The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yusrilwahid78, 2023-12-11 21:51:44

MAKALAH KOMONIKASI BISNIS

ROMBEL A 22

4 8. Mengetuk pintu sebelum memasuki ruang wawancara, kecuali kalua ada yang mengantar 9. Menunggu sampai dipersilahkan duduk, atau minta ijin untuk duduk 10. Mengingat nama pewawancara dengan baik dan benar 11. Menatap pewawancara pada saat diwawancarai 12. Menunjukkan kemampuan diri, namun jangan berlebihan 13. Memperhatikan dan memahami setiap pertanyaan pewawancara dengan baik 14. Berbicara dengan jelas dan tegas 15. Mengatur nada suara dengan tepat 16. Menunjukkan minat/ketertarikan dan kesungguhan terhadap perusahaan yang dilamar 17. Bersikap jujur dan langsung 7. Duduk sebelum dipersilahkan 8. Meletakkan tas di meja wawancara 9. Membungku dan menundukkan kepala 10. Bertopang dagu 11. Melipat tangan di muka dada 12. Merokok atau megulum permen saat wawancara kerja 13. Membuka atau memulai percakapan wawancara kerja 14. Memotong pembicaraan saat diwawancarai 15. Melebih-lebihkan diri 16. Mengkritik diri sendiri 17. Mengkritik atau menjelekkan atasan yang sekarang atau yang terdahulu 18. Memberikan informasi yang tidak relavan 19. Bertanya yang sekedar bertanya 20. Emosional atau mudah tersinggung 21. Menunjukkan kesan tidak sabar 2.3 Cara Mengenali Pekerjaan dan Perusahaan Sebelum melakukan wawancara, perlu mencari berbagai informasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang sedang dilamar serta perkembangan perusahaan. Infomasi tersebut, dapat diperoleh dari berbagai publikasi resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut baik dalam bentuk jurnal, majalah, buletin, atau melalui web perusahaan bersangkutan. Wawancara sebagai bentuk komunikasi dua arah, merupakan kesempatan yang baik untuk menanyakan secara langsung mengenai pekerjaan dan perusahaan kepada pewawancara. Berbagai pertanyaan yang dapat disampaikan antara lain: 1. Apa tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang Anda lamar?


5 2. Bagaimana kebijakan perusahaan mengenai promosi? 3. Bagaimana kesempatan untuk berkemabang dalam perusahaan? 4. Apakah tersedia program pelatihan bagi pegawai baru? 5. Apa yang menjadi produk unggulan perusahaan? 6. Siapa pesaing utama bagi perusahaan? 7. Bagaimana pangsa pasar bagi produk-produk yang dibut perusahaan? Pertanyaan-pertanyaan yang diajukkan dalam wawancara sangat penting, artinya bagi pewawancara terutama dalam kaitannya dengan tingkat keseriusan dalam melamar posisi pekerjaan (job position) 3 tersebut. 2.4 Pertanyaan Penting dalam Wawancara Kerja Dalam wawancara, berbagai jenis pertanyaan akan diajukan kepada calon pelamar, sehingga harus benar-benar mempersiapkan diri agar dapat menjawab semua pertanyaan dengan baik dan benar. Berikut beberapa contoh pertanyaan yang sering ditanyakan dalam melakukan wawancara: 1. Pekerjaan yang dilamar 1) Mengapa anda ingin bekerja di perusahaan tersebut? 2) Apakah pengalaman kerja anda relevan dengan posisi kerja yang anda lamar? 3) Mengapa anda tertarik dengan jabatan atau posisi pekerjaan tersebut? 4) Jika anda masih bekerja mengapa anda ingin beralih pekerjaan? 5) Apa yang anda ketahui tentang perusahaan tersebut? 2. Pendidikan dan Pelatihan 1) Mata kuliah apa yang paling anda senangi dan yang paling anda benci, mengapa? 2) Aspek-aspek mata kuliah apa yang paling menarik bagi anda? 3 Sandira, H., & Jaya, U. P. (2021). Mengenal lebih dalam Job Description dan Job Specification Artikel Ilmiah Populer Job Description dan Job Specification Mata Kuliah Modal Manusia Disusun oleh : Helsya Sandira – 2019031011 Psikologi Universitas Pembangunan Jaya. December.


6 3) Apakah kuliah atau pelatihan yang anda peroleh membantu pengembangan karir anda? 4) Bagaimana pandangan anda tentang pendidikan yang anda peroleh di perguruan tinggi? 5) Apakah anda merencanakan untuk melanjutkan studi? 3. Latar Belakang Keluarga 1) Apa pekerjaan orang tua anda? 2) Apakah pendidikan terakhir orang tua anda? 3) Bagaimana pendapat orang tua anda terhadap karir yang anda pilih? 4. Kepribadian 1) Bagaimana anda menjelaskan diri anda sendiri? 2) Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan diri anda sendiri? 3) Bagaimana anda menilai diri orang lain? 5. Penilaian Pribadi 1) Faktor-faktor apa yang paling memberikan kontribusi bagi pengembangan pribadi anda? 2) Apa hambatan-hambatan dalam pengembangan karir anda? 3) Apa yang paling mengecewakan, mengesahkan, atau menjengkelkan anda terhadap orang lain? 4) Bagaimana anda menghadapi rasa jengkel tersebut? 5) Apa karakteristik dan kemampuan paling penting yang harus anda miliki untuk menjadi pemimpin suatu perusahaan? 6) Apa pengalaman kerja yang paling memuaskan atau menyenangkan? 7) Apa pengalaman kerja yang paling tidak menyenangkan bagi anda? 6. Tujuan Karir 1) Apa tujuan jangka panjang bagi karir anda? 2) Bagaimana anda dapat mencapai tujuan tersebut? 3) Apa posisi atau kedudukan yang anda harapkan untuk masa yang akan datang? 4) Mengapa anda merasa cocok dengan posisi tersebut? 7. Hobi dan Lain-Lain 1) Apa yang anda lakukan pada saat liburan? 2) Apa yang anda lakukan pada saat senggang? 3) Apakah anda ikut dalam suatu kegiatan kegiatan sosial kemasyarakatan? 4) Mengapa anda tertarik dalam kegiatan kemasyarakatan?


7 5) Apa hobi anda? 6) Jenis olahraga apa yang paling anda senangi dan yang paling tidak anda senangi? 7) Buku atau majalah terbaru apa yang telah anda baca? 8) Apakah anda tertarik dengan berita-berita perkembangan dunia industri dewasa ini? 9) Apakah anda tertarik untuk mengaitkan perkembangan dunia industri dengan perkembangan perusahaan anda? Apabila sebelumnya Anda pernah bekerja, berikut ini beberapa contoh pertanyaan yang sering diajukkan dalama wawancara. 1. Pimpinan Anda 1) Bagaimana pendapat anda tentang atasan/pimpinan anda? 2) Sebutkan beberapa hal yang menyebabkaan anda memuji atau mengkritik pimpinan anda! 3) Bagaimana atasan anda memperlakukan anda? 2. Pekerjaan Sebelumnya 1) Mengapa anda ingin meninggalkan pekerjaan anda? 2) Apa pekerjaan yang paling menarik yang pernah anda lakukan? 3) Apa pekerjaan yang paling tidak menarik yang pernah anda lakukan? 3. Pergaulan Antar Sejawat 1) Bagaimana pergaulan anda dengan teman-teman sejawat? 2) Bagaimana kesan anda bila temana anda memperoleh promosi jabatan? 3) Bila sedang tidak bertugas, apakah anda sering mengobrol dengan teman-teman anda? 4) Apakah anda merasa lebih enak berkejaan sendiria atau kelompok? 5) Tipe orang yang bagaimana yang paling anda senangi atau anda benci? 4. Pendelegasin 1) Dapatkan anda mendelegasikan tanggungjawab kepada orang lain? Coba berikan contohnya! 2) Bagaimana anda memotivasi orang lain dalam menyelesaikan tugas mendesak yang tak terduga sebelumnya? 3) Bagaimana perasaan anda ketika mendelegasikan sebagian tugas dan tanggungjawab anda kepada orang lain?


