HOUSEKEEPING BIDANG KEAHLIAN PARIWISATA PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN DAN JASA PARIWISATA KOMPETENSI DAN KEAHLIAN: PERHOTELAN JILID 2 Wahyuni Widya Wani Susanti
Pengarah : Direktur Pembinaan SMK Kepala Sub Direktorat Kurikulim Kepala Seksi Penilaian Kepala Seksi Pembelajaran Penulis : Suharsih Pengendali Mutu : Winih Wicaksono Penyunting : Rais Setiawan Editor : Khusnul Khitam Desian Cover : Sonny Rasdianto Layout / Editing : Yunanta Didik Matofana Teguh Budi Raharjo ii
iii Dalam rangka merespon perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran sekaligus proses penilaian. Salah satu langkah strategis tersebut adalah melalui pemenuhan kebutuhan bahan ajar khususnya bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Bahan ajar tersebut untuk pemenuhan mata pelajaran kejuruan, khususnya pada mata pelajaran dasar program keahlian (C2) dan Kompetensi Keahlian ( C3) Bahan ajar tersebut merupakan salah satu referensi dan disusun oleh guru-guru mata pelajaran dari berbagai SMK, yang berbentuk modul dan berbentuk elektronik. Atas jerih payah tersebut kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyusun dan para pihak yang telah berkontribusi hingga terciptanya bahan ajar tersebut. Kami menyadari masih terdapat kekurangan, dan kami harapkan adanya masukan yang positif dan konstruktif untuk perbaikan di kemudian hari. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan sesuai harapan mampu memperbaiki kualitas pembelajaran sekaligus memotivasi guru dalam proses belajar di SMK. Kata Pengantar
Peran guru profesional sangat penting, guru yang kompeten akan membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Disamping guru yang professional, buku berperan sebagai pendukung atau kunci keberhasilan siswa. Buku teks Housekeeping Kelas XII ini disusun berdasarkan Kurikulum 2013 revisi. Buku teks ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa. Tujuan buku pengayaan ini yaitu siswa dapat mengetahui lebih mendalam tentang ruang lingkup kerja di bidang Housekeeping serta permasalahan yang sering timbul dalam lingkup tanggung jawab Housekeeping Department. Buku pengayaan ini disusun atas uraian materi, kasus, dan interview praktisi di bidang perhotelan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku pengayaan ini. Penulis menyadari masih ada kekurangan dalam penyusunan buku ini sehingga kritik dan saran sangatlah dibutuhkan. Semoga buku pengayaan ini dapat bermanfaat bagi siswa, guru maupun khalayak lainnya. Yogyakarta, 7 Desember 2018 Penyusun
PRAKATA DAFTAR ISI BAB I SEKSI KAMAR (ROOM SECTION) A. Ruang Lingkup Room Section B. Jenis dan Status Kamar C. Perlengkapan Kamar D. Pelayanan Room Attendent E. Jenis-Jenis Formulir di Seksi Kamar BAB II PEMBERSIHAN DAN PENATAAN KAMAR TAMU A. Standar Grooming Room Attendat B. Penataan Perlengkapan dan Trolley C. Akses ke Kamar untuk Pelayanan D. Penataan Tempat Tidur E. Pembersihan dan PerapihanTempat Tidur F. Pembersihan dan Penyimpanan Trolley Perlengkapan BAB III ROOM LINEN DAN AMENITIES A. Room Linen B. Amenities C. Penghitungan Room Linen dan Amenities BAB IV LAYANAN HOUSEKEEPING UNTUK TAMU A. Layanan Jasa Housekeeping B. Jenis-Jenis Layanan Housekeeping C. Penanganan Layanan Housekeeping D. Pemberian Saran Kepada Tamu Mengenai Perlengkapan Housekeeping GLOSARIUM DAFTAR PUSTAKA DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BIODATA PENULIS
Meningkatnya taraf hidup masyarakat menyebabkan meningkatnya berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan untuk relaksasi (leisure) dari rutinitas pekerjaan sehari-hari. Kegiatan relaksasi tersebut saling berkaitan dengan berkembangnya industri pariwisata yang pesat, termasuk di Indonesia. Kesempatan ini membuka peluang kerja yang besar bagi siswa lulusan SMK yang mempunyai minat berkarir di industri pariwisata khususnya industri perhotelan. Bekerja dan berkarir di dunia perhotelan membuka peluang untuk bisa lebih banyak mempunyai kesempatan berinteraksi dengan banyak orang yang multikultur maupun multibangsa, dengan berbagai karakter dan budaya sehingga membuat wawasan dan pemikiran kita menjadi lebih luas. Dengan pesatnya pertumbuhan pariwisata tentu tidak lepas dari munculnya hotel-hotel baru yang membutuhkan tenaga yang professional. Hotel menyediakan fasilitas untuk memanjakan tamu dengan memberi rasa nyaman dan aman agar mereka merasa bet ah. Housekeeping Depa rtement mempunyai kontribusi yang sangat besar untuk meningkatkan citra hotel secara keseluruhan.Housekeeping Department memiliki tugas dan peranan yang sangat penting dari sebuah hotel dalam menjaga kebersihan keseluruhan hotel. Banyak sedikitnya tamu yang menginap mempengaruhi maju mundurnya suatu hotel. Bila tamu yang menginap mendapatkan kesenangan, kepuasan, karena kamar yang bersih, rapi, nyaman, fasilitas lengkap, serta pelayanan yang baik dari seluruh karyawan, maka tamu akan menceritakan kepuasannya tersebut kepada teman maupun keluarganya. Hal itu sangat menguntungkan bagi hotel sebagai sarana promosi yang efektif dan murah. Menurut Agus tinus Da r sono, tuga s Housekeeping Departement, adalah sebagai berikut. 1. Menciptakan suasana hotel yang bersih (sanitasi), rapi/indah, menarik (interior dan dekorasinya), nyaman (suasana/atmosfir), dan aman. 2. Memberikan pelayanan di kamar dengan sebaik-baiknya kepada tamu, supaya tamu merasa puas saat berkunjung maupun menginap di hotel. 3. Penyiapan, penataan, dan pemeliharaan kamar-kamar. 4. Bertanggung jawab atas pemeliharaan kebersihan seluruh outlet dan ruangan umum di hotel. Adapun tujuan dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh departemen housekeeping (Bagyono, Ludfi Orbani, 2003: 5) sebagai berikut. 1. Clean (bersih) Kondisi kamar tamu dan area umum yang bersih dan hygienis. Bilakebersihan terjaga maka tamu menjadi tenang karena sanitasi dan hygieneterjamin. Inilah langkah pertama tamu dalam menilai suatu hotel. Ada 8 poin bersih yaitu sebagai berikut. a. Tidak ada debu b. Tidak ada noda c. Tidak ada kotoran d. Tidak ada sampah e. Tidak ada bau f. Tidak ada serangga g. Tidak ada jamur h. Tidak ada kebisingan 2. Comfortable (nyaman) Faktor penting yang selalu didambakan pengujung atau tamu yaitu keamanan. Keamanan t amu sel ama berkunjung atau menginap di hotel meliputi keamanan pribadi dari kecurian, kebakaran, dan bahaya dari peralatan hotel. PENDAHULUAN vi
3. Attractive (menarik) Dengan dasar kebersihan pada suatu ruangan dan ditunjang dengan perlengkapan serta dekorasi yang serasi maka ruangan akan menjadi menarik. 4. Safety (aman) Aman, artinya kamar yang siap untuk dijual (disewakan) harus mampu memberikan keamanan kepada tamu yang menggunakan kamar tersebut. Aman dalam hal ini bukan hanya aman atau terhindar dari ancaman dari pihak lain (misalnya pencurian) bukan hanya itu, tetapi aman dalam hal ini tamu bisa ter h i n d a r d a ri h a l- h a l y a n g b i s a mengakibatkan celakanya tamu, misalnya dikamar mandi terpeleset dan jatuh, dikamar menginjak pines, dia mau tidur tertancap kawat peer spring bed, dan lain-lain 5. Friendly Atmosphere (suasana ramah tamah) Petugas housekeeping harus melaksanakan tugas dengan penuh ketulusan, ceria dan ramah tamah sehingga tamu dapat menikmati keramahan dan kesopanan tersebut. Kelima point yang tersebut diatas biasanya sering disebut dengan istilah room qualification ready to sell, yaitu kamar tamu yang siap untuk dijual atau disewakan. Agar dapatmenjalankan tugasnya menjangkau seluruh area secara keseluruhan dan memberikan pelayanan yang mampu menumbuhkan kepuasan kepada tamu, Housekeeping Departement dibagi menjadi beberapa bagian (section) antara lain sebagai berikut. 1) Seksi Kamar (Room Section/Floor Section) 2) Seksi Area Publik (Public Area Section/Houseman Section) 3) Seksi Linen dan Seragam Karyawan (Linen and uniform section) 4) Seksi Laundry(Laundry Section),Seksi PENDAHULUAN Florist (Florist Section) 5) Seksi Pertamanan (Gardening Section). Di samping itu mas ih ada bagian p e n g g u d a n g a n , p e n y i m p a n a n d a n pengeluaran barang-barang keperluan housekeeping (Store Section) dan bagian administrasi dan komunikasi housekeeping (Housekeeping Office Section/ Housekeeping Office Clerk). Jenis dan jumlah seksi antara hotel yang satu dengan yang lain tidak sama tergantung dari kebijaksanaan hotel. Pada setiap bagian mengemban tugas dan fungsi masing-masing. Dalam melaksanakan tugasnya, antar bagian ada yang harus saling menjalin kerja sama. Dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang sehat maka akan dapat tercipta suasana kerja yang dinamis dan kondusif. Room Section/Floor Section (seksi kamar) adalah seksi di departemen housekeeping yang bertanggung jawab atas pemeliharaan kamar-kamar tamu hotel yang meliputi kebersihan, kerapihan, keindahan dan kenyamanan tamu di hotel. vii
ROOM SECTION 1. Setelah mempelajari materi tentang room section, peserta didik mampu mendeskripsikan tugas dan tanggung jawab room section dengan baik. 2. Setelah mempelajari materi tentang jenis-jenis dan status kamar hotel, peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis kamar berdasarkan fasilitas, letak, tempat tidurmaupun status kamar dengan baik. 3. Setelah mempelajari materi tentang jenis kunci kamar hotel, peserta didik mampu menjelaskan jenis kunci kamar hotel dengan benar. 4. Setelah mempelajari materi tentang perlengkapan (fasilitas) kamar tamu, peserta didik mampu menjelaskan perlengkapan dan fasilitas kamar tamu dengan baik. 5. Setelah mempelajari materi tentang pelayanan room attendant dalam pembersihan kamar tamu, peserta didik mampu mengidentifikasi prioritas layanan pembersihan kamar tamu pada saat tingkat hunian hotel sedang penuh dengan baik. 6. Setelah mempelajari materi tentang formulir yang digunakan room attendant dalam pembersihan kamar tamu, peserta didik mampu menggunakan formulir tersebut dengan benar. Room Section, Room Attendent, Formulir di Seksi Kamar BAB I 1
