The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

10_Intan Kumalasari,S.Pd._Ir. Slamet Sugiharto,MURP_Dra. Nanik Widyaningsih,M.Si_Revisi Laporan Aktualisasi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by intandankumala90, 2021-06-27 08:17:22

10_Intan Kumalasari,S.Pd._Ir. Slamet Sugiharto,MURP_Dra. Nanik Widyaningsih,M.Si_Revisi Laporan Aktualisasi

10_Intan Kumalasari,S.Pd._Ir. Slamet Sugiharto,MURP_Dra. Nanik Widyaningsih,M.Si_Revisi Laporan Aktualisasi

dengan Kegiatan dengan memperhatikan kejelasan target dan
konsistensi, supaya kegiatan sosialisasi berjalan
Kontribusi terhadap efektif dan lebih terarah. Untuk mendapatkan
tupoksi unit kerja kesepakatan bersama antara guru dengan wali murid
Penguatan nilai-nilai maka perlu adanya musyawarah, sehingga akan
organisasi sangat membantu dalam proses pembelajaran yang
Kendala akan dilaksanakan. Dengan kesopanan dalam
Strategi dalam penyampaian sosialisasi, maka kerjasama dengan
Menghadapi Kendala wali murid akan mudah dilakukan. Supaya tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan akan tercapai.
Proses pelaksanaan sosialisasi harus dilakukan
secara efektif dan efisien. Dengan rasa adil dan
peduli dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi, guru
akan menerima saran dari wali murid.
Kegiatan ini sesuai dengan tupoksi:
Pelaksanaan hubungan kerjasama dengan masyarakat
/stakeholder Pendidikan sekolah dasar yaitu melalui
kegiatan interaksi dengan orang tua/wali peserta
didik.
Kegiatan ini sesuai dengan budaya kerja inisiatif,
terlibat aktif, integritas menjalin koordinasi
dengan berbagai pihak.
Karena sosialisai melalui videocall Whatsapp maka
ada sedikit kendala sinyal
- Meghubungi kembali wali murid yang

panggilannya terputus
- Menjelaskan ulang persiapan pembelajaran yang

akan dilakukan serta alat dan bahan yang harus
disiapkan selama pembelajaran melalui grup
Whatshapp

57

Kegiatan Aktualisasi 7 Tabel 4.7 Kegiatan Aktualisasi 7
Kegiatan Melakukan pembelajaran materi penjumlahan
Waktu/Pelaksanaan dengan media Si POLAN (Pohon Penjumlahan)
Tahapan Kegiatan Senin, 6 Oktober 2020 s/d 16 Oktober 2020
1. Menjelaskan konsep Pembelajaran yang akan
Output Kegiatan dilakukan melalui whatsapp grup
Deskripsi Kegiatan - Mengenal lambang bilangan ( melalui video
dan flashcard via video call)
- Mengenal konsep bilangan. ( melalui video dan
flashcard via video call)
- Membandingkan banyak benda ( melalui video
dan flashcard via video call)
- Mengenal penjumlahan (melalui video)
2. Siswa menyimak video pembelajaran materi
penjumlahan yang sudah dibuat oleh guru
3. Siswa bersama orang tua diminta untuk
membuat media Si Polan sesuai dengan tutorial
yang sudah dibuat oleh guru
4. Guru menjelaskan cara memainkan permainan
media Si Polan
5. Siswa bersama orang tua memainkan
permainan media si Polan sesuai arahan dari
guru
6. Orang tua mengirimkan dokumentasi hasil
pembelajaran dirumah
7. Guru Memberikan latihan soal berupa PR
1. Foto pada saat pembelajaran dilakukan
2. Video pada saat kegiatan pembelajaran
Kegiatan aktualisasi ini adalah melaksanakan
kegiatan pembelajaran dengan menggunakan
media pembelajaran berupa video pembelajaran,

58

Keterkaitan Nilai Dasar flashcard, dan video tutorial pembuatan media Si
dengan Kegiatan Polan. Media-media tersebut dibuat dengan tujuan
untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada
materi penjumlahan. Pembuatan media Si Polan
juga dimaksudkan untuk melibatkan peran serta
orang tua sebagai pendamping siswa ketika belajar
di rumah. Dengan media Si Polan diharapkan anak
dapat belajar sambil bermain. Belajar sambil
bermain dapat memberikan pengalaman belajar
lebih menyenangkan dan bermakna. Sehingga
anak lebih mudah untuk memahami materi yang
disampaikan. Tahapan dalam kegiatan ini adalah
melakukan pembelajaran mengenal bilangan 1-15,
mengenal konsep bilangan, membandingkan
banyak benda, dan mengenal penjumlahan.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, penulis
melakukan dengan memperhatikan kejelasan
target, supaya pembelajaran sesuai yang
direncanakan dalam RPP dan tujuan pembelajaran
tercapai. Dengan rasa percaya diri, siswa akan
merasa percaya akan kemampuan yang dimiliki
sehingga anak akan mudah beradaptasi dengan
lingkungan. Oleh karena itu, guru harus
mengajarkan kepada siswa untuk selalu
berpartisipasi aktif dan percaya diri dalam proses
pembelajaran, sehingga pembelajaran bisa
dipertanggungjawabkan hasilnya sehingga
motivasi belajar siswa semakin meningkat dengan
adanya media yang menarik, kreatif dan inovatif.
Selain itu penulis juga harus memperhatikan
teknik disiplin, supaya Pembelajaran berlangsung
dengan alokasi waktu yang sudah disediakan.

59

Kontribusi terhadap Kegiatan ini sesuai dengan tupoksi :
tupoksi unit kerja Penyelenggaraan proses belajar mengajar sekolah
dasar dengan Melaksanakan kegiatan
Penguatan nilai-nilai pembelajaran
organisasi Kegiatan ini mencerminkan Keberhasilan
mengelola kelas dan melaksanakan pembelajaran
Kendala menggunakan media yang kreatif dan inovatif
dan menyenangkan.
Strategi dalam Karena penjelasannya melalui video call
Menghadapi Kendala whatsahapp, maka sedikit terkendala sinyal dan
jumlah panggilan tidak bisa banyak.
- Menghubungi ulang panggilan siswa yang
terputus
- Menjelaskan pembelajaran melalui video call
Whatsahapp yang dilakukan secara berkelompok
serta menjelaskan ulang materi dan tugas melalui
chat di grup whatshapp.

