AKU CINTA BAHASA INDONESIA KELAS XII
Untuk siswa SMA/MA Semester 1
Oleh MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Surabaya
Pembina : Khairil Anwar, S.Pd, M.M.
Para Penulis : Dr . Yustinus Budi S., M.Pd
Dr. H. Abu Darim, M.Si, M.Pd
Anik Sulistyowati, S.Pd, M.Pd
Editor: : Dra. Hj. Siti Hindun, M.Pd
Drs. Sutrisno Bari, M.Si
Desain Sampul :
Penerbit : Ganjar Dwi Laksono
Nauval Pustaka
Kantor Pusat : Anggota IKAPI
Kantor Cabang :
Telp/Fax : Jln. R.A Basuni No 19, Sooko, Mojokerto
e-mail : Jln. Jambangan Permata No. 10 Surabaya
(0321) 5282225
[email protected]
Hak Cipta dilindungi Undang-undang
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari
MGMP Kota Surabaya dan Penerbit
Sanksi Pelanggaran Pasal 44:
Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang
Perubahan atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982 Tentang Hak Cipta
1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak
suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling
lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta
rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau
menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama
5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta
rupiah).
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII ii
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan yang Mahakuasa, karena hanya dengan rahmat dan
karunia-Nya, Tim Penulis MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya dapat menyelesaikan buku Aku
Cinta Bahasa Indonesia untuk peserta didik Kelas XII ini. Terbitnya buku ini didasari keinginan kuat
para anggota dan pengurus MGMPBahasa Indonesia Kota Surabaya untuk memberikan sumbangan
pemikiran dan keilmuan kepada para guru dan peserta didik dalam mempersiapkan USBN, UN, dan
SBMPTN.
Kita pantas bersyukur karena Kurikulum 2013 yang telah mengalami beberapa kali revisi
menyadari arti penting bahasa dalam suatu komunikasi. Bahasa adalah sarana penyampaian ekspresi
manusia, baik yang berkaitan dengan perasaan maupun pemikiran. Oleh sebab itu, penggunaan
bahasa perlu dilakukan secara estetis, efisien, dan logis.
Untuk tujuan estetis, pengguna bahasa kadang melakukannya secara tidak efisien. Hal itu
dilakukan karenahal yang ingin disampaikannya memiliki tujuan untuk menggugah perasaan
pembaca. Untuk itu, pemilihan diksi yang indah mendapatkan perhatian. Sebaliknya, bahasa yang
efisien perlu dilakukan jika tujuan berbahasa adalah menyampaikan gagasan yang objektif dan logis.
Buku Aku Cinta Bahasa Indonesia untuk Kelas XII ini adalah upaya minimal yang harus
dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan atas suatu kompetensi. Agar kompetensi semakin
meningkat, peserta didik diharapkan untuk menambah dengan referensi lain, baik beru pa buku cetak
maupun elektronik. Peran guru, dalam hal yang demikian, perlu berkreasi dalam pembelajaran dan
memperkaya dengan kegiatan-kegiatan lain yang relevan dengan setiap kompetensi yang ada pada
buku ini.
Buku ini menyajikan setiap kompetensi secara sistematis yang dimulai dari kompetensi dasar,
indikator pencapaian kompetensi, pemberian materi yang memadai dengan disertai contoh, pelatihan,
dan soal-soal evaluasi. Tujuan penyajian yang demikian adalah untuk membantu, membimbing, dan
mengarahkan peserta didik dalam memahami setiap kompetensi yang ada pada buku ini. Selain itu,
disertakan pula bahan-bahan (sumber-sumber) literasi, baik fiksi maupun nonfiksi, berikut dengan
lembar kegiatan literasinya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan budaya membaca peserta
didik. Hanya dengan memperbanyak bahan bacaan, wawasan peserta didik akan menjadi semakin
meningkat.
Pada kesempatan ini, MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga buku ini dapat terwujud, terutama kepada
penulis artikel, cerita fiksi, dan pemilik sumber bahan lain, baik berupa foto atau gambar yang kami
gunakan dalam buku ini. Sebagai bentuk apresiasi atas hal tersebut, kami telah mencantumkan
sumber bahan sesuai dengan kaidah penulisan sumber.
Buku ini adalah edisi pertama. Oleh sebab itu, sangat terbuka terhadap masukan dari pembaca,
terutama dari guru-guru Bahasa Indonesia agar pada edisi selanjutnya dapat diperbaiki untuk
penyempurnaannya. Atas masukan pemikiran tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Semoga kita
dapat memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di Indonesia dalam mempersiapkan generasi
emas, yakni generasi berkualitas yang siap menghadapi setiap perkembangan di era globalisasi ini.
Surabaya, Mei 2018
Tim Penulis
MGMP Bahasa Indonesia SMA
Kota Surabaya
MGMP BAHASA INDONESIA KOTA SURABAYA AKU CINTA BAHASA INDONESIA UNTUK SMA/MA KELAS XII III
1. KATA PENGANTAR
2. UNIT SATU (SURAT LAMARAAN PEKERJAAN) …………………………………………………………….……… 4
A. Mengidentifikasi Isi dan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan yang Dibaca ……………………. 5
B. Menyajikan Simpulan, Sistematika, dan Unsur-Unsur Isi Surat Lamaran Pekerjaan
dalam Bentuk Visual ……………………………………………………………………………..………………….……. 10
C. Memformulasikan Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan …………………………………...… 11
D. Menyusun Surat Lamaran Pekerjaan Dengan Memperhatikan Isi, Sistematika
dan Kebahasaan ……………………………………………………………………………………………………….……. 14
E. Latihan soal unit 1 ……………………………………………………………………………………………….………... 18
3. LITERASI BUKU NON FIKSI ……………………………………………………………………..…………………..……….. 22
4. UNIT DUA (TEKS CERITA SEJARAH) ..………………………………………………………………..….……..………. 24
A. Mengidentifikasi informasi yang mencakup orientasi, rangkaian kejadian yang .
saling berkaitan, komplikasi, dan resolusi dalam cerita sejarah lisan atau tulis hal ..……..……. 25
B. Mengonstruksi Nilai-Nilai yang Terdapat dalam Teks Cerita Sejarah hal ………………….………. 33
C. Menganalisis Kebahasaan Teks Cerita Sejarah …………………………..………………………………..…… 36
D. Menulis Cerita Sejarah Pribadi dengan Memperhatikan Kaidah Kebahasaan .………..………… 39
E. Latihan Soal Unit 2 ………………………………………………………………..………………………….…………… 40
5. UNIT TIGA (TEKS EDITORIAL) ……..…………………..…………………………………………………………..…… 43
A. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Editorial …………………………….……………………………… 44
B. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Editorial …………………………………………………………… 47
C. Menyeleksi Ragam Informasi sebagai Bahan Teks Editorial …………………………………………….. 55
D. Merancang Teks Editorial dengan Memperhatikan Struktur dan Kebahasaan ………………….. 56
E. E. Melaporkan Hasil diskusi dari Buku yang Dibaca ………………………………………………………… 58
F. Latihan soal unit 3 …………………………………………………………………………………………………………. 58
6. UNIT EMPAT (CERITA FIKSI DALAM NOVEL) ………………..……………………………………………………. 62
A. Menafsirkan Pandangan Pengarang terhadap Kehidupan dalam Novel ……………………………. 63
B. Menyajikan Hasil Interpretasi terhadap Pandangan Pengarang ……………………………….………. 69
C. Menganalisis Isi dan Kebahasaan Novel ………………………………………………………………………..…. 72
D. Merancang Novel atau Novelet dengan Memperhatikan Isi dan Kebahasaan ………………….... 78
E. Latihan soal unit 4 ………………………………………………………………………………………………………….. 80
7. UNIT LIMA (TEKS ARTIKEL) …………………………………………………………………………………………….… 84
A. Mengevaluasi Informasi, Baik Fakta Maupun Opini dalam Sebuah Artikel ….………………..……. 85
B. Menulis Artikel Berdasarkan Opini yang Telah Disampaikan …………………….……………….…….. 91
C. Menganalisis Kebahasaan Artikel dan/atau Buku Ilmiah …………………………………….…………… 94
D. Mengonstruksi Sebuah Artikel dengan Memperhatikan Fakta dan Kebahasaan ….……….…….. 96
E. Latihan soal unit 5 …………………………………………………………………………………….……………………. 99
8. UNIT 6 (TEKS KRITIK DAN ESAI) ……………………………………………………………………..………………. 103
A. Membandingkan Kritik Sastra dan Esai ……………………………………………………………………...…… 104
B. Menulis Kritik dan Esai ……………………………………………………………………………………………...…… 117
C. Menganalisis Sistematika dan Kebahasaan Kritik dan Esai …………………………………….…….…… 118
D. Mengonstruksi Teks Kritik atau Esai …………..……………………………………………….…..……………… 121
E. Menulis tentang Nilai yang Terkandung dalam Buku ……………………………………………….……….. 123
F. Latihan soal unit 5 ………………………………………………………………….……………………………………….. 123
9. DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………………….……………… 127
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII iv
TEKS SURAT LAMARAN PEKERJAAN
(Sumber Gambar: https://birchmore.org/cara-menulis-lamaran-kerja)
Air jernih ikannya jinak.
KOMPETENSI DASAR Setelah mempelajari materi, mengerjakan
latihan, dan kegiatan pada bab ini, peserta didik
3.1 Mengidentifikasi isi dan sistematika surat diharapkan mampu
lamaran pekerjaan yang dibaca (1) mengidentifikasi unsur surat lamaran;
4.1 Menyajikan simpulan, sistematika, dan (2) mengidentifikasi sistematika surat
unsur-unsur isi surat lamaran pekerjaan lamaran;
dalam bentuk visual
(3) menyimpulkan bentuk surat lamaran;
3.2 Memformulasikan unsur kebahasaan (4) mendata ciri kebahasaan surat lamaran;
surat lamaran pekerjaan (5) menulis surat lamaran berdasarkan iklan;
(6) merevisi bahasa surat lamaran.
4.2 Menyusun surat lamaran pekerjaan
dengan memperhatikan isi, sistematika
dan kebahasaan
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 5
A. Mengidentifikasi Isi dan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan yang Dibaca
1. Mengidentifikasi Unsur Surat Lamaran Pekerjaan
2. sejarah
Kebudayaan dan peradaban modern begitu cepat berkembang. Seberapa pun pesatnya perkembangan
tersebut,, kerja sama antarmanusia hanya mungkin terjalin jika ada komunikasi. Komunikasi adalah salah satu
syarat mutlak bagi kehidupan kebudayaan dan peradaban modern.
Kita mengenal dua jenis komunikasi utama, yaitu (1) komunikasi lisan dan (2) komunikasi tulis.
Komunikasi lisan, misalnya wawancara, jumpa pers, dakwah, dan konferensi. Sementara itu, komunikasi
tertulis dapat berupa karangan, buku, brosur, dan salah satu yang terpenting di antaranya adalah surat atau
korespondensi. Meskipun sudah berada pada era digital, komunikasi tulis berupa surat masih tetap
diperlukan, terutama dalam hubungannya dengan dunia kerja. Pada saat merekrut karyawan, banyak
perusahaan yang tetap mewajibkan pelamar pekerjaan membawa surat lamaran pekerjaan dalam wujud tulis.
Pada bagian ini, Anda akan diajak memahami unsur surat lamaran pekerjaan. Untuk memahaminya,
bacalah contoh surat lamaran pekerjaan berikut!
Surabaya, 5 Januari 2017
Lampiran : 4 lembar
Hal : Permohonan menjadi staf keuangan
Yth. Direktur Personalia
PT Karya Mandiri 16
Jalan Jaksa Agung Suprapto 13
Surabaya
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini,
nama : Agus Yudistiawan
tempat, tanggal lahir : Surabaya, 8 Agustus 1994
pendidikan : D-3
alamat : Wonokusumo V/456 RT 12/RW 34 Surabaya
telepon : 085889900345
bermaksud untuk mengajukan lamaran pekerjaan sebagai staf keuangan di perusahaan
yang Bapak/Ibu pimpin.
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan
(1) daftar riwayat hidup;
(2) dua buah pas foto terakhir;
(3) surat keterangan kelakuan baik;
(4) surat keterangan pengalaman bekerja dari Manajer CV Suka Jaya;
(5) foto kopi ijazah D-3 yang telah dilegalisasi.
Demikian permohonan saya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Agus Yudistiawan
PELATIHAN KE-1
Setelah Anda membaca contoh surat lamaran pekerjaan tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut!
1. Apa tujuan penulis membuat surat lamaran tersebut?
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 6
2. Siapa pengirim dan penerima surat lamaran tersebut?
3. Apa isi surat lamaran tersebut?
4. Apakah yang disertakan pemohon agar lamarannya diterima?
5. Ragam bahasa apakah yang digunakan dalam surat lamaran tersebut? Jelaskan jawaban Anda!
Apabila Anda memperhatikan contoh surat lamaran pekerjaan tersebut, Anda akan menemukan unsur-
unsur surat lamaran pekerjaan, yaitu (a) Tanggal Surat, (b) Lampiran, (c) Hal, (d) Alamat Surat, (e) Salam
Pembuka, (f) Pembuka Surat, (g) Isi, (h) Penutup Surat, (i) Salam Penutup, dan (j) Nama dan Tanda Tangan
Pelamar.
PELATIHAN KE-2
Identifikasikan unsur-unsur surat lamaran pekerjaan berikut!
Malang, 28 Maret 2017
Lampiran : 4 lembar
Hal : Lamaran pekerjaan
Yth. Manager Sport Station
Solo Paragon Upper Ground Unit 17
Jalan Yosodipuro 133, Solo
Dengan hormat,
Sehubungan dengan adanya informasi lowongan kerja di SPORT STATION sebagai Sales Promotion Girl dengan
ini saya,
nama : Tri Wulansari
tempat, tanggal Lahir : Solo, 12 September 1998
alamat : Jalan Wonoayu Giri Laba 131
nomor HP : 085453209812,
mengajukan lamaran pekerjaan sebagai karyawan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Saya mampu
mengoperasikan Microsoft Office. Saya dapat bekerja, baik secara mandiri maupun tim.
Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini saya lampirkan
(1) daftar riwayat hidup;
(2) dua buah pas foto terakhir;
(3) surat keterangan kelakuan baik;
(4) surat keterangan referensi dari manager cv suka jaya tempat saya bekerja selama ini;
(5) foto kopi ijazah SMA yang telah dilegalisasi.
Demikian permohonan saya, dengan harapan semoga Bapak berkenan mempertimbangkannya. Atas
perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Tri Wulansari
No Unsur Surat Unsur-Unsur Surat Lamaran Pekerjaan
Lamaran
Paragraf dalam Teks
1 Tanggal Surat
2 Hal
3 Lampiran
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 7
4 Alamat Surat
5 Salam Pembuka
6 Pembuka Surat
Isi Surat
7
8 Penutup Surat
9 Salam Penutup
10 Nama Pelamar
2. Mengidentifikasi Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan
Selain memahami unsur-unsur surat lamaran pekerjaan, penulis surat lamaran pekerjaan juga harus
memahami sistematika penulisannya. Hal tersebut karena menulis surat lamaran pekerjaan pada dasarnya
sama dengan melakukan komunikasi. Keruntutan penyusunan unsur-unsur surat lamaran pekerjaan
diharapkan dapat membantu pemahaman penerima surat. Selain itu, surat lamaran pekerjaan juga dapat
mencerminkan citra diri dan kepribadian awal pengirim surat. Surat yang ditulis secara rapi dan sistematis
mencerminkan kepribadian penulis surat yang rapi dan sistematis juga.
Untuk itu, pada bagian berikut disajikan sistematika surat lamaran pekerjaan agar Anda memiliki
kemampuan dalam mengidentifikasi sistematika surat lamaran pekerjaan.
Sistematika Surat Bagian Surat Lamaran Pekerjaan
Berkas yang dilampirkan
Hal Lampiran : 3 lembar
Alamat Surat
Salam Pembuka Hal : Lamaran pekerjaan
Pembuka Surat
Yth. Kepala bagian pemasaran “Krupuk Udang Joss”
Isi Surat PO BOX 3539
Jakarta 11470
Dengan Hormat,
Berdasarkan pengumuman Nomor 36 Tanggal 13 Desember 2017 yang
saya lihat di ruang tunggu PT Alaska Jaya, saya mendapatkan informasi
bahwa perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin membutuhkan tenaga
administrasi.
