Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi
kerusakan, kerugian, dan sumber daya
Penentuan status keadaan darurat bencana
Rencana operasi penanganan darurat bencana
Pengendalian operasi/komando penanganan
Penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena
bencana
Pemenuhan kebutuhan dasar
Perlindungan terhadap kelompok rentan
Identifikasi pemulihan dengan segera prasarana
dan sarana vital
Pengelolaan logistic dan peralatan untuk
kedaruratan
Pengelolaan data dan informasi kedaruratan
bencana
Pengendalian ancaman bencana pada keadaan
darurat
7 Mata Pelatihan 3
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana
Perbaikan rumah masyarakat
Identifikasi perbaikan lingkungan, prasarana dan
sarana umum
Pemulihan social, ekonomi dan budaya
Pemulihan fungsi pemerintahan, fungsi pelayanan
public, keamanan dan ketertiban serta
rekonstruksi dan resolusi konflik
Pembangunan Kembali prasarana dan sarana
umum serta sarana social masyarakat
Pembangkitan Kembali kehidupan social budaya
masyarakat
Penerapan rancangan bangun yang tepat dan
penggunaan peralatan yang lebih baik dan tahan
bencana
64 | P a g e
Partisipasi dan peran serta Lembaga dan
organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan
masyarakat
Peningkatan kondisi social, ekonomi dan budaya
Peningkatan fungsi pelayanan public dan
pelayanan utama dalam masyarakat
8 On The Job Training
Penjelasan On the Job Training
Pembimbingan penulisan rancangan on the job
training
Evaluasi rancangan on the job training
Pembimbingan praevaluasi on the job training
Evaluasi on the job training
9 Penutupan
b) Distance Learning
Distance Learning merupakan bentuk pembelajaran kolaboratif yang
dilaksanakan melalui e – learning (Learning Management System) dan on the
job traning di tempat kerja
1) E – Learning
Distance Learning melalui e – learning dilaksanakan secara tersturktur di
dalam kelompok coaching selama ………. JP melalui pembelajaran daring yang
bersifat Asynchronous (async) dan Synchronous (sync) yang dilaksanakan di
tempat kedudukan peserta
Sebaran mata pelatihan dan jumlah JP secara terperinci adalah sebagai
berikut:
No Mata Pelatihan Async JP Total (JP)
Peserta Sync
1 Membangun Komitmen
Kelas Pengampu Coach
Materi
65 | P a g e
2 Kebijakan Penanggulangan
Bencana
3 Perhitungan Angka Kredit
dan Pengajuan Dupak
4 Pengelolaan Prabencana
5 Penanganan Darurat
Bencana
6 Rehabilitasi dan
Rekonstruksi Pasca Bencana
7 Pemantauan dan Evaluasi
8 On the job training
9 Merancang on the job
training
10 Evaluasi rancangan on the
job training
11 Evaluasi akademik
TOTAL
2) On the job training
Pembelajaran on the job training dilaksanakan secara terstruktur di tempat
kerja asal peserta selama …………… JP atau setara dengan 30 (tiga puluh) hari
kerja. Perincian jumlah JP pembelajaran on the job training adalah 60 (enam
puluh) menit jam kerja, dibagi 45 (empat puluh lima) menit JP, dikalikan 8
(delapan) jam kerja efektif dikalikan waktu pembelajaran di tempat kerja
selama 30 (tiga puluh) hari kerja.
Pembagian aktivitas pembelajaran secara terperinci adalah sebagai berikut:
No Hari on the job Kegiatan Belajar
1 Hari ke 1 – sampai dengan hari ke Melaksanakan kegiatan on the job
– 28 training
Melakukan Coaching jarak jauh (e-mail,
instan message, dan lain – lain) atau e
– Coaching
66 | P a g e
2 Hari ke 29 dan hari ke 30 Melaksanakan pembelajaran
Asynchronous
Membuat catatan pelaksanaan on the
job training dan
Membuat rancangan laporan on the
job training
Membuat rancangan tindaklanjut hasil
on the job training dan
Membuat rancangan bahan paparan
on the job training
3) Pembelajaran Klasikal di tempat penyelenggaraan Jabatan Fungsional
Tertentu Pranata Penanggulangan Bencana.
