The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

[TNS Innefable] Buku Paket LMS IPA Semester 2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by niaramadhani.pnr22, 2022-12-19 01:46:10

Modul semester 2

[TNS Innefable] Buku Paket LMS IPA Semester 2

Gambar 9. 10 Kepunahan Spesies

Sumber : https://www.canva.com/
c. Kegagalan panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru, terdapat

90% kemungkinan bahwa 3 miliar orang di seluruh dunia harus
memilih antara pergi bersama keluarganya ke tempat yang beriklim
baik atau kelaparan akibat perubahan iklim dalam kurun waktu 100
tahun.

Gambar 9. 11 Kegagalan Panen

Sumber : https://www.canva.com/

D. Lapisan Ozon

1. Pengertian Lapisan Ozon

Ozon merupakan suatu gas yang terdapat di atmosfer secara alami.
Ozon ini adalah suatu gas yang terdiri dari tiga macam atom oksigen (O₃).
Pemanasan global seringkali dikaitkan dengan adanya penipisan lapisan
ozon yang berada di Bumi. Penipisan yang terjadi di lapisan ozon

86


disebabkan oleh berbagai gas. Gas yang dapat memicu terjadinya
kerusakan pada lapisan ozon yaitu sebagai berikut:

a. Chlorofluorocarbon atau CFC
b. Halons
c. Romida
2. Fungsi Lapisan Ozon

Lapisan ozon yang ada di atmosfer berfungsi untuk melindungi Bumi
dari berbagai gangguan yang berasal dari luar angkasa. Fungsi lapisan ozon
yang paling populer yaitu dapat melindungi permukaan Bumi dari radiasi
sinar ultraviolet dari matahari yang menyebabkan kanker. Beberapa fungsi
dari lapisan ozon ini adalah:

a. Mengatur porsi sinar ultraviolet yang akan masuk ke
permukaan Bumi
Sebagian besar sinar ini diserap oleh lapisan ozon, sehingga sinar

ultraviolet yang sampai ke permukaan Bumi jumlahnya sangat sedikit.
Dalam porsinya yang hanya sedikit, sinar ultraviolet tidak terlalu
membawa efek buruk yang signifikan bagi makhluk hidup yang ada di
Bumi.

b. Melindungi Bumi dan menyerap sinar ultraviolet
Lapisan ozon membantu menghalangi sinar matahari agar tidak

sampai mengenai permukaan Bumi secara langsung. Apabila sinar
ultraviolet mengenai permukaan Bumi secara langsung, maka akan
membahayakan, terutama bagi seluruh kehidupan makhluk hidup yang ada
di dalam Bumi ini.

87


c. Menjaga kestabilan suhu yang ada di Bumi
Pemanasan global merupakan sebagai naiknya suhu udara rata-rata

Bumi sehingga menyebabkan berbagai dampak yang buruk. Salah satu
dampak buruk dari pemanasan global yaitu mencairkan es yang ada di
kutub sehingga permukaan air laut meningkat. Lapisan ozon salah satunya
berfungsi untuk menstabilkan suhu yang ada di Bumi, sehingga tidak terasa
begitu panas.
E. Solusi Menangani Pemanasan Global

Penyebab terbesar pemanasan global adalah karbon dioksida (CO2)
yang dilepaskan ketika bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi.
Besarnya penggunaan bahan bakar fosil untuk aktivitas manusia akan
menyumbangkan peningkatan CO2 di udara. Beberapa usaha yang dapat
dilakukan untuk menanggulangi pemanasan global, diantaranya sebagai
berikut:
1. Energi Terbarukan

Manusia seharusnya dapat menggunakan energi alternatif guna
meminimalisir hal-hal yang dapat menjadi penyebab pemanasan global.
Mengurangi penggunaan batu bara, gasoline, kayu, dan bahan bakar
organik lainnya sudah seharusnya mulai dilakukan. Pembangkit listrik
berbahan bakar fosil harus segera diganti dengan energi bersih, seperti sinar
matahari, angin, air, panas Bumi dan biomassa. Sumber energi tersebut
sejatinya berlimpah namun belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.
2. Hemat dan Efisiensi Bahan Bakar

Memanfaatkan angkutan umum atau menggunakan kendaraan
bersama merupakan salah satu bukti nyata dalam menghemat bahan bakar.

88


Jika memang harus menggunakan kendaraan pribadi, disarankan untuk
meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan diantaranya dengan
menjaga kondisi mesin, tekanan ban, menggunakan oli mesin yang sesuai
dan mengganti penyaring udara. Dengan mengurangi kendaraan bermotor,
maka akan berkurang pula emisi gas yang dihasilkan.
3. Hemat Listrik dan Menggunakan Produk Ramah Lingkungan

Hemat listrik bisa diterapkan dengan menggunakan listrik secara
bijak, misalnya dengan mematikan lampu ketika tidak dipakai, mulai
membeli dan menggunakan barang-barang yang hemat energi. Saat ini,
banyak tersedia barang-barang peralatan rumah tangga yang diklaim lebih
hemat energi dan ramah lingkungan. Hindari produk yang dikemas dengan
kemasan tidak ramah lingkungan, terutama plastik dan kemasan yang tidak
dapat didaur ulang.
4. Reboisasi dan Mencegah Deforestation

Menanam pohon atau reboisasi merupakan langkah nyata dalam
menyeimbangkan kadar gas CO2 di lapisan atmosfer. Hal tersebut
dikarenakan pohon akan menyerap gas CO2 untuk melakukan proses
fotosintesis dan akan melepaskan oksigen ke udara. Disamping reboisasi,
perlu juga dilakukan kegiatan yang menggelorakan penanaman pohon di
lingkungan tempat tinggal sekitar serta sosialisasi dan pencegahan
penebangan hutan sembarang (deforestation).

89


1. Efek rumah kaca merupakan suatu fenomena yang menunjukkan
terperangkapnya panas matahari oleh atmosfer Bumi. Keberadaan efek
tersebut dalam skala normal membuat suhu di Bumi tetap optimal untuk
kehidupan dan tempat tinggal berbagai makhluk hidup. Namun, efek
rumah kaca yang tidak terkendali akibat peningkatan gas rumah kaca
dan emisi karbon dioksida akan memberikan dampak negatif.

2. Aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan lingkungan sebagai
dampak pemanasan global diantaranya yaitu pembakaran bahan bakar
fosil, penebangan hutan, penggunaan bahan bakar fosil, limbah
pertanian, limbah peternakan, limbah industri dan penggunaan listrik
yang tidak bijak.

3. Perubahan lingkungan sebagai dampak pemanasan global diantaranya
yaitu temperatur Bumi menjadi semakin tinggi, mencairnya glasier yang
menyebabkan kadar air laut meningkat, penipisan lapisan ozon,
hilangnya terumbu karang, kepunahan spesies dan kegagalan panen.

4. Lapisan ozon sangat penting bagi kehidupan karena memiliki beberapa
fungsi diantaranya yaitu untuk melindungi Bumi dari berbagai
gangguan yang berasal dari luar angkasa dan dapat melindungi
permukaan Bumi dari radiasi sinar ultraviolet.