Kegiatan Aktualisasi 8 Tabel 4.8 kegiatan Aktualisasi 8
Kegiatan Melakukan monitoring dan evaluasi pembelajaran
Waktu/Pelaksanaan Senin, 19 Oktober 2020
Tahapan Kegiatan 1. Menyiapkan kuisioner akhir untuk mengukur
peningkatan motivasi belajar peserta didik pada
Output Kegiatan pembelajaran penjumlahan
2. Melakukan penilaiaan melalui wawancara
dengan orang tua tentang proses pembelajaran
melaui videocall Whatsapp
1. Bukti isian kuisioner
2. Hasil rekap isian kuisioner akhir
3. Bukti screenshoot wawancara dengan wali
murid tentang testimoni pembelajaran yang

60

Deskripsi Kegiatan telah dilakukan
Kegiatan ini adalah upaya melakukan evaluasi
pembelajaran. Dimana kegiatan ini dimaksudkan
untuk mendapatkan feed back dari wali murid
terhadap penggunaan media Si Polan yang sudah
diterapkan dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan
untuk mengetahui efektif apa tidaknya
pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Tahapan
kegiatan ini antara lain: menyusun isi kuisioner
akhir, membagikan kuisioner kepada wali murid
secara berkelompok, merekap hasil isian
kuisioner.
Berikut Diagram rekap hasil kuisioner akhir

Kuisioner Akhir

76,9
17,14 5,59

Series 1

Gambar 4.1 Diagram hasil rekap kuisioner akhir
Dari hasil rekap kuisioner akhir dapat dilihat
bahwa motivasi belajar penjumlahan siswa
meningkat menjadi 76,9%.
Dari diagram hasil rekap kuisioner awal dan akhir
dapat diketahui motivasi belajar penjumlahan
siswa menggunakan media si polan meningkat
dari 26,78% menjadi 76,9%.

61

Diagram Peningkatan Motivasi
Belajar Siswa

90

80
70 76,9

60

50

40

30
20 26,78

10

0
sebelum sesudah
kegiatan kegiatan

sebelum
kegiatan
sesudah
kegiatan

Keterkaitan Nilai Dasar Gambar 4.3 Diagram Perbandingan Motivasi Belajar
dengan Kegiatan Siswa

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, penulis
melakukan dengan memperhatikan kejelasan
target, supaya mendapatkan hasil kuisioner yang
dapat digunakan sebagai tolak ukur kebehasilan
pembelajaran. Dalam mengerjakan hasil rekap
kuisioner harus didasari etos kerja yang tinggi
supaya hasilnya cepat selesai. Selain itu juga harus
cermat agar hasil kuisioner dapat
dipertanggungjawabkan. kegiatan dilakukan
dengan berorientasi mutu, maka akan ada
perbaikan dalam pembelajaran. Dengan adanya

62

Kontribusi terhadap rasa jujur dan adil dalam melakukan evaluasi
tupoksi unit kerja akhir melalui hasil isian kuisioner, maka hasil
isian kuisioner dapat dipertanggungjawakan.
Penguatan nilai-nilai Kegiatan ini sesuai dengan tupoksi :
organisasi Penyelenggaraan proses belajar mengajar sekolah
dasar dengan Melaksanakan kegiatan
Kendala pembelajaran
Strategi dalam Kegiatan ini dapat menanamkan sikap integritas
Menghadapi Kendala dan tertib administrasi dengan terwujudnya data
hasil pembelajaran yang akuntabel
-
-

Kegiatan Aktualisasi 9

Tabel 4.9 Kegiatan Aktualisasi 9

Kegiatan Melaporkan hasil pembelajaran kepada mentor

Waktu/Pelaksanaan Kamis, 22 Oktober 2020

Tahapan Kegiatan 1. Memberikan laporan hasil belajar kepada

mentor

2. Meminta kritik dan saran

3. Menindaklanjuti kritik dan saran yang

diberikan mentor

Output Kegiatan 1. Foto penyampaian laporan kegiatan

2. Catatan kritik dan saran dari mentor

Deskripsi Kegiatan Kegiatan ini merupakan tahap akhir sebelum

penyusunan laporan dilakukan. Kegiatan ini

dilakukan untuk mendapatkan masukan dan

arahan dari mentor tentang hasil aktualisasi yang

telah dilaksanakan. Kegiatan ini dimulai dengan

mempersiapkan hasil laporan aktualisasi yang

telah dilaksanakan, kemudian hasil aktualisasi

63

Keterkaitan Nilai Dasar dilaporkan kepada mentor, sehingga akan
dengan Kegiatan membantu kelancaran dalam penyusunan laporan.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, penulis
Kontribusi terhadap melakukan dengan teknik konsistensi dan
tupoksi unit kerja tanggung jawab, supaya kegiatan aktualisasi
dapat dipertanggungjawabkan, dan mendapatkan
Penguatan nilai-nilai arahan dari mentor untuk mempermudah
organisasi penyusunan laporan maka diperlukan
Kendala musyawarah dengan mentor dengan bahasa yang
Strategi dalam sopan agar terjalin komunikasi yang efektif dan
Menghadapi Kendala menyampaikan hasil aktualisasi yang sudah
dilakukan dengan jujur agar tercipta keterbukaan.
Kegiatan ini sesuai dengantupoksi:
Pembinaan dan pengendalian bidang kesiswaan
melalui kegiatan membimbing karyawan dalam
hal menyusun program kerja dan melaksanakan
tugas sehari-hari
Kegiatan ini mencerminkan budaya integritas,
terlibat aktif
-
-

Kegiatan Aktualisasi 10

Tabel 4.10 Kegiatan Aktualisasi 10

Kegiatan Menyusun kegiatan laporan aktualisasi

Waktu/Pelaksanaan Jumat, 23 Oktober 2020

Tahapan Kegiatan 1. Mencatat hasil dari aktualisasi

2. Mendokumentasikan hasil secara detail dan

lengkap

3. Mencetak laporan

Output Kegiatan 1. Dokumentasi saat penyusunan laporan

64

Deskripsi Kegiatan aktualisasi
2. Tersusunnya laporan aktualisasi yang dapat
Keterkaitan Nilai Dasar
dengan Kegiatan dipertanggungjawabkan
Kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir yaitu
Kontribusi terhadap penyusunan laporan. Adapun langkah-langkah
tupoksi unit kerja dalam penyusunan laporan adalah persiapan data
Penguatan nilai-nilai laporan, konsultasi dengan mentor, menyusun
organisasi laporan. Dalam penulisan laporan, konsultasi
Kendala dengan mentor terus dilakukan agar dihasilkan
Strategi dalam laporan yang baik dan sesuai dengan ketentuan.
Menghadapi Kendala Dalam pelaksanaan kegiatan ini, penulis
melakukan dengan jujur dan tanggung jawab,
supaya laporan yang disusun sesuai dengan
kegiatan aktualisasi yang telah dilakukan serta
mengerjakan laporan dengan etos kerja yang
tinggi dan cermat sehingga penyusunan laporan
dapat berjalan efektif dan dapat
dipertanggungjawabkan dengan baik.
Kegiatan ini sesuai dengan tupoksi:
Penyusunan rencana dan program sekolah dasar
dengan Melaksanakan karya inovatif
Kegiatan ini sesuai dengan budaya kerja memiliki
integritas, kreatif dan inovatif, pembelajar
-
-

