YaayyaassaannTaTraarkaankiatanPiteandPiednikdaindAikgamn aAdgaanmBaudKi Paetokelrikti KeellaassVVIIII ii
Sekolah Menengah Pertama
PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK
KELAS VII
Tim Penyusun : SMP Santo Yosef Lahat
1. Agnes Ratih Widiawati, S.Ag SMP Tarakanita Gading Serpong
2. Eustacheus Pancasetyanto, S.Pd. SMP Sint Carolus Bengkulu
3. Josua Raymondo Silalahi, S.Pd.
Ilustrator & Cover : Agus Budi Santoso
Editor : Tim penyusunan buku Yayasan Tarakanita
Penelaah :
1. Katarina Daryati, S. Pd SMP Tarakananita Citra Raya Tangerang
2. Patricia Jetty Surya Dewi SMP Tarakanita Solo Baru, Jawa Tengah
3. Christina Setyo Budi Prihati, S.Ag SMP Pendowo Ngablak, Jawa Tengah
Hak Cipta pada Yayasan Tarakanita dan dilindungi Undang-Undang.
Dilarang mengutip, memperbanyak, atau memperjual-belikan sebagian atau seluruh
isi buku ini dalam bentuk apa pun (seperti cetakan, fotocopy, microfilm, VCD, CD-
ROM, Rekaman Suara, softfile pdf) tanpa izin tertulis dari pemegang hak
cipta/Penerbit.
* E-book ini untuk kalangan Internal Peserta Didik Sekolah Tarakanita Indonesia
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII i
Sekolah Menengah Pertama
KATA PENGANTAR
“Dengan kesabaran dan susah payah kami terus bekerja dengan keinginan
besar untuk maju, ya... maju...” (Elisabeth Gruyters art. 53)
Pujian dan syukur ke hadirat Tuhan sang Pecinta hati kami yang manis, yang
karena kasih dan penyertaanNya, kami senantiasa dianugerahi rahmat kesehatan,
ketekunan, dan kesiapsediaan memberikan diri dalam keseluruhan proses
pelayanan kepada peserta didik. Pun atas perkenananNya, dengan berbekal
komitmen untuk memberikan layanan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi kontekstual, kami berproses mulai dari persiapan, penyusunan, dan
finalisasi referensi belajar yang dikemas dalam bentuk elektronik ini dengan baik.
Seluruh materi buku ini disusun berdasarkan tuntutan Kurikulum Nasional
ditujukan secara khusus bagi peserta didik sekolah-sekolah di bawah pengelolaan
Yayasan Tarakanita. Disusun berdasarkan konsep dan pengertian baku dari ilmu
pengetahuan, disesuaikan dengan kebutuhan taraf perkembangan dan tuntutan
kemahiran kompetensi sesuai jenjang, dan disertai dengan berbagai pembahasan
beserta contoh-contoh dalam kehidupan konkrit, diharapkan materi pembelajaran
ini sesuai dengan kebutuhan implementatif pengalaman sehari-hari peserta didik di
tengah-tengah masyarakat.
Sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi di era digital, di mana
dibutuhkan akses yang mudah, cepat, dan efektif dalam proses pembelajaran,
maka buku ini kami terbitkan dalam bentuk buku elektronik. Semoga keberadaan
buku elektronik ini dapat membantu peserta didik mempersiapkan pembelajaran,
memenuhi kebutuhan pengetahuan, dan menjadi referensi yang cukup bagi
persiapan dan proses penyelesaian tugas dan/atau penilaian sesuai dengan tuntutan
materi tertentu.
Buku elektronik yang telah tersedia ini tentu masih jauh dari sempurna, pun
demikian kekurangan dan kesalahan yang tentu tidak disengaja. Kami sangat
terbuka terhadap masukan, kritik dan saran dari siapapun yang berkehendak baik
membantu proses perbaikan dan peningkatan kualitas/mutu dari buku ini di masa
yang akan datang.
Jakarta, Juni 2021
Tim e-book Yayasan Tarakanita
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII ii
Sekolah Menengah Pertama
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan
rahmat dan karunia-Nya sehingga e-book Pendidikan Agama dan Budi Pekerti kelas 7
ini dapat diselesaikan dan diselaraskan sesuai perkembangan Kurikulum 2013. E-book
ini memberikan pendekatan belajar agar peserta didik mudah memahami materi yang
terkandung di dalamnya. Sehingga di harapkan peserta didik mampu mengembangkan
wawasan keagamaan, mengasah ketrampilan dan mewujudkan sikap beragama yang
utuh dan seimbang.
Dalam penyusunan e-book ini diharapkan peserta didik semakin menghayati
kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa hidup yang dialami setiap hari dengan tidak
lepas dari peran diri sendiri, teman, sahabat, pacar, orang tua dan tak lupa Tuhan sang
sumber kasih abadi.
Dengan menimba sumber hidup dari Kitab Suci dan refleksi diri sebagai muara
dari proses pembelajaran, diharapkan akan dapat diaktualisasikan dalam tindakan
nyata dan sikap keseharian. Seperti yang tertuang dalam perikop Kitab Suci Lukas 6:
36 “Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati” Demikanlah
hendaknya peserta didik tidak hanya sekedar belajar secara teori tetapi mampu
mengembangkan nilai-nilai kemanusian dan pembentukan budi pekerti yang luhur.
Baik dalam hubungan dengan diri sendiri, sesama, lingkungan dan Tuhan.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan e-book ini jauh dari kesempurnaan,
sesuai dengan peribahasa yang menyatakan bahwa “ Tak ada gading yang tak retak“,
maka penulis menerima kritik dan saran yang membangun bagi kesempurnaan e-book
ini. Akhirnya penulis berharap semoga e-book ini dapat memenuhi harapan kita semua.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII Tim Penulis
iii
DAFTAR ISI
Profil Penyusun ……………………………………………………… i
Kata Pengant…...……………………………………………………… ii
Daftar Isi ...........……………………………………………………… iii
Bab 1 Manusia Citra Allah ………………………………...………. 1
A. Aku Citra Allah yang Unik ………………………………….......... 1
B. Tugasku Sebagai Citra Allah ……………………..……..………… 9
C. Aku memiliki Kemampuan ……………………………………….. 15
D. Kemampuanku Terbatas …… …………………………………..... 26
E. Syukur Sebagai Citra Allah ………….…………………………..... 42
52
Bab 2 Aku Diciptakan Sebagai Perempuan atau laki-laki ............. 52
A. Aku Bangga Sebagai Perempuan Atau Laki-laki ………..……...... 60
B. Perempuan dan Laki-Laki Sederajat ……………...………………. 67
C. Mengembangkan Diri Sebagai Perempuan atau Laki-laki ………..
77
Bab 3 Peran Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat Bagi 77
perkembanganku ……………………………………...…….. 87
96
A. Peran Keluarga Bagi Perkembanganku …....…………………….. 105
B. Peran Sekolah Bagi Perkembanganku …………………………… 112
C. Peran Gereja Bagi Perkembanganku …………………………….. 112
D. Peran Masyarakat Bagi Perkembanganku ……………………….. 131
Bab 4 Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan ….……………... 140
A. Berteman ………………………………………………………….
B. Bersahabat …………….…………………………………………
C. Berpacaran ………………………………………………………..
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII ii
DAFTAR ISI
Bab 5 Meneladani Karakter dan Sikap Yesus …………………….. 148
A. Yesus Sang Pendoa……………………………………………….. 148
B. Yesus Sang Berbelas Kasih ……………………………..………... 154
C. Yesus Sang Pengampun …………………………………………... 160
Bab 6 Nilai-nilai Dasar Yang Diperjuangkan Yesus……………….. 174
A. Kebebasan Anak-Anak Allah …………………………................... 175
B. Sabda Bahagia …….…………………………………….………… 179
C. Kasih Yang Tidak Membedakan ..………………………………… 186
D. Membangun Diri Seturut Teladan Yesus …………………………. 192
Daftar Pustaka …………………..………………................................. .197
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII iii
BAB MANUSIA CITRA ALLAH
1
Kompetensi Dasar Indikator
1.1 Bersyukur karena 1.1.1 Menyatakan syukur atas keberadaan dirinya
dirinya diciptakan yang diciptakan sebagai citra Allah yang unik
sebagai citra Allah.