8 4) Jika orang lain menolak menerima pendelegasian tugas dan tanggungjawab Anda, apa yang anda lakukan? 5. Pengambilan Keputusan 1) Apa keputusan yang paling mudah dan paling sulit yang pernah anda lakukan? 2) Bagaimana proses anda melakukan pengambilan keputusan penting? 3) Bagaimana reaksi oranglain terhadap keputusan yang anda buat? 2.5 Surat Penerimaan Kerja Apabila menerima surat penerimaan pegawai, sebaiknya membuat surat balasan untuk organisasi lembaga atau instansi tempat yang menerima. Pada prinsipnya rencana organisasional untuk surat balasan sama dengan surat pemberitahuan penerimaan kerja. Ada yang perlu diperhatikan dalam menulis surat penerimaan tawaran kerja, yaitu: 1. Nyatakan antusias terhadap tawaran kerja tersebut 2. Konfirmasi kapan anda dapat datang ke bagian personalia 3. Tunjukkan antisipasi anda terhadap penerimaan tawaran kerja tersebut Contoh bentuk surat penerimaan kerja: 2.6 Surat Penolakan Kerja


9 Surat penolakan kerja merupakan surat yang dibuat oleh oleh pelamar kerja atau mereka yang sudah bekerja tetapi mendapat atau mengharapkan pekerjaan di tempat lain yang lebih menguntungkan. Pelamar kerja yang sudah mengikuti semua bentuk ujian seleksi, baik tertulis maupun wawancara, dapat membuat surat penolakan kerja karena telah diterima bekerja di tempat lain. Ketika berniat menolak pekerjaan, alangkah baiknya pengungkapan penolakan kerja tersebut dilakukan secara tertulis. Surat penolakan kerja sebaiknya menggunakan perencanaan tidak langsung sebagaimana pada penulisan bad-news. Pada bagian awal surat dikemukakan hal yang bersifat positif atau netral baru kemudian menyampaikan penolakan kerja pada bagian pertengahan. kemudian surat ditutup dengan ucapan terima kasih (K. Bisnis, U. Lambung, 2021)4 Contoh bentuk surat penolakan kerja: 4 Bisnis, K., & Lambung, U. (2021). Wawancara Kerja - Kelompok 9. 16.


10 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Wawancara kerja merupakan bagian yang sangat penting bagi suatu perusahaan untuk menyeleksi jumlah pelamar kerja yang ada. Wawancara kerja merupakan kesempatan bagi para pelamar kerja, dimana saat sesi wawancara pelamar kerja akan berksempatan untuk mempromosikan diri, dan pihak perusahaan dapat mengetahui potensi calon karvawannva lebih detail. Sebelum melakukan wawancara kerja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan para pelamar kerja. Seperti memperhatikan berbagai aspek kepribadian, baik secara verbal maupun nonverbal, dan memperhatikan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan serta harus dihindari saat sesi wawancara kerja. Selain itu, sebagai pelamar kerja penting untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilamar. Serta mengetahui pertanvaan-pertanvaan apa saja yang biasa ditanvakan bada sesi wawancara kerja, agar saat sesi wawancara kerja bisa memberikan jawaban semaksimal mungkin dan memberikan kesan terbaik, sehingga mendapatkan peluang yang lebih besar untuk diterima bekerja. Jika pihak perusahaan memberikan surat pemberitahuaan mengenai penerimaan pegawai yang telah diwawancara maka disarankan untuk membuat surat penerimaan kerja apabila menerima pekerjaan tersebut dan surat penolakan kerja apabila menolak pekerjaan yang ditawarkan sebelumnya.


11 DAFTAR PUSTAKA Hafidz, A. N., Anwar, M. R., Ramadhan , M. R., & Wanida, S. W. (2021). Wawancara Kera. Retrieved from Studocu: https://www.studocu.com/id/document/universitas-lambungmangkurat/komunikasi-bisnis/wawancara-kerja-kelompok-9/44979677. Jayanto, P. Y. (2021). Komunikasi Bisnis. Semarang: Cerdas Bersama. Sakina, Adinda Syanin. (2021). Tahap Tahap Seleksi. 1–12. Sandira, H., & Jaya, U. P. (2021). Mengenal lebih dalam Job Description dan Job Specification Artikel Ilmiah Populer Job Description dan Job Specification Mata Kuliah Modal Manusia Disusun oleh : Helsya Sandira – 2019031011 Psikologi Universitas Pembangunan Jaya. December.


MAKALAH KOMUNIKASI BISNIS NEGOSIASI Dosen Pengampu: Dr. Prabowo Yudo Jayanto, S.E., M.S.A. Mata Kuliah: Komunikasi Bisnis Disusun Oleh: 1. Nadya Mutiara Sari (7211422126) 2. Delia Salsabila (7211422288) 3. Ariq Syuja Prakosa (7211422290) 4. Sindy Putri Yohandini (7211422293) PROGRAM STUDI AKUTANSI FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2023


i KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga tim penulis dapat menyelesaikan penulisan tugas makalah dengan judul “NEGOISASI” yang pada akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai materi dalam mata kuliah Komunikasi Bisnis. Dalam rangka penulisan tugas ini, tim penulis banyak mengalami kesulitan dan kendala. Namun karena dorongan moril dan material serta bimbingan dari berbagai pihak sehingga tim penulis dapat menyelesaikan penulisan tugas ini. Tidak lupa pula pada bagian ini, dengan segala kerendahan hati dan rasa hormat yang setinggi-tingginya tim penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu tim penulis dalam menyelesaikan tugas ini. Tim penulis menyadari bahwa dalam penulisan tugas ini tidak terlepas dari segala kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati tim penulis mengharapkan saran serta kritik yang bersifat membengun dari pembaca sebagai bahan masukan sehingga dapat berguna baik penulis dikemudian hari. Akhir kata, tim penulis mengucapkan terima kasih, semoga mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT, dan semoga penulisan tugas ini dapat bermanfaat bagi tim penulis dan juga pembaca pada umumnya. Semarang, 02 November 2023 Kelompok 11


ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..............................................................................................i DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1 1.1 Latar Belakang ......................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah.................................................................................2 1.3 Tujuan ...................................................................................................3 BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................5 2.1 Pengertian Negosiasi.............................................................................5 2.2 Proses Bernegosiasi ..............................................................................6 2.3 Keterampilan Bernegosiasi.................................................................11 2.4 Tipe-tipe Negosiator ...........................................................................16 BAB III PENUTUP ...............................................................................................20 2.1 Saran ...................................................................................................20 2.2 Kesimpulan .........................................................................................20 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................23


1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negosiasi adalah elemen kunci dalam dunia bisnis yang melibatkan proses komunikasi antara dua pihak atau lebih yang berusaha mencapai kesepakatan dalam hal kepentingan mereka. Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, kemampuan untuk bernegosiasi dengan baik menjadi suatu kompetensi krusial bagi para profesional di berbagai bidang. Komunikasi bisnis merupakan salah satu mata kuliah yang memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana komunikasi dapat memengaruhi kesuksesan dalam konteks bisnis. Oleh karena itu, makalah ini akan membahas peran penting negosiasi dalam komunikasi bisnis. Dalam komunikasi bisnis, negosiasi menjadi inti dari proses pengambilan keputusan dan penyelesaian konflik. Keberhasilan dalam negosiasi dapat membawa manfaat besar bagi perusahaan, seperti meningkatkan efisiensi, mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan, dan membangun hubungan bisnis yang kuat. Di sisi lain, kegagalan dalam negosiasi dapat mengakibatkan kerugian finansial, ketegangan hubungan, dan merusak reputasi perusahaan. Selain itu, negosiasi juga memainkan peran kunci dalam berbagai aspek komunikasi bisnis, seperti penawaran produk, penjualan, kontrak, perjanjian kerja sama, dan penyelesaian sengketa. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang strategi negosiasi, komunikasi persuasif, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai tipe pihak yang terlibat dalam negosiasi menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis yang dinamis.


2 Makalah ini akan mengulas konsep dasar negosiasi, strategi, teknik, dan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan negosiasi dalam konteks komunikasi bisnis. Selain itu, makalah ini juga akan membahas tantangan yang sering dihadapi dalam proses negosiasi bisnis, serta bagaimana mengatasi dan mengelola konflik yang mungkin timbul selama proses tersebut. Dengan demikian, makalah ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang peran negosiasi dalam komunikasi bisnis dan bagaimana keterampilan negosiasi yang efektif dapat membantu mencapai tujuan bisnis yang sukses. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang konsep-konsep dan praktik-praktik negosiasi dalam konteks komunikasi bisnis, para profesional dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk berinteraksi dan bernegosiasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam dunia bisnis yang kompleks dan dinamis. 1.2 Rumusan Masalah Berikut adalah beberapa rumusan masalah dalam makalah berjudul "Negosiasi" dalam mata kuliah Komunikasi Bisnis: 1.2.1 Bagaimana peran komunikasi dalam negosiasi bisnis yang berhasil? 1.2.2 Apa saja faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan negosiasi dalam konteks bisnis? 1.2.3 Bagaimana pengaruh budaya dalam negosiasi bisnis antara pihak dari berbagai latar belakang budaya? 1.2.4 Bagaimana strategi komunikasi yang efektif dapat membantu dalam mencapai kesepakatan dalam negosiasi bisnis? 1.2.5 Apa implikasi etika dalam negosiasi bisnis dan bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi citra perusahaan?


