The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Pembelajaran BIN Kelas XII

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by YUSBUSET, 2021-07-20 01:28:08

Modul BIN XII

Modul Pembelajaran BIN Kelas XII

Keywords: Modul BIN

1. Tentukan struktur teks editorial berjudul “Memilih Pemimpin yang Sehat”!

Struktur Teks Terdapat pada Paragraf Ke …

Pernyataan Pendapat

Argumentasi

Pernyataan Ulang Pendapat

2. Tuliskan Isi dalam Teks Editorial “Memilih Pemimpin yang Sehat”

Struktur Teks Isi yang Terdapat dalam Teks

Isi pada Bagian Pernyataan

Pendapat

Isi pada Bagian Argumentasi

Isi Bagian Pernyataan Ulang
Pendapat

3. Informasi apa yang Anda peroleh dari teks tersebut? Berikan tanggapan atas informasi tersebut!

Informasi Tanggapan Atas Informasi

4. Jelaskan sikap Anda terhadap pernyataan “Para calon kepala daerah berani menghalalkan segala
cara”!
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________

2. Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Dalam upaya meyakinkan pembaca, di dalam teks editorial digunakan bermacam-macam adverbial
atau kata keterangan. Beberapa kata keterangan di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Kata Keterangan Cara

Kata keterangan yang digunakan untuk menjelaskan cara perlakuan terhadap suatu hal. Biasanya
menggunakan kata dengan atau secara.
Contoh:
(1) Rahma mengendarai sepeda dengan cepat.
(2) Anton masuk ke rumah secara diam-diam.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 51

2. Kata Keterangan Alat
Kata keterangan yang digunakan untuk menjelaskan alat untuk melakukan sesuatu. Biasanya
menggunakan kata dengan atau menggunakan.
Contohnya :
(1) Rahmi pergi ke sekolah dengan sepeda.
(2) Ali mencuci bajunya menggunakan sabun.

3. Kata Keterangan Tujuan
Kata keterangan yang digunakan untuk menjelaskan tujuan sebuah perlakuan tertentu. Biasanya
menggunakan kata untuk, supaya, atau agar.
Contohnya:
(1) Mereka belajar agar bisa lebih pintar.
(2) Adik sering belajar sampai larut malam supaya nilainya bagus.

4. Kata Keterangan Sebab
Kata keterangan yang digunakan untuk menjelaskan sebab sebuah kejadian atau perlakuan tertentu.
Biasanya menggunakan kata sebab atau karena.
Contohnya :
(1) Budi terlambat sebab bangun kesiangan
(2) Karena tidak hati-hati, dia jatuh.

5. Kata Keterangan Akibat
Kata keterangan yang digunakan untuk menjelaskan akibat dari sebuah kejadian atau perlakuan tertentu.
Biasanya menggunakan kata akibat, sehingga, atau menjadi.
Contohnya :
(1) Pujian telah membuat anak itu menjadi sombong.
(2) Jakarta sering mengalami bencana banjir akibat hujan deras.

6. Kata Keterangan Tempat
Kata keterangan yang menjelaskan tempat terjadinya sebuah peristiwa atau perlakuan. Biasanya
menggunakan kata di, ke, atau dari.
Contohnya :
(1) Ibu membeli beras di pasar.
(2) Ayah baru datang dari Jakarta.

7. Kata Keterangan Waktu
Kata keterangan yang menjelaskan waktu terjadinya sebuah peristiwa atau perlakuan. Biasanya
menggunakan kata yang berkaitan dengan waktu, misalnya sejak, sekarang, hari ini, besok, atau lusa.
Contohnya :
(1) Ibu sudah pergi sejak kemarin.
(2) Ayah pulang besok.

8. Kata Keterangan Pelaku
Kata keterangan yang menjelaskan tentang pelaku sebuah peristiwa atau perlakuan tertentu. Biasanya
menggunakan kata dari atau oleh.
Contohnya :
(1) Ali mendapatkan hadiah dari ibunya.
(2) Rumah kami sudah dibersihkan oleh kakek.

9. Kata Keterangan Kesertaan
Kata keterangan yang menjelaskan tentang kesertaan suatu hal dalam peristiwa atau perlakuan tertentu.
Biasanya menggunakan kata bersama atau dengan.
Contohnya :
(1) Aku pergi berlibur dengan keluargaku.
(2) Ani pergi ke pasar bersama ibunya.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 52

10.Kata Keterangan Perlawanan
Kata keterangan yang digunakan untuk menjelaskan perlawanan, pertentangan, atau pengecualian suatu
hal terntentu dalam sebuah peristiwa. Biasanya menggunakan kata kecuali, selain, atau tetapi.
Contohnya :
(1) Semua buah baik untuk kesehatan, kecuali buah ini.
(2) Selain Ani, tidak ada siswa dari sekolah kami yang tinggal di kota bogor.

11.Kata Keterangan Kuantitatif
Kata keterangan yang digunakan untuk menjelaskan kuantitas sebuah peristiwa atau perlakuan (makna
yang berhubungan dengan jumlah). Biasanya menggunakan kata sangat banyak, sebesar, amat, hampir,
kira-kira, sedikit, cukup, hanya, satu kali, atau dua kali.
Contohnya :
(1) Adik makan nasi dua kali sehari.
(2) Dia mendapatkan sangat banyak.

12.Kata Keterangan Kualitatif
Kata keterangan yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat dan mutu; menjelaskan
suasana atau situasi atas suatu perbuatan. Biasanya menggunakan kata paling, sangat, atau dengan + kata
sifat.
Contoh:
(1) Saya paling suka masakan jepang.
(2) Ia menyanyi dengan nyaring

13.Kata Keterangan Frekuentitatif
Kata keterangan yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat kekerapan terjadinya
sesuatu. Biasanya menggunakan kata sering atau selalu.
Contoh:
(1) Dia sering ke mari.
(2) Kami selalu makan malam bersama-sama

Teks editorial/opini juga menggunakan bermacam-macam verba, yaitu verba material, mental, dan
relasional.
1. Verba Material, yakni verba yang menunjukkan aktivitas fisik atau peristiwa. Contoh: berbicara, berlari,

meloncat, dan mendaki.
2. Verba Mental, yakni yang menerangkan persepsi (misalnya melihat dan mendengar), afeksi (misalnya

suka dan khawatir), dan kognitif (misalnya berpikir dan mengerti). Pada verba mental terdapat partisipan
pengindera dan fenomena, misalnya dalam kalimat Ayah mendengar (pengindera) kabar itu (fenomena).
3. Verba Relasional, yakni verba yang menunjukkan hubungan intensitas, sirkumstansi, dan milik.
Hubungan intensitas mengandung pengertian A adalah B. Biasanya menggunakan kata adalah, ialah, dan
merupakan. Hubungan sirkumtansi mengandung pengertian A pada B atau A di dalam B. Biasanya
menggunakan kata terdapat, tercantum, dan mencakup. Hubungan milik mengandung pengertian A
memunyai B. Biasanya menggunakan kata memunyai, memiliki, dan mengandung. verba relasional terdiri
atas verba relasional identifikatif (hubungan intensitas) dan verba relasional atributif (hubungan
sirkumstansi dan milik).

Untuk membangun opini yang mengarah kepada saran atau anjuran, teks editorial menggunakan
modalitas. Modalitas merupakan keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal
yang dibicarakan atau terhadap lawan bicaranya.

Modalitas berfungsi untuk menyatakan beberapa hal berikut.
(1) kepastian : memang, niscaya, pasti, sungguh, tentu, tidak, bukan, bukannya;
(2) pengakuan : iya, benar, betul, sebenarnya, malahan;
(3) kesangsian : agaknya barangkali, entah, mungkin, rasanya, rupanya;
(4) keinginan : semoga dan mudah-mudahan;
(5) ajakan : baik, mari, hendaknya, kiranya;
(6) larangan : jangan, tidak boleh, dilarang;
(7) keheranan : mustahil, tidak masuk akal, alamak, amboi.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 53

PELATIHAN KE-6

Bacalah kembali teks editorial yang berjudul “Bukan Pengabdi Kezaliman” dan “Memilih Pemimpin
yang Sehat”, kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1. Tuliskan kalimat yang menggunakan adverbial kuantitatif!
1) ____________________________________________________________________________________________________________________
2) ____________________________________________________________________________________________________________________
3) ____________________________________________________________________________________________________________________

2. Tuliskan kalimat yang menggunakan adverbial kualitatif!
1) ____________________________________________________________________________________________________________________
2) ____________________________________________________________________________________________________________________
3) ____________________________________________________________________________________________________________________

3. Tuliskan kalimat yang menggunakan adverbial frekuentatif!
1) ____________________________________________________________________________________________________________________
2) ____________________________________________________________________________________________________________________
3) ____________________________________________________________________________________________________________________

4. Cari kalimat yang mengandung verba material, verba relasional, dan verba mental, kemudian
tuliskan kalimat tersebut dan kategorikan masing-masing verba menurut bentuknya, seperti pada
contoh nomor 1 dalam tabel berikut!

No Kalimat Verba Kategori Verba
dianggap verba mental
1 Penegasan dan peringatan presiden itu pantang dianggap
sebagai sambutan seremonial belaka.

2

3

4
5

5. Cari dan identifikasikan kalimat yang mengandung modalitas di dalam teks “Bukan Pengabdi
Kezaliman” dan “Memilih Pemimpin yang Sehat”, kemudian tentukan fungsinya! Hasil pencarian
dan pengidentifikasian Anda masukkan ke kolom berikut!

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 54

No Kalimat yang Mengandung Modalitas Modalitas Fungsi Modalitas
Tentu, kita berharap agar lebih dari 1.500 tentu menyatakan kepastian
calon hakim hasil dari seleksi yang diikuti

1 sekitar 30 ribu orang itu bisa
menjungkirbalikkan anggapan tersebut.

2

3

4

5

C. Menyeleksi Ragam Informasi sebagai Bahan Teks Editorial

Dalam subbab ini, Anda akan menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial. Penyeleksian
dilakukan dengan menemukan berbagai informasi yang tengah berkembang dalam masyarakat dan
menyeleksi informasi yang akan digunakan sebagai teks editorial.

Teks editorial ditulis redaktur secara referensial, padat, dan argumentatif dengan tidak dicantumkan
penulisnya. Topik ditulis bersifat aktual dan kontroversial bertujuan menjelaskan dan memprediksi berita.
Sebagaimana Anda pahami di awal, teks editorial berisi isu yang berkenaan dengan fakta, opini, dan
permasalahan. Dalam teks argumentasi, fakta menegaskan uraian gambaran yang nyata dan dapat dibuktikan
kebenarannya,opini berupa kutipan pendapat pakar, ucapan tokoh, narasumber, dan buku yang memperkuat
argumen, permasalahan adalah suatu kesenjangan antara harapan dan fakta.

Sebelum menyeleksi data atau ragam informasi sebagai bahan teks editorial, langkah pertama yang
Anda lakukan ialah menentukan tema atau topik. Untuk memilih tema, ikuti isu yang berkembang. Langkah
selanjutnya, mengumpulkan data sebanyak mungkin. Data yang telah terkumpul, Anda cermati lalu pilih yang
sesuai tujuan yang dapat mendukung kekuatan tulisan. Umumnya, tujuan teks editorial ialah memberi tahu,
memengaruhi, meyakinkan, dan menghibur pembacanya. Penyampaian tujuan tersebut menggunakan bahasa
disertai data yang sesuai untuk mengekspresikan opini.

PELATIHAN KE-7

1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 2 atau 3 siswa, kemudian buatlah sebuah tema yang akan Anda
kembangkan menjadi teks editorial!
______________________________________________________________________________________________________________________

2. Tentukan tujuan teks editorial berdasarkan tema yang telah Anda buat!
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 55

3. Kumpulkan data sebanyak mungkin sebagai bahan untuk menyusun teks editorial berdasarkan tema yang
telah Anda tentukan!
a. __________________________________________________________________________________________________________________
b. __________________________________________________________________________________________________________________
c. __________________________________________________________________________________________________________________
d. __________________________________________________________________________________________________________________
e. __________________________________________________________________________________________________________________
f. __________________________________________________________________________________________________________________
g. __________________________________________________________________________________________________________________
h. __________________________________________________________________________________________________________________

4. Seleksi data yang telah Anda kumpulkan sesuai tujuan sebagai bahan teks editorial!
a. _________________________________________________________________________________________________________________
b. _________________________________________________________________________________________________________________
c. _________________________________________________________________________________________________________________

D. Merancang Teks Editorial dengan Memperhatikan Struktur dan Kebahasaan

Dalam subbab ini, Anda akan merancang teks editorial dengan memperhatikan struktur dan
kebahasaannya. Perancangan dilakukan dengan kegiatan menentukan topik teks editorial, menyusun teks
editorial, dan merevisi teks editorial.

Untuk merancang teks editorial, ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan, yakni sebagai berikut:
(1) menentukan atau memilih tema,
(2) menentukan tujuan,
(3) mengumpulkan data,
(4) mengolah dan menyeleksi data,
(5) membuat kerangka tulisan,
(6) memberi lead (kepala tulisan) yang bagus,
(7) membuat alur tulisan,
(8) menutup tulisan,
(9) memberikan judul.

Judul teks editorial harus menarik. Judul memuat kata yang menimbulkan suatu persepsi keterkaitan
sebuah isu dengan realitas. Judul dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.

Lead merupakan pintu masuk untuk membaca bagian berikutnya. Lead yang bagus adalah kunci untuk
memancing pembaca agar menuntaskan pembacaan tulisan. Menulis lead dapat dengan cara pernyataan,
pertanyaan, kutipan, deskripsi, atau simpulan.

Alur teks editorial biasanya merupakan urutan pendapat dan argumentasi. Urutannya meliputi (1)
mendeskripsikan isu yang terjadi, (2) latar belakang isu yang terjadi, (3) membandingkan isu yang terjadi
sekarang dengan teori atau isu yang terjadi sebelumnya, (4) memberikan solusi.

Menutup tulisan biasanya berupa pernyataan atau pertanyaan yang terkait dengan solusi yang
diberikan.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 56

PELATIHAN KE-8

1. Tentukan tema, tujuan, dan kumpulkan data yang terkait dengan teks yang akan Anda susun!
a. Tema : _____________________________________________________________________________________________________
b. Tujuan : _____________________________________________________________________________________________________

2. Tuliskan pernyataan pendapat yang sesuai dengan tema dan tujuan yang telah Anda tentukan!
___________________________________________________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________________________________________________________.

3. Tuliskan beberapa argumentasi untuk memperkuat pernyataan pendapat!

_______________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________

4. Tuliskan pernyataan ulang pendapat!
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________

5. Periksa (perbaiki) kembali tulisan yang telah Anda susun! Perbaikan tersebut dapat dilakukan dengan
memperhatikan kaidah kebahasaannya, misalnya pemakaian imbuhan, perbaikan ejaan, tanda baca, dan
konjungsi.

6. Susunlah kembali teks editorial secara utuh. Namun demikian, sebelum teks editorial yang telah Anda
susun dipublikasikan, akan lebih baik jika meminta teman sebangku untuk mendapatkan masukan atas
teks yang telah Anda susun!

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 57

E. Melaporkan Hasil diskusi dari Buku yang Dibaca

Dalam pembelajaran ini, Anda diminta untuk menilai dua buku fiksi. Buku fiksi tersebut dapat berupa
kumpulan cerita pendek atau kumpulan puisi dan membaca satu buku nonfiksi. Berikutnya, menyusun
laporan secara tertulis.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menilai buku fiksi
1. Penilaian ditinjau dari segi agama, sosial, budaya, moral, dan sebagainya.
2. Menilai buku ditinjau ada tidaknya dengan keterkaitan dalam kehidupan
3. Amanat karya sastra yang dibaca.
4. Memberikan kesan secara keseluruhan pada akhir penilaian.

Untuk menyusun laporan membaca buku nonfiksi, hal-hal yang diperhatikan adalah
1. Menemukan informasi penting dalam buku nonfiksi
2. Menyusun ringkasan buku.

Pelatihan ke-9

1. Bentuklah kelompok (dalam satu kelompok terdiri atas 4 orang)
2. Bacalah satu buku kumpulan cerpen atau satu buku kumpulan puisi dan bacalah satu buku nonfiksi!
3. Diskusikan dua buku tersebut seperti petunjuk di atas!
4. Laporkan hasil diskusi Anda secara tertulis di kertas!

A. SOAL PILIHAN GANDA D. Data pribadi warga AS dimanfaatkan dalam
kampanye.
Teks berikut untuk soal nomor 1 dan 2.
FACEBOOK menjadi salah satu topik utama E. Skandal pencurian data pribadi terjadi di
pembicaraan sepanjang hari kemarin. Media online Amerika.
dan linimasa media sosial ramai membahas
masalah yang sedang mendera perusahaan milik 2. Opini yang terdapat di dalam cuplikan teks di
Mark Zuckerberg ini. Persoalan berawal dari atas adalah ....
terkuaknya skandal pencurian data sekitar 50 juta A. Media online dan linimasa ramai membahas
pengguna Facebook di Amerika Serikat (AS). Data masalah yang mendera perusahaan Mark
pribadi tersebut digunakan untuk kepentingan Zuckerberg.
politik saat Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika B. Facebook menjadi salah satu topik utama
Serikat pada 2016. Data pribadi warga AS ini pembicaraan sepanjang hari kemarin.
diangkut oleh perusahaan Cambridge Analytica C. Data pribadi digunakan untuk kepentigan
untuk kepentingan memenangkan kampanye politik Piplres Amerika Serikat.
Donald Trump yang akhirnya terpilih sebagai D. Persoalan berawal dari terkuaknya skandal
presiden. pencurian.
E. Media sosial ramai membahas masalah yang
1. Berikut ini merupakan informasi yang terdapat sedang mendera perusahaan milik Mark
di dalam cuplikan teks di atas, yaitu ... Zurkerberg.
A. Data pribadi sangat penting untuk Pilpres.
B. Facebook mengubah data pribadi menjadi Teks berikut untuk soal nomor 3, 4, dan 5.
umum (1) Tapi, belajar dari kasus Facebook, perlu
C. Facebook menjadi pembicaraan sepanjang
hari kemarin. upaya lebih untuk melindungi data pribadi
penduduk Indonesia. (2) Maka itu, penyalahgunaan
data di AS ini kian mempertegas betapa pentingnya

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 58

pemerintah atau DPR mengebut penyusunan 8. Keterangan modalitas dalam teks di atas
Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data terdapat pada kalimat nomor ....
Pribadi. (3) RUU ini mendesak diselesaikan untuk A. (6) dan (7) B. (4) dan (5) C. (2) dan (3)
kemudian dibahas dan disahkan. (4) Tiadanya D. (1) dan (3) E. (2) dan (4)
payung hukum soal perlindungan data akan
membuat pemerintah sulit meminta 9. Cermati teks berikut!
pertanggungjawaban Facebook atau media sosial (1) Pemilih yang mendengarkan hati nurani dan
lain jika sewaktu-waktu kasus serupa terjadi di akal sehatnya. (2) Memilih pemimpin
negara kita. (5) Desakan harus terus dilakukan. berdasarkan integritas, kapasitas, dan
(6)Meski tahun ini RUU Perlindungan Data Pribadi kapabilitas. (3) Hal ini tidak bisa kita tunda-
tidak masuk dalam Prolegnas 2018, namun tunda lagi. (4) Mari kita buktikan dalam Pilkada
diharapkan selambatnya tahun depan RUU ini bisa serentak 27 Juni 2018 nanti. (5) Tunjukkan
disahkan menjadi UU. bahwa rakyat Indonesia sudah siap membangun
Sumber: Sindo, 22 Maret 2018. demokrasi yang sehat dan juga siap memilih
pemimpin-pemimpin yang sehat.
3. Permasalahan di dalam teks di atas tedapat

pada nomor .... Jika dihubungkan dengan struktur teks editorial,

A. (1) dan (2) C. (6) dan (4) bagian struktur teks yang ditunjukkan oleh isi
B. (3) dan (1) E. (5) dan (6) cuplikan teks di atas adalah .....