2 HOUSEKEEPING A. RUANG LINGKUP ROOM SECTION Seksi kamar (Room Section/Floor Section) adalah satu bagian di departemen housekeeping yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan kamar-kamar tamu hotel (Agustinus Darsono, 1995: 34). Pemeliharaan kamar tersebut meliputi keber s ihan, ker apihan, keindahan, kenyamanan, keamanan dan kelengkapan kamar tamu baik yang ada tamunya (occupied) maupun kamar yang kosong (vacant). Fungsi kamar yang paling utama adalah untuk tempat beristirahat, menciptakan suasana yang tenang, suasana sejuk dan santai. Pilihan warna yang tepat dapat membantu memberikan kesan sejuk. Dalam perkembangannya, banyak hotel modern dan minimalis menampilkan kombinasi warna yang mencolok untuk memberi kesan atraktif. Kamar yang bersih, nyaman, menarik, tenang dan aman merupakan produk utama hotel yang diberikan kepada tamu yang m e n g i n a p d a n m er u p a k a n s u m b er penghasilan utama dari hotel. Selain unsur-unsur penting itu pihak housekeeping, khususnya seksi kamar dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tamu sehingga tamu puas selama tinggal di hotel dan menjadi pelanggan bagi hotel. Orang yang sedang melakukan perjalanan dan menginap di hotel tentu ingin mendapatkan kepuasan, dalam hal ini dia ingin mendapatkan fasilitas dan pelayanan yang sesuai dengan uang yang dikeluarkan. Untuk itu pengelola hotel perlu mempersiapkan kamar hotelnya serta fasilitas lain yang dimiliki dengan memperhatikan apa yang diinginkan oleh para tamunya. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari seksi ini dipimpin oleh seorang kepala seksi yang disebut Floor / Room Supervisor atau Floor Captain yang bertanggung jawab kepada Executive Housekeeper. Floor Supervisor membawahi Room Attendant, yang bertugas membersihkan, merapikan dan melengkapi keperluan kamar tamu di hotel. Area yang menjadi tanggung jawab seksi kamar meliputi kamar-kamar tamu, koridor, tangga-tangga, room attendant station dan gudang di floor. Petugas yang berada didalam seksi ini adalah sebagai berikut. 1. Floor housekeeper atau floor section manager 2. Floor supervisor 3. Room attendant Room attendant merupakan petugas hotel pada seksi kamar yang berhubungan langsung dengan tamu (front of the house). Tugas dari room attendant cukup berat karena complain yang datang dari tamu berhubungan dengan kamar, dan baikatau buruknya kamar hotel tergantung dari kualitas room attendant hotel tersebut. Pada saat tamu masuk kamar, pandangan pertamaakan ditunjukkan pada kerapian tempat tidur. Mereka akan mendapatkan kesan yang pertama atas hotel secara keseluruhan hanya dengan melihat kerapian tempat tidur tersebut. Untuk melaksanakan tugas dengan baik, seorang room attendant harus mengetahuai peraturan-peraturan atau ketentuanketentuan yang berlaku di room section, sehingga setiap room attendant dapat melaksanakan tugas dengan baik dan tertib, hal ini akan memberi kepuasan pada tamu dan pada pihak hotel. Ketentuan-ketentuan itu antara lain sebagai berikut. 1. Mengenakan seragam hotel, sepatu dan kaos kaki yang ditentukan. 2. Di tempat tugas harus mengenakan seragam. 3. Selalu tepat waktu dan bila ada halangan diharap memberi tahu sebelumnya. 4. Potongan rambut rapi. 5. Setelah selesai tugas harus segera meninggalkan hotel. 6. Harus segera lapor pada supervisor atau housekeeping office bila menjumpai tamu yang sakit dan hal-hal yang mencurigakan
3 HOUSEKEEPING 7. Bila ada tamu yang tidak dikenal minta d i b u k a k a n p i n t u k a m a r , h a r u s mempersilahkan tamu tersebut untuk menghubungi resepsionis. 8. Melaporkan pekerjaan yang belum selesai pada shift berikutnya. 9. Jika keluar masuk hotel harus melalui pintu karyawan. 10.Harus ramah dan memberi salam pada tamu. 11.Melaporkan pada supervisor jika ada barang hotel yang hilang. 12.Melaporkan dan membawa lostand found kepada supervisor. 13.Dilarang meninggalkan room attendant station atau tempat tugas tanpa ijin supervisor. 14.Dilarang merokok dan berbicara keraskeras di tempat tugas. 15.Dilarang makan dan mengunyah permen karet saat bertugas. 16.Dilarang mengangkat dan menjawab telepon untuk tamu di kamar tamu. 17.Dilarang jalan-jalan di floor dan koridor, saat tidak bertugas. 18.Dilarang minum minuman keras saat bertugas. 19.Dilarang mengobrol dengan tamu. 20.Dilarang meminta tip pada tamu. 21.Dilarang menghidupkan radio atau menonton tv di kamar. 22.Dilarang mengajak teman berkunjung di hotel. 23.Dilarang membaca majalah atau surat kabar di kamar tamu 24.Dilarang ke hotel saat libur (day off). 25.Dilarang membawa atau menyimpan barang hotel dalam locker. 26.Dilarang memberikan kunci kamar (pass key) kepada orang lain. 27.Dilarang menggunakan lift tamu. 28.Dilarang membawa barang atau apapun tanpa ijin. 29.Dilarang menyimpan barang yang bukan milik pribadi. 30.Dilarang meninggalkan hotel dengan seragam dan membawa kunci kamar (pass key). Dalam melaksanakan tugasnya room attendant harus bersikap sopan dan ramah kepada tamu sehingga tamu merasa dihargai dan dihormati. Hal-hal penting yang harus diperhatikan mengenai sopan santun karyawan adalah sebagai berikut. 1. Semua karyawan hotel harus ramah terhadap para tamu dan karyawan lain. 2. Mengucapkan salam kepada tamu sesuai dengan waktu. 3. Tidak pilih kasih kepada tamu. 4. Memberikan pelayanan yang ramah dan berusaha mengingat nama tamu. 5. Jangan berdiri didepan tamu saat berbicara dengan tamu. 6. Selalu memperhatikan tamu. 7. Jangan memberi informasi tentang managemen hotel dan rahas ia perusaahan kepada tamu. Adapaun tugas dan tanggung jawab room attendant dalam pelayanan adalah sebagai berikut. 1. Mengelola kamar yang menjadi tanggung jawabnya.Baik atauburuknya kamar sangat tergantung pada room attendant, mulai dari ketelitian, kerajinan maupun kualitas. Seorang room attendant yang rajin, teliti, dan ter ampil da l ammel a k s ank an pekerjaannya akan menghasilkan kamar yang bersih, rapi, lengkapdan nyaman. Oleh s e b a b i t u r o o m a t t e n d a n t harusmengerjakan kamar dengan telitidanmemeriksa semua perlengkapan yang ada di dalamnya. 2. Melayani tamu tidak dibatasi waktunya sebab setiap saat tamu dapat meminta pelayanan, pagi, siang, sore, maupun malam hari. Agar tamu dapat merasa puas maka room attendant harus dapat memeberikan pelayanan yang berkualitas.
4 HOUSEKEEPING 3. Menjalin kerjasama dengan sesama room attendant dan seksi-seksi lain yang berada di hotel, khususnya housekepping department. Hal ini perlu dilaksanakan karena industri hotel merupakansatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan yang terdiri dari beberapa department yang masih memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. B. JENIS DAN STATUS KAMAR Jenis kamar dapat dikelompokkan dari berbagai sudut pandang, antara lain sebagai berikut. 1. Jenis kamar berdasarkan letak Ada beberapa jenis kamar yang ada di hotel dilihat dari letaknya, yaitu sebagai berikut. a. Conecting Room yaitu dua kamar yang saling bersebelahan dan dihubungkan dengan connecting door, pintu tembus, atau pintu penghubung. Jenis kamar ini biasanya digunakan oleh tamu yang menginap bersama dengan keluarganya yang menggunakan dua kamar dan pintu penghubung dapat dibuka untuk mempermudah hubungan dengan keluarganya tanpa harus keluar dari kamar. b. Adjoining Room, adalah kamar yang bersebelahan tetapi tidak mempunyai pintu penghubung. c. Adjacent Room, dua kamar yang terletak satu lantai yang sama dan antara kamar yang satu dengan yang lainnya saling berhadapan. d. Duplex Room, adalah dua kamar yang terletak di atas dan di bawah, d i h u b u n g k a n d e n g a n t a n g g a penghubung. e. Cabana Room, adalah kamar-kamar yang menghadap keperairan (pantai, kolam). f. Lanais Room, adalah kamar yang menghadap ke taman atau kebun. 2. Jenis kamar berdasarkan fasilitas a. Standard Room. Kamar Standard memiliki fasilitas yang paling dasar, yaitu kamar yang tidak terlalu besar, dilengkapi dengan twin, single atau double bed, dan biasanya tidak dilengkapi dengan ruang duduk khusus. Standard room, adalah jenis kamar yang harganya paling murah pada sebuah hotel, karena fasilitas yang tersedia didalam kamar tersebut merupakan fasilitas standar yang berlaku secara umum di hotel. Fasilitas tambahannya juga tergantung dari hotel tersebut. Tentunya hotel bintang 3 dengan hotel bintang 5 memiliki fasilitas standard yang berbeda. Ada beberapa hotel yang tidak menyediakan tipe kamar s tandar dikarenakan istilah standar mempunyai anggapan paling rendah/murah. Gambar 1.1 Standar Room Sumber: Dokumen Pribadi b. Superior Room / Premium Room. Biasanya kamar tipe superior ini memiliki definisi yang berbeda-beda di setiap hotel. Terkadang merupakan kamar standard dengan ukuran dan fasiltias yang lebih. atau juga merujuk ke kamar khusus dengan pemandangan atau lokasi yang lebih baik. Biasanya dikenal juga dengan nama Premium Room. Sederhananya superior room atau premium room merupakan kamar yang dilihat hotel lebih baik dari pada standard Room.
5 HOUSEKEEPING Gambar 1.2 Superior Room Grand Inna Malioboro Sumber: Dokumen Pribadi c. Deluxe Room Deluxe room adalah jenis kamar yang berada satu tingkat lebih baik dari kamar superior. Disamping memiliki fasilitas seperti yang ada dikamar superior, kamar ini masih dilengkapi dengan fasilitas ruang tamu (living room). Deluxe Room didesain untuk terlihat lebih berkelas dalam berbagai hal dimulai dari penampilan, ukuran dan lokasinya. Gambar 1.3 Deluxe Room Grand Inna Malioboro Sumber: Dokumen Pribadi d. Suite Room Suite Room adalah jenis kamar yang berada satu tingkat lebih baik dari deluxe room. Sebagian besar hotel, kamar suite menunjukkan kamar kelas mewah. Kamar suite menawarkan lebih banyak furnitur. Jenis kamar ini biasanya dilengkapi fasilitas king size bed. Disamping itu juga dilengkapi kamar tamu (living room) dan kamar makan (dinning room) serta balkon. Suite Room terbaik disebut juga sebagai tipe kamar Presiden Suite Room. Gambar 1.4 Suite Room Grand Inna Malioboro Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 1.5 Living RoomSuite Grand Inna Malioboro Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 1.6 Dinning RoomSuiteGrand Inna Malioboro Sumber: Dokumen Pribadi e. President Suite Room (Penthouse Room) Suite Room dapat diperluas menjadi Presidential Suite. Biasanya dikenal juga dengan nama Penthouse yang mana merupakan lantai teratas/tertinggi dari hotel. Dengan ruangan yang luas, cantik,
6 HOUSEKEEPING f u r n i t u r l e n g k a p d a n m e w a h , pemandangan dan perlengkapan terbaik yang ditawarkan sebuah hotel dan merupakan kamar termahal dan termewah dari suatu hotel. Gambar 1.7 Living Room President Suite Grand Quality Yogyakarta Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 1.8 Dining Room President Suite Grand Quality Yogyakarta Sumber: Dokumen Pribadi f. Executive Suite Room Gambar 1.9. Executive Suite Room Grand Inna Malioboro Sumber: Dokumen Pribadi Executive Suite Room adalah kamar dengan luas satu tingkat dibawah presiden suite, dilengkapi dengan dinning room, living room (kursi dan sofa) untuk ruang tamu, dressing table serta writing table. Gambar 1.10 Living Room Executive Suite Grand Inna Malioboro Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 1.11.Dinning Room Executive Suite Grand Inna Malioboro Sumber: Dokumen Pribadi g Handicap Room Handicap Room adalah kamar hotel yang didesain untuk tamu yang mempunyai keterbatasan fisik atau lansia. Desain yang disesuaikan antara lain pada model kamar mandi (toilet bowl, shower, handle dinding atau safety railing) di kamar mandi dan pada dinding dalam). Kamar ini selalu berdekatan dengan tangga darurat untuk memudahkan saat keadaan darurat.
