The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Peserta mampu menggunakan Video Conference dan alat bantunya dalam proses pembelajaran daring dengan baik dan benar.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ruswan.bks, 2021-07-04 09:51:44

Modul Pemanfaatan Aplikasi Online Untuk Pembelajaran Daring

Peserta mampu menggunakan Video Conference dan alat bantunya dalam proses pembelajaran daring dengan baik dan benar.

Keywords: Pembelajaran Daring,Video Conference,Aplikasi Online dalam Pembelajaran Daring

GTA Government
Transformation
Academy

SMART
PSadRmd ESENTATION

PEMANFAATAN APLIKASI
ONLINE UNTUK
PEMBELAJARAN DARING

Pelatihan WI-LENIAL – Government Transformation Academy

Digital Talent
Scholarship

1

KATA PENGANTAR

Modul Pemanfaatan Aplikasi Online untuk Pembelajaran
Daring ini dibuat dengan tujuan agar peserta mampu
menggunakan video conference dan alat bantunya dalam proses
pembelajaran daring dengan baik dan benar. Atas nama Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Badan Penelitian dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika,
kami mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
tim penyusun yaitu Annisa Nurul Aini, S.Psi., MBA dan Desirizta
Sari Steviani, SE, Ak, MSAK yang telah bekerja keras menyusun
modul ini. Kami sangat menyadari bahwa modul ini jauh dari
sempurna. Atas segala kekurangan yang ada pada modul ini,
mohon kesediaan pembaca untuk dapat memberikan masukan
yang konstruktif guna penyempurnaan selanjutnya. Semoga
modul ini bermanfaat bagi pembaca.

Semua pihak yang telah membantu proses pembuatan
Modul Pemanfaatan Aplikasi Online untuk Pembelajaran Daring
ini disampaikan penghargaan dan terima kasih atas kerja sama dan
partisipasinya.

Jakarta, Juni 2021

Plt. Kepala Pusat Diklat,

Isnaldi Digitally
signed by
Isnaldi

Isnaldi
i

Table of Contents i
ii
KATA PENGANTAR iv
Table of Contents vi
DAFTAR INFORMASI VISUAL 1
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1
2
BAB I PENDAHULUAN 2
A. LATAR BELAKANG 3
B. DESKRIKPSI SINGKAT 4
C. TUJUAN PEMBELAJARAN 4
D. MATERI POKOK DAN SUB MATERI POKOK 6
BAB II PEMBELAJARAN DARING 16
A. DASAR HUKUM PEMBELAJARAN DARING 18
B. PENGENALAN PEMBELAJARAN DARING 18
C. KENDALA PEMBELAJARAN DARING 18
D. LATIHAN 19
E. RANGKUMAN 20
F. EVALUASI MATERI 20
G. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT 28
BAB III VIDEO CONFERENCE 35
A. PENGENALAN VIDEO CONFERENCE 35
B. PENGGUNAAN VIDEO CONFERENCE
C. LATIHAN
D. RANGKUMAN

ii

E. EVALUASI MATERI 35

F. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT 36

BAB IV APLIKASI ONLINE DALAM PEMBELAJARAN DARING 37

A. APLIKASI ONLINE DALAM PEMBELAJARAN DARING UNTUK
METODE CERAMAH 38

B. APLIKASI ONLINE DALAM PEMBELAJARAN DARING UNTUK
METODE BRAINSTORMING 39

C. APLIKASI ONLINE DALAM PEMBELAJARAN DARING UNTUK
METODE DISKUSI 51

D. APLIKASI ONLINE DALAM PEMBELAJARAN DARING UNTUK
METODE EVALUASI 67

E. APLIKASI ONLINE DALAM PEMBELAJARAN DARING UNTUK
METODE GAMES 88

F. LATIHAN 95

G. RANGKUMAN 95

H. EVALUASI MATERI 95

I. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT 96

BAB V PENUTUP 97

A. EVALUASI KEGIATAN BELAJAR 97

B. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT 97

KUNCI JAWABAN 99

DAFTAR PUSTAKA 101

iii

DAFTAR INFORMASI VISUAL

Gambar 2.1 Ilustrasi Pembelajaran daring Halaman
Gambar 2.2 Ilustrasi Media Audio 6
Gambar 2.3 Ilustrasi Media Visual
Gambar 2.4 Ilustrasi Multimedia 12
Gambar 4.1 Tampilan Jamboard 13
Gambar 4.2 Memberi judul dan background pada 15
41
Jamboard 41
Gambar 4.3 Fitur-fitur pada Jamboard
Gambar 4.4 Setting Akses dan Copy Link Jamboard 42
Gambar 4.5 Membuat Akun Ideaboardz 44
Gambar 4.6 Memasukkan atau Memilih akun 45
46
Google untuk masuk ke Ideaboardz
Gambar 4.7 Halaman Muka Ideaboardz 46
Gambar 4.8 Informasi yang Harus Diisi Untuk 47

Membuat Halaman Aktivitas 49
Gambar 4.9 Contoh Tampilan Aktivitas dengan 5
50
Topik
Gambar 4.10 Contoh Tampilan Halaman Aktivitas

iv

yang Telah Ditambahkan Ide/ Gagasan 50
pada Masing-masing Sub Topik
Gambar 4.11 Menu dan Sub Menu Export Halaman

v

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Agar proses pembelajaran berlangsung dengan lancar dan tujuan
pembelajaran tercapai dengan baik, dianjurkan untuk melaksanakan
beberapa hal sebagai berikut:

1. Bacalah secara cermat semua materi yang ada dan pahami tujuan
pembelajaran yang tertera pada setiap awal bab, apabila ada yang
hal-hal yang kurang jelas dapat dilakukan tanya jawab dengan
fasilitator dalam kegiatan pembelajaran di kelas;

2. Cobalah untuk mengerjakan latihan dan evaluasi yang ada pada
setiap akhir bab pada modul ini;

3. Bentuklah kelompok diskusi untuk membahas materi-materi
tertentu dan studi kasus yang diberikan untuk memperdalam
pemahaman materi;

4. Untuk memperluas wawasan, disarankan untuk mempelajari bahan-
bahan dari sumber lain seperti yang tertera pada daftar pustaka di
akhir modul ini;

5. Kaitkan materi yang diperoleh dengan kondisi lingkungan kerja dan
coba rencanakan implementasinya bila diperlukan.

vi

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) yang melanda

dunia pada akhir Tahun 2019 telah mengakibatkan terjadinya
perubahan mindset dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
Perubahan dunia kerja yang terjadi seperti adanya kemajuan
teknologi, nilai-nilai sosial yang baru, perubahan demografi dan
perubahan global yang cepat. Hal ini juga sejalan dengan revolusi
industri 4.0 tentang penekanan unsur penggunaan teknologi digital
dan internet. Terjadinya perubahan kecenderungan penggunaan
teknologi dan internet dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah
satu contoh perubahan aktivitas perkantoran dan pembelajaran
yang terjadi adalah adanya bekerja dan belajar dari rumah atau
Work From Home (WFH) dan Learning From Home (LFH).

