prabiotik, yaitu merangsang pertumbuhan 17. Sirip pari lontar masuk kedalam
baktheri yang baik bagi usus sehingga (...) zat gizi kategori super sehingga memiliki harga yang
lebih baik dan usus lebih sehat, lebih mahal dibandingkan dengan sirip hiu
Perbaikan yang tepat untuk istilah yang bercetak lainnya. Mahalnya sirip pari lontar disebabkan
miring pada kalimat di atas adalah .... karena kulitnya yang tipis sehingga
A. konstipasi, prebiotik, bakteri kandungan hisit (populer disebut laksa) yang
B. konstipasi, prebiotic, bakhteri terkandung di dalam siripnya lebih banyak. Sirip
C. contipasi, prabiotik, bakteri pari lontar yang sudah kering sangat mudah
D. khontipasi, prebiotic. Bakteri dikenali karena memiliki warna yang lebih cerah
E. kontipasi, praboitik, bahkteri dibandingkan sirip hiu pada umumnya dan
dalam setiap satu individu akan memiliki sirip
15. Pemakaian tanda baca berikut yang kurang tepat sebanyak 3 buah yang terdiri dari dua sirip
adalah .... punggung dan satu sirip ekor.
A. Pukul 08.12.45
B. Tjokronegoro, Soetomo. 1968. Tjukuplah Kalimat fakta dalam paragraf tersebut terdapat
Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita. pada ....
Djakarta: Eresco A. Mahalnya harga sirip pari lontar
C. Manfaat vitamin C: menghaluskan kulit, B. Pari lontar adalah ikan termahal karena
menyegarkan badan, dan memperbaiki sel-
sel yang rusak dalam tubuh kita. kulitnya serta siripnya.
D. Manfaat vitamin C yaitu: menghaluskan C. Ikan lontar menyerupai ikan pari
kulit, menyegarkan badan, dan memperbaiki D. Ada tiga sirip yang membuat ikan pari lontar
sel-sel yang rusak dalam tubuh kita.
E. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati. mahal harganya.
E. Keunikan ikan hiu pari lontar adalah
16. Penulisan kutipan langsung berikut yang benar
adalah .... kulitnya yang tipis.
A. Menurut Zakiyah Daradjat, nilai adalah suatu
perangkat keyakinan atau perasaan yang 18. Karakteristik bahasa artikel ilmiah populer
diyakini sebagai identitas yang memberikan terdapat pada ....
ciri khusus pada pemikiran, perasaan, A. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian
kriteria maupun perilaku. pengembangan yang dilaksanakan dalam dua
B. Menurut Zakiyah Daradjat (1998:20), nilai tahap, yaitu tahap ujicoba yang bertujuan untuk
adalah suatu perangkat keyakinan atau menghasilkan perangkat pembelajaran kooperatif
perasaan yang diyakini sebagai identitas tipe STAD dengan metode scramble yang baik
yang memberikan ciri khusus pada pada materi Sistem Koordinat dan dilanjutkan
pemikiran, perasaan, kriteria maupun dengan tahap implementasi yang bertujuan untuk
perilaku. mengetahui keefektifan model pembelajaran
C. Menurut Zakiyah Daradjat : kooperatif tipe STAD dengan metode scramble
pada materi Sistem Koordinat.
nilai adalah suatu perangkat keyakinan atau B. Mutu dapat dilihat dari dua sisi yaitu segi
perasaan yang diyakini sebagai identitas normative dan segi deskriptive (Hamalik, 2013:
yang memberikan ciri khusus pada 33). Dalam artian notmatif, mutu ditentukan
pemikiran, perasaan, kriteria maupun berdasarkan pertimbangan instrinsik dan
perilaku. ektrinsik. Berdasarkan kriteria instrinsik, mutu
D. Menurut Zakiyah Daradjat : pendidikan merupakan produk pendidikan yakni
nilai adalah suatu perangkat keyakinan atau manusia yang terdidik sesuai dengan standar
perasaan yang diyakini sebagai identitas ideal.
yang memberikan ciri khusus pada C. Uji validitas instrumen meliputi uji validitas
pemikiran, perasaan, kriteria maupun konstruk, validitas isi, validitas muka, validitas
perilaku. butir, dan uji reliabilitas. Pengujian validitas
E. Menurut Zakiyah Daradjat dalam bukunya konstruk dilakukan dengan merumuskan butir
keragaman nilai adalah suatu perangkat dengan mengacu pada konstruk yang diukur
keyakinan atau perasaan yang diyakini melalui indikator.
sebagai identitas yang memberikan ciri D. Pengujian validitas isi instrumen dilakukan
khusus pada pemikiran, perasaan, kriteria dengan menggunakan kisi-kisi yang telah
maupun perilaku. ditetapkan berdasarkan kajian teori.
E. Tanda-tanda fisik penyalahgunaan narkoba:
Kesehatan fisik dan penampilan diri menurun dan
suhu badan tidak beraturan, jalan sempoyongan,
bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh),
mengantuk, agresif, nafas sesak,denyut jantung
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 101
dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas berkualitas baik. (3) Jika berbuah dapat dinikmati
lambat/berhenti, mata dan hidung dengan rasa puas. (4)Begitu pula manusia. (5)Sejak
berair,menguap terus menerus,diare,rasa sakit kecil, sang ibu, memperhatikan gizi, memberi kasih
diseluruh tubuh,takut air sehingga malas sayang dan pendidikan yang layak, serta
mandi,kejang, kesadaran menurun, penampilan menghindarkan hal-hal negatif. (6) Kelak, si anak
tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan menjadi orang yang berguna dan keberadaannya
kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, dibutuhkan orang. (7) Jadi merawat dan
terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian membesarkan anak hingga menjadi orang yang
berguna seperti merawat tanaman untuk
tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik). memperoleh kualitas yang baik?
19. Bacalah dua kutipan teks artikel berikut! 20. Hal yang dibandingkan dalam paragraf tersebut
Teks ke-1 adalah ....
Ada banyak zat yang baik untuk kesehatan yang A. Merawat anak sama halnya dengan merawat
terkandung dalam daun sirih, terutama yang tanaman
telah diproses dan diambil minyaknya. Minyak B. Kualitas anak sama dengan kualitas tanaman
atsiri yang berasal dari daun sirih mengandung C. Perawatan tanaman samahalnya perawatan
anak
betIephenol, seskuiterpen, pati, diatase, gula dan D. Gizi anak dengan gizi tanaman haruslah
kavikol (memiliki kekuatan untuk membunuh sama
kuman), anti-oksidasi dan fungisida, anti jamur. E. Seorang anak dengan tanaman tidak jauh
berbeda.
Teks ke-2
Di era seperti sekarang ini sudah banyak remaja B. SOAL URAIAN
yang mulai meminum minuman keras seperti 1. Bacalah cuplikan artikel berikut!
alkohol. Minuman Keras memiliki kadar alkohol
yang beragam dimulai dari alkohol seperti Solusi berikutnya adalah mengadakan event
whiskey yang mengandung 40 persen kadar perlombaan. Dengan event perlombaan, pelajar
alkohol. Adapun contoh minuman lainnya seperti jadi memiliki wadah untuk berkompetisi secara
rum,gin,dan vodka. Berbanding terbalik dengan sehat. Event tersebut bisa diadakan oleh
bir yang hanya memiliki kadar alkohol sekitar pemerintah maupun komunitas-komunitas
4,5 persen dan anggur 11 persen. antinarkoba. Lomba yang diadakan pun bisa
berupa lomba menulis, melukis, film pendek
Berdasarkan dua artikel tersebut pernyatan yang ataupun kompetisi olahraga seperti futsal dan
basket. Yang terpenting adalah bagaimana
tepat adalah… perlombaan tersebut menjadi wadah yang positif
bagi pelajar agar terhindar dari pelarian yang
TEKS KE-1 TEKS KE-2 membawa penyesalan serta dapat menyampaikan
pesan antinarkoba kepada masyarakat luas.
Isi : Khasiat daun Isi: kandungan a. Dalam artikel, cuplikan tersebut masuk dalam
A sirih alkohol pada
unsur ….
minuman keras. b. Permasalahan yang diangkat oleh penulis
Isi: Khasiat minyak Isi : macam- adalah ….
c. Opini yang diajukan penulis adalah ....
B atsiri pada daun macam jenis d. Fakta yang mendukung opini penulis adalah ….
sirih minum keras 2. Tulislah gagasan-gagasan (opini) yang dapat
mendukung terbentuknya teks artikel bertopik
Merupakan bagian Merupakan bagian “Perundungan Bukanlah Cara Tepat
Menyelesaikan Masalah”!
C uraian/argumen pembuka pada
3. Susunlah gagasan-gagasan yang Anda temukan
pada teks artikel teks artikel pada soal nomor 2 menjadi kerangka karangan
sebuah teks artikel!
Daun sirih memiliki Anggur memiliki
4. Kembangkan gagasan utama yang ada pada
zat-zat yang kadar alkohol 45% kerangka karangan yang telah Anda buat pada
soal nomor 3 dengan kalimat penjelas sehingga
D memiliki kekuatan terbentuklah sebuah teks artikel.
untuk membunuh
bakteri dan virus.
Ada banyak zat yang Minuman Keras
baik untuk memiliki kadar
E kesehatan yang alkohol yang sama
terkandung dalam
daun sirih
Cermati artikel berikut!
(1)Perawatan tanaman harus dilakukan secara
rutin.(2)Tanaman yang tumbuh subur dan
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 102
TEKS KRITIK DAN ESAI
(Sumber Gambar: http://ragambahasakita.blogspot.com)
Adat Muda Menanggung Rindu, AdatTua Menahan Ragam
KOMPETENSI DASAR Setelah mempelajari materi, mengerjakan
latihan, dan kegiatan pada bab ini, peserta
3.12 Membandingkan kritik sastra dan esai didik diharapkan mampu:
dari aspek pengetahuan dan pandangan 1. Unsur-Unsur Kritik dan Esai
penulis. 2. Menentukan persamaan dan perbedaan
4.12 Menyusun kritik dan esai dengan kritik dan esai
memperhatikan aspek pengetahuan 3. Menulis sebuah kritik atau esai dengan
dan pandangan penulis.
memperhatikan sistematika dan
3.13 Menganalisis sistematika dan kebahasaan
kebahasaan kritik dan esai. 4. Menganalisis sistematika kritik dan esai
5. Menganalisis kebahasaan kritik dan esai
4.13 Mengonstruksi sebuah kritik atau esai 6. Mengonstruksi sebuah kritik atau esai
dengan memperhatikan sistematika dengan memperhatikan sistematika dan
dan kebahasaan. kebahasaan
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 103
A. Membandingkan Kritik Sastra dan Esai
1. Unsur-Unsur Kritik dan Esai
Anda tentu sering mendengar kata kritik, mengkritik, dan dikritik dalam kehidupan sehari-hari.
Mungkin Anda menganggap bahwa kritik itu berhubungan dengan hal-hal negatif karena mengungkapkan
sesuatu yang buruk terhadap hal atau keadaan yang dikritik. Benarkah anggapan yang demikian? Sebelum
kita memulai pembelajaran tentang kritik, perlu kita batasi terlebih dahulu bahwa kritik dalam materi ini
dikhususkan pada kritik dalam bidang sastra. Sementara itu, apa yang ada di benak Anda jika mendengar kata
esai? Mungkin pikiran Anda akan tertuju pada soal-soal ulangan yang harus Anda kerjakan dalam bentuk
uraian yang disertai penjelasan singkat. Benarkah demikian?
Untuk menjawab dan memberikan pemahaman tentang kedua hal tersebut, berikut ini akan disajikan
contoh kritik dan esai. Untuk itu, agar pemahaman Anda tentang hal tersebut menjadi semakin jelas, bacalah
terlebih dahulu cerpen “Maling” berikut ini!
Maling
(Karya Lidya Kartika Dewi)
Sejak merenovasi rumahnya yang sederhana menjadi rumah megah, perilaku keluarga Pak Cokro
berubah total. Berada persis di depan sebuah gang yang tidak terlalu lebar, rumah Pak Cokro kini bak istana
yang berdiri di antara rumah-rumah sederhana dan sangat sederhana para tetangganya. Dulu, sebelum
rumahnya direnovasi, Pak Cokro dan istrinya sangat ramah dan menjaga hubungan baik dengan para
tetangganya, terlebih dengan keluarga Bu Marni yang rumahnya persis di depan rumah Pak Cokro. Begitu
dekatnya hubungan bertetangga itu, sehingga mereka sudah seperti saudara. Bila punya kelebihan makanan,
Pak Cokro selalu menyuruh istrinya membaginya pada Bu Marni.