C. (3) dan (4) A. Abstraksi D. orientasi

B. Reorientasi E. argumentasi
4. Kalimat dalam teks di atas yang merupakan C. pernyataan ulang

solusi atas permasalahannya terdapat pada

nomor .... Cermati cuplikan teks berikut untuk soal
A. (1) C. (3) E. (5) nomor 10 dan 11!

B. (6) D. (2) (1)Perlu kita ingat. (2) Output Pilkada adalah
pemimpin, yang akan menjadi nahkoda
5. Kalimat yang menggunakan adverbia kualitatif pembangunan dan pelayanan masyarakat 5 tahun
terdapat pada nomor .... ke depan. (3) Jadi inilah titik awal kemajuan atau
A. (1) dan (3) B. (2) dan (4) C. (1) dan (6) kemunduran suatu daerah. (4) Baik pemimpinnya,
D. (3) dan (6) E. (4) dan (5). baik juga kotanya. (5) Begitu juga sebaliknya, kalau
salah pilih, maka jangan harap akan ada perubahan
Teks berikut untuk soal nomor 6, 7, dan 8. menanti kita.
(1) Kemudian suarakan semangat ini ke keluarga
dan lingkungan kita. (2) Biar dalam Pilkada nanti 10.Argumentasi yang mendukung pendapat dalam
semakin banyak masyarakat yang menentukan cuplikan teks di atas terdapat pada nomor ....
pilihannya secara sehat. (3) Cukup sudah kita A. (1) B. (2) C. (3) D. (4) E. (5)
mengulangi kesalahan yang sama. (4) Saatnya kita
berikrar untuk jadi garda terdepan dalam 11.Tujuan yang hendak dicapai penulis dalam
membangun iklim demokrasi yang sehat. (5) Anti
terhadap money politic. (6) Yakinkan diri kita untuk cuplikan teks di atas adalah ....
memilih pemimpin yang jujur, bersih, dan amanah.
(7) Mari Kita jadikan pesta demokrasi yang A. Meyakinkan D. memberitahukan
menghabiskan anggaran sebesar 11,59 T ini, B. Mengajak E. memengaruhi
membawa manfaat besar bagi kemajuan daerah
dan Indonesia. C. menghibur

6. Kalimat utama teks di atas terdapat pada nomor 12.Berikut ini yang bukan kalimat opini adalah ....
.... A. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
A. (7) B. (6) C. (5) D. (3) E. (2).
Geofisika memperkirakan indeks puting
7. Verba mental dalam teks di atas yang beliung memperlihatkan tingkat keparahan
fenomina ini pada 16 Januari 2018 lalu, sama
mengandung verba mental terdapat pada seperti situasi puting beliung tahun 2016.
B. Kita tentu berharap dampak puting beliug
nomor .... B. (2) C. (3) D. (4) E. (5). terhadap pangan, kebakaran hutan, dan
A. (1) penyediaan air bersih tidak separah tahun
2007-2008.
C. Fenomina iklim El Nino berupa musim
kemarau panjang telah berdampak pada

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 59

lahan pertanian dan perkebunan serta A (1) dan (6) B. (2) dan (7) C. (4) dan (5)
ketersediaan air bersih. D. (1) dan (3) E. (5) dan (6).
D. Keseimbangan lingkungan juga berkorelasi
dengan sebaran penduduk. 15.Simpulan cuplikan teks di atas adalah ....
E. Jika prediksi BMKG benar, dampak A. Di tangan anak-anak muda yang masih
kekeringan akan serius terjadi. bersih itulah perbaikan lingkungan peradilan
dipertaruhkan.
13.Cermati cuplikan teks editorial berikut! B. Jangan sampai mereka yang masih 'suci'
Kenaikan BBM kali ini harap jangan mengikuti jejak 'kotor' senior mereka.
C. Seperti halnya Presiden, kita ikut
dipandang sebagai sebuah pencabutan subsidi, mengingatkan kepada para calon hakim
tetapi sebagai pengalihan subsidi, dari subsidi untuk tidak mempermainkan hukum.
harga ke subsidi langsung. Kalaulah sekarang D. Saking mulianya tugas itu, hakim bahkan
masyarakat bergejolak, itu adalah karena disebut sebagai 'wakil Tuhan'
memang sudah sejak lama kita dininabobokkan E. Hakim semestinya menjadi pengabdi
BBM yang murah, ketika barang dan jasa keadilan, bukan pengabdi kezaliman.”
lainnya terus melambung.
16.Penggunaan tanda baca yang benar terdapat
Pendapat penulis dalam cuplikan editorial pada kalimat ....
tersebut adalah ....
A. Sekarang masyarakat bergejolak sebab A. Bondan pergi ke Batu, sedangkan Joni ke
Jember.
pemerintah akan mencabut harga subsidi
BBM. B. Era teknologi seperti sekarang ini akses
B. Pemerintah menaikkan harga BBM sehingga informasi sangat bebas, sehingga
merasakan sulit dalam kehidupan. diperlukan bimbingan orang tua bagi anak-
C. Harga barang dan jasa lainnya melambung anaknya
tinggi sejak pemerintah menaikkan harga
BBM. C. Karena tidak punya uang yang cukup, dia
D. Masyarakat Indonesia sudah lama mengurungkan niatnya untuk membeli
dininabobokan dengan subsidi harga BBM mobil.
yang murah.
E. Kenaikan BBM kali ini harap jangan D. Hanum hari ini tidak masuk kerja, sebab izin
dipandang sebagai sebuah pencabutan dokter.
subsidi.
E. Dalam ujian, anak masih mendapatkan nilai
Cermati cuplikan teks berikut untuk soal kurang memuaskan, padahal mereka sudah
nomor 14 dan 15! giat belajar.

“(1) Di lingkungan yang boleh jadi sudah 17.Cermati cuplikan teks editorial berikut!
sangat kotor, mereka akan mempertaruhkan harga (1)Kekuatan uang seakan menjadi
diri apakah tetap setia pada kejujuran atau
sebaliknya, menggadaikan jabatan demi uang. (2) parameter utama dalam kontestasi pilkada. (2)
Seperti halnya Presiden, kita ikut mengingatkan Kapasitas dan kapabilitas calon kepala daerah
kepada para calon hakim untuk tidak tidak menjadi penilaian utama. (3) Bukan visi-
mempermainkan hukum. (3) Di tangan anak-anak misi yang dilihat. Tapi, (4) Siapa yang banyak
muda yang masih bersih itulah perbaikan ngisi-ngasih amplop itu yang akan dipilih.
lingkungan peradilan dipertaruhkan. (4) Jangan
sampai mereka yang masih 'suci' mengikuti jejak Opini yang berupakan isu dalam cuplikan teks
'kotor' senior mereka. (5) Tugas hakim amatlah editorial di atas terletak pada nomor ....
mulia karena di palu mereka keadilan ditentukan.
(6) Saking mulianya tugas itu, hakim bahkan A. (1) dan (3) D. (2)
disebut sebagai 'wakil Tuhan'. (7) Hakim
semestinya menjadi pengabdi keadilan, bukan B. (1) dan (4) E. (3)
pengabdi kezaliman.”
Sumber: Media Indoesia, 23 Februari 2018 C. (2) dan (4)

14.Kalimat yang menggambar pernyataan solusi 18.Cermati cuplikan teks editorial berikut!
dalam cuplikan editorial di atas terdapat pada (1)Begitu pun dengan para kandidat. (2)
nomor ....
Mereka akhirnya tidak lagi fokus menjelaskan
vis-misinya dalam membangun daerah. (3)
Kandidat dan timsesnya sibuk mengikat simpul-
simpul massa yang kemudian diiming-imingi
materi agar kemudian mau memilih dirinya. (4)
Dialetika tentang pembangunan daerah semakin

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 60

sulit ditemui. (5) Transaksional dan pragtisme menentukan pilihannya secara sehat.Cukup
politik akhirnya tumbuh subur. sudah kita mengulangi kesalahan yang sama.
Saatnya kita berikrar untuk jadi garda terdepan
Argumentasi penulis untuk memperkuat opini dalam membangun iklim demokrasi yang sehat.
Anti terhadap money politic. Yakinkan diri kita
dalam cuplikan teks di atas terdapat pada untuk memilih pemimpin yang jujur, bersih, dan
nomor .... amanah. Mari Kita jadikan Pesta demokrasi yang
menghabiskan anggaran sebesar 11,59 T ini,
A. (1) B. (2) membawa manfaat besar bagi kemajuan daerah
dan Indonesia.
C. (3) D. (4) E. (5) a. Tuliskan informasi penting yang terdapat di

19.Cermati cuplikan teks editorial berikut! dalam cuplikan teks tersebut!
Pemilih yang mendengarkan hati nurani dan b. Tuliskan kalimat yang mmenggambarkan
akal sehatnya. Memilih pemimpin berdasarkan
integritas, kapasitas, dan kapabilitas. Hal ini solusi dalam cuplikan teks tersebut!
tidak bisa kita tunda-tunda lagi. Mari kita c. Tuliskan kalimat argumentasi yang
buktikan dalam Pilkada serentak 27 Juni 2018
nanti. Tunjukkan bahwa rakyat Indonesia sudah digunakan memperkuat opini dalam
siap membangun demokrasi yang sehat dan cuplikan teks tersebut!
juga siap memilih pemimpin-pemimpin yang
sehat 7. Cermati pemakaian tanda baca teks editorial
berikut!
Dalam struktur teks editorial, cuplikan teks “Terungkapnya kasus pencurian data ini
tersebut menggambar bagian struktur .... hampir pasti membuat pemilik Facebook
A. pernyataan pendapat kelimpungan. Kemarin saham Facebook anjlok,
B. argumentasi sehingga Mark disebutkan kehilangan USD9,1
C. pernyataan ulang pendapat miliar atau sekitar Rp. 123 triliun hanya dalam
D. koda tempo 48 jam. Selain itu, otoritas Amerika dan
E. resolusi Eropa juga akan menyelidiki Facebook atas
terbongkarnya skandal ini. Parlemen Uni Eropa,
20.Cermati cuplikan teks berikut! bahkan tidak tinggal diam dan akan memanggil
Ada kata bijak yang mengatakan, bahwa Mark untuk hadir di sidang Parlemen Uni Eropa
di Brussles, Belgia. Tidak cukup dengan itu
pemimpin itu representatif pemilihnya. Bila kemarin muncul seruan menghapus (delete) akun
selama ini, rakyat menganggap bahwa para Facebook yang disuarakan pengguna media
pemimpin daerahnya tidak berpihak pada sosial.Lantas, apa pelajaran bagi Indonesia dari
mereka. Seharusnya mulai melihat kasus Facebook ini? Menarik mencermati kasus
permasalahan itu dari diri sendiri. Pemilih pencurian data ini, karena berlangsung di negara
seperti apa kita, sehingga dipimpin oleh yang sangat menghargai pripasi dan karenanya
pemimpin yang tidak amanah. memiliki regulasi yang tegas soal perlindungan
data pribadi warganya. Tapi, toh, A.S. ternyata
Kata representatif dalam cuplikan teks di atas tetap kebobolan juga. Pertanyaan berikutnya,
jika di AS saja data pribadi dalam jumlah masif
berarti .... bisa disalahgunakan, bagaimana dengan negeri
ini. Kita tahu Indonesia sampai hari ini tidak
A. tepat sesuai harapan D. mewakili memiliki undang-undang yang menjamin
B. perwujudan E. kehendak keamanan data pribadi warganya. “
(Sumber: Sindo, 22 Maret 2018)
C. harapan
8. Perbaiki kesalahan tulis dan pemakaian tanda
B. SOAL URAIAN baca dalam cuplikan teks tersebut!

5. Buatkan teks editorial dalam tiga paragraf 9. Tuliskan teks editorial dalam kertas ulangan
dengan tema Pilkada biaya tinggi sesuai Anda yang dilengkapi dengan judul dan struktur
struktur teks yang benar! teks pernyataaan pendapat, argumentasi, dan
pernyataan ulang pendapat!
6. Cermati cuplikan teks editorial berikut!
Kemudian suarakan semangat ini ke

keluarga dan lingkungan kita. Biar dalam
Pilkada nanti semakin banyak masyarakat yang

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 61

CERITA FIKSI DALAM NOVEL

(Sumber Gambar: wahyunoverian.wordpress.com)

Berjalan sampai batas, berlayar sampai ke pulau.

KOMPETENSI DASAR Setelah mempelajari materi, mengerjakan latihan, dan
kegiatan pada bab ini, peserta didik diharapkan mampu
3.3 Menafsirkan pandangan (1) menulis informasi penting dalam novel;
pengarang terhadap kehidupan (2) menyimpulkan pandangan pengarang novel berdasarkan
dalam novel yang dibaca
informasi yang ditemukan;
4.8 Menyajikan hasil interpretasi (3) mengemukakan pendapat tentang pandangan pengarang
terhadap pandangan pengarang
novel dalam novelnya;
3.4 Menganalisis isi dan kebahasaan (4) memberikan tanggapan terhadap pandangan yang
novel
disampaikan teman;
4.9 Merancang novel atau novelet
dengan memperhatikan isi dan (5) menemukan unsur intrinsik novel;
kebahasaan (6) menemukan unnsur ekstrinsik novel;
(7) menentukan pelaku setting dan alur;
(8) menulis novel berdasarkan topik, pelaku, setting, dan

alur yang telah ditentukan.
(9) Menentukan topik sebuah novel

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 62

A. Menafsirkan Pandangan Pengarang terhadap Kehidupan dalam Novel

Dalam subbab ini, Anda akan diajak untuk menafsirkan pandangan pengarang terhadap kehidupan
dalam novel. Menafsirkan pandangan pengarang dalam kehidupan di dalam novel ialah menafsirkan segala
hal kehidupan yang terkandung dalam novel, termasuk unsur intrinsik dan ekstrinsiknya yang disampaikan
pengarang. Untuk memberikan penafsiran, Anda akan menuliskan informasi penting yang terdapat dalam
novel dan menyimpulkan pandangan pengarang novel berdasarkan informasi yang ditemukan. Setelah
pembelajaran ini, diharapkan Anda mampu menuliskan informasi penting dalam novel dan mampu
menyimpulkan pandangan pengarang novel berdasarkan informasi yang ditemukan.

1. Menulis Informasi Penting dalam Novel

Sebelum menuliskan informasi penting dalam novel, perlu Anda ketahui terlebih dahulu komponen
penting yang terdapat di dalam novel, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur-unsur tersebut, yaitu
tema, alur, tokoh dan penokohan (karakter tokoh), konflik, sudut pandang, latar, amanat, bahasa, dan nilai-
nilai kehidupan. Komponen-komponen tersebut merupakan informasi pentingnya. Informasi penting pada
novel ditulis berdasarkan fakta dalam ceritanya berbentuk uraian singkat.

Langkah-langkah mencari informasi penting dalam suatu novel adalah sebagai berikut.
(1) Siapkan informasi penting dalam novel yang ingin Anda ketahui dalam catatan!
(2) Siapkan beberapa teks yang sesuai dengan informasi yang ingin Anda dapatkan!
(3) Baca teks dengan detail.
(4) Apabila dalam proses membaca telah Anda temukan informasi, catat atau rangkum dengan kalimat sendiri!

Dalam subbab ini, Anda akan menuliskan informasi penting dan menyimpulkan pandangan pengarang
berdasarkan informasi yang ditemukan dalam novel Bintang karya Tere Liye. Novel tersebut terbit pada 2017
yang terdiri atas 28 episode. Selama 2017, pembacanya mencapai 70.000 orang dan sudah dicetak ulang
sebanyak lima cetakan, suatu prestasi yang patut diapresiasi. Oleh sebab itu, novel tersebut dipakai sebagai
bahan analisis dalam subbab ini. Untuk itu, baca dan cermati cuplikan novel Bintang berikut ini!

Cuplikan T.1:
“... berbagai hewan ternyata memiliki sistem dan mekanisme yang amat menakjubkan dalam mengatasi
lingkungan yang keras. Sel dan jaringan mereka beradaptasi. Beberapa di antaranya sudah diketahui ilmuwan,
tapi lebih banyak lagi yang tidak. “Pak Gun menunjuk layar. “Salah satuya yang sudah diketahui adalah
keajaiban yang dimiliki ikan paru-paru atau lungfish" (Liye, 2017:8).

Cuplikan T.2:
"Ada, Miss Selena. Ali menemukan caranya. Dia punya hipotesis bahwa klan bintang berada di perut bumi Ali
membuat kapsul perak yang bisa mendeteksi keberadaan lorong-lorong kuno...." (Liye, 2017:16).

Cuplikan T.3:
“Dua minggu sekembalinya dari Klan Bintang, saat kami masuk sekolah setelah libur panjang, menjalani hari
seperti remaja normal lainnya, Miss Selena datang membawa pesan. Dia memanggil kami ke ruangan BK
(Bimbingan Konseling) sekolah. Pesannya Pendek: “Akan ada pertemuan penting.” Kami harus ikut serta,
Pertemuan itu tidak diadakan di Klan Bulan, juga tidak di Klan Matahari, pertemuan itu akan digelar di rumah
Selim pukul tujuh malam ini” (Liye, 2017:21-22).

Cuplikan T.4:
".... akan ada yang memberi pentunjuk awal. Jangan cemas, Raib. Jangan ragu-ragu, Kamu memiliki teman
terbaik. Dengan kecerdasannya Ali akan menjadi lampu setiap kalian bertemu lorong gelap. Setiap kali
bertemu dinding tebal dan rintangan yang kokoh, dengan kekuatannya Seli akan menjadi tombak tajam yang
menembusnya. Berangkatlah dengan yakin" (Liye, 2017:25)

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 63

Cuplikan T.5:
“Apakah warga dunia paralel ramah-ramah, Ra?” Ramah-ramah? Aku menelan ludah, memutuskan
mengangguk.“Syukurlah jika demikian. Berarti petualangan kalian ke sana amat menyenangkan." mama
terlihat riang. “Kamu tahu, Ra. Papa melarang Mama membicarakan soal ini sejak kamu pulang karena kami
khawatir ada banyak masalah dalam petualangan kalian. Kami senang mendengarnya. Mungkin besok-besok
mama dan papa bisa ikut ke sana. Boleh, Ra?” Aku terdiam, samar mengangguk” (Liye, 2017:32).