7 HOUSEKEEPING 3. Jenis kamar berdasarkan jenis tempat tidur a. Single bed room. Single bed roomadalah suatu kamar yang dilengkapi dengan sebuah tempat tidur yang berukuran tunggal / single untuk satu orang. Gambar 1.12 Single Bed Room Sumber: Dokumen Pribadi b. Double bed room. Double bed roomadalah suatu kamar yang dilengkapi dengan sebuah tempat tidur besar (double bed) untuk dua orang. Gambar 1.13 DoubleBed Room Sumber: Dokumen Pribadi c. Twin bed room. Twin bed roomadalah suatu kamar yang dilengkapi dengan dua tempat tidur yang berukuran tunggal (dua twin bed) yang masing-masing untuk satu orang. Gambar 1.14 Twin Bed Room Sumber: Dokumen Pribadi d. Double-double bed room. Double-double bed room adalah suatu kamar yang dilengkapi dengan dua tempat tidur yang berukuran besar (double bed). Gambar 1.15.Double-Double Bed Room Sumber: Dokumen Pribadi e. Triple bed room Triple bed room adalah suatu kamar yang dilengkapi dengan tiga tempat tidur yang berukuran tunggal, yang masing-masing untuk satu orang. Gambar 1.16 Triple Bed Room Sumber: s tar s richa. snydle.com/bedroom-des ignideas.html/bedroom-triple-design
8 HOUSEKEEPING 4. Status Kamar (Room Status) Dalam penulisan laporan status kamar (room report) floor capatain menulis kode-kode agar praktis dan singkat. Room report selanjutnya dikirim ke front office sehingga diketahui oleh receptionis. Kode atau istilah umum yang sering dipakai dalam operasional hotel mengenai code dan pengertian dari room status, antara lain sebagai berikut. Code Description Remarks O Occupeid Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel. OC Occupeid Clean Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel pada kamar yang bersih. OD Occupeid Dirty Suatu kamar yang sedang ditempati oleh ses eorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel pada kamar yang kotor. Ini terjadi akibat perubahan status dari OC ke OD setelah melewati satu malam stay. V Vacant Sebutan bagi kamar yang kosong VC Vacant Clean Kamar yang kosong dengan keadaan bersih VR Vacant Ready Kamar dalam keadaan bersih dan siap untuk dijual VD Vacant Dirty Kamar yang kosong dengan keadaan kotor. kamar kotor dapat terjadi karena tamu yang sudah check out atau program cleaning dari housekeeping VCI Vacant Clean Inspected Kamar kosong yang sudah dibersihkan dan diperiksa oleh floor supervisor dan siap untuk menerima tamu (dijual) VM Vacant Maintenance Kamar yang kosong dan dalam perbaikan Comp Compliment Kamar yang terigester oleh seorang tamu, namun kamar tersebut free of charge (gratis) HU House Use Kamar yang teregister atas nama seseorang dari manajemen atau karyawan yang dipergunakan sebagai tempat tinggalnya. DND Do not Disturb Suatu tanda yang dibuat oleh tamu untuk tidak diganggu. SO Sleep Out Seorang tamu yang masih teregister, namun kamar tidak dipergunakan karena tamu tesebut harus meninggalkan hotel beberapa hari. Skip Skipper Tamu meninggalkan hotel sebelum melunasi semua kewajibannya
9 HOUSEKEEPING OS Out of Service Kamar yang memerlukan perbaikan ringan, biasanya lama perbaikan kurang dari satu hari, status ini dapat terjadi karena kerusakan atau program cleaning dari housekeeping. Out of service tidak mengurangi room availability. OO Out of Order Kamar yang memerlukan perbaikan yang serius, biasanya lama perbaikan lebih dari satu hari. Status ini dapat terjadi karena kerusakan di kamar atau progam cleaning dari housekeeping. Out of order mengurangi room availability. DO ED Due Out / Expected Departure Daftar kamar -kamar yang diharapkan untuk checkout hari ini sesuai dengan tanggal departure. EA Expected Arrival Daftar nama -nama tamu yang diharapkan tiba hari ini CO Check Out Tamu yang sudah meninggalkan hotel hari ini setelah melunasi semua kewajibannya termasuk menyerahkan kunci yang dipakai ke front office. C/I Check In Tamu baru saja datang / masuk (register) WI Walk In Guest Tamu yang masu k (register) ke hotel tanpa melalui pemesanan kamar. LCO Late Check Out Permintaan tamu untuk meninggalkan hotel lebih lambat dari waktu check out yang ditentukan. ONL Occupeid no Luggage Seorang tamu yang masih teregister pada suatu kamar tanpa suatu barang apapun di dalamnya. DL Double Lock Permintaan tamu ke pihak hotel untuk melakukan double lock sehingga tidak seorangpun dapat masuk ke kamar tersebut. DU Day Use Kamar yang masuk pada hari itu (c/i) pada hari itu dan akan keluar (c/o) pada hari itu juga VIP Very Important Person Tamu yang dianggap sangat penting. RE Resident of Employee (Room of Employee Kamar yang ditempati oleh staff. SR Service Refused (Refuse Service) Kamar yang akan dibersihkan tetapi ditolak oleh tamu.
10 HOUSEKEEPING 5. Jenis Kunci Kamar Pemakaian kunci kamar tamu antara hotel yang satu dengan yang lain tidaklah sama. Terdapat 2 (dua) sistem kunci kamar yang dipakai hotel. a. Sistem kunci kartu (Key Card System) Sistem kunci kartu atau Key Card System adalah kunci yang menggunakan kartu sebagai pengganti kunci metal, terbuat dari campuran plastik dan mika yang sebelum sudah diberikan kode tertentu. Ada juga yang terbuat dari kertas tebal namun mempunyai magnetik pada garis hitamnya. Sistem kunci dengan menggunakan kartu dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut. 1) Manual Card System yaitu kunci kamar yang sudah diberikan kode berupa lubang-lubang tertentu yang tentunya sama dengan keybox yang melekat pada pintu tsb dan penggunaannya tidak terbatas oleh jam dan waktu. 2) Electronik Card System (Electronic Locking System) yaitu kunci kamar yang menggunakan magnetic strip key card, memory card, smart card technologi, atau kartu elektronik (seperti kartu telepon magnetic, chips seperti ATM) dimana di da l am k a rtu sudah mengandung kode-kode tertentu (bar code) yang bias dipergunakan untuk membuka pintu yang telah ditentukan. Kartu ini sangatlah canggih dimana in dan out ketika menggunakan kartu ini dengan sendrinya tercatat kedalam sistem sehingga memudahkan untuk kepentingan keamanan. Disamping itu pula kartu tersebut sudah disesuaikan dengan masa pakainya sesuai dengan r e s e r v a s i k a m a r y a n g a k a n dipakai/digunakan. Kelebihan kartu ini adalah jika tamu dalam kamar tersebut harus check out pada hari itu jam 12.00 WIB (check out time) maka otomatis pada jam 12.01 WIB (jam duabelas lewat nol satu) kartu tersebut tidak bias dipergunakan oleh tamu yang bersangkutan atau kartunya telah kadaluarsa disebabkan oleh program pada kartu sesuai tanggal check outnya. Untuk menggunakan kartu tersebut maka tamu harus berhubungan dengan front office. Kelebihan dari Key Card System, jika kartu tersebut hilang bias dibuat kartu baru secara cepat dengan kode yang baru. (bila ada kasus seperti ini, tamu harus mengganti biaya / harga kartu). Gambar 1. 17 Macam-macam Key Card Hotel Sumber: rfidhy.com/why-choose-rfidhys-hotel-key-cards/ b. Sistem kunci kamar metal (Metal Key / Manual Key) Kunci yang terbuat dari metal seperti kunci pada umumnya. Beberapa jenis kunci metal, antara lain sebagai berikut. 1) Guest Key Room merupakan kunci yang hanya dapat digunakan untuk membuka sebuah kamar tamu yang tidak di double lock atau dikunci ganda. Kunci ini diberikan kepada tamu pada saat tamu check in dan sudah mendaftar di Reception. 2) Pass Key merupakan kunci yang dibawa oleh Room Attendant (Room boy/Room maid) selama bertugas membersihkan kamar tamu. Pass key tidak dapat digunakan untuk membuka kamar yang
11 HOUSEKEEPING di di double lock atau dikunci ganda, fungsinya sama dengan guest room key. 3) Floor Key merupakan kunci yang dapat membuka seluruh kamar tamu pada satu lantai (floor). Kunci ini dibawa oleh Floor/Room Supervisor pada saat mengecek seluruh kamar tamu pada satu lantai yang telah dibersihkan oleh Room attendant. 4) Master Key merupakan sebuah kunci kamar yang dapat membuka seluruh kamar tamu yang ada pada satu gedung atau dalam satu bangunan. Kunci ini dapat dipergunakan untuk membuka kamar yang double lock, dipegang oleh H o u sekee p er a t a u E xec u ti ve Housekeeper. 5) Grand Master Key merupakan sebuah kunci kamar yang dapat membuka seluruh kamar yang ada pada beberapa gedung atau seluruh bangunan hotel. Kunci ini dipegang oleh Resident Manager, Executive Assistant Manager, dan General Manager. Gambar 1.18 Contoh Metal Key Sumber: istockphoto.com Dalam operasional sehari-hari, keluar masuk kunci harus dilakukan dengan hatihati dan harus dicatat dengan teliti baik jenis kuncinya maupun keluar masuknya kunci. Jika pencatatan tidak teliti dan pengontrolan tidak ketat, res iko kehilangan kunci semakin besar. Penanggung jawab pengontrolan kunci adalah housekeeping order taker dan housekeeping supervisor. Penyimpanan kunci di housekeeping diletakkan di dalam kotak penyimpanan kunci (key box). Tabel 1.1 Formulir Kontrol Kunci (Key Record) C. Perlengkapan (Fasilitas) Kamar 1. Room facilities Perlengkapan utama sebuah kamar dapat berupa ruang, benda atau jaringan yang pada umumnya sudah menyatu dengan fisik bangunan kamar tersebut, seperti berikut. a. Bath room 1) Bath Tub adalaha bak mandi yang digunakan untuk berendam atau mandi shower. Bath tub terbuat dari bahan metal atau porselen yang di glsur. Pada bagian dasar bath tub di pasang karet anti selip, agar tidak licin. 2) Bath Tub Plug dan Chain merupakan karet penutup lubang bagian dasar bath tub yang dipasang dengan rantai agar mudah dibuka dan ditutup saat di gunakan untuk mandi. 3) Wash Basin dan vanity area adalah No Date Name Key Code Time Out Sign Time In Sign Remarks
12 HOUSEKEEPING tempat untuk cuci tangan, cuci muka, dan sikat gigi. Disebut pula wastafel. 4) Shower terdiri dari shower head adalah pegangan penyemprot pada shower. Shower pipe adalah pipa pada shower dan shower hold adalah gantungan shower head setelah selesai digunakan. 5) Bath Room Curtain Hook terbuat dari logam untuk menggantung gorden kamar mandi. 6) Bath Room Curtain adalah gorden untuk menutup kamar mandi di bath tub, berguna supaya air tidak kemana-kemana sewaktu ada yang mandi. 7) Towel Rack adalah rak untuk meletakan handuk yang disediakan di kamar mandi. 8) Toilet Bowl adalah jamban tempat buang air besar, terdiri dari Toilet bowl seat adalah tempet duduk pada toilet bowl, Toilet Bowl Cover adalah penutup Toilet Bowl. 9) Bidet adalah urinoir wanita yang dilengkapi dengan air penyiram. Gambar 1.19 Bath Room Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 1.20 Wash Basin dan Vanity area Sumber: Dokumen Pribadi b. Bed Room 1) Wardrobe adalah lemari pakaian di kamar yang dilengkapi dengan gantungan untuk baju dan jas. 2) Wardorbe Lam adalah lampu kecil yang di pasang dalam wardrobe, fungsinya sebagai penerangan dalam lemari. 3) Luggage Bench/Rack adalah rak untuk meletakan koper tamu. 4) Writing Desk adalah meja yang disediakan untuk tamu jika ingin menulis. Biasanya diatas meja dilengkapi alat tulis menulis. 5) Writing Chair adalah kursi untuk duduk tamu saat menulis. 6) Coffee Table adalah meja kecil di kamar tamu yang digunakan untuk meletaka alat-alat room service dan alat-alat makan untuk tamu. Bentuknya da beberapa macam, misalnya segitiga, persegi panjang, dan bulat. 7) Arm Chair adalah kursi dilengkapi dengan penekan lengan, sebagai tempat duduk tamu saat santai, biasanya diantara 2 kursi diletakkan coffee table 8) Easy Chair kursi tempat duduk tamu. 9) Mirror adalah cermin untuk berhias tamu. Misalnya face mirror untuk b e r m a k e u p d a n b o d y mirrordigunakan berpakaian karena ukurannya satu badan. 10)Drawer adalah meja panjang yang dilengkapi laci untuk menyimpan pakaian dalam tamu, dan lain-lain. Di atas drawer diletakkan tray, gelas minum, menu room service, stationary holder. 11)Dresssing Table adalah meja yang disediakan untuk meletakkan alatalat kecantikan. Biasanya dilengkapi cermin untuk berhias. 12)Dressing Chair adalah kursi untuk duduk yang sedang berhias. Kursi ini
13 HOUSEKEEPING tanpa sandaran sehingga leluasa untuk duduk. 13)Writing Lamp adalah lampu yang di letakkan diatas meja tulis, untuk menerangi tamu saat menulis atau membaca. 14)Night Table adalah meja kecil yang diletakkan di dekat atau diantara tempat tidur. Di meja ini diletakkan telepon, notes, alat tulis dan buku telepon. Pada sisi depan terdapat swich untuk mematikan atau menyalakan lampu, AC, radio, sound system, jam. 15)Night Table Lamp adalah lampu yang diletakkan di atas night table berguna untuk penerangan tamu saat malam hari. 16)Foot Lamp adalah lampu kecil yang dipasang di bagian bawah night table untuk menerangi bagian bawah saat tamu sedang tidur dan lampu yang lain padam. 17)Ceiling Lamp adalah lampu yang dipasang pada plafon atau langitlangit kamar dekat pintu masuk, untuk menerangi ruangan depan pintu kamar mandi. 18)Standing Lamp adalah lampu yang memakai tiang berguna untuk menerangi pojok kamar. 19)TV set adalah televise yang disediakan untuk tamu 20)Refrigerator adalah kulkas yang berguna untuk menyimpan minuman minibar. 21)Safety Deposit Box adalah lemari baja kecil (brankas) dan tahan api untuk menyimpan barang-barang berharga milik tamu. Gambar 1.21 Bed Room Sumber: Dokumen Pribadi c. Perlengkapan tempat tidur tamu Bed (tempat tidur) terdiri-dari bagianbagian berikut. 1) Head bord adalah papan yang ada diujung bed (bagian kepala) tamu berguna dalam pemakaian bantal. Biasanya dibuat dengan dilapisi spon. 2) Mattress, adalah kasur untuk tempat tidur yang terbuat dari per spiral, spon, dan terbungkus kain. Matras mempunyai ketebalan 20 – 37 cm. Berikut beberapa jenis tempat tidur. 1) Single bed yaitu tempat tidur untuk satu orang. Biasanya berukuran 100 cm X 200 cm. 2) Twin bed yaitu dua tempat tidur untuk dua orang yang terdiri dari dua tempat tidur single berukuran 100 cm X 200 cm. 3) Super single berukuran 120 cm X 200 cm. 4) Double bed (standar) yaitu tempat tidur untuk dua orang, berukuran 160 cm X 200 cm, yaitu tempat tidur single dengan ukuran lebih lebar. 5) Queen bed yaitu tempat tidur untuk dua orang, berukuran 180 cm X 200 cm. 6) King size bed yaitu tempat tidur untuk dua orang, berukuran 200 cm X 200 cm.