Memicu booming penggunaan aplikasi video conference dengan
demand tinggi. Hampir seluruh dunia menggunakan aplikasi
meeting online (video conferencing) sebagai salah satu-satunya
alternatif paling aman dan terbukti dapat diandalkan agar tetap
terhubung layaknya bekerja dan belajar dikantor/ kelas. Begitu juga
dengan pelaksanaan pembelajaran pelatihan. Kegiatan
pembelajaran pelatihan saat ini banyak dilakukan menggunakan
teknologi dan jaringan internet yang dikenal dengan pembelajaran
dalam jaringan (pembelajaran daring) atau lebih dikenal dengan E-
Learning.

Pelaksanaan pembelajaran daring atau E-Learning berbeda
dengan pembelajaran klasikal atau kelas. Dikutip dari tulisan Dr.
Cepi Riyana, M.Pd ada beberapa kompetensi yang dibutuhkan oleh
seorang fasilitator dalam memfasilitasi pembelajaran daring.

1

Pertama menguasai dan update terhadap perkembangan internet,
kedua lebih menguasai ilmu pengetahuan pokok dan pendamping,
ketiga kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi, keempat
mampu memotivasi peserta pembelajaran. Berikutnya
kemampuan dalam desain pembelajaran online, kemampuan
mengelola sistem pembelajaran online dan ketepatan dalam
pemilihan bahan ajar online learning serta yang terakhir
kemampuan dalam mengontrol proses pembelajaran. Pelaksanaan
pembelajaran daring menjadi efektif jika memenuhi komponen
esensial dalam pembelajaran yaitu diskursif, adaptif, interaktif dan
reflektif (Oktavian dkk, 2020).

Dalam pelaksanaan pembelajaran daring dibutuhkan beberapa
tools (alat) yaitu penggunaan video conference, pemanfaatan
aplikasi-aplikasi penunjang metode pembelajaran yang bisa diakses
secara gratis untuk peningkatan ketercapaian hasil belajar serta
membangun suasana pembelajaran yang interaktif.

B. DESKRIKPSI SINGKAT
Mata pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan

menggunakan video conference dan alat bantunya dalam proses
pembelajaran daring melalui pembahasan materi pembelajaran
daring, video conference dan aplikasi online dalam pembelajaran
daring.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Hasil Belajar
Setelah pembelajaran mata pelatihan ini, peserta mampu
menggunakan video conference dan alat bantunya dalam
proses pembelajaran daring dengan baik dan benar.
2. Indikator Hasil Belajar
Setelah pembelajaran mata pelatihan ini, peserta dapat:

2

a. Menjelaskan pembelajaran daring; online untuk
b. Memanfaatkan video conference;
c. Menggunakan berbagai aplikasi

pembelajaran.

D. MATERI POKOK DAN SUB MATERI POKOK
1. Pembelajaran Daring
a. Dasar Hukum Pembelajaran Daring
b. Pengenalan Pembelajaran Daring
c. Kendala dalam Pembelajaran Daring
2. Video Conference
a. Pengenalan Video Conference
b. Penggunaan Video Conference
3. Aplikasi Online dalam Pembelajaran Daring
a. Aplikasi Online dalam Pembelajaran Daring Untuk
Metode Ceramah
b. Aplikasi Online dalam Pembelajaran Daring Untuk
Metode Brainstorming
c. Aplikasi Online dalam Pembelajaran Daring Untuk
Metode Diskusi
d. Aplikasi Online dalam Pembelajaran Daring Untuk
Metode Evaluasi
e. Aplikasi Online dalam Pembelajaran Daring Untuk
Metode Games

3

BAB II PEMBELAJARAN DARING

Indikator Keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan
diharapkan dapat menjelaskan pembelajaran Daring.

A. DASAR HUKUM PEMBELAJARAN DARING
Ada beberapa payung hukum yang mendasari pelaksanaan

pembelajaran daring:
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara pasal 69 tentang pengembangan karir Pegawai Negeri
Sipil berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja
dan kebutuhan Instansi Pemerintah. Kemudian pasal 70
tentang hak dan kesempatan ASN untuk mengembangkan
kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, seminar,
kursus dan penataran. Pengembangan kompetensi terdiri dari
kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi
sosial kultural.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Manajemen Pegawai Negeri Sipil pasal 212 tentang
pengembangan kompetensi Pegawai Negeri Sipil dalam
4

bentuk pelatihan yang dapat dilakukan melalui jalur pelatihan

klasikal dan non klasikal. Pasal 212 ayat 2 menyatakan bahwa

bentuk pelatihan klasikal dilakukan melalui proses

pembelajaran tatap muka dikelas paling kurang melalui

pelatihan. Pasal 212 ayat 3 menjelaskan pengembangan

kompetensi dalam bentuk pelatihan non klasikal yang dapat

dilakukan melalui e-learning, bimbingan di tempat kerja,

pelatihan jarak jauh, magang dan pertukaran antara PNS

dengan pegawai swasta.

3. Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 8 Tahun 2018

tentang Pedoman Penyelenggaraan Pengembangan

Kompetensi Pegawai Negeri Sipil melalui E-Learning. Pasal 2

menyebutkan bahwa penyelenggaraan E-Learning bertujuan

untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan

pengembangan kompetensi, memperluas akses bagi PNS

dalam mengembangkan kompetensi secara

berkesinambungan dan mempercepat peningkatan kinerja

organisasi. Pelaksanaan penyelenggaraan E-Learning dapat

dilakukan dengan pengoptimalan penggunaan teknologi

informasi dan komunikasi sebagaimana tertuang dalam pasal

5 ayat 1.

4. Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 10 Tahun

2018 tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai Negeri

Sipil. Bentuk pengembangan kompetensi Pegawai Negeri Sipil

dijelaskan dalam pasal 25 huruf b yang terdiri dari pelatihan

klasikal dan pelatihan non klasikal. Pelatihan non klasikal

dapat dikembangkan dalam pengembangan kompetensi

melalui jalur coaching, mentoring, E-learning, pelatihan jarak

jauh, detasering (secondment), pembelajaran terbuka

(outbond), patok banding (benchmarking), pertukaran antara

PNS dengan pegawai swasta/ badan usaha milik negara/

5

badan usaha milik daerah, belajar mandiri (self development),
komunitas belajar (community of practices), bimbingan di
tempat kerja, magang/ praktek kerja dan jalur pengembangan
kompetensi dalam bentuk pelatihan non klasikal lainnya
sesuai dengan pasal 29 ayat 2.

B. PENGENALAN PEMBELAJARAN DARING
Pembelajaran yang dilakukan menggunakan teknologi dan

jaringan internet dikenal dengan pembelajaran dalam jaringan
(daring). Pembelajaran dalam jaringan (daring) sering disamakan
dengan pembelajaran online learning atau e-learning. Pertama kali
dimulai pada tahun 1960 di Universitas Illinois Urbana-Champaign
oleh Profesor Don Bitzer dengan menggunakan Sistem Instruksi
Berbasis Komputer (Computer-Assisted Instruction) yang dijalankan
di komputer PLATO. Di Indonesia pembelajaran daring telah
berkembang dari tahun 1980-an, dan saat ini perkembangannya
juga semakin pesat. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran
yang berbasis teknologi yang menggunakan aplikasi layanan berupa
media online yang memang dirancang dan dibuat untuk
dipergunakan dalam proses pembelajaran di dunia pendidikan.

