The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku“Bahasa Jurnalistik” berisikan mulai dari sejarah jurnalistik, penyiaran, jurnalisme radio, jurnalisme televisi, hingga jurnalisme online. Buku ini ditujukan sebagai bahan ajar kepada mahasiswa pada mata kuliah menulis jurnalistik elektronik. Diharapkan melalui diktat mahasiswa dapat mengetahui proses dalam menulis di jurnalistik elektronik. Buku ini bertujuan sebagai sumber informasi dan bahan ajar mahasiswa untuk mengetahui teknik tata tulis menjadi Jurnalistik. Mahasiswa sebagai calon Jurnalis diupayakan dapat mengaplikasikan Bahasa Jurnalistik yang benar saat melaporkan berita dalam bentuk tulisan dan lisan. Dengan demikian mahasiswa dituntut untuk terampil menguasai materi-materi keterampilan Bahasa Jurnalistik. Kehadiran buku ini semoga dapat membantu mahasiswa dalam menguasai pembelajaran dan dijadikan sebagai panduan dalam meningkatkan keterampilan Berbahasa Jurnalistik. Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelesaian buku ini.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mastamarselina, 2022-11-13 08:01:40

BAHASA JURNALISTIK

Buku“Bahasa Jurnalistik” berisikan mulai dari sejarah jurnalistik, penyiaran, jurnalisme radio, jurnalisme televisi, hingga jurnalisme online. Buku ini ditujukan sebagai bahan ajar kepada mahasiswa pada mata kuliah menulis jurnalistik elektronik. Diharapkan melalui diktat mahasiswa dapat mengetahui proses dalam menulis di jurnalistik elektronik. Buku ini bertujuan sebagai sumber informasi dan bahan ajar mahasiswa untuk mengetahui teknik tata tulis menjadi Jurnalistik. Mahasiswa sebagai calon Jurnalis diupayakan dapat mengaplikasikan Bahasa Jurnalistik yang benar saat melaporkan berita dalam bentuk tulisan dan lisan. Dengan demikian mahasiswa dituntut untuk terampil menguasai materi-materi keterampilan Bahasa Jurnalistik. Kehadiran buku ini semoga dapat membantu mahasiswa dalam menguasai pembelajaran dan dijadikan sebagai panduan dalam meningkatkan keterampilan Berbahasa Jurnalistik. Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelesaian buku ini.

Keywords: Bahasa,Jurnalistik

Gambar aksi unjuk rasa (ROLL VO)

di Jakarta SEMENTARA ITU DI JAKARTA/RATUSAN

MAHASISWA BERDEMONSTRASI

DIDEPAN ISTANA NEGARA DAN

SELANJUTNYA MEREKA BERJALAN

MENUJU KE GEDUNG DPR/MPR GUNA

MENYAMPAIKAN TUNTUTAN MEREKA//

.... dan seterusnya.

Dari contoh berita aksi unjuk rasa ini terlihat bahwa gambar yang ditampilkan
hanya aksi unjuk rasa di Jakarta saja, namun tidak mengabaikan informasi lainnya
yang cukup penting dari daerah.

Fungsi lain dari intro adalah sebagai 'kendaraan' untuk memperlihatkan
penyiar televisi kepada penonton. Dalam suatu program berita, penyiar bukanlah
sekedar pajangan atau pelengkap yang hanya sekedar muncul begitu saja. Penyiar
televisi harus mendapatkan dan memenangkan perhatian pemirsa saat mereka
muncul membawakan program berita, karena itu stasiun televisi harus menampilkan
penyiar mereka dengan baik setiap kali mereka muncul membawakan berita.
Perhatian pemirsa tidak mungkin diperoleh jika presenter muncul terlalu singkat,
namun juga tidak boleh terlalu lama, karena itu intro setidaknya harus terdiri dari
minimal tiga kalimat pendek atau maksimal lima kalimat pendek.

Bagian terpenting dari suatu intro adalah kalimat pertama atau disebut juga
dengan istilah baris teratas (top line). Baris pertama memberikan informasi terbaru
(angle) dari sebuah berita kepada pemirsa. Kalimat pertama pada intro ini harus
mampu merebut perhatian pemirsa dengan informasi yang paling dramatis.
Perhatikan contoh berita kecelakaan berikut ini.

96

18 ORANG TEWAS DAN BELASAN LAINNYA LUKA-LUKA DALAM
KECELAKAAN BIS DI CIREBON//

Pada berita yang berkelanjutan (running story), kalimat pertama dari intro
adalah informasi terakhir. Contoh:

SOPIR YANG MENGANTUK MERUPAKAN PENYEBAB KECELAKAAN BIS DI
CIREBON//

Akan lebih baik lagi jika kalimat pertama dari intro dapat memberitahukan
kepada pemirsa mengenai dampak kejadian tersebut terhadap mereka. Contoh:

HINGGA SAAT INI JALUR LALU LINTAS DI KAWASAN PANTURA DI CIREBON
BELUM BISA DILALUI MENYUSUL KECELAKAAN BIS DI DAERAH ITU//

Berita terakhir ini memberikan informasi terkini mengenai kemacetan di
Pantura (pantai utara) kepada pemirsa sehingga mereka dapat mempertimbangkan
apakah mereka akan pergi melewati daerah itu atau tidak.

Nama orang penting atau orang terkenal biasanya menjadi awal dari kalimat
pertama pada suatu intro. Nama-nama penting seperti nama presiden, menteri, ketua
parlemen, pimpinan militer, kepolisian dapat menjadi awal intro, berdasarkan
pertimbangan bahwa nama-nama tersebut memiliki pengaruh berdasarkan prinsip
name makes news.

Nama orang biasa yang tidak dikenal tidak dapat disebutkan pada intro, tetapi
hanya disebutkan kedudukan atau deskripsi umum dari orang bersangkutan,
misalnya seorang pedagang, seorang guru, atau seorang eksekutif perusahaan. Nama
sebenarnya dari orang itu disimpan dulu untuk diungkapkan kemudian pada
kalimat-kalimat berikutnya.
Contoh:

97

(INTRO)
SEORANG PENGUSAHA DITUNTUT HUKUMAN 10 TAHUN PENJARA KARENA
TERLIBAT KASUS KORUPSI DANA REBOISASI HUTAN SEBESAR 200 MILIAR
RUPIAH//NAMUN TIM PEMBELA MENILAI TUNTUTAN JAKSA ITU MENG-
ADA-ADA DAN BERLEBIHAN//

(ROLL VO)
TIM JAKSA YANG DIPIMPIN HARTOYO SUKMO SH MENDAKWA PRESIDEN
DIREKTUR PT HUTAN JAYA/BOB HUSIN/ TERBUKTI MELAKUKAN KORUPSI
DANA REBOISASI HUTAN//

BOB HUSIN DIDAKWA TELAH MENGGELEMBUNGKAN NILAI PEMBELIAN
SEJUMLAH BARANG KETIKA MELAKSANAKAN KONTRAK REBOISASI DARI
DEPARTEMEN REBOISASI PADA TAHUN 1998//

PENGACARA TERDAKWA/AMIR NASUTION SH/MENOLAK DAKWAAN
JAKSA KARENA TIDAK DIDUKUNG OLEH FAKTA-FAKTA YANG
KUAT//MENURUT NASUTION TIDAK TERDAPAT MANIPULASI DALAM
KASUS INI/YANG TERJADI ADALAH PENYESUAIAN HARGA KARENA
HARGA BARANG-BARANG NAIK SEJAK KENAIKAN NILAI DOLAR//

Ditinjau dari teknik penulisanya, terdapat beberapa tipe intro, yaitu bagai
berikut.

- Hard Intro. yaitu bentuk intro yang langsung menyampaikan informasi paling
penting mengenai kejadian sebuah berita. Intro ini langsung masuk ke inti
cerita dengan memasukkan sebagain besar informasi yang paling penting. Tipe
lead seperti ini paling sering digunakan media siaran untuk tipe berita straight
atau hard news. Contoh:

98

LIMA ANGGOTA KELUARGA TEWAS DIBUNUH DI RUMAHNYA DI
KEBAYORAN//
atau
MULAI BESOK HARGA BENSIN NAIK 25%//PEMERINTAH
MENGUMUMKANNYA HARI INI SEHUBUNGAN DENGAN TEKANAN IMF
AGAR SUBSIDI BBM DIKURANGI//
atau
ANGGOTA DPR MENGUSULKAN PEMBENTUKAN PANITIA KHUSUS UNTUK
MENYELIDIKI KASUS PEMBELIAN PESAWAT TEMPUR SUKHOI DARI RUSIA
YANG DINILAI TIDAK SESUAI PROSEDUR//

- Soft Intro. yaitu bentuk intro yang biasanya digunakan untuk berita yang
bersifat feature. Lead ini tidak langsung memasuki inti cerita, namun hanya
memberikan perspektifnya saja dengan menunjukkan pada hakekat atau
dampak dari inti cerita. Misalnya dalam sebuah laporan kesehatan:

PARA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KERAP MERASA SAKIT DI
DADANYA//NAMUN KINI MEREKA BOLEH BERGEMBIRA DENGAN
DITEMUKANNYA OBAT PENGHILANG SAKIT DADA//
atau
PEMERIKSAAN DINI ADALAH KUNCI UTAMA PENCEGAHAN KEMATIAN
AKIBAT PENYAKIT KANKER//KARENA ITU/TEKNIK BARU UNTUK
MENGETAHUI DENGAN CEPAT ADANYA JARINGAN KANKER SANGATLAH
PENTING//

MULAI BESOK PEMILIK MOBIL HARUS BERSIAP-SIAP MEROGOH KANTONG
LEBIH DALAM KARENA HARGA BBM AKAN NAIK 25%//

- Intro Sapaan: lead yang seolah-olah presenter berbicara langsung kepada
penonton dengan menyebutkan kata sapaan 'Anda'. Intro ini termasuk juga soft
intro dan banyak digunakan untuk features, contoh:

99

JIKA ANDA BERNIAT BERANGKAT KE BALI BESOK MUNGKIN SEBAIKNYA
RENCANA ITU DITUNDA DULU// MASYARAKAT BALI HARI RABU BESOK
AKAN MELAKUKAN UPACARA NYEPI//PADA SAAT NYEPI/SELURUH KOTA
DAN DESA DI BALI SEPERTI MATI/TIDAK ADA KEGIATAN APAPUN//

BELUM KE YOGYAKARTA NAMANYA/JIKA ANDA TIDAK BERKUNJUNG KE
MALIOBORO//DI SEPANJANG JALAN MALIOBORO INI/ANDA AKAN
MENEMUKAN PARA PENJUAL CINDERA MATA DAN BERBAGAI BARANG
LAINNYA YANG BANYAK DIDATANGI WISATAWAN//

- Intro Pertanyaan, contoh:
ANDA INGIN TAHU APA KEGIATAN PARA SELEBRITIS YANG SUDAH
PENSIUN DARI LAYAR KACA//

- Intro Payung, beberapa poin berita ditampilkan dalam satu kalimat awal. Intro
ini merangkum beberapa cerita yang berkaitan/atau punya kesamaan dalam
banyak aspek:

PELECEHAN, KEKERASAN DAN DISKRIMINASI DALAM PEKERJAAN
ADALAH TIGA TOPIK YANG DIBAHAS DALAM SEMINAR PEREMPUAN HARI
INI//
atau
PERAYAAN HARI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS BERLANGSUNG SEMARAK DI
IBUKOTA JAKARTA//BERBAGA1 PERLOMBAAN DIADAKAN MULAI DARI
LARI KARUNG/ PANJAT PINANG/ADU PANCO HINGGA LOMBA BAYI
SEHAT//
atau
MUSIM KERING YANG PANJANG TELAH MENIMBULKAN PERSOALAN BESAR
DI BEBERAPA DAERAH//DISUMATERA/ KABUT ASAP MENGHALANGI
PANDANGAN DAN MENG-GANGU KESEHATAN MASYARAKAT//DI JAWA

100

RIBUAN HEKTAR SAWAH TERPAKSA PUSO/SEDANGKAN DI
KALIMANTAN/HUTAN DAN LAHAN TERBAKAR//

- Intro Humor dan kejutan: intro ini menggunakan kata-kata humor atau kata-
kata yang mengejutkan untuk berita ringan, lucu, dan mengagetkan. Misalnya
untuk laporan mengenai hewan yang lucu, lomba panjat pinang dan kejadian
tak terduga.

BADAN BERITA
Setelah selesai menulis intro, maka pekerjaan selanjutnya adalah menulis

badan berita atau badan narasi. Ketika menulis badan berita, maka struktur
penceritaan berita tidak boleh meloncat-loncat atau bolak-balik. Setiap perkembangan
fakta atau informasi harus diselesaikan sesuai alurnya, baru setelah itu pindah ke
perkembangan berikutnya, dan seterusnya.