"Kasihan. Bu Marni sudah jAnda, sedang empat anaknya masih kecil-kecil," katanya.
Sering Bu Marni membantu pekerjaan rumah Bu Cokro, tanpa pernah minta imbalan. Dari mencuci baju,
menyeterika, sampai mengepel lantai. Tapi Bu Cokro sangat tahu kalau membantu bersih-bersih di rumah
tetangga merupakan sumber nafkah Bu Marni. Bu Cokro pun selalu memberi imbalan uang yang sangat
pantas, sehingga hubungan bertetangga mereka sangat mesra dan harmonis.
Tapi kini, kemesraan dan keharmonisan itu sudah tiada. Rumah Pak Cokro yang sekarang bertingkat dua
dan megah bak istana itu berpagar tinggi. Jangan lagi untuk menjenguk ke dalam rumah yang megah itu, untuk
melihat teras depannya saja sekarang Bu Marni tidak bisa. Karena pagar depan rumah yang tinggi itu ditutup
pula dengan fiberglas warna biru tua. Maka semakin jauhlah jarak hubungan antara keluarga Pak Cokro
dengan para tetangganya, juga dengan Bu Marni. Apalagi, untuk mengurusi rumahnya yang besar itu Pak
Cokro kini sudah mempekerjakan dua orang pembantu yang diambil dari desa.
Bu Marni, juga para tetangga yang lain, bisa memahami perubahan sikap keluarga Pak Cokro. OKB, orang
kaya baru, biasanya memang sombong! Para tetangga, juga Bu Marni, tak ambil peduli. Tapi, sore itu kuping
Bu Marni memanas. Motor bebek yang biasa dipakai Hendi, anak Pak Cokro yang kedua, hilang. Mengetahui
hal itu, dengan membuka pintu pagar depan rumahnya lebar-lebar, Pak Cokro yang baru pulang kerja
langsung berteriak-teriak.
"Makanya, Hendi, kamu itu jangan sembrono! Nyimpan motor di luar pintu pagar rumah, ya pasti
dicolong maling! Sekarang memang banyak maling di sekitar rumah kita ini. Jangan lagi motor, sandal, sepatu,
sapu, payung, bahkan pot bunga aja kalau disimpan di luar pintu pagar, pasti hilang! Ngerti kamu?"
"Ngerti, Pak," jawab Hendi lirih.
"Makanya kamu harus hati-hati! Kamu harus tahu, apa pekerjaan orang depan rumah kita itu?" "Kamu
juga harus tahu," tukas Pak Cokro pula. "Banyak orang iri pada kita. Sehingga, orang yang tadinya baik, bisa
jadi maling!"
Bu Marni, yang kala itu sedang menyapu teras depan rumahnya, merasa tersinggung oleh kata-kata Pak
Cokro yang seperti sengaja dibidikkan padanya. Secara tidak langsung Pak Cokro telah menuduhnya sebagai
maling. Segera Bu Marni meletakkan sapunya. Tapi, ketika ia bergegas melangkah menghampiri rumah Pak
Cokro, dengan tergesa dan menghentak Pak Cokro menutup pintu pagar depan rumahnya. Sedang Bu Marni
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 104
yang sudah terlanjur dibakar api kemarahan, dengan sedikit kasar mengetuk-ketuk pagar yang ditutupi
fiberglas itu sambil berseru, "Assalamualaikum!"
Terpaksa Pak Cokro membuka kembali pintu pagar rumahnya dan menghampiri Bu Marni. "Ada apa,
Bu?" tanya Pak Cokro, berlagak tidak tahu apa-apa.
"Pak Cokro menuduh saya mencuri motor bebek Hendi?" suara Bu Marni memburu.
"Ah, siapa yang bilang?" Pak Cokro pasang mimik serius.
"Saya dengar waktu Pak Cokro berteriak-teriak memarahi Hendi," kata Bu Marni.
"Ah, itu perasaan Bu Marni saja," suara Pak Cokro berubah santai, ramah. "Percaya, Bu, saya nggak nuduh
siapa-siapa. Saya hanya memarahi Hendi agar tidak teledor. Gang depan rumah kita ini kan jalan yang hidup.
Banyak orang lalu-lalang. Jadi mana bisa saya menuduh orang sembarangan?"
Bu Marni terdiam, tak mampu untuk membela diri lebih jauh. Lalu tanpa permisi ia pergi meninggalkan
halaman rumah Pak Cokro, walau di dalam hatinya masih tersimpan rasa kesal. Sepeninggal Bu Marni, Pak
Cokro menutup pintu pagar rumahnya sambil bergumam, "Huh, dasar miskin. Ada orang ngomong sedikit
keras aja tersinggung!"
Akhir-akhir ini, sore hari, sering kali pintu pagar depan rumah Pak Cokro dibuka lebar-lebar. Dan,
beberapa kali secara tidak serngaja Bu Marni melihat Pak Cokro tengah duduk melamun. Awalnya Bu Marni
menduga Pak Cokro kelelahan setelah seharian bekerja. Tapi, belakangan Bu Marni mulai curiga, ketika mulai
ramai disiarkan di beberapa stasiun TV, bahwa di departemen tempat Pak Cokro bekerja telah terbongkar
sebuah mega korupsi. Apakah Pak Cokro terlibat di dalamnya? Bukan hanya Bu Marni, tapi para tetangga juga
mulai ramai berbisik-bisik tentang dugaan keterlibatan Pak Cokro. Dan, dugaan itu menjadi kenyataan, ketika
siaran berita di TV mulai menyebut-nyebut nama Pak Cokro terlibat dalam mega korupsi itu.
Bu Marni menghela napas puas. Sakit hatinya karena dicurigai sebagai maling oleh Pak Cokro kini
mendapatkan momen untuk dilampiaskan. Maka ketika sore itu pintu pagar depan rumah Pak Cokro terbuka
lebar dan tampak Pak Cokro tengah duduk melamun, Bu Marni langsung berkata dengan suara keras,
menyambut Sekar, anaknya yang pertama yang baru pulang dari mengaji di rumah Ustadzah Yoyoh.
"Makanya, Sekar, kamu belajar ngaji yang baik. Biar moralmu baik. Agar kalau besok-besok kamu jadi
pejabat, kamu nggak jadi maling!"
Seakan tahu kepada siapa ucapan ibunya ditujukan, cepat Sekar menukas, "Ah, kalau pejabat bukan
maling, Bu. Tapi korupsi!"
"Ah, itu kan hanya istilah!" teriak Bu Marni.
"Tapi hakekatnya sama saja, maling! Banyak duit dari hasil maling aja sombong!"
Mendengar teriakan Bu Marni, Pak Cokro tak tahan. Ia tahu, teriakan itu ditujukan kepadanya. Buru-buru
Pak Cokro bangkit dari duduk dan segera menutup pintu pagar depan rumahnya rapat-rapat. Melihat
ucapannya mengenai sasaran, Bu Marni dan Sekar berpelukan sambil tersenyum penuh kemenangan.
Beberapa hari yang lalu sang ibu memang telah mengatakan pada sang anak, bahwa ia akan melampiaskan
dendamnya pada Pak Cokro. Kini sakit hati itu telah terbayar!
Hari masih pagi. Masih sangat pagi. Matahari masih malu-malu bersinar dari ufuk timur. Pohon jambu air
yang daunnya rimbun dan buahnya lebat yang tumbuh di halaman depan rumah Bu Marni masih tampak
segar, karena masih digayuti embun. Dan, Bu Marni tengah sibuk menyapu halaman depan rumahnya yang
dikotori daun-daun jambu air yang gugur, saat terdengar sebuah suara memberi salam. "Assalamualaikum."
Bu Marni menghentikan aktifitasnya menyapu dan menatap ke arah pintu pagar. "Waalaikumsalam. Eh,
Bu Cokro."
Bu Marni meletakkan sapu lidi sembarangan dan bergegas ke pintu pagar dan membukanya. "Mari
masuk, Bu," ucapnya, ramah.
"Maaf, mengganggu." Senyum Bu Cokro, sedikit rikuh.
"Oh, nggak, nggak." Bu Marni melangkah ke teras. Bu Cokro membuntuti. Di kursi teras keduanya duduk
berdampingan.
"Ada perlu apa, Bu?" kening Bu Marni berkerut, penuh tanya.
"Kalau bersedia, saya minta Bu Marni membantu-bantu lagi di rumah saya," kata Bu Cokro, hati-hati.
"Lho, memang pembatu rumahnya ke mana, Bu?" tanya Bu Marni heran. Benar-benar heran. Ia memang
tak tahu persis apa yang telah terjadi di dalam rumah besar bak istana itu.
"Sebelum digelandang ke hotel prodeo, Pak Cokro meminta dua pembantu rumah kami supaya
dipulangkan ke desa. Sebagai gantinya memohon Bu Marni untuk kembali membantu-bantu di rumah kami."
"Ooo." Bu Marni manggut-manggut.
"Bu Marni mau, kan?" sela Bu Cokro, penuh harap.
Bu Marni tidak segera menjawab. Teringat ia pada sikap kasar dan sombong keluarga Pak Cokro setelah
jadi orang kaya. Tapi segera pula Bu Marni menyadari posisinya sebagai janda miskin dengan empat anak.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 105
Demi urusan perut dan biaya pendidikan keempat anaknya, rasa sakit hati itu harus Bu Marni buang jauh-
jauh.
"Ya ya saya mau, Bu," ucap Bu Marni sumringah, bungah. "Tapi maaf, Bu. Kalau boleh saya tahu, hotel
prodeo itu apa?"
Sesaat Bu Cokro tampak ragu untuk bicara. "Penjara," katanya kemudian. "Tapi suami saya nggak bakal
lama mendekam di sana. Paling lama satu tahun. Itu karena kesalahan Pak Cokro tidak terlalu besar."
"Ooo." Kembali Bu Marni manggut-manggut.
"Yah, nggak apa-apalah dipenjara. Itung-itung istirahat dari rutinitas kerja," sambung Bu Cokro.
"Karena walau dipenjara, saya sudah lihat, tempatnya enak, seperti di hotel. Ada AC, kulkas, juga TV."
"Ooo." Lagi-lagi Bu Marni hanya bisa manggut-manggut.
(Sumber: Republika, 26 Agustus 2007-dengan perubahan seperlunya)
Setelah Anda membaca cerpen “Maling” tersebut, tentu Anda telah memahami unsur intrinsik yang
ada di dalamnya. Selanjutnya, perhatikan contoh kritik atas cerpen tersebut berikut ini!
Kritik Cerpen “Maling” Karya Lidya Kartika Dewi
Cerpen berjudul “Maling” karya Lidya Kartika Dewi berkisah tentang koruptor di Indonesia. Cerita
bermula ketika keluarga Pak Cokro merenovasi rumahnya yang sederhana menjadi rumah yang megah.
Padahal dulu, sebelum Pak Cokro merenovasi rumahnya, keluarganya dikenal sangat baik dan ramah
terhadap semua tetangganya, terlebih terhadap Bu Marni, tetangga depan rumahnya. Akan tetapi, setelah
menjadi orang kaya baru, keluarga Pak Cokro berubah menjadi keluarga yang sombong dan angkuh. Singkat
cerita, terdengar kabar bahwa Pak Cokro terlibat megakorupsi di perusahaannya. Tak lama setelah
beredarnya kabar tersebut, Pak Cokro ditangkap pihak kepolisian di rumahnya.
Pengarang cerpen ini menggambarkan watak tokoh Pak Cokro yang sombong dan angkuh setelah
menjadi orang kaya baru. Dengan penggambaran watak tokoh yang demikian, muncul berbagai konflik
sederhana yang biasa timbul di masyarakat.
Diceritakan pula para pelaku korupsi dapat mempermaiankan hukum dengan uang haram yang mereka
miliki. Seperti yang dilakukan Pak Cokro dalam cerpen ini. Dia memanfaatkan uang hasil korupsinya untuk
meringankan hukumannya dengan membeli fasilitas mewah bak hotel berbintang lima untuk fasilitas
penjaranya. Hal itu dibuktikan dalam kutipan “Yah, nggak apa-apalah dipenjara. Itung-itung istirahat dari
rutinitas kerja,” Sambung Bu Cokro. “Karena walau dipenjara saya sudah lihat, tempatnya enak seperti di hotel
ada AC, kulkas, dan juga TV.” Dalam kutipan tersebut, jelas sekali penggambaran betapa liciknya para koruptor
dalam mempermainkan hukum.
