The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mazmurnusantararaya, 2021-07-20 08:20:23

1. E-book AGAMA KATOLIK SMP Kelas VII

1. E-book AGAMA KATOLIK SMP Kelas VII

Peran Keluarga, Sekolah, Gereja dan
Masyarakat bagi Perkembanganku

Peran Masyarakat bagi Perkembanganku

Kompetensi Dasar Indikator

3.5.4 Memahami 1. Menjelaskan peran masyarakat bagi perkembangan
peran keluarga, diri.
sekolah, Gereja
dan masyarakat 2. Menjelaskan sikap yang perlu dikembangkan dalam
dalam bermasyarakat.
mengembangka
n dirinya. 3. Menjelaskan ajaran Gereja tentang sikap dalam
masyarakat.

4.6.4 Melakukan aktivitas Mendoakan masyarakat dan tokoh masyarakat.
(menyusun doa/
puisi/ refleksi/
slogan)
tentang mengembang
kan seksualitas sebagai
anugerah Allah demi
kehidupan bersama
yang lebih baik.

Tujuan Pembelajaran:

1. Peran masyarakat bagi perkembangan diri.
2. Sikap yang perlu dikembangkan dalam bermasyarakat.
3. Ajaran Gereja tentang sikap dalam masyarakat.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 95

Peran Keluarga, Sekolah, Gereja dan
Masyarakat bagi Perkembanganku

1. Pengantar

Melalui pelajaran ini, peserta didik hendak dihantar agar menyadari
dirinya sebagai warga masyarakat. Dalam pergaulan dalam masyarakat itu, ia
dapat belajar dari adat-istiadat, kebiasaan, norma, keteladanan yang ada dalam
kehidupan masyarakat; dengan tetap bersikap kritis yang bersumber pada ajaran
Gereja. Mereka dipanggil untuk berperan aktif dalam kehidupan masyarakat,
sesuai dengan kemampuan, tugas dan fungsi kita di dalamnya.

2. Doa

Allah, Bapa yang Mahabaik,
Engkau menciptakan manusia tidak seorang diri tetapi menempatkan

mereka di antara sesamanya agar dapat hidup dan berkembang.
Kami bersyukur atas masyarakat kami, yang menjadi bagian hidup

kami.
Semoga berkat iman kepada-Mu,
kami semakin mampu berperan aktif dalam kehidupan masyarakat,
Dengan tetap mengutamakan kebaikan dan kebenaran.

Sesuai kehendak-Mu.
Amin

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 96

Peran Keluarga, Sekolah, Gereja dan
Masyarakat bagi Perkembanganku

3. Membaca Pandangan Gereja tentang Peran Keluarga bagi
Perkembangan Diri

Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini
(Gaudium et Spes)

Artikel 25
Dari sifat sosial manusia tampaklah, bahwa pertumbuhan pribadi

manusia dan perkembangan masyarakat sendiri saling bergantung. Sebab
asas, subjek dan tujuan semua lembaga sosial memang seharusnyalah
pribadi manusia; berdasarkan kodratnya ia sungguh-sungguh memerlukan
hidup kemasyarakatan. Maka karena bagi manusia hidup kemasyrakatan itu
bukanlah suatu tambahan melulu, oleh karena itu melalui pergaulan dengan
sesama, dengan saling berjasa, melalui dialog dengan sesama saudara,
manusia berkembang dalam segala bakat-pembawaannya, dan mampu
menanggapi panggilannya.

4. Diskusi Kelompok

Gagasan penting apa yang disampaikan oleh Konstitusi Pastoral tentang gereja
di dunia dewasa ini (Gaudium et Spes) Artikel 25?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 97

Peran Keluarga, Sekolah, Gereja dan
Masyarakat bagi Perkembanganku

5. Refleksi

1. Apakah saya sadar, bahwa saya adalah warga masyarakat?
2. Apakah saya mengenal dan memperlakukan tetangga sebagai saudara?
3. Apakah saya peduli terhadap keprihatinan yang ada dalam masyarakat?
4. Apakah keluarga saya terlibat dalam kehidupan warga sekitar?
5. Apakah saya berusaha membangun persaudaraan dengan masyarakat

sekitar sekalipun berbeda suku, bahasa dan agama?

6. Doa

Guru meminta salah seorang peserta didik menutup doa, dengan doa yang
telah disusun peserta didik.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 98

BAB

4

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

Berteman

Kompetensi Dasar Indikator

3.6. 1Memahami 1. Menjelaskan peran anggota keluarga dalam
peran teman perkembangan dirinya.
terhadap
perkembangan 2. Menjelaskan berbagai tindakan yang perlu dilakuka
dirinya. sebagai wujud tanggung jawab dalam keluarga.

3. Menjelaskan peran keluarga menurut Dokumen Konsili
Vatikan II Pernyataan tentang Pendidikan Kristen,
artikel 13.

4.6.1 Melakukan 1. Merumuskan niat yang akan dilakukan agar dapat membangun
aktivitas pertemanan secara lebih baik
(menyusun doa/
puisi/
refleksi) yang

mengungkapk an
rasa syukur atas
peran teman
terhadap
perkembangan
dirinya

Tujuan Pembelajaran:

1. Pengertian dan manfat berteman.
2. Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam berteman.
3. Sikap yang perlu dikembangkan dalam berteman berdasarkan Fil 2:1-8.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 99

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

1. Pengantar

• “Tak kenal maka tak sayang”. Artinya, seseorang yang hidup hendaknya
berteman, berelasi pada sesamanya agar dapat saling mengerti dan memahami
sehingga memungkinkan timbulnya rasa kasih sayang yang mendalam dan
murni.

• Berteman dapat diartikan sebagai hubungan atau relasi, dimana terjadi antara
dua orang atau lebih, baik itu seorang anak laki-laki dengan lawan jenisnya
maupun dengan sejenisnya yang mempunyai tujuan untuk bersosialisasi
ataupun untuk mencapai sesuatu yang mau dicapai bersama.

• Di dalam berteman kita dapat menemukan ciri-ciri nya yaitu: ada
relasi/hubungan timbal balik di antara kita semua yang menjalin pertemanan.
Hubungan pertemanan dapat sebatas pada teman sepermainan, berusaha tidak
saling mengecewakan, teman belajar.

• Dalam proses berteman itu, tidak semuanya dapat berjalan lancar sesuai dengan
apa yang diharapkan. Beberapa hal yang dapat menjadi hambatan dalam
berteman antara lain: Egois, acuh tak acuh, munafik, kurang peka akan
kebutuhan orang lain, pergaulan yang kurang luas, kurang mendapatkan
perhatian sehingga tidak dapat memberi perhatian.

• Ternyata untuk mengusahakan pertemanan yang indah, menggembirakan dan
saling mengembangkan bukanlah hal yang mudah. Perlu ada usaha-usaha nyata
untuk dapat menggapainya.

• Santo Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Filipi (Fil 2:1-8) secara gamblang
menjelaskan kepada kita tentang bagaimana hendaknya kita mengambil sikap
dalam relasi/pertemanan dengan orang lain. “…hendaklah kamu sehati sepikir,
dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan
sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.” (Fil 2: 2). Demikian pula dalam ayat
berikutnya, Santo Paulus tetap dan senantiasa menasihatkan agar dalam
membangun relasi dengan sesama (berteman) hendaknya menempatkan orang
lain yang utama dari pada kepentingan diri sendiri.

• Berdasarkan nasihat Santo Paulus, sikap yang perlu diusahakan untuk
dikembangkan agar pertemanan kita menjadi indah dan menggembirakan
antara lain: sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak
mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia, dan juga dengan
rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya
sendiri.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 100

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

• Ternyata untuk mengusahakan pertemanan yang indah, menggembirakan dan
saling mengembangkan bukanlah hal yang mudah. Perlu ada usaha-usaha nyata
untuk dapat menggapainya.

• Santo Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Filipi (Fil 2:1-8) secara
gamblang menjelaskan kepada kita tentang bagaimana hendaknya kita
mengambil sikap dalam relasi/pertemanan dengan orang lain. “…hendaklah
kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak
mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.” (Fil 2: 2). Demikian
pula dalam ayat berikutnya, Santo Paulus tetap dan senantiasa menasihatkan
agar dalam membangun relasi dengan sesama (berteman) hendaknya
menempatkan orang lain yang utama dari pada kepentingan diri sendiri.

• Berdasarkan nasihat Santo Paulus, sikap yang perlu diusahakan untuk
dikembangkan agar pertemanan kita menjadi indah dan menggembirakan
antara lain: sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak
mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia, dan juga dengan
rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya
sendiri.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 101

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

2. Doa

Allah Bapa yang penuh kasih,
kami bersyukur kepada-Mu atas semua teman yang telah Engkau
anugerahkan kepada kami. Hadirlah dalam kegiatan belajar kami hari

ini, dan bukalah hati serta pikiran kami.
Buatlah kami dapat mengusahakan sikap dan tindakan yang baik dalam

pertemanan kami. Demi Kristus Tuhan kami.
Amin.