Cuplikan T.6:
“Kadang kala aku gagal. Itu benar. Entah berapa kali aku meledakkan sesuatu di basement. Tapi itu tidak
membuatku kapok. Kadang aku menemui jalan buntu, harus melupakan eksperimen penting, menyingkirkan
benda-benda tidak berguna, setengah jadi, tapi aku tidak akan berhenti. Karena aku menyukainya, passion,
hobi, mimpi-mimpi, semangat, entah apa lagi kata yang tepat menggambarkannya” (Liye, 2017: 34)

Cuplikan T.7:
“Kapsul perak kembali melesat menembus hujan deras. Gerakannya lincah. Suaranya lebih senyap. Ini
generasi lebih canggih dibanding kapsul perak ILY versi 2.0 sebelumnya. Aku tahu, sebelum terakhir, Ali
membuat kapsul perak ini, menambahkan teknologi bar yang dipelajari di Klan Bintang. Interior kapsul terasa
lebih lapang. Ada banyak tombol baru di papan kemudi. Layar kaca besar terlihat jernih. Kami bisa menatap
leluasa keluar, menyaksikan rumah-rumah, bangunan di kota kami, juga jalan raya yang dipadati kendaran
perempatan. Kapsul perak terbang lima belas meter di atasnya, meliuk tidak terlihat melewati gedung-gedung,
menara BTS” (Liye, 2017:38-39).

Cuplikan T.8:
“Dua hari berlalu dengan lancar. Ali tidak lagi membuat masalah dengan guru-guru. Dia lebih sering terlihat
mengantuk di sekolah karena kurang tidur. Kapsul transparan Klan Bintang menjadi mainan barunya. Seli
lebih banyak diam saat makan di kantin, atau di atas angkot. Atau tahu dia cemas menghitung hari. Misi ini
berbeda seperti perjalanan kami sebelumnya selain pasukan bintang, entah apa yang telah menunggu kami di
perut bumi sana” (Liye, 2017:50).

PELATIHAN KE-1

Setelah Anda baca dengan cermat cuplikan novel Bintang tersebut, identifikasikan informasi
pentingnya, lalu isikan ke dalam kolom pelatihan berikut, seperti nomor 1!

Judul : Bintang
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Kompas Gramedia
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : Tahun 2017
Tebal Buku : 392 hlm; 20 cm
Edisi/Cetakan : Kelima Juli 2017

No Komponen Penting Informasi Penting
1 Tema petualangan dan persahabatan

2 Alur

3 Tokoh dan Penokohaan

4 Konflik

5 Sudut Pandang

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 64

No Komponen Penting Informasi Penting
6 Latar
7 Amanat
8 Bahasa
9 Nilai-Nilai Kehidupan

PELATIHAN KE-2

1. Bentuk kelompok yang terdiri atas 2 atau 3 siswa!
2. Pilih dan baca secara penuh satu novel yang menarik menurut kelompok Anda!
3. Lakukan identifikasi terhadap informasi penting yang terdapat di dalam novel dengan langkah-langkah

yang sudah disebutkan di atas!

No Komponen Penting Informasi Penting
1 Tema petualangan dan persahabatan

2 Alur

3 Tokoh dan Penokohaan

4 Konflik

5 Sudut Pandang

6 Latar

7 Amanat

8 Bahasa

9 Nilai-Nilai Kehidupan

2. 2. Menyimpulkan Pandangan Pengarang Novel Berdasarkan Informasi yang Ditemukan

Menyimpulkan padangan pengarang dalam novel merupakan menyimpulkan informasi penting yang
terdapat di dalam novel, yaitu tema, alur, tokoh dan penokohan, konflik, sudut pandang, latar, amanat, bahasa,
dan nilai-nilai kehidupan. Sebelum Anda menyimpulkan pandangan pengarang dalam novel, Anda lakukan
langkah-langkah berikut.
(1) Membaca novel dengan saksama
(2) Menentukan informasi penting dalam novel
(3) Menafsirkan pandangan pengarang atas informasi penting dalam novel
(4) Menyimpulkan pandangan pengarang atas informasi penting yang ditemukan.

Selanjutnya, terapkan langkah-langkah tersebut dalam cuplikan novel Bintang karya Tere Liye. Baca
dengan cermati cuplikan T.9 sampai dengan 19 berikut!

Cuplikan T.9:
"Belum genap anggukan kepala Papa, tubuhku sudah menghilang karena teknik teleportasi). Tubuhku muncul
di perempatan lampu dekat rumah. Sebulan terakhir, kemampuan teleportasiku tumbuh mengagumkan. Dulu

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 65

aku hanya bisa berpindah hitungan belasan meter saja, kali ini aku bisa melesat hingga berkilo-kilometer
lebih, dengan gerakan yang lebih tangkas dan lebih cepat”(Liye,2017:54).

Cuplikan T.10:
“Ali menekan tombol. Pintu kapsul ditutup. “Kita berangkat! Pasang sabuk pengamanmu, Ra,” Ali
memberitahu. ILY Mendesing pelan, sekejap, sudah maju memasuki portal antarklan. Seketika kapsul perak
itu seperti dilemparkan, masuk ke dalam lorong berpindah. Di belakangnya, menyusul tiga kapsul oval yang
dinaiki Miss Selena dan sepuluh anggota Pasukan Bayangan dan Pasukan Matahari. Lima detik berlalu,
halaman belakang rumah Seli lengang. Portal kembali mengecil, hilang tak berbekas” (Liye, 2017:57).

Cuplikan T.11:
"Kalian tahu, Seli, Raib, Ali tidak satu anggota. Pasukan Bayangan megajak bicara lewat layar, mengisi waktu,
mencoba mengusir ketenangan, “kisah petualangan kalian di Klan Bulan dijadikan novel di Kota Tishri." (Liye,
2017:82).

Cuplikan T.12:
“Eh? Aku sepertinya ingat siapa mereka. Aku menatap dua wajah yang mirip. Usia mereka berdua penjaga
Ruangan Penjaara Klan Bintang yang dulu bertugas menjagaku dan Ali di sel kaca yang tergantung di atas
aliran magma. Walaupun dulu sipir penjara, mereka telah memiliki sikap yang berbeda. Salah satu dari
mereka bahkan berkali-kali bilang tidak suka dengan kebijakan Dewan Kota Zaramaraz yang menahan kami-
saat aku dan Ali menguping percakapan, pura-pura masih pingsan. Mereka juga yang sukarela membuka sel
Faar dan Kaar. Ini sungguh kejutan. Aku tidak menyangka akan bertemu lagi dengan mereka. “Kalian harus
bertanggung jawab, Raib. Karena kejadian itu kami dihukum dengan dipindahkan menjadi pengawas Ruangan
Padang Sampah, ...” (Liye, 2017:116-117).

Cuplikan T.13:
“Ada unit yang khusus mengelola sampah makanan, buangan dapur, atau rumah makan. Sampah itu diubah
menjadi pupuk dan dikirim ke ruangan-ruanganlain, seperti kertas, gelas, kaleng, besi, baja, atau plastik” (Liye,
2017:110).

Cuplikan T.14:
" .... Miss berkata lugas. “Prinsip penting bagi seorang pengintai. Jika Jika kita mengkhawatirkan setiap
langkah yang dibuat, kita akhirnya tidak akan pernah berani melangkah. Semua naik ke atas kapsul. Kita
berangkat sekarang.” (Liye, 2017: 191).

Cuplikan T.15:
“Ah itu juga belum seberapa, “Ah kali ini menambahkan. “Seekor ular paling berbisa gurun pasir pernah
menggigit si Sekretaris. Satu jam kemudian, setelah melewati rasa sakit yang sangat menyiksa, malah ular itu
yang mati”. (Liye, 2017: 324).

Cuplikan T.16:
“Wajah Sekretaris Dewan Kota merah padam. Dia mulai marah mendengar lelucon Ali. “Tutup mulutmu,
warga Klan Bumi! Jangan membuatku menekan tombol peledakan sekarang juga! Menyumpal mulutmu
dengan magma.” Ali menggeleng. “Silakan saja, tapi kamu telah kalah, Sekretaris.” Aku dan Seli saling tatap.
Apa maksud Ali? Sekretaris terdiam. Ali mengatakan kalimat itu dengan serius, tidak lagi tertawa-tawa. “Apa
maksudmu?” Sekretaris menyelidiki. “Kamu telah kalah. Tidak ada lagi warga Klan Bintang yang akan

memercayaimu dan seluruh anggota Dewan Kota Lainnya. Mereka telah mengetahui kebenarannya.”
Sekretaris menatap sekitar, apa maksud Ali?”(Liye, 2017:365).

Cuplikan T.17:
“Baiklah, akan aku jelaskan. Kamu masih ingat Meer? Ilmuwan yang merancang arsitektur Kota Zaramaraz
simetris empat sisi? Dia memberikan kamera terbang dengan teknologi terbaru, yang bisa menghilang dari
detektor Robot Z dan Elang Hitam 01. Benda-benada itu merekam kita saat ini. Sementara itu Baar dan Bhaar,
sipir penjara yang kalian buang ke Ruangan Padang Sampah, memberikan alat komunikasi dan akses ke
sistem informasi Padang Sampah. Lengkap sudah, aku bisa membuat siaran langsung. Kamu mau
menyampaikan pidato, Sekretaris? Membutuhkan lampu sorot? Sei, bisa terangi wajahnya dengan Sarung
Tangan Matahari-mu?” (Liye, 2017:368).

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 66

Cuplikan T.18:
“Sekretaris Dewan Kota Benar-benar terdiam sekrang. Sementara dari pintu keramik, Miss Selena serta tujuh
anggota Pasukan Bayangan dan Pasukan Matahari bergabung masuk. Mereka sudah mengatasi Pasukan
Bintang di aula sipir penjara. Mereka awalnya takut menatap Robot Z dan macam kumbang. Tapi saat
menyadari robot-robot itu hanya mematung, mereka segera mengambil posisi di sebelah kami”(Liye,
2017:370).

Cuplikan T.19:
“Aku akhirnya bisa menghela napas. Seli menatapku. Kakinya gemetar oleh persamaan gentar. Ali mengusap
wajahnya. Kami telah menyelamatkan dunia paralel dari runtuhnya pasak bumi, tapi sekaligus membawa
masalah baru yang tidak kalah besar bagi dunia paralel. Si Tanpa Mahkota Telah bebas” (Liye, 2017:380).

PELATIHAN KE-3

Setelah Anda lakukan langkah-langkah menyimpulkan tersebut, isikan simpulan padangan pengarang
pada cuplikan novel T. 9 sampai dengan 19 ke dalam kolom pelatihan berikut, seperti nomor 9.

No Komponen Informasi Menafsirkan Simpulan
Penting Penting Pandangan Pengarang Pandangan pengarang
atas Informasi Penting atas Informasi Penting

1 Tema

2 Alur

3 Tokoh dan
Penokohaan

4 Konflik

5 Sudut
Pandang

6 Latar

7 Amanat

8 Bahasa

9 Nilai-Nilai nilai moral semangat pantang Kebersamaan dalam
Kehidupan menyerah dan selalu menghadapi segala hal dengan
melakukan yang terbaik kerja sama dan pantang
menyerah, saling peduli,
memperhatikan dan menolong
satu sama lain.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 67

PELATIHAN KE-4

1. Bentuk kelompok yang terdiri atas 2 sampai dengan 3 siswa!
2. Pilih sebuah novel yang menarik menurut kelompok Anda dan baca novel tersebut sampai selesai!
3. Lakukan penyimpulan terhadap informasi penting yang terdapat di dalam novel tersebut!
4. Buatlah simpulan pandangan pengarang novel tersebut ke dalam kolom berikut!

Judul : _________________________________________________________________________________________
Pengarang : _________________________________________________________________________________________
Penerbit : _________________________________________________________________________________________
Kota Terbit : _________________________________________________________________________________________
Tahun Terbit : _________________________________________________________________________________________
Jumlah Halaman : _________________________________________________________________________________________
Edisi/Cetakan : _________________________________________________________________________________________

No Komponen Informasi Menafsirkan Simpulan
Penting Penting Pandangan Pengarang Pandangan pengarang
atas Informasi Penting atas Informasi Penting

1 Tema

2 Alur

3 Tokoh dan
Penokohaan

4 Konflik

5 Sudut
Pandang

6 Latar

7 Amanat

8 Bahasa

9 Nilai-Nilai
Kehidupan

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 68

B. Menyajikan Hasil Interpretasi terhadap Pandangan Pengarang

21. Mengemukakan Pendapat tentang Pandangan Pengarang Novel dalam Novelnya

Pandangan pengarang novel dalam novelnya merupakan keseluruhan gagasan, aspirasi, dan perasaan
pengarang terhadap permasalahan yang terjadi yang kemudian dituangkan dalam hasil karyanya, yaitu novel.
Di dalam novel, pandangan pengarang tersebut diungkapkan melalui tema, alur, tokoh dan penokohan, sudut
pandang, latar, bahasa, amanat, dan nilai kehidupan.

Oleh sebab itu, mengemukakan pendapat tentang pandangan pengarang novel dalam novelnya
merupakan aktivitas memberikan tanggapan atau komentar kepada tema, alur, tokoh dan penokohan, sudut
pandang, latar, bahasa, amanat, dan nilai kehidupan yang terdapat di dalam novel. Aktivitas ini dapat Anda
lakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
(1) membaca novel dengan saksama.
(2) mengidentifikasi pandangan pengarang dalam novel.
(3) menuliskan pandangan pengarang dalam novel.
(4) memberikan kesan atau tanggapan kepada pandangan pengarang dalam novel.

Selanjutnya, terapkan langkah-langkah tersebut kepada cuplikan novel Bintang karya Tere Liye. Baca
dengan cermati terlebih dahulu cuplikan T.20 sampai dengan T.24 novel berikut!

Cuplikan T.20:
"... Itu suara celetukan dengan intonasi menyebalkan, milik Ali. Oh ya, kamu bisa menjelaskan lebih

baik, Ali? Agar teman-teman yang lain mengerti,” Pak Gun tersenyum, menatap wajah kusam Ali penuh

penghargaanberharap mungkin kali ini Ali akan menunjukkan bakat terpendam....” “Aku melotot. Ingatanku
masih segar, seperti baru kemarin, saat setahun lalu, Ali bisa membuat ulah saat pelajaran biologi....”

“Eh siapa yang cari masalah, Ra? Aku hanya menjawab pertanyaan Johan." Ali santai menyendok kuah
baksonya. “Lagi pula aku benar, kan? Ikan paru-paru tidak hidup selama-lamanya. Dia bukan Av, Faar, atau si
Tanpa Mahkota”(Liye, 2017: 10-12).

Cuplikan T.21:
“Ini sudah hampir sebulan sejak kepulangan kami dari Klan Bintang. Petualangan yang awalnya lancar

menjadi kacau–balau saat kami bertiga menjadi buronan Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz, Ibu kota Klan
Bintang. Aku pikir petualangan kami sebelumnya di Klan Bulan dan Klan Matahari sudah paling berbahaya,
nyatanya tidak. Petualangan kami di Klan Bintang jauh lebih berbahaya dan serius. Puncaknya, kami
mengetahui bahwa Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz punya rencana jahat atas tiga Klan permukaan. Dia
hendak meruntuhkan pasak bumi” (Liye, 2017:14).

Cuplikan T.22:
“Setelah berpisah dengan Faar, meninggalkan Klan Bintang, kami muncul di rumah Ilo. Aku bergegas

menceritakan apa yang terjadi kepada Ilo, bilang bahwa kami membawa pesan penting, harus bertemu
dengan pemimpin Klan Bulan dan Klan Matahari. Tanpa menunggu lagi, Ilo segera mengajakku pergi ke
Perpustakaan Senteral. Di sana telah menunggu Av. Av kini pejabat sementara Ketua Komite Klan Bulan, selain
sebagai Kepala Perpustakaan. Miss Selena, Panglima Tog, bersama elite Pasukan Bayangan turut bergabung
saat kami tiba” (Liye, 2017:15).

Cuplikan T.23:
“Hati-hati, Ra.” Papa menepuk-nepuk bahuku. Satu Menit Lengang, Mama akhirnya melepas pelukan.

Aku menatap Mama dan Papa bergantian. Saatnya aku pergi. Papa mengangguk. Belum genap anggukan
kepala Papa, tubuhku sudah menghilang karena teknik teleportasi. Tubuhku muncul di perempatan lampu
merah dekat rumah. Sebulan terakhir, kemampuan teleportasiku tumbuh mengagumkan. Dulu aku hanya bisa
berpindah hitungan belasan meter saja, kali ini akau bisa melesat hingga berkilo-kilometer lebih, dengan
gerakan yang lebih tangkas dan lebih cepat, Pukul empat dini hari, jalanan lengang, aku terus bergerak
menuju rumah Seli, tempat jkami berangkat” (Liye, 2017:54)

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 69

Cuplikan T.24:
“ Apakah kita sekarang bisa mengalahkan Robot Z Klan Bintang?” tanya Seli .... Aku khawatir, saat kita

kembali ke Klan Bintang mereka sudah punya teknologi yang lebih canggih. Mereka pasti melakukan sesuatu
saat tahu kita berhasil lolos dan Sekretaris Dewan Kota menghilang....Seli mengeluh” (Liye, 2017:21). "Apa
yang akan kita lakukan sekarang, Ra? Seli bertanya cemas wajahnya pucat” (Liye, 2017: 371).

PELATIHAN KE-5

Setelah Anda lakukan langkah-langkah tersebut, isikan identifikasi pandangan pengarang di dalam
novelnya dan pendapat Anda terhadap pandangan pengarang tersebut pada kolom pelatihan berikut,
seperti nomor 8!

Komponen Pandangan Pendapat Anda terhadap Pandangan Pengarang
No Pandangan Pengarang

Pengarang

1 Tema

2 Alur

3 Tokoh dan
Penokohaan

4 Konflik

5 Sudut Pandang

6 Latar

7 Amanat

Komunikatif Ba Mudah dipahami sebab menggunakan bahasa Indonesia
sehari-hari
8 Bahasa

9 Nilai-Nilai
Kehidupan

2. Memberikan Tanggapan terhadap Pandangan yang Disampaikan Teman

Tanggapan merupakan pendapat atau reaksi seseorang setelah melihat, mendengar, ataupun
merasakan sesuatu. Tanggapan dapat berupa persetujuan, saggahan, pertanyaan, atau pendapat. Memberikan
tanggapan berarti membahas, menanggapi atau mengemukakan pendapat setelah melihat, mendengar,
ataupun merasakan sesuatu. Agar tidak terjadi salah paham, suatu tanggapan harus disampaikan dengan
bahasa dan sikap yang santun dan sopan. Di dalam tanggapan harus disertai argumen dan saran atau jalan
keluar.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 70

Argumen adalah alasan yang diungkapkan untuk memperkuat opini. Argumen dapat berupa pendapat
dan fakta. Saran merupakan usulan jalan keluar terbaik yang disampaikan seseorang kepada orang lain ketika
memberikan tanggapan.