Gambar 2.1 Ilustrasi Pembelajaran Daring

Pada pelaksanaan pembelajaran daring diperlukan sebuah
perangkat-perangkat atau teknologi untuk mengakses secara

6

online dimana saja dan kapan saja seperti handphone, smartphone,
tablet, laptop, komputer, netbook, dan iphone, yang memang
sekarang adalah barang yang tidak asing lagi dilihat dan
dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pengertian Pembelajaran Daring
Secara umum pembelajaran dalam jaringan (daring) sering
dikatakan sebagai pembelajaran yang menggunakan teknologi
digital dan jaringan internet.
Pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran yang
dilakukan dengan tidak bertatap muka langsung tetapi
menggunakan platform yang dapat membantu proses belajar
mengajar yang dilakukan meskipun jarak jauh tujuannya untuk
memberikan pelayanan pembelajaran bermutu dalam jaringan
yang bersifat masif dan terbuka serta menjangkau peminat
belajar yang lebih banyak dan luas ( Handarini dan Wulandari,
2020).

Menurut Muhammad tahun 2020 pembelajaran Pembelajaran
daring adalah pembelajaran yang menggunakan model
interaktif berbasis internet dan Learning Management System
(LMS) serta pembelajaran ini dapat dilakukan secara interaktif
karena adanya interaksi fasilitator dengan peserta.

Pembelajaran daring selanjutnya dapat disebut sebagai E-
Learning. E-Learning adalah proses pembelajaran dengan
memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang
merupakan hasil integrasi secara sistematis atas komponen-
komponen pembelajaran dengan memperhatikan mutu,
sumber belajar, dan berciri khas adanya interaksi

7

pembelajaran (engagement) lintas waktu dan ruang
(Kusumawardani, SS., 2015).

Peraturan menteri pendidikan Nomor 109 tahun 2013 tentang
penyelenggaraan pendidikan jarak jauh pada pendidikan tinggi
menjelaskan bahwa E-Learning adalah pembelajaran yang
memanfaatkan paket informasi berbasis teknologi informasi
dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran yang dapat
diakses oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja.

Menurut Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Nomor 8 Tahun 2018 tentang pedoman penyelenggaraan
pengembangan kompetensi pegawai negeri sipil melalui e-
learning, pengertian e-learning adalah pengembangan
kompetensi pegawai negeri sipil yang dilaksanakan dalam
bentuk pelatihan dengan mengoptimalkan penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi untuk mencapai tujuan
pembelajaran dan peningkatan kinerja.

Pembelajaran daring membebaskan aktivitas belajar mengajar
dari batasan ruang dan waktu. Pengajar dan pendidik bisa
melakukan aktivitas belajar dan mengajar dari mana saja
(berbeda tempat) dan bisa melakukan aktifitas belajar
mengajar kapan saja. Namun ada beberapa aktivitas penting
dalam pembelajaran daring yang harus diperhatikan:
❖ Penyampaian capaian pembelajaran, materi dan sumber

belajar
❖ Interaksi pembelajaran dan fasilitasi diskusi
❖ melakukan assessment dan evaluasi

8

2. Jenis Pembelajaran Daring
Teknologi pendidikan pembelajaran daring dibagi menjadi dua
jenis yaitu:
a. Synchronous learning merupakan pembelajaran reguler
tatap muka secara online atau dalam jaringan (daring)
real-time. Peserta dapat berpartisipasi disaat
bersamaan.
b. Asynchronous learning adalah pembelajaran secara
daring yang tidak memerlukan intensitas interaksi
belajar mengajar secara langsung antara fasilitator
dengan peserta. Interaksi dapat dilakukan dengan Q&A,
discussion board, wikis dan sebagainya. Fasilitator akan
menyampaikan materi di learning management system
dan peserta akan belajar secara mandiri dan tidak real
time.

3. Metode Pembelajaran Daring
Metode dapat diartikan sarana dan teknik untuk mencapai
tujuan tertentu. Secara operasional metode pembelajaran
dapat didefinisikan sebagai cara atau Teknik yang digunakan
oleh Fasilitator dalam proses pembelajaran agar tujuan
pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Entang,
2005). Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN
RI) mendefinisikan metode pembelajaran sebagai alat untuk
menciptakan hubungan antara peserta dan pengajar dalam
proses pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran.
Metode pembelajaran dibutuhkan dalam proses pembelajaran
klasikal maupun non klasikal (pembelajaran daring). Berikut
adalah metode pembelajaran yang dapat digunakan ketika
pembelajaran daring:

9

1. Metode Ceramah. Metode ceramah dilakukan dengan
cara memberikan penjelasan dan penyajian materi
secara lisan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan.
Metode ini adalah metode yang paling sering
digunakan dalam proses pembelajaran. Namun jika
terlalu sering diimplementasikan hasil proses
pembelajaran kurang optimal. Karena hanya
Fasilitator saja yang aktif sedangkan peserta menjadi
pasif.

2. Metode Brainstorming. Metode brainstorming atau
urun pendapat merupakan model untuk mencari
pemecahan masalah. Model ini mempunyai manfaat
untuk memperoleh gagasan sebanyak mungkin dan
tidak langsung memberi penilaian pada gagasan yang
diutarakan. Keuntungan metode ini adalah melatih
peserta untuk mengekspresikan gagasan-gagasan
baru menurut daya imajinasi peserta dan melatih daya
kreatifitas peserta.

3. Metode Diskusi. Metode ini melibatkan peserta secara
aktif dalam tukar pengalaman dalam kelompok yang
terdiri dari 5 (lima) sampai 7 (tujuh) orang. Tujuan
yang ingin dicapai adalah agar peserta mampu
mengembangkan nilai dan sikap melalui ide-ide
diskusi. Manfaat dari metode diskusi adalah dapat
mengembangkan daya kreatif dalam menemukan ide-
ide baru, mengembangkan kemampuan berpikir
divergen yaitu kemampuan untuk memikirkan
kemungkinan yang berbeda dari yang selalu dipikirkan
orang, menghilangkan rasa bosan dalam mengikuti

10

sajian yang terstruktur dan menyalurkan kemampuan
terpendam yang dimiliki peserta.

4. Metode Tanya Jawab. Metode ini digunakan untuk
mengetahui tingkat pemahaman peserta didalam
suatu pembelajaran. Metode tanya jawab dapat
membantu memusatkan perhatian peserta dan
mengembangkan cara berfikir serta daya ingat
peserta.

5. Jenis Media Pembelajaran Daring
Agar pelaksanaan pembelajaran daring menjadi efektif
dibutuhkan media pembelajaran. Media pembelajaran dapat
diartikan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran baik
dalam proses pembelajaran klasikal maupun pembelajaran
daring. Secara umum media pembelajaran daring dapat
dikelompokan menjadi empat yaitu:

a. Media Audio adalah media yang hanya melibatkan
indera pendengaran, pesan dan informasi yang diterima
hanya berupa pesan verbal seperti bahasa lisan dan
pesan nonverbal dalam bentuk bunyi-bunyian, musik,
dan bunyi tiruan.

11

Gambar 2.2 Ilustrasi Media Audio

Gambar 2.2 Ilustrasi Media Audio

b. Media Visual merupakan media pembelajaran yang
hanya melibatkan indera penglihatan. Proses belajar
dan mengajar melibatkan alat proyeksi atau proyektor.
Pesan yang disampaikan dituangkan dalam bentuk-
bentuk visual. Fungsi media visual adalah untuk menarik
perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan
fakta yang mungkin dapat mudah dicerna dan diingat
jika disajikan dalam bentuk visual. Media visual dibagi
menjadi dua, yaitu:
i. Visual Diam
Visual diam dapat diartikan sebagai media
visual yang menyajikan fakta,ide atau gagasan
melalui penyajian kata-kata, kalimat atau
angka-angka dan simbol atau gambar yang
menarik perhatian. Contohnya seperti, foto,
ilustrasi, flashcard, gambar pilihan dan
potongan gambar, film bingkai, film rangkai,
OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan
lain-lain.

