1|Page
Kurikulum Penata Penanggulangan Bencana
Disusun Oleh:
dr. Bagus Tjahjono, M.P.H
Ir. Medi Herlianto, CES, M.M.
Ir. R. Hutomo, M.Eng.
Ario Akbar Lomban, S.E., M.Ikom.
Dr. Marlina Adisty, S.Sos., M.Si.
Roswanto, S.E., M.M.
Jajat Suarjat, S.Pd., M.Si (Han)
Neri Egi Rusmana, S.Si, M.Pd.
Edisi Januari 2022
Hak Cipta@2019 pada penulis;
Hak Cipta dilindungin undang – undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagaian atau seluruh
isi Kurikulum Penata Penanggulangan Bencana ini dalam bentuk apa pun, secara elektronis maupun mekanis,
termasuk memfotocoy, merekam atau dengan teknik perekaman lainnya, tanpa izin dari penulis.
Pusdiklat BNPB
Gedung Ina- DRTG Komplek Indonesia Peace and Securty Center Jl. Anyar, Desa Tangkil Sentul,
Kecamatan Citerureup, Kab. Bogor, Jawa Barat 16810
Telepon: 021- 29618775, Situs:http://www.pusdiklat.bnpb.go.id
2|Page
Penulis
Kurikulum Penata Penanggulangan Bencana
23 Hlm
1. Kurikulum Penata Penanggulangan Bencana
I. Judul
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 4
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 3|Page
A Latar Belakang
B Pengertian Umum
C Tujuan
1. Umum
2. Khusus
D Sasaran
BAB II STRUKTUR KURIKULUM
A Struktur Mata Pelatihan
B Ringkasan Mata Pelatihan
1. Judul Mata Pelatihan
2. Deskripsi Singkat
3. Hasil Belajar
4. Indikator Hasil Belajar
5. Materi Pokok
BAB III METODE DAN EVALUASI PELATIHAN
A Metode Pelatihan
B Evaluasi Pelatihan
C Pelaksanaan
BAB IV PENUTUP
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas
rahmat dan karunia-Nya Kurikulum Pelatihan Penata Penanggulangan Bencana
dapat tersusun sebagai salah satu upaya untuk mendukung==
Pengem==
Kurikulum ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penyelenggaraan
pelatihan bagi Penata Penanggulangan Bencana baik yang berasal dari BNPB,
BPBD, maupun instansi/Lembaga/organisasi lainnya. Disadari bahwa penyusun
Kurikulum Pelatihan Penata Penanggulangan Bencana ini masih memiliki
kekurangan, untuk itu diharapkan masukan dari semua pihak demi kesempurnaan
kurikulum ini.
4|Page
Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam penyusunan kurikulum ini.
Sentul, Maret 2020
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana
Berton Suar Pelita Panjaitan
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam rangka pembinaan karir dan pengembangan profesionalisme Aparatur Sipil Negara
dalam menjalankan tugas khususnya di bidang Penanggulangan bencana, saat ini telah
ditetapkan 2 jenis jabatan fungsional Penanggulangan Bencana. Salah satunya adalah
Jabatan Fungsional Pranata Penanggulangan Bencana yang ditetapkan berdasarkan
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia Nomor: 88 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Penata Penanggulangan
Bencana. Penata Penanggulangan Bencana berkedudukan sebagai pelaksana teknis dalam
melakukan penyelenggaraan penanggulangan bencana pada instansi Pemerintah.
Berkenaan dengan terbitnya regulasi terbaru Jabatan Fungsional Penata Penanggulangan
Bencana, maka para Penata Penanggulangan Bencana sangat membutuhkan sebuah sistem
5|Page
Pelatihan Jabatan Fungsional terutama untuk kategori keahlian yang merupakan kategori
baru bagi Penata Penanggulangan Bencana. Untuk, itu maka perlu disusun sebuah kurikulum
sebagai acuan resmi bagi pelaksanaan Pelatihan Jabatan Fungsional Penata Penanggulangan
Bencana kategori keahlian, yang disusun oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana.
