pupa ke dewasa. / In complete metamorphosis , the growth of organisms involves four stages starts from egg to larva, larva to pupa and from pupa to adult. Dewasa / Adult Telur / Eggs Larva / Larva Pupa / Pupa Metamorforsis lengkap Complete metamorphosis SP 15.7.1 Menerangkan maksud pertumbuhan organisma 15.7.2 Menentukan parameter untuk mengukur pertumbuhan manusia dan haiwan 15.7 Pertumbuhan dalam Manusia dan Haiwan / Growth in Humans and Animals SK 15.7 1 Pertumbuhan dalam organisma multisel seperti manusia dan haiwan merupakan proses tidak berbalik yang melibatkan pertambahan dalam parameter kuantitatif seperti saiz (ketinggian atau panjang), jisim badan , isi padu dan bilangan sel. Growth in multicellular organism such as humans and animals is an irreversible process which involve the increase in quantitative parameters such as size (height or length), body mass , volume and number of cells. 2 Parameter kuantitatif boleh digunakan untuk mengukur pertumbuhan manusia dan haiwan. Quantitative parameters can be used to measure the growth of humans and animals. • Saiz badan / Body size • Ketinggian / Height • Panjang / Length • Jisim badan / Body mass • Jisim segar / Fresh mass • Jisim kering / Dry mass Parameter pertumbuhan manusia dan haiwan Parameters for the growth of humans and animals 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 231 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 232 MODUL • Biologi Tingkatan 4 SP 15.7.4 Menganalisis fasa-fasa pertumbuhan manusia dan haiwan berdasarkan lengkung pertumbuhan sigmoid 5 Dalam metamorfosis tidak lengkap , pertumbuhan organisma hanya melibatkan tiga peringkat bermula daripada telur ke larva dan daripada larva ke dewasa. In incomplete metamorphosis , the growth of organisms only involves three stages starts from egg to larva and from larva to adult. Lengkung Pertumbuhan Sigmoid bagi Sesuatu Organisma Sigmoid Growth Curve of an Organism 1 Secara amnya, semua pertumbuhan bagi manusia dan haiwan menunjukkan lengkung pertumbuhan sigmoid yang berbentuk S . In general, all growth in humans and animals show S-shaped sigmoid growth curves 2 Lengkung pertumbuhan sigmoid terbahagi kepada lima fasa: The sigmoid growth curve can be divided into five phases: 1 Fasa permulaan : Pertumbuhan perlahan Lag phase : Slow growth • Pembahagian sel sedikit / Less cell division • Organisma menyesuaikan diri dengan persekitaran dan sumber makanan. Organism is adapting to environment and food sources. 2 Fasa pertumbuhan pesat: Kadar pertumbuhan paling cepat Rapid growth phase: Fastest growth rate • Pembahagian dan pemanjangan sel secara aktif Active cell division and elongation • Faktor pertumbuhan yang cukup / Adequate growth factors 3 Fasa pertumbuhan perlahan : Kadar pertumbuhan lambat Slow growth phase : Slow growth rate • Sel mencapai saiz maksimum / Cells reach maximum size • Faktor pertumbuhan mengehadkan kadar pertumbuhan / Growth factors limit the growth rate • Faktor luaran (contoh: kekurangan makanan) / External factors (example: food shortage) • Faktor dalaman (contoh: hormon) / Internal factors (example: hormone) Masa Time Parameter pertumbuhan Growth parameters ❶ ❷ ❸ ❹ ❺ Nimfa / Nymph Nimfa / Nymph Telur / Eggs Metamorforsis tidak lengkap In complete metamorphosis Belalang dewasa Adult grasshopper Ekdisis Ecdysis Menyalin rangka luar semasa ekdisis Moulting during ecdysis 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 232 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 233  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 5 Fasa penuaan dan kematian : Kadar pertumbuhan negatif Senescence and death phase : Growth rate is negative • Organisma menua dan nazak / Organism starts ageing and dying • Disebabkan kekurangan nutrien dan faktor pertumbuhan / Due to lack of nutrients and growth factors 4 Fasa matang: Kadar pertumbuhan sifar Maturity phase: Zero growth rate • Pembahagian sel berlaku hanya untuk menggantikan tisu mati atau rosak Cell division occurs only to replace dead or damaged tissues 3 Lengkung pertumbuhan bagi haiwan berangka luar dengan menggunakan parameter panjang adalah berbentuk tangga . Growth curve in animal with exoskeleton by using parameter length is staircase shaped . SP 15.7.5 Mencerakinkan lengkung pertumbuhan berbentuk tangga bagi haiwan berangka luar Panjang badan (mm) Body length (mm) Masa (Hari) Time (Days) Peringkat telur Egg stage Nimfa Nymph Dewasa Adult Pertumbuhan Growth I II III IV Ekdisis bermula Ecdysis begins • Serangga mempunyai rangka