12

ii. Visual Gerak
Visual gerak adalah media dalam bentuk video
bisu. Media visual gerak tidak menggunakan
audio, hanya gambar yang disajikan dalam
bentuk bergerak.

Gambar 2.3 Ilustrasi Media Visual

c. Media Audio Visual adalah jenis media yang digunakan
dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan
indera penglihatan dan indera pendengaran dalam
suatu proses atau kegiatan. Pesan dan informasi yang
dapat disalurkan melalui media ini dapat berupa pesan
verbal dan nonverbal yang mengandalkan baik
penglihatan maupun pendengaran.
i. Audio Visual Diam
media yang menampilkan suara dan gambar
diam, contohnya Sound slide (Film bingkai
suara).
ii. Audio Visual Gerak

13

Media Audio Visual gerak ialah media yang
menampilkan suara dan gambar bergerak,
Contohnya seperti film, Televisi dan lain-lain.

d. Multimedia
Multimedia adalah sarana komunikasi yang
mengintegrasikan teks, grafik, gambar diam dan
bergerak, animasi audio, dan media lain. Kombinasi
elemen dapat ditampilkan, disimpan, dikirim, dan
diproses dengan sebuah perangkat tertentu. suatu
media dapat dikatakan multimedia jika terdiri dari 2
atau lebih elemen. Multimedia berfungsi sebagai sarana
menyampaikan informasi. Multimedia diklasifikasikan
sebagai berikut:
1. Berdasarkan akses
Berdasarkan akses multimedia dibagi menjadi
dua yaitu multimedia online dan multimedia
offline. Multimedia ini terletak perbedaan dari
penggunaan jaringan internet.
2. Metode Penyajian
Menurut metode penyajian multimedia dibagi
menjadi lima yaitu multimedia berbasis kertas
(buku dan majalah), cahaya (slideshow dan
transparansi), suara (radio dan tape), gambar
bergerak (televisi), dan digital (komputer dan
ponsel pintar).
3. Sifat Penggunaannya
Berdasarkan sifat penggunaannya, komunikasi
multimedia dikelompokkan dalam tiga tipe,
yaitu multimedia interaktif, hiperaktif, dan
linier. Multimedia interaktif mengutamakan

14

personalisasi pemakain multimedia sesuai
keinginan penggunanya. Multimedia hiperaktif
menekankan pada pengguna dapat memilih
asupan informasi sesuai selera melalui tautan
yang tersedia. Multimedia linear merupakan
pengguna hanya bisa menikmati sajian
informasi secara linier, tanpa memiliki
kesempatan untuk mengontrolnya sendiri.

Gambar 2.4 Ilustrasi Multimedia

6. Hal yang Perlu diperhatikan Saat Pembelajaran Daring
Dalam pelaksanaan pembelajaran daring ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan pembelajaran daring
dan ketika pembelajaran daring. Sebelum melakukan
pembelajaran daring pastikan hal berikut ini:
❖ Kestabilan internet menyiapkan cadangan tethering dari HP
jika diperlukan
❖ Memastikan perangkat headset berfungsi dengan baik
❖ Ketenangan suasana sekitar dan meminta pengertian di
sekitarnya

15

Ketika pelaksanaan pembelajaran daring perhatikan hal-hal
berikut:
❖ Bagian belakang tempat duduk tidak terlalu terang

sehingga tidak menimbulkan efek silau
❖ Posisi kamera Perangkat tidak terlalu dibawa. Bisa

menggunakan tambahan alas di bagian bawah perangkat
untuk mendapatkan posisi yang pas
❖ Perangkat tidak terlalu dekat ke muka supaya layar juga
bisa mengcapture interaksi tangan ketika berbicara
❖ Apabila sedang tidak berbicara biasakan suara pada
perangkatnya nya
❖ Memperhatikan strategi engagement ketika aktivitas dari
cukup lama (berhenti setiap 15 menit kemudian ada
interaksi)
❖ Menghidupkan suara (unmute) ketika berbicara cara
❖ Tidak melakukan pergerakan badan

C. KENDALA PEMBELAJARAN DARING
Setiap pelaksanaan pembelajaran pasti akan mengalami beberapa
kendala. Begitu juga dengan pembelajaran daring dalam
pelaksanaannya mengalami beberapa kendala. Berikut adalah
kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring:
1. Terbatasnya infrastruktur jaringan internet
Akses internet yang terbatas karena keadaan suatu wilayah
dapat menjadi penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran
daring. Kemudian penggunaan kuota internet yang cukup mahal
juga merupakan salah satu kendala pelaksanaan pembejaran
daring.

16

2. Kurangnya penggunaan media pembelajaran online
Masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran online
dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Penggunaan media
pembelajaran online dapat dijadikan sebagai penunjang dalam
pelaksanaan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran
menjadi tercapai.

3. Kurang bervariasinya penggunaan metode pembelajaran
Dalam pelaksanaan pembelajaran daring fasilitator sering
menjadi teacher center, karena keterbatasan penggunaan
metode pembelajaran. Hal ini dapat menimbulkan kejenuhan
bagi peserta pelatihan.

4. Kurangnya keterlibatan aktif peserta
Peserta pelatihan kurang terlibat dalam pembelajaran yang
disebabkan kurangnya komunikasi dua arah antara fasilitator
dan peserta. Peserta cenderung diam dan mendengarkan
materi karena keterbatasan gerak dalam pembelajaran.

5. Penyerapan materi sangat minimalis
Waktu pelaksanaan pembelajaran daring yang singkat
mengakibatkan penyerapan materi oleh peserta pelatihan tidak
optimal. Materi yang disampaikan juga terkadang minimalis dan
tidak menyeluruh.

Selain kendala yang dipaparkan diatas, juga ada kendala lain
dalam pelaksanaan pembelajaran daring seperti belum
familiarnya dalam penggunaan teknologi informasi, minimnya
pengawasan dalam pelaksanaan pelatihan dan lain sebagainya.

17

D. LATIHAN
Anda diminta untuk membuat kelompok yang terdiri dari 2 (dua)
sampai dengan 5 (lima) orang, dan coba didiskusikan dalam
kelompok Anda:
1. Menurut Anda apakah keuntungan dan kelemahan
pembelajaran daring?
2. Buatlah beberapa pilihan mata pelatihan apa saja yang
mungkin untuk disampaikan dalam pembelajaran daring
serta metode pembelajaran yang dapat digunakan
3. Tuliskan hasilnya dalam bentuk dokumen.

E. RANGKUMAN
Pembelajaran daring membebaskan aktivitas belajar mengajar dari
batasan ruang dan waktu. Pengajar dan pendidik bisa melakukan
aktivitas belajar dan mengajar dari mana saja (berbeda tempat) dan
bisa melakukan aktifitas belajar mengajar kapan saja. Pembelajaran
daring dibagi menjadi dua jenis antara lain sync (tatap muka secara
online) dan async (tidak membutuhkan interaksi). Pembelajaran
daring dapat menggunakan beberapa metode yaitu metode
ceramah, metode brainstorming, metode diskusi dan tanya jawab.
Dalam penunjang pelaksanaan pembelajaran daring juga
dibutuhkan media seperti media audio, media visual, media audio
visual dan multimedia.