Sehubungan dengan hal tersebut, saya
nama : Abimayu Sukoco
tempat dan tanggal lahir : Jember, 8 Februari 1999
pendidikan : SMA
alamat : Jalan Ciliwung II/21 Malang
mengajukan diri untuk mengisi lowongan tersebut. Sebagai bahan
pertimbangan, bersama ini saya lampirkan
(1) daftar riwayat hidup;
(2) satu buah pas foto terakhir;
(3) surat keterangan kelakuan baik;
(4) foto kopi ijazah SMA yang telah dilegalisasi.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 8
Sistematika Surat Bagian Surat Lamaran Pekerjaan
Penutup Surat Atas pertimbangan dan perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Tempat dan Tanggal Malang, 1 Januari 2018
Pembuatan Surat
Abimayu Sukoco
Pelamar/Pengirim
PELATIHAN KE-3
Identifikasikan sistematika surat lamaran pekerjaan berikut pada lembar kerja yang sudah
disediakan!
SURAT LAMARAN PEKERJAAN KE-1 SURAT LAMARAN PEKERJAAN KE-2
Lampiran : 2 lembar Surabaya, 6 Januari 2017 Lampiran: 1 lembar
Hal : Permohonan menjadi tenaga pemasaran Hal : Lamaran pekerjaan
Yth. Pemimpin PT Peronamata Yth. Manager Personalia
Jalan Malang Wetan 125 PT Bakpia Juragan
Surabaya Jalan Sindangsari 48 Garut
Dengan Hormat, Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini, Berdasarkan Iklan yang dimuat di Pikiran Rakyat
terbitan hari Rabu, 3 Januari 2018, mengenai adanya
nama : Laila Lie Santoso lowongan untuk jabatan Administrasi, maka saya
yang bertanda tangan dibawah ini
tempat, tanggal lahir : Surabaya, 8 Juli 1990
nama : Elin Karlina
pendidikan : SMA tempat dan tanggal lahir : Garut, 16 Juni 1994
pendidikan terakhir : Sarjana Ekonomi
alamat : Kalibutuh Selatan 1 Surabaya alamat : Jalan Raya Bayongbong, 12 Solo
telepon : 0858899003 bermaksud untuk mengajukan lamaran pekerjaan di
perusahan yang Bapak/Ibu pimpin. Saya memiliki
bermaksud untuk mengajukan lamaran pekerjaan di pengalaman kerja selama 1 tahun sebagai tenaga
perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin sebagai tenaga administrasi di salah satu perusahaan di Bandung.
pemasaran. Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini
saya lampirkan
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya (1) daftar riwayat hidup;
lampirkan: (2) empat lembar pas foto 3 x 4 cm.
(1) daftar riwayat hidup;
(2) dua buah pas foto terakhir; Demikian surat lamaran ini. Atas perhatian
(3) foto kopi ijazah SMA yang telah dilegalisasi. Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Demikian permohonan saya, dengan harapan semoga
Bapak berkenan mempertimbangkannya.
Hormat saya,
Garut, 21 Januari 2018
LEaliilna LKiaerSliannatoso
No Surat Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan
1 Surat Lamaran Ke-1 Sistematika
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 9
No Surat Sistematika
2 Surat Lamaran Ke-2
B. Menyajikan Simpulan, Sistematika, dan Unsur-Unsur Isi Surat Lamaran
Pekerjaan dalam Bentuk Visual
Menyimpulkan Bentuk Surat Lamaran
Pekerjaan
Setelah Anda mempelajari struktur dan sistematika surat lamaran pekerjaan, kali ini Anda akan belajar
bentuk surat lamaran pekerjaan. Yang dimaksud dengan bentuk surat adalah pola, model, atau tata letak (lay
out) keseluruhan surat. Surat lamaran harus ditulis dengan bentuk yang sesuai dengan sistem penulisan surat
resmi. Berikut adalah salah satu bentuk surat lamaran pekerjaan pada umumnya.
_________________________________________
(tempat dan tanggal pembuatan surat)
Lampiran :______________
Hal :______________
_____________________________
(alamat yang dituju)
__________________________
(salam pembuka)
___________________________________________________________________(paragraf pembuka)
________________________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________ (paragraf isi)
________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________(paragraf penutup)
________________________________________________________________________________________________
___________________
salam penutup
_________________________
tanda tangan pelamar
nama terang
Pola surat lamaran pekerjaan di atas bukan merupakan satu-satunya. Anda dapat menggunakan pola
yang lain, misalnya surat lamaran pekerjaan yang berpola lurus penuh, lurus, atau lekuk.
PELATIHAN KE-4 10
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII
1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 2 s.d. 3 siswa secara heterogen!
2. Bacalah kembali surat lamaran pekerjaan ke-1 dan surat lamaran pekerjaan ke-2!
3. Diskusikan simpulan bentuk surat lamaran pekerjaan ke-1 dan surat lamaran pekerjaan ke-2!
4. Presentasikan di depan kelas! Setelah presentasi selesai, beberapa siswa dari kelompok lain
memberikan tanggapan atas presentasi tersebut!
Surat Lamaran Pekerjaan Ke-1
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
Surat Lamaran Pekerjaan Ke-2
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
C. Memformulasikan Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan
Mendata Ciri Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan
Pada subbab ini, Anda akan mempelajari ciri kebahasaan surat lamaran pekerjaan. Pada pembelajaran
sebelumnya, telah Anda ketahui bahwa surat lamaran pekerjaan adalah surat pribadi yang bersifat resmi. Oleh
karena itu, bahasa dalam surat lamaran harus baku, efektif, dan sopan.
Pada pembelajaran kali ini, Anda akan belajar materi kebahasaan yang berhubungan dengan kalimat
efektif. Apa saja ciri-ciri kalimat efektif? Berikut akan disajikan ciri-ciri kalimat efektif.
1. Kesepadanan Struktur
Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kesepadanan struktur (memiliki keseimbangan struktur
dalam kalimat). Ciri kalimat yang memiliki kesepadanan struktur di antaranya, kejelasan subjek dan
predikat, tidak ada subjek ganda, konjungsi intrakalimat tidak digunakan dalam kalimat tunggal, dan tidak
ada kata “yang” di depan predikat.
Contoh: Kalimat Tidak Efektif Kalimat Efektif
Kaidah Kalimat Efektif
Dari hasil pengamatan Hasil pengamatan membuktikan
Subjek tidak didahului kata membuktikan bahwa lingkungan bahwa lingkungan memengaruhi
depan. memengaruhi tingkah laku. tingkah laku.
Konjungsi intrakalimat Sebab gubernur tidak Gubernur tidak menyetujui
tidak digunakan dalam menyetujui usulan. usulan.
kalimat tunggal.
Mereka yang menuntut keadilan. Mereka menuntut keadilan.
Tidak ada kata “yang” di
depan predikat.
2. Keparalelan Bentuk
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 11
Keparalelan bentuk ialah kesamaan bentuk kata atau frasa yang digunakan dalam kalimat. Jika dalam
konstruksi yang beruntun pada kalimat, bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan
seterusnya juga pasti menggunakan nomina. Demikian juga kalau bentuk yang pertama menggunakan
adjektif, bentuk kedua, ketiga, dan seterusnya juga menggunakan adjektif.
Contoh:
Kalimat Tidak Efektif Kalimat Efektif
Ibu ke pasar membeli minum, sayuran, dan Ibu ke pasar membeli minuman, sayuran, dan
makanan. makanan.
Harga BBM minggu ini segera dibakukan dan Harga BBM minggu ini segera dibakukan dan
kenaikan secara luwes. dinaikkan secara luwes.
3. Ketegasan Makna
Ketegasan makna dalam sebuah kalimat dapat dilakukan dengan sejumlah cara, di antaranya adalah
dengan meletakkan bagian yang hendak ditonjolkan ke bagian depan kalimat, membuat urutan kata yang
bertahap, membuat pengulangan secara proposional, membuat pertentangan atas ide atau pikiran yang
ditonjolkan, dan menggunakan partikel penegas atau penekan.
Contoh:
Cara yang Dilakukan Kalimat Efektif
Meletakkan kata yang ditonjolkan di awal Harapan Presiden ialah agar rakyat giat
kalimat membangun bangsa dan negaranya.
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, melainkan
Membuat urutan kata yang bertahap berjuta-juta rupiah telah disumbangkan kepada
anak-anak telantar.
Melakukan pengulangan kata (repetisi)
Melakukan pertentangan terhadap ide Pelajar itu saling bersalaman saat peristiwa itu.
yang ditonjolkan
Menggunakan partikel penegas atau Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan
penekan jujur.
Saudaralah yang bertanggung jawab.
4. Kehematan Kata
Dalam rangka penghematan kata, beberapa cara dapat dilakukan, misalnya (1)penghilangan subjek ganda,
(2) penghilangan makna jamak yang ganda, dan (3) penghilangan bentuk yang bersinonim.
Contoh: Kalimat Tidak Efektif Kalimat Efektif
Cara yang Dilakukan
Sebelum makalah ini Sebelum makalah ini
Penghilangan subjek ganda dipresentasikan, makalah ini dipresentasikan, harus dibaca
terlebih dahulu.
harus dibaca terlebih dahulu. Sebelum dipresentasikan,
makalah ini harus dibaca terlebih
Penghilangan makna jamak Banyak anak-anak berkeliaran dahulu.
Banyak anak berkeliaran di jalan
yang ganda di jalan menuju lokasi kejadian. menuju lokasi kejadian.
Anak-anak berkeliaran di jalan
Penghilangan bentuk yang Sekarang ini, ia sedang duduk menuju lokasi kejadian.
Sekarang ini, ia sedang duduk di
bersinonim di tempat yang sepi dan sunyi. tempat yang sepi.
Sekarang ini, ia sedang duduk di
tempat yang sunyi.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 12
5. Kecermatan Penalaran
Yang dimaksud dengan cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan penafsiran ganda dan tepat
dalam pemilihan kata.
Contoh:
(a) Siswa sekolah yang terkenal itu menerima hadiah.
(b) Banjir di Jakarta membanjiri wilayah perbelanjaan.
6. Kepaduan Gagasan
Ada beberapa ciri kalimat yang memiliki kepaduan gagasan/kepaduan makna, yakni
(a) kalimat tidak bertele-tele,
(b) berpola aspek+agen+verba untuk kalimat berpredikat pasif persona,
(c) tidak tedapat kata, seperti daripada atau tentang antara kata kerja dan objek penderita.
Contoh:
Kalimat Tidak Efektif Kalimat Efektif
Kita harus memperhatikan daripada kehendak Kita harus memperhatikan kehendak rakyat.
rakyat.
Rapat pimpinan hari ini membicarakan kenaikan
Rapat pimpinan hari ini membicarakan tentang upah karyawan.
kenaikan upah karyawan.
pola aspek+agen+verba untuk predikat pasif (a) Sudah saya makan
persona (b) Telah Anda kirimkan
7. Kelogisan Bahasa
Kalimat yang logis itu adalah kalimat yang bernalar. Kalimat bernalar apabila ide atau gagasan sejalan
dengan akal dan nalar yang benar serta berlaku universal.
Contoh:
Kalimat Tidak Efektif Kalimat Efektif
Di sini dijual sup buntut, sup brenebon, dan kaki Di sini dijual sup buntut, sup brenebon, dan sup
sapi. kaki sapi.
Untuk mempersingkat waktu, kita teruskan Untuk menghemat waktu, kita teruskan acara
acara ini. ini.
PELATIHAN KE-5
1. Cermatilah surat lamaran pekerjaan berikut, kemudian lengkapi tabel pada bagian bawah surat
lamaran dengan data ciri kebahasaannya!
Surabaya, 5 Mei 2017
Lampiran : 3 berkas
Hal : Pengajuan menjadi editor
Yth. Kepala personalia majalah “Hai Apa Kabar”
Jalan Melintang Raya Selatan 67/2
Padang
Berdasarkan Info Kerja yang dimuat di media online lowongan kerja,blogspot, com, maka saya yang
bertanda tangan di bawah ini
nama : Dimas Abutaji, S.Pd
tempat dan tanggal Lahir : Garut, 16 Juni 1990
pendidikan terakhir : Sarjana Bahasa dan Sastra Indonesia
alamat : Desa Manunggal 1/123 Sukabumi
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 13
bermaksud untuk mengajukan lamaran pekerjaan di perusahaan yang Saudara pimpin. Saya
memiliki pengalaman kerja selama satu tahun sebagai editor majalah sekolah dan dua tahun
sebagai editor majalah kampung.
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan
(1) Daftar Riwayat Hidup
(2) Empat lembar pas foto 3 x 4 cm.
(3) Dua eksemplar majalah (editan saya)
(4) Fotokopi ijazah terakhir
Demikian surat lamaran ini. Atas perhatian Saudara, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Dimas Abutaji, S.Pd.
Hasil Pendataan Ciri Bahasa Surat Lamaran Pekerjaan
No Ciri Bahasa Surat Lamaran Pekerjaan Contoh Kata/Kalimat yang Tidak Sesuai
dengan Kaidah Kebahasaan
1 bahasa Baku 1. ijazah bukan ijasah
2. …
2
3
4
5
6
2. Perbaikilah kalimat tidak efektif berikut sehingga menjadi kalimat efektif!
No Kalimat Tidak Efektif Kalimat Efektif
1 Kami mengucapkan banyak-banyak terima
kasih atas bantuan dan perhatiaannya.
Yang terhormat Bapak Galih, Yang terhormat
2 Ibu Laila, serta yang terhormat teman-teman
sekalian.
3 Kami mohon bantuan daripada Tuan.
4 Demikian surat ini, atas perhatian bapak/ibu
kami sampaikan terima kasih.
5 Pada penyuluhan itu didapati informasi
6 Teman Ani meminta dan permohonan
dimaaafkan dari kekeliruannya
D. Menyusun Surat Lamaran Pekerjaan Dengan Memperhatikan Isi,
Sistematika dan Kebahasaan
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 14
1. Menulis Surat Lamaran Berdasarkan Iklan
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menulis surat lamaran pekerjaan. Bacalah dengan saksama!
LANGKAH KEGIATAN
Langkah Menentukan Tujuan
Ke-1 Temukan maksud Anda menulis surat lamaran. Ke mana surat itu akan dikirim? Apa dasar
PERSIAPA pengiriman surat itu? Apa saja syaratnya? Apakah Anda memenuhi kualifikasi untuk
N melamar?
Langkah Menulis Tanggal, Lampiran, dan Hal
Ke-2 (a) Penulisan tanggal surat biasanya didahului oleh nama kota yang menunjukkan
MENULIS tempat pembuatan surat. Tanggal ditulis dengan angka. Nama bulan ditulis dengan huruf,
bukan angka dan tidak boleh disingkat. Tahun ditulis dengan angka secara lengkap. Antara
tanggal, bulan, dan tahun tidak perlu dibubuhkan tanda apa pun. Demikian pula setelah
angka tahun tidak perlu dibubuhkan tanda baca, seperti titik, koma, dan tanda baca yang
lainnya. Tanggal surat dapat diletakkan di atas sebelah kanan atau diletakkan di bawah (di
atas identitas pengirim/penanda tangan surat).
(b) Penulisan lampiran dalam surat tidak boleh disingkat dengan Lamp. Harus ditulis
secara lengkap Lampiran (dengan /l/ kapital). Tanda titik dua setelah kata Lampiran
diatur lurus dengan tanda titik dua pada Hal. Jumlah lampiran bisa ditulis dengan huruf
atau angka. Jika tidak ada lampiran yang disertakan, kata lampiran tidak perlu
dicantumkan.
(c) Penulisan hal surat hendaklah dirumuskan secara singkat. Huruf kapital hanya
dipakai pada huruf awal kata pertama pokok surat dan kata yang menyatakan nama. Pada
akhir pokok surat tidak perlu dibubuhi tanda apa pun.
Menulis Alamat Surat
Ada dua model penulisan alamat surat. Pertama, alamat ditulis di sebelah kanan atas (di
bawah tanggal surat). Kedua, alamat ditulis di sebelah kiri atas di bawah bagian Hal dan
sebelum salam pembuka. Penulisan alamat surat yang dituju cukup diawali dengan Yth.
Kata sapaan Bapak, Ibu, atau Saudara dapat digunakan. Kata sapaan itu diawali dengan
huruf kapital dan tidak boleh disingkat. Nama diri penerima surat dituliskan dengan huruf
kapital pada setiap awal unsur nama tersebut (hindari penggunaan huruf kapital
seluruhnya). Sebaiknya, nama ditulis lengkap dan tidak disingkat. Jika harus disingkat,
penyingkatan harus dilakukan dengan benar. Kata jalan pada alamat surat tidak boleh
disingkat menjadi Jln. atau Jl., tetapi ditulis lengkap Jalan. Setelah nama jalan, tulis
nomornya (tidak perlu ditulis kata nomor atau no.) Nama kota tidak perlu dituliskan
dengan huruf kapital semua, tidak perlu digarisbawahi, dan tidak diakhiri dengan tanda
titik.