luar yang keras diperbuat daripada kitin . Insects have a hard exoskeleton made of chitin . • Bagi pertumbuhan, serangga perlu menjalankan penyalinan kulit dan proses ini dikenali sebagai ekdisis . In order to grow in size, insects must undergo a moulting process known as ecdysis . • Garisan mengufuk menunjukkan pertumbuhan sifar dikenali sebagai instar . The horizontal lines show zero growth periods known as instars . Semasa ekdisis: / During ecdysis: I Serangga menyedut lebih banyak udara untuk mengembangkan badannya An insect breathes in a lot of air to expand the body II Rangka luar yang lama pecah / The old exoskeleton breaks III Serangga berkembang dengan menyedut lebih udara, sebelum rangka luar yang baru mengeras The insect expands by breathing in more air, before the new exoskeleton hardens IV Proses ekdisis diulangi beberapa kali sehingga fasa dewasa Ecdysis is repeated several times until the adult phase 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 233 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 234 MODUL • Biologi Tingkatan 4 II Merangsangkan pembebasan oosit sekunder daripada folikel. Stimulates release of secondary oocyte from follicle. III Merangsangkan penebalan dinding uterus. Stimulates thickening of uterus lining. IV Merangsangkan pembentukan korpus luteum. Stimulates formation of corpus luteum. A I dan II C II dan IV I and II II and IV B I dan III D III dan IV I and III III and IV 4 Rajah 3 menunjukkan graf berkaitan dengan kitar haid. Diagram 3 shows graph about menstrual cycle. Aras hormon Level of hormone Hormon J Hormone J Hormon K Hormone K 1 7 14 21 28 Masa (hari) Time (days) Rajah 3 / Diagram 3 Antara berikut, pernyataan yang manakah berkaitan dengan graf di atas adalah benar? Which of the following statements about the graph above is correct? A Peningkatan aras hormon K merangsangkan peningkatan aras hormon J. Increasing level of hormone K stimulates increasing of level of hormone J. B Peningkatan aras hormon K disebabkan oleh penurunan aras hormon J. Increasing level of hormone K is due to decreasing level of hormone J. C Penurunan aras hormon K disebabkan oleh akhirnya suatu kitar haid. Decreasing level of hormone K is due to the end of a menstrual cycle. D Peningkatan aras hormon J dirangsangkan oleh folikel yang berkembang. Increasing level of hormone J is stimulated by developing follicle. PRAKTIS SPM / SPM PRACTICE 1 Rajah 1 menunjukkan sistem pembiakan lelaki. Diagram 1 shows male reproductive system. A B C D Rajah 1 / Diagram 1 Antara A, B, C dan D, yang manakah menyimpan sperma yang matang? Among A, B, C and D, which is used to store mature sperms? 2 Rajah 2 menunjukkan sistem pembiakan perempuan. Diagram 2 shows female reproductive system III I II IV Rajah 2 / Diagram 2 Antara berikut, yang manakah akan mengalami perubahan dalam setiap kitar haid? Which of the following will undergo changes in each menstrual cycle? A I dan II B I dan III I and II I and III C II dan III D II dan IV II and III II and IV 3 Antara berikut, yang manakah pernyataan berkenaan dengan hormon peluteinan adalah betul? Which of the following statements about luteinising hormone are correct? I Merangsangkan pembentukan folikel sekunder. Stimulates formation of secondary follicle. SOALAN OBJEKTIF / OBJECTIVE QUESTIONS 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 234 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 235  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 5 Antara berikut, pernyataan manakah berkaitan dengan gametogenesis adalah tidak benar? Which of the following statements about gametogenesis is not true? A Spermatogonium mempunyai bilangan kromosom sama dengan sel pancreas. Spermatogonium has chromosomal number same as pancreatic cell B Pindah silang berlaku dalam spermatosit sekunder dan oosit sekunder pada peringkat profasa I. Crossing over occurs in secondary spermatocyte and secondary oocyte in the stage of prophase I. C Jasad badan yang akan merosot mempunyai bilangan kromosom sama dengan ovum. Polar body which will degenerate has chromosomal number same as ovum. D Tiga jasad badan terbentuk daripada satu oogonium. Three polar bodies are formed from an oogonium. 