A. Pilihan Ganda
1. Kumpulan dari Organ-Organ yang saling bersinergi akan membentuk….
a. Sel c. Organisme
b. Jaringan d. Sistem Organ
2. Sistem Organ yang tidak terdapat pada Tumbuhan adalah….
a. Sistem saraf c. Sistem respirasi
b. Sistem transportasi d. Sistem reproduksi
3. Organ penyusun sistem pencernaan yang benar adalah….
a. Mulut, lambung, dan usus
b. Mulut, tenggorokan, dan paru-paru
c. Mulut, tenggorokan, dan usus
d. Mulut, kerongkongan, dan paru-paru
4. Berikut ini merupakan kelompok Sistem Organ adalah….
a. Jantung, ginjal, dan hati
b. Ovarium, penis, dan ginjal
c. Paru-paru, ginjal, dan usus
d. Hidung, tenggorokan, dan paru-paru
5. Organ yang ditunjukkan oleh tanda panah pada gambar Sistem Organ
di samping adalah….
a. Pankreas
b. Empedu
c. Hati
d. Lambung
36
6. Xilem dan floem pada Tumbuhan berfungsi sebagai….
a. Alat pengangkutan zat makanan
b. Alat penyokong
c. Alat penguat Tumbuhan
d. Alat transportasi Tumbuhan
7. Apabila terjadi gangguan pada Organ ginjal, maka sistem yang akan
terganggu adalah….
a. Sistem pengeluaran dan pencernaan
b. Sistem pernapasan dan sistem pengeluaran
c. Sistem pencernaan dan sistem pendengaran
d. Sistem ekskresi dan sistem transportasi
8. Sekumpulan sapi di kandang Pak Anam adalah contoh satuan dalam
ekosistem dari ….
a. Bioma c. Individu
b. Populasi d. Komunitas
9. Di bawah ini urutan Sistem organisasi kehidupan adalah ….
a. Sel – Jaringan – Organisme – Sistem Organ
b. Jaringan – Organ – Sistem Organ – Populasi
c. Jaringan – Sel – Organisme – Sistem Organ
d. Sel – Jaringan – Organ – Sistem Organ
10. Sistem Organ tubuh yang berfungsi dalam mengedarkan oksigen yang
dibutuhkan oleh tubuh adalah….
a. Ekskresi
b. Transportasi
c. Respirasi
d. Pencernaan
37
B. Isian Singkat
1. Apa yang kamu ketahui tentang Sistem Organ!
2. Tuliskan 3 contoh Sistem Organ yang menyusun organisme!
3. Setelah kamu membaca modul ini, coba susun materi yang kamu
ketahui secara singkat!
4. Sebutkan Sistem Organ pada Hewan !
5. Sebutkan Sistem Organ pada Tumbuhan!
38
39
A. Gambaran Isi Materi
Perhatikan Gambar 7.1 dibawah ini. Pada gambar (a) terlihat burung
bangau yang bertengger di puncak pohon sedang berjemur setelah mencari
makan. Pada gambar (b) terlihat seekor biawak sedang mengendap-endap
mencari mangsa. Apa yang terjadi jika burung bangau tersebut mendarat
sampai ke bawah? Tentu bangau akan menjadi santapan bagi biawak.
Peristiwa ini sering terjadi di semua tempat bahwa sesama makhluk hidup
saling berinteraksi.
(a) (b)
Gambar 7. 1 Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya
a) Burung bangau yang bertengger pada pohon,
b) Seekor biawak sedang mengendap mencari makan.
Pada materi ini, teman-teman akan mempelajari interaksi makhluk
hidup dengan lingkungannya. Untuk memahami materi ini dengan baik,
coba teman-teman pahami terlebih dahulu mengenai lingkungan dan
melakukan pengamatan terhadap lingkungan.
40
B. Gambaran Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menjelaskan konsep lingkungan dan komponen-komponennya.
2. Melakukan pengamatan lingkungan dan mengidentifikasi komponen
biotik dan abiotik.
3. Menjelaskan pengertian interaksi.
4. Menjabarkan pola-pola interaksi.
5. Menjelaskan konsep bentuk saling ketergantungan makhluk hidup.
6. Menyebutkan perbedaan antara rantai makanan dengan jaring-jaring
makanan, rantai makanan detritus dengan rantai makanan perumput.
41
A. Konsep Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar makhluk
hidup dan berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup. Komponen
lingkungan dapat saling mempengaruhi dengan kuat. Ada saatnya kualitas
lingkungan berubah menjadi buruk. Perubahan itu dapat disebabkan oleh
makhluk hidup dalam satu lingkungan. Lingkungan terdiri atas dua
komponen utama, yaitu komponen biotik dan Abiotik.
a. Komponen biotik, terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, Hewan,
Tumbuhan, dan jasad renik.
b. Komponen abiotik, terdiri atas benda-benda tidak hidup di antaranya air,
tanah, udara, dan cahaya.
B. Ekosistem
Ekosistem adalah hubungan saling ketergantungan antara makhluk
hidup dengan lingkungannya. Ada dua macam ekosistem yang harus kamu
ketahui, yaitu: ekosistem alam dan ekosistem buatan. Ekosistem alam
adalah ekosistem yang sudah ada
di dalam alam. Contohnya: hutan,
padang pasir, laut, sungai, dan
danau. Ekosistem buatan terbentuk
karena dibuat oleh manusia, atau
karena campur tangan manusia.
Gambar 7. 2 Ekosistem
Sumber: https://invews.is
42
Contohnya sawah, ladang, kebun, taman, kolam, akuarium dan lain-lain.
Komponen-komponen ekosistem yaitu sebagai berikut:
1. Produsen
Semua Tumbuhan hijau adalah produsen. Produsen artinya
penghasil, yaitu menghasilkan bahan bahan organik bagi makhluk hidup
lainnya. Contoh produsen adalah padi, ubi, singkong, sagu, jagung, dan
tomat.
2. Konsumen
Konsumen adalah pemakai bahan organik yang dihasilkan oleh
produsen. berikut ini beberapa tingkatan konsumen menurut apa yang
dimakannya.
a. Konsumen Tingkat I
Konsumen tingkat I adalah makhluk hidup yang memperoleh energi
langsung dari produsen.
b. Konsumen Tingkat II
Konsumen tingkat II adalah makhluk hidup yang memperoleh
makanan dari konsumen tingkat I.
c. Konsumen Tingkat III
Konsumen tingkat III adalah makhluk hidup yang memperoleh
makanan dari konsumen tingkat II.