1.2. Percaya diri terhadap 1.2.2 Percaya diri mengungkapkan keunikan dirinya
keunikan diri sebagai sebagai citra Allah
citra Allah.
3.2.1 Menginventarisasi ciri-ciri yang menjadikan
3.2 Memahami keunikan seseorang disebut unik.
diri sebagai citra Allah.
3.2.2 Menjelaskan sikap sikap yang muncul dalam
menghadapi keunikan beserta dampaknya pada
tindakan.
3.2.3 Menyebutkan perbedaan antara manusia dan
ciptaan Tuhan lainnya.
3.2.4 Menjelaskan makna manusia sebagai citra Allah
berdasarkan Kej. 1: 26-28.
3.2.5 Menjelaskan sikap dan perilaku manusia yang
mencerminkan dirinya sebagai citra Allah.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mendalami materi tentang Aku Citra Allah yang Unik siswa dapat :
1. Menginventarisasi ciri-ciri yang menjadikan seseorang disebut unik.
2. Menjelaskan sikapsikap yang muncul dalam menghadapi keunikan beserta
dampaknya pada tindakan.
3. Menyebutkan perbedaan antara manusia dan ciptaan Tuhan lainnya.
4. Menjelaskan makna manusia sebagai citra Allah berdasarkan Kej. 1: 26-28.
5. Menjelaskan sikap dan perilaku manusia yang mencerminkan dirinya sebagai citra
Allah.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 1
MANUSIA CITRA ALLAH
A. AKU CITRA ALLAH YANG UNIK
1. PENGANTAR
Manusia diciptakan Tuhan sebagai yang istimewa. istimewa dibanding
mahkluk yang lain. Sebagai pribadi manusia diberikan keunikan masing-masing
baik secara fisik, talenta, dan sikap.
Itulah misteri Tuhan yang menciptakan manusia secara unik. Manusia memiliki
ciri khas yang berbeda dengan manusia yang lain termasuk pada anak
kembar sekalipun.
Dengan memahami keunikannya manusia hendaknya dapat mensyukuri
anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Ada yang diberikan fisik yang baik
ganteng, cantik, sehat. Ada pula yang diberikan talenta bidang musik, olah
raga, pelajaran dan taleanta yang lain. Yang tidak kalah pentingnya ada yang
diberikan kemurahan hati untuk berbagi dan kepada teman.
Pada tema Aku manusia makhluk yang unik ini kita diajak untuk
merenungkan apa perbedaan kita dengan teman yang lain baik secara fisik,
kemampuan dan sikap. Dengan mengetahui perbedaan dengan teman yang
ain kita dapat semakin mengenali pribadi kita dan tetap mensyukuri dan
mengembangkan kemampuan yang kita miliki.
Sebagai inspirasi pendalam materi ini akan disajikan kisah dari anak-anak di
SPI yang bangkit dari kemiskinannnya untuk memperoleh sukses.
2. DOA PEMBUKA
Allah Bapa yang murah hati, syukur kepada-Mu atas atas segala berkat
yang senantiasa Engkau berikan kepada kami dari lepas hari
Ya Bapa Engkau telah mempuyai rencana indah terhadap kami,
Kami bersyukur karena berjumpa dengan teman-teman yang baru.
Ajarilah kami Ya Bapa supaya dapat semakin mengenal diri dan keunikan diri
kami dan teman-teman sehingga kami selalu bisa bersyukur kepada-Mu.
Semoga hati kami semakin terbuka untuk mengembangkan diri kami ya Bapa.
Seluruh doa ini kami panjatkan kepada-Mu dengan perantaraan Kristus Tuhan
kami.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 2
MANUSIA CITRA ALLAH
3. MENYIMAK KISAH
Anak Garuda, Perjuangan Anak-anak
SPI Bangkit dari Kemiskinan
Semarang, Beritasatu.com - Perjuangan anak-anak pinggiran untuk bangkit
dari keterpurukan dan kemiskinan, menjadi tema besar dari Film Anak Garuda.
Film yang disutradarai Faozan Rizal itu mengangkat kisah nyata tujuh alumni
SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur.
Ketujuh alumni SPI itu adalah Sheren, Dilla, Olfa, Robet, Yohana, Sayyidah,
dan Wayan. Mereka adalah anak-anak yang menderita luka batin dan kepahitan
hidup akibat belenggu kemiskinan, ditinggal mati ayah atau ibu, atau disia-
siakan orang tua
Jangankan untuk melanjutkan sekolah, sebab untuk makan pun sulit. Maka, saat
Julianto Eka Putra, membangun SMA SPI pada 2007 silam, sontak impian anak-
anak kurang beruntung itu pun terwujud. Bukan hanya bersekolah gratis,
mereka pun diajarkan pendidikan karakter dan enterpreunership.
Menurut Julianto, film ini mengisahkan bagaimana dirinya sebagai mentor
memiliki metode yang unik dalam menangani anak-anak yatim piatu dengan
banyak luka batin dan kepahitan hidup, lalu mentransformasi mereka menjadi
pribadi yang bernilai.
Johan Budiman Raharjo, mentor yang juga founder SPI menambahkan, SMA
SPI sendiri merupakan sekolah yang dikhususkan untuk anak-anak yang tidak
bisa lanjut sekolah karena terkendala biaya. Baik itu kaum dhuafa, anak yatim
maupun yatim piatu.
SPI yang setiap tahun menerima sedikitnya 100 siswa itu, diasuh oleh 25 guru
profesional dengan memperoleh selain pelajaran teori dan sebagian besar
diutamakan pratikum di berbagai bidang entrepreneur.
“Mereka juga belajar bagaimana mengatasi perbedaan suku, ras, agama,
mengatasi luka batin dan kepahitan hidup yang pernah mereka alami, serta
menjadi pengendali bagi diri mereka sendiri dan segala masalahnya minder,
kemarahan, kebencian, iri hati, dan sebagainya,” tutur Johan.
3
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII
MANUSIA CITRA
ALLAH
Anak Garuda, Perjuangan Anak-anak SPI Bangkit dari Kemiskinan
Menurutnya, mereka ini boleh dibilang berjuang dari titik nol atau bahkan minus
untuk membalikkan keadaan dan menjadi orang-orang yang berhasil. Kisah
perjuangan anak-anak ini yang harus disampaikan ke seluruh Indonesia melalui film
Anak Garuda.
Tak hanya kisah tentang perjuangan tujuh alumni dengan latar keluarga tidak
mampu untuk menjadi individu sukses (from zero to hero), film ini juga
mengangkat kisah di balik berdirinya Sekolah Selamat Pagi Indonesia, yaitu
Julianto Eka Putra sebagai pendiri sekaligus mentor bagi mereka.
“Di sini adalah cerita bagaimana anak-anak di pelosok dengan berbeda suku,
agama, ras, mereka bekerja sama. Itu yang diangkat, terinspirasi dari kisah-kisah
nyata mereka. Bisa dibilang ini film cukup personal, mimpinya bukan hanya
destinasi, tapi transformasi untuk menjadi sukses,” ujar Johan.