3 1.2.6 Bagaimana teknologi dan media sosial telah memengaruhi cara negosiasi bisnis dilakukan? Rumusan masalah ini mencakup berbagai aspek penting yang akan dibahas dalam makalah tentang negosiasi dalam konteks komunikasi bisnis. 1.3 Tujuan Tujuan pembuatan makalah berjudul "Negosiasi" dalam mata kuliah Komunikasi Bisnis adalah sebagai berikut. 1.3.1 Menganalisis dan menjelaskan konsep dasar negosiasi, termasuk definisi, prinsip, dan jenis-jenisnya. 1.3.2 Mempelajari teknik-teknik negosiasi yang efektif, seperti pembicaraan, tawar-menawar, dan resolusi konflik. 1.3.3 Menjelaskan tahapan-tahapan dalam proses negosiasi, mulai dari persiapan hingga penyelesaian kesepakatan. 1.3.4 Menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses negosiasi, seperti budaya, psikologi, dan dinamika kelompok. 1.3.5 Mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif dalam konteks negosiasi, termasuk kemampuan mendengarkan, berbicara, dan menulis. 1.3.6 Membahas aspek-etika negosiasi dan pentingnya berperilaku dengan integritas dalam proses ini. 1.3.7 Menyajikan studi kasus nyata tentang negosiasi dalam dunia bisnis dan menganalisis strategi serta hasilnya. 1.3.8 Melatih kemampuan presentasi dan menyampaikan makalah dengan baik di depan kelas.


4 Dengan mencapai tujuan-tujuan ini, makalah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami, menguasai, dan mengaplikasikan prinsipprinsip negosiasi dalam konteks bisnis dengan lebih baik.


5 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Negosiasi Berikut ini pengertian negosiasi menurut para ahli 1 : 1. Hartman Negosiasi merupakan suatu proses komunikasi dimana dua pihak masing-masing dengan tujuan dan sudut pandang berbeda mereka sendiri berusaha untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak tersebut mengenai masalah yang sama. 2. Oliver Negosiasi adalah proses dimana paling sedikit ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan, dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama. 3. Runutung Sitepu Negosiasi merupakan salah satu bentuk penyelesaian sengketa alternatif dimana para pihak yang bersengketa melakukan perundingan secara langsung untuk mencari penyelesaian sengketa yang sedang mereka hadapi kearah kesepakatan atas dasar win-win solution. 4. Henry Kissinger Negosiasi adalah proses menggabungkan posisi konflik ke posisi umum, di bawah aturan keputusan bulat.2 5. Robbins 1 M.S.A. Prabowo Yudho Jayanto S.E., Komunikasi Bisnis, ed. by Eric Adie, Jilid 1 (Semarang: Cerdas Bersama, 2021). 2 Guru Ekonomi, ‘Negosiasi’, Sarjanaekonomi.Co.Id, 2023 <https://sarjanaekonomi.co.id/negosiasi/>.


6 Negosiasi adalah proses di mana dua pihak atau lebih bertukar barang dan jasa dan mencoba menyepakati tingkat kerjasama untuk mereka. Sedangkan, menurut KBBI V mengungkapkan bahwa Negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara suatu pihak satu dengan yang lain. Dari beberapa pengertian negosiasi diatas, dapat disimpulkan bahwa Negosiasi merupakan sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Negosiasi juga bisa diartikan sebagai sebuah upaya tawar menawar yang dirasa perlu untuk dilakukan sebelum terjadi sebuah kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan negosiasi.3 Negosiasi terjadi karena belum adanya kesesuaian hal antara kedua belah pihak, maka salah seorang tersebut merasa perlu untuk menawar kembali hal yang sedang dibahas tersebut, bisa mengenai harga kesepakatan lainnya. Melakukan negosiasi juga mendapatkan beberapa keuntungan, yaitu: 1. Tercapainya tujuan 2. Hubungan yang lebih baik dari para kolega 3. Mencegah dan menyelesaikan konflik 4. Hadiah untuk anda dan tim 5. Kepercayaan dari atasan. 2.2 Proses Bernegosiasi Berikut ini hal-hal yang diperlukan dalam proses bernegosiasi: 4 3 Prabowo Yudho Jayanto S.E. 4 Ekonomi.


7 a. Pihak-pihak yang mempunyai suatu program atau pihak pertama melakukan penyampaian dengan memakai kalimat yang santun, jelas, dan terinci. b. Pihak dari mitra bicara untuk menyanggah mitra bicara dengan tetap menghargai maksud pihak pertama. c. Pemilik suatu kegiatan (program) mengemukakan argumentasi dengan memakai kalimat yang santun dan meyakinkan pada mitra bicara dengan disertai alasan yang logis. d. Terjadi suatu pembahasan dan kesepakatan untuk terlaksananya program negosiasi. Menurut Hartman, terdapat empat poin penting yang perlu diperhatikan sebelum bernegosiasi, antara lain pencarian fakta terutama dari pihak lain (lawan negosisasi), menaksir posisi lawan negosisasi, membuat perencanaan yang baik, dan memilih serta mengatur tim negosiasi.5 Sementara itu, menurut Casse, ada tiga tahapan penting dalam bernegosiasi6 , yaitu: 1. Tahap Perencanaan Tahap perencanaan negosiasi membutuhkan tiga tugas utama, yaitu: a. Sasaran Negosiasi Sasaran negosiasi (negotiation objective) adalah apa hasil yang diharapkan dalam bernegosiasi. Hal ini merupakan salah satu alasan utama mengapa seseorang bernegosiasi. Penentuan sasaran atau target dalam bernegosiasi sangatlah penting sebagai arahan atau petunjuk dalam bernegosiasi. Ada dua jenis sasaran dalam bernegosiasi, yaitu sasaran ideal dan sasaran dasar (batas minimal yang dapat dicapai). b. Strategi Negosiasi 5 Prabowo Yudho Jayanto S.E. 6 Prabowo Yudho Jayanto S.E.


8 Komponen kedua adalah strategi negosiasi (negotiation strategy) yang merupakan cara atau teknik untuk mencapai tujuan bernegosiasi. Untuk mencapai kesepakatan kedua belah pihak memang diperlukan strategi yang tepat. Ada beberapa strategi negosiasi yang dapat Anda gunakan dalam bernegosiasi, antara lain: 1) Strategi Kooperatif a) Sasarannya mencapai kesepakatan kedua belah pihak b) Memakai semboyan win-win solution (saling menguntungkan) c) Mempercayai pihak lawan d) Melakukan kompromi jika diperlukan dan timbal balik e) Menciptakan landasan dan kepentingan bersama 2) Strategi Kompetitif a) Sasaran strateginya adalah mengalahkan lawan b) Tidak mempercayai lawan dan siap bertarung c) Menuntut sebuah konsesi, menegaskan posisi, dan melancarkan tekanan. d) Tidak memberikan apa-apa dan menghabiskan semuanya 3) Strategi Analitis a) Mempunyai filosofi bahwa seorang negosiator adalah pemecah masalah (problem-slover), bukan seorang petarung b) Memandang negosiasi sebagai bentuk latihan dalam memecahkan masalah, dan bukannya sebagai permainan


9 c) Berusaha kreatif dan bersama-sama mencari alternatif solusinya d) Menggunakan kriteriayang objektif dalam mengambil keputusan e) Membuat alasan yang rasional dan bukan atas dasar perasaan c. Proses Negosiasi Komponen ketiga adalah proses negosiasi. Sebelum mencapai tujuan yang anda tentukan sebelumnya, perlu diketahui bahwa dalam negosiasi sangat diperlukan yang namanya proses negosiasi yang melibatkan kedua belah pihak. Proses negosiasi merupakan suatu proses tawarmenawar yang diharapkan mampu menghasilkan suatu kesepakatan di kedua belah pihak yang saling menguntungkan. Menurut Casse dalam proses negosiasi ada enam tahapan penting yang perlu diperhatikan, antara lain: 1) Persiapan 2) Kontak pertama 3) Konfrontasi 4) Kompromi 5) Solusi 6) Konsolidasi 2. Tahap Implementasi Tahap implementasi merupakan tahapan penerapan atau tindakan yang diperlukan agar mencapai sukses dalam bernegosiasi. Implementasi memiliki komponen penting antara lain: taktik negosiasi, keterampilan negosiasi, dan perilaku negosiasi. Berikut ini beberapa


10 taktik negosiasi yang sering digunakan dalam praktek bernegosiasi, antara lain: a. Taktik Cara Anda Taktik "Dengan Cara Anda" adalah mengetahui tujuan yang ingin dicapai, bersikeras, dan memaksa pihak lawan agar percaya bahwa kita yang benar, berinisiatif mempertahankannya, Anda yang mengendalikan proses negosiasi, dan Anda terus menekan. b. Taktik Bekerja Sama Taktik ini menegaskan bahwa Anda mau mendengarkan pihak lawan dan mengetahui apa yang ada di benak mereka, Andalah yang memutuskan untuk bersikap reaktif (bukan proaktif), siap bekerja sama jika proposal pihak lawan sejalan dengan sasaran Anda, Anda setuju, tidak setuju dan kadang- kadang mengembangkan ide mereka, Anda membuat mereka berhasil. c. Taktik Tidak Bertindak Apa-Apa Taktik ini merupakan sikap keras kepala dalam bernegosiasi. Dalam hal ini Anda tetap bersikukuh pada pendirian sebelumnya dan tidak mudah berubah. Taktik ini dilakukan karena Anda ingin mempertimbangkan sesuatau, salah satu trik untuk mengulur waktu, upaya untuk membuat pihak lawan gugup atau grogi, dan Anda percaya inilah saatnya untuk menilai secara perspektif. d. Taktik Melangkah ke Tujuan Lain Taktik ini menuntut Anda yang harus aktif menggeser suatu persoalan ke persoalan lain. Andalah yang mencoba untuk menghindar dari suatu persoalan agar tidak dibahas lagi. Taktik ini diambil dengan beberapa alasan sebagai berikut. Anda punya peluang untuk memenangkan negosiasi saat ini, pihak lain justru yang akan memperoleh peluang memenangkan negosiasi bila suatu persoalan