3. Pengurai
Pengurai berperan menguraikan makhluk hidup yang telah mati.
Hasil kerja pengurai dapat membantu proses penyuburan tanah.
4. Komponen Abiotik
Komponen abiotik adalah tempat Tumbuhan hijau (produsen)
tumbuh. Kesuburan lingkungan abiotik ditentukan oleh kerja pengurai.
Beberapa contoh komponen abiotik seperti air, batu, angin, iklim.
43
C. Interaksi Dalam Ekosistem Membentuk Suatu Pola
1. Interaksi Makhluk Hidup dengan Makhluk Hidup yang lain
Perhatikan gambar berikut!
Gambar 7. 3 Jaring-jaring makanan
Sumber: https://pustakapengetahuan.com
Interaksi antara makhluk hidup yang lain dapat terjadi melalui
rangkaian peristiwa makan dan dimakan. Seperti rantai makanan, Jaring-
jaring makanan, dan piramida makanan. Selain itu, melalui bentuk hidup
bersama, yaitu simbiosis.
Perbedaan rantai makanan dengan jaring-jaring makanan yaitu pada
rantai makanan, organisme hanya memakan satu jenis organisme saja,
sedangkan pada jaring-jaring makanan, organisme memakan organisme
lainnya yang tidak hanya satu jenis. Selain itu, jaring-jaring makanan akan
menimbulkan banyak rantai makanan yang terhubung satu sama lain dalam
bentuk jaring laba-laba.
Gambar 7. 4 Rantai Makanan
Sumber: https://pustakapengetahuan.com
44
Belalang sebagai pemakan produsen (rumput) disebut sebagai
konsumen tingkat pertama. Katak yang memakan konsumen tingkat
pertama (belalang) disebut sebagai konsumen tingkat kedua. Ular sebagai
konsumen tingkat ketiga dan elang disebut sebagai konsumen tingkat
keempat. Rantai makanan akan berhubungan antara yang satu dengan yang
lainnya membentuk jaring-jaring makanan.
Ditinjau dari komponen yang menduduki tingkat trofi pertama, rantai
makanan dibagi menjadi dua macam yaitu:
a. Rantai makanan perumput merupakan rantai makanan yang dimulai dari
Tumbuhan sebagai produsen. Contohnya: Padi tikus ular elang.
Pada contoh tersebut tingkat trofi pertamanya padi (produsen), tingkat trofi
kedua tikus (konsumen pertama), tingkat trofi ketiga ular (konsumen
kedua), dan tingkat trofi keempat ditempati oleh elang (konsumen ketiga).
b. Rantai makanan detritus tidak dimulai dari Tumbuhan, tetapi dimulai dari
detritivor. Detritivor merupakan organisme heterotrof yang mendapatkan
energi dengan cara memakan sisa-sisa makhluk hidup. Detritus adalah
fragmen dari organisme yang mati dan sisa organisme seperti kotoran
Hewan, daun, ranting yang gugur. Contohnya: kayu lapuk (detritus)
rayap (detritivor) ayam (konsumen kedua) Elang (konsumen
ketiga).
Perjalanan makan dan dimakan dari produsen sampai ke konsumen
terakhir tersebut, dapat kita gambarkan sebagai sebuah piramida. Piramida
makanan merupakan diagram berbentuk tingkatan piramida berdasarkan
jumlah, biomassa dan kemampuan menyimpan energi pada setiap
trofiknya.
45
Gambar 7. 5 Piramida Makanan
Sumber: https://ruangguru.com
2. Macam-macam Simbiosis
Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang
berbeda jenis. Ada tiga (3) macam simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme,
simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme. Simbiosis mutualisme
merupakan suatu hubungan dua jenis individu yang saling memberikan
keuntungan satu sama lain. simbiosis komensalisme adalah hubungan
interaksi dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah
satu pihak, tetapi pihak lain tidak mendapatkan kerugian. Simbiosis
parasitisme merupakan hubungan dua jenis individu yang memberikan
keuntungan kepada salah satu pihak dan kerugian pada pihak yang lain.
Contoh simbiosis mutualisme adalah antara jamur dan akar pohon
pinus. Jamur mendapatkan makanan dari pohon pinus, sedangkan pohon
pinus mendapatkan garam mineral dan air lebih banyak jika bersimbiosis
dengan jamur.
46
Gambar 7. 6 Simbiosis Mutualisme
Sumber: https://orami.co.id
Contoh simbiosis komensalisme adalah antara tanaman anggrek
dengan pohon mangga. Tanaman anggrek mendapatkan keuntungan
berupa tempat hidup, sedangkan pohon mangga tidak mendapatkan
keuntungan maupun kerugian dari keberadaan tanaman anggrek tersebut.
Gambar 7. 7 Simbiosis Komensalisme
Sumber: https://kependidikan.com
Contoh simbiosis parasitisme adalah antara nyamuk dan manusia.
Manusia sering terganggu dengan adanya nyamuk karena menggigit dan
menghisap darah. Bahkan, ada jenis nyamuk tertentu bisa menyebarkan
penyakit mematikan seperti demam berdarah dan atau malaria.
Gambar 7. 8 Simbiosis Parasitisme
Sumber: https://merdeka.com
47
3. Peran Makhluk Hidup dalam Lingkungan
Berdasarkan kemampuan menyusun makanan, peran organisme
dibagi menjadi dua, yaitu autotrof dan heterotrof. Autotrof adalah
organisme yang dapat membuat makanan sendiri (ber-fotosintesis).
organisme yang termasuk kelompok ini misalnya Tumbuhan hijau, alga
(ganggang), lumut, Tumbuhan paku dan sebagian bakteri. Sedangkan
Heterotrof adalah organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri.
organisme heterotrof dibagi menjadi:
1) Herbivora adalah Hewan pemakan Tumbuhan, contoh sapi, kambing,
kuda, kerbau.
2) Karnivora adalah Hewan pemakan daging, contoh harimau, kucing,
anjing, elang.
3) Omnivora adalah organisme pemakan Tumbuhan dan Hewan, contoh:
manusia, gorilla, orangutan, ayam, tikus dan sebagainya.
4) Dekomposer (pengurai) adalah organisme yang berperan menguraikan
makhluk hidup yang telah mati, contoh fungi (jamur) dan bakteri.