Semoga kurikulum Pelatihan Jabatan Fungsional Penata Penanggulangan Bencana ini dapat
digunakan, sehingga bisa memberi dampak terhadap peningkatan kompetensi bagi
pemangku Jabatan Fungsional Penata Penanggulangan Bencana baik di Pusat maupun di
daerah.
B. PENGERTIAN UMUM
1. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah Wargan Negara Indonesia
yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai Aparatur Sipil Negara secara
tetap oleh pejabat pembinaan kepegawaiaan untuk menduduki jabatan pemerintahan;
2. Pejabat Pembina Kepegawaiaan adalah pejabat yang mempunyai kewenangan
menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Aparatur Sipil Negara, dan
pembinaan manajemen Aparatur Sipil Negara di Instansi Pemerintah sesuai dengan
kententuan peraturan perundangan – undangan
3. Pejabat yang Berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan melaksanakan
proses pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Aparatur Sipil Negara sesuai
dengan kententuan peraturan perundangan – undangan;
4. Jabatan Fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaiatan
dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu
5. Jabatan Fungsional Penata Penanggulangan Bencana adalah jabatan yang mempunyai
ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan
penyelenggaraan penanggulangan bencana;
6. Pejabat Fungsional Penata Penanggulangan Bencana yang selanjutnya disebut Pranata
Penanggulangan Bencana adalah ASN yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang
secara penuh oleh Pejabat yang Berwenang melaksanakan penyelenggaraan
penanggulangan bencana;
7. Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi
penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan
pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi;
8. Instansi Pemerintah adalah instansi pusat dan instansi daerah;
9. Instansi Pusat adalah kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, kesekretariatan
lembaga negara, dan kesekretariatan lembaga non struktural;
10. Instansi Daerah adalah perangkat daerah provinsi dan perangkat daerah kabupaten/kota
yang meliputi sekretariat daerah, sekretariat dewan perwakilan rakyat daerah, dinas
daerah dan lembaga teknis daerah;
6|Page
11. Sasaran Kinerja Pegawai yang selanjutnya disingkat SKP adalah rencana kinerja dan target
yang akan dicapai oleh seorang ASN yang harus dicapai setiap tahun;
12. Angka Kredit adalah satuan nilai dari uraian kegiatan dan/atau akumulasi nilai dan butir
kegiatan yang harus dicapai oleh Penata Penanggulangan Bencana dalam rangka
pembinaan karier yang bersangkutan;
13. Angka Kredit Kumulatif adalah akumulasi nilai Angka Kredit minimal yang harus dicapai
oleh Penata Penanggulangan Bencana sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat
dan/atau jabatan;
14. Penetapan Angka Kredit yang selanjutnya disingkat PAK adalah hasil penilaian yang
diberikan berdasarkan Angka Kredit untuk pengangkatan atau kenaikan pangkat
dan/atau jabatan dalam Jabatan Fungsional Penata Penanggulangan Bencana;
15. Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Penata Penanggulangan Bencana yang
selanjutnya disebut Tim Penilai adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat
yang memiliki kewenangan menetapkan Angka Kredit dan bertugas mengevaluasi
keselarasan hasil kerja dengan tugas yang disusun dalam SKP serta menilai capaian
kinerja Penata Penanggulangan Bencana dalam bentuk Angka Kredit;
16. Standar Kompetensi Penata Penanggulangan Bencana yang selanjutnya disebut Standar
Kompetensi adalah deskripsi pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang diperlukan
seorang Aparatur Sipil Negara dalam melaksanakan tugas Jabatan Fungsional Penata
Penanggulangan Bencana;
17. Uji Kompetensi adalah proses pengukuran dan penilaian terhadap kompetensi teknis,
manajerial, dan sosial kultural dari Penata Penanggulangan Bencana dalam
melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatan;
18. Hasil kerja adalah unsur kegiatan utama yang harus dicapai oleh Penata Penanggulangan
Bencana sebagai prasyarat menduduki setiap jenjang Jabatan Fungsional Penata
Penanggulangan Bencana
19. Hasil Kerja Minimal adalah unsur kegiatan utama yang harus dicapai minimal oleh Penata
Penanggulangan Bencana sebagai prasyarat pencapaian Hasil Kerja;
20. Karya Tulis/ Karya Ilmiah adalah tulisan hasil pokok pikiran, pengembangan, dan hasil
kajian/penelitian yang disusun oleh Penata Penanggulangan Bencana baik perorangan
atau kelompok di bidang penyelenggaraan penanggulangan bencana;
21. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penata Penanggulangan Bencana yang selanjutnya
disebut Instansi Pembina Adalah lembaga pemerintah non kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang penanggulangan bencana;
22. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang
pendayagunaan aparatur negara.