Cerpen “Maling” tidak banyak menggunakan kata konotasi. Pengarang dengan gamblang menceritakan
setiap kejadian sehingga apa yang dituliskan pengarang bisa langsung tergambar di kepala pembaca. Itulah
salah satu kelebihan cerpen karya Lidya Kartika Dewi tersebut. Selain itu, cerpen “Maling” sarat akan nilai
moral dan sosial yang tersaji secara gamblang bagi para pembaca.
Namun demikian, cerpen ini juga tak luput dari berbagai kekurangan. Pengarang tidak menggunakan
kosa kata terpilih. Akibatnya, pembaca kurang tertarik untuk melanjutkan cerita sampai selesai. Kosa kata
rutinitas membanjiri hampir di sepanjang cerita membuat pembaca disergap kejenuhan, kelelahan, dan rasa
malas untuk melanjutkan cerita. Cerita yang ditulis terlalu ingin menjelaskan kepada pembaca, seolah-olah
takut kalau pembaca tidak memahami cerita yang disuguhkan. Akibatnya, cerita menjadi kurang efektif dan
bertele-tele.
Berdasarkan hal tersebut, perlu kiranya bagi penulis cerpen tersebut untuk memperhatikan dengan
saksama diksi yang digunakan pada saat menyusun cerpen. Selain itu, penulis cerpen jangan terlalu mendikte
pembaca. Hal yang demikian perlu dihindari. Hal itu penting untuk dilakukan agar karya cerpen menjadi lebih
berkualitas, terutama dari nilai estetisnya.
(Sumber: http://halyshaelf.blogspot.co.id/2015/01/dengan perubahan seperlunya)
Setelah Anda mengetahui bagaimana menyusun sebuah kritik terhadap karya sastra, seperti contoh di
atas, berikut disajikan contoh penyusunan esai agar Anda mengetahui persamaan dan perbedaan
antara kritik dan esai.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 106
Permasalahan Lingkungan di Indonesia
Sampah sudah menjadi masalah klasik bagi setiap negara di seluruh dunia. Masalah tersebut menjadi
fokus utama karena berkaitan dengan kondisi lingkungan suatu negara. Oleh karena itu, saat ini banyak
negara, termasuk Indonesia, telah memulai program re-use dan re-cycle atas sampah-sampah yang ada untuk
menanggulangi masalah tersebut.
Ada empat permasalahan yang memperparah kerusakan lingkungan di Indonesia. Pertama,
permasalahan penebangan liar. Indonesia memang terkenal dengan industri berbahan kayu yang bahkan
kepopulerannya telah sampai ke tingkat dunia. Namun sayangnya, bahan-bahan kayu tersebut diambil dari
hutan tanpa memperhatikan kelestariannya sehingga banyak hutan yang habis ditebangi. Akibatnya, hutan
menjadi gundul dan kehilangan fungsi-fungsinya.
Kedua, permasalahan polusi. Indonesia dituduh sebagai salah satu negara yang bertanggung jawab atas
terjadinya global warming. Hal itu dikarenakan negeri kita memiliki tingkat polusi udara yang tinggi akibat
banyaknya asap pabrik dan kendaraan bermotor.
Ketiga, permasalahan kurangnya ketersediaan tempat pembuangan sampah. TPA saat ini sudah tidak
bisa lagi menampung jumlah sampah yang ada. Selain itu, keberadaan TPA sering sekali menimbulkan
permasalahan karena banyak warga setempat yang menuntut untuk memindahkan TPA dari tempat mereka
karena mengganggu.
Keempat, permasalahan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Hal itu
bisa dilihat dari banyaknya sampah yang beserakan karena mereka malas membuang sampah pada
tempatnya. Mereka lebih memilih membuang sampah di sungai daripada di tempat sampah yang telah
disediakan. Akibatnya, sungai menjadi tercemar dan dapat mengakibatkan banjir.
Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa masalah lingkungan di
negeri kita ini belum bisa terselesaikan, bahkan semakin kompleks.
(Sumber: http://patersan.blogspot.co.id/2017/08/esai-essay-definisi-unsur-tipe-ciri.html)
PELATIHAN KE-1
Setelah Anda membaca kedua teks di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini!
1. Apa yang Anda ketahui tentang teks kritik?
2. Apa yang Anda ketahui tentang teks esai?
3. Apakah perbedaan antara teks kritik dan esai? Jelaskan secara singkat jawaban Anda pada tabel berikut!
No Kritik Esai
1
2
3
4
4. Informasi apa saja yang Anda peroleh ketika membaca teks yang berjudul “Kritik Cerpen ‘Maling’ Karya
Lidya Kartika Dewi”?
5. Informasi apa saja yang Anda peroleh ketika membaca teks esai yang berjudul “Permasalahan Lingkungan
di Indonesia?
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 107
1. Pengertian Kritik Sastra dan Esai
a. Pengertian Kritik
Istilah kritik sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berselisih dengan objek
kritikan. Istilah kritik berkaitan dengan penganalisan dan pengevaluasian yang bertujuan untuk
meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan (Curtis,
1996:284). Berdasarkan definisi tersebut, kritik sastra ialah analisis terhadap suatu karya sastra untuk
menilai baik buruknya suatu karya secara objektif.
b. Pengertian Esai
Esai ialah karangan prosa yang membahas suatu masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi
penulisnya (https://kbbi.web.id/esai). Dengan demikian, esai merupakan tulisan yang bersifat
subjektif. Sebuah esai merupakan suatu penilaian, pandangan, atau evaluasi penulis terhadap sebuah
fakta yang terjadi, kemudian disimpulkan. Di dalam unsur esai harus terkandung fakta atau kejadian
nyata yang dikritisi.
2. Ciri-Ciri Kritik Sastra dan Esai
a. Ciri-Ciri Kritik:
(1) memberikan tanggapan terhadap hasil karya,
(2) memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan) sebuah karya sastra,
(3) pertimbangan bersifat objektif,
(4) memaparkan kesan pribadi kritikus terhadap sebuah karya sastra,
(5) memberikan alternatif perbaikan atau penyempurnaan (kritik konstrukif),
(6) tidak berprasangka (tidak menduga-duga),
(7) tidak terpengaruh siapa penulisnya.
b. Ciri-Ciri Esai:
(1) berbentuk prosa, yakni dalam bentuk komunikasi tertulis berisi gagasan,
(2) singkat, dapat dibaca dengan santai dalam waktu relatif singkat,
(3) memiliki ciri khas (setiap penulis esai yang baik memiliki karakter tulisan yang khas yang
membedakannya dengan tulisan orang lain),
(4) selalu tidak utuh karena penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek
yang hendak ditulis,
(5) memenuhi keutuhan penulisan,
(6) bersifat subjektif (bersifat personal).
3. Jenis Kritik dan Esai
a. Jenis Kritik
(1) Kritik sastra teoretis, yakni dasar-dasar (wawasan, konsep, asas, atau kaidah) yang diperlukan
untuk melakukan kritik terhadap karya sastra, misalnya Prinsip-Prinsip Kritik Sastra oleh R.
Pradopo (2007) dan Kritik Sastra: Sebuah Pengantar oleh Andre Hardjana (1981).
(2) Kritik sastra terapan, yakni penerapan teori atau prinsip kritik sastra pada suatu karya sastra,
misalnya “Kritik Cerpen ‘Maling’ Karya Lidya Kartika Dewi” oleh Halyshaelf (2015), “Memahami
Cerpen-Cerpen Danarto” oleh Siti Sundari T. (1985) dan “Menelusuri Makna Ziarah Karya Iwan
Simatupang” oleh Okke K.S Zaimar (1991).
b. Jenis Esai
(1) Esai Cerita (Narasi) ialah esai yang bertujuan untuk menceritakan sesuatu peristiwa.
Contoh:
Saling menolong itu baik. Pagi tadi, ketika saat saya berangkat kerja, ada insiden kecil. Teman saya
si x melamun sehingga ia tidak sadar saat tiba di pertigaan lampu merah traffic light menyala.
Begitu ia sadar, langsung kakinya reflek menginjak rem. Akan tetapi, motornya telah jauh ke depan
garis batas marka.
(Sumber: http://rumahnuradi.blogspot.co.id/2009/08/esai-naratif.html)
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 108
(2) Esai Paparan (Eksposisi) ialah esai yang bertujuan untuk menjelaskan sesuatu (memberikan
informasi) secara lebih rinci kepada pembaca.
Contoh:
UNESCO mengatakan bahwa lebih dari sepertiga bahasa di dunia terancam punah. Dari sekitar
2.000 bahasa tersebut, menurut UNESCO, sekitar 200 dipakai oleh sekelompok kecil penutur.
Bahasa Lampung adalah salah satu di antaranya. Bahasa Lampung memiliki banyak ragam dialek
dan juga memiliki aksara (huruf) sendiri.
(Sumber: https://dosenbahasa.com/jenis-jenis-esai)
(3) Esai Argumentatif ialah esai yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca tentang ide, pandangan,
atau sikap penulis terhadap suatu hal.
Contoh:
Akhir-akhir ini narkoba telah merajalela di negeri kita. Semua kalangan dimulai dari masyarakat
bawah hingga masyarakat kelas atas telah menggunakan narkoba. Bahkan narkoba juga telah
merasuki para penegak hukum di negeri ini. Menurut data yang diterima oleh Badan Narkotika
Nasional (BNN), jumlah korban yang disebabkan oleh barang haram itu meningkat hingga dua kali
lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Kebanyakan dari korban-korban tersebut adalah remaja.
Menanggapi fenomena tersebut, pemerintah telah menetapkan bahwa negara kita sedang berada
dalam keadaan darurat narkoba. Oleh sebab itu, penulis sangat yakin bahwa masa depan bangsa ini
akan hancur dalam beberapa tahun yang akan datang jika pemerintah tidak mengambil langkah
yang nyata untuk menghentikan arus peredaran barang haram itu.
(Sumber: http://www.kelasindonesia.com/2015/06/contoh-esai-argumentatif)
(4) Esai Lukisan (Deskripsi) ialah esai yang menggambarkan sesuatu dengan tujuan untuk membantu
pembaca memahami hal yang ingin disampaikan penulis.
Contoh:
Pantai merupakan tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan liburan dan menyegarkan
pikiran akan penatnya pekerjaan. Salah satu pantai yang terkenal di Jawa Barat adalah Pantai
Pangandaran. Pantai yang terletak di daerah timur Jawa Barat ini menyuguhkan pemandangan
yang indah. Pasir hitam dan air jernih terhampar luas sejauh mata memandang. Ombak yang
bergulung-gulung datang silih berganti menyambut para wisatawan seakan mengajak untuk
bermain dan berenang. Teriknya matahari terkalahkan oleh sejuknya air laut yang
dingin. Dinginnya ombak yang menghempas tubuh dan air laut yang terasa asin saat menyentuh
bibir menambah keasyikan saat bermain di Pantai Pangandaran.
(Sumber: http://all-about-homework.blogspot.co.id/2013/08/essay-deskripsi.html)
(5) Esai Ajakan (Persuasi) ialah esai yang bertujuan mengajak atau memengaruhi pembaca agar
melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
Contoh:
Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin masih belum dapat dirasakan. Masyarakat golongan
miskin sering tidak mendapatkan pelayanan yang layak. Mereka harus dihadapkan pada berbagai
syarat yang mempersulit. Selain itu, sikap diskriminatif sering dilakukan oleh pihak rumah sakit.
Oleh sebab itu, pemerintah perlu meninjau kembali kinerja rumah sakit, khususnya dalam
memberikan pelayanan kesehatan kepada warga kurang mampu.
(Sumber: http://contohessaypersuasif.blogspot.co.id/)
4. Struktur Kritik dan Esai
a. Struktur Kritik Sastra
1) Pembuka
Bagian pembuka berisi pengenalan karya, baik judul, pengarang, maupun isu atas karya tersebut.
Selain itu, dapat dipaparkan pula sinopsisnya jika karya sastra itu berupa prosa.
2) Isi
Bagian isi berisi pemaparan argumen penulis kritik (kritikus) tentang hasil interpretasi atas karya
yang dikritik. Untuk itu, segala hal yang ditemukan dipaparkan secara lengkap, namun singkat
dengan disertai bukti berupa kutipan (teks) yang ada pada karya tersebut.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 109
3) Penutup
Bagian penutup berisi penilaian (kelebihan dan kekurangan) dan rekomendasi atas karya sastra
tersebut.