Menulis Salam Sembuka
Salam pembuka merupakan bagian surat yang berfungsi sebagai tanda pembuka
pembicaraan dan juga salam penghormatan. Huruf awal salam pembuka dituliskan
dengan huruf kapital, yang lain dituliskan dengan huruf kecil. Pada akhir salam pembuka
dibubuhkan tanda koma, bukan tanda titik, tanda seru, atau tanda titik dua. Beberapa
ungkapan berikut lazim digunakan sebagai salam pembuka.
Dengan hormat,
Bapak/Ibu …yang terhormat,
Salam sejahtera,
Assalamualaikum w.w.,
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 15
LANGKAH KEGIATAN
Menulis Bagian Pembuka
Paragraf pembuka berfungsi mengantarkan pokok masalah yang dikemukakan dalam isi
surat. Sebaiknya, pada bagian pembuka digunakan kalimat pernyataan atau deklaratif
dengan benar agar jelas maknanya. Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan ditulis
dengan memperhatikan sumber informasi lowongan pekerjaan.
(a) Sumber informasi dari iklan
Berdasarkan iklan pada Koran Kompas, 16 Maret 2018, saya mendapatkan informasi
bahwa perusahaan yang Bapak pimpin membutuhkan seorang teknisi. Untuk itu, ….
(b) Sumber informasi dari seseorang
Dari seorang guru di sekolah Bapak, saya memperoleh informasi bahwa sekolah Bapak
memerlukan guru Fisika. Untuk itu, ….
(c) Sumber informasi dari pengumuman
Berdasarkan pengumuman Nomor…Tanggal…yang saya lihat di…, saya memperoleh
informasi bahwa perusahaan yang Bapak pimpin membutuhkan seorang teknisi.
Untuk itu, ….
(d)Sumber informasi dari permohonan instansi pada sekolah
Setelah mendapatkan informasi dari kepala sekolah tentang permohonan tenaga kerja
dari perusahaan Bapak, …
Menulis Bagian Inti (Maksud) Surat
Inti sebuah surat terletak pada paragraf inti. Isi surat hendaknya disampaikan secara jelas,
singkat, menarik, dan santun. Hindari penggunaan singkatan yang tidak lazim.
Menulis Bagian Penutup
Bagian penutup berisi harapan atau ucapan terima kasih. Paragraf penutup berfungsi
sebagai kunci isi surat yang mengisyaratkan pembicaraan telah berakhir. Surat yang tidak
menggunakan paragraf penutup terkesan belum selesai.
Langkah Menulis Salam Penutup
Ke-3 Hormat kami,
Hormat saya,
MENYUNTI Salam takzim,
NG Wasalam,
Menyunting
Cek kembali draf surat lamaran pekerjaan Anda: Alamat yang dituju, isi, dan bahasanya!
Jika ada pernyataan yang kurang tepat, perbaikilah!
PELATIHAN KE-6
Buatlah surat lamaran pekerjaan dengan memperhatikan unsur-unsur, sistematika, dan kaidah
kebahasaan surat lamaran pekerjaan! Surat tersebut didasarkan pada informasi dari Depnaker
bahwa PT Lapuk Sentoso, Jalan Kalimati 12 Surabaya, memerlukan tenaga pembukuan. Yang
diprioritaskan adalah yang baru lulus SMA dan belum berkeluarga.
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 16
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
2. Merevisi Surat Lamaran
Pada pembelajaran menulis surat lamaran pekerjaan, telah Anda ketahui langkah-langkahnya. Pada
langkah terakhir, Anda harus menyunting surat lamaran yang Anda tulis sebelum surat itu Anda kirimkan.
Menyunting (KBBI, 2011:1358) bersinonim dengan mengedit. Tesaurus Bahasa Indonesia (Endarmoko, Eko,
2016:581) merevisi bermakna sama dengan mengedit dan menyunting. Jadi, pada pembelajaran kali ini, Anda
akan belajar langkah akhir menulis surat lamaran pekerjaan.
Berikut disajikan sebuah surat lamaran pekerjaan. Bacalah dan revisilah! Berdiskusilah dengan teman
sebangku dan guru agar mendapatkan kebenaran atas revisi yang Anda lakukan!
PELATIHAN KE-7
Berikut disajikan surat lamaran pekerjaan. Bacalah dengan saksama, lalu perbaiki agar menjadi surat
lamaran pekerjaan yang benar!
Malang, 23 -3- 2017.
Kepada YTH.
PT Nusa Abadi
Jln. Kelentang Sayur 3 no 123.
SURABAYA.
Bersamaan dengan saya lihat sebuah pengumuman yang tertempel di dinding sebuah terminal kala saya
sedang menunggu bis. Pada pengumuman itu tertulis sebuah tulisan bahwa perusahaan Bapak/Ibu (PT Nusa
Abadi ) membutuhkan seorang tenaga penghias kue pengantin. Bersamaan dengan surat ini, saya mengajukan
diri untuk melamar lowongan tersebut. Saya memiliki keahlian menghias kue pengantin. Pengalaman saya
sebagai penghias kue pengantin nyaris 8 tahun di perusahaan KUE BERKAH IBU SIDOARJO.
Ini identitas saya:
NAMA : LANI MAULENI
TEMPAT TANGGAL LAHIR : Solo, 09 Januari 1986
ALAMAT : Jln. Berkah bahagia Gang Buntu No. 11 Surabaya
PENDIDIKAN : SMK Negeri 5 Gorontalo
Demikian Surat lamaran saya. Terimakasih telah membaca surat lamaran saya. Saya ingin ditrima sebagai
penghias kue di perusahaan Ibu. Saya mohon.
Sebagai bahan pertimbangan berikut saya lampirkan;
(1) Pas Poto
(2) Fotokopi Izasah SMK
(3) Surat Keterangan pernah bekerja di KUE BERKAH IBU SIDOARJO
Malang, 23 Maret 2017
Lani Mauleni Siahaan
Wasaalam
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 17
A. SOAL PILIHAN GANDA D. Atas perhatian Bapak/Ibu, Kami
mengucapkan terima kasih.
1. Penulisan Hal surat yang benar adalah ….
E. Atas perhatian Bapak, saya sampaikan terima
A. Hal : Lamaran Kerja Yang Berkaitan kasih.
Dengan Posisi Karyawan.
Iklan ini digunakan untuk mengerjakan soal
B. Perihal : Permohonan Pekerjaan. nomor 6 s.d. 8
C. Hal : Permohonan perkerjaan, IKLAN
D. Perihal : Permohonan pekerjaan
BUTUH KARYAWAN PANGGUL, C.V.
E. Hal : Permohonan pekerjaan
MAKMUR MULIA JLN. MANUKAN 3
berkaitan dengan posisi
SURABAYA, USIA MAKSIMAL 30 TAHUN,
karyawan
GAJI BESAR, LAKI/PEREMPUAN
2. Penulisan tanggal surat lamaran pekerjaan yang
tepat adalah …. 6. Paragraf pembuka yang tepat untuk surat
A. Surabaya, 31 Januari 2018 lamaran pekerjaan berdasarkan iklan di atas
B. Surabaya, 31-Januari -2018 adalah ….
C. Surabaya, 31 Januari 2018, A. Berdasarkan iklan yang dimuat pada
D. SURABAYA, 31 JANUARI 2018. harian…tanggal…yang menyatakan bahwa CV
E. Surabaya, 31 Jan 2018 Makmur Mulia membutuhkan karyawan
panggul, izinkanlah saya…
3. Penulisan alamat surat surat lamaran pekerjaan B. Berdasarkan iklan yang dimuat pada
berikut yang benar adalah …. harian…tanggal…yang menyatakan bahwa C.V.
A. Yth. PT Alam Budi Santosa Makmur Mulia membutuhkan karyawan
Jln. Makmur Mulia No.31 panggul, izinkanlah saya…
PALANGKARAYA C. Sehubungan dengan iklan yang dimuat pada
B. Yth. PT Alam Budi Santoso harian…tanggal…yang menyatakan bahwa CV
Jalan Makmur Mulia 31 Makmur Mulia membutuhkan karyawan
Palangkaraya panggul, izinkanlah saya…
C. Yth. Personalia PT Alam Budi Santoso D. Saya melihat iklan yang dimuat pada
Jalan Makmur Mulia 31 harian…tanggal…yang menyatakan bahwa CV
Palangkaraya. Makmur Mulia membutuhkan karyawan
D. Yth. Personalia P.T. Alam Budi Santoso panggul, izinkanlah saya…
Jalan Makmur Mulia 31 E. Bersama iklan yang dimuat pada
Palangkaraya harian…tanggal…yang menyatakan bahwa CV
E. Yth. Direktur PT Alam Budi Santoso Makmur Mulia membutuhkan karyawan
Jalan Makmur Mulia 31 panggul, izinkanlah saya…
Palangkaraya
7. Alamat surat berdasarkan iklan di atas adalah ….
4. Penulisan salam pembuka yang benar adalah …. A. Yth. CV Makmur Mulia
A. Dengan Hormat, Jln. Manukan 3 Surabaya.
B. Dengan hormat, B. Yth. CV Makmur Mulia
C. Dengan hormat Jalan Manukan 3,
Surabaya
D. Dengan hormat. C. Yth. CV Makmur Mulia
E. Dengan Hormat. Jl. Manukan 3 Surabaya
D. Yth. Personalia CV Makmur Mulia
5. Berikut penulisan paragraf penutup surat Jalan Manukan 3 Surabaya
lamaran pekerjaan yang tepat adalah …. E. Yth. Personalia C.V. Makmur Mulia
A. Atas perhatiannya, Saya ucapkan terima Jalan Manukan 3 Surabaya
kasih.
B. Atas perhatiannya, Kami ucapkan terima
kasih.
C. Atas perhatian Bapak/Ibu, Saya ucapkan
terima kasih.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 18
8. Berdasarkan iklan di atas, lampiran yang tidak September 2017, perusahaan Bapak/Ibu
perlu disertakan dalam surat lamaran pekerjaan membutuhkan pegawai baru…
tersebut adalah ….
A. Kartu Tanda Penduduk (KTP) 11. Pernyataan yang benar terdapat pada ….
B. Pas Foto
C. Fotokopi ijazah terakhir Kalimat tidak Kalimat efektif
D. Daftar Riwayat Hidup efektif
E. Sertifikat mahir komputer
A. Bersama ini kami Dengan ini kami
beritahukan beritahukan..
9. Dengan Hormat, bahwa…
…
Untuk itulah bersama ini saya lampirkan: B. Kami mohon Kami mohon
(1) Fotokopi ijazah SMK bantuan daripada bantuan dari
(2) Surat keterangan berbadan sehat
(3) Fotokopi sertifikat bahasa Inggris Tuan… Tuan…
Kalimat penutup yang mengandung pengharapan
untuk melengkapi isi surat lamaran di atas yang C. Bersama ini kami Bersama surat ini,
paling tepat ialah… mengajukan… saya mengajukan…
A. Demikian kualifikasi saya, saya menunggu
balasan Saudara, terima kasih. D. Dengan ini kami Bersama surat ini,
B. Atas perhatian saya menyampaikan terima
kasih dan saya menanti balasannya. mengajukan … kami
C. Balasan surat Saudara sangat kami tunggu
dengan penuh harapan agar saya diterima. mengajukan…
D. Harapan kami Saudara segera membalas surat
lamaran ini E. Berkenaan dengan Berkenaan dengan
E. Saya berharap Bapak/Ibu sehat sehingga ini, saya mohon… surat ini, saya
dapat membalas surat ini.
mohon…
10. Yang bertanda tangan di bawah ini: 12. Penggunaan kalimat yang benar untuk menutup
surat adalah ….
nama : A. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas
alamat : bantuan dan perhatiaannya.
B. Atas bantuan dan perhatiaan Bapak, Kami
pendidikan : menghaturkan banyak terima kasih.
C. Demikian surat ini, atas perhatian bapak/ibu
bermaksud mengajukan lamaran untuk dapat saya sampaikan terima kasih
D. Atas makhlumnya, kami sampaikan terima
kasih.
E. Demikian surat ini, atas perhatian Bapak/Ibu,
kami sampaikan terima kasih
bekerja di perusahaan Bapak/Ibu tersebut. 13. Kalimat yang logis terdapat pada ….
A. Beberapa referensi-referensi yang tersedia di
Kalimat pembuka yang paling tepat untuk perpustakaan sekolah sudah tidak lagi
memadai untuk penyusunan makalah anak
melengkapi penggalan surat lamaran di atas setingkat SMA/SMK.
B. Selamat datang ke SMA Negeri 3 Surabaya.
adalah… C. Bagi selain karyawan dilarang masuk.
A. Sehubungan dengan iklan Bapak/Ibu di D. Namun demikian, data yang ada adalah palsu.
E. Namun, data yang ada ternyata palsu.
harian Jawa Pos tanggal 12 September 2017
yang menyatakan bahwa perusahaan
Bapak/Ibu membutuhkan pegawai baru…
B. Setelah membaca iklan yang dimuat dalam
Jawa Pos tanggal 12 September 2017 yang
menyatakan bahwa perusahaan Bapak/Ibu
14. Pernyataan yang efektif terdapat pada ….
membutuhkan pegawai baru… A. Dia tidak hadir dikarenakan sakit.
C. Dengan dimuatnya iklan Bapak/Ibu di harian B. Dia tidak hadir karena sakit.
C. Karena sakit dia tidak hadir
Jawa Pos tanggal 12 September 2017 dengan D. Dikarenakan sakit dia tidak hadir.
ini… E. Dia tidak hadir disebabkan karena sakit.
D. Saya tertarik dengan iklan Bapak/Ibu yang
dimuat di harian Jawa Pos tanggal 12
September 2017 yang menyatakan bahwa
15. Perbaikan kalimat yang kurang tepat terdapat
perusahaan Bapak/Ibu membutuhkan
pada ....
pegawai baru…
E. Berkenaan dengan iklan Bapak/Ibu yang Kalimat tidak Kalimat efektif
efektif
dimuat di harian Jawa Pos tanggal 12
A. Perebutan gelar Perebutan gelar
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 19
Kalimat tidak Kalimat efektif (1) Satu lembar fotokopi ijazah SMK
efektif (2) Pasfoto ukuran 4x6 dua lembar
juara antara X juara antara X dan (3) Surat pengalam kerja
melawan Y akan Y akan segera (4) Surat keterangan berkelakuan baik
dilaksanakan dilaksanakan bulan (5) Daftar riwayat hidup
(6) Surat rekomendasi dari pejabat setempat
bulan depan. depan.
(7) Surat pernyataan bersedia ditempatkan di
B. Mereka-mereka Mereka yang
mana saja.
yang terlibat terlibat dalam Lampiran yang tidak tepat untuk mendukung
dalam penelitian penelitian itu. surat lamaran pekerjaan ditandai nomor ….
itu. A. (2) dan (4) D. (3) dan (5)
C. Ketidakberesan itu Ketidakberesan itu B. (3) dan (4) E. (6) dan (7)
disebabkan karena disebabkan oleh C. (3) dan (6)
persiapan yang persiapan yang
kurang. kurang.
19. (1)Banyak kejadian yang dapat dijadikan
D. Penelitian ini Penelitian ini pelajaran bagi para pejabat negara. (2) Akan
tetapi, kejadian itu hanyalah dianggap sebelah
bertujuan merevisi bertujuan untuk mata. (3) Pada awalnya mereka berjanji untuk
tidak melakukan korupsi. (4) Namun, lama-
hasil temuan merevisi hasil kelamaan mereka lupa terhadap janji yang ia
terakhir. temuan terakhir. ikrarkan. (5) Akibatnya, banyak para pejabat
yang masuk penjara karena kasus korupsi.
E. Hal tersebut Hal tersebut
tergantung berita tergantung pada
yang dibuat oleh berita yang dibuat
media massa. oleh media massa.
16. Persoalan ini sangat rumit sekali dan tidak boleh Kalimat tidak efektif dalam paragraf tersebut
dianggap ringan. terdapat pada nomor….
Kalimat tersebut akan efektif apabila ….
A. Kata Persoalan diubah menjadi Soal. A. (1) dan (2) D. (3) dan (5)
B. Menghilangkan kata sekali
C. Menambah kata daripada setelah kata B. (2) dan (3) E. (4) dan (5)
Persoalan
D. Pemberian tanda koma (,) sebelum konjungsi C. (2) dan (4)
dan
E. Menghilangkan kata sangat dan sekali. 20. Kalimat yang efektif terdapat pada ….
A. Untuk mempersingkat waktu, Bapak Hamid
17. Perhatikan bagian-bagian surat lamaran pekejaan Kami persilakan menyampaikan gagasannya.
beikut! B. Kepada Bapak Direktur, waktu dan tempat
(1) Tanggal surat kami persilakan.