(a) herbivora (b) karnivora (c) omnivora
Gambar 7. 9 Macam-macam Hewan berdasarkan Makanannya
Sumber: https://canva.com, https://www.houstonzoo.org/blog/saving-orangutans-one-
bridge-time/
48
D. Pola Interaksi Manusia Memengaruhi Ekosistem
Manusia merupakan bagian dari sebuah ekosistem. Oleh karena itu,
kelangsungan hidup manusia bergantung pada kelestarian ekosistem yang
menjadi habitatnya. Ekosistem yang memengaruhi kehidupan manusia
dapat berupa hewan dan tumbuhan yang dijadikan sebagai sumber protein,
obat-obatan, hingga bahan baku peralatan rumah tangga. Kerusakan yang
terjadi dalam sebuah ekosistem, akhirnya akan mengganggu kehidupan
makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya.
Manusia juga memiliki interaksi dengan lingkungan. Berubahnya
tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam
menyebabkan kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu,
akibatnya lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai
dengan peruntukannya.
Gambar 7. 10 Pola Interaksi Manusia Memengaruhi Ekosistem
Sumber: https://guruspensaka.com
49
1. Lingkungan secara umum diartikan sebagai segala sesuatu di luar
individu. Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang
kompleks sehingga dapat memengaruhi satu sama lain. Lingkungan
terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan komponen
abiotik, Komponen biotik terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia,
Hewan, Tumbuhan, dan jasad renik. Komponen abiotik terdiri atas
benda-benda mati seperti air, tanah, udara, cahaya, dan sebagainya.
2. Setiap organisme tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada
organisme lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan
membentuk suatu pola interaksi. Pola interaksi ini terjadi antara
komponen biotik dan komponen abiotik serta antara komponen biotik
dan abiotik.
3. Interaksi merupakan hubungan antar komponen atau lebih yang bisa
sling menguntungkan, merugikan atau tidak ada dampak apa-apa.
4. Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dapat
terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan (rantai
makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan), maupun
melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis. Berdasarkan cara
menyusun makanannya, makhluk hidup dapat berperan sebagai
organisme autotrof dan heterotrof.
5. Dialam dikenal tiga macam kehidupan simbiosis seperti simbiosis
mutualisme yaitu hubungan antara dua makhluk yang saling
menguntungkan, simbiosis komensalisme yaitu hubungan antara dua
makhluk hidup yang satu diuntungkan dan yang satu tidak dirugikan,
50
simbiosis parasitisme yaitu hubungan antara dua makhluk hidup yang
satu diuntungkan dan yang satu dirugikan.
6. Dalam jarring-jaring makanan, organisme yang berperan sebagai
konsumen dapat memilih apa yang akan dimakan (lebih dari satu jenis
makanan). Sementara itu, pada rantai makanan, konsumen hanya dapat
memilih satu jenis makanan saja.
7. Rantai makanan perumputan (grazing food chain), yaitu rantai makanan
yang diawali dari Tumbuhan pada trofik awalnya. Contohnya: rumput –
belalang – tikus – ular. Rantai makanan sisa/detritus (detritus food
chain), yaitu rantai makanan yang tidak dimulai dari Tumbuhan, tetapi
dimulai dari detritivor.
51
A. Pilihan Ganda
1. Lingkungan dibedakan menjadi 2, yaitu lingkungan biotik dan
lingkungan abiotik, lingkungan biotik merupakan lingkungan yang….
a. Terdiri atas air, udara dan tanah
b. Sebagai habitat flora dan fauna
c. Disusun produsen, konsumen, dan pengurai
d. Menunjang manusia dan aktivitasnya
2. Jika di sawah terdapat seekor burung, tiga petani, 15 ekor belalang, 6
ekor katak, 2 ekor ular, dan ada sinar matahari, maka yang disebut
individu adalah….
a. 1 ekor burung c. 6 ekor katak
b. 15 ekor belalang d. 2 ekor ular
3. Jika suatu ekosistem air tawar tercemar insektisida kadar terbesar
penimbunan bahan pencemar akan terdapat pada….
a. Air tawar c. Fitoplankton
b. Ikan kecil d. Ikan besar
4. Bila kadar karbondioksida dalam suatu ekosistem menurun, maka
organisme yang pertama kali menerima dampak negatifnya adalah….
a. Karnivora c. Konsumen
b. Herbivora d. Produsen
5. Dalam suatu ekosistem kolam, terdapat beberapa komponen, antara lain
(1) Bakteri pengurai
(2) Zat organik
52
(3) Ikan herbivora
(4) Fitoplankton
(5) Ikan karnivora
Dari beberapa komponen-komponen tersebut, dapat disusun suatu rantai
makanan. Susunan rantai makanan yang besar adalah….
a. 2 - 4 - 3 - 5 – 1 c. 2 - 3 - 4 - 5 - 1
b. 4 - 2 - 3 - 5 – 1 d. 1 - 2 - 4 - 3 - 5
6. Dalam suatu ekosistem, terdapat tikus, kucing, rumput, jamur, dan
bakteri. Organisme yang sangat tergantung kepada konsumen adalah….
a. Jamur dan Bakteri
b. Tikus dan Kucing
c. Rumput dan Jamur
d. Kucing dan Rumput
7. Dalam suatu ekosistem, energi mengalami perpindahan secara berurutan
dari….
a. Produsen - Matahari - Konsumen 1 - Konsumen 2
b. Matahari - Produsen - Konsumen 1 - Konsumen 2
c. Matahari - Konsumen 1 - Konsumen 2 - Produsen
d. Produsen - Konsumen 1 - Konsumen 2 - Matahari
8. Saat kegiatan praktikum di kebun sekolah, kelompok Sofia mencatat
adanya 21 tanaman rumput, 2 tanaman bunga soka, dan 14 ekor semut.
Dari data tersebut kelompok Sofia mencatat data komponen….
a. Individu
b. Populasi
c. Komunitas
d. Ekosistem
53
9. Piramida makanan dapat bermanfaat untuk….
a. Oksigen dan Karbon dioksida
b. Makanan
c. Perkembangbiakan
d. Tempat tinggal
10. Interaksi yang terjadi antara pohon mangga dengan benalu merupakan
contoh peristiwa….
a. Parasitisme
b. Rantai makanan
c. Komensalisme
d. Mutualisme
B. Isian Singkat
1. Perhatikan Gambar di bawah ini!
Ada berapa rantai makanan yang terlihat pada gambar jaring-jaring
makanan tersebut….