PENGENALAN/ (1) IDENTITAS KARYA SASTRA
TINJAUAN KARYA (2) SINOPSIS KARYA SASTRA
STRUKTUR PEMAPARAN HASIL INTERPRETASI
KRITIK SASTRA ARGUMEN
PENILAIAN DAN KELEBIHAN - KEKURANGAN
REKOMENDASI
b. Struktur Esai
1) Pendahuluan
(1) Berupa pengantar atau latar belakang tentang topik yang akan dipaparkan pada bagian isi.
(2) Diawali dengan kalimat tesis yang dinyatakan secara jelas dan eksplisit. Kalimat tesis tersebut
berfungsi sebagai pengontrol gagasan yang akan dipaparkan pada bagian isi.
(3) Pendahuluan (abstraksi) disusun secara singkat dan padat, tetapi menampilkan semua
ide/gagasan di dalamnya. Abstraksi biasanya berisi definisi, etimologi, latar belakang, dll.
2) Isi/Gagasan/Pembahasan
(1) Penjabaran kalimat tesis yang diwujudkan dalam beberapa paragraf (minimal dua paragraf).
(2) Setiap paragraf pada bagian isi mendiskusikan gagasan-gagasan yang lebih spesifik dan lebih
detail agar argumen lebih meyakinkan.
(3) Gagasan spesifik tersebut merupakan kalimat pendukung yang berfungsi sebagai penjelasan
logis atas argumen yang disampaikan penulis.
3) Penutup/Simpulan
(1) Berisi ringkasan yang mencakup keseluruhan isi esai.
(2) Dapat juga berupa penegasan atas pendapat yang telah dijabarkan pada bagian isi.
(3) Disajikan dalam satu paragraf simpulan untuk mengakhiri pembahasan.
PENDAHULUAN (1) Berupa pengantar/latar belakang.
(2) Diawali dengan kalimat tesis
(jelas dan eksplisit)
(3) Bagian ini disusun secara singkat
dan padat, tetapi lengkap
STRUKTUR ISI/GAGASAN/ (1) Penjabaran Kalimat Tesis
ESAI PEMBAHASAN (2) Mimimal dua paragraf
PENUTUP/ (1) Berisi
SIMPULAN Ringkasan/Penegasan
(2) Satu paragraf simpulan
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 110
Bacalah kembali teks kritik yang berjudul “Kritik Cerpen ‘Maling’ Karya Lidya Kartika Dewi” dan teks
esai “Permasalahan Lingkungan di Indonesia”, kemudian perhatikan tabel berikut ini!
Struktur Teks Kritik
Cerpen “Maling” Karya Lidya Kartika Dewi
Struktur Teks Bukti Paragraf dalam Teks
Pengenalan/
Tinjauan Karya Cerpen berjudul “Maling” karya Lidya Kartika Dewi berkisah tentang koruptor di
Indonesia. Cerita bermula ketika keluarga Pak Cokro merenovasi rumahnya yang
sederhana menjadi rumah yang megah. Padahal dulu, sebelum Pak Cokro
merenovasi rumahnya, keluarganya dikenal sangat baik dan ramah terhadap semua
tetangganya, terlebih terhadap Bu Marni, tetangga depan rumahnya. Akan tetapi,
setelah menjadi orang kaya baru, keluarga Pak Cokro berubah menjadi keluarga
yang sombong dan angkuh. Singkat cerita, terdengar kabar bahwa Pak Cokro terlibat
mega korupsi di perusahaannya. Tak lama setelah beredarnya kabar tersebut, Pak
Cokro ditangkap pihak kepolisian di rumahnya.
Pemaparan Argumen
Argumen ke-1 Pengarang cerpen ini menggambarkan watak tokoh Pak Cokro yang sombong dan
angkuh setelah menjadi orang kaya baru. Dengan penggambaran watak tokoh yang
demikian, muncul berbagai konflik sederhana yang biasa timbul di masyarakat.
Argumen ke-2 Diceritakan pula para pelaku korupsi dapat mempermaiankan hukum dengan uang
haram yang mereka miliki. Seperti yang dilakukan Pak Cokro dalam cerpen ini. Dia
memanfaatkan uang hasil korupsinya untuk meringankan hukumannya dengan
membeli fasilitas mewah bak hotel berbintang lima untuk fasilitas penjaranya. Hal
itu dibuktikan dalam kutipan “Yah, nggak apa-apalah dipenjara. Itung-itung istirahat
dari rutinitas kerja,” Sambung Bu Cokro. “Karena walau dipenjara saya sudah lihat,
tempatnya enak seperti dihotel ada AC, kulkas, dan juga TV.” Dalam kutipan tersebut,
jelas sekali penggambaran betapa liciknya para koruptor dalam mempermainkan
hukum.
Penilaian dan Rekomendasi
Kelebihan Cerpen “Maling” tidak banyak menggunakan kata konotasi. Pengarang dengan
gamblang menceritakan setiap kejadian sehingga apa yang dituliskan pengarang
bisa langsung tergambar di kepala pembaca. Itulah salah satu kelebihan cerpen
karya Lidya Kartika Dewi tersebut. Selain itu, cerpen “Maling” sarat akan nilai moral
dan sosial yang tersaji secara gamblang bagi para pembaca.
Kekurangan Namun demikian, cerpen ini juga tak luput dari berbagai kekurangan. Pengarang
tidak menggunakan kosa kata terpilih. Akibatnya, pembaca kurang tertarik untuk
melanjutkan cerita sampai selesai. Kosa kata rutinitas membanjiri hampir di
sepanjang cerita membuat pembaca disergap kejenuhan, kelelahan, dan rasa malas
untuk melanjutkan cerita. Cerita yang ditulis terlalu ingin menjelaskan kepada
pembaca, seolah-olah takut kalau pembaca tidak memahami cerita yang disuguhkan.
Akibatnya, cerita menjadi kurang efektif dan bertele-tele.
Rekomendasi Berdasarkan hal tersebut, perlu kiranya bagi penulis cerpen tersebut untuk
memperhatikan dengan saksama diksi yang digunakan pada saat menyusun cerpen.
Selain itu, penulis cerpen jangan terlalu mendikte pembaca. Hal yang demikian perlu
dihindari. Hal itu penting untuk dilakukan agar karya cerpen menjadi lebih
berkualitas, terutama dari nilai estetisnya.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 111
Struktur Teks Esai
“Permasalahan Lingkungan Di Indonesia”
Struktur Teks Bukti Paragraf dalam Teks
Pendahuluan
Isi/Pembahasan Sampah sudah menjadi masalah klasik bagi setiap negara di seluruh dunia.
/Gagasan Masalah tersebut menjadi fokus utama karena berkaitan dengan kondisi
lingkungan suatu negara. Oleh karena itu, saat ini banyak negara, termasuk
Penutup/ Indonesia, telah memulai program re-use dan re-cycle atas sampah-sampah yang
Simpulan ada untuk menanggulangi masalah tersebut.
Ada empat permasalahan yang memperparah kerusakan lingkungan di Indonesia.
Pertama, permasalahan penebangan liar. Indonesia memang terkenal dengan
industri berbahan kayu yang bahkan kepopulerannya telah sampai ke tingkat
dunia. Namun sayangnya, bahan-bahan kayu tersebut diambil dari hutan tanpa
memperhatikan kelestariannya sehingga banyak hutan yang habis ditebangi.
Akibatnya, hutan menjadi gundul dan kehilangan fungsi-fungsinya.
Kedua, permasalahan polusi. Indonesia dituduh sebagai salah satu negara yang
bertanggung jawab atas terjadinya global warming. Hal itu dikarenakan negeri kita
memiliki tingkat polusi udara yang tinggi akibat banyaknya asap pabrik dan
kendaraan bermotor.
Ketiga, permasalahan kurangnya ketersediaan tempat pembuangan sampah. TPA
saat ini sudah tidak bisa lagi menampung jumlah sampah yang ada. Selain itu,
keberadaan TPA sering sekali menimbulkan permasalahan karena banyak warga
setempat yang menuntut untuk memindahkan TPA dari tempat mereka karena
mengganggu.
Keempat, permasalahan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga
kebersihan. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya sampah yang beserakan karena
mereka malas membuang sampah pada tempatnya. Mereka lebih memilih
membuang sampah di sungai daripada di tempat sampah yang telah disediakan.
Akibatnya, sungai menjadi tercemar dan dapat mengakibatkan banjir.
Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa
masalah lingkungan di negeri kita ini belum bisa terselesaikan, bahkan semakin
kompleks.
PELATIHAN KE-2
1. Cermatilah teks kritik sastra berikut, kemudian isilah tabel yang ada di bagian bawah teks!
Ideologi Patriarki dalam Cerpen Asma Nadia
(Oleh Ateng Hidayat)
Sejak 1997 karya fiksi Islam kembali membumi. Sederetan penulis dan karyanya berhasil mendulang
prestasi besar. Di antara penulis tersebut adalah Fahri Asiza, Gola Gong, Jazimah al Muhyi, dan Asma Nadia.
Salah satu karya Asma Nadia, penulis fiksi Islam yang pernah meraih penghargaan Adikarya IKAPI 2001,
adalah cerpen “Cerita Tiga Hari” yang termuat dalam antologi cerpen Meminang Bidadari (FBA Press,
Maret 2005).
Banyak pesan moral dan nilai religius yang diangkat dalam kumpulan cerpen tersebut. Termasuk
dalam “Cerita Tiga Hari” yang mengisahkan kebahagiaan satu keluarga. Cerita yang dikisahkan hanya tiga
hari. Hari pertama, menceritakan saat suami berangkat kerja. Kepergiannya diiringi tatap istri dan kedua
anaknya penuh bahagia. Hari kedua, menceritakan saat suami pulang kerja sampai makan malam. Hari
ketiga, menceritakan saat suami bekerja, digoda seorang wanita cantik yang menumpang di kendaraannya.
Pesan moral yang terdapat dalam cerpen ini adalah peran cinta dan rumah tangga penuh kasih, yang dapat
menyingkirkan besarnya godaan terhadap para suami di luar rumah, saat mereka bekerja.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 112
Terlepas dari misi agung yang diemban pengarang, apabila kita membaca dengan memposisikan diri
sebagai pembaca perempuan (reading as a women), sebagaimana yang dinyatakan Jonathan Culler, yaitu
adanya kesadaran bahwa ada perbedaan jenis kelamin yang banyak berpengaruh terhadap kehidupan,
budaya, termasuk sastra, kita akan menemukan adanya gender inekualities atau ketidakadilan gender
dalam cerpen ini.
Djajanegara mengemukakan, ketidakadilan gender tersebut di antaranya dapat dilihat dari peran
dan karakter tokoh. “Cerita Tiga Hari” mungkin merupakan potret realitas perempuan Indonesia yang
masih tertindas oleh dominasi laki-laki dengan ideologi patriarkinya.
Dalam cerpen tersebut masih terdapat pembagian peran antara peran domestik/tradisional yang
dilakukan oleh perempuan dan peran publik yang dilakukan oleh laki-laki. Istri dan dua anaknya
mengantar sampai ke pintu. Wajah-wajah cerah itu yang setiap hari melepasnya pergi.... Istrinya
menyuguhkan segelas teh manis hangat. Itulah petikan yang menunjukkan adanya peran domestik tokoh
istri. Ia beraktivitas hanya dalam lingkungan rumah tangga, menangani masalah dapur, merawat dan
membesarkan anak, dan mengurus rumah. Berbeda dengan tokoh suami, ia beraktivitas di wilayah publik
dan bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Perhatikan kutipan berikut. Udara Jakarta yang
panas, seharian bekerja mengitari ibu kota berhadapan dengan rupa-rupa manusia. Kehadiran tokoh istri
tidak lebih hanya menjadi pelayan dan pelengkap kehidupan tokoh suami.
Pembedaan peran domestik dan peran tradisional tersebut jelas merugikan kaum perempuan
karena hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin. Bukan merupakan kodrat seorang
perempuan untuk mengurusi hal-hal domestic. Laki-laki pun dapat melakukannya. Perbedaan peran
tersebut hanya merupakan masalah gender yang dikonstruksi secara sosial dan kultural oleh masyarakat
yang didominasi ideologi patriarki, demikian kata Mansour Fakih.
Selain peran domestik tersebut, perempuan dalam cerpen ini hanya dijadikan sebagai objek
(pelengkap). Lelaki yang dipanggil sayang itu tersenyum. Mengecup kening, dan dua pipi istrinya.... Lalu sun
sayang di kening, dan pelukan istri yang menyambutnya. Kutipan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran
tokoh istri hanya menjadi pelengkap bagi laki-laki.