(2) Salam pembuka C. Iring-iringan jenazah itu telah memasuki area
(3) Alamat pelamar pemakaman umum.
(4) Alamat Surat D. Kita harus mengejar ketinggalan peserta didik
(5) Perihal kita.
(6) Pembuka surat E. Sebelum ditemukan menjadi mayat, pria itu
(7) Isi surat mondar mandir di sekitar toko.
(8) Salam penutup
(9) Penutup surat 21. Penulisan yang tepat untuk pemenggalan biodata
(10) Lampiran
Sistematika surat lamaran pekerjaan yang tepat dalam surat lamaran adalah ….
adalah ….
A. 1, 5, 10, 4, 2, 6, 7, 9, 8, 3 A. Yang bertanda tangan di bawah ini
B. 1, 4, 10, 5, 2, 6, 7, 9, 8, 3 nama :Wardoyo Sasmita
C. 1, 5, 10, 4, 2, 6, 7, 8, 9, 3
D. 2, 5, 10, 4, 1, 6, 7, 9, 8, 3 tempat/tanggal lahir : Kedu, 6 Juni 1999
E. 1, 3, 10, 4, 2, 6, 7, 9, 8, 5
B. Yang bertanda tangan di bawah ini.
18. Cermatilah lampiran surat lamaran pekerjaan
berikut! nama : Wardoyo Sasmita
tempat/tanggal lahir : Kedu, 6 -06-1999
C. Yang bertanda tangan di bawah ini
Nama : Wardoyo Sasmita
Tempat/tanggal lahir : Kedu, 6 Juni 1999
D. Yang bertanda tangan di bawah ini:
nama : Wardoyo Sasmita
tempat/tanggal lahir : Kedu, 6 Juni 1999
E. Yang bertanda tangan di bawah ini
nama : WARDOYO SASMITO
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 20
tempat/tanggal lahir : Kedu, 6 Juni 1999 A. Karena harga terus melambung tinggi, maka
rakyat menderita kelaparan.
22. Cermati kalimat-kalimat berikut!
B. Meskipun hujan reda namum ia tetap
(1) Kontrak kerja dimulai pada bulan berpayung.
Desember.
C. Kalau semester depan ia mendapat nilai
(2) Kontrak kerja dimulai pada Desember. terbaik maka ia akan mendapat hadiah.
(3) Pada Desember, kontrak kerja dimulai. D. Jika ia tepat waktu maka ia akan mendapat
predikat peserta didik terdisiplin.
(4) Pada bulan Desember, kotrak kerja
dimulai. E. Kami datang terlambat sehingga tidak dapat
mengikuti acara pertama.
(5) Kontrak kerja, pada Desember, dimulai.
B. SOAL URAIAN
(6) Kontrak kerja, pada bulan Desember,
dimulai. 1. Dengan hormat,
Berdasarkan Iklan yang dimuat di Pikiran Rakyat
Kalimat efektif ditandai nomor …. terbitan hari Rabu, 3 Januari 2018, mengenai
A. (1), (4), dan (6) adanya lowongan untuk jabatan Administrasi,
B. (1), (3) dan (6) maka saya yang bertanda tangan di bawah ini
C. (2), (3), dan (5) nama : Elin Karlina
D. (2), (4), dan (5) …
E. (1), (2) dan (6) Termasuk dalam bagian apakah cuplikan surat
tersebut jika dilihat dari unsur surat lamaran
23. Pernyataan yang tepat terdapat pada …. pekerjaan?
A. Surat tertanggal 1 Februari 2013 perihal
permohonan lamaran pekerjaan telah saya 2. Cermati kalimat-kalimat berikut!
kirim.
B. Unsur subyektif sebaiknya ditinggalkan (1) Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu,
dalam membuat keputusan.
C. Halaman olah raga jangan ditiadakan. bersama ini saya lampirkan
D. Wartawan seringkali tidak memerhatikan
kaidah kebahasaan. (2) Yth. Manajer Personalia
E. Komoditas pertanian untuk mendongkrak PT. Bakpia Juragan
kesejahteraan petani semakin langka.
(3) bermaksud untuk mengajukan lamaran
pekerjaan di perusahan yang Bapak/Ibu
pimpin
24. Perbaikan kalimat yang benar terdapat pada ….
(4) Demikian surat lamaran ini. Atas perhatian
Kalimat Hasil Perbaikan
Kalimat Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
A Banyak anak- Banyak para anak Urutan yang tepat berdasarkan sistematika surat
lamaran pekerjaan yang baku adalah ….
anak berkeliaran berkeliaran di jalan
di jalan itu. itu.
B Saya menanyakan Saya menanyakan 3. Buatlah sebuah surat lamaran pekerjaan
berdasarkan informasi dari iklan dengan
kecerdasan, kecerdasan, sistematika yang tepat dan berbentuk surat lurus
penuh.
hebatnya anak kehebatan, dan
itu, dan luwesnya. keluwesan anak itu.
C Ia memarkir Ia memparkir
mobilnya di area mobilnya di area 4. Datalah ciri kebahasaan surat lamaran pekerjaan
yang Anda buat!
bebas parkir. bebas parkir.
D Untuk petugas Bagi petugas dilarang
dilarang merokok. 5. Suntinglah kalimat berikut.
(a) Bersamaan dengan surat ini, saya
merokok. mengajukan diri untuk menduduki jabatan
karyawan.
E Walaupun Walaupun petugas (b) Kepada
petugas itu telah itu telah mendapat Yth. PT. Tunas Harapan
Jln. Mawar Selatan Gang 5 nomor 123
mendapat gaji, gaji ia tetap korupsi. JAKARTA
tetapi ia tetap
korupsi.
25. Penulisan kalimat majemuk berikut yang efektif
adalah ….
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 21
A. Uraian umum
Literasi berasal dari bahasa Latin, literatus yang berarti orang yang belajar. Dalam bahasa Latin
dikenal juga istilah littera (huruf) yang artinya melibatkan penguasaan sistem-sistem tulisan dan
konvensi-konvensi yang menyertai. Secara umum pengertiannya adalah kemampuan seseorang
dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.
Literasi berupaya untuk lebih membudidayakan gerakan membaca dan menulis. Literasi
memiliki banyak keuntungan dapat membiasakan seseorang menyerap informasi yang dibaca dan
dirangkum dengan bahasa yang mudah dipahami. Literasi dapat meningkatkan kemampuan individu
untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian
yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat. National Institute for Literacy (NIFL)
B. Teknik Literasi
Kegiatan membaca dan menulis sebagai penunjang utama dalam mengembangkan potensi diri maka
Anda mendapat tugas dengan ketentuan sebagai berikut :
1. wajib membaca satu buku nonfiksi yang bertemakan tentang ilmu pengetahuan umum,
teknologi, sosial, agama, spiritual dan motivasi.
2. diupayakan buku yang dipilih adalah buku yang sudah mendapat rekomendasi ISBN
(International Standard Book Number) tahun terbit 3 tahun terakhir (2016 s.d. 2018) sesuai
dengan arahan guru bahasa Indonesia
3. buku yang dibaca adalah buku baru, bukan pengulangan buku yang sudah dibaca (jadi bahan
literasi) kelas X dan kelas XI
4. literasi dilaporkan secara periodik (tiap minggu) ditandatangi oleh guru bahasa Indonesia
5. proses literasi berlangsung selama 8 minggu dan berakhir bulan Oktober dan harus sudah
selesai laporan tertulis yang dituangkan dalam format tabulasi periodik
Judul buku LITERASI
: ______________________________________________________________________________________
Pengarang : ______________________________________________________________________________________
Penerbit, tahun terbit : ______________________________________________________________________________________
Jenis buku : nonFiksi
Tebal buku : ______________________________________________________________________________________
Sebelum memulai literasi, bagilah total jumlah halaman buku menjadi 8 bagian!
Minggu Hari/tanggal Halaman yang dibaca
ke dari hal …. S.d. Hal ……..
1
2
3
4
5
6
7
8
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 22
LAPORAN PERIODIK KEGIATAN LITERASI KELAS XII SEMESTER GANJIL
MINGGU HARI / HALAMAN RINGKASAN ttd/paraf
KE- guru
TANGGAL YANG DIBACA
1
2
3
4
5
6
7
8
intisari buku
NILAI Surabaya,
Mengetahui Orang Tua Guru bahasa Indonesia
___________________ _ _____________________
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 23
TEKS CERITA SEJARAH
(Sumber Foto: https://merahputih.com/post/read/sejarah-pmi)
Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.
KOMPETENSI DASAR Setelah mempelajari materi, mengerjakan
latihan, dan kegiatan pada bab ini, peserta didik
3.3 Mengidentifikasi informasi yang diharapkan mampu
mencakup orientasi, rangkaian kejadian (1) mengidentifikasi struktur teks cerita
yang saling berkaitan, komplikasi, dan
resolusi dalam cerita sejarah lisan atau sejarah;
(2) menginterpretasi isi teks cerita sejarah;
tulis. (3) mengonstruksi nilai-nilai dalam teks cerita
4.3 Mengonstruksi nilai-nilai dari informasi
sejarah menjadi teks eksplanasi;
cerita sejarah dalam sebuah teks (4) menganalisis kaidah kebahasaan teks cerita
eksplanasi.
3.4 Menganalisis kebahasaan cerita atau sejarah;
novel sejarah. (5) menulis cerita sejarah pribadi dengan
4.4 Menulis cerita sejarah pribadi dengan
memperhatikan kebahasaan. memperhatikan kebahasaan.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 24
A. Mengidentifikasi informasi yang mencakup orientasi, rangkaian kejadian yang
saling berkaitan, komplikasi, dan resolusi dalam cerita sejarah lisan atau tulis
1. Mengidentifikasi struktur teks cerita sejarah
Setiap manusia pasti pernah mengalami suatu peristiwa atau kejadian yang sulit untuk dilupakan.
Peristiwa itu mungkin bernilai sejarah yang seharusnya diceritakan kembali dalam bentuk tulis. Akan tetapi,
banyak peristiwa yang tidak sempat dituliskan dalam bentuk teks cerita sejarah.
Sebelum Anda mengenal lebih jauh tentang teks cerita sejarah, Anda harus memahami terlebih dahulu
pengertian dan ciri-cirinya. Teks cerita sejarah ialah teks yang menjelaskan dan menceritakan suatu peristiwa
yang benar-benar terjadi pada masa lalu dan memiliki nilai sejarah.
Ada beberapa ciri teks cerita sejarah, yakni (1) disajikan secara kronologis, (2) berbentuk cerita ulang,
(3) struktur teksnya terdiri atas tiga bagian: orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi, (4) sering
menggunakan konjungsi temporal atau konjungsi bermasa lampau, dan (5) isi berupa fakta.
Pada bagian berikut, Anda akan diajak untuk memahami bagaimana mengidentifikasi struktur teks
cerita sejarah. Untuk itu, bacalah secara saksama teks cerita sejarah berikut ini!
Sejarah Palang Merah Indonesia
Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan sebuah organisasi kemanusiaan yang dibentuk oleh
pemerintah Indonesia. Tujuan didirikannya PMI adalah untuk menyediakan pelayanan kepalangmerahan yang
efektif dan tepat waktu bagi masyarakat yang paling membutuhkan. PMI bekerja dengan semangat kenetralan
dan kemandirian. Awal pembentukan PMI tidak semudah yang kita bayangkan karena pada waktu itu
Indonesia berada dalam masa penjajahan Belanda yang kemudian pendudukan Jepang.
Perjuangan untuk mendirikan PMI diawali sekitar 1932. Kegiatan tersebut dipelopori oleh dr. RCL
Senduk dan dr. Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar
Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai
(Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie) pada 1940 walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah. Rancangan itu
terpaksa disimpan untuk menunggu kesempatan yang tepat.
Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka mencoba kembali untuk membentuk
Badan Palang Merah Nasional. Akan tetapi, sekali lagi, upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara
Jepang sehingga rancangan itu harus kembali disimpan untuk kali kedua.
Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada 3 September 1945,
Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas
perintah Presiden, Dr. Buntaran, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Kabinet I, pada 5 September 1945 membentuk Panitia Lima yang terdiri atas dr. R. Mochtar (ketua), dr.
Bahder Djohan (sekretaris), dan dr. Djuhana, dr. Marzuki, dr. Sitanala (anggota).
Akhirnya, Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 dan
kegiatannya dirintis melalui pemberian bantuan kepada korban perang revolusi kemerdekaan Republik
Indonesia. Selain itu, dilakukan pula pengembalian tawanan perang sekutu dan Jepang. Karena kinerja yang
demikian, PMI mendapatkan pengakuan secara Internasional pada 1950 dengan menjadi anggota Palang
Merah Internasional. Melalui Keppres Nomor 25 Tahun 1959 dan diperkuat dengan Keppres Nomor
246 Tahun 1963, PMI disahkan keberadaannya secara nasional.
Pengalaman sejarah yang seperti itulah yang seharusnya selalu diingat agar PMI semakin maju seiiring
dengan perkembangan masyarakat Indonesia. Untuk itu, PMI harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk
ikut berperan aktif dalam menghadapi setiap tantangan di era globallisasi.
(Sumber: http://www.pmi-jakarta.org.)
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 25
PELATIHAN KE-1
Setelah Anda membaca teks tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Apa tujuan didirikannya PMI?
2. Rancangan pembentukan Palang Merah di Indonesia mengalami dua kali kegagalan. Jelaskan secara
singkat dengan bahasa Anda sendiri kegagalan-kegagalan tersebut!
3. Kegiatan apa saja yang dilakukan PMI pada masa-masa awal berdirinya?
4. Apa yang melatarbelakangi Palang Merah Internasional memberikan pengakuan kepada PMI?
5. Apa yang harus dilakukan PMI dalam menghadapi era globalisasi?
Struktur Teks Cerita Sejarah
Struktur teks adalah gambaran pemaparan bagian-bagian teks sehingga menjadi suatu jenis teks secara
utuh. Struktur teks cerita sejarah terdiri atas tiga bagian berikut ini.
(1) Orientasi : Berisi pengenalan atau pengantar suatu cerita yang akan dipaparkan.
(2) Urutan Peristiwa : Berisi pemaparan rekaman kejadian yang disajikan secara kronologis.
(3) Reorientasi : Berisi pendapat pribadi penulis tentang peristiwa sejarah yang telah
diceritakannya. Bagian ini tidak harus ada pada saat menulis teks cerita sejarah.
Agar struktur teks tersebut dapat lebih mudah Anda pahami, baca kembali teks “Sejarah Palang Merah
Indonesia”, kemudian perhatikan tabel identifikasi struktur teks cerita sejarah berikut ini!
Struktur Teks Struktur Teks “Sejarah Palang Merah Indonesia”
Orientasi Paragraf dalam Teks
Urutan Peristiwa Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan sebuah organisasi kemanusiaan yang
Peristiwa Ke-1 dibentuk oleh pemerintah Indonesia. Tujuan didirikannya PMI adalah untuk
menyediakan pelayanan kepalangmerahan yang efektif dan efisien bagi
Peristiwa Ke-2 masyarakat yang paling membutuhkan. PMI bekerja dengan semangat kenetralan
Peristiwa Ke-3 dan kemandirian. Awal pembentukan PMI tidak semudah yang kita bayangkan
karena pada waktu itu Indonesia berada dalam masa penjajahan Belanda yang
kemudian pendudukan Jepang.
Perjuangan untuk mendirikan PMI diawali sekitar 1932. Kegiatan tersebut
dipelopori oleh dr. RCL Senduk dan dr. Bahder Djohan. Rencana tersebut
mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka
berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai
(Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie) pada 1940 walaupun akhirnya ditolak
mentah-mentah. Rancangan itu terpaksa disimpan untuk menunggu kesempatan
yang tepat.
Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka mencoba kembali
untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional. Akan tetapi, sekali lagi, upaya itu
mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga rancangan itu harus
kembali disimpan untuk kali kedua.
Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada 3
September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk
suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, Dr. Buntaran, yang
saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada 5
September 1945 membentuk Panitia Lima yang terdiri atas dr. R. Mochtar (ketua),
dr.Bahder Djohan (sekretaris), dan dr. Djuhana, dr. Marzuki, dr. Sitanala (anggota).
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 26
Struktur Teks Paragraf dalam Teks
Peristiwa Ke-4
Akhirnya, Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17
Reorientasi September 1945 dan kegiatannya dirintis melalui pemberian bantuan kepada
korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, dilakukan
pula pengembalian tawanan perang sekutu dan Jepang. Karena kinerja yang
demikian, PMI mendapatkan pengakuan secara Internasional pada 1950 dengan
menjadi anggota Palang Merah Internasional. Melalui Keppres Nomor 25 Tahun
1959 dan diperkuat dengan Keppres Nomor 246 Tahun 1963, PMI disahkan
keberadaannya secara nasional.