Narasi harus diselaraskan dengan gambar agar tidak membingungkan
pemirsa, karena itu sebelum menulis naskah berita lihat dulu videonya. Tentukan
soundbite/ SOT dan gambar yang akan digunakan, termasuk juga natsound-nya, setelah
itu menulislah berdasarkan video itu. Dalam menyusun narasi maka visual yang
dimiliki sering menentukan awal cerita. Biasanya gambar yang paling kuat dan
menarik ditempatkan di awal guna menggaet pemirsa langsung ke cerita tersebut.
Kalimat awal narasi harus kuat dan menggigit. Medium audio visual seperti televisi
sangat mengandalkan perhatian penuh penonton yang harus dapat memahami
informasi yang disampaikan dengan sekali dengar dan sekali lihat.

Fungsi narasi dalam berita televisi bukan untuk menceritakan gambar, tetapi
untuk melengkapi atau mendukung gambar, karena itu narasi tidak perlu panjang.
Jika gambar telah sangat jelas menunjukkan fakta dan maknanya, maka tidak perlu
lagi diceritakan, biarkan gambar bersama suara naturalnya berjalan tanpa perlu
diceritakan lagi. Reporter harus berani diam jika gambar sudah 'bercerita' sendiri
(reporter must dare to be silent, if the picture speakes for it self). narasi hanya menceritakan
apa yang tidak jelas atau yang tidak tergambar dalam video.

101

Struktur badan berita dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tipe atau jenis.

- Pola Kronologis: tipe ini sering digunakan untuk menguraikan suatu kejadian
secara berurutan mulai dari awal hingga akhir. Berita seperti kecelakaan,
pembunuhan, dan peristiwa lainnya sering menggunakan tipe ini dan bila
tidak diceritakan secara kronologis akan membingungkan pemirsa. Tipe
seperti ini harus menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, bagaimana, dan
mengapa. Contoh:

KECELAKAAN ITU BERMULA KETIKA BIS PENUMPANG "JAWA EKSPRES"
JURUSAN JAKARTA-YOGYAKARTA HENDAK MENYALIB MOBIL YANG ADA
DI DEPANNYA// NAMUN DARI ARAH BERLAWASAN SEBUAH TRUK
MELAJU CEPAT//PENGEMUDI BIS BERUSAHA MEMBANTING KEMUDINYA
KE KIRI YANG MENYEBABKAN BADAN BIS MEMBENTUR MOBIL DI
SAMPINGNYA/ SEMENTARA PENGEMUDI TRUK TIDAK SEMPAT MENGU-
RANGI KECEPATANNYA SEHINGGA TABRAKAN TIDAK DAPAT
DIHINDARI//

- Pola Topik: narasi yang ditulis tergantung pada topik yang dibahas, misalnya:

KENAIKAN HARGA BENSIN YANG JUGA MEMPENGARUHI KENAIKAN
HARGA BARANG atau MANFAAT PENEMUAN TEKNOLOGI BARU YANG BISA
MEMBANTU PENDERITA PENYAKIT PARAH//

- Pola Pendapat: digunakan untuk berita yang menimbulkan berbagai pendapat
dari beberapa pihak, jadi ada yang pro dan kontra. Badan narasi berjalan sesuai
dengan pandangan-pandangan yang berbeda tersebut. Contoh:

KEPUTUSAN PEMERINTAH MENETAPKAN DARURAT MILITER DI ACEH

MENDAPAT DUKUNGAN DARI ANGGOTA DPR//KEPUTUSAN ITU DINILAI

SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMPERTAHANKAN NEGARA

102

KESATUAN//NAMUN KALANGAN AKTIVIS MENILAI DARURAT MILITER
AKAN MENIMBULKAN PELANGGARAN HAK AZASI MANUSIA//
atau
KENAIKAN HARGA BBM MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI
MASYARAKAT//ADA YANG MENDUKUNG NAMUN ADA PULA YANG
PROTES//

Hubungan antara naskah berita dan potongan wawancara (soundbitel SOT)
tidak boleh membingungkan. Naskah berita hanya boleh menyajikan fakta tanpa
memberikan opini atau sikap. Jika ingin menyajikan pendapat dan komentar, harus
disampaikan melalui mulut orang lain, yaitu para pelaku yang terlibat dalam cerita
itu yang ditampilkan dalam soundbite. Jangan gunakan soundbite untuk
memberitahukan fakta kepada pemirsa karena fakta disampaikan atau ditulis olei)
reporter. Ringkasnya, reporter menyampaikan fakta sedangkan soundbite
memberikan komentar tentang fakta tersebut.

PENUTUPAN (ENDING)
Segera akhiri naskah berita bila tidak ada lagi fakta atau info yang relevan atau

signifikan yang perlu diceritakan atau bila panjang naskah sudah mencapai ancar-
ancar alokasi waktunya. Walaupun terletak pada bagian buntut, namun reporter
tidak boleh mengabaikan atau meremehkan bagian penutupan (ending).

Setiap kali menulis narasi, khususnya ketika membuat paket berita, maka
penutupannya harus ditulis dengan baik, tajam, tegas, dan kuat. Jangan mengakhiri
berita dengan kesimpulan, apalagi saran atau himbauan dari reporter itu sendiri,
biarkan pemirsa mengambil kesimpulan sendiri.

Dalam membuat ending ini, maka reporter atau penulis narasi harus mengacu
kembali kepada intro atau lead yang sudah lebih dulu dibuat. Jadi, penutupan harus
terkait dengan awal cerita guna menjaga keutuhan atau kebulatan cerita dan tetap
pada benang merahnya. Contoh:

103

PALING TIDAK PENEMUAN TEKNOLOGI BARU INI AKAN MEMBUAT PARA
PENDERITA PENYAKIT JANTUNG TIDAK PERLU LAGI MERASA TAKUT AKAN
TIBA-TIBA DISERANG RASA SAKIT DI DADA//

Selain itu, penutupan bisa menggunakan stand-up yang efektif contoh:

UNTUK SEMENTARA PENEMUAN OBAT BARU INI BISA MENOLONG PARA
PENDERITA PENYAKIT JANTUNG/ NAMUN APAKAH OBAT INI BISA
MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG YANG LEBIH PARAH/INI YANG MASIH
PERLU DIUJI LEBIH MENDALAM//

Jika telah selesai menulis berita, tidak ada salahnya reporter istirahat sejenak
dan kemudian kembali untuk membacanya dengan suara agak keras seperti seorang
presenter tengah membaca berita. Reporter mungkin akan terkejut menemukan
beberapa kesalahan dalam tulisan itu, reporter tentunya tidak ingin redakturnya
mengetahui kesalahan tersebut dan memanggil reporter untuk membahasnya.

SOUNDBITE
Kutipan atau ucapan langsung narasumber atau soundbite (SOT) merupakan

bagian yang penting dari suatu berita. Berita akan menjadi lebih kuat bila ada SOT,
namun SOT harus dibatasi pada pernyataan atau bagian pernyataan yang benar-
benar relevan yang diperlukan bagi kejelasan informasi yang akan memperkuat berita
tersebut.

SOT, terutama pernyataan spesifik dari narasumber, diperlukan agar laporan
menjadi hidup dan berwarna (colorfuf). Narasi yang menjadi mengantar sebelum SOT
tidak boleh meniru secara persis kata per kata (word by word) dengan apa yang akan
dikatakan narasumber dalam SOT nya. Contoh:
KEPALA DESA ITU SELALU MENGINGATKAN WARGANYA/ AGAR
MENGHADAPI KESULITAN HIDUP DENGAN BEKERJA LEBIH KERAS/HIDUP
HEMAT DAN TAWAKAL KEPADA TUHAN//

104

SOT KEPALA DESA
("Cara terbaik menghadapinya adalah dengan bekerja lebih keras/ hidup hemat dan
tawakal kepada Tuhan.")

Narasi yang menjadi pengantar SOT di atas mengulangi (duplikasi) sebagian
ucapan narasumber. Narasi pengantar di atas cukup sebuah kalimat pernyataan
secara umum saja, misalnya: KEPALA DESA SELALU MEMBANGKITKAN
SEMANGAT MASYARAKAT BINAANNYA AGAR TIDAK CEPAT PUTUS ASA//

SOT dalam bahasa daerah atau bahasa asing harus disertai terjemahannya
(subtitle) dalam bahasa Indonesia, begitu pula SOT yang tidak jelas misalnya karena
sumber sedang sakit, masih terkejut (shock), terlalu gembira atau terlalu bersemangat
atau karena rekaman yang jelek.

G.Prinsip Menulis untuk Televisi
- Tulislah naskah dengan gaya yang ringan dan bahasa yang sederhana sehingga

dapat dibaca dengan singkat dan mudah. Ingat, bahwa kalimat bukan untuk
dibaca melainkan untuk diceritakan kepada pemirsa. Suatu berita mungkin
mengandung informasi yang rumit, misalnya berita-berita ekonomi, namun tugas
reporter untuk menyederhanakan informasi itu sehingga mudah dimengerti
tanpa harus kehilangan maksud dan tujuannya. Kalimat dalam naskah harus:
 maksimal terdiri dari 20 kata,
 satu kalimat satu gagasan/pemikiran,
 menghindari anak kalimat,
 ubah gaya bahasa birokrat dan militeristik menjadi ungkapan lugas dan

mudah dimengerti masyarakat luas.
- Prinsip ekonomi kata (word economy) adalah prinsip penggunaan kata-kata secara

efektif dan efisien. Penggunaan kata dan kalimat tidak boleh berlebihan, yaitu
hanya sebatas yang benar-benar diperlukan untuk bisa menyampaikan informasi
sejelas mungkin. Kalimat yang jelas memang biasanya singkat, sederhana dan
lugas, bukan yang panjang, apalagi berbeli-belit. Hindarilah kata atau ungkapan
yang tidak perlu atau kalau dihilangkan tidak mempengaruhi arti kalimat. Kata

105

atau ungkapan semacam itu biasa disebut sebagai kata atau ungkapan yang
mubazir. Contoh:

POLISI MASIH TERUS MELAKUKAN PENGEJARAN TERHADAP
DULMATIN/SEORANG TERSANGKA OTAK BEBERAPA KALI PELEDAKAN
BOM YANG TERJADI DI BALI DAN JAKARTA YANG SAAT INI MASIH BURON//
seharusnya kalimat di atas ditulis:

POLISI MASIH MENGEJAR DULMATIN TERSANGKA OTAK BEBERAPA
PELEDAKAN BOM DI BALI DAN JAKARTA//

Cara melaksanakan prinsip ekonomi kata maka penulis naskah berita harus
menghindari kata-kata mubazir, seperti bahwa, oleh, adalah, untuk, agar, supaya,
dari, dari pada, tentang, mengenai, dan telah/ sudah pada konteks tertentu. Contoh:

GUBERNUR SUTIYOSO MENGATAKAN (BAHWA) JAKARTA MASIH RAWAN
BANJIR//

Seharusnya

GUBERNUR SUTIYOSO MENGATAKAN JAKARTA MASIH RAWAN BANJIR//
TOMMY SOEHARTO DITANGKAP OLEH) POLISI DI SEBUAH RUMAH DI
BINTARO//

Seharusnya

TOMMY SOEHARTO DITANGKAP POLISI DI SEBUAH RUMAH DI BINTARO//

PRESIDEN MENYERUKAN RAKYAT INDONESIA (UNTUK/ AGAR/SUPAYA)
MENINGKATKAN KESETIAKAWANAN SOSIAL//

106

MAKSUD (DARI/DARIPADA) UNJUK RASA ITU UNTUK MENUNTUT
KENAIKAN GAJI//

SEMINAR ITU MEMBAHAS (MENGENAI/TENTANG) UPAYA PEMBERDAYAAN
RAKYAT PESISIR//

INDONESIA (TELAH) MEMPROKLAMASIKAN KEMERDEKAANNYA PADA 17
AGUSTUS 19-45//

- Hindari redundancy, menjelaskan yang sudah jelas. Contoh:
PRESIDEN MEGAWATI DAN SUAMI SEDANG NAIK HAJI KE MEKAH//

seharusnya:

PRESIDEN MEGAWATI DAN SUAMI SEDANG NAIK HAJI//

PERUSAHAAN ITU MENYUMBANG AMBULANS KEPADA BEBERAPA RUMAH
SAKIT DI JAKARTA UNTUK KEPERLUAN MENGANGKUT ORANG SAKIT//

Seharusnya

PERUSAHAAN ITU MENYUMBANG AMBULANS KEPADA BEBERAPA RUMAH
SAKIT DI JAKARTA//

- Gunakan kata atau ungkapan yang lebih pendek. Contoh:

Menggelar aksi unjuk rasa : berunjuk rasa, berdemonstrasi

Menyampaikan orasi : berorasi

Saat ini/ dewasa ini : kini

Meninggal dunia : meninggal

Menderita kerugian : rugi

Memperoleh untung : untung

107

Berada di Amerika.... : orang Indonesia di Amerika

Tempat di balai Kota itu.. : rapat di balai kota itu ...