14 HOUSEKEEPING 7) Extra bed yaitu tempat tidur t ambahan apabil a di da l am kekurangan tempat tidur, ukuran 90 cm X 200 cm atau 90 cm X 190 cm. 8) Folding bed yaitu tempat tidur tambahan yang bisa dilipat dan mempunyai roda. 9) Standing extra bed yaitu tempat tidur tambahan yang tidak bisa dilipat dan mempunyai roda dibagian bawah / kepala (head board). 10)Hide away bed yaitu sofa yang dibagian bawahnya merupakan tempat untuk menyimpan tempat tidur tambahan. 11)Studio bed / sofa bed yaitu sofa yang bisa dibuka sehingga bisa dipakai sebagai tempat tidur. 12)Murphy bed/ Wallbed yaitu sebuah tempat tidur yang bisa dilipat di dinding. 13)Baby Coat tempat tidur yang disediakan hotel untuk bayi 2. Room supplies Perlengkapan penunjang fasilitas kamar yang fungsinya untuk memudahkan tamu dalam menggunakan seluruh fasilitas kamar tersebut, seperti berikut. a. Linen supplies 1) Sheet 2) Blanket 3) Pillow case 4) Bed pad 5) Bed Spread (Bed Cover) 6) Glass curtain 7) Night cuetain 8) Shower curtain 9) Bath towel 10)Hand towel 11)Face towel 12)Bath mat 13) Kimono 14) Bath robe a. b. Guest supplies ( give away guest supplies ) 1) Soap 2) Shampoo 3) Bath foam 4) Dental kit / tooth kit 5) Shower cap 6) Comb 7) Cotton bud 8) Disposal bag 9) Candle 10)Matchess 11)Sewing kita. c. Stationary 1) Writing paper 1) Pencil/Ballpoint 2) Notepad, 3) Envelope 4) Sticker, 5) Doorknob Menu 6) Room Service Menu 7) Laundry List 8) Don't Disturb Sign/Make Up Room Sign 9) Guest Comment 10)TV Channel.a. d. Non free guest supplies / amenities 1) Astray 2) Glass 3) Candle glass 4) Hanger 5) Dan lain-lain Selain fasilitas tersebut di atas, pihak hotel juga menyediakan berbagai macam peralatan yang bisa dipinjamkan kepada para tamu yang menginap di hotel tersebut jika menginginkan (guest loan item).
15 HOUSEKEEPING Peminjaman peralatan ini tanpa dikenakan biaya / charge dan ada yang dikenai biaya tambahan. Housekeeping bertanggung jawab atas perawatan dan pengembalian atas peminjaman peralatan tersebut. a. Iron board b. Alarm clock c. Baby crib d. Hair dryer e. Adaptor f. Wheel chair g. Connector cab D. Pelayanan Room Attendent Room attendant dalam menjalankan tugasnya selalu berhubungan langsung dengan tamu. Oleh sebab itu seorang room attendant harus berhati-hati dengan perilakunya. Dalam melaksanakan tugas pelayanan pembersihan dan penataan kamar tamu, jam dinas room attendant dibagi menjadi tiga shift yaitu sebagai berikut. 1. Morning Shift, jam kerja mulai pukul a. 06.00 – 14.00 atau b. 07.00 – 15.00 atau c. 08.00 – 16.00 2. Evening Shift, jam kerja mulai pukul a. 14.00 – 22.00 atau b. 15.00 – 23.00 atau c. 16.00 – 24.00 3. Night Shift, jam kerja mulai pukul a. 22.00 – 06.00 atau b. 23.00 – 07.00 atau c. 24.00 – 08.00 Pembagian jam kerja ini dipengaruhi oleh besar kecilnya hotel, jumlah karyawan dan kebijaksanaan menejemen hotel. Room Attendant dipimpin oleh Floor Capatain yang bertanggung jawab langsung kepada Executive Housekeeper. Floor Captain bertanggung jawab akan kelancaran tugas operasional pemeliharaan dan kebersihan kamar tamu yang dilaksanakan oleh Room Attendant. Ruang lingkup yang menjadi tanggung jawab pelayanan Room Attendant a d a l a h k a m a r- k a m a r t a m u d e n g a n mempersiapkan kamar tamu untuk siap dijual (ready for sale). Untuk melaksanakan tugas dengan baik, seorang room atendent harus mengetahuai peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku di room section ini, sehingga setiap room attendant dapat melaksanakan tugas dengan baik dan tertib sehingga memberi kepuasan pada tamu dan pada pihak hotel. Ketentuan-ketentuan itu antara lain sebagai berikut. 1) Mengenakan seragam hotel, sepatu dan kaus kaki yang ditentukan. 2) Selalu tepat waktu dan bila ada halangan diharap memberitahu sebelumnya. 3) Segera melaporkan kepada supervisor atau kantor tata graha jika menjumpai tamu yang sakit dan hal-hal yang mencurigakan misalnya pencuri atau skipper. 4) Harus ramah dan memberi salam pada tamu serta melayani tamu dengan senang hati. 5) Melaporkan pekerjaan yang belum selesai pada shift berikutnya. 6) Melaporkan dan membawa lost and found kepada supervior. 7) Dilarang meninggalkan room attendant station atau tempat tugas tanpa izin supervisor. 8) Dilarang mengobrol dengan sesama karyawan ataupun tamu. 9) Dilarang merokok dan berbicara keraskeras ditempat tugas sehingga mengganggu kenyaman tamu. 10)Dilarang menghidupkan radio atau nonton televisi di kamar. 11)Dilarang mengajak teman berkunjung kedalam hotel.
16 HOUSEKEEPING 12)Dilarang membawa barang atau apapun tanpa izin. 13)Dilarang mengunakan lift tamu. 14)Dilarang menyimpan barang yang bukan milik pribadi. 15)Dilarang meninggalkan hotel dengan seragam dan membawa kunci kamar (pass key). Dalam melaksanakan tugasnya room attendant harus bersikap sopan dan ramah kepada tamu sehingga tamu merasa dihargai dan dihormati. Hal-hal penting yang harus diperhatikan mengenai sopan santun karyawan adalah sebagai berikut. 1) Semua karyawan tata graha harus ramah terhadap para tamu dan karyawan lain. 2) Mengucapka salam kepada tamu sesuai dengan waktu. 3) Tidak pilih kasih kepada tamu. 4) Memberikan pelayanan yang ramah dan berusaha mengingat nama tamu. 5) Jangan berdiri didepan tamu saat berbicara dengan tamu. 6) Selalu memperhatikan tamu. 7) Jangan memberi informasi tentang managemen hotel dan rahas ia perusaahan kepada tamu. Prioritas membersihkan kamar tamu. Secara umum pembersihan kamar tamu dapat dilakukan menurut status kamar sebagai berikut. 1) Kamar yang memasang tanda ”Please Make up Room” 2) Kamar dengan status ”Check Out” 3) Kamar dengan status ”Occupied” Secara rinci dalam hal pembersihan kamar dapat didasarkan pada kondisi occupancy (tingkat hunian kamar) hotel, yaitu sebagai berikut. 1) Dalam kondisi high occupancy jenis kamar yang harus dibersihkan terlebih dahulu adalah jenis kamar yang berstatus vacant dirty (check-out). Hal ini dilakukan karena diharapkan kamar yang sudah ditinggalkan oleh tamu (check-out) sesegera mungkin dapat dijual kembali. 2) Dalam kondisi low occupancy jenis kamar yang harus dibersihkan terlebih dahulu adalah jenis kamar yang berstatus vacant. Hal ini dilakukan karena diharapkan kamar yang telah siap untuk dijual dapat diyakinkan bahwa kamar-kamar tersebut benarbenar telah vacant clean ready to sell. Petugas kebersihan kamar dalam hal ini adalah merupakan tanggungjawab seorang Room Attendant maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai pekerjaannya yaitu seabgai berikut. 1) Berseragam lengkap dengan name tag nya. 2) Bersih dan rapi dalam berpakaian 3) Well grooming. Untuk staff pria rambut pendek rapi dan memakai minyak rambut, kuku bersih dan tidak panjang, tidak memakai gelang atau perhiasan lainnya kecuali jam tangan dan tidak bertato, Bersepatu hitam dan berkaos kaki. Begitupun wanita rambut diikat, Kukubersih dan rapi dan tidak panjang, Tidak memakai perhiasan ditangan, Bermake up tipis, dan memakai stocking atau berkaos kaki. 4) Tepat waktu dan siap lengkap dengan seragamnya di Housekeeping Office. 5) Mengambil kunci kamar di koordinator dan menanda tanganinya serta mengambil worksheet yang sudah di s iapkan oleh mas ing-mas ing supervisornya 6) Melakukan briefing. 7) Pergi ke masing-masing station untuk mengambil trolley nya. 8) Mempersiapkan dan memastikan trolley sudah terisi lengkap dengan
17 HOUSEKEEPING yang dibutuhkan, alat-alatkebersihan dan chemical sudah di isi pada botolbotol sprayer. 9) Siap bertugas menuju kamar tamu dengan segala peralatannya dan pastikan pintu pantry sudah ditutup sebelum ditinggalkan. 10)Pastikan kamar yang akan dikunjungi terlebih dahulu adalah kamar bertanda Make Up Room sign, VIP Guest with Arrival(kamar VIP yang akan diisi), Kamar Kotor yang sudah ditinggalkan t a m u n a m u n s t a t u s n y a w i t h arrival(artinya kamar itu akan diisi tamu baru). E. Formulir yang Digunakan di Seksi Kamar Agar tertib dalam administrasi, room attendant harus mengisi berbagai formulir. Ada bermacam-macam formulir yang biasa digunakan oleh Department Housekeeping antara lain sebagai berikut. 1. Roomboy Control Sheet adalah formulir yang digunakan oleh Room Attendantsaat membersihkan kamar untuk mencatat pemakaian guest amenities dan guest supplies. 2. Room Report adalah formulir yang digunakan untuk mencatat dan melaporkan s tatus - s tatus kamar. Laporan ini disampaikan oleh supervisor. 3. Housekeeping Report adalah laporan status kamar sebagai arsip kantor housekeeping 4. Lost and Found Report adalah laporan yang dibuat oleh Room Attendant mengenai penemuan barang milik tamu. 5. Lost and Damages Report adalah formulir untuk mencatat dan melaporkan barang atau perlengkapan kamar yang hilang, dibawa tamu maupun rusak. 6. Repair and Maintenance Report adalah laporan yang digunakan memberitahukan permintaan perbaikan pada engineering department karena ada peralatan yang rusak. 7. Inventory Report adalah formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengontrol perlengkapan tamu maupun bagian housekeeping, yang meliputi hal-hal berikut. a. Linen b. Guest supplies c. Cleaning supplies d. Uniform 8. Cleaning and Guest Supplies Report adalah formulir yang digunakan untuk melaporkan jumlah pemakaian obat / alat pembersih dan perlengkapan tamu yang dipergunakan dikamar. 9. Log Book adalah buku catatan mengenai laporan dari shift 1 ke shift berikutnya. Berguna untuk menyampaikan masalah maupun pekerjaan yang telah diselesaikan. 10.Laundry Linen Slip adalah formulir untuk pengiriman linen kotor dari semua department yang ada di hotel. 11.Room Check List adalah formulir untuk mencatat data-data dan kondisi kamar yang diperiksa oleh room attendant 12.Lost and Found Book adalah buku yang berguna untuk mencatat data barangbarang tamu yang ditemukan dikamar tamu/area hotel lainnya. 13.Minibar Daily Sales Report adalah formulir untuk mencatat laporan semua minuman yang dikonsumsikan tamu dikamar. 14.Minibar Daily Late Charge Report adalah formulir untuk mencatat semua minuman di kamar yang telah dikonsumsi tamu tetapi tidak terbayar oleh tamu. 15.Minibar Bill adalah formulir yang berguna untuk mencatat jumlah minuman beserta harganya untuk ditagihkan pada tamu.