5. Solusi untuk mengurangi perubahan lingkungan sebagai dampak
pemanasan global diantaranya yaitu pemanfaatan energi terbarukan,
hemat dan efisiensi bahan bakar, hemat listrik dan menggunakan produk
ramah lingkungan, dan melakukan reboisasi serta pencegahan
deforestation

90


A. Pilihan Ganda

1. Akhir-akhir ini sering terjadi perubahan cuaca yang tidak menentu,
cuaca yang dipredeksi cerah bisa saja akan turun hujan yang sangat
deras dan terkadang diikuti petir dan angin kencang. Perubahan ini
disebabkan oleh….
a. Pancaran ultraviolet di atmosfer
b. Sinar UV yang memancar bebas ke Bumi
c. Meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi
d. Pengaruh dari panas matahari yang di halangi oleh awan mendung

2. Perhatikan beberapa peristiwa berikut!

(1) Terjadinya perubahan iklim

(2) Mencairnya es di kutub

(3) Banyaknya Tumbuhan baru

(4) Berkurangnya flora dan fauna

(5) Suhu lingkungan menjadi sejuk
Dampak dari pemanasan global ditunjukkan oleh nomor….

a. 1, 2, dan 4 c. 2, 3, dan 4
b. 2, 3, dan 5 d. 3, 4, dan 5

3. Perhatikan siklus efek rumah kaca berikut ini!

i. Panas matahari merambat dan masuk ke permukaan Bumi

ii. Sebagian panas matahari diserap oleh gas-gas rumah kaca di

atmosfer

iii. Panas matahari tersebut terperangkap di Bumi

91


iv. Panas matahari dipantulkan kembali oleh permukaan Bumi ke

angkasa melalui atmosfer

v. Panas yang terperangkap mengakibatkan suhu Bumi lebih panas
Urutan siklus efek rumah kaca yang benar adalah….

a. i-ii-iii-iv-v c. i-iv-ii-iii-v

b. v-i-iii-iv-ii d. i-iii-iv-ii-iv

4. Perhatikanlah gambar berikut!

Pemanasan global salah satunya berefek pada terjadinya banjir dalam

skala besar. Banjir rob merupakan dampak dari pemanasan global yang
disebabkan oleh….

a. Naiknya permukaan tanah c. Kemarau berkepanjangan

b. Permukaan laut yang naik d. Bertambahnya curah hujan

5. Perhatikan gas-gas di bawah ini! 4) Hidrogen
1) Dinitrogen oksida 5) Gas metana
2) Karbon dioksida
3) Oksigen

92


Contoh gas rumah kaca ditunjukkan oleh nomor....

a. 2, 3, dan 4 c. 1, 2, dan 5
b. 1, 2, dan 3 d. 2, 3, dan 5

6. Berikut upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi adanya

pemanasan global, kecuali....

a. Penghematan energi

b. Menambah transportasi

c. Menggunakan energi alternatif

d. Mengolah sampah yang ada

7. Pada peristiwa pemanasan global terjadi peningkatan suhu Bumi yang

diakibatkan oleh adanya kalor yang terperangkap di Bumi. Kalor

tersebut berasal dari cahaya matahari yang sampai ke Bumi, cahaya

matahari dapat sampai ke Bumi karena mengalami perpindahan kalor
secara….

a. radiasi c. bertahap

b. langsung d. konveksi

8. Penyebab pemanasan global yang dapat disebabkan oleh perilaku siswa
adalah....
a. jalan kaki ke sekolah, sehingga mengurangi produksi CO2 ke
atmosfer
b. mematikan lampu belajar setelah selesai belajar sehingga akan
menghemat listrik
c. memakai parfum semprot ke sekolah, sehingga membebaskan gas
CFC ke atmosfer.
d. hemat memakai kertas, sehingga tidak banyak pohon yang ditebang
untuk pembuatan kertas

93


9. Perhatikan pernyataan berikut !
i. suhu rata – rata tahunan meningkat

ii. perubahan cuaca yang stabil

iii. es kutub mencair

iv. angin puting beliung

Pernyataan yang merupakan dampak pemanasan global terhadap

lingkungan adalah pernyataan nomor....

a. i dan ii c. ii dan iii

b. i dan iii d. ii dan iv

10. Perhatikan pernyataan berikut!

i. Menanam pohon dirumah

ii. Memakai sepeda ke sekolah

iii. Memakai motor ke sekolah

iv. Memakai parfum ke sekolah

v. Membakar sampah

vi. Mematikan lampu saat siang hari

Pernyataan yang merupakan upaya-upaya untuk mengurangi pemanasan
global adalah….

a. i, iii, dan iv c. i, iv, dan v

b. i, ii, dan vi d. ii, v, dan vi

94


B. Isian Singkat
1. Salah satu fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia adalah

pemanasan global. Pemanasan global merupakan istilah yang
menggambarkan....
2. Proses terjadinya efek rumah kaca dalam skala normal sebenarnya
sangat diperlukan bagi kehidupan di Bumi. Hal tersebut dikarenakan
efek rumah kaca dalam skala normal dapat....
3. Penggunaan mesin pendingin seperti lemari es atau AC ternyata
memberikan dampak negatif terhadap Bumi, yaitu....
4. Untuk mengurangi dampak pemanasan global bisa dilakukan dengan
memanfaatkan energi terbarukan. Sebutkanlah 3 jenis energi
terbarukan!
5. Penggunaan AC dapat mengakibatkan penipisan lapisan ozon Bumi.
Hal tersebut karena penggunaan AC akan menghasilkan gas....

95


96


A. Gambaran Isi Materi
Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh

berbagai jenis makhluk hidup. Hal tersebut dikarenakan Bumi memiliki
komponen-komponen pendukung kehidupan seperti air, udara, tanah,
mineral hingga berbagai hasil tambang yang dapat dieksplorasi atau digali
untuk kepentingan kehidupan. Sebagai contoh yaitu pengeksploitasian
emas atau batu bara dengan cara menggali tanah hingga kedalaman
tertentu. Setiap macam mineral yang ingin ditemukan memiliki kedalaman
galian yang bervariasi.

Perbedaan kedalaman galian untuk berbagai mineral ini
membuktikan bahwa Bumi tidak hanya berbentuk bulat saja, melainkan
memiliki lapisan-lapisan di dalamnya. Untuk itu, perlunya kita sebagai
makhluk hidup yang tinggal di Bumi untuk lebih mengenal tempat tinggal
sendiri dengan cara mempelajari struktur pembentuk lapisan Bumi dan
macam-macam lapisan Bumi. Melalui materi ini, akan dibahas mengenai
struktur lapisan Bumi, permukaan Bumi, lapisan atmosfer dan lapisan
hidrosfer. Setelah mempelajari materi ini kalian akan merasa kagum akan
kebesaran Tuhan Yang Maha Esa karena telah menciptakan Bumi dan
seisinya dengan segala macam keteraturannya.

97


B. Gambaran Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat :
1. Mendeskripsikan struktur dan lapisan Bumi.
2. Menjelaskan permukaan Bumi.
3. Mendeskripsikan lapisan atmosfer Bumi.
4. Menjelaskan pengaruh ketinggian terhadap tekanan di setiap
lapisan Bumi.
5. Menjelaskan pengaruh ketinggian terhadap suhu di setiap lapisan
Bumi.
6. Menjelaskan pentingnya keberadaan lapisan ozon bagi Bumi.
7. Mendeskripsikan lapisan hidrosfer Bumi.
8. Memahami proses siklus air.
9. Menjelaskan macam-macam siklus air.

98


A. Struktur Lapisan Bumi
Bumi merupakan planet ketiga pada sistem galaksi Bima Sakti. Bumi

memiliki bentuk bulat seperti bola. Namun tidak seperti bola yang hanya
memiliki selimut yang menyelubungi permukaan saja dan dalamnya
kosong, Bumi memiliki lapisan-lapisan lagi di dalamnya. Misalnya seperti
pada kegiatan penambangan, dapat diketahui bahwa Bumi memiliki
penyusun yang berbeda-beda di tiap lapisannya. Selain itu, jauh di dalam
Bumi juga terdapat cairan. Hal ini terbukti saat terjadinya letusan gunung
berapi yang memuntahkan lava atau cairan yang panas. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa Bumi berbentuk bola yang memiliki lapisan-lapisan
dan isi di dalamnya.