3. Mendalami Cerita

Pengalamanku dalam Berteman

Manusia adalah mahluk sosial, maka kita tidak dapat hidup sendirian. Kita
membutuhkan orang lain sebagai teman. Bentuk pertemanan itu sangat beragam.
Pertemanan yang baik/ positif akan membawa kita pada perkembangan sikap dan
kualitas hubungan yang baik pula. Pertemanan yang baik akan membawa kita
pada suatu titik pemahaman bahwa diri kita mempunyai makna.

Banyak manfaat yang saya peroleh dalam berteman secara positif.
Perkembangan hidup saya menjadi lebih baik dan merasakan hidup menjadi lebih
bermakna. Namun demikian, tak jarang pula saya merasa terganggu dengan
hubungan pertemanan yang negatif. Pertemanan yang negatif ini dapat membuat
hidup menjadi kurang bermakna. Pertemanan yang negatif akan cenderung
menjerumuskan kita kepada hal-hal yang negatif pula.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 102

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

Mengetahui dampak dari pertemanan adalah merupakan hal yang
penting untuk saya ketahui, sebab dengan mengetahui dampaknya, saya dapat
memilih dengan bijak pertemanan seperti apa yang akan saya jalani. Inilah
yang menjadikan saya lebih banyak memiliki pertemanan yang positif
daripada yang negatif. Itu anugerah yang telah Allah berikan kepada saya.
Saya bersyukur atas anugerah itu. Saya bersyukur atas pertemanan saya.

Saya memiliki suatu pemahaman bahwa teman merupakan anugerah
yang telah Tuhan berikan kepada saya. Tuhan mengembangkan saya melalui
teman-teman yang telah Tuhan berikan untuk saya. Mereka adalah orang
orang yang dapat menemani, menjadi partner, dalam suka maupun duka.

Selayaknya kita berusaha untuk selalu hadir di tiap saat bahagia atau duka
yang dialami teman kita. Terima kasih Tuhan, terima kasih teman...

4. Membaca Kitab Suci

Filipi 2: 1-8

1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada
persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2 karena itu
sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam
satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri
atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang
seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan
janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri,
tetapi kepentingan orang lain juga.

5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan
yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah,
tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus
dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan
mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan
dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat
sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 103

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

5. Diskusi Kelompok

Dari ajaran Gereja tersebut, Sikap yang perlu diusahakan dan sikap yang perlu
dihindarkan agar pertemanan dapat berjalan dengan baik!
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................

6. Refleksi

1. Kamu telah mempelajari tentang berteman. Kamu juga telah memiliki
berbagai pengalaman dalam berteman. Kini renungkanlah dalam hatimu, apa
yang kalian pahami tentang arti berteman? Apa manfaat yang kamu peroleh
dengan berteman? Apa yang mendukung pertemananmu?

2. Kebiasaan apa yang akan kalian lakukan sebagai bentuk penghayatan dan
perwujudan atas pelajaran ini?

3. Setelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya kamu menuliskan hasil
refleksi tersebut dibawah ini!

7. Doa

Guru meminta salah seorang peserta didik menutup doa, dengan doa yang telah
disusun peserta didik.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 104

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

Berteman

Kompetensi Dasar Indikator

3.6.2 Memahami Peserta didik mampu
peran teman • Menjelaskan arti berteman.
terhadap • Menyebutkan manfaat berteman.
perkembangan • Menyebutkan faktor-faktor pendukung dan
dirinya.
penghambat dalam berteman.
• Menjelaskan sikap-sikap yang dibutuhkan

dalan berteman, khususnya berdasarkan teks

Fil 2:4.
• Menuliskan niat untuk menjadi teman yang

baik.

4.6.2 Melakukan 1. Merumuskan niat yang akan dilakukan agar dapat membangun
aktivitas pertemanan secara lebih baik
(menyusun doa/
puisi/
refleksi) yang

mengungkapk an
rasa syukur atas
peran teman
terhadap
perkembangan
dirinya

Tujuan Pembelajaran:

1. Pengertian dan manfat berteman. 105
2. Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam berteman.
3. Sikap yang perlu dikembangkan dalam berteman berdasarkan Fil 2:1-8.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

1. Pengantar

Tak kenal maka tak sayang”. Dibalik kalimat tersebut mempunyai pengertian
bahwa seseorang yang hidup hendaknya berteman, berelasi pada sesamanya agar
dapat saling mengerti dan memahami sehingga memungkinkan timbulnya rasa kasih
sayang yang mendalam dan murni. Berteman dapat diartikan sebagai hubungan atau
relasi, dimana terjadi antara dua orang atau lebih, baik itu seorang anak laki-laki
dengan lawan jenisnya maupun dengan sejenisnya yang mempunyai tujuan untuk
bersosialisasi ataupun untuk mencapai sesuatu yang mau dicapai bersama.

Di dalam berteman kita dapat menemukan ciri-ciri nya yaitu: ada relasi/
hubungan timbal balik diantara kita semua yang menjalin pertemanan. Hubungan
pertemanan dapat sebatas pada teman sepermainan, berusaha tidak saling
mengecewakan, teman belajar.

Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Filipi (Fil 2:1-8) secara gamblang
menjelaskan kepada kita tentang bagaimana hendaknya kita mengambil sikap dalam
relasi/pertemanan dengan orang lain. “...hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu
kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-
pujian yang sia-sia.” (Fil 2: 2) demikian pula dalam ayat berikutnya, Paulus tetap
dan senantiasa menasihatkan agar dalam membangun relasi dengan sesama
(berteman) hendaknya menempatkan orang lain yang utama dari pada kepentingan
diri sendiri.

2. Doa

Allah Bapa yang penuh kasih,
kami bersyukur kepada-Mu atas semua teman yang telah Engkau
anugerahkan kepada kami. Hadirlah dalam kegiatan belajar kami hari ini,

dan bukalah hati serta pikiran kami.
Buatlah kami dapat mengusahakan sikap dan tindakan yang baik dalam

pertemanan kami. Demi Kristus Tuhan kami.

Amin.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 106

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

3. Membaca Cerita

Pengalamanku dalam Berteman

Manusia adalah mahluk sosial, maka kita tidak dapat hidup sendirian. Kita
membutuhkan orang lain sebagai teman. Bentuk pertemanan itu sangat
beragam. Pertemanan yang baik/ positif akan membawa kita pada
perkembangan sikap dan kualitas hubungan yang baik pula. Pertemanan yang
baik akan membawa kita pada suatu titik pemahaman bahwa diri kita
mempunyai makna.

Banyak manfaat yang saya peroleh dalam berteman secara positif.
Perkembangan hidup saya menjadi lebih baik dan merasakan hidup menjadi
lebih bermakna. Namun demikian, tak jarang pula saya merasa terganggu
dengan hubungan pertemanan yang negatif. Pertemanan yang negatif ini dapat
membuat hidup menjadi kurang bermakna. Pertemanan yang negatif akan
cenderung menjerumuskan kita kepada hal-hal yang negatif pula.

Mengetahui dampak dari pertemanan adalah merupakan hal yang penting
untuk saya ketahui, sebab dengan mengetahui dampaknya, saya dapat memilih
dengan bijak pertemanan seperti apa yang akan saya jalani. Inilah yang
menjadikan saya lebih banyak memiliki pertemanan yang positif daripada yang
negatif. Itu anugerah yang telah Allah berikan kepada saya. Saya bersyukur
atas anugerah itu. Saya bersyukur atas pertemanan saya.

Saya memiliki suatu pemahaman bahwa teman merupakan anugerah yang
telah Tuhan berikan kepada saya. Tuhan mengembangkan saya melalui teman-
teman yang telah Tuhan berikan untuk saya. Mereka adalah orang orang yang
dapat menemani, menjadi partner, dalam suka maupun duka.

Selayaknya kita berusaha untuk selalu hadir di tiap saat bahagia atau duka
yang dialami teman kita. Terima kasih Tuhan, terima kasih teman...

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 107

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

1. Apa manfaat berteman berdasarkan artikel di atas ?
2. Hal-hal apa saja yang menyebabkan pertemanan menjadi

kurang harmonis?
3. Menurutmu apa arti berteman?

• Berteman dapat diartikan sebagai hubungan atau relasi, dimana terjadi
antara dua orang atau lebih, baik itu seorang anak laki-laki dengan lawan
jenisnya ataupun dengan sejenisnya dengan mempunyai tujuan untuk
bersosialisasi ataupun untuk mencapai sesuatu yang mau dicapai
bersama.

• Dalam proses berteman itu, tidak semuanya dapat berjalan lancar sesuai
dengan apa yang diharapkan, namun terkadang dengan keadaan dan
situasi ataupun hal-hal yang lain yang sering ambil andil untuk
terjadinya salah paham atau retaknya berteman.