65

4.3 ANALISIS DAMPAK

Kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan memiliki dampak yang
ditimbulkan. Diantaranya dampak terhadap Individu, Unit Kerja, dan
Organisasi, serta dampak terhadap nilai-nilai ANEKA. Berikut ini
merupakan dampak yang ditimbulkan pada masing-masing kegiatan
aktulaisasi yang dilaksanakan di SDN Pucangsimo I Bandarkedungmulyo
Jombang:
1. Kegiatan Aktualisasi 1
Melakukan konsultasi/ bimbingan dengan mentor
a. Bagi Individu

Kegiatan ini konsultasi dengan mentor atau kepala sekolah.
Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan agar mendapatkan persetujuan
mengenai rancangan aktualisasi dari pimpinan. Dengan persetujuan ini
diharapkan penulis dapat mulai menyusun rancangan kegiatan yang sesuai
dengan isu dan gagasan penulis. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk
persamaan persepsi tentang kegiatan yang akan dilakukan. Dalam
melaksanakan konsultasi dengan mentor dibutuhkan sikap prilaku yang
sopan. Apabila kegiatan konsultasi dengan mentor tidak dilaksanakan
dengan sikap sopan, maka konsultasi yang dilakukan tidak akan berjalan
dengan lancar. Kegiatan aktualisasi tidak dapat dilaksanakan apabila tidak
berkonsultasi terlebih dahulu dan mendapat persetujuan dari mentor atau
kepala sekolah.
b. Bagi Unit Kerja

Dengan adanya konsultasi dengan mentor, maka jadwal-jadwal
habituasi yang akan dilakukan akan sesuai dan tidak bertabrakan dengan
tugas dinas yang ada di sekolah.
c. Bagi Organisasi

Dengan adanya konsultasi dengan mentor, maka akan menciptakan
hubungan yang harmonis dan kerjasama yang baik dalam lingkungan kerja
dan secara tidak langsung dapat mendukung pelaksanaan aktualisasi yang
akan dilakukan.

66

2. Kegiatan Aktualisasi 2
Mengukur motivasi belajar peserta didik
a. Bagi Individu

Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk mengidentifikasi kurangnya
motivasi belajar penjumlahan pada siswa kelas 1 SDN Pucangsimo I
Bandarkedungmulyo Jombang dengan diadakannya pengisian kuisioner
awal. Kegiatan ini akan mempermudah penulis dalam mengukur motivasi
belajar siswa, sehingga dapat mempermudah dalam penyusunan laporan.
b. Bagi Unit Kerja

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui motivasi belajar siswa
terhadap materi penjumlahan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan
mutu pembelajaran yang ada disekolahan. Sehingga pembelajaran yang ada
di SDN Pucangsimo dapat terukur dan hasilnya memuaskan.
c. Bagi Organisasi

Kegiatan ini dapat memperbaiki mutu pembelajaran yang ada di
sekolahan, sehingga dapat menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lainnya.
3. Kegiatan Aktualisasi 3
Menyusun skenario pembelajaran
a. Bagi Individu

Dengan adanya kegiatan menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran yang dibuat dengan cermat dan penuh tanggung jawab, maka
akan mempermudah penulis dalam melakukan pembelajaran yang akan
dilakukan.
b. Bagi Unit Kerja

Dengan adanya kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran, penulis telah melakukan salah satu tugas pokok dan fungsi
guru yaitu membuat kelengkapan mengajar dengan baik dan lengkap.
Dengan membuat RPP sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ada, maka
dapat membuat pembelajaran menjadi efektif dan tujuan pembelajaran akan
tercapai.
c. Unit Organisasi

Dengan adanya kegiatan ini maka dapat mengembangkan

67

profesionalisme sebagai guru dan dapat memotivasi rekan kerja untuk
melakukan hal yang serupa dengan tujuan agar pembelajaran lebih terarah.
4. Kegiatan Aktualisasi 4
Mendesain Media interaktif berupa video pembelajaran
a. Bagi Individu

Kegiatan ini merupakan kegiatan kreatif dan inovatif yang
dilakukan penulis. Dengan melakukan kegiatan ini, penulis mampu
mengembangkan kompetensi yang dimiliki untuk membuat sebuah karya
inovatif dan menarik. Untuk mempermudah mencapai tujuan
pembelajaran.
b. Bagi Unit Kerja

Kegiatan ini bertujuan untuk membuat bagaimana pembelajaran jarak
jauh pada anak-anak khususnya kelas 1 menjadi pembelajaran yang
menarik dan tidak membosankan bagi siswa. Sehingga dapat memotivasi
siswa dalam belajar dari rumah.
c. Bagi Organisasi

Dengan adanya kegiatan mendesain media interaktif berupa video
pembelajaran maka dapat memotivasi rekan kerja untuk melakukan hal
yang serupa dengan tujuan agar apat menciptakan kegiatan pembelajaran
yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik selama pembelajaran
jarak jauh.
5. Kegiatan Aktualisasi 5
Membuat video tutorial pembuatan media Si Polan (Pohon Penjumlahan)
a. Bagi Individu

Kegiatan ini merupakan kegiatan kreatif yang dilakukan penulis.
Dengan membuat video tutorial menggunakan bahasa yang sopan,
diharapkan akan terjalin kerjasama yang baik antar guru, siswa dan wali
murid. Sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai.
b. Bagi Unit Kerja

Dengan adanya kegiatan pembuatan video tutorial, maka diharapkan
pembelajaran untuk anak dapat dilakukan dengan kegiatan yang kreatif dan
tidak monoton, sehingga anak akan tertarik dengan pembelajaran yang

68

dilakukan, dan mereka juga lebih memahami materi yang disampaikan oleh
guru.
c. Bagi Organisasi

Dengan adanya kegiatan membuat video tutorial, diharapkan dapat
memotivasi rekan kerja untuk melakukan hal yang serupa dengan tujuan
agar pembelajaran lebih menarik untuk siswa.
6. Kegiatan Aktualisasi 6
Melakukan sosialisasi kepada wali murid
a. Bagi Individu