Bumi memiliki lapisan-lapisan penyusun mulai dari lapisan paling
dalam hingga lapisan terluar. Jika Bumi dibelah, maka akan terlihat seperti
ilustrasi pada gambar berikut :

Gambar 10.1. 1 Ilustrasi Struktur Lapisan Bumi
Sumber : https://www.canva.com

99


1. Inti Bumi
Inti Bumi merupakan lapisan terdalam Bumi. Inti Bumi terbagi

menjadi dua, yaitu inti dalam Bumi (inner core) yang berupa material
padat, dan inti luar Bumi (outer core) yang berupa cairan. Inti Bumi
terbentuk dari material cair berupa Besi (Fe) dan Nikel (Ni) yang
bertekanan sangat tinggi.
2. Mantel Bumi

Selimut atau mantel Bumi merupakan lapisan kedua dari dalam
Bumi. Lapisan ini juga merupakan lapisan terbesar dari massa Bumi (±
80% dari seluruh massa Bumi). Lapisan mantel Bumi terdiri atas 3 bagian,
yaitu litosfer, astenosfer, dan mesosfer.
a. Litosfer : Mantel bagian atas yang menyatu dengan kulit Bumi bersifat

padat.
b. Astenosfer : Mantel bagian bawah yang bersifat plastis.
c. Mesosfer : Lapisan terbesar dari mantel Bumi yang terdiri dari lapisan

batuan yang lebih berat dan tebal, kaya dengan silisium dan
magnesium.
3. Kerak Bumi

Kerak Bumi merupakan lapisan ketiga yang merupakan bagian
terluar Bumi. Kerak Bumi juga merupakan lapisan tanah dan bebatuan.
Lapisan ini tipis dan hanya sekitar satu persen dari massa Bumi. Namun
lapisan ini menjadi tempat tinggal seluruh makhluk hidup di Bumi.
Lapisan kerak Bumi dibedakan menjadi dua, yaitu kerak samudra dan
kerak benua.

100


a. Kerak samudra : Biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan
penyusunnya terutama berkomposisi basalt. Kerak ini tersusun oleh
mineral yang kaya akan Silika, dan Magnesium.

b. Kerak benua : Biasanya disebut sebagai lapisan granitis karena batuan
penyusunnya terutama terdiri dari batuan yang berkomposisi granit.
Kerak ini tersusun oleh mineral yang kaya akan Silika dan Aluminium.

Gambar 10.1. 2 Bagian Mantel dan Kerak Bumi
Sumber : https://ipapedia.web.id

B. Lapisan Bumi
Geosfer berasal dari kata geo yang berarti wilayah dan spere yang

berarti yang menaungi atau yang mengelilingi. Lapisan Bumi (geosfer)
merupakan fenomena atau peristiwa yang terjadi di permukaan Bumi.
Geosfer juga merupakan lapisan yang terletak pada permukaan atau di
bawahnya yang berpengaruh terhadap kehidupan di Bumi baik secara
langsung maupun tidak langsung. Geosfer meliputi 5 lapisan yaitu lapisan
antroposfer, biosfer, atmosfer, hidrosfer dan litosfer.

101


Gambar 10.1. 3 Lapisan Geosfer
Sumber : https://geograph28.wordpress.com/2020/07/29/aspek-geografi/

1. Antroposfer
Antroposfer merupakan bagian dari Bumi yang menjadi tempat hidup

bagi manusia dan memiliki fungsi lingkungan hidup bagi manusia. Sebagai
contoh yaitu wilayah pedesaan, wilayah perkotaan, lokasi pemukiman, dan
lain sebagainya.
2. Biosfer

Biosfer merupakan sistem yang menyatukan seluruh makhluk hidup
serta interaksi yang terjadi di antara makhluk hidup termasuk interaksinya
terhadap unsur litosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi. Sebagai contoh yaitu
daratan, air, dan udara yang menjadi faktor pendukung utama dari
keberlangsungan kehidupan.
3. Atmosfer

Atmosfer merupakan lapisan gas yang menyelimuti permukaan Bumi
dan planet-planet lain yang membentang mulai dari permukaan Bumi
hingga jauh ke luar angkasa. Pada lapisan ini, terdapat berbagai macam
gejala seperti angin, suhu, awan, hujan, kelembaban udara, serta udara.

102


4. Hidrosfer
Hidrosfer merupakan bagian dari permukaan Bumi yang terdiri dari

lapisan air. Sebagai contoh yaitu sungai, danau, laut, gletser, air tanah, serta
uap air yang berada di lapisan udara.
5. Litosfer

Litosfer merupakan bagian Bumi yang terluar, atau biasa disebut
sebagai kulit Bumi atau kerak Bumi yang berupa batuan. Batuan di sini bisa
dalam bentuk tanah liat, pasir, kerikil, abu gunung berapi, dan lain
sebagainya.
C. Atmosfer

Atmosfer berasal dari 2 kata yunani, yaitu yang berarti uap dan yang
berarti lapisan. Atmosfer merupakan lapisan gas atau uap yang
menyelimuti Bumi. Udara adalah komponen pendukung kehidupan yang
sangat penting. Udara di Bumi ini terdapat pada bagian atmosfer. Atmosfer
merupakan campuran dari beberapa gas yang sebagian besar tersusun atas
gas nitrogen, yakni sebesar 78%. Oksigen menyusun 21% atas atmosfer.
Karbon dioksida, argon, dan beberapa gas lain menyusun sebagian kecil
dari atmosfer.

Gambar 10.1. 4 Gas Penyusun Lapisan Atmosfer
Sumber : https://www.canva.com/

103


1. Macam-macam Lapisan Atmosfer

a. Troposfer
Troposfer merupakan lapisan yang berada di bagian paling

bawah Bumi mulai dari permukaan laut (0 km) hingga 10 km di atas
permukaan laut (dpl). Pada troposfer terjadi peristiwa hujan, angin,
salju, dan awan. Sebagian besar bagian troposfer berbentuk uap air
dan 75% terdiri atas gas-gas atmosfer.
b. Stratosfer

Stratosfer merupakan lapisan yang berada pada ketinggian
antara 10-50 km dpl. Pada lapisan ini menjadi tempat berlangsungnya
untuk penerbangan. Sebagian besar stratosfer terdiri atas gas ozon
(O3) yang berguna sebagai pelindung Bumi dari radiasi ultraviolet.
c. Mesosfer

Mesosfer merupakan lapisan yang berada pada ketinggian 50-85
km dpl. Lapisan ini berfungsi menjadi lapisan pelindung Bumi dari
benda-benda luar angkasa karena lapisan ini akan membakar habis
kebanyakan meteor yang menuju Bumi.
d. Termosfer

Termosfer merupakan lapisan yang berada pada ketinggian
antara 85-500 km dpl. Termosfer memiliki suhu yang sangat panas.
Termosfer berfungsi sebagai tempat mengorbitnya teleskop Hubble
dan pesawat ulang-alik.
e. Eksosfer

Lapisan eksosfer merupakan lapisan yang berada pada
ketinggian lebih dari 500 km dpl. Kandungan utama dari eksosfer
adalah gas hidrogen. Pesawat luar angkasa maupun satelit yang

104


mengorbit di eksosfer tidak dapat bergerak bebas seperti pesawat
biasanya karena gaya tekan udara di eksosfer sangat rendah, dan
mengakibatkan sayap dari pesawat luar angkasa tidak berfungsi.