• Beberapa hal yang dapat menjadi hambatan dalam berteman antara lain:
Egois, acuh tak acuh, munafik, kurang peka akan kebutuhan orang lain,
pergaulan yang kurang luas, kurang mendapatkan perhatian sehingga
tidak dapat memberi perhatian.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 108

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

4. Membaca Kitab Suci

Filipi 2: 1-8
1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan
Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku
dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu
tujuan, 3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.
Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain
lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya
memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang
terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak
menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus
dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan
mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan
dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai
mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

5. Diskusi Kelompok

Dari ajaran Gereja tersebut, simpulan Sikap yang perlu diusahakan dan sikap
yang perlu dihindarkan agar pertemanan dapat berjalan dengan baik?
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 109

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

F. Refleksi

❖ Kamu telah mempelajari tentang berteman. Kamu juga telah memiliki
berbagai pengalaman dalam berteman. Kini renungkanlah dalam hatimu, apa
yang kalian pahami tentang arti berteman? Apa manfaat yang kamu peroleh
dengan berteman? Apa yang mendukung pertemananmu?

❖ Kebiasaan apa yang akan kalian lakukan sebagai bentuk penghayatan dan
perwujudan atas pelajaran ini?

❖ Setelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya kamu menuliskan hasil
refleksi tersebut dibawah ini!

G. Doa

Guru meminta salah seorang peserta didik menutup doa, dengan doa yang telah
disusun peserta didik.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 110

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

Bersahabat

Kompetensi Dasar Indikator

1. Bersyukur atas peran teman Peserta didik mampu

terhadap perkembangan dirinya. • Menjelaskan arti bersahabat.

2. Peduli pada peran teman • Menjelaskan manfaat bersahabat.

terhadap perkembangan dirinya. • Menjelaskan faktor penghambat dan

3. Memahami peran teman pendukung persahabatan.

terhadap perkembangan dirinya • Menjelaskan arti sahabat sejati berdasarkan

4. Melakukan aktivitas (misalnya Kitab Suci 1Sam 18:1-4.

menyusun doa/ puisi/ refleksi) • Mengunjungi sahabat yang sudah lama

yang mengungkapkan rasa tidak berjumpa atau yang sedang sakit atau

syukur atas peran teman sedang mempunyai masalah

terhadap perkembangan dirinya.

Tujuan Pembelajaran:

1. Pengertian dan manfatan dari persahabatan
2. Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam berteman
3. Arti dan makna sahabat sejati berdasar 1 Sam 18:1-4

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 111

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

1. Pengantar

Pertemanan merupakan pergaulan biasa antarsesama. Pertemanan yang
biasa tersebut, jika dilakukan lebih intensif, akan dapat meningkat dalam
relasinya menjadi persahabatan. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa
relasi dengan teman tentu saja tidak sedalam relasi kita dengan sahabat.
Sahabat adalah teman yang selalu ada untuk mendampingi ketika kita sangat
membutuhkan. Memberi penghiburan ketika kita dalam kesusahan. Tidak
membiarkan ketika kita berbuat salah. Ia hadir untuk memberikan nasihat. Ia
menunjukkan arah ketika kita tersesat. Dia bersedia menerima kita apa adanya,
tidak pernah menuntut melebihi kemampuan kita. Singkatnya, seorang sahabat
adalah seorang yang setia menemani kita dalam suka dan duka.

Dalam ajaran gereja selalu menunjukkan dan mengajarkan bagaimana
menjadi orang Katolik yang setia pada sahabat. Salah satu tokoh yang
menunjukkan persahabatan yang sejati adalah “Persahabatan Daud dan
Yonatan” ( 1 Sam 18 : 1-4). Kisah persahabatan Daud dan Yonatan dapat
menjadi gambaran tentang arti persahabatan yang sejati. Persahabatan yang
sejati adalah persahabatan yang sungguh-sungguh berorientasi pada orang yang
dikasihinya. Orientasi ini memampukan diri untuk berbuat tanpa pamrih, berani
meninggalkan diri sendiri demi sahabat yang tidak hanya bersama kala suka,
tetapi tetap hadir terutama saat duka menimpa, bahkan bila perlu ia berani
berkorban segalanya demi sahabatnya.

Dalam materi pelajaran kali ini, peserta didik akan diajak untuk
mempelajari tentang arti dan manfaat persahabatan, memahami faktor-faktor
yang dapat mendukung persahabatan. Dengan demikian, diharapkan nantinya
kita dapat mengusahakan diri untuk membina dan mengembangkan
persahabatan kita bersama.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 112

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

2. Doa

Tuhan Allah Bapa yang mahabaik,
Yesus telah mengajarkan kepada kami, agar mempersiapkan diri dengan
baik dalam melaksanakan karya penyelamatan-Nya. Bimbinglah kami Bapa
dalam kegiatan belajar hari ini, agar kami dapat belajar dengan lebih baik

lagi untuk mempersiapkan masa depan kami.
Bantulah agar dapat membuka hati dan pikiran kami, sehingga mampu
untuk memahami apasaja yang kami pelajari pada hari ini. Engkau kami

puji, kini dan sepanjang masa.
Amin

3. Mendalami Lagu

Kepompong

(Sindentosca)

Dulu kita sahabat Dengan begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari Dulu kita sahabat Berteman bagai ulat

Berharap jadi kupu-kupu
Bridge:

Kini kita berjalan berjauh-jauhan Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan Namun itu karena ku sayang

Reff :
Persahabatan bagai kepompong Mengubah ulat menjadi kupu-kupu

Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah Persahabatan bagai kepompong

Maklumi teman hadapi perbedaan Persahabatan bagi kepompong
Semua yang telah berlalu biarkanlah berlalu Seperti hangatnya mentari

Siang berganti malam, sembunyika sinarnya Hingga dia bersinar lagi
Bridge

Persahabatan bagai kepompong

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 113

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

Diskusi kelompok merumuskan: makna persahabatan yang diungkapkan
dalam lagu dan makna sahabat menurut diri mereka. Kemudian
mengomunikasikan dalam kelompok

4. Membaca Kitab Suci

1 Samuel 18: 1-4

1 Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan
jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. 2 Pada hari itu
Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. 3
Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti
dirinya sendiri. 4 Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan
memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya,
panahnya dan ikat pinggangnya.

5. Diskusi Kelompok

1. Sikap apa saja yang ditunjukkan oleh Yonatan kepada sahabatnya Daud?
2. Bagaimana kamu dapat meneladan sikap Yonatan yang baik tersebut dalam

hidup sehari-hari bersama sahabatmu?

....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 114

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

Penegasan

Beberapa sikap Yonatan yang terpuji dalam bersahabat dengan Daud misalnya:
Yonatan tidak merasa persahabatannya harus hancur gara- gara hubungan antara
Daud sahabatnya dengan ayahnya tidak baik, ia memandang persahabatan tidak
dapat dicampuradukkan dengan urusan keluarga, iaberupayajujurterhadap
Dauddenganberanimengatakansegala sesuatu agar sahabatnya selamat, termasuk
keberanian menceritakan sikap ayahnya kepada sahabatnya itu, bahkan Yonatan
rela menyerahkan baju perangnya, pedang, panah dan ikat pinggangnya kepada
Daud, padahal Yonatan adalah Putra Mahkota dan Daud dapat menjadi
saingannya dan musuh ayahnya.
Persahabatan yang sejati adalah persahabatan yang sungguh-sungguh berorientasi
pada orang yang dikasihinya. Orientasi ini memampukan dirinya untuk berbuat
tanpa pamrih, berani meninggalkan dirinya sendiri demi sahabat yang tidak hanya
bersama kala suka, tetapi tetap hadir terutama saat duka menimpa, bahkan bila
perlu ia berani berkorban segalanya demi sahabatnya.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 115

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

6. Refleksi

Anak-anakku,
Tentu kalian tidak asing dengan lagu Kasih Ibu, Sekarang cobalah nyanyikan
lagu itu dalam hati
Dengan tidak tergesa-gesa ... sambil merasakan makna kata-katanya.
Kalau kalian terbiasa memanggil Ibu dengan panggilan lain, seperti Mama,
Bunda, atau yang lain ... silakan mengganti kata ibu itu dengan panggilan
tersebut.
Sekarang, ulangi lagu tersebut dengan mengganti kata “ibu” dengan kata
“bapak” atau pangilan yang biasa kamu ucapkan: ayah, papi, atau yang lainnya
Perlahan . . . rasakan maknanya. Bayangkan saat ini mereka ada di hadapanmu
dan sedang memandangmu. Tataplah mereka baik-baik, dan perhatikan: apakah
mereka tampak gembira melihat kamu?
Ataukah mereka tampak jengkel saat melihatmu? Ataukah mereka tampak
menyesal mempunyai anak sepertimu. Kalau demikian, apa yang akan kamu
katakan kepada mereka? ... ya ... katakan apa saja yang ingin kamu katakan.
Katakan kepada mereka, aku akan mencintai kalian senantiasa. Ulangi kata-kata
itu tiga kali. Sekarang peluklah kedua orang tuamu itu Biarlah mereka
tersenyum. Bukalah matamu, lakukankah dengan nyata setiba kamu di rumah

7. Doa

Guru meminta salah seorang peserta didik menutup doa, dengan doa yang telah
disusun peserta didik.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 116

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

Berpacaran

Kompetensi Dasar Indikator

3.6.1 Bersyukur atas peran teman Peserta didik mampu

terhadap perkembangan dirinya • Menjelaskan arti dan manfaat masa

3.6.2 Peduli pada peran teman pacaran.

terhadap perkembangan dirinya • Menjelaskan tahap-tahap ketertarikan

3.6.3 Memahami peran teman seseorang terhadap lawan jenisnya.

terhadap perkembangan dirinya. • Menyebutkan tujuan berpacaran.