6 Rajah 4 menunjukkan sebahagian plasenta manusia. Diagram 4 shows a part of human placenta. P Q S Rajah 4 / Diagram 4 I P adalah vena yang mengangkut darah terdeoksigen dari S. P is the vein that transport deoxygenated blood from S. II P adalah arteri yang mengangkut darah terdeoksigen dari S. P is the artery that transport deoxygenated blood from S. III Q adalah vena yang mengangkut nutrien ke S. Q is the vein that transport nutrients to S. IV Q adalah arteri yang mengangkut nutrien ke S. Q is the artery that transport nutrients to S. A I dan II I and II B II dan III II and III C II dan IV II and IV D III dan IV III and IV 7 Antara berikut, urutan yang manakah betul tentang perkembagan embrio manusia? Which of the following sequences is correct about the development of human embryo? A Ovulasi ➝ Persenyawaan ➝ Pembelahan ➝ Penempelan Ovulation ➝ Fertilisation ➝ Cleavage ➝ Implantation B Ovulasi ➝ Persenyawaan ➝ Penempelan Pembelahan Ovulation ➝ Fertilisation ➝ Implantation ➝ Cleavage C Persenyawaan ➝ Ovulasi ➝ Pembelahan ➝ Penempelan Fertilisation ➝ Ovulation ➝ Cleavage ➝ Implantation D Persenyawaan ➝ Ovulasi ➝ Penempelan ➝ Pembelahan Fertilisation ➝ Ovulation ➝ Cleavage ➝ Implantation 8 Rajah 5 menunjukkan proses persenyawaan yang berlaku dalam pembentukan kembar. Diagram 5 shows fertilisation processes occur in twin formation. Kembar G / Twin G Kembar H / Twin H Rajah 5 / Diagram 5 Pernyataan yang manakah adalah benar berkenaan dengan kembar tersebut? Which statements are true about the twins? I Jantina dalam individu kembar G adalah tidak sama Gender in individuals twin G are not same II Kumpulan darah dalam individu kembar H mungkin sama Blood groups in individuals twin H may same III Kembar siam bukan terbentuk daripada jenis kembar G Siamese twin is not formed from the type of twin G IV Kembar H mempunyai kandungan genetik yang berbeza Twin H have different genetic constituent A I dan II I and II B I dan III I and III C II dan III II and III D II dan IV II and IV 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 235 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 236 MODUL • Biologi Tingkatan 4 9 Berikut merupakan teknik mengatasi ketidaksuburan. The following are method to overcome infertility. • Sperma disuntik ke dalam tiub Falopio Sperms are injected into Fallopian tube • Persenyawaan in-vitro In-vitro fertilisation Isu kesihatan manakah berkenaan dengan penggunaan teknik di atas adalah betul? Which of the healthy issues regarding the use of techniques above is correct? A Duktus sperma tersumbat Blackage of sperm duct B Tiub Falopio tersumbat Blockage of Fallopian tube C Jangkitan testis Testes infections D Masalah ovulasi Ovulation problem 10 Rajah 6 menunjukkan lengkung sigmoid bagi pertumbuhan suatu organisma. Diagram 6 shows a sigmod curve for the growth of an organism. Masa Time Parameter pertumbuhan Growth parameters A B C D Rajah 6 / Diagram 6 Antara fasa berlabel A, B, C dan D, yang manakah menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam suatu organisma? Which of the phases labelled A, B, C and D shows the rapid growth in an organism? 11 Rajah 7 menunjukkan lengkung pertumbuhan satu organisma. Diagram 7 shows a growth curve of an organism. Panjang badan (mm) Body length (mm) Masa (Hari) Time (Days) Peringkat telur Egg stage Nimfa Nymph Dewasa Adult Pertumbuhan Growth I II III IV Ekdisis bermula Ecdysis begins Rajah 7 / Diagram 7 Antara berikut, pernyataan yang manakah tentang lengkung pertumbuhan di atas adalah betul? Which of the following statements about the above growth curve are correct? I Garis mengufuk menunjukkan tiada pertumbuhan berlaku dalam organisma tersebut dari segi jisim badan. The horizontal line shown that there is no growth occur in the organism in terms of body mass. II Lengkung pertumbuhan tersebut menunjukkan pertumbuhan organisma dari segi panjang badan. The growth curve shows the growth of an organism in terms of body length. III Organisma dewasa tidak akan menjalani ekdisis lagi. Adult organism does not undergo ecdysis anymore. IV Semua organisma berangka luar menunjukkan lengkung pertumbuhan yang sama. All the organisms with exoskeleton show the same growth curve. A I dan II C II dan III I and II II and III B I dan III D II dan IV I and III II and IV 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 236 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15 237  Nilam Publication Sdn. Bhd. MODUL • Biologi Tingkatan 4 1 Rajah 1 menunjukkan proses gametogenesis. / Diagram 1 shows gametogenesis process. Sel S / Cell S Sel R / Cell R Sel P Cell P V W Rajah 1 / Diagram 1 (a) (i) Nyatakan proses V dan W yang ditunjukkan dalam Rajah 1. State the V and W processes shown in Diagram 1. V : Meiosis I / Meiosis I W : Meiosis II / Meiosis II [1 markah/mark] (ii) Huraikan dua perbezaan proses V dalam