F. EVALUASI MATERI
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar dan baik!
1. Sebutkan dasar hukum yang mendasari pelaksanaan
pembelajaran daring?
2. Apa saja metode yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
pembelajaran daring?

18

3. Media apa saja yang dapat digunakan dalam pelaksanaan
pembelajaran daring?

G. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT
Sejauh mana Anda dapat menyelesaikan Latihan dan Evaluasi

Materi yang ada pada bab ini? Apabila Anda telah mampu
menjawab Latihan dan Evaluasi Materi pada Bab ini, berarti Anda
telah menguasai topik ini dengan baik. Akan tetapi, jika Anda masih
merasa ragu dengan pemahaman Anda mengenai materi yang
terdapat dalam Bab ini serta adanya keraguan dan kesalahan dalam
menjawab Latihan dan Evaluasi Materi, maka disarankan Anda
melakukan pembelajaran kembali secara lebih intensif dengan
membaca ulang materi, membaca bahan referensi, berdiskusi
dengan pengajar/fasilitator dan juga dengan sesama peserta
pelatihan lainnya.

19

BAB III VIDEO CONFERENCE

Indikator Keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan
diharapkan dapat memanfaatkan Video Conference.

A. PENGENALAN VIDEO CONFERENCE
1. Pengertian Video Conference
Video conference adalah teknologi yang memungkinkan
pengguna yang berada pada lokasi yang berbeda untuk
mengadakan pertemuan tatap muka tanpa harus pindah ke
satu lokasi bersama. Teknologi ini sangat nyaman serta praktis
sehingga saat ini pemanfaatannya dapat dikatakan meliputi
semua sektor termasuk pendidikan dan pelatihan.
Pembelajaran dengan video conference menggantikan
pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka
dikelas menjadi kegiatan tatap muka secara virtual melalui
bantuan aplikasi yang terkoneksi dengan jaringan internet.
Pemanfaatan video conference dalam pembelajaran jarak jauh
dapat membantu peserta dan tenaga pengajar tetap
melakukan interaksi tatap muka meskipun tidak berdekatan.

20

Pembelajaran yang idealnya memiliki interaktivitas antara
pendidik dan peserta didik walaupun tidak dalam satu tempat
yang sama, dengan adanya video conference akan membantu
proses pembelajaran yang dilakukan, karena pendidik akan
terlibat langsung dengan peserta didik (Sandiwarno, 2016).
Menurut Wijasena, video conference adalah seperangkat
teknologi yang interaktif dan memungkinkan dua pihak atau
lebih untuk dapat berinteraksi dua arah baik audio maupun
video, meskipun dari lokasi yang tidak sama.

Video conference termasuk dalam synchronous learning.
Synchronous learning merupakan aktivitas yang dilakukan
secara bersama-sama pendidik dan peserta didik. Synchronous
learning bersifat real time. Synchronous learning yang
menggunakan video conference dan teknik multimedia lainnya
dapat memungkinkan pendidik dan anak didik berinteraksi satu
sama lain pada saat yang bersamaan walaupun sedang berada
ditempat yang berbeda (Chen et al., 2005).

2. Manfaat Video Conference
a. Sektor bisnis
Video conference penting karena ia dapat
menghubungkan orang- orang yang biasanya tidak dapat
membentuk koneksi tatap muka. Dalam bisnis, cara ini
dapat meningkatkan produktivitas di antara karyawan
serta memberikan cara yang lebih baik untuk
berkomunikasi dan berinteraksi dengan kolega, mitra, dan
pelanggan. Manfaat nyata dari konferensi video termasuk
biaya perjalanan yang lebih rendah – terutama untuk
pelatihan karyawan – dan mempersingkat waktu proyek
sebagai hasil dari peningkatan komunikasi di antara
anggota tim.
21

b. Penggunaan pribadi
Pada tingkat pribadi, koneksi tatap muka melalui video
conference ini membantu memperlancar komunikasi non-
verbal dalam pertukaran dan memungkinkan peserta
untuk mengembangkan rasa keakraban yang lebih kuat
dengan individu atau sekelompok orang seperti keluarga
dan kerabat.

c. Masyarakat
Masyarakat juga turut memerlukan video conference
untuk bertukar kabar dan saling memberi kabar satu sama
lain. Rumah ibadah juga turut dapat memanfaatkan
aplikasi telekonferensi ini untuk tetap melakukan ibadah
bersama atau tetap melakukan pengajian online.

d. Bidang Pendidikan
Sejak COVID-19 disahkan sebagai pandemi internasional,
maka selain tempat umum dan perkantoran yang tutup,
sekolah telah lebih dulu tutup yang menyebabkan semua
kegiatan belajar dialihkan pada video conference juga
kelas- kelas yang dapat diakses secara online. Tentunya
disini semua aplikasi tersebut menjadi satu- satunya
tempat semua kegiatan pembelajaran untuk tetap
berlangsung.

e. Bidang Kesehatan

Mengikuti dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat
dalam mengatasi penyebaran coronavirus, maka video
conference untuk bidang kesehatan juga mengubah suai
aplikasi mereka yang khusus menangani semua masalah
kesehatan secara online. Anda tidak perlu mendatangi
klinik atau rumah sakit karena untuk menghubungi
dokter, kini Anda cukup menggunakan aplikasi
telemedicine seperti Halodoc.

22

3. Aplikasi Video Conference
Kebutuhan akan aplikasi untuk video conference menjadi

semakin tinggi seiring dengan anjuran pemerintah untuk
bekerja dan melakukan berbagai aktivitas di rumah saja.
Berkat teknologi ini, interaksi tatap muka tetap bisa dilakukan
meski terpisah jarak. Dalam konteks pelatihan, saat ini
distance learning sudah menjadi suatu pilihan dalam
pelaksanaan pengembangan kompetensi. Berikut ini akan
diuraikan beberapa aplikasi untuk melakukan video
conference, yaitu:
a. Zoom Meeting

Aplikasi populer ini adalah salah satu aplikasi yang
mengalami peningkatan penggunaan terbesar sejak
pandemi. Zoom Cloud Meeting menawarkan banyak fitur
dan kemudahan yang bisa digunakan mulai dari
penggunaan gratis hingga paket premium berbayar. Pada
zoom, host meeting dapat mengundang hingga 100
partisipan online meeting dengan dukungan perekaman
video, text chatting, audio-only dan lain sebagainya.

23

b. Google Meet
Selain Google Classroom yang dapat

mengakomodasi kelas online, Google juga mempunyai
Google Meet untuk melakukan konferensi online. Google
Hangout Meet memiliki user interface yang baik dan
sederhana, sehingga mudah dipahami oleh semua orang.
Adanya fitur berkirim pesan melalui chat juga membuat
Google Hangouts semakin nyaman untuk video
conference. Jika dalam kondisi tertentu di mana koneksi
internet kurang stabil, fitur chat ini akan sangat berguna.
Google Hangouts Meet juga memiliki keunggulan lainnya,
yaitu adanya enkripsi end-to-end untuk memastikan
keamanan komunikasi.