• Memperhatikan dan menaati norma-

norma dalam berpacaran.

4.6.1Melakukan aktivitas

(misalnya menyusun doa/ puisi/ 1. Merumuskan kesimpulan tentang makna,

refleksi) yang mengungkapkan dampak dan sikap dalam berpacaran

rasa syukur atas peran teman

terhadap perkembangan dirinya.

Tujuan Pembelajaran:

1. Pengertian dan manfaat masa pacaran.
2. Tahap-tahap ketertarikan seseorang terhadap lawan jenis.
3. Tujuan berpacaran.
4. Nilai atau norma-norma dalam berpacaran.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 117

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

1. Pengantar

Seiring dengan perkembangannya seorang remaja akan memasuki
relasi sosial yang semakin luas. Awalnya lebih senang bergaul atau
membentuk kelompok dengan teman sejenis, lama kelamaan akan mulai
merasa perlu untuk juga menjalin relasi dengan teman lawan jenisnya.
Bahkan untuk menarik perhatian lawan jenisnya, remaja mencoba untuk
menampilkan diri sebaik mungkin misalnya menjaga tutur katanya,
menjaga penampilannya, juga mencoba untuk mempercantik diri agar
lawan jenisnya tertarik. Pertemanan yang mendalam dan khusus dengan
lawan jenis, pada akhirnya akan terjalinlah hubungan khusus yang disebut
dengan pacaran. Pacaran yang sehat tidak hanya tertarik untuk
menyenangkan diri, namun menuntut perlakuan yang hormat dan suci
terhadap pacar.

Alkitab memberikan beberapa pegangan yang jelas untuk
membimbing kita dalam membuat keputusan mengenai soal pacaran,
seperti jagalah hatimu. Kitab Suci mengajarkan kepada kita untuk berhati-
hati dalam memberikan/menyampaikan kasih sayang kita, karena hati kita
mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup kita. “Jagalah hatimu dengan
segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal
4:23)

Kamu akan menjadi seperti teman-temanmu bergaul. Kita juga
cenderung menjadi seperti teman-teman sepergaulan kita. Prinsip ini
berhubungan erat dengan yang hal yang pertama dan sama pentingnya
dalam pergaulan seperti hubungan dalam pacaran. “Janganlah kamu sesat:
Pergaulan yang buruk merusakan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus
15:33)

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 118

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

Harus mengikuti standar moral Alkitab. Dalam Roma 12:12
dikatakan bahwa jangan kita menjadi serupa dengan dunia atau dengan
kata lain jangan berpacaran ala orang dunia. Hendaknya dalam
berpacaran mengikuti nasihat Injil, yaitu didasari kasih akan Allah.
Percayailah Allah dalam segala hal karena Ia itu Mahatahu yang
tentunya tahu apa yang menjadi kerinduan/kebuTuhan kita bahkan Ia
menjanjikan masa depan yang penuh harapan, lihatlah Yeremia 29:11;
Amsal 23:18. Jadi pacaran yang benar harus di dasari dengan Kasih
Allah sehingga orientasi pergaulan itu hanya ada di dalam tubuh Kristus.

Pada materi pelajaran ini, kita akan bersama mendalami tentang
bagaimana pacaran yang sehat itu. Bagaimana kita memahami kehendak
Allah yang tertuang dalam Kitab Suci tentang nasihat-nasihat-Nya,
terutama dalam berelasi dengan lawan jenis pada jenjang pacaran?

2. Doa

Allah Bapa kami yang Mahabaik,
Kami bersyukur untuk berkat-Mu pada hari ini.
Berilah kami semangat belajar yang tinggi, supaya kami dapat
belajar dengan rajin, tekun dan teratur. Bantulah kami selama
belajar ini memusatkan perhatian hanya pada pelajaran,
sehingga tidak mudah terseret oleh godaan-godaan yang dapat
melemahkan semangat belajar kami. Demi Kristus Tuhan kami.

Amin

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 119

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

3. Mendalami Cerita

Pacaran yang sehat

Bolehkan berpacaran di sekolah? Banyak yang pro dan kontra atas
pertanyaan ini. Orang yang setuju, sering karena memiliki pemikiran ataupun
pengalaman bahwa masa remaja adalah masa yang indah. Di masa ini mulai
kenal dengan yang namanya persahabatan dan cinta. Mereka menganggap bahwa
pacaran memang hal-hal yang lazim di sekolah.

Pacaran dapat pula untuk saling memacu semangat dalam belajar. Namun
demikian, ada orang yang tidak setuju. Biasanya hal ini karena pemahaman
ataupun pengalaman, dimana masa remaja merupakan masa yang masih labil.
Masa remaja merupakan masa dimana mereka belum dewasa dalam bersikap,
sehingga dikhawatirkan justru akan terjerumus dalam hal-hal yang negatif.

Terlepas dari yang pro dan kontra, disini akan dicoba untuk dijelaskan
tentang bagaimana berpacaran yang sehat itu. Memang, pacaran itu sebaiknya
dilakukan pada saat masa dewasa, sehingga dengan kematangan dan kedewasaan
diri itu akan menjauhkan kita dari akibat yang negatif.

Berikut disampaikan beberapa tips dalam berpacaran agar dapat menjalani
pacaran secara sehat sebagai seorang pelajar yakni :

1. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
2. Belajar kelompok
3. Kegiatan pengembangan diri dengan les
Berusalah tetap berteman dengan teman yang lain, jadikan pacaran sebagai
penyemangat dan motivasi diri, hindarkan diri dari berbagai bentuk pornografi,
agar tidak terjerumus kedalam hal yang negatif.

Pacaran sebenarnya adalam merupakan proses menuju pernikahan. Jadi
kalau kita berpacaran pada masa sekolah belum tentu pacar yang sekarang akan
menjadi suami atau istri kelak. Olehkarenanya jagalah diri dengan lebih baik
dalam berelasi dengan lawan jenis.

Sebagai orang beriman, haruslah pertama-tama mendekatkan diri kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Norma-norma agama harus menjadi pedoman dalam
berperilaku, termasuk dalam berpacaran.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 120

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

Diskusi kelompok merumuskan:
1. Menurutmu apakah itu pacaran?
2. Apakah seusia kelas VII SMP sudah waktunya untuk berpacaran?
Mengapa?
3. Berdasarkan artikel di atas , tips atau cara berpacaran mana
yang menurutmu sangat baik?, Mengapa?

4. Membaca Kitab Suci

• Amsal 4:23 : “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari
situlah terpancar kehidupan.”

• 1 Korintus 15:33 : “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk
merusakkan kebiasaan yang baik.”

• 1 Korintus 6:18 : “Jauhkanlah dirimu dari percabulan!”
• 1 Korintus 6:14 : “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak

seimbang dengan orang- orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah
terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang
dapat bersatu dengan gelap?”

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 121

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

5. Diskusi Kelompok

1. Pergaulan seperti apa yang dinasihatkan Alkitab tentang pacaran?
2. Apa saja yang dapat dilakukan untuk menjauhkan diri dari hal-hal negatif?
3. Bagaimana pergaulan/pacaran yang sehat itu?
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................

• Jagalah hatimu. Kitab Suci mengajarkan kepada kita untuk berhati-hati
dalam memberikan/menyampaikan kasih sayang kita, karena hati kita
mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup kita. (Amsal 4:23)

• Kamu akan menjadi seperti teman-temanmu bergaul. Kita juga cenderung
menjadi seperti teman-teman sepergaulan kita. Prinsip ini berhubungan erat
dengan yang hal yang pertama dan sama pentingnya dalam pergaulan seperti
hubungan dalam pacaran. (1 Korintus 15:33)

• Dalam pacaran harus mengikuti standar moral Alkitab. Seperti disampaikan
dalam Roma 12:12 , Yeremia 29:11, Amsal 23:18. Yang intinya bahwa
pacaran yang benar harus di dasari dengan Kasih Allah sehingga orientasi
pergaulan itu hanya ada di dalam tubuh Kristus.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 122

Mengembangkan Diri Melalui Pergaulan

6. Refleksi

Ungkapkan beberapa pertanyaan berikut secara perlahan-lahan agar
direnungkan dan dijawab oleh peserta didik dalam hati masing-masing.
(pertanyaan berdasarkan 1 Korintus 13:4-7 yang mendeskripsikan cinta yang
sesungguhnya)

1. Apakah kalian merasa sabar dengan satu sama lain?
2. Apakah kalian juga merasa bersikap baik satu sama lain?
3. Apakah dalam berhubungan ada kejujuran?
4. Apakah dalam berhubungan ada saling melindungi?
5. Apakah dalam berhubungan ada sikap saling mempercayai? Ataukah

sebaliknya
6. Apakah kalian saling cemburuan?
7. Apakah kalian suka menyombongkan diri ?
8. Apakah dalam hubungan ada kerendahan hati?
9. Apa kalian kasar memperlakukan satu sama lain?
10. Apa kalian saling mementingkan diri sendiri?
11. Apa kalian mudah marah terhadap satu sama lain?
12. Apa kalian suka mengingat-ingat kesalahan?