4. Mendalami kisah
a. Bagaimana perasaan anda mendengar kisah anak-anak SPI dalam cerita di
atas?
b. Bagian mana yang menarik dari kisah di atas
c. Apa yang membuat anak-anak SPI memperoleh kesuksesan?
d. Pesan apa yang dapat dipetik dari kisah di atas
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 4
MANUSIA CITRA ALLAH
5. BACAAN KITAB SUCI
Membaca teks kejadian 1 : 26 - 27
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah
Kita menjadikan manusia menurut gambar dan
rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-
ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas
ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala
binatang melata yang merayap di bumi."
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu
menurut gambar-Nya, menurut gambar
Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan
perempuan diciptakan-Nya mereka.
Diskusi Kelompok Mendalami teks Kejadian 2 : 26 -27
Diskusikan dengan teman duduk semeja dengan menjawab pertanyaan
penuntun untuk mendalami teks Kejadian 2 : 26 -27 di bawah ini!
1. Apa artinya manusia disebut sebagai citra Allah dalam Kej 2 : 26?
2. Dalam hal apa manusia mirip dengan Tuhan ?
3. Mengapa Tuhan menciptakan manusia berbeda satu dengan yang lain
4. Bagaimana anda menerima keunikan yang diberikan oleh Tuhan ?
5. Apa yang harus dikembangkan supaya kita bisa mejadi orang maju
dan berkembang ?
Pleno : Melaporkan hasil diskusi secara bergiliran di depan kelas
6. MATERI
a. Dalam Kej 2 : 26 manusia disebut sebagai citra Allah artinya manusia
segambar dan serupa dengan Allah. Manusia sebagai ciptaan Allah yang
sempurna dibanding ciptaan yang lain karena manusia memiliki akal budi,
hati nurani dan kebebasan.
5
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII
MANUSIA CITRA ALLAH
b. Meskipun sesungguhnya manusia tidak selayaknya jika dibandingkan
dengan Allah namun jika direnungkan aspek manusia yang paling
mendekati jika dibandingkan dengan Tuhan karena manusia yang
memiliki akal budi. Dengan akal budi manusia bisa menciptakan
seperti Tuhan menciptakan segala jenis makluk hidup sedangkan
manusia hanya menciptakan dan menemukan barang sebagai penunjang
kehidupannya.
c. Manusia disebut sebagai sebagai citra Allah karena mewarisi sedikit
sifat baik Tuhan. Sebagai contoh manusia memiliki sifat mengasihi,
menolong yang menderita, mengampuni yang bersalah, merawat
memelihara alam dan makluk lain.
d. Dengan memewujudkan sifat –sifat baik kepada sesama dalam hidup
sehari-hari harapannya kehadiran manusia menjadi semakin
menampakkan belas kasih, kebaikan, kemurahan dan kerahiman Tuhan.
7. PENEGUHAN
a. Manusia diciptakan Allah menurut gambar dan rupa Allah
b. Sebagai Citra Allah manusia diciptakan secara unik, berbeda dengan
makhluk lain dan berbeda masing-masing sebagai manusia
c. Sebagai citra Allah manusia seharusnya semakin memancarkan wajah
Allaj melui perkataan, sikap dan perbuatan dalam kehidupa sehari-hari.
8. DOA PENUTUP
https://www.pngdownload.id/png-cnw27k/
Allah Bapa yang murah hati, syukur kepada-Mu atas atas segala berkat
yang senantiasa Engkau berikan kepada kami dari lepas hari ini
Ya Bapa Engkau telah mempuyai rencana indah terhadap kami,
Kami bersyukur karena berjumpa dengan teman-teman yang baru.
Ajarilah kami Ya Bapa supaya dapat semakin mengenal diri dan keunikan
diri kami dan teman-teman sehingga kami selalu bisa bersyukur kepada-Mu.
Semoga hati kami semakin terbuka untuk mengembangkan diri kami ya
Bapa.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 6
MANUSIA CITRA ALLAH
9. UJI KOMPETENSI DENGAN UNJUK KERJA
Gambaran Diri
Pada bagian ini anda akan membuat aktivitas sehubungan dengan
gambaran diri dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Pikirkan salah satu benda yang berada di alam sekitar, di rumah, di maupun
sekolah yang anda sukai yang memiliki makna dalam kehidupan anda.
Misalnya, tanaman, air, lampu, boneka, HP, air, dan lain-lain.
Setelah menemukan gambar yang dipilih selanjutnya gambarlah secara
sederhana dalam kotak yang disediakan dan berikan keterangan seperti
contoh di bawah ini!
CONTOH UNJUK KERJA
Gambar Yang Dipilih : LILIN
https://www.pngdownload.id/png-
cnw27k/
Alasan mengapa saya memilih gambar lilin:
1. Meskipun nyalanya kecil namun ketika mati lampu sangat berguna
untuk menerangi
2. Kelak saya juga ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain
3. Saya memiliki kelebihan pintar berhitung, jago main basket dan musik,
suka membantu orang tua dan teman,
4. Saya terkadang merasa kecil seperti gambar lilin itu nyalanya mudah
mati tertiup angin
5. Saya memiliki kelemahan malas bangun, sering teledor, suka meledek
teman, suka membantah orang tua
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 7
MANUSIA CITRA ALLAH
AKTIVITAS GAMBARAN DIRI
Setelah menemukan gambar benda yang cocok dengan gambaran diri anda
gambarlah benda .tersebut pada kotak di bawah ini dan berikan keterangan
seperti contoh di atas.
GAMBARAN DIRIKU: ……………………
GAMBAR : ………………………………………………………………
ALASAN MENGAPA SAYA MEMILIH GAMBAR :
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
…………………………………………..………..….....................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
…………………………………………………………………...........................................................................
...............................................................................................................................................
…………………………………………………………………................................................................
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 8
MANUSIA CITRA ALLAH
B. TUGAS MANUSIA SEBAGAI CITRA ALLAH
Kompetensi Dasar Indikator
3.1 Menemukan keunikan 3.2.1 Menceritakan berbagai kondisi ciptaan Tuhan
diri sebagai citra Allah yang memprihatinkan saat ini
yang baik adanya
3.2.2 Membuat pertanyaan penyebab kondisi
memprihatinkan tersebut terjadi
3.2 Memahami ajaran 3.2.1 Mencari ajaran Gereja tentang tugas manusia
Kitab Suci dan ajaran sebagai citra Allah
Gereja tentang makna 3.2.2 Menganalisis sejauh mana kondisi
Yesus Kristus sebagai
Allah yang menjelma memprihatinkan tersebut sesuai dengan tugas
manusia sebagai citra Allah
3.2.3 Merumuskan pesan yang terkandung dalam
menjadi manusia ajaran Gereja tentang tugas manusia sebagai
citra Allah
4.2 Melakukan aktivitas 4.2.1 Menuliskan hasil refleksi tentang
(misalnya membuat pelaksanaan tugas sebagai citra Allah
refleksi dan niat ) 4.2.2Menuliskan tindakan yang akan
tentang kehidupan doa dilakukan sebagai perwujudan pemahaman
selama ini. tugasnya sebagai citra Allah
Tujuan Pembelajaran
1. Menceritakan berbagai kondisi ciptaan Tuhan yang memprihatinkan saat ini
2. Membuat pertanyaan penyebab kondisi memprihatinkan tersebut terjadi
3. Mencari ajaran Gereja tentang tugas manusia sebagai citra Allah
4. Menganalisis sejauh mana kondisi memprihatinkan tersebut sesuai dengan
tugas manusia sebagai citra Allah
5. Merumuskan pesan yang terkandung dalam ajaran Gereja tentang tugas
manusia sebagai citra Allah
6. Menuliskan hasil refleksi tentang pelaksanaan tugas sebagai citra Allah
7. Menuliskan tindakan yang akan dilakukan sebagai perwujudan pemahaman
tugasnya sebagai citra Allah
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 9
MANUSIA CITRA ALLAH
1. PENGANTAR
Dalam kitab kejadian 2 : 28 Tuhan memberikan tugas kepada manusia
unutk mengusai alam semesta yang telah diciptakan Tuhan. Manusia
dijadikan Tuhan sebagai rekan kerja Tuhan untuk meneruskan karya
penciptaan Tuhan.