Pembelajaran klasikal ini merupakan bentuk pembelajaran kolaboratif di
tempat penyelenggaraan Jabatan Fungsional Tertentu Penata
Penanggulangan Bencana, Pembelajaran klasikal dilaksanakan secara
terstruktur di dalam kelas yang bersifat tematik ………… JP di tempat
penyelenggaraan Blended Learning. Sebaran mata pelatihan dan jumlah JP
secara terperinci adalah sebagai berikut:
No Mata Pelatihan Total JP
1 Kebijakan Penanggulangan Bencana
2 Membangun Komitmen Kelas
3 Mata Pelatihan Jabatan Fungsional Tertentu Penata Penanggulangan
Bencana
Pengelolaan Prabencana
Penanganan Darurat Bencana
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana
Pemantauan dan Evaluasi
4 On the job training
Pembimbingan praevaluasi on the job training
Evaluasi seminar on the job training
67 | P a g e
5 Profesionalisme Jabatan Fungsional Tertentu Penata Penanggulangan
Bencana
Review kebijakan penyelenggaraan pelatihan
6 Penutupan/Pelepasan peserta
Total
Media Pembelajaran
Media pembelajatan yang dipergunakan dalam Pelatihan Jabatan Fungsional
Tertentu Penata Penanggulangan Bencana sebagai berikut:
1) Bahan bacaan;
2) Bahan tayang;
3) Bahan pembelajaran multimedia singkat (micro learning)
4) Bahan rekaman audio;
5) Bahan rekaman audio video;
6) Film pendek;
7) Bahan permainan;
8) Bahan tokoh panutan, dan
9) Kasus
B. Evaluasi
Evaluasi Pelatihan Klasikal
Evaluasi pelatihan dilaksanakan untuk menilai Pelatihan yang dilaksanakan secara
klasikal, meliputi:
1) Evaluasi Peserta
Penilaian yang dilakukan oleh Evaluator terhadap peserta pelatihan melalui
pengamatan secara langsung (klasikal) maupun secara online, serta penilaian
terhadap penugasan – penugasan peserta pelatihan yang diberikan oleh tenaga
pendidik/Widyaiswara, penyelenggara, maupun evaluator. Penilaian tersebut
antara lain meliputi: aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan.
68 | P a g e
Kelulusan peserta dilakukan melalui penilaian terhadap nilai ujian akhir (atau:
post test), pengetahuan dan keterampilan/penugasan dari peserta pelatihan
dengan bobot penilaian sebagai berikut:
a. Nilai Ujian Akhir (40 %)
b. Sikap (10 %)
c. Keterampilan/Penugasan (50 %)
Adapun kualifikasi kelulusan peserta ditetapkan sebagai berikut:
a. Lulus memuaskan (Skor: 90,0 – 100)
b. Lulus baik sekali (Skor: 80 – 89,9)
c. Lulus baik (Skor: 70,0 – 79,9)
d. Tidak lulus (Skor: dibawah 70,0)
2) Evaluasi Tenaga Pendidik Pelatihan
Penilaian terhadap tenaga pendidik/Widyaiswara yang dilakukan oleh peserta
pelatihan mata pelatihan yang diampuhnya dalam pelatihan. Sistem klasikal,
evaluasi dilaksanakan dengan cara saat tatap muka langsung dipergunakan
instrument penilaian pembelajaran secara klasikal meliputi:
Instrument Penilaian Pembelajaran secara klasikal
Sistematika penyajian
Mekanisme penyajian
Cara menjawab pertanyaan dari peserta
Kerjasama antar Widyaiswara (dalam tim)
Penggunaan Bahasa
Ketepatan waktu dan kehadiran
Sikap dan perilaku
Kerapihan berpakaian
Pemberian motivasi kepada peserta
Penggunaan metode dan sasaran pelatihan
3) Evaluasi penyelenggaraan pelatihan
69 | P a g e
Penilaian peserta pelatihan terhadap keseluruhan proses penyelenggaraan
pelatihan yang dilakukan secara harian maupun pada akhir pelatihan. Terkait
dengan sistem klasikal, evaluasi dilaksanakan dengan cara, saat tatap muka
langsung dipergunakan instrument penilaian pembelajaran secara klasikal.