7. Doa

Guru meminta salah seorang peserta didik menutup doa, dengan doa yang
telah disusun peserta didik.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 123

BAB

5

MENGIKUTI TELADAN YESUS

Kompetensi Dasar Indikator

1.7 Beriman akan Yesus 1.7.1 Menyatakan imannya akan Yesus yang
yang telah mengajarkan telah mengajarkan sifat dan sikap yang baik
kita sifat dan sikap yang dalam berdoa.
baik.

2.7 Percaya diri dalam 2.7.1 Menunjukkan sikap percaya diri dalam
meneladan berbagai meneladan sifat dan sikap Yesus dalam
sifat dan sikap Yesus berdoa.
Kristus.
3.7.1 Menjelaskan arti doa.
3.7 Memahami berbagai 3.7.2 Menjelaskan manfaat doa.
sifat dan sikap Yesus 3.7.3 Menjelaskan struktur doa.
Kristus yang patut 3.7.4 Menyimpulkan ajaran Yesus tentang
diteladan.
doa berdasarkan Matius 6: 5-18.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mendalami materi tentang Aku Citra Allah yang Unik peserta didik
dapat :

1. Menjelaskan arti doa.
2. Menjelaskan manfaat doa.
3. Menjelaskan struktur doa.
4. Menyimpulkan ajaran Yesus tentang doa berdasarkan Matius 6: 5-18.
5. Membuat doa yang mengungkapkan rasa syukur atas teladan Yesus

yang telah mengajarkan cara berdoa yang baik.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 124

MENGIKUTI TELADAN YESUS

A. YESUS PENDOA

1. PENGANTAR

Manusia meskipun dikenal sebgai makluk yang sempurna namub seklaigus
memiliki keterbatasan untunk menghadapi persoalan yang dihadapi dalam
kehidupannya.
Dalam keterbatasannya manusia mencoba mengatasi persoalan hidupnya
dengan beraneka macam usaha.
Ketika manusia sudah tidak mampu lagi berusaha mengatsi persolan
hidupnya pada umumnya manusia akan mencari kekuatan Tuhan melaui doa.
Terkadang manusia tidak sabar menanti bantuan dari Tuhan. Di saat yang
bersamaan bantuan Tuhan dari arah yang tak terduga itulah kekuatan doa.
Pada bagian ini kita akan mendalami tema tentang berdoa. Kita akan belajar
berdoa dari Yesus sendiri.
Harapanya kita akan selalu membiasakan diri untuk berdoa baik di saat suka
maupun duka.
Dengan demikian kita memperoleh kekuatan Tuhan melalui doa. Kita percaya
Tuhan akan selalu menyertai hidup kita

2. DOA PEMBUKA

Allah Bapa yang murah hati,
Tiada hentinya kami bersyukur atas berkat yang Engkau limpahkan kepada

kami dalam kehidupan kami.
Ya Bapa, ajarilah kami menjalani hari-hari kami bukan semata atas kemampuan

kami namun kami juga menyatukan usaha kami dalam doa.
Kami satukan doa dan harapan kami bersama dengan doa yang telah

diajarkan Putra-Mu sendiri Bapa kami ……

https://www.pngdownloa
d.id/png-cnw27k/

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 125

MENGIKUTI TELADAN YESUS

3. Membaca Cerita

BELI BIBIT JANGAN BUAH

Seorang wanita bermimpi masuk ke sebuah toko baru di pasar, dan terkejut,
menemukan Tuhan di belakang toko. "Engkau menjual apa di sini?" ia
bertanya. "Apa saja yang menjadi keinginan hatimu," kata Tuhan. Hampir tak
berani percaya apa yang didengarnya, wanita itu memutuskan minta hal-hal
paling baik, yang dapat diinginkan seorang manusia. "Aku minta
ketenteraman hati dan cinta dan bahagia dan bijaksana dan bebas dari sakit."
katanya, lalu sebagai pikiran kemudian ditambahkan, "Tidak hanya untuk
saya. Untuk semua orang di dunia.“ Tuhan tersenyum. "Kukira, engkau
menafsirkan aku salah, nak," kata-Nya. "Kami tidak menjual buah di sini.
Hanya benih.“

(DOA SANG KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
http://media.isnet.org/kmi/sufi/Mello

4. Mendalami cerita

1. Dimana wanita itu dalam cerita di atas bermimpi?
2. Mengapa wanita tadi terkejut terkejut?
3. Apa yang diminta kepada Tuhan oleh wanita itu ?
4. Apa masud perkataan Tuhan "Kami tidak menjual buah di sini. Hanya

benih.“?
5. Apa hubungna cerita di atas dengan doa yang dilakukan manusia?

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 126

MENGIKUTI TELADAN YESUS

5. Membaca Kitab Suci

Bacalah teks kitab suci di bawah ini ! https://www.terang-
sabda.com/2017/02/apa-hubungan-
Hal Berdoa ( Matius 6 : 9 - 13 )
antara-kitab-suci-tradisi.html

9 Karena itu berdoalah demikian : Bapa kami yang di sorga , Dikuduskanlah nama-

Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu , jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di

sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan

ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang

bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam

pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat .

(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai
selama-lamanya. Amin.)

Setelah membaca teks tentang Hal Berdoa ( Matius 6 : 9 - 13 ) di atas marilah
kita mendalami pesan iman dari atas dengan beberapa pertanyaan berikut :
1. Apa isi cerita dalam teks Matius 6 : 9 - 13 ?
2. Mengapa Yesus mengajarkan doa dengan menyebut Allah sebagai Bapa ?
3. Apa saja isi permohonan dalam doa bapa kami?
4. Apa makna doa bapa kami dalam kehidupan sehari-hari?
5. Bagaimana struktur doa yang baik ?
6. Apa maanfaat dari doa?

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 127

MENGIKUTI TELADAN YESUS

6. Pendalaman Materi

1. Doa bapa kami doa yang yang diajarkan sendiri oleh Yesus sebagai doa sangat
bagus dan penuh makna

2. Yesus mengajarkan kepada manusia menyapa Tuhan dengan sebutan Bapa dari
kata bahasaa Aram ABBA yang artinya panggilan akrab untuk ayah, seperti anak
menyebut orang tua mereka ayah, bapak atau dady. Allah Bapa berarti Allah yang
dekat dan mengasihi manusia seperti kasih seorang ayah kepada anaknya

3. Doa bapa kami berisi 7 permohonan. Tiga permohonan untuk Tuhan :
dimuliakan nama-MU, datanglah kerajaan-MU, jadilah kehendak-MU. Empat
permohonan untuk manusia : Berilah kami rejeki pada hari ini , ampunilah
kesalahan kami, jangan masukkan kami dalam pencobaan, bebaskan kami dari yang
jahat

4. Srtuktur doa pada umumnya teriri dari 2 bagian :
1. Bagian peratama berisi syukur, pujian keapada Tuhan
2. Bagian kedua berisi permohonan

5. Manfaat dari doa antara lain:
1. Mendekatkan diri dengan Tuhan
2. Memberikan ketenangan batin
3. Memberikan kekuatan ketika kita sedang menghadapi masalah.

Khasanah Doa

Bentuk doa antara lain:
1. Doa pribadi contohnya :bapa kami, salam maria, kemuliaan dan lai-lain
2. Doa Jemaat: contohnya : doa Rosario, doa jalan salib dan lain-lain
3. Doa resmi Gereja cntohnya : Tata Perayaan Ekaristi ( Misa ) , upacara

penerimaan sakramen- sakramen dan lain-lain
Adapun jenis doa antara lain :
1. Doa syukur kepada Tuhan
2. Doa permohonan
3. Doa syafaat untuk kepentingan orang lain, masyarakat dan negara contohnya

dalam 1 Tim 2:1. dan Yohanes 17

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 128

MENGIKUTI TELADAN YESUS

7. Refleksi

Setelah membaca dan mendengarkan pejelasan dari teks kitab suci tentang Hal
Berdoa (Matius 6 : 9 - 13) di atas silakan merenungkan sejenak pengalaman
doa anda selama ini dengan beberapa pertanyaan berikut :
1. Apakah saya selalu berdoa setiap hari dan setiap ada kegiatan?
2. Apakah kebanyakan isi dari doa kita berisi, bersyukur, pujian kepada Tuhan

atau permohonan?
3. Sebagai anak-anak Bapa di surga, apakah kita sudah berusaha mewujudkan sifat

Bapa yang maha adil dan maha pengampun, dalam kehidupan kita sehari-hari,
4. Siapa saja orang yang perlu kita bawa dalam doa kita kepada Tuhan ?