18 HOUSEKEEPING Berikut merupakan contoh formulir –formulir di department housekeeping 1. Tabel 1. 3. Lost and Found Form Tabel 1. 4 Work Order Form Tabel. 1.5 Room Report Form Tabel 1.2 Room Boy/Room Maid Control Sheet ROOM BOY / MAID CONTROL SHEET NAME : ………………………………. SHIFT: …………………………….. No. of Room LINEN SUPPLIES GUEST SUPPLIES Time Double Sheet Single Sheet Pillow Case Bath Towel Hand Towel Face Towel Bath Mat Bath Foam Sahampoo Soap Dental Kit Cotton bud Tussue Coaster Comb Toilet Bowl Seal Laundry Bag Laundry List Memo Pad Pencil D & D Sign Stationary Holder Slipper in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out in out Signature : …………………… No: …………………… LOST & FOUND ROOM : ……………………………………… DATE : …………………………………….. TIME : …………………………… DISKRIPTION :……………………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………… FOUND BY : …………………………………………………………………………………………………………………… CLERK ……………………………
19 HOUSEKEEPING WORK ORDER No: …………. Date / Time Issue : ……………………………………………….. Sender/Department : ……………………………………………….. Please do the following : ………………………………………………… ………………………………………………….. ………………………………………………….. Signature/name of Completed by : Sender Trade : Date / Time : Remark : Clerck
20 HOUSEKEEPING ROOM REPORT Floor : ……………… Date :……………… Time …………………. Room No. Status / Code Person Room No. Status / Code Person Information : Checked by : Tabel. 1.6. Lost and Found Form LOST AND FOUND BOOK No Date Discription of Serial No. Found by Place Remark Given Back Prepared By Approved by Agreed by Clerk EHK/AEHK GM/RM/EAM
21 What is room attendant duties and responsibilities? Position Summary: Performs routine duties in cleaning and servicing of guest rooms and baths under supervision of housekeeping supervisor. Room attendant promotes a positive image of the property to guests and must be pleasant, honest, friendly and should also able to address guest requests and problems Untuk menambah wawasan lebih jauh kalian juga dapat mempelajari secara mandiri melalui internet. Di internet dapat dicari lebih jauh tentang materi tersebut. Salah satu website yang dapat kalian kunjungi untuk menambah wawasan dan pemahaman kalian adalah sebagai berikut http://roomsectionhousekeeping.blogspot.co m /2013/05/ pengertian-roosection.html
Lengkapilah pernyataan di bawah ini dengan benar! 1. Isilah agar kamar tamu dapat dijual dan memuaskan para tamu-tamunya, kamar harus memiliki kualifikasi tertentu, yaitu ........................ 2. P er b e d a a n s t a t u s k a m a r a n t a r a housekeeping dengan front office disebut ...................... 3. Kamar dengan ukuran lebih luas dilengkapi dengan ruang makan, ruang duduk, dapur kecil serta minibar, tempat tidur bisa double bed bisa juga twin bed adalah type kamar ........... 4. Kunci hotel yang dapat digunakan untuk membuka seluruh bangunan hotel adalah .................. 5. Formulir yang digunakan untuk mencatat dan melaporkan status-status kamar, dan disampaikan oleh supervisor adalah ................ Kegiatan : Anda diminta memilih peralatan d a n p er le n g k a p a n y a n g digunakan untuk menata trolley room attendant. Buatlah daftar bahan pembersih dan peralatan peralatan dan perlengkapan tersebut beserta kegunaannnya. Alat : Peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk membersihkan kamar tamu. Langkah kerja: 1. Siapkan standar penampilan sebagai seorang room attendant! 2. Uraikan jenis-jenis peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk menata trolley room attendant! 3. Perhatikan aspek kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja! 4. Datanglah ke pantry housekeeping dan kelompokkan peralatan dan bahan pembersih tersebut sesuai dengan fungsinya! 22 TUGAS PRAKTEK
1. Seksi Kamar (Room Section/Floor Section) adalah satu bagian di departemen housekeeping yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan kamar-kamar tamu hotel. Pemeliharaan kamar tersebut meliputi kebersihan, kerapihan, keindahan, kenyamanan, keamanan dan kelengkapan kamar tamu baik yang ada tamunya (occupied) maupun kamar yang kosong (vacant). 2. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari seksi ini dipimpin oleh seorang kepala seksi yang disebut Floor / Room Supervisoratau Floor Captainyang bertanggung jawab kepada Executive Housekeeper. Floor Supervisor membawahi Room Attendant, yang bertugas membersihkan, merapikan dan melengkapi keperluan kamar tamu di hotel. 3. Untuk melaksanakan tugas dengan baik, se o r a n g r o o m a tte n d a n t h a r u s mengetahuai peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku di room section, sehingga setiap room attendant dapat melaksanakan tugas dengan baik dan tertib, memberi kepuasan pada tamu dan pada pihak hotel. 4. Bermacam-macam type kamar hotel dapat dikelompokkan berdasarkan letaknya, fasilitas yang tersedia maupun jenis bed yang digunakan. Disamping itu jenis kunci kamar ada juga yang berbentuk manual (Manual Card System) yaitu kunci kamar yang sudah diberikan kode berupa lubanglubang tertentu yang tentunya sama dengan keybox yang melekat pada pintu tersebut dan penggunaannya tidak terbatas oleh jam dan waktu. Ada pula yang berbentuk Electronik Card System (Electronic Locking System) yaitu kunci kamar yang menggunakan magnetic strip key card. 5. Perlengkapan utama sebuah kamar dapat berupa ruang, benda atau jaringan yang pada umumnya sudah menyatu dengan fisik bangunan kamar tersebut seperti bed room, bath room perlengkapan tempat tidur, room supplies dan guest supplies. 23 6. Sebelum melaksanakan tugasnya room attendant akan mengecek status kamar sehingga dapat menentukan status kamar y a n g h a r u s d i kerj a k a n terle b i h dahulu.Sedangkan formulir yang biasa digunakan oleh seorangroomattendant dalam membersihkan kamar tamu adalah Room Boy / Room Maid Control Sheet, Lost and Found Form, dan Work Order form.