2. Kondisi saat konsumen hanya dapat memilih satu jenis makanan saja
disebut pola interaksi …. sedangkan kondisi dimana organisme yang
berperan sebagai konsumen dapat memilih apa yang akan dimakan
disebut pola interaksi ....
54
3. Pada suatu ekosistem rawa terdapat air, batu, ikan kecil, semanggi,
fitoplankton, katak, dan kutu air. Komponen yang berfungsi sebagai
produsen adalah ….
4. Peristiwa makan dan dimakan dengan suatu urutan dan arah tertentu
dalam suatu ekosistem disebut….
5. Perhatikan Gambar di bawah ini
Apabila pada ekosistem tersebut
tidak ada ular, yang akan terjadi
pada burung tersebut adalah ….
55
56
A. Gambaran Isi Materi
Manusia mempunyai keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan
hidup. Bagaimana caranya? diantaranya dengan mendirikan pabrik-pabrik
yang dapat mengolah hasil alam menjadi bahan pangan dan sandan.
Pesatnya kemajuan teknologi dan industrinya berpengaruh terhadap
kualitas lingkungan. Munculnya pabrik-pabrik yang menghasilkan asap
dan limbah buangan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.
Terjadinya perubahan lingkungan akan mempengaruhi keberadaan atau
kelangsungan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Makhluk hidup pada
suatu lingkungan selalu tergantung antara satu dengan yang lain. Oleh
karna itu, apabila ada salah satu komponen yang berubah, maka akan
menyebabkan perubahan pada makhluk hidup lain yang tidak mampu
beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Pada materi ini teman-teman akan mempelajari tentang pencemaran
lingkungan untuk mengetahui dan menjelaskan jenis-jenis pencemaran,
sumber pencemar, dampaknya dan juga bagaimana cara mengatasi atau
mengurangi pencemaran.
57
B. Gambaran Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Peserta didik mampu memahami mengenai pencemaran lingkungan.
2. Peserta didik mengetahui macam-macam pencemaran lingkungan
berdasarkan tempat terjadinya.
3. Peserta didik memahami 6 indikator pencemaran air.
4. Peserta didik mengetahui macam-macam dari pencemaran udara.
5. Peserta didik mampu memecahkan masalah pencemaran lingkungan
dan solusinya.
58
Pencemaran lingkungan merupakan suatu dari beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi kualitas lingkungan dan dapat mengganggu
keseimbangan ekosistem. Pencemaran lingkungan terjadi akibat dari
kumpulan kegiatan manusia (populasi) dan bukan dari kegiatan perorangan
(individu). Selain itu, pencemaran dapat diakibatkan oleh faktor alam.
Contohnya gunung meletus yang menimbulkan abu vulkanik.
Manusia tidak dapat mencegah pencemaran lingkungan yang
diakibatkan oleh faktor alam tetapi manusia dapat mengendalikan
pencemaran yang diakibatkan oleh faktor kegiatannya sendiri. Seperti
limbah rumah tangga, industri, minyak, asap hasil pembakaran hutan dan
minyak Bumi serta limbah rumah tangga. Berdasarkan tempat terjadinya,
pencemaran dibedakan menjadi pencemaran udara, pencemaran air dan
pencemaran tanah.
A. Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah bentuk kerusakan lingkungan di mana
kualitas udara mengalami penurunan karena adanya unsur-unsur berbahaya
yang masuk ke dalam atmosfer. Udara dikatakan tercemar apabila
mengandung senyawa kimia maupun senyawa biologis dalam jumlah
banyak yang dapat berdampak pada kesehatan makhluk hidup yang
menghirupnya.
59
Gambar 8. 1 Pencemaran Udara
Sumber : https://canva.com
1. Macam-Macam Pencemaran Udara
a. Pencemaran udara primer disebabkan langsung dari sumber
pencemar. Contohnya peningkatan kadar karbon dioksida yang
disebabkan oleh aktivitas pembakaran oleh manusia ataupun
kendaraan bermotor.
Gambar 8. 2 Pencemaran Udara Primer
Sumber : https://canva.com
b. Pencemaran udara sekunder adalah pencemaran udara yang terjadi
akibat reaksi kimia dan partikel-partikel polutan yang terjadi di
atmosfer, misalnya seperti pembentukan ozon di udara. Akumulasi
polutan sekunder dinilai lebih berbahaya dibandingkan polutan
primer.
60
2. Faktor Penyebab Pencemaran Udara
a. Aktivitas Alam
Gambar 8. 3 Pencemaran dari Aktivitas Alam
Sumber : https://canva.com
Aktivitas alam dapat menimbulkan pencemaran udara di atmosfer.
Bencana alam seperti gunung merapi menjadi faktor penyebab
pencemaran udara karena menghasilkan abu vulkanik yang berbahaya
bagi kesehatan manusia dan tanaman hingga kebakaran hutan yang
terjadi akan menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah banyak yang
dapat mencemari udara dan berbahaya bagi kesehatan Hewan dan
manusia.
b. Aktivitas Manusia
Kegiatan-kegiatan manusia kini kian tidak terkendali, kemajuan
industri dan teknologi membawa sisi negatif bagi lingkungan karna
tidak ditangani dengan baik. Berikut ini merupakan pencemaran yang
diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti:
1) Pembakaran sampah
2) Asap-asap industri
3) Asap kendaraan
4) Asap rokok
61
5) Senyawa-kimia buangan seperti gas karbondioksida, metana, etana,
merkuri, arsenik, gas amonia, serta klorin ke udara.
3. Dampak Pencemaran Udara
a. Kualitas udara yang menurun
Turunnya kualitas udara terjadi akibat adanya asap dan partikulat
bahan kimia, maupun logam berbahaya yang menyebabkan udara tak
lagi bersih dan menjadi berbahaya bagi pernapasan seperti infeksi
saluran pernapasan akut (ISPA), asma, hingga memicu kanker paru.
b. Terjadinya hujan asam
Letusan gunung berapi yang menimbulkan abu vulkanik dapat
membuat udara menjadi tercemar dan mengakibatkan hujan asam.
Hujan asam ini mengandung sulfur yang dapat mengganggu
perTumbuhan tanaman.