- Gunakan ungkapan positif. Contoh:

tidak menepati janji : ingkar janji

tidak bersedia menerima hadiah : menolak hadiah

- Pilih salah satu kata dari pasangan kata yang sama artinya. Contoh:

arif bijaksana : arif atau bijaksana

gagah perkasa : gagah atau perkasa

- Naskah televisi harus bisa dengan mudah dimengerti orang yang memiliki kosa
kata terbatas, karena itu gunakan kata atau ungkapan sederhana dan biasa
didengar masyarakat luas. Contoh:

POLISI MASIH MENGIDENTIFIKASI KORBAN//(kalimat agak sulit dimengerti
bagi awam)

POLISI MASIH MENYELIDIKI NAMA DAN ALAMAT KORBAN// (kalimat lebih
sederhana)

- Menulis langsung ke pokok persoalan, tidak berputar-putar dan mengulang-
ulang. Contoh:

SEBUAH TANGKI GAS MELEDAK DI JAKARTA YANG MENEWASKAN 50
ORANG// .... kalimat selanjutnya harus menjawab pertanyaan antara lain berikut ini.

 Berapa orang yang terluka?
 Apa penyebabnya?
 Apakah para korban tinggal di lokasi ledakan?
 Apakah rumah-rumah hancur?
 Apa akibat ledakan itu terhadap wilayah sekitarnya?

108

- Jika suatu berita tidak berasal dari reporter sendiri, tetapi diambil dari media lain
seperti kantor berita, surat kabar atau radio, maka ada baiknya menggunakan
kalimat "diberitakan" atau "dilaporkan" dan pada kalimat selanjutnya disebutkan
sumbernya. Contoh:

PRESIDEN MEGAWATI DILAPORKAN AKAN BERANGKAT KE RUSIA UNTUK
KUNJUNGAN SELAMA SATU MINGGU// KANTOR BERITA ANTARA
MELAPORKAN BAHWA MEGAWATI MERENCANAKAN UNTUK JUGA
SINGGAH DI POLANDIA//

Contoh yang salah:
PRESIDEN MEGAWATI AKAN BERANGKAT KE RUSIA UNTUK KUNJUNGAN
SELAMA SATU MINGGU/DEMIKIAN LAPORAN KANTOR BERITA ANTARA//

- Pilih kata-kata atau ungkapan konkrit karena memberikan kesan lebih kuat,
obyektif, dan terukur, sedangkan kata-kata atau ungkapan abstrak bersifat
subyektif karena menggunakan kata sifat (adjektif). Contoh:

KORBAN TERBUNUH SECARA SANGAT MENGENASKAN// (penggambaran
secara abstrak)
KORBAN TERBUNUH TERPOTONG-POTONG//(penggambaran secara konkrit)

- Gunakan kata sesuai kebiasaan dengan memperhatikan konteks penggunaannya,
khususnya dalam berita yang terkait dengan hukum, contoh:
 Tersangka, yaitu orang yang diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana
 Terdakwa, seorang tersangka yang sudah diadili di pengadilan
 Terpidana/ terhukum, seorang terdakwa yang sudah dijatuhi hukuman
oleh hakim.
 Tergugat, orang yang dituntut (digugat) dalam kasus perdata.
 Penggugat, pihak penggugat dalam kasus perdata.
 Jemaah (dalam konteks Islam) dan Jemaat (dalam konteks Kristiani)

109

- Hindari ungkapan yang bias, hiperbol atau bombastis, contoh:
hancur berantakan, ludes dilalap sijago merah, luluh lantak, gegap gempita, hilang
tak berbekas, pecah berkeping-keping, segudang pengalaman, sejuta persoalan,
terkejut setengah mati
- Sebisa mungkin hindari singkatan atau istilah teknis birokratis, jundis, dan
militeristik yang tidak umum dikenal, kecuali yang sudah sangat umum digunakan
masyarakat. Jika kata-kata tersebut terpaksa digunakan, sertakan penjelasannya.
Contoh:
JPU (jaksa penuntut umum), SPJ (surat perintah jalan), BKO (bawah koordinasi
operasi), curanmor, jihandak, meneg, kepmen, pantarlih, satkorlak, korlap, raskin,
dan lain lain. Begitu pula istilah-istilah yang terkait dengan jumlah personil militer
contoh: satu satuan setingkat kompi (SSK), batalion, pleton, dan seterusnya. Reporter
harus menjelaskan berapa banyak anggota dalam satu kompi, satu batalion, dan
pleton.
- Hindari ungkapan klise, contoh:
memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat
menggetoktularkan sadar hukum; sambung rasa
si jago merah; buah simalakama; bertekuk lutut.
- Hindari eufemisme yang bisa menyesatkan, contoh:

 Penyesuaian harga (kenyataannya kenaikan harga)
 Diamankan (kenyataannya ditahan)
 Dirumahkan (kenyataannya diskor)
 Dinonaktifkan (kenyataannya dipecat)
- Setiap kalimat pada naskah hendaknya mengikuti struktur subyek-predikat-
obyek. Jangan menggunakan keterangan atau anak kalimat pembuka
(introductory clause).
Contoh:
SETELAH MENDAPAT KECAMAN DAN MUNCULNYA GELOMBANG
DEMONSTRASI YANG BERLANGSUNG SELAMA DUA MINGGU
TERAKHIR/PEMERINTAH HARI INI MEMBATALKAN KENAIKAN HARGA

110

BAHAN BAKAR MINYAK/B-B-M//
seharusnya
PEMERINTAH HARI INI MEMBATALKAN KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR
MINYAK/B-B-M//PEMBATALAN INI DIUMUMKAN MENYUSUL KECAMAN
DAN MUNCULNYA GELOMBANG DEMONSTRASI YANG BERLANGSUNG
SELAMA DUA MINGGU TERAKHIR//

Contoh:
SETELAH PEMERINTAH MENGANCAM AKAN MENUNTUT PONDOK
PESANTREN AZ-ZAYTUN/JIKA TERDAPAT BUKTI ADANYA PENYIMPANGAN
AJARAN AGAMA ISLAM/KINI MASYARAKAT DAN ULAMA BANTEN
MENOLAK KEHADIRAN PONDOK PESANTREN TERSEBUT DI
WILAYAHNYA//
seharusnya:
MASYARAK AT DAN ULAMA BANTEN MENOLAK PONDOK PESANTREN AL
ZAYTUN DI WILAYAH MEREKA//PENO-LAKAN TERSEBUT MENYUSUL
ANCAMAN PEMERINTAH YANG AKAN MENUNTUT AL ZAYTUN/JIKA
TERBUKTI ADA PENYIMPANGAN AJARAN ISLAM//

Contoh:
DITEMUI DI SELA-SELA KESIBUKANNYA MENGIKUTI MUSYAWARAH
NASIONAL PIMPINAN PARTAI AMANAT NASIONAL DI GEDUNG DAKWAH
MUHAMMADIYAH DI JAKARTA HARI INI/KETUA M-P-R AMIEN RAIS MENE-
GASKAN KEMBALI KESEDIAANNYA UNTUK MUNDUR DARI JABATAN
KETUA UMUM PAN/NAMUN TETAP MENYERAHKAN KEPADA
MUSYAWARAH PIMPINAN PARTAI UNTUK MEMUTUSKANNYA//
Seharusnya:
KETUA M-P-R AMIEN RAIS MENEGASKAN KEMBALI KESEDIANNYA
MUNDUR DARI JABATAN KETUA UMUM PARTAI AMANAT
NASIONAL//NAMUN/AMIEN TETAP MENYERAHKAN KEPADA
MUSYAWARAH PIMPINAN PAN DI JAKARTA HARI INI UNTUK

111

MEMUTUSKANNYA//

Hindari sela atau pemisahan panjang antara subyek dan predikat.

Contoh:

GUBERNUR D-K-I JAKARTA SUTIYOSO/YANG AKHIR-AKHIR INI BANYAK

DIKRITIK KARENA DINILAI GAGAL MENGATASI BANJIR YANG MELANDA

IBU KOTA BARU-BARU INI/DAN MASALAH SAMPAH YANG SANGAT

MENGGANGGU/SERTA KETERTIBAN DAN KEAMANAN IBUKOTA YANG

SEMAKIN RAWAN/HARI INI RESMI MENCALONKAN DIRINYA UNTUK

PEMILIHAN GUBERNUR JAKARTA YANG BARU (47 kata)

Seharusnya:

GUBERNUR D-K-I JAKARTA SUTIYOSO HARI INI SECARA RESMI

MENCALONKAN DIRI DALAM PEMILIHAN GUBERNUR

JAKARTA//PENCALONAN INI DILAKUKAN DITENGAH KRITIK TERHADAP

DIRINYA YANG DINILAI GAGAL MENGATASI BANJIR BARU-BARU

INI//SUTIYOSO JUGA DINILAI GAGAL MENGATASI MASALAH SAMPAH

DAN MASALAH KETERTIBAN DAN KEAMANAN IBU KOTA//

- Kalimat-kalimat yang terdapat pada naskah berita hendaknya merupakan
kalimat tutur atau percakapan (conversational) yang akrab dan santai, namun
bukan percakapan yang acak-acakan gramatikanya dan tidak akurat seperti
sering terjadi dalam percakapan asalan orang di pasar (casual conversation).
Kalimat tutur yang dapat diambil sebagai contoh adalah ketika seseorang
berpidato atau berceramah tanpa membaca teks. Untuk menguji apakah kalimat
yang ditulis merupakan kalimat percakapan, maka ucapkanlah kalimat itu. Bila
terasa masih seperti membaca koran, segeralah tulis ulang.

- Kalimat berita haruslah merupakan kalimat aktif, yaitu siapa melakukan apa dan
siapa mengatakan apa.

112

Contoh:
PEMERINTAH SEGERA MENGUMUMKAN KENAIKAN TARIF LISTRIK//
bukan:
KENAIKAN TARIF LISTRIK SEGERA DIUMUMKAN PEMERINTAH//

Contoh:

SEORANG PAKAR KRIMINOLOGI UNIVERSITAS PADJA-

JARAN/BANDUNG/MENGATAKAN POLISI HARUS MENDAHULUKAN

PENYELIDIKAN KASUS NARKOBA AGAR SEGERA SAMPAI KE

PENGADILAN//

Bukan:

PENYELIDIKAN KASUS NARKOBA HARUS DIDAHULUKAN DARI PADA

PERKARA YANG LAIN AGAR SEGERA SAMPAI KE PENGADILAN/DEMIKIAN

DIKATAKAN SEORANG KRIMINOLOG DARI FAKULTAS

HUKUM/UNIVERSITAS PADJADJARAN/DI BANDUNG HARI SENIN//

Contoh:
GUBERNUR MENGATAKAN PEMDA MENGALAMI KESULITAN
ANGGARAN//
Bukan:
DIKATAKAN GUBERNUR/PEMDA MENGALAMI KESULITAN ANGGARAN//

Pengecualian:
Penggunaan kalimat pasif dapat dibenarkan bila subyeknya adalah orang terkenal,
hal ini merupakan prinsip dari name makes news.

Contoh:
MANTAN PRESIDEN ABDURRAHMAN WAHID DILARIKAN KE RUMAH SAKIT
SEMALAM//

KETUA D-P-R AKBAR TANJUNG DIHUKUM TIGA TAHUN PENJARA DALAM
113

KASUS PENYALAHGUNAAN DANANON-BUJETER BULOG//

- Kalimat pasif juga bisa digunakan bila pelakunya tidak jelas, contoh:

TIGA MAHASISWA TERBUNUH DALAM KERUSUHAN ITU//
atau
PARA OBLIGOR KAKAP AKAN TERSIKSA SEKALI JIKA DIPENJARA//

- Kalimat berita haruslah bersifat obyektif. Dalam menyampaikan atau menulis
pernyataan sumber, reporter tidak boleh terkesan terlibat atau larut dalam
retorika sumber. Reporter harus tetap sebagai pemantau (observer) yang netral dan
obyektif. Contoh:

RATUSAN KARYAWAN PABRIK SEPATU BATA DI JAKARTA HARI INI
MENGGELAR UNJUK RASA MENUNTUT PENGUNDURAN DIRI DIREKTUR
UTAMA PERUSAHAAN KARENA GAGAL MEMIMPIN DAN SANGAT AROGAN
TERHADAP BAWAHAN//
Seharusnya
RATUSAN KARYAWAN PABRIK SEPATU BATA BERUNJUK RASA MENUNTUT
PENGUNDURAN DIRI DIREKTUR UTAMA PERUSAHAAN ITU//MEREKA
MENGATAKAN/ DIREKTUR UTAMA SEPATU BATA GAGAL MEMIMPIN
PERUSAHAAN/DAN SANGAT AROGAN TERHADAP BAWAHAN//

- Jangan mengulangi informasi yang sudah disampaikan di intro ke bagian lain
dari naskah berita. Kesalahan ini sering dilakukan reporter pemula. Harap
diingat, bahwa naskah berita itu dimulai dari kata pertama intro hingga kata
terakhir di bagian penutup berita.