11 dibahas lagi, waktunya tidak tepat, atau adanya kesepakatan lain yang perlu dibahas lebih dulu. 3. Tahap Peninjauan Negosiasi Tahap ini merupakan tahapan setelah berlangsungnya suatu proses negosiasi yang memiliki arti yang sangat penting bagi seorang negosiator dalam meninjau apa yang sudah dilakukannya selama bernegosiasi. Ada beberapa alasan penting mengapa tahap peninjauan negosiasi perlu dilakukan, antara lain: a. Sebagai alat untuk memeriksa apakah Anda sudah mencapai tujuan Anda. b. Jika tidak, maka hal itu dapat menjadi pelajaran sekaligus pengalaman yang sangat berharga bagi seorang negosiator. c. Jika ya, maka pastikan apa yang sudah Anda lakukan dengan baik dan bangunlah kesuksesan Anda 2.3 Keterampilan Bernegosiasi Keberhasilan dalam bernegosiasi dapat ditentukan oleh berbagai faktor penting, diantaranya adalah keterampilan seorang negosiator dalam beregosiasi dengan pihak lawan.7 Secara lahiriah manusia telah dibekali dengan kemampuan untuk bernegosiasi. Berikut ini kemampuan yang perlu dikembangkan untuk dapat bernegosiasi yang baik. a. Kemampuan menentukan serangkaian tujuan, namun harus tetap fleksibel dalam membaca keseimbangan atau perubahan posisi tawar yang terjadi selama negosiasi. b. Kemampuan untuk mencari kemungkinan-kemungkinan dan pilihan yang banyak. Seorang negosiator harus pandai membaca kemungkinan 7 Prabowo Yudho Jayanto S.E.


12 dan memprediksi konsekuensi yang mungkin timbul dari masingmasing pilihan. c. Kemampuan untuk mempersiapkan dengan baik. Tidak ada negosiasi yang baik tanpa persiapan yang baik. Negosiator selalu mempersiapkan segala sesuatu, mulai dari hal besar hingga hal kecil jauh sebelum pelaksanaan negosiasi. d. Kemampuan interaktif atau mampu mendengarkan dan menanyakan pihak-pihak lain. e. Kemampuan menentukan prioritas. Dengan memiliki kemampuan dasar tersebut, diharapkan negosiator sudah memiliki dasar pemikiran dan keterampilan bernegosiasi. Selain mengembangkan kemampuan, seorang negosiator juga harus memiliki dan memperhatikan beberapa keterampilan yang sejalan dengan pendapat para ahli berikut.8 1. Hartman Menurut Hartman, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam keterampilan bernegosiasi (negotiation skills) antara lain: a. Persiapan Persiapan yang baik adalah salah satu kunci sukses negosiasi. Tanpa persiapan yang baik, hasil yang diperoleh dalam bemegosiasi tidak akan memuaskan kedua belah pihak atau bahkan mengalami kegagalan yang pada akhirnya menimbulkan kekecewaan bagi kedua belah pihak. b. Memulai Negosiasi Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memulai bernegosiasi, antara lain: memilih waktu yang tepat, tempat yang tepat, menciptakan suasana yang positif dan santai, menetapkan agenda, merumuskan 8 Prabowo Yudho Jayanto S.E.


13 tawaran pembuka, menghadapi konflik, berkomunikasi secara efektif, menciptakan kesepakatan dengan lebih cepat. c. Strategi dan Teknik Baik strategi maupun teknik menuntut keterampilan khusus dalam bernegosiasi. Negosiasi yang sukses bukan saja hasil dari perencanaan atau persiapan yang baik, tetapi juga implementasi yang baik dari sebuah negosiasi d. Kompromi Kompromi adalah salah satu upaya menuju kesepakatan kedua belah pihak dalam bernegosiasi. e. Menghindari kesalahan taktis Beberapa hal yang perlu dihindari dalam melakukan negosiasi, antara lain: mengajukan permintaan awal yang tidak logis, membuat konsensi bebas, memulai tanpa penawaran, melakukan negosiasi terlalu cepat, menghargai tawaran yang tidak masuk akal dan memaksakan bernegosiasi. 2. Casse Menurut Casse keterampilan bernegosiasi dapat dibedakan ke dalam dua kelompok besar yaitu: a. Keterampilan Konvensional (Conventional Skills) 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. 2) Menafsirkan atau merumuskan kembali perkataan negosiator lawan, dengan kata-kata anda sendiri. 3) Diam setelah suatu pertanyaan atau tepat setelah suatu pertanyaan dibuat oleh pihak lawan.


14 4) Menyimpulkan dari waktu ke waktu untuk mencatat poin- poin penting yang tersamar selama negosiasi. 5) Menyatakan perasaan dan emosi untuk meredakan ketegangan dan membentuk rasa percaya. b. Keterampilan Nonkonvensional (Nonconventional Skills) 1) Menunjukkan salah pengertian maksus pihak lawan, dengan perumusan ulang, pertanyaan atau kesimpulan yang salah. 2) Membesar-besarkan apa yang dikatakan negosiator lawan. 3) Gerakan yang tak terduga. 4) Bersikap kasar. 5) Menghujani pihak lawan dengan banyak pertanyaan atau terlalu banyak informasi. 3. Oliver Menurut Oliver ada kunci dasar yang perlu diperhatikan dalam bernegosiasi, antara lain: a. Persiapan yang baik Semakin penting negosiasi, semakin banyak persiapan yang harus dilakukan. Lakukan identifikasi pada tahap persiapan atas hal-hal berikut: Kemungkinan pihak lawan membuka pernyataan dan posisi, bagaimana Anda bergerak dari posisi pihak lawan menuju aspirasi Anda, masalah potensial,rintangan, kesempatan, kebutuhan dan pilihan yang dimiliki lawan Anda, bagaimana idealism dan garis Anda, pertimbangan biaya setiap gerakan yang mungkin Anda buat dan itu dapat menguntungkan pihak lawan Anda, dan antisipasi apa konsesi yang akan diberikan oleh pihak lawan Anda. b. Berlatih


15 Berlatih bernegosiasi merupakan kunci percaya diri. Hal itu dapat menjadi pembuka besar atau kecil masalah dan kesulitan yang akan muncul. Cobalah bagaimana cara berlatih, pendekatan apa yang akan di gunakan, pernyataan kunci apa yang akan disampaikan, dan bagaiman merespons pernyataan pihak lawan. Jangan bimbang dan ragu, berlatih dan berlatilah! Semakin sering berlatih dan selalu memperbaiki diri setiap terjadi kekeliruan akan menjadikan modal dasar yang berharga menuju kesuksesan. c. Menggambarkan Posisi Anda Pada beberapa titik, setiap sisi menggambarkan posisi mereka dengan jelas. Tujuan negosiator adalah bagaimana memberikan kesempatan kepada pihak lawan untuk berbicara tentang berbagai hal yang berkaitan dengan apa, bagaimana, kapan, dimana, dan mengapa negosiasi perlu dilakukan. Negosiator harus dapat mengendalikan apa yang seharusnya anda lakukan dan jangan terpengaruh oleh pihak lawan. d. Membuat suatu usulan/proposal Jika pihak lawan mengisyaratkan tidak membuat suatu usulan (proposal) yang ingin diajukan dalam bernegosiasi, saatnya bagi negosiator untuk mengusulkannya. Hal itu juga akan memberikan suatu konsensi yang terlalu dini oleh pihak lawan. Namun demikian, pada babak awal tersebut janganlah terlalu berharap munculnya sebuah kesepakatan. Masih ada kata-kata tawaran berikutnya yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut bernegosiasi. e. Penawaran Salah satu respon yang efektif dalam bernegosiasi adalah bagaimana melakukan tawaran bagi pihak lawan dengan cara cara yang baik. Bagaimanapun, proses bernegosiasi tidak dapat dilepaskan dengan