Adapun instrument penilaian tersebut sebagai berikut:
a. Evaluasi penyelenggaraan harian
Instrumen penilaian pembelajaran secara klasikal
Kesiapan dan ketersediaan sarana prasarana pelatihan (meja, kursi, layout
kelas, LCD, Flipchart dll)
Ketersediaan dan kelengkapan bahan pelatihan (modul, bahan paparan
baik soft file maupun hard file)
Pelayanan penyelenggaraan terhadap peserta dan Widyaiswara/Tenaga
Pengajar
Kemudahan akses peserta dengan penyelenggaraan Ketika di dalam
kelas
Kebersihan kelas, asrama, tempat ibadah dan toilet
Konsumsi memenuhi kebutuhan gizi
Kesesuaian pelaksanaan program dengan agenda kegiatan
b. Form evaluasi penyelenggaraan akhir
Instrumen penilaian pembelajaran secara klasikal
Mekanisme pendaftaran peserta
Proses pemanggilan peserta dalam waktu yang tepat atau tidak
mendadak
Seminar kit yang diberikan menunjang peserta dalam mengikuti
pembelajaran pelatihan
Kesiapan dan ketersediaan sarana prasarana pelatihan (meja, kursi, layout
kelas, LCD, Flipchart dll)
Ketersediaan dan kelengkapan bahan pelatihan (modul, bahan, paparan
baik soft file maupun hard file)
Pelayanan penyelenggaraan terhadap peserta dan Widyaiswara/Tenaga
Pengajar
70 | P a g e
Kemudahan akses peserta dengan penyelenggaraan Ketika di dalam
kelas
Kebersihan kelas, asrama, tempat ibadah dan toilet
Konsumsi memenuhi kebutuhan gizi
Ketersedian fasilitas olah raga, Kesehatan dan ibadah
Sejauhmana penatausahaan pelatihan telah dilaksanakan dengan baik
Tersusunya seluruh dokumen dan bahan – bahan pelatihan dalam satu
file
Manfaat evaluasi ini adalah untuk memberi masukan kepada penyelenggaraan
pelatihan untuk perbaikan mutu pelatihan pada sisa waktu yang ada dan pada
pelatihan mendatang
4) Evaluasi pasca pelatihan
Evaluasi ini dilaksanakan terhadap para alumi pelatihan tersebut Ketika yang
bersangkutan telah Kembali ke instansi masing – masing. Salah satu alat yang
dapat dijadikan acuan untuk melaksanakan evaluasi ini adalah dokumen RTL
(Rencana Tindak Lanjut) yang telah dibuat oleh peserta pelatihan sebelum
meninggalkan tempat pelatihan.
Evaluasi Pelatihan Blended
Evaluasi pelatihan dilaksanakan untuk menilai pelaksanaan pelatihan yang
dilaksanakan secara blended, meliputi:
a. Evaluasi Peserta
Penilaian yang dilakukan oleh Evaluator terhadap peserta pelatihan melalui
pengamatan secara langsung (klasikal) maupun secara online, serta penilaian
terhadap penugasan-penugasan peserta pelatihan yang diberikan oleh tenaga
pendidik/Widyaiswara, penyelenggara, maupun evaluator. Penilaian tersebut
antara lain meliputi: aspek sikap, pengetahuan dan ketrampilan.
Kelulusan peserta dilakukan melalui penilaian terhadap nilai ujian akhir (atau:
post test), pengetahuan dan ketrampilan/penugasan dari peserta pelatihan,
dengan bobot penilaian sebagai berikut:
71 | P a g e
1) Nilai Ujian Akhir (40 %)
2) Sikap (100%)
3) Keterampilan/Penugasan (50 %)
Adapun kualifikasi kelulusan peserta ditetapkan sebagai berikut:
1) Lulus memuaskan (Skor: 90,0 – 100)
2) Lulus baik sekali (Skor: 80 – 89,9)
3) Lulus baik (Skor: 70,0 – 79,9)
4) Tidak lulus (Skor: dibawah 70,0)
b. Evaluasi tenaga pendidik pelatihan, meliputi:
Penilaian terhadap tenaga pendidik/Widyaiswara yang dilakukan oleh peserta
pelatihan terhadap mata Pelatihan yag diampunya dalam pelatihan. sistem
blended, evaluasi dilaksanakan dengan 2 cara, saat tatap muka langsung
dipergunakan instrumen penilaian pembelajaran secara klasikal, serta saat jarak
jauh dipergunakan instrumen penilaian pembelajaran secara online, antara lain
meliputi:
Instrument penilaian pembelajaran Instrument penilaian pembelajaran
secara online secara klasikal
Sistematika penyajian materi Sistematika penyajian
Penyampaian tujuan pembelajaran Mekanisme penyajian
Cara menjawab pertanyaan dari Cara menjawab pertanyaan dari
peserta peserta
Penggunaan Bahasa dalam Kerjasama antar Widyaiswara
memberikan pembelajaran (dalam Tim)
Sikap dan perilaku pada saat Penggunaan Bahasa
menyampaikan pembelajaran Ketetapan waktu dan kehadiran
Pemberian motivasi kepada Sikap dan perilaku