Gambar 10.1. 5 Lapisan-lapisan Atmosfer
Sumber : https://www.canva.com/

2. Tekanan Udara di Atmosfer
Tekanan udara di dekat permukaan Bumi bisa diibaratkan seperti

pemain panjat pinang. Besar tekanan akan lebih besar pada tempat yang
paling bawah atau dekat dengan permukaan Bumi. Besarnya tekanan udara
akan berkurang seiring dengan bertambahnya ketinggian atmosfer.
Sehingga mendaki gunung, atau berada di daerah pegunungan akan
mengakibatkan perasaan kesulitan untuk bernapas seperti biasa. Hal ini
terjadi karena di daerah yang lebih tinggi, jumlah molekul udara termasuk
oksigen semakin sedikit.

Gambar 10.1. 6 Tekanan Udara dengan Ketinggian Tempat
Sumber : https://www.canva.com/

105


3. Suhu di Atmosfer
Beberapa lapisan atmosfer tertentu memiliki molekul gas yang sulit

menyerap energi matahari. Dengan demikian, suhu di tiap lapisan atmosfer
berbeda-beda. Penjelasan suhu di setiap lapisan atmosfer adalah sebagai
berikut:
a. Suhu di bagian terendah dari troposfer adalah suhu yang paling hangat.

Hal ini terjadi karena permukaan Bumi menyerap energi radiasi
matahari kemudian menyalurkannya ke udara di atasnya. Sehingga
suhu di troposfer semakin rendah seiring dengan bertambahnya
ketinggian.
b. Suhu di lapisan stratosfer semakin tinggi seiring dengan bertambahnya
ketinggian. Hal ini disebabkan adanya ozon. Ozon terdapat di bagian
atas stratosfer yang mampu menyerap energi Matahari.
c. Lapisan mesosfer memiliki karakteristik seperti stratosfer, yakni
semakin tinggi maka temperaturnya semakin rendah. Hal ini
dikarenakan mesosfer tersusun atas molekul gas yang sulit menyerap
energi Matahari.
d. Lapisan termosfer dan eksosfer merupakan lapisan pertama yang
menerima radiasi energi Matahari. Lapisan termosfer dan eksosfer
memiliki jumlah molekul yang sedikit namun efektif dalam menyerap
energi Matahari. Sehingga, semakin tinggi ketinggiannya semakin
besar pula temperaturnya.

106


Gambar 10.1. 7 Temperatur pada Setiap Lapisan Atmosfer
Sumber : https://www.canva.com/

4. Lapisan Ozon
Lapisan ozon merupakan lapisan pelindung Bumi yang berfungsi

untuk menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet yang ada dalam
atmosfer. Lapisan ozon terdapat pada stratosfer pada ketinggian 18-54 km
dpl. Ozon tersusun atas oksigen sebagai bahan dasar (O3).

Seiring berjalannya waktu, konsentrasi ozon di atmosfer berubah-
ubah. Penyebabnya adalah adanya gas CFC yang berasal dari pendingin
ruangan (AC), pendingin lemari es dan parfum. CFC mampu memecah
molekul ozon yang ada di atmosfer. CFC terdiri atas atom Karbon (C),
Fluor (F), dan Klorin (Cl). Kandungan klorin dari CFC dapat memecah
molekul ozon.

Gambar 10.1. 8 Proses Pemecahan Molekul Ozon oleh CFC
Sumber : Synder, 2005

107


Lubang ozon merupakan fenomena pemecahan molekul ozon oleh
CFC mengakibatkan penurunan konsentrasi ozon secara berkala yang
terjadi di bagian Kutub Utara (Antartika). Setiap tahun, konsentrasi ozon
pada akhir bulan Agustus atau awal September mulai menurun. Pada
Oktober, konsentrasi ozon mencapai titik terendah. Kemudian akan terus
naik dan lubang ozon akan hilang pada Desember.

Gambar 10.1. 9 Perubahan Lubang Ozon
Sumber : nasa.gov

Gambar diatas merupakan hasil pengamatan NASA yang
menunjukkan lubang ozon yang semakin membesar dari tahun 1980 hingga
tahun 2010. Warna biru tua menggambarkan konsentrasi ozon yang paling
rendah. Melalui gambar tersebut, diketahui bahwa dari tahun 1980-2010
luas atmosfer dengan konsentrasi ozon rendah semakin meluas. Hal ini
merupakan dampak serius dari penggunaan CFC.
D. Hidrosfer

Hidrosfer berasal dari kata hidros (air) dan sphaira (selimut).
Hidrosfer merupakan lapisan air yang menyelimuti Bumi. Hidrosfer tidak
hanya meliputi perairan yang luas seperti laut dan samudera, namun juga
meliputi air di danau, sungai, air tanah, dan uap air yang ada di udara.
Manusia dan Hewan memerlukan air untuk proses metabolisme tubuh dan
memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan Tumbuhan memerlukan air untuk

108


berfotosintesis. Sehingga tidak ada makhluk hidup yang dapat hidup tanpa
air.

Semua makhluk di Bumi menggunakan air untuk melangsungkan
kehidupannya, untuk menjaga kebutuhan air tersebut maka terjadilah siklus
hidrologi atau siklus air. Siklus air adalah sebuah proses daur ulang air
secara terus menerus. Siklus air ini menggambarkan pergerakan molekul
air (H2O) dari atmosfer ke Bumi dan sebaliknya, yang tidak pernah berhenti
sehingga membentuk rangkaian melingkar perjalanan molekul air di Bumi.
Proses terjadinya siklus air adalah sebagai berikut :

Gambar 10.1. 10 Proses Siklus Air
Sumber : usgs.gov

1. Evaporasi dan Transpirasi
Siklus air bermula ketika panas Matahari menguapkan air yang

ada di Bumi. Evaporasi merupakan proses penguapan air yang
berasal dari laut, sungai, danau, dan badan air lainnya. Sedangkan
transpirasi merupakan pelepasan molekul air sebagai hasil
metabolisme dari tumbuh-Tumbuhan.
2. Kondensasi

109


Kondensasi (pengembunan) merupakan pembentukan awan
dari uap air yang berkumpul di angkasa yang terjadi akibat
perubahan suhu dan tekanan. Sehingga air akan berkumpul
membentuk awan hitam yang siap turun sebagai hujan ketika
mencapai titik jenuh.
3. Presipitasi

Presipitasi merupakan hasil luaran dari kondensasi berupa
turunnya hujan. Presipitasi terjadi karena adanya pendinginan dan
penambahan uap air, sehingga air yang membentuk awan mencapai
titik jenuh. Saat awan tidak mampu menampung banyaknya air yang
terbentuk, maka air tersebut akan dikeluarkan dalam bentuk hujan.
4. Intersepsi merupakan kondisi saat air hujan terjebak di atas tanaman
kemudian menguap sebelum mencapai tanah.
5. Adveksi merupakan kondisi saat awan bergerak menuju tempat lain
karena bantuan angin.
6. Run off merupakan kondisi saat air bergerak di darat dari tempat yang
tinggi ke tempat yang rendah.
7. Infiltrasi merupakan proses peresapan air ke dalam pori-pori tanah.
Siklus air berdasarkan panjang dan lama proses pergerakan molekul
air dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:
1. Siklus pendek, diawali dari evaporasi air laut ke atmosfer. Pada
ketinggian tertentu, uap air akan mengalami kondensasi yang akan
membentuk awan. Awan yang tak mampu menahan beban air akan
mengalami presipitasi dan terjadi hujan sehingga air jatuh kembali ke
laut.
2. Siklus sedang, terjadi ketika air laut menguap. Uap air akan terbawa
oleh angin menuju daratan. Uap air mengalami proses kondensasi