Untuk memberikan tanggapan terhadap pandangan yang disampaikan teman, Anda dapat
menanyakannya dengan beberapa pertanyaan berikut.

(1) Apa yang menjadi permasalahan? (4) Kapan permasalahan itu terjadi?
(2) Siapa yang menjadi pokok pembicaraan? (5) Mengapa permasalahan itu terjadi?
(3) Di mana permasalahan itu terjadi? (6) Bagaimana penyelesaiannya?

PELATIHAN KE-6

Buatlah tanggapan yang disertai argumen dan saran dengan ilustrasi permasalahan atau peristiwa
berikut!

No Permasalahan/Peristiwa Tanggapan Argumen Saran

Petualangan yang awalnya lancar
menjadi kacau–balau saat kami
1 bertiga menjadi buronan Sekretaris
Dewan Kota Zaramaraz, Ibu kota Klan
Bintang

Apakah kita sekarang bisa
mengalahkan Robot Z Klan Bintang?”

2 tanya Seli .... Aku khawatir, saat kita
kembali ke Klan Bintang mereka
sudah punya teknologi yang lebih

canggih

... Itu suara celetukan dengan intonasi
menyebalkan, milik Ali. Oh ya, kamu
bisa menjelaskan lebih baik, Ali? Agar
teman-teman yang lain mengerti,” Pak
3 Gun tersenyum, menatap wajah
kusam Ali penuh

penghargaanberharap mungkin kali
ini Ali akan menunjukkan bakat
terpendam....

Sekretaris Dewan Kota Benar-benar
terdiam sekrang. Sementara dari
pintu keramik, Miss Selena serta tujuh
anggota Pasukan Bayangan dan
4 Pasukan Matahari bergabung masuk.
Mereka sudah mengatasi Pasukan
Bintang di aula sipir penjara. Mereka
awalnya takut menatap Robot Z dan
macam kumbang.

.... Miss berkata lugas. “Prinsip penting
bagi seorang pengintai. Jika Jika kita
mengkhawatirkan setiap langkah
5 yang dibuat, kita akhirnya tidak akan
pernah berani melangkah. Semua naik
ke atas kapsul. Kita berangkat
sekarang.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 71

C. Menganalisis Isi dan Kebahasaan Novel

Teks novel dibentuk oleh jalinan unsur pembentuk yang saling terkait secara utuh. Jalinan unsur
pembentuk tersebut adalah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Untuk menganalisis isi dan kebahasaan
novel, Anda harus mengurai kedua unsur tersebut. Oleh sebab itu, aktivitas Anda dalam subbab ini terdiri atas
(1) menemukan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel dan (2) ciri kebahasaan novel. Akan tetapi, karena
materi tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik sudah pernah Anda pelajari di Kelas XI. Pelajari kembali materi
tersebut! Pada bagian berikut Anda akan mempelajari kebahasaan dalam novel.

Dalam subbab ini, Anda akan mengurai aspek kebahasaan yang terdapat dalam novel Perahu Kertas
karya Dewi Lestari. Novel Perahu Kertas merupakan satu di antara novel edisi Supernova karya Dewi Lestari.
Cetakan pertama Novel tersebut diterbitkan pada 2009. Pada 2017 sudah cetakan kelima. Atas prestasi itu,
novel Perahu Kertas patut diapresiasi.

Kebahasaan Teks Novel

Agar cerita novel menarik, pengarang dalam mengungkapkan permasalahan dan peristiwanya sering

menggunakan perumpamaan yang berupa idiom. Idiom merupakan kelompok kata yang bermakna kias atau

tidak sebenarnya.
Selain itu, digunakan pula perumpamaan yang berupa majas perbandingan, yakni majas yang

menyatakan perbandingan antara suatu hal dengan hal yang lain. Majas perbandingan terdiri atas asosiasi,

metafora, personifikasi, alegori, simbolik, metonimia, sinekdok, dan simile.
Majas asosiasi merupakan perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja

dianggap sama. Majas metafora adalah majas yang menyatakan ungkapan secara langsung berupa

perbandingan. Majas personifikasi merupakan perbandingan benda-benda tidak bernyawa seolah-olah

memiliki sifat seperti manusia. Majas alegori merupakan majas yang menyatakan dengan cara lain, yakni
melalui kiasan atau penggambaran. (Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol bermuatan

lokal). Majas simbolik merupakan majas yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda, binatang, atau

tumbuhan sebagai simbol atau lambang. Majas metonimia merupakan majas yang menggunakan ciri atau label
dari sebuah benda lain yang menjadi merk atau ciri khasnya. Majas sinekdok merupakan majas yang

menyebutkan sebagian untuk maksud keseluruhan atau menyebutkan keseluruhan untuk maksud sebagian.

Majas simile merupakan majas yang mengungkapkan perbandingan secara tersurat yang dinyatakan dengan
kata depan dan konjungsi. Majas simile hampir sama dengan majas simbolik.

Dalam merangkai peristiwa dalam suatu cerita kata serapan juga sering digunakan pengarang. Hal itu

wajar karena bahasa Indonesia berkembang secara dinamis. Sebagai akibatnya, banyak kata yang diserap dari

bahasa asing. Dengan penyerapan itu, sejumlah kata dari bahasa asing mempunyai padanan dalam bahasa
Indonesia.

Dalam peristiwa komunikasi sering digunakan kata sapaan, yaitu kata yang digunakan untuk menegur

sapa orang yang diajak bicara (orang kedua) atau menggantikan orang ketika. Berdasarkan Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), kata sapaan ditulis dengan huruf awal kapital. Berikut ini adalah kata-kata

yang dapat digunakan sebagai kata sapaan.

(1) Nama diri, seperti Keenan, Eko, Noni.
(2) Kata yang tergolong istilah, seperti ayah, ibu, adik, kakak, abang.

(3) Gelar kepangkatan, profesi, atau jabatan, seperti kapten, profesor, dokter, lurah.

(4) Kata nama, seperti tuan, nyonya, nona, Tuhan.

(5) Kata nama pelaku, seperti penonton, peserta, pendengar, hadirin.
(6) Kata ganti pesona kedua Anda

Agar Anda memahami kebahasaan teks novel, bacalah cuplikan Novel Perahu Kertas berikut ini!

Judul : Perahu Kertas
Pengarang : Dee Lestari/Dewi Lestari

Penerbit : Bentang

Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2017

Tebal : 556 hlm; 18 cm

Edisi/Cetakan : Kelima/Tahun 2017

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 72

Cuplikan D.1:

“Bagi Kugy, ungkapkan opposite attract adalah yang paling sempurna untuk menggambarkan dinamikanya
dengan Ojos. Tak ada seorang pun temannya yang percaya bahwa keduanya bisa jadian, begitu juga dengan
teman-teman Ojos. Keduanya bertolak belakang hampir dalam segala hal. Ojos yang necis dan jago basket
adalah pujaan banyak cewek di sekolah karena kegantengannya, mobilnya yang keren, dan sikap yang sesuai
primbon Prince Charming. Membukakan pintu, membawakan seikat bunga, dan makan malam di restoran
mewan bertemankan sinar lilin, adalah prosedur standar Ojos. Di sisi yang berbeda, Kugy pun termasuk sosok
populer di sekolah karena aktivitas dan pergaulannya yang luas. Tapi, Kugy berasal dari kutub yang berbeda.
Kugy dikenal dengan julukan Mother Alien. Ia dianggap duta besar dari semua makhluk aneh di sekolah.
Semuanya tak habis pikir, bagaimana mungkin pRince Charming dan Mother Alien bisa bersatu?” (Lestari,
2009:33).

Cuplikan D.2:
“Kalau makan siang di kampus-masih berminat?” tanya Kugy.“Tergantung siapa yang nagjak.” Kugi
menggelengkan kepala, “Jawaban yang salah. Harusnya: tergantung siapa yang bayar.”“Jadi, saya bakal
ditraktir, nih?” “Ada satu tempat makan yang wajib dijajal. Jangan ngaku anak kampus deh kalau belum
pernah ke sana…”“Enak banget, ya? “Bukan. Murah banget.”“Oh. Pantesan nraktir...,” gumam Keenan sambil
mengekeh pelan. (Lestari, 2009: 42).

Cuplikan D.3:
“Fiat kuning itu berdesakan dengan mobil-mobil lain yang menyusuri Jalan Dago paa malam Minggu. Kugy dan
Keenan di bangku belakang. Eko mengemudi, di sampingnya ada Noni yang tengah bertelepon dengan
seseorang. Noni mematikan ponselnya dengan lega. “Guys, Mas Itok berhasil dapat empat tiket, barian agak
depan, sih. Tapi lumayan daripada lu manyun.”
Sebagai geng midnight yang professional, kita memang harus punya koneksi kayak Mas Itok. Hidup Mas Itok!”
seru Eko. (Lestari, 2009: 49)

Cuplikan D.4:
“Tapi, di hadapannyaterletak secarik kertas dan polpen. Hanya saja, bukan untuk resolusi. Setelah sekian lama
merenung, Kugy pun menyambar pulpen dan mulai menulis: Neptunus, kali ini saya benar-benar berharap
surat ini betulan sampai ke laut.kenapa begitu? Karena saya kepingin jujur: saya kangen sekali. Saya
kehilangan sekali. Dan, saya merasa, malam ini dia dekat sekali dengan laut. Titip salam, ya. Awas kalau nggak
disampein. Saya mogok jadi agen” (Lestari, 2009:290).

Cuplikan D.5:
“Di tepi pantai, Keenan melamun mmenatap ombak laut. Menyadari bahwa akan selalu ada saat di mana ia
merasa barus berhenti, memikirkan sosok satu ini. Kamu pasti senang sekali kalau bisa di sini... dekat dengan
laut... kamu pernah bilang, suara ombak adalah lagu alam yang paling merdu. Napas Keenan menghela
panjang. Sedang apa kamu sekarang, Kecil?” (Lestari, 2009: 291).

Cuplikan D. 6 :
“Diam-diam ia mengamati kedua anak laki-lakinya yang terpaut jarak umur enam tahun, dan menyadari
berbeda keduanya. Jeroen yang ekstrover, atletis, diplomatis, senang bergaul dan berorganisasi, adalah cetaka
biru ayahnya. Sementara Keenan yang introver, halus, tidak menyukai keramaian, dan lebih senang
menyendiri untuk melukis, adalah cetakan biru dirinya.” (Lestari, 2009:15).

Cuplikan D.7:
“Noni memandang temannya dengan khawatir. Rambut sebuahu Kugy sebagaian naik ke atas seperti disasak
setengah jadi. Bajunya mendekati compang-camping. Jaket jins kegombrongan milik Karel yang digondol Kugy
detik-detik terakhir sebelum ia berangkat ke Bandung itu pun tentu tidak membantu. Belum lagi jam tangan
plastik Kura-kura Ninja yang nyaris tak pernah lepas dari pergelangan tangannya. Lalu sandal khusus kamar
mandi dari bahan plastic berwarna pink elektrik seolah menyempurnakan "keajaiban" penampilan Kugy sore
itu. Namun, Kugy berjalan mantap keluar menantang dunia, disambut Eko yang kontan meringkuk-ringkuk
tertawa melihat pemandangan nyentrik itu. (Lestari, 2009:18).

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 73

Cuplikan D.8:

"Kapan mulai beres-beres, Gy? Buku-buku lu yang banyak banget itu dipaket aja ke Bandung, nggak usah bawa
sendiri. Bagasi mobilnya Eko kan kecil, nanti ngak bakal muat. Lu bawa baju-baju aja, ya? Tiket kereta api
udah pesan, belum? Lagi penuh lho. Ntar terpaksa beli di calo. Sayang duit.""Non, lu tuh lebih cerewet dari tiga
nyokap gue dijadiin satu. Serius.""Minggu depan, pokonya nggak mau tahu, lu harus udah sampai di Bandung.
Mobil Eko udah gua suruh masuk bengkel dulu biar nggak mogok pas ngejemput lu ke stasiun. Habis itu kita
langsung keliling buat belanja kebutuhan lu. Kamar lu udah gue sapu-sapu dari kemarin. Pokoknya tahu beres,
deh." "Tapi lu juga lebih rajin dari tiga pembantu gua dijadiin satu." (Lestari, 2009: 6).

Cuplikan D.9 :
“Alah! Gombal! Kenal aja belum!” semprot Noni. “Kamu kan kenal aku justru setelah aku pindah. Gara-gara
pernah ketemu aku di rumah Kugy kan? Ya mungkin waktu itu kamu masih jadi pelanggan setia taman
bacaannya dalam rangka pe-de-ka-te! Baru deh, sok akrab, sok udah naksir aku dari kelas 1, padahal aku yakin
kamu tahu aku aja enggak,” cerocos Noni sengit. (Lestari, 2009:34).

Cuplikan D.10:
“Nah, itu dia!” Dan, banjiran kalimat berikutnya terus mengalir tanpa jeda.

Kugy menunggu sambil memanyunkan mulut dan memeras ujung–ujung kausnya yang basah. Ia memang tak
akan pernah bisa menang jika beradu mulut dengan Joshua, Pacarnya sejak dua tahun terakhir. Kendati
begitu, Joshua pun sering kali mati kutu jika berhadapan dengan Kugy. Buktinya, dia harus merelakan
namanya yang indah “dirusak” menjadi “Ojos”, dan hanya Kugy satu-satunya di dunia yang berani melakukan
itu” (Lestari, 2009:32).

Cuplikan D.11:
“Gua punya saudara, sepupu ngak langsung sih, tapi hubungan kita lumayan deket. Dia lama tinggal di
Melbourne. Sekarang ini dia lagi cuti kuliah, pulang ke Indonesia buat magang di perusahaan bokapnya. Dia
mau main ke Bandung minggu depan. Pas banget momenya dengan Keenan pulang dari Bali,” Noni
Melanjutkan” (Lestari, 2009:94)

Cuplikan D.12:
“Yakin?”tanya Noni dan Eko hampir berbarengan. Nggak ngrepotin?” Kugy menyusul bertanya. Keenan
menggeleng mantap, lalu melepas keduanya pulang. Tinggal ia, Kugy dann bebunyian serangga malam”
Lestari, 2009: 422).

Cuplikan D.13:
“Dua belokan dari rumah Kugy, ada sebuah kali. Meski berair cokelat, arus kali itu mengalir lancar dan tidak
mampat seperti kebanyakan kali di Kota Jakarta.” (Lestari, 2009:12).

Cuplikan D.14:
“Tidak adik yang lebih dahsyat faripada gabungan gerimis hujan di luar dan selimut hangat di dalam kamar.
Demikian prinsip Kugy. Meringkuk di tempat tidur sepanjang sore sambil bermimpi indah adalah misinya sore
itu.” (Lestari, 2009:17).

Cuplikan D.15:
“Lautan penumpang kereta api telah melewati tiga sekawan itu sejak sepuluh menit yang lalu, tapi mereka juga
belum juga menemukan objek jemputannya. Noni dan Kugy sudah mulai resah.” (Lestari, 2009: 20).

Cuplikan D.16:
“Keajaiban yang dimiliki Keenan punya tanggal kadaluwarsa. Cukup enam tahun saja. Orang tuanya
bertengkar hebat seminggu sebelum akhirnya memutuskan bahwa ia, anak pertama mereka, dilepas ke negeri
orang. Padahal keenan tidak merasa di negeri orang. Bukankah di kota ini mamanya dilahirkan dan menjadi
pelukis, sampai akhirnya pergi ke Indonesia dan berhenti menjadi pelukis? Keenan tidak tahu persis apa yang
terjadi. Bagaimana mungkin orangtuanya, sumber dari bakat melukis yang mengalir dalam darahnya, justru
ingin memadamkan apa yang mereka wariskan?” (Lestari, 2009:3).

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 74

Cuplikan D.17:

“Non problemo,” Kugy tersenyum lebar, “sebetulnya, sih, aku kepingin ngobrol, tapi ya udah, nanti-nanti aja.”
“Tentang?” “Mmm….,” Kugy berpikir sejenak, “udah hampir dua minggu aku kasih majalah yang ada cerpenku
itu, tapi… he-he… kok, kamu belum komentar,” Kugy mesem-mesem, “ngak maksa, sih…Cuma penasaran.”
“Keenan menarik napas panjang untuk kali ke duaa. “Boleh jujur?” tanyanya. “Harus, dong!” seru Kguy
mantap. “Saya ngak suka.” Letupan dalam hati Kugy mendadak seperti dibanjur air dingin. Padam. Air
mukanya seketika berubah meski ia berusaha tampil tenang” (Lestari, 2009:65).

Cuplikan D.18:
“Buat orang yang ngak tahu kamu, Cerpen itu mungkin baik, tapi, saya merasa dongeng-dongeng kamu jauh
lebih autentik, lebih orisinal, dan lebih mencerminkan kamu yang sebenarnya. Dalam Cerpen itu, saya tidak
menemukan diri kamu. Yang saya temukan adalah pengarang yang pintar merangkai kata-kata, tapi ngak ada
nyawa,” sambung Keenan lagi. “Seluruh persediaan tubuh Kugy serasa dikunci. Kata-kata Keenan seolah
menyulapnya menjadi patung. Ia Cuma bisa merasakan air ludahnya tertelan seperti bola bakso yang tak
sempat terkunyah. “Maaf ya, Gy. Kalau memang kamu kepingin saya jujur, ya itulah opini saya. Ngak kurang,
ngak lebih” (Lestari, 2009:65-66).

Cuplikan D.19:
“memangnya Keenan mau dicomblangin gitu? Kok, gua ngak yakin,” kata Kugy. Ia sungguh tidak bia
memaksakan diri untuk tampak antusias dengan proyek Noni. “Jangan ketahuan, dong. Semuanya harus natu-
ral,” Noni mengeja, “yang tahu percomblangan ini cukup kita bertiga doing.” “Kalian berdua aja, deh. Gua ngak
bakat nyomblangin orang. Statistik kegagalan gua seratus persen,” sahut Kugy malas. Tubuhnya yang tadi
tegak kini kembali bersandar ke kursi. “Lu, kok, pesimis Gitu, Gy,” tukas Eko. “Bayangkan, nanti kita bisa triple-
date. Gua dan Noni, lu dan Ojos, Keenan dan-siapa namanya?” “Wanda” (Lestari, 2009: 94-95).

Cuplikan D.20:
“Mendengar nama itu, kembali rasa tidak nyaman merambati tubuh Kugy. Ia merasa makin tidak beres.
Ditatapnya Noni yang juga menatapnya dengan tatapan menunggu. Entah kenapa, tiba-tiba Kugy merasa Noni
bukanlah orang yang tepat untuk diajak bicara masalah ini, tidak dengan adanya proyek percomblangan yang
sepertinya betul-betul diseriusi sahabatnya itu. “Kenapa, Gy?” Noni bertanya lagi.
“Nggak. Nggak jadi. Gua lupa mau ngomong apa. He-he. Sori.” Kugy pun bangkit berdiri” (Lesatri, 2009:96).