Dengan adanya kegiatan sosialisasi dengan wali murid berkaitan
dengan pembelajaran yang akan dilakukan, maka akan terjalin kerjasama
antara guru dengan wali murid, sehingga tujuan pembelajaran dapat
tercapai sesuai harapan.
b. Bagi Unit Kerja

Dengan adanya kegiatan ini, maka hubungan antara sekolahan dengan
wali murid akan semakin harmonis, karena setiap ada kegiatan apapun wali
murid selalu dilibatkan dalam kegiatan untuk dimintai saran dan
pendapatnya, sehingga mereka sebagai wali murid akan merasa sangat
dihargai.
c. Bagi Organisasi

Dengan adanya kegiatan sosialisasi, kegiatan koordinasi dan kerjasama
yang baik dengan wali murid, maka akan mendukung terciptanya integritas
yang tinggi di sekolah, yang berorientasi pada mutu dan akan lebih
mengoptimalkan tujuan yang ingin dicapai.
7. Kegiatan Aktualisasi 7
Melakukan pembelajaran materi penjumlahan dengan media Si
Polan (Pohon Penjumlahan)
a. Bagi Individu

Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur kemampuan penulis, sejauh
mana penulis dapat mengembangakan dan membuat pembelajaran yang
menarik untuk peserta didik.

69

b. Bagi Unit Kerja
Kegiatan ini sesuai dengan tupoksi guru, yaitu melaksanakan

kegiatan pembelajaran. Dimana penulis berupaya menciptakan suasana
belajar yang menarik dan dengan menggunakan media yang menarik,
supaya anak lebih mudah dalam memahami apa yang disampaikan oleh
guru.
c. Bagi Organisasi

Dengan adanya kegiatan pembelajaran yang dilakukan penulis
dengan menggunakan media interaktif berupa media Si Polan(Pohon
penjumlahan), diharapkan dapat memotivasi rekan kerja dan lembaga-
lembaga lain untuk melakukan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
8. Kegiatan Aktualisasi 8
Melakukan monitoring dan evaluasi pembelajaran
a. Bagi Individu

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian dan
kesesuaian antara rencana yang telah ditetapkan dalam perencaan
program dengan hasil yang dicapai melalui kegiatan pembelajaran yang
telah dilakukan. Dengan melakukan kegiatan ini, penulis dapat
mengembangkan profesionalismenya dalam mengukur keberhasilan
pebelajaran yang telah dilakukan.
b. Bagi Unit Kerja

Kegiatan ini sesuai dengan tupoksi guru yaitu membuat catatan
tentang kemajuan hasil belajar anak didik. Dimana melalui kegiatan ini
penulis akan mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran yang
telah dilakukan, sehingga dapat menjadi bahan untuk mengembangkan
kegiatan selanjutnya.
c. Bagi Organisasi

Kegiatan ini dilakukan tidak hanya untuk memantau
aktivitas program tetapi juga hasil dari aktivitas tersebut.
Informasi pemantauan terhadap hasil (output dan outcome)
program yang dilaksanakan akan meningkatkan akuntabilitas
program. Sehingga sangat berdampak untuk kemajuan
pembelajaran yang ada di sekolah.

70

9. Kegiatan Aktualisasi 9
Melaporkan hasil pembelajaran kepada mentor

a. Bagi Individu
Kegiatan ini bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil aktualisasi

yang telah dilakukan kepada mentor, hal ini dilakukan supaya penulis
mendapat arahan dari mentor untuk mempermudah dalam penyusunan
laporan aktualisasi.
b. Bagi Unit Kerja

Dengan kegiatan melaporkan hasil pembelajaran kepada mentor,
maka akan mudah untuk mengevalusi pembelajaran selanjutnya. Selain
itu, dengan adanya dukungan dan arahan dari mentor, maka akan tercipta
hubungan yang baik di lingkungan kerja.
c. Bagi Organisasi

Dengan adanya kegiatan ini, maka akan menciptakan hubungan
yang harmonis dan kerjasama yang baik dalam lingkungan kerja dan
secara tidak langsung dapat mendukung pelaksanaan aktualisasi yang
akan dilakukan.
10. Kegiatan Aktualisasi 10
Menyusun kegiatan laporan aktualisasi
a. Bagi Individu

Dengan adanya kegiatan penyusunan laporan aktualisasi, maka
akan meningkatkan profesionalisme penulis dalam mengembangkan
program pembelajaran selanjutnya. Pengerjaan laporan juga
mengedepankan integritas sehingga isi laporan aktualisasi dapat
dipertanggungjawabkan.
b. Bagi Unit Kerja

Dengan adanya kegiatan penyusunan laporan aktualisasi yang
sesuai dengan tupoksi guru yaitu mengadakan penelitian tindakan kelas.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang ada di
sekolahan khususnya kelas 1.
c. Bagi Organisasi

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada mutu,

71

dimana dengan adanya kegiatan ini dapat dibuat acuan dalam
menciptakan sebuah inovasi pembelajaran untuk kemajuan sekolahan.

72

Tabel 4.11 Analisis

No Kegiatan

Dilaksanakan

1. Melakukan konsultasi/ 1. Akuntabilitas, (Tanggung jawab
bimbingan dengan Kegiatan aktualisasi akan terlaksa
mentor baik apabila ada persetujuan dari m
apabila dilaksanakan dengan penu
jawab.

2. Nasionalisme (Musyawarah mu
Kegiatan ini jika dilakukan denga
musyawarah, maka akan mudah m
kesepakatan bersama tentang tinda
dari rancangan aktualisasi yang ak
dilaksanakan.

7

s Dampak Kegiatan

Analisis Dampak

Tidak dilaksanakan

b) 1. Akuntabilitas, (Tanggung jawab)
ana dengan Kegiatan aktualisasi tidak akan terlaksana
mentor dan dengan baik apabila tidak ada persetujuan dari
uh tanggung mentor selaku kepala sekolah SDN
Pucangsimo 1. Kegiatan tersebut juga tidak
ufakat) akan terlaksana dengan baik apabila tidak
an dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
mendapatkan
ak lanjut 2. Nasionalisme (Musyawarah mufakat)
kan Kegiatan ini jika tidak dilakukan dengan
musyawarah, maka ketika berdiskusi dengan
mentor akan kesulitan untuk mendapatkan
kesepakatan bersama tentang tindak lanjut
dari rancangan aktualisasi yang akan
dilaksanakan.

71

3. Etika Publik (Sopan)
Jika kegiatan ini dilakukan mengguna
yang sopan serta rasa hormat kepad
maka akan memberikan penilain y
dari mentor dan rekan kerja sehin
hubungan kerja menjadi harmonis.