Pengalaman sejarah yang seperti itulah yang seharusnya selalu diingat agar PMI
semakin maju seiiring dengan perkembangan masyarakat Indonesia. Untuk itu,
PMI harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk ikut berperan aktif dalam
menghadapi setiap tantangan di era globallisasi.
PELATIHAN KE-2
Bacalah teks cerita sejarah berikut dengan saksama, kemudian identifikasikan strukturnya!
Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh dengan mudah. Kemerdekaan tersebut melalui proses yang
membutuhkan keberanian para pahlawan untuk mewujudkannya dalam proklamasi kemerdekaan.
Pada 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh AS yang mulai
menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki
pada 9 Agustus 1945 menyebabkan Jepang menyerah kepada AS dan sekutunya. Momen itu pun dimanfaatkan
oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Soekarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah Timur Laut
Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka mendapat kabar bahwa pasukan Jepang sedang
mengalami kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.
Pada 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah
kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI dan menolak
bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.
Pada 12 Agustus 1945, melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, Jepang mengatakan kepada
Soekarno, Hatta, dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada
Indonesia dan dapat melaksanakan proklamasi kemerdekaan dalam beberapa hari, bergantung pada cara
kerja Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Meskipun demikian, Jepang menginginkan
kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta, dan Radjiman kembali dari Dalat ke tanah air, Sutan Syahrir
mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di
Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, Soekarno belum meyakini kabar bahwa Jepang benar-benar telah
menyerah. Selain itu, Soekarno merasa khawatir proklamasi kemerdekaan RI dapat menimbulkan
pertumpahan darah yang besar dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap.
Pada 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih
berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaannya di Indonesia kepada
tangan Sekutu. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak
golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi, golongan tua tidak ingin
terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi
pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu mengingat PPKI adalah
sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa sendiri,
bukan pemberian Jepang.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 27
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Maeda, di Jalan Imam
Bonjol 1. Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat.
Akan tetapi, ketika itu ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Keesokan
harinya Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi untuk
membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin
memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi
tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa
Rengasdengklok.
Pada dini hari, 16 Agustus 1945, Para pemuda pejuang termasuk Chaerul saleh, Sukarni, Wikana,
Shodanco Singgih, dan pemuda lainnya membawa Soekarno dan Fatmawati serta Guntur yang baru berusia 9
bulan bersama dengan Hatta ke Rengasdengklok yang kemudian dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok.
Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di tempat itu mereka
kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan
Jepang, apa pun risikonya.
Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan
perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta.
Oleh sebab itu, diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka
menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Sementara itu, Mr. Ahmad Soebardjo berhasil
meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan.
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta lalu bertemu dengan Mayor Jenderal Otoshi
Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang. Nishimura mengemukakan
bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokyo bahwa Jepang harus
menjaga status quo, tidak dapat memberikan izin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia
sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali
keputusan itu dan menyindir Nishimura dengan mengatakan, “Apakah itu sikap seorang perwira yang
bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu?” Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-
Hatta menuju rumah Laksamana Maeda diiringi oleh Myoshi untuk melakukan rapat penyusunan teks
Proklamasi.
Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dengan disaksikan
oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro, dan Sayuti Melik. Konsep teks proklamasi ditulis sendiri oleh Ir. Soekarno.
Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta
atas nama Bangsa Indonesia.
Setelah konsep disepakati, Sayuti mengetik naskah tersebut dengan menggunakan mesin ketik milik
Mayor Dr. Hermann Kandeler (dari kantor perwakilan AL Jerman). Pembacaan proklamasi dilakukan di
kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jalan Proklamasi 1).
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara
lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani, dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan
pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan dilanjutkan pidato singkat tanpa teks kemudian pengibaran
bendera Merah Putih yang telah dijahit Fatmawati oleh seorang prajurit PETA, yaitu Latief Hendraningrat
dibantu oleh Soehoed dan seorang pemudi yang membawa nampan berisi bendera Merah Putih . Setelah
bendera berkibar, dinyanyikanlah lagu Indonesia Raya.
Pada 18 Agustus 1945, PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan dan menetapkan undang-
undang dasar sebagai dasar negara Republik Indonesia yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan
demikian, terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia(NKRI) yang berbentuk Republik dengan
kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang
akan dibentuk kemudian.
Setelah itu, Soekarno dan M. Hatta terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia
yang pertama atas usul Oto Iskandardinata dan persetujuan PPKI. Presiden dan Wakil Presiden akan dibantu
oleh sebuah Komite Nasional.
(Sumber: http://www.contohtekssingkat.com/2017/07/7-contoh-teks-cerita-sejarah.html)
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 28
Struktur Teks Struktur Teks
Orientasi “Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”
Urutan Peristiwa
Peristiwa Ke-1 Paragraf dalam Teks
Peristiwa Ke-2
Peristiwa Ke-3
Peristiwa Ke-4
Peristiwa Ke-5
Peristiwa Ke-6
Peristiwa Ke-7
Peristiwa Ke-8
Peristiwa Ke-9
Peristiwa Ke-10
Peristiwa Ke-11
Peristiwa Ke-12
Peristiwa Ke-13
Peristiwa Ke-14
Peristiwa Ke-15
Peristiwa Ke-16
Reorientasi
2. Menginterpretasi Isi Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah mengandung pendidikan bagi kita, baik pada masa sekarang maupun masa yang
akan datang. Oleh sebab itu, kita perlu memahami isi teks cerita sejarah dengan baik agar memperoleh
pelajaran dari teks tersebut. Untuk itu, perlu dilakukan interpretasi terhadap isi teks tersebut.
Interpretasi adalah penafsiran, penilaian, atau pemaknaan suatu teks. Dengan demikian, interpretasi isi
teks cerita sejarah berarti menafsirkan, menilai, dan memaknai isi teks cerita sejarah yang telah dibaca
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 29
sehingga dapat diketahui fakta-fakta yang terjadi di masa lalu untuk dijadikan pelajaran atau pendidikan bagi
kita di masa kini dan masa mendatang.
Menginterpretasi isi teks cerita sejarah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
(1) membaca teks secara teliti;
(2) mencatat istilah-istilah yang tidak diketahui dan mencari maknanya;
(3) menandai topik utama setiap paragraf;
(4) menandai poin-poin penting setiap paragraf;
(5) menafsirkan isi poin-poin penting;
(6) menulis ulang poin-poin penting tersebut sebagai interpretasi terhadap isi teks.
Agar Anda mampu memberikan interpretasi atas isi teks cerita sejarah dengan baik, baca kembali teks
“Sejarah Palang Merah Indonesia” kemudian perhatikan comtoh interpretasi terhadap isi teks tersebut pada
tabel berikut!
Interpretasi Isi Teks “Sejarah Palang Merah Indonesia”
Paragraf Topik Poin Penting Isi Teks
Paragraf
Organisasi PMI (1) pengertian PMI PMI adalah organisasi
Ke-1 (2) tujuan didirikannya PMI kemanusiaan yang bekerja
(3) semangat kenetralan dan dengan semangat kenetralan dan
Paragraf kemandirian yang dibentuk
Ke-2 kemandirian PMI pemerintah untuk menyediakan
(4) pembentukan PMI tidak pelayanan kepalangmerahan.
Paragraf
Ke-3 mudah
Paragraf Perjuangan (1) dipelopori dr. RCL senduk Perjuangan mendirikan PMI
Ke-4 pendirian PMI dan dr. Bahder Djohan pada diawali pada 1932 yang
1932 dipelopori oleh dr. RCL Senduk
Kegagalan dan dr. Bahder Djohan, namun
kembali (2) mendapat dukungan luas usaha mereka gagal.
pendirian PMI dari kalangan terpelajar
Saat pendudukan Jepang, mereka
Rencana (3) rancangan ditolak mencoba kembali membentuk
pendirian PMI konferensi nerkai pada Badan Palang Merah Nasional,
setelah 1940 namun gagal.
kemerdekaan
Indonesia (4) rancangan disimpan untuk Pada 3 September 1945, Presiden
menunggu kesempatan Soekarno memerintahkan dr.
yang tepat Buntaran, Menteri Kesehatan RI
Kabinet I, untuk membentuk
(1) pengusulan kembali saat badan Palang Merah Nasional.
pendudukan Jepang. Atas perintah tersebut, pada 5
September 1945 dibentuklah
(2) dihalangi pemerintah Panitia Lima.
Jepang
(3) rancangan gagal
(1) perintah Presiden Soekarno
pada 3 September 1945
untuk membentuk badan
Palang Merah Nasional
(2) Pembentukan panitia Lima
oleh dr. Buntaran, Menteri
Kesehatan RI Kabinet I,
pada 5 September 1945
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 30
Paragraf Topik Poin Penting Isi Teks
Paragraf
Keberhasilan (1) perhimpunan PMI berhasil Pada 17 September 1945 PMI
Ke-5 mendirikan dibentuk pada 17 berhasil didirikan dengan
PMI September 1945 kegiatan awal berupa pemberian
Paragraf bantuan korban perang revolusi
Ke-6 Harapan agar (2) kegiatan awal berdirinya kemerdekaan RI dan
PMI mampu PMI pengembalian tawanan perang.
Interpretasi menghadapi Akhirnya, PMI mendapatkan
Keseluruhan tantangan (3) PMI menjadi anggota Palang pengakuan Internasional pada
Merah Internasional pada 1950. Untuk itu, pemerintah
Teks 1950 mengesahkan secara nasional
melalui Keppres Nomor 25 Tahun
(4) Keppres pengesahan PMI 1959 dan diperkuat dengan
Keppres Nomor 246 Tahun 1963.
(1) PMI harus semakin maju
(2) PMI harus mempersiapkan PMI harus semakin maju dan
mempersiapkan diri sebaik-
diri dalam menghadapi era baiknya untuk ikut berperan aktif
globallisasi. dalam menghadapi setiap
tantangan di era globallisasi.
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi kemanusiaan untuk pelayanan
kepalangmerahan yang efektif dan tepat waktu bagi masyarakat. Namun demikian,
awal pembentukan PMI tidak mudah. Kegagalan demi kegagalan dalam usaha
pembentukannya tidak membuat rencana pembentukan PMI menjadi surut. Sampai
suatu saat, pada 3 September 1945, Presiden Soekarno memberikan perintah kepada
Dr. Buntaran, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, untuk membentuk
suatu badan Palang Merah Nasional. Akhirnya, Perhimpunan Palang Merah Indonesia
berhasil dibentuk pada 17 September. PMI mendapatkan pengakuan secara
Internasional pada 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional. Melalui
Keppres Nomor 25 Tahun 1959 dan diperkuat dengan Keppres Nomor 246 Tahun
1963, PMI disahkan keberadaannya secara nasional.
PELATIHAN KE-3
1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4 s.d. 5 siswa secara heterogen!
2. Bergabunglah dalam kelompok Anda masing-masing, kemudian bacalah kembali teks yang
berjudul “Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”!
3. Diskusikan dalam kelompok Anda untuk menemukan interpratasi atas isi teks tersebut!
4. Presentasikan hasil interpretasi kelompok Anda di depan kelompok lain untuk mendapatkan
masukan, tanggapan, atau pertanyaan dari kelompok lain!
Interpretasi Isi Teks “Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”
Paragraf Topik Poin Penting Isi Teks
Paragraf Ke-1
Paragraf Ke-2
Paragraf Ke-3
Paragraf Ke-4
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 31
Paragraf Topik Poin Penting Isi Teks
Paragraf Ke-5
Paragraf Ke-6
Paragraf Ke-7
Paragraf Ke-8
Paragraf Ke-9
Paragraf Ke-10
Paragraf Ke-11
Paragraf Ke-12
Paragraf Ke-13
Paragraf Ke-14
Paragraf Ke-15
Paragraf Ke-16
Paragraf Ke-17
Interpretasi __________________________________________________________________________________________
Keseluruhan __________________________________________________________________________________________
Teks __________________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________________________
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 32
B. Mengonstruksi Nilai-Nilai yang Terdapat dalam Teks Cerita
Sejarah
dalam Sebuah Teks Eksplanasi
Nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah teks cerita sejarah sebenarnya bergantung pada tema atau
peristiwa dalam teks tersebut. Nilai-nilai tersebut adalah sebagai berikut.
(1) Nilai sosial, yakni nilai yang berhubungan dengan kehidupan manusia dalam lingkungannya.
(2) Nilai moral, yakni nilai yang berhubungan dengan perilaku dan pembentukan akhlak manusia.
(3) Nilai budaya, yakni nilai yang berhubungan dengan kebiasaan adat dan pola pikir masyarakat.
(4) Nilai agama, yakni nilai yang berhubungan dengan norma-norma agama.
(5) Nilai psikologi, yakni nilai yang berhubungan dengan kondisi kejiwaan/batin tokoh-tokohnya.
(6) Nilai pendidikan, yakni nilai yang berhubungan dengan perilaku baik, dewasa, bermanfaat, dan dapat
memilah mana yang baik dan buruk.
(7) Nilai estetis, yakni nilai yang berhubungan dengan keindahan bahasa yang digunakan.
Setelah Anda mengetahui nilai-nilai yang terdapat dalam teks cerita (novel) sejarah, Anda juga harus
mampu mengonstruksi nilai-nilai tersebut menjadi teks eksplanasi. Teks eksplanasi ialah teks yang berisi
tentang proses terjadinya suatu peristiwa, baik peristiwa alam, sosial, budaya, maupun peristiwa lainnya.
Peristiwa-peristiwa tersebut tentu memiliki suatu proses dan ada hubungan sebab-akibat (mengapa terjadi
dan bagaimana akibatnya).
Seperti yang telah Anda pelajari di kelas XI, ciri teks eksplanasi yang membedakan dengan jenis teks
lainnya adalah struktur teksnya. Struktur teks eksplanasi terdiri atas pernyataan umum, urutan sebab-akibat,
dan interpretasi. Selain itu, ciri yang lain berupa pengungkapan kejadian yang berdasarkan fakta (faktual) dan
memuat informasi ilmiah.
Agar Anda mampu memahami nilai-nilai yang terkandung dalam teks cerita (novel) sejarah dan
mengonstruksi nilai-nilai yang terdapat dalam teks tersebut ke dalam teks eksplanasi, cermatilah
penggalan novel sejarah yang berjudul Kemelut di Majapahit berikut ini!
Kemelut di Majapahit
(Karya: Asmaraman S. Kho Ping Hoo)
Sambil membelai rambut puterinya dan merangkul leher puteranya, janda Galuhsari berkata lirih, “Tari,
tidak perlu engkau menyayangkan semua harta milik kita yang tidak berapa banyak ini. Apakah artinya harta
kalau jiwa raga kita terancam bahaya? Yang terpenting adalah menyelamatkan jiwa raga yang sekali hilang tak
dapat kita cari lagi, sebaliknya, harta benda dapat dicari setiap saat, anakku. Dan kau, Tejo, jangan salah
mengerti. Kita bukanlah penakut, ibumu tidak sudi mencemarkan nama besar ayahmu dengan menjadi
penakut. Juga kita boleh percaya akan kebijaksanaan dan keadilan Sang Adipati Ronggo Lawe. tetapi…..bahaya
yang mengancam kita kiranya tidak akan dapat ditolong sang adipati.“
“Ibu, siapa yang akan berani menganggu kita, keluarga mendiang Lembu Tirta?“ Sutejo berkata sambil
mengepal tinjunya yang kecil.
“Tidak perlu kalian tahu akan hal itu, anak-anakku. Yang penting kalian ketahui adalah bahwa terdengar
olehku adanya berita angin bahwa Kadipaten Tuban nampaknya bersiap-siap hendak memberontak
Mojopahit. Dan aku tahu benar bahwa kekalutan ini merupakan kesempatan baik bagi musuh besar kita.“
…
“Aku menjadi isteri ayah kalian karena kami saling mencinta, dan dengan cinta kasih segala apa pun
dapat diatasi dan dihadapi, anak-anakku. Selain itu, ibu masih teringat akan wejangan-wejangan mendiang
kakek kalian, yaitu ayahku yang menjadi pertapa, oleh karena itu, aku tidak menaruh dendam kepada
Progodigdoyo. Dendam menimbulkan kebencian bersemi di dalam hati, maka hidup akan merupakan
penderitaan karena kita tidak akan dapat mengenal cinta kasih.“
“Apa maksudmu, Ibu?“ Lestari bertanya. “Mengapa kita tidak boleh membenci? Tentu saja kita
membenci orang yang jahat kepada kita dan mencintai orang yang baik kepada kita, Ibu.“
Kembali janda Galuhsari menarik napas panjang. “Kelak kalian akan mengetahui, anak-anakku. Akan
tetapi, selagi masih ada waktu, biarlah kalian mendengar wejangan mendiang kakekmu tentang cinta kasih
murni.“ Maka terdengarlah nyanyian lirih namun merdu dari mulut yang menyanyikan tembang Sinom.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 33
Kesunyian malam itu dipecahkan suara lembut yang menggetar penuh penasaran dan yang menyusup ke
dalam kalbu dua orang anak yang mendengarkan dengan hati terharu.