Cuplikan D.21:
“Kugy menggeleng lagi. “No. YOU Wake up! Nggak peduli galeri bilang apa, ngak peduli orang-orang itu punya
pengalaman apa, harusnya kamu yakin sama diri kamu sendiri.”
“Bener banget,” balas Keenan tegas. “Saya harus bangun dan lihat kenyataan. Dan, ini realitasnya. Lukisan saya
Cuma jadi sarana seorang Wanda yang Cuma mau pedekate. Dan ketololan sayalah yang memungkinkan dia
melakukan itu semua” (Lestari, 2009:235).

Cuplikan D.22:
“Seketika Kugy bungkam. Dengan sedikit gemetar tangannya membereskan sisa barangnya yang tercecer, lalu
ia menyandangkan tasnya di bahu. Bersiap pergi dari sana. “Ternyata selama ini aku ketinggian menilai
kamu…,” desisnya tanpa lagi menatap Keenan. Tak lama, langkah-langkahnya yang besar membawa Kugy
dengan cepat menghilang di balik rimbunan bambu. Ia berjalan buru-buru tanpa menoleh. Di tempatnya,
Keenan duduk diam dan hanya sanggup menatapi. Banyak kata yang ia sesali, tapi terlanjur terucap. Namun,
untuk menahan Kugy, ia bahkan tak punya percaya diri yang cukup untuk itu. Angin dingin yang berembus
menyentuh kulitnya seolah menembusi pori, memasuki nadi, dan meninggalkan perasaan kehilangan yang
menjalar ke seluruh tubuh. Mendadak, Keenan menggigil. Tak hanya kehilangan, ia pun merasa ditinggalkan”
(Lestari, 2009:236)
.
Cuplikan D.23:
“Tapi, di hadapannya terletak secarik kertas dan polpen. Hanya saja, bukan untuk resolusi. Setelah sekian
lama merenung, Kugy pun menyambar pulpen dan mulai menulis: Neptunus, kali ini saya benar-benar
berharap surat ini betulan sampai ke laut.kenapa begitu? Karena saya kepingin jujur: saya kangen sekali. Saya

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 75

kehilangan sekali. Dan, saya merasa, malam ini dia dekat sekali dengan laut. Titip salam, ya. Awas kalau nggak
disampein. Saya mogok jadi agen” (Lestari, 2009:290).

Cuplikan D.24:
“Keenan berdiri termangu menatap itu semua. Sebutir air matanya mengalir. Diusap pelan. Dan, ia pun
beranjak dari sana. Dari kejauhan, seseorang memandangi mereka berdua. Pak Wayan merasa dirinya
terpecah menjadi dua. Sebagian dirinya hancur bersama Luhde. Dan, sebagian lagi bahagia tak terhingga
untuk Keenan. Akhirnya, Keenan mendapat kesempatan yang tak pernah ia miliki dua puluh tahun lalu.
Kesempatan untuk dipilih cinta, dan berserah pada aliran yang membawanya Ke mana pun itu. Hati selalu
tahu” (Lesatri, 2009:540).

PELATIHAN KE-7

1. Temukan idiom yang terdapat dalam teks novel Perahu Kertas, kemudian tentukan maknanya!

No Cuplikan Novel Idiom Makna Idiom

1 Kendati begitu, Joshua pun sering kali mati mati kutu tidak berdaya
kutu jika berhadapan dengan Kugy.

2

3

4

5

6

7

8

9

10

2. Tentukan majas tepat untuk cuplikan novel berikut!

No Cuplikan Kalimat Novel Jenis Majas

1 “Papa khawatir, Amsterdam akan menghidupkan seorang seniman
dalam diri anaknya”. (Lestari, 2009:2)

“Keenan pun tak akan mengenali sepupuhnya jika saja tidak

2 menemukan kedua mata bundar yang dinaungi bulu-bulu lentik yang
sejak dulu menjadi ciri khas Eko, yang membuatnya dulu dipanggil “si
Cowok Cantik” (Lestari, 2009:29).

3 “Cowoknya dia, si Ojos, lagi ngapelin dia ke Bandung”. (Lestari,

2009:63)

4 “Kugy terdiam. Banyak hal berkecamuk di benaknya, tapi lidahnya
seperti kelu. Tidak tahu harus bereaksi apa”. (Lestari, 2009:183)

5 “Hatinya seketika tersayat dan teriris melihat anaknya sendiri muncul
sembunyi –sembunyi seperti narapidana kabur dan takut tertangkap”.

(Lestari, 2009:245).

6 “Meskipun perkataan Keenan, Wanda tertawa lepas. “Aku, tuh, kayak
pacaran sama homo, tahu nggak!” katanya lantang.” (Lestari, 2009:219)

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 76

No Cuplikan Kalimat Novel Jenis Majas

7 “Keenan memandangi kertas-kertas di pangkuannya.” (Lestari,
2009:242).

8 “Keenan .... di mana kamu sekarang, Nak? Betahun baru di mana?
Apakah kamu kesepian? Kelaparan? Kedinginan?” (Lestari, 2009:269).

9 “....Iya, saya Kugy...,” katanya sambil mengangguk. Curiga. “Yang lagi
magang di AdVocaDo, kan?....”(Lestari, 2009:358).

“Pergi, sana! Wanda berteriak marah, tangannya mengacung menunjuk

10 ke arah pintu. “Pulang aja ke Bandung, balik ke kotak sabun busuk itu!

Pergi!”(Lestari, 2009:220).

3. Tentukan padanan kata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia

No Kata dari Bahasa Asing Padanan Kata dalam Bahasa Indonesia

1 account Akun

2 add on

3 broker

4 browser

5 channel

6 chat

7 contact person

8 copy

9 cyber

10 device

11 download

12 e-mail

13 edit

14 efektif

15 efisien

.

4. Temukan kata-kata sapaan yang terdapat dalam cuplikan novel Bintang dan Perahu Kertas, lalu
buatlah kalimat dengan bahasa Anda sendiri dengan kata-kata sapaan tersebut!

No Kata Kalimat dalam Teks Novel Kalimat
Sapaan

1

2

3

4

5

6

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 77

No Kata Kalimat dalam Teks Novel Kalimat
Sapaan

7

8

9

10

11

12

13

14

15

D. Merancang Novel atau Novelet dengan Memperhatikan Isi dan Kebahasaan

Novel merupakan karangan prosa yang mengandung rangkaian cerita kehidupan. Dalam subbab ini,
Anda akan merancang novel dengan memperhatikan isi dan kebahasaannya. Perancangan novel dapat
dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
(1) menentukan tema,
(2) menentukan alur,
(3) menciptakah atau menetapkan tokoh dan penokohan,
(4) menentukan konflik,
(5) menentukan sudut pandang,
(6) menentukan setting atau latar.

Langkah pertama ialah menentukan tema. Tema merupakan topik dasar cerita. Tema cerita harus fokus
sehingga tidak terlalu melebar ceritanya. Tema cerita dapat diambil dari permasalahan-permasahan
kehidupan. Agar tidak melebar, tema cerita difokuskan dengan beberapa subtema. Selanjutnya,
pengembangan ceritanya didasarkan pada subtema-subtema yang telah ditentukan.

Langkah kedua ialah menentukan alur atau jalan cerita. Alur merupakan urutan peristiwa dalam cerita.
Dalam sebuah cerita, alur harus tercakup secara keseluruhan sehingga tidak ada bagian cerita yang tidak
berhubungan. Bagian awal, tengah, dan akhir cerita harus terhubung.

Ada banyak cara untuk menyusun alur. Di antaranya adalah cara kronologis dan cara flashback. Cara
kronologis, yaitu menyusun peristiwa-peristiwa dalam cerita berdasarkan urutan waktu dari bagian awal,
tengah, dan akhir. Cara flashback, yaitu menceritakan peristiwa masa lalu di tengah cerita.

Langkah ketiga ialah menciptakan tokoh dan penokohan. Tokoh atau pelaku terdiri atas tokoh utama
dan tokoh figuran. Penokohan adalah karakteristik atau sifat-sifat tokoh. Penokohan dapat berupa gambaran
fisik (jenis kelamin, wajah, mata, rambut, pakaian, umur, pekerjaan, cara berjalan), gambaran kejiwaan dan
emosi (perilaku, kesedihan, kemarahan, dan sebagainya).

Langkah keempat ialah menentukan konflik. Secara psikologis, konflik dalam novel dapat berpengaruh
kepada tingkah laku tokoh dan penokohan. Konflik dibedakan atas konflik fisik, konflik batin, konflik sosial,
konflik internal, dan konflik eksternal. Konflik fisik merupakan konflik yang disebabkan adanya pertentangan
secara fisik antara tokoh dengan lingkungan sekitar. Konflik batin merupakan konflik yang disebabkan adanya
pertentangan batin dalam diri tokoh itu sendiri. Kolflik sosial merupakan konflik yang disebabkan adanya
reaksi antarmanusia di dalam masyarakat. Konflik dalam cerita (novel) harus menarik. Agar menarik, konflik

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 78

dapat dimunculkan dengan beberapa hal, misalnya dengan adegan percintaan, dengan permasalahan,
hambatan, pertengkaran, dan adegan tidak terduka.

Langkah kelima ialah menentukan sudut pandang. Sudut pandang merupakan cara pengarang
memandang cerita. Sebagaimana dijelaskan dalam uraian terdahulu, sudut pandang terdiri atas sudut
pandang orang pertama, sudut pandang orang ketiga, dan sudut pandang campuran.

Langkah keenam ialah menentukan setting atau latar. Sebagaimana Anda pahami di kelas XI dan di
dalam uraian terdahulu, latar cerita terdiri atas latar tempat, waktu, dan suasana. Latar cerita sebaiknya
digambarkan dengan menarik, seolah-olah terjadi secara nyata, bahkan melebihi kenyataannya. Latar setidak-
tidaknya digambarkan secara objektif, subjektif, fakta, dan rasa.

PELATIHAN KE-7

Setelah Anda pahami langkah-langkah di atas, bentuklah kelompok yang terdiri atas 2 atau 3 siswa,
kemudian buatlah rancangan novel dan kembangkan menjadi sebuah novel dengan mengikuti
perintah dalam pelatihan berikut!

1. Tentukan tema cerita yang akan Anda kembangkan menjadi novel!
______________________________________________________________________________________________________________________

2. Tentukan alur yang akan Anda gunakan dalam novel!
a. Bagian awal:
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________

b. Bagian tengah:
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________

c. Bagian akhir:
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________

3. Tetapkan tokoh dan karakter tokoh yang akan Anda perankan dalam novel!
a. Tokoh Utama:
_______________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________

Karakter Tokoh Utama:
_______________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________

b. Tokoh Figuran:
_______________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 79

Karakter Tokoh Figuran:
_______________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________

4. Tentukan konflik yang akan Anda masukkan dalam novel!
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________

5. Tentukan sudut pandang yang akan Anda terapkan dalam novel!
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________

6. Tentukan latar cerita yang akan Anda gambarkan dalam novel!
a. Latar Tempat:
_______________________________________________________________________________________________________________________

b. Latar Waktu:
_______________________________________________________________________________________________________________________

c. Latar Suasana:
_______________________________________________________________________________________________________________________

A. SOAL PILIHAN GANDA adalah segera menghubungi sekutu di Klan Matahari.
1. Cermati cuplikan novel berikut! Mereka harus tahu secepatnya. Setelah semua pihak
bertemu, berunding, kita baru bisa memutuskan
“Kadang kala aku gagal. Itu benar. Entah rencana terbaik. Perang antarklan tidak pernah
berapa kali aku meledakkan sesuatu di basement. menjadi solusi terbaik. Jika mendengarkan cerita
Tapi itu tidak membuatku kapok. Kadang aku anak-anak ini, teknologi Klan Bintang jelas lebih maju
menemui jalan buntu, harus melupakan dibanding kita. Mereka bahkan bisa mengalahkan
eksperimen penting, menyingkirkan benda-benda Faar, keturunan langsung Klan Bulan yang usianya
tidak berguna, setengah jadi, tapi aku tidak akan ribuan tahun.”
berhenti. Karena aku menyukainya, passion, hobi,
mimpi-mimpi, semangat, entah apa lagi kata yang “AV BENAR.” Panglima Tog mengangguk. “Kita
tepat menggambarkannya.”(Bintang, 2017). tidak bisa memutuskan ini sebelum bertemu petinggi
Informasi penting yang disampaikan pengarang Klan Matahari. Apakah perapian milikmu masih
dalam cuplikan novel tersebut adalah tentang .... menyala, Av? Aku dan selena akan segera berangkat
A. persahabatan tidak mengenal batas menuju ke sana, menemui Ketua Konsil Matahari.”
B. perjuangan tidak mengenal putus asa (Bintang, 2017).
C. berjuang dengan melupakan segala rintangan
D. perjuangan melawan nasib 2. Informasi penting yang disampaikan pengarang
E. berjuang menyukai hobi dan mimpi-mimpinya dalam cuplikan novel tersebut adalah tentang ....
A. Kita tidak boleh meremehkan kemampuan
Cermati cuplikan novel berikut untuk soal nomor teman.
2, 3, dan 4! B. Dalam pemecahan masalah perlu banyak
pertimbangan
“Aku tidak bilang kita akan diam berpangku C. Pemecahan masalah perlu dilakukan
tangan,” Av balas berseru. “Tapi masalah ini tidak bersama-sama
sesederhana itu. Hal pertama yang harus kita lakukan

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 80

D. Dalam berperang perlu mempertimbangkan B. orang pertama serba tahu
kekuatan lawan. C. orang ketiga sebagai tokoh utama.
D. orang ketiga serba tahu.
E. Penyelesaian masalah yang penuh dengan E. orang pertama di luar cerita.

emosi.

3. Topik yang dikemukakan pengarang dalam
cuplikan novel tersebut adalah .... Cermati cuplikan novel berikut untuk soal nomor
8, 9, dan 10!
A. Peperangan D. perjuanagan
“Bukan, gila. Gua baru ditelepon sama Wanda.
B. Petualangan E. persahabatan Aduuuh…. Senang banget gua….” Noni terkikik-kikik
C. perundingan sendiri. “Tadi Wanda sama Keenan kencan berdua,
gitu. Terus, ngak tahu gimana, pokoknya Wanda
4. Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam akhirnya nembak si Keenan… monyong, ya? Dasar
cuplikan novel tersebut adalah .... cowok-cowok sekarang. Bikin susah aja. Kok, bukan si
A. orang pertama di luar cerita Keenan yang nembak duluan, coba? Emang dia
B. orang pertama sebagai tokoh utama makhluk aneh sih, kayak elu. Nggak bisa ditebak
C. orang ketiga serba tahu. maunya apa. Terus… “Noni mengambil napas,
D. orang ketiga sebagai tokoh utama mengatur antara tawa dan kata-kata yang
E. orang ketiga di luar cerita berbalapan di mulutnya.

Cermati cuplikan novel berikut untuk soal nomor Sementara itu, mulut Kugy seperti memahit.
5, 6, dan 7! Jantungnya terasa berdebar lebih kencang menunggu
kelanjutan cerita Noni.” (PK, 2017)
“Meski tempat mereka berdiri sangat berisik,
Kugy dapat mendengar Keenan berbisik di sela-sela 8. Dalam cuplikan novel tersebut, penokohan
rambutnya yang berkibar ditiup angin. Entah Keenan
berbisik untuknya, untuk dirinya sendiri, atau untuk Keenan digambarkan pengarang sebagai seorang
mereka berdua. Namun, dengan jelas Kugy yang ....
menangkap tiga kata yang dibisikkan keenan: Bulan,
perjalanan, kita….” A. teguh pendirian D. mempunyai masa lalu

Baru ketika duduk di bangkunya yang B. bimbang E. sombong dan angkuh
bersebelahan dengan jendela, Kugy menyadari bahwa
bulan bersinar benderang di angkasa. Tanpa bisa C. egois
ditahan, Kugy merasa pelupuk matanya menghangat,
dan pandangannya berkaca-kaca. Ingin rasanya ia 9. Dalam cuplikan novel tersebut, penokohan Kugy
membungkus bisikan Keenan tadi, menyimpannya di
hati. Tiga kata yang tak sepenuhnya ia pahami, tapi digambarkan pengarang sebagai seorang yang ....
nyata ia alami saat ini. Bulan. Perjalanan. Mereka A. Bimbang D. teguh pendirian
berdua.” (PK, 2017)
B. Cemas E. serba ingin tahu

C. galau

10. Latar suasana yang digambarkan pengarang

dalam cuplikan tersebut adalah ....

5. Pandangan pengarang yang dituangkan dalam A. Gaduh D. sepi
cuplikan novel tersebut adalah tentang ..... B. Sedih E. tegang

A. Persahabatan D.percintaan C. santai

B. Perjalanan E. pemandangan Cermati cuplikan novel berikut untuk soal nomor
C. pendekatan 11 dan 12!

6. Dalam alur cerita, tahapan cerita yang “Fiat kuning ituberdesakan dengan mobil-mobil
lain yang menyusuri Jalan Dago pada malam Minggu.
digambarkan cuplikan novel tersebut terdapat Kugydan Keenan di bangku belakang. Eko mengemudi,
pada bagian ....
di sampingny aada Noni yang tengah bertelepon
A. Perkenalan D. konflik dengan seseorang. Noni mematikan ponselnya dengan
lega. "Guys, Mas Itok berhasil dapat empat tiket
B. Perumitan E. peleraian barisan agak depan, sih. Tapi lumayanlah daripada lu
manyun". "Sebagai geng midnight yang professional,
C. Penyelesaian

7. Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam A. Petualangan D. percintaan
novel tersebut adalah sudut pandang .... B. Persahabatan E. perjuangan
A. orang pertama sebagai tokoh utama. C. persaudaraan
kita memang harus punya koneksi kayak Mas

Itok. Hidup Mas Itok!" seruEko.”(PK, 2017).

11.Tema yang diungkapkan pengarang dalam
cuplikan novel tersebut adalah ....

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 81

12.Unsur ekstrinsik yang memengaruhi penciptaan pernah ada apa-apa di antara gua sama Eko
novel dalam cuplikan tersebut adalah .... selain temenan doang."
B. Hujan seperti berlari kian kemari. Guntur
A. Pendidikan D. sosial saling menggertak di atas sana. Badanku
basah kuyup. Ujung rambutku masih
B. Kejiwaan E. moral meneteskan air ketika aku akhirnya sampai di
Sekeloa.
C. keuniversalan C. Kak Ratna ikut memujiku. Untuk pertama
kalinya, saat memandang dia dan Kak Ratna
13.Cermati cuplikan novel berikut! bergantian, aku tiba-tiba merasa satu level
“Terakhir, ingatannya berlabuh pada lebih baik dibandingkan "cewek artis" ini.
D. Aku semakin jarang melaporkan kejadian itu.
bisikan Keenan yang ia simpan, yang ia kenang Lagi pula dia pasti dengan rileks akan
hampir setiap malam. Tiga kata yang selalu berkomentar hal yang sama. Banyak
menjadi penyejuk bagi hatinya. Bulan, Perjalanan, bergurau.
kita. Kugy menggeleng lagi. Bulan yang sama ada E. Hanya aku dan adikku yang tahu rahasia
di angkasa malam ini. Namun, rasanya lain sekali. besar itu. Yang kedua, penjaga toko
Membayangkannya saja terasa begitu pedih di menegurku. Bukan menegur Kak Ratna.
mata. Kugy mengusap matanya yang basah. Sekali.
Dua kali. Dan, beberapa kali pun ia mengusap, air
mata itu tak kunjung berhenti
mengalir.”(PK,2017).