Selain dalam peran tokoh, bias gender dalam cerpen ini dapat dikaji dalam penokohan. Sambutan
hangat yang anehnya justru selalu mengalirkan hawa dingin di penat tubuhnya....Jakarta panas, tapi pikiran
tentang istri dan kedua anaknya yang menanti penuh cinta, menyejukkan perasaan. Kutipan tersebut
menunjukkan adanya pencitraan tokoh perempuan dengan stereotipe lembut, sopan, menyenangkan,
penuh kasih sayang, dan taat pada suami.
Tokoh perempuan juga dicitrakan sebagai makhluk yang lemah, perasa, dan patut untuk dikasihi.
Citra tersebut melekat pada tokoh perempuan cantik yang menumpang mobil tokoh suami, seperti tampak
dalam kutipan Wajahnya yang basah dengan air mata, suara isak tertahan di balik sapu tangan yang
menutupi sebagian rupanya. Betul-betul pemandangan yang mengibakan.
Terdapatnya bias gender dalam cerpen ini menimbulkan pertanyaan besar di benak pembaca.
Mengapa hal tersebut terjadi? Bukankah Nadia seorang perempuan yang seharusnya menjunjung nilai-
nilai feminisme yang memperjuangkan kesetaraan perempuan dan laki-laki, seperti yang dilakukan oleh
para penulis perempuan lainnya, antara lain Fatima Mernissi, Nawalel Saadawi, Wardah Hafidz, dan Lies
Marcoes Natsir?
Menurut saya, paling tidak ada dua hal yang menyebabkan terjadinya bias gender dalam cerpen
“Cerita Tiga Hari” itu. Pertama, karena Nadia terlalu terpaku pada pesan moral dan nilai-nilai religius yang
akan disampaikan sehingga karyanya terkesan kaku. Hal senada diungkapkan Rahmadianti (Majalah
Annida). Menurutnya, karya fiksi Islam yang sekarang sedang membumi lebih mengedepankan misi
dakwah sehingga aspek estetikanya kurang tergarap dengan maksimal.
Kedua, adanya miss-interpretasi terhadap sumber-sumber ajaran Islam, yaitu Alquran dan Hadis,
yang dijadikan sebagai landasan moral dan etis dalam menulis sebuah karya. Dalam Alquran ada ayat yang
menyebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan. Dalam Hadis ada yang menyatakan
bahwa istri yang baik adalah yang taat kepada Tuhan dan taat kepada suami. Kalau kita tidak memahami
konteks sosial politik ketika kedua sumber hukum tersebut diturunkan, kita tidak akan mampu
menemukan interpretasi yang tepat terhadap ayat dan hadis tersebut. Ketika penafsiran kurang tepat,
maka dalam realisasinya pun akan terjadi penyimpangan.
Akhirnya, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, cerpen tersebut merupakan karya fiksi yang
tidak hanya memuat pesan moral dan nilai-nilai religius yang agung, tetapi juga kian mengukuhkan
bangunan ideologi patriarki yang selama ini menindas kaum perempuan. Cerpen tersebut layak dijadikan
salah satu objek kajian dalam perkembangan sastra di Indonesia.
(Sumber: https://intipena.blogspot.co.id)
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 113
Struktur Teks Struktur Teks Kritik
Pengenalan/ “Ideologi Patriarki dalam Cerpen Asma Nadia”
Tinjauan Karya
Pemaparan Argumen Bukti Paragraf dalam Teks
Argumen ke-1
Argumen ke-2
Argumen ke-3
Argumen ke-4
Argumen ke-5
Argumen ke-6
Argumen ke-7
Argumen ke-8
Argumen ke-9
Argumen ke-10
Penilaian dan Rekomendasi
Kelebihan
Kekurangan
Rekomendasi
2. Cermatilah teks esai berikut, kemudian isilah tabel yang ada di bagian bawah teks!
Penyair dan Karyanya yang (Tak) Masuk dalam Pembelajaran
(Oleh: Made Shelly)
Syair adalah salah satu jenis sastra yang tak banyak orang dapat membuanya dengan apik. Syair
merupakan salah satu jenis bentuk sastra yang terkadang isinya diambil dari realitas kehidupan manusia
sehari-hari. Sajak, syair, maupun puisi merupakan suatu imajinasi dari penulisnya yang kemudian
dituangkan ke dalam kata-kata. Tidak jarang juga isi dari sastra itu sendiri berasal dari curahan hati atau
perasaan dari si penulisnya sendiri. Karya sastra tidak hanya dinikmati untuk dibaca, melainkan juga untuk
bahan pelajaran di sekolah. hal itu penting karena dengan mengenal sastra, anak-anak atau generasi
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 114
sekarang akan lebih mengenal sejarah dan menyingkapi permasalahan-permasalahan yang terjadi dengan
cara yang menarik.
Namun, untuk sepuluh tahun terakhir ini tidak banyak penyair yang dikenal oleh masyarakat atau
generasi sekarang ini. Sekarang ini, tak banyak materi pembelajaran yang dikaitkan dengan sastra
Indonesia. Generasi muda lebih banyak dikenalkan dengan pembelajaran prosa dan hal-hal yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari, seperti surat, mendeskrisikan, mengobservasi, dan lain-lain. Dari berbagai
materi pembelajaran, hanya materi biografi yang masih dapat dikaitkan dengan pengarang dan karya-
karyanya. Tujuan dari pembelajaran sastra sangat baik untuk generasi muda. Anak akan menjadi mengerti
cara lain dalam mengekspresikan pikirannya, perasaannya, dan tindakan-tindakannya. Selain itu, anak
akan dapat menghargai setiap karya yang diciptakan orang lain. Dalam sejarah, penyair sangat penting
dalam sejarah Indonesia itu sendiri.
Ada baiknya pembelajaran sastra lebih ditekankan lagi untuk generasi muda saat ini. Hal itu untuk
mengajarkan anak menghargai setiap karya yang dihasilkan oleh orang lain. pembelajaran sastra dapat
membantu anak dalam mengekspresikan apapun yang anak rasakan. Melihat fenomena dalam masyarakat
dengan sudut pandang yang berbeda. Selain itu, pembelajaran dapat juga membantu anak dalam
menambah kosa kata. Tidak hanya itu, dengan pembelajaran sastra kita juga dapat mengenalkan anak
tentang pilihan kata atau diksi untuk mengungkapkan maksud dari perkataan kita. Diksi membantu anak
dalam memilih kata yang tepat agar masih dalam kondisi sopan dan santun.
Jika sastra lebih banyak dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran akan membantu guru dalam
mengasah anak dalam pemilihan kata dan cara mengahargai karya orang lain. Dengan demikian, karya-
karya pengarang akan berguna, tetap dikenang, dan yang pasti dikenal oleh generasi muda saat ini. Dengan
demikian, generasi yang santun dan saling menghargai pun akan dimiliki oleh Indonesia dengan cara yang
sederhana. Cara sederhana tersebut adalah menyelipkan pelajaran sastra dalam kurikulum dan dalam
pelajaran Bahasa Indonesia di semua jenjang mulai dari tingkat SD s.d. SMA.
(Sumber: http://www.bahasaindonesiaku.net/2016/02/contoh-esai-sastra)
Struktur Teks Esai
“Penyair dan Karyanya yang (Tak) Masuk dalam Pembelajaran”
Struktur Teks Bukti Paragraf dalam Teks
Pendahuluan
Isi/Pembahasan/
Gagasan
Penutup/
Simpulan
2. Menentukan Persamaan dan Perbedaan Kritik dan Esai
1. Persamaan antara Kritik dan Esai
(1) Sama-sama menafsirkan sesuatu.
(2) Sama-sama melakukan penilaian terhadap sesuatu.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 115
2. Perbedaan antara Kritik dan Esai Esai
No Kritik subjektif
1 objektif relatif pendek
2 relatif panjang kurang sistematis
3 lebih sistematis menyampaikan gagasan tentang sesuatu
4 memberikan penilaian atas suatu karya
PELATIHAN KE-3
1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4 s.d. 5 siswa per kelompok secara heterogen!
2. Setelah bergabung dalam kelompok masing-masing, bacalah kembali teks kritik “Ideologi Patriarki
dalam Cerpen Asma Nadia” dan teks esai “Penyair dan Karyanya yang (Tak) Masuk dalam
Pembelajaran”!
3. Diskusikan dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, kemudian presentasikan di depan
kelompok lain!
Pertanyaan:
1. Jelaskan persamaan kedua teks tersebut dilihat dari segi penafsiran dan penilaiannya terhadap sesuatu!
Hal yang ditafsirkan dalam teks kritik Hal yang ditafsirkan dalam teks esai
No “Ideologi Patriarki dalam Cerpen “Penyair dan Karyanya yang (Tak) Masuk
Asma Nadia” dalam Pembelajaran”
1
2
3
Hal yang dinilai dalam teks kritik Hal yang dinilai dalam teks esai
No “Ideologi Patriarki dalam Cerpen “Penyair dan Karyanya yang (Tak) Masuk
Asma Nadia” dalam Pembelajaran”
1
2
3
2. Buktikan dengan cara menemukan kalimat di dalam teks bahwa teks kritik bersifat objektif sedangkan teks
esai subjektif!
Bukti teks kritik Bukti teks esai
No “Ideologi Patriarki dalam Cerpen Asma “Penyair dan Karyanya yang (Tak) Masuk
Nadia” bersifat objektif dalam Pembelajaran” bersifat subjektif
1
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 116
2
3
3. Teks kritik lebih sistematis daripada teks esai. Jelaskan secara singkat pernyataan tersebut!
Penjelasan bahwa teks kritik Penjelasan bahwa teks esai
No “Ideologi Patriarki dalam Cerpen Asma “Penyair dan Karyanya yang (Tak) Masuk
Nadia” sistematis dalam Pembelajaran” kurang sistematis
1
2
3
B. Menulis Kritik dan Esai
Menulis adalah suatu keterampilan berbahasa yang memerlukan pelatihan secara terus-menerus. Anda
tidak akan menguasai keterampilan tersebut jika tidak pernah mencoba mengungkapkan ide/gagasan dalam
bentuk tulisan. Untuk itu, sebelum Anda berlatih menulis suatu karya, berikut akan disajikan hal-hal yang
berkaitan dengan keterampilan menulis, khususnya menulis teks kritik dan esai.
1. Langkah-Langkah Penulisan Kritik dan Esai
a. Langkah-Langkah Penulisan Kritik
(1) Tahap Pemilihan Pengarang atau Karya
Agar membuat kritik sastra mudah dilakukan, pilihlah pengarang yang Anda sukai! Dengan
demikian, Anda bisa lebih leluasa untuk menulis dengan pengetahuan yang Anda miliki berkaitan
dengan biodata, karakter tulisan, dan karya-karyanya sehingga persepsi yang Anda kemukakan
tidak akan menjadi abstrak.
(2) Tahap Pemilihan Materi yang Akan Dibahas
Penguasaan materi perlu dipertimbangkan dalam pembuatan kritik. Dengan demikian, Anda dapat
mengeksplorasi setiap pendapat dengan landasan yang tepat sehingga dapat
dipertanggungjawabkan dan diterima oleh semua pihak.
(3) Tahap Pengumpulan Pandangan/Pendapat Orang terhadap Karya Tersebut
Memasukan pendapat orang/ahli dalam kritik sastra yang Anda buat akan membantu
mempertajam kritik sastra tersebut. Selain itu, dapat memberikan gambaran tentang hal-hal yang
harus Anda kritik agar lebih tepat sasaran.
(4) Tahap Penulisan
Jika telah menetapkan tujuan dan motivasi, segeralah menulis agar ide-ide muncul dan mengalir
sedikit demi sedikit!
b. Langkah-Langkah Penulisan Esai
(1) Tahap Penganalisisan Tema
Gunakan identifikasi dengan menggunakan kata-kata kunci dalam tema yang akan Anda tulis!
(2) Tahap Observasi Data dan Pengembangan Gagasan
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 117
Ketika melakukan observasi, hindari pengumpulan data yang tidak berkaitan dengan tema. Berikut
ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan pegangan.
(a) Apakah bacaan/data bermanfaat bagi topik atau gagasan saya?
(b) Apakah data dapat mendukung gagasan saya?
(c) Apakah saya harus membaca literatur lainnya agar dapat menjawab pertanyaan tentang hal
yang akan saya tulis?
(d) Apakah saya sudah mencatat semua referensi, baik judul buku, nama pengarang, tahun terbit,
nama penerbit, dan tempat penerbitan untuk dicantumkan dalam daftar referensi?