110


menjadi awan. Awan kemudian menjadi hujan yang jatuh di daratan.
Sebagian besar akan diserap oleh akar Tumbuhan dan sebagian lagi
akan terbawa aliran air permukaan seperti sungai dan parit. Air akan
melewati berbagai macam saluran-saluran air yang akan
membawanya kembali berakhir ke laut.
Siklus panjang, diawali dengan evaporasi dan kondensasi air laut.
Awan yang terbentuk dibawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di area
daratan. Awan tersebut bergabung dengan uap air yang berasal dari
evaporasi dan transpirasi Tumbuhan. Karena dipengaruhi ketinggian
tempat, uap air mengenai lapisan udara dingin dan berubah menjadi salju
sehingga terjadilah hujan salju saat musim dingin dan juga membentuk
bongkahan es (gletser) di pegunungan tinggi. Gletser yang terkena suhu
tinggi kemudian mencair dan mengalir melalui perairan darat yang akan
kembali ke laut.

Gambar 10.1. 11 Perbedaan Macam-macam Siklus Air
Sumber : https://ilmugeografi.com/

111


1. Bumi memiliki lapisan-lapisan penyusun mulai dari lapisan paling
dalam hingga lapisan terluar secara berurutan yaitu inti Bumi, selimut
atau mantel Bumi dan kulit atau kerak Bumi.

2. Lapisan Bumi (geosfer) merupakan fenomena atau peristiwa yang
terjadi di permukaan Bumi. Geosfer meliputi 5 lapisan yaitu lapisan
antroposfer, biosfer, atmosfer, hidrosfer dan litosfer.

3. Atmosfer merupakan lapisan gas atau uap yang menyelimuti Bumi.
Lapisan atmosfer terbagi menjadi 5 yaitu troposfer, stratosfer,
mesosfer, termosfer dan eksosfer.

4. Besarnya tekanan udara akan berkurang seiring dengan bertambahnya
ketinggian atmosfer.

5. Beberapa lapisan atmosfer tertentu memiliki molekul gas yang sulit
menyerap energi Matahari. Dengan demikian, suhu di tiap lapisan
atmosfer berbeda-beda.

6. Lapisan ozon terdapat pada stratosfer merupakan lapisan pelindung
Bumi dari radiasi ultraviolet yang ada dalam atmosfer.

7. Hidrosfer merupakan lapisan air yang menyelimuti Bumi.
8. Siklus air ini menggambarkan pergerakan molekul air (H2O) dari

atmosfer ke Bumi dan sebaliknya yang tidak pernah berhenti. Siklus air
ini secara umum dimulai dari evaporasi dan atau transpirasi,
kondensasi, presipitasi hingga infiltrasi.
9. Siklus air berdasarkan panjang dan lama proses pergerakan molekul air
dibedakan menjadi tiga jenis yaitu siklus pendek, siklus sedang dan
siklus panjang.

112


A. Pilihan Ganda

1. Perhatikan pernyataan di bawah!

1) Lapisan paling luar Bumi.

2) Berfungsi sebagai pelindung bagian dalam Bumi.

3) Terdiri dari kerak benua dan kerak samudra.

4) Permukaannya dicirikan adanya pengunungan, daratan luas serta

palung laut.

5) Terdiri dari bahan utama berupa logam besi
Karakteristik dari lapisan kerak Bumi ditunjukkan oleh nomor….

a. 1), 3), 5) c. 1), 2), 3)

b. 1), 3). 4) d. 2), 3), 4)

2. Suatu lapisan penyusun Bumi memiliki karakteristik berupa lapisan

paling bawah dalam atmosfer, berbentuk uap air dan 75% terdiri dari

gas-gas atmosfer. Tempat berlangsungnya sistem seperti hujan, salju,

dan awan merupakan lapisan....

a. Stratosfer c. Troposfer

b. Litosfer d. Mesosfer

3. Perhatikan lapisan-lapisan pada atmosfer berikut!

1) Eksosfer 3) Troposfer 4) Termosfer

2) Mesosfer 4) Statosfer

Urutan lapisan atmosfer dari yang paling dekat dengan Bumi adalah....

a. 2)-4)-5)-3) -1) c. 3)-4)-2)-5)-1)

b. 3)-4)-2)-1)-5) d. 4) 5)-2)-1)-3)

113


4. Susunan Litosfer dari dalam hingga ke permukaan Bumi secara
berurutan adalah….

a. Inti dalam, inti luar, mantel Bumi, kerak Bumi

b. Inti dalam, inti luar, kerak Bumi, mantel Bumi

c. Inti dalam, mantel Bumi, inti luar, kerak Burni

d. Inti dalam, astenosfer, inti luar, kerak Bumi

5. Perhatikan tabel berikut!

Jenis Lapisan Pengertian
Geosfer

1. Litosfer i. Tempat hidup bagi manusia, contohnya

wilayah pedesaan

2. Antroposfer ii. Bagian Bumi yang terluar berupa batuan,

contohnya tanah liat, pasir dan kerikil

3. Biosfer iii. Sistem yang menyatukan seluruh

makhluk hidup serta interaksinya,

contohnya daratan, air, dan udara

Pasangan yang tepat antara jenis lapisan geosfer dengan pengertiannya
adalah.…

a. 1-i, 2-ii, 3-iii c. 2-ii, 3-i, 1-iii

b. 1-ii, 2-i, 3-iii d. 2-iii, 3-ii, 1-i

6. Saat mendaki gunung atau berada di daerah pegunungan, kita akan

mengakibatkan perasaan kesulitan untuk bernapas seperti biasa.
Pernyataan berikut yang sesuai dengan peristiwa tersebut adalah.…

a. Di daerah yang lebih tinggi, tekanan udara kecil sehingga jumlah

molekul udara sedikit

114


b. Di daerah yang lebih tinggi, tekanan udara besar sehingga jumlah

molekul udara sedikit

c. Di daerah yang lebih tinggi, tekanan udara kecil sehingga jumlah

molekul udara banyak

d. Tekanan udara dan jumlah molekul udara tidak bergantung pada

ketinggian

7. Lapisan termosfer dan eksosfer merupakan lapisan pertama yang

menerima radiasi energi Matahari. Lapisan termosfer dan eksosfer

memiliki jumlah molekul yang sedikit namun efektif dalam menyerap

energi Matahari. Hal tersebut mengakibatkan suhu di kedua lapisan
tersebut akan….

a. Suhu akan meningkat seiring bertambahnya ketinggian

b. Suhu akan menurun seiring bertambahnya ketinggian

c. Suhu akan naik turun untuk pada ketinggian tertentu

d. Suhu akan sama untuk setiap ketinggian

8. Seiring berjalannya waktu, konsentrasi ozon di atmosfer berubah-ubah.

Penyebabnya adalah adanya gas Gas CFC berasal dari pending ruangan

(AC), pendingin lemari es dan parfum. CFC mampu memecah molekul

ozon yang ada di atmosfer. Kandungan dari gas CFC yang dapat 1 atom
O dari ozon (O3) adalah.…

a. Karbon c. Kopernisium

b. Klorin d. Kobalt

9. Perhatikan urutan siklus air berikut :

1) Uap air akan terbawa oleh angin menuju daratan

2) Air laut menguap

3) Air akan melewati berbagai macam saluran dan berakhir ke laut

4) Awan kemudian menjadi hujan yang jatuh di daratan

115


5) Uap air mengalami proses kondensasi menjadi awan
Urutan siklus air sedang yang benar adalah.…

a. 2)-1)-5)-4)-3) c. 1)-2)-4)-3)-5)

b. 2)-1)-4)-3)-5) d. 1)-2)-3)-4)-5)

