150 D. Cara Meniru Anak merupakan seorang peniru ulung, setiap hal yang dilakukan seseorang di depannya anak akan selalu mengamati menggunakan matanya, mendengar menggunakan telinganya, serta mencerna pikiran apapun yang dilakukan seseorang termasuk orang tua. Anak mulai meniru sejak ia lahir, dimulai dari meniru ekspresi wajah orang tua. Ketika orang tua tersenyum, anak ikut tersenyum. Ketika orang tua menjulurkan lidah, anak pun akan melakukan hal yang sama. Begitu juga ketika orang tua tertawa dan berbicara. Saat usianya mulai bertambah, sifat anak dalam meniru masih terus berlanjut. Apa yang Anda katakan, sikap seperti apa yang Anda tunjukkan, tanpa disadari akan ditiru oleh anak. Anak belajar dari apa yang ia lihat dan dengar. Apa yang Anda lakukan, baik itu gerakan, kata-kata, atau emosi, semua menjadi sarana belajar bagi anak. Hingga usia 18 bulan, anak biasanya masih meniru gerakan. Ada berbagai faktor untuk mendorong anak melakukan tahap peniruan, salah satunya adalah rasa senang yang dilakukan oleh perilaku peniruan tersebut. Saat anak meniru anak lainnya, mungkin tanpa sadar ia melakukan karena melihat temannya melakukan hal tersebut, tetapi lambat laun ia juga menemukan kesenangan tersebut dalam meniru kegiatan yang dilakukan temannya. Lingkungan sekitar anak sangat berpengaruh terhadap pembentukan perilaku anak. jika dibuat perbandingan anak adalah sebuah spons dan orang tua adalah air. Jika spons tersebut didekatkan dengan air kotor maka spons tersebut akan mengeluarkan air kotor tetapi sebaliknya jika spons didekatkan dengan air bersih, maka spons tersebut akan mengeluarkan air bersih juga. Dengan kata lain, lingkungan tempat anak berada dan dibesarkan akan berperan penting dalam menentukan apa yang ada dalam diri anak tersebut.
151 Terdapat berbagai faktor lainnya yang mendorong anak meniru perilaku orang lain, yaitu perhatian yang berbentuk pujian, tertawa atau hal-hal lainnya yang bisa menyenangkan anak. Ketika anak melakukan sebuah peniruan kemudian orang disekitarnya menertawakan atau bahkan memberi pujian kepada anak, maka anak akan merasa menjadi pusat perhatian, dan ia akan terus mempertahankan sikap menirunya tersebut. Selanjutnya terdapat beberapa hal yang terjadi dalam sikap dan perilaku anak yang melibatkan keluarganya yaitu : 1. Proses Imitasi (Meniru) Imitasi merupakan kegiatan meniru segala perilaku orang di sekitarnya termasuk orang tuanya. Ketika anak belajar meniru, pengetahuan dan interaksi sosial anak akan berkembang pesat, maka pada tahap ini orang tua diharapkan dapat memberikan contoh perilaku yang baik agar nantinya anak dapat berkembang dengan baik 2. Mampu Mempengaruhi Orang Lain Pada tahap ini, anak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. 3. Mempunyai Empati Empati merupakan kepekaan seseorang terhadap perasaan orang lain. Orang tua dapat mengajarkan anak bagaimana sifat empati dengan cara menolong orang lain atau memberikan sedekah kepada orang yang susah, dan sebagainya.
152 DAFTAR PUSTAKA Tjandra, Y. E. (-). Anakku Peniru Paling luar biasa. -: -. Wibhowo, C. (2012). Anak Sang Peniru Andal. Jakarta: Elex Media Komputindo. https://www.parenting.co.id/balita/anak+belajar+lewat+meniru