(3) Tahap Penyusunan Gagasan dan Penulisan
Buatlah kerangka tulisan untuk mencocokkan kesesuaian dengan struktur esai. Susunlah esai
dengan cara yang paling efektif!
(4) Tahap Pengeditan
Jika masih ada waktu, suntinglah hasil tulisan yang telah Anda susun! Dari hasil penyuntingan
tersebut, mungkin Anda akan menemukan hal-hal lain yang belum Anda paparkan, menemukan
kesalahan ketik, kesalahan ejaan, atau kekurangtepatan pemilihan kata.
(5) Tahap Pembuatan Referensi
Buatlah referensi tulisan yang telah Anda susun untuk menghindari plagiarisme!
(6) Tahap Penyelesaian (finishing)
Tahap ini adalah tahap terakhir. Untuk itu, pastikan semua hal telah tersusun dengan baik, mulai
dari sampul esai sampai dengan referensi dan hal-hal lain yang diperlukan!
PELATIHAN KE-4
1. Agar terjadi keseimbangan jumlah pilihan antara teks kritik dan esai, siswa bernomor ganjil
menyusun teks kritik dan siswa bernomor genap menyusun teks esai.
2. Bacalah kembali contoh teks kritik yang berjudul “Ideologi Patriarki dalam Cerpen Asma Nadia”
atau teks esai yang berjudul “Penyair dan Karyanya yang (Tak) Masuk dalam Pembelajaran”!
3. Siswa yang akan menyusun teks kritik mencari sebuah cerpen yang akan dikritisi (dari
internet/perpustakaan/majalah/Koran). Sementara itu, siswa yang akan menyusun teks esai
diberikan tema tentang kesehatan (siswa dapat memilih salah satu jenis esai untuk pengembangan
tema tersebut).
4. Susunlah sebuah teks kritik atau esai yang sesuai dengan pembagian jenis teks sebelumnya! Untuk
memperdalam pemahaman tentang teks yang akan Anda susun, Anda dapat mencari contoh-contoh
lain dari internet. Akan tetapi, jangan meng-copypaste tulisan orang lain yang ada di internet
tersebut!
5. Jika sudah selesai, tukarkan hasil tulisan Anda dengan salah seorang teman yang menyusun jenis
teks lain untuk mendapatkan masukan!
6. Berdasarkan masukan dari teman, perbaikilah tulisan Anda dan ketiklah dengan ketentuan:
(1) kertas : HVS ukuran A4
(2) jenis huruf : Times New Roman 12
(3) spasi : 1,5
(4) pias :4–4–3–3
7. Bacalah sekali lagi teks yang sudah Anda ketik! Perbaikilah jika masih ada ejaan, tanda baca, dan
kalimat yang belum sesuai dengan kaidah kebahasaan!
8. Kumpulkan hasil tulisan Anda, kemudian jilidlah dan simpan di perpustakaan (perpustakaan kelas
atau sekolah) sebagai bahan referensi!
C. Menganalisis Sistematika dan Kebahasaan Kritik dan Esai
Dalam KBBI Edisi V analisis diartikan sebagai penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan
penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan
pemahaman arti secara keseluruhan. Dari pengertian tersebut tampak bahwa kegiatan menganalisis
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 118
memerlukan keterampilan tingkat tinggi. Mengapa demikian? Dalam melakukan analisis, ada sejumlah data
yang harus Anda paparkan dengan disertai bukti yang memadai untuk memperkuat argument Anda. Selain
itu, kaidah kebahasaan harus diperhatikan. Untuk itu, pada bagian berikut akan disajikan beberapa hal yang
berkaitan dengan kegiatan analisis teks.
Sistematika Kritik dan Esai
Pada subbab Struktur Kritik dan Esai, telah Anda pahami sistematika penulisan teks kritik dan esai.
Secara garis besar, sistematika penulisan kedua jenis teks tersebut terdiri atas tiga bagian, yakni pembuka, isi,
dan penutup.
Sistematika teks kritik terdiri atas (1) pembuka (berisi pengenalan karya dan sinopsisnya jika karya
sastra itu berupa prosa), (2) isi (pemaparan argumen hasil interpretasi), dan (3) penutup (berisi penilaian dan
rekomendasi). Sistematika teks esai terdiri atas (1) pendahuluan (pengungkapan topik atau tema yang akan
dibahas, (2) Isi (pembahasan topik atau tema tulisan secara lebih detail), dan (3)
simpulan/penutup (penyimpulan atas hal yang sudah dipaparkan).
Kebahasaan Kritik dan Esai
1. Ragam Bahasa Baku dan Tidak Baku
Ragam bahasa baku ialah ragam bahasa yang sesuai dengan kaidah kebahasaan dan digunakan
pada forum-forum resmi. Sebaliknya, ragam bahasa tidak baku ialah ragam yang tidak sesuai dengan
kaidah kebahasaan; biasanya digunakan dalam forum-forum tidak resmi (komunikasi nonformal).
2. Ciri-Ciri Ragam Baku
No Ciri-Ciri Ragam Baku Ragam Baku Ragam Tidak Baku
1 tidak dipengaruhi bahasa daerah ibu nyokap
2 tidak dipengaruhi bahasa asing bertemu ketemu
3 bukan merupakan ragam percakapan kali lain lain kali
4 pemakaian imbuhan secara eksplisit sekolah tempat sekolah di mana
dengan sama
5 pemakaian kata sesuai konteks kalimat memberi kasih
Ayah bekerja keras. Ayah kerja keras.
6 tidak rancu (tidak terkontaminasi) Ia menendang bola itu. Ia tendang bola itu.
7 tidak mengandung pleonasme suka akan suka dengan
disebabkan oleh disebabkan karena
terdiri atas terdiri dari
berkali-kali berulang kali
mengesampingkan mengenyampingkan
para tamu para tamu-tamu
hadirin para hadirin
3. Contoh Penulisan Kata Baku dalam Bahasa Indonesia
No Baku Tidak No Baku Tidak No Baku Tidak
Baku Baku Baku
15 objektif obyektif
1 antre antri 8 Hakikat hakekat 16 penalti pinalti
17 relaks rilaks
2 balsam balsam 9 Imbau himbau 18 saksama seksama
19 utang hutang
3 cabai cabe 10 Jenderal jendral 20 wali kota walikota
21 zaman jaman
4 diagnosis diagnosa 11 Karisma kharisma
5 elite elit 12 Lembab lembap
6 frekuensi frekwensi 13 Meterai materai
7 gua goa 14 Napas nafas
PELATIHAN KE-5
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 119
Bacalah teks esai berikut dengan cermat!
Manfaat Media Sosial Untuk Berbisnis
Media sosial atau disebut juga dengan jejaring sosial, seperti facebook, twitter, dan instagram, ternyata
tidak hanya digunakan sebagai tempat berkumpul atau berbagi di dunia maya, tetapi juga dapat dimanfaatkan
sebagai media untuk mengembangkan bisnis. Saat ini telah banyak para pengusaha yang beralih ke media
sosial untuk memasarkan produk mereka, baik barang maupun jasa. Beralihnya para pelaku bisnis ke media
ini karena jejaring sosial memiliki manfaat yang sangat banyak sekali bagi dunia usaha. Berikut ini adalah
beberapa alasan-alasan mengapa jejaring sosial menjadi alat promosi yang paling efektif.
Alasan yang ke satu adalah akses yang cepat dan mudah sehingga memungkinkan produk yang
dipasarkan melalui media sosial akan cepat dikenal masyarakat. Orang-orang yang ingin memasarkan
usahanya tidak butuh waktu yang lama. Mereka hanya tinggal memasukan gambar dan diskripsi produk
mereka di media sosial. Disamping itu, iklan-iklan yang mereka pasang di situs-situs tersebut mudah di akses
kapanpun dan di manapun.
Alasan yang ke dua adalah jaringannya luas. Jaringan yang sangat luas dan tidak terbatas dapat juga
dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk antar negara. Pada jaman dulu, untuk memasarkan produk
hingga keluar negeri sangatlah sulit dan butuh beaya yang sangat mahal. Dengan menggunakan media sosial
para pelaku bisnis kini tidak akan mengalami kesulitan lagi untuk memasang iklan di media sosial. Produk
mereka bisa dikenal mulai desa s.d kota, bahkan ke luar negeri sehingga dapat memperluas pemasaran
produk tersebut.
Alasan yang terakhir adalah alasan yang paling utama, yaitu geratis. Penggunaan media sosial sebagai
sarana promosi tidak kena beaya sedikitpun sehingga para pengusaha bisa mengalihkan beaya promosi yang
mestinya mereka keluarkan untuk keperluan tersebut. Dengan demikian, mereka bisa mengembangkan usaha
tanpa membebani beaya pemasaran.
Oleh karena itu, penggunaan media sosial sebagai sarana promosi produk sangatlah tepat disebabkan
karena beberapa macam alasan, misalnya akses yang mudah dan cepat, jaringan yang luas, dan tidak
dikenakan beaya.
(Sumber: http://www.rankingkelas.com)
1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas dua siswa (teman sebangku)!
2. Diskusikan bersama kelompok Anda untuk menemukan kalimat yang di dalamnya terdapat kata
tidak baku, kemudian perbaikilah!
3. Beberapa kelompok, secara acak, mempresentasikan hasil temuan tersebut di depan kelas.
Presentasi dapat dilakukan dengan menggunakan power point atau media lain bergantug pada
krativitas kelompok. Setelah presentasi dari satu kelompok selesai, beberapa siswa dari kelompok
lain memberikan pertanyaan, tanggapan, atau masukan atas presentasi tersebut.
No Kata Tidak Baku/Ragam Tidak Baku Perbaikan
dalam Teks
1
2
3
4
5
6
7
8
9
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 120
No Kata Tidak Baku/Ragam Tidak Baku Perbaikan
dalam Teks
10
11
12
13
14
15
D. Mengonstruksi Teks Kritik atau Esai
Mengonstruksi sebuah teks merupakan suatu kegiatan membangun suatu teks sehingga tercipta bentuk
teks yang utuh atau baru. Beberapa kegiatan mengonstruksi yang sering dilakukan adalah menyusun suatu
teks menjadi teks lain, menyusun teks yang strukturnya belum tepat menjadi teks yang baik.
Pada bagian berikut Anda akan mempelajari bagaimana mengonstruksi sebuah teks yang secara
struktur/urutannya belum tepat sehingga menjadi teks yang baik. Untuk itu, cermati teks berikut ini!
Tirani dan Benteng: Potret dan Refleksi Empat Dekade Sejarah Indonesia
(Oleh: Ranti Jumiarni)
Paragraf ke-1
Tirani dan Benteng memotret secara sederhana dan lugas guratan peristiwa demi peristiwa yang terjadi
empat dekade lalu. Taufik Ismail mengabadikan sejarah dengan bahasa yang mudah dipahami. Karya sastra
yang berhasil atau sukses adalah karya sastra yang mampu merefleksikan zamannya (Endraswara, 2003: 79),
maka Tirani dan Benteng adalah salah satu karya itu.
Paragraf ke-2
Taufik Ismail adalah salah satu sastrawan yang memelopori Angkatan 66. Puisi-puisi karyanya tak
lekang oleh waktu. Salah satu kumpulan puisi Taufik Ismail yang cukup fenomenal adalah Tirani dan Benteng.
Kumpulan puisi tersebut mampu memotret jalinan sejarah secara gamblang dan tanpa tedeng aling-aling.
Kumpulan puisi itu terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama, Puisi-Puisi Menjelang Tirani dan Benteng. Bagian
kedua, Tirani. Bagian ketiga, Benteng. Selain Tirani dan Benteng (1966), karyanya yang lain adalah Buku Tamu
Musium Perjuangan (1972), Sajak Ladang Jagung (1974), Kenalkan, Aku Hewan (sajak anak-anak, 1976), Puisi-
Puisi Langit (1990) dan Majoi. Beberapa dari puisinya telah dimusikalisasi oleh beberapa grup musik
Indonesia, salah satunya Bimbo (Sejadah Panjang) dan Nike Ardila (Panggung Sandiwara).