Gambar 8. 4 Terjadinya Hujan Asam
Sumber : https://canva.com
c. Timbulnya efek rumah kaca
Efek rumah kaca adalah peningkatan suhu Bumi yang terjadi
akibat adanya gas HC yang bisa menjebak panas, serta konsentrasi
62
karbondioksida dan karbon monoksida yang tinggi, sehingga
menyebabkan kenaikan suhu di atmosfer.
Gambar 8. 5 Timbulnya Efek Rumah Kaca
Sumber : https://canva.com
d. Rusaknya lapisan ozon
Penggunaan produk pendingin ruangan yang mengandung CFC
seperti pada AC dapat merusak lapisan ozon di atmosfer.
4. Cara penanggulangan pencemaran udara
Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi
pencemaran udara yaitu:
a. Menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan untuk kendaraan
bermotor.
b. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, gunakan angkutan
umum seperti di daerah Yogyakarta banyak yang menggunakan
transjogja maupun teman bus.
63
Gambar 8. 6 Peradaan Trans Jogja
Sumber : https://travel.tribunnews.com
c. Melakukan gerakan menanam pohon untuk memperbanyak produksi
oksigen.
d. Mengolah asap pabrik, seperti yang dilakukan oleh PT Semen
Padang mengubah asap pabrik menjadi listrik yang disebut
Pembangkit Listrik Tenaga Asap.
B. Pencemaran Air
Pencemaran air merupakan kondisi air yang menyimpang dari sifat-
sifat air dari keadaan normal. Akibatnya, kualitas air turun sampai ke
tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukannya.
1. Faktor Penyebab Pencemaran Air
Pencemaran air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai,
rawa-rawa, danau, dan laut. Bahan pencemaran air dapat berasal dari
limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.
a. Limbah Industri
Air limbah dari hasil pengolaan industri cenderung mengandung zat
berbahaya. Limbah industri terbagi menjadi dua yaitu limbah dari pabrik
64
kertas menghasilkan bubur kertas yang dapat merusak lingkungan dan
menyebabkan aliran sungai menjadi tidak lancar. Limbah ini disebut
dengan limbah organik sedangkan limbah dari pabrik kimia dan farmasi
cenderung berupa cairan panas, berbusa, dan baunya menyengat. Limbah
ini disebut dengan limbah anorganik.
Gambar 8. 7 Limbah Industri
Sumber : https://canva.com
b. Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga tentunya berasal dari hasil kegiatan rumah
tangga, pasar, perkantoran, rumah rumah tangga terbagi atas bahan
organik, anorganik, dan bahan berbahaya lainnya. Limbah organik itu
misalnya kulit buah, sayuran, sisa makanan, daun, dan sebagainya. Limbah
anorganik itu contohnya aluminium, plastik, kaca, kaleng minuman.
Limbah berbahaya lainnya itu bisa berwujud oli bekas yang ada di bengkel-
bengkel kendaraan.
Gambar 8. 8 Limbah Rumah Tangga
Sumber : https://canva.com
65
c. Limbah Pertanian
Limbah pertanian adalah sisa dari proses produksi pertanian. Limbah
pertanian antara lain berupa kotoran ternak, jerami padi, jerami kacang-
kacangan, serasah, ranting Tumbuhan dan Bahan kimia. Bahan kimia
tersebut berfungsi sebagai pembasmi hama, namun namanya berbahan
dasar dari obat-obatan sehingga jika terpapar insektisida yang berlebihan,
bisa menyebabkan perTumbuhan kelenjar tiroid meningkat
2. Dampak Pencemaran Air
Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan
dampak yang tidak menguntungkan bagi lingkungan, seperti hal-hal
berikut.
a. Penurunan kualitas lingkungan. Misalnya, pembuangan limbah
organik dapat menyebabkan peningkatan mikroorganisme atau
kesuburan tanah air, sehingga menghambat masuknya cahaya
matahari ke dalam air.
b. Gangguan kesehatan. Air limbah bisa menimbulkan sarang nyamuk
dan lalat yang dapat membawa (vektor) penyakit tertentu.
c. Pemekatan hayati. Bahan beracun bisa dapat meresap ke dalam tubuh
alga atau mikroorganisme lainnya.
Gambar 8. 9 Pemekatan Hayati
Sumber : https://bahassemua.com
66
3. Cara Penanggulangan Pencemaran Air
a. Pembuatan kolom stabilisasi. Di kolom Stabilisasi ini air limbah
diolah secara alami. Ini dilakukan untuk menetralisasi zat-zat
pencemar sebelum dialirkan ke sungai.
b. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
c. Dalam menangani limbah baik dalam bentuk padat atau cair tetap
memperhatikan prinsip ekologi yang dikenal dengan 4R.
1) Recycle (daur ulang)
2) Reuse (penggunaan ulang)
3) Reduce (pengurangan penggunaan)
4) Repair (perbaikan)
C. Pencemaran Tanah
Ketika suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan
tanah, maka pasti dapat menguap, tersapu air, hujan, dan atau masuk ke
dalam tanah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pencemaran tanah adalah
suatu keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah
lingkungan tanah alami.
Gambar 8. 10 Pencemaran Tanah
Sumber : https://citarumharum.jabarprov.go.id
67
1. Faktor Penyebab Pencemaran Tanah
Penyebab pencemaran tanah lainnya di antaranya sebagai berikut;
a. Limbah Domestik
Limbah domestik dapat berasal dari daerah seperti pemukiman
penduduk (pedagang, tempat usaha, hotel dan lain-lain), kelembagaan
(kantor-kantor pemerintah dan swasta), serta tempat-tempat wisata.
b. Limbah Industri
Limbah industri berupa limbah padat yang merupakan hasil buangan
industri berupa padatan, lumpur, dan bubur yang berasal dari proses
pengolahan. Misalnya sisa pengelahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon,
polywood, serta pengawetan buah, ikan, daging dan lain-lain.
c. Limbah Pertanian
Tidak sedikit petani menggunakan pupuk sintetik melebihi
ketentuan, atau caranya tidak tepat. Akibatnya, limbah pertanian yang
berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanah
tercemar. Misalnya, pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama
tanaman, penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan
merusak struktur tanah.
2. Dampak Pencemaran Tanah
Toksin yang dilepaskan oleh polutan di tanah dapat berinteraksi
dengan ekosistem, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut
ini adalah beberapa dampak pencemaran tanah dari segi kesehatan dan
lingkungan;
68
a. Kesehatan
Pencemaran tanah menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan
pada manusia, diantaranya:
1) Kanker – Kebanyakan polutan tanah mengandung zat karsinogenik yang
dapat menyebabkan kanker.