C. TUJUAN
1. Umum
Setelah mengikuti Pelatihan, peserta mampu Melaksanakan tugas pokok Jabatan
Fungsional Penata Penanggulangan Bencana sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2020.
7|Page
2. Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu menjalankan fungsinya sebagai Penata
Penanggulangan Bencana (Tabel 1. Kompetensi dan Tabel 2 Silabus Kurikulum)
D. SASARAN
Para Pegawai Aparatur Sipil Negara yang menduduki Jabatan Fungsional Penata
Penanggulangan Bencana sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2020.
8|Page
Tabel 1. Kompetensi
NO Unsur Sub Unsur Uraian
1 Pengelolaan Perencanaan Rencana
Prabencana Penanggulangan Penanggulangan
Bencana Bencana
Rencana Aksi
Pengurangan
Risiko Bencana
Rencana
Penanggulangan
Kedaruratan
Bencana
PERTAMA Kompetensi MADYA
Melakukan MUDA Melakukan
penyiapan Melakukan Penyusunan
penyusunan identifikasi rencana
rencana kebutuhan penanggulangan
penanggulangan rencana bencana
bencana penanggulangan Melaksanakan
Melakukan bencana bimbingan teknis
penyebarluasan penyusunan
dan advokasi Melakukan rencana
rencana pemantauan penanggulangan
penanggulangan pelaksanaan bencana
bencana program/kegiatan
rencana Melakukan
Melakukan penanggulangan penyusunan
penyiapan bahan bencana pada rencana aksi
penyusunan aksi instansi pengurangan risiko
pengurangan Pemerintah bencana
risiko bencana
Melakukan Melakukan
Melakukan identifikasi penyusunan
penyiapan bahan kebutuhan rencana
penyusunan penyusunan penanggulangan
rencana rencana aksi
pengurangan 9|Page
risiko bencana
Melakukan
identifikasi
kebutuhan
penyusunan
Rencana
Kontinjensi
Pengkajian Risiko Pengenalan dan
Bencana Pemantauan
Risiko Bencana
Pengembangan
Budaya Sadar
Bencana
penanggulangan rencana kedaruratan
kedaruratan penanggulangan bencana
bencana kedaruratan
bencana Melakukan
Melakukan Melakukan penyusunan
penyiapan bahan identifikasi rencana
penyusunan kebuutuhan kontingensi
rencana penyusunan bencana
kontingensi rencana
kontingensi Melakukan
Menyusun bencana sosialisasi hasil
informasi hasil Melakukan kajian kajian risiko
kajian risiko risiko bencana bencana
bencana
Melaksanakan
Melakukan pengembangan
pemantauan budaya sadar
risiko bencana bencana
secara berkala
Melaksanakan
Melakukan sosialisasi budaya
penyiapan bahan sadar bencana
pengembangan
budaya sadar Melaksanakan
bencana pemantauan dan
evaluasi
pengembangan
10 | P a g e
Pencegahan
budaya sadar
bencana
Menyusun
pelaporan
pengembangan
budaya sadar
bencana
Melakukan
identifikasi
sumber bahaya
atau ancaman
bencana
Melakukan
pemantauan
penguasaan dan
pengelolaan
sumber daya alam
Melakukan
pemantauan
pemanfaatan
teknologi dalam
penanggulangan
bencana
Melakukan
pemantuan
terhadap
pelaksanaan tata
ruang dan
pengelolaan
lingkungan hidup
11 | P a g e
Kesiapsiagaan Simulasi dan
Gladi rencana
penanggulangan
kedaruratan
bencana dan
rencana
kontingensi
Menyusun Melakukan evaluasi
petunjuk dan rekomendasi
pelaksanaan tindak lanjut atas
penanganan simulasi dan gladi
darurat rencana
penanggulangan
Menyusun bencana
rancangan kedaruratan
simulasi dan gladi bencana dan
rencana rencana
penanggulangan kontingensi
kedaruratan bencana
bencana dan
rencana 12 | P a g e
kontigensi
bencana
Menyiapkan