Paragraf ke-3
Betapa beraninya pemuda-pemuda Indonesia yang tergabung melalui KAMI dan KAPPI
memperjuangkan keadilan dan kebenaran yang dikungkung pada masa itu. Satu per satu dari mereka
berjatuhan, merahnya darah mereka menjadi saksi bagi pertiwi. Awan kedukaan ketika pahlawan revolusi
gugur belum lagi lenyap, kedukaan lain membayang. Indonesia kembali menangis ketika harus melepaskan
tunas-tunas bangsa ke pemakaman (Sebuah Jaket Berlumur Darah dan Percakapan Angkasa)
Paragraf ke-4
Puisi-Puisi Menjelang Tirani dan Benteng ditulis antara tahun 1960–1965. Ada 32 judul puisi yang
melukiskan gejolak Indonesia menjelang peralihan orde lama menuju orde baru. Taufik bercerita mengenai
perseteruan antara pemerintah dan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) pada masa
itu. Elegi Buat sebuah Perang Saudara menggambarkan kekacauan yang terjadi di negara kita. Kekacauan
itulah yang menjadi “embrio” ketakutan dan ketidakberdayaan bangsa kita. Kekacauan yang melahirkan
“peristiwa hitam” dalam peta sejarah Indonesia.
Paragraf ke-5
Tirani, sebuah kata yang tak asing. Bangsa kita pernah mengalaminya, menjalaninya, bahkan
mengulangnya dalam dekade yang berbeda. Ketika negara membungkam rakyatnya, ketika
negara menelanjangi hak warganya, dan ketika negara tak mampu menjadi rumah bagi penduduknya, maka
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 121
saat itulah tiran dan tirani diteriakkan di mana-mana. Delapan belas puisi yang ditulis oleh Taufik dalam
Tirani banyak mengungkapkan kepada kita apa yang terjadi pada 1966. Tahun pergolakan, perubahan dan
peralihan dari masa orde lama menuju ke orde baru.
Paragraf ke-6
Ditegaskan pula dalam puisinya yang berbentuk catatan harian. Dalam puisi tersebut Taufik benar-
benar mendambakan kemerdekaan, baik kemerdekaan dalam berkarya maupun kemerdekaan dalam sendi-
sendi kehidupan. Hal itu terlihat jelas dalam rangkaian puisinya yang berjudul “2 September 1965”,
“Pagi”, “Senja”, “Pikiran sesudah Makan Malam”, “September”, dan “Sesudah Dua Puluh Tahun (setelah
merdeka)”.
Paragraf ke-7
Dalam beberapa puisi yang lain Taufik menggambarkan kehidupan keluarganya dan masyarakat yang
dihimpit kesulitan ekonomi pada masa itu. Kesederhanaan yang dituangkan Taufik pada bait-bait puisinya
begitu mengesankan dan menarik kita untuk memasuki sekaligus memahami penderitaan rakyat karena
lilitan kemiskinan yang begitu kental. Musim kemarau dan serangan hama yang terjadi pada masa itu
membuat panen petani mengalami kegagalan. Keacuhan pemerintah menambah daftar hitam penyebab
kelaparan yang terjadi di negeri tercinta ini. Hal itu terlihat jelas pada puisi “Potret di Beranda”, “Syair Orang
Lapar”, dan “Catatan Tahun 1965”.
(Sumber: ranti-sastrabindo.blogspot.com/2011/02/tirani-dan-benteng-potret-dan-refleksi.html)
PELATIHAN KE-6
1. Cermatilah paragraf-paragraf dalam teks kritik yang berjudul “Tirani dan Benteng: Potret dan
Refleksi Empat Dekade Sejarah Indonesia” Urutan paragraf yang tepat agar menjadi sebuah teks
kritik yang baik adalah …
____________________________________________________________________________________________________________________
2. Tulislah poin-poin penting masing-masing paragraf!
Paragraf ke-1 : ________________________________________________________________________________________________
Paragraf ke-2 : ________________________________________________________________________________________________
Paragraf ke-3 : ________________________________________________________________________________________________
Paragraf ke-4 : ________________________________________________________________________________________________
Paragraf ke-5 : ________________________________________________________________________________________________
Paragraf ke-6 : ________________________________________________________________________________________________
Paragraf ke-7 : ________________________________________________________________________________________________
3. Berdasarkan poin-poin yang Anda susun tersebut, buatlah sebuah ringkasan dengan menggunakan
bahasa sendiri!
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 122
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
E. Menulis tentang Nilai yang Terkandung dalam Buku
Pada subbab ini, Anda diharapkan mampu untuk mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam buku
pengayaan (nonfiksi) dan satu buku drama. Untuk menentukan nilai–nilai buku nonfiksi, tahap yang
diperlukan adalah meringkas isi buku, menentukan informasi penting dari buku, lalu menentukan nilai buku.
Menentukan nilai buku dapat dengan cara mengambil manfaat dari isi buku tersebut.
Adapun menentukan nilai drama tahap yang dilalui adalah menarasikan drama, menentukan nilai
yang terkandung dalam drama.
PELATIHAN KE-7
1. Bacalah sebuah buku nonfiksi!
2. Ringkaslah!
3. Tentukan informasi penting dari buku tesebut!
4. Sebutkan manfaat yang dapat diambil dari isi buku tersebut
5. Bacalah teks drama!
6. Narasiakan isi drama tersebut ke dalam bahasamu sediri!
7. Tentukan nilai-nilai yang ada dalam teks drama tersebut!
C. kelebihan
A. SOAL PILIHAN GANDA 3. Cermati kutipan cerpen berikut!
Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang
1. Cermati penggalan kritik berikut!
Semoga apa yang dipotret Taufik Ismail tentang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang
gemerisik adalah aku, yang menghantarkan panas
kelamnya sejarah Indonesia tidak akan terulang dan angin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiiran
segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang
untuk ketiga kalinya. Semoga dengan membaca menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban.
Tirani dan Benteng kita mampu belajar banyak Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di
laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan
agar menjadi lebih bijak. layang-layangku kepadamu, kepada kalian…
Bagian tersebut terdapat pada …. (Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)
A. pengenalan D. kekurangan
B. argumen E. rekomendasi
C. kelebihan
2. Cermati penggalan teks berikut! Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan
cerpen tersebut adalah ….
Kekacauan itulah yang menjadi “embrio” ketakutan A. Danarto dikenal sebagai penulis cerpen
dan ketidakberdayaan bangsa kita. Kekacauan religius, tecermin dalam tokoh cerpen yang
yang melahirkan “peristiwa hitam” dalam peta telah ditulisnya.
sejarah Indonesia.
A. pengenalan D. kekurangan
B. argumen E. rekomendasi
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 123
B. Menuntut pembaca harus lebih cermat Hal yang diungkapkan dalam kutipan
dalam memahami isi cerita karena banyak esai tersebut adalah ....
menggunakan kata lambang. A. Para orang tua menginginkan anak mereka
C. Penggunaan kalimat-kalimat yang unik bersekolah agar mudah mendapat pekerjaan.
membuat cerpen ini diminati pembacanya. B. Orang tua pasti marah dan kecewa jika
D. Cerpen Danarto pada umumnya beraliran anaknya gagal sekolah.
religius sesuai dengan latar belakang C. Setiap orang tua pasti ingin anaknya
pendidikan beliau.
bersekolah dan bertitel.
E. Penggunaan kalimat yang sederhana D. Orang tua rela membiayai pendidikan anaknya
memudahkan pembaca untuk memahami isi
cerpen. agar mencapai gelar yang tinggi.
E. Salah satu upaya untuk mencapai kebahagiaan
adalah dengan bersekolah dan bekerja.
4. Cermati penggalan kritik berikut! 8. Cermati penggalan kritik berikut!
Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, Dokter Sukartono yang beristrikan Sumartini,
cerpen tersebut merupakan karya fiksi yang rumah tangganya dilanda krisis. Keduanya sudah
memuat pesan moral yang bermanfaat bagi tidak ada lagi komunikasi yang baik. Tini seorang
pembaca. wanita cantik, lincah, sibuk dengan
keorganisasiannya. Sedangkan Tono sebagai dokter
Dilihat dari strukturnya, penggalan tersebut sibuk mengurusi pasiennya. Bila Tono pulang ke
merupakan bagian .... rumah, tidak pernah mendapatkan sambutan
ramah dan istrinya (Tini). Tono menuduh Tini
A. orientasi D. penilaian sebagai seorang istri yang tidak setia, Tini
dianggap angkuh, tidak mau menuruti perintah
B. abstraksi E. argumentasi suami. Keduanya sama-sama egois tidak ada yang
C. rekomendasi mau mengalah.
Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan
5. Cermati penggalan kritik berikut! tersebut adalah ....
A. Cerita ini tidak lagi sesuai dengan
Pengarang novel ini menggambarkan watak
tokoh Aku yang keras kepala dan egois.. Dengan perkembangan zaman, karena dalam rumah
tangga yang harmonis harus ada saling
penggambaran watak yang demikian, muncul pengertian.
B. Tema cerita berkisar pada krisis sosial manusia
berbagai konflik. golongan intelektual, yaitu seorang dokter
Dilihat dari strukturnya, penggalan tersebut tidak dapat mengatasi kehidupan rumah
tangganya.
merupakan bagian .... C. Pelukisan ceritanya sedemikian realistis
cenderung dan ekspresionisme yang terlihat
A. orientasi D. penilaian pada pelukisan keadaan secara blak-blakan
B. abstraksi E. argumentasi antara tokoh Tono dan Tini.
D. Novel ini menjelaskan sikap tokoh aku yang
C. rekomendasi selalu berusaha mencintai istrinya dengan
baik, lemah lembut, dan sabar.
6. Cermati kutipan esai berikut! E. Seharusnya kaum intelektual memberikan
Berdasarkan permasalahan-permasalahan contoh yang baik kepada generasi muda bukan
memberikan contoh yang negatif.
tersebut, dapat kita simpulkan bahwa masalah
9. Cermati penggalan esai berikut!
lingkungan di negeri kita ini belum bisa Jika sastra lebih banyak dimasukkan dalam
terselesaikan, bahkan semakin kompleks.
kurikulum pembelajaran akan membantu guru
Dilihat dari strukturnya, penggalan tersebut dalam mengasah anak untuk mengahargai karya
orang lain. Dengan demikian, karya-karya
merupakan bagian .... D. penilaian pengarang akan berguna, tetap dikenang, dan yang
A. abstraksi pasti dikenal oleh seluruh generasi muda saat ini.
Berdasarkan strukturnya, penggalan tersebut
B. reorientasi E. penutup termasuk bagian ....
A. pendahuluan D. penegasan
C. rekomendasi
7. Cermati kutipan esai berikut!
Siapa yang tidak ingin bekerja? Orang tua
membiayai anaknya sekolah sampai tingkat tinggi,
bahkan kalau mampu, hingga bertitel profesor
doktor. Tujuannya agar dapat bekerja dan mencari
nafkah. Akan tetapi, jika si anak sekolahnya gagal,
orang tua pasti marah dan kecewa. Bukankah
orang tua rela membiayai pendidikan agar
anaknya hidup bahagia?
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 124
B. gagasan E. reorientasi menjelajahi alinea demi alinea. Satu hal lagi yang
C. penutup akhir-akhir ini mewarnai cerita-cerita Hary, adalah
persoalan lingkungan, terutama hutan dan sungai.
10.Kalimat esai terdapat pada .... Masalah yang diungkapkan dalam esai tersebut
A. Air merupakan kebutuhan pokok semua adalah ....
makhuk hidup. A. Tema penulisan Hary berkisar pada persoalan
B. Sebagian masyarakat pedesaan masih
menggunakan jasa paranormal. asmara, kesetiaan, atau perselingkuhan yang
C. Ditegaskan pula bahwa puisinya berbentuk sedang marak digandrungi para penulis
catatan harian. terkemuka.
D. Dalam puisi tersebut Taufik benar- B. Cerita yang ditulis Hary B. Koriun memiliki
benar mendambakan kemerdekaan. gaya dan tema yang khas serta disukai
E. Air mata ibu adalah benteng berbagai kalangan, terutama dalam sajiannya.
yang menguatkan perjuangan pada masa itu. C. Bila cerita mengalir dengan indah, pembaca
akan menemukan kekuatan narasi.
11.Bacalah petikan esai berikut! D. Kepenulisan Hari B. Koriun berkisar pada
Pasca maraknya sajak-sajak sosial, sejak awal persoalan asmara, baik dalam cerpen maupun
novel dan persoalan lingkungan.
tahun 2000 hingga kini, perpuisian Indonesia E. Akhir-akhir ini yang mewarnai cerita-cerita
kembali pada kemerdekaan masing-masing penyair Hary adalah persoalan lingkungan, terutama
dalam mencipta. Gaya dan tema sajak-sajak hutan dan sungai.