Berdasarkan alurnya, novel tersebut Cermati cuplikan novel berik untuk soal 19 dan

dikembangkan dengan menggunakan alur .... 20!
A. Progresif D. regresis Hujan lebat dan guruh masih bersahut-sahutan di

B. maju mundur E. kronologis luar sana. Lamat-lamat, lonceng berdentang di luar.
Waktunya ke masjid. Dia pasti segera mengambil
C. klimaks keputusan.

Cermati cuplikan novel berikut untuk soal nomor Ustad Torik menghela napas panjang.
14 dan 15! "Kali ini saya maafkan karena hujan, lain kali, tidak
ada toleransi!"
“Wajah Sekretaris Dewan Kota seperti kepiting Mungkin hujan dan guruh yang terus ribut telah
rebus. Dia akhirnya paham apa yang terjadi. Dia membela kami. Mungkin mood-nya sedang baik.
menatap kumbang kecil yang beterbangan di sekitar Mungkin dia keberatan lantai kantornya basah oleh
kami. Bertahun-tahun dia menyimpan rahasia ini kami. Mungkin dia kasihan melihat kami kedinginan
dalam kategori Top secret, hari ini justru dialah yang
memberitahukannya ke seluruh Klan Bintang, dan datang tergopoh-gopoh. Yang jelas dia memaafkan
mengakui rencana jahat tersebut. Sekretaris Dewan keterlambatan kami kali ini. Alhamdulillah.
Kota Meraung marah, kalap, memutuskan hendak
menekan tombol di Remote control transparan. Tidak Seandainya... seandainya dia tahu kami terlambat
penting lagi siapa pun telah tahu, dia tetap visa karena lewat pesantren putri dan berhenti pula di
meneruskan rencana.” (Bintang, 2017). depan bioskop, kami mungkin sudah menjelma menjadi
murid berkepala botak seperti Cuplis dalam film Si
Unyil.
(Negeri 5 Menara, A. Fuadi)

14. Dalam struktur teks novel, cuplikan tersebut 19. Penyebab konflik pada cuplikan novel di atas
adalah ....
terdapat pada bagian.... A. hujan dan guruh yang masih bersahut-
A. Abstrak D. orientasi sahutan di luar sana
B. si kami kedinginan dan datang tergopoh-
B. Komplikasi E. evaluasi gopoh
C. Ustad Torik marah besar
C. resolusi
D. si kami datang terlambat
15. Jenis majas yang digunakan pengarang dalam E. si kami lewat pesantren putri dan berhenti di

kalimat pertama cuplikan tersebut adalah .... depan bioskop

A. Personifikasi D. metafora
B. Simile E. hiperbola

C. paradoks

18. Kutipan novel yang mengandung konflik fisik 20. Tahap pengembangan konflik yang terjadi pada
adalah .... cuplikan novel di atas adalah ....
A. "Non ... lu salah sangka ... total!" Kugy sampai
menahan napas saking kagetnya. "Gua nggak A. antiklimaks D. pengenalan
ada niatan kayak gitu sama sekali ... nggak B. klimaks E. resolusi
C. pemunculan masalah

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 82

B. SOAL URAIAN
Cermati cuplikan novel berikut!
“Keenan mengamati sekali lagi. Perempuan mungil setinggi dagunya, kelihatan seperti anak SMP, gaya
berbusana tidak juntrungnya, rambut seperti orang baru kesetrum, kedua mata membelalak seperti
mengancam. Mendadak Keenan menyesal telah memanggil.
“Ada apa, ya?” tanya Kugy dengan suara dibesar-besarkan. Berusaha sangar.
Setengah mati Keenan menahan senyum gelinya yang spontan ingin membersit. Ternyata ia
berhadapan dengan anak kucing yang berusaha jadi singa.
“Nggak pa-pa. saya salah mengenali orang. Saya pikir tadinya kamu… emmm. Maaf, ya.” Keenan mulai
bingung menjelaskan, dan akhirnya hanya tersenyum lebar lalu ambil langkah seribu. Namun, dalam hati ia
tahu, ia tidak akan pernah melupakan wajah itu.” (PK, 2017).

1. Berikan pandangan Anda terhadap karakter Kugy dalam cuplikan novel tersebut!

______________________________________________________________________________________________________________________

Cuplikan novel berikut digunakan untuk soal nomor 2 dan 3.
“Sekretaris Dewan Kota diam sejenak, membiarkan kami memahami kalimatnya.
“Aku juga punya kabar buruk buat kalian. Kalian bisa saja membarakan pasak bumi ini runtuh,

dengan cara mengalirkan kembali magma perlahan-lahan, membuat lubang di keramik bagian atas sana.
Tapi sialnya, itu sama saja dengan membuat gempa kecil, bukan? Keramik besar ini persis berada di atas
Penjara Bayangan di Bawah Bayangan. Cukup gempa kecil untuk membuat ruangan itu retak, segelnya
terbuka, si Tanpa Mahkota bisa keluar dari penjaranya. Atau pilihan kedua, membiarkan pasak itu runtuh
dan si Tanpa Mahkota terkubur di bawahnya.” Sekretaris Dewan Kota terkekeh. “Silakan mengambil pilihan
yang sulit, Ali. Selamatkan pasak bumi dengan membuat lubang kecil di keramik, maka kalian melepaskan si
Tanpa Mahkota, seseorang yang amat membenci orang-orang biasa, membenci ibu tirinya yang dulu
mengirimnya ke penjara. Atau biarkan pasak runtuh, dan seluruh masalah dua ribu tahun lalu selesai. Dunia
paralel akan damai, hanya dihuni orang-orang biasa. Memilih yang pertama atau yang kedua, kalian tetap
tidak memenangkan permainan ini.”

Aku dan Seli Sekali lagi saling tatap. Apakah Sekretaris Dewan Kota sungguhan? Di bawah sana letak
Penjara Bayangan.” (Bintang, 2017)

2. Berikan tanggapan Anda terhadap karakter Sekretaris Dewan Kota dalam cuplikan novel tersebut!
_________________________________________________________________________________________________________________________

3. Apakah saran Anda kepada tokoh Aku, Ali, dan Seli dalam menghadapi permasalahan dalam cuplikan
novel tersebut?
_________________________________________________________________________________________________________________________

Cuplikan novel berikut digunakan untuk soal nomor 4 dan 5!
“Aku meminta izin pada Mama dan Papa, bilang bahwa aku akan menginap di rumah Seli. Mama

mengangguk memberi izin – tidak banyak bertanya. Sebenarnya Mama punya banyak sekali pertanyaan.
Matanya tidak bisa menutupi hal itu, tapi aku tidak banyak bercerita sejak pulang, menyimpan semuanya rapat-
rapat. Papa sepertinya mencegah Mama bertanya tentang dunia paralel. Itu bukan topik percakapan menarik.
Saat sarapan bersama atau makan malam, Papa memilih membahas tentang kantor, pabrik, dan pekerjannya.
Papa sesekali bertanya tentang sekolahku atau menggoda Mama dengan mengomentari masakannya. Papa
tidak pernah kehabisan ide untuk membuat meja makan ceria oleh tawa, membuatku sejak lupa tentang perang
besar yang akan meletus atau tentang siapa ayah dan ibuku sebenarnya.” (Bintang, 2017).

4. Temukan unsur ekstrinsik yang terdapat di dalam cuplikan novel tersebut!
_________________________________________________________________________________________________________________________

_________________________________________________________________________________________________________________________

5. Jelaskan dengan argumentasi terhadap temuan Anda pada nomor 4!

_________________________________________________________________________________________________________________________

_________________________________________________________________________________________________________________________

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 83

TEKS ARTIKEL

Bahasa menunjukkan bangsa.

KOMPETENSI DASAR Setelah mempelajari materi, mengerjakan latihan, dan
kegiatan pada bab ini, peserta didik diharapkan mampu
1. Mengevaluasi informasi, baik (1) Menentukan permasalahan yang dikemukakan dalam
fakta maupun opini, dalam
sebuah artikel yang dibaca artikel;
(2) Menentukan opini dalam artikel;
2. Menyusun opini dan fakta dalam (3) Menentukan fakta dalam artikel;
bentuk artikel
(4) Menentukan ciri kebahasaan dalam artikel;
3. Menganalisis kebahasaan artikel (5) Menulis artikel berdasarkan opini yang telah
dan/atau buku ilmiah
disampaikan;
4. Mengonstruksi sebuah artikel (6) Menentukan struktur artikel;
dengan memperhatikan fakta (7) Menentukan unsur kebahasaan artikel;
dan kebahasaan (8) Membenahi kesalahan kebahasaan dalam artikel;
(9) Melengkapi gagasan pokok dengan gagasan penjelas;
(10) Menulis artikel dengan memperhatikan fakta dan

kebahasaan.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 84

A. Mengevaluasi Informasi, Baik Fakta Maupun Opini dalam Sebuah Artikel
yang Dibaca

1. Menentukan Permasalahan yang Dikemukakan dalam Artikel

Anda pernah membaca artikel? Artikel merupakan tulisan yang dibuat oleh penulis untuk
menyampaikan gagasan-gagasannya. Gagasan dapat diperoleh setelah melakukan penelitian atau tanpa
penelitian (artikel nonpenelitian). Agar gagasan-gagasan penulis dapat diterima pembaca, penulis perlu
menyertakan kalimat-kalimat pendukung yang berupa fakta-fakta sebagai bukti. Fakta-fakta yang disertakan
harus sesuai dengan permasalahan-permasalahan yang diangkat oleh penulis artikel. Permasalahan tersebut
dapat berupa permasalahan bidang ekonomi, politik, sosial, budaya atau masalah-masalah bidang lainnya.
Berikut ini, Anda akan berlatih untuk menentukan permasalahan yang dikemukakan dalam artikel. Untuk itu,
bacalah cuplikan artikel berikut ini!

Cinta Punya Cita-Cita

Beberapa waktu yang lalu, dunia maya sempat ramai membicarakan sosok seorang gadis remaja
bernama lengkap Karin Novilda, atau yang lebih dikenal dengan nama Awkarin. Media sosial yang dimiliki
Awkarin disorot masyarakat karena foto-foto unggahannya di Instagram bersama sang pacar yang dianggap
sangat vulgar dan terlalu mengumbar kemesraan. Gaya berpacaran Awkarin juga dinilai kurang pantas untuk
dilakukan seorang remaja yang tinggal dalam masyarakat yang menganut budaya ketimuran layaknya
Indonesia. Namun tidak sedikit penggemar Awkarin yang justru menyambut baik foto-foto kemesraan
Awkarin tersebut dengan memberikan tanda pagar relationship goals pada setiap foto-foto unggahannya di
Instagram. Mengingat banyaknya jumlah penggemar Awkarin di Instagram, menjadikan gadis cantik ini layak
menyandang status sebagai selebgram atau selebritis instagram. Statusnya itu praktis membuat Awkarin
menjadi seorang tokoh yang membuat dirinya mempunyai potensi yang cukup besar untuk diteladani oleh
pengikut-pengikutnya di akun media sosial miliknya yang mayoritas kalangan usia remaja sebaya dengan
dirinya.

Sekilas tentang seorang Awkarin, sebagai seorang pelajar, Awkarin termasuk siswa dengan prestasi
akademik yang terbilang cukup cemerlang. Gadis berparas cantik ini pun menunjukan hal tersebut dengan
berhasil menamatkan sekolah menengah pertamanya dengan nilai Ujian Nasional rata-rata diatas sembilan.
Kecerdasannya tersebut dapat menjadi modal kuat bagi dirinya untuk membuka pintu masa depanyang cerah
serta meraih apapun cita-citanya dikemudian hari. Namun, semuanya berangsur-angsur berubah. Awkarin
nyatanya lebih memilih hubungan asmaranya ketimbang bangku sekolah. Hal ini dibuktikan ketika ia bahkan
rela melepaskan kesempatan menjadi mahasiswa fakultas kedokteran di Universitas Indonesia. Awkarin pun
melontarkan alasan yang membuatnya melepaskan kesempatan emasnya itu. Awkarin menyatakan bahwa
dirinya takut bila nantinya terlalu sibuk kuliah dan tidak memiliki cukup waktu untuk menemui sang pujaan
hati. Dengan alasan inilah Awkarin sekali lagi menjadi sorotan khalayak. Keputusan Awkarin terdengar konyol
bahkan miris bagi banyak orang, mengingat tidak mudah bagi remaja lain untuk dapat lolos ujian penerimaan
masuk ke Universitas Indonesia khususnya di bidang kedokteran seperti dirinya.

Fenomena Awkarin di jagat maya membawa masyarakat untuk mengetahui lebih jauh kedalam
kehidupan remaja dewasa ini. Banyak hal yang sungguh menarik untuk dikritisi. Lebih dari sekedar cinta yang
memang sudah tidak dapat dipungkiri lagi, masihkah cita-cita dan masa depan menjadi bagian kehidupan
remaja sekarang ini? Kata remaja berasal dari bahasa latin Adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh
menjadi dewasa. Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh sebagian besar ahli psikologis berkisar
dengan rentang usia 12 tahun hingga 21 tahun. Jelas dalam rentang ini, pelajar sekolah menengah pertama
dan menengah atas tergolong dalam kategori remaja.Banyak ahli psikologi mencoba mendefinisikan
pengertian remaja. Salah satunya seperti yang dikemukakan oleh Zakhiah Darajat, “Remaja adalah masa
peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan
masa perkembangan fisik maupun psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara
berpikir dan bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.” Hal senada juga diungkapkan
oleh sebagian ahli psikologis lainnya.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 85

Dalam masa remaja pelajar sekolah mengalami perkembangan fisik, psikis, dan pematangan fungsi
seksual atau biasa disebut dengan masa pubertas. Secara emosi terkadang remaja masih belum dapat
mengendalikan perasaanya. Hormon-hormon seksual yang baru mulai berfungsi menjadi salah satu pemicu
ketidakstabilan kondisi emosi para remaja. Emosi yang tidak stabil, dorongan seks yang menggebu, serta
rasapenasaran yang tidak terkendali seringkali menyebabkan para remaja terjerumus ke dalam perilaku seks
bebas dan berbagai perilaku buruk lainnya.

Pada usia ini remaja mulai mengenal cinta layaknya orang dewasa. Remaja pun mulai membangun
relasi romantis dengan lawan jenisnya. Relasi romantis inilah yang lebih dikenal dengan istilah pacaran di
kalangan remaja. Relasi romantis yang dibangun remaja atau pacaran merupakan sesuatu yang lumrah dan
wajar. Bagi para remaja pacaran adalah suatu kebutuhan yang layak dipenuhi dan tidak bisa mereka hindari.
Mereka sampai mau melakukan segala sesuatu demi mendapatkan pacar dan rela berkorban apa saja demi
sang pujaan hati.

Secara hukum seks bebas dapat diartikan sebagai hubungan seks yang dilakukan oleh laki-laki dan
perempuan tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah, yang biasanya terjadi dalam tahap pacaran.
Kebanyakan para remaja ini melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Cinta menjadi alasan paling
sederhana yang dapat dilontarkan oleh bibir mereka. Walau sejujurnya cinta sangatlah sulit untuk
didefinisikan dan untuk mendefinisikan apa itu cinta, remaja seolah-olah kehilangan logika. Karena cinta
remaja bahkan berani melakukan seks bebas. Karena cinta remaja melupakan sejenak cita- citanya. Karena
cinta remaja tidak berpikir panjang akan masa depannya.

Saat ini ada baiknya kita coba melihat seks bebas dari berbagai sisi. Jika ditinjau dari segi hukum dan
HAM secara tegas dalam KUHP pasal 284, “Perzinaan (persetubuhan di luar nikah) akan dikenakan sanksi bila
dilakukan oleh pria dan wanita yang telah menikah, itupun jika ada pengaduan dari pihak yang di
rugikan.”Pengertian dari undang-undang diatas adalah perzinaan atau seks bebas dilakukan oleh remaja yang
tentunya belum menikah, atas dasar cinta atau suka sama suka maka melakunya tidak dikenakan sanksi.
Sederhananya, seks bebas dilakukan orang yang tidak terikat pernikahan atas dasar suka sama suka, tidak
melanggar hukum. Dasar suka sama suka ini pulalah yang memantapkan seks bebas juga tidak melangagar
HAM, mengingat tidak adanya pihak yang dirugikan juga tidak adanya pihak yang dipaksa atau memaksa
melakukannya.

Meninjau dari sisi norma, baik norma kesusilaan maupun norma agama di Indonesia, perilaku seks
bebas sangat jelas tidak dapat dibenarkan apapun alasannya. Perilaku seks bebas dianggap sebagai perbuatan
berdosa yang terkutuk dan juga dianggap sebagai tindakan yang tidak terpuji. Namun, cukup sampai sebatas
anggapan saja. Tidak ada tindakan konkret sebagai ganjaran yang menjerat perilaku seks bebas.Kendati pun
demikian, kita tidak dapat menutup mata atas perilaku seks bebas di kalangan remaja. Tidak sedikit dampak
buruk yang ditimbulkan oleh perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja. Dampak buruk yang paling
konkret dan nyata terlihat jelas dari segi kesehatan, baik kesehatan fisik maupun psikis.

Penularan penyakit serta kehamilan merupakan dua hal yang merupakan akibat buruk yang tidak
dapat dihindari lagi dari perilaku seks bebas. Hubungan seks bebas sangat berpengaruh pada penyebaran
penyakit. Penyakit kelamin menular melalui pasangan dan beberapa penyakit lain juga dapat diturunkan pada
keturunan selanjutnya. Beberapa penyakit yang menyerang para pelaku seks bebas seperti, Herpes, HIV AIDS,
Raja Singa (Sipilis), dan yang lainnya. Semakin sering melakukan hubungan seks bebas, terlebih lagi jika
bergonta-ganti pasangan, maka semakin tinggi potensi tertular penyakit dan menularkan penyakit.

Dampak buruk selanjutnya adalah kehamilan. Akan menjadi permasalahan panjang jika kehamilan
sampai terjadi dalam perilaku seks bebas. Hamil di luar nikah di kalangan remaja dapat menghambat
segalanya, termasuk cita-cita dan masa depan remaja yang masih panjang. Dengan rentang usia 12-21 tahun,
tentu kebanyakan remaja masih berstatus pelajar. Pelajar yang kedapatan hamil tidak akan
memperolehpenerimaan di lembaga pendidikannya, sehingga terpaksa harus putus sekolah karena

dikeluarkan oleh pihak sekolah. Hal yang sama juga terjadi di lingkungan sosial, dimana masyarakat Indonesia
dengan segala budaya ketimurannya tentu akan menolak kehamilan yang terjadi di luar pernikahan. Baik
pasangan hamil di luar nikah maupun keluarganya akan mendapat tekanan secara psikis yang luar biasa dari
mayarakat mulai dari sekadar tatapan dingin, gunjingan hingga dikucilkan dari masyarakat.