8. Uji Kompetensi

1. Mengapa Yesus mengajarkan kita untuk berdoa bapa kami?
2. Tuliskan isi 7 permohonan dalam doa bapa kami!
3. Bagaimana struktur doa yang baik ?
4. Tuliskan masing-masing 3 bentuk dan jenis doa!
5. Tuliskan apa manafaat kita berdoa!
6. Tuliskan doa isi doa bebas tetapi

Allah Bapa yang murah hati,
Tiada hentinya kami bersyukur atas berkat yang Engkau limpahkan kepada kami

dalam kehidupan kami.
Ya Bapa, ajarilah kami menjalani hari-hari kami bukan semata atas kemampuan

kami namun semata-mata atas berkat dan kemurahan-Mu ya Bapa.
Kami satukan doa dan harapan kami bersama dengan doa yang telah diajarkan

Putra-Mu sendiri Bapa kami ……

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 129

MENGIKUTI TELADAN YESUS

B. YESUS BERBELAS KASIH

Kompetensi Dasar Indikator
Beriman akan Yesus yang memperjuangkan
1.7.2 Menyatakan imannya nilai-nilai Kerajaan Allah.
akan Yesus dengan endoakan
mereka yang lemah, miskin, Percaya diri dalam mewujudkan nilainilai
dan tersingkirkan Kerajaan Allah yang diperjuangkan Yesus
Kristus.
2.7.2 Menunjukkan
kepercayaan diri dengan 3.7.5 Menjelaskan arti bela rasa.
berani membantu orang- 3.7.6 Membuat kesimpulan mengenai teladan Yesus
orang yang menderita.
dalam berbelas kasih berdasarkan
3.7.5 Menjelaskan arti bela Injil Lukas 7: 11-17.
rasa. 3.7.7 Menjelaskan tujuan Yesus melakukan karya
belas kasih kepada orang-orang yang menderita.
3.7.8 Memberi contoh tindakan belas kasih yang
dapat dilakukan dalam hidup sehari- hari

4.8 Melakukan aktivitas 4.7.2 Membuat rancangan karya belas kasih
(misalnya menemukan dan
menuliskan ayat-ayat Kitab
Suci/motto) yang
berubungan dengan nilai-
nilai Kerajaan Allah demi
hidup bersama yang lebih
baik.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mendalami materi Yesus Berbelas kasih siswa dapat :
1. Menjelaskan arti bela rasa.
2. Membuat kesimpulan mengenai teladan Yesus dalam berbelas kasih

berdasarka njil Lukas 7: 11-17.
3. Menjelaskan tujuan Yesus melakukan karya belas kasih kepada orang-orang

yang menderita.
4. Memberi contoh tindakan belas kasih yang dapat dilakukan dalam hidup

sehari- hari

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 130

MENGIKUTI TELADAN YESUS

1. Pengantar

https://simomot.com/2016/09/04/kumpulan-gambar-kata-
kata-bijak-bunda-teresa-lengkap-dengan-artinya-dalam-

bahasa-indonesia/

Kalau kita menyimak berita di media hampir tidak ada satu hari pun yang
nihil dari peristiwa kriminal. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga,
pelaku kriminal yang kejam yang tega menghabisi kurbannya sampai
kejahatan di sosial media.

Beberapa fakta di atas menunjukkan bahwa akar dari segala kejahatan kepada
sesama antara lain karena manusia kurang mempunyai belas kasih kepada
sesamanya.

Pada bagian ini kita akan mendalami tema tentang belas kasih. Kita akan
belajar dari Yesus sendiri yang mengajarkan dan menunjukkan belas
kasihnya kepada orang-orang di sekitarnya melalui kisah Penyembuhan orang
lumpuh,

Semangat belas kasih kepada sesama bisa kita tumbuhkan dengan cara yang
sederhana seperti yang dilakukan seorang anak TK yang menyumbangkan
tabungan untuk membeli APD pada waktu masa pandemic covid 19.

Melalai kegiatan yang sederhana harapannya semangat belas kasih kita kepada
sesama semakin meningkat bahkan dapat menjadi inspirasi untuk orang lain

Oleh karena itu pada bagian akhir pelajaran ini nanti kita juga akan diajak
menunjukkan belas kasih kita dengan membuat mini project charity,

2. Doa Pembuka

Allah Bapa yang murah hati,

Kami bersyukur kepada-Mu karena Engakau senantiasa mengajarkan kepada
kami untuk selang mengasihi sesama kami,

Ampunilah kami ya Bapa jika kami masih sering belum terlalu peduli terhadap
sesame kami yang menderita.

Ajarilah kami ya Bapa untuk belajar mengasihi sesama kami terutama mereka
yang menderita dan memerlukan bantuan dengan cara yang sederhana .

Semua doa dan harapan kami satukan dalam Yesus Tuhan kami,

Amin

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 131

MENGIKUTI TELADAN YESUS
3. Membaca Cerita

Kisah Bocah 9 Tahun Sumbangkan Tabungannya untuk APD Petugas Medis
KOMPAS.com - Pagi itu, Moch Hafidh, bocah berumur 9 tahun ini meminta ibunya, Rikoh Rotikoh,
untuk mengantarnya ke Polsek Dayeuhkolot Polresta Bandung. Sambil nenenteng kaleng biskuit,
Hafidh dan ibunya kemudian menemui Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Sudrajat. Bocah yang
duduk di kelas 3 SDN Pasigaran 3 Dayeuhkolot itu kemudian memberikan kaleng biskuit tersebut
kepada Kapolsek. Siapa sangka ternyata kaleng tersebut merupakan tabungan Hafidh. Baca juga:
Seluruh Tenaga Medis Dikarantina, Satu Puskesmas Ditutup Sementara Saat kaleng itu dibuka,
terdapat sejumlah pecahan uang koin yang dikumpulkannya selama 9 bulan. Anak dari pasangan
Ruhiyatna yang berprofesi sebagai tukang servis televisi dan Rikoh Rotikoh, pedagang bakso ayam
tersebut, sengaja membawa tabungan dari hasil menyisihkan sisa uang jajan setiap hari. Uang itu
disumbangkan kepada para petugas medis yang tengah menangani wabah virus corona. Uang
tabungan itu disumbangkan Hafidh untuk membeli alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan
para tenaga medis saat ini. ibunda Hafidh, Rikoh Rotikoh mengatakan bahwa keinginan Hafidh ini
berawal saat ia melihat pemberitaan di televisi terkait sulitnya petugas medis yang mendapatkan
APD ditengah pagebluk virus corona. bkcah itu kemudian bertanya soal fungsi APD tersebut.
"Sempat tanya ke saya untuk apa APD itu, saya lalu jelaskan bahwa APD adalah Alat Pelindung
Diri yang sangat dibutuhkan oleh tenaga medis dalam menangani pasien Virus Corona," kata
Rikoh dalam keterangannya, Kamis (16/5/2020). Mendengar penjelasan ibunya, bocah itu terenyuh
dan mengungkapkan keinginannya untuk membantu para petugas medis yang menangani Covid-19
ini. "Hafidh ingin membantu membeli APD dengan menyumbangkan tabungannya yang dia
kumpulkan selama 9 bulan," kata Rikoh.

https://regional.kompas.com/read/2020/04/16/21523951/kisah-bocah-9-tahun-
sumbangkan-tabungannya-untuk-apd-petugas-medis?page=all#page1.

Mendalami cerita

Pertanyaan untuk mendalami cerita

1. Bagaimana kesan anda mendengar cerita di atas?

2. Apa yang mendorong Moch Hafidh untuk menyumbang ?

3. Mengapa masih banyak orang yang kurang peduli terhadap
penderitaan orang lain ?

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 132

MENGIKUTI TELADAN YESUS

4. Membaca Kitab Suci

Bacalah teks kitab suci di bawah ini !

Orang lumpuh disembuhkan Lukas 5:17-2

17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk
mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem.
Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.

18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka
berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.

19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ,
naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan
tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.

20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni.

21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang
menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri? "

22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka , lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang
kamu pikirkan dalam hatimu?

23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah,
dan berjalanlah?

24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni
dosa" berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah
tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan
pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.