perlengkapan
pelaksanaan
simulasi dan gladi
rencana
penanggulangan
kedaruratan
bencana dan
rencana
kontingensi
bencana
Melaksanakan
simulasi dan gladi
rencana
penanggulangan
kedaruratan
Pengelolaan
Logistik dan
Peralatan untuk
kesiapsiagaan
Pemberdayaan
sumberdaya
penanggulangan
bencana
bencana dan
rencana
kontingensi
bencana
Melaksanakan Menyusun Melaksanakan
pemeliharaan rencana penyimpanan
logistik dan penguatan logistik dan
peralatan kelembagaan peralatan
bidang logistik
Melaksanakan dan peralatan Melakukan
penghapusan penyusunan
pencatatan Melaksanakan laporan
logistik dan pemenuhan pelaksanaan
peralatan kebutuhan melalui manajemen logistik
pengadaan dan peralatan
Melaksanakan barang/jasa
pendampingan Mengembangkan
dalam rangka Melaksanakan jejaring kemitraan
penguatan pendistribusian logistik dan
logistik dan peralatan
peralatan
Melakukan
Melaksanakan penyusunan norma,
pemantauan dan standar, prosedur
evaluasi dan kriteria bidang
pengelolaan logistik dan
logistik dan peralatan
peralatan untuk
kesiapsiagaan Melaksanakan
penguatan peran
Melaksanakan lembaga usaha
penguatan forum dalam
pengurangan
risiko bencana 13 | P a g e
Penguatan
ketangguhan
masyarakat
Pengembangan
Tim Reaksi
Cepat
Penanggulangan
Bencana (TRC
PB)
relawan penanggulangan
penanggulangan bencana
becana
Melakukan
Melaksanakan penyusunan
pengembangan norma, standar,
ketangguhan prosedur, dan
bencana berbasis kriteria tim reaksi
desa cepat
penanggulangan
Melaksanakan bencana
pengembangan
ketangguhan Melaksanakan
bencana berbasis peningkatan
keluarga kapasistas tim
reaksi cepat
Melaksanakan
pengembangan
ketangguhan
bencana berbasis
komunitas
Melaksanakan
rekrutmen
personil Tim
Reaksi Cepat
Penanggulangan
Bencana
14 | P a g e
Peningkatan
Kapasitas
Aparatur
Penanganan
Darurat
Penyiapan
tempat dan jalur
evakuasi serta
pemasangan
rambu
Melaksanakan penanggulangan
peningkatan bencana
kapasitas petugas Melaksanakan uji
penanganan kompetensi
darurat bencana penanganan
darurat
Melaksanakan
peningkatan
kapasitas
pengelola
penanganan
darurat bencana
Melaksanakan
simulasi
penanganan
darurat
Melaksanakan
gladi penanganan
darurat
Mengidentifikasi
kebutuhan
evakuasi korban
dan pengungsi
Menyusun
rancangan tempat
evakuasi
Menyusun jalur
evakuasi,
pemasangan
15 | P a g e
Peringatan Dini Penyusunan
data dan
informasi
bencana
Pembangunan
dan
Pengembangan
Sistem
Peringatan Dini
Multi Ancaman
Bencana
rambu dan papa
informasi
Melaksanakan
penyiapan
kebutuhan tempat
evakuasi
Mengidentifikasi
kebutuhan data
dan informasi
kebencanaan
Menyusun data
dan informasi
kebencanaan
Melakukan
integrasi hasil
analisis data dan
informasi yang
diperlukan untuk
pembangunan dan
penguatan sistem
peringatan dini
multi ancaman
bencana
Melakukan
pengembangan
platform sistem
peringatan dini
multi ancaman
bencana dengan
teknologi terkini
16 | P a g e
Penguatan
kelembagaan
dan kolaborasi
kerja sama antar
pihak dalam
sistim
peringatan dini
baik dalam
lingkup
nasional,
regional
maupun
internasional
Mitigasi Bencana Penataan ruang
berbasis analisis
resiko bencana
Pengelolaan
Mitigasi
Struktural
Menyiapkan Menyiapkan Melakukan
prosedur operasi rancangan sistem pemantuan
standar peringatan dini pemerintah daerah