Selain itu, Google Hangouts Meet juga bisa
digunakan pada perangkat komputer maupun
smartphone. Fleksibilitas ini memberikan kemudahan
untuk berkoordinasi dengan rekan satu tim yang mungkin
sedang berada di lapangan dan tak memiliki akses ke
komputer.

24

c. Microsoft Teams
Microsoft Teams adalah pengganti dari layanan

Skype for Business. Aplikasi Teams ini memadukan video
conference dengan pesan instan, telepon biasa, dan
kolaborasi dokumen ke dalam satu aplikasi saja. Aplikasi
Teams telah terkoneksi dengan layanan Microsoft Office
365 sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara
kolaboratif tanpa perlu bertemu langsung.

Selain untuk rapat online, aplikasi Teams juga bisa
digunakan untuk webinars, presentasi, atau pun rapat
dalam skala besar dengan kapasitas hingga 10.000 orang.
Aplikasi ini tersedia untuk perangkat komputer, ataupun
perangkat smartphone dan tablet.

d. WebEx
Aplikasi Cisco WebEx cocok digunakan pada

pertemuan online berskala besar dengan jumlah peserta
yang sangat banyak. Cisco WebEx sering dianggap sebagai
salah satu penyedia layanan video conference terbaik
karena mampu menyajikan kualitas gambar yang baik

25

selama berjalannya video conference. Cisco WebEx juga
memastikan suara latar selama meeting terminimalisir
dengan baik. Dengan demikian, video conference akan jadi
lebih nyaman dan efisien.

e. Jitsi
Jitsi adalah layanan yang sepenuhnya gratis. Maka

dari itu, tidak ada paket premium atau berbayar lainnya
pada Jitsi. Meskipun gratis, fitur Jitsi terbilang cukup
lengkap yakni screen sharing, mengedit dokumen
bersama dengan menggunakan Etherpad, bertukar pesan
selama meeting, dan jumlah peserta yang hampir tak
terbatas.Bahkan, Jitsi juga bisa terhubung dengan layanan
live stream YouTube yang bisa diakses oleh siapa pun.

26

f. Go To Meeting
Web conferencing software ini juga aplikasi yang

patut Anda coba. Fitur- fitur andalannya antara lain
adalah mengatur ruang pertemuan online pribadi dengan
URL, berbagi real- time desktop, merekam semua
pertemuan online dan menyimpannya di cloud
computing. Meski berbayar, tersedia juga versi gratis dari
Go To Meeting dengan batasan waktu tertentu.

27

B. PENGGUNAAN VIDEO CONFERENCE
1. Kendala Penggunaan Video Conference

Pemanfaatan teknologi video conference menjadikan
proses pembelajaran menjadi fleksibel dan dapat dilakukan
kapan dan dimana saja. Hal ini membuat penggunaan video
conference dalam pembelajaran menjadi alternatif yang sesuai
pada situasi saat ini yang sangat dianjurkan untuk mengurangi
interaksi secara fisik. Dan tidak menutup kemungkinan menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran di
masa mendatang seusai masa pandemi COVID-19, karena
berbagai manfaat yang dimilikinya.

Namun demikian dalam pemanfaatan video conference
juga terdapat beberapa kendala, diantaranya:

a. Jaringan

Pelaksanaan video conference membutuhkan
jaringan internet yang stabil dan bandwidth yang besar,
agar interaksi dapat berlangsung dengan lancar tanpa
jeda yang mengganggu. Kendala jaringan menjadi hal
yang umum dan sekaligus menjadi kendala utama pada
penggunaan video conference. Kendala ini terjadi tidak
hanya di daerah, bahkan di wilayah perkotaan sekalipun
kendala ini tidak dapat dihindari. Jaringan internet yang
kurang baik serta akses internet yang lambat akan
menyebabkan proses pembelajaran dengan video
conference menjadi terganggu baik dari kualitas audio,
video bahkan hingga menyebabkan tidak dapat
terhubung sama sekali. Hal ini dapat terjadi pada sisi

28

peserta maupun pemberi materi sehingga dapat
mengganggu efektivitas proses pembelajaran.

b. Kemampuan penggunaan aplikasi dan peralatan
pendukung

Kelancaran proses pembelajaran menggunakan
video conference juga dipengaruhi oleh kemampuan
menggunakan aplikasi dan peralatan pendukungnya. Host
memegang peran utama pada pelaksanaan video
conference. Oleh karena itu harus mengerti fitur
pengoperasian dan keamanan aplikasi. Tidak hanya
menguasai aplikasi video conference, host juga harus
dapat mengoperasikan peralatan pendukung yang
digunakan seperti webcam, headset, dll. Untuk itu, jika
diperlukan host dapat dibantu oleh tim IT untuk
mengantisipasi apabila terjadi gangguan pada aplikasi dan
peralatan pendukung yang digunakan. Untuk pelaksanaan
pembelajaran dapat lebih maksimal maka kemampuan
menggunakan aplikasi video conference juga perlu
dimiliki oleh pengajar dan peserta. Kesalahan
pengoperasian akan menimbulkan kendala dan menjadi
salah satu penyebab terjadinya kebocoran data.

c. Keamanan

Video conference dilakukan dengan memanfaatkan
berbagai aplikasi seperti yang telah diuraikan
sebelumnya. Dalam pemanfaatan aplikasi-aplikasi
tersebut masih terdapat celah keamanan karena server
dikelola oleh perusahaan pengelola aplikasi atau pihak
ketiga yang berada di luar Indonesia. Oleh karena itu

29

faktor keamanan perlu mendapat perhatian agar tidak
menjadi kendala di kemudian hari. Faktor keamanan yang
dimaksud ialah meliputi keamanan pertukaran data dan
informasi yang terjadi dan dihasilkan selama proses
pembelajaran melalui video conference khususnya apabila
terdapat data dan informasi yang bersifat rahasia. Lalu
lintas data dan informasi serta lalu lintas peserta video
conference harus terenkripsi dan aman agar tidak rentan
diakses dan disusupi oleh pihak-pihak yang tidak
berkepentingan.

d. Listrik

Kondisi listrik juga menjadi kendala, khususnya pada
wilayah-wilayah yang jaringan listriknya tidak stabil.
Penggunaan video conference baik dengan perangkat
personal computer maupun perangkat mobile (laptop,
smartphone, tablet,dll) mengkonsumsi daya baterai yang
cukup besar terutama bila video diaktifkan dan
bersamaan dengan penggunaan aplikasi-aplikasi
pendukung pembelajaran lainnya. Hal ini tentu akan
menjadi kendala apabila mengikuti pembelajaran melalui
video conference dalam jangka waktu yang panjang.