peserta Kerapihan berpakaian
Penggunaan metode pembelajaran Pemberian motivasi kepada peserta
selama e – learning mudah Penggunaan metode dan sarana
dipahami pelatihan
72 | P a g e
Tutor memberikan materi dengan
menyertakan sumber materi yang
diambil
Tutor secara maksimal
memanfaatkan media
pembelajaran selama e – learning
Forum diskusi berjalan dengan
aktif
Kerjasama antar tutor
c. Evaluasi penyelenggaraan pelatihan
Penilaian peserta pelatihan terhadap keseluruhan proses penyelenggaraan
pelatihan yang dilakukan secara harian maupun pada akhir pelatihan. Terkait
dengan sistem blended, evaluasi dilaksanakan dengan 2 cara, saat tatap muka
langsung dipergunakan instrumen penilaian pembelajaran secara klasikal, serta
saat jarak jauh dipergunakan instrumen penilaian pembelajaran secara online.
Adapun instrument penilaian tersebut sebagai berikut:
1) Evaluasi penyelenggaraan harian
Instrumen penilaian pembelajaran Instrument penilaian
secara online pembelajaran secara klasikal
Kejelasan penyelenggaraan dalam Kesiapan dan ketersediaan sarana
memberikan informasi dalam prasarana pelatihan (meja, kursi,
pelaksanaan e – learning layout kelas, LCD, Flipchart, dll)
Kemudahan dalam menggunakan Ketersediaan dan kelengkapan
fitur atau tools pada e – learning bahan pelatihan (modul, bahan
(google class room dan zoom) paparan baik soft file maupun
Pelayanan hard file)
penyelenggaraan/pengelola Pelayanan penyelenggara
terhadap peserta pelatihan dan terhadap peserta dan
tutor widyaiswara/tenaga pengajar
Kemudahan akses peserta dalam
menggunduh (download) bahan 73 | P a g e
ajar/menggungah (upload) Kemudahan akses peserta dengan
penugasan penyelenggaraan Ketika di dalam
Kesiapan bahan – bahan kelas
pembelajaran selama e – learning
Ketersediaan dan Kebersihan kelas, asrama, tempat
kelengkapan bahan ajar ibadah dan toilet
Konsumsi memenuhi kebutuhan
gizi
Kesesuaian pelaksanaan
program dengan agenda kegiatan
2) Form evaluasi penyelenggaraan akhir
Instrumen penilaian pembelajaran Instrument penilaian
secara online pembelajaran secara klasikal
Mekanisme pendaftaran peserta Mekanisme pendaftaran
Proses pemanggilan peserta dalam Proses pemanggilan peserta
waktu yang tepat atau tidak dalam waktu atau tidak
mendadak mendadak
Kejelasan penyelenggara dalam Seminar KIT yang diberikan
memberikan informasi dalam menunjang peserta dalam
pelaksanaan e – learning mengikuti pembelajaran
Kemudahan dalam menggunakan pelatihan
fitur atau tools pada e – learning Kesesuaian pelaksanaan program
(google class room dan zoom) dengan rencana
Pelayanan Kesiapan dan ketersediaan
penyelenggara/Pengelolaan sarana prasarana pelatihan (meja,
terhadap peserta pelatihan dan kursi, layout kelas, LCD, Flipchart
tutor dll)
Kemudahan akses peserta dalam Ketersediaan dan kelengkapan
mengunduh (download) bahan bahan pelatihan (modul, bahan
ajar/menggungah (upload) paparan baik soft file maupun
penugasan hard file)
Kesiapan bahan – bahan Pelayanan penyelenggara
pembelajaran selama e – learning terhadap peserta dan
widyaiswara/tenaga pengajar
74 | P a g e
Ketersediaan dan kelengkapan Kemudahan akes peserta dengan
bahan ajar penyelenggara Ketika di dalam
Tercapainnya maksud dan kelas
tujuan pembelajaran pelatihan Kebersihan kelas, asrama, tempat
ibadah dan toilet
Konsumsi memenuhi kebutuhan
gizi
Ketersediaan fasilitas olahraga,
Kesehatan dan ibadah
Sejauhmana penatausahaan
pelatihan telah dilaksanakan
dengan baik
Tersusunya seluruh
dokumen dan bahan – bahan
pelatihan dalam satu file
Manfaat evaluasi ini adalah untuk memberikan masukan kepada penyelenggara
pelatihan untuk perbaikan mutu pelatihan pada sisa waktu yang ada dan pada
pelatihan mendatang
d. Evaluasi pasca pelatihan
Evaluasi ini dilaksanakan terhadap para-alumni pelatihan tersebut ketika yang
bersangkutan telah kembali ke instansi masing-masing. Salah satu alat yang
dapat dijadikan acuan untuk melaksanakan evaluasi ini adalah dokumen RTL
(rencana tindak lanjut) yang telah dibuat oleh para peserta pelatihan sebelum
meninggalkan tempat pelatihan.