Dengan akal budinya manusia manusia telah mennemukan dan menciptakan
alat dan mesin untuk menunjang kehidupan.
Menurut Marshall Mc Luhan teknologi ciptaan manusia sebagai bentuk
perluasan dari fungsi tubuh manusia. Misalnya alat berat sebagai perluasan
tangan manusia, mobil dan kendaraan perluasan kaki manusia, kamera
perluasan mata manusia dan computer bentuk perluasan dari otak manusia.
Manusia juga mengembangkan keanekaragaman budi daya tanaman dan
binatang menjadi species yang unggul.
Walaupun banyak ilmuwan dan manusia yang mengembangkan alam untuk
kesejahteraan manusia namun tidak sedikit manusia yang mengambil sumber
alam secara sembarangan , merusak bahkan menghacurkan alam.
Tugas manusia sekarang kembali kepada tugas manusia untuk menjalankan
tugas luhur dari tuhan untuk menguasai alam dan ciptaan yang lain secara
positif. Bukan menguasai untuk mengeksploitasi dan merusak tetapi
memanfaatkan, merawat dan melestarikan alam dan ciptaan supaya dinikmati
oleh gernerasi penerus.
2. DOA PEMBUKA
Allah Bapa yang murah hati,
Engkau telah menganugerahkan alam dan ciptaan-Mu untuk kesejahteraan
kami.
Ajarilah kami supaya kami bisa menghargai merawat alam dan ciptaan-Mu
supaya tetap bisa dinikmati untuk kesejahteraan sesama kami dan dapat
dinikmati oleh generasi penerus kami.
Demi Kristus pengantara kami kini dan sepanjang segala masa.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 10
MANUSIA CITRA ALLAH
3. MENYIMAK LAGU
Eart Song, Michael Jackson
https://www.youtube.com/watch?v=sqFlKwzZ6ME
What about sunrise
What about rain
What about all the things
That you said we were to gain...
What about killing fields
Is there a time
What about all the things
That you said was yours and mine...
Did you ever stop to notice
All the blood we've shed before
Did you ever stop to notice
The crying Earth the weeping shores?
Aaaaaaaaa... Ooooooooo...
Aaaaaaaaa.. Ooooooooo...
4. MENDALAMI LAGU
Pertanyaan
a. Mengapa dalam lagu di atas disebut bumi menangis ?
b. Kerusakan apa yang terjadi yang digambarkan dalam lagi tersebut?
c. Mengapa alam bisa mengalami kerusakan ?
d. Apa pesan moral dari lagu eart song di atas
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 11
MANUSIA CITRA ALLAH
5. MENDALAMI KITAB SUCI
Membaca teks dari Kejadian 1 :26-29
26Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar
dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-
burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala
binatang melata yang merayap di bumi."
27Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut
gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya
mereka.
28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:
"Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah
itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas
segala binatang yang merayap di bumi."
29Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-
tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang
buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu
Diskusi : Mendalami teks Kejadian 1 :26-29
Pertanyaan untuk mendalami teks Kejadian :26-29
1. Menurut teks kitab suci di atas apa tugas manusia yang diberikan
oleh Tuhan ?
2. Apa contoh tugas yang sudah dilaksanakan dengan baik ?
3. Apakah contoh tugas manusia yang disalah gunakan?
4. Apa penyebab manusia menyalahgunakan tugas dari Tuhan?
LAPORAN HASIL DISKUSI
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 12
MANUSIA CITRA ALLAH
6. PENDALAMAN MATERI
a. Menurut amanat kitab Kejadian 1: 26 = 29 manusia diberi tugas sangat
mulia dari Tuhan untuk menguasai alam yang telah diciptakan
Tuhan.
b. Tugas “ menguasai” bisa semestinya diberikan makna yang positif
yakni memanfaatkan, memelihara dan melestarikan alam ciptaan
Tuhan.
c. Dengan mendapat tugas mulia untuk menguasai secara positif manusia
mempunyai tanggung jawab yang besar untuk memanfaatkan alam
seluas-luasnya demi kesejahteraan seluruh cipataan dan kelangsungan
generasi yang akan datang.
d. Dengan akal budi yang dimiliki manusia dapat mengembangkan
pengetahuan, teknologi dan penemuan hal-hal yang baru untuk
meningkatkan kesejahteraan manusia dan ciptaan yang lain.
e. Sebaliknya ada sebagian manusia yang kurang tepat dalam
menafsirkan tugas dari Tuhan. Tugas untuk “ menguasai” diartikan
secara negatif yakni mengambil secara besar-besaran sumber daya
alam. Akibatnya terjadi bencana alam, kerusakan alam, kepunahan
species tumbuhan dan hewan dan ancaman kelangkaan sumber daya
alam dan perang yang memakan banyak korban.
f. Akar dari kesalahan masusia dalam menafsirkan tugas dari Tuhan
adalah sifat manusia yang rakus dan ingin menjadi penguasa atas
segalanya,
g. Harapanya manusia tetap melaksanakakan tugas mulia untuk
memanfaatkan, merawat dan melestarikan alam sehingga manusia bisa
semakin menampakkan citra atau wajah Tuhan di dunia.
7. DOA PENUTUP
Allah Bapa yang murah hati,
Engkau telah menganugerahkan alam dan ciptaan-Mu yan berlimpah-
limpah
Ajarilah kami supaya kami bisa menghargai merawat alam dan ciptaan-
Mu.
Hindarkanlah kami sifat tamak yang dapat berdampak merusak alam
Ajarkanlah kepada kami untuk terus bisa mensyukuri alam anugerah-Mu
dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan kami semua.
Demi Kristus pengantara kami kini dan sepanjang segala masa.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 13
MANUSIA CITRA ALLAH
UJI KOMPETENSI
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang lengkap dan tepat!
1. Apa tugas manusia yang diberikan Tuhan menurut kitab Kejadian 1: 26 -
29?
2. Apa artinya tugas menguasai alam secara positif?
3. Berikan 3 contoh yang keliru yang dilakukan sebagian manusia dalam
melaksanakan tugas manusia untuk menguasai alam?
4. Apa alasan utama manusia menyalah gunakan tugasnya yang
berdampak merusak alam dan membahayakan keselamatan sesama
manusia.
https://www.hrexcellency.com/quotes/usia-pendek-tapi-sarat-makna/
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 14
MANUSIA CITRA ALLAH
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
Kompetensi Dasar Indikator
3.2 Memahami berbagai 3.2.1 Menyebutkan berbagai kemampuan yang
kemampuan dan dimiliki, baik menurut pandangan sendiri
keterbatasan dirinya maupun orang lain.