2) Kerusakan Organ - Hal ini juga disebabkan oleh zat polutan tanah yang
berbahaya. Salah satu contohnya seperti kerusakan ginjal disebabkan
oleh merkuri.
3) Bioakumulasi - Bioakumulasi dapat terjadi pada manusia memakan
daging/sayur yang telah terpapar poutan dapat menyebabkan penyakit
kronis laten (tanpa disadari).
b. Lingkungan
Efek pencemaran tanah terhadap lingkungan dapat mengakibatkan
kerusakan ekosistem. Beberapa dampak lingkungan yang disebabkan oleh
pencemaran tanah ialah:
1) Hilangnya keanekaragaman hayati - Paparan polutan yang berbahaya
dapat mematikan sejumlah jenis tanaman atau Hewan sehingga terjadi
kelangkaan spesies.
2) Menurunkan kesuburan tanah - Hilangnya biota-biota atau mikroflora
tanah dapat menyebabkan tanah menjadi tidak subur seperti sedia kala.
3) Perubahan struktur tanah – Struktur tanah dapat mengalami perubahan
apabila terdapat polutan yang mematikan komponen penting dalam
tanah.
69
3. Cara Penanggulangan Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah dapat ditanggulangi dengan berbagai macam cara,
yaitu:
a. Menghindari aktivitas pertanian yang berlebihan
Aktivitas pertanian seperti menanam dan pencabutan rumput yang
berlebihan dapat mengakibatkan banjir dan erosi tanah. Selain itu,
penggunaan pupuk kimia dapat digantikan dengan pupuk kompos.
b. Mengurangi “waste footprit” manusia
“Waste footprint” yang kita hasilkan dapat berupa sampah plastik,
materi yang sulit terurai, kotoran, dan seterusnya. Materi-materi tersebut
dapat terakumulasi di tanah dan menjadi polutan yang berbahaya.
c. Teknik ekstraksi dan pemisahan
Teknik ini dikhususkan untuk menanggulangi pencemaran berupa
logam berat. Teknik ekstraksi dilakukan dengan cara mencampurkan
minyak, tanah yang telah tercemar, dan pelarut organik. Reaksi ini memicu
terlepasnya logam berat seperti kadmium, krom, arsen, dan logam berat
lainnya dari tanah.
d. Bioremediasi
Metode pengelolaan ini menggunakan
mikroorganisme untuk mengurangi kontaminan
dan mengembalikan kesuburan tanah. Namun,
bioremediasi juga tetap membutuhkan
temperatur yang sesuai, nutrisi, dan oksigen di
dalam tanah. Gambar 8. 11 Biomerediasi
Sumber: https://wordpress.com
70
1. Pencemaran lingkungan merupakan suatu dari beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi kualitas lingkungan dan dapat mengganggu
keseimbangan ekosistem.
2. Berdasarkan tempat terjadinya, pencemaran dibedakan menjadi
pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah.
3. Air dikatakan tercemar apabila air tersebut memenuhi 6 indikator
pencemaran air sebagai berikut; (a) Perubahan suhu pada air, (b)
Perubahan pH atau derajat keasaman, (c) Perubahan warna, bau, dan
rasa air, (d) Adanya endapan, koloid, dan busa, (e) Adanya
mikroorganisme (f) Peningkatan radioaktivitas di badan air.
4. Pencemaran udara ini dibagai menjadi 2 macam yaitu; (a) Pencemaran
udara primer, (b) Pencemaran udara sekunder.
5. Pencemaran tanah merupakan suatu keadaan dimana bahan kimia
buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami.
Penanggulangan pencemaran tanah dapat dilakukan dengan cara; (a)
Menghindari aktivitas pertanian yang berlebihan, (b) Mengurangi
“waste footprit” manusia, (c) Teknik ekstraksi dan pemisahan (d)
Teknik ekstraksi dan pemisahan.
71
A. Pilihan Ganda
1. Salah satu pencemaran lingkungan adalah pencemaran udara. Apa yang
menyebabkan pencemaran udara….
a. Masuknya polutan zat cair dan padat ke dalam ekosistem air
b. Masuknya polutan zat cair dan padat dalam tanah
c. Pencemaran oleh gas-gas kendaraan bermotor
d. Rusaknya ekosistem air karena terlalu banyak ikan yang hidup
2. Berikut ini merupakan cara untuk mengurangi pencemaran udara,
kecuali….
a. Menggunakan bahan bakar alternatif
b. Menambah lahan hijau di halaman rumah
c. Menggunakan bahan bakar fosil
d. Memusnahkan sampah dengan cara didaur ulang
3. Semakin meningkatnya jumlah kendaraan di daerah perkotaan maka
mengakibatkan tingginya pencemaran udara dari gas buangnya,
sehingga mengganggu kesehatan. Usaha yang paling mungkin untuk
mengurangi dampak dari pencemaran tersebut adalah.…
a. Membatasi penggunaan bahan bakar minyak
b. Melarang penggunaan kendaraan yang menggunakan bahan bakar
minyak
c. Menanam pohon di sepanjang jalan yang memungkinkan
d. Melarang menggunakan mobil pribadi
72
4. Perhatikan pensyaratan di bawah ini.
i. Gangguan Kesehatan
ii. Menimbulkan keindahan lingkungan
iii. Penurunan kualitas lingkungan
iv. Meningkatnya daya tahan tubuh
Dari pernyataan di atas, manakah yang merupakan dampak buruk dari
air limbah….
a. i dan ii c. i dan iii
b. ii dan iv d. iii dan iv
5. Agar limbah rumah tangga yang mengalir ke sungai tidak mencemari
ekosistem sungai maka usaha yang dilakukan adalah….
a. Melakukan penyaringan terlebih dahulu
b. Melakukan pembuangan limbah sedikit demi sedikit namun terus
menerus
c. Pembuangan dilakukan secara besar-besaran agar tidak terlalu sering
melakukan pembuangan
d. Pembuangan dilakukan malam hari agar tidak mengenai penduduk
yang beraktifitas di sungai.