16 proses penawaran Negosiator harus menggunakan kesempatan proses penawaran ini dengan sebaik- baiknya. f. Persetujuan Sasaran dari setiap kali bernegosiasi adalali untuk mencapai kesepakatan. Untuk mencapai suatu kesepakatan yang baik dan efektif bagi kedua belah pihak, negosiator perlu memahami dengan sebaikbaiknya apa yang sebenarnya diinginkan oleh piluak lawan. 4. Mattock dan Ehrenborg Menurut Mattock dan Ehrenborg, ada sepuluh hal yang sangat dinginkan oleh pihak lawan Anda, antara lain a. Merasa nyaman akan dirinya sendiri b. Tidak merasa dibohongi c. Sekutu yang kekal d. Mengetahui dan memahami lebih banyak e. Menyelesaikan negosiasi tanpa harus bekerja terlalu keras f. Uang, barang, dan pelayanan yang bagus g. Diperlakukan dengan ramah-artinya didengarkan h. Disenangi i. Komunikasi yang jelas j. Mengetahui kemampuan dan usahanya-dari Anda, bos, dan rekan kerjanya 2.4 Tipe-tipe Negosiator Terdapat berbagai macam tipe negosiator dalam komunikasi bisnis yang perlu diketahui sehingga kita mampu memahami bagaimana sebuah proses negosiasi bisnis bisa diselesaikan dengan baik. Negosiator umumnya


17 memiliki kedudukan yang penting untuk mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak.9 Tentu saja, ini menjadikan posisi negosiator penting supaya kesepakatan yang ingin dicapai antara kedua belah pihak tadi memang benar- benar mampu terwujud dan sesuai dengan apa yang diinginkannya. Negosiator juga harus tahu bentuk komunikasi bisnis itu apa saja. Cara berkomunikasi dengan baik mungkin juga perlu dimiliki oleh seorang negosiator supaya ia mampu menangani apa yang menjadi keinginan antara kedua belah pihak. Jenis komunikasi yang dilakukan memang termasuk komunikasi interpersonal. Namun demikian, ada pula tipe negosiator yang sama sekali tidak kompeten dalam memegang kendali dalam hal kesepakatan bisnis. Berikut ini adalah beberapa macam tipe dari negosiator yang mungkin bisa kita ketahui10: 1. Tipe Asertif Negosiator dengan tipe asertif adalah salah satu tipe yang sangat direkomendasikan. Jarang ada yang mampu memiliki sikap dan sifat asertif. Asertif adalah kemampuan menyampaikan sesuatu tanpa menyakiti pihak tertentu. Meskipun sesuatu yang akan disampaikan tersebut sifatnya berupa kesalahan suatu pihak, namun pihak lain tetap bisa menerima dengan baik. Ini adalah jenis negosiator yang patut menjadi panutan. 2. Tipe Akomodator Tipe akomodator dari seorang negosiator memiliki pengertian bahwa seorang negosiator tersebut akan berorientasi pada hubungan yang baik. Ini berarti umumnya negosiator dengan tipe akomodator akan berusaha 9 Prabowo Yudho Jayanto S.E. 10 Prabowo Yudho Jayanto S.E.


18 "menyenangkan" orang lain. Biasa negosiator tipe akomodator lebih berusaha menjaga mood dari beberapa macam pihak yang terlibat. 3. Tipe Analisis Hampir mirip dengan tipe asertif, tipe analisis merupakan tipe negosiator yang sama-sama bersifat menyampaikan sesuatu dengan berusaha tanpa menyakiti beberapa pihak yang ada. Perbedaannya ada pada spontanitas dari pesan yang akan disampaikan. Pada tipe asertif, seseorang mungkin akan lebih spontan mengungkapkan apa yang menjadi inti permasalahan. Tipe analisis tidak akan terburu-buru dalam mengungkapkan hal tersebut sampai fakta dan data terkumpul dengan terstruktur. 4. Tipe Curang Tipe negosiator curang sudah terlihat dari namanya. Tipe ini akan berusaha memenangkan kesepakatan dengan berbagai macam cara yang licik. Tentu saja ini adalah jenis negosiator yang perlu dihindari, meskipun dalam beberapa macam bisnis, praktik kecurangan diambil untuk memenangkan suatu pihak saja. Ini adalah salah satu hal yang kurang bagus dan etis ketika diterapkan dalam dunia bisnis. Persaingan bisnis menjadi kurang sehat tentunya. Manajemen public relations agaknya menjadi sebuah hal yang kurang dikuasai oleh tipe ini. 5. Tipe Profesional Tipe profesional sebenarnya merangkum tiga tipe negosiator teratas dari daftar ini. Sikap yang profesional ditunjukan sebagai jalan untuk membuka keobjektifan dari kesepakatan bisnis yang akan diambil. Tipe negosiator dalam komunikasi bisnis ini termasuk bagus dan cocok untuk digunakan manakala ada kesepakatan bisnis yang penting dan perlu diambil. Bahkan, bisa saja tipe ini menguasai komunikasi bisnis lintas budaya yang menjadikan kesepakatan cepat untuk diambil. 6. Tipe Bodoh


19 Negosiator tipe bodoh adalah tipe yang tidak berusaha memenangkan kedua belah pihak. Ini sedikit menggelikan, karena bagaimanapun juga, kesepakatan bisnis ingin dicapai dengan menggunakan bantuan negosiator. Namun sayangnya, ada tipe yang justru tidak ingin memenangkan kesepakatan untuk kedua belah pihak. Hasilnya tentu saja membuat hasil kesepakatan yang akan diambil menjadi lebih lama dan mengulur-ulur waktu. Komunikasi informal bahkan sering timbul dari tipe negosiator ini. 7. Tipe Naif Tipe naif kebalikan dari tipe bodoh. Apabila tipe bodoh tidak berusaha memenangkan kesepakatan antara kedua belah pihak, tipe naif justru tidak menguasai sama sekali bahan apa yang akan menjadi kesepakatan. Umumnya, tipe naif tidak memiliki posisi netral yang kuat. Ia akan mudah terpancing dengan argumen suatu pihak. Namun bila pihak lain argumennya ternyata lebih disukai, negosiator ini juga akan menyetujuinya juga.


20 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dalam menjalankan aktivitas bisnis, negosiasi merupakan keterampilan kunci yang sangat relevan dan penting. Melalui mata kuliah Komunikasi Bisnis, kita memahami bahwa negosiasi bukan sekadar taktik, tetapi juga melibatkan aspek-aspek komunikasi yang mendalam, seperti pemahaman kebutuhan pihak lain, empati, serta kemampuan menjalin hubungan yang baik. Selain itu, pengetahuan tentang strategi negosiasi, teknik persuasi, dan analisis situasi menjadi bagian penting dalam keberhasilan negosiasi bisnis. Melalui penulisan makalah ini, kita dapat menyimpulkan bahwa dalam konteks bisnis, negosiasi adalah suatu proses yang tidak hanya tentang mencapai kesepakatan, tetapi juga tentang membangun hubungan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan antara pihak-pihak yang terlibat. Memahami prinsip-prinsip komunikasi bisnis yang diajarkan dalam mata kuliah ini telah membantu kita mengembangkan keterampilan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam negosiasi bisnis. Dengan demikian, komunikasi bisnis yang efektif dan negosiasi yang cermat akan menjadi landasan kuat dalam meraih kesuksesan di dunia bisnis yang kompetitif. 3.2 Saran Berikut saran dalam makalah berjudul "Negosiasi" yang sesuai dengan materi yang dipelajari dalam mata kuliah komunikasi bisnis: a. Penerapan Teknik Negosiasi Dalam bisnis, penting untuk mengaplikasikan teknik-teknik negosiasi yang telah dipelajari agar dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan. Sarankan pembaca untuk terus mengasah keterampilan ini dalam situasi nyata.


21 b. Kepatuhan Etika Bisnis Ingatkan kepada pembaca akan pentingnya menjaga etika selama proses negosiasi. Etika bisnis yang kuat dapat membangun reputasi yang baik dan hubungan jangka panjang dengan mitra bisnis. c. Penggunaan Komunikasi Efektif Tekankan bahwa komunikasi adalah kunci dalam negosiasi. Sarankan pembaca untuk terus meningkatkan keterampilan komunikasi mereka, termasuk mendengarkan aktif, berbicara dengan jelas, dan memahami budaya komunikasi dalam bisnis. d. Pemahaman Konteks Bisnis Ajak pembaca untuk selalu memahami konteks bisnis dan industri yang mereka hadapi. Ini akan membantu mereka menyesuaikan strategi negosiasi mereka dengan situasi yang berbeda. e. Evaluasi Hasil Negosiasi Sarankan untuk selalu mengevaluasi hasil negosiasi. Pembelajaran dari pengalaman sebelumnya dapat membantu dalam peningkatan proses negosiasi di masa depan. f. Kendalikan Emosi Ingatkan kepada pembaca untuk mengendalikan emosi selama negosiasi. Emosi yang terlalu kuat dapat mengganggu proses negosiasi yang efektif. g. Jaringan dan Hubungan Bisnis Akhirnya, dorong pembaca untuk terus membangun jaringan dan hubungan bisnis yang kuat. Kadang-kadang, kesepakatan terbaik muncul melalui hubungan yang telah dibangun.