(Sumber: Kemelut di Majapahit, Karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo)
Setelah Anda membaca penggalan novel tersebut, Anda akan mengetahui nilai-nilai yang tampak di
dalamnya. Untuk itu, perhatikan tabel berikut ini!
Nilai-Nilai dalam Penggalan Teks Novel Sejarah
“Kemelut di Majapahit”
No Nilai Ada Tidak Bukti Kutipan
1 sosial Ada
√
moral √ Oleh karena itu, aku tidak menaruh dendam kepada
2 Progodigdoyo. Dendam menimbulkan kebencian bersemi di
dalam hati, maka hidup akan merupakan penderitaan karena
3 budaya √ kita tidak akan dapat mengenal cinta kasih.
4 agama √ Maka terdengarlah nyanyian yang lirih namun merdu dari mulut
5 pendidikan √ yang menyanyikan tembang Sinom.
√
6 psikologi √
7 estetis Selain itu, ibu masih teringat akan wejangan-wejangan
mendiang kakek kalian, yaitu ayahku yang menjadi pertapa.
Sambil membelai rambut puterinya dan merangkul leher
puteranya, janda Galuhsari berkata lirih.
Aku menjadi isteri ayah kalian karena kami saling mencinta, dan
dengan cinta kasih segala apa pun dapat diatasi dan dihadapi.
Setelah Anda mengetahui nilai-nilai dalam novel sejarah, seperti pada tabel di atas, berikut disajikan
contoh mengonstruksi salah satu nilai dalam teks sejarah menjadi teks eksplanasi.
Struktur Teks Kalimat
Eksplanasi
Salah satu nilai yang tampak dari cerita sejarah adalah nilai budaya. Nilai
Pernyataan Umum budaya ialah nilai yang berhubungan dengan adat dan pola pikir masyarakat.
Sebab-Akibat
a. Sebab Sayangnya, nilai budaya pada saat ini sudah mulai luntur. Hal itu disebabkan
oleh semakin ditinggalkannya seni-seni tradisi.
b.Akibat
Interpretasi Dalam penggalan novel sejarah yang berjudul Kemelut di Majapahit karya
Asmaraman S.Kho Ping Hoo tersebut, ada satu nilai budaya yang tampak di
dalamnya, seperti pada kutipan “Maka terdengarlah nyanyian yang lirih namun
merdu dari mulut yang menyanyikan tembang Sinom.”
Tembang Sinom merupakan salah satu tembang macapat yang banyak
berbicara tentang anak muda yang sedang mengalami pertumbuhan. Di usia
tersebut, biasanya masih dalam proses pencarian identitas, sering bertanya
tentang “siapa aku”.
Akibatnya, banyak generasi muda yang sudah tidak mengenal lagi tembang
macapat sebagai peninggalan leluhur bangsa kita. Dengan demikian, tidak sedikit
para remaja akan mencari sosok yang dapat dijadikan teladan bagi dirinya.
Berdasarkan hal tersebut, tidak mengherankan jika dalam kutipan novel
tersebut digunakan tembang Sinom yang dinyanyikan oleh seorang ibu kepada
anaknya yang masih kecil. Tujuannya adalah untuk memberikan pelajaran tentang
hidup. Seperti hakikat dari sebuah tembang Sinom.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 34
PELATIHAN KE-4
Bacalah penggalan teks novel sejarah berikut ini, kemudian tentukan nilai-nilai yang terdapat di
dalam pengggalan novel tersebut!
Baru pada keesokan harinya, pagi-pagi sekali setelah api sudah kenyang dan menghabiskan rumah dan
seluruh isinya, para tetangga berani mendekati tempat itu. Wajah mereka tegang karena semalam mereka
mendengar bahwa pasukan dari Tuban datang untuk membikin pembersihan dan dikabarkan bahwa keluarga
mendiang Lembu Tirta dicurigai dan diperiksa. Kemudian mereka mendengar jerit-jerit itu dan disusul suara
api membakar rumah. Karena ketakutan mereka tidak berani keluar, dan baru pagi hari berikutnya mereka
berani keluar memenuhi halaman rumah yang sudah menjadi puing itu dan menemukan kerangka yang sudah
hangus dan sebagian menjadi abu. Itulah kerangka janda Galuhsari yang segera mereka rawat dan
melarungkannya (menghanyutkan) ke air Sungai Ambakberas. Anehnya, tidak ada bekas kerangka Sutejo,
sedangkan mereka semua tahu bahwa Lestari telah ditawan dan dibawa ke Tuban, karena ketika pasukan itu
meninggalkan dusun, ada penduduk yang sempat mengintai dengan tubuh mengigil dan melihat dara itu
dalam pondongan Panewu Progodigdoyo.
Seperti biasanya terjadi di dalam zaman apa pun dan di mana pun, peraturan dan hukum hanya
diterapkan untuk mengendalikan rakyat kecil belaka, sedangkan orang-orang besar biasanya atau sebagian
besar adalah kebal terhadap hukum.
(Sumber: Kemelut di Majapahit, Karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo)
Nilai-Nilai dalam Teks Penggalan Novel Sejarah “Kemelut di Majapahit”
No Nilai Ada Tidak Bukti Kutipan
Ada
1 sosial
2 moral
3 budaya
4 agama
5 pendidikan
6 psikologi
7 estetis
PELATIHAN KE-5
Setelah Anda mengetahui nilai-nilai dalam penggalan novel sejarah tersebut, konversikan salah satu
nilai dalam teks tersebut sehingga menjadi sebuah teks eksplanasi!
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 35
Struktur Teks Kalimat
Eksplanasi
____________________________________________________________________________________________
Pernyataan Umum ____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Sebab-Akibat
a. Sebab ____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
b. Akibat ____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
Interpretasi ____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________________
C. Menganalisis Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
1. Frasa Endosentris
Frasa endosenris ialah frasa yang memiliki unsur pusat dan unsur penjelas. Frasa endosentris
dibedakan menjadi tiga: koordinatif, atributif, dan apositif.
a. Frasa Koordinatif
Frasa koordinatif ialah frasa kedudukan unsur-unsurnya sederajat, misalnya frasa suami istri, sunyi sepi,
dan gelap gulita.
b. Frasa Atributif
Frasa atributif ialah frasa yang memiliki unsur pusat dan atribut (pelengkap) bagi unsur pusat, misalnya
frasa sedang menari, pemilihan bupati, dan pembangunan lima tahun.
c. Frasa Apositif
Frasa apositif ialah frasa yang semua unsur di dalamnya berupa unsur pusat dan menunjuk pada satu
hal yang sama. Dengan kata lain, unsur pusat yang satu merupakan aposisi (penjelasan tambahan) bagi
unsur pusat lainnya, misalnya frasa dalam kalimat Rahmah, siswa kelas 12 IPA-5, diterima di PTN
melalui jalur SBMPTN.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 36
2. Konjungsi Temporal
Teks cerita sejarah banyak memanfaatkan konjungsi temporal karena bermanfaat untuk menata
urutan peristiwa. Ada dua jenis konjungsi temporal, yaitu sederajat dan tidak sederajat.
a. Konjungsi Temporal Sederajat (Setara)
Konjungsi temporal sederajat tidak boleh digunakan di awal kalimat, tetapi di tengah kalimat
karena konjungsi tersebut berfungsi untuk menghubungkan klausa satu dengan klausa berikutya
dalam sebuah kalimat majemuk setara. Konjungsi temporal sederajat yang sering dipakai di
antaranya lalu, kemudian, sebelumnya, sesudahnya, dan selanjutnya, misalnya dalam kalimat berikut.
(a) Data dikumpulkan melalui observasi kemudian dilakukan pengolahan atas data tersebut.
(b) Kiper itu berhasil menangkap bola lalu menendangnya dengan keras ke arah gawang lawan.
b. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat
Konjungsi temporal tidak sederajat ialah konjungsi yang menghubungka dua klausa dalam
kalimat majemuk bertingkat atau tidak setara. Konjungsi temporal tidak sederajat dapat digunakan di
awal atau tengah kalimat. Konjungsi temporal tidak sederajat yang sering digunakan antara lain ketika,
sejak, apabila, sebelum, sesudah, hingga, sementara, waktu, bila, dan sambil, misalnya dalam kalimat
berikut.
(a) Rina pergi ketika mentari mulai terbenam.
(b) Sejak kepergian ayahnya, ia menjadi tulang punggung keluarganya.
3. Kalimat Bermasa Lampau
Fitur kebahasaan lain yang menjadi ciri khas teks cerita sejarah adalah penggunaan kalimat yang
menyatakan peristiwa pada masa lampau, misalnya pada kalimat-kalimat berikut ini.
(a) Pada 2001 organisasi itu didirikan.
(b) Pada waktu itu jumlah anggotanya baru 21 orang.
4. Tanda Hubung dan Tanda Pisah
Tanda hubung (hypen) yang disimbolkan dengan (-) digunakan untuk merangkai sembilan hal berikut:
(1) suku-suku kata yang terpenggal oleh pergantian baris,
(2) unsur-unsur kata ulang, misalnya laki-laki dan buah-buahan,
(3) huruf kata yang dieja satu-satu, misalnya p-a-n-i-t-i-a,
(4) bagian-bagian tanggal, misalnya 30-12-2018,
(5) bentuk terikat se- dengan kata yang dimulai dengan huruf kapital, misalnya se-Indonesia,
(6) awalan ke- atau akhiran -an dengan angka, misalnya hadiah ke-2 dan tahun 90-an,
(7) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, misalnya mem-PHK-kan dan hari-H,
(8) unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing, misalnya meng-upload,
(9) bagian-bagian kata atau ungkapan yang perlu diperjelas hubungannya, misalnya be-revolusi (agar tidak
rancu dengan ber-evolusi),
Tanda pisah (dash) yang disimbolkan dengan (–) digunakan untuk
(1) memberikan pembatasan pada kata atau kalimat tambahan yang bersifat menerangkan, misalnya pada
kalimat Keberhasilan itu –saya yakin akan tercapai– jika diperjuangkan,
(2) memberikan makna “sampai ke” atau “sampai dengan” di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat,
misalnya 1910–1945, 20–23 April 2018, dan Jakarta–Bandung.
5. Penulisan Gabungan Kata
(1) Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah, misalnya tanda tangan, terima kasih,
rumah sakit, tanggung jawab, dan kambing hitam.
(2) Apabila gabungan kata mendapatkan awalan atau akhiran saja, awalan atau akhiran itu harus
dirangkai dengan kata yang dekat dengannya; kata lainnya tetap ditulis terpisah dan tidak diberi tanda
hubung, misalnya berterima kasih, bertanda tangan, dan tanda tangani.
(3) Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan dan akhiran, ditulis serangkai dan tidak diberi tanda
hubung, misalnya menandatangai, pertanggungjawaban, dan mengambinghitamkan.
(4) Gabungan kata yang sudah dianggap padu benar, yakni arti gabungan kata itu tidak dapat
dikembalikan kepada arti kata-kata tiap unsurnya, ditulis serangkai, misalnya bumiputra,
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 37
belasungkawa, sukarela, darmabakti; halalbihalal, kepada, segitiga, padahal, kasatmata, matahari,
daripada, barangkali, beasiswa, dan saputangan.
(5) Gabungan kata yang salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu kata yang memiliki
arti; unsur itu hanya muncul dalam kombinasinya ditulis serangkai, misalnya tunarungu, narasumber,
saptakrida, perilaku, pascasarjana, dan subseksi.
(6) Jika unsur terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya kapital, di antara kedua unsur itu diberi tanda
hubung, misalnya non-Indonesia, SIM-ku, dan KTP-mu.
PELATIHAN KE-6
Cermatilah kembali teks “Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”, kemudian berikan bukti ciri-
ciri kebahasaan yang ada pada tabel berikut dengan kalimat yang terdapat dalam teks!
Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
“Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”
No Ciri Kebahasaan Contoh dalam Teks
1 Frasa Endosentris
a. Frasa Koordinatif
b. Frasa Atributif
c. Frasa Apositif
2 Konjungsi Temporal
a. Sederajat
b. Tidak Sederajat
3 Kalimat Bermasa Lampau
4 Tanda Baca
a. Tanda Hubung (-)
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 38
No Ciri Kebahasaan Contoh dalam Teks
b. Tanda Pisah (–)
5 Penulisan Gabungan Kata
a. Dirangkai
b. Dipisah
D. Menulis Cerita Sejarah Pribadi dengan Memperhatikan Kaidah Kebahasaan
Langkah-Langkah Menulis Teks Cerita Sejarah Pribadi
(1) Mengumpulkan dokumen penting
Kumpulkan kembali dokumen-dokumen yang akan dibutuhkan sebagai bahan tulisan, misalnya foto,
surat, dan postingan yang pernah Anda unggah di media sosial!
(2) Mewawancarai orang yang kita kenal
Wawancarai orang yang kita kenal, terutama anggota keluarga agar memperoleh informasi yang lebih
lengkap tentang masa lalu Anda!
(3) Mengkaji dokumen yang telah terkumpul
Kajilah semua dokumen yang telah Anda kumpulkan untuk mencari informasi penting yang ingin
dicantumkan!
(4) Menentukan peristiwa yang akan diutamakan dalam sejarah pribadi
Setelah semua bahan yang dibutuhkan berhasil dikumpulkan, buatlah daftar peristiwa penting yang akan
Anda jadikan bahan tulisan! Putuskan peristiwa mana yang ingin Anda utamakan! Dengan demikian, Anda
akan dapat menentukan tema tulisan.
(5) Menyusun kerangka tulisan
Buatlah kerangka tulisan sesuai dengan struktur teks cerita sejarah! Untuk itu, mulailah dengan
menyusun bagian orientasi! Setelah itu, tuliskan poin-poin penting peristiwa yang pernah Anda alami
secara kronologis berdasarkan lembar kerja yang telah Anda susun pada tahap sebelumnya!
(6) Mulai menulis
Setelah kerangka tulisan jadi, mulailah mengembangkannya sehingga menjadi teks yang lengkap!
(7) Mengedit hasil tulisan
Setelah selesai menuliskan seluruh cerita, Anda harus mengeditnya! Untuk itu, bacalah kembali tulisan
yang telah Anda susun sambil mengingat-ingat kembali peristiwa yang pernah Anda alami! Perbaikilah
jika Anda menemukan kesalahan ejaan, pilihan kata, atau struktur kalimat! Lengkapilah jika Anda merasa
ada yang kurang dalam tulisan Anda atau mungkin terlalu berlebihan! Jika diperlukan, mintalah orang lain
untuk membacanya dan memberikan masukan!
Perhatikan contoh teks sejarah pribadi berikut ini, kemudian kerjakan tugas yang diberikan di bagian
bawah teks!
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 39
Kutemukan Kembali Bahagia Itu
Panggil saja aku Okta, anak kedua dari tiga bersaudara. Aku terlahir dari keluarga sederhana. Ayahku
seorang pegawai rendah di perusahaan kecil. Meskipun demikian, orang tuaku masih mampu menguliahkanku
di salah satu PTN di Kota Malang. Sebelum aku menemukan kebahagian hidupku, banyak hal yang membuatku
bersedih. Jika ada orang yang mengatakan bahwa hidupku indah, mereka salah. Ada suatu kepalsuan yang
kusembunyikan di balik senyumanku. Sengaja aku lakukan itu karena aku hanya ingin terlihat bahagia di mata
semua orang yang melihatku, tanpa harus mengetahui perjuanganku menjalani hidup ini. Aku yakin bahwa
kebahagian itu membutuhkan proses yang panjang dan berliku. Aku pun berusaha untuk melewati proses itu.
Setelah menamatkan SMP, aku melanjutkan sekolah di salah satu SMA Negeri di Surabaya. Namun
sayang, ketika aku baru sebulan mengenyam pendidikan di SMA, ayahku meninggal karena sakit. Sedih dan
kehilangan sosok ayah aku rasakan selama berbulan-bulan.
Menginjak kelas 11, aku dekat dengan seorang laki-laki yang usianya tidak berbeda jauh dengan
ayahku. Dia begitu perhatian kepadaku. Aku biasa memanggilnya “Ndud”. Dia seorang pria yang dewasa, baik
secara usia maupun sikap. Aku tidak pernah mempedulikan masalah usia yang terpaut jauh denganku. Yang
penting bagiku adalah menemukan sosok ayah dalam hidupku; sosok yang dapat membimbing,
memperhatikan, dan menyayangiku.