2. Tips Mengikuti Video Conference

Agar pemanfaatan video conference untuk pembelajaran
berjalan lancar dan aman, berikut beberapa tips yang dapat
dilakukan baik oleh pengajar maupun peserta:

30

a. Gunakan aplikasi video conference yang resmi atau
berlangganan dan merupakan versi terbaru dan diunduh
dari sumber resmi.

b. Pembelajaran dengan video conference biasanya sudah
terjadwal sebelumnya, untuk itu hadir atau bergabunglah
tepat waktu. Akan lebih baik jika dapat hadir beberapa
saat sebelum sesi video conference dimulai.

c. Gunakan nama asli sebagai profile name atau sesuai
dengan ketentuan yang disepakati sehingga
mempermudah untuk melakukan kontrol terhadap
partisipan yang tergabung.

d. Gunakan profile picture berupa potret asli diri sendiri dan
tidak menggunakan gambar yang tidak pantas atau dapat
mengganggu fokus peserta lainnya saat video dimatikan.

e. Gunakan pakaian yang sopan sesuai dengan agenda
forum yang diikuti (terutama atasan yang tertangkap
langsung oleh kamera video).

f. Atur posisi duduk yang baik menghadap kamera
perangkat yang digunakan untuk video conference.

g. Tidak melakukan aktivitas makan, minum, berbicara
dengan orang lain (dalam waktu yang lama) baik secara
langsung maupun menggunakan telepon. Jika harus
dilakukan pastikan, kamera dan microphone dalam posisi
mati atau tidak aktif.

h. Pastikan mode suara pada posisi mute saat sedang tidak
berbicara.

i. Pada sesi diskusi, silahkan ikuti panduan dari host atau
pengajar, apakah mengacungkan tangan dengan
menggunakan fitur yang tersedia atau menuliskan nama
untuk mendaftar bicara. Jika host atau pengajar meminta
baru unmute audio.

31

j. Lakukan video conference pada tempat atau ruangan
yang kondusif.

k. Gunakan jaringan internet pribadi atau jaringan internet
yang terpercaya (trusted). Tidak menggunakan jaringan
internet publik atau yang terpasang di tempat-tempat
umum, seperti kafe, mal, atau restoran.

3. Metode Pembelajaran Saat Video Conference

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
mendefinisikan metode pembelajaran sebagai alat untuk
menciptakan hubungan antara peserta dan pengajar dalam
proses pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran.
Metode pembelajaran dibutuhkan dalam proses pembelajaran
klasikal maupun non klasikal (pembelajaran daring). Metode
pembelajaran yang digunakan saat pembelajaran daring
melalui video conference kurang lebih sama dengan
pembelajaran klasikal pada umumnya. Namun tidak semua
metode pembelajaran klasikal dapat dilakukan pada
pembelajaran melalui video conference, karena keterbatasan
ketersediaan aplikasi pendukungnya. Berikut ini adalah
beberapa metode pembelajaran yang biasa digunakan pada
pembelajaran melalui video conference:

a. Metode Ceramah

Metode ini adalah metode yang paling sering
digunakan dalam proses pembelajaran. Namun jika terlalu
sering diimplementasikan hasil proses pembelajaran
kurang optimal, karena hanya fasilitator atau pengajar
saja yang aktif sedangkan peserta menjadi pasif. Ceramah

32

cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa
informasi dan jika bahan tersebut sukar didapatkan.
Menurut Syah (dalam Suprapti, 2016) metode ceramah
adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan
informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah
peserta yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
Dalam pembelajaran daring melalui video conference,
penggunaan metode ceramah yang terlalu lama akan
menyebabkan peserta merasa bosan dan kehilangan
fokus bahkan mungkin tertidur karena minim interaksi
dan peserta pasif mendengarkan saja.

b. Metode Curah Pendapat

Metode brainstorming atau curah pendapat
merupakan model untuk mencari pemecahan masalah.
Model ini mempunyai manfaat untuk memperoleh
gagasan sebanyak mungkin dan tidak langsung memberi
penilaian pada gagasan yang diutarakan. Keuntungan
metode ini adalah melatih peserta untuk
mengekspresikan gagasan-gagasan baru menurut daya
imajinasi peserta dan melatih daya kreatifitas peserta.

c. Metode Diskusi

Sama halnya dengan curah pendapat, metode
diskusi juga digunakan sebagai strategi melatih
kemampuan berpikir peserta. Metode pembelajaran
diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau
lebih untuk berinteraksi, saling bertukar pendapat dan
atau saling mempertahankan pendapat dalam
pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan

33

diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan
metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat
interaktif (Gagne & Briggs, dalam Suprapti 2016).

d. Metode Evaluasi

Yang dimaksud dengan metode evaluasi adalah
kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk
mendapatkan informasi mengenai gambaran
pengetahuan peserta mengenai sesuatu topik atau
materi.

e. Metode Permainan (Games)

Metode ini populer dengan berbagai sebutan antara
lain pemanasan (ice-breaker) atau penyegaran
(energizer). Arti harfiah ice-breaker adalah pemecah es.
Jadi, arti pemanasan dalam proses belajar adalah
pemecah situasi kebekuan pikiran atau fisik peserta.
Permainan juga dimaksudkan untuk membangun suasana
belajar yang dinamis, penuh semangat, dan antusias.
Karakteristik permainan adalah menciptakan suasana
belajar yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai
(sersan). Permainan digunakan untuk penciptaan suasana
belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak (akrab),
dan dari jenuh menjadi riang (segar). Metode ini
diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien
dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas
hal-hal yang sulit atau berat. Sebaiknya permainan
digunakan sebagai bagian dari proses belajar, bukan
hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar
permainan tanpa makna yang dikaitkan dengan materi.

34

C. LATIHAN
Secara berpasangan atau dalam kelompok kecil, cobalah untuk

melakukan eksplorasi terhadap aplikasi video conference yang
terdapat pada bab ini dan belum pernah Anda gunakan
sebelumnya!

D. RANGKUMAN
Video conference adalah seperangkat teknologi yang interaktif

dan memungkinkan dua pihak atau lebih untuk dapat berinteraksi
dua arah baik audio maupun video, meskipun dari lokasi yang tidak
sama. Dengan video conference akan membantu proses
pembelajaran yang dilakukan, karena pendidik akan terlibat
langsung dengan peserta didik walaupun tidak berada di lokasi yang
sama. Pembelajaran melalui video conference termasuk dalam
synchronous learning.

Saat ini terdapat banyak sekali aplikasi video conference yang
dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran, sebagai diantaranya yang
paling sering digunakan adalah Zoom Meetings, Google Meet,
Microsoft Teams, WebEX, dan Jitsi. Berbagai metode pembelajaran
klasikal dapat digunakan pada pembelajaran melalui video
conference contohnya adalah metode ceramah, curah pendapat
(brainstorming), diskusi, evaluasi dan permainan (games).

E. EVALUASI MATERI
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan kaitan antara video conference dan pembelajaran
daring!
2. Sebutkan metode pembelajaran yang biasa digunakan pada
pembelajaran daring melalui video conference!

35

F. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT
Sejauh mana Anda dapat menyelesaikan Latihan dan Evaluasi

Materi yang ada pada bab ini? Apabila Anda telah mampu
menjawab Latihan dan Evaluasi Materi pada Bab ini, berarti Anda
telah menguasai topik ini dengan baik. Akan tetapi, jika Anda masih
merasa ragu dengan pemahaman Anda mengenai materi yang
terdapat dalam Bab ini serta adanya keraguan dan kesalahan dalam
menjawab Latihan dan Evaluasi Materi, maka disarankan Anda
melakukan pembelajaran kembali secara lebih intensif dengan
membaca ulang materi, membaca bahan referensi, berdiskusi
dengan pengajar/fasilitator dan juga dengan sesama peserta
pelatihan lainnya.

36

BAB IV APLIKASI ONLINE DALAM
PEMBELAJARAN DARING

Indikator Keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan
diharapkan dapat menggunakan beberapa aplikasi online untuk

pembelajaran.
Dalam pelaksanaan pembelajaran daring pengajar perlu
menggunakan berbagai tools pembelajaran yang bervariatif karena
mengaktifkan peserta untuk mengikuti materi selama pembelajaran
daring tidak semudah saat pembelajaran tatap muka. Keberadaan
pengajar dan peserta pada tempat yang berbeda menjadi kendala
tersendiri, maka tentunya perlu memanfaatkan berbagai media yang
digunakan untuk memastikan peserta terlibat aktif dalam pembelajaran.