- Konsisten dalam menggunakan nama tempat, jabatan, dan sebagainya. Misalnya,
televisi CNN selalu konsisten menggunakan istilah Myanmar sebagai nama
negara daripada Burma, dan memilih memakai Yangon sebagai nama ibu

114

kotanya daripada Rangoon. Ibukota Mongolia ditulis 'Ulaanbaatar' daripada Ulan
Bator.

- Perubahan nama daerah atau wilayah yang dilakukan penguasa atau pemerintah
tidak berarti televisi juga harus ikut-ikutan menggunakan nama baru itu. Apa
yang sudah akrab di telinga penonton sebaiknya tidak perlu dirubah lagi. Contoh:
kita masih bisa tetap memakai istilah 'Timor Timur' dan tidak perlu
menggunakan istilah 'Timor Leste' atau 'Timor Lorosae' setelah wilayah itu lepas
dari Indonesia dan menjadi negara merdeka. Penonton Indonesia tentunya masih
akrab dengan nama Timor Timur dari pada nama baru tersebut. Jika penonton
lebih mengerti dengan nama 'Irian Jaya' maka sebaiknya tetaplah menggunakan
nama itu. Jangan ikut-ikutan mengubah nama suatu daerah hanya karena
persoalan politik yang muncul sesaat. Nama 'Papua' menimbulkan kebingungan
untuk membedakan antara Papua sebagai nama pulau dengan Papua sebagai
provinsi di Indonesia. Jika disebut Orang Papua, apakah itu hanya berarti orang
Irian Jaya atau seluruh orang asal pulau itu?

- Berhati-hati dengan nama negara yang agak mirip karena hal itu akan
membingungkan, misalnya Republik Demokratik Kongo (Democratic Republic of
Congo) dengan negara tetangganya Republik Kongo (Republic of Congo). Dalam
hal ini, reporter harus secara tegas menyebutkan negara yang dimaksud.
Gunakan nama yang bisa langsung dikenal seperti Korea Utara atau Korea
Selatan daripada nama-nama atau istilah yang mengandung jargon politik.

- Istilah-istilah harus terus menerus diuji kembali apakah masih relevan dan
kontekstual dengan situasi yang berkembang. Istilah 'negara dunia ketiga' (third
world countries) dulu sering digunakan oleh media barat, namun kini istilah itu
telah ditinggalkan, digantikan dengan istilah 'negara berkembang' (developing
countries) yang lebih banyak digunakan.

115

- Jika mendapatkan berita yang sangat penting (breaking news) mengenai bencana
atau kerusuhan yang harus segera disiarkan, maka berhati-hatilah ketika
mencantumkan jumlah korban atau kerugian. Sebaiknya reporter menahan diri
untuk tidak terburu-buru menyebutkan angka korban. Beberapa penulis bahkan
cenderung mengambil versi jumlah korban yang tertinggi untuk mendramatisir
berita, ini adalah tindakan yang kurang bertanggung jawab. Jika situasi telah
tenang dan angka pasti telah diperoleh, penonton akan mengetahui bahwa
stasiun televisi tertentu telah melebih-lebihkan jumlah korban. Situasi yang kacau
dari lokasi kejadian akan sangat mudah menimbulkan kesalahan informasi.
Beberapa sumber seperti kepolisian dan rumah sakit dapat memberikan angka
yang berbeda. Dalam situasi seperti ini, berikan jumlah korban atau kerusakan
dalam kisaran contoh:

LAPORAN AWAL DARI LOKASI MENYEBUTKAN JUMLAH KORBAN TEWAS
ANTARA 15 HINGGA 30 ORANG//

Tahan diri untuk tidak terpancing menulis berita sensasional. Berita itu akan menjadi
sensasional dengan sendirinya karena isinya, jadi berita itu tidak perlu dibuat
sensasional.

- Angka dan statistik memiliki relevansi dan arti bagi pemirsa, untuk ini reporter
atau penulis naskah harus membantu pemirsa untuk memahami laporan statistik
secara lebih baik. Jangan gunakan penulisan seperti ini:

PRODUKSI BERAS TAHUN INI MENINGKAT MENJADI 51 JUTA TON
DIBANDINGKAN TAHUN LALU SEBESAR 48 JUTA TON//

akan lebih baik jika ditulis

PRODUKSI BERAS TAHUN INI SEBESAR 51 JUTA TON ATAU MENINGKAT
ENAM PERSEN DIBANDINGKAN TAHUN LALU//

116

- Jangan terlalu banyak meletakkan angka dalam suatu kalimat, kecuali diberikan
suatu grafik khusus agar penonton dapat mencerna informasi yang didengarnya,
misalnya:

PEMIMPIN NEGARA KE-EMPAT TERBESAR DI DUNIA YANG BERUSIA 76
TAHUN ITU TELAH TERPILIH KEMBALI UNTUK KETIGA KALINYA//

Dalam contoh di atas terdapat tiga informasi berupa angka yang menjelaskan
mengenai pemimpin itu. Contoh lain:

23 PENUMPANG TEWAS DALAM KECELAKAAN PESAWAT KETIGA DALAM
WAKTU DUA HARI/MENJADIKAN JUMLAH TOTAL KORBAN TEWAS
MENJADI 97 ORANG DALAM WAKTU 48 JAM//
Kalimat seperti ini akan membuat penonton kesulitan untuk menyerap seluruh
informasi yang mengandung angka itu. Kalimat yang mengandung informasi angka
ini harus dipecah-pecah menjadi beberapa kalimat. Jadi, semua informasi angka itu
dibuat secara terpencar yang diselipkan pada beberapa kalimat, atau jika tidak terlalu
penting, angka-angka itu tidak perlu digunakan.

- Stand up adalah bagian dari naskah atau narasi, jadi apa yang diungkapkan pada
saat stand up tidak boleh mengulangi apa yang sudah diungkapkan dalam naskah
yang mengikuti atau mendahuluinya. Jangan gunakan kata-kata klise dan yang
bersifat umum. Jangan tulis seperti ini:

POLISI MENGAMANKAN PARA PERUSUH//
Langsung saja sesuai faktanya
POLISI MENANGKAP PARA PERUSUH//
Atau
PEMERINTAH MENYESUAIKAN HARGA SEJUMLAH KEBUTUHAN POKOK
Seharusnya katakan saja

117

PEMERINTAH MENAIKKAN HARGA KEBUTUHAN POKOK
Atau
PETUGAS MERTIBKAN PARA PEDAGANG KAKI LIMA
Sebenarnya
PETUGAS MENGUSIR PEDAGANG KAKI LIMA//

Hindari pula ucapan klise pada akhir naskah seperti:
HANYA WAKTU YANG AKAN MEMBUKTIKAN..
Atau
KITA TUNGGU SAJA PERKEMBANGANNYA//

- Naskah yang ditulis terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena
perlu ditulis ulang. Ada beberapa sebab mengapa suatu narasi perlu ditulis ulang,
antara lain narasi terlalu panjang sehingga tidak sesuai dengan jatah waktu yang
diberikan, ada kata-kata yang tidak perlu atau informasi yang diulang-ulang,
cerita tidak mudah dimengerti dalam sekali dengar, naskah dirasa kurang
menarik sehingga perlu ditulis ulang agar menarik, dan gambar penunjang tidak
ada.

Reporter harus terlebih dahulu yakin bahwa seluruh gambar yang diperlukan telah
tersedia. Jika perlu, minta ke bagian arsip untuk menyediakan gambar penunjang
lainnya sebelum menulis berita. Gambar yang tersedia akan menentukan bagaimana
menulis berita.

ATRIBUSI
Berita televisi selalu menempatkan sumber berita (atribusi) pada awal kalimat

karena naskah televisi selalu menggunakan kalimat aktif. Atribusi ini harus
disebutkan dengan jelas dalam hal, antara lain:
 Mengemukakan opini seseorang
 Menggunakan informasi yang tidak disaksikan sendiri (meragukan)
 Informasi dari orang lain

118

Hal ini berbeda dengan media cetak yang tidak terlalu mempersoalkan
penempatan atribusi. Media cetak sering menempatkan atribusi di akhir kalimat.

Atribusi ini penting untuk mencegah kemungkinan tuntutan atau gugatan
pihak lain seperti dalam kasus pencemaran nama baik. Contoh atribusi versi media
cetak:

Satu dari empat orang Indonesia yang ditangkap di Filipina itu terlibat jaringan
terorisme, demikian dikatakan Wakil Presiden Hamzah Haz di Jakarta hari Senin.

Versi televisi:

WAKIL PRESIDEN HAMZAH HAZ MENGATAKAN/SATU DARI EMPAT
ORANG INDONESIA YANG DITANGKAP DI FILIPINA ITU TERLIBAT
JARINGAN TERORISME//

Contoh kesalahan penempatan atribusi yang sering terjadi:

PEMERINTAH HARUS BERANI MENGAMBIL RISIKO TIDAK POPULER UNTUK
MENGAKHIRI KRISIS EKONOMI NEGERI INI/HAL ITU DIKATAKAN AHMAD
SURTADI DARI LEMBAGA STUDI KEBIJAKAN PUBLIK DI JAKARTA/HARI
INI//
Seharusnya
SEORANG PENGAMAT EKONOMI MENGATAKAN/ PEMERINTAH HARUS
BERANI TIDAK POPULER DALAM MENJALANKAN PROGRAM MENGAKHIRI
KRISIS EKONOMI NEGERI INI//

119

Dari seluruh kata atribusi hanya MENGATAKAN dan MENYEBUTKAN yang
bisa digunakan pada semua bentuk kalimat. Selebihnya harus sesuai dengan maksud
atau konteksnya. Kata-kata atribusi semacam itu antara lain: mengungkapkan,
mengetengahkan, menyatakan, mengumumkan, menyangkal, menegaskan,
membantah, menuduh, menenggarai, mensinyalir, menduga, memperkirakan,
menguraikan, menjelaskan, menyesali, mengecam, dan mengutuk.

Naskah berita tidak boleh menyebut “menurut sumber” tanpa dilengkapi
dengan atribusi. Hindari penulisan berita semacam ini tanpa memberikan gambaran
mengenai asal-muasal sumber itu secara umum namun tentu tidak perlu harus
menjadi sepesifik, misalnya:

SUMBER KAMI MENGATAKAN..

Atribusi tetap harus disebutkan dalam hal narasumber tidak ingin disebut
namanya, misalnya:

SUMBER DI PEMERINTAH MENYEBUTKAN...

SUMBER DI KANTOR KEPOLISIAN JAKARTA MENGATAKAN...

Atau

SUMBER DI PARTAI TERSEBUT...

STANDAR PENULISAN
- Naskah berita harus dibuat dalam beberapa paragraf untuk memudahkan

presenter atau pengisi suara (dubber) membacanya. Satu paragraf berita terdiri
dari satu kalimat atau maksimal tiga kalimat pendek. Satu kalimat melebihi dari
15 kata.
- Penulisan naskah berita (skrip) seluruhnya dengan huruf besar, kecuali untuk
penulisan lafal (pronounciation). Contoh: ABDOEL CHALIK [ab-dul kha-lik],

120

SAJUTI MELIK [sa-yu-ti me-lik].
- Dalam hal nama diri, maka penyebutan pertama harus lengkap dan sesuai

dengan ejaan aslinya, contoh:
AMIEN RAIS, MAHATHIR MUHAMMAD, GLORIA ARROYO, ZIYANG ZHEMIN,
KIM DAE JUNG, JUNICHIRO KOIZUMI, BILL CLINTON.