22 Semua saran ini akan membantu pembaca dalam mengaplikasikan konsep negosiasi dalam konteks bisnis yang sesuai dengan mata kuliah komunikasi bisnis.


23 DAFTAR PUSTAKA Ekonomi, Guru, ‘Negosiasi’, Sarjanaekonomi.Co.Id, 2023 <https://sarjanaekonomi.co.id/negosiasi/> Prabowo Yudho Jayanto S.E., M.S.A., Komunikasi Bisnis, ed. by Eric Adie, Jilid 1 (Semarang: Cerdas Bersama, 2021)


MAKALAH PENULISAN LAPORAN BISNIS Dosen Pengampu: Dr. Prabowo Yudo Jayanto S.E., M.S.A. Mata Kuliah: Komunikasi Bisnis Disusun Oleh: Kelompok 12 1. Jefri Ardiansyah (7211422006) 2. Adhelia Clementina Maharani (7211422124) 3. Sabila Kartini (7211422129) 4. Nashira Tirta Putri (7211422298) PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2022/2023


i Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah mata kuliah Komunikasi Bisnis dengan tepat waktu. Tidak lupa shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah SAW yang syafa’atnya kita nantikan kelak. Makalah yang berjudul “Penulisan Laporan Bisnis” dapat kami selesaikan dengan tepat waktu tentunya karena bantuan banyak pihak. Kami berharap dengan adanya makalah ini dapat menjadi referensi bagi pihak yang akan menyusun laporan bisnis. Selain itu, kami berharap bisa membantu pembaca mengatasi permasalahan dalam menyusun laporan bisnis. Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami terbuka menerima saran dan kritik dari pembaca yang dapat membangun dan menyempurnakan makalah Penulisan Laporan Bisnis. Apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini, kami memohon maaf. Kami berharap semoga makalah yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi untuk pembaca. Semarang, 12 November 2023 Kelompok 12


ii Daftar Isi Kata Pengantar .........................................................................................................................i Daftar Isi ...................................................................................................................................ii BAB I.........................................................................................................................................1 PENDAHULUAN ....................................................................................................................1 1.1 Latar Belakang ............................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................................1 1.3 Tujuan..........................................................................................................................2 BAB II.......................................................................................................................................3 PEMBAHASAN.......................................................................................................................3 2.1 Arti dan Penggolongan Laporan Bisnis ......................................................................3 2.1.1 Pengertian Laporan Bisnis...................................................................................3 2.1.2 Penggolongan Laporan Bisnis .............................................................................4 2.2 Persiapan Penulisan Laporan Bisnis ...........................................................................7 2.3 Bagian Pokok Laporan Bisnis.....................................................................................8 2.4 Organisasi Tubuh Laporan Bisnis.............................................................................10 2.4.1 Cara menyusun Tubuh Laporan Bisnis..............................................................10 2.4.2 Cara menyusun Teks Laporan Bisnis.................................................................11 2.4.3 Metode Kerangka...............................................................................................13 BAB III....................................................................................................................................15 PENUTUP...............................................................................................................................15 3.1 Kesimpulan................................................................................................................15 3.2 Saran..........................................................................................................................15 Daftar Pustaka .......................................................................................................................16


1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komponen penting dari banyak aspek sektor perusahaan adalah menulis laporan bisnis. Laporan bisnis merupakan pesan-pesan yang objektif yang disusun secara sistematis dan digunakan sebagai sarana penyampaian informasi dari suatu bagian organisasi atau dari suatu institusi atau lembaga ke lembaga yang lain guna membantu dalam proses pengambilan keputusan atau pemecahan masalah 1 . Laporan ini melayani berbagai stakeholder, termasuk pemegang saham, investor, regulator, klien, dan mitra bisnis, selain kebutuhan internal perusahaan. Laporan bisnis yang baik dapat memiliki dampak yang signifikan pada proses pengambilan keputusan penting dengan menawarkan gambaran menyeluruh tentang kondisi dan arah perusahaan. Akibatnya, membuat laporan bisnis yang kuat sangat penting untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan organisasi. Globalisasi dan kemajuan teknologi telah mengubah cara laporan bisnis ditulis, dibagikan, dan digunakan. Perusahaan sekarang berada di bawah tekanan untuk memberikan laporan bisnis yang lebih terbuka, informatif, dan sesuai dengan regulasi yang semakin ketat. Selain itu, pemangku kepentingan di perusahaan, termasuk pemegang saham dan investor, meminta akses lebih cepat ke data yang relevan. Perusahaan sekarang diminta untuk memberikan informasi operasional dan keuangan tambahan dalam laporan perusahaan mereka. Oleh karena itu, penulisan laporan bisnis telah menjadi suatu keahlian yang penting bagi para profesional bisnis dan perusahaan. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa arti dari laporan bisnis? 2. Bagaimana penggolongan laporan bisnis? 3. Apa saja persiapan yang harus dilakukan sebelum menulis laporan bisnis? 4. Apa saja bagian pokok dari laporan bisnis? 5. Bagaimana cara menyusun tubuh dan teks laporan bisnis? 6. Bagaimana menentukan format kerangka laporan yang akan digunakan? 1 Wulan Budi Astuti, ‘Komunikasi Bisnis’, Laporan Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2022.


2 1.3 Tujuan 1 Mengetahui arti sebenarnya dari laporan bisnis. 2 Mengetahui penggolongan laporan bisnis. 3 Mengetahui langkah-langkah persiapan sebelum menulis laporan bisnis. 4 Mengetahui bagian – bagian pokok laporan bisnis. 5 Mengetahui metode kerangka yang akan digunakan sebelum menulis laporan bisnis.


3 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Arti dan Penggolongan Laporan Bisnis 2.1.1 Pengertian Laporan Bisnis Agar dapat melakukan suatu kegiatan bisnis secara efisien, perusahaan perlu berbagai macam jenis laporan. Seringkali efektivitas suatu laporan yang disajikan akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan promosi maupun gaji. Untuk itu, perlu kita ketahui bagaimana membuat suatu laporan bisnis. Menurut Herta A Murphy dan Herbert W. Hildebrandt dalam bukunya "Effective Business Communication" menyatakan bahwa laporan bisnis bersifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas, dan berisi rencana penyajian fakta kepada seorang atau lebih dengan tujuan bisnis tertentu2 . Sedangkan menurut Himstreet dan Batu dalam buku "Business Communications" mendefinisikan laporan (bisnis) menjadi suatu pesan-pesan yang objektif tersusun teratur yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasional atau dari suatu institusi/lembaga ke lembaga lain untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah 3 . Atas dasar definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu laporan bisnis mempunyai berbagai karakteristik seperti netral, tidak berpihak, objektif, menyajikan data disusun secara sistematis, menyangkut informasi eksternal maupun internal, biasanya diminta oleh pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi, memiliki tujuan yang jelas 4 . Bagi suatu perusahaan, pada umumnya penulisan laporan bisnis digunakan untuk memenuhi keperluan, antara lain: 1. Untuk memonitoring dan mengendalikan operasional perusahaan. Misalnya laporan operasional, laporan kegiatan personal. 2 Telly Pauline Ulviana Siwi, ‘Komunikasi Bisnis’, 2022. 3 Dedy Dedy Wahyudi, ‘Bahan Ajar: Komunikasi Bisnis’. 4 Prabowo Yudho Jayanto, Komunikasi Bisnis (Cerdas Bersama, 2021), I.


4 2. Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur prosedur yang telah ditetapkan perusahaan. Misalnya kebijakan penempatan posisi kerja. 3. Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi perusahaan. Misalnya laporan pajak, laporan analisis, dampak lingkungan, laporan ketenaga ketenagakerjaan (perburuhan). 4. Untuk mendokumentasikan presentasi kerja yang diperlukan. Misalnya, laporan perkembangan dan laporan akhir suatu kegiatan. 5. Untuk menganalisis informasi dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan atas masalah tertentu. Misalnya laporan penelitian atau riset, laporan troubleshooting, laporan justifikasi. 6. Untuk memperoleh sumber pendanaan atau membuka bisnis baru. Misalnya: proposal penjualan. 2.1.2 Penggolongan Laporan Bisnis Laporan bisnis dapat digolongkan kedalam berbagai cara menurut fungsi, subjek, formalitas, keaslian, frekuensi, jenis atau penampilan, pelaksanaan proyek dan pelaksanaan pertemuan5 . Masing-masing penggolongan tersebut secara rinci dapat dijelaskan berikut ini : a. Menurut Fungsinya 1) Laporan informasi (information report). Berfungsi untuk memberikan informasi dengan menyajikan fakta-fakta dan rangkuman, tanpa melakukan analisis, menarik kesimpulan, atau memberi rekomendasi. Nama lain untuk information report adalah laporan perkembangan (progress reports, laporan sementara (interim report) dan laporan triwulan (quartely report). 2) Laporan analytikal ( analitycal report). Menyajikan fakta-fakta menganalisis dan menafsir kemudian mengambil kesimpulan dan memberi rekomendasi (rekommendation report), usulan (proposal), atau laporan justifikasi. 5 Prabowo Yudho Jayanto, Komunikasi Bisnis (Cerdas Bersama, 2021), I.