C. PELAKSANAAN
Pelatihan Jabatan Fungsional Tertentu Penata Penanggulangan Bencana harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Fungsional Pranata Penanggulangan Bencana diangkat sejak diberlakukannya
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi
75 | P a g e
Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2020 Tentang Jabatan Fungsional Penata
Penanggulangan Bencana.
2. Pendidikan, berijazah paling rendah sarjana atau diploma empat bidang ilmu
administrasi, manajemen bencana, Teknik lingkungan, sosiologi, planologi,
arsitektur, manajemen, geografi, Teknik sipil, psikologi, ilmu kesejahteraan
social, ilmu hukum, Teknik geologi, statistic, ekonomi pembangunan, atau ilmu
Kesehatan masyarakat.
3. Diusulkan oleh Instansi Peserta;
4. Melapirkan fotokopi SK Pengangkatan PNS;
5. Melapirkan fotokopi SK Pengangkatan sebagai Penata Penanggulangan
Bencana;
6. Menyerahkan pas foto 3x4 berlatar belakang warna merah sebanyak 2 (dua)
lembar;
7. Menyerahkan biodata peserta.
Penyelenggaraan Pelatihan Jabatan Fungsional Tertentu Penata Penanggulangan
Bencana sebagai berikut:
Persiapan Pelatihan
1. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB)
mengirimkan surat penawaran Pelatihan Jabatan Fungsional Tertentu Penata
Penanggulangan Bencana kepada Instansi;
2. Instansi mengusulkan secara resmi nama – nama Jabatan Fungsional Tertentu
Penata Penanggulangan Bencana dengan persyaratan tersebut di atas kepada
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB);
3. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB)
menyeleksi kelengkapan administrasi calon peserta sebagai dasar pemanggilan
peserta;
4. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB)
mengirimkan surat pemberitahuan menjadi peserta;
5. Selambat – lambatnya 2 minggu sebelum pelaksanaan Ujian Pelatihan Jabatan
Fungsional Tertentu Penata Penanggulangan Bencana, Pusdiklat PB akan
mengirimkan surat pemanggilan peserta untuk mengikuti ujian di Pusdiklat PB.
Pelaksanaan Pelatihan
Lokasi pelaksanaan dan ujian akhir disesuaikan dengan kebutuhan
76 | P a g e
Kelulusan
1. Peserta akan mengikuti Uji Kompetensi yang diselenggarakan Pusdiklat PB;
2. Pengumuman kelulusan akan diinformasikan melalui Website Pusdiklat PB
setelah 5 (lima) hari pelaksanaan ujian;
3. Bagi peserta yang dinyatakan lulus akan diberikan STTPP dan Sertifikat Uji
Kompetensi;
4. Bagi peserta yang dinyatakan tidak lulus selama mengikuti Pelatihan dimaksud
di atas diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian ulang sesuai yang
dijadwalkan panitia penyelenggara.
BAB IV
PENUTUP
77 | P a g e
Kurikulum Jabatan Fungsional Tertentu Penata Penanggulangan Bencana ini
merupakan petunjuk teknis bagi Instansi Pemerintahan Pusat dan Daerah yang akan
mengirimkan peserta dalam Pelatihan Jabatan Fungsional Tertentu Penata
Penanggulangan Bencana sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2020.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal Januari 2020
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana
Berton Suar Pelita Panjaitan
78 | P a g e
79 | P a g e