Pada penyebutan berikutnya cukup salah satu dari rangkaian nama itu, sesuai
kelazimannya, nama depan atau nama akhir. Contoh:

AMIEN, MAHATHIR, ARROYO, ZIYANG, KIM, KOIZUMI, CLINTON

Semua nama yang lafalnya sulit atau berbeda dari tulisannya berdasarkan EYD harus
disertakan cara membacanya, contoh:

BACHTIAR CHAMSYAH [bakh-ti-ar kham-syah], ANTON SUJUTA [an-ton su-ya-
ta], DAOED JOESOEF [daud yu-suf], JACQUES CHIRAC [zyak syi-rak], ZINADINE
ZIDANE [zi-na-din zi-dan], JUAN CARLOS [hu-wan kar-los], HUGO CHAVES [ugo
ca-ves], HUMBERTO PADILLA [um-ber-to pa-di-ya], JAN PIETERSON COEN [yan
pi-ter-son kun] ALIJA IZETBEGOVIC [a-li-ya i-zet-be-go-wic]

- Nama diri harus ditempatkan setelah nama jabatan atau posisi yang
bersangkutan, baik dalam penulisan berita/ laporan maupun dalam
memperkenalkan tamu yang akan diwawancarai, contoh:

KETUA D-P-R AKBAR TANDJUNG
bukan
AKBAR TANDJUNG KETUA D-P-R

TOKOH MASYARAKAT BETAWI EDDY NALAPRAYA
bukan
EDDY NALAPRAYA TOKOH MASYARAKAT BETAWI

121

RAJA DANGDUT RHOMA IRAMA
bukan
RHOMA IRAMA RAJA DANGDUT

- Bila seseorang punya dua ajabatan atau lebih, pilih yang paling populer pada
penyebutan pertama, sedangkan jabatan lain disebutkan pada kalimat berikutnya
sesuai dengan konteksnya, contoh:

PRESIDEN MEGAWATI MENGATAKAN PEMBERANTASAN KORUPSI DI
INDONESIA BUKANLAH PEKERJAAN MUDAH KARENA TELAH
MEMBUDAYA//KETUA UMUM PDI PERJUANGAN ITU MENGATAKAN
KORUPSI HANYA BISA DIBERANTAS JIKA ADA KEINGINAN DARI SEMUA
PIHAK UNTUK SAMA-SAMA MEMERANGINYA//

- Nama diri harus selalau diulang pada kalimat-kalimat berikutnya atau diselang-

selingi dengan nama jabatan. Hal itu penting untuk kejelasan informasi dan untuk

memudahkan pemirsa yang baru hadir mengikuti beritanya. Penggunaan kata

orang ketiga (ia/dia) bisa membingungkan.

- Dalam penulisan singkatan pada naskah berita (skrip) maka huruf-hurufnya

harus dihubungkan dengan tanda penghubung (-) agar mudah dieja, misalnya:

M-P-R D-P-R P-D-I-P

I-P-T-N I-L-O U-N-H-C-R

Ketentuan di atas tidak berlaku pada akronim yang diperlakukan sebagai sebuah

kata:

GOLKAR JATIM KORSEL

ASEAN NATO UNESCO

122

 Untuk memudahkan presenter atau pengisi suara (dubber), kata-kata panjang atau

rangkaian kata bisa dipenggal-penggal dengan menggunakan tanda penghubung

hyphen (-). Contoh:

PE-NYEBAR-LUASAN PE-MERIKSA-AN

PER-TANGGUNG-JAWAB-AN INTER-NASIO-NALISME

PER-TELEVISI-AN

 Angka satu sampai sembilan ditulis sebagai kata, selebihnya mulai 10 sampai 999

dengan angka. Untuk jumlah lebih dari seribu, kelompok angkanya diberi tanda

penghubung (-) untuk menunjukkan kesatuan jumlah dan untuk mencegah

pemotongan pada akhir baris.

Contoh:

20.000 = 20-RIBU

4.500.150 = EMPAT-JUTA-500-RIBU-150

8.500.000 = DELAPAN-JUTA-500-RIBU atau

DELAPAN-SETENGAH-JUTA

Dalam hal pecahan, ditulis sebagai berikut:
14.5 = 14-SETENGAH/14-KOMA-LIMA
8 ¼ = DELAPAN SEPERAMPAT

Angka Romawi untuk menyebutkan urutan harus diubah menjadi angka Arab atau
ditulis dengan kata. Contoh:
MANGKUNEGARA KE-12 bukan MANGKUNEGARA XII
HAMENGKUBUWONO KESEPULUH bukan Hamengkubuwono X

 Penulisan tahun ditulis terpisah, kecuali tahun 2000 dan seterusnya
Contoh
TAHUN 1945 ditulis 19-45 (dibaca: sembilan belas empat puluh lima)
Kecuali TAHUN 2003 (dibaca: dua ribu tiga)

123

 Persen harus ditulis lengkap ‘PERSEN’ dan bukan dengan lambang ‘%’. Contoh:
TIGA PERSEN bukan 3%

 Ukuran atau takaran yang tidak umum berlaku di Indonesia harus dikonversi

sesuai dengan standar Indonesia. Contoh:

1 inci (inch) = 2,5 sentimeter, maka 20 inci = 50 senti meter

1 kaki (foot) = 30 sentimeter, maka 5 kaki =1,5 meter

1 pon (pound) = sekitar setengah kilogram,

maka 4 pon = dua kilogram

pengecualian untuk barel (barrel) tetap digunakan dalam produksi atau perdagangan

minyak internasional.

 Semua mata uang asing harus ditulis lengkap dan disertai kesetaraannya
(ekuivalen) dalam rupiah. Penyetaraan ini cukup dilakukan sekali saja pada
kesempatan pertama, namun untuk penyebutan seterusnya angka dalam mata
uang asing tidak perlu disetarakan. Contoh:

PERUSAHAAN A-B-C MENGALAMI KERUGIAN 20-RIBU DOLAR ATAU
SEKITAR 170-JUTA RUPIAH DARI TRANSAKSI ITU NAMUN PADA HARI
SELANJUTNYA MENDAPAT KEUNTUNGAN 10-RIBU DOLAR//
Penggunaan kata dolar berarti dolar Amerika, sementara dolar lainnya disebutkan
secara spesifik seperti dolar Australia, dolar Hong Kong, dan dolar Singapura.

 Suhu atau temperatur dalam Fahrenheit (F) harus dikonversi kedalam Celcius.

Rumusnya: Celcius (C) = 5/9 x (F-32). Contoh:

32 F = 5/9 x (32-32) = 0 C

0 F = 5/9 x (0-32) = 17.7

= 5/9 x (50-32)= 10 C

124

G. Mengedit Berita
Media cetak dan kantor berita merupakan sumber berita bagi televisi. Stasiun

televisi juga kerap menggunakan informasi dari internet sebagai sumber berita.
Teknik penulisan media cetak, kantor berita dan internet adalah sama, yaitu
menggunakan teknik penulisan media cetak. Teknik penulisan berita pada media
cetak sangat berbeda dengan menulis untuk televisi. Jangan gunakan informasi dari
kantor berita atau media cetak itu tanpa diedit terlebih dahulu. Berita-berita dari
kantor berita tidak dapat langsung dipakai begitu saja untuk naskah televisi.

Berita dari kantor berita bisa langsung dipakai surat kabar karena telah ditulis
dengan gaya tulis media cetak, tetapi tidak dapat langsung digunakan untuk media
elektronik, terlebih lagi televisi. Berita dari kantor berita umumnya ditulis dengan
kalimat-kalimat yang panjang dan kurang, bahkan tidak memiliki gaya percakapan
yang diperlukan bagi media televisi. Semua materi berita dari kantor berita harus
diedit terlebih dahulu dan bahkan ditulis ulang sebelum disiarkan.

Stasiun televisi menggunakan berita dari kantor berita karena pertimbangan
kecepatan. Ada kalanya reporter televisi diminta untuk mengirimkan gambar
secepatnya ke stasiun televisi, sementara naskahnya diambil dari kantor berita, atau
stasiun televisi hanya mengirim juru kamera untuk mengambil gambar, sedangkan
isi naskah diambil dari kantor berita. Hal ini dapat dilakukan jika kantor berita juga
meliput peristiwa yang sama dengan televisi.

Berhati-hati dengan kutipan langsung (quotes) dari sutau berita yang berasal
dari media cetak, khususnya pada kutipan yang tidak lengkap (hanya diambil
sebagian) karena hal itu dapat menyesatkan. Usahakan untuk mendapatkan kutipan
lengkapnya agar tidak terjadi salah penafsiran terhadap apa yang dikatakan
narasumber. Berikut ini beberapa teknik mengedit naskah berita dari media cetak atau
kantor berita agar layak menjadi naskah berita televisi.

Contoh 1
Surabaya, 17/5 (ANTARA) - Kepala Staf TNI AL (Kasal), Laksamana Bernard

Kent Sondakh mempertanyakan jika GAM menembak TNI "kok" Tidak dibilang
melanggar HAM, tetapi jika TNI menembak GAM selalu dibilang sebagai pelanggar

125

HAM.
"Apakah kalau janda tentara atau anak yatim piatu dari tentara itu tidak boleh

memiliki HAM, tetapi hanya pemberontak saja," katanya di Base Ops TNI Lanudal
Juanda Surabaya, Sabtu.

Dia mengemukakan hal itu sesaat menjelang penyambutan jenasah Serka
Marinir (Inf) Iwan Riswandi (37) yang tewas diserang sekitar 10 orang personil GAM
dari jarak 20 meter ketika berada di Pos Pengamanan bersama tiga orang temannya,
di Kawasan Desa Teupin Gajah, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Aceh Selatan,
Jumat (16/5) dini hari.
Menurut Kasal, setiap hari selalu ada prajurit yang meninggal dunia dalam tugas
menjaga kedaulatan negara, karena mereka selalu berdiam diri di dalam pos,
sedangkan para pemberontak dapat menyerang seenaknya.
"Begitu kok masih ada orang atau kelompok yang menolak operasi militer dan jika
ada tentara yang menembak pemberontak, selalu ada tokoh HAM yang bicara,
apakah kita tidak boleh menumpas teroris seperti katanya.
Dia mengatakan, tokoh-tokoh HAM selalu berdalih demi rakyat Aceh, padahal rakyat
Aceh sebenarnya lebih menderita karena mereka selalu dibunuh, dipajaki, diculik,
dicuri, dan dirampok oleh pemberontak secara leluasa.
"Kok tidak ada orang yang ngomong tentang HAM terhadap apa yang dialami rakyat
Aceh, bahkan kalau ada prajurit yang mati tidak ada yang bilang melanggar HAM,"
katanya.
(E011/A034/B/SBY1)

(LEAD VO)
KEPALA STAF T-N-I ANGKATAN LAUT/KASAL/LAKSAMANA BERNARD
KENT SONDAKH/MENGKRITIK TOKOH HAM YANG CENDERUNG MEMBELA
KELOMPOK SEPARATIS ACEH DARI PADA MEMBELA T-N-I//MENURUT
KASAL/PARA TOKOH HAM SELALU MENUDUH T-N-I MELANGGAR HAM
KARENA MENEMBAK PEMBERONTAK/TETAPI JIKA PRAJURIT T-N-I YANG
DITEMBAK TIDAK DIKATAKAN MELANGGAR HAM//

126

(ROLLVO)
KASAL MENGATAKAN HAL ITU DI SURABAYA SEBELUM MENYAMBUT
JENAZAH SERKA MARINIR IWAN RISWANDI YANG TEWAS DISERANG
ANGGOTA GERAKAN ACEH MERDEKA/GAM/JUM' AT DI KABUPATEN ACEH
SELATAN//

LAKSAMANA KENT SONDAKH MENGATAKAN TOKOH HAM SELALU

MENOLAK OPERASI MILITER DENGAN DALIH MEMBELA RAKYAT

ACEH//PADAHAL SEBENARNYA RAKYAT ACEH LEBIH

MENDERITA//MENURUT KASAL/HAK AZASI RAKYAT ACEH SELALU

DILANGGAR OLEH PEMBERONTAK//

KENT SONDAKH MENGATAKAN SETIAP HARI SELALU ADA PRAJURIT YANG
MENINGGAL DUNIA DALAM TUGAS//PARA PRAJURIT ITU BIASANYA
DISERANG ANGGOTA GAM SAAT MEREKA JAGA DI DALAM POS//

SERKA MARINIR IWAN RISWANDI MENINGGAL DALAM USIA 37
TAHUN//IATEWAS DISERANG SEKITAR 10 ORANG PERSONIL GAM KETIKA
BERADA DI POS PENGAMANAN BERSAMA TIGA ORANG TEMANNYA//

CATATAN:
Berita dari kantor berita Antara di atas yaitu komentar atau reaksi Kasal

Laksamana Bernardh Kent Sondakh terhadap tokoh-tokoh HAM merupakan berita
yang harus diedit agar dapat digunakan bagi naskah berita televisi. Terlihat naskah
asli yang panjang menjadi jauh lebih singkat setelah diedit.

Pedoman pertama ketika mengedit berita semacam ini adalah membaca
seluruh isinya, mulai dari kata pertama hingga kata terakhir. Dengan cara seperti ini
kita akan mendapatkan ide utama (grand idea) dari berita itu. Paragraf pertama dari
berita Antara itu jelas tidak dapat dipakai sebagai intro untuk naskah berita televisi.
Intro naskah berita televisi harus merupakan kesimpulan (summary) dari keseluruhan
berita. Paragraf pertama berita Antara belum memberikan kesimpulan mengenai apa

127

berita itu, karenanya harus dicari dan disimpulkan. Kesimpulan tidak dibuat secara
asal-asalan, namun harus dibuat berdasarkan pertimbangan logis yang ditunjang
dengan fakta. Kita jangan terjebak menggunakan kata-kata atau istilah yang
digunakan pejabat, kita dapat menggunakan kata-kata atau istilah lain yang kita
anggap lebih sederhana dan lebih mudah dipahami, asalkan maksudnya sama.