4. Komitmen Mutu (Efektif)
Membuat komitmen mutu yang efe
dapat berhasil guna, dapat mencapa
sesuai dengan target. Jika inovasi d
dengan baik sesuai arahan dari men
disesuaikan maka kegiatan ini akan
dilakukan secara efektif.

5. Anti Korupsi (Jujur)
Dengan kejujuran dalam mengemuk
rancangan, maka akan memperlanca
pelaksanaan kegiatan aktualisasi.

7

3. Etika Publik (Sopan)

akan bahasa Jika kegiatan ini tidak dilakukan menggunakan

da atasan bahasa yang sopan serta rasa hormat kepada

yang baik atasan maka akan memberikan penilain yang

ngga kurang baik dari mentor dan rekan kerja

. sehingga hubungan kerja kurang harmonis.

4. Komitmen Mutu (Efektif)

ektif dimana Membuat komitmen mutu yang efektif dimana

ai hasil dapat berhasil guna, dapat mencapai hasil

dilakukan sesuai dengan target. Jika inovasi tidak

ntor dan dilakukan dengan baik sesuai arahan dari

n bisa mentor dan disesuaikan maka kegiatan ini tidak

akan bisa dilakukan secara efektif.

5. Anti Korupsi (Jujur)

kakan Tanpa kejujuran dalam mengemukakan

ar proses rancangan, maka akan menghambat proses

pelaksanaan kegiatan aktualisasi. Oleh sebab

itu, kita harus melakukan konsultasi dengan

jujur apa adanya agar tercapai keterbukaan.

72

2. Mengukur motivasi 1. Akuntabilitas (Tanggung jawab
belajar peserta didik Kegiatan ini akan terlaksana dengan
dalam penyusunan kuisoner dilakuk
rasa penuh tanggung jawab.

2. Nasionalisme (Menghormati, men
Kegiatan ini jika didasari dengan ras
menghormati dan menghargai hasil i
kuisioner, maka hasil kuisioner akan
obyektif.

3. Etika Publik (Sopan, disiplin, cer
Dalam penyampaian isi kuisioner ke
mentor jika dilakukan dengan meng
bahasa yang sopan akan membuat k
yang baik dengan mentor. Sehingga
untuk menyamakan persepsi. Selain
dalam pembuatan kuisioner dilakuk
disiplin dan cermat maka akan mem
dalam menganalisis hasil dari kuisio

7

b) 1. Akuntabilitas (Tanggung jawab)
n baik jika Kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik
kan dengan jika dalam penyusunan kuisoner tidak dilakukan
dengan rasa penuh tanggung jawab.
nghargai) 2. Nasionalisme (Menghormati, menghargai)
sa Kegiatan ini jika tidak didasari dengan rasa
isian menghormati dan menghargai hasil isian
n lebih kuisioner, maka dalam menentukan hasil
kuisioner tidak objektif.
rmat) 3. Etika Publik (Sopan, disiplin, cermat)
epada Dalam penyampaian isi kuisioner kepada
ggunakan mentor jika tidak dilakukan dengan
komunikasi menggunakan bahasa yang sopan akan membuat
a mudah komunikasi yang kurang baik dengan mentor.
n itu Jika Sehingga sulit untuk menyamakan persepsi.
kan dengan Selain itu Jika dalam pembuatan kuisioner tidak
mudahkan dilakukan dengan disiplin dan cermat maka
oner akan menyulitkan dalam menganalisis hasil dari
kuisioner

73

3. Menyusun skenario 4. Komitmen Mutu (Berorientasi m
pembelajaran Jika kegiatan ini berorientasi pada m
kegiatan pengisian kuisioner awal le
dan kondusif. Karena kegiatan ini di
untuk perbaikan mutu pembelajaran
disekolah.

5. Anti Korupsi (Jujur, Adil)
Dengan adanya kejujuran dan keadil
merumuskan hasil isian kuisioner m
pembelajaran akan terlaksana denga

1. Akuntabilitas (Kejelasan target)
Kegiatan menyusun Rencana Pelak
Pembelajaran (RPP) dan mendesai
pembelajaran dapat dilaksanakan s
pembelajaran yang ingin dicapai.

2. Nasionalisme (Tidak diskriminati
Tersusunnya materi RPP yang sama

7

mutu) 4. Komitmen Mutu (Berorientasi mutu)

mutu maka Jika kegiatan ini tidak berorientasi pada mutu

ebih terarah maka kegiatan pengisian kuisioner awal tidak

ilakukan terarah dan tidak kondusif. Karena kegiatan ini

n yang ada dilakukan untuk perbaikan mutu pembelajaran

yang ada disekolah.

5. Anti Korupsi (Jujur, Adil)

lan dalam Tanpa adanya kejujuran dan keadilan dalam

maka tujuan merumuskan hasil isian kuisioner maka tujuan

an baik. pembelajaran tidak akan terlaksana dengan baik

1. Akuntabilitas (Kejelasan target)

ksanaan Tanpa kejelasan target, kegiatan menyusun

in media Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan

sesuai target mendesain media pembelajaran tidak dapat

dilaksanakan sesuai target pembelajaran yang

ingin dicapai. Sehingga akan menghambat

kegiatan pembelajaran.

if) 2. Nasionalisme (Tidak diskriminatif)

a tanpa Dalam menyusun RPP untuk semua peserta

74

membeda-bedakan antara satu sisw
siswa yang lain.

3. Etika Publik (Sopan,Integritas)
Jika dalam menyusun RPP mengg
bahasa yang sopan maka hasil dari
dan dengan integritas penyusunan
terselesaikan sesuai dengan apa ya
direncanakan.

4. Komitmen Mutu (Efektif, inovati
Pembelajaran yang akan dilaksanak
mampu menarik perhatian siswa. S
pembelajaran berjalan secara efekt

5. Anti Korupsi (Jujur)
Penyusunan RPP sesuai dengan (Ko

7

wa dengan didik harus bersifat adil dan tidak diskriminatif.

Materi yang disusun harus sama tanpa

membeda-bedakan antara satu siswa dengan

siswa yang lain.

3. Etika Publik (Sopan,Integritas)

gunakan Jika dalam menyususn RPP tidak

i RPP baik menggunakan bahasa yang sopan maka hasil

n RPP dapat dari RPP kurang berbobot dan tanpa

ang sudah integritas penyusunan RPP tidak dapat

terselesaikan sesuai dengan apa yang sudah

direncanakan ( RPP tidak selesai)

if) 4. Komitmen Mutu (Efektif, inovatif)

kn akan Dalam kegiatan penyusunan RPP, tanpa

Sehingga kegiatan yang inovatif pembelajaran yang akan

tif. dilaksanakn akan monoton dan membuat siswa

menjadi lebih cepat bosan. Sehingga

pembelajaran tidak berjalan secara efektif.