6. Pencemaran sungai Citarum yang disebabkan oleh pembuangan limbah
pabrik dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai. Banyak ikan
yang mati akibat air sungai tercemar limbah pabrik. Usaha yang tepat
untuk mengatasi masalah tersebut adalah….
a. Menanam pohon di sepanjang sungai
b. Membuang limbah ke sungai kecil
c. Mengolah limbah pabrik sebelum dibuang ke sungai
d. Membudidayakan ikan yang tahan terhadap limbah
73
7. Perhatikan contoh kasus berikut ini!
Limbah cair berbahaya yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan swasta
di Jawa Timur telah melampaui ambang batas baku mutu. Dari uji
sampel limbah yang diambil oleh Tim Patroli Air Terpadu setiap bulan,
keadaannya selalu melebihi batas toleransi. Sudah tiga kali peringatan,
ternyata tidak dihiraukan oleh pihak perusahaan.
Usaha yang harus dilakukan untuk mengatasi pencemaran limbah air
pada kasus tersebut adalah.…
a. Menutup aliran limbah dari perusahaan swasta tersebut
b. Memindahkan penduduk dari daerah aliran sungai
c. Memerintahkan karyawan untuk mogok kerja
d. Mengolah limbah industri sebelum dibuang ke aliran sungai
8. Bertambah banyaknya pemukiman di sekitar ibu kota dapat
mengakibatkan terjadinya pencemaran tanah oleh sampah plastik.
Upaya untuk mengatasi pencemaran tersebut adalah.…
a. Tidak menggunakan plastik untuk kantong belanja
b. Melarang pemakaian plastik untuk membungkus makanan
c. Mengubur sampah plastik di dalam tanah
d. Mendaur ulang limbah plastik menjadi kerajinan tangan
9. Perhatikan gambar berikut!
(a) Hutan (b) Penebangan hutan
Dampak negatif yang mungkin terjadi akibat ulah manusia seperti pada
gambar tersebut adalah….
74
a. Penebangan hutan mengakibatkan terjadinya pencemaran
b. Kayu akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bangunan
c. Terjadinya kerusakan ekosistem dan musnahnya beberapa jenis
Tumbuhan
d. Terjadinya Banjir Bandang karena kebocoran tanggul penampung air
10. Upaya meminimalisasi sampah hasil limbah rumah tangga agar tidak
mencemari perairan dapat dilakukan dengan cara mendaur ulang
sampah-sampah di sekitar kita. Seperti dibuat menjadi kompos,
kerajinan tangan, dan benda berguna lainnya. Upaya tersebut dibuat
dengan istilah….
a. Recycle c. Reduce
b. Reuse d. Repair
B. Isian Singkat
1. Apa yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan….
2. Dampak dari polusi udara terhadap kesehatan manusia dapat
menyebabkan penyakit….
3. Pencemaran udara oleh bahan pendingin ruangan disebabkan oleh suatu
polutan berupa gas.…
4. Limbah pertanian yang menjadi polutan adalah.…
5. Tanah yang tercemar dapat ditanggulangi dengan menggunakan
mikroorganisme seperti jamur dan bakteri. Mikroorganisme tersebut
dapat memecah zat-zat pencemar menjadi bahan yang tidak beracun.
Proses penanggulangan tanah yang tercemar tersebut dinamakan….
75
76
A. Gambaran Isi Materi
Setiap hari, matahari memancarkan radiasi sinarnya ke Bumi
menembus lapisan atmosfer atau langit Bumi. Radiasi tersebut akan
dipantulkan kembali ke angkasa. Akan tetapi, ada sebagian gelombang
tersebut diserap oleh gas rumah kaca seperti CO2, CH4, N2O, HFCs dan SF4
yang berada di atmosfer. Akibatnya, gelombang tersebut terperangkap di
dalam atmosfer Bumi yang terjadi berulang-ulang kali, sehingga
menyebabkan suhu rata-rata di permukaan Bumi meningkat. Peristiwa
inilah yang sering disebut sebagai pemanasan global.
Berita turunnya salju di Arab dan munculnya matahari ketika musim
salju di Tiongkok merupakan fenomena langka akibat perubahan iklim di
dunia. Perubahan iklim tersebut terjadi akibat perubahan lingkungan yang
tidak lain juga merupakan dampak negatif dari aktivitas manusia. Untuk
itu, perlunya kita sebagai manusia agar lebih mencintai lingkungan dan
memahami perilaku apa yang harus dilakukan agar dapat menjaga
lingkungan sekitar. Melalui materi ini, akan dibahas mengenai penyebab,
dampak, dan usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi pemanasan
global.
Setelah mempelajari materi ini, kita akan merasa bersyukur akan
kebesaran Tuhan Yang Maha Esa karena telah menciptakan alam dengan
segala keseimbangannya. Untuk itu, materi ini perlu dipelajari dengan
sungguh-sungguh agar kita termasuk sebagai manusia cerdas yang peduli
77
terhadap semua ciptaan-Nya dengan selalu berusaha untuk melestarikan
alam sebagai wujud ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
B. Gambaran Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Memahami proses terjadinya efek rumah kaca.
2. Mengidentifikasi aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan
lingkungan sebagai dampak pemanasan global.
3. Menganalisis perubahan lingkungan sebagai dampak pemanasan global.
4. Memahami pentingnya lapisan ozon bagi kehidupan.
5. Memberikan solusi untuk mengurangi perubahan lingkungan sebagai
dampak pemanasan global.
78
A. Efek Rumah Kaca
1. Pengertian Efek Rumah Kaca
Pemanasan global merupakan suatu fenomena global yang
berdampak pada perubahan iklim dunia. Pemanasan global dipicu oleh
berbagai kegiatan manusia yang menghasilkan gas-gas yang semakin lama
semakin banyak jumlahnya di atmosfer. Gas tersebut diantaranya adalah
karbon dioksida (CO2). Gas CO2 ini yang menjadi penyebab utama dari
terjadinya pemanasan global melalui proses yang biasa disebut dengan efek
rumah kaca.
Efek rumah kaca merupakan suatu fenomena yang menunjukkan
terperangkapnya panas matahari oleh atmosfer Bumi. Keberadaan efek
tersebut dalam skala normal membuat suhu di Bumi tetap optimal untuk
kehidupan dan tempat tinggal berbagai makhluk hidup. Namun, efek rumah
kaca yang tidak terkendali akibat memberikan dampak negatif.