1. Jelaskan tanggung jawab room section pada sebuah hotel! 2. Terangkan jenis-jenis kamar tamu menurut fasilitas yang tersedia! 3. Jelaskan jenis-jenis kunci manual (kunci metal) pada sebuah hotel! 4. Pada saat hunian kamar hotel sedang penuh, sebagai seorang room attendant bagaimana anda menentukan prioritas layanan pembersihan kamar tamu? 5. Sebagai seorang room attendant, bila anda menemukan kerusakan pada fasilitas kamar tamu, formulir apa yang anda gunakan untuk menangani kerusakan tersebut dan keterangan 24 penilaian harian
PEMBERSIHAN DAN PENATAAN KAMAR TAMU 1. Setelah mempelajari materi tentang pembersihan dan penataan kamar, peserta didik mampu mendeskripsikan pembersihan dan penataan kamar dengan baik. 2. Setelah mempelajari materi tentang trolley, peserta didik mampu mengidentifikasi semua perlengkpan yang di tata pada trolley dengan baik. 3. Setelah mempelajari materi tentang akses ke kamar, peserta didik mampu menjelaskan akses ke kamar dengan benar. 4. Setelah mempelajari materi tentang penataan tempat tidur, peserta didik mampu menjelaskan penataan tempat tidur dengan baik. 5. Setelah mempelajari materi tentang pembersihan dan penyimpanan trolley, peserta didik mampu mengidentifikasi pembersihan dan penyimpanan trolley dengan baik. 6. Setelah mempelajari materi tentang formulir yang digunakan room attendant dalam pembersihan kamar tamu, peserta didik mampu menggunakan formulir tersebut dengan benar. Trolley, Akses Kamar, Penataan Tempat Tidur, Perapihan Kamar BAB II 25
26 HOUSEKEEPING A. Standar Grooming Room Attendant Persyaratan untuk menjadi seorang Room Attendant selain harus memiliki skill (kemampuan ketrampilan yang sesuai dengan b i d a n g p ekerj a a n n y a ), k n o w le d ge (kemampuan pengetahuan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya) dan attitude tentu juga harus memenuhi syarat secara fisik. Petugas pembersih kamar dalam melakukan pekerjaan didalam industri hospitality dituntut untuk selalu bersikap dan bertingkah laku yang baik serta berpenampilan baik, bersih dan rapi. Penampilan dan pelayanan yang baik akan membuat tamu senang dan dapat dijadikan sebagai alat promosi oleh hotel untuk menarik tamu-tamunya agar datang kembali. Mengingat peran room attendant sangat penting, maka mereka dituntut untuk memiliki skill (kemampuan ketrampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya), knowledge (kemampuan pengetahuan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya) dan attitude tentu juga harus memenuhi syarat secara fisik. Disamping halhal tersebut di atas seorang Room Attendan harus dapat menunjukkan disiplin kerja yang tinggi, berdedikas i, loyal terhadap perusahaan, mempunyai etika yang baik, jujur dan ramah. Secara garis besar, persyaratan untuk menjadi seorang Room Attendant adalah sebagai berikut. 1. Bagi wanita Gambar 2.1 Grooming wanita Sumber: Dokumen Pribadi a. Rambut ditata rapi dan jika panjang maka rambut harus diikat dengan tali warna hitam. Gambar 2.2 Grooming rambut wanita Sumber: Dokumen Pribadi b. Tidak memakai aksesoris atau make up yang berlebihan. c. Kuku tidak panjang dan tidak di cat. Gambar 2.3 Grooming kuku wanita Sumber: Dokumen Pribadi d. Tidak berbau badan, merawat kecantikan wajah, kebersihan kulit, mulut dan postur tegap. e. Aroma parfum tidak menyengat atau tajam. f. Sepatu hitam bersih serta memakai kaos kaki. Gambar 2.4 Grooming sepatu wanita Sumber: Dokumen Pribadi
27 HOUSEKEEPING 2. Bagi pria Gambar 2.5 Grooming pria Sumber: Dokumen Pribadi a. Rambut pendek rapi. Gambar 2.6 Grooming rambut pria Sumber: Dokumen Pribadi b. Tidak memakai aksesoris yang berlebihan. c. Kuku tidak panjang dan tidak di cat. Gambar 2.7 Grooming kuku pria Sumber: Dokumen Pribadi d. Tidak berbau badan, aroma parfum tidak menyengat atau tajam, merawat wajah, kebersihan kulit, mulut dan postur tegap. e. Sepatu hitam bersih serta memakai kaos kaki, Gambar 2.8. Grooming sepatu pria Sumber: Dokumen Pribadi 3. Penampilan Pakaian a. Kenakan pakaian yang bersih, rapi dan tidak rusak. b. Kerah baju dilipat rapi. c. Baju harus dikancing dan tidak melepas kancing lebih dari 2 dari bagian atas. d. Mengenakan name tag di baju sisi kanan atas diatas garis saku. e. Selalu membawa pulpen dan note book. f. Tidak melipat ujung lengan baju. g. Bila tidak mengenakan seragam, tidak mengenakan baju yang tembus pandang. 4. Behaviour (Perilaku) Petugas Housekeeping harus selalu menjaga sikap dan perilaku yang baik dan professional. Bila berada di guest contact area (area dimana dapat bertemu dengan tamu), perhatikan hal-hal dibawah ini. a. Tidak berkelahi b. Tidak tertawa terbahak-bahak c. Tidak bergerombol d. Tidak berlari e. Tidak berjudi f. Tidak merokok g. Tidak menggaruk-garuk tangan atau tubuh h. Tidak memasukkan tangan kedalam saku i. Tidak melototi tamu j. Tidak menguap k. Tidak berdebat dengan tamu l. Tidak menunjuk tamu dengan telunjuk
28 HOUSEKEEPING 5. Politness Kesopanan adalah unsur yang sangat penting dalam melakukan jasa pelayanan. a. Kesopanan adalah factor penting dalam memberikan jasa b. Perlakukan tamu atau rekan kerja secara baik dan membantu dengan senang hati dan tutus karena setiap orang suka diperlakukan demikian c. Ambil keputusan secara baik dan cermat menyangkut hal-hal yang ada dari sisi yang berlawanan agar mengetahui duduk permasalahannya sebelum mengambil suatu tindakan atau keputusan d. Pelajari dan berlatihlah untuk mengontrol diri e. Pahamilah secara baik setiap jenis pekerjaan yang menjadi bidang pekerjaan kitaagar dapat menjalankan tugas dengan semestinya f. Lakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat waktu g. Berikan kepuasan dan kenyamanan kepada tamu, dan jika tidab bias dilakukan sendiri, mintalah bantuan kepada rekan sekerja atau kepada atasan. B. Penataan Perlengkapan dan Trolley Gambar 2.9 Room attendant trolley Sumber:guruhousekeeping.blogspot.com/2016/06/roomattendanttrolley-preparation-1.html Room attendant trolley adalah kereta yang berfungsi untuk membantu kerja seorang room attendant dalam bekerja untuk membawa semua perlengkapan yang diperlukan untuk membersihkan atau menata kamar tamu antara lain formulir, linen supplies, guest suppliesdan amenities, cleaning equipment dan chemical. Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan trolley ini antara lain meliputi kese h a t a n d a n kesel a m a t a n s a a t menggunakan trolley, mengetahui jumlah k a m a r y a n g a k a n d i b e r s i h k a n , memperhitungkan jarak antara pantry dengan kamar yang akan dibersihkan atau ditata. Pada saat akan menata perlengkapan pada trolley maka room attendant harus terlebih dahulu memeriksa roda trolley apakah berfungsi dengan baik, kemudian melakukkan dusting trolley mulai dari rak paling atas hingga ke bawah serta memeriksa linen humperataupun garbage humper. Perlengkapan yang ditata di room attendat trolley yang diperlukan untuk membersihkan atau menata kamar adalah sebagai berikut. 1. Formulir a. Room Attendant Control Sheet adalah formulir yang digunakan oleh room attendant saat membersihkan kamar, untuk mencatat pemakian linen, guest supplies dan perlengkapan kamar lainnya b. Lost and found report adalah laporan yang dibuat oleh floor suppervisor yang diberikan kepada kantor tata graha mengenai penemuan barang milik tamu. c. Work Order report adalah laporan yang dibuat kantor tata graha guna memberitahukan permintaan perbaikan kepada engineering department karena ada peralatan yang rusak 2. Linen supplies. Single sheet, Double sheet, Pillow case, Bath towel, Hand towel, Face towel, Bathmat, Bathrobe, Duvetcover.
29 HOUSEKEEPING 3. Guest Supplies & Ammenities Do not distrub sign, Door knob menu, Hanger (ladies and gents), Laundry bag, Laundry list ,dry cleaning dan pressonly list, Shoeshine, Stationary map holder, Glass bag, Matches, Memo pad, Ballpoint, Room service menu, Directory of service, Soap, Bath foam, Shampoo, Shower cap, Dental set, Comb, Cotton buds, Candle, Tissue, Toilet paper, Disposal bag, Toilet bowl seals, Sewing kit, Shaving kit/ razor, Astray, Slipper, Mineral water. 4. Cleaning equipment Carry cady/bucket, Bottle sprayer, Dump sweeper, Rubber/hand glove, Water scope, Hand brush, Toilet bowl brush stick, Dust pan, Scoth brigth, Window cleaning squezee/ glass wipper, Floor brush, Mop set, Broom, Vacuum cleaner, Wash applicator, The kind of cloth (dust cloth, floor cloth, glass cloth), Sponge. 5. Cleaning supplies Chemical, Floor cleaner, Toilet bowl cleaner, Metal polis, Wooden polish, Glass cleaner, Detergent, All purpose cleaner, Deodorizer, Air freshener, Germicidal Cleaner, Hard surface cleaner. Prosedur Penataan Perlengkapan pada Trolley: 1) Periksa jumlah kamar yang menjadi tanggung jawabnya terlebih dahulu. 2) Periksa kondisi trolley (check trolley condition). 3) Bersihkan trolley cart dari segala kotoran. Yaitu dusting, buang sampahnya kalau ada dan kosongkan linen bag / linen hamper nya. 4) Siapkan linen supplies, guest supplies, guest amenities sesuai dengan standar yang telah ditentukan. 5) Siapkan cleaning supplies, cleaning material, cleaning equipment sesuai dengan kebutuhan. 6) Meletakkan / menempatkan peralatan dan perlengkapan tersebut dalam trolley mulai dari tempat yang paling bawah. 7) Tempatkan bed linen (sheets, pillow cases, duvet cover) di rak bagian bawah. 8) Tempatkan bath room linen (bath towel, hand towel, face towel, bath mat) di rak bagian tengah. 9) Tempatkan guest supplies, guest amenities, perlengkapan minibar di rak paling atas. 10)Siapkan carry caddy dan cleaning supplies dalam carry caddy. 11)Tempatkan vacuum cleaner, broom, feather duster, carry caddy di bawah linen bag atau trash bag. Setelah semua persiapan telah selesai, seorang/Room Attendant dapat mulai bekerja dan memeriksa semua kamar yang akan dikerjakan. Gambar 2.10 Penataan Perlengkapan Pada Room Attendant Trolley Sumber: Dokumen Pribadi C. Akses Ke kamar untuk Pelayanan Doronglah kereta ke depan pintu kamar yang akan dikerjakan. Trolley sebaiknya di parkir rapat pada dinding atau di depan pintu kamar yang sedang dikerjakan dan jangan sekali-kali trolley menghalangi corridor atau
30 HOUSEKEEPING Gambar 2.11 Trolley di corridor Sumber: Dokumen Pribadi Seorang room attendant sebelum membersihan kamar, harus memperhatikan prosedur memasuki kamar sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur). Adapun prosedurnya adalah sebagai berikut. 1. Periksa status kamar(room status) Prioritas pembersihan kamar berdasarkan status kamar adalah sebagai berikut. a. Direct order (tamu tersebut meminta langsung untuk dibersihkan). b. Kamar yang EA VIP (Expected Arrival Verry Importan Person). c. Kamar yang “Pleasemake uproom”. d. Kamar yang Occupied (OC). e. Kamar yang checkout. f. Karena kamar yang EA VIP merupakan kamar yang dipesan oleh tamu-tamu penting sehingga perlu mendapatkan pelayanan yang lebih. Kamar yang “Please make uproom” berarti tamu meminta agar kamarnya segera dibersihkan, sedangkan kamar yang OC biasanya tamu tersebut bermalam lebih dari satu malam dan yang terakhir kamar check out karena kamar tersebut masih belum tentu terjual/dipesan oleh tamu. 2. Ketuk pintu kamar dengan punggung jari atau tekan bel pintu kamar. Jangan terlalu keras dan jangan terlalu lembut. Ketuk pintu atau tekan bel 3 kali, sambil menyebut identitas diri atau departemen anda. Jangan mengetuk pintu dengan kunci, pulpen atau benda lainnya pintu itu tidak lecet atau rusak. Posisi room attendantharus didepan piping hold/ door viewagar tamu dapat melihat dari dalam kamar. Jika tidak ada jawaban, ulangi untuk yang kedua dan ketiga kalinya. Bila tidak ada jawaban, buka pintu perlahan-lahan dengan kunci. Gambar 2.12 Room attendant mengetuk pintu Sumber: Dokumen Pribadi Apabila ada tamu yang sedang tidur tutuplah kembali pintu secara perlahan dan usahakan jangan sampai tamu terbangun. Jika tamu tidak ada di kamar gantunglah t a n d a (r o o m i n p r o g res s ) p a d a pegangan/tombol pintu sebelah luar. Jika pintudiketuk dan terdengar jawabandari tamu kemudian menyuruh masuk atau pintu dibukakan oleh tamu maka sapalah tamu dengan kata-kata yang sopan dan ramah. Akan lebih baik jika tamu disapa dengan menyebutkan nama tamu. Lanjutkan dengan pertanyaan permintaan apakah kamarnya boleh dibersihkan lalu tanyakan apakah ada Laundry/ cucian yang dikirim ke Laundry? Atau apakah ada konsumsi minibar? D. Penataan Tempat Tidur Tempat tidur yang telah dipakai tamu biasanya terlihat berantakan dan tidak rapi sehingga perlu ditata atau dirapikan kembali. Adapun
31 HOUSEKEEPING hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menata tempat tidur adalah memeriksa keadaan serta perlengkapan tempat tidur yang harus diganti atau diperbaiki dan menyiapkan linen bersih yang digunakan untuk menata tempat tidur. Tempat tidur standar suatu hotel biasanya terdiri dari Spring box (kotak pegas) /bed frame (bed base), Bed frame (dipan), Mattress (kasur), Bed head board (papan pelindung kepala), Bed Wheels, Bedleg. Adapun jenis-jenis tempat tidur yang ada di hotel adalah sebagai beikut. 1. Single bed adalah satu buah tempat tidur yang ditempati untuk satu orang 2. Twin Bed adalah dua buah tempat tidur yang ditempati untuk dua orang 3. Double bed adalah satu buah tempat tidur yang ditempati untuk dua orang 4. Exstra Bed adalah tempat tidur tambahan 5. Baby Cot /Crib adalah tempat tidur khusus untuk bayi 6. Studio Bed adalah tempat tidur yang dapat digunakan untuk sofa atau sebaliknya (dwi fungsi) Sebelum tempat tidur ditata dengan linen yang bersih, linen yang telah dipakai harus dibuk aatau dikibaskan satu per satu untuk mengecek apakah ada barang milik tamu yang tertinggal atau terselip. Disamping itu juga untuk melihat apakah ada noda seperti air kencing, teh, soft drink, darah, jus buah, kopi, coktail, beer ataupun noda lainnya dan untuk memastikan bahwa linen tidak rusak atau sobek. Langkah- langkah tersebut dikenal dengan istilah stripping bed. Stripping bed adalah kegiatan membuka lena tempat tidur satu persatu sebelum tempat tidur dirapikan. Langkah-langkah melaksanakan stripping bed adalah sebagai berikut. 1) Pindahkan semua linen dan barang-barang dari tempat tidur. 2) Pindahkan bed cover dan selimut dari tempat tidur kemudian letakkan di kursi. 3) Cek bed cover dan selimut dari noda atau kerusakan. Ganti bed cover dan selimut secara berkala. 4) Lepas sarung bantal dari bantalnya. 5) Lepaskan sheet (sprei) satu per satu. 6) Ambil semua linen yang kotor baik yang ada di kamar maupun dikamar mandi yang telah dipakai, bawa dan letakkan pada kantong lena kotor (linenhumper) pada trolley. Yakinkan bahwa anda harus membawa beberapa jenis handuk dan linen yang harus diganti. 7) Periksa mattress dari kerusakan. 8) Periksadi bawah tempat tidur apakah ada sampah-sampah atau barang tamu yang ketinggalan, jika ada lost and found laporkan pada order taker (gunakan standar telephone courtessy). Gambar 2.13 Stripping Bed Sumber: Dokumen Pribadi Setelah melakukan stripping bed langkah selanjutnya adalah menata tempat tidur atau making bed. Making bed adalah menata tempat tidur dengan mengganti sebagian atau seluruh linen dengan linen yang bersih supaya tempat tidur bersih, rapi dan nyaman untuk ditiduri tamu.