Setahun kemudian, ketika aku kelas 12, aku merasakan benih-benih cinta dalam diriku kepadanya.
Ternyata, dia pun merasakan hal yang sama. Aneh memang, tetapi hati dan perasaanku tidak dapat
kumungkiri. Mulai saat itu, hari-hariku begitu indah bersamanya.
Sejak lulus SMA dan aku melanjutkan kuliah, hubungan kami semakin erat. Dia pun selalu
menyempatkan diri menemuiku meskipun aku sudah berada di kota lain. Hampir dua minggu sekali, dia selalu
mengunjungiku dan memberikan aku suatu kebahagiaan dalam hidup ini.
Benar kata pepatah “Sesepandai-sepandainya orang menyembunyikan bangkai, akhirnya tercium juga.”
Ibu dan kakakku mengetahui hubungan kami. Singkatnya, hubungan kami tidak mendapatkan restu. Sejak itu,
hatiku resah dan pikiranku bingung. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
Waktu terus berlalu. Hingga suatu saat aku bertekad untuk mampu menentukan jalan hidupku sendiri.
Setelah aku pikir-pikir, benar juga apa yang dikatakan oleh keluargaku. Aku masih muda dan langkahku masih
panjang. Oleh sebab itu, meskipun berat, aku mengakhiri hubungan dengannya.
Satu tahun kemudian, aku menjalin hubungan dengan laki-laki yang sebaya denganku. Dia teman
kuliahku dulu. Di mataku, dia laki-laki yang baik dan bertanggung jawab.
Kini aku telah bekerja di suatu perusahaan yang cukup ternama. Cita-citaku untuk membahagiakan
orang tua telah dapat aku lakukan. Bahagia itu kini telah kutemukan kembali.
(Sumber: Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA)
PELATIHAN KE-7
1. Buatlah sebuah cerita sejarah singkat tentang kehidupan pribadi Anda dengan langkah-langkah
yang telah Anda pelajari pada bagian sebelumnya!
2. Setelah teks sejarah pribadi yang Anda susun selesai, kumpulkan di sekretaris kelas agar dijadikan
satu dengan hasil pekerjaan teman-teman Anda yang lain.
3. Kumpulan teks sejarah pribadi tersebut disimpan di perpustakaan kelas sebagai referensi setelah
sebelumnya dijilid dengan rapi!
A. SOAL PILIHAN GANDA A. orientasi C. abstraksi E. reorientasi
1. Cermati penggalan teks sejarah berikut! B. peristiwa D. simpulan
Pengalaman sejarah seperti itulah yang 2. Cermati penggalan teks sejarah berikut!
seharusnya selalu diingat agar PMI semakin maju Sejarah peringatan Hari Bumi (Earth Day)
seiiring perkembangan masyarakat.
Berdasarkan strukturnya, penggalan tersebut diselenggarakan kali pertama pada 22 April 1970
termasuk bagian …. di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 40
Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari A. koordinatif D. subordinatif
Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup. B. modifikatif E. menambahkan
Berdasarkan strukturnya, penggalan tersebut C. apositif
termasuk bagian ….
A. orientasi C. abstraksi E. reorientasi 8. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
B. peristiwa D. simpulan (1) Lebih dari 100 juta orang dari berbagai
pasukan militer terlibat dalam perang ini.
3. Cermati penggalan teks sejarah berikut! (2) Perang Dunia II merupakan perang terbesar
Sampai jauh malam, setelah pengunduran dalam sejarah dunia.
(3) Korban Perang Dunia II mencapai 50 hingga
diri raja pada Senin, puluhan ribu orang memadati 70 juta jiwa, termasuk warga sipil.
lapangan. (4) Akhir Perang Dunia II ditandai dengan
Berdasarkan strukturnya, penggalan teks kemenangan blok sekutu atas blok poros.
tersebut termasuk bagian …. (5) Maka, perang ini pun disebut-sebut sebagai
A. orientasi C. abstraksi E. reorientasi konflik paling mematikan dalam sejarah umat
B. peristiwa D. simpulan manusia.
(6) Perang ini pun disebut sebagai perang paling
4. Cermati penggalan teks sejarah berikut! canggih karena mengerahkan segala
kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiah
Pemerintah Spanyol, Selasa (3/6), memulai dari masing-masing negara.
penggantian raja untuk kali pertama dalam
sejarah pasca-Franco.
Berdasarkan strukturnya, penggalan tersebut Susunan kalimat yang benar agar menjadi teks
termasuk bagian …. cerita sejarah yang tepat adalah ….
A. (1) – (4) – (3) – (6) – (5)
A. orientasi D. latar cerita B. (6) – (1) – (3) – (4) – (5)
C. (3) – (6) – (5) – (1) – (4)
B. peristiwa E. abstraksi D. (3) – (6) – (1) – (5) – (4)
C. sumber berita E. (1) – (6) – (3) – (5) – (4)
Teks berikut untuk soal nomor 5 dan 6. Kalimat berikut untuk soal nomor 9 s.d. 12.
Mata uang rupiah bukanlah satu-satunya mata Di tempat itu, ia telah mengalami suka duka.
uang yang pernah berlaku di Indonesia. Kerajaan 9. Frasa di tempat itu adalah contoh frasa ….
Mataran Lama, Sriwijaya, dan Majapahit telah A. nomina C. adverbial E. preposisional
mengenal dan menggunakan berbagai tipe “uang” B. verba D. subjektif
yang umumnya berupa logam. Setelah kedatangan
penjajah pun, Indonesia telah mengenal berbagai
macam mata uang.
5. Berdasarkan strukturnya, penggalan tersebut 10. Frasa telah mengalami adalah contoh frasa ….
termasuk bagian …. A. nomina C. adverbial E. preposisional
A. orientasi C. abstraksi E. reorientasi B. verba D. subjektif
B. peristiwa D. simpulan
6. Informasi yang disampaikan dalam kutipan teks 11. Frasa telah mengalami adalah contoh frasa ….
tersebut adalah …. A. koordinatif D. eksosentris
A. Rupiah merupakan mata uang yang digunakan
sejak zaman dahulu. B. atributif E. endosentris
B. Kerajaan Mataram Lama, Sriwijaya, dan
Majapahit menggunakan mata uang gulden. C. apositif
C. Hindia Belanda menggunakan “uang” berupa
logam. 12. Frasa suka duka adalah contoh frasa ….
D. Tiap masa dalam sejarah Indonesia
menggunakan jenis alat tukar atau uang yang A. koordinatif D. eksosentris
berbeda-beda.
E. Penggunaan Rupiah ditetapkan pada zaman B. atributif E. endosentris
penjajahan Belanda. C. apositif
7. Soekarno, Bapak Proklamator kita, sedang 13.Perhatikan teks cerita sejarah berikut!
berpidato di hadapan kongres. (1) APEC merupakan forum kerja sama
Kalimat tersebut menggunakan frasa ....
ekonomi yang beranggotakan negara-negara Asia
dan Pasifik. (2) Forum tersebut dibentuk pada
Desember 1989 di Canberra, Australia. (3) Gagasan
pendirian organisasi tersebut datang dari Robert
Hawke, PM Australia saat itu. (4) Terbentuknya
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 41
APEC dilatarbelakangi oleh situasi politik dan B. Warga se-RT 12 telah berkumpul.
ekonomi dunia yang berubah dengan cepat. (5) C. Pada tahun 90-an ia telah tiada.
D. Ia anak ke-2 dari tiga bersaudara
Kekhawatiran akan gagalnya perundingan ikut E. Mulai Senin-Rabu saya ke Jakarta.
melandasi terbentuknya organisasi tersebut.
Frasa apositif terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1) C. (3) E. (5) 18. Penulisan tanda pisah yang benar adalah ….
A. Dari Jakarta–Bandung ia berjalan kaki
B. (2) D. (4) B. Adik lahir pada 7 – 5 – 2010 di Surabaya.
C. Ia telah di–PHK sejak tahun lalu.
14. Perhatikan penggalan novel sejarah berikut! D. Ia peringkat ke–2 dalam lomba itu.
“Kelak kalian akan mengetahui sendiri, E. Rini sedang men–download lagu baru.
anak-anakku. Akan tetapi, selagi masih ada waktu, 19. Konjungsi temporal tidak sederajat terdapat pada
biarlah kalian mendengar wejangan mendiang kalimat ….
kakekmu tentang cinta kasih murni.” Maka A. Mereka bahwa dia sudah pergi tadi pagi.
terdengarlah nyanyian yang lirih namun merdu B. Ia tidur meskipun pekerjaan belum selesai.
dari mulut yang menyanyikan tembang Sinom. C. Ia belajar dengan giat agar lulus ujian.
Nilai yang dominan dalam penggalan teks novel D. Karena hari sudah malam, ia segera pulang.
sejarah tersebut adalah nilai …. E. Sebelum pergi, ia singgah di sini.
A. sosial dan budaya
B. agama dan budaya 20. Penulisan gabungan kata yang salah terdapat
C. pendidikan dan budaya pada kata ….
D. sosial dan moral
E. psikologi dan moral
A. tunanetra D. terima kasih
15. Perhatikan kutipan teks sejarah berikut! B. narasumber E. pasca sarjana
Di balik sepasang bibir yang agak terbuka C. dwiwarna
ketika dia memandang ibunya itu, mengintai B. SOAL URAIAN
deretan gigi putih mengkilap, rata, dan menjadi 1. Buatlah bagian orientasi sebuah teks sejarah Hari
lebih indah karena dipangur (dipasah) dan samar-
samar nampak ujung lidah merah kecil menempel Pahlawan!
di antara dua deretan gigi yang agak terbuka. 2. Interpretasikan isi teks cerita sejarah yang
Sukarlah melukiskan keindahan dara remaja ini,
cantik jelita dan seperti setangkai bunga yang terdapat pada nomor 13!
sedang mekar, harum semerbak mengandung sari 3. Gagasan pendirian organisasi APEC datang dari
madu berlimpah-limpah dalam usianya yang lima
belas tahun itu. Robert Hawke, PM Australia saat itu. Terbentuknya
APEC dilatarbelakangi oleh situasi politik dan
Nilai yang dominan dalam penggalan teks ekonomi dunia yang berubah dengan cepat.
Dilihat dari struktur teksnya, penggalan teks
tersebut adalah nilai …. tersebut termasuk bagian apa? Jelaskan secara
A. sosial D. budaya E. estetika singkat!
4. Buatlah sebuah paragraf yang di dalamnya
B. moral E. agama terdapat kalimat bermasa lampau dan terdapat
pula konjungsi temporal tidak sederajat!
16. Konjungsi temporal yang terdapat pada soal 5. Buatlah sebuah kalimat yang di dalamnya
terdapat frasa koordinatif, atributif, dan apositif!
nomor 15 adalah ….
A. di balik C. dan E. karena
B. ketika D. seperti
17. Penulisan tanda hubung yang salah terdapat pada
kalimat berikut, kecuali ….
A. SMA-ku memenangi lomba itu.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 42
TEKS EDITORIAL
(Sumber Gambar: kompasiana.com)
Elok basa akan kekal hidup, elok budi akan bekal mati.
KOMPETENSI DASAR: Setelah mempelajari materi, mengerjakan latihan, dan
kegiatan pada bab ini, peserta didik diharapkan
3.3 Mengidentifikasi informasi mampu
(pendapat, alternatif solusi, dan (1) menentukan isu yang terdapat dalam teks editorial;
simpulan terhadap suatu isu) dalam (2) menemukan informasi penting dalam teks editorial;
teks editorial. (3) menemukan pendapat/opini penulis dalam teks
1.5 Menyeleksi ragam informasi sebagai editorial;
bahan teks editorial (4) menemukan solusi yang disampaikan dalam teks
3.4 Menganalisis struktur dan editorial;
kebahasaan teks editorial (5) menemukan simpulan dalam teks editorial;
1.6 Merancang teks editorial dengan (6) menentukan struktur teks editorial;
memperhatikan struktur dan (7) menentukan kaidah kebahasaan teks editorial;
kebahasaan (8) menemukan berbagai informasi yang tengah
berkembang dalam masyarakat;
(9) menyeleksi informasi yang akan digunakan sebagai
teks editorial;
(10) menetukan topik teks editorial;
(11) menyusun teks editorial.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 43
A. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Editorial
Teks editorial merupakan teks yang berisi pendapat seseorang terhadap suatu isu atau masalah aktual.
Teks editorial ditemukan di dalam media informasi, baik cetak maupun elektronik. Pemberian nama untuk
teks editorial bermacam-macam. Ada yang menamai tajuk rencana, fokus, editorial, opini, dan jatidiri. Di
dalam subbab ini, Anda akan menentukan isu, menemukan informasi penting, dan menemukan pendapat
editor dalam teks editorial.
1. Menentukan Isu Yang Terdapat dalam Teks Editorial
Bacalah teks editorial “Bukan Pengabdi Kezaliman” berikut!
Bukan Pengabdi Kezaliman
Sejak awal berdiri, bangsa ini sepakat menjadi negara hukum, negara yang dalam setiap tata
kehidupannya dilandaskan pada hukum. Sayangnya, hingga sekarang, hukum justru kerap dilemahkan mereka
yang berkewajiban menegakkannya. Ikrar bahwa hukum ialah panglima tertinggi dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara di negeri ini memang terus digelorakan.
Akan tetapi, dalam kehidupan sehari-hari, hukum tak jarang lunglai tiada daya. Begitu banyak fakta
yang menunjukkan hukum di republik ini masih jauh dari harapan publik. Aksioma bahwa hukum hanya tajam
ke bawah dan mahal ke atas pun terus menemukan kebenarannya.
Oleh para pelacur keadilan, hukum dijajakan sebagai barang dagangan yang dengan gampang dibeli
mereka yang berkuasa dan berpunya. Anggapan bahwa hukum hanya untuk yang punya uang, bukan untuk
kaum papa, tampaknya tak mengada-ada. Harus kita tegaskan, itulah wajah hukum kita.
Wajah yang buram, yang ironisnya terjadi akibat perbuatan cela para penegak hukum. Banyaknya
penyelenggara hukum yang ditangkap karena memperjualbelikan hukum merupakan bukti tak terbantahkan
betapa memprihatinkannya hukum kita. Hasil survei yang dari tahun ke tahun konsisten menempatkan
peradilan sebagai salah satu institusi terkorup ialah pertanda nyata bahwa hukum kita tengah menuju
keruntuhannya.
Dalam konteks itulah, kita mengamini seruan Presiden kepada para penegak hukum untuk tidak
bermain-main dengan hukum. Dalam pembekalan kepada 1.591 calon hakim di Balai Diklat Mahkamah Agung,
Bogor, beberapa hari lalu, Presiden mengingatkan pentingnya kepastian hukum dan keharusan agar jangan
sampai hukum bisa diperjualbelikan.
Presiden benar. Jika tidak ada kepastian hukum, jika hukum bisa diperdagangkan, kepercayaan rakyat
dan kepercayaan internasional terhadap institusi-institusi negara kita akan hancur berantakan. Dampak
lanjutannya ia akan merapuhkan fondasi dalam membangun kemajuan bangsa yang berkeadilan.
Penegasan dan peringatan Presiden itu pantang dianggap sebagai sambutan seremonial belaka. Oleh
jajaran penegak hukum, khususnya para hakim dan calon hakim, ia harus menjadi pijakan dalam memerankan
tugas amat luhur sebagai penegak keadilan.
Di tengah kekarut-marutan lingkungan peradilan, memang tidak gampang agar hukum yang tegak lurus
bisa dikedepankan, agar kepercayaan rakyat bisa dipulihkan. Betul bahwa tidak semua hakim bermental
buruk. Namun, banyak anggapan bahwa lantaran lingkungan peradilan telah begitu busuk, orang yang tadinya
baik akan menjadi jahat jika masuk ke sana.
Tentu, kita berharap agar lebih dari 1.500 calon hakim hasil dari seleksi yang diikuti sekitar 30 ribu
orang itu bisa menjungkirbalikkan anggapan tersebut. Mereka akan menjalani ujian tersulit dalam hidupnya,
jauh lebih sulit ketimbang saat mengikuti seleksi, yakni ujian integritas.
Di lingkungan yang boleh jadi sudah sangat kotor, mereka akan mempertaruhkan harga diri apakah
tetap setia pada kejujuran atau sebaliknya, menggadaikan jabatan demi uang. Seperti halnya Presiden, kita
ikut mengingatkan kepada para calon hakim untuk tidak mempermainkan hukum.
Di tangan anak-anak muda yang masih bersih itulah perbaikan lingkungan peradilan dipertaruhkan.