37

A. APLIKASI ONLINE DALAM PEMBELAJARAN DARING UNTUK METODE
CERAMAH
Pada pelaksanaan metode ceramah, pengajar atau fasilitator
menyampaikan informasi dan pengetahuan secara secara langsung
kepada peserta yang pada umumnya menyimak secara pasif.
Implementasi metode ceramah pada pelaksanaan pembelajaran
daring dapat memanfaatkan 2 (dua) platform, yaitu:
1. Aplikasi Video Conference

Bentuk pertama dari penggunaan metode ceramah pada
pembelajaran daring adalah melalui pemanfaatan aplikasi
video conference. Aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan telah
diuraikan pada bab sebelumnya, pengajar atau fasilitator dapat
memilih aplikasi mana yang akan digunakan sesuai yang
dikuasainya atau menyesuaikan dengan pilihan pada masing-
masing instansi. Ceramah melalui aplikasi video conference
merupakan jenis pembelajaran daring pola online
synchronous. Dimana pada pelaksanaanya pengajar atau
fasilitator bertemu secara virtual pada waktu yang bersamaan
melalui aplikasi video conference.

2. Youtube

Alternatif lain implementasi metode ceramah pada
pembelajaran daring adalah dapat dikemas dalam video
pembelajaran. Video pembelajaran sendiri dapat dibedakan
lagi menjadi 2 (dua) yaitu video pembelajaran yang disiarkan
secara langsung (online synchronous) dan video pembelajaran
yang dipersiapkan (direkam dan di upload) sebelum jadwal
pembelajaran dan dapat diakses secara mandiri oleh peserta
kapanpun dirasakan perlu untuk mempelajari informasi yang
terdapat pada video ceramah tersebut (online asynchronous).

38

Ceramah melalui video pembelajaran yang disiarkan secara
langsung dapat dikatakan hampir mirip dengan pelaksanaan
ceramah melalui aplikasi video conference. Hal yang
membedakan yaitu pada ceramah melalui video pembelajaran
disampaikan melalui platform media sosial seperti pada
Youtube (live streaming). Metode ceramah ini membuka
kesempatan interaksi antara pengajar dan peserta melalui
forum tanya jawab baik secara langsung maupun tidak
langsung. Sedangkan ceramah melalui video pembelajaran
yang dipersiapkan sebelum jadwal pembelajaran, biasanya
bentuk penyampaiannya berupa link akses yang dapat
ditempelkan pada Learning Management System (LMS)
maupun diberikan link secara langsung kepada peserta untuk
dapat diakses kapanpun. Pada pola kedua ini karena bentuknya
video rekaman maka sifatnya tidak interaktif. Cara pembuatan
video ini akan dibahas secara lebih mendetail pada mata
pelatihan berikutnya yaitu Pembuatan Video Pembelajaran.

B. APLIKASI ONLINE DALAM PEMBELAJARAN DARING UNTUK METODE
BRAINSTORMING
Salah satu tujuan yang hendak dicapai dari penggunaan
metode brainstorming atau curah pendapat adalah untuk
memperoleh gagasan sebanyak mungkin mengenai suatu hal atau
topik. Terdapat beberapa aplikasi online yang dapat mendukung
metode brainstorming selama tatap muka virtual melalui video
conference, diantaranya Google Jamboard, Ideaboard, Pollev, dsb.
Pada bagian selanjutnya aplikasi yang akan diuraikan lebih lanjut
adalah:
1. Jamboard

Salah satu aplikasi yang bisa digunakan pengajar untuk
melakukan brainstorming virtual secara interaktif dan

39

kolaboratif adalah Google Jamboard. Google Jamboard
merupakan salah satu aplikasi yang dikembangkan oleh Google
berupa papan tulis digital. Layaknya sebuah papan tulis
konvensional, Jamboard tidak hanya dapat digunakan untuk
brainstorming tetapi juga dapat digunakan sebagai media
dalam menjelaskan materi dengan menambahkan gambar dan
informasi lainnya, membuat sketsa ide serta memecahkan
suatu masalah secara kolaboratif.

Cara mengakses Jamboard juga tergolong sangat mudah.
Terdapat dua cara untuk masuk ke halaman Google Jamboard:

1. Browser ketik : https://jamboard.google.com/
pada kolom browser. Apabila sudah
memiliki akun google yang terintegrasi
dengan device yang digunakan maka
otomatis akan terbuka beranda Google
Jamboard yang terhubung dengan akun
Google yang dimiliki. Apabila pada
device tersebut tidak terintegrasi akun
Google makan akan diminta untuk log
in terlebih dahulu.

2. Akun Gmail Pilih icon Google Apps di pojok kanan
atas, lalu pilih Jamboard.

3. Google Pilih icon tanda tambah (+) dan pilih
Drive Google Jamboard.

40

Setelah masuk ke halaman Google Jamboard, pilih icon
New Jam berupa tanda tambah (+) di pojok kanan bawah layar.

Gambar 4.1 Tampilan Jamboard
Langkah awal dalam pemanfaatan Jamboard adalah
memberikan judul dan juga background apabila dibutuhkan.

Gambar 4.2 Memberi judul dan background pada
Jamboard

Terdapat beberapa fitur yang dapat digunakan untuk
mengisi papan tulis digital tersebut, yaitu:

41

Gambar 4.3 Fitur-fitur pada Jamboard

a. Pen: berfungsi untuk menulis manual dan ada pilihan
ukuran pulpen dan warnanya.

b. Erase : berfungsi untuk menghapus tulisan di papan tulis
c. Tanda panah : berfungsi untuk mengembalikan fungsi

mouse.

42

d. Sticky Note: berfungsi untuk membuat note misalnya
pertanyaan atau teks yang akan disampaikan kepada
peserta atau sebaliknya dapat digunakan peserta untuk
memberikan jawaban.

e. Add image: berfungsi untuk menambahkan gambar
pada papan tulis. Gambar bisa diambil dari perangkat,
mesin pencarian Google maupun dari aplikasi Google
lainnya seperti Google Drive dan Google Photos.
Sebagai contoh memasukan gambar yang bersumber
dari mesin pencarian Google. Masukkan kata kunci
gambar yang akan dicari kemudian pilih gambar dan klik
insert maka gambar yang dipilih akan masuk ke papan
tulis.

f. Circle : berfungsi untuk menambah bentuk benda
dengan beberapa pilihan bentuk yang tersedia. Setelah
memilih bentuk yang akan digunakan, letakkan kursor
ke area papan tulis digital yang akan ditambahkan
bentuk tersebut.

g. Text Box: berfungsi untuk menambah teks yang bisa
dibuat pengajar untuk memberikan penjelasan materi,
memberikan pertanyaan, mengajak diskusi peserta.
Begitu juga sebaliknya peserta dapat memanfaatkan
teks box ini ini untuk menjawab pertanyaan pengajar,
terlibat dalam diskusi atau memberikan pertanyaan
pada pengajar.

h. Laser : berfungsi sebagai pointer untuk menunjukkan
materi yang sedang dijelaskan.

43


Click to View FlipBook Version