5 b. Menurut Subjeknya Suatu laporan suatu laporan dapat dibedakan berdasarkan departemen tempat laporan tersebut diperoleh. Sebagai contoh adanya laporan akuntansi, laporan periklanan, laporan pengumpulan kredit, laporan pembelanjaan, laporan asuransi, laporan pemasaran, laporan ekonomi, laporan produksi, laporan personalia, laporan statistik, dan laporan laporan Teknik. c. Menurut Formalitasnya 1) Laporan formal (long report). Laporan formal pada umumnya panjang (lebih dari 10 halaman) dan mencakup masalah-masalah kompleks. Namun demikian, pengertian "panjang" bervariasi tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Laporan formal mencakup tiga bagian penting yaitu: (1)body teks: pendahuluan, isi, dan penutup; (2) prefactory part : sampul, judul, halaman, surat kewenangan, penerimaan, persetujuan, pengiriman, penghargaan, sinopsis, abstraksi, rangkuman eksekutif, daftar isi, dan daftar tabel; (3) Supplement part : lampiran , daftar pustaka, catatan akhir, daftar istilah, dan indeks. 2) Laporan informal atau short report. Laporan informal biasanya hanya mencakup badan teks. Namun demikian, sejumlah laporan informal mencakup judul halaman, pengiriman, catatan akhir, dan lampiran. d. Menurut Keasliannya 1) Laporan otoritas adalah suatu laporan yang dibuat atas dasar permintaan atau kuasa dari komite atau orang lain. 2) Laporan sukarela adalah suatu laporan yang dibuat atas inisiatif sendiri. 3) Laporan swasta adalah suatu laporan yang dibuat oleh perusahaanperusahaan swasta. 4) Laporan publik adalah suatu laporan yang dibuat oleh lembaga-lembaga pemerintah, termasuk sekolah-sekolah, rumah sakit ,atau lembagalembaga lain yang dibiayai oleh negara.


6 e. Menurut Frekuensinya 1) Laporan berkala (periodik report) . Laporan dapat disusun secara harian, mingguan, bulanan, semester-an, atau tahunan. Termasuk dalam laporan berkala antara lain laporan bursa saham setiap jam, laporan penjualan setiap hari, laporan biaya setiap minggu, laporan produksi setiap bulan, laporan komite setiap kuartal, laporan anggaran tahunan. 2) Laporan khusus (special report). Laporan khusus ditulis ketika ada kebutuhan terhadap suatu informasi yang unik (khusus) seperti munculnya krisis dalam perusahaan. f. Menurut Jenisnya 1) Laporan Memorandum (periodic report). Laporan yang menggunakan format memo, yaitu mencantumkan kepada, dari, subjek, dan tanggal. 2) Laporan surat (letter report). Laporan surat adalah laporan yang menggunakan format surat dengan kepala surat yang didalamnya berisi alamat, salam pembuka, penutup, tanda tangan dan referensi 3) Laporan dalam bentuk cetakan. Laporan dalam bentuk cetakan memiliki judul yang sudah tercetak, intruksi, dan baris-baris kosong 4) Laporan formal (formal report). Laporan formal biasanya lebih panjang daripada laporan informal, laporan formal sering juga disebut dengan laporan panjang (long report). g. Menurut Kegiatan Proyek 1) Laporan pendahuluan (preliminary reports). Mencakup persiapan suatu proyek, hasil yang diharapkan, dan cara melakukan pelatihan pegawai 2) Laporan perkembangan (progress reports) mengenai perkembangan pelaksanaan proyek secara berkala 3) Laporan akhir (final report) mengenai akhir dari suatu pelaksanaan suatu proyek


7 h. Menurut Pelaksanaan Pertemuan 1) Agenda (agenda) adalah suatu dokumen yang ditulis sebelum pertemuan berlangsung, mencakup jadwal pelaksanaan dan topik yang akan dibahas dalam pertemuan 2) Resolusi (resolation) adalah laporan singkat yang secara formal berisi pengumuman hasil konsensus suatu pertemuan. 3) Notulen (minutes) adalah laporan resmi dalam suatu pertemuan yang telah berlangsung, mencakup catatan semua hal yang terjadi dalam pertemuan 4) Laporan pertemuan (proceedings) adalah suatu laporan resm yang cakupan bahasanya luas dan berisi hasil-hasil pertemuan 2.2 Persiapan Penulisan Laporan Bisnis Persiapan adalah sesuatu yang sangat penting dalam segala aspek, begitu halnya dengan membuat laporan. Adapun persiapan yang harus dilakukan sebelum menulis laporan bisnis6 : 1) Definisikan Masalah, Tujuan, dan Ruang Lingkup. Tahap pertama perencanaan adalah melakukan analisis masalah yang mencakup tujuan penyusunan laporan. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan akan membantu dalam menetapkan masalah, tujuan, ruang lingkup, dan judul suatu laporan. 2) Pertimbangkan Siapa yang akan Menerima Laporan. Dalam mempersiapkan laporan bisnis, perlu dipertimbangkan berbagai hal yang berkaitan dengan audiens. Hal ini bertujuan agar laporan bisnis yang ingin disampaikan kepada audiens dapat mengenai sasarannya. 3) Menentukan Ide atau Gagasan. Dalam tahap ini, tuliskan semua ide yang terlintas secara umum. Kemudian buatlah laporan berdasarkan rencana kerja yang rinci. Untuk beberapa laporan, rumuskan hipotesis sebagai dasar untuk menentukan informasi apa yang diperlukan 4) Mengumpulkan Bahan yang Diperlukan. Tahap keempat adalah mengumpulkan fakta-fakta yang diperlukan dari sumber-sumber yang terpercaya. Untuk beberapa 6 Djoko Purwanto, Korespondensi Bisnis Modern (ESENSI, 2007).


8 laporan mungkin Anda mempunyai data dalam ingatan Anda. Namun, diperlukan juga mencari data-data tambahan dengan melakukan penelitian. 5) Menganalisis dan Menafsirkan Data. Untuk laporan singkat, tahap ini hanya memerlukan waktu yang sangat singkat Namun untuk laporan panjang memerlukan waktu yang berlebih. Berusahalah jujur, dan tidak menguangi atau menambahkan data yang sudah relevan 6) Mengorganisasi Data dan Mempersiapkan Kerangka Akhir. Setelah menganalisis dan menafsirkan data secara hati-hati, Anda dapat mengorganisasi hasil temuan, dan membuat kerangka akhir. Tetapi, sebelum menyiapkan kerangka, Anda perlu tahu tubuh laporan dan mempertimbangkan berbagai metode pengorganisasian dan kerangka 2.3 Bagian Pokok Laporan Bisnis 1) Pendahuluan Dalam bagian pendahuluan terdapat sebelas hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain7 : a. Pemberi kuasa adalah orang yang meminta laporan b. Layout atau rencana presentasi menceritakan apa saja yang akan dibahas dalam laporan bisnis c. Masalah didefinisikan pada awal-awal bab pendahuluan sebelum maksud atau tujuan laporan bisnis dinyatakan d. Maksud penulisan laporan bisnis harus tampak dalam bagian pendahuluan. Elemen tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam suatu laporan bisnis. Istilah lain yang serupa antara lain : tujuan, misi, strategi, atau sasaran e. Ruang lingkup berkaitan dengan luas cakupan atau batas pokok bahasan untuk sebuah laporan bisnis f. Metodologi mengacu pada metode pengumpulan informasi. Dapat memperoleh data dengan membaca bahan-bahan diperpustakaan atau melakukan wawan, survei, atau eksperimen. 7 Wulan Budi Astuti, ‘Komunikasi Bisnis’, Laporan Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2022.