Anggap situasi berkembang menjadi sedikit lebih mudah, remaja putra pelaku seks bebas mau
bertanggung jawab atas janin yang dikandung oleh remaja putri. Pasangan remaja ini pada akhirnya
memutuskan untuk menikah muda. Remaja putra kembali melanjutkan pendidikan di sekolah lain akibat
dikeluarkan dari sekolah lamanya, dan remaja putri putus sekolah beberapa saat dan kembali melanjutkan
sekolah setelah melahirkan bayinya atau bahkan remaja putri tidak lagi melanjutkan pendidikan dikarenakan
tanggung jawab yang telah ia pikul sebagai seorang ibu. Terlihat nyata sekali bahwa hal ini sungguh
membuang uang terlebih lagi waktu untuk menggapai cita-cita milik pasangan remaja pelaku seks bebas

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 86

tersebut. Di samping itu, ketika memilih untuk menikah muda, serentetan masalah sudah mengancam.
Kebanyakan pernikahan dini berakhir perceraian. Masa depan pasangan remaja dan anaknya pun menjadi
kian tidak pasti.

(Sumber: http://www.balitbangham.go.id/detailpost/cinta-punya-cita-cita)

PELATIHAN KE-1

Setelah Anda membaca cuplikan artikel “Cinta Punya Cita-Cita”, jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut ini!
1. Sebutkan topik yang diangkat penulis dalam artikel tersebut!
2. Apakah isi cuplikan artikel tersebut?
3. Permasalahan apa yang diangkat oleh penulis dalam artikel tersebut?
4. Apakah permasalahan yang ada dalam artikel “Cinta Punya Cita-Cita” masih terkait dengan permasalahan

dunia saat ini? Jelaskan secara singkat jawaban Anda!
5. Mengapa teks “Cinta Punya Cita-Cita” disebut sebagai artikel?

2. Menentukan Opini dalam Artikel

Kutipan artikel tersebut tergolong dalam artikel nonpenelitian. Artikel nonpenelitian berisi
gagasan/opini penulis berkaitan dengan permasalahan yang sedang ramai dibicarakan dan menjadi perhatian
masyarakat. Opini memiliki makna pendapat, pendirian, pikiran (KBBI, 2011:985).

Merujuk dari makna tersebut, opini dalam artikel adalah bagian tempat penulis menuangkan
gagasan/pendirian/pendapatnya. Karena merupakan gagasan/pendirian/pendapat, bagian ini tidak 100%
benar. Pembaca boleh setuju atau tidak setuju pada gagasan/pendirian/pendapat penulis.

Pada bagian ini, Anda akan belajar menentukan opini dalam artikel. Untuk itu, bacalah kembali
cuplikan artikel “Cinta Punya Cita-Cita”!

PELATIHAN KE-2

Bentuklah kelompok yang terdiri atas dua siswa. Setelah itu, bacalah kembali artikel “Cinta Punya
Cita-Cita”, kemudian diskusikan beberapa pertanyaan berikut dalam kelompok masing-masing!

1. Jelaskan secara singkat tujuan artikel tersebut!
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________________

2. Tentukan opini penulis dalam artikel “Cinta Punya Cita-Cita” dan tunjukkan bukti opini tersebut! Kerjakan
pada tabel berikut!

No Opini Penulis Bukti Kalimat dalam Paragraf

1

2

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 87

3
4

3. Menentukan Fakta dalam Artikel

Telah dipaparkan pada bagian sebelumnya bahwa artikel merupakan karangan yang berisi gagasan
atau opini penulis. Jika ada fakta yang disajikan, hal itu dimaksudkan sebagai pendukung gagasan yang ingin
dituangkan. Fakta diperlukan sebagai bukti pendukung untuk memperkuat gagasan penulis. Kamus Besar
Bahasa Indonesia(2011:386) menulis definisi fakta adalah hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan
kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi,

Agar Anda mampu menentukan fakta dalam artikel, bacalah kembali artikel “Cinta Punya Cita-Cita”,
kemudian kerjakan pelatihan berikut!

PELATIHAN KE-3

Dalam pelatihan ke-2, Anda telah menemukan opini/gagasan penulis artikel “Cinta Punya Cita-Cita”.
Lihatlah kembali opini-opini penulis dalam artikel tersebut. Setelah itu, diskusikan dengan teman
sebangku Anda fakta-fakta pendukung opini tersebut! Setelah itu, tuliskan hasil diskusi tersebut pada
tabel berikut ini!

No Fakta Bukti Kalimat dalam Paragraf

1

2

3

4

4. Menentukan Ciri Kebahasaan dalam Artikel

Bacalah kedua teks berikut, kemudian bandingkan kedua teks tersebut ditinjau dari aspek
kebahasaannya!

Teks ke-1
Mengemudi di dekat truk bisa dibilang menyebalkan. Iya, kan? Sudah lamban, besar pula. Apakah truk

lebih lincah dan lebih aman bagi pengendara lainnya? Mungkin tidak di Indonesia, tapi di AS penelitian sudah
dilakukan untuk menciptakan truk-truk masa depan. Sistem yang digunakan adalah aerodynamic sebagai
accessories.

Teknologi ini diharapkan akan mengurangi efek yang ditimbulkan oleh truk. Dampaknya, frekuensi
angin (wind frequency) yang dihasilkan akan lebih kecil, sehingga tidak akan mengganggu pengendara

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 88

lainnya. Ingat, ketika mobil kita bergoyang setelah berpapasan dengan truk besar? Mungkin ini tak akan
terjadi lagi nanti.

(Nurhadi, 2017:283-284)
Teks ke-2

Truk masa kini, dengan bentuknya yang besar, memengaruhi kendaraan lain. Ketika berjalan, truk-truk
besar menyebabkan timbulnya frekuensi angin (wind frequency) yang besar pula, yang memengaruhi laju dan
kestabilan kendaraan-kendaraan kecil. Dalam banyak kasus, frekuensi angin yang besar amat membahayakan
kendaraan kecil yang melaju dari depan.

Di AS, telah dilakukan penelitian tentang dampak wind frequency ini. Hasil penelitian itu
merekomendasikan diciptakannya truk masa depan yang ramah bagi kendaraan lain. Truk masa depan itu
salah satu syaratnya menghasilkan frekuensi angin (wind frequency) lebih kecil sehingga tidak menggangu
pengendara lainnya. Sistem yang digunakan aerodynamic sebagai accessories. Teknologi ini diharapkan akan
mengurangi efek yang ditimbulkan oleh truk.

(Nurhadi, 2017:283-284)

Artikel ilmiah populer adalah sebuah tulisan yang berisi gagasan ilmiah, tetapi disampaikan secara
populer. Label ilmiah mengandung makna bahwa dalam artikel itu disajikan informasi ilmiah, sedangkan
populer disajikan dengan bahasa dan gaya yang mudah dimengerti oleh pembaca awam.

Dua teks di atas sama isinya, tetapi penyampaian teks pertama lebih “santai” dan “akrab” dibanding
teks kedua. Orang awam lebih mudah memahami teks pertama. Jadi, yang termasuk artikel ilmiah populer
adalah teks pertama karena memakai bahasa dan gaya yang populer.

Tabel berikut menandai secara ringkas karakteristik artikel ilmiah populer.

No Aspek Penanda Keterangan

1 Tujuan Penulisan menyampaikan temuan ilmiah untuk pembaca awam
2 Media Terbit
3 Sifat Isi (1) majalah ilmu pengetahuan
4 Bahasa (2) majalah keluarga
(3) surat kabar
5 Kaidah Penulisan (4) mingguan

6 Isi Informatif

(1) nonteknis ilmiah
(2) akrab dengan pembaca awam
(3) penggunaan istilah teknis keilmuan dikurangi

(1) mengikuti konvensi penulisan karya tulis nonilmiah
(2) tidak ada pembakuan dalam penataan isinya
(3) tidak mencantumkan secara formal sumber rujukannya

(1) temuan ilmiah hasil penelitian
(2) informasi ilmu pengetahuan baru sebagai hasil telaah ilmiah,

studi literatur, atau ide orisinal yang didukung fakta-fakta.

PELATIHAN KE-4

1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 3 sampai dengan 4 siswa!
2. Bacalah teks artikel yang berjudul “Lilin Literasi: Menerangi Pelajar, Menghalau Narkoba”!

Lilin Literasi: Menerangi Pelajar, Menghalau Narkoba
Oleh:Muhammad Dzaky Al-Murtadho-Pelajar pada SMA Plus Liwaul Furqon Bogor
Harapan II Lomba Menulis Artikel Populer Hukum dan HAM Tingkat Pelajar SMU/Sederajat Se-Jabodetabek

untuk tema Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya telah menjadi bom waktu di negeri ini.
Betapa tidak, peredaran barang haram ini sudah sampai di tempat-tempat yang justru dianggap aman dari
hal-hal negatif semacam itu, seperti sekolah, kampus, bahkan rumah-rumah ibadah. Pada tahun 2015 saja,
tercatat 102 kasus penyalahgunaan narkoba yang diungkap oleh BNN. Peredarannyapun dilakukan dengan

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 89

berbagai macam cara, ada yang dijadikan permen, dicampurkan ke dalam adonan cookies, dan ada juga yang
disembunyikan dalam bungkusan ikan asin.

Meskipun angka pecandu narkoba di Indonesia turun 0,6 % pada tahun 2015,m namun ancaman
narkoba tetap saja sangat mengkhawatirkan. Indonesia menjadi seperti surga bagi peredaran narkoba
internasional. Tiap tahunnya, 15.000 jiwa meregang nyawa karena barang terlaknat ini. Pada tahun 2016 ini,
pengguna narkoba di Indonesia mencapai angka 5,1 juta orang. Lebih parahnya, sebagian besarnya masih
berusia pelajar.

Berbagai solusi pencegahannya mungkin sudah dicetuskan, namun upaya itu belum juga mencapai hasil
yang maksimal. Hukum Indonesia telah jelas mengatur hukuman bagi pengedar narkoba lewat UU No.35
tahun 2009 dengan penegakan hukumnya yang sudah cukup tegas. Badan Narkotika Nasional juga telah
mengadakan berbagai sosialisasi dengan banyak cara. Selain itu, para pemuka agama dan tokoh nasional di
Indonesia sudah sering kali menyampaikan betapa berbahayanya narkoba bagi generasi muda. Kira-kira
solusi apa lagi yang dapat kita lakukan?

Dunia Literasi mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya. Tapi, apa yang dapat dihasilkan lewat
membaca dan menulis? Apakah dunia literasi dapat menjadi sarana pencegahan penyalahgunaan narkoba?
Tentu jawabannya dapat. Membaca dan menulis adalah kegiatan positif yang dapat dijadikan solusi dalam
upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Banyak pelajar yang memiliki hobi membaca dan mengidolakan
penulis-penulis terkenal. Sebut saja: Tere Liye, Andrea Hirata, Dewi Dee Lestari, Asma Nadia, dan penulis
terkenal lainnya.

Di sinilah letak hubungan antara dunia tulis-menulis dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba
khususnya dikalangan pelajar. Dengan minat baca yang dimiliki pelajar, penulis dapat menyampaikan pesan-
pesan antinarkoba tanpa membuat pembaca bosan. Berikut diantara solusi yang mungkin dapat dilakukan
untuk mendorong generasi pelajar terhindar dari jerat penyalahgunaan narkoba.
1. Mendorong pelajar untuk hobi membaca

Membaca dapat menjadi salah satu kegiatan positif untuk menghindari hal- hal negatif yang dapat
merusak pribadi kita sebagai pelajar. Mulai dari pornografi, kebut-kebutan di jalan, dan juga merokok yang
menjadi jalan masuk narkoba. Membaca juga dapat menambah wawasan para pelajar, sehingga seorang
pelajar tidak hanya belajar di sekolah, namun dimana saja. Membaca dapat menjadi ajang sosialisasi untuk
pelajar agar mengetahui bahaya narkoba. Semakin banyak yang mereka baca, semakin luaslah pandangan
para pelajar sehingga ia lebih berorientasi ke masa depan dan menghindari hal-hal yang dapat merusak
masa depan mereka.Selain itu, lewat membaca remaja yang putus sekolah juga dapat tetap mendapat ilmu
dan tidak terjerumus dalam jurang pergaulan bebas yang menjadi gerbang utama bagi peredaran narkoba.

Karena usia yang masih remaja, kebanyakan pelajar sering memiliki masalah, baik di sekolah, di
lingkungan keluarga, maupun masalah-masalah lainnya. Betapa banyak pelajar yang menjadikan narkoba
dan pergaulan bebas sebagai pelariannya dari masalah. Hal ini jugalah yang harus menjadi perhatian
bersama. Membaca dan menulis juga dapat menjadi pelarian siswa dari masalah, sehingga mereka dapat
menjadikan hal-hal positif sebagai pelarian. Namun bagi pelajar yang tidak menyukai dunia literasi,
kegiatan positif lain yang sesuai dengan hobinya juga tetap dapat menjadi pelarian, yang terpenting adalah
bagaimana agar kita dapat menjauhi hal-hal negatif yang akan menghancurkan masa depan kita.

2. Mengajak penulis nasional untuk menyisipkan kampanye anti narkoba pada tulisannya.
Kebanyakan pelajar pada umumnya lebih menyukai bacaan fiksi berbentuk narasi daripada bacaan

ilmiah berbentuk persuasi maupun argumentasi. Kita lebih menyukai alur cerita yang bagus, tokoh yang
keren, atau tema imajinatif yang ringan, seperti percintaan, persahabatan, atau petualangan yang sesuai
dengan dunia remaja. Hal ini menjadi tantangan bagi para penulis agar dapat menghasilkan karya yang
berbobot dan menjadi kampanye antinarkoba tanpa harus menggurui. Misalnya saja membuat novel
remaja dengan kisah sang tokoh utama yang hidupnya hancur karena mengonsumsi narkoba. Mungkin
dengan novel itu, pelajar yang membacanya dapat mengambil nilai-nilai moral di dalamnya. Kebanyakan
pelajar memang malas membaca buku-buku yang lebih banyak teori dan terkesan menggurui. Mereka
lebih memilih membaca kisah fiksi sebagai bentuk refreshing bagi otak disela-sela kegiatannya. Disinilah
tugas mulia bagi penulis yang dapat menyelamatkan pelajar Indonesia dari jerat haram narkoba.
….

(Sumber: http://www.balitbangham.go.id/category/artikel-populer)
3. Diskusikan ciri kebahasaan yang ada dalam teks tersebut. Tabel berikut dapat membantu Anda

untuk menentukan ciri kebahasaan teks artikel!

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 90

No Aspek/Ciri Penanda Keterangan
Teks Artikel Ilmiah Populer

Nonteknis ilmiah Teknik penulisan tidak sebaku teknik penulisan artikel

1 penelitian (jurnal). Kata pendahuluan, rumusan masalah,
pembahasan, dan penutup tidak tampak/tertulis. Namun

demikian, bagian tersebut tersirat dalam isi artikel populer.

Akrab dengan pembaca
2 awam

Penggunaan istilah teknis
keilmuan dikurangi.
3

4. Presentasikan hasil temuan kelompak Anda di depan kelas! Setelah itu, siswa dari kelompok yang
lain memberikan tanggapan.

B. Menulis Artikel Berdasarkan Opini yang Telah Disampaikan

Menyusun opini dan fakta dalam bentuk artikel

Pada pembelajaran lalu, Anda telah belajar mengenal sebagian unsur pembentuk sebuah artikel. Unsur
pembentuk tersebut di antaranya, permasalahan, opini, dan fakta. Tidak hanya itu, pada pembelajaran lalu,
Anda juga belajar ciri kebahasaan teks artikel. Pada pembelajaran kali ini, Anda akan berlatih menulis teks
artikel berdasarkan opini yang telah disampaikan. Akan tetapi, sebelum berlatih menulis artikel, bacalah
dengan saksama beberapa teori berikut ini!

a. Langkah-Langkah Menyusun Kerangka Karangan
(1) Merumuskan tema berdasarkan suatu topik dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi. Tema
yang dirumuskan untuk kepentingan suatu kerangka karangan haruslah berbentuk tesis atau
pengungkapan maksud.
(2) Menginventarisasi topik-topik bawahan yang dianggap rincian dari tesis atau pengungkapan maksud
tadi. Penulis boleh mencatat sebanyak-banyaknya topik yang terlintas dalam pikirannya, dengan tidak
perlu langsung mengadakan evaluasi terhadap topik-topik tersebut.
(3) Mengevaluasi semua topik yang telah tercatat pada langkah kedua di atas. Evaluasi untuk
menentukan topik yang tercatat memiliki pertalian (relevansi) langsung dengan tesis atau
pengungkapan maksud.
(4) Menentukan pola susunan yang paling cocok untuk mengurutkan semua perincian dari tesis atau
pengungkapan sebuah maksud yang telah diperoleh dengan menggunakan semua langkah di atas.

b. Langkah-Langkah Menulis Artikel Ilmiah Populer

Langkah Kegiatan

Langkah Ke-1 Mencari dan menemukan ide
PERSIAPAN Studi pustaka (membaca berbagai sumber) merupakan cara jitu untuk menemukan
gagasan artikel ilmiah populer.

Mencari referensi yang berkaitan dengan topic
Setelah topik ditemukan, carilah referensi untuk topik itu! Lakukan langkah
berikut!
(1) Bacalah sebanyak-banyaknya referensi mengenai topik itu.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 91

Langkah Kegiatan
(2) Seleksi informasi yang Anda dapatkan sehingga tercipta satu gagasan utuh.

Langkah Ke-2 Menyeleksi dan menyusun butir-butir subtopik yang akan disajikan
MENULIS Seleksi dan urutkan butir-butir subtopik itu.

Membuka dan Menguraikan
Ada beberapa cara untuk menyusun paragraf pembuka, antara lain sebagai berikut:
(1) dengan menghubungkannya dengan kepentingan pembaca;
(2) dengan membuat pertanyaan;
(3) dengan langsung masuk ke persoalan.
Jika kerangka karangan telah dibuat secara rinci, langkah berikutnya adalah
menguraikannya.

Merumuskan Judul
Ciri judul artikel ilmiah populer adalah menarik perhatian pembaca (eye-catching).
Perhatikan topik dan pemilihan judul berikut!

Topik Judul
Teknologi Pengelolaan Kertas Bagaimana Kayu Dapat Jadi Kertas
Menanam Melon Bertanam Melon Melalui Sistem Hidroponik
Pengolahan Cokelat Dari Cokelat Menjadi “Cokelat”

Langkah Ke-3 (1) Menyempurnakan tulisan
MENYUNTING (2) Bentuk penyempurnaan tulisan adalah finalisasi, yaitu merevisi, menyunting,

TULISAN dan membaca ulang naskah.

c. Kutipan
Kutipan adalah pinjaman kalimat (pendapat) dari pengarang atau ucapan seseorang yang terkenal,

baik dalam buku-buku maupun majalah-majalah. Menurut jenisnya, kutipan dapat dibedakan menjadi dua,
yakni kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung merupakan salinan yang persis sama
dengan sumbernya tanpa penambahan, sedangkan kutipan tidak langsung ialah menyadur atau mengambil
ide dari suatu sumber, kemudian menuliskannya dengan kalimat atau bahasa sendiri (Widjono, 2005: 64).