penyebarluasan dengan dalam melakukan
peringatan dini ke komunitas dan kegiatan sistem
pemerintah daerah masyarakat peringatan dini
dan masyarakat
Menyusun Melakukan
Menyiapkan rancangan bangun penyusunan
rancangan sistem mitigasi struktural rekomendasi dalam
peringatan dini rangka penguatan
dengan lembaga kelembagaan dan
usaha kerjasama antar
pihak dalam sistem
Menyiapkan peringatan dini
rancangan sistem
peringatan dini Melakukan Evaluasi
dengan akademisi perencanaan tata
ruang berbasis
Menyiapkan bahan analisis risiko
latihan sistem bencana
peringatan dini
tingkat regional Melakukan
dan internasional identifikasi
dalam rangka
knowledge sharing 17 | P a g e
Melakukan
identifikasi
penataan ruang
berbasis analisis
risiko bencana
Pengelolaan
mitigasi non
struktural
Penanganan Pengkajian Secara
Darurat Cepat dan tepat
Bencana terhadap lokasi
kerusakan, kerugian,
dan sumber daya
Menyiapkan kebutuhan mitigasi
rancangan struktural
pengembangan Melaksanakan
Satuan rancang bangun
Pendidikan Aman mitigasi struktural
Bencana Melakukan evaluasi
mitigasi struktural
Menyusun Melakukan
rencana kaji penyusunan
cepat rekomendasi tindak
penanggulangan lanjut hasil evaluasi
bencana mitigasi struktural
Melakukan
Melakukan penyusunan norma,
pengolahan dan standar, prosedur,
dan kriteria mitigasi
bencana
Melakukan
penyusunan
penganturan
mobilisasi dan
penempatan sumber
daya kedaruratan
bencana
Mengumpulkan
data dampak, dan
kebutuhan
penanganan
darurat, kerusakan,
kerugian dan
sumber daya
18 | P a g e
Penentuan Status
Keadaan Darurat
Bencana
Rencana operasi Rencana operasi
penanganan darurat penanganan
darurat bencana
analisis data Melakukan analisis Melakukan
dampak dan dampak kejadian evaluasi
kebutuhan bencana dan penetapan status
penanganan sumber daya keadaan darurat
darurat dalam rangka
Menyusun sajian penetapan status
informasi untuk keadaan darurat
rekomendasi
penanganan Melakukan
darurat identifikasi
Menyiapkan kebutuhan
bahan untuk penyusunan
pengambilan rencana operasi
keputusan
penetapan status
keadaan darurat
bencana
Menyiapkan
bahan analisis
dampak kejadian
bencana dan
sumber daya
untuk
penanganan
bencana
Melakukan
penyiapan bahan
rencana operasi
penanganan
darurat bencana
19 | P a g e
Pengendalian
Operasi/Komando
Penanganan
Penyelamatan dan
Evakuasi Masyarakat
terkena bencana
Menyiapkan penanganan
bahan darurat bencana
penyusunan Melakukan
organisasi penyusunan
komando rencana operasi
penanganan penanganan
darurat bencana darurat bencana
Menyusun
rancangan Melakukan
organisasi penyusunan
komando rencana operasi
penanganan penyelamatan dan
darurat bencana evakuasi/karantina
Melaksanakan korban
pengendalian
operasi Melaksanakan
penanganan operasi
darurat bencana penyelamatan dan
Melakukan analisis evakuasi/karantina
dampak dan korban
kebutuhan operasi
penyelamatan dan Melaksanakan
evakuasi/karantina evaluasi operasi
korban bencana
Melakukan 20 | P a g e
penyiapan
kebutuhan operasi
penyelamatan dan
evakuasi/karantina
korban bencana
Pemenuhan Kebutuhan
Dasar
Perlindungan terhadap
kelompok rentan
Menyusun Melakukan penyelamatan dan
rencana pengumpulan evakuasi/karantina
pemenuhan data kebutuhan korban
kebutuhan dasar dasar masyarakat