5. Anti Korupsi (Jujur)

ompetensi Jika dalam menyusun RPP tidak dilakukan

75

Dasar) KD yang tersedia dan akan s
waktu sesuai dengan jadwal yang tel
ditentukan.

4. Mendesain Media 1. Akuntabilitas (Kejelasan target)

interaktif berupa video Pembuatan video akan berjalan den
pembelajaran dan hasil video dapat maksimal.

2. Nasionalisme (Musyawarah muf
Pembuatan video mendapatkan sara
masukan dari mentor.

3. Etika Publik (Cermat)
Jika pembuatan media dilakukan de

7

selesai tepat secara jujur, maka akan menghambat
lah tercapainya tujuan pembelajaran. Karena
dalam penyusunan RPP harus disusun secara
) jujur sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD)
ngan baik yang tersedia dan disiplin dalam mengerjakan
RPP. Tanpa disiplin, maka penyusunan RPP
akat) tidak akan selesai tepat sesuai dengan jadwal
an dan yang telah ditentukan.
1. Akuntabilitas (Kejelasan target)
engan Tanpa kejelasan target dalam mendesain media
interaktif berupa video pembelajaran, maka
pembuatan video tidak akan berjalan dengan
baik dan hasil video tidak maksimal.
2. Nasionalisme (Musyawarah mufakat)
Jika kegiatan ini tidak dilakukan dengan
musyawaah, makan tidak rancangan video tidak
akan mendapatkan masukan dari mentor.
3. Etika Publik (Cermat)
Jika pembuatan media tidak dilakukan dengan

76

cermat, maka media yang dibuat ha
maksimal. Dalam menyusun media
sesuaikan dengan tingkat pekemban
supaya siswa mampu memahami ap
pembelajaran tersebut.
4. Komitmen mutu (Inovatif)
Jika dalam mendesain media pemb
dilakukan secara kreatif dan inovat
peserta didik akan merasa bosan se
untuk meningkatkan pemahaman s

5. Anti Korupsi (Sederhana)
Media yang dibuat sangat mudah d
menghabiskan banyak biaya.

5. Membuat video tutorial 1. Akuntabilitas (Kejelasan target,

pembuatan media Polan jawab)

Pembuatan media Si Polan (Pohon

7

asilnya akan cermat, maka media yang dibuat kurang

a harus di maksimal. Dalam menyusun media harus di

ngan siswa, sesuaikan dengan tingkat pekembangan siswa,

pa isi video supaya siswa mampu memahami apa isi video

pembelajaran tersebut.

4. Komitmen mutu (Inovatif)

belajaran Jika dalam mendesain media pembelajaran

tif , maka secara kreatif dan inovatif tidak dilakukan,

ehingga sulit maka peserta didik akan merasa bosan

siswa. sehingga sulit untuk meningkatkan pemahaman

siswa.

5. Anti Korupsi (Sederhana)

dan tidak Pembuatan media yag terlalu sulit akan

menghabiskan banyak waktu dan

menghabiskan biaya yang banyak.

, Tanggung 1. Akuntabilitas (Kejelasan target, Tanggung
n jawab)
Pembuatan media Si Polan (Pohon

77

penjumlahan) akan berjalan sesuai
hasilnya memuaskan.
2. Nasionalisme (Cinta tanah air)
Jika pembuatan video tutorial dila
dengan menggunakan bahasa Indo
baik dan benar, maka siswa akan m
memahami apa yang disampaikan
3. Etika Publik (Cermat)
Dengan kecermatan dalam pembua
tutorial tersebut, maka hasil video t
maksimal. Dan guru juga harus me
video tutorial tersebut dengan tingk
pekembangan siswa agar siswa mu
memahami apa yang disampaikan g
video tutorial tersebut.
4. Komitmen mutu (Inovatif)
Pembelajaran yang akan dilaksana
menarik dan membuat siswa tidak
bosan.

7

i target dan penjumlahan) tidak akan berjalan sesuai target

dan hasilnya kurang memuaskan.

2. Nasionalisme (Cinta tanah air)

akukan Jika pembuatan video tutorial tidak dilakukan

onesia yang dengan menggunakan bahasa Indonesia yang

mudah baik dan benar, maka siswa akan kebingungan

n guru. menangkap apa yang disampaikan guru.

3. Etika Publik (Cermat)

atan video Tanpa kecermatan dalam pembuatan video

tutorial akan tutorial tersebut, maka hasil video tutorial

enyesuaikan menjadi kurang maksimal. Dan guru juga harus

kat menyesuaikan video tutorial tersebut dengan

udah tingkat pekembangan siswa agar siswa mudah

guru melaui memahami apa yang disampaikan guru melaui

video tutorial tersebut.

4. Komitmen mutu (Inovatif)

akan mejadi Pembelajaran yang akan dilaksanakan menjadi

k cepat monoton dan membuat siswa menjadi lebih

cepat bosan.

78

5. Anti Korupsi (Sederhana)

Dalam pembuatan media tidak terl
tidak membutuhkan banyak biaya.

6. Melakukan sosialisasi 1. Akuntabilitas (Kejelasan ,Konsist
kepada wali murid Dengan kejelasan dan konsistensi, p
sosialisasi berjalan efektif dan pros
sosialisasi lebih terarah.

2. Nasionalisme (Musyawarah)
Kegiatan sosialisasi mendapatkan k
bersama antara guru dengan wali m
sehingga akan sangat membantu dal
pembelajaran yang akan dilaksnaka

3. EtikaPublik (Sopan)
Dengan kesopanan dalam penyamp
sosialisasi, maka kerjasama dengan
akan mudah dilakukan.

7

lalu sulit dan 5. Anti Korupsi (Sederhana)
Pembuatan media yag terlalu sulit akan
menghabiskan banyak waktu dan
menghabiskan biaya yang banyak.

tensi) 1. Akuntabilitas (Kejelasan ,Konsistensi)

pelaksanaan Tanpa kejelasan dan konsistensi, pelaksanaan

ses sosialisasi berjalan kurang efektif dan proses

sosialisasi kurang terarah.

2. Nasionalisme (Musyawarah)

kesepakatan Tanpa musyawarah kegiatan sosialisasi dengan

murid, wali murid tidak akan menemukan kesepakatan

lam proses bersama antara guru dan wali murid, sehingga

an. akan menghambat dalam pelaksanaan

pembelajaran.

3. EtikaPublik (Sopan)

paian Tanpa kesopanan dalam penyampaian

n wali murid sosialisasi, maka kerjasama dengan wali murid

akan sulit dilakukan.