3.2.2Menyebutkan cita-cita di masa depan
berdasarkan kemampuan yang dimiliki
3.2.3Menjelaskan cara dan sikap yang perlu
dimiliki dalam usaha mengembangkan
kemampuan
3.2.4Menjelaskan pesan kutipan Kitab Suci
Matius 25 : 14- 30 berkaitan dengan upaya
mengembangkan kemampuan
4.2 Menyusun rencana dan 4.2.1 Menyusun doa syukur atas berbagai
melaksanakan kegiatan kemampuan yang dimiliki
untuk mengembangkan
kemampuan dan
mengatasi keterbatasan
Tujuan Pembelajaran
1. Menyampaikan pertanyaan tentang berbagai kemampuan yang dimiliki dan
sejauh mana kemampuan tersebut sudah diberkembangkan.
2. Mendalami isi teks Kitab Suci sehingga menemukan
a. Sikap Allah terhadap orang yang tidak mengembangkan talenta
b. Sikap yang dikehendaki Allah terhadap talenta kita
c. Akibat yang timbul jika kita tidak mengembangkan talenta
d. Pandangan Gereja tentang pengembangan talenta
3. Merumuskan niat dan hasil diskusi tentang pesan ajaran Gereja bagi
pengembangan kemampuan.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 15
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
1. Pengantar
Sangat marak acara di televisi yang berlabel untuk pencarian
bakat. Salah satu ajang pencarian bakat televisi tingkat dunia adalah America
‘s Got Talent, jika untuk televisi nasional diantara Indonesia Idol, KDI /kontes
dangdut Indonesia, Hafiz cilik dan masing banyak lagi. Acara-acara tersebut
memperlihatkan adanya perjuangan peserta yang luar biasa dalam menggali
dan mengembangkan diri. Acara tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kita
untuk melihat sejauh mana kita mengenal dan mengembangkan kemampuan
kita.
Berdasarkan iman Katolik, untuk menjalankan penggilan hidup
kita sebagai citraNya, Allah telah mengaruniakan kemampuan kepada kita
masing-masing. Pokok materi tentang kemampuanku dapat menjadi
kesempatan untuk menemukan, menyadari, dan mengembangkan anugerah
kemampuan yang telah diterima dari Tuhan.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 16
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
2. BERNYANYI
Aku Pasti Bisa
Lagu: AFI Junior
Kadang ku takut dan gugup dan ku merasa oh oh tak sanggup
Melihat tantangan di sekitarku aku merasa tak mampu
Namun ku tak mau menyerah aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah dan berkata aku bias
Refren
Aku bisa aku pasti bisa ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa setidaknya ku tlah mencoba
Aku bisa aku pasti bisa ku tak mau berputus asa
Coba terus coba sampai aku bisa Aku pasti bisa
Namun ku tak mau menyerah aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah dan berkata aku pasti bisa
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 17
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
3. Doa Pembuka
Allah Bapa Yang Mahabaik, puji syukur kami haturkan kepadaMu, atas
anugerahMu pada hari ini.
Kami telah Kau beri anugerah kesehatan sehingga dapat berkumpul untuk
belajar bersama.
Kami bersyukur pulaatas anugerah kemampuan yang Kau berikan kepada
kami masing-masing, sehingga kami dapat semakin mengembangkan diri
kami.
Dampingilah kami dalam belajar hari ini untuk semakin mengenal
kemampuan kami dan mengembangkannya selaras dengan kehendakMu.
Amin
4. Mengamati
Mengamati gambar yang
memperlihatkan unjuk
kemampuan diri dalam
mengikuti ajang pencarian
bakat.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 18
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
Dari gambar di atas kemukan kesan dan inspirasimu
1. ………………………………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………………………………
3. ………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………....
19
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
5. Membaca Kitab Suci:
Matius 25: 14-30
25:14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian n ke
luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya
kepada mereka
25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta 1 , yang seorang lagi dua dan yang
seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, o lalu ia berangkat
25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang
itu lalu beroleh laba lima talenta..
25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba
dua talenta.
25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di
dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan
perhitungan dengan mereka.
25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima
talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah
beroleh laba lima talenta.
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku
yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara q kecil, aku akan memberikan
kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam
kebahagiaan tuanmu.
25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua
talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 20
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
Matius 25: 14-30
25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang
baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku
akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan
turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang
baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku
akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan
turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku
tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak
menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah:
Ini, terimalah kepunyaan tuan!
25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah
tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat
di mana aku tidak menanam?
25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang
menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya
25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang
mempunyai sepuluh talenta itu..
25:29 Karena setiap orang yang mempunyai , kepadanya akan diberi, sehingga ia
berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan
diambil dari padanya.
25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling
gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 21
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
6. Diskusi Kelompok
Bahan diskusi kelompok
1. Temukan sikap-sikap yang tergambar dalam perumpamaan tentang talenta!
Sikap mana yang menurutmu yang bijaksana?
2. Apa yang kamu pahami dari ungkapan pada ayat 29-30 ?
Bagaimana tamggapanmu terhadap pernyataan tersebut?
Hasil diskusi :
1.
2.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 22
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
7. Peneguhan
❖ Perumpamaan tentang talenta memberi pesan yang cukup jelas. Kemampuan
yang ada pada diri manusia merupakan anugerah Allah,bukan berasal dari diri
manusia itu sendiri. Sikap bertanggung jawab ditunjukkan dengan berusaha keras
mengembangkannya agar berbuah berlipat ganda dan berguna bagi diri sendiri.
Sebaliknya, bila manusia hanya menyimpan kemapuan yang telah diberikan itu,
berarti manusia menyia-nyiakan anugerah itu dan lama kelamaan kemampuannya
itu akan tumpul, bahkan akan hilang.
❖ Banyak cara untuk mengembangkan kemampuan atau talenta, misalnya
1. Melatih diri terus-menerus tanpa takut atau gagal
2. Masuk dalam kelompok atau organisasi yang mempunyai minat yang
sama sehingga dapat saling mengembangkan.
3. Belajar dan berani bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman.
❖ Sikap-sikap berikut perlu dikembangkan dalam mengembangkan kemampuan
adalah
1. Tidak mudah putus asa
2. Tekun
3. Disiplin
4. Berusaha dengan keras
5. Menyertakan Tuhan dalam setiap usaha
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 23
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
9. Tugas
Buatlah doa tertulis yang mengungkapkan rasa syukur atas berbagai kemampuan
yang dimiliki dan tekad untuk mengembangkannya.
9. Penilaian
Penilaian Ketrampilan
Jenis/teknik penilaian : praktik
Bentuk instrument dan instrument : membuat doa yang
mengungkapan syukur atas berbagai kemampuan yang
dimiliki dan tekad untuk mengembangkannya.
Pedoman penskoran
Aspek yang dinilai:
Kesesuaian Isi doa : 25
Bahasa : 25
Kerapian tulisan : 25
Panjang pendeknya doa : 25 +
Jumlah skor : 100
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 24
AKU MEMILIKI KEMAMPUAN
10. Doa Penutup
Untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran, ungkapkanlah doa berikut ini.
Allah sumber segala karunia, syukur dan puji bagiMu
Terima kasih atas berbagai kemampuan yang telah Engkau
anugerahkan kepadaku. Ampunilah aku, ya Allah, jika hingga hari
ini aku belum mampu mengembangkannya dengan baik.
Aku berjanji akan berusaha mengembangkan kemampuan yang
telah Engkau anugerahkan itu agar memberikan manfaat bagi
diriku dan sesama. Jagailah aku juga, ya Tuhan agar aku tidak
menjadi pribadi yang sombong atas kemampuanku. Semoga
karena berkat-Mu, kami selalu berusaha melayani sesama
dengan senang hati. Demi Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami.