Dengan membaca secara keseluruhan naskah Antara tersebut, dapat
dimengerti ide utama berita itu terletak pada kritik Kasal terhadap para tokoh HAM
yang terkesan cenderung ingin memojokkan TNI dalam konflik Aceh. Jika
diperhatikan ide utama berita ini, justru terdapat lebih banyak di bagian bawah. Ide
utama inilah yang kita angkat sebagai intro dalam naskah berita televisi.

Naskah televisi tidak mengenal kutipan langsung ("...") sebagaimana media
cetak. Dalam jurnalistik televisi, kutipan langsung disajikan dalam SOT. Semua
kutipan langsung berita Antara itu menunjukkan secara sangat jelas bahwa Kasal
Bernardh Sondakh mengkritik tokoh HAM karena dianggap lebih berpihak kepada
GAM.

Jangan gunakan istilah atau nama yang terlalu militeristik yang tidak umum.
Keterangan tempat seperti "... di Base Ops TNI Lanudal Juanda Surabaya" tidak akan
dimengerti penonton awam, maka cukuplah dikatakan "'di Surabaya" saja. Begitu
pula keterangan tempat yang terlalu detil seperti "... di Kawasan Desa Teupin Gajah.
Kecamatan Pasir Putih, KabupatenAceh Selatan ..." cukup dikatakan di Aceh Selatan
saja karena orang dari Jawa Timur tidak akan kenal dengan nama desa atau
kecamatan di Aceh itu. Keterangan yang ditulis dalam kurung, misalnya mengenai
hari "Jum'at (16/5)" atau umur (37) yang merupakan gaya media cetak harus
dijelaskan dengan kalimat pendek dalam naskah televisi.

Contoh 2
Jakarta, 26/5 (ANTARA) - Presiden Megawati Soekarnoputri, Senin, di Istana

Negara mengatakan, tim dokter kepresidenan pernah memberikan obat asli tapi palsu
(aspal) kepada dirinya yang sedang sakit.

"Seorang dokter yang merupakan teman saya mengatakan bahwa obat yang
diberikan dokter kepresidenan adalah adalah aspal (asli palsu), "kata Megawati ketika

128

membuka Musyawarah Nasional (Munas) Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia
(GPRI).

Megawati yang didampingi Menteri Kesehatan Achmad Suyudi mengatakan
keheranannya mengapa obat palsu itu bisa masuk ke lingkungan istana. "Bayangkan,
barang semacam itu bisa masuk ke daerah yang katanya "very very strick," dalam
pidato di luar teks. Ia mengatakan, sejak dahulu sampai sekarang, di kalangan
masyarakat memang masih sering muncul pembicaraan tentang obat yang betul-betul
obat serta obat yang asli tapi palsu.

H. Menulis Berdasarkan Gambar
Reporter teknisi harus menulis berita berdasarkan gambar yang dimilikinya.

Setiap gambar yang akan digunakan sebaiknya dilihat dan diperiksa terlebih dahulu
agar narasi yang akan dibuat tidak bertentangan dengan gambar. Sebuah gambar
bernilai puluhan kata, tetapi bisa saja tidak memberikan arti apa-apa jika narasinya
tidak mendukung. Penulisan skrip atau narasi bukan dimaksudkan untuk
menceritakan gambar karena penonton akan dapat memahaminya sendiri. Narasi
ditulis sebagai tambahan informasi jika dibutuhkan.

Gambar yang menunjukkan dua politisi sedang berjabat tangan umumnya
dapat diartikan sebagai telah tercapainya suatu kesepakatan, namun ada kalanya
gambar wajah-wajah tersenyum para politisi yang berjabat tangan itu juga dapat
berarti tidak tercapainya persetujuan, jabat tangan itu hanya untuk sopan-santun. Jika
terdapat gambar yang bertentangan seperti ini, maka perlu diberikan penjelasan
maksud dari jabat tangan tersebut, misalnya dengan kalimat:
KEDUA PEMIMPIN POLITIK YANG BERSETERU ITU MENGAKHIRI
PEMBICARAAN MEREKADENGAN JABAT TANGAN DAN MENEBARKAN
SENYUM WALAUPUN PERTEMUAN ITU SENDIRI GAGAL MENGHASILKAN
KESEPAKATAN//

129

Pada umumnya, gambar untuk berita televisi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu
berikut ini.
 Gambar Spesifik, yaitu gambar yang tidak dapak digantikan dengan gambar lain

karena sifatnya yang khusus, misalnya:
- Nama orang: Presiden Megawati, Ketua MPR Amien Rais, dst.;
- Nama tempat: kota Jakarta, Gedung DPR/MPR, Istana Merdeka, dst.;
- Nama peristiwa: tragedi Trisakti, kerusuhan Mei, Sidang Istimewa MPR.
 Gambar Umum, yaitu gambar yang bersifat umum sehingga dapat digunakan
gambar apa saja asalkan sesuai dengan topik atau tema berita. Gambar umum ini
biasanya adalah gambar penunjang atau stock shot yang berfungsi menunjang atau
meng-cover narasi atau voice over. Contoh: berita mengenai pendidikan biasanya
memerlukan gambar-gambar yang terkait dengan pendidikan antara lain:
gambar sekolah, gambar suasana kelas, gambar murid bermain di halaman
sekolah, dan lain-lain. Dalam hal ini, tidak dipersoalkan sekolah apa atau sekolah
yang mana yang boleh digunakan, asalkan gambar itu merupakan sekolah yang
memiliki murid, ada kegiatan di kelas, maka gambar itu dapat digunakan untuk
menunjang berita mengenai pendidikan itu.

Berita ekonomi secara umum biasanya memerlukan gambar-gambar yang
terkait dengan kegiatan ekonomi misalnya: gambar pasar, pelabuhan, buruh yang
bekerja di pabrik. Dalam hal gambar pasar, maka pasar di mana saja dapat digunakan
atau pelabuhan apa saja dapat digunakan bagi berita ekonomi umum.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika reporter menulis berita
berdasarkan gambar (write to video).
- Jangan menjelaskan apa yang sudah tampak jelas pada gambar dengan kata-kata

tetapi tambahkan informasi yang berhubungan. Bila menampilkan gambar
bendera setengah tiang, jangan mengatakan:

130

BENDERA SETENGAH TIANG TENGAH BERKIBAR DI KOTA INI
tetapi katakan:
MASYARAKAT KOTA INI SEDANG BERDUKA
Jika gambar menunjukkan suatu bangunan yang hancur karena serangan bom, jangan
katakan:
SEBUAH BOM MENGHANCURKAN GEDUNG TERSEBUT
tetapi katakan:
INI ADALAH SERANGAN BOM KE-EMPAT DALAM BEBERAPA BULAN
TERAKHIR

131

BAB VII
JURNALISME ONLINE

A. Pengantar

KOMPAS, Nasional,
Senin, 17 Juli 2000

Kode Etik untuk Jurnalisme "Dotcom"
MEDIA massa bertambah anggota dengan kelahiran situs-situs
berita di ruang cyber dalam kategori com. Publik dewasa ini tak hanya
mengenal surat kabar, majalah, kantor berita, radio, atau televisi sebagai
media massa, tetapi juga situs-situs berita di dalam ruang cyber. Karena
tanda pemisah dalam taksonomi situs itu berupa titik atau dot, kategori
pemberitaan model baru itu kita sebut saja dalam ruangan ini sebagai
jurnalisme dotcom.
Peserta lokakarya Ethics in Journalism yang diselenggarakan
Yayasan Jurnalisme Independen (YJI) hari Kamis (13/7) di Jakarta
ditugaskan membahas apakah perlu merekomendasikan pengadaan
kode etik bagi wartawan dotcom itu.
Sebelum memasuki kelompok diskusi, YJI menampilkan
Pimpinan Redaksi detik.com Bidiono Darsono sebagai pembicara.
Budiono dalam paparannya menyebutkan, kelahiran jurnalisme dotcom
ini telah merevolusikan pemberitaan. Periodisasi “terbit” menjadi
hilang, katanya. Padahal, fenomena ini pun sebelumnya sudah diklaim
di kantor berita setelah menggunakan teleks, faksimili, apalagi jaringan
komputer beberapa tahun terakhir ini. Tak ia sebutkan, adakah revolusi
dalam peliputan bagi kerja jurnalisme dotcom itu?
Revolusi pemeberitaan? Barangkali ada benarnya. Bukankah
setelah liputan langsung Perang Teluk di Irak oleh televisi CNN, defenisi
berita telah bergeser. Berita bukan lagi peristiwa yang telah berlangsung

132

yang dipublikasikan media massa, tetapi menjadi pristiwa yang sedang
berlangsung yang disiarkan media massa. Media massa yang mampu
melakukan pemberitaan langsung itu tentu saja televisi semata, tetapi
juga dotcom.

... wartawan cetak dan wartawan dotcom sama-sama belum
mampu secara tajam melihat problem etik spesifik yang muncul dalam
pemberitaan ala dotcom.

Yang langsung mereka lihat adalah problem teknis pemberitaan.
Untuk pemberitaan yang menuntut laporan berimbang, misalnya,
dapatkah dibenarkan media dotcom menyiarkan sesuatu yang belum
jelas juntrungannya-katakanlah semacam rumor – hanya untuk
mengejar apa yang dikenal dalam jurnalistik sebagai scoop, berita
eksklusif.

Akhirnya, setelah mendefenisikan jurnalisme dotcomm sebagai
penyiaran produk jurnalistik di media cyber oleh perusahaan atau
lembaga tertentu, peserta lokakarya merekomendasikan wartawan-
wartawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan dotcom yang yang
menyiarkan produk jurnalistik membentuk asosiasi yang khusus
menghimpun mereka. Setelah asosiasi terbentuk, peserta lokakarya
merekomendasikan pengadaan kode etik oleh asosiasi tersebut dengan
mengacu kepada kode etik jurnalistik universal ditambah dengan butir-
butir yang secara khusus dapat menangani problem-problem etik
spesifik yang kelak dihadapi para wartawan dotcom dalam kerja profesi
mereka.

Untuk menegakkan pemberlakuaan kode etik itu, peserta
lokakarya merekomendasikan pembentukan semacam “dewan pers”
bagi asosiasi tersebut. Juga dianjurkan supaya masyarakat membentuk
media watch independen atau ombudsmen untuk menegakkan
pemberlakuan kode etik itu. Mudah-mudahan rekomendasi ini
mengilhami komunitas wartawan dotcom, pengusaha media massa
dotcom, dan masyarakat khususnya untuk menyambut jurnalisme

133

dotcom ini sebagai instrumen sosial yang berperan meminjam
ungkapan pengamat pers Ashadi Siregar sebagai “orientasi eksistensial
(masyarakat) yang bertugas menyampaikan fakta publik kepada
masyarakat”. (sal)

***

Mehmet Arslan Lutfi menjelaskan bagaimana komputer dan internet telah
menghadirkan cara-cara baru bagi jurnalisme dalam memroses, memproduksi, dan
menyebarkan berita. Media Baru ini membuat ladang baru bagi industri media.
Teknologinya membuat jaringan yang paling cakap dibandingkan media massa lain.
Khususnya, dalam hal perlengkapan dasarnya, komponen yang menyusunnya,
arsitekturnya, dan berbagai kemampuan pendukung lainnya.

L.Garcia menyebut intelligence dispersal pada kapasitas teknologi ini. Internet
membuat penjaga gawang (gatekeeper) redaksional dalam organisasi penyiaran, kabel,
atau radio, hilang. Siapapun bisa menggabungkan diri. Siapa pun dapat menelusuri
informasi secara unlimited. Siapapun dapat merespons secara one-to-one, atau one-to-
many, kepada siapa pun. Sifat internet yang terbuka ini menampilkan keunikan
tersendiri di antara bentuk-bentuk komunikasi yang pernah tercipta.

Maka itulah, berbagai outlet media berita, baik yang tradisional, atau yang
alternatif, ataupun yang mainstream, berupaya memanfaatkannya dengan membuat
sebuah tampilan web.

Pada tanggal 21 Februari 2002, the Editor & Publisher Online Database telah
memuat 13.536 record. Mondo Times, suatu jenis baru layanan gateway yang mengelola
media massa World Wide Web, telah meng-upload 13.271 outlet yang tersebar di 211
negara. Di antara mereka adalah edisi-edisi online surat kabar tradisional, situs-situs
berita, situs-situs jurnalis individual, situs-situs indeks berita, situs-situs diskusi
pemberitaan, situs-situs ulasan dari para pengamat media.