79

4. Komitmen Mutu (Efektif, Efisien
Dalam proses pelaksanaan sosialisa
berjalan efektif dan efisien, sehingg
pembelajaran yang akan dilakukan
tercapai.

5. Anti Korupsi (Adil, Peduli)
Dengan rasa adil dan peduli dalam
kegiatan sosialisasi, guru akan me
dari wali murid.

7. Melakukan 1. Akuntabilitas (Kejelasan target)
pembelajaran materi Pembelajaran sesuai yang direncana
penjumlahan dengan RPP dan tujuan pembelajaran tercap
media Si Polan

2. Nasionalisme (Percaya diri)
Dengan rasa percaya diri, siswa ak
percaya akan kemampuan yang dim
sehingga anak akan mudah beradap

8

n) 4. Komitmen Mutu (Efektif, Efisien)

asi akan Dalam proses pelaksanaan sosialisasi akan

ga tujuan berjalan kurang efektif dan efisien, sehingga

n akan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan sulit

tercapai.

5. Anti Korupsi (Adil, Peduli)

m pelaksanaan Tanpa rasa adil dan peduli dalam pelaksanaan

enerima saran kegiatan sosialisasi, guru tidak akan menerima

saran dari wali murid.

1. Akuntabilitas (Kejelasan target)

akan dalam Tanpa kejelasan target pelaksanaan

pai. pembelajaran tidak sesuai yang direncanakan

dalam RPP dan tujuan pembelajaran tidak bisa

dicapai.

2. Nasionalisme (Percaya diri)

kan merasa Tanpa rasa percaya diri, siswa akan merasa

miliki tidak percaya akan kemampuan yang dimiliki

ptasi dengan sehingga anak akan menjadi sulit beradaptasi

80

lingkungan. Oleh karena itu, guru h
mengajarkan kepada siswa untuk s
berpartisipasi aktif dan percaya dir
proses pembelajaran
3. Etika Publik (Tanggung jawab)
Pembelajaran bisa dipertanggungja
hasilnya sehingga motivasi belajar
semakin meningkat.
4. Komitmen Mutu (Efektif, Inovati
Pembelajaran yang dilakukan guru
sehingga siswa termotivasi dengan
pembelajaran yang dilaksanakan.

5. Anti Korupsi (Disiplin)
Pembelajaran berlangsung sesuai d
alokasi waktu yang sudah disediak

8

harus dengan lingkungan. Oleh karena itu, guru harus
selalu mengajarkan kepada siswa untuk selalu
ri dalam berpartisipasi aktif dan percaya diri dalam
proses pembelajaran
awabkan 3. Etika Publik (Tanggung jawab)
siswa Pembelajaran tidak bisa
dipertanggungjawabkan hasilnya sehingga
if) motivasi belajar siswa semakin menurun.
u menarik 4. Komitmen Mutu (Efektif, Inovatif)
n kegiatan Pembelajaran yang dilakukan guru kurang
menarik sehingga siswa tidak termotivasi
dengan dengan kegiatan pembelajaran yang
kan. dilaksanakan.
5. Anti Korupsi (Disiplin)
Pembelajaran berlangsung lama dan tidak
sesuai dengan alokasi waktu yang sudah
disediakan.

81

8. Melakukan monitoring 1. Akuntabilitas (Kejelasan target)
dan evaluasi Jika dalam kegiatan evaluasi ada k
pembelajaran target, maka akan mendapatkan ha
yang memuaskan

2. Nasionalisme (Etos kerja)
Dengan adanya etos kerja dalam m
rekap hasil kuisioner, maka hasil r
kuisioner akhir cepat selesai.

3. Etika Publik (Disiplin, Cermat)
Dengan kedisiplinan maka hasil ku
selesai dengan tepat waktu dan den
kecermatan, hasil kuisioner bisa
dipertanggungjawabkan.

4. Komitmen Mutu (Berorientasi m
Jika kegiatan dilakukan dengan ber
mutu, maka akan ada perbaikan da
pembelajaran.

8

1. Akuntabilitas (Kejelasan target)

kejelasan Jika dalam kegiatan evaluasi tidak ada

asil kuisioner kejelasan target, maka tidak akan mendapatkan

hasil kuisioner yang memuaskan

2. Nasionalisme (Etos kerja)

membuat Tanpa adanya etos kerja dalam membuat

rekapan rekap hasil kuisioner, maka menyebabkan

tidak terselesaikannya hasil rekapan kuisioner

akhir.

) 3. Etika Publik (Disiplin, Cermat)

uisioner akan Tanpa kedisiplinan maka hasil kuisioner tidak

ngan akan selesai dengantepat waktu dan apabila

tidak cermat, maka hasil kuisioner kurang bisa

dipertanggungjawabkan.

mutu) 4. Komitmen Mutu (Berorientasi mutu)

rorientasi Jika kegiatan dilakukan tanpa berorientasi

alam mutu, maka tidak akan ada perbaikan dalam

pembelajaran.

82

9. Melaporkan hasil 5. Anti Korupsi (Jujur, Adil)
pembelajaran kepada Dengan adanya rasa jujur dan adil
mentor melakukan evaluasi akhir melalui h
kuisioner, maka hasil isian kuision
dipertanggungjawakan.

1. Akuntabilitas (Tanggung jawab,
Konsistensi)
Dengan Tanggung jawab dan kons
kegiatan aktualisasi akan diakui ke
dan dapat dipertanggungjawabkan

2. Nasionalisme (Musyawarah)
Dengan musyawarah, hasil laporan
aktualisasi mendapatkan arahan da
sehingga dapat mempermudah dala
penyusunan laporan.

3. Etika Publik (Sopan)
Dengan sikap yang sopan dalam me
hasil kegiatan aktualisasi kepada me

8

5. Anti Korupsi (Jujur, Adil)

dalam Tanpa adanya rasa jujur dan adil dalam

hasil isian melakukan evaluasi akhir melalui hasil isian

ner dapat kuisioner, maka hasil isian kuisioner kurang

dapat dipertanggungjawakan.

1. Akuntabilitas (Tanggung jawab,

Konsistensi)

sistensi, Tanpa Tanggung jawab dan konsistensi,

ebenarannya kegiatan aktualisasi tidak akan diakui

kebenarannya dan tidak dapat

dipertanggungjawabkan

2. Nasionalisme (Musyawarah)

n kegiatan Tanpa musyawarah, hasil laporan kegiatan

ari mentor aktualisasi tidak mendapatkan arahan dari

am mentor sehingga dapat menghambat dalam

penyusunan laporan.