Amin.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 25
KEMAMPUANKU TERBATAS
KEMAMPUAN TERBATAS
Kompetensi Dasar Indikator
3.3 Memahami bahwa 3.3.1 Menerima keterbatasan dirinya
dirinya diciptakan dengan penuh syukur.
sebagai citra Allah
yang memiliki 3.3.2 Menunjukkan tanggung jawab
kemampuan dan terhadap berbagai upaya yang perlu
keterbatasan. dilakukan untuk mengatasi
keterbatasan dirinya.
3.3.3 Menyebutkan berbagai keterbatasan
yang dimiliki manusia.
4.3 Menyusun rencana 43.1 Menceritakan pengalaman yang
dan melaksanakan menunjukkan bahwa dirinya dan
kegiatan untuk semua orang pada dasarnya memiliki
mengembangkan keterbatasan.
kemampuan dan
mengatasi
keterbatasan
Tujuan Pembelajaran
1. Mendengarkan/ melihat video yang menggambarkan keterbatasan
yang dimiliki orang lain
2. Mengajukan pertanyaan sehubungan dengan sikap-sikap yang sering
muncul dalam menghadapi keterbatasan kemampuan
3. Mencari pandangan dan merumuskan pesan ajaran Gereja bagi
kehidupan dirinya dalam upaya menyikapi keterbatasan diri
4. Menyampaikan hasil asosiasi dalam kelompok dengan melakukan
presentasi atas hasil diskusi
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 26
KEMAMPUANKU TERBATAS
1. Pengantar
Pengalaman akan keterbatasan kemampuan diri sesungguhnya 27
merupakan pengalaman yang kerap kali dialami. Walaupun demikian, kita dapat
melihat dua sikap yang sering muncul menghadapi keterbatasan. Sikap pertama,
sikap menerima dan mengakui. Sikap positif ini akan berdampak pada kemampuan
untuk mengatasi keterbatasan dengan positif pula: belajar lebih keras, belajar dari
orang lain, tidak minder, dan sebagainya. Sikap kedua adalah sikap tidak
mengakui, bahkan menutup-nutupi keterbatasan. Sikap negatif ini umumnya akan
mengantar orang pada sikap dan tindakan munafik, berpura-pura, iri hati akan
keberhasilan orang lain, berusaha menjatuhkan orang lain, minder, kurang percaya
diri, kadang menghalalkan segala cara untuk menutupi keterbatasan dirinya. Dua
sisi keterbatasan tersebut sudah mulai dirasakan oleh remaja. Oleh karena itu,
sudah saatnya mereka diajak untuk menyadari kenyataan ini sehingga mereka
dapat mengambil sikap yang benar dalam hidupnya, khususnya dalam menghadapi
keterbatasan diri. Iman Kristiani mengajarkan bahwa pengalaman keterbatasan
merupakan pengalaman yang tak dapat diingkari. Manusia adalah makhluk yang
fana, yang terbatas.
Manusia diciptakan dalam kesempurnaan, tetapi yang juga
mempunyai keterbatasan. Keterbatasan yang dimiliki dalam bentuk apa pun
sesungguhnya menyiratkan suatu panggilan kepada setiap manusia untuk berelasi
dengan sesama, bekerja sama saling melengkapi dan saling mengembangkan demi
kepenuhannya. Tetapi yang menjadi penting adalah bagaimana pengalaman
keterbatasan tersebut disikapi secara benar, yakni berupaya mengatasi dengan
mencari sumber kekuatan dan kesempurnaan sejati, yakni Allah sendiri. Sikap
semacam ini, dapat direfleksikan dari kisah Yesus meredakan angin ribut dalam
Markus 4: 35-41, atau beberapa kisah lainnya, seperti Markus 6: 35-44, dan Lukas
5: 1-11.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII
KEMAMPUANKU TERBATAS
2. Doa Pembukaan
Allah, Bapa yang Mahabaik kami senantiasa bersyukur Kemampuan-Mu karena
Engkau telah menganugerahi kami masing-masing dengan berbagai kemampuan
khusus. Bimbinglah kami agar setia mengembangkannya dan sadarkanlah kami
pula akan keterbatasan yang kami miliki, sehingga kami dapat saling belajar dan
saling membantu, serta bersedia bekerjasama demi perkembangan kami demi
pelayanan kepada sesama. Amin
3. Mengamati
Mengamati gambar yang memperlihatkan Keterbatasan tersebut dapat berupa
keterbatasan fisik, atau keterbatasan kemampuan”
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 28
KEMAMPUANKU TERBATAS
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 29
KEMAMPUANKU TERBATAS
Pertanyaan berdasarkan pengamatan gambar
1. Bagaimana perasaanmu ketika melihat gambar diatas?
2. Makna hidup apa yang bisa kalian petik dari gambar di atas ?
Jawaban pertanyaan
1.
2.
3.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 30
KEMAMPUANKU TERBATAS
4. Membaca Cerita
Mengubah Tragedi Menjadi Kemenangan
Selama generasi-generasi sebelum abad ini, usaha untuk mengembangkan
perajin ahli dilakukan oleh seorang ayah dengan mengajarkan profesinya kepada anak
laki-lakinya. Keahlian yang diperlukan untuk membuat kerajinan diturunkan dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Bertahun-tahun yang lalu, seorang pembuat sepatu
mengajarkan kepada anak laki-lakinya yang berumur sembilan tahun untuk membuat
kerajinan sepatu ini guna mempersiapkan dia menghadapi kehidupan di masa
mendatang. Pada suatu hari, alat pelubang kulit jatuh dari meja pembuat sepatu itu dan
secara tragis membutakan sebelah mata anaknya yang berumur sembilan tahun. Karena
belum ada pengetahuan dan keahlian kedokteran seperti zaman sekarang, maka anak
tersebut akhirnya tidak hanya kehilangan sebelah mata saja, tetapi kehilangan kedua
matanya.
Ayahnya memasukkan anaknya yang telah menjadi buta itu ke sekolah
khusus bagi anak tuna netra. Pada masa itu mereka diajar membaca dengan
menggunakan balok-balok kayu yang diukir dengan huruf-huruf. Belajar dengan balok-
balok kayu semacam itu tentu saja merepotkan dan memerlukan banyak waktu untuk
belajar. Walaupun demikian, anak tukang sepatu tersebut tidak puas hanya belajar
membaca. Dia tahu pasti ada cara yang lebih mudah dan lebih baik. Selama bertahun-
tahun, dia merancang sistem membaca yang baru bagi orang buta dengan menusukkan
bintik-bintik pada kertas. Untuk mencapai tujuannya, anak pembuat sepatu tersebut
menggunakan alat pelubang kulit yang sama dengan pelubang kulit yang telah
membutakannya itu. Nama anak itu adalah Louis Braille.
Zig Ziglar, Something to Smile About (Untuk Membuat Kita Tersenyum).
5. Diskusi Kelompok
Guru memberi kesempatan peserta didik bertanya tentang cerita, atau mengajukan
beberapa pertanyaan berikut. Guru meminta peserta merumuskan pertanyaan untuk
didiskusikan. Bila diperlukan Guru dapat menyampaikan pertanyaan untuk
didiskusikan
1. Apa yang menarik bagimu dari kisah tersebut?
2. Dapatkah kamu menemukan tokoh-tokoh lain yang mempunyai kemiripan dengan
kisah itu?
3. Pesan apa yang dapat kamu petik petik dari kisah tersebut?
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 31
KEMAMPUANKU TERBATAS
Setelah selesai berdiskusi, tiap kelompok mempresentasikan
hasilnya dalam pleno. Kelompok lain dapat memberikan
tanggapan atas hasil kelompok.