Indonesia mutakhir, seperti dapat kita amati pada
rubrik sastra surat kabar, majalah, jurnal puisi 13.Kalimat tesis yang baik terdapat pada ….
serta sebagai kumpulan antologi puisi kembali A. Meurajah adalah salah suatu jenis karya sastra
beragam. Heterogenitas tema dan gaya klasik, yang dalam istilah kesusastraan Melayu
pengucapan kembali mewarnai perpuisian dikenal dengan sebutan mantra.
Indonesia Akhir-akhir ini muncul sajak-sajak B. Masyarakat Aceh masih membudayakan
naratif yang panjang, seperti banyak dimuat di meurajah sampai dengan saat ini.
harian umum. Tetapi sajak-sajak pendek juga tetap C. Meurajah merupakan salah satu genre sastra
muncul di rubik – rubik sastra. selain itu, masih ada yang masih berkembang dan dipelihara
kesan yang kuat bahwa tradisi perpuisian keberadaannya.
Indonesia mutakhir kembali terperangkap dalam D. Masyarakat awam lebih memercayai
orientasi kuantitatif, seperti yang diungkap Budi pengobatan alamiah dari pada dokter
Darma ketika melihat maraknya buku-buku sekalipun.
antologi puisi yang diterbitkan oleh komunitas E. Thabib ini hanya membacakan beberapa
sastra di tanah air sejak awal 90-an. mantra kesembuhan atau dalam bahasa Aceh
Simpulan teks esai di atas adalah .... disebut meurajah.
A. Kebebasan gaya dan keberagaman tema puisi
14.Bacalah kutipan esai berikut!
Indonesia mutakhir. Antibiotik merupakan substansi yang
B. Sajak- sajak naratif yang panjang mewarnai
dihasilkan organisme hidup yang dalam
dunia perpuisian Indonesia saat ini konsentrasi rendah dapat membunuh organisme
C. Antologi puisi semakin marak di Indonesia lainnya. Secara sederhana, antibiotik adalah obat
D. Awal tahun 2000 hingga kini dunia perpuisian untuk menanggulangi infeksi bakteri. Antibiotik
sangat penting karena infeksi bakteri dapat
mengalami perubahan tren menyerang di bagian tubuh mana pun. Apabila
E. Heterogenitas tema dan gaya cerita mewarnai infeksi ini menyerang otak, akan menjadi
meningitis. Jika terkena paru, akan menjadi
perpuisian Indonesia. bronkitis.
Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut
12.Cermati kutipan esai berikut! adalah ....
Membaca cerita-cerita yang ditulis oleh Hary A. infeksi yang menyerang otak manusia
B. infeksi yang mengenai paru-paru manusia
B. Koriun, kita pasti akan menemukan gaya C. kegunaan antibiotik bagi tubuh manusia
penulisan dan tema yang khas. Baik dalam cerita D. infeksi bakteri yang menyerang bagian tubuh
pendek maupun novel, tema kepenulisan Hary tidak
jauh dari persoalan asmara yang dikerucutkan lagi tertentu
kepada kesetiaan. Bukan tema perselingkuhan yang E. antibiotik diproduksi dari tumbuhan tingkat
kini banyak disergap beberapa novelis terkemuka.
Namun karena arus cerita mengalir dengan indah tinggi
maka pembaca akan menemukan kekuatan narasi,
sehingga pembaca akan terbuai dengan
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 125
15.Penulisan kata tidak baku pada teks nomor 14 19.Elisa ketemu Budi di depan sekolah.
terdapat pada kata .... Kalimat tersebut menggunakan ragam tidak baku
A. antibiotik karena ....
B. infeksi A. dipengaruhi bahasa daerah
C. meningitis B. bukan ragam percakapan
D. paru C. menggunakan kalimat rancu
E. bronchitis D. menggunakan pleonasme
E. memakai imbuhan secara implisit.
16.Bacalah kutipan berikut dengan saksama!
Pemerintah ingin tetap konsekuen 20.Hal itu terjadi disebabkan karena kelakuannya.
Kalimat tersebut menggunakan ragam tidak baku
menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM). karena ....
Bila harga BBM di tingkat internasional menurun, A. dipengaruhi bahasa daerah
pemerintah baru akan mengambil kebijakan B. bukan ragam percakapan
menurunkan harga BBM bersubsidi di dalam negeri C. menggunakan kalimat rancu
sesuai tingkat yang wajar. Langkah itu ditempuh D. menggunakan pleonasme
untuk meringankan beban masyarakat. E. memakai imbuhan secara implisit.
Kritik terhadap isi paragraf tersebut adalah ....
A. Sudah kewajiban pemerintah untuk B. SOAL URAIAN
1. Kembangkanlah tesis berikut sehingga menjadi
menurunkan harga.
B. Pemerintah harus konsekuen menurunkan esai eksposisi!
Kesenian tradisional semakin memudar
harga.
C. Pemerintah tidak perlu menunggu untuk seiring perkembangan zaman. ………………............
………………………………………………………………………………
menurunkan harga. ………………………………………………………………..
D. Sudah sewajarnya pemerintah menurunkan 2. Susunlan sebuah kerangka esai eksposisi tentang
kesehatan!
harga.
E. Pemerintah harus cepat mengambil tindakan. 3. Buatlah bagian pendahuluan sebuah esai deskripsi
yang berjudul “Borobudur: Salah Satu Keajaiban
17.Cermati kutipan esai berikut! Dunia”!
Perlu sekali kita mengembangkan apa yang
4. Temukan dan perbaikilah kata-kata tidak baku
disebut sebagai sastra kontekstual. Dalam jenis dalam kalimat-kalimat berikut!
sastra ini, para sastrawan sadar bahwa dia a. Aktifitas eksport kain sutera meningkat.
mencipta untuk kelompok konsumen tertentu. Dia b. Sasterawan itu handal dalam merubah suasana
tidak berpotensi bahwa karya sastranya akan puisi.
dinikmati oleh seluruh umat manusia karena dia
sadar dia bukan seorang superman yang dapat 5. Buatlah kritik singkat terhadap penggalan cerpen
terbang keluar dari kenyataan kontek sejarah. Dia berikut!
tidak kecewa meskipun tidak memenangkan hadiah Kutulis surat ini di bawah matahari senja yang
Nobel. kilaunya mulai memudar dan cahayanya meredup
Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut keemasan. Aku bersandar di bawah pohon yang
adalah .... akarnya masih basah sisa hujan sore tadi. Pandang
A. Sastra kontekstual adalah jenis sastra tertentu. mataku menatap jauh pada sepasang kutilang yang
B. Sastra kontekstual memiliki konsumen terbang kembali pulang menuju sarang. Angan pun
membayang pada paras cantik, senyum memesona,
tertentu. dan hangat peluknya. Ya, kehangatan senyuman
C. Penulis sastra kontekstual bukanlah superman. seorang ibu. Sedang apa kau sekarang, Bu? Apakah
D. Sastra kontekstual saat ini perlu Ibu masih sering minum susu dan makan sepotong
roti untuk mengawali hari, seperti dahulu selalu
dikembangkan. kaulakukan bersamaku? Apakah masih senang
E. Penulis tidak kecewa bila tidak mendapat mendengar lagu tempo dulu? Kenangan-kenangan
itu kembali menyusup.
hadiah. (Cerpen “Sepotong Rindu” Karya Yust-BS)
18.Perbaikan kata tidak baku pada kutipan teks
nomor 17 terdapat pada kata ....
A. sastra seharusnya sastera
B. superman seharusnya supermen
C. kontek seharusnya konteks
D. keluar seharusnya ke luar
E. Nobel seharusnya nobel
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas 126
Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Curtis, Dan B. et al. 1996. Komunikasi Bisnis dan Profesional. Remaja Rosdakarya, Bandung.
DepartemenPendidikanNasional. 2011. KamusBesarBahasa Indonesia PusatBahasa. Jakarta:PTGramedia.
Dewi, Lidya Kartika. 2007. “Maling”. Republika. 26 Agustus 2007.
Dewojati, Cahyaningrum. 2010. Drama Sejarah, Teori, dan Penerapannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Endarmoko, Eko. 2016. Tesamoko Tesaurus Bahasa Indonesia. Edisi Kedua. Jakarta: PT Gramedia.
Finosa, Lamuddin. 1993. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia.
Gantamitreka dan Shokha. 2016. Kesalahan Berbahasa Penggunaan EYD Panduan Lengkap Berbahasa yang
Baik dan Benar Edisi Terbaru untuk Pelajar, Mahasiswa, dan Umum. Solo: Gentha Smart.
Kemendikbud RI. 2015. Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta: Kemendikbud.
Keraf, Gorys. 1993. Komposisi. Jakarta: Nusa Indah.
Kho Ping Hoo, Asmaraman S.. Kemelut di Majapahit. Diakses dari https://books.google.co.id/ books?id. Pada
16 April 2018. Pukul 20.15.
Lestari, Dewi. 2017. Perahu Kertas. Yogyakarta: Bentang.
Liye, Tere. 2017. Bintang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Luxemburg, Jan van, dkk. 1989. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia.
Nurgiyantoro, Burhan. 2000. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press.
Nurhadi. 2017. Handbook of Writing (Panduan Lengkap Menulis). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Putrayasa, Ida Bagus. 2007. Analisis Kalimat Fungsi, Kategori, Peran. Bandung: Aditama.
Rahardi, Kunjana, 2009. Dasar-Dasar Penyuntingan Bahasa Media. Jakarta: Gramata Publishing.
Rahmanto, B. dan Hariyanto, P. 1998. Materi Pokok Cerita Rekaan dan Drama. Jakarta: Depdikbud.
ranti-sastrabindo.blogspot.com/2011/02/tirani-dan-benteng-potret-dan-refleksi.html. Diakses pada 14 April
2018. Pukul 20.00.
Setyanta, Yustinus Budi. 2010. Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA.
Sugihastuti dan Siti Saudah. 2016. Buku Ajar Bahasa Indonesia Akademik. Yogyakarta: PustakaPelajar.
Sugihastuti. 2016. Praktik Penyuntingan Kalimat. Yogyakarta:P ustaka Pelajar.
Susan, Novri. 2009. Sosiologi Konflik Isu-Isu Kontemporer. Jakarta: Kencana.
Teeeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Welek, Rene dan Austin Weren. 1995. Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
Widjono, Hs. 2005. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di PerguruanTinggi.
Jakarta:Grasindo.
“Bukan Pengabdi Kezaliman” [editorial]. Media Indonesia, 23 Februari 2018.
“Memilih Pemimpin yang Sehat” [editorial]. Jawa Pos, 2 Maret 2018.
http://blog.ruangguru.com/pengertian-teks-cerita-sejarah-dan-strukturnya. Diakses pada 14 April 2018.
Pukul 21.50.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 127
http://halyshaelf.blogspot.co.id/2015/01/contoh-kritik-sastra-cerpen-maling.html. Diakses pada 12 April
2018. Pukul 20.30.
http://intipena.blogspot.co.id/2017/03/pengertian-ciri-ciri-kritik-dan-esai-lengkap-beserta-contohnya.
html. Diakses pada 15 April 2018. Pukul 21.00.
http://kbbi.web.id/esai. Diakses pada 15 April 2018. Pukul 22.15.
http://kompasiana.com. Diakses pada 17 April 2018. Pukul 18.15.
http://merahputih.com/post/read/sejarah-pmi. Diakses pada 13 April 2018. Pukul 18.30.
http://patersan.blogspot.co.id/2017/08/esai-essay-definisi-unsur-tipe-ciri.html. Diakses pada 12 April 2018.
Pukul 20.45.
http://ragambahasakita.blogspot.com. Diakses pada 13 April 2018. Pukul 19.30.
http://wahyunoverian.wordpress.com. Diakses pada 16 April 2018. Pukul 21.25.
http://www.bahasaindonesiaku.net/2016/02/contoh-esai-sastra. Diakses pada 13 April 2018. Pukul 21.20.
http://www.balitbangham.go.id/category/artikel-populer. Diakses pada 14 April 2018. Pukul 21.35.
http://www.balitbangham.go.id/detailpost/cinta-punya-cita-cita. Diakses pada 14 April 2018. Pukul 22.05.
http://www.contohtekssingkat.com/2017/07/7-contoh-teks-cerita-sejarah.html. Diakses pada 13 April
2018. Pukul 21.30.
http://www.pmi-jakarta.org. Diakses pada 13 April 2018. Pukul 22.00.
http://www.rankingkelas.com/2017/02/7-contoh-esai-essay-singkat-2017. Diakses pada 14 April 2018.
Pukul 19.30.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Surabaya AKU CINTA BAHASA INDONESIA untuk SMA/MA Kelas XII 128