32 HOUSEKEEPING Prosedur making bed adalah sebagai berikut. 1. Prosedur making bed menggunakan 3 sheet a. Ganti semua linen yang kotor dengan linen yang bersih. b. Untuk memudahkan kita merapikan tempat tidur maka tempat tidur ditarik agar lebih leluasa. c. Berdiri di samping/atas bagian kepala tempat tidur kemudian memeriksa atau merapikan tempat tidur dan bed pad. d. Bentangkan sheet pertama dengan permukaan halus di bagian atas (jahitan menghadap ke bawah) agar kasur tertutup. Gambar 2.14 First sheet Sumber: Dokumen Pribadi e. Lipat sheet pertama dengan head board ke bawah kasur dengan lipatan segitiga secara rapi. f. Lipat sudut bagian kaki hingga berbentuk lipatan segitiga dan kedua sisi sheet pertama dimasukan ke bawah kasur. g. Bentangkan sheet kedua di atas kasur, dengan permukaan bagian yang halus berada di bawah (jahitan menghadap ke atas). Posisi sheet bagian kepala pada head board dipasang 10 cm lebih panjang daripada pinggir bed. Gambar 2.15 Second sheet Sumber: Dokumen Pribadi h. Periksa apakah kedua sisi sudah simetris dan rapi. i. Buka selimut (blanket) di atas sheet kedua dengan posisi sejajar dengan pinggir tempat tidur bagian kepala (dekat head board). Gambar 2.16 Blanket Sumber: Dokumen Pribadi j. Bentangkan sheet ketiga (top sheet) permukaan halus di bagian atas (jahitan menghadap ke bawah) agar menutupi selimut. Posisi sheet ketiga sama dengan selimut. Kelebihan sheet kedua pada sisi atas dekat head board dilipat dan dirapikan ke arah kaki.
33 HOUSEKEEPING Gambar 2.17 Top Sheet Sumber: Dokumen Pribadi k. Lipat sheet kedua, selimut, dan sheet ketiga ke arah bawah matras dan merapikannya. Gambar 2.18 Melipat sudut sheet Sumber: Dokumen Pribadi l. Masukkan semua sheet dan selimut pada sisi kaki ke bawah mattras. Buat lipatan berbentuk segitiga pada kedua sudut kasur dengan rapi. m. Masukkan semua sheet dan selimut pada kedua sisi ke bawah mattras. Siapkan bantal-bantal yang telah d i p a s a n g s a r u n g n y a d a n meletakkandekat head board. n. Tutup tempat tidur yang telah ditata rapi dengan bed cover dari arah kaki ke arah kepala (bed head board) atau tutup dengan menggunakan runner pada bagian arah kaki. Gambar 2.19 Runner Sumber: Dokumen Pribadi o. Periksa kedua sisi agar terpasang rapi. p. Bila menggunakan bed cover, rapikan bed coveryang menutupi bantal bagian bawah dan bantal yang ada di atas. q. Rapikan lipatan-lipatan bed cover/ runner pada kedua sisi. r. Tempat tidur didorong kembali ke tempat semula. s. Dorong atau letakkan tempat tidur pada tempatnya. 2. Prosedur making bed menggunakan duvet Duvet adalah linen sebagai pengganti sheet ke-2, ke-3 dan blanket. Duvet terdiri dari Duvet Case dan Inner Duvet. Duvet Case terbuat dari katun sebagai pengganti sheet 2 dan sheet 3 (topsheet) sedangkan Inner Duvet terbuat dari bulu angsa atau dacron sebagai pengganti blanket. Adapaun prosedur memasang duvet pada bed adalah sebagai berikut. a. Membentang sheet 1 agar menutup matras dipasang dengan permukaan halus di atas (jahitan menghadap ke bawah) b. Sheet dekat heard board dimasukkan ke bawah mattress dengan lipatan segi tiga pada sudut kiri dan sudut kanan c. Sheet bagian kaki dimasukkan ke bawah mattress dengan lipatan segi tiga pada sudut kiri dan sudut kanan. d. Membentang duvet inner di atas mattress selebarnya.
34 HOUSEKEEPING e. Ambil duvet case, lalu masukkan duvet inner ke dalamnya. f. Setelah dimasukkan dengan rapi lalu duvet dibentangkan ke seluruh mattress dengan ujung atas sejajar dengan ujung mattress bagian atas. Gambar 2.20. Memasang duvet inner Sumber: Dokumen Pribadi g. Lipat ujung duvet bagian atas membentuk lipatan kurang lebih satu jengkal. Dilipat berulang kali dari ujung mattress dengan rapi. h. Lipat duvet pada sudut sisi kiri dan kanan sehingga membentuk lipatan segitiga dengan rapi. i. Bungkus pillowdengan menggunakan pillow case dengan rapi, lalu letakkan di bagian atas mattress. Gambar 2.21. Memasang pillow Sumber: Dokumen Pribadi j. Dorong ke tempat didur ke posisi semula lalu perhatikan jika ada hal- hal yang kurang rapi. E. PEMBERSIHAN DAN PERAPIHAN KAMAR TIDUR Kamar tamu dalam sebuah hotel biasanya terdiri dari dua bagian yaitu kamar tidur dan kamar mandi. Tamu akan merasa nyaman jika di dalam kamar telah tersedia perlengkapan yang memadai. Perlengkapan kamar antara hotel satu dengan hotel yang lain tidaklah sama tetapi perbedaannya tidaklah terlalu banyak. Berikut adalah proses pembersihan dan perapihan kamar tidur tamu dan kamar mandi tamu. 1. Kamar tidur tamu Prosedur dalam membersihkan kamar tamu adalah sebagai berikut. a. Nya l a k an l ampu, sel a in untuk penerangan juga berfungsi untuk mengecek kondisi lampu. Gambar 2.22. Menyalakan lampu Sumber: Dokumen Pribadi b. Nyalakan TV apakah berfungsi dengan baik dan pastikan chanel TV tersedia Gambar 2.23 Mengecek TV Sumber: Dokumen Pribadi
35 HOUSEKEEPING c. Pastikan AC dalam temperatur yang normal sesuai dengan standart yang ditentukan. d. Buka curtain dan matikan kembali lampu, apabila ada peralatan Room Service keluarkan ke pantry atau Room Boy Station dahulu kemudian menghubungi Room Service untuk diambil. Gambar 2.24 Membuka curtain Sumber: Dokumen Pribadi e. Keluarkan peralatan room service terlebih dahulu jika ada, dan masuk membawa carry cady. Gambar 2.25 Mengeluarkan room service Sumber: Dokumen Pribadi f. Ambil sampah, bawa gelas dan asbak kotor yang di bed room ke bath room, kemudian rendam dalam wash basin dengan air panas supaya lemak mudah larut. Gambar 2.26. Mengambil sampah Sumber: Dokumen Pribadi g. Ambil sampah serta linen-linen yang kotor dari bath room, letakkan di luggage rack. Setelah melakukan penataan tempat tidur atau making bed, langkah selanjutnya adalah membersihkan seluruh perlengkapan. Agar semua perlengkapan benar-benar bersih, maka dalam kegiatan pembersihan dilakukan urut-urutan atau perputaran gerakan pembersihan biasanya searah dengan jarum jam (clock wise atau unclock wise). Teknik pembersihan yang diterapkan antara lain sebagai berikut. a. Dusting yang diterapkan hampir pada semua perabot/perlengkapan kamar untuk menghilangkan debu pada furniture. Gambar 2.27 Dusting Sumber: Dokumen Pribadi b. Damp dusting yang diterapkan terhadap perlengkapan kamar yang dicat atau
36 HOUSEKEEPING perlengkapan lain yang tidak menyerap air. c. Polishing yang diterapkan terhadap perlengkapan kamar yang di politur, pekerjaan ini dilakukan secara berkala, dan biasanya dilakukan terhadap kamar Check-out (C/O). d. Glass wipping diterapkan terhadap perlengkapan kamar atau bagian kamar yang berupa cermin (Full length mirror,dressing mirror, wash basin mirror), dan juga terhadap kaca jendela atau dapat digunakan juga pada kaca penutup meja. 2. Melengkapi Guest Supplies Kamar Tidur Berbagai fasilitas kamar yang disediakan oleh hotel bervariasi tergantung dari kategori atau type hotel. Room attendant bertugas melengkapi keperluan tamu yang ada di kamar setelah selesai membersihkan kamar tidur tamu. Setiap hotel mempunyai standard yang berbeda-beda mengenai jumlah dan macam guest suppliest yang diberikan. Prosedur restocking yang harus dilaksanakan oleh roomattendant adalah sebagai berikut. a. Persiapkan persediaan guestsupplies dalam roomattendant trolley secara teratur, rapi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. b. Cek terlebih dahulu guestsupplie smulai dari pintu masuk, closet, dressing table, TV, coffee table, night table, agar dapat melengkapi dengan cepat dan tepat. c. Dalam melengkapi kebutuhan tamu harus dicatat didalam room attendant control sheet. Hal ini mutlak harus dilakukan agar tertib administrasi, untuk pengendalian pemakaian guest supplies, serta untuk mengetahui jumlah pemakaian guest supplies setiap hari, setiap minggu maupun setiap bulan. d. Membuat catatan khusus di dalam kolom remark pada room attendant control sheet atau logbook yang belum lengkap agar dapat dilengkapi oleh room attendant shift berikutnya. Perlengkapan guest supplies yang harus tersedia misalnya hal-hal seperti berikut. a. Door/pintu dilengkapi dengan Door knobmenu, Do not distrub sign. b. Wardrobe/cupboard, dilengkapi dengan hanger pria dan wanita. Shoes shin, Laundry bag, Laundry list, Dry cleaning list &Press Only list. c. Dressingtable, diatasnya atau disekitarnya Stationary holder yang beris brosure, guest questionaire, post card, rate sheet, amplop, lembar kertas surat, lembar kertas fax, Room service menu, Tray dengan water jug dan drinking glass, TV dengan video program/TV program, Safe deposit box. d. Night Table dilengkapi dengna nigth lamp, service directory book, memo pad, balpoint, dan telephone. e. Coffeetable diatasnya dilengkapi dengan maches dan astray. Bila kamar tersebut baru saja ditinggalkan oleh tamu (C/O) periksalah dengan seksama kalau-kalau ada barang tamu yang tertinggal. Kalau ada barang yang tertinggal hubungi segera atasan yang bersangkutan dengan cepat atau hubungi kantor depan dengan cepat, jika barang tersebut merupakan barang berharga. Barang milik tamu yang tertinggal harus diserahkan kepada atasan dana akan dicatat pada buku Lostand Found. Jika kamar yang dibersihkan itu Occupied biasanya banyak barang atau pakaian tamu yang berserakan diatas tempat tidur dan kursi. Dalam hal ini gantung dan letakkan barang tersebut dengan rapi pada tempat yang semestinya. a. Membersihkan lantai kamar tidur Lantai terbuat dari berbagai jenis atau bahan adalah bagian bangunan atau ruangan yang paling cepat kotor, maka lantai harus diber s i h k a n seti ap s a a t. P r o se d u r pembersihan lantai dimulai dari tempat terjauh dahulu. Bersihkan sudut-sudut dan kolong-kolong sekaligus untuk melihat apakah
37 HOUSEKEEPING ada barang-barang kecil milik tamu yang terjatuh. Teknik pembersihan yang diterapkan antara lain sebagai berikut. 1) Vacuuming adalah teknik membersihkan lantai permadani (karpet) dengan penyapu permadani atau box sweeper dan alat penghisap debu vacuum cleaner. 2) Mopping adalah teknik membersihkan lantai dengan cara mengepel (damp sweeping). Gambar 2.28 Mopping Sumber: Dokumen Pribadi 3) Sweeping/Brooming adalah teknik membersihkan lantai dengan cara menyapu dan menampung sampah dalam dustpan. b. Pemeriksaan Terakhir (Final Check) Gambar 2.29 Menyemprotkan air freshner Sumber: Dokumen Pribadi Dalam pemeriksaan terakhir tutup jendela, night curtain, glass curtain dalam posisi yang benar. Sheet terpasang dengan rapi, lampu menyala, TV, radio, dan alat elektronik lain bekerja, mini bar telah penuh, tidak ada noda dicermin atau permukaan benda, pintu bebas dari tanda jari room attendant. Dibawah karpet dan sekitar perabot telah bersih, persediaan tamu telah terisi dan tidak terdapat alat pembersih yang tertinggal dikamar, tempat sampah dan asbak dalam keadaan kosong dan bersih serta alat–alat yang harus diperbaiki atau yang dibersihkan secara khusus harus dilaporkan. c. Reporting Isi report yang telah di sediakan yaitu room boy control sheet, room boy guest supplies control sheet dan inventories of room report. Apabila sudah selesai pembersihan kamar tulislah laporan ke dalam log book. Fungsi dari reporting ini salah satunya adalah sebagai pertanggungjawaban kerja seorang room attendant. Gambar 2.30 Reporting Sumber: Dokumen Pribadi 3. Kamar Mandi Tamu (Bath Room) Se o r a n g r o o m a tte n d a n t h a r u s membersihkan dan mengatur kembali perlengkapan dikamar mandi. Hal-hal yang harus diperhatikan yaitu alat-alat sanitasi yang terdapat dikamar mandi antara lain tempat cuci tangan (wash basin), bak mandi (bathtub) , jamban (toilet bowl). Langkah membersihkan kamar mandi adalah sebagai berikut.