10. Perhatikan tabel berikut!

Proses Siklus Pengertian

Air

1. Adveksi i. kondisi saat air bergerak di darat dari tempat

yang tinggi ke tempat yang rendah

2. Run off ii. Kondisi saat awan bergerak menuju tempat

lain karena bantuan angina

3. Infiltrasi iii. Proses peresapan air ke dalam pori-pori tanah

Pasangan yang tepat antara proses siklus air dengan pengertiannya
adalah.…

a. 1-i, 2-ii, 3-iii c. 2-ii, 3-i, 1-iii

b. 1-ii, 2-i, 3-iii d. 2-iii, 3-ii, 1-i

B. Isian Singkat

1. Lapisan yang berfungsi sebagai selimut Bumi dan mengandung
silisium, aluminium, dan magnesium adalah....

2. Lapisan atmosfer Bumi merupakan campuran dari berbagai gas. Unsur
yang paling banyak terdapat pada atmosfer adalah....

3. Lapisan mesosfer berfungsi melindungi Bumi dari....
4. Peristiwa yang terjadi di stratosfer diantaranya adalah....
5. Lapisan air yang menyelimuti Bumi disebut....

116


117


A. Gambaran Isi Materi

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang berada pada zona
tektonik yang aktif karena terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik besar
yaitu: lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. Posisi
geografis Indonesia ini memberikan kemungkinan besar terjadinya sebuah
bencana alam berupa gempa tektonik, letusan gunung berapi dan tsunami dalam
berbagai skala dampak dan cakupan luas wilayah yang terdampak bencana.
Sehingga perlunya kita sebagai warga Indonesia memahami betul pergerakan
lempeng di sekitar Indonesia, bagaimana bencana gempa Bumi dan gunung
berapi meletus terjadi hingga upaya untuk mengurangi resiko bencana.

Dalam materi ini akan dibahas mengenai bagian litosfer Bumi, berbagai
macam gerak tektonik lempeng. Pembentukan dan proses gunung berapi
meletus, bentuk-bentuk gunung berapi, tingkatan status gunung berapi meletus,
proses terjadinya gempa Bumi, mitigasi bencana letusan gunung berapi dan
gempa Bumi. Setelah mempelajari modul ini, kalian akan merasa bersyukur akan
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa berupa struktur litosfer Bumi yang begitu luas
biasa. Meskipun Tuhan menciptakan gunung berapi yang berpotensi
menyebabkan bencana, tapi setelah bencana itu diberikan manfaat berupa
lingkungan yang menjadi subur dan bisa dijadikan sebagai potensi wisata. Untuk
itu kita harus senantiasa bersyukur kepada-Nya apapun yang akan atau telah
diberikan kepada kita.

118


B. Gambaran Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Memahami bagian litosfer Bumi.
2. Menjelaskan berbagai macam gerak tektonik.
3. Mendeskripsikan pembentukan gunung berapi.
4. Mendeskripsikan proses meletusnya gunung berapi.
5. Mendeskripsikan bentuk gunung berapi.
6. Menjelaskan tingkatan status gunung berapi.
7. Menjelaskan peristiwa gempa Bumi.
8. Menjelaskan mitigasi bencana letusan gunung berapi.
9. Menjelaskan mitigasi bencana gempa Bumi.

119


A. Lapisan Litosfer
Litosfer diartikan sebagai seluruh bagian padat Bumi, termasuk juga

intinya. Seperti yang sudah dipelajari pada materi sebelumnya bahwa
struktur padat Bumi terdiri atas kerak, mantel, dan inti Bumi. Berkaitan
dengan struktur Bumi ini, ada 3 teori yang membahas pembentukan lapisan
litosfer Bumi yaitu teori pergerakan benua, tektonik pergerakan dasar laut
dan teori tektonik lempeng.
B. Teori Teknonik Lempeng
1. Teori Pergerakan Benua (continental drift)

Alfred Wegener, seorang ahli meteorologi asal Jerman mengajukan
sebuah teori pergerakan benua yang menjelaskan bahwa pada zaman
dahulu semua benua di Bumi menyatu membentuk sebuah daratan yang
sangat luas yang disebut sebagai Pangeae. Kemudian sekitar 200 juta tahun
lalu benua tersebut terpisah dan bergerak menjauh secara perlahan.

Gambar 10.2. 1 Potongan Benua Menyatu Membentuk Pangaea
Sumber : mymodernmet.com, National Geographic Indonesia

Bukti pendukung dari teori ini yaitu penemuan fosil Mesosaurus di
Amerika Selatan dan di Afrika yang merupakan jenis reptil yang hidup di

120


darat dan di air tawar. Reptil tersebut tidak mungkin berenang di samudra
untuk sampai ke benua lain. Sehingga, Alfred Wagener beranggapan
bahwa reptil ini hidup di kedua benua tersebut pada saat benua masih
menyatu. Namun teori pergerakan benua ini ditolak oleh para ahli pada saat
itu karena Alfred Wagener tidak dapat menjelaskan bagaimana benua
berpisah dan bergerak menjauh.

Gambar 10.2. 2 Persebaran Fosil Hewan Purba
Sumber : fr.wikipedia.org

2. Teori Pergerakan Dasar Laut (seafloor spreading)
Harry Hess, seorang ilmuwan dari Princeton University mengajukan

teori pergerakan dasar laut. Teori ini menjelaskan bahwa di bawah kerak
Bumi tersusun atas material yang panas dan memiliki massa jenis yang
rendah. Sehingga material tersebut naik ke punggung kerak samudra,
bergerak ke samping bersama dasar kerak samudra dan akhirnya bagian
dasar kerak samudra tersebut menjauh dari punggung kerak samudra dan
membentuk sebuah patahan.

Akibat patahan tersebut, maka magma akan naik ke atas dan mengisi
patahan. Magma yang telah sampai ke patahan akan mendingin dan
membentuk kerak yang baru. Jika kejadian pergerakan dasar laut yang

121


saling menjauh berlangsung terus-menerus, maka benua yang awalnya
tersambung (benua pangea) kemudian akan terpisah.

Gambar 10.2. 3 Ilustrasi Dasar Kerak Samudera yang Saling Menjauh
Sumber : https://tes.com

3. Teori Tektonik Lempeng
Teori ini menjelaskan bahwa bagian luar Bumi tersusun atas lempeng

(litosfer yang dingin dan kaku) serta tersusun oleh astenosfer (bersifat
plastis yang berada di bawah lempeng). Sehingga lempeng seperti
mengapung dan bergerak di atas astenosfer. Ketika lempeng bergerak, akan
terjadi interaksi antar lempeng. Para ilmuwan berhipotesis bahwa konveksi
inti Bumi menyebabkan pergerakan lempeng.

Gambar 10.2. 4 Proses Konveksi di Dalam Bumi
Sumber : Biggs, 2008

122


Macam-macam interaksi antar lempeng ini adalah sebagai berikut :

Gambar 10.2. 5 Lempeng di Dunia dan Jenis Pergerakannya
Sumber : Biggs, 2008

a. Divergent (2 lempeng bergerak saling menjauh). Misalnya Lempeng
Indo-Australia bergerak menjauh dari lempeng Antartika yang
mengakibatkan peristiwa patahan/retakan dan pembentukan
punggung samudera. Contohnya yaitu patahan San Andreas di
California Amerika Serikat yang panjangnya 1.300 km.