26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini
kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

Mendalami kitab suci

Pertanyaan untuk mendalami teks Lukas 5:17-26

1. Bagaimana perasaan anda mendengar teks kitab suci di atas?

2. Apa yang dilakukan orang-orang terhadap orang yang kumpuh tersebut?

3. Apa yang mendorong Yesus menolong orang lumpuh itu?

4. Apa pesan iman dari teks tentang Yesus menyembuhkan orang lumpuh di atas?

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 133

MENGIKUTI TELADAN YESUS

5. Pendalaman Materi

a. Kisah Moch Hafidh, bocah berumur 9 tahun ini memberikan tabungan untuk diberikan
kepada teanga kesehatan memberikan inspirasi tentang sifat kemurahan hati yang pantas
diteladani.

b. Sebagai makluk sosial sngat penting sekali dikembangkan sikap menolong orang yang
menderita karena akan sangat membantu mengurangi penderitaan mereka.

c. Kisah tentang orang lumpuh yang disembuhkan Yesus dalam Lukas 5:17-26 merupakan
bentuk kepedulian Yesus terhaadap penderitaan sesama

d. Kisah dalam Lukas 5 : 18 menegaskan juga contoh begitu besar kepedulain teman dan
kerabat dari orang lumpuh yang beusaha susah payah untuk membantu penderita lumpuh
unutk bertemu dengan Yesus.

e. Usaha luar biasa kreatif dari kerabat dan solidaritas teman penderita lumpuh yang luar
juga menggerakkan hati Yesus untuk memberikan belas kasih, Yesus selalu berbela rasa
terhadap yang menderita.

f. Usaha keras sampai membongkar atap orang lain merupakan bentuk perjuangan iman
yang membuahkan kesembuhan bagi penderita lumpuh.

g. Kisah tentang Orang lumpuh disembuhkan Yesus dalam Lukas 5:17-2 memberikan pesan
iman bahwa oang beriman juga ditunjukkan dengan usaha pantang menyerah dan kreatif
untuk bertemu Tuhan. Usaha mereka pasti dilandasi keyakinan bahwa Tuhan akan
menolong penderitaan mereka.

h. Kisah dari Moch Hafidh, bocah penymbang APD untuk tenaga kesehatan di masa pandemi
bisa memberikan inspirasi bahwa kepedian terhadap sesama bisa dimulai sejak kecil. Sikap
bocah kecil ini pasti tidak lepas dari nilai yang diberikan oleh orang tuanya.

i. Sikap berbela rasa harus selalu dikembangkan dan dibiasakan sejak kecil sehingga senakin
banyak orang yang peduli terhadap penderitaan sesama.

6. Peneguhan

a. Sebagai makluk sosial manusia tidak bisa lepas lepas dari keberadaan orang lain.

b. Ada tantangan besar pada jaman modern ini bahwa kepedulian terhadap sesama sudah mulai
memudar, banyak orang sibuk dan memikirkan kepentingan sendiri

c. Kisah tentang penyembuhan orang lumpuh dalam Lukas 5:17-26 sungguh menginspirasi
dan menggugah kesadaran kita untuk tetap peduli kepada orang lain.

d. Yesus selalu berbela rasa terhada sesama uang menderita.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 134

MENGIKUTI TELADAN YESUS

6. DOA PENUTUP https://www.pngdownloa
d.id/png-cnw27k/
Allah Bapa yang murah hati,
Engkau mengajarkan kepada kami untuk peduli dan berbela
rasa kepada sesama kami yang menderita.
Ajarilah kami supaya mau mengikuti teladan-Mu untuk
memperhatikan sesama kami terutama mereka yang sedang
mengalami penderitaan
Kami satukan doa dan harapan kami bersama Kristus Tuhan
kami. Amin.

7. UJI KOMPETENSI

PROJECT CHARITY

Diskusikan dengan teman dalam kelompok untuk membuat Project Charity
sederhana
1. Rencanakan bentuk Charity yang akan dilakukan
2. Siapa akan dibantu ? ( Misalnya Panti Asuhan , Prtugas kebersihan Jalan dll )
3. Bagaimana mamperoleh dana?
4. Kapan akan dilaksanakan?
5. Tuliskan rencana, persiapan dan pelaksaksanaan project ini kepada guru

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 135

MENGIKUTI TELADAN YESUS

C. YESUS PENGAMPUN

Kompetensi Dasar Indikator

1.7 Beriman akan Yesus yang 1.7.3 Menyatakan imannya bahwa Yesus telah
telah mengajarkan kita mengajarkan pentingnya pengampunan
sifat dan sikap yang baik.

2.7.2 Menunjukkan 2.7.3 Menyatakan kepercayaan dirinya dengan

kepercayaan diri dengan berani untuk meminta maaf

berani membantu dan mengampuni kesalahan orang lain.

orang- orang yang

menderita.

3.7 Memahami berbagai 3.7.9 Menyebutkan faktor penghambat yang
sifat dan sikap Yesus membuat orang sulit mengampuni.

Kristus yang patut 3.7.10 Menyebutkan keuntungan bila mampu

diteladan. mengampuni dan mendapatkan

pengampunan.

3.7.11 Menyimpulkan ajaran Yesus tentang

pengampunan berdasarkan Injil Matius 18:

21-35.

3.7.12 Menjelaskan makna pengampunan yang

dilakukan Yesus Kristus seperti dikisahkan

dalam Yohanes 8: 2-11.

4.7 Merencanakan 4.7.2 Membuat rancangan karya belas kasih

aktivitas/kegiatan sebagai

perwujudan meneladan

berbagai sifat dan sikap

Yesus Kristus

Tujuan Pembelajaran

Setelah mendalami materi Yesus Berbelas kasih siswa dapat
1. Menyebutkan faktor penghambat yang membuat orang sulit mengampuni.
2. Menyebutkan keuntungan bila mampu mengampuni dan mendapatkan pengampunan.
3. Menyimpulkan ajaran Yesus tentang pengampunan berdasarkan Injil Matius 18: 21-35.
4. Menjelaskan makna pengampunan yang dilakukan Yesus Kristus seperti dikisahkan

dalam Yohanes 8: 2-11.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 136

MENGIKUTI TELADAN YESUS

1. Pengantar

“ Sekali kamu melakukan lagi tidak ada maaf bagimu “, ungkapan tersebut
mewakili batapa susahnya orang memberikan pengampunan apalagi bagi
orang yang sudah disakiti.
Pada materi ini kita akan memperluas pandangan kita tentang pengampunan.
Diberikan tinjauan psikologis tahap pengampunan sebagai referensi
Dalam tradisi agama Yahudi memberikan toleransi penganpunan sebanyak
tujuh kali, kesempatan pengampunan yang sudah cukup banyak pada waktu
itu.
Dalam Lukas 15:1-7 Yesus memberi perspektiif baru tentang pengampunan. “
bukan tujuh kali tetapi tujuh puluh kali tujuh kali. Begitulah Allah yang maha
Rahim yang selalu mengampuni kita.
Kesaksian Pastor Karl Edmund Prier SJ yang memafkan yang menganiaya
beliau semoga dapat memberikan inspirasi tentang pengampunan.

2. Doa Pembuka

Allah Bapa yang maha rahim,

Dalam kehidupan kami sehari –hari betapa sulitnya kami memberikan
pengamapunan.

Ya Bapa, ajarilah kami untuk untuk belajar mengampuni, orang tua, teman dan
orang yang telah bersalah dan menyakiti kami.

Berilah kami keikhlasan untuk mengampuni sepaya hati kami menjadi damai.

Kami satukan doa dan harapan kami bersama dengan doa yang telah
diajarkan Putra-Mu sendiri

Bapa kami ……

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 137

MENGIKUTI TELADAN YESUS

3. Membaca Cerita

Dibacok Saat Misa Gereja St Lidwina,

Romo Prier: Maafkan Suliyono

( Suara. Com)

Suara.Com - Karl Edmund Prier, Pastor Tarekat Yesuit Yang Turut Menjadi
Korban Teror Penyerangan Saat Misa Di Gereja Katolik Roma Santa Lidwina
Bedog, Minggu (2/2/2018), Akhirnya Pulih Setelah Mendapat Bacokan Di Bagian
Kepala.

Ketika Horor Itu Terjadi, Romo Prier Tengah Memimpin Misa Di Gereja Yang
Terletak Di Daerah Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa
Yogyakarta Tersebut.

Meski Menjadi Korban Dan Harus Dirawat Secara Intensif Selama Beberapa Hari
Di Rumah Sakit Panti Rapih, Romo Prier Mengakui Telah Memaafkan Pelaku
Teror Tersebut, Suliyono.

Ketika Romo Prier Mengunjungi Mapolda Diy, Rabu (21/2), Ia Berharap
Suliyono Yang Masih Berusia 22 Tahun Sadar Atas Kekeliruannya.
“Tak Ada Dendam. Saya Memaafkan Suliyono. Di Injil Sudah Jelas. Setiap Hari
Kami Berdoa Agar Diampuni Kesalahan Kami, Seperti Mengampuni Yang
Bersalah Kepada Kami. Mesti Dilaksanakan Juga To, Jadi Tidak Dibalas Dengan
Emosi,” Kata Romo Prier Kepada Wartawan, Seperti Diberitakan Harian Jogja—
jaringan Suara.Com.

Selain Itu, Dia Juga Berharap, Suliyono Yang Telah Ditangkap Dan Kekinian
Menjalani Pemeriksaan Oleh Polisi Itu Sadar Atas Perbuatannya.
“Harapan Saya, Suliyono Sadar, Mungkin Dia Keliru Memukul Saya,” Ujarnya.

Romo Prier Juga Mengimbau Kepada Umat Agar Dapat Mengatasi Ketakutan,
Sehingga Tidak Takut Dan Tidak Langsung Cemas Ketika Ada Ancaman.