Gambar 9. 1 Rumah Kaca Bidang Pertanian
Sumber : https://www.canva.com/
79
2. Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca
Gambar 9. 2 Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca
Sumber : https://www.canva.com/
Peningkatan suhu di dalam rumah kaca ini disebut sebagai efek
rumah kaca (greenhouse effect). Efek rumah kaca terjadi di dalam ruangan
rumah dengan jendela kaca lebar atau terkena sinar matahari atau juga bisa
terjadi di dalam mobil dengan jendela tertutup apabila diparkir di tempat
yang panas. Efek rumah kaca juga terjadi di atas permukaan Bumi, hal ini
terjadi karena energi matahari yang masuk ke Bumi mengalami:
a. 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer.
b. 25% diserap awan.
c. 45% diabsorpsi permukaan Bumi.
d. 5% dipantulkan kembali oleh permukaan Bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra
merah oleh awan dan permukaan Bumi. Namun, sebagian besar infra merah
yang dipancarkan Bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas-gas
lainnya untuk dikembalikan ke permukaan Bumi. Sebenarnya, gas CO2 di
atmosfer akan diserap oleh Tumbuhan berdaun hijau melalui proses
fotosintesis. Namun jumlah CO2 yang tersedia dengan yang digunakan oleh
80
Tumbuhan sudah tidak seimbang lagi. CO2 merupakan gas-gas di atmosfer
yang berfungsi menahan panas matahari.
Pada siang hari panas matahari akan menembus atmosfer dan
menyebabkan permukaan Bumi menjadi hangat. Ketika sore hari, maka
panas yang menembus atmosfer akan dilepas kembali ke udara. Namun,
karena kelebihan gas-gas yang dapat mengikat panas seperti CO2 di
atmosfer, menyebabkan panas yang kembali ke udara tidak semuanya
dilepaskan. Panas yang masih terperangkap tersebut menjadikan suhu pada
malam hari masih terasa hangat.
Semakin banyak panas matahari yang tertangkap, akan menjadikan
suhu Bumi semakin panas. Sehingga mengakibatkan fenomena pemanasan
global dan perubahan iklim. Suhu Bumi semakin meningkat dari tahun ke
tahun karena sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan Bumi
ditangkap oleh gas rumah kaca yang ada di atmosfer.
B. Faktor Penyebab Pemanasan Global
CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat
menghangatkan Bumi. Setiap tahun kadar CO2 di atmosfer terus menerus
meningkat. Para ilmuwan prihatin karena peningkatan kadar CO2 berkaitan
erat dengan meningkatnya suhu global lebih dari 100 tahun yang lalu,
temperatur rata-rata suhu di permukaan Bumi meningkat sekitar 0,6°C.
Peningkatan temperatur inilah yang biasa disebut sebagai pemanasan
global.
Pemanasan global merupakan istilah yang digunakan untuk
menggambarkan peningkatan suhu rata-rata atmosfer Bumi dan lautan
secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini secara permanen
81
mengubah iklim Bumi. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya
pemanasan global di antaranya, adalah sebagai berikut :
1. Penggundulan Hutan dan Pembukaan Lahan
Gambar 9. 3 Penggundulan Hutan
Sumber : https://www.canva.com/
Hutan bermanfaat untuk menyediakan udara yang bersih. Selain itu,
hutan juga berfungsi sebagai pendingin Bumi akibat pemanasan global.
Namun masih ditemukannya oknum yang melakukan penggundulan hutan.
Karena penggundulan hutan ini, mengakibatkan gas CO2 semakin banyak
di udara. Pembukaan hutan juga tak jarang dijadikan sebagai lahan
perumahan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Hal ini akan
sangat berpengaruh terhadap suhu Bumi dan mengakibatkan efek rumah
kaca.
2. Penggunaan Bahan Bakar Fosil
Gambar 9. 4 Emisi Bahan Bakar Fosil
Sumber : https://www.canva.com/
82
Bahan bakar fosil adalah salah satu sumber energi dari dalam Bumi
dan terbentuk dari pembusukan sisa-sisa makhluk hidup yang mati ratusan
juta tahun lalu. Contohnya yaitu batu gas alam, bara dan minyak Bumi.
Penggunaan bahan bakar fosil akan meningkatkan konsentrasi gas rumah
kaca pada atmosfer.
3. Limbah Pertanian dan Peternakan
Limbah hasil peternakan seperti kotoran sapi, menghasilkan gas CO2
dan CH4 (metana). Selain itu, kandungan Nitrous Oksida dari pupuk yang
dilepaskan ke udara akan menghasilkan efek rumah kaca.
Gambar 9. 5 Limbah Pertanian dan Peternakan
Sumber : https://www.canva.com/
4. Limbah Industri
Gambar 9. 6 Limbah Industri
Sumber : https://www.canva.com/
Limbah Industri yang tidak diolah dengan baik dan dibuang begitu
saja ke laut dapat menyebabkan pencemaran laut. Sehingga mengakibatkan
83
ekosistem di laut yang berfungsi untuk menyerap CO2 tidak akan
maksimal.
5. Penggunaan Listrik
Gambar 9. 7 Penggunaan Pendingin Ruangan
Sumber : https://www.canva.com/
Semakin banyak listrik yang digunakan, maka akan semakin banyak
juga karbon yang dihasilkan. Hal tersebut berdampak pada pemanasan
global karena listrik sebagian besar dihasilkan dari energi fosil.
Penggunaan AC (refrigerator) yang menghasilkan chlorofluorocarbon
(CFC) juga mengakibatkan kepadatan gas rumah kaca di atmosfer dan
menipiskan lapisan ozon Bumi.
C. Dampak Pemanasan Global
Aktivitas manusia telah mengubah kealamian dari gas rumah kaca di
atmosfer dan menyebabkan pemanasan global. Dampak dari pemanasan
global yaitu:
1. Lingkungan
a. Temperatur Bumi menjadi semakin tinggi.
b. Lebih banyak penguapan, tetapi masing-masing wilayah akan
bervariasi, beberapa menjadi basah dan bagian lainnya kering.
c. Mencairnya glasier yang menyebabkan kadar air laut meningkat.
84
Gambar 9. 8 Mencairnya Glasier
Sumber : https://www.canva.com/
d. Penipisan lapisan ozon. Lapisan inilah yang melindungi Bumi dari
bahaya radiasi sinar ultraviolet (UV).
2. Makhluk Hidup
a. Hilangnya terumbu karang. Populasi karang akan hilang karena
meningkatnya suhu dan pengasaman laut.
Gambar 9. 9 Terumbu Karang
Sumber : https://www.canva.com/
b. Kepunahan spesies yang semakin meluas. Peningkatan suhu dapat
menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies.
85