Jangan sampai mereka yang masih 'suci' mengikuti jejak 'kotor' senior mereka. Tugas hakim amatlah mulia
karena di palu mereka keadilan ditentukan. Saking mulianya tugas itu, hakim bahkan disebut sebagai 'wakil
Tuhan'. Hakim semestinya menjadi pengabdi keadilan, bukan pengabdi kezaliman.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 44
(Sumber: Media Indonesia, 23 Februari 2018)
Isu adalah masalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi). Isu juga dapat berupa rumor, kabar burung,
dan gosip. Isu merupakan suatu perisitiwa atau kejadian yang diperkirakan dapat terjadi atau tidak dapat
terjadi. Isu bisa muncul berbentuk opini.
PELATIHAN KE-1
Setelah Anda membaca baca teks editorial berjudul “Bukan Pengabdi Kezaliman”, diskusikan dengan
kelompok Anda mengenai isu yang terdapat di dalamnya! Setelah berdiskusi, kerjakan pelatihan
berikut!
Isu Tanggapan Atas Isu
2. Menentukan Informasi yang Terdapat dalam Teks Editorial
Selain terdapat isu, di dalam teks editorial juga terdapat informasi. Istilah informasi memiliki arti pesan
atau kumpulan pesan yang mengandung makna atau data yang telah diberi makna melalui konteks. Berkaitan
dengan hal tersebut, diskusikan bersama 2 atau 3 teman Anda mengenai informasi penting yang terdapat
dalam teks editorial. Setelah itu, kerjakan pelatihan berikut!
PELATIHAN KE-2
Bacalah kembali teks “Bukan Pengabdi Kezaliman”, kemudian diskusikan dengan kelompok Anda
mengenai informasi penting tiap-tiap paragraf!. Setelah itu, berikan tanggapan atas informasi penting
tersebut!
Paragraf Ke- Informasi Penting Tanggapan atas Informasi Penting
Paragraf Ke-1
Paragraf Ke-2
Paragraf Ke-3
Paragraf Ke-4
Paragraf Ke-5
Paragraf Ke-6
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 45
Paragraf Ke- Informasi Penting Tanggapan atas Informasi Penting
Paragraf Ke-7
Paragraf Ke-8
Paragraf Ke-9
Paragraf Ke-10
Paragraf Ke-11
3. Menemukan Pendapat/Opini Penulis dalam Teks Editorial
Di dalam teks editorial terdapat pendapat dan argumentasi penulis. Pendapat atau opini penulis adalah
pernyataan yang perlu diyakini kebenarannya. Untuk mempekuat pendapat tersebut, diperlukan
Argumentasi, yakni alasan yang digunakan agar pembaca meyakini kebenarannya.
Teks editorial berjudul “Bukan Pengabdi Kezaliman” mengandung pendapat dan argumentasi editor.
PELATIHAN KE-3
Tuliskan pendapat dan argumen editor/penulis yang terdapat di dalam ketiga paragraf tersebut pada
tabel di bawah ini!
Paragraf Ke- Pendapat Editor Argumen Editor
Paragraf Ke-1
Paragraf Ke-2
Paragraf Ke-3
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 46
4. Menemukan Solusi yang Disampaikan dalam Teks Editorial
Teks editorial juga mengandung solusi dan simpulan. Solusi ialah cara pemecahan masalah atau
penyelesaian masalah sedangkan simpulan ialah pernyataan singkat dalam kalimat sendiri yang dibuat
berdasarkan gagasan utama dan kata kunci dari kalimat penjelas.
PELATIHAN KE-4
Bacalah kembali teks editorial berjudul “Bukan Pengabdi Kezaliman”, kemudian tentukan
permasalahan, solusi, simpulan, dan keberpihakan penulis dalam teks tersebut!
Permasalahan
Solusi
Simpulan
Keberpihakan
Penulis
B. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Editorial
1. Struktur Teks Editorial
Struktur teks editorial sama dengan struktur teks eksposisi, yaitu pernyataan pendapat, argumentasi,
dan pernyataan ulang pendapat. Pernyataan pendapat (tesis) merupakan bagian berisi sudut pandang editor
mengenai masalah yang dibahas. Argumentasi ialah alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat
pernyataan dalam tesis. (Argumentasi dapat berbentuk pernyataan umum, data hasil penelitian, pernyataan
pakar, fakta, dan referensi yang dapat dipercaya). Pernyataan atau penegasan ulang pendapat adalah bagian
yang berisi penegasan ulang pendapat yang didorong oleh fakta di bagian argumetasi untuk memperkuat atau
menegaskan.
Agar pemahaman Anda menjadi lebih sempurna, bacalah kembali teks editorial “Bukan Pengabdi
Kezaliman”, kemudian perhatikan struktur teksnya berikut ini!
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 47
Struktur Teks Struktur Teks Editorial
“Bukan Pengabdi Kezaliman”
Pernyataan
Pendapat Paragraf dalam Teks
Sejak awal berdiri, bangsa ini sepakat menjadi negara hukum, negara yang
dalam setiap tata kehidupannya dilandaskan pada hukum. Sayangnya, hingga
sekarang, hukum justru kerap dilemahkan mereka yang berkewajiban
menegakkannya. Ikrar bahwa hukum ialah panglima tertinggi dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara di negeri ini memang terus digelorakan.
Argumentasi Akan tetapi, dalam kehidupan sehari-hari, hukum tak jarang lunglai tiada
daya. Begitu banyak fakta yang menunjukkan hukum di republik ini masih jauh
dari harapan publik. Aksioma bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan mahal ke
atas pun terus menemukan kebenarannya.
Oleh para pelacur keadilan, hukum dijajakan sebagai barang dagangan
yang dengan gampang dibeli mereka yang berkuasa dan berpunya. Anggapan
bahwa hukum hanya untuk yang punya uang, bukan untuk kaum papa,
tampaknya tak mengada-ada. Harus kita tegaskan, itulah wajah hukum kita.
Wajah yang buram, yang ironisnya terjadi akibat perbuatan cela para
penegak hukum. Banyaknya penyelenggara hukum yang ditangkap karena
memperjualbelikan hukum merupakan bukti tak terbantahkan betapa
memprihatinkannya hukum kita. Hasil survei yang dari tahun ke tahun konsisten
menempatkan peradilan sebagai salah satu institusi terkorup ialah pertanda
nyata bahwa hukum kita tengah menuju keruntuhannya.
Dalam konteks itulah, kita mengamini seruan Presiden kepada para
penegak hukum untuk tidak bermain-main dengan hukum. Dalam pembekalan
kepada 1.591 calon hakim di Balai Diklat Mahkamah Agung, Bogor, beberapa hari
lalu, Presiden mengingatkan pentingnya kepastian hukum dan keharusan agar
jangan sampai hukum bisa diperjualbelikan.
Presiden benar. Jika tidak ada kepastian hukum, jika hukum bisa
diperdagangkan, kepercayaan rakyat dan kepercayaan internasional terhadap
institusi-institusi negara kita akan hancur berantakan. Dampak lanjutannya ia
akan merapuhkan fondasi dalam membangun kemajuan bangsa yang berkeadilan.
Penegasan dan peringatan Presiden itu pantang dianggap sebagai
sambutan seremonial belaka. Oleh jajaran penegak hukum, khususnya para hakim
dan calon hakim, ia harus menjadi pijakan dalam memerankan tugas amat luhur
sebagai penegak keadilan.
Di tengah kekarut-marutan lingkungan peradilan, memang tidak gampang
agar hukum yang tegak lurus bisa dikedepankan, agar kepercayaan rakyat bisa
dipulihkan. Betul bahwa tidak semua hakim bermental buruk. Namun, banyak
anggapan bahwa lantaran lingkungan peradilan telah begitu busuk, orang yang
tadinya baik akan menjadi jahat jika masuk ke sana.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 48
Struktur Teks Paragraf dalam Teks
Pernyataan Tentu, kita berharap agar lebih dari 1.500 calon hakim hasil dari seleksi
Ulang Pendapat yang diikuti sekitar 30 ribu orang itu bisa menjungkirbalikkan anggapan tersebut.
Mereka akan menjalani ujian tersulit dalam hidupnya, jauh lebih sulit ketimbang
saat mengikuti seleksi, yakni ujian integritas.
Di lingkungan yang boleh jadi sudah sangat kotor, mereka akan
mempertaruhkan harga diri apakah tetap setia pada kejujuran atau sebaliknya,
menggadaikan jabatan demi uang. Seperti halnya Presiden, kita ikut
mengingatkan kepada para calon hakim untuk tidak mempermainkan hukum.
Di tangan anak-anak muda yang masih bersih itulah perbaikan lingkungan
peradilan dipertaruhkan. Jangan sampai mereka yang masih 'suci' mengikuti jejak
'kotor' senior mereka. Tugas hakim amatlah mulia karena di palu mereka keadilan
ditentukan. Saking mulianya tugas itu, hakim bahkan disebut sebagai 'wakil
Tuhan'. Hakim semestinya menjadi pengabdi keadilan, bukan pengabdi
kezaliman.
PELATIHAN KE-5
Bacalah dengan saksama teks editorial berikut, kemudian kerjakan pelatihannya!
Memilih Pemimpin Yang Sehat
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan kembali digelar pada 27 Juni 2018. Total 171 daerah
yang akan melaksanakan gelaran 5 tahunan ini. Gegap gempita politik pun semakin terasa dengan dimulainya
masa kampanye.
Para kandidat semakin gencar bergerilya. Mereka dan tim suksesnya terus berusaha meyakinkan
masyarakat. Setiap penjuru kota pun dibuat semarak dengan foto dan tagline para kandidat. Semuanya
berjuang siang dan malam demi menjemput kemenangan.
Sah-sah saja memang, karena menang adalah esensi dari sebuah kompetisi. Apalagi dengan kondisi
pesta demokrasi hari ini yang menuntut biaya sangat tinggi.
Maka memang kemenanganlah yang mampu menghilangkan dahaga dari setiap pengorbanan waktu,
tenaga, dan materi para kandidat. Bahkan untuk mencapai kemenangan itu. Tidak sedikit dari para calon
kepala daerah tersebut yang berani menghalalkan segala cara. Dilematis memang. Tapi inilah realita
demokrasi kita hari ini.
Representatif Pemilih
Perlu kita ingat. Output Pilkada adalah pemimpin, yang akan menjadi nahkoda pembangunan dan
pelayanan masyarakat 5 tahun ke depan. Jadi inilah titik awal kemajuan atau kemunduran suatu daerah. Baik
pemimpinnya, baik juga kotanya. Begitu juga sebaliknya, kalau salah pilih, maka jangan harap akan ada
perubahan menanti kita.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pilkada masih menempatkan uang sebagai faktor dominan yang
menentukan terpilih seorang kandidat.
Kekuatan uang seakan menjadi parameter utama dalam kontestasi pilkada. Kapasitas dan kapabilitas
calon kepala daerah tidak menjadi penilaian utama. Bukan visi-misi yang dilihat. Tapi, siapa yang banyak
ngasih-ngasih amplop itu yang akan dipilih.
Begitu pun dengan para kandidat. Mereka akhirnya tidak lagi fokus menjelaskan visi-misinya dalam
membangun daerah. Kandidat dan timsesnya sibuk mengikat simpul-simpul massa yang kemudian diiming-
imingi materi agar kemudian mau memilih dirinya. Dialektika tentang pembangunan daerah semakin sulit
ditemui. Transaksional dan pragmatisme politik akhirnya tumbuh subur.
Kita tentu pernah mendengar, bahwa 10 hari terakhir pemilihan adalah titik krusial kemenangan
seorang kandidat. Di rentang waktu inilah harus dilakukan penguncian, memastikan berapa besar suara bisa
diperoleh.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 49
Celakanya, proses ini biasanya berujung pada money politic, atau yang lebih dikenal dengan “serangan
fajar”. Fenomena yang telah dianggap wajar dalam dunia politik Indonesia. Sesuatu yang sering dihujat, tapi
juga dirindukan.
Suka atau tidak suka, faktor uang masih menjadi dasar utama mayarakat dalam menentukan
pemimpinnya. Bahkan, menurut survey KPK (2013), sebanyak 71,72% masyarakat menganggap politik uang
hal yang lazim dalam pemilu.
Fakta inilah yang akhirnya melegitimasi kewajaran terhadap perilaku kepala daerah yang cenderung
mementingkan diri sendiri dan ujung-ujungnya terjerat korupsi.
Ada kata bijak yang mengatakan, bahwa pemimpin itu representatif pemilihnya. Bila selama ini, rakyat
menganggap bahwa para pemimpin daerahnya tidak berpihak pada mereka. Seharusnya mulai melihat
permasalahan itu dari diri sendiri. Pemilih seperti apa kita, sehingga dipimpin oleh pemimpin yang tidak
amanah.
Pemilih yang sehat
Kalau tidak ingin siklus ini berulang, maka harus dipastikan pada 27 Juni 2018 nanti, rakyat harus
“sehat” dalam memilih. Sehat dalam artian, memilih dengan akal sehat yang berdasarkan hati nurani.
Bukan Karena iming-iming uang. Tapi benar-benar menjadi pemilih yang rasional dan objektif dalam
menilai jejak rekam setiap kandidat.
Berdasarkan data ICW, dari kurun waktu 2010-2017 sudah 215 kepala daerah yang terjerat kasus
korupsi. Sekali lagi ini adalah hasil dari produk Pilkada yang tidak sehat.
Ketika rakyatnya tidak menjadi pemilih sehat, mengabaikan integritas, kapasitas, dan kapabiltas calon
pemimpinnya, maka yang terpilih sudah pasti juga tidak akan sehat.
Pilkada serentak 2018 ini harus jadi momentum untuk memilih pemimpin yang sehat. Bagaimana
caranya? Caranya tentu dengan teliti dalam memilih pemimpin. Pilihlah yang memang tulus mengabdi demi
kepentingan masyarakat. Pastikan itu dimulai dari kita. Karena mustahil rasanya, mengharapkan perubahan,
tanpa mau memulai dari diri sendiri.
Kemudian suarakan semangat ini ke keluarga dan lingkungan kita. Biar dalam Pilkada nanti semakin
banyak masyarakat yang menentukan pilihannya secara sehat. Cukup sudah kita mengulangi kesalahan yang
sama. Saatnya kita berikrar untuk jadi garda terdepan dalam membangun iklim demokrasi yang sehat. Anti
terhadap money politic. Yakinkan diri kita untuk memilih pemimpin yang jujur, bersih, dan amanah. Mari Kita
jadikan Pesta demokrasi yang menghabiskan anggaran sebesar 11,59 T ini, membawa manfaat besar bagi
kemajuan daerah dan Indonesia.
Menuju Demokrasi yang Sehat
Berkaca pada proses demokrasi saat ini, bisa dikatakan, wajar bila produknya belum mampu mencetak
pemimpin besar yang revolusioner. Kondisi demokrasi Indonesia memang masih belum sehat. Masih panjang
proses demokratisasi yang harus dilalui agar masyarakat siap menjadi pelaku demokrasi yang sehat dan tidak
lagi terjebak dengan politik pencitraan belaka.
Pesta demokrasi harus menjadi ajang penyatuan visi kita sebagai bangsa. Momentum memilih nahkoda
terbaik untuk kepentingan bersama. Dimana intergritas, kapasitas, dan kapabilitas yang menjadi dasar utama.
Kita bisa ambil contoh baik dari demokrasi Amerika Serikat, dimana Obama mampu menjadi presiden
di negara adidaya tersebut, padahal Obama, berkulit hitam dan minoritas. Hal ini, menunjukkan masyarakat
Amerika Serikat sudah sangat rasional dalam memilih.
Mereka benar-benar menggunakan akal sehatnya sehingga jumlah pemilih transaksional dan pragmatis
semakin sedikit. Masyarakat sudah tidak peduli lagi siapa dan dari mana dia, yang penting jejak rekam serta
kualitas pribadi dan kemampuannya benar-benar teruji dan layak menjadi seorang pemimpin.
Masyarakat Amerika, memang dalam segi pendidikan dan kesejahteraan hidup rata-rata ada di atas
kita. Tapi itu bukan halangan. Rakyat Indonesia bisa merintis itu. Kita bisa mulai dengan menjadi pemilih yang
sehat.
Pemilih yang mendengarkan hati nurani dan akal sehatnya. Memilih pemimpin berdasarkan integritas,
kapasitas, dan kapabilitas. Hal ini tidak bisa kita tunda-tunda lagi. Mari kita buktikan dalam Pilkada serentak
27 Juni 2018 nanti. Tunjukkan bahwa rakyat Indonesia sudah siap membangun demokrasi yang sehat dan
juga siap memilih pemimpin-pemimpin yang sehat.
(Sumber: Jawa Pos. 2 Maret 2018)
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 50