Gambar 10.2. 6 Patahan Andreas akibat Gerak Divergent
Sumber : https://nationalgeographic.com/

b. Konvergen (2 lempeng yang saling mendekat). Misalnya lempeng
Indo-Australia dengan lempeng Filipina yang mengakibatkan
tabrakan antar lempeng. Akibatnya terjadi fenomena subduksi
(terbentuknya palung laut) dan tabrakan antar benua (terbentuknya
pegunungan, contohnya pegunungan Himalaya).

123


c. Transform, pergerakan lempeng yang saling berpapasan yang dapat
menimbulkan patahan secara mendatar.
Ketika adanya interaksi antar lempeng, maka sebuah energi akan

dilepaskan berupa gelombang seismik atau biasa dikenal sebagai gempa
Bumi dan aktivitas gunung berapi.
C. Gunung Berapi

1. Proses Gunung Berapi Meletus

Tempat gunung berapi berada pada lapisan kerak Bumi. Batuan cair
atau magma gunung berapi bergerak ke permukaan karena memiliki massa
jenis yang lebih kecil dari batuan yang ada di sekitarnya. Erupsi disebabkan
oleh tekanan gas yang kuat dari dalam Bumi yang terus menerus
mendorong magma yang membuat magma akan terus naik menuju ke
permukaan. Tekanan udara yang berasal dari dalam Bumi lambat laun
semakin besar, sehingga tersimpan energi yang besar untuk mendorong
magma keluar. Jika litosfer yang berada di atas magma tidak mampu
menahan tekanan dari dalam Bumi, maka terjadilah erupsi. Energi yang
tersimpan tersebut dilepaskan dalam bentuk ledakan dan semburan yang
kuat saat erupsi.

Magma yang keluar dan mengalir di permukaan Bumi saat terjadi
erupsi disebut lava. Gunung berapi memiliki lubang yang berbentuk
melingkar di daerah puncaknya yang disebut kawah. Saat erupsi terjadi,
magma dan material lainnya dimuntahkan melalui kawah gunung berapi.
Partikel-partikel dari material dan lava yang mendingin akan terlontar ke
atas, kemudian berjatuhan dari langit atau yang biasa disebut sebagai hujan
debu vulkanik.

124


Indonesia terletak di dalam cincin api pasifik (jalur pertemuan
lempeng Eurasia dan IndoAustralia) yang mengakibatkan di Indonesia
banyak terbentuk gunung api.

Gambar 10.2. 7 Persebaran Gunung Berapi dalam Cincin Api Pasifik
Sumber : https://bbc.co.uk/

2. Status Gunung Berapi Meletus
Badan geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia

(ESDM) membedakan status gunung api menjadi empat (4) tingkatan yaitu:
a. Normal: Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma dan lebel aktivitas

dasar. Tindakan yang dilakukan yaitu pengamatan rutin, survey dan
penyelidikan.
b. Waspada: Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal. Tindakan
yang dilakukan yaitu sosialisasi, pengecekan sarana, penilaian bahaya
dan pelaksanaan tiket terbatas.
c. Siaga: Gunung berapi sedang bergerak ke arah letusan/menimbulkan
bencana, dapat terjadi letusan dalam waktu 2 minggu. Tindakan yang
dilakukan yaitu sosialisasi pada wilayah yang terancam, piket penuh,
koordinasi harian dan penyiapan rencana darurat.

125


d. Awas: Gunung berapi yang segera/sedang meletus yang menimbulkan
bencana, letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam dengan
pembukaan dimulai keluarnya debu dan asap. Tindakan yang
dilakukan yaitu piket penuh, koordinasi harian dan wilayah yang
terancam direkomendasikan untuk dikosongkan.

3. Bentuk Gunung Berapi

Gunung api mempunyai bentuk yang berbeda-
beda. Berdasarkan bentuk dan proses terjadinya,
gunung api dibedakan menjadi 3 yaitu:
a. Gunung api strato, berbentuk kerucut berlereng

curam dengan sifat letusan keras.
b. Gunung api maar, terbentuk karena letusan

akan tetapi tidak terlalu kuat dan hanya terjadi
sekali sehingga menghasilkan kawah yang
menyerupai danau.
c. Gunung api perisai, berbentuk landai dengan
frekuensi letusannya sedang dan pelan dengan
jumlah cairan lava cair yang banyak.

D. Gempa Bumi Gambar 10.2. 8 Bentuk-
1. Proses Terjadinya Gempa Bumi bentuk Gunung Berapi

Sumber: zenius.net

Gempa Bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan Bumi yang
disebabkan oleh pergerakan lempengan Bumi sehingga terjadi pelepasan
energi dari dalam perut Bumi secara tiba-tiba. Efek getaran pergerakan
lempeng sama seperti saat membengkokkan ranting kayu secara perlahan

126


hingga patah. Seperti halnya dengan patahnya ranting, gempa Bumi juga
melepaskan getaran yang merambat (gelombang). Besarnya getaran yang
akan dirasakan sebanding dengan besar energi yang dilepaskan.

Hiposentrum merupakan sebuah titik pada kedalaman Bumi yang
menjadi pusat gempa. Saat terjadinya gempa Bumi, gelombang seismik
muncul di hiposentrum. Kemudian merambat ke segala arah. Permukaan
Bumi yang berada di atas hiposentrum disebut episentrum. Seismologi
merupakan ilmu yang mempelajari tentang gempa Bumi. Sedangkan alat
yang digunakan untuk mencatat data gelombang seismik adalah
seismograf.

Gambar 10.2. 9 Hiposentrum dan Episentrum Gempa Bumi
Sumber : http://geograph88.blogspot.co.id/

Gelombang yang merambat di bagian dalam Bumi dibedakan
menjadi 2, yaitu sebagai berikut :
1. Gelombang primer merupakan gelombang longitudinal yang bergerak

melalui material batuan yang bergetar searah dengan arah rambat
gelombang seismik.

127


2. Gelombang sekunder merupakan gelombang transversal yang tegak
lurus dengan arah rambat gelombang seismik. Gerakan tersebut dapat
menghancurkan bangunan yang ada di atasnya.
Saat ada gelombang gempa Bumi, gelombang primer merambat lebih

cepat dibandingkan gelombang sekunder sehingga tercatat lebih dulu di
seismograf. Gelombang primer dan sekunder digambarkan terpisah yang
menggambarkan adanya perbedaan waktu datangnya gelombang. Ahli
seismologi menggambarkan lingkaran dengan radius yang sama dengan
jarak gempa untuk 3 stasiun seismik. Titik temu dari 3 lingkaran tersebut
merupakan episentrum.

Gambar 10.2. 10 Cara Menentukkan Titik Episentrum Gempa
Sumber : https://physicsedulab.files.wordpress.com/

2. Jenis Gempa Bumi
Kategori gempa Bumi berdasarkan penyebabnya yaitu :

a. Gempa Bumi buatan, gempa Bumi buatan adalah gempa Bumi yang
disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit
atau nuklir

b. Gempa Bumi runtuhan, jarang terjadi dan bersifat lokal dan biasanya
terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan.

128


c. Gempa Bumi tumbukan, jarang terjadi karena diakibatkan oleh
tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke Bumi.

d. Gempa Bumi vulkanik, disebabkan oleh aktivitas magma yang biasa
terjadi sebelum gunung api meletus. Gempa Bumi ini hanya terasa di
sekitar gunung api tersebut.

e. Gempa Bumi tektonik, disebabkan oleh adanya aktivitas pergeseran
lempeng-lempeng tektonik. Gempa ini banyak menimbulkan
kerusakan atau bencana alam di Bumi.