9 g. Sumber-sumber primer atau sekunder meliputi antara lain : publikasi, catatan perusahaan, catatan memo, dsb. Jika anda menulis laporan tentang pengalaman bisnis anda sendiri, pernyataan yang anda tulis dalam suatu laporan bisnis merupakan sumber h. Memasukkan latar belakang situasi yang sedang diteliti, jika pembaca perlu latar belakang informasi untuk memperoleh gambaran menyeluruh dan pemahaman yang jelas terhadap suatu pokok bahasan. i. Definisi istilah perlu dicantumkan jika anda menggunakan istilah yang memiliki beberapa tafsiran. Anda harus menjelaskan kepada pembaca definisi yang anda maksudkan. j. Keterbatasan dalam hal dana, waktu, sistem peneliti, atau data yang tersedia. Seorang penulis tidak perlu malu-malu untuk menyebutkan beberapa keterbatasan yang ada sebelum melakukan penelitian lebih lanjut. k. Rekomendasi menjelaskan tentang keputusan yang perlu dilaporkan dalam suatu laporan bisnis, misal keputusan antara pembeli mesin baru atau mesin setengah pakai karena pembaca membaca secara rinci dalam laporan, ia tahu bagaimana fakta yang ada berpengaruh terhadap keputusan yang diambil. Untuk laporan singkat, bebrapa unsur tersebut dapat digabungkan menjadi satu atau dua paragraf dengan atau tanpa judul "Pendahuluan". Bahkan dalam laporan berkala, judul pendahuluan dapat dihilangkan, apabila setiap periode sama dan pembaca telah mengetahuinya 2) Teks Bagian terpanjang dari suatu laporan bisnis adalah ini teks. Dalam bagian ini, membahas dan mengembangkan hal-hal yang penting secara rinci Disamping itu, bagian ini dapat membantu mencapai maksud penulisan laporan bisnis. Penulisan laporan bisnis yang baik harus mencangkup temuan fakta yang penting dan relevan serta membuang hal-hal yang tidak perlu dan tidak relevan dengan makosad penulisan laporan bisnis. 3) Penutup Bagian penutup berfungsi untuk merangkum laporan secara menyeluruh,


10 mengambil kesimpulan, atau memberi rekomendasi. Pengambilan kesimpulan harus didasarkan pada isi tekanya dan tidak memasukan bahan-bahan yang baru, yang sama sekali belum dibahas dalam bagian pembahasan. Pada bagian penutup, laporan informasi disebut rangkuman dan laporan analaikal disebut kasimpulan, rekomendasi, atau kesimpulan dan rekumendasi. Bagian penutup sendiri diberi judul recana tindakan atau proposisi a. Rangkuman. Rangkuman berisi ringkasa pembahasan secara moryeluruh. Kadang kala hanya berisi butir-butir yang penting kekuatan dan kelemahan, atau manfaat dan kerugian. b. Kesimpulan Kesimpulan berisi evaluasi fakta-fakta yang dibahas, canpa menakan pendapat pribadi penulis. c. Rekomendasi Rekomendasi menyarankan suatu program tindakan yang didasarkan pada kesimpulan yang telah dibuat. d. Rencana Tindakan Rencana tindakan merupakan pernyataan terkahir yang mencakup waktu pelaksana program, anggaran yang diperlukan, dan orangorang yang bertanggung jawab terhadap program/proyek yang akan dilaksanakan. e. Proporsisi Istilah proporsisi belakangan ini digunakan dalam dunia akademis atau jual sebagai suatu pertanyaan yang tegas, yaitu tuntutan yang didasarkan pada suatu laporan atau artikel. 2.4 Organisasi Tubuh Laporan Bisnis Bentuk penyusunan laporan mempunyai daya tarik tertentu yang akan mempengaruhi pembaca. 2.4.1 Cara menyusun Tubuh Laporan Bisnis Ada dua cara yang digunakan untuk menyusun tubuh laporan bisnis, yaitu cara deduktif (langsung) dan induktif (tak langsung8 . Kebanyakan laporan bisnis disusun secara deduktif karena pembaca ingin tahu terlebih dahulu lebih dini mengenai kesimpulan dan rekomendasi laporan bisnis. 8 Andi Sry Aska Resky, ‘Pengajuan Proposal Dan Laporan Bisnis’, 2022.


11 A. Cara Deduktif Dalam suatu laporan panjang, pembaca biasanya lebih suka menggunkan cara deduktif karena memberikan kepada pembacanya suatu gambaran yang cepat sebelum mereka mengetahui secara lebih rinci. Secara umum, anda dapat menggunkan cara deduktif jika pembaca anda memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Esekutif yang sibuk. 2) Lebih suka untuk menentukan sesuatu dengan segera. 3) Ingin mengetahui good news atau informasi netral. 4) Ingin menganalisis data lebih baik dan hal ini akan menjadi lebih mudah jika kesimpulan dan rekomendasi dicantumkan pada awal laporan 5) Ingin mengetahui pandangan menulis dengan segera. 6) Lebih menyukai laporan yang disusun dengan cara deduktif. B. Cara Induktif Menjelaskan fakta-fakta yang ada sebelum ide pokok, kesimpulan stau rekomendasi dikemukakan. Dan menyajikan fakta- fakta serta bahanbahan pendukung lainnya, sebelum sampai pada bagian kesimpulan atau rekomendasi. Dapat menggunakan cara induktif jika pembaca anda memiliki karakteristik sebagai berikut. 1) Ingin mengetahui penjelasan secara rinci terlebih dahulu untuk dapat memahami kesimpulan dan rekomendasinya. 2) Ingin mengetahui kesimpulan yang kurang menyenangkan (bad news). 3) Mungkin merasa kesimpulannya tidak bisa dan dapat menerimannya. 4) Perlu membaca keseluruhan laporan, bukan hanya bagian akhimya saja. 5) Lebih menyukai laporan disusun dengan cara induktif. 2.4.2 Cara menyusun Teks Laporan Bisnis Salah satu tugas paling rumit dalam membuat laporan bisnis adalah memutuskan cara terbaik untuk menyusun fakta-fakta yang tersedia sehingga


12 terbentuk bagian teks laporan bisnis9 . Dapat mengembangkan teks dengan caracara berikut. a. Membuat Topik-topik atau kriteria Merupakan hal yang umum dalam mebuat suatu laporan. Judul utama mungkin menggunkan kriteria standar, faktor- faktor pemecahan masalah, manfaat, atau karakteristik. Apabila tujuan laporan adalah untuk menentukan apakah suatu perusahaan harus membeli, memproduksi sendir, atau menyewa dari perusahaan lain, keputusan pertama adalah bagiaman mennetukan kriteria paling penting. b. Menyusun urutan suatu peristiwa atau kejadian-kejadian Pembuatan agenda, program konvensi, dan laporan perkembangan dapat menggunakan aturan secara kronologis. Periode waktu, seperti tanggal, bulan, atau tahun, jam, dan musim akan sesuai dengan pokok pembahasan. c. Mendeskripsikan Lokasi atau Tempat Bermanfaat untuk mendeskripsikan lokasi atau tempat, apakah mereka di rumah, pabrik, pusat perbelanjaan, perusahaan internasional dengan cabang – cabangnya yang tersebar secara geografis ke berbagai penjuru dunia. d. Menjelaskan Suatu Proses Prosedur Cara pengembangan ini hampir sama dengan pendekatan kronologis. Metode ini menelusuri tahapan – tahapan, katakanlah suatu tahap kebijakan – kebijakan operasi mesin, tahapan prosedur melakukan tabungan atau penarikan sumbangan. e. Menyusun Urutan Tingkat Pentingnya secara Alfabet Pada urutan pertama menunjukkan ide – ide, kejadian – kejadian atau topik paling penting, selanjutnya baru yang kurang penting atau tidak penting. 9 Prabowo Yudho Jayanto, Komunikasi Bisnis (Cerdas Bersama, 2021), I.


13 f. Menyusun Urutan Tingkat Formalitas Cara menjadikan hal – hal yang paling sederhana atau familiar kemudian meningkat ke yang lebih kompleks atau yang kurang familiar. Hal ini disebabkan oleh adanya kecenderungan. Anda akan lebih mudah memahami hal – hal yang sudah diketahui sebelumnya dari pada yang tidak atau belum diketahui. g. Menyusun Sumber – Sumber yang Digunakan Metode ini kurang diminati, kecuali Anda yakin bahwa pembaca sanagat tertarik terhadap informasinya. Anda dapat menggunakan car aini jika, misalnya Anda melaporkan seorang ahli yang berpidato di gedung pertemuan pada perusahaan Anda dan anda diminta untuk hadir. h. Pemecahan Masalah Cara yang popular ini membahas masalah terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan cara pemecahan masalahnya. Cara ini umum digunakan untuk mengorganisasi suatu presentasi yang bersifat persuasi. 2.4.3 Metode Kerangka Sebelum menulis laporan, kerangka membantu untuk melihat hubungan di antara topik. Membandingkan proporsi dan judul, mengecek keterkaitan keseluruhan dalam suatu susunan yang logis, dan menghilangkan tumpang tindih. 1. Jenis – Jenis Judul Dalam penulisan laporan, jenis – jenis judul dapat digolongkan ke dalam 4 judul yaitu: judul topik, judul kalimat lengkap, judul kalimat imperatif, dan judul varian10. Judul topik (topic heading) merupakan judul yang paling familiar atau umum. Judul ini terdiri atas kata tunggal, beberapa kata, frase singkat. Judul kalimat lengkap (complete sentence heading) selalu mencakup subjek dan predikat. Judul kalimat imperatif (imperative sentence heading) dimulai dengan suatu kata kerja dan tidak 10 Yulia Malahayati, ‘Metode Kerangka’, Scribd, 2019 <https://www.scribd.com/document/437288489/METODE-KERANGKA-docx> [accessed 5 November 2023].


Click to View FlipBook Version