6. Peneguhan
Kisah Louis Braille, memberi pesan yang amat jelas. Keterbatasan apapun bila
disikapi secara positif dapat menjadi peluang untuk berkembang. Kalian dapat
menyaksikan sendiri banyak orang cacat yang menjadi terkenal, banyak orang yang
kurang pandai dalam matematika tetapi sukses jadi pengusaha, banyak orang yang
berasal dari pelosok kampung---yang ke sekolah harus berjalan kaki puluhan
kilometer dan fasilitas belajarnya sangat minim dapat menjadi juara olimpiade. Masih
banyak lagi contoh yang dapat ditemukan. Yang penting keberanian menerima
keterbatasan, mengatasi dengan bekerja keras, yakin bahwa segala sesuatu dapat di
raih.
Asal ada tekad, dan sebagainya. Maka mengeluh, minder, frustrasi, iri, atau
menghalalkan segala cara tidak akan menyelesaikan keterbatasan yang dimiliki. •
Semua orang mempunyai keterbatasan, atau pada saat tertentu sadar akan
keterbatasan. Bahkan murid-murid Yesus pun pada saat tertentu merasakan
keterbatasan kemampuan dirinya. Apa yang mereka lakukan? Simaklah dalam kisah
mereka berikut ini.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 32
KEMAMPUANKU TERBATAS
7. Membaca Kitab Suci:
Markus 4: 35-41
Angin Ribut Diredakan
35.36 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada
mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang”.
35.37 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa
Yesus beserta dengan mereka dalam perahu tempat Yesus telah duduk
dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
35.37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak
menyembur masuk ke dalam perahu sehingga perahu itu mulai penuh
dengan air.
35.38 Pada waktu itu, Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam.
Maka muridmurid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya:
“Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”
35.39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu:
“Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
35.40 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut?
Mengapa kamu tidak percaya?”
35. 41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang
lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat
kepada-Nya?”
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 33
KEMAMPUANKU TERBATAS
8. Diskusi Kelompok
Bahan diskusi kelompok
1. Keterbatasan apa yang dialami oleh para murid Yesus dalam kisah tersebut?
2. Perasaan atau sikap apa yang muncul dalam diri mereka saat menghadapi
keterbatasan?
3. Apa yang mereka lakukan untuk mengatasi keterbatasan mereka? Apa reaksi
mereka saat mengalami keterbatasan itu sendiri? Apa yang mereka lakukan?
4. Pesan apa yang kamu peroleh dari kisah tersebut?
Hasil diskusi :
1.
2.
3.
4.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 34
KEMAMPUANKU TERBATAS
9. Penegasan
⮚ Ketika sadar akan keterbatasan kemampuan, ada sebagian orang menjadi
bingung, bahkan ada pula yang menyalahkan Tuhan. Para murid Yesus rupanya
mengalami hal yang kurang lebih sama. Mereka bingung dan menyalahkan Yesus
seolah-olah Yesus tidak peduli dengan nasib mereka, seperti nampak dalam
ungkapan: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Mungkin dalam bahasa
manusia sekarang hal tersebut dapat berbunyi: “mengapa saya tidak dilahirkan
dengan wajah cantik/ganteng? Mengapa orang tua saya miskin? Mengapa saya
tidak sepintar dia? Mengapa Engkau menciptakan aku dalam keadaan cacat?”
⮚ Tetapi ada hal yang menarik dari kutipan tersebut. Ketika sadar akan
keterbatasan kemampuannya, para murid Yesus pergi mencari pertolongan
Yesus. Mereka sadar bahwa saat menghadapi keterbatasan, manusia perlu
memberanikan diri meminta bantuan orang lain, terutama Tuhan.
⮚ Ada dua pesan yang kuat yang tersampaikan dalam kisah Yesus meredakan angin
ribut. Pertama, menguatkan keyakinan iman kita, bahwa dibalik keterbatasan
yang dimiliki pada setiap orang pada saat manusia diciptakan, Allah bermaksud
supaya manusia dapat saling membantu dan bekerja sama satu sama lain untuk
saling mengembangkan dan menyempurnakan. Bukan maksud Tuhan untuk
bersikap tidak adil. Ketika dalam keluarga ada satu anggotanya yang cacat,
misalnya, Tuhan hendak mengajari mereka untuk lebih peduli dan menyayangi
anggota keluarga itu. Kita semakin diteguhkan jika saling membantu dan bekerja
sama dalam keterbatasan masing-masing demi saling melengkapi dan
mengembangkan diri. Kedua, pada akhirnya manusia harus sadar, bilamana
mengalami keterbatasan diri ia harus mencari sumber kekuatan dan
kesempurnaan sejati, yakni Tuhan Allah. Kenyataan tersebut dapat kalian lihat,
mengapa pada saat-saat sulit orang tuamu atau kamu lebih rajin berdoa, supaya
kamu lulus ujian banyak orang tuamu bermohon kepada Tuhan dengan
bernovena.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 35
KEMAMPUANKU TERBATAS
10. Refleksi
❖ Anak-anakku yang terkasih, Marilah kita hening sejenak untuk meresapkan apa
yang telah kita pelajari hari ini.
❖ Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna , tidak ada
manusia yang tidak memiliki kekurangan dan keterbatasan.
❖ Bayangkan, bila semua manusia itu hebat, maka yang akan terjadi persaingan
dan pertengkaran.
❖ Sebaliknya, bila semua manusia lemah, mungkin mereka hanya akan saling
memandang penuh putus asa.
❖ Ada yang kuat dan ada yang lemah, ada yang hebat dan ada yang biasa-biasa
saja, bahkan ada pula yang memiliki kekurangan.
❖ Allah menciptakan manusia seperti itu bukan tanpa maksud, Allah sengaja
melakukannya agar manusia saling bekerjasama, saling memberi dan saling
membantu.
❖ Kepada yang lemah, Allah mengajari agar mau berusaha keras dan tak pernah
malu meminta bantuan kepada yang kuat. Kepada yang kuat Allah mengajari
agar ia mau berbagi dan membantu Bukanlah hal ini sesuatu yang indah ?
❖ Manusia adalah mahluk yang terbatas, ini kenyataan yang tidak dapat disangkal.
Terutama di hadapan Tuhan, manusia tidak ada apa-apanya.
❖ Maka setiap saat Tuhan pun menanti kedatangan manusia dan selalu siap
memberi pertolongan. Sekarang coba ingat-ingat kembali keterbatasan
kemampuan yang kamu miliki!
❖ Ingatlah bahwa keterbatasanmu itu bukan halangan yang akan menghambatmu
untuk maju!
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 36
KEMAMPUANKU TERBATAS
11. Tugas
Tuliskan1 kisah tokoh terkenal, yang sekalipun mempunyai
keterbatasan tetapi dapat mencapai sukses!