38 HOUSEKEEPING a. Per s iapkan alat, bahan dan alat keselamatan kerja, Cary Cady atau kotak alat dan bahan pembersih. Gambar 2.31 Persiapan alat dan bahan pembersih kamar mandi Sumber: Dokumen Pribadi b. S ir a m j a m b a n (fl u s h i n g ) u n t u k menghanyutkan kotoran yang ada, kemudian tuang bahan pembersih dan tunggu beberapa saat sambil melanjutkan pekerjaan yang lain. Gambar 2.32 Flushing Sumber: Dokumen Pribadi c. Cuci gelas dan asbak yang ada di wash basin dan telungkupkan di atas wash basin table atau diletakkan diatas room attendant trolley yang sudah dialasi dengan napkin khusus untuk gelaskeringkan gelas dan asbak yang ditaruh diatas meja wash basin atau diatas room attendant trolley kemudian masukkan gelas yang sudah bersih dankering ke dalam plastik pembungkus. Gambar 2.33 Mencuci gelas Sumber: Dokumen Pribadi d. Bersihkan kaca atas wash basin table dengan chemical khusus yang telah disiapkan. Cucilah Wash basin dengan air digosok dengan spon (soft/hard). Cucilah semua kran dan pipa air. Bilaslah dengan air secukupnya, jangan lupa membersihkan saringan air. Gambar 2.34 Membersihkan wash basin Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 2.35 Membersihkan wash basin mirror Sumber: Dokumen Pribadi e. Bersihkan bak mandi, yang dimulai dengan membersihkan pancuran atau shower dilanjutkan dinding dan akhirnya bak mandi (bathtub). Gosoklah, bersihkan
39 HOUSEKEEPING dengan menggunakan alat spon atau karet sepon dan sabun cair. Bila dasar bak mandi kotor, gosoklah dengan bubuk pembersih. Bila perlu pakai air hangat dari pancuran atau shower. Bersihkan tirai mandi dengan alat dan bahan tersebut diatas. Kemudian bilas dengan air bersih. Keringkan dengan lap katun mulai dari shower dinding kamar mandi, bak mandi, tirai mandi dan semua kran. Gambar 2.36 Membersihkan bathtub Sumber: Dokumen Pribadi f. Bersihkan bagian dalam jamban atau toilet bowl gosokkan dengan sikat khusus (toilet bowl brush) jamban secara merata, semburkan atau flushing air jamban beberapa kali sampai buih sabunnya habis. Gosok tangki air, pipa, tempat duduk dan bagian bawah jamban dengan sponge yang berisi sabun dan disinfectant, kemudian bilaslah dengan air bersih. Gambar 2.37 Membersihkan toilet bowl Sumber: Dokumen Pribadi g. Bersihkan pintu kamar mandi pada bagian dalam dan luar. Kembalikan Cary Cady atau kotak alat dan bahan pembersih ke dalam trolley cart. Langkah terakhir bersihkan lantai kamar mandi dengan menggunakan long stick mop dari arah terjauh dan berakhir di pintu masuk kamar mandi, jangan lupa lantai kamar mandi juga harus di vacuum agar kotoran pasir atau rambut yang tertinggal dapat dibersihkan. Setelah kamar mandi bersih, lengkapi dengan bath towel, hand towel, face towel, bath mat dan guest supplies. Gambar 2.38 Melengkapi towel di bathroom Sumber: Dokumen Pribadi F. PEMBERSIHAN DAN PENYIMPANAN TROLLEY DAN PERLENGKAPAN Tujuan dilakukannya pembersihan trolley adalah sebagai berikut. 1. Supaya tahan lama dan tidak cepat rusak 2. Supaya tetap nyaman digunakan 3. Memberi kesan yang baik kepada tamu 4. Memberikan kenyamanan pada saat bekerja Jenis kotoran yang ada di trolley berupa dirt (kotoran) dan stain (noda). Yang berupa dirt contohnya debu, bekas bulu handuk yang tertinggal, bekas sampah kering dari kamar tamu, sedangkan stain contohnya seperti bekas bahan pembersih dari kamar tamu. Selain hal tersebut diatas yang perlu diperhatikan dalam pembersihan dan penyimpanan trolley adalah penggudangan sapu dan sikat, alat penampung (container), linen, alat-alat pelindung dan pembantu alat-
40 HOUSEKEEPING -alat mekanik (vacuum cleaner), bahan pembersih. Pada saat penggudangan bahan pembersih disimpan menurut jenisnya. Cara penggudangan yang baik dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah hilangnya alat dan bahan pembersih dalam kegiatan sehari-hari. Mencatat semua alat dan bahan pembersih yang diambil pada equipment dan supplies daily control sheet. Mencatat supplies yang h a b i s d a l a m m el a k s a n a k a n t u g a s . Mencocokkan dan mencatat alat serta bahan pembersih sebelum menggudangkan atau menyimpan.
41 What is the difference between a maid and a housekeeper? Cleaning Lady. Often the terms maid, cleaning lady, and housekeeper are used interchangeably by clients who don't know that there is a difference between the services offered and expected by each one. A housekeeper or a maid typically cleans the house or helps complete a special project. Untuk menambah wawasan lebih jauh kalian juga dapat mempelajari secara mandiri melalui internet. Di internet dapat dicari lebih jauh tentang materi tersebut. Salah satu website yang dapat kalian kunjungi untuk menambah wawasan dan pemahaman kalian adalah sebagai berikut. http://akomodasi-perhotelan.blogspot.com /2013/02/ proses-menyiapkan-kamar-untuktamu.html
Lengkapilah pernyataan di bawah ini dengan benar! 1. Tujuan dari first checking adalah untuk memeriksa status kamar secara riil dengan status kamar berdasarkan data dari ................. 2. Tujuan melaksanakan teknik stripping sheet adalah................... 3. Meja kecil yang diletakkan di dekat atau diantara tempat tidur adalah..................... 4. Bahan pembersih yang berfungsi ganda, dapat membersihkan beberapa jenis obyek................... 5. Alat yang digunakan menahan pintu kamar supaya tidak sepenuhnya menutup adalah .......... Kegiatan : A n d a d i m i n t a u n t u k m e m p r a k t i k k a n p r o s e s pembersihan kamar tamu dengan status vacant dirty! Alat : Semua peralatan dan bahan pembersih yang digunakan untuk membersihkan kamar tamu. Formulir 1. Formulir room attendant control sheet. 2. Formulir lost and found. 3. Formulir work order. Langkah Kerja 1. Siapkan standar penampilan sebagai seorang room attendant profesional. 2. Uraikan langkah-langkah membersihkan k a m a r t a m u d e n g a n m e t o d e pembersihannya. 3. Perhatikan dan terapkan aspek kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja. 4. Lakukan pembersihan kamar tamu dari penataan trolley sampai menyimpan kembali trolley dan peralatan yang telah digunakan. 42 TUGAS PRAKTEK
Se o r a n g r o o m a tte n d a n t, h a r u s berpenampilan rapi, bersih dan menarik. Disamping itu harus dapat menampilkan kompetensinya yaitu mempersiapkan perlengkapan peralatan dan bahan untuk pembersihan kamar, hal ini diperlukan karena sangat menentukan kelancaran pada pelaksanaan pekerjaan pembersihan kamar itu sendiri seperti memeriksa keadaan trolley, set up trolley sesuai dengan penempatan yang benar merupakan kompensi awal pada saat menyiapkan kamar untuk tamu. Akses ke kamar untuk pelayanan diawali dengan melihat status kamar terlebih dahulu. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat tamu berada di kamar. 1. Mintalah maaf jika menggangu tamu, dan kapan waktu yang tepat bagi anda untuk kembali lagi dan membersihkan kamar. 2. Jika tamu sedang tidur, tinggalkan kamar secara perlahan. Jika anda menyalakan lampu, matikan lampu tersebut kembali. 3. Jika anda mendengar suara yang menunjukkan bahwa tamu ada di kamar mandi dan mungkin tidak mendengar anda, tinggalkan kamar secara perlahan. Jika tamu tersebut dapat mendengar anda dari kamar mandi, mintalah maaf dan bilang bahwa anda akan kembali lagi nanti 4. Pada saat memasukki kamar jangan meninggalkan kunci kamar pada trolley cart, hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan baik oleh petugas lain maupun tamu yang lewat. Dalam meningkatkan efisiensi bekerja perlu mengetahui langkah- langkah membereskan tempat tidur yang dimulai dari striping bed sampai menata tempat tidur, juga kemempuanmengidentifikas i noda , kerusakan pada liinen kotor serta kemungkinan terjadinya barang milik tamu yang tertinggal atau barang milik hotel yang terbawa oleh tamu. Sebelum anda melakukan pembersihan 43 kamar tidur tamu langkah awal yang harus dilakukan adalah first checking sesuai dengan prosedur. Saat membereskan tempat tidur harus melakukan pengecekan secara teliti mengenai perlengkapan kamar tamu, jika ada kerusakan, kehilangan barang segera laporkan pada order taker sesegera mungkin, hal ini dilakukan agar semuanya dapat segera ditindak lanjuti. Pembersihan kamar menggunakan sistem clock wise atau unclock wise, dengan tujuan supaya lebih teliti sehingga tidak ada yang terlewatkan. Untuk pembersihan di kamar mandi, bersihkan dengan teliti sesuai dengan prosedur pembersihan yang benar. Gunakan equipment dan chemical sesuai SOP.