3.Etika Publik (Sopan)

enyampaikan Tanpa sikap yang sopan dalam menyampaikan

entor, maka hasil kegiatan aktualisasi kepada mentor, maka

83

akan mendapatkan arahan untuk pen
laporan selanjutnya.
4. Komitmen Mutu (Efektif)
Jika kegiatan ini dilakukan dengan bai
arahan dari mentor, maka kegiatan i
dilakukan secara efektif, sehingga h
sesuai dengan harapan.

10. Menyusun kegiatan 5.Anti Korupsi (Jujur)
laporan aktualisasi Menyampaikan hasil pembelajaran s
kondisi sebenarnya. Agar memperm
penyusunan laporan.

1. Akuntabilitas (Jujur, Tanggung j
Dengan jujur dan tanggung ja
laporan yang disusun sesuai deng
aktualisasi yang telah dilakukan se
dipertanggungjawabkan dengan bai

2. Nasionalisme (Etos kerja)
Jika kegiatan ini dilakukan dengan

8

nyusunan tidak akan mendapatkan arahan untuk

penyusunan laporan selanjutnya.

2. Komitmen Mutu (Efektif)

ik sesuai Jika kegiatan initidak dilakukan dengan baik

ini dapat sesuai arahan dari mentor, maka kegiatan ini

hasil laporan tidak akan bisa dilakukan secara efektif,

sehingga hasil laporan tidak sesuai dengan

harapan.

5.Anti Korupsi (Jujur)

sesuai Menyampaikan hasil pembelajaran sesuai

mudah dalam kondisi sebenarnya. Jika tidak dilakukan akan

menghabat penyusunan laporan.

jawab) 1. Akuntabilitas (Jujur, Tanggung jawab)

awab, maka Tanpa jujur dan tanggung jawab, maka laporan

gan kegiatan yang disusun tidak sesuai dengan kegiatan

ehingga dapat aktualisasi yang telah dilakukan sehingga tidak

ik. dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

2. Nasionalisme (Etos kerja)

etos kerja, Jika kegiatan ini dilakukan tanpa etos kerja,

84

maka laporan bisa disusun dengan b
3. Etika Publik (Cermat)

Dengan kecermatan hasil laporan a
dengan apa yang di harapkan dan d
dipertanggungjawabkan.
4. Komitmen Mutu (Efektif)
Laporan yang dibuat hasilnya sesua
5. Anti Korupsi (Disiplin)
Laporan aktualisasi selesai tepat w

8

baik. maka laporan tidak bisa disusun dengan baik.
3. Etika Publik (Cermat)
akan sesuai
dapat Tanpa kecermatan hasil laporan tidak akan
sesuai dengan apa yang di harapkan.

ai harapan. 4. Komitmen Mutu (Efektif)
waktu. Laporan yang dibuat hasilnya tidak sesuai
harapan.

5. Anti Korupsi (Disiplin)
Laporan aktualisasi tidak bisa selesai tepat
waktu.

85

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pelaksanaan aktualisasi merupakan kegiatan yang pada intinya

untuk menindaklanjuti isu atau masalah dengan memberikan tindakan
berupa gagasan pemecahan isu. Isu yang diangkat yaitu kurangnya
motivasi belajar penjumlahan pada siswa kelas 1, sehingga gagasan
pemecahan isunya yaitu Penggunaan media Si Polan (Pohon
Penjumlahan) untuk meningkatkan motivasi belajar penjumlahan siswa.
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah disajikan sebelumnya,
maka dapat disimpulkan bahwa:

1) Nilai-nilai dasar ASN dapat terwujud dalam proses pembelajaran di
SDN Pucangsimo I yaitu nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) terlihat
disetiap kegiatan yang dilakukan.

2) Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media Si Polan
(Pohon penjumlahan) dapat meningkatkan motivasi belajar
penjumlahan pada siswa kelas 1 yang ditunjukan dengan hasil rekap
kuisioner orang tua sebelum dan sesudah penerapan media. Sebelum
menerapkan media Si Polan (Pohon penjumlahan), siswa yang
termotivasi untuk belajar penjumlahan sebanyak 26,78%. Setelah
menggunakan media Si Polan (Polan penjumlahan) siswa yang
termotivasi untuk belajar penjumlahan sebanyak 76,90%., Ini berarti
pembelajaran menggunakan media Si Polan (Pohon penjumlahan)
dapat meningkatkan motivasi belajar penjumlahan siswa dengan
menerapkan nilai ANEKA dalam pelaksanaanya. Selama
pembelajaran jarak jauh,siswa membutuhkan pembelajaran yang
menarik agar tidak bosan. Oleh sebab itu penulis sebagai guru
berusaha membuat pembelajaran yang menyenangkan bagi anak.
Dimana dengan menggunakan media Si Polan (Pohon penjumlahan)
anak-anak bisa belajar sambil bermain, supaya pembelajaran menjadi

86

bermakna dan menyenangkan, sehingga siswa dapat memahami
materi yang disampaikan dengan mudah. Penggunakan media Si
Polan (Pohon penjumlahan) belum pernah diterapkan sebelumnya
mampu menarik perhatian siswa, dengan dikombinasikan dengan
kegiatan yang dilakukan dengan benda konkret sesuai tahapan
berpikir anak kelas1.
5.2 SARAN

Berdasarkan simpulan diatas, maka saran yang dapat
diberikan sebagai berikut:
1. Bagi Guru
a. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus menarik dan

dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, agar siswa tidak
mudah bosan dalam pembelajaran sehingga siswa dengan
mudah memahami materi.
b. Guru harus bisa memilih media yang bersifat mendidik
sehingga pembelajaran dapat bermanfaat dan siswa lebih cepat
mengerti tentang materi yang telah disampaikan.
c. Guru harus selalu melakukan inovasi pembelajaran, supaya
dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan.
2. Bagi sekolah

Harus terus mengupayakan berbagai cara untuk
meningkatkan mutu proses pembelajaran yang menyeluruh bagi
peserta didik.

87

DAFTAR PUSTAKA
1. Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)
2. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Pasal 40

ayat (2) Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional
3. Suprihatin, S. (2015). Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar
Siswa: Jurnal PROMOSI Program Studi Pendidikan Ekonomi 3 (1), 73-82
4. Peraturan Bupati Jombang No.21 Tahun 2018 BAB IV tentang Tugas Pokok
dan Fungsi Satuan Pendidikan daerah Pasal 7
5. Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) nomor 12 Tahun 2018.
6. Permendiknas No. 35 Tahun 2010 tentang petunjuk teknis pelaksanaan
jabatan fungsional guru

88

89


Click to View FlipBook Version