134

B. Cyber Sebagai Media
Sejarah media massa memperlihatkan bahwa sebuah teknologi baru tidak

pernah menghilangkan teknologi yang lama, namun mensubstitusinya. Radio tidak
menggantikan surat kabar, namun menjadi sebuah alternatif, menciptakan sebuah
kerajaan dan khalayak baru. Demikian pula halnya dengan televisi, meskipun televisi
melemahkan radio, tetap tidak dapat secara total mengeliminasinya. Maka, cukup
adil juga untuk mengatakan bahwa jurnalisme online mungkin tidak akan bisa
menggantikan sepenuhnya bentuk-bentuk media lama. Melainkan, tampaknya
menciptakan suatu cara yang unik untuk memproduksi berita dan mendapatkan
konsumen berita. Jurnalisme online tidak akan menghapuskan jurnalisme tradisional,
namun meningkatkan intensitasnya. Dengan menggabungkan fungsi-fungsi dari
teknologi internet dengan media tradisional.

Teori konvergensi menyatakan bahwa berbagai perkembangan bentuk media
massa terus merentang dari sejak awal siklus penemuannya. Setiap model media
terbaru tersebut cenderung merupakan perpanjangan, atau evolusi, dari model-
model terdahulu. Dalam konteks ini, internet bukanlah suatu pengecualian.

Internet adalah medium terbaru yang mengkonvergensikan seluruh
karakteristik dari bentuk-bentuk terdahulu. Karena itu, apa yang berubah bukanlah
substansinya, melainkan mode-mode produksi dan perangkatnya (Hilf, 2000).
Perspektif ini didukung oleh tujuan bahwa esensi dari proses komunikasi tetap tidak
berubah. Apa yang membuat bentuk-bentuk komunikasi berbeda satu sama lain
bukanlah penerapan aktualnya, namun perubahan-perubahan dalam proses-proses
komunikasi seperti kecepatan komunikasi, harga komunikasi, persepsi-persepsi
pihak-pihak yang berkomunikasi, kapasitas storage dan fasilitas tempat mengakses
informasi, densitas (kepekatan/ kepadatan) dan kekayaan arus-arus informasi,
jumlah fungsionalitas/ intelijen yang dapat ditransfer (Garcia, 2001). Titik esensialnya
adalah bahwa keunikan internet terletak pada efisiensinya sebagai sebuah medium.
Namun semestinya itu tidaklah menopengi fakta bahwa esensi komunikasi secara
keseluruhan dan jurnalisme khususnya tetap tidak berubah (intacf).

Awalnya, situs-situs berita sekadar mengadaptasi kandungan mereka untuk
cyberspace. Kemudian, mereka mulai memproduksi kisah-kisah dengan menerapkan

135

kapabilitas-kapabilitas teknis internet. Kini, mereka mengkreasi isi-isi orisinalnya
yang secara spesifik didesain oleh Internet. Dikarakterisasi pemikiran kembali
mengenai cara-cara memproduksi sebuah kisah, tren terakhir ini tidak hanya
memungkinkan para jurnalis untuk mengkonstruksi kisah-kisah mereka melalui
pemakaian fitur-fitur interaktif dalam internet, namun juga menawarkan para
pembaca lebih dari sekadar membaca, namun juga turut berpartisipasi, berbagi, dan
bahkan bergabung dalam proses memproduksi kisah berita.

Secara teknis, momen paling fundamental dalam jurnalisme online adalah
penemuan WWW. Namun secara profesional, momen tersebut dimulai dari pecahnya
berita mengenai Drudge Report yang menyangkut skandal Lewinsky, ketika sebuah
e-maildikirimkan ke 50 ribu pelanggan pada tanggal 18 Januari 1998. Dalam setiap
aspek penting kisah ini, menurut Lasica ketika menulis Internet Journalism and the
Clinton-Lewinsky Investigation, medium internet digunakan untuk "membongkar
berita-berita skandal, menyuarakan tuduhan-tuduhan baru, dan merilis secara
keseluruhan laporan final Starr atas investigasinya". Hingga timbul pertanyaan
apakah berita ini adil dan akurat perlu dikesampingkan untuk menjangkau (fakta)
fenomena jurnalisme online telah hadir? Jurnalisme online telah memicu tren alternatif,
mengklaim bahwa jurnalisme online telah mengubah segala aktifitas jurnalistik dan
kegiatan lama profesi jurnalisme. Sejak itu, jurnalisme online telah maju secara
dramatis.

Kini, hampir seluruh media berita memiliki webyang hadir dalam berbagai
bentuk. Terdapat tiga kelompok situs berita dalam kaitannya dengan isi.

Model situs berita secara general yang kebanyakan digunakan oleh media
berita tradisional sekadar merupakan edisi online dari medium induknya. Isi
orisinilnya diciptakan kembali oleh internet dengan cara mengintensifkan isi dengan
kapabilitas-kapabilitas teknis dari cyberspace. Sejumlah fitur interaktif dan fungsi-
fungsi multimedia ditambahkan. Isinya dlupdate lebih sering daripada medium
induknya. Washington Post Online (www.washingtonpost.com), CNN Interactive
(www.CNN.com), dan BBC News Online (www.BBC.co.uk) adalah contoh-contoh
tipikal tipe ini.

136

Pada model situs kedua, bentukan situs Web-nya berisikan orisinalitas indeks,
dengan cara mendesain ulang dan merubah isi dari berbagai media berita. Saloon,
Slate and Drudge Report masuk ke dalam tipe ini. Situs ini memendekkan portal-portal
pemberitaan melaui indeksisasi dan kategorisasi, hasil seleksi berbagai media berita
dan isi mereka. Berbagai model situs ini memfokus isu-isu spesifik, melayani
kepentingan komunitas dan kelompok-kelompok sosial tertentu, serta membuat
saluran pertukaran pikiran dan diskusi interaktif dengan pembacanya.

Model situs ketiga berisi diskusi dan komentar-komentar pendek tentang
berita dan media. Media-media watchdogs masuk ke dalam kelompok ini. Mereka
menjadi saluran untuk diskusi masyarakat mengenai permasalahan yang mencuat.

C. Jurnalisme Online
Perkawinan internet dan jurnalisme berakar dan ditetapkan oleh standar

World Wide Web (WWW). Ketika CERN, institut riset berbasis di Jenewa, dirilis pada
tahun 1991, tak seorang pun menyadari betapa luar biasanya dampaknya terhadap
jurnalisme. Dampak ini tampak begitu nyata hingga suatu waktu, sebuah surat kabar
online, The Nando Times, menyatakan "Ali the news that's bits we print (semua berita
dalam bentuk bit akan kami cetak)" - ini merupakan sebuah motto baru yang pas
dengan tipe jurnalisme baru (Lapham, 1995).

Ini adalah tipe baru jurnalisme karena memiliki sejumlah fitur dan
karakteristik yang berbeda dari jurnalisme tradisional. Fitur-fitur uniknya
mengemuka dalam teknologinya, menawarkan kemungkinan-kemungkinan tidak
terbatas dalam memproses dan menyebarkan berita.

Deuze menyatakan bahwa komponen teknologis adalah faktor penentu bagi
definisinya, la menyatakan bahwa perbedaan online journalist dari rekan-rekan
tradisionalnya terletak pada keputusan jenis baru yang dihadapi oleh para wartawan
cyber. "Online joumalist harus membuat keputusan-keputusan mengenai format media
yang paling tepat mengungkapkan sebuah kisah tertentu, dan harus memungkinkan
ruang bagi pilihan-pilihan publik untuk menanggapi, berinteraksi, atau bahkan
menyusun (customize) cerita-cerita tertentu dan harus mempertimbangkan cara-cara
untuk menghubungkan kisah tersebut dengan kisah lainnya, arsip-arsip, sumber-

137

sumber, dan lain-lain, melalui hyperlinks."
Pavlik (2001) menyebut tipe baru jurnalisme ini sebagai "contextualized

journalism", karena mengintegrasikan tiga fitur komunikasi yang unik:
1. kemampuan-kemampuan multimedia berdasarkan platform digital,
2. kualitas-kualitas interaktif komunikasi-komunikasi online,
3. fitur-fitur yang ditatanya (customizable features).
Rafaeli dan Newhagen mengidentifikasi lima perbedaan utama yang ada di

antara jurnalisme online dan media massa tradisional: 1) Kemampuan internet untuk
mengombinasikan sejumlah media, 2) kurangnya tirani penulis atas pembaca, 3) tidak
seorang pun dapat mengendalikan perhatian khalayak, 4) internet dapat membuat
proses komunikasi berlangsung sinambung, dan 5) interaktiftas web." (Dikutip dari
Baron, 2001, hlm.6; dalam Deuze, 2001) Tambahan untuk ini semua, karakteristik
yang paling luar biasa dari media baru ini adalah kecepatannya secara keseluruhan,
yang menarik sekaligus menakutkan (Weir, 2000).

Jelas, internet adalah jurnalisme yang berubah. Perubahan-perubahan yang
dibawa oleh kemungkinan-kemungkinan teknologis mengartikulasikan kembali
peranan-peranan dan fungsi-fungsi profesi ini.

Misalnya, sebuah studi oleh Singer (2001) mengindikasikan bahwa ketika surat
kabar menjadi online, peran penjaga gerbang (gatekeeper) mereka menghilang. Ini
menyarankan agar surat kabar tradisional sebaiknya menyerahkan peran ini dengan
menyediakan link-link ke situs-situs berita yang terhubungkan bukannya
memutuskan kisah mana yang semestinya disertakan.

Dalam kaitannya dengan "nilai tambahan" situs-situs berita, adalah penting
untuk menekankan kapabilitas-kapabilitas teknis internet, dan bagaimana semua ini
mengubah cara-cara jurnalisme beroperasi. Ini akan sesuai dengan transformasi
jurnalisme terbaru. Bagaimanapun, perubahan-perubahan ini tidak
mengimplikasikan bahwa sifat alamiah jurnalisme sebagai sebuah pembuatan kisah,
penyuntingan, reportase, dan lain-lain menjadi kurang penting. Namun cenderung,
sebagaimana dinyatakan Buie:

138

Jelas, kemampuan untuk mengobservasi dan menulis secara meyakinkan
berdasarkan pengalaman, untuk menawarkan analisis dan penggunaan
keterampilan-keterampilan pemikiran kritis, untuk secara jujur dan logis
mengenali sudut pandang - sudut pandang berlawanan mungkin menjadi lebih
berharga. Dalam setiap peristiwa, salah satu elemen esensial jurnalisme untuk
mencari dan mengutarakan kebenaran tidak akan berubah. Jurnalisme terbaik
akan selalu seperti diparafrasekan Fuller, yaitu menghubungkan "disiplin
kebenaran dalam jurnalisme dengan standar-standar tertinggi dalam
perdebatan Ilmiah dan akademis menghasilkan karya integritas intelektual asli."
(2002, bagian kesimpulan, paragraf 6).

D. Piramida Terbalik dalam Cyberspace
Para jurnalis telah lama setia dengan pendekatan Piramida Terbalik ini:

memulai tulisan dengan memberitahu kesimpulannya kepada pembaca ("Setelah
perdebatan panjang, DPR mengambil suara untuk kenaikan pajak negara sebesar 10
persen"), diikuti dengan informasi pendukung yang lebih penting dan diakhiri
dengan memberikan latar belakang. Gaya ini dikenal sebagai piramida terbalik
dengan alasan sederhana bahwa ia membalikkan gaya piramida tradisional. Tulisan
gaya piramida terbalik berguna bagi surat kabar karena pembaca dapat berhenti
kapan saja dan masih mendapatkan bagian penting dari tulisan tersebut.

Dalam web, piramida terbalik jadi lebih penting. Para penggunanya kerap
hanya membaca bagian atas sebuah tulisan. Mereka tidak meneruskan bacaannya.
"Mereka tidak menggulung layar", tulis Nielsen's dalam Inverted Pyramids in
Cyberspace Frames. Gulungan layar ialah istilah dari proses internat meneruskan
jaringan informasinya. Menghubungkan pengguna web dengan situs-situs yang telah
dirancang jaringan link-nya

Tapi, pada beberapa penguna lain, terjadi kebalikannya. Dan, di sinilah
kegunaan teknologi internet dimanfaatkan jurnalisme online. Pembaca yang tertarik
akan menggulung layar, akan meneruskan bacaannya pada materi-materi yang
terkait dengan topik yang tengah dibacanya. Mereka adalah orang-orang akan
menemukan dasar dari Piramida Terbalik cyberspace. Merekalah penemu kisah-kisah

139

berita jurnalisme online yang luar biasa rinci.
Jurnalistik web jelas berbeda dengan jurnalistik media cetak. Contoh, studi

kasus Melinda McAdam tentang Tinta Digital, di Washington Post, mencatat bahwa
surat kabar online membiarkan artikel-artikelnya tersedia secara online bertahun-
tahun. Ini sekali lagi berarti bahwa penulis dapat me-link-kan dengan tulisan lama
daripada harus meringkas informasi, dan menjadi latar belakang pada setiap
tulisannya. Kemudian, seperti dicatat oleh Sam Vincent Meddis, merancang berbagai
materi informasi itu ke dalam jaringan link yang memuat seluruh bahan latar
belakang. Dan membuat intisari dari link-link itu untuk kepentingan perluasan
informasi dan kemendalaman pesan yang ingin disampaikan.