1) Kutipan Tidak Langsung
Cara melakukan kutipan tidak langsung adalah sebagai berikut:
(1) menggunakan redaksi dari penulis sendiri (parafrasa);
(2) mencantumkan sumber (nama penulis, tahun, dan halaman).

Contoh:
Menurut salah satu historiografi tradisional, penyerahan kekuasaan Kerajaan Pajajaran kepada
Kerajaan Sumedanglarang berlangsung melalui penyerahan mahkota emas raja Kerajaan Sunda
Pajajaran kepada Prabu Geusan Ulun. Penyerahan mahkota secara simbolis berarti bahwa
Sumedanglarang menjadi penerus Kerajaan Sunda (Suryaningrat, 1983: 20–21).

2) Kutipan Langsung
a) Kutipan yang tidak lebih dari empat baris
(1) Diintegrasikan ke dalam teks paparan penulis.
(2) Jarak baris kutipan dua spasi (sesuai dengan jarak spasi paparan).
(3) Dibubuhi tanda kutip (“…”).
(4) Sertakan sumber kutipan di awal atau di akhir kutipan, yakni nama penulis, tahun terbit, dan
halaman sumber, misalnya (Penulis, 2012:100).

b) Kutipan lebih dari Empat Baris (Langsung Panjang):
(1) Dipisahkan dari teks paparan penulis dalam format paragraf di bawah paparan penulis.

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 92

(2) Kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2,5 spasi.
(3) Jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi.
(4) Sertakan sumber kutipan di awal atau di akhir kutipan, yakni nama penulis, tahun terbit, dan

halaman sumber, misalnya (Penulis, 2012:100).
(5) Seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5–7 ketikan; bila kutipan itu dimulai dengan alinea baru,

baris pertama dari kutipan itu dimasukkan lagi 5-7 ketikan.

Contoh :
Mengenai pentingnya penelitian di lokasi tersebut, Triwurjani, dkk. (1993:7–43) mengatakan

sebagai berikut:

Penelitian secara lebih intensif di kawasan Danau Ranau pada tahun-tahun sesudahnya
masih dilakukan, yaitu pada tahun 1993 tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional kembali
melakukan penelitian berupa survei pada situs-situs di kawasan Danau Ranau, baik yang
secara adminstratif berada di Kabupaten Lampung Barat maupun Kabupaten OKU (Ogan
Komering Ulu), Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian yang dilakukan menunjukkan temuan-
temuan arkeologis dari beberapa situs yang diperoleh memiliki ciri prasejarah hingga klasik.

PELATIHAN KE-5

Tulislah sebuah artikel dengan mengembangkan opini/gagasan berikut!
a. Indonesia akan tetap ada bahkan akan menjadi negara besar pada 2030.
b. Indonesia memiliki kekayaan berlimpah, baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
c. Indonesia akan tetap berjaya pada 2030 dengan peningkatan rasa nasionalisme dan peningkatan IQ dan

ESQ sumber daya manusianya.
d. Indonesia akan tetap berjaya pada 2030 dengan kesadaran masyarakan Indonesia untuk menjaga

kekayaan alam Indonesia.

Judul : ______________________________________________________________________________________________________________

Pernyataan umum/tesis
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________

Argumentasi
Indonesia akan tetap ada bahkan akan menjadi negara besar pada tahun 2030.
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 93

Indonesia memiliki kekayaan berlimpah, baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
Indonesia akan tetap berjaya pada tahun 2030 dengan peningkatan rasa nasionalisme, peningkatan IQ dan
ESQ sumber daya manusianya.
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
Indonesia akan tetap berjaya pada tahun 2030 dengan program kesadaran masyarakan Indonesia untuk
menjaga kekayaan alam Indonesia.
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________

C. Menganalisis Kebahasaan Artikel dan/atau Buku Ilmiah

1. Menentukan struktur artikel

Dalam pembelajaran eksposisi di kelas X, Anda telah mengenal bahwa struktur teks eksposisi terdiri
atas tesis, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat/rekomendasi. Untuk itu, pelajari kembali materi
tersebut karena pada pembahasan tentang struktur artikel kali ini, Anda kembali menggunakan struktur teks
eksposisi.

PELATIHAN KE-6

1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4 s.d. 5 siswa!
2. Diskusikan struktur artikel yang telah Anda buat pada Pelatihan ke-5!
3. Presentasikan di depan kelas hasil penentuan struktur artikel Anda!

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 94

Struktur Teks Artikel

Judul
Paragraf ke-1
Paragraf ke-2
Paragraf ke-3
Paragraf ke-4

2. Menentukan unsur kebahasaan artikel

Ciri kebahasaan artikel telah Anda pelajari pada pertemuan yang lalu. Kali ini, Anda akan belajar
menentukan unsur kebahasaan artikel. Untuk itu, bacalah kembali artikel “Cinta Punya Cita-Cita” atau “Lilin
Literasi: Menerangi Pelajar, Menghalau Narkoba” Setelah itu, kerjakan pelatihan berikut ini!

PELATIHAN KE-7

1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 2 s.d.3 siswa!
2. Bacalah kembali artikel “Cinta Punya Cita-Cita”!
3. Diskusikan unsur kebahasaan yang ada dalam artikel “Cinta Punya Cita-Cita”! Untuk memudahkan

pengerjaan, berikut disajikan kolom-kolom unsur kebahasaan dan kolom pembuktiannya.
4. Presentasikan hasil penentuan kebahasaan artikel yang telah Anda buat di depan kelas! Setelah

presentasi selesai, siswa dari kelompok lain memberikan masukan atau pertanyaan.

No Unsur Kebahasaan Contoh Kata/Kalimat dalam Teks

1 Kata Baku

2 Kalimat Efektif

3 Kalimat Fakta

4 Kalimat Opini

3. Membenahi kesalahan kebahasaan dalam artikel

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 95

Sebagai penulis artikel pemula, kesalahan berbahasa akan banyak Anda lakukan pada saat menyusun
artikel. Kali ini, Anda akan melihat kembali artikel yang telah Anda buat pada pelatihan ke-5. Teks tersebut
akan Anda gunakan untuk mengidentifikasi kesalahan berbahasa yang ada pada teks, kemudian perbaikilah
teks tersebut sesuai dengan kaidah kebahasaan! Secara lengkap, kerjakan pelatihan berikut ini!

PELATIHAN KE-8

1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 2 s.d. 3 siswa .
2. Lihat kembali hasil pelatihan ke-5!
3. Pilihlah salah satu tulisan teman dalam kelompok Anda dari hasil pelatihan ke-5!
4. Identifikasikanlah kesalahan berbahasa artikel pilihan kelompok Anda!
5. Perbaikilah kesalahan berbahasa yang ada pada artikel tersebut!
6. Presentasikan di depan kelas hasil kelompok Anda!

No Daftar Kesalahan Berbahasa Penyebab Kesalahan Perbaikan Atas
1 Berbahasa Kesalahan

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

D. Mengonstruksi Sebuah Artikel dengan Memperhatikan Fakta dan
Kebahasaan

1. Melengkapi gagasan pokok dengan gagasan penjelas

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 96

Pada kompetensi dasar Menyusun Opini dalam Sebuah Artikel, Anda sudah berlatih menulis artikel
dengan opini yang tersurat. Kali ini Anda akan berlatih mengontruksi sebuah artikel dengan melengkapi
gagasan pokok dengan gagasan penjelas.

Dalam kompetensi ini yang perlu Anda ketahui adalah paragraf yang baik dan efektif harus memenuhi
dua syarat berikut.
(1) Kesatuan; yang dimaksud dengan kesatuan dalam paragraf adalah bahwa semua kalimat (kalimat utama

dan kalimat penjelas) yang membentuk suatu paragraf harus menyatakan satu hal. Apabila menyatakan
dua hal, harus dijadikan dua paragraf.
(2) Koherensi; yang dimaksud dengan koherensi adalah kekompakan hubungan antara kalimat satu dengan
yang lainnya. Tidak ada kalimat sumbang atau kalimat tidak padu dalam paragraf tersebut.

PELATIHAN KE-9

Kembangkan judul berikut menjadi sebuah artikel!

Judul : Penanaman Sikap Hidup Hemat Diperlukan Remaja di Era Digital

Kalimat utama :Fenomena digital merasuk dan menjadi gaya hidup remaja saat ini
Kalimat penjelas
1. ____________________________________________________________________________________________________________________
2. ____________________________________________________________________________________________________________________
3. ____________________________________________________________________________________________________________________
4. ____________________________________________________________________________________________________________________
5. ____________________________________________________________________________________________________________________

Kalimat utama: Fenomena digital membuat remaja saat ini menjadi konsumtif.

Kalimat penjelas
1. ____________________________________________________________________________________________________________________
2. ____________________________________________________________________________________________________________________
3. ____________________________________________________________________________________________________________________
4. ____________________________________________________________________________________________________________________
5. ____________________________________________________________________________________________________________________

Kalimat utama: Bahaya yang mengancam remaja (generasi penerus bangsa) dengan adanya sikap konsumtif
.
Kalimat penjelas
1. ____________________________________________________________________________________________________________________
2. ____________________________________________________________________________________________________________________
3. ____________________________________________________________________________________________________________________
4. ___________________________________________________________________________________________________________________
5. ____________________________________________________________________________________________________________________

Kalimat utama : Penanaman Sikap Hidup Hemat Diperlukan Remaja Era Digital

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 97

Kalimat penjelas
1. ____________________________________________________________________________________________________________________
2. ____________________________________________________________________________________________________________________
3. ____________________________________________________________________________________________________________________
4. ____________________________________________________________________________________________________________________
5. ____________________________________________________________________________________________________________________

2. Menulis Artikel dengan Memperhatikan Fakta dan Kebahasaan

Fakta adalah hal yang diperlukan sebagai bukti yang mendukung opini Anda ketika Anda menulis
Artikel. Jika tanpa bukti, pendapat/opini yang Anda kemukakan dalam artikel akan lemah. Kalimat fakta
adalah keadaan, peristiwa, atau hal nyata tentang sesuatu yang benar-benar terjadi atau ada. Contoh: Pada
tahun 2000, melalui 13 pintu keberangkatan, tercatat 2,2 juta orang Indonesia yang berkunjung ke negeri
asing.

Pada kompetensi dasar mengonstruksi artikel dengan memperhatikan fakta dan kebahasaan Anda
diharapkan dapat menulis artikel yang benar.

PELATIHAN KE-10

Buatlah kerangka karangan untuk sebuah artikel bertema moralitas atau keterancaman alam!

(1) Judul : _____________________________________________________________________________________________________

(2) Tema : _____________________________________________________________________________________________________

(3) Kerangka Karangan
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________

(4) Kembangkan kerangka karangan yang telah Anda buat tersebut sehingga menjadi sebuah artikel
yang memperhatikan fakta dan kebahasaan artikel!
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 98

_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
(5) Publikasikan hasil tulisan Anda di mading sekolah atau majalah sekolah!

A. SOAL PILIHAN GANDA Assasin, Gerakan puncak silat murni yang diperagakan
Paragraf berikut digunakan untuk menjawab oleh Iko Uwais dan Cecep Arif Rahman begitu memukau
dan indah. Pada kehidupan nyata, keduanya atlet
soal nomor 1 s.d. 3. pencak silat mumpuni sehingga adegan pertarungan
(1) Pelajar pada umumnya lebih menyukai menjadi terlihat begitu nyata dan cantik.

bacaan fiksi berbentuk narasi daripada bacaan Teks ke-2
ilmiah. (2) Pelajar lebih menyukai alur cerita yang Meskipun memiliki rasa yang sangat pahit, daun
bagus, tokoh yang keren, atau tema imajinatif yang
ringan, seperti percintaan, persahabatan, atau pepayadapat digunakan untuk melawan penyakit. Salah
petualangan yang sesuai dengan dunia remaja. satu di antaranya adalah untuk melawan penyakit
(3)Tulisan yang rumit dan berbau ilmiah banyak kanker. Beberapa ahli bahkan menyebutkan bahwa
dijauhi pelajar. (4) Hal ini menjadi tantangan bagi kemampuan daun pepaya untuk melawan berbagai
para penulis agar dapat menghasilkan karya yang macam penyakit tumor sangat menakjubkan. Daun
berbobot dan menjadi kampanye anti narkoba tanpa pepaya yang memiliki nama latin Carica papaya
harus menggurui. (5) Misalnya saja membuat novel merupakan tanaman yang pada awalnya berasal dari
remaja dengan kisah sang tokoh utama yang Meksiko selatan bagian utara Amerika Selatan. Saat ini
hidupnya hancur karena mengonsumsi narkoba. buah pepaya telah menyebar keseluruh dunia dan
banyak di tanam di Negara-negara tropis.

1. Uraian tersebut adalah penggalan teks artikel 4. Kalimat yang bukan fakta pada teks ke-2
yang terdapat pada bagian .... terdapat pada kalimat ….
A. Pembuka permasalahan A. Daun pepaya yang memiliki nama latin
B. Paragraf pengenalan masalah Carica papaya merupakan tanaman yang
C. Uraian opini penulis pada awalnya berasal dari Meksiko selatan
D. Simpulan penulis terhadap suatu bagian utara Amerika Selatan.
permasalahan B. Daun papaya dapat digunakan untuk
E. Uraian solusi yang ditawarkan penulis melawan penyakit.
C. Beberapa ahli bahkan menyebutkan bahwa
2. Kalimat utama paragraf di atas terletak pada kemampuan daun pepaya untuk melawan
nomor .... berbagai macam penyakit tumor sangat
menakjubkan
A. 1 D. 4 D. Saat ini buah pepaya telah menyebar
keseluruh dunia dan banyak di tanam di
B. 2 E. 5 Negara-negara tropis.
E. Daun papaya memiliki rasa pahit.
C. 3

3. Pemakaian kata tidak baku terletak pada kalimat

nomor .... D. 4
A. 1
5. Pernyataan yang benar (sesuai dengan teks)
B. 2 E. 5
tersebut adalah ....
C. 3
Teks ke-1 Teks ke-2

Teks berikut digunakan untuk mengerjakan A Teks Berita Teks Karya Tulis
Ilmiah
soal nomor 4 s.d. 8.
Teks ke-1 B Teks Berita Teks Artikel

Terlepas dari banyaknya kesalahan di banyak C Teks Resensi Teks berita
adegan, semuanya berakhir dengan adegan perkelahian
pamungkas yang memesona antara Rama dan The D Bagian Uraian Bagian pembuka
suasana

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 99

E Topik : Film Topik : Khasiat 10. Urutan yang tepat untuk menjadikan gagasan-
tanaman gagasan di atas menjadi kerangka teks artikel
yang baik adalah ....
6. Pernyataan opini yang ada di teks satu ialah .... A. (6), (1), (5), (2), (3), (4)
A. Terdapat banyak kesalahan adegan antara B. (6), (1), (2), (4), (5), (3)
Rama dan The Assasin C. (3), (1), (6), (2), (4), (5)
B. Gerakan puncak silat murni yang diperagakan D. (5), (6), (1), (2), (3), (4)
oleh Iko Uwais dan Cecep Arif Rahman begitu E. (4), (2), (1), (3), (4), (5)
memukau dan indah.
C. Iko Uwais dan Cecep Arif Rahman adalah 11. Gagasan yang terasa sumbang jika ditambahkan
pemain film. dalam kumpulan gagasan di atas adalah ....
D. Pada kehidupan nyata, keduanya atlet pencak A. Kendala-kendala menyukseskan program
silat mumpuni. literasi bagi remaja.
E. Film yang diperagakan mereka berjenis B. Program literasi adalah program politik
pertarungan (action). untuk menyumbang suara dari remaja
C. Literasi membuat remaja berperasaan dan
7. Judul yang tepat untuk teks ke-2 adalah .... bernalar dengan baik.
A. Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan. D. Program literasi adalah bukti kerja nyata
B. Manfaat daun papaya bagi kesehatan. pemerintah dan rakyatnya.
C. Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan E. Literasi merupakan kunci sukses
D. MANFAAT DAUN PEPAYA BAGI terbentuknya generasi yang hAndal hati dan
KESEHATAN. akalnya.
E. Manfaat Daun Pepaya bagi Kesehatan

8. Teks ke-2 bersifat .... D. naratif Kalimat-kalimat penjelas berikut digunakan
A. Informatif E. kritik untuk mengerjakan soal nomor 12 dan 13.
B. Argumentatif (1) Dengan novel, pelajar yang membacanya dapat
C. ekspositoris
mengambil nilai-nilai moral di dalamnya.
9. (1) Berdasarkan survey dan laporan dari Human (2) Buku-buku seperti hikayat dan dongeng sering

Development Report (UNDP) tahun 2005, nilai hanya dibawa dan ditaruh di tas mereka.
(3) Mereka lebih memilih membaca kisah fiksi
human development index (HDI) bangsa
Indonesia sangat rendah, yaitu sebesar 0,697. (2) sebagai bentuk refreshing bagi otak disela-sela
kegiatannya.
Hal ini menyebabkan Indonesia menempati (4) Di sinilah tugas mulia bagi penulis yang dapat
menyelamatkan pelajar Indonesia dari jerat
peringkat ke-10 dari 174 negara. (3) Ini berarti haram narkoba.
bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia (5) Ada beberapa novel yang disukai remaja
sekarang, di antaranya novel bergenre horror.
tertinggal dibandingkan dengan Negara di

kawasan Asia Tenggara. (4) Standar hidup dan

kualitas hidup bangsa Indonesia masih rendah. 12. Kalimat utama yang cocok untuk kalimat
(5) Hal ini akan berdampak pula pada tingkat penjelas di atas adalah ....
A. Kebanyakan pelajar memang malas membaca
budaya masyarakat, termasuk budaya membaca. buku-buku yang lebih banyak teori dan
terkesan menggurui.
Kalimat-kalimat fakta yang ada dalam paragraf B. Penulis buku merupakan sahabat pembaca
tersebut adalah nomor .... C. Pelajar suka membaca buku-buku,

A. (1) dan (2) D. (3) dan (5) D. Pelajar zaman now dalam mengambil
keputusan sangat fenomenal.
B. (2) dan (3) E. (4) dan (5)
C. (3) dan (4) E. Buku memiliki beberapa jenis.

Gagasan-gagasan berikut untuk mengerjakan 13. Kalimat yang tidak padu terdapat pada nomor ....
A. (1) D. (4)
soal nomor 10 s.d. 12.
(1) Fenomena literasi bagi remaja saat ini B. (2) E. (5)
(2) Literasi mempersempit gerak mafia perusak generasi
C. (3)
bangsa
(3) Literasi program pemerintah yang harus didukung 14. Oligosakarida bermanfaat untuk mencegah
kontipasi, wasir, kanker kolon, dan bersifat
banyak pihak.
(4) Dengan literasi bangsa akan bermatabat
(5) Literasi adalah program untuk menambah wawasan

generasi millennium

(6) Definisi literasi

MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 100


Click to View FlipBook Version