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 37
KEMAMPUANKU TERBATAS
12. Penilaian
A. Penilaian Sikap
1. Spiritual : Observasi
• Jenis/teknik penilaian
• Bentuk instrument : lembar observasi
• Instrument :
Keterangan: SB= Sangat Baik; MB= Mulai Baik
No Nama Siswa Taat Berperilaku Berdoa Toleransi
Syukur SB MB beragama
beribadah
SB MB
SB MB SB MB
2. Sosial : Observasi
• Jenis/teknik penilaian : lembar observasi
• Bentuk instrument
• Instrument
Pedoman penskoran
• Kriteria Penilaian : N = 25 - 100
• Keterangan
: A: 90 – 100 , B : 75 - 89, C : 60 – 74 , D: < 60
No Nama Siswa Aspek Yang Diamati (Sikap Sosial) Nilai (N)
Santun Tanggungjawab
Peduli Percaya diri Jujur Disiplin
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 38
KEMAMPUANKU TERBATAS
B. Penilaian Pengetahuan :
• Jenis/teknik penilaian : tes tulis
• Bentuk instrument dan instrument : Daftar pertanyaan uraian terstruktur
1. Sebutkan kemampuan dirimu (fisik, bakat, kemampuan, dll)!
2. Jelaskan arti kemmapuan!
3. Jelaskan perbedaan dirimu sebagai citra Allah dibandingkan dengan makhluk lainnya!
Pedoman penskoran
Kunci jawaban :
1. Memiliki panca indra (mata, telinga, mulut, hidung, kulit), tangan, kaki dll
2. Penilaian terkini atas apa yang dilakukan oleh seseorang
3. Memiliki akal budi, hati nurani, kebebasan dan martabat luhur.
• Pendoman penilaian : Jumlah skor perolehan
• Kriteria Penilaian : N = Jumlah skor yang diperoleh. (KKM
= 75)
• Rentang Nilai.
• A = 95 – 100 = sangat baik
• B = 86 - 94 = Baik , Tuntas
• C = 75 - 85 = Cukup baik , Tuntas
• D = 70 - 74 = Kurang Baik , Remedial
• E = < 60 = Buruk , Remedial
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 39
KEMAMPUANKU TERBATAS
C. Penilaian Ketrampilan
• Jenis/teknik penilaian : praktik
• Bentuk instrument dan instrument : membuat doa yang mengungkapan
syukur sebagai citra Allah
• Pedoman penskoran
Aspek yang dinilai:
1. Kesesuaian Isi doa : 25
2. Bahasa : 25
3. Kerapian tulisan : 25
4. Panjang pendeknya doa : 25
5. Jumlah skor : 100
Catatan :
Skor 5 = isi doa sangat sesuai
Skor 4 = isi doa sesuai’
Skor 3 = isi doa cukup sesuai
Skor 2 = isi doa kurang sesuai
Skor 1 = isi doa tidak sesuai
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 40
KEMAMPUANKU TERBATAS
13. Penutup
Untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran, peserta didik diajak bernyanyi
Jangan Menyerah (D’ Masiv)
Tak ada manusia yang terlahir sempurna
jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah dapatkan cobaan
yang berat seakan hidup ini tak ada artinya lagi
Reff 1:
Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah T
etap jalani hidup ini melakukan yang terbaik
Tak ada manusia Yang terlahir sempurna
jangan kau sesali Segala yang pernah terjadi Kembali
ke Reff 1: Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa
Kembali ke Reff 1 Kembali ke Reff 2
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 41
BERSYUKUR DICIPTAKAN SEBAGAI CITRA ALLAH
Kompetensi Dasar Indikator
3.1 Bersyukur kepada Allah 3.3.1 Menyebutkan hal-hal yang patut
atas kemampuan dan disyukuri dalam hidup.
keterbatasan yang
dimilikinya 3.2.2. Menjelaskan unsur-unsur yang penting
disadari agar dapat bersyukur.
3.2 Bertanggung jawab
mengembangkan 3.2.3. Menjelaskan pesan kutipan Lukas 17:
kemampuan dan 11-19 berkaitan dengan sikap syukur.
mengatasi keterbatasan
dirinya.
3.3 Memahami berbagai
kemampuan dan
keterbatasan dirinya.
4.2 Menyusun rencana dan 4.2.1 Menyusun doa ucapan syukur atas
melaksanakan kegiatan anugerah kehidupan yang diterimanya.
untuk mengembangkan
kemampuan dan
mengatasi keterbatas
Tujuan Pembelajaran
1. Mengamati kebiasaan dirinya maupun orang lain dalam bersyukur
2. Mencari dan mendalami pandangan Kitab Suci dan kegiatan sharing tentang
bersyukur
3. Merumuskan hasil sharing dan pesan Kitab Suci tentang tindakan bersyukur
4. Menyusun Litani Syukur
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 42
Bersyukur Diciptakan Sebagai Citra Allah
1. Pengantar
Kata “syukur” atau “bersyukur” bagi sebagian orang menjadi
sesuatu yang mudah dikatakan, tetapi sulit dilaksanakan. Hal itu disebabkan
karena manusia zaman sekarang sering memandang seolah-olah keberhasilan dan
apa yang dimiliki saat ini semata-mata hasil usaha dan kerja kerasnya sendiri,
lepas dari peran Tuhan di dalamnya. Tentu saja hal ini memprihatinkan. Walaupun
demikian, kita dapat memaklumi mengapa hal ini terjadi. Salah satu faktor
penyebabnya karena manusia zaman sekarang hampir tidak menyempatkan diri
untuk diam dan hening. Seluruh waktu seolah habis untuk berbagai aktivitas dan
memenuhi kebutuhan hidup yang sifatnya keduniawian. Iman atau agama hampir
tidak mempunyai tempat dalam kehidupan. Kalaupun masih sempat melakukan
komunikasi dengan Tuhan, hal itu lebih bersifat formal-legalis (karena kewajiban
dan aturan). Bentuk kehidupan semacam ini menjadi salah satu hal yang melanda
dunia remaja. Banyak remaja lebih mengutamakan pemenuhan kewajiban belajar
daripada yang sifatnya rohani. Bahkan kewajiban keagamaan sering terkalahkan
dengan kebutuhan untuk berkumpul dengan teman atau bermain game. Tentu saja
hal tersebut merupakan tanda-tanda lunturnya iman manusia akan Allah.
Dari segala yang telah diciptakan Tuhan, hanya manusia diberi
kemampuan bersyukur. Manusia mampu bersyukur karena sebagai Citra-Nya,
Allah membekali manusia dengan akal budi dan hati nurani serta roh. Semua itu
memampukan manusia untuk senantiasa mencari Allah dan mengarahkan hidup
sesuai dengan kehendak Allah.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 43
Bersyukur Diciptakan Sebagai Citra Allah
Lewat akal budi, hati nurani dan roh pula manusia beriman mampu
mengamini, bahwa sesungguhnya hidup manusia dengan segala pengalamannya –
baik manis maupun pahit, menyenangkan atau tidak menyenangkan, dan segala
keadaannya: sempurna atau tidak sempurna, cantik atau tampan-atau kurang cantik
dan kurang tampan; tidak pernah lepas dari peran Allah sang Pencipta. yang setelah
mengalami penyelamatan Allah melalui Yesus pergi bersyukur kepada-Nya.
Hidup yang kita alami apapun keadaannya sesungguhnya merupakan bukti
pemeliharaan dan cinta Tuhan. Maka, selayaknyalah manusiapun bertumbuh menjadi
pribadi yang penuh syukur kepada-Nya. Melalui kisah Kesepuluh Orang Kusta dalam
Lukas 17:11-19, Injil hendak mengajak kita untuk meneladan orang Samaria, yang
setelah mengalami penyelamatan Allah melalui Yesus pergi bersyukur kepada-Nya.
Dengan mencoba melihat pengalaman suka dan duka kehidupan seharihari, serta
melihat peran Allah dalam pengalaman hidupnya, pelajaran ini ingin mengajak para
peserta didik untuk membangun sikap syukur atas hidup sebagai citra Allah. Peserta
didik diajak untuk mulai menyadari bahwa hidup itu anugerah yang luar biasa dari
Allah yang patut disyukuri karena dalam situasi apa pun Allah terlibat di dalamnya.
Allah senantiasa berkeinginan menyelamatkan manusia.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 44