Dengan kata lain, web adalah media link. Teori hypertext menjelaskan bahwa
menulis informasi, melalui bagian demi bagiannya, yang dihubungkan oleh jembatan
antar-link, adalah berbeda dengan menulis teks secara linier. Ada saat keberangkatan
dan ada saat kedatangan. Ini menunjukkan perlunya ujung-ujung link dikenali, supaya
pembaca mengerti di mana mereka bisa keluar dan masuk sesuai dengan keinginan
pembaca.

Penulis web memisahkan artikelnya ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil.
Ini dalam kaitan untuk menghindari halaman panjang yang mesti digulung. Tiap
halaman dibangun dengan bentuk piramida terbalik. Walau, dalam penampakan
keseluruhannya terlihat seperti piramida yang mengapung di dunia cyber,
dibandingkan artikel tradisional.

E. Proses on the Web
Pengalaman Biggs

Salah satu persoalan utama mengelola situs berita internet, menurut Biggs
adalah kepentingan penanam modal yang menginginkan kepastian uangnya kembali.
Oleh karena itu, mereka membutuhkan orang-orang terbaik dengan prestasi teruji
untuk disewa. Di awal-awal perkembangannya, mereka kesulitan untuk
menemukannya. Karena itulah, pengelolaan media penerbitan online diawali dengan
menjiplak cara kerja jurnalisme lama. Mereka mengadopsi berbagai keberhasilan dari
pengalaman pengelola redaksi majalah atau surat kabar.

140

Banyak pengelola awal media online yang mengerjakan dunia penerbitan web
melalui proses uji coba yang cukup melelahkan. Ketika membuat homepage, mereka
menggunakan program beta Adobe Pagemill, yang mendesain tampilan daftar isi
yang masih kasar pada halaman indeks dan pada empat halaman pokok.

"Setelah setahun bekerja sungguh-sungguh dengan para para visioner industri
dan bekerja dengan orang-orang yang tidak punya latar belakang penerbitan
tradisional," kisah Biggs di awal mengelola situs Hot Wired, "saya sadar apa yang tidak
saya ketahui: web bukanlah tempat baru untuk mengerjakan hal-hal lama; web adalah
tempat baru untuk mengerjakan hal-hal lama dengan lebih baik."

Dari sanalah, Biggs menemukan persyaratan tentang bagaimana menghasilkan
situs berita online yang inovatif: "Jangan menyewa jurnalis menjadi manajer".

Hal ini terkait dengan perbedaan cara mengelola media jurnalisme online
dengan media sebelumnya. Sajian koran dan majalah menekankan isi yang mendalam
dan gaya penyampaian yang memikat. Dalam media jurnalisme online, ada hal lain
yang mesti diperhitungkan.

"Bekerja sembilan tahun dalam media dua dimensi (koran atau majalah)
menumpulkan otak saya," tutur Biggs ketika berhadapan dengan dunia online. Di
dunia online, pekerja jurnalisme harus membayangkan dunia dengan dimensi tanpa
batas, di mana suara, gambar, dan teks dapat berdampingan harmonis. Slate dan
Saloon, keduanya dikelola para jurnalis media cetak dan televisi. Target akhir
penyampaian informasi mereka adalah informasi yang bermutu tinggi dengan
tampilan dua dimensi. Sementara, di dalam pengerjaan media jurnalisme online, para
pengelolanya harus memahami komponen-komponen kunci dari penerbitan
jaringan, seperti: hypertext, interaktivitas, dan multimedia.

Dalam format media majalah, tidak ada sajian halaman indeks yang menuntun
khalayak untuk mengakses beragam artikel di dalamnya. Dalam web, setiap halaman
bisa saja di-link-kan dengan gambar video, atau ke berbagai terbitan lain dan terbitan
lama yang terkait dengan topik yang hendak didalami, bahkan dihubungkan dengan
alamat pribadi penulis.

141

Dimensi online memiliki keluasan lain, pengelola ditantang untuk menciptakan
sarana yang lebih jauh dan lebih inovatif untuk mengirimkan berita. Biggs merujuk
ucapan perancang data ulung Edward Tufte, bahwa "dunia online bersifat kompleks,
dinamis, dan multidimensi, sementara surat kabar bersifat statis dan datar." Media
internet membuka perluasan informasi berdasarkan "jaringan" yang multidimensi.

Penyajian atau perancangan informasi web tidak bersifat linier, dua dimensi,
dengan paradigma urut-urutan dari halaman depan (pertama) dengan berita-berita
penting sampai ke halaman belakang. Ada konsep navigasi dan interface, dalam
menuntun khalayak, yang berbeda: dari urutan daftar isi (indeks) di tampilan awal
dari layar situs, khalayak bisa diajak meloncat-loncat ke berbagai artikel di halaman
berikutnya berdasar hubungan link yang telah dirancang.

STORY

SR. PRODUCER 1

2 PRODUCER 2

WRITER ASSOCIATE

WEB 3 PRODUCER
EDITOR EDITORIAL

4 2
COPY
ASSISTANT

MULTIMEDIA VIDEO

EDITO DESIGNER EDITOR

WEB
5

EDITOR

PRODUCER 6
SR. PRODUCER

7 WEB MASTER 8
ONLINE
WEB
COORDINATOR

142

F. Newsroom
Ruang pemberitaan online, di sebuah media yang memiliki berbagai divisi

penerbitan seperti Washington Post, merupakan bagian yang terpisah. Para reporter
dan redaktur (editor) melayani pemberitaan yang berbeda dengan orang-orang media
cetak.

Mereka melayani pemberitaan online. Bahan pemberitaannya kerap
dimanfaatkan kepentingan media cetak. Tapi, dari proses pencarian dan
penyajiannya, kerja jurnalisme online tidaklah sama.

Ada banyak alasan untuk membedakannya. Wartawan online meliput
peristiwa sepersis wartawan lainnya. Alatnya sama, mencatat fakta, dan
melaporkannya dalam berita-berita yang bersifat spot, feature, atau depth. Mereka
berkoordinasi dengan wartawan lain, yang berbeda divisi. Akan tetapi, ketika
pemberitaan mereka dimasukkan ke dalam ruang pemberitaan online, ada staf produk
online menunggu dan siap me-remar/c-nya. Para anggota staf ini juga wartawan. Di
bawah koordinasi seorang redaktur, mereka bekerja menambal, memoles,
menghubungkan satu berita dengan berita lain, atau informasi lain.

Para staf produk online ini menjadi penjaga gawang redaksional. Mereka
menjalin hubungan erat dengan para wartawan yang pergi ke lapangan. "Para
reporter atau redaktur suka berhenti di meja kami, dan menyapa, 'apa ada yang
dibutuhkan', sebelum mereka hendak berangkat ke pertemuan dewan kota (city
council meeting)," jelas McAdams saat menjelaskan pekerjaan Online Newspaper media
Washington Post. "Kami dapat memintanya mengambilkan salinan rencana anggaran
untuk kami scan dan menyajikannya secara online." Di sisi lain, mereka dapat pula
memberi peringatan akan proyek yang buruk dan rangkaian kerja yang punya nilai
Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). "Lalu kami segera menyiapkan link-link latar
belakang akan peristiwa tersebut."

Mereka bisa pula menyiapkan berbagai peta atau bagan atau gambar atau
grafik atau ilustrasi lain yang menyertakan sebuah artikel. Platform tampilan layar
komputer tidak meleluasakan kerja penempelan peta atau gambar atau berbagai
ilustrasi tersebut seperti di media cetak. Karenanya, pembuatannya pun memerlukan
pekerjaan teknologi yang berbeda.

143

Pekerjaan jurnalisme mereka memang banyak melakukan pekerjaan seperti
menyortir dan mengorganisasi pemberitaan, serta meng-upload-nya ke dalam
rangkaian informasi tertentu. "Para pembaca Washington Post lebih menyukai format
artikel layanan online. Mereka kerap bertanya (lewat e-mail) bagaimana mendapat
kolom atau features yang mereka perlukan."
Contoh: CNN.com

Ini adalah gambaran mekanisme pemberitaan CNN.com. Bagaimana
mekanisme sebuah berita di-up loadke dalam situs mereka.

Kerja pemasokan berita CNN.com, sepersis saudaranya di televisi, memiliki
tingkat frekuensi dan intensitas yang tinggi. Isi newssite mereka harus selalu di-
updates, dan buletin breaking news mereka selalu harus diperbaharui, mengikuti menit
demi menit berbagai peristiwa yang terjadi di dunia. Melalui kecepatan cahaya,
memasok berita ke dalam Web amatlah rumit. Tidak semudah para penggunanya
tinggal meng-klik mouse atau memencet keyboard saat mem-browser CNN.com.

Berbagai artikel itu dikerjakan dan dipasok oleh tidak kurang dari 10 orang.
Bagan struktur organigram pemberitaan CNN.com berikut ini memperlihatkan
bagaimana sebuah berita disusun dari satu peristiwa-berita ke dalam laporan
mendalam yang tampak di tampilan layar monitor interaktif: dimana para pembaca
tinggal memilih berita yang diperlukan dan beberapa elemen berita yang diinginkan.
Alur Mekanisme

1. Setelah menelusuri jaringan berita CNN yang amat luas, dan disebut Basys,
produser berkonsultasi dengan produser senior untuk menyusun laporan yang
berisi peristiwa-peristiwa harian berdasar urutan pentingnya dan liputan yang
direncanakan oleh jaringan. Di awal kerjanya, produser mengadakan rapat
editorial untuk membicarakan laporan yang akan disajikan dan usulan-usulan
yang muncul dari para staf. Proses kerja ini dilakukan tiga kali shift dalam
rentang waktu 24 jam. Setiap berita diurutkan pada papan tulis, dengan
berbagai penanda dari tiap kelompok the writer-associate producer pada tiap
berita.

144

2. Para penulis (writer) dan produser (associate producer) mengangkat kisahnya
dan mulai mengumpulkan berbagai elemennya yang penting. Ini merupakan
tim kerja yang "menyortir dan mengorganisasi" informasi yang teliti. Penulis
mengumpulkannya dari jaringan kabel, berbagai laporan, dan gambar-video-
mentah CNN. la menyusunnya menjadi dokumen laporan utuh yang
merangkai berbagai sajian gambar, suara, film, dan link. The associate producer
lalu mengambilnya dan menyusunnya ke dalam elemen-elemen multimedia,
mengkreasikan tampilan gambar-gambar dan sounds-nya. la berkonsultasi
dengan perancang multimedia (multimedia designer) untuk memperoleh grafik-
grafik khusus, la membahas kemungkinan sajian Quick Time Movie dengan
editor video (associate producer/ video editor). Setelah proses ini, penulis dan
produser membicarakan bagian-bagian mana yang akan ditampilkan ke dalam
sebuah berita yang utuh dan padu.

3. Sementara itu, editor web (web editor) menjelajah internet untuk mendapat link-
link yang sesuai, dan asisten editor (editorial assistant) mengadakan pencarian
Lexis-Nexis untuk memperoleh informasi latar belakang yang lebih
mendalam.

4. Setelah berita ditulis, editor naskah (copy editor) mengambil alih untuk
mengecek spelling and style bahasa dan me- re check akurasi faktanya.

5. Setelah berita disalin dan bagian-bagiannya telah terkumpul, produser
mendesain tampilannya, menunjukkan gambar dan elemen-elemen
multimedia yang harus ditempatkan. Kemudian diserahkan kepada editor web
(web editor) yang akan mengkodekannya dengan HTML sehingga bisa dibaca
di web.

6. Berikutnya, produser kembali melihat tampilan keseluruhannya bersama
produser senior (senior producer). Keduanya mengecek berita tersebut,
menghitung tingkat akurasinya di dalam server.

7. Persetujuan diberikan dan web-master mengecek penggunaan dukungan
multiple browser-nya, dan kemudian memasukannya ke dalam Web.

8. Jika berita yang dikirim mendapat umpan balik dari pembaca, koordinator
online (the online coordinator) mengumpulkannya dan diposkan ke situs.

145


Click to View FlipBook Version