Sementara Mengenai Kedatangannya Menemui Kapolda Diy, Romo Prier
Mengakui Bermaksud Menyampaikan Ucapan Terima Kasih Kepada Polisi Yang
Sudah Memproses Kasus Ini Secara Baik

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 138

MENGIKUTI TELADAN YESUS

4. Mendalami Cerita

Pertannyaan untuk mendalami cerita
1. Bagaimana kesan anda membaca kisah di atas?
2. Mengapa pemuda tiba-tiba menyerang Pastor Prier ?
3. Apa yang dilakukan oleh Pastor Prier ?
4. Mengapa Pastor Prier mengampni pemuda yang tela menyerangnya?
5. Pesan apa yang dapat kita ambil dari cerita di atas ?

5. Mendalami Kitab Suci
Membaca teks Matius 18:21-35

Perumpamaan tentang pengampunan Matius 18:21-35

18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai
berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap
aku? Sampai tujuh kali? l "

18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan
sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak
mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya
seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu
memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya
untuk pembayar hutangnya.

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 139

MENGIKUTI TELADAN YESUS

Membaca teks Matius 18:21-35

Perumpamaan tentang pengampunan Matius 18:21-35

18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, r katanya: Sabarlah dahulu,
segala hutangku akan kulunaskan.

18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga
ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain
yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya
itu, katanya: Bayar hutangmu!

18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu,
hutangku itu akan kulunaskan.

18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara
sampai dilunaskannya hutangnya.

18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan
segala yang terjadi kepada tuan mereka.

18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai
hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau
memohonkannya kepadaku.

18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah
mengasihani engkau?

18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo,
sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu,
apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap
hatimu. "

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 140

MENGIKUTI TELADAN YESUS

Diskusikan pertanyaan di bawah ini dengan teman anda untuk mendalami
teks Matius 18:21-35 !
1. Dalam teks Lukas 15:1-7 persoalan antara hamba dan tuannya?
2. Mengapa tuannya memberi hamba yang berhutang sepuluh ribu talenta?
3. Mengapa hamba yang berhutang sepuluh ribu talenta akhirnya dihukum

tuannya?
4. Mengapa manusia sulit mengampuni kesalahan orang lain?
5. Apa pesan iman dari teks Lukas 15 : 1 – 7 di atas ?

6. Pendalaman Materi

1. Manusia tidak ada yang sempurna dan luput dari kesalahan.
2. Dengan sadar atau tidak sadar perkataan, sikap dan perbuatan kita bisa

melukai hati orang lain. Tidak jarang orang yang sakit hati menjadi
kecewa, marah dan menaruh rasa dendam.
3. Supaya rasa marah, benci tidak boleh tidak menjadi lingkaran balas
dendam maka harus diputus dengan pengampunan.
4. Pengampunan tidak mudah untuk dilakukan. Memerlukan waktu , proses,
kesadaran dan kebesaran hati.
5. Menurut Roslina Verauli ( psikolog dan penulis buku Love Cold ) ada empat
fase memberi maaf / pengampunan yaitu:
a. Membuka diri. Perlu memahami betapa besar dampak mendendam, marah,

dan benci bagi kehidupannya sendiri.
b. Membuat keputusan tetap menyimpan emosi negatif atau justru berbenah

dan memaafkan.
c. Mentoleransi kejadian yang menyakitkan karena
d. Memaafkan dan melupakan

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 141

MENGIKUTI TELADAN YESUS

Lanjutan pendalaman materi

6. Dari kisah tentang Anak yang hilang dalam Matius 18:21-35 Yesus
memberikan pengajaran yang sangat mendalam tentamg pengampunan.

a. Di kalangan orang Israel mempunyai batas toleransi sampai tujuh kali.

b. Yesus dalam Matius 18:21-35 memperbaharui tolerasi pengampunan sampai
tujuh puluh kali tujuh kali atau jumlah yang lebih banyak, tak terbatas.

c. Selain itu Yesus juga menegaskan pengampunan dari Allah juga diberikan
dengan prasyarat kita juga mau mengampuni sesama kita seperti dalam
perumpamaan hamba yang berhutang.

d. Dalam doa bapa kami juga diberikan pengajaran tentang pengampunan
senada dengan teks Matius 18:21-35 yakni ampunilah kami seperti kami pun
mengampuni yang bersalah kepada kami.

7. Doa Penutup

Allah Bapa yang maha rahim,
Belas kasih-Mu tiada hentinya kepada kami
Ajarilah kamu Bapa untuk selau ikhlas mengampuni kesalahan yang telah
diperbuat oleh orang-orang yang telah menyakiti kami.
Semoga hati kami menjadi damai bersama Engkau sumber kedamaian sejati.
Kami satukan doa dan harapan kami bersama dengan perantaan Kristus

Tuhan Kami.
Amin

8. Uji Kompetensi

1. Tuliskan 3 sikap yang betentangan dengan semangat pengampunan ?
2. Berdasarkan teks Lukas 15 : 1 – 7 apa pesan iman sehubungan dengan

pengampunan?
3. Mengapa manusia sulit mengampuni dan memaafkan ?
4. Tuliskan 4 tahap suapa manusia supaya bisa memaafkan kesalahan

orang lain?

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 142

MENGIKUTI TELADAN YESUS

9. TUGAS ( Pemeriksaan Batin )

Silakan anda hening sejenak selanjutnya merenungkan dengan menjawab
pertanyaan di bawah ini dalam hati !
1. Apakah aku kurang bersyukur atas segala berkat-berkat yang Tuhan

limpahkan?
2. Apakah aku sering kuatir dalam kehidupan karena kekurangpercayaanku

terhadap penyelenggaraan Allah?
3. Apakah aku selalu percaya kepada Tuhan, terutama dalam kemalangan dan

pencobaan?
4. Apa aku menggunakan nama Tuhan dalam kemarahan atau kutukan?
5. Apa aku berbohong demi kepentingan pribadiku?
6. Apakah aku berdoa secara teratur, setidaknya pagi dan sore/malam hari?
7. Apakah aku sudah untuk mengasihi dan menghormati orangtua dan

saudara- saudariku?
8. Apakah aku membantu mereka di saat aku bisa?
9. Apakah aku menghormati guru, orang-yang lebih dewasa ?
10. Apakah aku mentaati peraturan sekolahku?
11. Apakah aku melukai ( bullying )terhadap temanku dengan perkataanku

atau perbuatan ?
12. Apakah aku menyebarkan rumor/gosip tentang seseorang lewat perkataan

maupun sosial media?
13. Apakah aku mengumpat, mengomel dan mengeluh ?
14. Apakah aku meminta maaf segera dan dengan tulus ketika aku menyakiti

seseorang?
15. Apakah aku menyebabkan kecelakaan fisik, orang lain?
16. Apakah aku melihat gambar, pertunjukan atau film, buku-buku dan

publikasi lainnya yang tidak sopan dan membangkitkan fantasi seksual ,
melontarkan cerita, humor yang bernuansa pornografi ?
17. Apakah aku merusak barang milik orang lain ?
18. Apakah aku pernah mengambil barang, uang milik orang lain?
19. Apakah aku menyontek atau memberikaa contekan di sekolah?
20. Apakah aku menuduh seseorang sembarangan?

https://www.katolisitas.org/unit/bagaimana-
contoh-pertanyaan-pertanyaan-untuk-pemeriksaan-batin/

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 143

MENGIKUTI TELADAN YESUS

C. YESUS PEJUANG KESEARAAN GENDER

Kompetensi Dasar Indikator

1.7 Beriman akan Yesus 1.7.4 Menyatakan imannya pada Tuhan yang telah
yang telah mengajarkan menciptakan manusia setara/ sederajat.
kita sifat dan sikap yang
baik.

2.7.2 Menunjukkan 2.7.4Menunjukkan kepercayaan dirinya dengan
kepercayaan diri berani melakukan per juangan dalam
dengan berani mewujudkan kesetaraan gender.
membantu orang-
orang yang menderita. 3.7.13 Menjelaskan arti kesetaraan.
3.7.14 Menyebutkan hal-hal yang dapat
3.7 Memahami berbagai
sifat dan sikap Yesus menyebabkan terjadinya pelanggaran
Kristus yang patut kesetaraan di dalam masyarakat.
diteladan. 3.7.15 Menjelaskan sikap dan pandangan Yesus
terhadap kesetaraan berdasarkan Yoh. 8:2-
4.7 Merencanakan 11
aktivitas/kegiatan 3.7.16 Menjelaskan berbagai usaha yang dapat
sebagai perwujudan dilakukan untuk mengusahakan kesetaraan
meneladan berbagai gender
sifat dan sikap 4.7.4 Membuat doa bagi para pejuang dan
Yesus Kristus korban kesetaraan gender.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mendalami materi Yesus Pejuang Kesetaraan Gender siswa dapat:

Menjelaskan arti kesetaraan.

Menyebutkan hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran kesetaraan di
dalam masyarakat.

Menjelaskan sikap dan pandangan Yesus terhadap kesetaraan berdasarkan Yoh. 8:2-
11

Menjelaskan berbagai usaha yang dapat dilakukan untuk mengusahakan kesetaraan
gender

Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik Kelas VII 144


Click to View FlipBook Version