3. Tsunami
Tsunami adalah rangkaian gelombang laut yang diakibatkan oleh

gempa Bumi yang terjadi di dasar laut. Gelombang ini dapat mengalir
ratusan kilometer ke segala arah dari episentrum. Sebelum gelombang
tsunami sampai di pantai, air laut yang ada di pantai surut seketika. Hal
tersebut merupakan pertanda bahaya akan terjadi gelombang tsunami.

Gambar 10.2. 11 Gelombang Tsunami
Sumber : fst.undip.ac.id

129


E. Pengurangan Risiko Bencana

1. Konsep Mitigasi Bencana
Menurut pasal Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 tentang

Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, mitigasi bencana merupakan
serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui
pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan
menghadapi ancaman bencana.
2. Bencana Letusan Gunung Berapi

a. Fase Pra Bencana dan Tanggap Darurat Bencana
1) Harus dapat membaca alam sebagai pertanda gunung tersebut
akan meletus, diantaranya yaitu :
a) Adanya suara gemuruh dan suhu lingkungan terus meningkat
serta gempa kecil terjadi terus menerus di sekitar gunung.
b) Tumbuhan yang hidup di daerah gunung layu dan perilaku
Hewan yang tinggal di gunung mulai bermigrasi turun
gunung.
2) Mengungsi ke tempat yang aman atau ke titik evakuasi.
3) Hindari jalan yang berada dekat dengan sungai karena berpotensi
akan dilalui oleh lahar dingin.
4) Mempersiapkan peralatan dan dukungan logistik untuk
mengungsi saat terjadi letusan.
5) Gunakan masker atau sapu tangan untuk melindungi pernapasan
dari debu vulkanik.

b. Fase Pasca Bencana (Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi)

130


1) Jangan langsung kembali ke rumah dan teruslah mengikuti arahan
dari pihak berwenang.

2) Perhatikan persediaan makanan mencukupi di pos evakuasi.
3) Lebih baik tetap di dalam ruangan hingga hujan debu mereda.
4) Ikuti perkembangan informasi terkait status gunung berapi.
3. Gempa Bumi

a. Fase Pra Bencana (Sebelum Terjadi Gempa Bumi)
1) Memastikan tempat tinggal cukup aman dari bahaya akibat gempa
Bumi, misalnya seperti tanah longsor.
2) Merenovasi rumah dengan bangunan tahan gempa.
3) Memastikan benda-benda yang tergantung di rumah agar tidak
mudah jatuh saat terjadi gempa.

b. Fase Tanggap Darurat Bencana (Saat Terjadi Gempa Bumi)
1) Tetap tenang saat terjadi gempa.
2) Jika berada dalam ruangan, carilah tempat berlindung yang kuat
dan mampu menahan reruntuhan.
3) Jika berada di luar ruangan, carilah ruang terbuka yang jauh dari
gedung tinggi, atau pepohonan yang besar.
4) Jika berada di pantai, jauhilah pantai untuk menghindari bahaya
tsunami akibat gempa.
5) Jika berada di dalam kendaraan, segera hentikan dan keluar dari
kendaraan. Namun jangan menghentikan kendaraan di jalan
layang atau jembatan.

c. Fase Pasca Bencana
1) Pergilah menuju titik evakuasi atau daerah yang aman.
2) Gunakan telepon untuk meminta pertolongan darurat.

131


3) Keluarlah dari ruangan dengan tenang dan tertib.
4) Jangan memasuki bangunan setelah gempa karena ada

kemungkinan bangunan tersebut dapat runtuh.
Jika air laut tiba-tiba surut dalam sesaat, segeralah menjauh karena
adanya kemungkinan gelombang tsunami akan terjadi.

132


1. Litosfer merupakan bagian tanah atau bebatuan yang ada di Bumi dan
seluruh bagian padat Bumi, termasuk juga intinya.

2. Ada 3 teori yang membahas pembentukan lapisan litosfer Bumi yaitu
teori pergerakan benua, tektonik pergerakan dasar laut dan teori tektonik
lempeng.

3. Pembentukan gunung didasarkan pada teori tektonik pergerakan dasar
laut.

4. Proses meletusnya gunung yaitu adanya interaksi antara lempeng akan
menimbulkan panas dan tekanan yang sangat tinggi sehingga
mengakibatkan melelehkan litosfer dan mengakibatkan naiknya magma
pada sabuk pegunungan. Naiknya magma ke permukaan ini akan
menyebabkan erupsi.

5. Bentuk gunung berapi ada 3 macam yaitu gunung api strato, gunung api
dan gunung api perisai.

6. Tingkatan status gunung berapi ada 4 macam yaitu normal, awas siaga
dan waspada.

7. Gempa Bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan Bumi yang
disebabkan oleh pergerakan lempengan Bumi sehingga terjadi
pelepasan energi dari dalam perut Bumi secara tiba-tiba.

8. Mitigasi bencana letusan gunung berapi dapat dilakukan dengan fase pra
bencana, tanggap darurat bencana dan pasca bencana.

9. Mitigasi bencana gempa Bumi dapat dilakukan dengan fase pra, siaga
bencana dan pasca bencana.

133


A. Pilihan Ganda

1. Perhatikan pernyataan berikut ini!

1) Kondisi air laut yang surut tiba-tiba

2) Tingkah burung yang berkumpul di pinggir pantai

3) Adanya gempa tektonik

4) Keadaan awan di langit yang berubah menjadi sangat gelap

Dari pernyataan diatas, yang bukan tanda-tanda terjadinya tsunami

ditunjukkan nomor....

a. 1 c. 3

b. 2 d. 4

2. Dahulu kala, Bumi diyakini hanya terdiri atas satu benua yang disebut

Pangeae. Kemudian terpecah dan bergeser. Bukti yang mendukung
teori tersebut adalah.…

a. Adanya persamaan fosil dan batuan

b. Adanya gempa Bumi

c. Adanya persamaan bentuk gunung api

d. Adanya penemuan tambang batubara

3. Proses terbentuknya lembah maupun gunung bawah laut merupakan
akibat dari adanya teori.…

a. Pergerakan samudra c. Pergerakan dasar laut

b. Pergerakan benua d. Continental drift

4. Ketika lempeng bergerak, maka akan terjadi interaksi antar lempeng.
Interaksi tersebut dapat membentuk peristiwa berikut, kecuali….

134


a. Pegunungan c. Gunung berapi

b. Banjir d. Palung laut

5. Di bawah ini yang merupakan ciri gunung api yang akan meletus

yaitu....

a. Terdapat sumber air panas atau geiser

b. Suhu di sekitar gunung naik

c. Adanya mofet atau sumber gas asam arang

d. Adanya sumber uap air

6. Perhatikan gambar berikut untuk menjawab soal nomor 6 dan 7!

Berdasarkan gambar diatas, lempeng Indo-Australi dengan lempeng
Eurasia bergerak secara….

a. Konvergen c. Transformasi

b. Divergen d. Tidak bergerak

7. Berdasarkan gambar pada nomor 6, pergerakan lempeng Indo-Australi
dengan lempeng antartika terjadi secara….

a. Konvergen c. Transformasi

b. Divergen d. Tidak bergerak

8. Sebuah pusat gempa tercatat sejauh 1500 km dari sebuah stasiun

seismik. Keadaan tersebut digambarkan penyebaran gelombang

seismiknya. Seperti gambar berikut :

135


Click to View FlipBook Version