masyarakat terdampak 21 | P a g e
terdampak
bencana Melakukan analisis
data kebutuhan
Melaksanakan dasar masyarakat
persiapan operasi terdampak
pemenuhan
kebutuhan dasar Melakukan
masyarakat pengumpulan
terdampak data kelompok
bencana rentan masyarakat
terdampak
Melakukan analisis
data kelompok
rentan masyarakat
terdampak
Melakukan
penyusunan
rencana
perlindungan
kelompok rentan
Pemulihan dengan
segera prasarana dan
sarana vital
Mengidentifikasi masyarakat Melaksanakan
data kerusakan terdampak pemulihan
prasarana dan Melaksanakan prasarana dan
sarana vital perlindungan sarana vital
terdampak kelompok rentan terdampak bencana
bencana masyarakat
terdampak 22 | P a g e
Menyiapkan Melakukan
bahan rencana pengumpulan
pemulihan data kerusakan
prasarana dan prasarana dan
sarana vital sarana vital
terdampak terdampak
bencana bencana
Melaksanakan
Menyiapkan pemantauan dan
bahan petunjuk evaluasi
pelaksanaan pemulihan
penanganan prasarana dan
darurat sarana vital
terdampak
bencana
Melakukan
penyusunan
rekomendasi
evaluasi
pemulihan
prasarana dan
sarana vital
terdampak
bencana
Pengelolaan
Logistik dan
Peralatan untuk
kedaruratan
Melakukan Melakukan
pemantauan dan penyusunan
evaluasi dalam rencana dukungan
rangka kegiatan bidang logistik
logistik dan dan peralatan
peralatan
Melaksanakan
pemenuhan
kebutuhan melalui
pengadaan
barang/jasa
Melaksanakan
penyimpanan
sementara logistik
dan peralatan
Melaksanakan
pemeliharaan
logistik dan
peralatan
Melaksanakan
pendistribusian
logistik dan
peralatan
Melakukan
penyusunan
laporan
pelaksanaan
logistik dan
peralatan
Melakukan
pengembangan
jejaring kemitraan
23 | P a g e
Pengelolaan
data dan
informasi
kedaruratan
bencana
Pengendalian
ancaman
bencana pada
keadaan darurat
logistik dan Melakukan evaluasi
peralatan pelaksanaan operasi
Melakukan penanganan darurat
penyusunan data bencana
dan informasi
potensi ancaman
bencana
Melakukan
penyusunan data
dan informasi
penanganan
darurat bencana
Melakukan
inventarisasi
informasi bencana
dari masyarakat
Melakukan
penyebarluasan
informasi
kedaruratan
bencana pada
masyarakat
Melakukan
pemantauan
ancaman bencana
Melaksanakan
penyebarluasan
informasi ancaman
bencana
24 | P a g e
Rehabilitasi Rehabilitasi Perbaikan
dan rumah
Rekonstruksi masyarakat
Pasca
Bencana
Perbaikan
Lingkungan,
Melaksanakan
pengendalian
ancaman bencana
Melakukan Melakukan
penyusunan pelaksanaan
rencana bantuan perbaikan
kebutuhan rumah masyarakat
perbaikan rumah Melakukan
masyarakat pendampingan
Melaksanakan pelaksanaan
penyusunan perbaikan rumah
norma, standar, masyarakat
prosedur, dan
kriteria bantuan
perbaikan rumah
masyarakat
Melakukan
evaluasi hasil
pelaksanaan
bantuan perbaikan
rumah masyarakat
Melakukan
penyusunan
rekomendasi atas
evaluasi hasil
pelaksanaan
bantuan perbaikan
rumah masyarakat
Melakukan Melakukan
identifikasi penyusunan
kebutuhan rencana
25 | P a g e
Prasarana dan
Sarana Umum
perbaikan pemberian
lingkungan, bantuan perbaikan
prasarana dan lingkungan,
sarana umum prasarana dan
daerah bencana sarana umum
Melakukan daerah terdampak
pendampingan bencana
pemberian Melakukan
bantuan perbaikan pemberian
lingkungan, bantuan perbaikan
prasarana dan lingkungan,
sarana umum prasarana dan