pembentukan sel R dan sel S. Describe two differences of V process in the formation of R and S cells. Proses V berlaku dalam pembentukan sel R menghasilkan dua spermatosit sekunder manakala pembentukan sel S menghasilkan satu oosit sekunder dan satu jasad kutub. Dua spermatosit sekunder yang terhasil mempunyai saiz yang sama manakala saiz oosit sekunder adalah lebih besar daripada jasad kutub. / V process took place in the formation of cell R produces two secondary spermatocytes whereas the formation of cell S produces one secondary oocyte and one polar body. Two secondary spermatocytes produced have the same size whereas size of secondary oocyte is bigger than the polar body. [2 markah/marks] (b) Huraikan proses W dalam pembentukan sel S. / Describe the W process in the formation of cell S. Oosit sekunder mengalami proses W untuk membahagi dan menghasilkan satu ovum dan satu jasad kutub manakala jasad kutub pertama membahagi dan menghasilkan dua jasad kutub. / Secondary oocyte undergoes process W to divide into an ovum and a polar body whereas the first polar body is divided into two polar bodies. [3 markah/marks] (c) Nyatakan apa yang berlaku selepas proses W dalam pembentukan sel R. State what would happen after process W in the formation of cell R. Pembezaan sel berlaku. / Cell differentiation took place. [1 markah/mark] (d) Huraikan sel P. / Describe cell P. Sel P adalah spermatosit sekunder yang mengandungi bilangan kromosom haploid. Cell P is secondary spermatocyte containing haploid number of chromosome. [2 markah/marks] (e) Huraikan apa yang berlaku dalam sel S apabila sel R bersenyawa dengan sel S. Describe what would happen in cell S when cell R fertilises with cell S. Sel S melengkapkan meiosis II dan nukleus sel S bercantum dengan nukleus sel R untuk membentuk zigot diploid. / Cell S completes meiosis II and the nucleus of cell S fuses with nucleus of cell R to form a diploid zygote. [2 markah/marks] SOALAN STRUKTUR / STRUCTURE QUESTIONS 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 237 11/01/2020 12:08 PM


Unit 15  Nilam Publication Sdn. Bhd. 238 MODUL • Biologi Tingkatan 4 2 Rajah 2 menunjukkan keratan rentas ovari dan graf aras hormon. Diagram 2 shows cross section of an ovary and graph of hormonal levels. K Proses G / Process G Proses H / Process H K 5 14 28 Hari Days (a) (i) FSH (b) (ii) LH Rajah 2 / Diagram 2 (a) (i) Labelkan pada graf hormon yang terlibat dalam proses G. Label on the graph hormone that involved in the G process. [1 markah/mark] (ii) Huraikan hubungan antara hormon yang anda label dengan proses G. Describe the relationship between hormone that you have labelled with G process. Hormon perangsang folikel (FSH) dirembeskan oleh lobus anterior kelenjar pituitari untuk merangsang perkembangan folikel dalam ovari. / Follicle stimulating hormone (FSH) is secreted by anterior lobe of pituitary gland to stimulate the development of follicle in ovary. [2 markah/marks] (b) (i) Namakan proses H. / Name the process of H. Ovulasi / Pengovulan // Ovulation [1 markah/mark] (ii) Labelkan pada graf hormon yang terlibat dalam proses H. Label on the graph hormone that involved in the process H. [1 markah/mark] (iii) Huraikan apakah yang berlaku selepas proses H. / Describe what would happen after the process of H. Oosit sekunder (ovum) dibebaskan ke dalam tiub Falopio. Sel folikel tertinggal dirangsangkan oleh LH untuk membentuk korpus luteum. Korpus luteum merembeskan progesteron dan estrogen untuk mengekalkan ketebalan endometrium demi penempelan jika persenyawaan berlaku. Secondary oocyte (ovum) is released into Fallopian tube. The remaining follicle is stimulated by LH to form corpus luteum. Corpus luteum secretes progesterone and oestrogen to maintain thickness of endometrium for implantation if fertilisation taken place. [3 markah/marks] (c) Terangkan perubahan aras hormon selepas proses H. / Explain the change of hormonal levels after H process. Aras hormon peluteinan menurun dengan pantas. Pembentukan korpus luteum meningkatkan aras estrogen dan progesteron. Aras progesteron yang tinggi merencatkan penghasilan FSH daripada kelenjar pituitari. Jadi, aras FSH adalah rendah. / Level of luteinising hormone decrease sharply. The formation of corpus luteum increase the levels of oestrogen and progesterone. High progesterone level inhibits production of FSH from pituitary gland. Hence, FSH level is low. [4 markah/marks] 15-Biologi F4 Unit15(p215-238)csy4p.indd 238 11/01/2020 12:08 PM


Click to View FlipBook Version