daerah bencana sarana umum
daerah terdampak
bencana
Melakukan
pemantauan dan
evaluasi
pelaksanaan
perbaikan
lingkungan,
prasarana dan
sarana umum
daerah terdampak
bencana
Melakukan
penyusunan
rekomendasi atas
evaluasi
pelaksanaan
perbaikan
26 | P a g e
Pemulihan
sosial, ekonomi
dan budaya
lingkungan,
prasarana dan
sarana umum
daerah terdampak
bencana
Melaksanakan
penyusunan
norma, standar,
prosedur dan
kriteria bantuan
perbaikan
lingkungan,
prasarana dan
sarana umum
daerah terdampak
bencana
Menyiapkan Melakukan Melakukan
bahan penyusunan pemantuan dan
penyusunan rencana intervensi evaluasi
kegiatan pemulihan sosial, pemulihan sosial,
pemulihan sosial, ekonomi dan ekonomi dan
ekonomi dan sumber daya alam sumber daya alam
sumber daya Melaksanakan Melakukan
alam intervensi penyusunan
Melaksanakan pemulihan sosial rekomendasi atas
analisis asistensi ekonomi dan evaluasi
perencanaan sumber daya alam pelaksnaan
pelaksanaan pemulihan sosial,
pemulihan sosial, ekonomi dan
ekonomi dan sumber daya alam
27 | P a g e
Rekonstruksi Pemulihan
Fungsi
pemerintahan,
fungsi
pelayanan
publik,
keamanan dan
ketertiban, serta
rekonstruksi dan
resolusi konflik
sumber daya
alam
Melakukan Melakukan analisis Melakukan
penyusunan rencana pemantuan dan
rencana pemulihan fungsi evaluasi
pemulihan fungsi pemerintahan, pelaksanaan
pemerintahan, fungsi pelayanan pemulihan fungsi
fungsi pelayanan publik, keamanan pemerintahan,
publik, keamanan dan ketertiban, fungsi pelayanan
dan ketertiban, serta rekonsiliasi publik, keamanan
serta rekonsiliasi dan resolusi dan ketertiban
dan resolusi konflik di daerah serta konsiliasi dan
konflik di daerah rawan bencana resolusi konflik di
rawan bencana Melakukan daerah rawan
pemulihan fungsi bencana
pemerintahan, Melakukan
fungsi pelayanan penyusunan
publik, keamanan rekomendasi atas
dan ketertiban evaluasi
serta rekonsiliasi pemulihan fungsi
dan resolusi pemerintahan,
konflik di daerah fungsi pelayanan
rawan bencana publik, keamanan
Melakukan dan ketertiban
penyusunan serta rekonsiliasi
petunjuk dan resolusi
pelaksanaan konflik di daerah
pemulihan fungsi rawan bencana
pemerintahan,
fungsi pelayanan
publik, keamanan
28 | P a g e
Pembangunan
kembali
prasarana dan
sarana umum
serta sarana
sosial
masyarakat
Pembangkitan
kembali
kehidupan sosial
dan ketertiban
serta rekonsiliasi
dan resolusi
konflik di daerah
rawan bencana
Melakukan Melakukan analisis Melakukan
penyusunan rencana pemantuan dan
rencana pembangunan evaluasi
pembangunan kembali prasarana pelaksanaan
kembali dan sarana umum pembangunan
prasarana dan serta sarana sosial kembali prasarana
sarana umum masyarakat dan sarana umum
serta sarana Melakukan serta sarana sosial
sosial masyarakat pembangunan masyarakat
kembali prasarana Melakukan
dan sarana umum penyusunan
serta sarana sosial rekomendasi atas
masyarakat evaluasi
Melakukan pembangunan
penyusunan kembali prasarana
petunjuk dan sarana umum
pelaksanaan serta sarana sosial
pembangunan masyarakat
kembali prasarana
dan sarana umum
serta sarana sosial
masyarakat
Melakukan Melakukan analisis Melakukan
penyiapan bahan rencana pemantuan dan
penyusunan pembangkitan evaluasi
rencana kehidupan sosial pelaksanaan
29 | P a g e